Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM TEKNIK KIMIA I

PLATE AND FRAME FILTER PRESS

TANGGAL PRAKTIKUM

: 29 Oktober 2015

TANGGAL PENYERAHAN : 5 November 2015


PEMBIMBING

: Ayu R. Permanasari

OLEH :
Kelompok
Aldi M. Ramdani

(141411002)

Filipi Orlando

(141411011)

Rista Ristiani

(141411026)

Septi Intan S.

(141411027)

KELAS : 2 A

Program Studi D3 Teknik kimia


Jurusan Teknik Kimia
Politeknik Negeri Bandung
2015

I.

TUJUAN
1. Menghitung tahanan spesifik ampas ()
2. Menghitung tahanan ampas (Rc)
3. Menghitung tahanan filter medium (Rm)
4. Menghitung laju filtrasi filtrat (dV/ dt)
5. Menghitung waktu filtrasi selama satu siklus (t)

II.

DASAR TEORI

Proses filtrasi merupakan suatu metode pemisahan partikel padatan tersuspensi dalam sebuah
campuran tertentu dengan melewatkan campuran tersebut pada suatu medium filter yang
memiliki pori-pori dengan ukuran tertentu. Proses pemisahan dengan filtrasi dapat dilakukan
karena memiliki driving force yaitu perbedaan tekanan antara tekanan di dalam tangki dengan
tekanan ruangan. Perbedaan tekanan ini akan mendorong campuran tersebut melewati lapisan
medium filter sehingga padatannya akan tertahan pada medium filter. Pelaksanaan praktikum
filtrasi ini bertujuan untuk menentukan besarnya tahanan bahan jeans dan katun sebagai medium
penyaring, menentukan tahanan spesifik cake, dan menentukan parameter uji t-test antara
tahanan medium jeans dan katun.
Plate and frame filter press yang digunakan biasanya diaplikasikan di Industri umumnya
terdiri atas tujuh bagian medium filter dari logam yang saling menutupi secara renggang dan
tempat yang cukup untuk menampung cake sampai filtrasi selesai. Tipe lain memiliki pelat yang
saling sejajar sehingga dapat digunakan dengan medium filter berupa penyaring kertas atau kain
secara terpisah dari alat utama. Medium filter dapat dimasukkan pada peralatan filtrasi dengan
membuka frame yaitu tempat cake terbentuk. Tipe peralatan filtrasi jenis ini digunakan
jika cake yang akan terbentuk relatif kering. Alat ini tidak dapat digunakan untuk bahan-bahan
yang beracun dan berbahaya.
Alat ini akan bekerja berdasarkan driving force, yaitu perbedaan, tekan. Alat ini dilengkapi
dengan kain penyaring yang disebut filter cloth, yang terletak pada tiap sisi platenya. Plate and
frame filterdigunakan untuk memisahkan padatan cairan dengan media berpori yang meneruskan
cairannya dan menahan padatannya. Secara umum filtrasi, dilakukan bila jumlah padatan dalam
suspensi relatif kecil dibandingkan zat cairnya (Nurhayati, 2013)
Peralatan filtrasi Plate and Frameini terdiri dari dua bagian yaitu tangki umpan dan rangkaian
pelat dan bingkai (Plate and Frame). Tangki umpan dilengkapi dengan alat ukur tekanan untuk
memastikan tekanan di dalamnya. Di dalam tangki ini juga dilengkapi dengan pengaduk
berbentuk paddledengan kemiringan 45 yang

bertujuan untuk membantu penyeragaman

konsentrasi padatan di dalam bubur atau larutan umpan. Peralatan tersebut dapat dilihat pada
gambar 1.

Gambar 1. Skema peralatan penyaring pelat dan bingkai


Sejumlah pasangan pelat dan bingkai yang disediakan tidak perlu dipergunakan semua dalam
tiap kali percobaan, jumlah pasangan yang dipakai bergantung pada jumlah umpan yang akan
disaring dan tekanan operasinya. Aliran lumpur umpan dan filtrat di dalam rangkaian pelat dan
bingkai ditampilkan pada gambar 2. (Filtrasi, 2008)

Gambar 2. Aliran lumpur umpan dan filtrat di dalam pelat dan bingkai

Gmbar

3.

