Anda di halaman 1dari 17

1

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kailan merupakan salah satu sayuran yang popular di Indonesia. Kailan
mempunyai rasa yang khas dan enak. Tanaman ini merupakan sumber makanan
yang bergizi dan banyak mengandung vitamin serta mineral. Selain itu kalian
segar mengandung air, protein, lemak, kalsium dan vitamin A. Namun tanaman ini
rentan terhadap penyakit soft rot pada daerah tropis. Salah satu cara untuk
menghadapi kendala budidaya kailan adalah dengan menggunakan metode
hidroponik sistem Nutrien Film Teknik (NFT).
Pertanian merupakan salah satu sektor yang penting bagi kehidupan
masyarakat Indonesia. Sektor ini berperan sebagai penunjang ketersediaan pangan
bagi rakyatnya. Seiring dengan perkembangan teknologi, sektor pertanian juga
ikut

mengalami

perkembangan.

Salah

satu

perkembangannya

adalah

pengembangan pola cocok tanam tanpa media tanah. Pola cocok tanam ini dikenal
dengan nama hidroponik. Hidroponik berasal dari kata hydro yang berarti air dan
ponos yang berarti daya. Dengan demikian hidroponik dapat diartikan sebagai
proses memberdayakan air. Pola cocok tanam sistem hidroponik merupakan pola
cocok tanam yang memberdayakan air sebagai dasar pembangunan tubuh
tanaman dan berperan dalam proses fisiologi tanaman. Tumbuhan yang biasa
ditanam secara hidroponik adalah sayuran dan buah-buahan yang berumur pendek
seperti caisim, kailan, selada, bayam, tomat, paprika, mentimun, dan lain-lain.
Budidaya tanaman secara hidroponik memiliki beberapa keuntungan
dibandingkan dengan budidaya secara konvensional, yaitu pertumbuhan tanaman
dapat di kontrol, tanaman dapat berproduksi dengan kualitas dan kuantitas yang
tinggi, tanaman jarang terserang hama penyakit karena terlindungi, pemberian air

irigasi dan larutan hara lebih efisien dan efektif, dapat diusahakan terus menerus
tanpa tergantung oleh musim, dan dapat diterapkan pada lahan yang sempit
(Susila, 2013).

B. Tujuan
Tujuan praktikum dasar-dasar ilmu tanah adalah :
1. Untuk mengetahui sistem hidroponik tanaman kailan
2. Untuk mengetahui tinggi tanaman kailan
3. Untuk mengetahui jumlah daun pada tanaman kailan
4. Untuk mengetahui panjang akar tanaman kailan
5. Untuk mengetahui jumlah nutrisi yang diberikan pada tanaman kailan
.

II.

TINJAUAN PUSTAKA

Kailan atau Brassica alboglabra. Bentuknya yang mirip dengan sawi/caisim


atau kembang kol atau biasa disebut dengan sawi cina. Berasal dari Mediterania
Timur dan merupakan bahan makanan utama sejak 4000 tahun lalu. Daunnya

panjang dan melebar seperti caisim. Sedangkan warna daun dan batangnya mirip
dengan kembang kol. Kailan merupakan sayuran dataran tinggi yang dapat tumbuh
sepanjang tahun, semusim atau berumur pendek, tumbuh baik pada suhu udara 15-25
0C dan pada ketinggian 300-1900 meter di atas permukaan laut (dpl). Kailan
sebaiknya ditanam pada akhir musim hujan antara bulan Maret sampai bulan April.
Pagi atau sore hari adalah waktu yang tepat untuk penanaman dari bibit ke lapang.
Kailan menghendaki keadaan tanah yang gembur dan subur dengan pH 5,5-6,5.
Kailan mulai dipanen umur 25 hari setelah tanam, tingginya berkisar 35-45 cm
(www.cherryfarms.co.uk/kailan.html.).
Hidroponik dapat didefinisikan sebagai sistem budidaya tanaman dengan
menggunakan media selain tanah, tetapi menggunakan media bersifat inert seperti
kerikil, pasir, gambut, vermikulit, rockwoll, perlite, batu apung atau serbuk gergaji
dan ditambahkan larutan hara yang berisi seluruh unsur yang diperlukan bagi
pertumbuhan tanaman (Resh 2004).
Media tanam yang digunakan untuk sistem hidroponik harus terhindar dari
bakteri, racun, jamur, dan virus yang dapat menjadi penyebab patogen tanaman.
Terdapat dua jenis media tanam hidroponik yaitu media tanam bahan organik terdiri
dari: arang sekam, serbuk kayu, gambut, batang pakis, dan sabut kelapa. Media
tanam bahan anorganik terdiri dari: pasir, kerikil, batu apung, pecahan batu, perlit,
dan zeolit. Pemilihan media tanam yang baik sesuai dengan metode hidroponik yang
akan digunakan dapat memberikan pertumbuhan tanaman yang optimal (Resh 2004).
Larutan hara untuk sistem hidroponik adalah larutan yang mengandung ion
anorganik terbentuk dari garam terlarut yang merupakan elemen terpenting bagi
pertumbuhan tanaman. Larutan hidroponik standar yang biasa digunakan adalah
larutan AB mix yang terdiri dari stok A (berisi larutan hara A) mengandung KNO3,

