Anda di halaman 1dari 9

Instrumen Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar

(Keterkaitan Nilai Dasar dengan Kegiatan )


N
o.

Uraian
Tugas

1
2
1 Melakukan
pelayanan
medik umum

Kegiatan

Tahapan
Kegiatan

4
5
Meningkatkan
1. Menyusun format
pelayanan medis
instruksi kerja
bagi lansia
(IKA)pelayanan
dengan membuat
Lansia priority
format instruksi
dan alur
kerja dan alur
pelayanan.
pelayanan
2. Berkonsultasi
Lansia Priority
dengan atasan
yang terintegrasi
dalam pembuatan
dengan seluruh
IKA dan alur
loket pelayanan
pelayanan
Lansia Priority
3. Membuat alur
pelayanan
Lansia Priority
yang terintegrasi
dengan seluruh
loket pelayanan.
4. Melakukan
sosialisasi ke
pasien dan
seluruh unit
pelayanan medis.
5. Pelaksanaan
kegiatan

Proses kegiatan
aktualisasi nilainilai dasar profesi
PNS

Output/Hasil

Konstribusi

Penguatan

Kegiatan

thd Visi Misi

Nilai-nilai

Organisasi

Organisasi

8
Pelayanan yang
memprioritaskan
lansia mendukung
visi dan misi
puskesmas dalam
meningkatkan
system pelayanan
yang menjadi
andalan
masyarakat dalam
pelayanan
kesehatan yang
professional.

7
Memprioritas
kan lansia
dalam setiap
unit pelayanan
di puskesmas
mendukung
budaya kerja
yang responsive

6
Menyusun format
Format
instruksi kerja dan
instruksi kerja
alur pelayanan lansia Lansia Priority
priority sesuai
dengan aturan
aturan yang berlaku.
Dalam
- Persetujuan
penyusunannya
atasan.
tetap berkonsultasi
kepada atasan
langsung untuk
mendapatkan
persetujuan. Setelah
mendapat
Alur pelayanan
persetujuan dari
Lansia Priority
atasan, maka saya
berkewajiban untuk
mengintegrasikan
dan
mensosialisasikan
secara adil dengan
seluruh unit
pelayanan tanpa
adanya perbedaan
dan menjalankannya

pelayanan
Lansia priority di
seluruh unit
pelayanan.

2. Melakukan
pelayanan
medis umum

sesuai dengan SOP


yang berlaku. Serta
dalam pelaksanaan
program ini, semua
unit pelayanan
berkontribusi tanpa
adanya praktek
kolusi dan
nepotisme.
(komitmenmutu,
etika public,
akuntabilitas, nas
dan anti korupsi)
Membuat kartu
1. Membuat desain Dalam membuat
Kartu antrian
antrian khusus
kartu antrian
desain kartu antrian lansia
lansia yang
khusus lansia.
khusus lansia
terpisah dari
2. Berkonsultasi
memperhatikan
pasien umum
dengan atasan
untuk
langsung dalam norma yang ada di
mempercepat
pembuatan kartu masyarakat, dimana
lansia dengan
pelayanan di
antrian lansia.
loket pendaftaran. 3. Membuat
keterbatasan fisiknya
keterangan
memerlukan pelayan
mengenai kartu yang ber-empati dan
antrian untuk
responsive.
masing-masing
Selanjutnya saya
poli.
berkonsultasi dengan
4. Membuat kartu
atasan langsung
antrian lansia
dengan warna
dalam pembuatan
yang berbeda
kartu antrian untuk
dengan poli lain. mendapatkan
5. Melakukan
persetujuan.
sosialisasi pada

Adanya kartu
antrian lansia ini
diharapkan dapat
mewujudkan
pelayanan yang
prima dan
berkualitas
khususnya bagi
lansia sesuai
dengan visi dan
misi puskesmas
untuk
meningkatkan
system pelayanan
yang menjadi
andalan
masyarakat dalam
pelayanan

Upaya
pembuatan
kartu antrian
khusus lansia
mendukung
budaya kerja
cakap, akurat
dan responsive.

pasien lansia
mengenai kartu
antrian.

Membuat perbedaan
warna kartu serta
adanya label antrian
untuk memberikan
kemudahan pasien
dan mempercepat
pelayanan sehingga
dapat menghasilkan
pelayanan yang
berkualitas sesuai
dengan standar yang
berlaku. Dalam
pembuatan kartu ini
saya bersikap
transaparan dan
professional serta
tidak menerima
gratifikasi dalam
bentuk apapun.
(etika, komitmen
mutu, akuntabilitas)

kesehatan yang
professional.

3. Melakukan
pelayanan
medis umum

Meningkatkan
pelayanan medis
dalam
mengendalikan
jumlah Penyakit
Tidak Menular
(PTM) dengan
membuat Kartu
Kendali PTM dan
monitoring via
sms

1. Membuat format
kartu kendali
PTM yang
sistematis.
2. Melakukan
konsultasi
dengan atasan
langsung dalam
pembuatan kartu
kendali PTM.
3. Menyusun format
kartu kendali
PTM yang berisi
biodata pasien,
pemeriksaan fisis
(BB, TB, TD, LP),
Pemeriksaan
penunjang (EKG
dan Lab), obat
yang diberikan
dan jadwal
kunjungan ulang.
4. Melakukan
sosialisasi
kepada pasien
penyakit tidak
menular
mengenai Kartu
Kendali PTM.
5. Informed consent
ke pasien
mengenai
layanan sms
center untuk

