Anda di halaman 1dari 19

A.

Dasar Pengolahan LImbah Karet


Limbah merupakan hasil sisa dari sebuah proses yang tidak dapat digunakan kembali,
apabila limbah ini terlalu banyak dilingkungan maka akan berdampak pada pencemaran
lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Limbah ada dua bagian sumber
yaitu limbah yang bersumber domestik (limbah rumah tangga) dan limbah yang
berasal dari non-domestik (pabrik, industri dan limbah pertanian). Karakteristik
bahan-bahan yang termasuk limbah adalah mudah meledak, mudah terbakar, bersifat
reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif dan lain-lain. Kegiatan industri,
domestik, dan kegiatan lain berdampak negatif terhadap sumber daya air, antara lain
menurunkan kulitas air. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan dan perlindungan
sumber daya air secara seksama.
Oleh karena itu, dalam pembuangan limbah baik yang domestik maupun yang nondomestik di

daerah

pemukiman

sebaiknya

dilakukan

penataan

ulang

lokasi

pembuangan limbah, agar aliran limbah dari masing-masing pemukiman penduduk


dapat terkoordinasi dengan baik, dan tidak menimbulkan penyakit yang meresahkan
kehidupan penduduk sekitar. Salah satu industri yang erat hubungannya dengan
masalah lingkungan adalah industri karet. Dari proses pengolahan karet akan
menghasilkan limbah cair yang mengandung senyawa organik. Hal ini memerlukan
penanganan yang terpadu antara pihak pemerintah, industri dan masyarakat, juga
diperlukan teknologi pengolahan limbah karet yang murah dan mudah dalam
penanganannya, seperti melalui proses aerasi dan koagulasi.
Sumber Limbah Industri Karet apabila dilihat dari tahapan poduksi baik dari bahan baku
berasal dari lateks dan bahan olahan karet rakyat (bokar), maka limbah yang terbentuk
pada industri karet dapat berupa limbah padat, limbah cair, dan limbah gas. Kualitas
bahan baku berpengaruhterhadap tingkat kuantitas dan kualitas limbah yang akan
terjadi dengan rincian sebagai berikut:
1)

makin kotor bahan karet olahan akan mkin banyak air yang diperlukan untuk

proses pembersihannya, sehingga debit limbah cairpun meningkat.

2)

makin kotor dan makin tinggi kadar air dari bahan baku karet olahan, akan

makinmudah terjadinya pembusukan, sehingga kuantitas limbah gas/bau pun


meningkat.
3)

bahan baku karet olahan yang kotor menyebabkan kuantitas lumpur, tatal dan

pasir relatif tinggi.


Pengelolaan limbah dapat dikelompokkan kedalam pengolahan dari sumbernyayang
disebut sebagai proses produksi bersih, dan pengelolaan saat limbah tersebut keluar
dari proses produksi. Pengolahan limbah pendahuluan bertujuan untuk memisahkan
zatatau unsur padatan kasar yang ada dalam air limbah dengan cara penyaringan
untuk meminimalisasi gangguan dalam proses pengolahan limbah berikutnya Teknik
pengelolaan air limbah secara efektif dan efisien serta berkesinambunganharus
dilaksanakan dalam melakukan pengkajian dan inovasi penerapan teknologi produksi
bersih, untuk mendukung terwujudnya undustri karet yang berdaya saing tinggidan
berwawasan lingkungan.
B.Manfaat Limbah Cair Karet
Teknologi pemanfaatan limbah cair pabrik karet menjadi minyak tanah dan solar
ditemukan oleh Ahmad Rasno dan Zulkifli Maulana, warga Kebun Sembilan, Sungai
Gelam, Muaro Jambi, setahun lalu. Temuan ini sayangnya nyaris sia-sia karena tidak
mendapat dukungan pemerintah daerah setempat.Teknologi ini dapat mengolah limbah
menjadi energi yang terbarukan. Dari limbah karet cair sisa olahan pabrik dapat
menghasilkan minyak tanah dan solar sebanyak 80 persennya , melalui proses
penyulingan. Dari 100 liter limbah misalnya, akan menghasilkan 80 liter minyak
tanah/solar.Menurut Zulkifli, sejak teknologi ini ditemukan, mesin tungku yang
dimilikinya mampu menghasilkan 1-1,5 ton minyak tanah/solar setiap hari.
Penemuan ini semula ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar mesin cetak
batu bata bagi 60 keluarga perajin bata setempat yang tergabung dalam Koperasi
Berkat Doa Bersama.Sejak diujicobakan, teknologi ini berhasil menyabet Juara I Lomba
Teknologi Tepat Guna Tingkat Nasional yang diselenggarakan TVRI Tahun 2007.

Mereka juga diundang untuk mengikuti Pameran Nasional Teknologi Tepat Guna di
Manado, November 2007. Akan tetapi, sejauh ini belum ada dukungan moril maupun
materil dari pemerintah daerah, tuturnya, Kamis (24/4).Pihaknya tidak dapat
berproduksi secara tetap karena terbentur aturan perizinan. Empat perizinan yang
menurutnya sulit didapat sampai sekarang adalah, izin menampung, mengangkut,
memanfaatkan, dan mengolah limbah cair.Menurut Zulkifli, pihaknya telah sempat
melakukan pengurusan di Kementrian Lingkungan Hidup, namun proses perizinan
kemudian dialihkan ke Bapedalda Provinsi Jambi. Hingga saat ini, pihaknya belum juga
dapat mengantongi izin tersebut, yang berarti teknologi mereka nyaris sia-sia. Pihaknya
memohon rekomendasi Bupati Muaro Jambi untuk dapat memanfaatkan limbar cair dari
pabrik karet, akan tetapi tak ada tanggapan sama sekali.Menurut Zulkifli, potensi
pemafaatan limbah cair karet cukup besar. Terdapat delapan pabrik pengolahan karet di
Kota Jambi dan sekitarnya, yang masing-masing menghasilkan limbah 60-100 liter per
hari. Selain limbah cair olahan karet, limbah rig hasil pengeboran minyak mentah juga
bisa diolah menjadi solar dan minyak tanah. Selain terbentur masalah perizinan, Zulkifli
dan Rasno tak dapat mematenkan hasil temuan mereka, karena mesin tungku dan pipa
besi yang mereka gunakan adalah barang bekas.
ditemukannya teknologi pengolahan limbah cair pabrik karet menjadi minyak tanah dan
solar, menurutnya, berawal dari kesulitan para perajin setempat mendapatkan bahan
baku kayu bakar untuk memasak batu bata.Ahmad Rasno yang pernah bekerja di
bengkel, mencoba sistem penyulingan limbah karet ini, yang menghasilkan minyak
tanah dan solar sebagai pengganti kayu bakar. Zulkifli kemudian menyempurnakan
teknologi ini dengan memasangkan sistem pendinginan, untuk mempercepat proses
produksi minyak.

