Anda di halaman 1dari 104

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN

KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG


DIRIPADA PERAWAT BRAWIJAYA
WOMEN & CHILDREN HOSPITAL
JAKARTA SELATAN
TAHUN 2015

Dibuat untuk memenuhi persyaratan penyelesaian tugas akhir


pada program studi S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan PERTAMEDIKA

Oleh :
Maria Hayati
11132029

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PERTAMEDIKA
JAKARTA
2015

LEMBAR PERSETUJUAN

Laporan hasil penelitian ini telah diperiksa, disetujui untuk untuk dipertahankan
dihadapanTim Penguji Program Studi S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan PERTAMEDIKA

Jakarta, Maret 2015


Menyetujui,
Pembimbing

(Etty Ernawaty, SKp, MKep)

Mengetahui,
Kepala Prodi S1 Keperawatan,

(Wasijati, S.Kp, M.Si, M.Kep.)

LEMBAR PENGESAHAN
Laporan hasil penelitian dengan judul Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan

Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Perawat Brawijaya Women &
Children Hospital Jakarta Selatan Tahun 2015, ini telah diujikan dan dinyatakan
Lulus dalam ujian sidang dihadapan Tim Penguji Pada Tanggal 09Maret 2015.

Penguji I

(Etty Ernawaty, SKp,MKep)

Penguji II

(Widiyo Weni Wigati,SKM.,MARS)

Penguji III

(Lenny Rosbi Rimbun, SKp, MSi, MKep)

ii

SEKOLAH
TINGGI
ILMU
PROGRAM S1 KEPERAWATAN

KEPERAWATAN

PERTAMEDIKA

Skripsi, Maret 2015


MARIA HAYATI
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung
Diri pada Perawat Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta Selatan Tahun
2015

iii

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PERTAMEDIKA


PROGRAM S1 KEPERAWATAN
Skripsi, 27 Maret 2015
MARIA HAYATI
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Penggunaan Alat
Pelindung Diri Pada Perawat Brawijaya Women & Children Hospital
Jakarta Selatan Tahun 2015

XIV + 90 halaman + 16 tabel + 2 skema + 6 lampiran

ABSTRAK
Menurut WHO (World Health Organization), rumah sakit adalah bagian integral
dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan
paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pencegahan
penyakit (preventif) kepada masyarakat. Tenaga kesehatan membutuhkan Alat
Pelindung Diri (APD) ketika praktik untuk mengurangi resiko tertular penyakit.
Beberapa penelitian menunjukkan rendahnya penggunaan APD pada perawat.
Peneliti melibatkan 65 perawat Brawijaya Women & Children Hospital sebagai
responden dengan
menggunakan tehnik consecutive sampling. Penelitian
deskriptif korelasi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan
dengan kepatuhan penggunaan APD pada perawat Brawijaya Women & Children
Hospital. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner yang berisi pernyataan
tentang pengetahuan dan kepatuhan penggunaan APD. Hasil penelitian ini
menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan
penggunaan APD (p=0.010; 0.05) Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa
tingkat pengetahuan tentang APD mempengaruhi kepatuhan penggunaan APD
pada perawat Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta Selatan Tahun 2015.
Kata kunci : Tingkat pengetahuan, Kepatuhan, Alat Pelindung Diri
Daftar Pustaka : 37 buku (1997-2011) + 2 internet

iv

PERTAMEDIKA SCHOOL OF HEALTH


S1 NURSING PROGRAM
Skripsi, 27 Maret 2015
MARIA HAYATI
The Correlation of Knowledge Level With Compliance In The Use Personal Protective
Equipment ofNurse Brawijaya Women & Children HospitalSouth Jakarta 2015

XIV + 90 Pages+ 16 tables+ 2 scheme + 6 attachment


ABSTRACT
According to WHO (World Health Organization), the hospital is an integral part
of an organization with a social and health care functions to provide complete
(comprehensive), healing (curative) and disease prevention (preventive) to the
public. Health workers need personal protective equipment (PPE) when practices
to reduce the risk of contracting the disease. Several studies show low use of PPE
in nurses. Researchers enrolled 65 nurses Brawijaya Women & Children Hospital
as respondents using consecutive samplingtechnique. Deskriptif correlation study
aimed to determine the relationship of the level of knowledge with the use of PPE
in compliance nurse Brawijaya Women & Children Hospital Instruments receipts
research questionnaire contains statements about the knowledge and compliance
with the use of PPE. The results of this study showed any correlation between the
level of knowledge with the use of PPE compliance (p=0.010; 0.05). The results
of this study can be concluded that the level of knowledge of the APD does affect
compliance with PPE use in nursing Brawijaya Women & Children Hospital outh
Jakarta 2015.
Keywords: Level of knowledge, Compliance, Personal Protective Equipment
Bibliography : 37 books ( 1997 - 2011 ) + 2 internet

SURAT PERNYATAAN
Yang bertanda tangan dibawah ini, saya:
Nama

: Maria Hayati

NIM

: 1132029

Mahasiswa S1 Kep. / Angkatan

: S1 Non Reguler / Angkatan 7

Menyatakan Bahwa Saya tidak melakukan kegiatan plagiat dalam penulisan


laporan penelitian Mata Ajar Riset Keperawatan saya yang berjudul:
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Penggunaan
Alat Pelindung Diri Pada Perawat Brawijaya Women & Children
Hospital Jakarta Selatan Tahun 2015.

Apabila suatu saat saya melakukan tindakan plagiat, maka saya akan menerima
sanksi yang telah ditetapkan.
Demikian surat pernyataan saya buat dengan sebenar-benarnya.

Jakarta, Maret 2015

(Maria Hayati)

vi

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS


AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Sebagai civitas akademik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan PERTAMEDIKA


(STIKes Pertamedika), saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama
NIM
Program Studi
Insitusi
Jenis Karya

: Maria Hayati
: 1132029
: S1 Keperawatan
: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan PERTAMEDIKA
: Skripsi

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada


Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan PERTAMEDIKA Hak Bebas Royalti
Noneksklusif (Non-Exclusive Royalty Free Right) atas Skripsi saya yang
berjudul:
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung
Diri Pada Perawat Brawijaya Women& Children Hospital Jakarta Selatan 2015
Beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dengan Hak Bebas Royalti
Noneksklusif
ini
STIKes
PERTAMEDIKA
berhak
menyimpan,
mengalihmediakan/formatkan, mengelolah dalam bentuk pangkalan data
(Database), merawat dan mempublikasikan tugas akhir saya selama tetap
mencantumkan nama saya sebagi penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di
: Jakarta
Pada tanggal :Maret 2015
Yang menyatakan,

Maria Hayati

vii

RIWAYAT HIDUP

Nama

: Maria Hayati

Tempat/Tgl.Lahir

: Jakarta, 22 Maret 1983

Agama

: Islam

Alamat

: Jl.Raya Centex RT 005 / RW 03 No. 27 Jakarta Timur

Riwayat Pendidikan

1. TK Dian Lulus Tahun 1989


2. SD Negeri 07 Jakarta Lulus Tahun 1995
3. SMP Negeri 275 Jakarta Lulus Tahun 1998
4. SMUNegeri 93 Jakarta Lulus Tahun 2001
5. AKPER RS SUMBER WARAS Jakarta Lulus Tahun 2004
6. Sedang menempuh Program Studi S1 Keperawatan STIKes Pertamedika
sejak tahun 2013

viii

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
Rahmat dan KaruniaNya sehingga peneliti dapat menyelesaikan penelitian yang
berjudul Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Penggunaan Alat
Pelindung Diri Pada Perawat Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta
Selatan Tahun 2015
Penelitian ini dibuat untuk memenuhi tugas akhir mata ajar Riset
Keperawatan pada Program Studi Non Reguler SI Keperawatan Sekolah Tingi
Ilmu Kesehatan PERTAMEDIKA.Peneliti menyadari banyak pihak yang turut
membantu sejak awal penyusunan sampai selesainya penelitian ini. Pada
kesempatan kali ini peneliti ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1.

Dr. Mardjo Soebiandono, SpB selaku Direktur Utama PERTAMEDIKA dan


Pembina Yayasan Pendidikan PERTAMEDIKA.

2.

Dr. Dany Amrul Ichdan, SE, MSc selaku Ketua Pengurus Yayasan
Pendidikan PERTAMEDIKA.

3.

MuhammadAli,SKM,M.Kepselaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan


PERTAMEDIKA.

4.

Wasijati, Skp, Msi selaku Kepala Program Studi S1 Keperawatan Sekolah


Tinggi Ilmu Kesehatan PERTAMEDIKA.

5.

Etty Ernawaty, SKp, MKepselaku Pembimbing dengan kesabaran dan


kebaikannya telah membimbing penulis selama proses penelitian ini.

6.

Para Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan PERTAMEDIKA.

7.

Prof. Nugroho Kampono SpOG. Selaku President Direktur Brawijaya


Women & Children Hospital yang telah memberikan izin untuk melakukan
penelitian di RS yang beliau pimpin.

8.

Ns. Elis Rohaniah S.Kep Selaku Head Of Nursing Departement yang telah
memberikan izin untuk melakukan penelitian di Departemen yang beliau
pimpin

ix

9.

Untuk Papa dan Mama

tercinta yang selalu mendoakan, memberikan

dukungan, dan semangat yang tiada hentinya.


10.

Anak saya (Ahmad Syauqie) tersayang, yang selalu memberikan dukungan


dan semangat dalam melakukan penelitian ini, sehingga laporan penelitian
ini dapat selesai waktu yang telah ditentukan.

11.

Temanteman Program Studi Non Reguler S1 Keperawatan Angkatan VII


Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan PERTAMEDIKA.

12.

Teman-teman perawat Brawijaya Women & Children Hospital atas


keikutsertaan dan kerjasamanya menjadi responden, sehingga laporan
penelitian ini dapat selesai sesuai waktu yang telah ditentukan.

13.

Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang turut
berpartisipasi sehingga selesainya penelitian ini.

Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan berkat-Nya kepada semua


yang telah membantu peneliti dalam mewujudkan skripsi ini. Peneliti menyadari
bahwa dalam penyusunan penelitian ini banyak sekali kekurangannya, sehingga
saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan demi perbaikan penulisan
dan penyusunan hasil penelitian dimasa mendatang.

Jakarta, Maret 2015


Peneliti

Maria Hayati

DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN........................................................................ i
LEMBAR PENGESAHAN......................................................................... ii
ABSTRAK ................................................................................................. iii
ABTRACT ................................................................................................. iv
SURAT PERNYATAAN............................................................................ v
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS
AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ....................................... vi
RIWAYAT HIDUP .................................................................................... vii
KATA PENGANTAR ................................................................................ viii
DAFTAR ISI .............................................................................................. xi
DAFTAR TABEL ...................................................................................... xiii
DAFTAR SKEMA ..................................................................................... xiv
DAFTAR LAMPIRAN............................................................................... xv
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah....................................................................... 1
B. Perumusan Masalah ............................................................................. 4
C. Tujuan Penelitian ................................................................................. 4
D. Manfaat Penelitian ............................................................................... 5
BABII TINJAUAN PUSTAKA ................................................................ 7
A. Konsep Penelitian ................................................................................ 7
1. Definisi Kepatuhan......................................................................... 7
2. Aspek Kepatuhan ........................................................................... 7
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan................................. 8
B. Alat Pelindung Diri .............................................................................. 9
1.

Definisi Alat Pelindung Diri.......................................................... 9

2.

Macam-macam Alat Pelindung...................................................... 9

C. Konsep Pengetahuan ............................................................................ 13


1.

Definisi Pengetahuan..................................................................... 13

2.

Aspek tingkat Pengetahuan ........................................................... 15

3.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan ............................ 17

4.

Pengukur ...................................................................................... 17

xi

D. Penelitan Terkait .................................................................................... 20


E. Kerangka Teori ...................................................................................... 23

BAB III KERANGKA KONSEP PENELITIAN, HIPOTESIS, DAN


DEFINISI OPERASIONAL ..................................................................... 24
A. Kerangka Konsep Penelitian................................................................... 25
B. Hipotesis Penelitian................................................................................ 26
C. Definisi Operasional............................................................................... 27
1.

Variabel Independen ..................................................................... 27

2.

Variabel Dependen........................................................................ 28

3.

Variabel Counfounding ................................................................. 29

BAB IV METODE PENELITIAN ........................................................... 30


A. Desain Penelitian.................................................................................... 30
B. Populasi dan Sampel Penelitian .............................................................. 31
C. Tempat dan Waktu Penelitian................................................................. 33
D. Etika Penelitian ...................................................................................... 33
E. Alat Pengumpulan Data ......................................................................... 34
F. Prosedur Pengumpulan Data................................................................... 37
G. Pengolahan Dan Analisis Data................................................................ 38
BAB V HASIL PENELITIAN.................................................................. 41
A. Analisis Univariat ................................................................................. 41
B. Analisis Bivariat.................................................................................... 46
BAB VI PEMBAHASAN.......................................................................... 51
A. Interprestasi dan Distribusi Hasil Penelitian .......................................... 51
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN .................................................. 57
A. Kesimpulan........................................................................................... 57
B. Saran..................................................................................................... 57
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 59
LAMPIRAN .............................................................................................. 62

xii

DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Definisi Operasional............................................................. 27

xiii

DAFTAR SKEMA

Tabel 2.1 Kerangka Teori..................................................................... 23


Tabel 3.1 Kerangka Konsep Penelitian................................................. 25
LEMBAR PERSETUJUAN................................................................i
LEMBAR PENGESAHAN................................................................ii
MARIA HAYATI ...........................................................................iv
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Penggunaan Alat
Pelindung Diri Pada Perawat Brawijaya Women & Children Hospital
Jakarta Selatan Tahun 2015..................................................iv
ABSTRAK.......................................................................................iv
PERTAMEDIKA SCHOOL OF HEALTH ...................................... v
S1 NURSING PROGRAM................................................................ v
MARIA HAYATI .............................................................................. v
The Correlation of Knowledge Level With Compliance In The Use Personal
Protective

Equipment ofNurse

Brawijaya

Women

&

Children

HospitalSouth Jakarta 2015..................................................... v


ABSTRACT....................................................................................... v
SURAT PERNYATAAN..................................................................vi
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS AKHIR
UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ................................vii
RIWAYAT HIDUP ........................................................................viii
KATA PENGANTAR ......................................................................ix
DAFTAR ISI ....................................................................................xi
LEMBAR PERSETUJUAN .................................................................... i xi
LEMBAR PENGESAHAN .................................................................... ii xi
ABSTRAK ............................................................................................. iii xi
ABTRACT .............................................................................................. iv xi
SURAT PERNYATAAN ....................................................................... v xi
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS xi
AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ............................... vi xi
RIWAYAT HIDUP ............................................................................... vii xi

xiv

KATA PENGANTAR ........................................................................ viii xi


DAFTAR ISI .......................................................................................... xi xi
DAFTAR TABEL ............................................................................... xiii xi
DAFTAR SKEMA ............................................................................... xiv xi
DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................... xv xi
BAB I PENDAHULUAN .................................................................... 1 xi
A.

Latar Belakang Masalah

1 .....................................................xi

B.

Perumusan Masalah 4 .............................................................xi

C.

Tujuan Penelitian 4 ................................................................xi

D.

Manfaat Penelitian 5 ..............................................................xi

BABII TINJAUAN PUSTAKA ............................................................. 7 xi


A.

Konsep Penelitian 7 ................................................................xi

1.

Definisi Kepatuhan 7 ..............................................................xi

2.

Aspek Kepatuhan 7 .................................................................xi

3.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan 8.......................xi

B.

Alat Pelindung Diri 9 ..............................................................xi

1.

Definisi Alat Pelindung Diri 9.................................................xi

2.

Macam-macam Alat Pelindung 9 ............................................xi

C.

Konsep Pengetahuan 13 .........................................................xi

1.

Definisi Pengetahuan 13.........................................................xi

2.

Aspek tingkat Pengetahuan

3.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan 17 ................xi

4.

Pengukur

D.

Penelitan Terkait 20 ...............................................................xii

E.

Kerangka Teori 23 ................................................................xii

15 ..............................................xi

17..........................................................................xi

BAB III KERANGKA KONSEP PENELITIAN, HIPOTESIS, DAN DEFINISI


OPERASIONAL......................................................................... 24 xii
A.

Kerangka Konsep Penelitian 25.............................................xii

B.

Hipotesis Penelitian 26..........................................................xii

C.

Definisi Operasional 27.........................................................xii

1.

Variabel Independen 27 ........................................................xii

2.

Variabel Dependen 28...........................................................xii

xv

3.

Variabel Counfounding 29 ....................................................xii

BAB IV METODE PENELITIAN ...................................................... 30 xii


A.

Desain Penelitian 30 ..............................................................xii

B.

Populasi dan Sampel Penelitian 31.........................................xii

C.

Tempat dan Waktu Penelitian 33...........................................xii

D.

Etika Penelitian 33 ................................................................xii

E.

Alat Pengumpulan Data 34....................................................xii

F.

Prosedur Pengumpulan Data 37 ............................................xii

G.

Pengolahan Dan Analisis Data 38 .........................................xii

BAB V HASIL PENELITIAN ............................................................. 41 xii


A.

Analisis Univariat 41 ............................................................xii

B.

Analisis Bivariat 46...............................................................xii

BAB VI PEMBAHASAN .................................................................... 51 xii


A.

Interprestasi dan Distribusi Hasil Penelitian 51 .....................xii

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN ............................................ 57 xii


A.

Kesimpulan 57 ......................................................................xii

B.

Saran 57................................................................................xii

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................... 59 xii


LAMPIRAN ......................................................................................... 62 xii
DAFTAR TABEL ..........................................................................xiii
DAFTAR SKEMA ......................................................................... xiv
DAFTAR LAMPIRAN................................................................... xvi
4) Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan .............................................................18
A.

