Anda di halaman 1dari 123

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Aisyatul Mukminah's Weblog

Maret 21, 2011Maret 21, 2011

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar


Operasional Prosedur (SOP) , OBGIN
SPM dan SOP OBGIN, suatu pedoman bagi klinisi untuk melakukan pelayanan dan melakukan
tindakan di bidang kebidanan dan kandungan , biasanya kita pilih 10 kasus terbanyak yang ditangani,
di UGD, rawat jalan, rawat , menurut standar akreditasi RS ada format khusus seperti berikut.

1 of 123

ABORTUS
No.Dokumen
STANDAR
PELAYANAN MEDIS

Revisi 0

Halaman
1 dari 2

Tanggal Terbit:

Ditetapkan,

Direktur

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

2 of 123

Denisi

Adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi


sebelum janin dapat hidup diluar kandungan, dan
sebagai batasan digunakan kehamilan kurang dari
20 minggu atau berat badan anak kurang dari 1000
gram.
Abortus komplit:
Adalah seluruh hasil konsepsi telah keluar dari
kavum uteri pada kehamilan kurang dari 20
minggu.
Abortus inkomplit:
Adalah sebagian konsepsi telah keluar dari vakum
uteri, sebagian lagi masih tertinggal.
Abortus insipiens:
Adalah abortus yang sedang mengancam dimana
serviks telah mendatar dan ostium uteri telah
membuka, akan tetapi hasil konsepsi masih di
dalam kavum uteri.
Abortus imminens:
Adalah abortus tingkat permulaan, dimana terjadi
pendarahan per vaginam ostium masih tertutup
dan hasil konsepsi masih baik dalam kandungan.
Missed Abortion :
Adalah abortus dimana embrio atau fetus telah
meninggal dalam kandungan sebelum kehamilan 0
minggu, akan hasil konsep seluruhnya masih
tertahan dalam kandungan selama 8 minggu atau
lebih.
Abortus habitualis:
Adalah keadaan dimana terjadinya abortus tiga kali
berturut-turut atau lebih.
Abortus Infeksiosus:
Abortus yang mengalami infeksi

Kriteria Diagnosa

Ada terlambat haid atau amenorea kurang dari 20


minggu . Pendarahan per vaginam, mungkin
disertai jaringan hasil konsepsi. Rasa sakit atau
keram perut di daerah atas simpisis.
11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

3 of 123

Diagnosa Banding

Pemeriksaan
penunjang

1. Kehaliman ektopik
2. Hipermenore
3. Abortus mola hidatidosa
4. Mioma uteri bertangkai

Diperlukan pada abortus imminens, abortus


habitualis dan missed abortion
a.
pemeriksaan doppler atau USG untuk
menentukan apakah janin masih hidup,
menentukan prognosis
b.

Standar tenaga

Perawatan RS

Pemeriksaan darah

Dokter Umum, Dokter Spesialis Kebidanan dan


Kandungan
Rawat inap
Umumnya setelah tindakan kuretage pasien
abortus dapat segera pulang ke rumah. Kecuali
bila ada komplikasi seperti perdarahan banyak,
yang menyebabkan anemia berat atau infeksi.

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

4 of 123

Terapi

I. Abortus imminens
a.
Istilah baring, tidur baring merupakan unsur
penting dalam pengobatan karena cara ini
menyebabkan bertambahnya aliran darah ke uterus
dan berkurangnya rangsang mekanis.
b.
Penobarbital 3 x 30 mg sehari dapat diberikan
untuk menenangkan penderita.
c.

Tokolitik

d.
Preparat progesterone 2-3x 1 tab setiap 8-12
jam
e.

Antiprostaglandin 3x500mg

II. Abortus insipiens :


Bila kehamilan >12 minggu kuret atau drip
oksitosin
Methylergometrin maleat 31 5 hari
Amoxycicillin 4500 5 hr
III. Abortus inkompletus
1.

Perbaiki KU

2.

Kosongkan uterus

3.

Methylergometrin maleat 31 5 hari

4.

Amoxycicillin 4500 5 hr

IV. Abortus kompletus


Tidak memerlukan pengobatan khusus, hanya
menderita anemis perlu diberikan sulfas ferrosus
dan dianjurkan supaya makanannya banyak
mengandung protein, vitamin dan mineral.
V. Missed abortion
Mengeluarkan jaringan nekrosis
v Pemeriksaan faal hemostasis
Kadar brinogen normal, jaringan konsepsi
dapat segera dikeluarkan.
Sebaiknya bila kadar brinogen rendah, perbaiki

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

5 of 123

dulu dengan cara memberikan brinogen kering


atau darah segar.
Kehamilan < 12 minggu langsung kuretase
Kehamilan > 12 minggu misoprostol 1 tab/ intra
vaginal/tiap 6 jam/ 1hari dilanjutkan dengan
drip oxytosin dan kuretase
Disarankan monitoring brinogen serum
Penyulit

Ada 3 penyulit:
a.

Anemia

Biasanya anemia post hemorragia. Pengobatannya


adalah pemberian darah atau komponen darah.
b.

Infeksi

Kasus abortus yang datang dalam keadaan infeksi


harus mendapat payung antibiotik dulu, sebelum
dilakukan evakuasi. Sedangkan tindakan evakuasi
sendiri dapat menimbulkan infeksi. Untuk itu
perlu diberikan antibiotika prolaksia.
c.

Perforasi

Merupakan komplikasi tindakan kuretase


Untuk mencegah perforasi :
Pemberian uterotonik
Kuretase secara sistematis dan lege artis.
Informed Consent

Perlu, sebelum dilakukan kuretase

Konsultasi

Tidak ada

Lama Perawatan

Pasca kuretase pasien tidak perlu dirawat, kecuali


ada komplikasi

Masa Pemulihan

Pasien abortus dapat diberikan cuti sakit paling


lama 2 minggu

Output

Sembuh

PA

Jaringan konsepsi dapat dikirim ke lab, Patologi


anatomi bila fasilitas memungkinkan

Otopsi

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

6 of 123

Referensi
1.
Cuningham F.G.MD, Mac Donald P.C.MD,
Garet N.F.MD, Abortion, William Obstetric 18ed,
Applenton & Large Connecticut p.489-509
2.
Jones, G.C. Jones H.W. Infertility recurret dan
spontaneous abortion, In: Novaks Textbook of
Gynaecology, tenth edition, p.659-730 William &
Wilkins, Baltimore/London 1961
3.
Pritchard Abortion, In: William Obstetrics (ed
th
by Prichard and Mac Donald 16 ed.537-618,
Apleton Century Crofs, New York 1980
Wiknjosastro H. Sumapraja S, Prawirohardjo S.
Kelainan dalam lamanya kehamilan In: Ilmu
Kebidanan, Edisi II, hal 258-277, Yayasan Bina
Pustaka, Jakarta 1981
4. lab/bag ilmu kebidanan dan penyakit kandungan
RSUdr Soetomo Surabaya.Pedoman diagnosis dan
terapi Edisi III 2008

KEHAMILAN EKTOPIK
No.Dokumen
STANDAR
PELAYANAN MEDIS

Revisi 0

Halaman
1 dari 2

Tanggal Terbit:

Ditetapkan,

Direktur

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

7 of 123

Denisi

Adalah suatu keadaan dimana hasil konsepsi


berimplikasi dan tumbuh diluar endometrium
kavum uteri.
Yang termasuk kehamilan ektopik adalah:
a.

kehamilan abdominasi

b.

kehamilan ampula tuba

c.

kehamilan ismus tuba

d.

kehamilan intersial tuba

e.

kehamilan ovarialal

f.

kehamilan intra ligamen

g.

kehamilan komu

h.

kehamilan serviks

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

8 of 123

Kriteria Diagnosa

Anamnesis
a.

Amenorea atau terlambat haid

b.
Timbul sinkop dan gejala abdomen akut.
Keadaan ini disebabkan pendarahan intra
peritoneal yang mendadak serta terjadinya
hipovolemia pada sirkulasi.
c.
Nyeri perut, terutama nyeri unilateral. Gejala
ini spesik untuk kehamilan tuba, tetapi nyeri bisa
juga bilateral, dibawah perut pada 20-25%
penderita ada juga yang mengeluh nyeri bahu.
Keadaan ini timbul jika pendarahan peritoneum
sudah mengiritasi diafragma.
d.
Pendarahan vagina atau sepoting. Gejala
pendarahan dan atau pendarahan bercak ini timbul
hampir pada 75% kasus yang timbul 1 atau 2
minggu setelah keterlambatan haid. Sekalipun
demikian riwayat keterlambatan haid 6 8 minggu
sebelum gejala sakit perut atau pendarahan vagina.
e.

Gejala tidak spesik lainnya

Perasaan enek, muntah dan rasa tegang pada


mammae serta kadang-kadang gangguan defekasi.
Pemeriksaan sik:
a.

Tanda-tanda syok
Hipotensi
Takikardi
Pucat, ekstremiktas dingin

b.

Abdomen akuta
Perut tegang pada bagian bawah
Nyeri tekan, nyeri ketok dan nyeri lepas dari

dinding perut
Pemeriksaan Ginekologi:
Serviks teraba lunak, nyeri tekan dan nyeri
goyang.
Korpus uteri normal atau sedikit membesar,
kadang-kadang sulit diketahui karena nyeri
abdomen yang hebat.
Kavum douglasi menonjol oleh karena terisi

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

9 of 123

darah.
Diagnosa Banding

Pemeriksaan
penunjang

Methorhagia sebab kelainan ginekologik atau


organik lainnya.
Radang panggul
Neoplasma ovarium ( putaran tangki, pecah,
terinfeksi) dengan atau tanpa kehamilan muda.
Korpus luteum hemoragis
Appendisitis
Abortus iminens
a.

Pemeriksaan Laboratorium
Kadar hemoglobin, leukosit
Tes kehamilan bila baru terganggu
Ditalasi
Kuretase.

b.

Pemeriksaan USG

Terlihat kantong gestasi di luar kavum uteri dan


atau deteksi genangan cairan di kavum douglasi
pada KE yang telah terganggu.
c.

Pemeriksaan Kuldosentesis

Untuk mengetahui dalam kavum douglasi ada


darah.
d.

Pemeriksaan Laparoskopi

Pemeriksaan laporoskopi kelalinan KET, infeksi


pelvik, kisto ovarium segera dapat dibedakan
dengan jelas.
Standar tenaga

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Perawatan RS

Segera dirawat

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Terapi

Prinsip umum penatalaksanaan:


a.

Segera dibawa ke rumah sakit

b.
Transfusi darah dan pemberian cairan untuk
mengkoreksi anemia dan hipovolemia
c.
Operasi segera dilakukan setelah diagnosis
dapat dipastikan:
Kehamilan di Tuba dilakukan salpingektomi
Kehamilan di Kornu dilakukan ovorektomi atau
salpingo ovorektomia
Kehamilan di kornu dilakukan:

Historestomi bila telah berumur > 35 tahun.

Fundektomi bila masih muda untuk


kemungkinan masih bisa dapat haid

Eksisi bila kerusakan pada kornu kecil dan


kornu dapat direparasi.
Kehamilan Abdominal:

Bila mudah kantung dan plasenta diangkat

Bila besar atau susah (kehamilan abdominal


lanjut), anak dilahirkan dan tali pusat dipotong
dekat plasenta, plasenta ditinggalkan dan dinding
perut ditutup.
Penyulit

Syok yang irreversible, perlekatan, obstruksi usus,


infertilitas

Informed Consent

Perlu

Konsultasi

Bagian bedah

Lama Perawatan

Tanpa penyulit umumnya pasien pulang hari ke 6

Masa Pemulihan

Optimal 6 minggu

Output
PA

Pemeriksaan jaringan yang diangkat waktu operasi

Otopsi

10 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Referensi

1. Lab/bag ilmu kebidanan dan penyakit


kandungan RSU dr Soetomo Surabaya.Pedoman
diagnosis dan terapi Edisi III 2008
2. Cunningham MD MacDonal PC Gamt NF
Hypertensiv disorder in pregnancy. William
obstetric 20th Ed 718-723, 1997
3. Friedman E.A. Gynecology Decision making,
The C.V. Mosby Company-Saint LouisTorontoLondon, 1983, p. 166-167.
4. Russell J.B. The ethiology of ectopic pregnancy.
Clin. Obstet & Gynec. 30, No. 1, 191190: March
1987.
5. Seppala M., Purthonen M. The Use of HCG and
other pregnan4 proteins in the diagnosis of
ectopic pregnancy. Clin. Obstet & gynec. 30, No.
1, 148-154 : March 1987.
6. Wectein L.N. Clinical diagnosa of ectopic
pregnancy. Clin Obstet & Gynec., 30, No. 1,
236-244, March 1987

HYPEREMESIS GRAVIDARUM
No.Dokumen
STANDAR
PELAYANAN MEDIS

Revisi 0

Halaman
1 dari 2

Tanggal Terbit:

Ditetapkan,

Direktur

Denisi

Adalah keadaan dimana penderita muntah-muntah


yang berlebihan lebih dari 10 kali dalam 24 jam atau
setiap saat, sehingga mengganggu kesehatan
penderita

Kriteria Diagnosa

Muntah-muntah yang sering sekali


Perasaan tenggorokan kering dan halus
Kulit dapat menjadi kering ( tanda dehidrasi)
Berat badan turun dengan cepat
Pada keadaan yang berat timbul ikterus dan
gangguan saraf.

Diagnosa Banding

Pemeriksaan
penunjang

11 of 123

Hepatitis dalam kehamilan


Urine
Liver fungsi
11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Nama Penyakit

ABORTUS

Denisi

Adalah ancaman atau pengeluaran hasil


konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar
kandungan, dan sebagai batasan digunakan
kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat
badan anak kurang dari 500 gram.

12 of 123

Abortus komplit:
Adalah seluruh hasil konsepsi telah keluar dari
kavum uteri pada kehamilan kurang dari 20
minggu.
Abortus inkomplit:
Adalah sebagian konsepsi telah keluar dari
vakum uteri, sebagian lagi masih tertinggal.
Abortus insipiens:
Adalah abortus yang sedang mengancam
dimana serviks telah mendatar dan ostium uteri
telah membuka, akan tetapi hasil konsepsi masih
di dalam kavum uteri.
Abortus imminens:
Adalah abortus tingkat permulaan, dimana
terjadi pendarahan per vaginam ostium masih
tertutup dan hasil konsepsi masih baik dalam
kandungan.
Missed Abortion :
Adalah abortus dimana embrio atau fetus telah
meninggal dalam kandungan sebelum
kehamilan 0 minggu, akan hasil konsep
seluruhnya masih tertahan dalam kandungan
selama 8 minggu atau lebih.
Abortus habitualis:
Adalah keadaan dimana terjadinya abortus tiga
kali berturut-turut atau lebih.

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Kriteria Diagnosa

Diagnosa Banding

Ada terlambat haid atau amenorea kurang dari


20 minggu . Pendarahan per vaginam, mungkin
disertai jaringan hasil konsepsi. Rasa sakit atau
keram perut di daerah atas simpisis. Diagnosis
abortus imminems ditentukan karena pada
wanita hamil.
Abortus komplit
Abortus inkomplit
Abortus insipiens
Abortus imminens
Abortus missed abortion
Kehaliman ektopik terganggu.

Pemeriksaan Penunjang

Diperlukan pada abortus imminens, abortus


habitualis dan missed abortion
c.
pemeriksaan doppler atau USG untuk
menentukan apakah janin masih hidup,
menentukan prognosis
d.
Pemeriksaan kadar brinogen pada missed
abortion.

Standar Tenaga

Dokter Umum, Dokter Spesialis Kebidanan dan


Kandungan

Perawatan RS

Rawat inap
Umumnya setelah tindakan kuretage pasien
abortus dapat segera pulang ke rumah.
Kecuali bila ada komplikasi seperti
perdarahan banyak, yang menyebabkan
anemia berat atau infeksi.

13 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

14 of 123

Terapi

I. Abortus imminens
f.
Istilah baring, tidur baring merupakan
unsur penting dalam pengobatan karena cara ini
menyebabkan bertambahnya aliran darah ke
uterus dan berkurangnya rangsang mekanis.
g.
Penobarbital 3 x 30 mg sehari dapat
diberikan untuk menenangkan penderita.
II. Abortus insipiens :
Dengan kehamilan < 12 minggu yang biasanya
disertai dengan pendarahan. Penanganan terdiri
atas pengosongan uterus dengan segera.
Pengeluaran hasil konsepsi dapat dilaksanakan
dengan kuret vakum atau dengan cunam ovum
disusulkan dengan kerokan.
III. Abortus inkompletus
Disertai syok karena pendarahan, segera
diberikan infus intra vena NaCl siologi atau
cairan Ringer yang selakas mungkin dan disusul
dengan darah. Setelah syok diatasi, dilakukan
kerokan pasca tindakan disuntikkan
intramuskuler ergometrin untuk
mempertahankan kontraksi otot uterus..
IV. Abortus kompletus
Tidak memerlukan pengobatan khusus, hanya
menderita anemis perlu diberikan sulfas ferrosus
dan dianjurkan supaya makanannya banyak
mengandung protein, vitamin dan mineral.
V. Missed abortion
Kadar brinogen normal, jaringan konsepsi
dapat segera dikeluarkan.
Sebaiknya bila kadar brinogen rendah,
perbaiki dulu dengan cara memberikan
brinogen kering atau darah segar.
Setelah perbaikan lakukan kuretase.
Tindakan kuretase pada missed abortion
tidak jarang menghadapi kesulitan karena
plasenta melekat erat dengan dinding
uterus. Untuk itu perlu ekstra hati-hati.