(Gambar ini menunjukan proses pemilihan limbah karet yang ingin di olah)

(Gambar ini menunjukan proses pembersihan dari kotoran atau benda-benda logam
yang melekat)

(Hasil produk dari pengolahan limbah karet)


https://sonysugiarto.wordpress.com/2014/12/12/pengolahan-limbah-karet/
PENDAHULUANLatar Belakang
I n d o n e s i a m e r u p a ka n n e g a r a d e n g a n l a h a n p e r k e b u n a n k a r e t t e r l u a s d i
d u n i a . Namun bila ditinjau dari segi produktivitas, Indonesia masih berada di
bawah
Thailandd a n Ma l a ys i a . I n i m e m p e r l i h a t k a n k u r a n g e f i si e n n ya p e n g o l a h a
n k a re t d i I n d o n e s i a selama

ini.Karet

adalah

polimer

hidrokarbon

yang

terbentuk dari emulsi kesusuan (dikenalsebagai latex) yang diperoleh dari


getah

beberapa

jenis

tumbuhan

pohon

karet

tetapid a p a t j u g a d i p r o d u k si s e ca r a si n t e t i s . S u m b e r u t a m a b a r a n g d a g a
n g d a ri l a t e x ya n g d i g u n a k a n u n t u k m e n c i p t a k a n k a r e t a d a l a h p
o h o n k a r e t H e v e a b r a s i l i e n s i s (Euphorbiaceae).

Ini

dilakukan

dengan cara melukai kulit pohon sehingga pohon akanmemberikan respons


yang

menghasilkan

lebih

banyak

latex

lagi.

Pohon

jenis

lainnyayang

mengandung lateks termasuk fig, euphorbia dan dandelion.. Lebih dari


setengah produksi karet yang digunakan sekarang ini adalah sintetik, tetapi beberapa
juta ton karetalami masih tetap diproduksi setiap tahun, dan masih merupakan
bahan

penting

bagi beberapa industri termasuk otomotif dan militer. Karet

hypoallergenic dapat dibuat dariGuayule. Eksperimen awal dari pengembangan


karet sintetis membawa ke penemuan Silly Putty.Karet alam (polyisoprene)
termasuk ke dalam elastomer yaitu bahan yang dapatdirenggangkan dan
dapat kembali seperti bentuk semula. Selain karet alam, terdapat beberapa
bahan

yang

juga

termasuk

elastomer

yaitu

polybutadiene,

polyisobutylene

dan polyurethanes, yang ketiganya merupakan polimer sintetis.Elastomer memiliki


potensi yang besar dalam dunia industri karena memiliki sifatkeliatan dan kelekatan
yang tinggi, elatisitas tinggi, daya tarik yang kuat, daya lengketyang baik dan
daya

pegas

yang

tinggi.

Karena

sifat-sifat

tersebut

polyisoprene

banyak dimanfaatkan untuk membuat sepatu boot tahan air, bola dan peluru
karet.Molekul karet alam terbentuk melalui reaksi adisi monomer-monomer
isoprenesecara teratur yang terikat secara kepala ke ekor, memiliki susunan
geometri 98% cis-1,4 dan 2% trans-1,4 dengan berat molekul berkisar antara 12

juta

dan

mengandungsekitar

15.000-20.000

ikatan

tidak

jenuh.K a r e t a l a m d i h a si l k a n d a ri t a n a m a n k a r e t H e ve a b r a si l i e n s i s . Tan a
m a n k a r e t termasuk

tanaman tahunan yang

tergolong

dalam

famili

Euphorbiaceae, tumbuh baik didataran rendah hingga menengah (0-400 dpl)


dengan curah hujan 1500-2500 mm/tahundan mampu hidup di lahan dengan
keasaman tinggi (pH 4.0-4.5), pada tanah bersolum dalam dan miskin hara.Untuk
mendapatkan

karet

alam,

dilakukan

penyadapan

terhadap

batang

pohontanaman karet hingga dihasilkan getah kekuning-kuningan yang disebut


dengan lateks.Lateks merupakan cairan atau sitoplasma yang berisi 30% partikel
karet. Pada tanamankaret, lateks dibentuk dan terakumulasi dalam sel-sel pembuluh
lateks yang tersusun padasetiap jaringan bagian tanaman, seperti pada bagian batang
dan

daun.

Penyadapan

lateksd a p a t d i l a ku k a n d e n g a n m e n g i r i s s e b a g i a n d a r i k u l i t b a t a n g . P e n y
a d a p a n i n i h a r u s dilakukan secara

hati-hati karena

kesalahan

dalam penyadapan dapat membahayakan bahkan mematikan pohon karet.

Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi lateks dalam penyadapan antara lainarah


dan sudut kemiringan, panjang irisan sadap, letak bidang sadap, kedalaman
irisans a d a p , k e t a b a l a n i r i s a n s a d a p , f r e k u e n s i p e n ya d a p a n d a n wa k t u p
e n y a d a p a n . Wak t u penyadapan yang baik adalah dilakukan sepagi mungkin sekitar
pukul 05.00-07.30.Secara umum dalam lateks karet yang segar mengandung 2060% karet, 0.3-0.7% abu, 1-2% protein, 2% resin atau lipid dan 33-75% air.
Adapun menurut Tangpakdee(1998) lateks jika disentrifugasi pada 54.000 g
(gravitasi) selama 1 jam akan terpisahkanmenjadi beberapa komponennya yaitu fraksi
karet, frey wyssling, serum C (sitosol) danfraksi bawah yang terdiri atas partikel
lutoid. Fraksi karet sebanyak 37% mengandung protein, fosfolipid, sterol ester,
lemak

dan

resin,

sedangkan

frey

plastokromanol, dan lipid. Fraksi frey

wyssling

mengandungkarote noid,

wyssling ini

berwarna

kuning danmengandung partikel-partikel berbentuk spiral dengan diameter 3-6m.