Ca(NO3)2, NH4NO3 dan FeEDTA, stok B (berisi larutan hara stok B) mengandung
KNO3, K2SO4, KH2PO4, MgSO4, MnSO4, CuSO4, ZnEDTA, H3BO3 dan NH4M0O4 dan asam dengan jumlah 15-20 % dari total larutan stok A dan B (Resh 2004).
Toshiki (2012) mengemukakan bahwa larutan hara menjadi salah satu faktor yang
penting bagi produksi dan kualitas tanaman secara hidroponik. Tanaman memerlukan
sejumlah besar unsur makro (N, P, K, Ca, Mg, dan S) dan juga memerlukan sejumlah
kecil unsur mikro (Cl, Fe, B, Mn, Zn, Cu, Ni dan Mo). Unsur makro dan mikro
tersebut terkandung di dalam larutan hidroponik standar (AB mix).
Parks dan Murray (2011) menyatakan konsentrasi yang terkandung dalam
larutan hara perlu diperhatikan dengan menggunakan konduktivitas listrik (EC) yang
tepat. Nilai EC yang digunakan pada sayuran daun berkisar 1.5-2.5 mS/cm.
Kelebihan nilai EC menyebabkan toksisitas dan plasmolisis sel-sel tanaman.

III.

BAHAN DAN METODE

A. Waktu dan Tempat


Praktikum ini dilaksanakan di Kebun UIRA Agrowisata Universitas Islam
Riau, Jalan Teropong Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru. Praktikum ini
dilaksanakan sebanyak 6 kali pertemuan, mulaihari Sabtu, 10 Oktober hingga
Sabtu, 5 Desember 2015 (Lampiran I).

B. Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan dalam persemaian tanaman dengan
sistem NFFT diantaranya :
1. Polikap / Cawan
2. Tray semai / baki / talam
3. Cocopeat / sabut kelapa
4. Air bersih
5. Gembor
6. Benih tanaman
C. Pelaksanaan Praktikum
1. Cara Penyemaian Benih
Ada beberapa tahap yang dilakukan sebelum benih kita semaikan,
tahapan ini dilakukan agar benih yang kita tanam akan tumbuh baik dan subur.
Tahapan penyemaian tersebut antaranya :
- Saring cocopeat dengan saring agar cocopeat antara serat dan serbuknya
berpisah, cocopeat yang diambil untuk penyemaian yaitu cocopeat yang
-

serbuk saja.
Isi cocopeat kedalam polikap/cawan dengan bagian bawah dipadatkan sampai

penuh rata.
Setelah polikap terisi baru polikap dimasukan kedalam tray pembibitan, 1

tray pembibitan terdiri dari 40 polikap.


Siram polikap dalam tray dengan menggunakan air biasa untuk tahap

pembibitan awal dengan kondisi cocopeat basah lembah.


Penyiraman bibit setelah usia 1 minggu baru menggunakan air nutrisi.
Setelah media basah, baru benih ditanam dalam polikap dengan kedalaman
0.5 cm, ini dilakukan agar tanaman tidak mudah rusak dan hilang saat

penyiraman
Dalam 1 polikap di isi dengan satu benih saja.
Setelah polikap di isi benih, baru ditutup dengan plastik mulsa dengan bagian

hitam dibawah.
Letakkan tray di rak-rak nursery
Benih ditutup sampai benih mengeluarkan akar radik setelah itu baru dibuka

atau sekitar 2 hari.