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Penyulit

Ada 3 penyulit:
d.

Anemia

Biasanya anemia post hemorragia.


Pengobatannya adalah pemberian darah atau
komponen darah.
e.

Infeksi

Kasus abortus yang datang dalam keadaan


infeksi harus mendapat payung antibiotik dulu,
sebelum dilakukan evakuasi. Sedangkan
tindakan evakuasi sendiri dapat menimbulkan
infeksi. Untuk itu perlu diberikan antibiotika
prolaksia.
f.

Perforasi

Merupakan komplikasi tindakan kuretase


Untuk mencegah perforasi :
Pemberian uterotonik
Kuretase secara sistematis dan lege artis.
10

Informed Concent

Perlu, sebelum dilakukan kuretase

11

Konsultasi

Tidak ada

12

Lama Perawatan

Pasca kuretase pasien tidak perlu dirawat,


kecuali ada komplikasi

13

Masa pemulihan

Pasien abortus dapat diberikan cuti sakit paling


lama 2 minggu

14

Output

baik

15.

PA

Jaringan konsepsi dapat dikirim ke lab, Patologi


anatomi bila fasilitas memungkinkan

16

Otopsi

KETUBAN PECAH DINI


No.Dokumen
STANDAR

15 of 123

Revisi 0

Halaman
1 dari 2

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

PELAYANAN MEDIS

Denisi

Tanggal Terbit:

Ditetapkan,

Direktur

Umur kehamilan lebih dari 20 minggu


Keluar cairan jernih dari Vagina
Pada pemeriksaan sik : suhu normal bila tidak
infeksi
Pada pemeriksaan obstetrik bunyi jantung janin
biasanya normal.
Pemeriksaan inspekulo:
1. Terlihat cairan keluar dari ostium uteri
eksternum.
b.

Kriteria Diagnosa

Kertas Nitrazin merah akan jadi biru.


Fistula vesiko vaginal dengan kehamilan
Stress inkontinensia

Diagnosa Banding

Pemeriksaan
penunjang

Dokter Umum, Dokter Spesialis Kebidanan dan


Kandungan

Standar tenaga

Dokter umum atau dokter spesialis kebidanan dan


kandungan

16 of 123

Pemeriksaan leukosit darah, bila > 15.000/mm


mungkin ada infeksi.
USG : membantu menentukan usia kehamilan,
letak janin, berat janin, letak plasenta, gradasi
plasenta serta jumlah air ketuban.
Nilai bunyi jantung janin dengan stetoskop
Lacnee atau dengan fetal phone atau dengan
CTG. Bila ada infeksi intra uteri atau
peningkatan suhu bunyi jantung janin akan
meningkat

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Perawatan RS

Harus dirawat di rumah sakit sampai air ketuban


berhenti atau setelah perawatan dari tindakan
terminasi kehamilan selesai
A.

Konservatif :
Rawat di RS
Antibiotika kalau ketuban pecah < 6 jam
(ampisilin atau eritromicin bila tidak tahan
ampisilin).
Umur kehamilan < 32-34 minggu, dirawat
selama air ketuban masih keluar, atau sampai
air ketuban tidak keluar lagi.
Bila sudah 32-34 minggu masih keluar, maka
pada usia kehamilan 35 minggu pertimbangan
untuk terminasi kehamilan sangat tergantung
pada kemampuan perawatan. Pada usia
kehamilan 34 minggu berikan steroid selama 7
hari, untuk memacu kematangan paru janin dan
kalau mungkin diperiksakan kadar lesitin dan
spingomeilin tiap minggu.

B.Aktif:
Kehamilan : 36 minggu, bila 6 jam belum terjadi
persalinan induksi dengan oksitosin,
bila gagal seksio sesarea.
Pada keadaan CPD, letak lintang seksio sesarea
Bila ada tanda-tanda infeksi berikan antibiotika
dosis tinggi dan persalinan diakhiri.
a.
Bila pelvik skor < 5, diakhiri persalinan
dengan seksio sesarea.
Bila pelvik skor >5, induksi persalinan, partus per
vaginam.
Terapi

Penyulit

Infeksi
Kematian janin, karena infeksi atau
prematuritas.
Untuk tindakan operatif perlu

Informed Consent

17 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Konsultasi

Konservatif : Sangat tergantung pada usia


kehamilan, lamanya air ketuban keluar, keadaan
umum pasien.
Aktif : partus per vaginam 3- 4 hari,
Seksio sesarca :7/ hari.

Lama Perawatan

3-5 hari

Masa Pemulihan

2 minggu

Output

Sembuh total

PA

Otopsi

Referensi

1. Standar Pelayanan Medik, PB IDI, 2002


2. Cunninghan, Mac Donald, Cant. William
Obstetrics. Eighteenth Ed. P 750-752 Appleton &
Lange, 1989.
3. Friedman, Acker, Sachs. Obstetrical Decision
Making. Second Ed. P 170 Manly, Graphig Asian
Edition, 1988.
4. Kebijakan Pelayanan Obstetri & Ginekologi
Lab/UPF Kebidanan & kandungan FK Unair /
RSUD Dr. Soetomo Surabaya, 1982.

PERSALINAN PRETERM
No.Dokumen
STANDAR
PELAYANAN MEDIS

18 of 123

Revisi 0

Halaman
1 dari 2

Tanggal Terbit:

Ditetapkan,

Direktur

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Denisi

19 of 123

Persalinan neonatus pada usia kehamilan antara 22


dan 37 minggu lengkap, atau antara 140 dan 259
hari, dihitung dari hari pertama haid terakhir.
Mayor :

Kehamilan multiple

Hidramnion

Anomaly uterus

Serviks terbuka lebih dari 1 cm pada


kehamilan 32 minggu

Serviks mendatar kurang dari 1 cm pada


kehamilan 32 minggu.

kali

Riwayat abortus pada trimester II lebih dari 1

Riwayat persalinan preterm sebelumnya

Operasi abdominal pada kehamilan preterm

Riwayat operasi konisasi

Iritabilitas uterus

Minor :

penyakit yang disertai demam

perdarahan per vaginam setelah kehamilan


12 minggu

riwayat pielonefritis

merokok lebih dari 10 batang/hari

riwayat abortus trisemester II

riwayat abortus trisemester I lebih dari 1 kali.

Pasien tergolong resiko tinggi bila dijumpai: 1


atau lebih faktor resiko mayor; atau 2 atau lebih
faktor risiko minor; atau keduanya.

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Kriteria Diagnosa

usia kehamilan antara 22 dan 37 minggu


lengkap, atau antara 140 dan 259 hari.

Kontraksi uterus (his) teratur, sedikitnya


setiap 7-8 menit sekali

Pemeriksaan serviks berkala menunjukkan


bahwa serviks telah mendatar 50-80%, atau terbuka
sedikitnya 2 cm.

Selaput ketuban seringkali telah pecah

Merasakan gejala seperti : rasa kaku di perut


menyerupai kaku menstruasi;rasa tekanan
intrapelvis, nyeri bagian belakang

Mengeluarkan lendir pervaginam, mungkin


bercampur darah
Diagnosa Banding

Kontraksi pada kehamilan preterm

Persalinan pada pertumbuhan janin


terhambat.
Pemeriksaan
penunjang

USG : Usia kehamilan, besar janin, aktitas


biosik, cacat bawaan, letak dan maturasi plasenta,
volume cairan amnion, kalainan uterus

Kardiotokogra : kesejahteraan janin,


frekuensi dan kekuatan kontraksi

Pemeriksaan berkala dilatasi/pemendekan


serviks

Pemeriksaan surfaktan (amniosentesis)

Pemeriksaan diagnosis bakterial vaginosis


(pH vagina, pewarnaan Gram, KOH)

Pemeriksaan kultur urin

Pemeriksaan gas dan pH darah janin

Standar tenaga

Dokter Umum, Dokter Kebidanan dan Kandungan

Perawatan RS

Semua persalinan preterm harus dirawat

20 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Terapi

21 of 123

istirahat baring

Deteksi dan penanganan terhadap factor


resiko persalinan preterm

Pemberian obat tokolitik :

1. Golongan beta-mimatik :
Salbutamol (Salbron, Salbuven):
Per infus : 20-50 g/menit
Per oral : 4 mg, 2-4 kali/hari (untuk rumatan)
1.

Terbutalin (Bricasma)

Per infus : 10-25 ug/menit (maksimal 80 ug/menit)


Subkutan : 250ug setiap 6 jam
Per oral : 5-7,5 mg setiap 8 jam (rumatan)
Efek samping : Hiperglikemia, hipokalemia,
hipotensi, takikardia, iskemia miokardial, edema
paru.
1. Magnesium sulfat
Parenteral : 4-6 g/iv : pemberian bolus selama 20-30
menit infuse 2-4 g/jam (rumatan)
Efek samping : edema paru, letargia, nyeri dada,
depresi pernapasan (pada ibu dan bayi)

1.

Kontraindikasi penundaan persalinan


Mutlak : gawat janin, korioamnionitis,
perdarahan antepartum yang banyak
Relatif : gestosis, diabetes melitus,
pertumbuhan janin terhambat, pembukaan
serviks lebih dari 4 cm.
Pemeriksaan kesejahteraan janin : USG, KTG

Cara Persalinan : janin presentasi kepala : per


vaginam, dengan episiotomi lebar dan
perlindungan forseps terutama pada bayi < 35
minggu.
Indikasi seksio sesaria :

Janin sungsang
11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Taksiran berat janin kurang dari 1500 garm

Gawat janin, bila syarat per vaginam tidak


terpenuhi

Infeksi intrapartum bila syarat per vaginam


tidak terpenuhi
Kontra indikasi partus per vaginam lainnya (letak
lintang, plasenta previa, dll). Lindungi bayi dengan
handuk hangat, usahakan suhu 36-37C
Penyulit

Pada bayi :

sindroma gawat napas

perdarahan intracranial

trauma persalinan

paten duktus arteriosus

sepsis

gangguan neurology

Informed Consent

Perlu, tertulis

Konsultasi

Dokter Spesialis Anak

Dokter Spesialis kebidanan, khususnya


perinatologi

Dokter spesialis Anestesi

Lama Perawatan

Sangat bergantung pada keadaan pasien /usia


kehamilan

Masa Pemulihan

Untuk Ibu :
Partus spontan 3-4 hari
Seksio sesarea 6-7 hari
Untuk Anak : sangat bergantung pada berat /
keadaan janin

Output

PA

Otopsi

22 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Referensi

1.
lab/bag ilmu kebidanan dan penyakit
kandungan RSU dr Soetomo Surabaya.Pedoman
diagnosis dan terapi Edisi III 2008
2.
Cunningham MD MacDonal PC Gamt NF
Hypertensiv disorder in pregnancy. William
obstetric 20th Ed 718-723, 1997

PERDARAHAN
ANTE PARTUM
No.Dokumen
STANDAR
PELAYANAN MEDIS

Denisi

23 of 123

Revisi 0

Halaman
1 dari 2

Tanggal Terbit:

Ditetapkan,

Direktur

Pendarahan per vaginam pada usia kehamilan 20


minggu atau lebih.

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Kriteria Diagnosa

24 of 123

Anamnesis
a.
Pendarahan per vaginam pada usia kehamilan
20 minggu atau lebih
b.
Timbulnya pendarahan per vaginam secara
spontan tanpa melakukan aktivitas akibat trauma
pada abdomen.
c.
Disertai nyeri atau tanpa nyeri akibat
kontraksi uterus.
d.

Beberapa faktor predisposisi:


Riwayat solusio plasenta
Perokok
Hipertensi
Multi paritas

Pemeriksaan:
Keadaan tensi, nadi, pernafasan.
Obstetrik :
Periksa luar

Bagian bawah janin belum /sudah masuk BAP.

Ada kelainan letak atau tidak ?


Inspekulo : pendarahan berasal dari ostium
uteri atau dari kelainan serviks dan vagina?
Pendarahan fornises : hanya dikerjakan pada
presentasi kepala.
PMDO : Bila akan mengakhiri kehamilan

persalinan.
USG

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Diagnosa Banding

25 of 123

Solusio plasenta
Batasan : terlepasnya plasenta yang letaknya
normal pada fundus uteri/corpus uteri sebelum
janin lahir.
a.

Ringan:

Pendarahan kurang dari 100-200 cc, uterus tidak


tegang, belum ada tanda renjatan. Janin hidup,
pelepasan plasenta kurang dari 1/8 bagian
permukaan, kadar brinogen 250 mg%
b.

Sedang:

Pendarahan lebih dari 200 cc, uterus tegang, terdpt


tanda pra renjatan, gawat janin atau janin telah
mati, pelepasan plasenta 2/3 bagian permukaan,
kadar brinogen 120-150 mg%
c.

Berat:

Uterus tegang dan berkontraksi tetanik, terdapat


tanda rejatan, biasanya janin telah mati, pelepasan
plasenta bisa terjadi lebih dari 2 x 3 bagian
permukaan atau keseluruhan bagian permukaan.
Plasenta Previa:
Batasan :
Plasenta yang letaknya tidak normal sehingga dapat
menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan
lahir
Vasa Previa :
Batasan:
Tali pusat berinsersi pada selaput ketuban dimana
pembuluh darahnya diantara lapisan amnion dan
korion melalui pembukaan serviks.

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Pemeriksaan
penunjang

a.

Laboratorium

Hemogoblin, hematorik, rombosit, waktu


pembekuan darah, waktu protrombin, waktu
tromboplastin parsial, elektrolit plasma.
b.

Kardiotokogra

Laenec, doppler, untuk menilai status janin.


c.

USG

Menilai letak plasenta, usia gestasi dan keadaan


janin.
Standar tenaga

Dokter umum, Dokter Spesialis Kebidanan dan


kandungan.

Perawatan RS

Pasien perlu segera dirawat

26 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Terapi

27 of 123

Medik dan Bedah


Tidak terdapat rejatan : usia gestasi kurang dari 10
minggu TBF < 2500 gram
I. Solusi Plasenta
A. Ringan :
Ekspektatif

tunggu persalinan spontan, bila ada


perbaikan, pendarahan berhenti, kontraksi uterus
tidak ada, janin hidup

Tirah baring

Atasi anemia

USG dan KTG serial kalau memungkinkan


Aktif

Mengakhiri kehamilan, bila ada perburukan,


perdarahan berlangsung terus, kontraksi uterus
terus berlangsung, dapat mengancam janin/ibu

Partus per vaginam (amniotomi/oksitosin


infus)

Bila pendarahan dan pelvik score < 5 atau


persalinan masih lama> 6 jam seksio sesarea.
B. Sedang/ Berat:
Resusitasi cairan
Atasi anemia ( transfusi darah)
PDMO:
a.

Plasenta previa : partus per abdominal

b. Bukan Plasenta previa : partus per vagina (


ammoniotomi pitosin infus)\
II. Vasa Previa:
Test Apt positif ( terdapat darah janin)
Dapat diraba pembuluh darah janin melalui
spekulum amniokopi
Janin mati : partus per vaginam
Janin hidup : pertimbangan partus per
abdominal
11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

28 of 123

III. Plasenta Previa


A. Bila perdarahan sedikit : dirawat sampai usia
kehamilan > 36 minggu, mobilisasi bertahap. Bila
ada kontraksi, lihat penanganan persalinan preterm
B.

Bila perdarahan banyak

resusitasi cairan

Atasi anemia

PDMO
Plasenta previa totaslis partus per
abdominal sekseio sesarea
Bukan plasenta previa totalis partus per
vaginam

1.
Tidak terdapat renjatan dengan usia gestasi 37
minggu atau lebih / TBF 2500 gram atau lebih
A.

Solusio Plasentae

Ringan / sedang/ berat:


Partus per abdominal bila persalinan per vaginam
diperkirakan berlangsung lama
B.

Plasenta Previa

Plasenta previa totaslis partus per


abdominal sekseio sesarea

Bukan plasenta previa totalis partus per


vaginam
C.

Vasa Previa
Janin mati : partus per vaginam

Janin hidup : pertimbangan partus per


abdominal
2.

Terdapat Renjatan

1. Solusio plasenta

Atasi renjatan, resusitasi cairan dan transfusi


darah.

Bila renjatan tidak teratasi, upayakan

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

tindakan penyelamat yang optimal. Bila renjatan


dapat diatasi pertimbangkan untuk partus per
abdominal bila janin masih hidup atau bila
persalinan per vaginam diperkirakan berlangsung
lama
1. Plasenta previa

Atasi renjatan, resusitasi cairan dan transfusi


darah.

Bila tidak teratasi upayakan penyelamat


optimal, bila teratasi partus per abdominal.
Penyulit

A. Karena penyakit:
Pada ibu:
Renjatan
Gagal ginjal akut/akut tubular nekrosis
DIC ( Disseminated Intra vascular Coagulation)
Plasenta acreta
Atonia uteri Uterus coubelaire
Pendarahan pada implantasi uterus di segmen
bawah.
Pada Janin:
Asksia
BLLR
RDS
B. Karena Tindakan/terapi
Pada Ibu :
Reaksi tranfusi
Kelebihan cairan
Renjatan
Infeksi
Pada Janin :
Asksia
Infeksi

Informed Consent

29 of 123

Diperlukan secara tertulis saat pasien masuk

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Konsultasi

Spesialis Anak, Spesialis Anestesi, Spesialis


Penyakit Dalam.