Dalam membuat
Kartu Kendali
kartu kendali PTM ini PTM
tetap berlandaskan
pada aturan- aturan
yang ada dengan
tetap memperhatikan
nilai edukatif pasien.
Melakukan konsultasi
ke atasan untuk
mendapatkan
persetujuan dalam
pembuatan kartu
kendali PTM. Kartu
kendali ini disusun
untuk dimanfaatkan
oleh semua pasien
PTM tanpa
terkecuali. Mengisi
lengkap biodata
termasuk no. hp dan
keluhan pasien
dengan mengajukan
pertanyaan secara
sopan dan santun,
serta membuat
informed consent dan
persetujuan ke
pasien untuk
menerima sms yang
berisi monitoring

Dengan membuat
kartu kendali PTM
ini
diharapkan
sebagai
inovasi
dalam
hal
pelayanan
kesehatan
untuk
meningkatkan
kepedulian
masyarakat akan
kesehatan diri dan
orang-orang
disekitarnya serta
mendukung
visi
dan
misi
puskesmas dalam
mengembangkan
sistem
informasi
dan
pemasaran
sosial
kesehatan
mutakhir dan tepat
guna.

Penerapan kartu
kendali untuk
pasien PTM
sesuai dengan
budaya kerja
puskesmas
yang edukatif
dan responsif

memonitor jadwal
kontrol, jadwal
cek lab,
monitoring obat,
serta informasi
kesehatan
lainnya

4. Melayani/
menerima
konsultasi dari
luar/ ke luar.

Meningkatkan
kualitas
pelayanan
rujukan dengan
membuat alur
dan
mengoptimalkan
sistem rujukan
berjenjang BPJS.

1. Membuat alur
sistem rujukan
berjenjang BPJS.
2. Memperbaiki
penegakan
diagnosis yang
tepat untuk
indikasi rujukan.
3. Mengoptimalkan
penggunaan
sarana dan
prasarana di
puskesmas guna
meminimalisir
rujukan.
4. Melakukan
sosialisasi
kepada pasien
tentang sistem
rujukan
berjenjang BPJS.

jadwal kunjungan
ulang, jadwal cek lab,
ketersediaan obat
serta informasi
kesehatan lainnya.
Serta tidak
memungut biaya
sepeserpun kepada
pasien untuk
pengadaan kartu
Kendali PTM ini.
Alur Sistem
Rujukan
Berjenjang

Mengisi form
rujukan secara
jelas dan
sistematis sesuai
dengan SOP
rujukan
berjenjang BPJS

5. Melakukan
pencatatan
rekam medis

Meningkatkan
1. Membuat format
pelayanan medis
register BPU
BPU dalam hal
secara
pencatatan dan
komputerisasi.
pelaporan rekam 2. Format RBT
medis yang
terintegrasikan
terintegrasi
dengan status
melalui format
rekam medis.
RBT (Register
3. Menyusun format
BPU
secara jelas dan
Terkomputerisasi)
sistematis
4. Melakukan
sosialisasi
kepada para
petugas medis.

Laporan register
BPU yang
terkomputerisasi.

6. Melakukan
tindakan
khusus oleh
dokter umum
tingkat
sederhana

7. Penyuluhan
kesehatan
masyarakat

Meningkatkan
1. Membuat papan
transparansi
informasi
pelayanan
mengenai tarif
tindakan medis
tindakan medis.
khusus dengan
2. Memampang
menyediakan
papan informasi
papan informasi
tarif tindakan di
tarif tindakan dan
tempat yang
monitoring jumlah
strategis seperti
pembayaran
ruang tindakan
lewat buku
dan loket
monitor.
3. Sosialisasi
mengenai tarif
tindakan medis
sesuai pergub.
4. Melakukan
informed concent
ke pasien
mengenai jenis
tindakan medis
yang dilakukan
beserta biaya
Mengoptimalkan 1. Menyiapkan
kegiatan
materi
penyuluhan
penyuluhan.
tentang Ca Servix 2. Menyiapkan
melalui media
media yang akan
audiovisual dan
di gunakan untuk
games menarik
penyuluhan.
3. Mengumpulkan
audience.
4. Mengadakan pre
test.
5. Menyampaikan

Papan informasi
tarif tindakan dan
buku monitoring
pembayaran
tindakan

testimoni

6.
7.
8. Melayani/
menerima
konsultasi dari
dalam.

Memperbaiki
1.
sistem pelayanan
konsul dengan
membuat buku
2.
register rujukan
internal.
3.

4.

5.

materi
penyuluhan lewat
audiovisual.
Melakukan diskusi
dan tanya jawab
Evaluasi
penyuluhan
dengan post test
Menyiapkan buku
register rujukan
internal.
Membuat format
buku register
rujukan internal.
Melengkapi buku
register rujukan
mulai dari lembar
konsul dan lembar
jawaban sampai
paraf dari dokter/
petugas medis
poli tempat
merujuk.
Melampirkan hasil
pemeriksaan yang
didapatkan
termasuk
pemeriksaan
penunjang.
Sosialisasi
kepada dokter
dan petugas yang
ada di puskesmas

Buku register
rujukan internal

...............................201...
Menyetujui
ATASAN LANGSUNG

PESERTA DIKLAT

tanda tangan

tanda tangan

(...............................)

(.............)

Mengetahui
Coach
tanda tangan
(................................................)