Serum C adalahcairan bening yang merupakan sitosol dari sel pembuluh lateks,
mengandung berbagai persenyawaan antara lain sukrosa, protein dan asamasam organik. Fraksi bawah terdiriatas protein, fosfolipid, sterol, trigonolein,
labikuinon dan argothionin. Fraksi ini banyak mengandung lutoid yang mengandung
protein karet, lipid, ion Ca dan ion Mg.Karet alam adalah jenis karet pertama yang
dibuat sepatu. Sesudah penemuan proses vulkanisasi yang membuat karet
menjadi

tahan

terhadap

cuaca

dan

tidak

larutd a l a m m i n ya k , m a k a k a re t m u l a i d i g e m a r i s e b a g a i b a h a n d a s a r d a l
a m p e m b u a t a n berbagai macam alat untuk keperluan dalam rumah ataupun

pemakaian di luar rumahseperti sol sepatu dan bahkan sepatu yang semuanya
terbuat

dari

bahan

karet.Usaha-usaha

menggunakan karet

untuk

sepatu selalu gagal karena karet manjadik a ku d i m u s i m h u j a n d a n l e n g k e t


serta

berbau

di

musim

panas

se p e r t i

ya n g

pernahd i l a k u k a n o l e h R o x b u r y I n d i a n R u b b e r C o m p a n y p a d a t a h u
n 1833 dengan caramelarutkan karet alam terpentin dan mencam
p u r n y a d e n g a n h i t a m k a r b o n u n t u k menghasilkan

karet

keras

yang

tahan air. Struktur dasar karet alam adalah rantai linear unit isoprene (C5H8)
yang berat molekul rata-ratanya tersebar antara 10.000 400.000.Sifat-sifat
mekanik yang baik dari karet alam menyebabkannya dapat digunakanuntuk
berbagai keperluan umum seperti sol sepatu dan telapak ban kendaraan. Pada
suhukamar, karet tidak berbentuk kristal padat dan juga tidak berbentuk cairan.
Perbedaankaret dengan benda-benda lain, tampak nyata pada sifat karet yang lembut,
fleksibel danelastis. Sifat-sifat ini memberi kesan bahwa karet alam adalah
suatu bahan semi cairanalamiah atau suatu cairan dengan kekentalan yang sangat
tinggi.Namun begitu, sifat-sifatmekaniknya menyerupai kulit binatang sehingga harus
dimastikasi untuk memutus rantaimolekulnya agar menjadi lebih pendek. Proses
mastikasi ini mengurangi keliatan atauviskositas karet alam sehingga akan
memudahkan
semakin

proses

banyak

selanjutnya

digunakan

saat

dalam

bahan-bahan lain ditambahkan.Karet

kehidupan

manusia,

dalam

rumah

tangga, perusahaan dan sebagainya. Hal ini yang mendorong kegiatan industri
karet semakintinggi pula limbah yang akan dihasilkan dari produksi tersebut.
Baik itu limbah padatmaupun limbah cairnya. Pengelolaan limbah karet ini
harus ditangani dengan sebaik- baiknya, karena sangat berdampak pada
lingkungan sekitar. Limbah dari hasil produksikaret ada yang dapat di
manfaatkan kembali dan ada pula yang mana harus benar-benar di buang agar
tidak mengganggu kualitas lingkungan.
Dalam jurnal ilmiah ini dimuat tentang sumber, karakteristik, dan dampak limbahindustri
karet, teknologi proses karet, konsep pengolahan limbah industri karet.
Batasan Masalah

Limbah dari hasil produksi karet harus ditangani secara baik dan benar. Semakintinggi
produktivitas

penghasil

karet

semakin

tinggi

pula

limbah

yang

akan

dihasilkan.Memang sebagian limbah masih dapat digunakan manfaatnya, seperti


limbah karet yang berunsur bagus untuk menyuburkan tanaman. Dan ada pula limbah
karet cair yang harusdibuang sampai-sampai harus dibuat kolam limbah dari
hasil

produksi

karet

tersebut.R u a n g l i n g k u p p e m b a h a s a n d a l a m p e d m a n i n i m e l i p u t i : i d
e n t i f i k a s i s u m b e r d a n k a ra k t e r i s t i k d a n d a m p a k l i m b a h i n d u s t r i k a re t ,
t e k n o l o g i p r o s e s k a r e t , d a n k o n s e p pengolahan limbah industri karet.
Tujuan
Tuj u a n p e n u l i sa n m a ka l a h i n i a d a l a h m e n g i d e n t i f i k a si p e n g e l o l a a n l i m b
a h industri karet.
Metode Penulisan
Jurnal

ilmiah

ini

bersifat

diskriptif

yang

akan

mengkaji

industri

karet

beserta pengelolaan limbah karet tersebut. Penyusunan makalah dilakukan dengan


studi pustaka,melalui tahapan pengumpulan pustaka yang diambil dari internet dan
literature, data-data pendukung dan pembuatan jurnal ilmiah.
TINJAUAN PUSTAKAIndustri Karet
Karet adalah polimer hidrokarbon yang terkandung pada lateks beberapa
jenistumbuhan. Sumber

utama

produksi

karet

dalam perdagangan

internasional
adalah paraa t a u H e v e a b r a s i l i e n s i s ( s u k u E u p h o r b i a c e a e ) . B e
b e r a p a t u m b u h a n l a i n j u g a menghasilkan getah lateks dengan sifat
yang

sedikit

berbeda

dari

karet,

seperti

anggota s u k u a r a -

a r a a n (m i sa l n ya b e r i n g i n ) , s a wo - s a wo a n (m i sa l n ya g e t a h p e r c a d a n
s a wo manila),

Euphorbiaceae lainnya,

serta dandelion. Pada

masa Perang Dunia II, sumber-sumber ini dipakai untuk mengisi kekosongan
pasokan

karet

dari

para.