Proses

filtrasi

didalam

Plate and Frame

Filter Press
Keterangan gambar :
2. Rangka Plate And
Frame Filter Press
3. Produk
filtrat
keluar media filter
4. Slurry
yang
disemprotkan
media filter
5. Plate
1. Umpan Slurry masuk

6. Plate
7. Plate
8. Frame dan media filter

ke

9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.

Nilai Kp dapat diketahui dengan menggunakan rumus seperti berikut:


dt
Cs
Rm
= 2
V+
=Kp+B
(2-1)
dV A ( P)
A( P)
Dimana : Kp dalam (s/m6) (SI) dan B dalam (s/m3) (SI)
Cs
Kp= 2
( SI )
(2-2)
A ( P)
B=

Rm
(SI ) (2-3)
A ( P)

dt
Grafik hubungan : dV vs V

Slope=Kp
dt s
( )
dV m3
Intersep=B

V +V
Volume Filtrat RataRata , V = 1 2 (m3)
2

29.
30.

Gambar 4.

Intersep=B Grafik hubungan dt/dV terhadap filtrasi

tekanan tetap
31. U Slope=Kp ntuk tekanan konstan, konstan dan cake yang tidak dapat
dimampatkan (incompressible), maka

variabelnya hanya V dan t, sehingga

integrasi :
32.
t

dt= ( Kp V +B ) dV
0

33.

(2-4)
t=

Kp 2
V +B V
2

t Kp
=
V + B (2-6)
V
2

34.
35.
36.
37.
38.

Grafik hubungan :

39.

t s
( )
V m3

40.

t
vs V
V

t s
( )
V m3

41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
53.

Slope =Kp
Intersep= B
Volume filtrate (m3)
Gambar 5. Grafik hubungan t/V terhadap filtrasi

tekanan tetap
54.
55.

Dimana

volume filtrate (m3) selama waktu t (s)


56.

Dari

data

adalah
percobaan

dibuatgrafik dt/dV vs V (gambar 4), dimana dt/dV fungsi linier dari Vatau, t/V vs
V (gambar 5), dimana t/V fungsi linier dari V.
57.

Tahanan spesifik ampas

() dicari dari koefisien arah (slope) = Kp dan tahanan media filter (Rm) dari
intersep = B (gambar 4) atau,tahanan spesifik ampas () dicari dari koefisien arah
(slope) = Kp/2 dan tahanan filter medium (Rm) dari intersep = B (gambar 5).
58.
Variabel-variabel
yang mempengaruhi laju filtrasi :
1.
2.
3.
4.
59.

Beda tekanan aliran umpan masuk dan tekanan filtrate keluar filter (-P)
Viskositas cairan ()
Luas media filter/frame (A)
Tahanan cake (Rc) Dan tahanan medium filter(Rm)

60.

Laju Filtrasi :

A ( P)
dV
=
dt ( Rc+Rm )

61. III. PERCOBAAN


62. 3.1 Susunan alat yang digunakan
63.
64.
65. 1
66.
5
6
67.
68.
69. 2
70.
3
8
7
71.
10
4
72.
73.
74. Gambar 6 : Susunan alat Plate And
9 Frame Filter Press
75.
76. Keterangan gambar :
77.
1. Motor

Pengaduk

2. Tangki Slurry
3. Katup Isap Pompa

4.
5.
6.
7.

Pompa
Katup Umpan
Presure gauge
Pressure gauge

8. Katup Filtrat
9. Plate Frame And
Filter Press
10. Tangki filtrat
78.

79.
80. 3.2 Alat bantu yang digunakan :
1. Kunci sambungan flens
2. Stop Watch
3. Mistar/penggaris
81.
82. 3.3 Bahan yang digunakan :
1. Air (H2O)
2. Kapur (CaCO3) atau padatan lain
83.

IV.

PROSEDUR KERJA
84.

Mengukur tangki dan tinggi air pada tangki


Menentukan besar CaCO3 yang dimasukkan kedalam
tangki
Merangkai rangkaian alat filter press
Memasukan kapur kedalam tangki slurry disertai
pengadukan
Menentukan perbedaan tekanan pada alat filter press

Membuka valve pada tangki slurry

Pengukuran filtrat yang tertampung pada tangki filtrat

Pembongkaran rangkaian alat filter press

Pengeringan cake

Analisis data

85.
86.
V.