Lama Perawatan

7 hari (tanpa komplikasi)

Masa Pemulihan

6 Minggu setelah tindakan / melahirkan

Output

Komplikasi : diharapkan minimal/tidak ada


Kesembuhan : diharapkan sempurna.

PA

Otopsi

Referensi

1. Cunninghan, Mac Donald, Cant. William.


Obstetrics. Eigteenth Ed. Appleton & lange, 1989.
2. Friedman, Acker, Sachs, Obstetrical Decision
Making. Second Ed. Manly, Graphic Asian Edition,
1988.
3. Jeanty, Romeo, Obstetical Ultrasound.
Mcgraw-Hill Inc., 1984.

RUPTURA UTERI
No.Dokumen
STANDAR
PELAYANAN MEDIS

Revisi 0

Halaman
1 dari 2

Tanggal Terbit:

Ditetapkan,

Direktur

Denisi

Robeknya dinding uterus, pada saat kehamilan atau


dalam persalinan dengan atau tanpa robeknya
peritoneum visceral.

Kriteria Diagnosa

Sakit perut mendadak

Perdarahan pervaginam

30 of 123

Renjatan yang cenderung tidak sesuai


dengan jumlah darah yang keluar karena adanya
perdarahan intraabdominal

Adanya lokus minoris pada rahim, trauma,


partus

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Diagnosa Banding

Mola destruens

Kehamilan ektopik lanjut terganggu

Pemeriksaan
penunjang

Hemoglobin dan hematokrit darah, PO2, PCO2 dan


ph darah, elektrolit darah

Standar tenaga

Dokter Kebidanan dan Kandungan

Perawatan RS

Perawatan rutin pasca bedah (7-10 hari)

Terapi

Mengatasi syok dengan segera, termasuk


infuse cairan intravena

Pemberian darah, oksigen dan antibiotic

Segera, laparotomi, bila ditemukan rupture


uteri lakukan histerektomi akan tetapi pada
kasus-kasus tertentu seperti robekan yang kecil dan
tidak compang-camping dan masih segar dapat
dilakukan histerogra terutama pada mereka yang
masih muda atau belum mempunyai anak hidup

Penyulit

Sumber perdarahan dihentikan

Sepsis

Renjatan Irreversibel

Informed Consent

Perlu

Konsultasi

Lama Perawatan

1 minggu

Masa Pemulihan

3 bulan

Output

sembuh total
sembuh parsial
Fistula vesiko-vagina.

PA

Jaringan uterus yang diangkat

Otopsi

Referensi

.1. Cunninghan, Mac Donald, Cant. William.


Obstetrics. Eigteenth Ed. Appleton & lange, 1989.

31 of 123

2. Friedman, Acker, Sachs, Obstetrical Decision


Making. Second Ed. Manly, Graphic Asian Edition,
1988.

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

ABSES TUBO OVARIAL


No.Dokumen
STANDAR
PELAYANAN MEDIS

Revisi 0

Halaman
1 dari 2

Tanggal Terbit:

Ditetapkan,

Direktur

Denisi

Abses Tubo-ovarial (ATO) adalah radang bernanah


yang terjadi pada ovarium dan atau tuba fallopii
pada satu sisi atau kedua sisi adneksa.

Kriteria Diagnosa

Berdasarkan gejala klinis dan anamnesis


pernah infeksi daerah panggul dengan umur antara
30-40 tahun, dimana 25-50% nya adalah nulipara.

Diagnosa Banding

32 of 123

Pemeriksaan lab, x foto, usg, pungsi douglas

ATO utuh dan belum memberi keluhan :

kistoma ovarii, tumor ovarium.

kehamilan ektopik yang utuh.

abses peri-apendikuler.

mioma uteri.

hidrosalping.

ATO utuh dengan keluhan :

perforasi apendik.

perforasi divertikel/abses divertikel.

perforasi ulkus peptikum.

kelainan sitemik yang memberi distres akut


abdominal.

kistoma ovarii terinfeksi atau terpuntir.

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Pemeriksaan
penunjang

Pemeriksaan laboratorium; lekositosis (


60-80% dari kasus ), peningkatan LED.

X foto abdomen dilakukan bila ada


tanda-tanda ileus, dan atau curiga adanya masa di
adneksa.

Ultrasonogra; bisa dipakai pada kecurigaan


adanya ATO atau adanya masa di adneksa, melihat
ada tidaknya pembentukan kantung-kantung pus,
dapat untuk evaluasi kemajuan terapi.

Punksi Douglas dilakukan bila pada VT :


cabum Douglas teraba menonjoL Pada ATO yang
utuh, mungkin didapatkan cairan akibat reaksi
jaringan. Pada ATO yang pecah atau pada abses
yang mengisi cavum Douglas, didapat pus pada
lebih 70% kasus.

Standar tenaga

Dokter Kebidanan dan Kandungan

Perawatan RS

7 hari atau lebih tergantung komplikasi

33 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Terapi

34 of 123

Curiga ATO utuh tanpa gej ala :

Antibiotika, dengan masih dipertimbangkan


pemakaian golongan :
Doksisiklin 2 x 100 mg/hari selama 1 minggu, atau
Ampisilin 4 x 500 mg/hari selama 1 minggu.

Pengawasan lanjut, bila masa tak mengecil


dalam 14 hari ata.u makin membesar adalah
indikasi untuk penanganan lebih lanjut, dengan
kemungkinan untuk laparatomi.
ATO utuh dengan gejala :

Masuk Rumah Sakit, tirah baring posisi semi


Fowler, observasi ketat tanda vital dan produksi
urine, periksa lingkar abdomen, k/p pasang infus
PZ.

Antibiotik masif ( bila,mungkin gol. Beta


lactan) , minimal 48-72 jam.
Gol. Ampisilin 4 x 1-2 gr/hari, iv selama 5-7 hari
dan
Gentamin 55 mg/kg BB/hari, iv/im. Terbagi dalam
2x/hari selama 5-7 hari dan Metronida7ole I gr
rek.sup 2 xihari atau,
Kloramfenikol 50 mg/kg BB/hari, iv selama 5 hari
Metronidazol atau sefalosporin generasi III 2-3 x I
gr/sehari dan Metronidazol 2 x 1 gr selama 5-7 hari.
Pengawasan ketat mengenai keberhasilan
terapi.
k/p dilanjutkan laparatomi : SO unilateral, atau
pengangkatan seluruh organ genitalia interna.
ATO yang pecah, merupakan kasus darurat :
dilakukan laparatomi, pasang drain, kultur nanah.
setelah dilakukan laparatomi, diberikan
Sefalosporin generasi III dan Metronidazol 2 x 1 gr
selama 7 hari ( 1 minggu ).

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Penyulit

ATO yang utuh :

pecah sampai sepsis, terinfeksi dikemudian


hari, ileus, infertilitas, kehamilan ektopik.
ATO yang pecah :

syok sepsis, abses intra abdominal, abses


subkronik, abses paru / otak.

Informed Consent

Perlu sebelum dilakukan tindakan

Konsultasi

Penyakit dalam, bedah, anastesi

Lama Perawatan

7 hari atau lebih

Masa Pemulihan

2 minggu

Output

Sembuh, berulang, menetap

PA

Perlu

Otopsi

Referensi

1. Hutabarat H; Radang dan beberapa penyakit lain


in pada alat genitalia wanita, dalam Ilmu
Kandungan. Yayasan Bina Pustaka, Jakarta, 1982.
Edisi pertama, hal. 233.
2. Jones III, HW : Tubolarian Abscess, in Novaks
Textbook of Gynecbtogy, William A,
Cynningham F.C.: Pelvic infection, ini Current
Obstetrics & Gynaecdlogic Diagnosis
& Treatment, Lange Medical Publication, California,
rd
3 .ed, 314, 1980.
3. Nasabi Robert EL : Pelvic infections, in Rypine
Medical Licensus Examination. JB Lippinco Coy,
th
Philadelphia, 14 .ed, 857-8, 1985.

PARTUS KASEP
No.Dokumen
STANDAR

35 of 123

Revisi 0

Halaman
1 dari 2

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

PELAYANAN MEDIS

Denisi

36 of 123

Tanggal Terbit:

Ditetapkan,

Direktur

Partus kasep adalah suatu keadaan dari suatu


persalinan yang mengalami kemacetan dan
berlangsung lama sehingga timbul komplikasi ibu
maupun anak

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Kriteria Diagnosa

37 of 123

Tanda-tanda kelelahan dan dehidrasi :

1.

Dehidrasi : nadi cepat dan lemah.

2.

Meteorismus.

3.

Febris.

4.

His hilang atau melemah.

II. Tanda-tanda infeksi intra uterin


1. Keluar air ketuban berwarna keruh kehijauan
dan berbau kadang bercampur mekonium.
2.
III.

Suhu rektal > 37,6 C


Tanda-tanda rahim robek ( ruptura uteri )

1.

Perdarahan melalui ostium uteri eksternum.

2.

His hilang.

3.

Bagian anak mudah diraba dari luar.

4.

Periksa dalam : bagian terendah janin mudah

didorong ke atas.
5.

Robekan dapat meluas sampai serviks dan

vagina.
IV. Tanda-tanda gawat janin.
1.

Air ketuban bercampur mekonium.

2.

Denyut jantung janin takikardi / bradikardi /

ireguler.
3.
Gerak anak berkurang atau hiperaktif (
gerakan
yang konvulsive).
Keadaan umum Ibu :
1.

Dehidrasi

2.

Panas

3.

Meteorismus

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

4.

Syok

5.

Anemia

6.

Oliguria.

II. Palpasi
1.

His lemah atau hilang

2.

gerak janin tidak ada

3.

Janin mudah diraba

III.

Auskultasi

Denyut jantung janin :

Takikardi / bradikardi

Ireguler

Negatif ( bila anak sudah mati )

IV.

Pemeriksaan dalam

1. Keluar air ketuban yang keruh dan berbau


bercampur mekonium.
2. Bagian terendah anak sukar digerakkan bila
rahim belum robek, tetapi mudah didorong bila
rahim sudah robek, disertai keluarnya darah.
3.

Diagnosa Banding

Suhu rektal > 37,6 C.

Kehamilan / persalinan dengan infeksi ekstra


genital :

Selisih rektal dan aksiler tidak lebih dari 0,5 C.

Ketuban biasanya masih utuh.

Pemeriksaan
penunjang

Laboratorik, USG

Standar tenaga

Dokter umum dan spesialis kandungan

38 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Perawatan RS

39 of 123

Perawatan Bertujuan :
I. Memperbaiki keadaan umum ibu
1.

Koreksi cairan ( Rehidrasi ).

2.

Koreksi keseimbangan asam basa.

3.

Koreksi keseimbangan elektrolit.

4.

Pemberian kalori.

5.

Pemberantasan infeksi.

6.

Penurunan panas.

II.

Mengakhiri persalinan tergantung

l.

Sebab kemacetan.

2.

Anak hidup / mati.

Sebaiknya perbaiki dulu keadaan ibu dengan cepat


( dalam waktu 2-3 jam ), kemudian dilanjutkan
tindakan mengakhiri persalinan.

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Terapi

40 of 123

1. Perbaikan keadaan umum ibu.


1. Pasang infus set / blood transfusion set yang
cukup adekuat ( No. 16-18 ) dan kateter urine (
ditampung ).
2. Beri cairan dan kalori serta elektrolit
Normal saline

: 500 cc

Dextrose 5 10 %

: 500 cc

Dalam 1- 2 jam pertama selanjutnya tergantung :


a. Urine produksi
b. BJ Plasma (bila perlu )
Cairan dapat diberikan menurut kebutuhan.
3. Koreksi asam basa dengan dengan pengukuran
C02 darah dan pH ( bila perlu ).
4. Pemberian antibiotik spektxum luas secara
parenteral. Derivat :
Ampicillin 3 x I gr/hari selama 2 hari, dilanjutkan
4 x 500 mg/hari per.os selama 3 hari dan
Gentamisin 60-80 mg, 2-3 x sehari selama 5 hari,
atau Sefalosporin generasi III 1 gr, 2-3 x sehari
selama 5-7 hari.
Kombinasi dengan :
Metronidazole 2 x 1 gr rektal supositoria per
hari, selama 5-7 hari.
5.
Penurunan panas :
Antipiretika parenternal xyllomidon 2cc i.m.
Kompres basah.
Pengakiran persalinan
Tergantung kondisi saat itu
Bila

Pembukaan lengkap

Syarat-syarat persalinan pervaginam terpenuhi


maka persalinan dilakukan pervaginam dengan
mempercepat kala II (Vaccum/Forcep atau perforasi

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

kranioklasi ).
Bila

Pembukaan belum lengkap

Syarat pervaginam tidak terpenuhi > seksio


sesar.
Penyulit

Ibu .
1.

Infeksi sampai sepsis.

2.

Asidosis, dan gangguan elektrolit.

3.

Dehidrasi, syok, kegagalan fungsi organ-organ.

4.

Robekan jalan lahir.

5. Robek pada buli-buli vagina, rahim dan


rektum.
II. Anak
1.

Gawat janin dalam rahim sampai meninggal.

2.

Lahir dalam asksia berat sehingga dapat

menimbulkan cacat otak menetap.


3.

Trauma persalinan :

Patah tulang dada, lengan, kaki, kepala karena


pertolongan persalinan dengan tindakan.

Informed Consent

Perlbelum tindakan

Konsultasi

Penyakit dalam , Anak

Lama Perawatan

3-7 hari

Masa Pemulihan

2 minggu

Output

baik

PA

Otopsi

41 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Referensi

1. Benson. Current -Obs & Gin Diagnostic &


th
Therapy. 5 Edition, 1985, p. 925-945. Hange &
Maruzeni. .
2. Danforth & Sco . Obstetrics & Gynecology. 5
Edition, 1986, p. 690-721.

th

3. William Obstetrics. XVII Edition, 1985, p :


641-732.

LETAK SUNGSANG
No.Dokumen
STANDAR
PELAYANAN MEDIS

Denisi

42 of 123

Revisi 0

Halaman
1 dari 2

Tanggal Terbit:

Ditetapkan,

Direktur

Disebut letak sungsang apabila janin terlihat


membujur dalam rahim dengan bokong pada
bagian bawah.
Tergantung dari bagian janin mana yang
terendah, dapat dibedakan :
a.

letak bokong

b.

letak bokong kaki

c. letak kaki

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Kriteria Diagnosa

Pemeriksaan sik.
1. Palpasi
Leopold I

: kepala /ballotement di fundus.

Leopold II
: teraba punggung disatu sisi,
bagian-bagian kecil disisi lain. Leopold III dan IV:
bokong teraba dibagian bawah rahim.
2. Ultrasonogra
Dipertahankan untuk :
konrmasi letak janin apabila pemeriksaan sik
tidak jelas. menentukan letak plasenta.
menentukan kemungkinan adanya cacat
bawaan.
3. X-foto ( bila perlu )
menentukan posisi tungkai bawah /Frank
Breech

konrmasi letak janin.

menentukan habitus kepala janin.

menentukan kemungkinan adanya kelainan


bawaan anak ( Hidrosefalus, Anensefalus ).

Diagnosa Banding

Letak kepala

Pemeriksaan
penunjang

USG, X FOTO

Standar tenaga

Dokter umum/ spesialis kebidanan dan kandungan

Perawatan RS

Inpartu

43 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Terapi

44 of 123

Antenatal

Kewaspadaan terhadap kasus letak sungsang


sudah dimulai sejak kehamilan 24 minggu.
Bila pada kehamilan 28-30 minggu masih
didapatkan letak sungsang, maka dilakukan
ultrasonogra untuk mencari kemungkinan adanya
kelainan letak plasenta ( plasenta previa ), cacat
bawaan atau kelainan bentuk rahim.
Apabila pada pemeriksaan USG tidak
ditemukan kelainan, maka dicoba / dilakukan versi
luar ke letak kepala ( tanpa paksaan ).
Dengan catatan : bahwa tidak didapatkan suatu
kontra indikasi untuk tindakan versi luar ( VL ).

Penderita diminta kontrol seminggu kemudian.