Sekarang,

getah p e r c a d i p a ka i d a l a m k e d o k t e ra n ( g u t t a p e r c h a ) , s e d a n g ka n l a t e k s
s a wo m a n i l a b i a s a dipakai

untuk

permen karet

(chicle).

Karet industri

sekarang dapat diproduksi secarasintetis dan menjadi saingan dalam industri

perkaretan.B a n ya k s i f a t - s i f a t k a re t a l a m i n i ya n g d a p a t m e m b e r i k a n
k e u n t u n g a n a t a u kemudahan dalam proses pengerjaan dan pemakaiannya,
baik

dalam

bentuk

karet

atauk o m p o n m a u p u n d a l a m b e n t u k v u l ka n i s a t . D a l a m b e n t u k b a h a n m e
n t a h , k a re t a l a m sa n g a t d i su k a i k a r e n a m u d a h m e n g g u l u n g p a d a r o l l s e
w a k t u d i p r o s e s d e n g a n o p e n mill/penggiling terbuka dan dapat mudah bercampur
dengan

berbagai

bahan-bahan

yangd i p e rl u k a n d i d a l a m p e m b u a t a n k o m p o n . D a l a m b e n t u k k o m p o n , k a
r e t a l a m s a n g a t mudah dilengketkan satu sama lain sehingga sangat disukai
dalam pembuatan barang- barang yang perlu dilapis-lapiskan sebelum vulkanisasi
dilakukan.Keunggulan daya lengket inilah yang menyebabkan karet alam sulit disaingi
olehkaret sintetik dalam pembuatan karkas untuk ban radial ataupun dalam
pembuatan

solkaret

langsung.Karet

alam

yang

sepatunya

mengandung

diproduksi

beberapa

dengan

bahan

cara

antara

vulkanisasi
lain:

karet

hidrokarbon, protein,lipid netral, lipid polar, karbohidrat, garam anorganik, dll.Protein


dalam karet alam dapat mempercepat vulkanisasi atau menarik air dalamvulkanisat.
Beberapa lipid ada yang merupakan bahan pencepat atau antioksidan. Protein juga
dapat meningkatkan heat build up tetapi dapat juga meningkatkan ketahanan
sobek.Karet alam lama kelamaan dapat meningkat viskositasnya atau menjadi
keras.Ada jenis karet alam yang sudah ditambah bahan garam hidroksilamin
sehingga tidak bisa mengeras dan disebut karet CV (contant viscosity). Karet alam
bisa mengkristal padasuhu rendah (misalkan -26C) dan bila ini terjadi,
diperlukan pemanasan karet sebelumdiolah pabrik barang jadi karet.
Sumber Limbah Industri Karet
Apabila dilihat dari tahapan poduksi baik dari bahan baku berasal dari lateks dan bahan
olahan karet rakyat (bokar), maka limbah yang terbentuk pada industri karet
dapat berupa limbah padat, limbah cair, dan limbah gas. Kualitas bahan baku
berpengaruhterhadap tingkat kuantitas dan kualitas limbah yang akan terjadi
dengan rincian sebagai berikut :1. makin kotor bahan karet olahan akan mkin
banyak air yang diperlukan untuk proses pembersihannya, sehingga debit limbah
cairpun meningkat.2 . m a ki n k o t o r d a n m a k i n t i n g g i k a d a r a i r d a ri b a h a n

baku

karet

olahan,

akan

m a ki n mudah terjadinya pembusukan, sehingga

kuantitas limbah gas/bau pun meningkat.3. bahan baku karet olahan yang kotor
menyebabkan

kuantitas

lumpur,

tatal

dan

pasir relatif

tinggi.P e m b e r s i h a n d i l a ku k a n m e l a l u i p e n g e c i l a n u k u r a n , p r o s e s i n i j u g a
b e r t u j u a n u n t u k m e m p e rb e s a r l u a s p e m u k a a n k a re t a g a r w a k t u p e n g e r i
n g a n r e l a t i f si n g k a t . D e n g a n demikian, limbah yang terbentuk dominan berbentuk
limbah
cair.S u m b e r l i m b a h c a i r d a p a t d i ka t e g o r i ka n d a r i p r o s e s p r o d u k s i d e n g a
n ri n c i a n sebagai berikut:1. Bahan baku olahan karet rakyat
Bahan baku karet rakyat berbentuk koagulum (bongkahan) yang telah dibubuhi
asamsemut, dan banyak mengandung air dan unsur pengotor dari karet baik disengaja
maupuntidak disegaja oleh kebun rakyat. Sumber limbahnya antara lain:a.
penyimpanan koagulum b. sebelum produksi terlebih dulu karet disempot air sehingga
menghasilkan limbahc. pencacahan koagulum lalu di cuci dengan air lagid. proses
peremahan dengan hammer mill juga menghasilkan limbah cair, waaupun jumlahnya
relatif kecil2. Bahan baku berasal dari lateks kebunDalam proses produksi untuk
meghasilkan karet digunakan air lebih sedikit, tetapimempunyai bahan kimia
didalam air limbahnya. Sumber limbahnya adalah dari proses pencacahan dan
peremahan.Pengaruh tiap parameter terhadap lingukungan dapat dijelaskan sebagai
berikut:a. BODBOD merupakan salah satu parameter limbah yang ,e,beri gambaran
atas tingkat polusiair. Semakin tinggi nilai BOD menunjukkan makin besar
oksigen yang dibutuhkan
olehm i k r o o r g a n i s m e m e r u b a h o r g a n i k . M a k i n t i n g g i k a n d u n g a n b a
h a n o r g a n i k a k a n m e n ye b a b k a n m a k n b e r k u ra n g n ya k o n s e n t r a s i o k s i g
e n t e r l a r u t d i d a l a m a i r ya n g akhirnya berakibat kematian berbagai biota air.
Pengurangan konsentrasi oksigen terlarutmenyebabkan kondisi aerob bergeser ke
kondisi anaerob. b.
CODC OD m i ri p d e n g a n B O D , b e d a n ya o s i g e n ya n g d i p e r l u ka n m e ru p a k
a n o k s i g e n k i m i a wi s e p e r t i O
2