PENGOLAHAN DATA
87.
V.1 TEKANAN 1 BAR
A. DATA PENGAMATAN I (P= 1,0 bar)
1. Ukuran tangki
88.
Diameter
: 90 cm = 9 dm
89.
Jari-jari
: 45 cm = 4,5 dm
90.
Tinggi tangki
: 85 cm = 8,5 dm
91.
Tinggi air dalam
: 35 cm = 3,5 dm
2. Luas plate and frame = 36 x 36 cm
92.
= 1296 cm2
93.
= 0,1296 m2
94.
Luas total plate and frame = 0,1296 x 3
95.
= 0,3888 m2
3.
Diameter tangki filtrat = 53,3 cm =5,33 dm
96.
Jari jari tangki filtrate = 26,65 cm = 2,665 dm
4. Viskositas cairan = 0,001 kg/ ms2
5. Densitas Slurry = 1300 kg/ m

6. Massa cake = 4,18 kg


97. Tabel 1. Data tinggi filtrat dalam tangki, waktu serta tekanan slurry dan filtrat
98. Tinggi filtrat
(cm)

99. Waktu
(s)

100.

101.

102.

103.

1
4

104.

10

105.

1
7

106.

15

107.

2
1

108.

20

109.

2
9

110.

25

111.

4
112.

30

113.

4
2

114.

35

115.

4
5

116.

40

117.

5
3

118.

45

119.

5
6

120.

50

121.

6
4

122.
123.
124.

Perbedaan tekanan (P)


= 1,0 x 105 Pascal

= 1,0 bar

125.
B. PERHITUNGAN
1

Volume tabung
126.
V
= r2 t
127.
= 3, 14 . (4,5 dm)2 . 8,5 dm
128.
= 540,4725 L
129.
= 0,5405 m3
130.
Volume air dalam tangki
131. V
= r2 t
132.
= 3,14 . (4,5 dm)2 . 3,5 dm
133.
= 222,5475 L
134.
= 0,2225 m3
Massa CaCO3 yang harus ditambahkan
135.
Massa total slurry = V
136.

3
= 1300 kg/ m X 0,2225

137.

= 289,25 kg

138.
100%

% kapur dalam tangki

m3

masa kapur
volume air dalamtangki

139.

5%

massa kapur
289,25

x 100%

140. Massa kapur = 14,4625 kg


4

Konsentrasi kapur dalam slurry (Cs)

141.Cs

Massa cake(kg)
4,18 kg
=
3
Volume filtrat ( m ) 0.11150

= 37,489 kg/ m3

142.

143.

144.

145.

146.
Ti

152.
0
158.
5
164.
10
170.
15
176.
20
182.
25

Table 2 . Data volume filtrat pada tangki filtrate

147.
Volum
e
Filt
rat
(L)

148.
Volume
filtrat
(
3
m

153.
0
159.
11.150
5
165.
22.301
0
171.
33.451
5
177.
44.602
0
183.
55.752

154.

0
160.
0.01115
166.
0.02230
172.
0.03345
178.
0.04460
184.
0.05575

149.
V
(
3
m
)
155.
0
161.
0.0111
5
167.
0.0111
5
173.
0.0111
5
179.
0.0111
5
185.
0.0111

150.
Wa
k
t
u
(
s
)
156.
0
162.
14
168.
17
174.
21
180.
29
186.
34

151.
t/V (s/
3
m
)

157.
0
163.
1255.55
169.
762.298
1
175.
627.774
9
181.
650.195
5
187.
609.838

188.
30
194.
35
200.
40
206.
45
212.
50
218.
219.

5
189.
66.903
0
195.
78.053
5
201.
89.203
9
207.
100.35
44
213.
111.50
49

190.
0.06690
196.
0.07805
202.
0.08920
208.
0.10035
214.
0.11150

5
191.
0.0111
5
197.
0.0111
5
203.
0.0111
5
209.
0.0111
5
215.
0.0111
5

Grafik waktu/ volume terhadap volume

192.
42
198.
45
204.
53
210.
56
216.
64

5
193.
627.774
9
199.
576.528
205.
594.144
1
211.
558.022
2
217.
573.965
6

220.

900
800
700

f(x) = - 1656.13x + 730.86


R = 0.68

600
500
t/V (sekon /m^3)

400
300
200
100
0
0

0.02

0.04

0.06

0.08

Volume filtrat (^3)

221.
5 Tahanan spesifik ampas ()

222.

t
V =

223.

Kp
= 1656,1
2

224.

Kp
2

V+B

Kp = 1656,1x 2 = 3312,2

0.1

0.12

225.