Desain Penelitian

31

B.

Tempat Penelitian

33

C. Waktu Penelitian ...............................................................................................................33

LAMPIRAN .................................................................................... 63

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN 1

Surat Persetujuan Menjadi Responden Peneliti

xvi

LAMPIRAN 2

Kuesioner Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan


Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Perawat Brawijaya
Women & Children Hospital Jakarta Selatan Tahun 2015

LAMPIRAN 3

Surat Ijin Uji Validitas di RSIA Hermina Jatinegara Jakakarta


Timur

LAMPIRAN 4

Surat Ijin Penelitian di Brawijaya Women & Children Hospital

LAMPIRAN 5

SPSS

LAMPIRAN 6

Uji Normalitas

BAB I
PENDAHULUAN

xvii

Pendahuluan pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi


sebagai data dasar dalam penelitian yang akan dilakukan. Studi pendahuluan
meliputi latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian serta manfaat
penelitian

A. Latar Belakang Masalah


Menurut WHO (World Health Organization), rumah sakit adalah bagian
integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi
menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit
(kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat. Rumah
sakit juga merupakan pusat pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pusat
penelitian medik.Berdasarkan undang-undang No. 44 Tahun 2009 tentang
rumah sakit, yang dimaksudkan dengan rumah sakit adalah institusi
pelayanan

kesehatan

yang

menyelenggarakan

pelayanan

kesehatan

perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat


jalan, dan gawat darurat.Rumah sakit merupakan pusat pelayanan kesehatan
yang memiliki peran sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat
kesehatan masyarakat. Peningkatan derajat kesehatan tersebut dilaksanakan
secara paripurna , meiputi aspek promotif, preventif , kuratif dan rehabilitatif
yang berkesinambungan (Siregar, 2004).

Rumah sakit juga berfungsi sebagai insitusi yang menyediakan dan


menyelenggarakan pelayanan kesehatan, serta tempat pendidikan atau latihan
tenaga kesehatan, sebagai tempat penelitian serta pengembangan tehnologi
bidang kesehatan. Tenaga kesehatan berisiko tinggi terinfeksi penyakit yang
dapat mengancam keselamatannya saat bekerja. WHO mencatat kasus infeksi
nosokomial didunia berupa penularan Hepatitis B sebanyak 66.000 kasus,
Hepatitis C 16.000 kasus, dan 1000 kasus penularan HIV (WHO, 2004).
Selain itu, telahdiperkirakan terjadi penularan Hepatitis B (39%), Hepatitis C
(40%), dan HIV (5%) pada tenaga kesehatan diseluruh dunia (Maja,
2009).Asia Tenggara memiliki tingkat infeksi penyakit di rumah sakit yang
cukup tinggi.Angka kejadian infeksi nosokomial di Negara Eropa dan Timur

Tengah sebesar 8,7% sedangkan Asia Tenggara lebih tinggi sekitar 10%
(WHO, 2002). Prevalensi infeksi nosokomial di Indonesia pada tahun 2004
menunjukkkan angka 9,1% dengan variasi 6,1-16% (Depkes RI, 2003).

Kejadian infeksi nosokomial yang tinggi merupakan indikator pentingnya


suatu usaha pengendalian infeksi dengan menerapkan standart kewaspadaan
infeksi (standar precaution).Standar precaution pada dasarnya merupakan
transformasi dari universal precaution, suatu bentuk precaution pertama yang
bertujuan untuk mencegah infeksi nosokomial (Kathryn, 2004).WHO (2004)
telah menerapkan tentang pentingnya penerapan standar precaution pada
tenaga kesehatan dalam setiap tindakan untuk mencegah peningkatan infeksi
nosokomial.

Penerapan standar precaution meliputi beberapa macam prosedur salah


satunya dengan menerapkan prosedur penggunaan APD. APD perlu
digunakan oleh perawat di setiap tindakan .APD meliputi penggunaan sarung
tangan, kaca mata pelindung, masker, apron, gaun, sepatu, dan penutup
kepala (WHO, 2004).Penggunaan APD pada perawat merupakan salah satu
bagian dari usaha perawat menyediakan lingkungan yang bebas dari infeksi
sekaligus sebagai upaya perlindungan diri dan pasien terhadap penularan
penyakit (Potter, 2005).

Perawat merupakan bagian dari pemberi layanan kesehatan di rumah sakit


memiliki peran yang besar dalam upaya pengendalian infeksi. Penggunaan
APD wajib dilaksanakan oleh perawat.Keamanan dan keselamatan seluruh
penyedia layanan kesehatan termasuk perawat merupakan bagian penting
dalam menjaga keselamatan (Maja, 2009).Penerapan standar precation bagi
perawat bertujuan untuk melatih dan membiasakan diri selalu mengutamakan
keselamatan dan upaya pengendalian infeksi di rumah sakit.
Penerapan APD dalam standar precaution belum sepenuhnya dijalankan
dengan baik oleh perawat. Haryanti (2009) dalam penelitiannya di RSUD
Salatiga mengidentifikasi 40% perawat yang bersikap bertanggungjawab

dengan

baik

terhadap

penggunaan

APD.Selain

itu,

Yulia

(2009)

mengindentifikasi 49% perawat di RSU Pusat Haji Adam Malik Medan tidak
mengetahui penggunaan APD dengan benar, Penelitian Soni (2011) di Rumah
Sakit Setjonegoro Wonosobo mengidentifikasi 70% perawat melakukan
tindakan tidak sesuai dengan universal precaution. Maja (2009) Selain itu
berdasarkan observasi peneliti tahun 2010 pada rumah sakit tempat praktik,
pengawasan dan penerapan APD pada perawat masih buruk.Penerapan APD
dalam tindakan keperawatan dipengaruhi berbagai faktor.Salah satu faktor
tersebut adalah kepatuhan perawat dalam menggunakan APD.Penggunaan
APD sebagai pencegahan infeksi di rumah sakit merupakan tindakan yang
perlu untuk dilakukan.Tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab untuk
menjaga keselamatan dan kenyamanan dalam menjalankan tindakan
keperawatan (Depkes, 2003).

Berdasarkan hasil pengamatan , observasi dan wawancara ditemukan


perawat Brawijaya Women & Children Hospital yang menderita penyakit
TBC, hepatitis dan selain itu perawat-perawat yang belum patuh
menggunakan APD. Kepatuhan perawat dalam menggunakan APD perlu
diperhatikan. Akan tetapi masih terbatasnya informasi yang menunjukkan
kepatuhan perawat menggunakan APD dengan baik saat praktik membuat
penelitian tentang APD perlu untuk dilakukan.Masih belum terlihat jelas
tingkat pengetahuan dan kepatuhan perawat terhadap aplikasi penggunaan
APD selama praktik telah baik atau belum. Oleh karena itu, informasi terkait
dengan hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam
menggunakan APD perlu untuk diketahui untuk mewujudkan keamanan dan
keselamatan antara perawat dengan perawat, perawat dengan petugas lain
yang berada di Rumah Sakit serta perawat terhadap pasien dalam
memberikan asuhan keperawatan.
Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik meneliti mengenaihubungan tingkat
pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan APD pada perawat Brawijaya Women
& Children Hospital

B. Perumusan Masalah

Tingginya kejadian penularan penyakit merupakan ancaman keselaman kerja


bagi pemberi layanan kesehatan tanpa terkecuali perawat di rumah sakit.
Perawat sebagai bagian dari pemberi layanan kesehatan di rumah sakit
memiliki risiko yang sama untuk terinfeksi. Kepatuhan menggunakan APD
sebagai upaya pengendalian infeksi sekaligus sebagai keamanan diri di rumah
sakit

belum

sepenuhnya

diketahui

dengan

baik.

Gambaran

tingkat

pengetahuan dengan kepatuhan perawat tentang APD belum sepenuhnya


diketahui dengan baik. Berbagai studi terkait dengan pengendalian infeksi
maupun faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan APD pada
perawat menunjukkan penggunaan APD belum sepenuhnya berjalan dengan
baik. Padahal kepatuhan penggunaan APD yang baik pada perawat merupakan
salah satu upaya pencegahan kejadian infeksi di rumah sakit. Berdasarkan hal
tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang Hubungan
tingkat pengetahuan dengan kepatuhan

penggunaan APD pada perawat

Brawijaya Women & Children Hospital.

C. Tujuan Penelitian
1.

Tujuan Umum
Tujuan umum penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan tingkat
pengetahuan dengan

kepatuhan penggunaan APD pada perawat

Brawijaya Women & Children Hospital.


2.

Tujuan Khusus
Peneliti bertujuan untuk mengidentifikasi :
a. Gambaran karakteristik perawat Brawijaya Women & Children
Hospital yang meliputi usia, pendidikan, masa kerja
b. Gambaran tingkat pengetahuan yang meliputi : kawasan kognitif,
afektif, psikomotor dengan kepatuhan penggunaan APD pada perawat
Brawijaya Women & Children Hospital
c. Gambaran kepatuhanpenggunaan APD pada perawat Brawijaya
Women & Children Hospital
d. Hubungan kawasan kognitif dengankepatuhan penggunaan APD pada
perawat Brawijaya Women & Children Hospital

e. Hubungan kawasan afektif responden terhadap kepatuhan penggunaan


APD yang dipahami Brawijaya Women & Children Hospital
f. Hubungan kawasan psikomotorik responden terhadap kepatuhan
penggunaan APD yang dilaksanakan Brawijaya Women & Children
Hospital
g. Hubungan usia responden terhadap kepatuhan penggunaan Alat
Pelindung Diri yang dilaksanakan di Brawijaya Women & Children
Hospital
h. Hubungan pendidikan responden terhadap kepatuhan penggunaan Alat
Pelindung Diri yang dilaksanakan di Brawijaya Women & Children
Hospital
i. Hubungan masa kerja responden terhadap kepatuhan penggunaan Alat
Pelindung Diri yang dilaksanakan di Brawijaya Women & Children
Hospital
D. Manfaat Penelitian
Hasil

penelitian

yang

dilakukan

oleh

peneliti

bermanfaat

untuk

kepentinganakademis maupun bidang praktis secara aplikatif


1.

Bidang keilmuan
Brawijaya Women & Children Hospital sebagai tempat dilakukannya
penelitian

mendapatkan informasi dan sebagai bahan evaluasi tentang

perawat. Penilitian ini membantu Brawijaya Women & Children Hospital


untuk

melakukan

evaluasi

terhadap

penggunaan

APD

pada

perawat.Penelitian ini dapat digunakan sebagai data dasar Brawijaya


Women & Children Hospital untuk menentukan kebijakan.

2.

Aplikatif
Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi bagi perawat khususnya
perawat Brawijaya Women& Children Hospital sebagai responden
penelitian ini.Responden menyatakan bahwa keterlibatannya dalam
penelitiannya ini dapat memberikan informasi tentang APD. Selain itu
responden merasakan penelitian ini bermanfaat untuk evaluasi diri
terhadap pengetahuan, kepatuhan menggunakan APD .Penelitian ini

bermanfaat bagi institusi pelayanan kesehatan sebagai informasi dan


sarana evaluasi. Meskipun penelitian ini hanya terbatas pada perawat ,
institusi dapat menggunakan penelitian ini sebagai evaluasi tentang
penggunaan

APD

pada

institusinya.

Selain itu,

institusi

dapat

memperoleh informasi dari penelitian ini dan dapat digunakan dasar


untuk menentukan kebijakan terkait dengan penggunaan APD dan
prinsip safety.

Penelitian ini sebagai informasi atau rujukan bagi penelitian selanjutnya


tentang penggunaan alat pelindung diri sebagai upaya meningkatkan
keamanan dan keselamatan.Hal ini sangat perlu dikembangkan pada
penelitian selanjutnya untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan
perawat dalam menjalankan praktik.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini menguraikan tentang teori dasar dan konsep yang menjadi landasan
pada kerangka penelitian. Pembahasan meliputi uraian hubungan variabel
pengetahuan dan kepatuhan perawat dalam menggunakan Alat Pelindung Diri
(APD).

1. Teori dan Konsep Terkait


1. Kepatuhan
A. Definisi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan
Nasional, 2007) , patuh adalah suka menurut perintah, taat pada perintah,
sedangkan kepatuhan adalah perilaku sesuai aturan dan berdisiplin.
Sarafino (1990) dikutip oleh (Slamet B, 2007), mendefinisikan kepatuhan
(ketaatan) sebagai tingkat penderita melaksanakan cara pengobatan dan
perilaku yang disarankan oleh dokter atau orang lain. Kepatuhan juga
dapat didefinisikan sebagai perilaku positif penderita dalam mencapai
tujuan terapi (Degresi, 2005). Sedangkan menurut penulis kepatuhan
adalah perilaku yang dilakukan sesuai aturan yang berlaku.Kepatuhan
merupakan suatu hal yang penting agar dapat mengembangkan rutinitas
(kebiaasan) yang dapat membantu dalam mengikuti jadwal yang kadang
kala rumit dan mengganggu kegiatan sehari-hari. Kepatuhan dapat sangat
sulit dan membutuhkan dukungan agar menjadi biasa dengan perubahan.
Dengan mengatur, meluangkan waktu dan kesempatan yang diutuhkan
untuk menyesuaikan diri (Tambayong, 2002)

B. Aspek kepatuhan
Penelitian (Roger, 1974) dalam (Notoadjmojo, 2012) mengungkapkan
bahwa sebelum seseorang mengadaptasi perilaku baru (berperilaku baru),
di dalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan, yakni :

a.

Kesadaran (Awareness)
7

Dimana orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui terlebih


dahulu terhadap stimulus (objek).

b.

Tertarik(Interest)
Merasa tertarik erhadap stimulus atau objek tersebut. Disini sikap
subjek mulai timbul.

c.

Evaluasi (Evaluation)
Menimbang-nimbang terhadap baik dan tidaknya stimulus tersebut
bagi dirinya. Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi.

d.

Mencoba (Trial)
Dimana subjek mulai mencoba melakukan sesuatu sesuai dengan apa
yang dikehendaki oleh stimulus.

e.

Menerima (Adoption)
Dimana subyek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan,
kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus.

Penelitian Rogers (1974) yang dikutip oleh Notoatmodjo (2003)


menyimpulkan bahwa perubahan perilaku tidak selalu melewati 5 tahap
yaitu awarenest (kesadaran), interest (tertarik pada stimulus), evaluation
(mengevaluasi atau menimbang baik tidaknya stimulus) dan trial
(mencoba) serta adoption (subjek telah berprilaku baru). Apabila
penerimaan perilaku baru atau adopsi perilaku didasari oleh pengetahuan,
kesadaran dan sikap positif, maka perilaku tersebut akan bersifat langgeng
(long

lasting).

Sebaliknya

apabila

perilaku

tidak

didasari

oleh

pengetahuan, dan kesadaran maka tidak akan berlangsung lama

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan


Lawrence Green

(1980) dalam Notoatmojo (2003), perilaku patuh

dipengaruhi oleh 3 faktor utama , yang meliputi faktor predisposisi


(predisposing factor), faktor pendukung (enabling factor), dan faktor
pendorong (reinforcing factor)

a.

Faktor predisposisi (predisponding factor)


Faktor ini mencakup pengetahuan dan sikap perawat terhadap
kesehatan, kepercayaan, nilai, keyakinan, dan sebagainya. Faktor-

10

faktor tersebut mempengaruhi perilaku seseorang termasuk dalam


perilaku kesehatan
b.

Faktor pendukung (enabling factor)


Faktor yang memungkinkan terjadinya perilaku. Faktor ini meliputi
lingkungan fisik, tersedianya fasilitas-fasilitas atau sarana kesehatan.

c.

Faktor pendorong (reinforcing factor)


Faktor yanng memperkuat terjadinya perubahan perilaku. Faktor ini
meliputi sikap dan praktik petugas kesehatan maupun tokoh
masyarakat (Notoatmodjo, 2003)

2. Alat Pelindung Diri (APD)


Alat pelindung diri merupakan peralatan yang digunakan tenaga kesehatan
untuk melindungi diri dan mencegah infeksi nosokomial. Tujuan
penggunaan APD untuk melindungi kulit dan selaput lendir tenaga
kesehatan dari pajanan semua cairan tubuh dari kontak langsung dengan
pasien (Depkes RI, 2003; Potter & Perry , 2005; Rosdahl & Marry, 2008;
WHO, 2004).

Macam-macam APD
1. Sarung tangan
Pemakaian sarung tangan merupakan bagian penting dari standar
precautionbagi perawat yang sering berinteraksi dengan pasien maupun
alat-alat yang terkontaminasi. Sarung tangan dapat membantu perawat
untuk melindungi tangan dari kontak dengan darah, semua jenis cairan
tubuh, sekret, kulit yang tidak utuh, selaput lendir pasien dan benda yang
terkontaminasi (Depkes RI, 2003). Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
penggunaan sarung tangan meliputi (Depkes RI, 2003; Rosdahl & Marry,
2008: WHO, 2004):
a.

Mencuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan sarung tangan

b.

Mengganti sarung tangan bila berganti pasien atau sobek

c.

Mengganti sarung tangan segera setelah melakukan tindakan

11

d.

Menggunakan sarung tangan saat menggunakan alat nonkontaminasi

e.

Menggunakan sarung tangan satu prosedur tindakan

f.

Menghindari kontak dengan benda-benda selain dalam tindakan

g.

Menghindari penggunaan atau mendaur ulang kembali sarung tangan


sekali pakai.