Apabila versi luar gagal, penderita diminta


kontrol seminggu kemudian dan dicoba versi luar (
VL ) sekali lagi, bila gagal maka VL tidak dilakukan
lagi.
2. Persalinan
2.1. Pada kasus dimana versi luar berhasil, maka
penatalaksanaan persalinan seperti pada letak
kepala. ,
2.2. Pada kasus dimana versi luar gagai / janin tetap
letak, sungsang, maka penetalaksanaan persalinan
lebih waspada.
2.3. Persalinan diakhiri dengan seksio sesar apabila :
a. Persalinan pervaginam diperkirakan sukar /
berbahaya ( Feto Pelvic Disporposi atau skor
Zatuchni Andros kurang dari 3).
b. Tali pusat menumbang pada :

primigravida

multigravida ( Kala I )

c. Didapatkan suatu kemacetan persalinan /


distosia.
Yang dimaksud distosia dalam hal ini adalah :

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

fase laten lebih dari 14 jam

protracted active phase

secondary arrest of dilalation

prolonged second stage (= 1 jam mengejan


bokong tidak lahir )
d. Kehamilan prematur ( EFW 2000 gr atau lebih )
3. Pada dasarnya oksitosin drip pada letak
sungsang tidak dianjurkan oleh karena deteksi
kemungkinan adanya CPD / FPD sulit
Skor Zachtuchni Andros :
0

Paritas

Primi

Multi

Pernah su
x

Tidak
>2x

EFW
3629-3176

> 3630
> 3176

Usia Kehamilan
mg

> 39 mg
< 37 mg

38

Stasion
2

< -3
4

Dilatasi
3

2
4

Syarat : Z.A. skor hanya berlaku untuk kehamilan


aterm atau EFW diatas 2500 gram. Skor kurang dari
3
: persalinan perabdominan.
Skor 4
Skor lebih dari 5

: perlu evahtasi lebih cermat.


: persalinan pervaginam

Penyulit

After caming head, FPD

Informed Consent

Perlu

Konsultasi

45 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Lama Perawatan

3-7 hari

Masa Pemulihan

2 minggu

Output

Baik

PA

Otopsi

Referensi

Brenner, WE Management at breech presentation,


in advance in clinical obstetrics and gynecology.
Edited by H.J. Osofeley. p. 95, Williams & Vilkins,
Baltimqre, 1982.
2. Cunninghan, Mac Donald, Cant. A. William
Obstetric, Eighteenth EA. Appleton & Lange, 1989.
3. Friedman, Acker, Sachs. Obstetrical Decision
Making. Second ed. Manly Graphic Asian Edition
19.88.
.
4. Pritchard, J.A. Mc. Donald, PC, Gant, NF,.
William Obstetrics 17 th ed Appleton -Century,
Crafts, Norwalk, 1985, pp 651-659.

POST DATE
No.Dokumen
STANDAR
PELAYANAN MEDIS

Denisi

46 of 123

Revisi 0

Halaman
1 dari 2

Tanggal Terbit:

Ditetapkan,

Direktur

Kehamilan Post Date ialah : Kehamilan yang


lamanya melebihi 42 minggu ( 294 hari ) dihitung
dari hari pertama haid terakhir atau 14 hari setelah
perkiraan tanggal persalinan yang dihitung
menurut rumus NAEGELE, dengan asumsi siklus
haidnya 28 hari.

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Kriteria Diagnosa

Untuk membuat diagnosis kehamilan post date


diperlukan kecermatan dalam menentukan usia
kehamilan yang tepat. .
2. Apabila tidak dilakukan pencatatan pada usia
kehamilan muda maka Akan terlambat untuk
mengatakan suatu kehamilan menjadi post date.
3. Menentukan usia kehamilan secara tepat
memang tidak mudah terutama bila Hari Pertama
Menstruasi terakhir tidak jelas.
4. Data lain yang mungkin dapat membantu dalam
menentukan umur kehamilan ialah riwayat
penggunaan obat-obat induksi ovulasi, pemakaian
hormonal kontrasepsi dan saat mulai dirasakannya
gerakan janin oleh si ibu (Quikening).
Pengukuran fundus uteri setinggi umbilikus pada
kehamilan 20 minggu dapat dipakai sebagai
indikator dalam menentukan umur kehamilan.
5. Pemeriksaan USG menjadi gold standard
untuk mengkonrmasi anamnesa dan pemeriksaan
sik.
, Cont

Diagnosa Banding

47 of 123

Persalinan aterm

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Pemeriksaan
penunjang

Pemeriksaan Penilaian Kesejahteraan janin


( Mulai dikerjakan pada usia kehamilan 41 minggu )
USG :
plasenta.

Pengukuran biometrik janin / letak

Deteksi kelainan cacat bawaaan, pengukuran jumlah


air ketuban dengan Amniotik uid index ( AFI ).

Pemantauan detik jantung janin :

Non Strees Test ( NST ) / Stress Test.


Penentuan maturasi janin dengan pemeriksaan
cairan ketuban ( shake test atau L/S rasio ) harus
dikerjakan bila pemeriksaan USG menunjukkan usia
kehamilan 35 minggu.
Dilakukan pemeriksaan dalam untuk menentukan
Skor pelvik ( PS ) menurut cara Bush op.

Amnioskopi untuk menentukan warna air


ketuban ( bila mana perlu dilakukan amniotomi ).

Standar tenaga

Dokter umum dan spesialis kebidanan dan


kandungan

Perawatan RS

Perawatan untuk termainasi

48 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Terapi

49 of 123

Pada dasarnya penatalaksanaan post date adalah :


Merencanakan pengakhiran kehamilan. Cara
pengakhiran kehamilan : berdasarkan hasil
penilaian kesejahteraan janin.
1. Penilaian Kesejahteraan Janin jelek :
a.

Bila Skor pelvik : matang (> 5)

Amniotomi :

jernih > Drip oksitosin

keruh > Seksio Sesar


b.

Bila Skor Pelvik belum matang ( < 5 ) > SC

2. Penilaian Kesejahteraan Janin ragu-ragu :


a.

Biala Skor Pelvik : matang ( PS > 5)

Amniotomi :

jernih > Drip oksitosin

keruh > Seksio Sesar


b.

Bila Skor Pelvik belum matang (< 5)

Tirah baring 1 hari kemudian penilaian


kesejahteraan janin di ulang hari berikutnya.
Bila hasilnya jelek > Seksio Sesar
ragu-ragu

> Seksio Sesar

baik
-> Penilaian kesejahteraan
secara ini > sampai induksi persalinan
memungkinkan.( PS > 5 )
3. Penilaian Kesejahteraan Janin baik
Bila Skor pelvik : matang ( > 5) drip oksitosin tanpa
amniotomi.
Bila Skor pelvik belum matang ( PS < 5).
Tunggu dengan melakukan penilaian janin secara
seri, dilakukan NST sekurangkurangnya 1 x
seminggu s/d PS > 5 untuk dilakukan drip oksitosin.
Bila hasil penilaian kesejahteraan janin secara seri
ragu-ragu atau jelek lihat bagan penilaian
kesejahteraan janin ragu-ragu atau jelek.

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

CATATAN:
1. Bila drip oksitosin dinyatakan gagal pada
kasus-kasus dengan amniotomi dilakukan seksio
sesar, pada kasus-kasus tanpa amniotomi keesokan
harinya dilakukan penilaian kesejahteraan janin
ulang kemudian dilihat hasil penilaian kesejahteraan
janin dan diikuti bagan skema penilaian
kesejahteraan janin seperti diatas.
2. Yang dimaksud dengan hasil penilaian
kesejahteraan janin ialah has il NST, dan jumlah
cairan ketuban.
3. NST belum tersedia di RSUIT
Penyulit

Janin distress, asksia. Iufd

Informed Consent

Sebelum tindakan

Konsultasi

Pediatric

Lama Perawatan

3-5 hari

Masa Pemulihan

2 minggu

Output

Baik

PA

Otopsi

Referensi

1. Lagrew D.C, Freeman R.K. Management of


postdate pregnancy Am J Obstet Gynecol. 1986; 154:
8-13.

50 of 123

2. Phelan J.P. The Post dat Pregnancy : An


overview Clinical Obstetrics and Gynecology.
Editors : Pitkin R.M. Sco J.R. 1989 ; 32 : 221-7.
3. AHM M.O., Phelan J.P. Epidemiologic Aspect of
the Postdate Pregnancy Clinical Obstetri and
Gynecology. Editors : pitkin R.M., Sco J.R. 1989 ;
32: 228-34.
4. Sims M.E., Wlather F.JK. Neonatal morbidity and
mortality and Long-term out-come of postdate
infants. Clinical Obstetrics and Gynecology. Editor
:Pitkin R.M. Sco J.R. 1989 ; 32 : 285-93.

VAGINOSIS BAKTERIAL

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

No.Dokumen
STANDAR
PELAYANAN MEDIS

Revisi 0

Halaman
1 dari 2

Tanggal Terbit:

Ditetapkan,

Direktur

Denisi

Infeksi vagin yang disebabkan oleh


berkembangbiaknya ora normal akibat hilangnya
kuman laktobasilus yang memproduksi hidrogen
peroksida.

Kriteria Diagnosa

Gx Keputihan berbau terutama post co, kumat


kumatan . keputihan bau amis, putih abu-abu,
menempel dinding vagina, ph vagina> 4.5.
ditemukan clue cel, pemberian KOH pada uor
akan memberi bau amis seperti ikan

Diagnosa Banding

Vaginosis trikomoniasis
Vulvovaginal kandidiasis

Pemeriksaan
penunjang

Pemeriksaan mikrobiologi, KOH, pH

Standar tenaga

Dokter umum dan spesialis kandungan

Perawatan RS

MRS bila ada penyulit

Terapi

Metronidazole : d o c 500mg tiap 12 jam/po selama


7 hari
Metronidazole : 2 gr/ dosis tunggal
Clindamycine 300 mg tiap 12 jam /po 7 hari
Metronidazole : pervaginam 1 gr tiap 12 jam
selama 5 hari

Penyulit

1. 1. Pada kehamilan resiko abortus, partus


prematurus, khorioamnionitis
2. Endometritis
3. Adnexitis

Informed Consent

Konsultasi

Lama Perawatan

3-5 hari

51 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Masa Pemulihan

Seminggu

Output

Baik

PA

Otopsi

Referensi

1. Soper David E Novaks Gynecologi edisi XIIp


429-445
2. Carter James E, Pelvic Inamatory disease ,
pelvic pain diagnosis and management.
Lippincot William 8c Wilkin. Edisi tahun 2000
bab IX

VAGINITIS TRICHOMONIASIS
No.Dokumen
STANDAR
PELAYANAN MEDIS

Revisi 0

Halaman
1 dari 2

Tanggal Terbit:

Ditetapkan,

Direktur

Denisi

Infeksi vagina yang disebabkan oleh parasit


trichomonas vaginalis, merupakan penyakit yang
ditularkan melalui hubungan sex (STD)

Kriteria Diagnosa

Sebagian besar asimtomatis, uor berlebihan ,


purulen, bau, pruritus, parah dinding vagina
kemerahan dengan bercak putih , cerviks seperti
strawberi (colpitis macularis), ph>5 ditemukan
trikomonas dapat pula clue cel

Diagnosa Banding

Vaginosis bacterial
Vulvovaginal kandidiasis

Pemeriksaan
penunjang

Pemeriksaan parasit, pH

Standar tenaga

Dokter umum dan dokter spesialis kandungan

Perawatan RS

Bila ditemukan penyulit

52 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Terapi

Metronidazole : d o c 500mg tiap 12 jam/po selama


7 hari
Metronidazole : 2 gr po / dosis tunggal 3-5 hari
Pengobatan pasangan dengan obat yang sama

Penyulit

Pada kehamilan resiko abortus, partus prematurus,


khorioamnionitis

Informed Consent

Konsultasi

Lama Perawatan

Masa Pemulihan

1 minggu

Output

Baik

PA

Otopsi

Referensi

1. 1. Soper David E Novaks Gynecologi edisi XIIp


429-445
2. Carter James E, Pelvic Inamatory disease ,
pelvic pain diagnosis and management.
Lippincot William 8c Wilkin. Edisi tahun
2000 bab IX

VULVOVAGINAL KANDIDIASIS
No.Dokumen
STANDAR
PELAYANAN MEDIS

Revisi 0

Halaman
1 dari 2

Tanggal Terbit:

Ditetapkan,

Direktur

Denisi

Infeksi vagina yang disebabkan oleh candida


albicans atau specialis C glabrata, C tropicalis

Kriteria Diagnosa

Keputihan seperti susu, gatal, pruritus,di daerah


vulva, nyeri dansaat koitus

Diagnosa Banding

Vaginosis trikomoniasis

53 of 123

Vaginosis bakterial
11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

PROLAP UTERI
No.Dokumen
STANDAR
PELAYANAN MEDIS

Denisi

Revisi 0

Halaman
1 dari 2

Tanggal Terbit:

Ditetapkan,

Direktur

Turun atau keluarnya sebagian atau seluruh uterus


dari tempat asalnya melalui vagina sampai
mencapai atau melewati introitus vagina
1. Derajat I : berdiri atau mengejan posisi cx distal
1 cm diatas ring hymen
2. Derajat II : berdiri atau mengejan posisi cx 1 cm
diatas atau di bawah ring himen
3. Derajat III : berdiri atau mengejan posisi cx
distal lebih 1 cm ring hymen tetapi penojolannya
tidak lebih panjang vagina dikurangi 2 cm
4. Seluruh uterus diluar vagina

Kriteria Diagnosa

54 of 123

Pem Klinis dan ginekologis ,

Klinis perasaan berat perut bawah , benjolan


introitus vagina saat duduk dan berdiri, hilang
posisi tidur

Gangguan berkemih, uretra terlipat didepan

Kontipasi

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Diagnosa Banding

Elongasi cer viks


Cystocele
Enterokele
Rektokele
Kelemahan dinding vagina lateral

Pemeriksaan
penunjang

Standar tenaga

Dokter umum dan dokter spesialis kandungan

Perawatan RS

Bila operatif

Terapi

tanpa keluhan tidak perlu pengobatan

gr I/II latihan kegel

gr III/IV operatif, bila menolak pesarium

pasca menopause ; pesarium dengan


estrogen :

estrogen

pessarium harus dikontrol tiap bulan

bila terdapat inkontinensia urine, rektokel,


enterokel histerektomi laparatomi/pervaginal
dengan kolpora anterior
Penyulit

ISK

Informed Consent

Sebelum tindakan

Konsultasi

Lama Perawatan

Histerektomi 5-7 hari

Masa Pemulihan

2 minggu

Output

Baik

PA

Otopsi

55 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Referensi

1. Wall l lewis. Incontinence, prolapse and disorder


of the pelvic oor.Novaks gynecologi. Edisi 12
bab 12
2. Cardoso L Urogynecology. Edisi I tahun 1997
bab 21 p321-350

INFERTILITAS
No.Dokumen
STANDAR
PELAYANAN MEDIS

Revisi 0

Halaman
1 dari 2

Tanggal Terbit:

Ditetapkan,

Direktur

Denisi

Ketidakmampuan pasangan suami istri


mewujudkan konsepsi, hamil, melahirkan,
meskipun senggama teratur (2-3 kali seminggu)
selama minimal 12 bulan tanpa proteksi

Kriteria Diagnosa

Belum punya putra 12 bulan


Abortus berulang

Diagnosa Banding

Pemeriksaan
penunjang

Analisis sperma
Laparaskopi-histeroskopi
Uji pasca senggama
Histerosalngogr (HSG)
Pemeriksaan panas badan basal/ body basal
temperatur
Biopsi endometrium
.

Standar tenaga

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan

Perawatan RS

Bila akan dilakukan tindakan

56 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Terapi

Sesuai dengan kelainannya dari factor suami atau


istri seperti induksi ovulasi, konservatif, koreksi
bedah rekonstruksi, IUI, IVF-ET

Penyulit

Informed Consent

Perlu sebelum dilakukan tindakan

Konsultasi

Penyakit dalam, andrologi, bedah

Lama Perawatan

5-7 bila dilakukan tindakan bedah

Masa Pemulihan

2 minggu setelah operasi

Output

Baik bila dapat dikoreksi

PA

Otopsi

Referensi

1. Samsulhadi.Alur pemeriksaan pasangan


infertile. Protap Lab/SMF Obstetri dan
Ginekologi RSU dr Sutomo Surabaya, 2002
2. Saifudin AB Djajaditaga, Aandi B, Bimo
Pengorganisasian dan pengelolaan pelayanan
infertilitas, NRC POGI-YBPSP, 1996
3. Seibef Machelle M Diagnostic evaluation of an
infertie couple, Infertility a comprehensive text,
nd
2 ed Appleton & Lange 3-27, 1997

DISTOSIA
No.Dokumen
STANDAR
PELAYANAN MEDIS

Denisi

57 of 123

Revisi 0

Halaman
1 dari 2

Tanggal Terbit:

Ditetapkan,

Direktur

Persalinan abnormal yang ditandai oleh kelambatan


atau tidaknya kemajuan proses persalinan dalam
ukuran satusan waktu tertentu

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Kriteria Diagnosa

58 of 123

Distosia terjadi dalam kala I dan II


Fase persalinan : dalam kala I dan II sehubungan
dengan proses membukanya serviks ialah :
Kala Laten : mulai pembukaan 0-diameter 3 cm
Fase akselerasi : pembukaan 3 menjadi 4 cm
Fase dilatasi maksimal : pembukaan 4 menjadi 9
cm
Fase deselerasi : pembukaan lengkap sampai bayi
lahir
Ukuran satuan waktu :
Fase laten

: 8 jam

Fase akselerasi

: 2 jam

Fase dilatasi maksimal : 2 jam


Fase deselerasi
Kala II

: 2 jam

: primigravida 1 ,5 jam

Multigravida 1 jam
Parameter untuk menilai proses kemajuan
persalinan :

Pembukaan serviks dihubungkan dengan


fase persalinan

Ukuran satuan waktu setiap fase persalinan

Turunnya presentasi janin ( bidang hodge


atau station )

Perubahan presentasi janin

Perubahan posisi janin

Molase dan dan kaput suksedaneum

Persalinan normal adalah proses yang


progresif yang berlangsung dalam batas waktu
tertentu. Apabila batas waktu tersebut dilampui
tanpa diikuti oleh kemajuan proses persalinan
maka dianggap telah berlangsung persalinan
abnormal dan distosia.