226.

Kp =

Cs
2
PA
Kp P A 2
Cs

( 3312,2 ) ( 100000 Pascal ) (0,3888 m2 )2

227.

228.

= 3,,435 x 109

( 0,001 kg/m s 2) (37,489 kg/m3)


m
kg

6 Tahanan cake (Rc)

229.Rc

CsV
A
(3,435 x 109

m
)(37,489 kg /m3)(0,11150 m3)
kg
2
(0,3888 m )

230.

231.

=3,6922 x 1010 m-1

7 Tahanan medium filter (Rm)


232.

Intersep = B = 730,86
233.

234.

235.
236.

8 Laju filtrasi

Rm
PA

B=

Rm =

B A P

( 730,86 ) ( 0,3888 m2 ) ( 100000 Pascal )

= 2,84 x 1010 m2

( 0,001 kg/m s 2 )

237.

dV
A P
=
dt (Rc+ Rm)

(0,3888 m2)(100000 Pascal)


238.

239.

3
= 5,952 x 10-4 m / s

( ( 3,6922 x 1010 m1 ) +( 2,84 x 1010 m2 ) ) ( 0,001 kg/ m s 2)

9 Waktu filtrasi

240.

241.

242.
243.
244.
245.

=(

3312,2
) ( 0,11150 m3)2 + (730,86).( 0,11150 m3)
2

= 20,59 + 81,40
= 101,99 s

V.2 TEKANAN 1,5 BAR


A. DATA PENGAMATAN I (P= 1,5 bar)
1
Ukuran tangki
246. Diameter

= 90 cm = 9 dm

247. Jari-jari

= 45 cm = 4,5 dm

248. Tinggi tangki

= 85 cm = 8,5 dm

249. Tinggi air dalam

= 35 cm = 3,5 dm

250.
2

Luas plate and frame = 36 x 36 cm


251.
= 1296 cm2
252.
= 0,1296 m2
253.
254.

Luas total plate and frame = 0,1296 x 3


= 0,3888 m2

Diameter tangki filtrat = 53,3 cm =5,33 dm


255.

Jari jari tangki filtrate = 26,65 cm = 2,665 dm

Viskositas cairan = 0,001 kg/ ms2


3
Densitas Slurry = 1300 kg/ m

Massa cake = 4,50 kg

256.

Tabel 1. Data tinggi filtrat dalam tangki, waktu serta tekanan slurry dan
filtrat
257.
Tingg
i filtrat (cm)

258.

W
aktu (s)

259.

260.

261.

262.

0
6
6

263.

10

264.

7
0

265.

15

266.

8
0

267.

20

268.

9
1

269.

25

270.

7
271.

30

272.

1
20

273.

35

274.

1
34

275.

40

276.

1
48

277.

45

278.

1
60

279.

50

280.

1
80

281.

282.
283.
284.

Perbedaan tekanan (P)

= 1,5 bar
= 1,5 x 105 Pascal

285.

B. PERHITUNGAN
286.
Volume tabung
287. V = r2 t
288.
= 3, 14 . (4,5 dm)2 . 8,5 dm
289.
= 540,4725 L
290.
= 0,5405 m3
291.
Volume air dalam tangki
292. V
= r2 t
293.
= 3,14 . (4,5 dm)2 . 3,5 dm
294.
= 222,5475 L
295.
= 0,2225 m3
Massa CaCO3 yang harus ditambahkan
296. Massa total slurry = V
297.

3
= 1300 kg/ m X 0,2225

298.

= 289,25 kg

299.

% kapur dalam tangki

m3

masa kapur
volume air dalamtangki

100%

300.

301.
4

5%

massa kapur
289,25

x 100%

Massa kapur = 14,4625 kg

Konsentrasi kapur dalam slurry (Cs)

302.Cs

303.

Massa cake(kg)
4,50 kg
=
3
Volume filtrat ( m ) 0.11150

= 40,3587 kg/ m3

304.

305.

306.

307.

308.

309.
Ti

Table 2 . Data volume filtrat pada tangki filtrate


310.
Volum
e
Filt
rat
(L)

311.
Volume
filtrat
(m3)

312.
dV
(m
3)

313.
Wa
k
t
u

314.
t/V
(s/m
3)

317.