Setelah plastik dibuka setiap hari disiram 2 kali pagi dan sore hari.

Penyiraman dilakukan dengan cara dikaputkan dengan menggunakan teng

semprot.
Setelah usia 5 hari, penyiraman dengan air dicampur dengan nutrisi 1.5 EC.
Pemindahan bibit tanaman dari persemaian dilakukan selama seminggu

dipersemaian atau sampai akar keluar satu atau dua dari polikap.
Cahaya yang baik untuk penanaman tanaman selama di plot berkisar antara

50 sampai 70 %.
2. Perawatan Penyemaian
1) Sampai pada usia 1-15 hari pemberian air dilakukan dengan sistem kabut.
2) Setelah 15 hari, pemberian penyiraman bibit dengan pemberian 1.5 EC.
3) Dibawah tray atau baki, juga diberikan air dengan nutrisi dengan 1.5 EC.
4) Bacaan 1.5 EC untuk didalam baki atau tray yaitu dengan mencampurkan 3
liter air ditambah dengan 30 ml nutrisi A dan 30 ml nutrisi B.
5) Air dalam baki atau tray hendaknya senantiasa ada dengan ketinggian air
1 cm.
6) Setelah bibit dipersemaian mengeluarkan akar 1-2 helai, baru tanaman siap
dipindahkan kedalam plot yang disediakan.
3. Persiapan Pemindahan Ke Plot.
Sebelum tanaman sayuran dipindahkan kedalam plot yang tersedia, ada
beberapa hal yang harus dilakukan agar tanaman yang dipindahkan akan
tumbuh dengan baik dan subur, persiapan yang harus dilakukan :
1) Pastikan sistem NFT berfungsi dengan baik dan tidak bocor.
2) Pastikan pengairan tidak tersumbat.
3) Jika tersumbat, gunakan benda keras untuk membuka jalan air.
4) Pastikan palong air bersih dan tidak berlumut.
5) Pastikan bak penampung air tidak belumut.
6) Pastikan air di bak NFT sudah terisi.
7) Bacaan air dalam bak NFT 1.6 Ecnya.
8) Pastikan tanaman yang dipindahkan kedalam plot tanaman sehat.
4. Cara Penanaman
1) Tanaman yang sudah terisi memiliki akar lebih dari 1 dibawah polikap atau
sudah keluar sekitar 1 cm, diletakkan kedalam lubang yang ada palong.
2) Akar yang sudah keluar gunanya untuk menyerap air.
3) Peletakkan polikap dalam palong harus menyentuh lantai palong agar
tanaman bisa mendapatkan air yang mengalir dibawah palong.

4) Selain untuk akar tanaman dapat mendapatkan air, tujuan peletakkan


polikap sampai kedasar palong, agar media tanam mendapatkan air,
sehingga media senantiasa lembab.
5) Penanaman yang paling bagus dilakukan pada sore hari.
5. Cara Perawatan Tanaman Dalam Plot.
Setelah tanaman ditanam kedalam aplong, ada beberapa hal yang harus
dilakukan agar tanaman yang ditanam bisa berhasil sampai panen.
1) Setiap hari, aliran air harus dilihat agar tidak tersumbat, jika tersumbat
lakukan perbaikan dengan menusukkan benda keras kedalam lobang aliran
air.
2) Pastikan air nutrisi dalam bak senantiasa penuh.
3) Jika air sudah berkurang sampai batas minimal, segera isi kembali air
sampai penuh, baru diberikan nutrisi.
4) Jangan sampai bak kering karena bisa menyebabkan aerator rusak.
5) Jika tanaman yang mati, segera diambil karena bisa menularkan penyakit.
6) Jika tanaman mati, segera disulam.
6. Panen Sayuran
1) Panen dilakukan pada usia 25-30 hari setelah tanam kedalam palong.
2) Panen dilakukan pada pagi dan sore hari, untuk menghindari berkurangnya
bobot tanaman perbatangnya.
3) Pemanenan dilakukan dengan memotong batang yang paling bawah
4) Pemanenan menggunakan gunting biasa dan gunting stek. Gunting harus
steril, ini berguna agar bekas luka tidak mudah busuk.
5) Gunakan keranjang buah untuk memudahkan pemanenan agar tanaman
tidak rusak.
6) Asingkan tanaman yang rusak dan yang bagus.
7) Sortir daun bawah yang terlihat kuning.
8) Setelah dilakukan sortir, tanaman ditimbang untuk mencari berat yang
dibutuhkan pasar.
9) Baru masukkan kedalam plastik putih ukuran 5 kg.
10) Baru dilakukan peking dengan stepler.
7. Sanitasi Sistem NFT.
Setelah tanaman dipanen didalam palong, tempat penanaman harus
dibersihkan karena sudah kotor dan berlumut, pembersihan dilakukan agar

