Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN

MANAJEMEN KASUS
“ OSTEOMIELITIS”
Disusun untuk Memenuhi Sebagian Syarat Dalam Mengikuti
Ujian Profesi Kedokteran Bagian Ilmu Bedah
RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri

Disusun oleh :
Septiana Dewi Ardiana
10711156
Pembimbing :
dr. Amir Purnama Sidi, Sp.OT

SMF ILMU BEDAH ORTHOPEDI
RSUD DR. SOEDIRAN MANGUN SOEMARSO
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2015

OSTEOMIELITIS
Osteomielitis adalah suatu proses inflamasi akut ataupun kronis dari tulang dan
struktur-struktur di sekitarnya akibat infeksi dari kuman-kuman piogenik, walaupun
berbagai agen infeksi lain juga dapat menyebabkannya. Ini dapat tetap terlokalisasi atau
dapat tersebar melalui tulang, melibatkan sumsum, korteks, jaringan kanselosa dan
periosteum. Osteomielitis berasal dari kata osteon yang berarti tulang dan myelo yang

2 Insidensi dan Etiologi Osteomielitis sering ditemukan pada usia dekade I-II. radius. Osteomielitis biasanya disebabkan oleh bakteri. menghasilkan tetapi virus. Pseudomonas. Pada dasarnya.berarti sum-sum. Penyebab osteomielitis pada anak-anak adalah kuman Staphylococcus aureus (8990%). sering dan disebabkan oleh bakteri piogenik tertentu dan mikobakteri. ulna. tetapi dapat pula ditemukan pada bayi dan ‘infant’. Osteomielitis dapat memberikan klinis pada tulang mana yang terinfeksi oleh mikroorganisme. Lokasi yang tersering ialah tulang-tulang panjang seperti femur. dan fibula. tapi bisa juga karena jamur. Haemophilus influenzae dan kelompok B streptokokus seringkali bersifat patogen. tibia. Streptococcus (4-7%). dan Klebsiella. Haemophilus influenza (2-4%). Osteomielitis dapat terjadi pada semua usia. paling parasit. kebanyak pada anak-anak dan usia lebih dari 50 tahun. semua jenis organisme. Perjalanan infeksi dapat terjadi pada tulang melalui aliran darah atau penyebaran melalui jaringan tissue yang dekat. . Salmonella typhii dan Eschericia coli (1-2%). yang dikombinasikan dengan itis yang berarti inflamasi. Osteomielitis lebih sering terjadi pada laki-laki daripada wanita. jamur. Osteomielitis merupakan suatu proses keradangan tulang baik akut maupun kronik. Penyebab osteomielitis pyogenik adalah kuman Staphylococcus aureus (89-90%). Pada periode neonatal. Escherichia coli. termasuk bakteri dapat osteomielitis. Anak laki-laki lebih sering dibanding anak perempuan (4:1). humerus.

Kuman dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka penetrasi langsung. Etiologi dan prevalensi osteomielitis homogen Patogenesis Infeksi dalam sistem muskuloskeletal dapat berkembang melalui beberapa cara.Gambar 2. melalui penyebaran .