318.
0

319.
0

320.
0

315.
0

316.
0

321.
5

322.
11.150
5

323.
0.01115

324.
0.0111
5

325.
66

326.
5919.020
7

327.
10

328.
22.301
0

329.
0.02230

330.
0.0111
5

331.
70

332.
3138.874
6

333.
15

334.
33.451
5

335.
0.03345

336.
0.0111
5

337.
80

338.
2391.523
5

339.
20

340.
44.602
0

341.
0.04460

342.
0.0111
5

343.
91

344.
2040.268
5

345.
25

346.
55.752
5

347.
0.05575

348.
0.0111
5

349.
97

350.
1739.833
3

351.
30

352.
66.903
0

353.
0.06690

354.
0.0111
5

355.
120

356.
1793.642
6

357.
35

358.
78.053
5

359.
0.07805

360.
0.0111
5

361.
134

362.
1716.772
2

363.

364.

365.

366.

367.

368.

40

89.203
9

0.08920

0.0111
5

148

1659.119

369.
45

370.
100.35
44

371.
0.10035

372.
0.0111
5

373.
160

374.
1594.349
0

375.
50

376.
111.50
49

377.
0.11150

378.
0.0111
5

379.
180

380.
1614.278
4

381.
382.

Grafik waktu/ volume terhadap volume

3500
3000
2500

f(x) = - 13863.76x + 2892.93


R = 0.7

2000
t/V (sekon/m^3) 1500
1000
500
0
0

0.02

0.04

0.06

0.08

Volume Filtrat (m^3)

383.
384.
5

Tahanan spesifik ampas ()

385.

t
V =

386.

Kp
= 13864
2

387.

388.

Kp
2

V+B

Kp = 13864 x 2 = 27728

Kp =

Cs
2
PA

0.1

0.12

389.

Kp P A
Cs

( 27728 )( 150000 Pascal )( 0,3888 m2 )2

390.

391.

= 4,0073 x 1010

( 0,001kg /m s2 ) (40,3587 kg /m3 )

CsV
A

(4,314 x 10

10

m
3
3
)(40,3587 kg/m )(0,11150 m )
kg
( 0,3888 m2 )

393.

394.

=4,9930x 1011 m-1

Tahanan medium filter (Rm)


395.

Intersep = B = 2892,9
396.

Rm =

398.
399.

Rm
PA

B=

397.

m
kg

Tahanan cake (Rc)

392.Rc

B A P

( 2892,9 ) ( 0,3888 m2 ) ( 150000 Pascal )

( 0,001 kg/m s 2 )

= 1,687 x 1011 m2

Laju filtrasi

400.

dV
A P
=
dt (Rc+ Rm)

( 0,3888 m )(150000 Pascal)

401.

402.

3
= 8,73x 10-5 m / s

( ( 4,9930 x 10 11 m1 ) + ( 1,687 x 1011 m2) ) (0,001 kg / ms 2)

Waktu filtrasi

403.

404.

407.
408.
409.
410.
411.
412.
413.
414.
415.
416.
417.
418.
419.
420.
421.
422.

=(

27728
) ( 0,11150 m3)2 + (2892,9).( 0,11150 m3)
2

405.

= 172,36 + 322,56

406.

= 494,92 s

423.
424.
VI.

PEMBAHASAN

425.
426.

Aldi

Muhamad Ramdani (141411002)


427.
428.Pada praltikum kali ini praktikan melakukan percobaan filtrasi dengan Plate and
Frame Filter Press. Filtrasi merupakan suatu metode pemisahan partikel padatan tersuspensi
dalam sebuah campuran tertentu dengan melewatkan campuran tersebut pada suatu medium
filter yang memiliki pori-pori dengan ukuran tertentu. Proses pemisahan yang dilakukan
adalah dengan driving force yaitu perbedaan tekanan yang akan mendorong campuran
tersebut melewati lapisan medium filter sehingga padatannya akan tertahan pada medium
filter. Pemisahan partikel yang dilakukan adalah antara kapur dan air.
429.Hal yang pertama dilakukan adalah merangkai alat plate and frame filter press. Proses
merangkai alat ini dilakukan dengan teliti tiap rangkaian harus dikuatkan agar tidak terjadi
kebocoran saat proses berlangsung. Rangkaian yang lebih diutamakan adalah saat
pemasangan filter filter yang digunakan adalah kain dengan plate nya, karena biasanya
terjadi kebocoran di filter, media filter, dan plate sehingga cke yang terbentuk menjadi
hancur. Jumlah frame yang digunakan yaitu 3 buah.
430.Tangki dengan diameter 9 dm dan tinggi 8,5 dm diisi dengan air 80% dengan dan
kapur sebanyak 3 kg, sehingga volume total slurry yaitu 432,38 dm 3. Konsentrasi kapur