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

KANKER SERVIKS
No.Dokumen
STANDAR
PELAYANAN MEDIS

Revisi 0

Halaman
1 dari 2

Tanggal Terbit:

Ditetapkan,

Direktur

Denisi

Keganasan pada mulut rahim atau serviks

Kriteria Diagnosa

Gejala klinis perdarahan sesudah senggama yang


kemudian berubah menjadi metrorragi, uor yang
berbau, nyeri, odema, gx penjalaran organ
Pemeriksaan sik, ginekologik, penunjang

Diagnosa Banding

Ca endometrium
Ca ovarium

Pemeriksaan
penunjang

Pap smear
Kolposkopi
Biopsi
Dilatasi dan kuretaseboratorium
Konisasi
Labortorium
Radologi
Usg
Endoskopi

Standar tenaga

Dokter spesialis kandungan

Perawatan RS

Perlu dilakukan bila akan dilakukan tindakan


diagnostik atau terapetik, atau ada komplikasi

59 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Terapi

Tergantung stadium
Stadium I sampai IIa Histerektomi Radikal dan
getah bening pelvis ( operasi radikal Wetheim),
kadang perlu tambahan ajuvan sitostatika atau
radiasi tergantung temuan saat operasi atau PA
Stadium IIb sampai III pengobatan/ penyinaran /
radioterapi dan atau sitostatika
Stadium akhir pengobatan paliatif

Penyulit

Metastasis , kegagalan organ


Efek samping terapi

Informed Consent

Perlu tertulis sebelum tindakan atau terapi

Konsultasi

Penyakit dalam, bedah

Lama Perawatan

3-5 hari untuk persiapan operasi


7-15 hari perawatan post op

Masa Pemulihan

Istahat 1 bulan setelah operasi untu ca cerviks tanpa


komplikasi

Output

Respon komplit, tidak komplit, tidak berubah atau


progesif

PA

Seluruh jaringan hasil op

Otopsi

Referensi

1. Abdullah MN Soedoko R. peran sitologi pada


pemeriksaan pap test dalam deteksi dini 1990
2. Aziz MF, Kampono N Syamsudin S Djakaria M
manual prekanker dan ca servis uteri 1985
3. Bag/ SMF ilmu kebidanan dan penyakit
kandungan. RSU dr Sutomo Surabaya.
Pedoman diagnosis dan terapi . Ed III. 2008

MIOMA UTERI
No.Dokumen
STANDAR

60 of 123

Revisi 0

Halaman
1 dari 2

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

PELAYANAN MEDIS

Denisi

Tanggal Terbit:

Ditetapkan,

Direktur

Tumor jinak lapisan miometrium rahim dengan


sifat konsistensi padat kenyal, berbatas jelas dan
memiliki pseudokapsul bisa soliter atau multiple
dengan ukuran mulai mikroskopis samapi > 50kg
Letak tumor bisa :
Submukus, intramural, subserus,intraligamenter,
servik, bertangkai (pedunculated), parasitic
(wandering)

Kriteria Diagnosa

v Gejala klinis :
1. bisa tanpa gejala
2. rasa penuh atau berat di perut bagian bawah
atau benjolan yang padat dan kenyal.
3. gangguan haid atau perdarahan abnormal
uterus (30%) : menoragi, metroragi, dismenore
4. gangguan akibat penekanan tumor :
disuria/polakisuri, retensio urine, overow
incontinence,konstipasi, varices, edema tungkai
v Palpasi abdomen : tumor daerah atas pubis atau
abdomen bagian bawah padat kenyal, berdungkul,
tidak nyeri, berbatas jelas mobil bila tidak ada
perlekatan
v Pemeriksaan bimanual bisa menyatu atau
berhubungan dengan rahim

Diagnosa Banding

61 of 123

:
Kehamilan
Neoplasma ovarium
Endometriosis
Kanker Uterus
Kelainan bawaan rahim

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Pemeriksaan
penunjang

:
v USG pada kasuis terpilih
v Kuret dan pemeriksaan PA pada kasus
perdarahan
v D/K bertingkat pada penderita disertai dengan
pendarahan untuk menyingkirkan patologi lain
pada endometrium ( hiperplasia endometrium atau
adenokarsinoma endometrium)
v Tes kehamilan

Standar tenaga

Dokter Umum, Dokter Spesialis Kebidanan dan


Kandungan

Perawatan RS

Dirawat bila disertai pendarahan hebat anemia


graantvis atau bila direncanakan pembedahan

62 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Terapi

63 of 123

Tergantung : ukuran tumor, keluhan atau


komplikasi , umur dan paritas
1. ukuran myoma kurang dari 12 minggu :
1. tanpa keluhan : observasi 3-6 bulan, bila
membesar atau komplikasi pertimbangkan
operasi
2. dengan keluhan perdarahan ;

gr%

koreksi anemi dengan tranfusi bila Hb< 8

kuret bila Hb> 8gr% kecuali perdarahan


profus

tujuan kuret : menghentikan perdarahan,


pemeriksaan PA menyingkirkan kemungkinan
keganasan atau penyakit lain, bila tidak ganas
tergantung umur dan paritas

umur< 35th, ingin anak terapi konservatif,


bila gagal operasi

umur >35th , anak>2 dilakukan operasi

1. ukuran myoma lebih 12 minggu

operatif

bila perdarahan kuret PA dulu setelah


aneminya dikoreksi

Antibiotika bila ada infeksi

1. konservatif

bila anemi beri tablet zat besi tiap 8 jam /hari

pemberian kombinasi vit sehari sekali

diit TKTP

pengawasan besar tumor dan keluhannya


3-6 bulan

Dipertimbangkan obat untuk mengurangi


kadar estrogen dan progesteron dalam darah misal
GnRH
1. operatif

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Bila masih ingin anak : miomektomi

Usia 35-45 th histerektomi dan unilateral


salngooophorektomi

Usia >45 th histerektomi dan bilateral


salngooophorektomi

Penyulit

Pendarahan sampai anemi


Torsi pada yang bertangkai
Infeksi
Degenerasi merah ( degenerasi karneus) sampai
nekrotik
Degenerasi ganas (miosarkoma)
Degenerasi hialin dan kistik
Infertilitas

Informed Consent

Sebelum pembedahan , penjelasan tentang semua


tindakan yang akan dilakukan, resiko, dll Khusus
pada tindakan miomektomi perlu dijelaskan
kemungkinan berulangnya penyakit atau
pengangkatan uterus pada saat pembedahan

Konsultasi

Tidak ada

Lama Perawatan

1 hari pasca D/K


6 hari pasca histerektomi, miomektomi

Masa Pemulihan

2 minggu pasca D/K


6 Minggu pasca histerektomi miomektomi

Output

Sembuh tanpa komplikasi


Penyakit berulang kembali pasca miomektomi

PA

Pemeriksaan histopatologi dari spesimen


pembedahan

Otopsi

Mencari sebab kematian

64 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Referensi

1. Lab/bag ilmu kebidanan dan penyakit


kandungan RSU dr Soetomo Surabaya.Pedoman
diagnosis dan terapi Edisi III 2008
2. Standar Pelayanan Medik, PB IDI, 2002
Entman Stephen S. Leiomyoma and Adenomyosis.
th
Novaks Textbook of Gynecology, 11 ed, Williams
& Wilkins, Baltimore, 443-450,1988.
2. Friedman EA, MD, Sc.D, Leiomyoma uteri
gynecological decision making. BC Decker Inc.
Toronto, Philadelphia. 148, 1983.
3. Kistner RW, MD, Leiomyoma, gynecology
rd
Principles and Practice 3 Year Book Medical
Publishers Inc, Chicago London. 225, 1975.
4. Novak Erab, MD and Wovdru, JD, MD.
Myoma and other benign tumor of the uterus,
gynecologic and obstetric pathology with clinical
and endocrine relation, 7ed WB. Saunders Co.
Philadelphia, London Toronto, 243, 1974.

PERDARAHAN UTERUS DISFUNGSIONAL


No.Dokumen
STANDAR
PELAYANAN MEDIS

Denisi

65 of 123

Revisi 0

Halaman
1 dari 2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan,

Direktur

Adalah pendarahan abnormal dari uterus ( lamany,


frekuensi, jumlah) yang terjadi didalam dan diluar
siklus haid kehamilan tanpa kelainan organik dan
hematologi, merupakan kelainan poros hipotalmus
hiposis ovarium.

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Kriteria Diagnosa

Terjadinya pendarahan per vaginam yang tidak


normal ( lamanya, frekuensi, jumlah) yang
terjadi didalam maupun diluar siklus haid.
Tidak ditemukan kelainan organik maupun
kelainan hematologi ( faktor pembekuan) .
Hanya ditemukan kelainan fungsi poris
hipotalmus hiposis avarium dan organ (
endometrium)
Usia terjadinya:
Penmenars ( usta 8 16 tahun)
Masa reproduksi ( usia 16 23 tahun)
Perimenoupause ( usia 45 65 tahun)

Diagnosa Banding

Kelainan organik
Kelainan hematology

Pemeriksaan
penunjang

Biopsi D/C bila tidak ada kontra indikasi


Pemeriksaan USG
Pemeriksaan hematologi
Pemeriksaan reproduksi (bila ada laborat) :
ESH, EH, prolaktin, E2 dan progesteron,
prostaglandin, F2 ( bila ada fasilitas laborat).

Standar tenaga

Dokter Umum, Dokter Spesialis Kebidanan dan


Kandungan

Perawatan RS

Perlu untuk tindakan dilatasi Kuratase


Pada PUD berat seperti, disertai anemia
pendarahan banyak

66 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Terapi

67 of 123

Terapi operatif : dilatasi dan kuretase:


1. sudah menikah
2. life saving untuk belum menikah.
Pengobatan hormonal:
1. PUD ovulasi
1.
Pendarahan pertengahan siklus Estrogen 0.626
1.25 hari ke 10-15 siklus.
2.
Pendarahan bercak pra haid Progesteron 5- 10
mg hari ke 17 26 siklus
3.
Polimenorea : progesteron 10 mg hari ke 18
25 siklus
1. PUD Anovulasi:
Menghentikan pendarahan segera
Kuret medisinalis:
1.

Anovulasi stimulasi CC

2.

Hiperprolakstin bromokriptin

3.
Polikistik ovarii kortikosteroid lanjutan
stimulasi CC.
Setelah darah berhenti atau siklus:
Dengan E + P selama 3 siklus
Pengobatan sesuai kelainan:
a.

Anovulasi stimulasi CC

b.

Hiperprolaktin bromokriptin

c.
Polikistik ovarii kortikosteroid lanjutan
stimulasi CC.
Pendarahan banyak anemia ( PUD berat)
Estrogen konjungsi 25 mg intravena diulang
tiap 3 4 jam atau
Progresteron 100 mg ( Etinodiol asetat : DMPA)
Setelah darah stop atur haid dengan:
Dengan kombinasi estrogen 20 hari dan diikuti
11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

progesteron 5 hari
Setelah 3 bulan, pengobatan disesuaikan dengan
kelainan hormonal.
Penyulit

Informed Consent
Konsultasi

Pertorasi akibat tindakan


Anemia berat
Perlu untuk tindakan D/C
Dokter Spesialis Hematologi
Dokter Spesialis Patologi Anatomi

Lama Perawatan

Pasca dilatasi kuretase suntikan estrogen IV, rawat


2 3 hari.

Masa Pemulihan

1 minggu setelah perawatan

Output

Baik

PA

Bahan hasil kuretase

Otopsi

Tidak ada

Referensi

Standar Pelayanan Medik, PB IDI, 2002

68 of 123

Leon Spero, et al. Clinical Gynaecologic


Endocrinology & Infertility. William & Wilkins,
Baltimore/London, 4`h edition, 1989.
2. Benson ralph C, et al. Current Obstetrics &
Gynaecologic, Diagnosis and Treatment, Appleton
Century/East Narwalk, Connecticut, 5 th edition,
1992, p.149-15I.
3. Baziat Ali, et al. Endokrinologi-Ginekologi.
Kelompok Studi Endokrinologi Reproduksi
Indonesia, Jakarta, 1991.
4. Yen SamuelS.C., et al. Reproductive
Endocrinology, Physiology, Pathophisiology and
Clinical Management. W.B. Saunders Company,
Philadelphia, 2d edition, 1986, p.490-491.

RADANG PANGGUL
(PELVIC INFLAMATORY DISEASE)

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

No.Dokumen
STANDAR
PELAYANAN MEDIS

Denisi

69 of 123

Revisi 0

Halaman
1 dari 2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan,

Direktur

Infeksi panggul pada wanita dapat dibagi menjadi


1.
:Penyakit radang Panggul ( Pelvik
Inammatory Disease = PID )
2.

Infeksi yang berhubungan dengan abortus

3.

Infeksi pada kala nifas

4.

Infeksi pasca operasi ginekologik

5.

Sekunder berasal dari infeksi organ

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Kriteria Diagnosa

70 of 123

Diangnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan


sik, ginekologik, leboratorik dan mikrobiologik.
Diagnosa radang panggul berdasarkan kriteria dari
Infectius Disease Society for Obstetrics &
Gynocology, USA. 1983, ialah :
A.

Ketiga gejala klinik dibawah ini harus ada :

1.
Nyeri tekan pada abdomen, dengan atau
tanpa reboun
2.

Nyeri bila servik uteri digerakkan

3.

Nyeri pada adneksa

B. Bersamaan dengan satu atau lebih tanda-tanda


dibawah ini :
1.
Negatif gram diplokok pada sekret
endoserviks
2.

Suhu diatas 38 C

3.

Lekositosis lebih dari 10.000 per mm

4.
Adanya pus dan kavun peritonel yang
didapat dengan kuldosentesis maupun laparoskopi
5.
Adanya abses pelvik dengan pemeriksaan
bimanual maupun USG
Di RSUI ORPEHA TULUNGAGUNG tidak
dilakukan pemeriksaan diagnostik dengan
laparoskopik.
Berdasarkan rekomendasi Infection Disease
Society for Obstetrics & Gynecology, USA, Hager
membagi derajat radang panggul menjadi :
Derajat I
: Radang panggul tanpa penyakit (
terbatas pada tuba dan ovarium ), dengan atau
tanpa pelvio-peritonitis.
Derajat II
: Radang panggul dengan penyulit (
didaptkan masa radang, atau abses pada kedua
tuba dan ovarium ) dengan atau tanpa pelvioperitonitis.
Derajat III
: Radang panggul dengan
penyebaran diluar organ-organ pelvik, misal

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

adanya abses tubo ovarial


Diagnosa Banding

1.

Kehamilan ektopik terganggu

2.

Abortus septikus

3.

Torsi kista ovarii atau ruptura kista.

4.

Endometriosis

5.

Apendisitis

Pemeriksaan
penunjang

leboratorik dan mikrobiologik

Standar tenaga

Dokter umum, dokter spesialis kebidanan dan


kandungan

Perawatan RS

71 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Terapi

72 of 123

Berdasar derajat radang panggul, maka pengobatan


dibagi menjadi
1. Pengobatan rawat jalan
Pengobatan rawat jalan dilakukan kepada penderita
radang panggul derajat I.
a. Antibiotik :
sesuai dengan buku Pedoman
Penggunaan Antibiotik RSI Hasanah
Muhammadiyah Mojokerto
Ampisilin 3,5 g/sekali p.o/sehari selama I hari dan
Probenesid 1 g sekali p.o/sehari selama 1 hari.
Dilanjutkan Ampisilin 4 x 500 mg/hari selama 7-10
hari, atau
Amoksilin 3 g p.o sekali hari selama I hari dan
Probenesid 1 g p.o sekali sehari selama 1 hari.
Dilanjutkan Amoksilin 3 x 500 mg/hari p.o selama 7
hari, atau
Tiamfenikol 3,5 g/sekali sehari p.o selama 1 hari.
Dilanjutkan 4 x 500 mg/sehari p.o selama 7-10 hari,
atau
Tetrasiklin 4 x 500 mg/hari p.o selama 7-10 hari,
atau
Doksisiklin 2 x 100 mg/hari p.o selama 7-10 hari,
atau
Eritromisin 4 x 500 mg ari p.o selama 7-10 hari.
b. Analgesik dan antipiretik.
Parasetamol 3 x 500 mg/hari atau
Metampiron 3 x 500 mg/hari.
2. Pengobatan rawat inap
Pengobatan rawat map dilakukan kepada penderita
radang panggul derajat II dan III.
Obat yang diberikan ialah
a. Antibiotik :
sesuai dengan Buku Pedoman
Penggunaan Antibiotika RSI Hasanah
Muhammadiyah Mojokerto.