penanaman berikutnya tidak mengalami kendala yang disebabkantempat


penanaman kotor.
1) Meja palong tanaman dan bak penampung air yang sudah dipanen perlu
segera dicuci.
2) Gunakan diterjen dan beklin.
3) Palong dan bak penampung air yang sudah diberikan diterjen dan beklin
perlu didiamkan 1 malam. Ini dilakukan agar lumut dan kotoran yang
melekat dipalong dapat bersih.
4) Gunakan mesin power sepray.
5) Pastikan semua kotoran dan lumut hilang.
6) Palong dan baik air yang sudah dicuci tidak boleh langsung digunakan,
palong harus dikeringkan 1 malam.
7) Bak air nutrisi harus dicuci minimal 1 minggu sekali.
8) Air nutrisi harus diganti 1 kali, agar air tetap bersih dan tidak mengandung
lumut.
9) Asingkan cocopeat dalam polikap yang duah terpakai.
10) Setelah diasingkan antara polikapdan cocopeat, polikap langsung direndam
dengan air yang telah dicampur dengan beklin untuk strerilisasi polikap.
11) Cocopeat yang telah terpakai dipisahkan antara akar dan cocopeat. Ini
dilakukan karena cocopeat dapat digunakan untuk 2 kali pemakaian.
12) Cocopeat yang dipisahkan antar akar dan cocopeat, dijemur sampai kering,
baru bisa digunakan lagi sebagai media.
13) Sebelum dipakai, cocopeat harus diayak agar akar yang tersisa dapat
dipisahkan.

D. Parameter Pengamatan
1. TinggiTanaman (cm)
Pengukuran tinggi tanaman dilakukan satu minggu setelah semua
perlakuan diberikan, dengan interval satu minggu sekali. Pengukuran
dengan menggunakan meteran dimulai dari pangkal tanaman sampa ikehelai

daun yang tertinggi. Data yang diperoleh dianalisis dan ditampilkan dalam
bentuk tabel.
2. JumlahDaun (helai)
Untuk pengamatan jumlah helai daun dihitung secara keseluruhan
pada tanaman sampel mulai 2 minggu setelah penanaman dengan interval
waktu satuminggu sekali sebanyak satu kali pengamatan.Daun yang
dihitung adalah daun yang telah terbentuk atau membuka sempurna pada
saat pengamatan. Data yeng diperoleh dianalisis, dan ditampilkan dalam
bentuk tabel.
3. Panjang Akar (cm)
Pengamatan panjang akar dilakukan dengan cara mengukur bagian
akar dari tanaman kailan yang telah dibersihkan. Hasil yang didapat
selanjutnya dinalisis, dan disajikan dalam bentuk tabel.
4. Pemberian Nutrisi
Pemberian nutrisi dilakukan pada setiap pagi, dimana isi dari bak air
sebanyak 82 liter, denga jarak setiap plot tanaman 20 cm, jarak palang air 10
cm, jumlah tanaman dalam 1 plot 336 tanaman, dan panjang plot 10 cm.
Jumlah pemberian nutrisi akan disajikan dalam bentuk tabel.