dalam slurry yaitu

6,938

kg
3
m . Proses filtrasi dilakukan pada beda tekanan, yang pertama

dilakukan pada tekanan 1 bar dan yang kedua 1,5 bar. Analisis yang dilakukan adalah setiap
volume air yang masuk ke filtrate 500 m 3 dihitung waktu yang diperlukannya. Hasil
percobaan dapat dilihat pada Tabel 1.

431.Dari data pengamatan percobaan 1 maupun 2 dibuat grafik t/V terhadap V


sehingga dapat diperoleh nilai , Rc, Rm, dV/ dt, dan waktu filtrasi selama 1 siklus (t).
432.
433.
434.
435.
436.
437.
438.

439.
440. 441.

Va

442.

Percob

riabel

444.

445.

Percoba

aan 1

an 2

446.

447.

1
17.001,77 x 108
448. 449.

443.

Rc

450.

m
kg

3,6922

451.

4,9930x

x 1010 m-1

2
452.

453.

456.

457.

454.
8

458.

461.

d
V/ dt

464.

462.

57332,16 x 10 m
459.

9,465 s

460.

1011 m-1
455.

908,64 x 10 m
t

m
kg

670.918,29 x 107

5,952 x
3
10-4 m / s

39,814 s

463.

8,73x

3
10-5 m / s

Dari data pengamatan dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tekanan maka

nilai , Rc, Rm, dan dV/ dt pun semakin rendah. Sedangkan semakin tinggi tekanan
maka waktu filtrasi yang diperlukan semakin lama karena saat filtrasi berlangsung
energy yang diperlukan pun menjadi besar.
465.
466.
467.
468.
469.
470.
471.
472.
473.
474.
475.

476.
477.
478.
479.
480.
481.
482.
483.
484.
485.
486.
487.
488.

Filipi Orlando (141411011)


Pada praktikum sekarang dilakukan filtrasi batch dengan menggunakan

Plate and Frame Filter Press. Alat ini digunakan untuk memisahkan padatan dari
cairan dalam slurry. Plate dan frame disusun secara tegak berselingan dengan
tambahan kain berukuran sama yang diapit antara plate dan frame-nya. Bahan yang
dipakai dalam praktikum ini adalah padatan kapur dengan campuran air yang
dimasukkan ke dalam tangki berpengaduk.
489.

Dalam proses filtrasinya, tangki yang berisi kapur dengan air dialirkan

dengan pompa ke alat Plate and Frame Filter Press. Cake akan terbentuk di frame.
Lalu dari alat tersebut, air yang telah terpisah dengan kapur/cake dialirkan menuju
sebuah tangki penampung. Percobaan yang dilakukan praktikan menggunakan
tekanan 1 bar dan 1.5 bar (2x percobaan). Dalam percobaan dihitung waktu yang
dibutuhkan alat memisahkan kapur dengan air. Perhitungan waktu dimulai dari air
yang masuk ke dalam tangki penampung akhir dengan pencatatan saat air bertambah
sebanyak per 5cm dari tinggi tangki (dilakukan hingga mencapai ketinggian tangki
50cm).
490.

Setelah selesai alat dibongkar kembali dan memisahkan cake yang

diperoleh dari dua percobaan tersebut pada frame dan ditimbang. Peralatan yang telah
digunakan dibersihkan.
491.

Dalam perhitungan dan pendataan, nilai dari variabel-variabel akan

meningkat seiring dengan kenaikan tekanan, kecuali Rm (tahanan medium filter) yang
akan menurun.

492.

Berikut adalah data variabel yang diperoleh:

493.
494.
Massa Cake
495.
Cs
496.

497.
Rm
498.
Rc
499.
Persamaan garis
500.

P=1bar

P=1.5bar

4.18kg

4,50 kg

37.49kg/m3

40,3587 kg/ m3

3,435 x 109 m/kg

4,0073 x 1010 m/kg

2,84 x 1010 m2

1,687 x 1011 m2

3,692 x 1010 m-1

4,9930x 1011 m-1

y = -1656.1x + 730.86

y = -13864x + 2892,9

501.
502.
503.
504.
505.
506.
507.