Ampisilin I g im/iv 4 x sehari selama 5-7 hari


11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

dan Gentamisin 1,5 mg 2,5 mg/kg BB im/iv, 2 x


sehari selama 5-7 hari dan Metronidazol 1 g rek.
Sup, 2, x sehari selama 5-7 hari, atau
Sefalosporin genegrasi III 1 gr/iv, 2-3 x sehari
selama 5-7 hari dan Metronidazol l g rek. Sup 2 x
sehari selama 5-7 hari.
b. Analgesik dan antipiretik.
Khusus untuk abses tubo-ovarial, pada dasarnya
adalah pemberian antibiotik lebih dulu dan baru
kemudian dilakukan pembedahan.
Abses tubo-ovarial yang pecah, dianggap kasus
abdomen akut, sehingga perlu segera dilakukan
pembedahan untuk dilakukan pengangkatan
genitalia interna, pasang drain ( lihat bab Abses
Tubo Ovarial ).
Penyulit

Penyulit radang panggul dapat dibagi :


1.

Penyakit segera

Penyulit segera pads radang panggul ialah


pembentukan abses dan peritonitis, perihepatitis (
Fits-Hugh Curth Syndrome ) dan sakrolitis.
2.

Penyulit jangka panjang.

Penyulit jangka panjang adalah akibat kerusakan


morfologik genitalia interna bagian atas yaitu
berupa
a. Infeksi berulang.
Radang panggul yang timbul kembali setelah 6
minggu pengobatan terakhir. Wanita yang pernah
mengalami radang panggul mempunyai resiko 6-10
kali timbulnya episode radang panggul.
b. Infertilitas.
c. Kehamilan ektopik.
d. Nyeri pelvik kronik
Informed Consent

73 of 123

Perlu

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Konsultasi

Peyakit dalam, bedah

Lama Perawatan

5- 7 atau lebih tergantung komplikasi

Masa Pemulihan

7-14 hr

Output

Sembuh atau menetap, berulang

PA

Bila dilakukan tindakan operatif

Otopsi

Referensi

1.
Faukner.S dan Soman M.Pelvic Inammatory
Disease manual of , outpatient Gynecology. Li le
Brown & Co, 1986, p.29-38.

74 of 123

2.
Hare M.J,.Genital Tract Infection in Women.
Churenhil Livingstone, New York, 1988.
3.
Jones H.W, Wen A.C. et al. Novak Textbook
of Gynecology, 11`h edition, William & Wilkins 188,
p.507-524.
4.
Hacker F.N, Moore J.G. Essential of Obstetrics
and Gynecology. W.B.Saunders Company 1986,
p.304-310.
5.
Handaya. Etiologi dan diagnosis penyakit
radang pelvik. Seminar, radang Pelvik, Jakarta
Oktober 1987.
6.
Khoo S.K. Pelvik Inammatory Disease.
Journal of Paed.Obs &` Gynecology, Nov/Des, 1986,
p.29-39.
7.
Ma ingley, R.F. Te Lindes Operative
Gynecology. Sixth Ed. Harper & Row Publ, Asia
1985.
8.
Moh. Dikman Angsar, Diagnosa Radang
Panggul. Simposium Penyakit Radang Panggul
Pelvik, Denpasar 1988, hal.7-12.

ASUHAN ANTENATAL

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Ditetapkan
PROSEDUR
TETAP

Tanggal terbit

Direktur

Pemeriksaan wanita hamil secara teratur dan tertentu


Pengertian

Tujuan

Menjamin agar tiap kehamilan berakhir dengan kelahiran bayi


yang
Sehat tanpa mengganggu kesehatan ibu.

Kebijakan

75 of 123

Agar pasien mendapatkan pelayanan yang optimal

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Prosedur

Pada Kunjungan Pertama


1. Menentukan Resiko Kehamilan (KRR, KRT).
1.

Melakukan anamnese tentang:

a.
Umur suami istri, pekerjaan, pendidikan, suku, dan agama,
riwayat haid, KB dan kehamilan sekarang, pemeriksaan yang telah
dilakukan, gerakan janin, riwaynt perkawinan, kehamilan dan
persalinannya, riwayat penyakitnya dahulu, penyakit keluarga.
2.

Melakukan pemeriksaan sik umum.

a.
Memeriksa GCS, ada tidaknya anemia, ikterus, sianosis,
sesak, mengukur tinggi badan, memeriksa keadaan organ vital
secara sistematis dan singkat
3.

Melakukan pemeriksaan obstetris.

a. Mengukur tinggi fundus rahim dalam sin.


b.Melakukan pemeriksaan leopold I IV.
c. Membandingkan umur kehamilan menurut anamnesa dan
pemeriksaan.
d.

Melakukan penilaian UPD dan tes Osborn bila ada indikasi.

Melakukan pemeriksaaan laboratoris.


Pemeriksaan Hb, Reduksi, Albuminuria.

ASUHAN ANTENATAL
No. Dokumen

PROSEDUR
TETAP

76 of 123

No. Revisi

Halaman

Tanggal terbit

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

77 of 123

.2. Menentukan Umur Kehamilan dengan Cepat


a.

Menghitung umur kehamilan dengan rumus Naegele.

b.
Melakukan ulangan anamnese bila ada perbedaan umur
kehamilan.
c.

Mengusulkan pemeriksaan USG bila diperlukan.

3. Menentukan Rencana Perawatan dan Persalinan.


Tergantung jenis resiko dan umur kehamilannya.
a)

Bila termasuk KRR.

3.1.1.

Diberikan tablet Fe dan imunisasi TT.

3.1.2.

Mengusulkan perneriksaan USG dan NST bila diperlukan

3.1.3. Mengusulkan pemeriksaan tambahan, konsultasi dan


tindakan.
3.1.4.

Kunjungan berikutnya :

1 bulan berikutnya sampai minggu ke 28.

2 minggu berikutnya sampai minggu 36.

1 minggu berikutnya sampai minggu

partus.
b)

Bila termasuk KRT.

3.2.1. Seperti KRR ditambah yang sesuai dengan policy


KRT-nya.
3.2.2.

Rencana persalinan berupa :

Spontan belakang kepala.

Percepatan kala II.

SC.

2.

Asuhan Pada Kunjungan Berikutnya

2.1. Pada KRR diperiksa pada karnar KRR dan KRT pada
kamar KRT.

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

2.1.1. Janin :
DJJ, ukuran dan perubahannya, jumlah
ketuban, bagian menengah dan penurunannya, serta aktivitas
janin.
2.1.2. Ibu :
Tekanan darah, berat badan dan perubahannya,
tinggu fundus, keluhan-keluhan.
ASUHAN ANTENATAL
No. Dokumen

PROSEDUR
TETAP

No. Revisi

Halaman

Tanggal terbit

Unit terkait
1. Unit Rawat Jalan

PEMERIKSAAN DETAK JANTUNG


JANIN DENGAN DOPPLER
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Ditetapkan
PROSEDUR
TETAP

Tanggal terbit

Pengertian

Suatu urutan tindakan untuk melakukan pemeriksaan DJJ janin

78 of 123

Direktur

dengan alat doppler.

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

PERTOLONGAN PERSALINAN
KALA II
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman
1/2

Ditetapkan
PROSEDUR
TETAP

Pengertian

Tanggal terbit

Direktur

Pertolongan persalinan yang dimulai saat pembukaan servic


lengkap dan
berakhir saat bayi dilahirkan.

Tujuan

Kebijakan

79 of 123

Sebagai pedoman agar setiap persalinan Kala II siologis


dikerjakan secara benar.

Agar pasien mendapatkan pelayanan yang optimal

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

1. Persiapan
Prosedur

1.1.

Satu set partus pak.

1.2.

Satu set resusitasi bayi.

1.3.

Gelas ukur.

1.4.

Bengkok.

1.5.

Timba.

1.6.

Bahan dekontaminasi (larutan lysol 0,5 %).

1.7.

Tempat kotoran.

1.8.

Persiapan pasien, posisi litotomi/jonggens.

1.9.

Persiapan penolong, cuci tangan, memakai celemek.

2. Pelaksanaan
2.1.
Penolong berada di depan vulva/disamping kanan
pasien.
2.2.

Menutup daerah sekitar vulva dengan duk steril.

PERTOLONGAN PERSALINAN KALA II


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman
2/2

PROSEDUR
TETAP

80 of 123

Tanggal terbit
2 Agustus 2008

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

2.3.
Memberi penjelasan pada pasien proses persalinan dan
langkah yang akan dikerjakan serta cara mengejan yang benar.
2.4.

Meminta ibu mengejan waktu ada his.

2.5.
Melakukan anestesi lokal inltrasi pada tempat
eposiotomi menggunakan lidocain 1%.
2.6.

Melakukan esiotomi pada waktu perineum sudah tipis.

2.7.

Melahirkan kepala bayi i dengan secara klasik.

2.7.1. Menahan perineum dan menekan ke arah kranial


menggunakan ibu jari dan jari II, III penolong yang tertutup duk
steril.
2.7.2. Menahan deeksi kepala dengan tangan kiri.
2.7.3. Berturut-turut akan lahir dahi, mata, hidung, mulut dan
dagu.
2.7.4. Membersihkan lendir, mulut, dan hidung.
2.8.
Membiarkan kepala bayi melakukan putar paksi luar, bila
perlu membantu putar paksi luar.
2.9.
Melahirkan bahu, dengan melnegang kepala secara
biparietal dan menahan ke bawah untuk melahirkan bahu depan,
kemudian menari ke arah atas untuk melahirkan bahu belakang.
2.10.
Melahirkan badan dengan memegang kepala secara
bifarietal, melakukan tarikan ke arah lengkung panggul sampai
lahir seluruh badan bayi.
2.11.

Meletakkan badan bayi pada duk steril di atas perut ibu.

2.12.

Membersihkan jalan nafas bayi dan menilai APGAR.

2.13.
Membersihkan badan bayilmemandikan dan kemudian
membungkusnya.

Unit Terkait

81 of 123

1. Unit Rawat Inap

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

PERTOLONGAN PERSALINAN KALA III

(MELAHIRKAN PLASENTA)
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Ditetapkan
PROSEDUR
TETAP

Tanggal terbit

Direktur

Pengertian

Pertolongan persal.inan yang dimulai saat bayi lahir dan berakhir


pada.kelahiran plasenta dan selaput janin.

Tujuan

Kebijakan

82 of 123

Sebagai pedoman agar persalinan Kala III dikerjakan dengan


benar

Agar pasien mendapatkan pelayanan yang optimal

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

1. Persiapan
Prosedur

1.1. Nelaton atau folley cateter.


1.2. Kapas savlon.
1.3. Bengkok.
1.4. Gelas ukuran.
1.5. Timba.
1.6. Bahan dekontaininasi (larutan lysol 0.5 %).
1.7. Tempat plasenta.
2.
2.1.

Pelaksanaan
Penolong berada didepan vulva atau sampaing kanan pasien

2.2. Memasang duk steril untuk menutup daerah vulva


2.3. Melakukan vulva hygiene dengan kapas savlon
2.4. Mengosongkan kandung kemih dengan katheter
PERTOLONGAN PERSALINAN KALA III
(MELAHIRKAN PLASENTA)
No. Dokume

No. Revisi

Halaman
2/2

PROSEDUR
TETAP

83 of 123

Tanggal terbit

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

2.5. Melakukan observasi tanda pelepasan plasenta dengan


memperhatikan parameter sebagai berikut 2.5.1 Perut ibu
Glubuler/cembung
2.5.2 Tali pusat menjulur sedikit
2.5.3 Keluar darah baru dari vagina
2.6 Melakukan tes separasi dengan cara merenggangkan tali
pusat dengan tangan kanan, menekan fundud uteri dengan tangan
kiri, bila tali pusat tidak tertarik ke dalam artinya plasenta sudah
lepas atau separasi.
2.7. Bila plasenta sudah separasi, lahirlah plasenta dengan
menekan fundus uteri ke arah bawah. Tali pusar ditarik pelan
sampai plasenta lahir.
2.8 Melakukan message uterus sampai terasa ada kontrasi
2.9 Memeriksa plasenta apakah ada yang tertinggal
2.10 Memberikan suntikan oksitosin 10 unit intra maskuler
2.11 Mengukur jumlah darah yang keluar
2.12 Membersikan dan merapikan pasien.
2.13 Melakukan dekontaminasi alat dengan laruran klorin 0,5%
2.14 Mengukur gejala cardinal dan mencatat

Unit Terkait

84 of 123

1. Unit Rawat Inap


PENGGUNAAN OKSITIOSIN DRIP

PADA PERSALINAN
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman
1/3

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Ditetapkan
PROSEDUR
TETAP

Tanggal terbit

Direktur

Pengertian

Suatu tindakan pada ibu hamil baik yang sudah inpartu maupun
Yang belum inpartu dengan memasukkan Inf. D 5% dan oksitosin.

Tujuan

Kebijakan

Sebagai pedoman pelaksanaan oksitosin drip baik untuk induksi


maupun akselerasi persalinan

Agar pasien mendapatkan pelayanan yang optimal


1

Prosedur

85 of 123

Persiapan

1.1. Persiapan alat/obat.


1.1.1. Medicuth, infus set.
1.1.2. 2 kolf Dextrose 5%.
1.1.3. Obat oksitosin 5 unit.
1.2. Persiapan pasien.
1.3. Pesiapan penolong.
2. Pelaksanaan
2.1. Oksigen drip hanya diberikan bila tidak ada kontra indikasi
pemberiannya, dan bila his memang tidak adekuat.
2.2. Dipergunakan 500 cc glukose/dextrose 5 % yang ditambah
dengan 5 U oksitosin.
2.3. Tetesan dimulai dengan 8 tetes/menit melakukan evaluasi
selama 15 menit, bila his belum adekuat tetesan dinaikkan menjadi
4 tetes/menit sampai timbul his yang adekuat
2.4. Tetesan maskimal adalah 40 tetesan/menit. Bila dengan 40
tetesan/menit dan sudah 2 kolf dextrose habis his tetap belum
adekuat maka oksitosin dianggap gagal.
11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

PENGGUNAAN OKSITIOSIN DRIP


PADA PERSALINAN
No. Dokumen

PROSEDUR
TETAP

86 of 123

No. Revisi

Halaman

2/3

Tanggal terbit

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

87 of 123

2.5. Yang dimaksud dengan his yang adekuat dalam Minis adalah
his yang mempunyai sifat sebagai berikut:
2.5.1. Interval setiap 3 5 menit, dengan fase relaksasi yang
sempurna.
2.5.2. Lamanya: 40 60 detik.
2.5.3. lntensitas cukup, yang secara praktis dapat ditentukan
dengan menekan fundus uteri dengan jari-jari tangan puncak
kontraksi. lntensitas dianggap cukup apabila pada waktu ditekan
uterus tidak menjadi cekung.
2.6. Evaluasi dari kemajuan persalinan dimulai pada his yang
adekuat.
2.7. Drip dianggap gagal dan dihentikan apabila:
2.7.1. Dengan tetesan 40 tetes/menit dan sudah 2 kolf dextrose
habis tidak didapatkan his yang adekuat.
2.7.2. Sesudah 2 jam dinilai dari permulaan his yang adekuat,
tidak terjadi kemajuan persalinan. Juga tennasuk bila dalam 2 jam
tersebut, his yang semula sudah adekuat menjadi tidak adekuat
lagi.
2.7.3. Pada waktu dilakukan drip timbul komplikasi yaitu fetal
distress, tetania uteri, ruptura uteri irroninens dan lain-lain. Bila
terjadi penyulit-penyulit seperti di atas, oxytosin drip tidak boleh
diulang kembali.
2.8. Penentuan jumlah tetesan pada ositosin drip harus dilakukart
oleh dokter jaga sendiri.
2.9. Bila ekselerasi persalinan berhasil, maka oksitosin drip
dilanjutkan dalam kala II dan dihentikan paling sedikit 2 jam post
partum.

PENGGUNAAN OKSITIOSIN DRIP


PADA PERSALINAN
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

3/3

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

PROSEDUR
TETAP

Tanggal terbit

3. Secondary arrest adalah tidak adanya pembukaan ostium uteri


pada persalinan fase aktif setelah dilakukan evaluasi selama 2 jam.
Untuk menilai kemajuan ini seyogyanya dilakukan 1 orang.
4. Bila terjadi secondary arrest, hendaknya dievaluasi penyebab
terjadinya hal tersebut. Bila persalinan pervaginam tidak mungkin
atau tidak terjadi kelainan letak, maka dilakukan seksio caesarea.

Unit Terkait

1. Unit Rawat Inap

EKSTRAKSI CUNAM
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

01/MED/15

1/5

Ditetapkan
PROSEDUR
TETAP

Pengertian

Tujuan

Tanggal terbit

Direktur

Suatu tindakan persalinan buatan dimana janin dilahirkan pada


suatu tarikan cunam yang dipasang pada kepalanya

Untuk segera melahirkan janin sehingga dapat menyelamatkan


jiwa ibu
maupun janin.

Kebijakan

88 of 123

Agar pasien mendapatkan pelayanan yang optimal

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

1. Indikasi Relatif (Efektif, Prolaktif)


Prosedur

1.1. Ekstraksi cunan yang bila dikerjakan akan menguntungkan


ibu ataupun janinnya, tetapi bila tidak dikerjakan, tidak akan
merugikan, sebab bila dibiarkari, diharapkan janin akan lahir
dalam 15 menit berikutnya.
1.2. Indikasi Relatif dibagi menjadi :
1.2.1. Indikasi De Lee. Ekstraksi cunam dengan syarat kepala
sudah di dasar panggul, putaran paksi dalam sudah sempurna,
levator ani sudah terenggang, dan syaratsyarat ekstrasksi cunam
lainnya sudah dipenuhi. Ekstraksi cunam atas indikasi elektif, di
negara-negara Barat sekarang banyak dikerjakan, karena dinegaranegara tersebut banyak dipakai anestesia atau conduction
analgesia guna mengurangi nyeri dalam persalinan. Anestesia atau
conduction analgesia menghilangkan tenaga mengejan, sehingga
persalinan harus diakhiri dengan ekstraksi cunam.