dan usia tua. Selain itu.Ujung metafisis tulang panjang merupakan tempat predileksi untuk osteomielitis hematogen. Kondisi ini mempredisposisikan bakteri untuk bermigrasi melalu celah pada endotel dan melekat pada matriks tulang. arteritis. hipoksia kronik. Diperkirakan bahwa end-artery dari pembuluh darah yang menutrisinya bermuara pada vena-vena sinusoidal yang berukuran jauh lebih besar. Sedangkan faktor-faktor lokal adalah penyakit vaskular perifer. ada osifikasi total lempeng fiseal dan ciri aliran darah yang lamban tidak ada lagi. pus tersebut akan dapat menembus soft tissues disekitarnya hingga ke permukaan kulit. membentuk suatu sinus drainase. Akumulasi pus dan peningkatan tekanan lokal akan menyebarkan pus hingga ke korteks melalui sistem havers dan kanal volkmann hingga terkumpul dibawah periosteum menimbulkan rasa nyeri lokalisata di atas daerah infeksi. Abses subperiosteal kemudian akan menstimulasi pembentukan involukrum periosteal (fase kronis). Sehingga osteomielitis hematogen pada orang dewasa merupakan suatu kejadian yang jarang terjadi. gangguan fungsi hati dan ginjal. rendahnya tekanan oksigen pada daerah ini juga akan menurunkan aktivitas fagositik dari sel darah putih. Apabila pus keluar dari korteks. Infeksi hematogen ini akan menyebabkan terjadinya trombosis pembuluh darah lokal yang pada akhirnya menciptakan suatu area nekrosis avaskular yang kemudian berkembang menjadi abses. limfedema kronik. Osteomielitis hematogen adalah penyakit masa kanak-kanak yang biasanya timbul antara usia 5 dan 15 tahun.hematogen dari situs infeksi didekatnya ataupun dari struktur lain yang jauh. Dengan maturasi. atau selama pembedahan dimana jaringan tubuh terpapar dengan lingkungan sekitarnya. penyakit stasis vena. sehingga menyebabkan terjadinya aliran darah yang lambat dan berturbulensi pada tempat ini. immunosupresan. penyakit imundefisiensi. malnutrisi. Faktor-faktor sistemik yang dapat mempengaruhi perjalanan klinis osteomielitis termasuk diabetes mellitus. .

Klasifikasi Osteomielitis Beberapa sistem klasifikasi telah digunakan untuk mendeskripsikan ostemielitis. Sistem tradisional membagi infeksi tulang menurut durasi dari timbulnya gejala : akut. .

dan leukosit. Sedangkan osteomielitis kronik merupakan infeksi tulang yang perjalanan klinisnya terjadi lebih dari 3 bulan. namun oedem dan kemerahan jarang ditemukan. Pada pemeriksaan biasanya ditemukan nyeri tekan lokal dan pergerakan sendi yang terbatas. apabila penderita mengeluhkan nyeri lutut. Penyebaran infeksi hematogen dan kontinyu dapat bersifat akut meskipun penyebaran kontinyu berhubungan dengan adanya trauma atau infeksi lokal jaringan lunak yang sudah ada sebelumnya seperti ulkus diabetikum. menggigil. Durasi dari osteomielitis subakut adalah antara 14 hari sampai 3 bulan. Cierny-Mader mengembangkan suatu sistem staging untuk osteomielitis yang diklasifikasikan berdasarkan penyebaran anatomis dari infeksi dan status fisiologis dari penderitanya. dan kronik. stadium 3 – medular dan kortikal yang terlokalisasi. Nyeri biasanya terlokalisasi meskipun bisa juga menjalar ke bagian tubuh lain di dekatnya. Sklerosis reaktif tidak ditemukan karena hanya terjadi pada infeksi kronis. pada dewasa juga dapat berkembang infeksi hematogen akut khususnya setelah pemasangan prosthesa dan sebagainya. dan stadium 4 – medular dan kortikal difus. Stadium 1 – medular. Presentasi radiologi dari . letargi. penyebaran kontinyu (dengan atau tanpa penyakit vaskular) dan kronik. Penderita biasanya akan menghindari menggunakan bagian tubuh yang terkena infeksi. Seminggu setelah itu dapat ditemukan adanya lesi radiolusen dan elevasi periosteal. penderita memiliki gejala dan tanda dari inflamasi akut. Infeksi akut umumnya berhubungan dengan proses hematogen pada anak. LED. maka sendi panggul juga harus dievaluasi akan adanya arthritis. Osteomielitis akut diidentifikasi dengan adanya onset penyakit dalam 7-14 hari. Dapat pula disertai gejala sistemik seperti demam. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan peningkatan dramatis dari CRP. Pada pemeriksaan foto polos pada awal gejala didapatkan hasil yang negatif. Namun. Sistem klasifikasi lainnya dikembangkan oleh Waldvogel yang mengkategorisasikan infeksi muskuloskeletal berdasarkan etiologi dan kronisitasnya : hematogen. Pada pemeriksaan kultur darah tepi. Sebagai contoh. ditemukan organisme penyebab infeksi. stadium 2 – korteks superfisial. Manifestasi Klinis 1.subakut. dan nafsu makan menurun pada anak. Kondisi ini berhubungan dengan adanya nekrosis tulang pada episentral yang disebut sekuester yang dibungkus involukrum. Osteomielitis hematogenik akut Secara klinis.