Perawat maupun tenaga kesehatan lainnya perlu memperhatikan jenis dari


sarung tangan yang digunakan. Sarung tangan secara umum terdiri dari
dua jenis yaitu sarung tangan bersih dan steril. Perawat perlu
menggunakan sarung tangan bersih jika akan kontak dengan kulit, luka,
atau benda yang terkontaminasi. Sarung tangan steril dapat digunakan
dalam tindakan bedah dan kontak alat-alat steril (Potter & Perry, 2005).

2. Alat pelindung wajah


Alat pelindung wajah merupakan peralatan wajib perawat untuk menjaga
keamanan dirinya dalam menjalankan asuhan keperawatan Alat pelindung
wajah dapat melindungi selaput lendir dibagian mulut, hidung, dan mata
perawat terhadap resiko percikan darah maupun cairan tubuh pasien
(Hegner, 2010). Alat pelindung wajah terdiri dari dua alat yaitu masker
dan kaca mata pelindung (Depkes RI, 2003). Kedua jenis alat pelindung
diri tersebut dapat digunakan terpisah maupun bersamaan sesuai dengan
jenis tindakan.

Masker bagian dari alat pelindung wajah khususnya untuk melindungi


membran mukosa pada mulut dan hidung perawat ketika berinteraksi
dengan pasien. Masker dianjurkan untuk selalu digunakan perawat ketika
melakukan tindakan dengan semua pasien khususnya pasien TB (Depkes
RI, 2003). Hal ini diharapkan mampu melindungi perawat terhadap
transmisi infeksi melalui udara. Secara umum masker dibagi menjadi dua
jenis yaitu masker standart dan masker khusus yang dibuat untuk
menyaring partikel-partikel atau mikroorganisme kecil (Rosdahl & Marry,
2008). Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan masker
(Rosdahl & Marry, 2008; WHO, 2004):

12

a.

Memasang masker sebelum memasang sarung tangan

b.

Tidak dianjurkan menyentuh masker ketika menggunakannya

c.

Mengganti masker ketika kotor dan lembab

d.

Melepas masker dilakukan setelah melepaskan sarung tangan dan cuci


tangan

e.

Tidak membiarkan masker menggantung dileher

f.

Segera melepaskan masker jika tidak digunakan

g.

Tidak dianjurkan menggunakan kembali masker sekali pakai

Kacamata sebagai bagian dari APD yang bertujuan melindungi mata. Kaca
mata digunakan untuk mencegah masuknya cairan darah maupun cairan
tubuh lainnya pada mata (Potter & Perry, 2005). Penggunaan kaca mata
digunakan sesuai dengan kebutuhan dan tindakan yang memiliki resiko
tinggi terapapar dengan darah atau cairan tubuh lainnya.

3.

Penutup kepala

Penutup kepala sebagai bagian dari standard precaution memiliki fungsi


dua arah. Fungsi pertama, penutup kepala membantu mencegah terjadinya
percikan darah maupun cairan pasien pada rambut perawat (Depkes RI,
2003).

Selain

itu,

penutup

kepala

dapat

mencegah

jatuhnya

mikroorganisne yang ada dirambut maupun kulit kepala ke area steril


(Depkes RI, 2003). Kedua fungsi tersebut sangat penting untuk
diperhatikan oleh perawat.

4. Cover grown (gaun pelindung)


Gaun pelindung dapat memberikan manfaat bagi perawat untuk
melindungi kulit dan pakaian dari kontaminasi cairan tubuh pasien. Gaun
pelindung wajib digunakan ketika melakukan tindakan irigasi, menangani
pasien dengan perdarahan massif, melakukan pembersihan luka, maupun
tindakan lainnya yang terpapar dengan cairan tubuh pasien (Depkes RI,
2003). Gaun pelindung termasuk juga seragam kerja jika terdapat kotoran
yang berasal dari cairan tubuh perawat harus segera diganti. Gaun
pelindung terdiri dari beberapa macam berdasarkan pada kegunaannya.

13

Terdapat dua jenis gaun pelindung yaitu gaun pelindung steril dan non
steril (Depkes RI, 2003). Gaun steril digunakan untuk memberikan
perlindungan ketika berada di area steril seperti seperti diruang bersalin,
ICU, rawat darurat, dan pada tindakan yang membutuhkan prosedur steril.
Gaun

non-steril

digunakan

pada

pemberi

asuhan

tindakan

selain

pada

tindakan

sebelumnya.

Perawat

sebagai

keperawatan

perlu

mengetahui

penggunaan gaun pelindung secara benar. Penggunaan gaun pelindung


secara benar dapat melindungi perawat dari bahaya infeksi. Hal-hal yang
perlu diperhatikan perawat dalam penggunaan gaun pelindung meliputi
(Rosdahl & Marry, 2008):
a. Bagian dalam gaun adalah bersih dan bagian luarnya adalah yang
nantinya harus dijaga (disesuaikan dengan jenis gaunnya)
b. Ukuran gaun pelindung harus cukup panjang dan dapat menutupi
seragam perawat bagian depan dan belakang namun tidak menutupi
lengan
c. Jika menggunakan seragam lengan panjang, seragam harus
digulung diatas siku dan perawat baru menggunakan gaun
pelindung
d. Ketika hendak melepaskan gaun pelindung, cara melepaskan
adalah dari dalam keluar untuk mencegah kontaminasi cairan
seragam
e. Setelah melepas gaun jangan lupa untuk selalu mencuci tangan
sebelum melakukan aktifitas lain.

5. Alas kaki (Sepatu)


Alas kaki merupakan bagian dari APD yang perlu untuk digunakan. Alas
kaki melindungi perawat atau pun petugas kesehatan terhadap tumpahan
atau percikan darah maupun cairan tubuh yang lain. Penggunaan alas kaki
juga bertujuan untuk mencegah kemungkinan tusukan benda tajam
maupun kejatuhan alat kesehatan (Depkes RI, 2003). Standar alas kaki

14

yang memenuhi APD adalah alas kaki yang menutupi seluruh ujung jari
dan telapak kaki serta terbuat dari bahan yang mudah dicuci dan tahan
tusukan (Rosdahl & Marry, 2008). Penggunaan alas kaki termasuk juga
sepatu yang dipakai sehari-hari harus memenuhi standar tersebut dan juga
penggunaan sepatu khusus seperti sepatu khusus diruang tertentu missal
ruang operasi, ICU, isolasi, ruang bersalin, ruang jenazah (Depkes RI,
2003).

3. Pengetahuan
1) Pengertian
Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui, kepandaian (Kamus
Besar Bahasa Indonesia, 2003).Menurut Notoatmodjo (2012) Pengetahuan
adalah hasil tahu , dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan
terhadap suatu objek tertentu.pengindraan terjadi melalui panca indra
manusia, yakni: indra penglihatan, penciuman, pendengaran, rasa, dan
raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan
telinga.Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting
untuk terbentuknya tindakan seseorang (overt behavior).
Menurut Notoatmodjo (2012) pengetahuan yang cukup dalam domain
kognitif mempunyai 6 tingkat yaitu :
a.

Tahu (know)
Tahu diartikan sebagai mengingat sesuatu materi yang telah dipelajari
sebelumnya. Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah
mengingat kembali (recall) terhadap suatu yang spesifik dari seluruh
bahan yang dipelajari atau dirangsang yang telah diterima. Oleh sebab
itu tahu ini merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah.

b.

Memahami (Comprehension)
Memahami diartikan sebagai sesuatu kemampuan untuk menjelaskan
secara

benar

tentang

objek

yang

diketahui

dan

dapat

menginterpretasikan materi tersebut secara benar. Orang yang telah


paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan dan
menyebutkan.

15

c.

Aplikasi (Aplication)
Diartikan sebagai sesuatu kemampuan untuk menggunakan materi
yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi sebenarnya. Aplikasi
disini dapat diartikan aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus,
metode, prinsip dan sebagainya dalam konteksatau situasi yang lain.

d.

Analisis (Analysis)
Diartikan sebagai sesuatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau
sesuatu objek ke dalam sesuatu komponenkomponen, tetapi masih di
dalam suatu struktur organisasi tersebut, dan masih ada kaitannya satu
sama lain.

e.

Sintesis (Synthesis)
Sintesis yang menunjukan kepada sesuatu kemampuan untuk
meletakkan atau menghubungkan bagianbagian di dalam suatu
bentuk keseluruhan yang baru.

f.

Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan
justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaianpenilaian itu didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri
atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ditentukan.

Menurut Benjamin S Bloom (dalam Azwar, 2005), dijelaskan bahwa


pengetahuan atau knowledge terdiri atas beberapa konsep pokok, antara lain:
a. Knowledge of Specifics
Kawasan ini mengukur tingkat pengetahuan, terutama yang berkaitan dengan
hal-hal yang pokok. Knowledge ini terbagi lagi menjadi dua, yaitu knowledge
of terms (pengetahuan tentang syarat suatu hal) dan knowledge of specific facts
(pengetahuan yang berkaitan dengan keadaan atau fakta-fakta yang berkaitan
dengan hal-hal tertentu).

b. Knowledge of Ways and Means of Dealing with Specifics


Kawasan ini mengukur tentang pengetahuan yang berhubungan dengan cara
dan alat yang menyangkut pencapaian hal-hal yang pokok dan mendasar.

16

Knowledge ini terbagi lagi menjadi empat, yaitu knowledge of conventions


(pengetahuan tentang kesesuaian suatu hal), knowledge of trends and
sequences

(pengetahuan

knowledge

of

tentang

classifications

kecenderungan
and

categories

terhadap

suatu

(pengetahuan

hal),

tentang

pengelompokkan dan kategori suatu hal), knowledge of criteria (pengetahuan


tentang kriteria suatu hal), knowledge of methodology (pengetahuan yang
berkaitan dengan metode atau cara yang digunakan untuk mencapai tujuan
tertentu).

c. Knowledge of the Universals and Abstraction in a Field


Pengetahuan yang berkaitan dengan unsur-unsur suatu hal serta pemisahannya
menjadi bagian-bagian yang lebih spesifik. Knowledge ini dibagi lagi menjadi
dua, yaitu knowledge of principles and generalizations (pengetahuan tentang
hal-hal yang mendasar dan tinjauannya secara umum) dan knowledge of
theories and structures (pengetahuan tentang teori dan struktur yang mendasari
suatu hal).

2) Aspek tingkat pengetahuan


Aspek kognitif, afektif dan psikomotorik merupakan pengklasifikasian prilaku
individu menurut Blomm. Yang mana hasil belajar yang berupa perubahan
prilaku yang terbagi dalam tiga aspek tersebut.

a.

Aspek kognitif merupakan kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek

intelektual
(knowledge),

atau

berpikir/nalar.

pemahaman

Di

dalamnya

(comprehension),

mencakup
penerapan

pengetahuan
(application),

penguraian (analyze), pemaduan (synthesis), dan penilaian (evaluation).


Dalam aspek kognitif, sejauh mana peserta didik mampu memahami materi
yang telah diajarkan oleh pendidik, dan pada level yang lebih atas seorang
peserta didik mampu menguraikan kembali kemudian memadukannya dengan
pemahaman

yang

penilaian/pertimbangan.

sudah

ia

peroleh

untuk

kemudian

diberi

17

b.

Aspek afektif yaitu aspek yang berkaitan dengan

emosional seperti

perasaan, minat, sikap, kepatuhan terhadap moral dan sebagainya. Di dalamnya


mencakup penerimaan (receiving/attending), sambutan (responding), tata nilai
(valuing),

pengorganisasian

(organization),

dan

karakterisasi

(characterization).
Dalam

aspek

ini

peserta

didik

dinilai

sejauh

mana

ia

mampu

menginternalisasikan nilai-nilai pembelajaran ke dalam dirinya. Aspek afektif


ini erat kaitannya dengan tata nilai dan konsep diri. Dalam mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam, aqidah akhlak merupakan salah satu pelajaran yang
tidak terpisahkan dari domain/aspek afektif.

c.

Aspek psikomotorik yaitu aspek yang berkaitan dengan keterampilan yang

melibatkan fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan


berfungsi psikis. Kawasan ini terdiri dari kesiapan (set), peniruan (imitation),
membiasakan (habitual), menyesuaikan (adaptation), dan menciptakan
(origination).
Ketika peserta didik telah memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai mata
pelajaran dalam dirinya, maka tahap selanjutnya ialah bagaimana peserta didik
mampu mengaplikasikan pemahamannya dalam kehidupan sehari-hari melalui
perbuatan atau tindakan.
Ketiga aspek di atas yang lebih dikenal dengan istilah aspek head,
heart, dan handmerupakan kriteria yang dapat digunakan oleh pendidik untuk
mengetahui serta mengevaluasi tingkat keberhasilan proses pembelajaran.

3) Pengukur
Menurut teori Lawrence Green (dalam Notoatmodjo, 2007) bahwa perilaku
seseorang atau masyarakat tentang kesehatan ditentukan oleh pengetahuan,
sikap, kepercayaan dan tradisi sebagai faktor predisposisi disamping factor
pendukung seperti lingkungan fisik, prasarana atau faktor pendorong yaitu
sikap dan prilaku petugas kesehatan atau petugas lainnya.
Pengukuran pengetahuan menurut Arikunto (2006), dapat dilakukan dengan
wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur

18

dengan objek penelitian atau responden. Data yang bersifat kualitatif di


gambarkan dengan kata-kata, sedangkan data yang bersifat kuantitatif terwujud
angka-angka, hasil perhitungan ataupengukuran, dapat diproses dengan cara
dijumlahkan, dibandingkan dengan jumlah yang diharapkan dan diperoleh
persentase, setelah dipersentasekan lalu ditafsirkankedalam kalimat yang
bersifat kualitatif.
a. Kategori baik yaitu menjawab benar 70 % dari yang diharapkan
b. Kategori kurang baik yaitu menjawab benar < 70% dari yang diharapkan.

4) Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan


Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan menurut (Notoatmodjo,2003),
pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
a. Pengalaman
Pengalaman dapat diperoleh dari diri sendiri maupun dari orang lain.
Pengalaman yang sudah diperoleh dapat memperluas pengetahuan seseorang.
b. Keyakinan
Biasanya keyakinan diperoleh secara turun-temurun dan tanpa adanya
pembuktian terlebih dahulu. Keyakinan ini bisa mempengaruhi pengetahuan
seseorang, baik keyakinan itu sifatnya positif maupun negatif.
c. Fasilitas
Fasilitas-fasilitas sebagai sumber informasi yang dapat mempengaruhi
pengetahuan seseorang, misalnya radio, televisi, majalah, koran dan buku.
d. Sosial budaya
Kebudayaan setempat dan kebiasaan dalam keluarga dapat mempengaruhi
pengetahuan, persepsi dan sikap seseorang terhadap sesuatu.
e. Tingkat Pendidikan
Pendidikan dapat membawa wawasan atau pengetahuan seseorang. Secara
umum, seseorang

yang berpendidikan lebih tinggi akan mempunyai

pengetahuan yang lebih luas dibandingkan dengan seseorang yang tingkat


pendidikannya lebih rendah.
f. Penghasilan

19

Penghasilan tidak berpengaruh langsung terhadap pengetahuan seseorang.


Namun bila seseorang berpenghasilan cukup besar, maka dia akan mampu
untuk menyediakan atau membeli fasilitas-fasilitas sumber informasi.
g. Usia
Usia mempengaruhi terhadap daya tangkap dan polapikir seseorang. Semakin
bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dn pola pikirnya,
sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin baik

Karakteristik Responden
1. Jenis kelamin
Menururt Hungu (2007) jenis kelamin (seks) adalah perbedaan antara
perempuan dan laki-laki secara biologis sejak seseorang lahir. Seks berkaitan
dengan tubuh laki-laki dan perempuan, dimana laki-laki memproduksikan
sperma, sementara perempuan menghasilkan sel telur dan secara biologis
mampu untuk menstruasi, hamil dan menyusui.Perbedaan biologis dan fungsi
biologis laki-laki dan perempuan tidak dapat dipertukarkan diantara keduanya,
dan fungsinya tetap dengan laki-laki dan perempuan pada segala ras yang ada
di muka bumi.

2. Usia atau Umur


Usia atau umur adalah lamanya waktu hidup yang terhitung sejak lahir sampai
dengan sekarang. Penentuan umur dilakukan dengan menggunakan hitungan
tahun (Chaniago, 2002). Menurut Elisabeth yang dikutip Nursalam (2003), usia
adalah umur individu yang terhitung mulai saat dilahirkan sampai berulang
tahun. Pembagian umur berdasarkan psiklogi perkembangan (Hurlock, 2002)
bahwa masa dewasa terbagi atas:
a. Masa dewasa muda berlangsung antara usia 18-40 tahun
b. Masa dewasa madya berlangusng antara usia 41-60 tahun
c. Masa lanjut usia, berlangsungantara usia > 61 tahun
Menurut Hurlock (2002) semakin cukup umur , tingkat kematangan dan
kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja. Dari segi
kepercayaan masyarakat, seseorang yang lebih dewasa lebih dipercaya dari

20

orang yang belum tinggi kedewasaanya. Hal ini dilihat dari pengalaman dan
kematangan jiwanya. Umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
perilaku kesehatan seseorang. Menurut Suryabudhi (2003) seseorang yang
menjalani hidup secara normal dapat diasumsikan bahwa semakin lama hidup
maka pengalaman semakin banyak, pengetahuan semakin luas, keahlian
semakin mendalam dan kearifan semakin baik dalam pengambilan keputusan
tindakannya.