EKSTRAKSI CUNAM
No. Dokumen

PROSEDUR
TETAP

89 of 123

No. Revisi

Halaman

2/5

Tanggal terbit

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

90 of 123

1.2.2. Indikasi Pinard Ekstraksi cunam yang mempunyai syarat


sama dengan indikasi de lee, hanya di sini Pasien harus sudah
mengejan selama 2 jam.
1.2.3. Keuntungan Indikasi Prolaktik, ialah :
1.2.3.l.
berlebihan.

Mengurangi ketegangan parineum yang

1.2.3.2. Mengurangi penekanan kepala pada jalan lahir.


1.2.3.2. Kala II diperpendek.
1.2.3.4. Mengurangi bahaya kompresi jalan lahir pada kepala.
2. Indikasi Absolut (Mutlak)
2.1. Indikasi Ibu :
2.1.1. Eklamsia, preklampsia.
2.1.2. Ruptura uteri membakat
2.1.3. Ibu dengan penyakit jantung, paru-paru dan lain-lain.
2.2. Indikasi Janin :
2.2.1. Gawat janin.
2.3. Indikasi Waktu :
2.3.1. Kala II memanjang.
3. Indikasi Kontra
3.1.

Bila semua syarat dipenuhi, tidak ada indikasi kontra.

4. Syarat
Untuk dapat melahirkan janin dengan ekstraksi cunan, harus
dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
4.1. Janin harus dapat lahir pervaginam ( tidak ada disproporsi,
sefalopelvik).
4.2.

Pembukaan serviks lengkap.

4.3.
Kepala janin sudah cakap (mencapai letak = sudah terjadi
engagement).
4.4.

Kepala janin harus dapat dipegang oleh cunam.


11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

4.5.

Janin hidup.

4.6.

Ketuban pecah / dipecah.

EKSTRAKSI CUNAM
No. Dokumen

PROSEDUR
TETAP

91 of 123

No. Revisi

Halaman

3/5

Tanggal terbit

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

92 of 123

5. Persiapan
5.1.Persiapan untuk lbu.
5.1.1. Posisi tidur lithotomi.
5.1.2.

Rambut vulva dicukur

5.1.3.

Kandung kemih dan rektum dikosongkan

5.1.4.

Desinfeksi vulva.

5.1.5.

Infus bila diperlukan.

5.1.6.

Narkosis bila diperlukan.

5.1.7.

Kain penutup pembedahan

5.1.8.

Gunting episiotomi.

5.1.9.

Alat-alat untuk menjahit robekan jalan lahir.

5.1.10.

Uterotonika.

5.2.

Persiapan untuk Janin.

5.2.1. Alat-alat pertolongan persalinan.


5.2.2. Alat penghisap lendir.
5.2.3. Oksigen.
5.2.4. Alat-alat untuk resusitasi bayi.
5.3. Persiapan untuk Dokter,
5.3.1.

Mencuci tangan.

5.3.2. Sarung tangan suci hama.


5.3.3.

Baju operasi suci hama.

Sebelum ektrasi cunain dikcrjaknn, penolong harus meneliti secara


cermat apakah semua persiapan tersebut telah lengkap.

EKSTRAKSI CUNAM

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

No. Dokumen

PROSEDUR
TETAP

93 of 123

No. Revisi

Halaman

4/5

Tanggal terbit

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

94 of 123

6.

Teknik

6.1. Cara Pcmasangan Cunam.


Ditinjau dari posisi daun cunam terhadap kcpala janin dan
panggul ibu pada waktu cunam tersebut dipasang, maka
pemasangan cunam dibagi :
6.1.1. Pemasangan Sefalik (pemasangan biparietal, melintang
terhadap kepala), ialah pasangan cunam dimana sumbu panjang
cunam sesuai dengan diameter mentooksipitalis kepala janin,
sehingga daun cunam terpasang secara simetrik di kiri kanan
kepala.
6.1.2. Pemasangan Pelvik (melintang terhadap panggul) ialah
pcmasangan cunam sehingga sumbu panjang cunam sesuai
dengan sumbu panggul.
Jadi pemasangan cunam yang baik ialah, bila cunam terpasang
bilateral kepala dan melintang panggul. Hal ini hanya terjadi bila
kepala janin sudah dipintu bawah panggul dan ubun-ubun kecil
berada di depan di bawah simsis.
Oleh karena itu kriteria pemasangan cunam yang sempurna (ideal)
ialah bila :
6.1.2.l.
cunam

Sutura sagitalis tegak lurus dengan bidang tangkai

6.1.2.2.
tersebut.

Ubun-ubun kecil terletak 1 jari di atas bidang

6.1.2.3.
kepala.

Kedua daun cunam teraba simetris disamping

6.2. Cara Ekstraksi Cunam.


Ekstraksi cunam terdiri dari tujuh langkah, yaitu :
6.2.1. Penolong membayangkan bagaimana cunarn akan
dipasang.
6.2.2. Pemasangan daun cunam pada kepala janin.
6.2.3. Mengisi sendok cunam.
6.2.4. Menilai hasil pemasangan hasil cunarn.
6.2.5. Ekstraksi cunam pcrcobaan.
6.2.6.

Ekstraksi cunam denitif.

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

6.2.7.

Membuka dan melepaskan scndok cunam.

EKSTRAKSI CUNAM
No. Dokumen

PROSEDUR
TETAP

Tanggal terbit

Unit Terkait

1. Unit Rawat Inap

No. Revisi

Halaman

5/5

EKSTRAKSI VAKUM
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Ditetapkan
PROSEDUR
TETAP

Tanggal terbit

Direktur

Pengertian

Tindakan persalinan buatan dimana janin dilahirkan dengan


ekstraksi
tenaga negatif (vakum) pada kepalanya.

Tujuan

95 of 123

Bertujuan untuk segera melahirkan janin sehingga dapat


menyelamatkan
jiwa ibu maupun janin. Alat ini dinamakan ekstraktor vakum atau
ventouse.

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Kebijakan

Agar pasien mendapatkan pelayanan yang optimal

Prosedur

BENTUK DAN BAGIAN-BAGIAN EKSTRAKTOR VAKUM

96 of 123

1. Mangkuk (cup)
1.1. Bagian yang dipakai untuk membuat kaput
suksedaneum artisialis. Dengan mangkuk inilah kepala
diekstraksi. Diameter mangkuk : 3, 4, 5, 6, cm. Pada
dinding belakang mangkuk terdapat tonjolan, untuk
tanda letak denominator.
1.2. Botol
1.2.1. Tempat membuat tenaga negatif (vakum). Pada
tutup botol terdapat manometer, saluran menuju
ke pompa penghisap, dan saluran menuju ke
mangkuk yang dilengkapi dengan pentil.
1.3. Karet penghubung.
1.4. Rantai penghubung antara mangkuk dengan pemegang.
1.5. Pemegang (extraction bandle).
1.6. Pompa penghisap (vakum pomp)
2. Indikasi
2.1. Ibu
2.1.1. Untuk memperpendek kala II, misalnya :
a. Penyakit jantung kompensata
b.Penyakit paru-paru brotik.
Waktu : kala II yang mamanjang.

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

EKSTRAKSI VAKUM
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman
2/4

PROSEDUR
TETAP

97 of 123

Tanggal terbit

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

98 of 123

2.2. Janin.
2.2. 1. Gawat Janin (masih kontroversi)
3. INDIKASI KONTRA
3.1. Ibu
3. l. l. Ruptura uteri membakat.
3.1.2.

Pada penyakit-penyakit dimana ibu secara

mutlak tidak boleh mengejan, misalnya payah


jantung, Preeklampsia berat.
3.2. Janin
3.2.1. Letak muka.
3.2.2. After coming head.
3.2.3. Janin preterm.
4.

SYARAT

4.1 Syarat-syarat ekstraksi vakum sama dengan ekstraksi


cunarn, hanya disini syarat lebih luas, yaitu :
4.1.1 Pembukaan lebih dari 7 cm (hanya pada multigravida)
4.2 Penurunan kepala janin boleh pada hodge II
ada kontraksi rahim dan ada tenaga pengejan.

Harus

Teknik
1.

Cara Pcmasangan Cunam.

Ditinjau dari posisi daun cunam terhadap kcpala janin dan


panggul ibu pada waktu cunam tersebut dipasang, maka
pemasangan cunam dibagi :
1.1. Pemasangan Sefalik (pemasangan biparietal, melintang
terhadap kepala), ialah pasangan cunam dimana sumbu panjang
cunam sesuai dengan diameter mentooksipitalis kepala janin,
sehingga daun cunam terpasang secara simetrik di kiri kanan
kepala

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

EKSTRAKSI VAKUM
No. Dokumen

PROSEDUR
TETAP

99 of 123

No. Revisi

Halaman

Tanggal terbit

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

.
1.2. Pemasangan Pelvik (melintang terhadap panggul) ialah
pemasangan cunam sehingga sumbu panjang cunam sesuai
dengan sumbu panggul.
Jadi pemasangan cunam yang baik ialah, bila cunam terpasang
bilateral kepala dan melintang panggul. Hal ini hanya terjadi bila
kepala janin sudah dipintu bawah panggul dan ubun-ubun kecil
berada di depan di bawah simsis.
Oleh karena itu kriteria pemasangan cunam yang sempurna (ideal)
ialah bila :
1.2.l.

Sutura sagitalis tegak lurus dengan bidang tangkai

cunam
1.2.2. Ubun-ubun kecil terletak 1 jari di atas bidang tersebut.
1.2.3. Kedua daun cunam teraba simetris disamping kepala.
2. Cara Ekstraksi Cunam.
Ekstraksi cunam terdiri dari tujuh langkah, yaitu :
2.1.
Penolong membayangkan bagaimana cunarn akan
dipasang.
2.2.

Pemasangan daun cunam pada kepala janin.

2.3.

Mengisi sendok cunam.

2.4.

Menilai hasil pemasangan hasil cunarn.

2.5.

Ekstraksi cunam pcrcobaan.

2.6.

Ekstraksi cunam denitif.

2.7.

Membuka dan melepaskan scndok cunam.

EKSTRAKSI VAKUM
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman
4/4

PROSEDUR
TETAP

100 of 123

Tanggal terbit

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

TINDAKAN OPERATIF

DALAM KALA URI


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Ditetapkan
PROSEDUR
TETAP

Tanggal terbit

Direktur

Suatu tindakan yang


Pengertian

bertujuan untuk segera melahirkan / mengeluarkan plasenta


dari rongga rahim.

Tujuan

Kebijakan

101 of 123

Segera melahirkan/mengeluarkan plasenta dari rongga rahim


sehingga dapat menyelamatkan jiwa ibu.

Agar pasien mendapatkan pelayanan yang optimal

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

1. PERASAT CREDE
Prosedur

1.1. Perasat crede bermaksud melahirkan plasenta yang belum


lahir secara ekspresi.
2. Syarat
2.1. Uterus berkontraksi balk dan veksika urinaria kosong.
3. Pelaksanaan
3.1. Fundus uteri dipegang oleh tangan kanan sedemikian
rupa, sehingga ibu jari terletak pada permukaan depan
uterus sedangkan jari lainnya pada fundus dan
permukaan belakang. Bila ibu gemuk hal ini tidak bisa
dilaksanakan dan sebaiknya dilaksanakan secara
manual. Setelah uterus dengan rangsangan tangan
berkontraksi baik, maka uterus ditekan ke jalan lahir.
Gerakkan jari jari seperti rnenreras jeruk. Perasat crede
tidak boleh dilalukan pada uterus yang tidak
berkontraksi karena dapat menimbulkan inversio uteri.

TINDAKAN OPERATIF
DALAM KALA URI
No. Dokumen

PROSEDUR
TETAP

102 of 123

No. Revisi

Halaman

2/4

Tanggal terbit

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

103 of 123

3.2. Perasat crede memang banyak menimbulkan kontroversi.


Ada
beberapa alili yang berpendapat bahwa perasat ini berbahaya
karena menimbulkan karena menimbulkan tromboplastin atau
brinolis okinase yang mengakibatkan koagulopati. Kalangan lain
mengatakan baliwa hal tersebut tidak mengatakan bahwa hal
tersebut tidak terbukti dan menganggap perasat crede yang
dilakukan secara artis artinya tanpa paksaan tetap berguna.
3.3. Perasat crede dapat dicoba sebelum meningkat pada
pelepasan plasenta secara manual.
4. PELEPASAN PLASENTA SECARA MANUAL
4.1. Indikasi
4.1.1. Retensio plasenta dan pendaralian banyak pada kala uri
yang tidak dapat diberhentikan dengan uterotonika dan masase.
4.2.

Pelaksanaan

4.2.1. Sebaiknya pelepasan plasenta secara manual dilakukan


dalam narkose, karena relaksasi otot mernudahkan
pelaksanaannya. Sebaiknya juga dipasang infus garam siologik
sebelum tindakan dilakukan. Setelah disinfeksi tangan dan vulva,
termasuk daerah sekitarnya maka daerah labia dibeberkan dengan
tangan kiri sedangkan tangan kanan dimasukkann secara obsterik
ke dalam vagina.
4.2.2. Tangan kiri sekarang menahan fundus untuk mencegah
kolpaporeksis tangan kanan dengan gerakan mernutar-rnutar
menuju ostium uteri dan terus ke lokasi plasenta, tangan dalam ini
menyusuri tali pusat agar tidak terjadi false route.
4.2.3. Supaya tali pusat mudah teraba, dapat diregangkan oleh
asisten. Setelah tangan dalam sampai ke plasenta maka tangan
tersebut pergi ke pinggir plasenta dan mencari bagian plasenta
yang sudah lepas untuk menentukan bidang pelepasan yang tetap.
Kemudian dengan sisi tangan sebelah kelingking plasenta
dilepaskan pada bidang antara bagian plasenta yang sudah
terlepas dan dinding ralrim dengan gerakan yang sejajar dengan
dinding
rasSetelah seluruh plasenta terlepas, plasenta dipegang dan
dengan perlahan-lahan ditarik keluar

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

TINDAKAN OPERATIF
DALAM KALA URI

PROSEDUR
TETAP

104 of 123

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

01/MED/17

Tanggal terbit
2 Agustus 2008
Walaupun orang takut bahwa pelepasan plasenta meningkatkan
insidensi infeksi tidak boleh dilupakan bahwa perasat ini justru
bermaksud menghemat darah dan menangguhkan kejadian
melahirkan plasenta paling lama 30 menit setelah anak lahir.
4.2.4. Kesulitan yang mungkin dijumpai waktu pelepasan
plasenta secara manual ialah adanya lingkaran konstriksi, yang
hanya dapat dilalui dengan diatasi oleh tangan dalam secara
perlahan-lahan dan dalam narkosis yang dalam. Lokasi plasenta
pada dinding depan rahim juga sedikit lebih sukar dilepaskan
daripada lokasi pada dinding belakang. Ada kalanya plasenta
tidak dapat dilepaskan secara manual seperti halnya pada plasenta
akreta.
4.2.5. Plascnta akreta ditanggulangi dengan histerektomi. Setelah
pelepasan plasenta secara manual sebaiknya pasien diberi
antibiotika apalagi kalau kehilangan darah banyak.
4.2.6. Post tindakan dapat dilakukan eksplorasi uterovaginal,
dengan inspeculo dilihat portio uteri, fornix posterior, anterior dan
lateral, kemudian dilihat dinding vagina.
.
5.
5.1.

EKSPLORASI RONGGA RAHIM


Indikasi

5.1.1. Persangkaan tertinggalnya jaringan plasenta (plasenta lahir


tidak lengkap), setelah operasi vaginal yang sulit seperti ekstraksi
cunam yang sulit, dekapitasi, versi, dan ekstraksi, perforasi dan
lain-lain, untuk menentukan apakah ada ruptura uteri eksplorasi
juga dilakukan pada pasien yang pernah mengalami seksio sesaria
dan sekarang melahirkan pervaginam.

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

PENCEGAHAN PENDARAHAN

PADA KALA NIFAS DINI


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Ditetapkan
PROSEDUR
TETAP

Tanggal terbit

Direktur
.

Mencegah terjadinya perdarahan yang patologis pada kala


Pengertian

nifas dini yaitu perdaralran lebilr dari 500 cc setelah plasenta


lahir sampai 24 jam pertarna setelah persalinan.

Untuk mencegah terjadinya perdarahan yang patologis pada kala


Tujuan

nifas dini yaitu perdaralran lebih dari 500 cc setelah plasenta lahir
sampai 24 jam pertama setelah persalinan.