a t a u o k s i d a t o r l a i n n ya u n t u k m e n g o k s i d a s i s e c a r a k i m i a b a h a n organik
menjadi senyawa lain seperti gas metan, amoniak, dan karbon dioksida.
NilaiCOD selalu lebih tinggi daripada nilai BOD karena hampir seluruh jenis
bahan organik dapat teroksidasi secara kimia termasuk bahan organik yang
teroksidasi secara biologis.c. Padatan TerendapPadatan terendap menunjukkan jenos
padatan yang terkandung di dalam cairan limbahyang mampu mengendap di dasar
cairan secara gravitasi dalam waktu paling lama sekitar 1 jam.d. Padatan
TersuspensiPadatan tersuspensi adalah padatan yang membentuk suspensi
atau koloid. Secarak a s a t m a ta p a d a t a n i n i t e r l i h a t m e n g a p u n g a t a u
m e n g a m b a n g s e r t a m e n g e r u h ka n a i r karena berat jenisnya relatif rendah.e.
Padatan Terlarut
Padatan ini bersama-sama dengan suspensi koloid tidak dapat
d i p i s a h ka n s e ca r a penyaringan. Pemisahannya hanya dapat dilakukan dengan
proses oksidasi biologis ataukoagulasi kimia.f. Kandungan NitrogenBentuk
senyawa nitrogen yang paling umum adlah protein amonia, nitrit dan
nitrat.Ketiga jenis terakhir ini dihasilkan dari perombakan protein, sisa
tanaman dan pupuk yang tersisa di dalam cairan limbah.g. Derajat Keasaman
(pH)Suatu cairan dikatan bersifat normal bila pH = 7 . makin rendah nilai pH
artinya air makin bersifat asam, sebaliknya makin tinggi bersifat basa.
Karakteristik dan Dampak Limbah Cair
K a r a k t e r i s t i k d a n j u m l a h l i m b a h ya n g d i h a s i l ka n d a r i p r o s e s p r o d u k s i k
a r e t dipengaruhi oleh bahan baku yang digunakan1 . P e r k i r a a n D e b i t L i m b a h
C a i r Proses pengolahan karet tergolong proses basah, banyaknya kebutuhan
air untuk keperluan pngolahan akan menentukan banyaknaya limbah cair
yang dihasilkan,sekaligus menetukan rancangan ukuran sarana pengolah limbah.
Jumlah air yangdigunakan dalam proses produksi, hampir seluruhnya menjadi
limbah, karenakaret baik berupa bahan baku maupun setengah jadi tidak menyerap
air. Pengaruhkebutuhan air adalah tingkat kotoran yang ada dalam bahan
baku, serta
efesiensik i n e r j a s a r a n a p e n g o l a h a n . N i l a i p a r a m e te r l i m b a h p a d a s e t i a p
b a g i a n p r o s e s pengolahan berbeda-beda. Nilai parameter BOD atau COD yang

sangat besar dariair buangan menunjukkan tingginya kadar bahan organiknya,


peningkatan kadar bahan organik akan makin mengganggu ekosistem lingkungan
yang menerima
air b u a n g a n k a r e n a o k s i g e n b a n y a k d i g u n a k a n o l e h b a k t e r i p e n g u
r a i u n t u k menghancurkan bahan organik tersebut. Total padatan merupakan
bahan yang b e r a s a l d a r i e m e c a h a n k o m p o n e n o r g a n i k , s e d a n g k a n
padatan tersuspendimerupakan bahan yang tidak larut d dalam a
i r d a n c e n d e r u n g m e n g a l a m i pembusukan jika suhu air meningkat (musim
panas). Dampak negatif juga timbul jika air limbah langsung dibuang ke sungai atau
perairan umum. Bagi pabrik yang berlokasi di areal perkebunan, penanganan
limbah cair relatif mudah, bahkandapat dimanfaatkan menjadi pupuk tanaman
karetnya.2 . K a ra k t e r i s t i k d a n D a m p a k L i m b a h P a d a t Secara umum limbah
padat yang terbentuk pada pengolahan karet tidak tergolonglimbah beracun. Limbah
biasanya hanya berupa tatal, lumpur, pasir rotan, kayu

daun, dan plastik bekas kemasan. Bokar yang kotor merupakan sumber
utama p e m b a w a l i m b a h p a d a t . B e b e r a p a j e n i s p a d a t a n d a l a m j u m l
a h y a n g s u d a h sedemikian besar akan mengganggu keseimbangan
ekosistem. Limbah
tersebut j i k a d i b u a n g k e s u n g a i , d a l a m j a n g k a w a k t u t e r t e n t u a k a n
m e n y e b a b k a n pendangkalan badan air. Limbah padat akan dikirim ke TPA dalam
keadaan sudahcukup kering, lebih baik lagi jika sudah bersifat kompos, sehingga di
TPA tinggal proses pelapukan akhir.
Teknologi Proses Karet
Bahan baku yang diperoleh industri karet berasal dari industri perkebunan, bahan baku
tersebut berbentuk lateks dan dari perkebunan rakyat berbentuk koagulum
yangsudah diawetkan dengan asam sulfit. Bahan baku tersebut harus
dibersihkan dan
jugah a r u s d a l a m k o n d i si s t a b i l . D a l a m p r o s e s p e n cu c i a n d a n p e n s t a b i l a
n k a re t t e r s e b u t diperlukan bahan pencucinya adalah air bersih cukup banyak, dan
umumnya diambil dariair pemukaan sungai.Sebelum dilakukan proses pencacahan
karet yang berbentuk koagulum terlebihdahulu dilakukan pencucian dengan