3. Menurut Daryanto (1997), pendidikan adalah upayan peningkatan manusia


ke taraf insani itulah yang disebut mendidik. Pendidikan adalah segala usaha
untuk membina kepribadian dan mengembangkan kemampuan manusia secara
jasmani dan rohai yang berlangsung seumur hidup, baik didalam maupun
diluar sekolah dalam rangka pembangunan persatuan Indonesia dan masyarakat
(Hasibuan, 2005). Koentjoroningrat (1997) mengatakan pendidikan adalah
kemahiran menyerap pengetahuan, pendidikan seseorang berhubungan dengan
sikap seseorang terhadap pengetahuan yang

diserapnya. Semakin tinggi

tingkat pendidikan semakin mudah dapat menyerap pengetahuan. Pendidikan


merupakan unsur karakteristik personal yang sering dihubungkan dengan
derajat kesehatan seseorang atau masyarakat.

4. Lama kerja
Siagian (2008) menyatakan bahwa , lama kerja menunjukkan berapa lama
seseorang bekerja pada masing-masing pekerjaan atau jabata. Kreitner dan
kinicki (2004) menyatakan bahwa , masa kerja yang lama akan cenderung
membuat seorang pegawai lebih merasa betah dalam suatu organisasi, hal ini
disebabkan diantaranya karena telah beradaptasi dengan lingkungannya yang
cukup lama sehingga seorang pegawai akan merasa nyaman dengan
pekerjaannya. Penyebab lain juga dikarenakan adanya kebijakan dari instansi
atau perusahaan mengenai jaminan hidup dihari tua.
5. Status pekerjaan
Status pekerjaan adalah kedudukan seseorang dalam melakukan pekerjaan
disuatu unit usaha/kegiatan. Indikator status pekerjaan pada dasarnya melihat

21

empat kategori yang berbeda tentang kelompok penduduk yang bekerja yaitu
tenaga kerja dibayar (buruh), pekerja yang berusaha sendiri, pekerja bebas dan
pekerja keluarga. Berusaha sendiri umumnya dibedakan menjadi dua yaitu
mereka yang berusaha (memiliki usaha) dengan dibantu pekerja dibayar dan
mereka yang berusaha tanpa dibantu pekerja dibayar, sementara pekerja
keluarga juga dikenal dengan pekerja tak dibayar (Hungu, 2007)

6. Lingkungan
Menurut Mardiana (2005) lingkungan kerja adalah lingkungan dimana pegawai
melakukan pekerjaan sehari-hari. Lingkungan kerja yang kondusif memberikan
rasa aman dan memungkinkan para pegawaiuntuk dapat bekerja optimal.
Lingkungan kerja dapat mempengaruhi emosi pegawai. Jika pegawai
menyenangi lingkungan kerja dimana dia bekerja, maka pegawai tersebut akan
betah ditempat kerjanya untuk melakukan aktivitas sehingga waktu kerja
dipergunakan secara efektif dan optimis prestasi kerja pegawai juga tinggi.
Lingkungan kerja mencakup hubungan kerja yang terbentuk antara sesama
pegawai dan hubungan kerja antar bawahan dan atasan serta lingkungan fisik
tempat pegawai bekerja. Menurut Nitisemito (2001). Lingkungan kerja adalah
segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi
dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang diembankan.

3. Penelitian Terkait
Anupan Kotwal (2010) dalam jurnal Health care workers and universal
precaution and determines of noncompliance memberikan penjelasan tentang
penggunaan APD. Penelitian ini melibatkan 100 responden yang masingmasing terdiri dari 50 dokter dan perawat. Hasil penelitian ini didapatkan 68%
perawat tidak patuh menjalankan universal precaution termasuk juga
penggunaan APD. Sikap perawat untuk tidak patuh tersebut disebabkan karena
perawat merasa terbatasi dan prosedur penggunaan APD yang lama serta
menyusahkan.

22

Catherine E. Earl (2010) dalam jurnal yang berjudul Thai nursing students
knowledge and health beliefs about aids and the use of universal precautions
menjelaskan tentang penerapan universal precaution pada penderita HIV.
Penelitian ini menjelaskan bahwa peran lembaga pendidikan sangat penting
untuk memberikan materi tentang standard precaution termasuk didalamnya
prinsip menggunakan APD.

Hal ini dapat membantu meningkatkan

pengetahuan mahasiswa keperawatan tentang prinsip tersebut. Selain itu,


Cathrine E. Earl menemukan sikap negative respondennya untuk menolak
menggunakan APD karena adanya rasa kurang percaya diri menggunakan APD
pada pasien dengan HIV.

Maja (2009) dalam jurnal yang berjudul Precautions used by occupational


health nursing students during clinical placements menjelaskan terkait
penerapan APD. Penelitian ini melibatkan 45 mahasiswa praktik occupational
health nursing sebagai responden. Penelitian ini menunjukkan tingginya
tingkat penerapan mencuci tangan, penggunaan APD, dan tingkat pelatihan
yang lebih dari 80% responden. Selain itu, penelitian ini juga menjelaskan
bahwa 17.8% respondennya gagal menggunakan APD ketika praktik akibat
terbatasnya jumlah APD yang disediakan di tempat praktik. Selain itu,
penelitian ini juga menjelaskan bahwa sikap negative yang ditunjukkan dengan
menolak menggunakan APD karena merasa tidak nyaman mendorong
respondennya untuk berprilaku tidak menggunakan APD (p<0,004).

Yulia Habni (2009) dalam penelitian skripsinya yang berjudul Prilaku


Perawat dalam Pencegahan Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit Umum Pusat
Haji Adam Malik Medan memfokuskan penelitiannya dalam hal pencegahan
infeksi nosokomial. Penelitian ini melibatkan perawat diruang rawat inap, IGD,
ICU dan rawat jalan sebagai responden. Hasil penelitian ini didapatkan 76%
perawat yang tidak mendapatkan pelatihan tentang pencegahan infeksi
nosokomial cenderung memiliki perilaku yang buruk dalam melakukan
pencegahan infeksi nosokomial.

23

Ilya Kagan (2009) dalam penelitiannya yang berjudul Perceived Knowledge of


Blood-Borne Pathogens and Avoidance of Contact with Infected Patiens.
Penelitian ini dilakukan di Israel dengan menggunakan desain cross-sectional
yang melibatkan 180 responden. Penelitian ini menjelaskan bahwa tidak ada
hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap tindakan
mematuhi standard precaution (termasuk didalamnya penggunaaan APD)
Patricia M. McGovern (2000) dalam penelitiannya yang berjudul Factors
Affecting Universal Precautions Complience menjelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi kepatuhan terhadap universal precautions. Penelitian ini
menjelaskan bahwa rumah sakit yang telah membudayakan keselamatan kerja
memiliki perawat 2,9 kali lebih patuh untuk menjalankan universal precaution
termasuk di dalamnya perilaku penggunaan APD. Selain itu, perawat maupun
tenaga kesehatan lainnya yang

telah mendapatkan pelatihan tentang APD

memiliki peluang 5,7 kali lebih patuh menggunakan APD saat praktik.

B. Kerangka Teori
Bagan 2.2 Kerangka teori hubungan tingkat pengetahuan dengan
kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada perawat

24

Aspek Tingkat Pengetahuan :


1. Aspek kognitif

Aspek kepatuhanpenggunaan APD:


1. Kesadaran (Awarness)

2. Aspek afektif

2. Tertarik (Interest)

3. Aspek psikomotorik

3. Evaluasi (Evaluation)

(Depkes RI, 2003; Hegner, 2010;


Rosdahl & Marry, 2008; WHO,
2004)

4. Mencoba (Trial)
5. Menerima (Adoption)
(Roger, 1974 dalamNotoatmodjo, 2012)

Faktor yang mempengaruhi


pengetahuan
1. Pengalaman
2. Keyakinan
3. Fasilitas

2. Faktor pendukung (enabling


factor)

4. Sosial budaya
5. Tingkat pendidikan

3. Faktor pendorong
(reinforcing factor)

6. Penghasilan

(Lawrence
green,
Notoatmodjo, 2003)

7. Usia
(DepkesRI,
Notoatmodjo, 2003)

Faktor yang mempengaruhi


kepatuhan penggunaan APD
1. Faktor predisposisi
(predisposing factor)

2003;

Karakteristik responden
1. Jenis kelamin
2. Usia atau umur
3. Pendidikan
4. Lama kerja
5. Status pekerjaan
6. Lingkungan
(Daryanto, Koentjoroningrat 1997; Nitisemito, 2001;
Hurlock, 2002; Suryabudi, 2003; Kreitner dan Kinicki,
2004; Mardiana,
BAB2005
III ; Hasibuan, 2005; Hungu, 2007;
Siagian , 2008)

KERANGKA KONSEP PENELITIAN, HIPOTESIS DAN


DEFINISI OPERASIONAL

1980

25

Bab ini menguraikan tentang kerangka konsep penelitian, hipotesis, dan definisi
operasional yang mendasari penelitian. Kerangka konsep ini sebagai dasar
penelitian dalam menjalankan penelitian sedangkan hipotesis sebagai landasan
peneliti untuk mengetahui tujuan penelitian. Definisi operasional sebagai
penjabaran penjelasan-penjelasan dari variabel-variabel yang diteliti sehingga
memudahkan peneliti memperoleh informasi yang dibutuhkan.

A. Kerangka Konsep
Kerangka konsep merupakan landasan berfikir yang dikembangkan berdasarkan
pada teori yang ada. Kerangka konsep memberikan gambaran sederhana tentang
landasan berfikir penelitian dengan menunjukkan variable-variabel penelitian
dan keterkaitan antar variabel (Sopiyudin, 2008). Kerangka konsep penelitian ini
terdiri dari dua variabel yaitu variabel independen dan dependen. Variabel
indepen terdiri dari tingkat pengetahuan sedangkan variabel dependen yaitu
kepatuhan penggunaan APD pada perawat.

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan


kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri pada perawat Brawijaya Women &
Children Hospital. Dalam penelitian ini yang diamati tingkat pengetahun,
kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri yang dipengaruhi faktor pemungkin
yaitu usia, pendidikan dan masa kerja perawat Brawijaya Women & Children
Hospital.

Bagan 3.1 Kerangka Konsep Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan


Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Perawat Brawijaya
Women & Children Hospital Jakarta Selatan Tahun 2015
24

Variabel Independen

Variabel Dependen

26

Aspek tingkat pengetahuan :


1. Aspek kognitif

Kepatuhan perawat

2. Aspek afekif

menggunakan APD

3. Aspek psikomotorik

Gambaran karakteristik Perawat :


1. Usia
2. Pendidikan
3. Masa kerja
Variabel Confounding

B. Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara penelitian, patokan duga atau dali sementara,
yang kebenarannya akan dibuktikan dalam penelitian tersebut (Notoatmodjo,
2010).

27

Dari Hipotesis tersebut peneliti menarik kesimpulan dalam bentuk yang masih
sementara dan harus dibuktikan kebenarannya. Maka pada proposal penelitian ini
hipotesisnya antara lain adalah sebagai berikut :

Ho:
1.

Tidak ada hubungan antara aspek kognitif dengan kepatuhan penggunaan


APD perawat Brawijaya Women & Children Hospital

2.

Tidak ada hubungan antara aspek afektif dengan kepatuhan penggunaan


APD perawat Brawijaya Women & Children Hospital

3.

Tidak ada hubungan antara aspek psikomotorik dengan kepatuhan


penggunaan APD perawat Brawijaya Women & Children Hospital

4.

Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan


penggunaan APD perawat Brawijaya Women & Children Hospital

5.

Tidak ada hubungan antara usia dengan kepatuhan penggunaan APD


perawat Brawijaya Women & Children Hospital

6.

Tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kepatuhan penggunaan APD


perawat Brawijaya Women & Children Hospital

7.

Tidak ada hubungan antara masa kerja dengan kepatuhan penggunaan APD
perawat Brawijaya Women & Children Hospital

Ha:
1.

Ada hubungan antara aspek kognitif dengan kepatuhan penggunaan APD


perawat Brawijaya Women & Children Hospital

2.

Ada hubungan antara aspek afektif dengan kepatuhan penggunaan APD


perawat Brawijaya Women & Children Hospital

3.

Ada hubungan antara aspek psikomotorik dengan kepatuhan penggunaan


APD perawat Brawijaya Women & Children Hospital

4.

Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan


APD perawat Brawijaya Women & Children Hospital

5.

Ada hubungan antara usia dengan kepatuhan penggunaan APD perawat


Brawijaya Women & Children Hospital

28

6.

Ada hubungan antara pendidikan dengan kepatuhan penggunaan APD


perawat Brawijaya Women & Children Hospital

7.

Ada hubungan antara masa kerja dengan kepatuhan penggunaan APD


perawat Brawijaya Women & Children Hospital

C. Definisi Operasional
Definisi operasional adalah penjelasan semua variabel dan istilah yang akan
digunakan dalam penelitian secara operasional sehingga akhirnya mempermudah
pembaca dalam mengartikan makna penelitian (Setiadi, 2013). Dalam penelitian
ini definisi operasional variabel dependen, independen, dan konfounding disaikan
dalam table 3.1

Tabel 3.1 Definisi operasional Hubungan Tingkat Pengetahuan


Dengan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada
Perawat Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta
Selatan Tahun 2015.

No

Variabel

Definisi
Operasional

Variabel Independen
1.
Aspek
Aspek yang
kognitif
berkaitan
dengan aspek
intelektual atau
berpikir nalar,
diantaranya
mencakup
pengetahuan,
pemahaman,
penerapan,
penguraian,
pemanduan,
penilaian

No

Variabel

Definisi
Operasional

Alat
Ukur
Kuesioner

Cara Ukur

Hasil Ukur

Skala

Kuesioner terdiri
dari 9 pertanyaan
menggunakan skala
Guttman

Dikelompokkan
dengan
menggunakan
cut of poin nilai
mean = 1.3

N
O
M
I
N
A
L

Benar : 1
Salah : 0

1. Kurang
Baik < 1.3
2. Baik 1.3

Alat
Ukur

Cara Ukur

Hasil Ukur

Skala

29

2.

Aspek afektif

Aspek yang
berkaitan
dengan aspek
emosional
seperti perasaan,
minat, sikap,
kepatuhan,
terhadap moral
dan sebagainya.

Kuesioner

Kuesioner terdiri
dari 5 pertanyaan
menggunakan skala
Guttman

Benar : 1
Salah : 0

Dikelompokkan
dengan
menggunakan
cut of poin nilai
mean = 4.0
1. Kurang
Baik < 0.24

N
O
M
I
N
A
L

2. Baik
0.24

3.

Aspek
psikomotorik

Aspek yang
berkaitan
dengan aspek
keterampilan
yang melibatkan
fungsi sistem
saraf dan otot.

Kuesioner

Kuesioner terdiri
dari 3 pertanyaan
menggunakan skala
Guttman

Benar : 1
Salah : 0

Dikelompokkan
dengan
menggunakanc
ut of point nilai
median = 4.4
1. Kurang
Baik < 4.4

N
O
M
I
N
A
L

2. Baik 4.4
4

Tingkat
pengetahuan

Segala sesuatu
yang diketahui,
kepandaian

Kuesioner

Kuesioner terdiri
dari 17 pertanyaan
menggunakan skala
Guttman

Benar : 1
Salah : 0

Dikelompokkan
dengan
menggunakan
cut of point
nilai mean =
0.19

N
O
M
I
N
A
L

1. Rendah <
0.19
2. Tinggi
0.19
Variabel Dependen
1.

No

Kepatuhan

Perilaku sesuai
aturan dan
berdisiplin

Variabel

Variabel Konfounding

Definisi
Operasional

Kuesioner

Alat
Ukur

Kuesioner terdiri
dari 18 pernyataan
menggunakan skala
Likert

Dikelompokkan
dengan cut of
point nilai
Median = 2.3

1. Tidak
Patuh < 2.3

Setuju : 1
Sangat Setuju :2
Tidak setuju :3
Sangat tidak
setuju : 4

Cara Ukur

N
O
M
I
N
A
L

2. Patuh 2.3

Hasil Ukur

Skala

30

1.

Usia

2.

Pendidikan

3.

Masa kerja

Masa kehidupan
perawat yang
dihitung sejak
tanggal
kelahiran
sampai dengan
tanggal
penelitian
dilakukan.
Adalah jenjang
terakhir yang
diperoleh
individu dengan
proses
pembelajaran di
instansi
pendidikan atau
sekolah

Kuesioner

Mengisi kuesioner

1.
2.

30 tahun
> 30 tahun

N
O
M
I
N
A
L

Kuesioner

Mengisi kuesioner

1. Rendah
(D3)
2. Tinggi (S1)

N
O
M
I
N
A
L

Lamanya
perawat bekerja
di Rumah Sakit.

Kuesioner

Mengisi kuesioner

1. < 5 thn
2. 5thn

N
O
M
I
N
A
L

BAB IV
METODE PENELITIAN

31

Bab ini menguraikan tentang metodologi penelitian yang digunakan untuk


melaksanakan

penelitian.Metodologi

penelitian

ini terdiri

dari

beberapa

bagian.Bagian-bagian tersebut meliputi desain penelitian, populasi dan sampel,


tempat dan waktu, etika penelitian, alat pengumpul data, prosedur pengumpulan
data, pengolahan dan analisis data, serta jadwal penelitian.
A.

Desain Penelitian

Desain penelitian merupakan rencana penelitian yang disusun sedemikian rupa


sehingga

peneliti

dapat

memperoleh

jawaban

terhadap

pertanyaan

penelitian.Desain penelitian mengacu pada jenis atau macam penelitian yang


dipilih untuk mencapai tujuan penelitian, serta berperan sebagai alat dan pedoman
untuk mencapai tujuan tersebut (Setiadi, 2013).