Kebijakan

105 of 123

Agar pasien mendapatkan pelayanan yang optimal

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

1. INDIKASI
Prosedur

1.1. Terjadi perdarahan kala nifas (lebih atau diduga lebih 500 cc
sejak
plasenta lahir.
2. Petunjuk :
2.1 Perhitungan secara visual (sulit karena sering sudah
menggumpal atau meresap dalam kain)
2.2 Atau dengan monitoring tanda vital dan menghitung dalam
formula Giesecke
3. Penatalaksanaan
3.1. Pemasangan infus ukuran besar apabila belum terpasang,
bila pendarahan banyak dan syok berat sebaiknya dipasang lebih
dari satu saluran infus.
3.2. Pemberian cairan pengganti (RL/PZ) sesuai dengan formula
Giesecke.
3.3. Pemasangan kateter tetap den mengukur produksi urine
secara berkala.
3.4. Monitor tanda vital secara intensif selarna pertolongan
diberikan.
3.5. Massage uterus atau kompresi bimanual.

PENCEGAHAN PENDARAHAN
PADA KALA NIFAS DINI
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman
2/2

PROSEDUR
TETAP

106 of 123

Tanggal terbit

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

3.6. Pernberian uterotonika kalau perlu secara kontinyu melalui


drip, dengan 20 30 unit oksitosis dalam 1000 cc cairan kristaloid
dengan kecepatan 200 cc/jam Quilligan menganjurkan pemberian
oksitosin 10 20 unit RL 5000 cc/jam disertai massege bimanual
kemudian intermi en fundal massege selama 10 20 merit
dilakukan selama beberapa jam sampai kontraksi uterus cukup
keras tanpa stimuli.
3.7. Apabila setelah pemberian oksitosis dalam 1000 cc cairan
tidak berhasil dapat diberikan derifat ergot atau prostagladin.
3.8. Penggunaan tampon uterus mungkin berhasil untuk
menghentikan perdarahan karena atonia yang gagal dengan
obat-obatan: Pernasangan tampon harus secara hati-hati den
secara padat. Bahaya adalah memberi rasa aman yang semu
sehingga menunda tindakan denitif yang perlu. Tampon yang
padat menyerap darah sampai 1000 cc. Untuk mencegah infeksi
sebaiknya diberikan antibiotika dan diangkat dalam 24 jam.
3.9. Apabila usaha di atas juga gagal maka dapat
dipertimbangkan tindakan operatif yang ligasi arteria
hypogastrika pada wanita yang masih ingin anak atau
histerektomi bila sudah tidak menginginkan.

Unit Terkait

1. Unit Rawat Inap

PENJAHITAN ROBEKAN PERINEUM


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Ditetapkan
PROSEDUR
TETAP

107 of 123

Tanggal terbit

Direktur

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Pengertian

Memperbaiki robekan perineum dengan jalan menjahir lapis demi


lapis.

Sebagai pedoman agar robekan pada perineum baik, yang terjadi


Tujuan

akibat luka episiotomi maupun ruptur perineum spontan dapat


dijahit dengan benar.

Kebijakan

108 of 123

Agar pasien mendapatkan pelayanan yang optimal

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

1.
Prosedur

ETIOLOGI

Robekan pada perineum umumnya terjadi pada persalinan


dimana :
1.1. Kepala janin terlalu cepat lahir
1.2. Persalinan tidak dipimpim sebagaimana mestinya
1.3. Sebelumnya pada perineum terdapat banyak jaringan parut
1.4. Pada persalinan dengan distoksia bahu
2.

JENIS/TINGKAT

2.1. Robelan perineum dapat dibagi atas 3 tingkat :


2.1.1. Tingkat I : Robekan hanya terjadi pada selaput lendir
vagina dengan atau tanpa mengenai kulit perineum sedikit.
2.1.2. Tingkat Il : Robekan yang terjadi lebih dalam yaitu selain
mengenai selanput lendir vagina juga mengenai muskulus perinei
transversalis, tapi tidak mengenai sphinter ani.
2.1.3. Tingkat III : Robekan yang terjadi mengenai seluruh
perineum sampai mengenai otot-otot sphinfer ani.
2.2. Teknik menjahit robekan perineum :
2.2.1 Tingkat I : Penjahitan robekan perineum tingkat I dapat
dilakukan hanya dengan memakai catgut yang dijahit secara
jelujur (continouse suture) atau dengan cara angka delapan (gure
of eight).

PENJAHITAN ROBEKAN PERINEUM


No. Dokumen

PROSEDUR
TETAP

109 of 123

No. Revisi

Halaman

2/2

Tanggal terbit

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

2.2.2. Tingkat II : Sebelum dilakukan penjahitan pada robekan


perineum tingkat lt maupun tingkat III, jika dijumpai pinggir
robekan yang tidak rata atau bergerigi, maka pinggir yang
bergerigi tersebut yang diratakan terlebih dahulu, kemudian
digunting. Setelah pinggir robekan rata, baru dilakukan penjahitan
luka robekan.
2.2.3. Mula mula otot dijahit dengan catgut, kemudian selaput
lendir vagina dijahit dengan catgut secara terputus-putus atau
jelujur, penjahitan selaput lendir vagina dimulai dari puncak
robekan. Terakhir kulit perineum dijahit dengan benang sutera
secara terputus-putus.

Unit Terkait

1. Unit Rawat Inap

RUPTUR PERINEUM TOTAL


No. Dokume

No. Revisi

Halaman
1/1

Ditetapkan
PROSEDUR
TETAP

Tanggal terbit

Direktur

Pengertian

Sejumlah tindakan untuk merawat ruptur perineum total.

Perawatan Pasien dengan Ruptur perineum total.


Tujuan

Kebijakan

110 of 123

Agar pasien mendapatkan pelayanan yang optimal

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

PROSEDUR
Prosedur

1.

Menyiapkan dan memasang dauer catheter (selama 3 hari).

2.

Memberikan diet makanan lunak rendah serat (tanpa sayur).

3. Memberikan obat sesuai dengan advis dokter (secara


iv/im/oral)
3.1. Antibiotik
3.2. Analgesik
3.3. Roborantia
3.4. Laxantia
4.

Merawat luka perineum.

5.

Observasi penyuluhan tentang :

5.1.

Mobilisasi bertahap

5.2.

Diet makanan serat

5.3.
Pentingnya menjaga kebersihan genetalila/diri dan
lingkungan.

Unit Terkait

1. Unit Rawat Inap


POST PARTUM DINI

(DALAM 24 JAM POST PARTUM)


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Ditetapkan
PROSEDUR
TETAP

111 of 123

Tanggal terbit

Direktur

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Suatu tindakan untuk merawat Pasien 2 jam pasca persalinan.


Pengertian

Tujuan

Kebijakan

112 of 123

Sebagai pedoman perawatan pasien post partum di ruangan


bersalin

Agar pasien mendapatkan pelayanan yang optimal

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

1.
Prosedur

113 of 123

Memeriksa

1.1. Tinggi fundus uteri.


1.2. Kontraksi uterus.
1.3. Perdarahan pervaginaan.
1.4. Mengukur gejala kardinal tiap 4 jam.
1.5. Memandikan pasien yang baru melahirkan.
1.6. Merawat jahita.n perineum.
1.7. Memeriksa dan mengawasi keluarnya ASI.
1.8. Membantu ibu meneteki bayinya.
1.9. Observasi keluhan sesudah melahirkan :
1.9.1. Adanya kesulitan BAK.
1.9.2. Adanya keluhan tentang laktasi.
1.9.3. Adanya nyeri karena his postpartum.
1.9.4. Adanya nyeri pada symphisis.
1.10. Memberikan penyuluhan tentang :
`

1.10.1.

Gizi ibu nifas.

1.10.2.

Perawatan payudara dan laktasi.

6.1.10.3.

Kebersihan diri dan lingkungan.

6.1.10.4.

KB yang cocok bagi ibu nifas.

6.1.10.5.

Perawatan bayi (tali pusat).

6.1.10.6.

Perawatan jahitan perineum.

1.11. Untuk partus siologis perawatan ibu di ruangan bersalin


maksimal 3 (tiga) hari.
POST PARTUM DINI
(DALAM 24 JAM POST PARTUM)
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman
2/2

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

PROSEDUR
TETAP

Tanggal terbit

Unit Terkait

1. Unit Rawat Inap

MENYUSUI BAYI YANG BENAR


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Ditetapkan
PROSEDUR
TETAP

Tanggal terbit

Direktur

Pengertian

Suatu urutan tindakan untuk menyusui bayi yang benar.


.
Sebagai pedoman untuk pelaksanaan menyusui bayi secara benar.

Tujuan

Kebijakan

114 of 123

Agar pasien mendapatkan pelayanan yang optimal

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

1. Ibu dalam posisi :


Prosedur

1.1. Duduk
1.2. Berbaring
1.3. Berdiri
2. Cara memegang bayi, posisi perut bayi menempel pada perut
ibu.
3. Cara memegang bayi, posisi perut bayi menempel pada perut
ibu.
1. Cara memegang payudara dengan ibu jari berada dibagian
payudara bagian atas, 4 jari bagian payudara bawah.
2. Memasukkan pu ing susu sampai areola mamae.
3. Memperhatikan posisi pu ing susu dalam mulut bayi sehingga
bayi kelihatan menghisap dengan kuat.
4. Cara melepas pu ing susu dengan ujung jari kelingking
dimasukkan ke lidah satu sisi mulut bayi.
5. Menyusui dengan memberikan kedua payudara.
6. Menyusui tidak terjadual.
7.Menyendawakan bayi setelah menyusu dengan cara
menggendong bayi tegak dengan kepala bersandar pada pundak
ibu kemudian menepuk punggungnya perlahan-lahan.
MENYUSUI BAYI YANG BENAR
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman
2/2

PROSEDUR
TETAP

Tanggal terbit

Unit Terkait

1. Unit Rawat Inap

115 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

PEMERIKSAAN VAGINAL
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Ditetapkan
PROSEDUR
TETAP

Tanggal terbit

Direktur

Pengertian

Suatu tindakan memasukkan jari telunjuk dan jari tengah ke


dalam
vagina untuk pemeriksaan ginekologi.
.

Tujuan

Sebagai pedoman untu.k pemeriksaan vaginal dibidang


Ginekologi, agar
pasien mengerti dan faham akan tujuan pemeriksaan.

Kebijakan

116 of 123

Agar pasien mendapatkan pelayanan yang optimal

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

1. Konseling
Prosedur

1.1. Menerangkan maksud dan tujuan petneriksaan vaginal pada


pasien.
2. Persiapan Tindakan
2.1.

Syarat :

2.1.1. Dilakukan dengan halus dan hati-hati.


2.1.2. Dilakukan dalam keadaan steril.
2.1.3. Dilakukan dengan pendamping tenaga paramedik atau
keluarga pasien.
2.2. Indikasi
2.2.1.
(check up).
2.2.2.

Pada perneriksaan kesehatan ginekologik berkala

Bila ada keluhan dan atau kelainan yang diduga

berasal dari organ genitalis.


2.3 Indikasi Kontra
2.3.1. Masih virgin
2.3.2. Dalam hal ini dilakukan pemeriksaan rektal.

ASUHAN NIFAS
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Ditetapkan
PROSEDUR
TETAP

117 of 123

Tanggal terbit

Direktur

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Pengertian

Perawatan dan penatalaksanaan setelah persalinan


.
Sebagai pedoman untu.k perawatan nifas dibidang , agar

Tujuan

pasien mengerti dan faham akan tujuan pemeriksaan.

Kebijakan

Agar pasien mendapatkan pelayanan yang optimal tentang

118 of 123

Kelainan yang berhubungan dengan infeksi.


Kelainan yang berhubungan dengan perdarahan.
Kelainan yang berhubungan dengan trombosit.
Kelainan yang berhubungan dengan payudara dan menyusui.

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Prosedur

119 of 123

Diagnosis :

Anamnesis / MMPI tes.

Pemeriksaan sik.

USG dan Doppler.

CT-Scan (khusus tersangka Sindroma Sheehan pada HPP


berat)

Laboratorium.

Mensuport involusi sempurna.

Mensuport ASI eksklusif.

Mensuport system kardio vaskuier GIT, traktus urinarius


kembali ke N

Mensuport estetik perempuan.

Kewaspadsan post partum blus.

Manajemen :

Keluhan yang berhubungan dengan infeksi:

Antibiotik

Perawatan luka terinfeksi

Drainase

Laparotomi

Perawatan intensif pada keadaan lanjut (sepsis)

Kelainan yang berhubungan dengan perdarahan

Preparat Ergometrin / Oksitosin

Kuretase

Laparotomi

Antibiotik

Kelainan yang berhubungan dengan tromboemboli

Obat Antikoagulan

Antibiotik

Ambulasi dini

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

1. Konseling
1.1. Menerangkan maksud dan tujuan petneriksaan vaginal pada
pasien.
2. Persiapan Tindakan
2.1.

Syarat :

2.1.1. Dilakukan dengan halus dan hati-hati.


2.1.2. Dilakukan dalam keadaan steril.
2.1.3. Dilakukan dengan pendamping tenaga paramedik atau
keluarga pasien.
2.2. Indikasi
2.2.1.
(check up).
2.2.2.

Pada perneriksaan kesehatan ginekologik berkala

Bila ada keluhan dan atau kelainan yang diduga

berasal dari organ genitalis.


2.3 Indikasi Kontra
2.3.1. Masih virgin
2.3.2. Dalam hal ini dilakukan pemeriksaan rektal.

PEMERIKSAAN VAGINAL
Halaman

No. Revisi

Halaman
2/2

Ditetapkan
PROSEDUR
TETAP

120 of 123

Tanggal terbit

Direktur

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

3.10. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan bimanual untuk


mengetahui keadaan rahim. Jika arah uterus anteeksi, uterus
dapat diraba diantara dua tangan, yang satu di dalam vagina pada
forniks anterior dan yang lain menekan uterus ke bawah dari
dinding perut. Ditentukan konsistensi, besar, kontur, mudah
digerakkan atau tidak, apakah nyeri tekan, ada atau tidaknya
tumor. Jika arah uterus retroeksi, tangan yang berada di vagina
menekan forniks posterior untuk dapat meraba uterus.
3.11. Pada saat tangan menekan forniks posterior, diraba pula
keadaan ligarnen sakrouterium dan rongga douglas menonjol.
3.12. Pemeriksaan dilanjutkan dengan menekan adneksa
parametrium kanan dan kiri. Tangan yang berada di vagina
menekan forniks.lateralis dan yang berada diluar menekan
dinding perut. Diraba ovarium: besarnya, nyeri tekan, tumor dan
derajat kebebasannya.
3.13. Untuk meraba lebih jelas bagian belakang rahim dan
rongga douglas, kadangkala dilakukan pula pemeriksaan
rektovaginal. Jari telunjuk dimasukkan vagina dan jari tengah
dimasukkan rectum.
4. Tindak Lanjut

Unit Terkait

4.1.

Menulis hasil pemeriksaan pada status pasien.

4.2.

Menetapkan diagnosa.

1. Unit Rawat Inap

INDUKSI PERSALINAN DENGAN


MISOPROSTOL
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Ditetapkan
PROSEDUR
TETAP

121 of 123

Tanggal terbit

Direktur

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

Unit terkait

. Unit Rawat Inap

Dikirimkan di obstetri9 Komentar

9 pemikiran pada Standar Pelayanan Medis (SPM) dan


Standar Operasional Prosedur (SOP) , OBGIN
1.

wahyu berkata:
April 14, 2011 pukul 6:09 am
wah bagus sekali.. izin ya mas untuk buat perbandingan dRumah sakit saya.. soalnya masih
menyusun SPM mas..

2. Balas
aisyatul berkata:
September 20, 2011 pukul 10:44 pm
silahkan, mau akreditasi ya. sukses
3. Balas
Anis berkata:
Desember 24, 2011 pukul 2:17 am
Asslmkm,wr,wb mz saya mohon izin untuk di save sebagai perbandingan di RSIA baru tempat saya
bekerja.
4. Balas
wawan berkata:
Juni 26, 2012 pukul 2:38 am
izin ya mas buat perbandingan di pkm rawat inap saya, ini masih dalam penyusunan SPM
5. Balas
dewi berkata:
Oktober 22, 2012 pukul 9:24 am
alhamdulillaaahhhboleh saya copas ya mas bt perbandingan jg di rs saya

122 of 123

11/25/2015 12:03 PM

Standar Pelayanan Medis (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)... https://aisyatul.wordpress.com/2011/03/21/standar-pelayanan-medis-spm...

6. Balas
rodekjack berkata:
Maret 5, 2013 pukul 2:58 pm
asslamualaikum mbak aisyahmbak bisa posting beberapa sop untuk rumah sakit, seperti sop rawat
inap, rawat jalan , farmasi dan lain2..
thanks ya mbak..
Balas
1.
ais berkata:
Maret 17, 2013 pukul 2:27 am
waalaikum salam wr wb, maaf sop yg lain punya rs. sama-sama tx
7.

Balas
3d Website berkata:
Juli 15, 2013 pukul 4:42 pm
Whats up, after reading this amazing paragraph i am also cheerful to share my familiarity here with
colleagues.

8. Balas
Rosidah Abidin berkata:
September 17, 2013 pukul 3:30 am
Assalamualaikum. Terima kasih atas posting ini. Alhamdulillah sangat bermanfaat. Semoga menjadi
berkah.

123 of 123

Balas

Blog di WordPress.com. | The Boardwalk Theme.

11/25/2015 12:03 PM