Rista Ristiani (141411026)

508.
509.

Praktikum filter andn press ini dilakkan untuk memisahkan partikel

padat dari suatu larutan suspense atau slurry. Bahan yang digunakan untuk percobaan
ini adalah kapur padat yang dicampur air ke dalam tangki berpengaduk. Tangki ini
telah disambungkan dengan pompa dan juga alat filter press. Lempeng (plate) pada
alat filter press harus ditutup dengan medium filter atau kanvas. Slurry umpan masuk
ke dalam masing-masing komponen tersebut menggunakan tekanan, cairannya lewat
melalui kanvas dan keluar melalui pipa pengeluaran dan meninggalakan zat basah di
dalam ruang tersebut
510.

Pinggan pada alat filter press berbentuk plate and frame yang disusun

silih berganti dan dipasang kain untuk menutupi setiap bingkai dan kemudian
dirapatkan denga bantua skrup atau ram hidrolik. Slurry yang mengalir pada alat filter
press akan mengalir ke dalam masing-masing bingkai. Dan disinilah zat padat kapur
dapat ditahan pada permukaan plate, filtratenya akan menembus kain filter melalui
alur pada permukaan pinggan dan kemudian keluar dari alat filter press. Dan setiap
bertambah ketinggian tangki sebesar 5 cm pada tangki filtrat akan diukur waktunya.
Pada percobaan ini kami melakukan 2 kali siklus dengan berbeda tekanan yaitu pada
tekanan 1 bar dan 1,5 bar.

511.

Variabel yang dukur selama proses adalah waktu yang dibutuhkan

untuk menambah ketinggian sebesar 5 cm, sampai ketinggian total adalah 50 cm.
setelah selesai lalu alat dibongkar dan cake yang menemel pada frame dipindahkan
ke wadah untuk dikeringkan. Setelah proses pengeringan kemudian ditimbang
beratnya dan diperolah berat cake sebesar 4,18 kg pada tekanan 1,0 bar dan 4,50 Kg
pada 1,5 bar.
512.
513.
514.
515.
516.
517.
518.
519.
520.
521.
522.
523.
524.
525.
528.
531.

Hasil perhitungannya adalah sebagai berikut :


Variabel
Massa Cake
Konsentrasi

dalam slurry (Cs)


534.
Tahanan

526.
529.
532.

kapur

P =1 bar
4,18 kg
37,489
kg/ m3

Spesifik

Ampas ()

3,435 x 109 m/kg

535.
538.

537.

Tahanan Cake (Rc)

540.

Tahanan medium filter

3,6922 x
1010 m-1
541.
2,84 x

(Rm)
544.
543.

Laju filtrasi

546.

Waktu filtrasi

549.

Persamaan garis

547.
550.

/s
101,99 s
y=

-1656.1x +

P= 1,5 bar
4,50 kg
40,3587 kg/

536.

m3
4,0073 x 1010

539.

m/kg
4,9930x 1011

542.

m-1
1,687 x 1011

1010 m2
5,952 x 10-4

730.86
552.

527.
530.
533.

m2
3
8,73x 10-5 m / s

545.

548.
551.

494,92 s
y = -13864x +
2892,9

553.

Dari hasil percobaan ini dengan kenaikan tekanan, variable-variabel di

atas cenderung menunjukka kenaikan kecuali Rm. Sedangkan dengan bertambahnya


kenaikan tekanan, maka grafik cenderung menurun, hal ini disebabkan karena
kemampuan alat yang tetap sedangkan umpan yang bertambah, sehinggan pada
filtrate pun terlihat berbeda pada kondisi 1 bar dan 1,5 bar, yaitu pada tekanan 1,5 bar
warnanya lebih putih, karena terdapat kenaikan jumlah kapur yang tidak tersaring.
554.
555.
556.
557.
558.
559.
560.
561.
562.
563.
564.
565.
566.
567.
568.
569.

Septi Intan S. (141411027)

570.
571.

Pada praktikum kali ini, praktikan melakukan pemisahan larutan padat dari

suatu larutan suspense atau slurry yang dilakukan dengan cara penyaringan (filtrasi)
menggunakan alat filter press. Filter press terdiri dari seperangkat lempeng (plate) yang
dirancang untuk memberikan sederetan ruang tempat zat padat yang dapat ditahan. Lempeng
itu ditutup dengan medium penyaring (filter) berupa kain. Slurry umpan masuk ke dalam
masing-masing komponen itu dengan tekanan. Cairannya lewat melalui kain dan keluar
melalui pipa pengeluaran dan meninggalkan zat padat basah di dalam ruang itu. Lempeng
yang digunakan berbentuk plate dan frame (pinggan dan bingkai).