Survey Crossectional adalah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika


korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, cara pendekatan, observasi atau
pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). Artinya, setiap
objek penelitiannya hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan
terhadap

status

karakter

atau

variabel

subjek

pada

saat

pemeriksaan

(Notoatmodjo,2010). Rancangan penelitian ini mempunyai keunggulan yaitu :


mudah dilaksanakan, ekonomis dalam hal waktu, dan hasilnya dapat diperoleh
dengan cepat (Notoatmodjo, 2010).

Desain penelitian yang digunakan dalam deskriptif korelasi dengan pendekatan


Survey Crossectional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antar
variabel independen (tingkat pengetahuan) dengan variabel dependen (kepatuhan).
Korelasi antara suatu variabel dengan variabel yang lain tersebut diusahakan
dengan mengidentifikasi variabel yang ada pada suatu objek, kemudian
diidentifikasi pula variabel lain yang ada pada objek yang sama dan dilihat apakah
ada hubungan antara keduanya (Notoatmodjo, 2010).

A. Populasi dan Sampel Penelitian


1. Populasi
30

32

Populasi dalam penelitian adalah setiap subjek (misalnya manusia,


perawat) yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan (Nursalam, 2003).
Populasi adalah keseluruhan objek yang diteliti (Notoatmodjo, 2010).
Populasi merupakan seluruh subjek atau objek dengan karakteristik
tertentu yang akan diteliti. Bukan hanya objek atau subjek yang dipelajari
saja tetapi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki subjek atau objek
tersebut (Alimul,2003). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu perawat yang bekerja di Brawijaya Women & Children Hospital
sebanyak 70 perawat.

2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari keseluruhan obyek yang diteliti dan dianggap
mewakili seluruh populasi. Dengan kata lain sampel adalah elemenelemen populasi yang dipilih berdasarkan kemampuan mewakilinya
(Setiadi, 2013). Sampel penelitian adalah objek yang diteliti dan dianggap
mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2010). Teknik pengumpulan
sampel pada penelitian ini menggunakan consecutive sampling yaitu suatu
metode pemilihan sampel yang dilakukan dengan memilih semua individu
yang ditemui dan memenuhi kriteria pemilihan, sampai jumlah sampel
yang diinginkan terpenuhi (Dharma, 2011). Agar karakteristik sampel
tidak

menyimpang

dari

populasinya,

maka

sebelum

dilakukan

pengambilan data perlu ditentukan kriteria inklusi dan ekslusi.

Kriteria inklusi adalah kriteria atau ciriciri yang perlu dipenuhi oleh
setiap anggota populasi yang dapat diambil sebagai sample (Notoatmodjo,
2010).
Adapun kriteria inklusi sebagai berikut:
a. Perawat yang bekerja dioperasional Brawijaya Women & Children
Hospital
b. Perawat berpendidikan D3 Keperawatan dan S1 Keperawatan yang
bekerja di Brawijaya Women & Children Hospital
c. Dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.

33

d. Bersedia sebagai responden dalam penelitian ini.


Sedangkan kriteria ekslusi adalah ciri-ciri anggota populasi yang tidak
dapat diambil sebagi sample (Notoadmojo, 2010). Adapun kriteria
eksklusi sebagi berikut :
a. Perawat yangbukan bagian operasional dan yang tidak bekerja di
Brawijaya Women & Children Hospital
b. Perawat berpendidikan SPK yang bekerja di Brawijaya Women &
Children Hospital.
c. Perawat yang sakit, cuti, sedang mengikuti pelatihan diluar RS.
d. Tidak bersedia sebagai responden dalam penelitian ini.
Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi maka jumlah perawat yang dijadikan
sebagai responden sebanyak 65 orang , dikarenakan jumlah sample < 100
responden maka yang digunakan adalah total sampling.
B. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta Selatan
Alasan peneliti memilih tempat ini sebagai tempat penelitian adalah karena
peneliti ingin melihat adakah Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan
Peggunaan Alat Pelindung Diri Pada Perawat Brawijaya Women & Children
Hospital Jakarta Selatan Tahun 2015
C. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada saat penyusunan proposal penelitian, dari
pengumpulan data awal, dan setelah proposal disetujui untuk dilanjutkan sampai
dengan menyebarkan kuesioner penelitian pada Desember 2014 -Februari 2015.

D. Etika Penelitian
Etika penelitian keperawatan merupakan masalah yang sangat penting dalam
penelitian, mengingat penelitian keperawatan berhubungan langsung dengan
manusia, maka segi etika penelitian harus diperhatikan. Masalah etika yang harus
diperhatikan antara lain adalah sebagai berikut. (Hidayat,A.A 2009).

34

a.

Informed consent

Infrormed concent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dan responden


penelitian dengan memberikan lembar persetujuan. Pada tanggal 16 Februari 2015
Informed consent tersebut peneliti serahkan sebelum penelitian dilakukan dengan
memberikan lembar persetujuan menjadi responden. Lalu peneliti menjelaskan
tujuan informed consent agar perawat (responden) mengerti maksud dan tujuan
penelitian, mengetahui dampaknya. Jika perawat (responden) bersedia, maka
mereka menandatangani lembar persetujuan. Jika responden tidak bersedia maka
peneliti menghormati hak perawat (responden) tersebut. Saat menjelaskan
informed consent tidak ada perawat yang tidak bersedia menjadi responden,

b.

Anomity (Tanpa nama)

Masalah etika keperawatan merupakan masalah yang memberikan jaminan dalam


penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan
nama responden pada lembar alat ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar
alat ukur. Saat pengisian Kuisioner A peneliti tidak menyediakan kolom pengisian
nama, peniliti menyediakan kolom kode.

c.

Confidentiality (Kerahasiaan)

Masalah ini merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan kerahasiaan


hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah lainnya. Semua
informasi yang telah dikumpulkan di jamin kerahasiaannya oleh peneliti, hanya
kelompok data tertentu yang akan di laporkan pada hasil riset.Hal ini langsung
disampaikan oleh peneliti saat pembagian kuisioner pada tanggal 16 Februari
2015.
E. Alat Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan langkah yang penting dalam suatu penelitian,
karena data yang diperoleh digunakan untuk menguji hipotesis yang telah
dirumuskan.Pada penelitian ini, alat pengumpulan data yang digunakan adalah
kuesioner.Penelitian ini menggunakan skala tingkat pengetahuan yang digunakan
untuk mengumpulkan data dengan kuesioner.

35

Kuesioner yang disusun terdiri dari tiga bagian, yaitu data demografi, tingkat
pengetahuan dankepatuhan penggunaan APD.
1. Bagian A untuk data umum yang merupakan data karakteristik responden. Data
tentang karakteristik responden meliputi data tentang umur, pendidikan dan
masa kerja .
2. Bagian B dipergunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan tentang APD
terdiri dari 17 pertanyaan yang telah disediakan pilihan jawabannya. Jawaban
yang benar mendapatkan nilai 1 sedangkan jawaban yang salah mendapatkan
nilai 2. Soal nomor 2,3,4,5,6,10,11,13,14,15,16,17 jawaban yang benar adalah
Benar. Soal nomor 1,5,7,8,9,12 jawaban yang benar adalah Salah.
3. Bagian C dipergunakan untuk mengukur kepatuhan penggunaan APD terdiri
dari 18 pertanyaan yang telah disediakan pilihan jawabannya

1. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alatalat yang digunakan untuk pengumpulan
data (Notoatmodjo,2010). Seluruh data dalam penelitian ini dikumpulkan
dengan tekhnik angket atau kuisioner, lembar kuisioner terdiri dari
beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan hal-hal yang akan diteliti.
Pertanyaan dalam kuisioner berupa pertanyaan tertutup (close ended item)
dimana responden tinggal memilih jawaban yang tersedia.

2. Uji Instrumen
Instrumen penelitian yang dapat diterima sesuai standar adalah alat ukur
yang telah melalui uji validitas dan reabilitas data.
a. Validitas
Validitas adalah suatu indeks yang menunjukkan alat ukur itu benarbenar mengukur apa yang diukur. (Notoatmojo,2010). Teknik
pengujian validitas dalam penelitian ini menggunakan rumus product
moment dari pearson dalam program SPSS versi 17.0. Alat ukur yang
kurang valid berarti memiliki validitas rendah, untuk menguji validitas
alat ukur, terlebih dahulu dicari nilai korelasi antara bagian-bagian alat
ukur secara keseluruhan dengan cara mengkorelasikan setiap butir alat

36

ukur dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir, dengan
rumus Pearson Product Moment adalah :

r = [

) ( . )
( ) ] [
( )]

Keterangan :
r = Koefisien item yang dicari
N = Jumlah responden
X = Skor yang diperoleh subjek dalam setiap item
Y = Skor yang diperoleh subjek dalam setiap item

Statistik rmerupakan koefisien yang diperoleh dengan menunjukkan


prosedur statistik Pearsons Product Moment Correlation. Nilai 0
menunjukkan tidak adanya kekuatan, sedangkan +1 atau -1
menggambarkan hubungan yang terkuat/tertinggi.Tanda positif atau
negatif tidak mempengaruhi kekuatan atau pengaruh, yang penting
adalah nilainya.
Pada penelitian ini kuesioner akan diuji coba pada 30 responden di
RSIA

Hermina

Jatinegarayang

kriterianya

memenuhi

syarat.

Keputusan uji:
Hasil Uji Validitas variabel tingkat pengetahuan dengan responden
n=30 nilai r tabel 0.361 ( 0.05) didapatkan soal yang valid 17 diatara
20 dengan nilai valid 0.364-0.917, sementara yang tidak valid
digugurkan , untuk variabel kepatuhan dengan responden n=30 nilai r
table 0.361

( 0.05) didapatkan soal yang valid 18 diantara

20

dengan nilai0.477- 0.713, sementara yang tidak valid digugurkan.

b. Reliabilitas
Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat
pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Hal ini berarti

37

menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran itu tetap konsisten atau


tetap asas (ajeg), bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih
terhadap gejala yang sama, dengan menggunakan alat ukur yang sama.
(Notoatmojo, 2010). Untuk uji reliabilitas ini dapat menggunakan
koefisien reliabilitas Alpha Cronbach, dengan rumus sebagai berikut :
Berikut rumus uji cronbach alpha:
r=

1Vx

(M - 1)

Vt

Keterangan:
r = koefisien reliabilitas instrumen (cronbach alpha)
M = Jumlah butir soal yang valid
V x = Jumlah varians skor butir valid
V t = Varians skor total butir valid
Penyataan

dikatakan

reliabel,

jika

jawaban

seseorang

terhadap

pertanyaan konsisten atau stabil dengan nilai 0.6 dari waktu ke waktu.
Hasil Uji Reliabilitas Variabel Tingkat Pengetahuan = Nilai Cronbachs
Alpha sebesar 0.911 (sangat reliable)
Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepatuhan Perawat = Nilai Cronbachs
Alpha sebesar 0.909 ( sangat reliable)

F. Prosedur Pengumpulan Data


Proses pengumpulan data terdiri dari tahap persiapan dan tahap pengumpulan
data. Tahap persiapan yang dilakukan yaitu sebagai berikut:
1. Peneliti mengamati fenomena yang terjadi di keperawatan khususnya
terkait penggunaan APD.
2. Peneliti menentukan judul penelitian Hubungan Tingkat Pengetahuan
Dengan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelidung DiriPada Perawat
Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta Selatan Tahun 2015.
3. Peneliti menentukan sasaran penelitian yaitu perawat yang bekerja di
Brawijaya Women & Children Hospital
4. Peneliti menentukan tempat untuk melakukan penelitian yaitu di
Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta Selatan.

38

5. Peneliti mempersiapkan surat ijin dan surat pengantar dari ketua STIKes
PERTAMEDIKA untuk melakukan penelitian di Brawijaya Women &
Children Hospital .
Tahap pengumpulan data yang dilakukan yaitu sebagai berikut:
1. Peneliti mencari informasi data jumlah populasi perawat yang bekerja di
Brawijaya Women & Children Hospital.
2. Peneliti mengkategorikan jumlah tingkat pendidikan perawat di Brawijaya
Women Children Hospital.
3. Penulis meminta persetujuan dari responden untuk berpartisipasi dalam
penelitian.
4. Peneliti meminta responden yang bersedia ikut dalam penelitian untuk
menyetujui lembar persetujuan menjadi subjek penelitian.
5. Kuesioner dibagikan kepada responden, responden diberikan penjelasan
pengisian kuesioner, responden dapat menanyakan hal yang tidak jelas
dalam kuesioner kepada peneliti, setelah diisi oleh responden dikumpulkan
kembali dan diperiksa kelengkapannya.

G. Pengolahan Dan Analisis Data


1. Pengolahan Data
Setelah pengumpulan data dengan kuesioner, tahap selanjutnya adalah
pengolahan data agar analisa yang dihasilkan memberikan informasi yang
benar.Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak
computer SPSS. Dalam pengolahan data peneliti melakukan empat
tahapan pengolahan data, yaitu:

a. Editing.
Editing secara umum adalah merupakan kegiatan untuk pengecekan
dan perbaikan isian formulir atau kuesioner tersebut seperti apakah
lengkap, jawaban atau tulisan masing-masing pertanyaan cukup jelas
atau terbaca, jawabannya relevan dan konsisten.
b. Coding

39

Setelah semua kuesioner diedit atau disunting, selanjutnya dilakukan


peng kodean atau koding yaitu mengubah data berbentuk kalimat
atau huruf menjadi data angka atau bilangan. Koding atau pemberian
kode ini sangat berguna dalam memasukkan data (data entry).
c. Memasukkan data ( Data Entry ) atau Processing
Data yakni jawaban dari masing-masing responden yang dalam bentuk
kode (angka atau huruf) dimasukkan ke dalam program atau
software komputer.
d. Pembersihan Data (Cleaning)
Apabila semua data dari setiap sumber data atau responden
dimasukkan, perlu dicek kembali untuk melihat kemungkinan adanya
kesalahan-kesalahan

kode,

ketidak

lengkapan,

dan

sebagainya.Kemudian dilakukan pembetulan atau koreksi. Proses ini


disebut pembersihan data (data cleaning). (Notoatmodjo, 2010).

2. Analisis Data
Melakukan

teknik

analisa

khususnya

terdapat

data

penelitian

menggunakan ilmu statistik terapan yang disesuaikan dengan tujuan yang


hendak dianalisa. Tahap selanjutnya peneliti melakukan analisa data,
dalam penelitian ini dilakukan 2 jenis analisa, yaitu :
a. Analisa Univariat (Analisa Deskriptif)
Analisa univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan
karakteristik setiap variabel penelitian.Bentuk analisa univariat
tergantung dari jenis datanya. Untuk data numerik digunakan nilai
mean atau rata-rata, median dan standar deviasi. Pada umumnya dalam
analisa ini menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase dari tiap
variabel. (Notoatmodjo,2010)
Data yang diperoleh akan ditampilkan dalam tabel yang menggunakan
presentase dengan menggunakan rumus:

f
x100 %
n

keterangan :

40

P = Prosentase
f = Jumlah jawaban
n = jumlah skor maksimal
Kemudian dilanjutkan dengan:
1) Mean (rata-rata), untuk mengetahuai rata-rata dari data.
Rata-rata (x)

f.
f

Keterangan:
f: jumlah sampel yang sesuai dengan nilai x nilai sampel

2) Median (nilai tengah), untuk mengetahui nilai tengah dari data


posisi median dengan jumlah responden.
Posisi median =

n 1
2

n= jumlah sampel

3) Modus, dengan menyatakan nilai yang paling banyak terjadi.


Pada penelitian ini yang dianalisis secara univariat adalah gambaran
karakteristik, gambaran tingkat pengetahuandan gambaran kepatuhan
perawat
b. Analisis Bivariat
Analisis bivariat merupakan analisis yang dilakukan terhadap dua
variabel yang diduga berhubungan atau memiliki korelasi untuk
mendapat gambaran hubungan secara statistik antara variabel
dependen dengan variabel independen.
Rumus yang digunakan untuk menghitung X :

x2

( fo fe) 2
fe

Keterangan :
X = Nilai chi-square
fo = Frekuensi yang diobservasi (frekuensi empiris)

41

fe = Frekuensi yang diharapkan (frekuensi teoritis)


Hasil statistik chi-square dibandingkan dengan X pada tabel distribusi
chi-square untuk tingkat signifikan tertentu sesuai dengan derajat
kebebasan atau degree of freedom. Derajat kebebasan tersebut
didapatkan dengan mengguanakan rumus Xtabel :
Df = (B-1)(K-1)
Keterangan :
B = Jumlah baris
K = Jumlah kolom
Pada penelitian ini yang diuji secara bivariat adalah tingkat
pengetahuan dengankepatuhan penggunaan APD yang akan diuji
dengan menggunakanchi-square karena variabel independen dan
variable dependendatanya adalah berbentuk kategorik.
Uji hipotesis yang digunakan adalah hipotesis alternatif dengan arah
two tail. Prosedur pengujian uji chi-square diawali dengan membuat
hipotesis yaitu H0 dan H1. Langkah selanjutnya menetapkan tingkat
signifikansi, menghitung nilai X, lalu membuat keputusan yaitu jika
X Xtabel, maka H0 ditolak

artinya signifikan. Dan jika X

Xtabel, maka H0 diterima artinya tidak signifikan.