3. dan histiositosis Langerhans’. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh organisme dengan virulensi rendah dan tidak memiliki gejala. Pemeriksaan darah lengkap: Jumlah leukosit mungkin tinggi. penelitian ini mungkin lebih berguna daripada laju endapan darah (LED) karena menunjukan adanya peningkatan LED pada permulaan. Inokulasi langsung intraoperatif atau perkembangan hematogenik dari logam atau permukaan tulang mati merupakan tempat perkembangan bakteri yang baik karena dapat melindunginya dari leukosit dan antibiotik. Pemeriksaan penunjang Penelitian berikut diindikasikan pada pasien dengan osteomielitis: 1. LED biasanya meningkat (90%). malaise. adanya drainase pus atau fistel. Adanya pergeseran ke kiri biasanya disertai dengan peningkatan jumlah leukosit polimorfonuklear. maka ditemukan adanya osteolisis dan elevasi periosteal. atau akibat dari trauma tembus. tetapi sering normal. CRP dan LED memiliki . iatrogenik. Tingkat C-reaktif protein biasanya tinggi dan nonspesifik. Kondisi ini dapat terjadi secara hematogen. pengangkatan implan dan tulang mati tersebut harus dilakukan untuk mencegah infeksi lebih jauh lagi. Seperti osteomielitis kronik. maka akan sulit membedakannya dengan Histiositosis Langerhans atau Ewing’s Sarcoma. Karena itu. Osteomielitis subakut memiliki gambaran radiologis yang merupakan kombinasi dari gambaran akut dan kronis. Osteomielitis Subakut Infeksi subakut biasanya berhubungan dengan pasien pediatrik. Osteomielitis Kronik Osteomielitis kronis merupakan hasil dari osteomielitis akut dan subakut yang tidak diobati. dibutuhkan biopsi untuk menentukan diagnosis pasti. namun. maka ditemukan adanya zona sirkumferensial tulang yang sklerotik. Ewing’s sarkoma.Osteomielitis hematogen akut mirip dengan gambaran neoplasma seperti Leukimia limfositik akut. Infeksi kronis seringkali berhubungan dengan implan logam ortopedi yang digunakan untuk mereposisi tulang. Pada hal ini. Apabila osteomielitis subakut mengenai diafisis tulang panjang. Seperti osteomielitis akut. 2. temuan ini secara klinis tidak spesifik. Gejala klinisnya dapat berupa ulkus yang tidak kunjung sembuh. dan fatigue.