572.

Lempeng disusun silih berganti, diletakkan secara vertikal pada rak logam dan

kain dipasang menutupi setiap bingkai dan rapatkan dengan bantuan skrup. Slurry mengalir
melalui saluran yang terpasang memanjang pada salah satu sudut alat. Di sini zat padat itu
dapat ditahan pada permukaan plate, filtratnya akan menembus kain penyaring melalui alur
pada muka lempeng, sampai keluar dari filter press. Emulsi (slurry) umpan dipompakan dari
tangki pada tekanan tertentu. Filtrasi dioperasikan hingga tidak ada lagi zat cair yang keluar.
Selanjutnya adalah pencucian dengan cara mengalirkan air untuk membersihkan cake (filtrat
sehingga didapatkan hasil yang lebih murni).
573.

Pada filtrasi bertekanan, diuji dengan menggunakan variasi perbedaan

tekanan. Berdasarkan hasil pengamatan, pressure drop yang lebih besar membutuhkan waktu
yang lebih lama hingga di dapat jumlah filtrat yang sama. Selain itu, jumlah ampas yang di
dapat lebih sedikit apabila pressure drop yang digunakan lebih kecil. Oleh karena itu, untuk
mendapatkan filtrasi yang baik harus digunakan pressure drop yang besar. Namun, untuk
menghasilkan pressure drop yang besar memerlukan daya pompa yang lebih besar dan
material filter yang kuat.
574.

Pada dua kali run dengan pressure drop yang berbeda, menghasilkan tahanan

ampas dan medium yang berbeda. Tahanan medium (Rm) yang dihasilkan berkurang pada
pressure drop yang lebih kecil. Namun, pengaruh pressure drop terhadap tahanan ampas sulit
ditentukan. Secara teori tahanan ampas naik pada pressure drop lebih besar. Hal ini dapat
terjadi karena selama proses filtrasi terjadi kebocoran pada frame filter, sehingga terdapat
ampas yang tidak terfiltrasi oleh medium filter. Hal ini terlihat dari linier kurva yang kurang
baik yang secara teori persamaan filtrasi seharusnya menghasilkan kurva yang linier. Nilai
tahanan ampas dan tahanan medium pada masing-masing run berfungsi untuk menentukan
nilai tetapan empirik tahanan ampas (o) dan tahanan medium (Rmo) yang bermanfaat untuk
melakukan perancangan alat apabila operasi dilakukan pada kapasitas yang lebih besar.
575.

Keuntungan dari plate and frame filter press yaitu pekerjaannya mudah hanya

memerlukan tenaga terlatih biasa karena cara operasi alatnya sederhana, dapat langsung
melihat hasil penyaringan yaitu keruh atau jernih, dapat digunakan pada tekanan yang tinggi,
penambahan kapasitas mudah cukup dengan menambah jumlah plate dan frame tanpa
menambah unit filter press, dapat digunakan untuk penyaringan larutan yang mempunyai
viskositas yang tinggi, dan dapat dipakai untuk penyaringan larutan yang mengandung kadar
koloid (kotoran) relatif rendah.

576. Kerugian dari plate and frame filter press ini adalah kemungkinan bocor
banyak dan operasinya tidak kontinyu. Kerugian lain dari plate and frame filter press adalah
tenaga kerja yang dibutuhkan banyak karena dibutuhkan untuk membongkar dan memasang
filter, selain itu membutuhkan waktu yang lama.
577.
578.
579.
580.
581.
582.
583.
584.
585.
586.
587.
588.
589.
590.
591.
592.
593.
594.
595.
596.

DAFTAR

PUSTAKA
597.

Nurhayati,

Yuni.

2013.

Filtrasi

Plate

and

Frame.

Tersedia:

http://filtrasi013.blogspot.co.id/2013/02/filtrasi-plate-and-frame-disusun-oleh.html. [5
November 2015].
598.
Filtrasi.

Tersedia:

Nn.

2008.

http://che.ft-untirta.ac.id/download-center/category/1-operasi-

teknik-kimia?download=4%3Afiltrasi. [5 November 2015].

599.
600.
601.