BAB V
HASIL PENELITIAN

42

Pada bab ini akan disajikan hasil penelitian disertai tentang Hubungan Tingkat
Pengetahuan Dengan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Perawat
Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta Selatan Tahun 2015. Jumlah
responden yang terlibat didalam penelitian ini 65 responden yaitu perawat di
Brawijaya Women & Children Hospital , dimana pengambilan sample dilakukan
dengan menggunakan metode total sampling.
Hasil penelitian akan disajikan dalam bentuk deskripsi sesuai dengan tujuan
penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat

pengetahuan dengan

kepatuhan penggunaan APD pada perawat Brawijaya Women & Children


Hospital , dari masing-masing variable yang diteliti dengan menggunakan alat
instrumen berupa kuisioner.
Hasil penelitian telah dianalisis dalam dua bagian, yaitu : 1) Analisis univariat
yang menggambarkan distribusi frekuensi, 2) Analisis bivariat untuk melihat
hubungan antara variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen).
A. Analisis Univariat
Analisis univariat dalam penelitian ini akan melihat distribusi frekuensi gambaran
karakteristik, gambaran tingkat pengetahuandan gambaran kepatuhan penggunaan
APD.
Perhitungan data demografi dilakukan untuk melihat frekuensi proporsi dan
presentase berdasarkan karakteristik responden yaitu : usia, pendidikan, masa
kerja.
1.

Deskripsi Usia
Tabel 5.1.
Distribusi Frekuensi Karakterisitik Perawat Berdasarkan Usia
di Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta Selatan
2015( n = 65 )
Usia

Frekuensi
%
47
72.3
18
27.7
Jumlah
65
100.0
Pada Tabel 5.1. distribusi frekuensi responden berdasarkan usia, diperoleh
30 tahun
> 30 tahun

gambaran bahwa dari 65 respondendi Brawijaya Women & Children Hospital


Jakarta Selatan, 47 orang (72.3%) usianya< 30 tahun kebawah dan 18 orang
41

43

(27.7%) usianya diatas 30 tahun. Dari hasil tersebut sebagian besar responden
usianya 30 tahun kebawah.

2.

Deskripsi Pendidikan
Tabel 5.2.
Distribusi Frekuensi PerawatBerdasarkan Pendidikan
di Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta Selatan
Tahun 2015( n = 65 )
Pendidikan

Rendah (D3)
Tinggi (S1)
Jumlah

Frekuensi
57
8
65

%
87.7
12.3
100.0

Pada Tabel 5.2. distribusi frekuensi responden berdasarkan pendidikan, diperoleh


gambaran bahwa dari 65 respondendi Brawijaya Women & Children Hospital
Jakarta Selatan, 57 orang (87.7%) pendidikan rendah (D3) dan8 orang (12.3%)
pendidikan tinggi (S1). Dari hasil tersebut sebagian besar responden pendidikan
rendah (D3).

3.

Deskripsi Masa Kerja


Tabel 5.3.
Distribusi Frekuensi PerawatBerdasarkan Masa Kerja
di Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta Selatan
2015( n = 65 )
Masa Kerja

< 5 tahun
5 tahun
Jumlah

Frekuensi
39
26
65

%
60.0
40.0
100.0

Pada Tabel 5.3. distribusi frekuensi responden berdasarkan masa kerja, diperoleh
gambaran bahwa dari 65 respondendi Brawijaya Women & Children Hospital
Jakarta Selatan, 39 orang (60.0%) masa kerja kurang dari 5 tahun dan26 orang

44

(40.0%) masa kerja 5 tahun lebih. Dari hasil tersebut sebagian besar responden
masa kerjakurang dari 5 tahun.

4.

Deskripsi Aspek Kognitif


Tabel 5.4.
Distribusi Frekuensi Perawat BerdasarkanAspek Kognitif
di Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta Selatan
2015( n = 65 )
Aspek Kognitif
Kurang Baik
Baik
Total

Frekuensi
17
48
65

%
26.2
73.8
100.0

Pada Tabel 5.4. distribusi frekuensi responden berdasarkan aspek kognitif,


diperoleh gambaran bahwa dari 65 respondendi Brawijaya Women & Children
Hospital Jakarta Selatan, 17 orang (26.2%) aspek kognitifkurang baikdan 48
orang (73.8%) aspek kognitif baik. Dari hasil tersebut sebagian besar responden
aspek kognitif baik.

5.

Deskripsi Aspek Afektif


Tabel 5.5.
Distribusi Frekuensi Perawat BerdasarkanAspek Afektif
di Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta Selatan
2015( n = 65 )
Aspek Afektif

Kurang Baik
Baik
Jumlah

Frekuensi
27
38
65

%
41.5
58.5
100.0

Pada Tabel 5.5. distribusi frekuensi responden berdasarkan aspek afektif,


diperoleh gambaran bahwa dari 65 respondendi Brawijaya Women & Children
Hospital Jakarta Selatan, 27 orang (41.5%) aspek afektif kurang baikdan 38 orang

45

(58.5%) aspek afektif baik. Dari hasil tersebut sebagian besar responden aspek
afektif baik.

6.

Deskripsi Aspek Psikomotorik


Tabel 5.6.
Distribusi Frekuensi Perawat BerdasarkanASspek Psikomotorik
di Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta Selatan
2015( n = 65 )

Aspek Psikomotorik
Kurang Baik
Baik
Jumlah

Frekuensi
15
50
65

%
23.1
76.9
100.0

Pada Tabel 5.6. distribusi frekuensi responden berdasarkan aspek psikomotorik,


diperoleh gambaran bahwa dari 65 respondendi Brawijaya Women & Children
Hospital Jakarta Selatan, 15 orang (23.1%) aspek psikomotorik kurang baikdan 50
orang (76.9%) aspek psikomotorik baik. Dari hasil tersebut sebagian besar
responden aspek psikomotorikbaik.

7.

Deskripsi Tingkat Pengetahuan


Tabel 5.7.
Distribusi Frekuensi Perawat BerdasarkanTingkat Pengetahuan
di Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta Selatan
2015( n = 65 )
Tingkat Pengetahuan

Rendah
Tinggi
Total

Frekuensi
31
34
65

%
47.7
52.3
100.0

Pada Tabel 5.7. distribusi frekuensi responden berdasarkan tingkat pengetahuan,


diperoleh gambaran bahwa dari 65 respondendi Brawijaya Women & Children
Hospital Jakarta Selatan, 31 orang (47.7%) tingkat pengetahuan rendahdan 34

46

orang (52.3%) tingkat pengetahuan tinggi. Dari hasil tersebut sebagian besar
responden tingkat pengetahuan tinggi.

8.

Deskripsi Kepatuhan Penggunaan APD


Tabel 5.8.
Distribusi Pola Perawat BerdasarkanKepatuhan Penggunaan APD
di Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta Selatan
2015( n = 65 )

Kepatuhan Penggunaan APD


Tidak Patuh
Patuh
Jumlah

Frekuensi
26
39
65

%
40.0
60.0
100.0

Pada Tabel 5.8. distribusi pola responden berdasarkan kepatuhan penggunaan


APD, diperoleh gambaran bahwa dari 65 respondendi Brawijaya Women &
Children Hospital Jakarta Selatan, 26 orang (40.0%) tidak patuhdan 39 orang
(60.0%) patuh. Dari hasil tersebut sebagian besar responden patuh menggunakan
APD.

B.

Analisis Bivariat

Analisis bivariat, yaitu menguji hipotesis dengan menentukan hubungan antara


variabel dependen dan variabel independen menggunakan uji Chi- Square karena
jenis data yang peneliti gunakan untuk analisis adalah data kategorial. Sehingga
uji hipotesa yang digunakan adalah uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 5%.

a.

Hubungan Usia dengan Kepatuhan Penggunaan APD


Tabel 5.9.
Hubungan Usia dengan Kepatuhan Penggunaan APD

47

di Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta Selatan


2015 ( n = 65 )

Usia

Kepatuhan Penggunaan
APD
Tidak
Patuh
Patuh

Jumlah

20

42.6

27

57.4

47

100.0

> 30 tahun

33.3

12

66.7

18

100.0

Jumlah

26

40.0

39

60.0

65

100.0

30 tahun

2
hitung

P Value

OR
( 95% CI )

0.157

0.692

1.481

(< 3.841)

(> 0.05)

(0.475-4.622)

Hasil analisis hubungan antara usia dengan kepatuhan penggunaan APD diperoleh
bahwa sebanyak 27 (57.4%) responden yang berusia

30 tahun, sedangkan

diantara yang berusia > 30 tahun ada 12 (66.7%) yang patuh menggunakan APD.
Hasil uji statistic diperoleh nilai p = 0.692 maka dapat disimpulkan tidak ada
hubungan usia dengan kepatuhan penggunaan APD.

b. HubunganPendidikan dengan Kepatuhan Penggunaan APD


Tabel 5.10.
Hubungan Pendidikan dengan Kepatuhan Penggunaan APD
di Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta Selatan
2015 ( n = 65 )

Pendidikan

Kepatuhan Penggunaan
APD
Tidak
Patuh
Patuh

Jumlah

Rendah (D3)

23

40.4

34

59.6

57

100.0

Tinggi (S1)

37.5

62.5

100.0

Jumlah

26

40.0

39

60.0

65

100.0

2
hitung

P Value

OR
( 95% CI )

0.024

1.000

1.127

(< 3.841)

(> 0.05)

(0.245-5.186)

Hasil analisis hubungan antara pendidikan dengan kepatuhan penggunaan APD


diperoleh bahwa sebanyak 34 (59.6%) responden yang berpendidikan D3,
sedangkan diantara responden yang berpendidikan S1 ada 5 (62.5%) yang patuh
menggunakan APD. Hasil uji statistic diperoleh nilai p = 1.000 maka dapat
disimpulkan tidak ada hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan
penggunaan APD.

48

c. Hubungan Masa Kerja dengan Kepatuhan Penggunaan APD


Tabel 5.11.
Hubungan Masa Kerja dengan Kepatuhan Penggunaan APD
di Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta Selatan
2015 ( n = 65 )
Kepatuhan Penggunaan
APD
Tidak
Patuh
Patuh
n
%
n
%

< 5 tahun

16

41.0

23

59.0

39

100.0

5 tahun

10

38.5

16

61.5

26

100.0

Jumlah

26

40.0

39

60.0

65

100.0

Masa Kerja

Jumlah

2
hitung

P Value

OR
( 95% CI )

0.000

1.000

1.113

(< 3.841)

(> 0.05)

(0.403-3.073)

Hasil analisis hubungan antara masa kerja dengan kepatuhan penggunaan APD
diperoleh bahwa sebanyak 23 (59.0%) responden

yang patuh masa kerja < 5

tahun, sedangkan diantara responden yang patuh masa kerja 5 tahun ada 16
(61.5%) yang patuh menggunakan APD. Hasil uji statistic diperoleh nilai p =
1.000 maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan masa kerja dengan kepatuhan
penggunaan APD.

d. Hubungan Aspek Kognitif dengan Kepatuhan Penggunaan APD


Tabel 5.12.
Hubungan Aspke Kognitif dengan Kepatuhan Penggunaan APD

49

di Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta Selatan


2015( n = 65 )

Aspek
Kognitif

Kepatuhan Penggunaan
APD
Tidak
Patuh
Patuh

Jumlah

Kurang Baik

12

70.6

29.4

17

100.0

Baik

14

29.2

34

70.8

48

100.0

Jumlah

26

40.0

39

60.0

65

100.0

2
hitung

P Value

OR
( 95% CI )

7.332

0.007

5.829

(> 3.841)

(< 0.05)

(1.73-19.64)

Hasil analisis hubungan antara aspek kognitif dengan kepatuhan penggunaan APD
diperoleh bahwa sebanyak 5 (29.4%) responden aspek kognitif kurang baik patuh
menggunakan APD, sedangkan diantara responden yang aspek kognitif baik 34
(70.8%) yang patuh menggunakan APD. Hasil uji statistic diperoleh nilai p =
0.007 maka dapat disimpulkan ada hubungan aspek kognitif dengan kepatuhan
penggunaan APD.

e. Hubungan Aspek Afektif denganKepatuhan Penggunaan APD


Tabel 5.13.
Hubungan Kawasan Afektif dengan Kepatuhan Penggunaan APD
di Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta Selatan
2015 ( n = 65 )
Aspek
Afektif

Kepatuhan Penggunaan
APD
Tidak
Patuh
Patuh

Jumlah

17

63.0

10

37.0

27

100.0

Baik

23.7

29

76.3

38

100.0

Jumlah

26

40.0

39

60.0

65

100.0

Kurang Baik

2
hitung

P Value

OR
( 95% CI )

8.576

0.003

5.478

(> 3.841)

(< 0.05)

(1.858-16.153)

Hasil analisis hubungan antara aspek afektif dengan kepatuhan penggunaan APD
diperoleh bahwa sebanyak 10 (37.0%) responden aspek afektif kurang baik patuh
menggunakan APD, sedangkan diantara responden yang aspek afektif baik 29
(76.3%) yang patuh menggunakan APD. Hasil uji statistic diperoleh nilai p =

50

0.003 maka dapat disimpulkan ada hubungan aspek afektif dengan kepatuhan
penggunaan APD.

f. Hubungan Aspek Psikomotor denganKepatuhan Penggunaan APD


Tabel 5.14.
Hubungan Aspek Psikomotor denganKepatuhan Penggunaan APD
di Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta Selatan
2015( n = 65 )

Aspek
Psikomotorik

Kepatuhan Penggunaan
APD
Tidak
Patuh
Patuh
n

Kurang Baik

11

Baik

15

Jumlah

26

Jumlah

73.3

26.7

15

100.0

30.0

35

70.0

50

100.0

40.0

39

60.0

65

100.0

2
hitung

P Value

OR
( 95% CI )

7.313

0.007

6.417

(> 3.841)

(< 0.05)

(1.759-23.413)

Hasil analisis hubungan antara aspek psikomotor dengan kepatuhan penggunaan


APD diperoleh bahwa sebanyak 4 (26.7%) responden aspek psikomotor kurang
baik patuh menggunakan APD, sedangkan diantara responden yang aspek
psikomotor baik 35 (70.0%) yang patuh menggunakan APD. Hasil uji statistic
diperoleh nilai p = 0.007 maka dapat disimpulkan ada hubungan aspek psikomotor
dengan kepatuhan penggunaan APD.

g. HubunganTingkat Pengetahuan denganKepatuhan Penggunaan APD

51

Tabel 5.15.
HubunganTingkat Pengetahuan denganKepatuhan Penggunaan APD
Perawat Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta Selatan 2015
( n = 65 )

Tingkat
Pengetahuan

Kepatuhan Penggunaan
APD
Tidak
Patuh
Patuh

Jumlah

Rendah

18

58.1

13

41.9

31

100.0

Tinggi

23.5

26

76.5

34

100.0

Jumlah

26

40.0

39

60.0

65

100.0

Hasil

analisis

2
hitung

P Value

OR
( 95% CI )

6.683

0.010

4.500

(> 3.841)

(< 0.05)

(1.549-13.07)

hubungan antara tingkat pengetahuan dengan

penggunaan APD diperoleh bahwa sebanyak 13 (41.9%)

kepatuhan

responden tingkat

pengetahuan rendah patuh menggunakan APD, sedangkan diantara responden


yang tingkat pengetahuan tinggi 26 (76.5%) yang patuh menggunakan APD.
Hasil uji statistic diperoleh nilai p = 0.010 maka dapat disimpulkan ada hubungan
aspek afektif dengan kepatuhan penggunaan APD.

BAB VI

52

PEMBAHASAN

Sistematika pembahasan hasil penelitian ini dibagi menjadi dua pokok bahasan,
pertama membahas tentang hasil penelitian dan yang kedua adalah membahas
keterbatasan penelitian.

A. Interprestasi dan diskusi hasil penelitian


1) Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tingkat Pengetahuan
Berdasarkan tingkat pengetahuan , hasil analisis uji statistik menunjukkan
gambaran bahwa dari responden di Brawijaya Women & Children Hospital
sebagian besar responden tingkat pengetahuan tinggi tapi tidak sejalan dengan
Ilya Kagan (2009) dalam penelitiannya yang berjudul Perceived Knowledge of
Blood-Borne Pathogens and Avoidance of Contact with Infected Patiens.
Penelitian ini menjelaskan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara
tingkat pengetahuan terhadap tindakan mematuhi standard precaution (termasuk
didalamnya penggunaaan APD) akan tetapi sejalan denganPatricia M. McGovern
(2000) dalam penelitiannya yang berjudul Factors Affecting Universal
Precautions

Complience

menjelaskan

faktor-faktor

yang

mempengaruhi

kepatuhan terhadap universal precautions. Penelitian ini menjelaskan bahwa


rumah sakit yang telah membudayakan keselamatan kerja memiliki perawat 2,9
kali lebih patuh untuk menjalankan universal precaution termasuk di dalamnya
perilaku penggunaan APD. Selain itu, perawat maupun tenaga kesehatan lainnya
yang telah mendapatkan pelatihan tentang APD memiliki peluang 5,7 kali lebih
patuh menggunakan APD saat praktik.

Menurut

teori

Aspek

kognitif,

afektif

dan

psikomotorik

merupakan

pengklasifikasian prilaku individu menurut Blomm. Yang mana hasil belajar yang
berupa perubahan prilaku yang terbagi dalam tiga aspek tersebut yaitu aspek
kognitif merupakan aspek yang berkaitan dengan intelektual atau berpikir/nalar,
yang

didalamnya

mencakup

pengetahuan

(knowledge),

pemahaman

(comprehension), penerapan (application), penguraian (analyze), pemaduan


51

53

(synthesis), dan penilaian (evaluation). Aspek afektif yaitu aspek yang berkaitan
dengan emosional seperti perasaan, minat, sikap, kepatuhan terhadap moral dan
sebagainya yang didalamnya mencakup penerimaan (receiving/attending),
sambutan (responding), tata nilai (valuing), pengorganisasian (organization), dan
karakterisasi (characterization). Sedangkan aspek psikomotorik yaitu yang
berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang melibatkann fungsi sistem
syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan berfungsi psikis. Kawasan ini terdiri
dari kesiapan (set), peniruan (imitation), membiasakan (habitual), menyesuaikan
(adaptation), dan menciptakan (origination).