Kultur tulang dari biopsi atau aspirasi memiliki hasil diagnostik sekitar 77% pada semua studi. pemeriksaan Hs-CRP dapat mendeteksi adanya inflamasi lebih cepat dibandingkan pemeriksaan Laju Endap Darah (LED). Terapi Osteomielitis akut harus diobati segera. Sehingga pemeriksaan CRP kuantitatif dapat dijadikan petanda untuk mendeteksi adanya inflamasi/infeksi akut. Inflamasi merupakan proses dimana tubuh memberikan respon terhadap injury . Jumlah CRP akan meningkat tajam beberapa saat setelah terjadinya inflamasi dan selama proses inflamasi sistemik berlangsung. LED dan CRP sebaiknya diperiksa secara serial setiap minggu untuk memantau keberhasilan terapi. Bagaimanapun. Terutama pada pasien anak- . Terapi antibiotik biasanya diteruskan hingga 6 minggu pada pasien dengan osteomielitis. Darah hasil kultur. positif pada sekitar 50% pasien dengan osteomielitis hematogen. keseimbangan cairan dan elektrolit dipertahankan. Jika biakan darah negatif. Jika tidak ditemukan perbaikan. Kultur : Kultur dari luka superficial atau saluran sinus sering tidak berkorelasi dengan bakteri yang menyebabkan osteomielitis dan memiliki penggunaan yang terbatas. inflamasi atau kerusakan jaringan. maka diperlukan intervensi bedah. dan ekstremitas diimobilisasi dengan gips. Karena Staphylococcus merupakan kuman penyebab tersering.peran terbatas dalam menentukan osteomielitis kronis seringkali didapatkan hasil yang normal. C-Reactive Protein (CRP) Adalah suatu protein fase akut yang diproduksi oleh hati sebagai respon adanya infeksi. Berdasarkan penelitian. Pasien diharuskan untuk tirah baring. Pasien dengan peningkatan LED dan CRP yang persisten pada masa akhir pemberian antibiotik yang direncanakan mungkin memiliki infeksi yang tidak dapat ditatalaksana secara komplit. kultur darah positif mungkin menghalangi kebutuhan untuk prosedur invasif lebih lanjut untuk mengisolasi organisme. 2. Biakan darah diambil dan pemberian antibiotika intravena dimulai tanpa menunggu hasil biakan. maka diperlukan aspirasi subperiosteum atau aspirasi intramedula pada tulang yang terlibat. Perbaikan klinis biasanya terlihat dalam 24 jam setelah pemberian antibiotika. diberikan antipiretik bila demam. maka antibiotika yang dipilih harus memiliki spektrum antistafilokokus.

terutama saat terjadi radang. Semua tulang dan kartilago yang terinfeksi dan mati diangkat supaya dapat terjadi penyembuhan yang permanen. Dilakukan sequestrektomi (pengangkatan involukrum secukupnya supaya ahli bedah dapat mengangkat sequestrum). Kapan aktivitas penuh dapat dimulai tergantung pada jumlah tulang yang terlibat. TBC paru-paru ( 65 mm/jam ) dan pada keadaan infeksi terutama yang disertai dengan kerusakan jaringan. sedangkan LED yang menurun dibandingkan sebelumnya menunjukkan suatu perbaikan. Nilai LED meningkat pada keadaan seperti kehamilan ( 35 mm/jam ). Adanya abses . artritis dan nefritis. Bila pasien tidak menunjukkan respons terhadap terapi antibiotika. Proses pemeriksaan sedimentasi (pengendapan) darah ini diukur dengan memasukkan darah kita ke dalam tabung khusus selama satu jam. Tinggi ringannya nilai pada LED memang sangat dipengaruhi oleh keadaan tubuh kita. LED yang cepat menunjukkan suatu lesi yang aktif. Pada beberapa kasus. Tetapi antibiotik dianjurkan. infeksi sudah terlalu berat dan luas sehingga satu-satunya tindakan terbaik adalah amputasi dan pemasangan prothesa. Indikasi dilakukannya pembedahan ialah : 1. Makin banyak sel darah merah yang mengendap maka makin tinggi LED-nya. menstruasi. Pada infeksi luas. tulang yang terkena harus dilakukan pembedahan. Bila proses akut telah dikendalikan. kelemahan akibat hilangnya tulang dapat mengakibatkan terjadinya fraktur patologis. Pada osteomielitis kronik. Jadi pemeriksaan LED masih termasuk pemeriksaan penunjang yang tidak spesifik untuk satu penyakit. Adanaya sequester 2. Bila dilakukan secara berulang laju endap darah dapat dipakai untuk menilai perjalanan penyakit seperti tuberkulosis. jaringan purulen dan nekrotik diangkat dan daerah itu diiringi secara langsung dengan larutan salin fisiologis steril. antibiotika merupakan adjuvan terhadap debridemen bedah. Kadang harus dilakukan pengangkatan tulang untuk memajankan rongga yang dalam menjadi cekungan yang dangkal (saucerization).anak yang sulit untuk mendapatkan jumlah sampel darah yang cukup untuk pemeriksaan LED. Sedangkan LED adalah merupakan salah satu pemeriksaan rutin untuk darah. demam rematik. peningkatan LED dibandingkan sebelumnya menunjukkan proses yang meluas. maka terapi fisik harian dalam rentang gerakan diberikan.