10

IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Tinggi Tanaman
Tinggi
Tanaman

Minggu 1

Minggu 2

Minggu 3

Minggu 4

Minggu 5

2 cm

4 cm

23 cm

30 cm

32 cm

Kailan (cm)
Rata-rata pertumbuhan tinggi kailan setiap minggunya dapat dilihat
melalui cara rumus berikut:
T

= (M2-M1)+(M3-M2)+(M4-M3)+(M5-M4)
4
= 2 + 19 + 7 +2
4
= 7,5 cm
Jadi, rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman kailan setiap minggunya adalah

7,5 cm.

B. Jumlah Daun
Jumlah

Minggu 1

Minggu 2

Minggu 3

Minggu 4

Minggu 5

4 helai

7 helai

9 helai

11 helai

13 helai

Daun
Tanaman
Kailan
Rata-rata Jumlah daun kailan setiap minggunya dapat dilihat melalui cara
rumus berikut:

= (M2-M1)+(M3-M2)+(M4-M3)+(M5-M4)
4

11

=3+3+2+2
4
= 2.5 cm
Jadi, rata-rata jumlah daun tanaman kailan setiap minggunya adalah 2.5
cm.
C. Panjang Akar
Panjang

Minggu 1

Minggu 2

Minggu 3

Minggu 4

Minggu 5

2 cm

5.5 cm

6 cm

32 cm

36 cm

Akar
Tanaman
Kailan (cm)
Rata-rata panjang akar kailan setiap minggunya dapat dilihat melalui cara
rumus berikut:
T

= (M2-M1)+(M3-M2)+(M4-M3)+(M5-M4)
4
= 3.5 + 0.5+ 26 + 4
4
= 8,5 cm
Jadi, rata-rata panjang akar tanaman kailan setiap minggunya adalah 8,5

cm.
D. Pemberian Nutrisi
Pemberian
1-7 HARI

USIA TANAMAN
8-14 HARI
16-21 HARI

22- PANEN

Nutrisi
Tanaman
Kailan (Ppm)

500 Ppm

700 Ppm

900 Ppm

1100 Ppm

12

Jadi, setiap minggunya, pemberian nutrisi pada tanaman kailan di


tambahkan 200 Ppm, agar sesuia dengan kebutuhan nutrisi yang diperlukan
oleh tanaman kailan.

V. PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Kailan (Brassica oleraceae var achepala) atau kale merupakan sayuran yang
mengandung banyak vitamin serta tersebar di seluruh Indonesia
2. Hidroponik adalah cocok tanam yang memberdayakan air sebagai dasar
pembangunan tubuh tanaman dan berperan dalam proses fisiologi tanaman
3. Rata-rata tinggi tumbuh tanaman kailan setiap minggunya adalah 7,5 cm.
4. Rata-rata pertumbuhan helai daun tanaman kailan setiap minggunya adalah
2.5 cm
5. Rata-rata panjang akar tanaman kailan setiap minggunya adalah 8,5 cm.
6. Setiap minggunya, pemberian nutrisi pada tanaman kailan di tambahkan 200
Ppm, agar sesuia dengan kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh tanaman
kailan.

B. Kritik dan Saran


Saran penulis yaitu semoga para pembaca dapat mengetahui tentang
penelitian yang berhubungan dengan Hidroponik Kailan dan dapat membuat
laporan penelitian yang lebih baik dimasa yang akan datang. Untuk Asisten
Dosen semoga dapat membimbing mahasiswa dengan lebih giat lagi, sehingga
mahasiswa lebih paham mengenai penelitian Hidroponik Kailan dengan sistem
Nutrien Film Teknik.

13

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Budidaya Kailan Secara Organik. http://budidayanews.