menyemprotkan air ke tumpukan koagulum


karettersebut, selanjutnya dilakukan pemecahan (breaker), dan pencacahan re
xtunderyangditindaklanjuti dengan mixing tank. Kemudian dilakukan proses
penggilingan di crapper berulang-ulang sampai diperoleh karet yang benarbenar murni atau berdih dan
kondisis t a b i l . K e m u d i a n d i l a k u k a n p e n g e ri n g a n s e l a m a k u r a n g l e b i h d a r
i 8 j a m , k e m u d i a n dipotong-potong.Proses produksi karet meliputi hal-hal berikut :
1 . B a h a n b a k u ( l a t e k s k e b u n ) 2.Penerimaan lateks di gudang
p a b ri k 3 . P e n g e n c e r a n L a t e k s 4 . P e n a m b a h a n b a h a n
k i m i a 5 . P e n g g u m p a l a n 6 . P e n g g i l i n g a n 7 . P e n g e m a s a n Pasok
an air bagi proses produksi maupun untuk penunjang memerlukan jumahyang
besar/banyak dengan fungsinya sebagai pembersih atau pencuci. Apabila air
yangdiperoleh dari sumbernya sudah layak sebagai pencuci maka langsung
digunakan atausebaliknya. Pembakuan air bertujuan untuk menghilangkan
kontaminan yang berada
dalaa i r b a k u b e r u p a p a d a t a n t e r s u s p e n s i n ya , p a d a t t e r l a r u t n ya d a n k o n t
a m i n a s i l o g a m Apabila tidak ditemukan unsur logam, maka pengbakuan air dilakukan
secara fisika sajayaitu cara filtrasi dan sedimentasi.
METODE PENELITIAN
Seiring dengan keinginan manusia menggunakan barang yang bersifat tahan
dari p e c a h d a n e l a s t i s m a ka k e b u t u h a n a ka n k a r e t sa a t i n i
a k a n t e r u s b e r k e m b a n g d a n meningkat sejalan dengan pertumbuhan industri
otomotif, kebutuhan rumah sakit, alatkesehatan dan keperluan rumah tangga
dan sebagainya. Diperkirakan untuk masa yanga k a n d a t a n g k e b u t u h a n
a k a n k a re t a k a n t e ru s m e n i n g ka t . Ten t u h a l i n i a ka n m e n j a d i peluang
yang baik bagi Indonesia mengekspor karet dan hasil olahan industri karet yangada di
Indonesia ke negara-negara lainnya.Dengan memperhatikan adanya peningkatan
permintaan akan bahan karet alamidi negara-negara industri terhadap komoditi
karet dimasa yang akan datang, maka upayauntuk meningkatkan persediaan akan
karet alami dan industri produksi karet
merupakanl a n g k a h y a n g b a g u s u n t u k d i l a k s a n a k a n . G u n a m e n d u k u
n g h a l i n i s e m u a , p e r l u diperhatikan
perkembangan perkebunan karet, industri hilir guna memberi nilai tambahdari
hasil industri hulu.K a re t t i d a k d a p a t d i p i s a h k a n d a r i k e h i d u p a n m a n u si a
s a a t i n i d a n ya n g a k a n datang. Barang yang berbahan dasar karat
diperlukan di seluruh negara di dunia baik untuk kehidupan sehari-hari, maupun
keperluan khusus yang berkaitan dengan teknologitinggi. Penggunaan karet alam untuk
berbagai keperluan yang semakin meningkat seiringdengan kemajuan industri, di sisi
lain menimbulkan dampak negatif berupa pencemaran.Salah satu dampak negatif
tersebut adalah menumpuknya/tidak terolahnya limbah padatkaret alam. Limbah
padat karat alam adalah produk jadi atau setengah jadi berbahan bakuk a r e t a l a m ,
ya n g t e l a h k a d a l u wa r s a , c a ca t a t a u t i d a k d i p e rg u n a ka n l a g i ka r e n a
t i d a k dikehendaki.Limbah lateks memiliki kandungan bahan organik yang

sangat tinggi sepertiterlihat pada tingginya kadar COD dan nitrogen totalnya,
sehingga merupakan
sumber p e n c e m a r a n y a n g p o t e n s i a l d a n b e r p o t e n s i u n t u k d i m a n f a
a t k a n s e b a g a i m e d i u m pertumbuhan mikroba, khususnya untuk produksi
biomassa protein sel tunggal.
Dengand e m i k i a n k a d a r c e m a r a n d a p a t d i t u r u n k a n d a n s e k a l i g u s d i
p e r o l e h n i l a i t a m b a h . Rancangan penelitian yang digunakan adalah
Rancangan Acak Lengkap (RAL) denganm e n g g u n a k a n l i m a t a r a f p e r l a k u a n
d a n t i g a u l a n g a n ya i t u A. L i m b a h l a t e k s 0 % , B . Limbah lateks 2,5%, C.
Limbah lateks 5%, D. Limbah lateks 7,5% dan E. Limbah lateks10%. Parameter yang
diamati adalah berat biomassa kering dan kadar protein
Spirulina platensis
. Data dihitung dengan analisis varians satu jalan dan diuji lanjut dengan
LSD.Hasil analisis statistik dengan Anava Satu Jalan untuk berat rata-rata biomassa
kering danrata-rata kadar protein
Spirulina platensis,
F h i t u n g > F t a b e l . H a s i l u j i l a n j u t L S D terhadap berat rata-rata
Spirulina platensis
dan didapatkan hasil yaitu kelompok A tidak berbeda signifikan dengan kelompok B.
Hal yang sama juga terjadi pada kelompok D dan E. Kelompok C berbeda signifikan
dengan kelompok A, B, D dan E. Uji lanjut denganLSD terhadap kadar protein
Spirulina platensis
dan didapatkan hasil yaitu kelompok A berbeda signifikan dengan kelompok B.
Kelompok B tidak berbeda signifikan
dengank e l o m p o k C . K e l o m p o k D t i d a k b e r b e d a s i g n i f i k a n d e n g a n
kelompok B dan C.S e d a n g ka n k e l o m p o k E b e r b e d a si g n i f i ka n
d e n g a n k e l o m p o k A , B , C d a n D . Disimpulkan bahwa konsentrasi limbah
lateks berpengaruh terhadap produksi protein seltunggal (
Spirulina platensis
) dan kadar protein sel tunggal (
Spirulina platensis
). Kadar t e r b a i k u n t u k p r o d u k s i
Spirulina platensis
t e r d a p a t p a d a k o n s e n t r a s i l i m b a h l a t e k s sebesar 10%. Perlu dilakukan
penelitian serupa dengan konsentrasi limbah lateks di atas10% dengan rentangan suhu
dan pH yang bervariasi dan penelitian serupa dengan spesiesalga yang lain.
Disamping itu perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan
limbahl a i n ya n g t e r s e d i a d i l i n g ku n g a n s e h i n g g a d i d a p a t k a n h a si l ya n g
b e rm a n f a a t b a g i masyarakat luas.Beberapa akibat merugikan yang disebabkan
oleh adanya limbah produk karetalam adalah :1. Gangguan terhadap kesehatan;2.
Gangguan terhadap kehidupan biotik;3. Gangguan terhadap keindahan dan
kenyamanan.Limbah padat ini karena tidak dapat didaur-ulang, maka biasanya
dibiarkan menumpuk begitu saja, ditimbun atau dibakar. Hal ini disebabkan
karena karat alam merupakan bahan polimer yang bersifat termoset atau bahan
polimer yang tidak dapat diolah kembalidengan cara pemanasan dan pengepresan.