Menurut analisis peneliti tingkat pengetahuan mempunyai peran yang penting,


karena semakin baik adopsi perilaku didasari oleh pengetahuan , maka kepatuhan
tersebut akan timbul dengan sendirinya karena semakin mudah menanamkan
kesadaran untuk meningkatkan kualitas diri, dan pada perawat Brawijaya Women
& Children Hospital sudah mendapatkan pelatihan tentang Alat Pelindung Diri
dan rutin dilakukan resosialisasi SOP yang berkaitan dengan pengetahuan
minimal dua kali dalam sebulan.

2) Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kepatuhan Penggunaan APD


Berdasarkan

kepatuhan

penggunaan

APD ,

hasil

analisis

uji

statistik

menunjukkangambaran bahwa dari responden di Brawijaya Women & Children


Hospital sebagian besar responden patuh menggunakan APD hal ini tidak sejalan
dengan Anupan Kotwal (2010) dalam jurnal Health care workers and universal
precaution and determines of noncompliance memberikan penjelasan tentang
penggunaan APD. Penelitian ini melibatkan 100 responden yang masing-masing
terdiri dari 50 dokter dan perawat. Hasil penelitian ini didapatkan 68% perawat
tidak patuh menjalankan universal precaution termasuk juga penggunaan APD.
Sikap perawat untuk tidak patuh tersebut disebabkan karena perawat merasa
terbatasi dan prosedur penggunaan APD yang lama serta menyusahkan.

Kepatuhan merupakan suatu hal yang penting agar dapat mengembangkan


rutinitas (kebiaasan) yang dapat membantu dalam mengikuti jadwal yang kadang

54

kala rumit dan mengganggu kegiatan sehari-hari. Kepatuhan dapat sangat sulit dan
membutuhkan dukungan agar menjadi biasa dengan perubahan. Dengan
mengatur,

meluangkan

waktu

dan

kesempatan

yang

diutuhkan

untuk

menyesuaikan diri (Tambayong, 2002)

Menururt analisa penelliti perawat Brawijaya Women & Chidren Hospital


sebagian besar patuh hanya sebagian kecil saja yang tidak patuh menggunakan
APD dan disebagian yang kecil tersebut ditemukan fenomena penularan penyakit
terhadap perawat.

3) Hubungan Aspek Kognitif dengan Kepatuhan Penggunaan APD


Berdasarkan Aspek kognitif

hasil uji statistik menunjukkan gambaran bahwa

perawat Brawijaya Women & Children Hospital patuh dalam penggunaan APD
sejalan dengan penelitian Catherine E. Earl (2010) dalam jurnal yang berjudul
Thai nursing students knowledge and health beliefs about aids and the use of
universal precautions menjelaskan tentang penerapan universal precaution pada
penderita HIV. Penelitian ini menjelaskan bahwa peran lembaga pendidikan
sangat penting untuk memberikan materi tentang standard precaution termasuk
didalamnya prinsip menggunakan APD.Hal ini dapat membantu meningkatkan
pengetahuan mahasiswa keperawatan tentang prinsip tersebut.

Menurut teori Aspek kognitif merupakan aspek yang berkaitan dengan intelektual
atau

berpikir/nalar.

Di

dalamnya

mencakup

pengetahuan

(knowledge),

pemahaman (comprehension), penerapan (application), penguraian (analyze),


pemaduan (synthesis), dan penilaian (evaluation).

Menurut analisa peneliti dalam aspek kognitif sangat mempengaruhi kepatuhan


penggunaan APD sehingga perawat mampu memahami SOP dan materi yang
disampaikan oleh pelatihan PPIRS Brawijaya Women & Children Hospital, dan
pada level yang lebih atas seorang perawat juga mampu menguraikan kembali

55

kemudian memadukannya dengan pemahaman yang sudah ia peroleh untuk


kemudian diberi penilaian/pertimbangan.

4) Hubungan Aspek Afektif dengan Kepatuhan Penggunaan APD


Berdasarkan Aspek afektif

hasil uji statistik menunjukkan gambaran bahwa

perawat Brawijaya Women & Children Hospital patuh dalam penggunaan APD
tidak sejalan dengan Anupan Kotwal (2010) dalam jurnal Health care workers
and universal precaution and determines of noncompliance memberikan
penjelasan tentang penggunaan APD. Penelitian ini melibatkan 100 responden
yang masing-masing terdiri dari 50 dokter dan perawat. Hasil penelitian ini
didapatkan 68% perawat tidak patuh menjalankan universal precaution termasuk
juga penggunaan APD. Sikap perawat untuk tidak patuh tersebut disebabkan
karena perawat merasa terbatasi dan prosedur penggunaan APD yang lama serta
menyusahkan

Menurut teori Aspek afektif yaitu yang berkaitan dengan aspek-aspek emosional
seperti perasaan, minat, sikap, kepatuhan terhadap moral dan sebagainya. Di
dalamnya mencakup penerimaan (receiving/attending), sambutan (responding),
tata

nilai

(valuing),

pengorganisasian

(organization),

dan

karakterisasi

(characterization).

Menurut analisa peneliti dalam aspek ini perawat dinilai sejauh mana ia mampu
menginternalisasikan nilai-nilai pembelajaran ke dalam dirinya. Aspek afektif ini
erat kaitannya dengan tata nilai dan konsep akhlak .

5) Hubungan Aspek Psikomotor dengan Kepatuhan Penggunaan APD


Berdasarkan Aspek psikomotor hasil uji statistik menunjukkan gambaran bahwa
perawat Brawijaya Women & Children Hospital patuh dalam penggunaan Alat
Pelindung Diri tidak sejalan dengan penelitian Yulia Habni (2009) dalam
penelitian skripsinya yang berjudul Prilaku Perawat dalam Pencegahan Infeksi
Nosokomial di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan
memfokuskan penelitiannya dalam hal pencegahan infeksi nosokomial. Penelitian

56

ini melibatkan perawat diruang rawat inap, IGD, ICU dan rawat jalan sebagai
responden. Hasil penelitian ini didapatkan 76% perawat yang tidak mendapatkan
pelatihan tentang pencegahan infeksi nosokomial cenderung memiliki perilaku
yang buruk dalam melakukan pencegahan infeksi nosokomial.

Aspek psikomotorik yaitu yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang


melibatkann fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan berfungsi
psikis. Aspek ini terdiri dari kesiapan (set), peniruan (imitation), membiasakan
(habitual), menyesuaikan (adaptation), dan menciptakan (origination).

Menurut

analisa

peneliti

ketika

perawat

telah

memahami

dan

menginternalisasikan nilai-nilai mata pelajaran dalam dirinya, maka tahap


selanjutnya ialah bagaimana perawat mampu mengaplikasikan pemahamannya
dalam kehidupan sehari-hari melalui perbuatan atau tindakan.

6) Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Penggunaan APD


Berdasarkan hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan APD
hasil uji statistik menunjukkan gambaran bahwa perawat Brawijaya Women &
Children Hospital patuh dalam penggunaan APD tidak sejalan dengan penelitian
Ilya Kagan (2009) dalam penelitiannya yang berjudul Perceived Knowledge of
Blood-Borne Pathogens and Avoidance of Contact with Infected Patiens.
Penelitian ini dilakukan di Israel dengan menggunakan desain cross-sectional
yang melibatkan 180 responden. Penelitian ini menjelaskan bahwa tidak ada
hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap tindakan
mematuhi standard precaution (termasuk didalamnya penggunaaan APD).

Menurut Notoatmodjo (2012) Tingkat Pengetahuan adalah hasil tahu , dan


terjadi

setelah

orang

melakukan

tertentu.pengindraan terjadi

pengindraan

melalui panca

terhadap

indra manusia,

suatu

objek

yakni: indra

penglihatan, penciuman, pendengaran, rasa, dan raba. Sebagian besar pengetahuan


manusi diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan atau kognitif merupakan

57

domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (overt


behavior).

Menurut analisa peneliti pendidikan dapat membawa wawasan atau pengetahuan


seseorang. Secara umum, seseorang yang berpendidikan lebih tinggi akan
mempunyai pengetahuan yang lebih luas dibandingkan dengan seseorang yang
tingkat pendidikannya lebih rendah.

58

BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Mengacu pada analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka hasil
penelitian terhadap 65responden dengan judul Hubungan Tingkat
Pengetahuan Dengan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada
Perawat Brawijaya Women &Children Hospital Jakarta Selatan 2015
dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.

Karakteristik perawat , yaitu sebagian besar perawatusia 30 tahun


kebawah, pendidikannya (D3), dan masa kerjakurang dari 5 tahun.

2.

Sebagian besar perawat di Brawijaya Women & Children Hospital


berpengetahuan tinggi

3.

Sebagian besar perawat di Brawijaya Women & Children Hospital


patuh menggunakan Alat Pelindung Diri

4.

Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan


penggunaan Alat Pelindung Diridi Brawijaya Women & Children
Hospital Jakarta Selatan Tahun 2015

5.

Terdapat hubungan antara aspek kognitif, afektif dan psikomotor


dengan kepatuhan penggunaan APD perawat di Brawijaya Women &
Children Hospital Jakarta Selatan Tahun 2015

B. Saran
1. Bagi Pelayanan Kesehatan
Peneliti mengharapkan dapat memberikan informasi tentang kepatuhan
penggunaan Alat Pelindung Diri perawat Brawijaya Women & Children
Hospital sehingga dapat dilakukan kebijakan dan SOP yang berkaitan
dengan kepatuhan pada perawat

57

59

2. Bagi Institusi Pendidikan


Peneliti mengharapkan dapat menambah pengetahuan mahasiswa dan
mendapatkan informasi tentang hubungan tingkat pengetahuan dengan
kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri dan dapat digunakan sebagai
bahan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya.

60

Daftar Pustaka
Alimul, A. (2003). Riset keperawatan & tenik penulisan ilmiah. Jakarta: Salemba
Medika
Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian: suatu pendekatan dan praktik. Jakarta:
Rineka Cipta
Azwar. (2005). Penilaian Hasil Belajar. Bandung: CV Wacana Prima
Chaniago, (2002) http://blog-indonesia.com/blog-archiva-121321-382-htm diunduh 20
November 2014
Dharma, kusuma Kelana (2011), Metodologi Penelitian Keperawatan : Panduan
Melaksanakan dan Menerapkan Hasil Penelitian, jakarta, Trans Info Media
Degresi, (2004). Ilmu Prilaku Manusia. Jakarta : PT Rineka Cipta
Depkes, RI (2003). Pedoman pelaksanaan kewaspadaan universal di pelayanan
kesehatan. Jakarta : Departemen Kesehatan
Daryanto. (1997) Kamus umum Bahasa Indonesia. Jakarta. Penerbit Rosda Karya
Departemen Pendidikan Nasional (2007) . Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ed-3.
Jakarta : Balai Pustaka
Earl, C.E., (2010) Thai Nursing students knowledge and health beliefs about AIDS
and the use of universal precaution. AAOHN Journal: Vol.58, No 8
Habni, Yulia. (2009). Perilaku perawat dalam pencegahan infeksi nosokomial di
Rindu A, Rindu B, ICU, IGD , dan Rawat jalan di RSU Pusat Haji Adam
Malik Medan. Skripsi : Tidak dipublikasikan, PSIK Fakultas Kedokteran
Universitas Sumatra Utara.
Haryanti, A (2009). Gambaran universal precaution di Rumah Sakit umum
Salatiga. Universitas Sahid, Surakarta.
Hasibuan, Malayu S.P (2005). Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi.
Bumi Aksara, Jakarta.

61

Hidayat , AO.A (2009). Metode Penelitian Kebidanan Tehnik Analisa Data.


Jakarta : Salemba Medika
Hegner, R., Barbara A., & Esther C. (2010). Nursng assistant: a nursing process
approach basic. Clifton Park: Delmar.
Hungu. (2007). Demografi Kesehatan Indonesia. Jakarta: penerbit Grasindo
Hurlock, E. B. (2002). Psikologi Perkembangan. 5th edition. Erlangga: Jakarta
Koentjoroningrat. (1997). Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama
Kreitner, R. And inicki, A. 2004. Organizational Behavior. Fifth Edition. Mcgraw
Hill. Newyork
Kathrine, M. & Patricia A. (2004). Psychiatric mental health nursing. St Louis:
2004
Kathryn, A. (2004). Phlebotomy technician specialist (2nd ed). Clifton Park:
Delmar
Kagan I., Karin L. O., & Tami K (2009). Perceived knowledge of blood-borne
pathogens and avoideance of contact with infected patients. Journal of
Nursing Scholarship; First Quarte 2009; 41, 1; Academic Research Library
pg.13.
Maja, TMM (2009). Precaution useby occupational health nursing students
during clinical placement. Adelaide: Tswane University of Technology.
Mardiana, 2005. Manajemen Produksi, Penerbit Badan Penerbit IPWI, Jakarta
McGovern, P., Vesley, D Kocher,. Factor affecting universal precautions
compliance. Journal of Business and Psychology; Fall 2000; 15,1; ProQuest
pg 149
Nitisemito, Alex. S, (2001), Manajemen Personalia: Manajemen Sumber Daya
Manusia, Edisi Keempat, Ghalia Indonesia, Jakarta
Notoatmodjo.2012. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta. Rineka Cipta
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta

62

Notoatmodjo, S. (2002). Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka


Cipta
Nursalam.(2003). Pendidikan Dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Potter, P. A & Perry, A. G (2005). Foundamental of Nursing . (6th ed).
Philadephia: Mosby
Roshdal, C. Bunker, dan Marry T. Kowaski. (2008). Textbook of basic nursing.
(9th ed). Philadelphia : Lippincott
Setiadi (2013). Konsep dan Praktek Penulisan Riset Keperawatan , Edisi 2.
Yogyakarta, Graha Ilmu
Siregar, Charles. JP., (2004). Farmasi Rumah Sakit Teori dan Penerapan. 25-49 ,
Cetakan I. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta
Siagian, Sondang (2008), Manajemen Sumber Daya Manusia (cetakan 15).
Jakarta : Bumi Aksara
Slamet, B (2007) http://dr-suparyanto.blogspot.com/2011/02/konsep-kepatuhan2.html. diperoleh tanggal 15/november/2014
Soni (2011) http://journal.undip.ac.id/index.php/mkmi/article/download/6169/522

Suryabudhi, Maria (2003). Cara merawat Bayi dan Anak-anak. Bandung :


Alfabeta
Tambayong, J. (2002). Farmakologi untuk keperawatan. Jakarta : Widya Medika
WHO. (2004). Practical guidenlines for infection control in heath carefacility
India : WHO Regional office South East Asia
WHO. (2002). Prevention of hospital-acquired infection. (Ed. Ke-2). Malta:
Departement of Communicable Disease.

63

LAMPIRAN

64

Lembar Persetujuan Partisipasi dalam Penelitian


Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Penggunaan Alat
Pelindung Diri pada Perawat di Brawijaya Women & Children
Hospital

Saya (peneliti) meminta partisipasi anda dalam penelitian.Penelitian ini


bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan
penggunaan APD. Peneliti (saya) akan memberikan lembar persetujuan ini, dan
menjelaskan bahwa keterlibatan anda didalam penelitian ini atas dasar sukarela.
Nama

saya/peneliti

adalah

Maria

Hayati.Saya

mahasiswa

STIKes

Pertamedika.Saya dapat dihubungi di nomor telpon 085695322264.Penelitian ini


merupakan bagian dari persyaratan untuk program pendidikan Sarjana di STIKes
Pertamedika.Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Etty Ernawati S.Kp., M.Kep.
Dosen STIKes Pertamedika.
Penelitian

ini

melibatkan

65

perawat

Brawijaya

Women

&

Children

Hospital.Keputusan anda untuk ikut atau pun tidak dalam penelitian ini, tidak
berpengaruh pada profesi yang sedang dijalankan. Apabila anda memutuskan
tidak berpartisipasi

, anda bebas untuk mengundurkan diri dari penelitian

kapanpun.
Kuisioner yang akan saya berikan terdiri dari 3 bagian. Bagian pertama
berisi pertanyaan tentang karakteristik responden.Bagian kedua, pernyataan
mengenai tingkat pengetahuan tentang APD. Bagian ketiga berisi pernyataan
tentang kepatuhan terhadap penggunaan APD.
Saya akan menjaga kerahasiaan anda dan keterlibatan anda dalam penelitian
ini. Semua kuisioner yang telah terisi hanya akan diberikan nomor kode yang
tidak bisa digunakan untuk mengidentifikasi identitas anda. Namun, jika
diperlukan catatan penelitian ini dapat dijadikan barang bukti apabila pengadilan
memintanya.
Setelah membaca informasi diatas dan memahami tentang tujuan penelitian
dan peran yang diharapkan dari saya didalam penelitian ini, saya setuju untuk
berpartisipasi dalam penelitian ini.

65

Untuk itu peneliti sangat mengharapkan partisipasi teman sejawat dalam


penelitian ini dan sebagai tanda setuju mohon kesediaan menandatangani lembar
persetujuan.Atas kesediaan serta bantuannya saya ucapkan terima kasih.

Jakarta,

Februari 2015

Responden

(____________________)

66

RISET

MAHASISWA

KEPERAWATAN
KESEHATAN

PROGRAM

SEKOLAH

SARJANA

TINGGI

PERTAMEDIKA

ILMU

JAKARTA

PERIODE DESEMBER 2014 s/d FEBRUARI 2015

KUISIONER UNTUK PERAWAT


Petunjuk pengisian :
1. Kuisioner terdiri dari 3 bagian yaitu karakteristik perawat, pengetahuan dan
kepatuhan .
2. Berilah tanda check list() pada jawaban yang tersedia sesuai dengan jawaban
yang saudara pilih.
3. Tuliskan jawaban secara singkat , jelas pada tempat yang tersedia.
4. Mohon untuk TIDAK mengosongkan jawaban pada setiap pertanyaan .