blogspot.com/2011/04/budidaya-kailan-secara-organik.html. Diakses pada
tanggal 7 Desember 2015.
Anonim.
2011.
Pertanian
Kota
(
Urban
Farming).
http://agronomersindonesia.blogspot. com /2011/06/pertanian-kota-urbanfarming.html. Diakses pada tanggal 7 Desember 2015.
Anonimous, 2002. Laporan Tahunan, Food Bex, Indonesia, pekanbaru
Anonimus, 2014.Limbah.http://id.wikipedia.org/wiki/limbah. Diakses pada tanggal
08 Desember 2015.
Arif, A. 1990. HORTIKULTURA. Andi Ofset, Jakarta
Bambang Riyanto. 1995. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat.
BPFE UGM. Yogyakarta.
Darmono. 1995. Logam Dalam Sistem Biologi Makhluk Hidup.UI_ Press. Jakarta.
Djaparudin, 1970. Pupukdan Pemupukan, Fakultas Pertanian Universitas Andalas,
Padang.
Fatimah, S, dkk, 2008. Pengaruh Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan
dan Hasil Tanaman Sambiloto (Andrographispaniculata, Ness). Embriyo.
Setyati, M. M. 1979. Pengantar Agronomi. Departemen Agronomi Fakultas Pertanian
IPB, Bogor.
Soegiman, 1982. Ilmu Tanah. Bharata Karya Aksara. Jakarta.
Soekartawi, et al. 1984. Ilmu Usahatani dan Penelitian untuk Pengembangan Petani
Kecil. Jakarta : UI Press.
Steenis 1975. Bertanam Sayur di dalam Pot. PT. Bumi Restu, Jakarta.
Suprijadi, dkk. 2009. SistemKontrolNutrisiHidroponikDenganMenggunakanLogika
Fuzzy. Oto.Ktrl.Inst1 (1): 31-35.
Sutedjo, M. M. 2000. Pupuk dan Cara Pemupukan. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
Tindal, 1983. Comercial Vegetable Crop . tata MC. Publishing Company. Ltd. New

14

Warsito, D. P dan Soedijanto. 1982. Sayuran Daun. PT. Bumi Restu, Jakarta.

LAMPIRAN
Lampiran 1. Jadwal Pratikum Hidrologi Pertanian kelas F kelompok 3
2015/2016
No

Hari, Tgl/Bln/Tahun

Kegiatan

Sabtu, 10 Oktober 2015

Pengenalan

Sabtu, 24 Oktober 2015

Penyemaian

Keterangan
Pengarahan
pengenalan
Nutrien Film Teknik (NFT)
Penyemaian bibit kailan
dengan menggunakan potnet
yang diisi kokopet
Mengukur tinggi tanaman,

Sabtu, 31 Oktober 2015

Pengamatan 1

helai

daun,

dan

panjang akar tanaman kailan.


Mengukur tinggi tanaman,
Sabtu, 14 November 2015

Pengamatan 2

banyak

helai

daun,

dan

panjang akar tanaman kailan.


Mengukur tinggi tanaman,
Sabtu, 21 November 2015

Pengamatan 3

banyak

helai

daun,

dan

panjang akar tanaman kailan.


Mengukur tinggi tanaman,
Sabtu, 28 November 2015

Pengamatan 4

banyak

helai

daun,

dan

panjang akar tanaman kailan.


Mengukur tinggi tanaman,
Sabtu, 05 Desember 2015

Pengamatan 5

7
Sabtu, 12 Desember 2015
8

banyak

Penyusunan
Laporan

banyak

helai

daun,

dan

panjang akar tanaman kailan.


Membuat
Laporan
Penanaman Tanaman Kailan
Secara Hidroponik.

Lampiran2. Dokumentasi Pratikum Hidrologi PertanianKelas F Kelompok 3

15

Penyemaian bibit Kailan

Penyimpinan Bibit

Penutuoan dengan terpal

Pengaliran Air

Kailan yang baru tumbuh

Kailan setelah 3 minggu

Pengaliran Air

Kailan yang telah di pindahkan

Kebun Hidroponik

Tampungan Air yang dipompa kembali

16

Air yang dialiri dari pompa

Kailan Dewasa
Lampiran 3.

Nama : FADIL ADITYA EDWIN


NPM : 144210232
Kelas : F
Kelompok : 3
Tempat/tanggal lahir : Padang, 16 Juli 1996

Daftar Riwayat Hidup :


1. Nama orang tua
Ayah
: Edwin Suprayogi
Ibu
: Ari Viona
2. Anak ke 2 dari 3 bersaudara
3. Alamat Rumah : Jl. M. Syafei Muaro Sijunjung, Sumbar
4. Alamat kost : Jl. H. Sulaiman-Kh. Nasution, Marpoyan damai, Pekanbaru
5. Pendidikan
- TK
: TK Darma Wanita
- SD
: SDN 01Sungai Lansek
- SMP
: SMPN 7Sijunjung
- SMA
: SMAN 1Sijunjung
- Kuliah
: Universitas Islam Riau

17