Selain itu karat alam juga merupakan


bahan p o l i m e r ya n g s u l i t t e r d e g ra d a s i d i a l a m , s e h i n g g a l i m b a h k a r e t a l
a m t e r s e b u t a ka n menumpuk di permukaan
bumi.D a l a m m e n g a t a s i l i m b a h p ro d u k k a r e t a l a m , b e b e r a p a u p a ya t e l a h
d i l a k u k a n antara lain pembakaran ataupun penimbunan, di mana hal ini menimbulkan
masalah barukarena dengan pembakaran (insenerasi) selain biayanya cukup mahal
juga menghasilkanasap hitam yang mengganggu pernafasan dan mengganggu
kenyamanan. Sedangkan
bilad i t i m b u n d i d a l a m t a n a h , a k a n m e n g g a n g g u m a su k n ya u n s u r h a r a d
a n m e n g h a m b a t resapan air kedalam tanah. Untuk mengantisipasi semakin
menumpuknya limbah karet,saat ini sedang dikembangkan bermacam-macam
penelitian untuk menanggulangi limbahtersebut sesuai
dengan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Pedoman MinimisasiLimbah
(BAPEDAL,1992).L i m b a h l a t e k s p e k a t m e ru p a k a n p o l u t a n ya n g p o t e n si a l j
i k a t i d a k d i t a n g a n i dengan baik. Pengolahan limbah lateks untuk memenuhi
persyaratan lingkungan semata,akan membutuhkan biaya yang cukup besar.Kini
limbah lateks dapat dikonversi secara mikrobiologis untuk
menghasilkan berbagai produk yang bernilai tambah ekonomis tinggi seperti: IAA
(hormon tumbuhan), pupuk bio organik, dan biomassa mikroalga.Proses biokonversi
dapat dibuat berlangsung simultan dengan pengolahan
limbah,s e h i n g g a b i s a m e n g u r a n g i vo l u m e l i m b a h d a n s e k a l i g u s m e n g h i l a
n g k a n b a u b u s u k . Pupuk bio organik yang dihasilkan terbukti dapat
menghemat sampai 50% pupuk kimia pada tanaman pangan, tanaman perkebunan,
serta tanaman penutup tanah
HASIL DAN PEMBAHASAN

d . E q u a l i s a s i Pross equalisasi sangat dibutuhkan


agar aliran relatif konstan dan kinerja prosesoperasi pada sistem pengolahan
meningkat.

Pengolahan limbah lanjutan


d a p a t d i l a k u k a n d e n g a n b e b e r a p a c a ra , yaitu :a . p e n g o l a h a n s e c a r a
k i m i a w i b.pengolahan secara sistim kolam/flokulasi (aerob atau
anaerob)c . p e n g o l a h a n s e ca r a l u m p u r a k t i f ( b i o l o g i ) d . p e n g o l a h a n s e c a r a
pemanenan ganggang

pengolahan secara kimia

a . k o a g u l a s i p ro s e s k o a g u l a si a d a l a h p e r l a k u a n k i m i a wi t e r h a d a p
limbah cair dengan
c a r a p e n a m b a h a n b a h a n e l e k t r o l i t ya n g b e r l a w a n a n m u a ta n d e n g a n k o l
o i d . B a h a n kimia yang bisa digunakan sebagai koagulan adalah tawas/ alum, fero
sulfat, ferisulfat dan feri khlorida. b . f l o k u l a s i flokulasi adalah proses
pengadukan lambat dan terus meneris terhadap air yang dikoagulasikan dengan
tujuan membentuk flok.

Pengolahan secara sekunder


Pengolahan secara sekunder juga disebut pengolahan secara bio
l o g i y a n g bertujuan untuk mengirangi senyawa organik terlarut dalam air limbah.

Pengolahan secara kolam fakultatif


Pabrik karet yang terletak di lokasi dengan ketersediaan lahan terbuka yang
masihl u a s s e p e r t i d i P T P e r k e b u n a n a t a u p e r k e b u n a n s w a s t a b e s ,
s i s t e m k o l a m arobik/anaerobik yang dilanjutkan dengan kolam
fakultatif dinilai merupakansistem penanganan limbah yang paling
memadai.a . p r o s e s
a e r o b bahan-bahan organik terlarut
akan masuk ke dalam sel secara absorpsi, sedangkanyang bersifat koloid masuk
secara adsorpsi. Proses espirasi sel
mengoksidasis e n ya w a o rg a n i k d a n m e n g h a si l a n s e n ya w a f o s f a t ya n g d i
g u n a ka n s e b a g a i sumber
tenaga.1 . k o l a m
s t a b i l i s a s i
proses
pengolahan limbah cair dengan cara
kolam stabilisasi berdasarkank o n s e p p e m u r n i a n d i a l a m . P r o s e s b i o l o g i s
d a p a t t e r j a d i s e c a r a a e r o b i k , fakultatif dan anaerobik.Lumpur-lumpur yang
mengendap dan organik terlarut yang berada di bagian bawah akan
didegradasi oleh bakteri anaerobik menghasilkan bahan-bahan anorganik dan
komponen-komponen lain yang
berbau.2
.
k
o
l
a
m
a
e
r
a
s
i
kolam
a e r a si m e r u p a k a n e n g o l a h a n d e g a n si s t e m a e r a s i d i m a n a p e l a ru t a n oksi
ge diperoleh dari alat-alat mekanis. Alat-alat untuk aerasi ada yang
di permukaan dan ada pula ditempatkan di dalam air. Pada bagian akhir
kolamaerasi harus dilengkapi dengan alat pengendapan untuk pemisahan
lumpur yang dihasilkan dari proses. b. proses anaerob

pada kolam anaerobik berlangsung serangkaian reaksi seperti hidrolisis


senyawao rg a n i k o r g a n i k o l e h e n z ym e k s t r a se l u l a r m e n j a d i o rg a n i k t e r l
a r u t , r e a k s i aeidogenesis terhadap produk hidrolisis oleh bakteri fakultatif/obli
gat anaerobmenjadi molekul molekul.

