Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN KASUS

REKUREN INTRAORAL HERPES (RIH)


Inneke Rachmawaty Syam, S.KG
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama)

Definisi
Herpes simplek merupakan suatu penyakit yang bersifat akut, sembuh
sendiri,denganerupsiberupavesikulaeintraepidermal,disebabkanolehinfeksi
virusherpessimplek.VirusherpessimplekadaalahvirusDNAdenganukuran
sedang yang mengadakan pembelahan di dalam inti. Berdasarkan dari hasil
pembiakan dan gambaran imunologis herpes simplek dibagi dua tipe herpes
simplektipe 1(HSV1) dan herpes simplektipe 2(HSV2). Biasanya HSV1
menyebabkaninfeksidisekitarmulutdanHSV2menyebabkaninfeksidisekitar
genitalia.Infeksiprimerdenganvirusvirusinimemberikangambaranyangkhas
karenaakandiikutiolehseranganulangan.1

Rekuren intraoral herpes (RIH) /coldsore/feverblisters adalahbentuk


herpesorofasialrekurenyangpalingseringterjadi,berupavesikelvesikelpada

batas luar vermilion dan kulit sekitarnya.

Gejala dimulai dengan rasa perih

diikutiolehtimbulnyavesikelberkelompokdalam24jam,pecah,terjadierosi
superfisial,kemudianakanditutupikrusta.Nyeridanrasatidaknyamanterjadi
padabeberapaharipertama;lesisembuhdalamwaktukurangdari2minggutanpa
jaringan parut. Pelepasan virus terus berlansung 35 hari setelah lesi sembuh.
Herpes labialis rekuren terjadi pada 5075% individuindividu yang terkena

infeksiHSVdimulut,terjaditigakalilebihseringpadapasiendengandemam
dibandingkanpasientanpademam.2,3

Rekuren
intraoral herpes (RIH) merupakan bentuk rekuren berupa lesi
pada intra oral khususnya daerah mukosa yang berkeratin. Predileksi pada
palatumdurumregiopremolardanmolar,dapatjugatimbulpadabagianfasial
danbukalgingiva.Vesikelmudahpecah,terletakunilateral,tidakmelewatigaris
tengah.2,3

Rekuren intraoral herpes (RIH) biasanyadisebabkanolehHSV1dimana


infeksipadadaerahsekitargenitaldanpantatlebihseringdisebabkanolehHSV2.
Resikokekambuhansetelahmengalamiinfeksiprimerpadaorangyangterinfeksi
olehHSV1lebihkecil(14%)dibandingkanyangterinfeksiolehHSV2(60%).
Gejala yang timbul pada infeksi rekuren diawali dengan rasa gatal atau rasa
terbakar setempat dan diikuti dengan timbulnya vesikel yang bergeombol di
tempat yang sama. Masa prodromal ini biasanya berlangsung selama 24 jam
sebelumtimbulnyaerupsidanhalinidiperkirakanterjadipadaduapertigadari
penderita.2
Infeksivirusherpessimplektidakterbataspadabibirdandaerahgenital,
tipe yang sama dapat juga menginfeksi kulit di bagian lain. Oleh karena itu
riwayattimbulnyavesikelditempatyangsamaberulangkaliperludicurigaisuatu
infeksiyangdisebabkanolehvirusherpessimplek.2,3
Diagnosis banding dari RIH adalah stomatitisaftosarekurendanherpes
zoster intraoral.2,3 Jumlah serangan bisa dikurangi dengan terus menerus

mengkonsumsiobatantivirusdosisrendah.Pengobatanakanefektifjikadimulai
sedinimungkin,biasanya2harisetelahtimbulnyagejala.Acycloviratauobat
antivirus lainnya bisa diberikan dalam bentuk sediaan oral atau krim untuk
dioleskanlangsungkelukaherpes.Obatinimengurangijumlahvirusyanghidup
di dalam luka sehingga mengurangi resiko penularan. Obat ini juga bisa
meringankan gejala pada fase awal. Tetapi pengobatan dini pada serangan
pertamatidakdapatmencegahkambuhnyapenyakit.3

Laporan Kasus
Seorang pasien laki-laki berusia 56 tahun datang ke RSGM dengan
keluhan sariawan di bagian pipi kiri, mengganggu saat makan dan minum dan
terasa tidak nyaman. Riwayat penyakit pernah ada gelembung pada sariawan lalu
pecah. Seminggu yang lalu pasien demam. Pasien sering kurang tidur dan banyak
pikiran. Beberapa kali gelembung timbul apabila pasien sedang banyak pikiran.
Pada pemeriksaan klinis ditemukan adanya 2 ulser bulat berdiameter 3mm, tepi
beraturan dikelilingi eritema. Diagnosis untuk kasus ini adalah Rekuren intraoral
herpes simpleks (RIH).