Infeksi pada tulang dapat menghambat sirkulasi darah dalam tulang. Dapat terjadi infeksi samping dengan pemberian irigasi ini. di kedua ujung tulang panjang pada lengan dan kaki. Pertumbuhan normal dapat terganggu pada tulang yang terinfeksi. kemungkinan harus diamputasi untuk mencegah terjadinya penyebaran infeksi. Luka dapat ditutup rapat untuk menutup rongga mati (dead space) atau dipasang tampon agar dapat diisi oleh jaringan granulasi atau dilakukan grafting dikemudian hari. Teknik bedah mikro ini akan meningkatkan asupan darah. 5. Prosedur bedah ini dapat dilakukan secara bertahap untuk menyakinkan penyembuhan. 6. infeksi dalam tuolang bias menyebar ke dalam sendi di dekatnya. Saat yang terbaik untuk melakukan tindakan pembedahan adalah bila involukrum telah cukup kuat. kemudian memerlukan stabilisasi atau penyokong dengan fiksasi interna atau alat penyokong eksterna untuk mencegah terjadinya patah tulang. Pada defek yang sangat besar. Dapat diberikan irigasi larutan salin normal selama 7 sampai 8 hari. Kanker kulit . Jika terjadi nekrosis pada area yang luas. Arthritis septik 4. Dapat dipasang drainase berpengisap untuk mengontrol hematoma dan mebuang debris.3. menyebabkan kematian tulang. perbaikan asupan darah kemudian akan memungkinkan penyembuhan tulang dan eradikasi infeksi. Gangguan pertumbuhan Pada anak-anak lokasi paling sering terjadi osteomielitis adalah pada daerah yang lembut. 3. Debridemen bedah dapat melemahkan tulang. Rasa sakit yang hebat Bila mencurigakan adanya perubahan kearah keganasan (karsinoma Epidermoid). mencegah terjadinya fraktur pasca pembedahan. Rongga yang didebridemen dapat diisi dengan graft tulang kanselus untuk merangsang penyembuhan. Komplikasi Komplikasi dari osteomielitis antara lain: 1. 4. Kematian tulang (osteonekrosis) 2. Dalam beberapa kasus. rongga dapat diisi dengan transfer tulang berpembuluh darah atau flup otot (dimana suatu otot diambil dari jaringan sekitarnya namun dengan pembuluh darah yang utuh). yang disebut lempeng epifisis.

Buku Ajar Ilmu Bedah edisi revisi http://www. Buku Ajar Bedah Bagian 2. 4. 2003 9. N Engl J Med 1970. DC. RW. DAFTAR PUSTAKA 1. 1994 8. Osteomyelitis.25:1171-1201. Contemp Orthop 1985. Waldvogel FA. Current Diagnosis and Treatment in Orthopedics. Radio Clin North Am 1987. Accessed on 8th December 2012 David R. Mader JT. 10. Wim de jong. 2007 Sjamsuhidajat. 2010).282:198–206. Cotrans. New Hampshire : Appleton & Lange . Robin. Medoff G. Pennick JJ. Madewell JE.com/image/10375. Jakarta : Bagian Bedah Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia . 2009 (cited February 1. December 9.com/article/785020-overview 7. King. therapeutic considerations and unusual aspects (first of three parts).htm. 1992 6. Skinner H. 10:17–37 . 3. Cierny G. Edisi ke-1. 5. Barron BJ.netterimages. Kumpulan Kuliah Bedah. 2. A clinical staging system for adult osteomyelitis. acute and chronic. Osteomyelitis: a review of clinical features.Jika osteomielitis menyebabkan timbulnya luka terbuka yang menyebabkan keluarnya nanah. Available at http://emedicine. Osteomyelitis. maka kulit disekitarnya berisiko tinggi terkena karsinoma sel skuamosa. Pathologic Basis of Disease 7th Edition.medscape. Sabiston. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Swartz MN.