Pengolahan secara lumpur aktif


Proses lumpur aktif banyak diterapkan karena mempunyai efisiensi
pengolahanyang tinggi dan lahan yang diperlukan tidak seluas seperti pengolahan
sistem kolam.Biomassa lumpur dlam tangki sedimentasi akan terpisah dan cairan
sebagai endapan.Sebagian lumpur tersebut didaur ulang dan sisanya
dibuang.K o n s e n t r a s i o k s i g e n t e r l a r u t d a l a m p r o s e s l u m p u r a k t i f d i p
e r l u k a n u n t u k kehidupan mikroorgansma, yaitu untuk melakukan oksidasi
sumber karbon (BOD)dan oksidasi senyawa nitrogen (nitrifikasi)

Perlakuan lumpur
Lumpur yang dikeluarkan dari unit pengolahan limbah cair dibedakan atas
lumpur primer dan lumpur sekunder. Lumpur primer berasal dari hasil
perlakuan fsika ataukimia, sedangkan lumpur sekunder berasal dari perlakuan
biologi. Lumpur
sekunder u m u m n y a m a s i h m e m i l i k i k a d a r a i r y a n g c u k u p t i n g g i . P e r
l a k u a n i n i d e n g a n pengurangan kadar air danmeningkatkan kestabilan sift lumpur
menjadi lebih aik agar penanganan selanjutnya tidak menimbulkan permasalahan baru
dalam lingkungana . P e m e k a t a n b . S t a b i l i s a s i

Pemanfaatan sludge
Sludge merupakan padatan hasil pengolahan limbah cai yang perlu
dilakukan penangannya atau tempat penyimpanan. Sludge ini selain mengandung
berbagai jenismikroorganisme juga mengandung berbagai jenis senyawa
organik yang tidaj
dapatd i u r a i k a n o l e h m i k r o o rg a n i s m e . L u m p u r ya n g d i b i a r k a n d i t e m p a t t
e r b u k a t a n p a penanganan lebih lanjut berpotensi sebagai sumber
pencemar.Pemanfaatan lumpur sebagai pupuk tanaman merupakan salah satu
alternatif yangdapat dilakukan sebagai upaya untuk pengelolaan lingkungan.
Pemanfaatan limbahlumpur sebagai pupuk juga harus memperhatikan kondisi yang
mendukung aktivitasmikroorganisme dalam proses melepaskan nutrien yang

dapat dimanfaatkan untuk tanaman, yaitu kondisi lembab dan hangat, serta
kecukupan bahan makanannya.Meski berpotensi sebagai pupuk, namun sludge
mempunyai berbagai sifat yangkurang baikyaitu : tekstur yang halus, unsur hara.
KESIMPULAN
Pengolahan limbah dapat dikelompokkan kedalam pengolahan dari
sumbernyayang disebut sebagai proses produksi bersih, dan pengelolaan saat limbah
tersebut keluar dari proses produksi. Pengolahan limbah pendahuluan bertujuan
untuk memisahkan zata t a u u n su r p a d a t a n k a sa r ya n g a d a d a l a m a i r
l i m b a h d e n g a n c a r a p e n ya r i n g a n u n t u k meminimalisasi gangguan dalam
proses pengolahan limbah berikutnya.

Teknik pengelolaan air limbah secara efektif dan efisien serta


berkesinambunganh a r u s d i l a k s a n a k a n d a l a m m e l a ku k a n p e n g k a j i a n d a n i n
o v a s i p e n e r a p a n t e k n o l o g i produksi bersih, untuk mendukung terwujudnya
undustri karet yang berdaya saing tinggidan berwawasan lingkungan.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2007
. gambaran sekilas industri karet.
http://www.depperin.go.id/PaketInformasi/Karet/Karet.pdf.Di akses pada tanggal 8
Maret 2010Kresnawaty, Irma dkk. 2008.
Optimisasi produksi biogas dari limbah lateks cair pekat dengan penambahan logam.
http://docs.google.com/viewer?
a=v&q=cache:rmBjBZMz4jEJ:www.ibriec.org/menara_perkebunan/download.ph p%3Fid
%3D63+Optimisasi+produksi+biogas+dari+limbah+lateks+cair+pekat+dengan+p enamb
ahan+logam&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESiGxTR3au70V3ReX0 faVoI8khJ9ta8XZiXXoat6feBwWZzzWjh3mL5iWCfpz4jTlQmagaUkr9B_wG- cTp7Lb_XrhPXpVJKUw0SBtMhqf8sx5DHiY2v0Fik8kv74JjXnMhl81&sig=AHIEtbQbX2dtDazQC16pEa snnjcsSAeBQDi akses pada tanggal 8 Maret 2010Suhartini, Meri.
Modifikasi produk dan daur-ulang limbah karet alam
http://www.digilib.ui.ac.id//opac/themes/libri2/detail.jsp?id=77852&lokasi=lokalDi akses
pada tanggal 8 Maret 2010Infokito.2007.

Limbah Cair Industri Karet Ancam Perikanan


http://infokito.wordpress.com/2007/12/01/limbah-cair-industri-karet-ancam- perikanan/Di
akses pada tanggal 8 Maret 2010Rollit. 2009.
Pemanfaatan Limbah Karet Menjadi Pupuk
.http://automotive.id.finroll.com/asuransi/21-berita-terkini/14021-__pemanfaatan- limbahkaret-jadi-pupuk____.htmlDi akses pada tanggal 8 Maret 2010Damayanti, reskha
dan Retno Martini.
Proses Pembuatan Bahan Bakar Cair DenganMenggunakan Limbah Ban Bekas
Menggunakan Katalis Zeolit Y dan ZSM-5
http://www.docstoc.com/docs/25101463/PROSES-PEMBUATAN-BAHAN- BAKARCAIR-DENGAN-MEMANFAATKAN-LIMBAH-BAN

http://www.scribd.com/doc/48564500/Pengelolaan-Limbah-Industri-Karet#scribd