GAMBAR 1
RIH pada saat pasien datang pertama kali

Perawatan yang diberikan berupa KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi).


Informasi penyakit ini merupakan rekuren intraoral herpes simpleks

dan dapat menular, penyakit tidak berbahaya dan dapat disembuhkan.


Edukasi untuk menjaga kesehatan tubuh, menghindari hal-hal yang
menyebabkan stress.
Instruksi pemakaian obat :
1. Obat untuk menurunkan demam diminum 3x sehari setelah
makan.
2. Obat untuk RIH diminum 5x sehari sebelum makan.

Resep obat :

R/Paracetamol500mgtabNo.X
s3dd1pc

R/ Acyvlovir 200mg tab No. XXX


s5dd1

Pro : Aceng
Umur : 56 tahun

GAMBAR 2
Saat pasien kontrol 2 minggu setelah perawatan

Pada saat kontrol 2 minggu setelah perawatan, pasien sudah tidak


mengeluh sakit. RIH pada mukosa pipi sudah sembuh. Pasien diinstruksikan
untuk tetap menjaga kebersihan mulut, menjaga kesehatan tubuh dan menghindari
hal-hal yang menyebabkan stress.

Pembahasan
Diagnosis kasus tersebut adalah rekuren intraoral herpes (RIH)
berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan klinis yang dilakukan. Pada pemeriksaan
klinis ditemukan adanya lesi berupa 2 ulser berdiameter 3mm yang dikelilingi
eritema pada bagian mukosa bukal kiri. Ulser disertai gelembung sering berulang
apabila pasien merasa banyak fikiran. Terapi yang diberikan kepada pasien adalah

pemberian obat penurun demam (paracetamol) dan obat acyclovir. Pemberian


paracetamol bertujuan untuk mengurangi demam dan nyeri. Tujuan terapi
acyclovir adalah mencegah dan mengobati infeksi virus carisella zoster,
menyembuhkan gejala yang mucul seperti kemerahan (eritema) dan gelembunggelembung berisi cairan.
Pada kontrol pertama setelah pasien diterapi dengan pemberian obat
penurun demam dan obat acyclovir selama dua minggu, menunjukkan hasil yang
efektif.

Kesimpulan

Rekuren intraoral herpes (RIH) adalah bentuk herpes orofasial rekuren


yangpalingseringterjadi,berupavesikelvesikelpadabatasluar vermilion dan
kulitsekitarnya. FaktoretiologiRIH disebabkanolehreaktivasiHSV1. Faktor
predisposisi RIH antara lain demam, menstruasi, stress, radiasi UV dan trauma.
Pasien dengan RIH pada kasus ini dapat di terapi dengan pemberian obat penurun
demam (paracetamol), obat acyclovir dan menjaga oral hygiene bersamaan
dengan dilakukannya KIE.

DAFTARPUSTAKA
1.MarquesAR,StrausSE.Herpessimplex.Dalam:WolffK,GoldsmithLA,Katz
SI,GilchrestBA,PallerAS,LeffellDJ.Editor.FitzpatricksDermatology

ingeneralmedicine.7

thed.

NewYork:McGrawHillCompanies,2008;

187385.
2. Fatahzadeh M, Schwartz RA. Human herpes simplex virus infections:
epidemiology,pathogenesis,symptomatology,diagnosis,andmanagement.
JAmAcadDermatol2007;57:73763.

3.SarsitoAS.Stomatitisherpetika.Dalam:DailiSF,MakesWI.Editor.Infeksi
virusherpes.Jakarta:BalaiPenerbitFKUI,2002;6573.