KODE
Kuesioner A
1. Tanggal pengisian

2. Usia

: ........ tahun

3. Pendidikan

: DIII
S1

4. Masa kerja

: ........ tahun ....... bulan

67

Kuisioner B
Petunjuk pengisian :

Benar (B) : jika pernyataan tersebut anda anggap benar

Salah (S) : jika pernyataan tersebut anda anggap salah

No

Pernyataan

APD perawat hanya terdiri dari sarung tangan , masker, dan


google

Penggunaan APD hanya digunakan ketika intervensi dengan


pasien dengan resiko tinggi infeksi

Sarung tangan secara umum terdiri dari sarung tangan bersih dan
steril

Kelalaian perawat mengganti sarung tangan dapat menimbulkan


penyebaran penyakit antar pasien maupun perawat

Masker tidak perlu diganti jika masker telah lembab

Masker melindungi perawat dari infeksi yang transmisi melalui


udara

Masker sekali pakai dapat disimpan untuk digunakan lagi

Kaca mata pelindung tidak perlu digunakan ketika prosedur


persalinan

Perawat perlu menggunakan pelindung kepala disegala jenis


tindakan

10

Penutup kepala tidak perlu digunakan diruang ICU

11

Gaun pelindung melindungi baju seragam dari kulit perawat


terpapar cairan tubuh pasien yang banyak dan tidak beraturan

12

Bagian dalam dari gaun pelindung adalah steril

13

Gaun pelindung bagian luar merupakan bagian yang perlu dijaga


agar tidak terkontaminasi sebelum intervensi dengan pasien

14

Alas kaki khusus digunakan diruang bersalin, ruang operasi, dan


ICU

15

Pelindung wajah tujuannya melindungi selaput lendir hidung,


mulut, dan mata

68

16

Jenis pelindung wajah : masker, kacamata, face shield

17

Jangan menggunakan sarung tangan yang sama untuk lebih dari


satu pasien

69

Kuesioner C
Petunjuk pengisian : berilah tanda check list (v) pada setiap pernyataan yang
anda anggap paling sesuai dengan anda pada kolom :

Setuju (S)

Sangat Setuju (SS)

Tidak Setuju (TS)

Sangat Tidak Setuju (STS)

No

Pernyataan

Saya menggunakan sarung tangan saat memandikan pasien

Saya hanya menggunakan sarung tangan ketika diawasi


oeh perawat senior

Saya menolak menggunakan sarung tangan masker karena


membatasi komunikasi saya dengan pasien

Saya tetap menggunakan masker meskipun pasien tidak


beresiko transmisikan penyakitnya melalui udara

Saya menggunakan masker ketika diawasi oleh perawat senior

Saya tetap menggunakan

kaca mata pelindung saat

membantu proses bersalin meskipun prosedurnya rumit


7

Saya menolak menggunakan kacamata pelindung ketika


membantu persalinan karena membatasi interaksi dengan
pasien

Saya menolak menggunakan gaun pelindung ( apron)


karena terlalu rumit prosedurnya

Saya menolak menggunakan gaun pelindung karena


membatasi kedekatan interaksi dengan pasien

10

Saya menolak mengganti seragam setiap hari

11

Saya menolak menggunakan sepatu seragam yang terbuka


dibagian punggung kaki

12

Saya hanya menggunakan sepatu pelindung diruang


operasi ketika disediakan saja

13

Saya mencuci sarung tangan untuk tujuan dipakai kembali

SS

TS

STS

70

14

Saya menggunakan sarung tangan yang berbeda untuk


setiap pasien

15

Saya mencuci tangan sebelum

memakai dan sesudah

melepaskan
16

Saya hanya menggunakan sarung tangan pada saat


tindakan yang menjijikan (faeces, muntah)

17

Sarung tangan habis pakai diletakkan pada meja

18

Masker digunakan untuk menutupi leher saya

71

72

LAMPIRAN SPSS UJI VALIDITAS

Reliability Tingkat Pengetahuan


Case Processing Summary
N
Cases

Valid
Excludeda
Total

30
0
30

%
100.0
.0
100.0

a. Listwise deletion based on all


variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha
.911

N of Items
20

Validity Tingkat Pengetahuan


Item-Total Statistics

B01
B02
B03
B04
B05
B06
B07
B08
B09
B10
B11
B12
B13
B14
B15
B16
B17
B18
B19
B20

Scale Mean if
Item Deleted
27.80
27.73
27.77
27.63
27.67
27.77
27.80
27.60
27.90
27.67
27.70
27.87
27.63
27.67
27.80
27.83
27.67
27.87
27.67
27.77

Scale
Variance if
Item Deleted
31.545
33.375
33.289
34.516
34.989
33.426
33.959
34.041
35.266
33.471
34.010
33.637
33.757
32.989
33.545
35.040
32.299
32.740
32.023
31.702

Corrected
Item-Total
Correlation
.917
.562
.581
.364
.280
.557
.468
.453
.260
.544
.448
.550
.497
.631
.542
.283
.757
.721
.809
.875

Cronbach's
Alpha if Item
Deleted
.897
.906
.906
.911
.913
.906
.908
.909
.913
.907
.909
.906
.908
.904
.907
.913
.901
.902
.900
.898

73

Reliability Kepatuhan Perawat


Case Processing Summary
N
Cases

Valid
Excludeda
Total

30
0
30

%
100.0
.0
100.0

a. Listwise deletion based on all


variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha
.909

N of Items
20

Validity Kepatuhan Perawat


Item-Total Statistics

C01
C02
C03
C04
C05
C06
C07
C08
C09
C10
C11
C12
C13
C14
C15
C16
C17
C18
C19
C20

Scale Mean if
Item Deleted
53.37
53.20
53.20
53.33
53.27
53.13
53.10
53.10
53.03
53.13
53.13
53.13
53.00
53.00
53.33
53.13
52.93
53.47
53.23
53.13

Scale
Variance if
Item Deleted
119.826
123.683
120.166
122.092
120.961
127.085
122.369
124.783
119.895
122.326
126.671
121.982
124.276
119.931
118.782
121.982
124.685
120.602
123.151
120.602

Corrected
Item-Total
Correlation
.593
.495
.620
.477
.551
.293
.652
.514
.652
.530
.325
.661
.629
.636
.602
.661
.713
.555
.516
.568

Cronbach's
Alpha if Item
Deleted
.904
.906
.903
.907
.905
.912
.903
.906
.902
.906
.911
.903
.904
.903
.904
.903
.903
.905
.906
.905

74

Uji Validitas dan Reliabilitas

Tabel
Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
Variabel Tingkat Pengetahuan
Tingkat
Pengetah
uan
B01
B02
B03
B04
B06
B07
B08
B10
B11
B12
B13
B14
B15
B17
B18
B19
B20

r product
mo
me
nt
0.917
0.562
0.581
0.364
0.557
0.468
0.453
0.544
0.448
0.550
0.497
0.631
0.542
0.757
0.721
0.809
0.875

r-tabel
(n
=3
0)
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361

Ket. Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid

Alpha
Cronba
ch's

Ket.
Relia
bel

0.911

> 0.8
(San
gat
Relia
bel)

Nilai r tabel untuk n = 30 dan Alpha 0.05 adalah 0.361, semua nilai r product
moment pada setiap pertanyaan memiliki nilai diatas 0.361, artinya semua
pertanyaan sudah valid, kecuali B05, B09, dan B16. Nilai Cronbachs Alpha
sebesar 0.911 ( 0.800), hal ini menunjukkan bahwa data sudah sangat
reliabel.

75

Tabel
Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
Variabel Kepatuhan Perawat
Kepatuhan
Perawa
t
C01
C02
C03
C04
C05
C07
C08
C09
C10
C12
C13
C14
C15
C16
C17
C18
C19
C20

r product
mo
men
t
0.593
0.495
0.620
0.477
0.551
0.652
0.514
0.652
0.530
0.661
0.629
0.636
0.602
0.661
0.713
0.555
0.516
0.568

r-tabel
(n
=3
0)
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361
0.361

Ket. Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid

Alpha
Cronba
ch's

Ket.
Relia
bel

0.909

> 0.8
(San
gat
Relia
bel)

Nilai r tabel untuk n = 30 dan Alpha 0.05 adalah 0.361, semua nilai r product
moment pada setiap pertanyaan memiliki nilai diatas 0.361, artinya semua
pertanyaan sudah valid, kecuali C06 dan C11. Nilai Cronbachs Alpha
sebesar 0.909 ( 0.800), hal ini menunjukkan bahwa data sudah sangat
reliabel.

76

LAMPIRAN SPSS
Univariate - Frequency Table
Usia

Valid

<= 30 tahun
> 30 tahun
Total

Frequency
47
18
65

Percent
72.3
27.7
100.0

Valid Percent
72.3
27.7
100.0

Cumulative
Percent
72.3
100.0

Pendidikan

Valid

Rendah (D3)
Tinggi (S1)
Total

Frequency
57
8
65

Percent
87.7
12.3
100.0

Valid Percent
87.7
12.3
100.0

Cumulative
Percent
87.7
100.0

Masa Kerja

Valid

< 5 tahun
>= 5 tahun
Total

Frequency
39
26
65

Percent
60.0
40.0
100.0

Valid Percent
60.0
40.0
100.0

Cumulative
Percent
60.0
100.0

Kawasan Kognitif

Valid

Kurang Baik
Baik
Total

Frequency
17
48
65

Percent
26.2
73.8
100.0

Valid Percent
26.2
73.8
100.0

Cumulative
Percent
26.2
100.0

Kawasan Afektif

Valid

Kurang Baik
Baik
Total

Frequency
27
38
65

Percent
41.5
58.5
100.0

Valid Percent
41.5
58.5
100.0

Cumulative
Percent
41.5
100.0

77

Kawasan Psikomotorik

Valid

Kurang Baik
Baik
Total

Frequency
15
50
65

Percent
23.1
76.9
100.0

Valid Percent
23.1
76.9
100.0

Cumulative
Percent
23.1
100.0

Tingkat Pengetahuan

Valid

Rendah
Tinggi
Total

Frequency
31
34
65

Percent
47.7
52.3
100.0

Valid Percent
47.7
52.3
100.0

Cumulative
Percent
47.7
100.0

Kepatuhan Penggunaan APD

Valid

Tidak Patuh
Patuh
Total

Frequency
26
39
65

Percent
40.0
60.0
100.0

Valid Percent
40.0
60.0
100.0

Cumulative
Percent
40.0
100.0

78

Bivariate Crosstabs
Usia * Kepatuhan Penggunaan APD
Crosstab

Usia

<= 30 tahun
> 30 tahun

Total

Count
% within Usia
Count
% within Usia
Count
% within Usia

Kepatuhan Penggunaan
APD
Tidak Patuh
Patuh
20
27
42.6%
57.4%
6
12
33.3%
66.7%
26
39
40.0%
60.0%

Total
47
100.0%
18
100.0%
65
100.0%

Chi-Square Tests

Pearson Chi-Square
Continuity Correctiona
Likelihood Ratio
Fisher's Exact Test
Linear-by-Linear
Association
N of Valid Cases

Value
.461b
.157
.468
.454

df
1
1
1
1

Asymp. Sig.
(2-sided)
.497
.692
.494

Exact Sig.
(2-sided)

Exact Sig.
(1-sided)

.579

.349

.500

65

a. Computed only for a 2x2 table


b. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 7.
20.

Risk Estimate

Value
Odds Ratio for Usia (<=
30 tahun / > 30 tahun)
For cohort Kepatuhan
Penggunaan APD =
Tidak Patuh
For cohort Kepatuhan
Penggunaan APD =
Patuh
N of Valid Cases

95% Confidence
Interval
Lower
Upper

1.481

.475

4.622

1.277

.613

2.657

.862

.572

1.297

65

79

Pendidikan * Kepatuhan Penggunaan APD


Crosstab

Pendidikan

Rendah (D3)
Tinggi (S1)

Total

Count
% within Pendidikan
Count
% within Pendidikan
Count
% within Pendidikan

Kepatuhan Penggunaan
APD
Tidak Patuh
Patuh
23
34
40.4%
59.6%
3
5
37.5%
62.5%
26
39
40.0%
60.0%

Total
57
100.0%
8
100.0%
65
100.0%

Chi-Square Tests

Pearson Chi-Square
Continuity Correctiona
Likelihood Ratio
Fisher's Exact Test
Linear-by-Linear
Association
N of Valid Cases

Value
.024b
.000
.024
.023

df
1
1
1
1

Asymp. Sig.
(2-sided)
.878
1.000
.877

Exact Sig.
(2-sided)

Exact Sig.
(1-sided)

1.000

.598

.878

65

a. Computed only for a 2x2 table


b. 2 cells (50.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 3.
20.

Risk Estimate

Value
Odds Ratio for
Pendidikan (Rendah
(D3) / Tinggi (S1))
For cohort Kepatuhan
Penggunaan APD =
Tidak Patuh
For cohort Kepatuhan
Penggunaan APD =
Patuh
N of Valid Cases

95% Confidence
Interval
Lower
Upper

1.127

.245

5.186

1.076

.417

2.779

.954

.536

1.701

65

80

Masa Kerja * Kepatuhan Penggunaan APD


Crosstab

Masa
Kerja

< 5 tahun
>= 5 tahun

Total

Count
% within Masa Kerja
Count
% within Masa Kerja
Count
% within Masa Kerja

Kepatuhan Penggunaan
APD
Tidak Patuh
Patuh
16
23
41.0%
59.0%
10
16
38.5%
61.5%
26
39
40.0%
60.0%

Total
39
100.0%
26
100.0%
65
100.0%

Chi-Square Tests

Pearson Chi-Square
Continuity Correctiona
Likelihood Ratio
Fisher's Exact Test
Linear-by-Linear
Association
N of Valid Cases

Value
.043b
.000
.043
.042

df
1
1
1
1

Asymp. Sig.
(2-sided)
.836
1.000
.836

Exact Sig.
(2-sided)

Exact Sig.
(1-sided)

1.000

.522

.837

65

a. Computed only for a 2x2 table


b. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 10.
40.

Risk Estimate

Value
Odds Ratio for Masa
Kerja (< 5 tahun / >= 5
tahun)
For cohort Kepatuhan
Penggunaan APD =
Tidak Patuh
For cohort Kepatuhan
Penggunaan APD =
Patuh
N of Valid Cases

95% Confidence
Interval
Lower
Upper

1.113

.403

3.073

1.067

.577

1.973

.958

.642

1.431

65

81

Kawasan Kognitif * Kepatuhan Penggunaan APD


Crosstab

Kawasan
Kognitif

Kurang Baik

Baik

Total

Count
% within
Kawasan Kognitif
Count
% within
Kawasan Kognitif
Count
% within
Kawasan Kognitif

Kepatuhan Penggunaan
APD
Tidak Patuh
Patuh
12
5

Total
17

70.6%

29.4%

100.0%

14

34

48

29.2%

70.8%

100.0%

26

39

65

40.0%

60.0%

100.0%

Chi-Square Tests

Pearson Chi-Square
Continuity Correctiona
Likelihood Ratio
Fisher's Exact Test
Linear-by-Linear
Association
N of Valid Cases

Value
8.975b
7.332
8.945
8.837

df
1
1
1
1

Asymp. Sig.
(2-sided)
.003
.007
.003

Exact Sig.
(2-sided)

Exact Sig.
(1-sided)

.004

.003

.003

65

a. Computed only for a 2x2 table


b. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 6.
80.

82

Risk Estimate
95% Confidence
Interval
Lower
Upper

Value
Odds Ratio for
Kawasan Kognitif
(Kurang Baik / Baik)
For cohort Kepatuhan
Penggunaan APD =
Tidak Patuh
For cohort Kepatuhan
Penggunaan APD =
Patuh
N of Valid Cases

5.829

1.730

19.640

2.420

1.414

4.141

.415

.194

.887

65

Kawasan Afektif * Kepatuhan Penggunaan APD


Crosstab

Kawasan
Afektif

Kurang Baik
Baik

Total

Count
% within Kawasan Afektif
Count
% within Kawasan Afektif
Count
% within Kawasan Afektif

Kepatuhan Penggunaan
APD
Tidak Patuh
Patuh
17
10
63.0%
37.0%
9
29
23.7%
76.3%
26
39
40.0%
60.0%

Total
27
100.0%
38
100.0%
65
100.0%

Chi-Square Tests

Pearson Chi-Square
Continuity Correctiona
Likelihood Ratio
Fisher's Exact Test
Linear-by-Linear
Association
N of Valid Cases

Value
10.147b
8.576
10.294
9.991

df
1
1
1
1

Asymp. Sig.
(2-sided)
.001
.003
.001

Exact Sig.
(2-sided)

Exact Sig.
(1-sided)

.002

.002

.002

65

a. Computed only for a 2x2 table


b. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 10.
80.

83

Risk Estimate

Value
Odds Ratio for
Kawasan Afektif
(Kurang Baik / Baik)
For cohort Kepatuhan
Penggunaan APD =
Tidak Patuh
For cohort Kepatuhan
Penggunaan APD =
Patuh
N of Valid Cases

95% Confidence
Interval
Lower
Upper

5.478

1.858

16.153

2.658

1.402

5.041

.485

.288

.819

65

Kawasan Psikomotorik * Kepatuhan Penggunaan APD


Crosstab

Kawasan Psikomotorik

Kurang Baik

Baik

Total

Count
% within Kawasan
Psikomotorik
Count
% within Kawasan
Psikomotorik
Count
% within Kawasan
Psikomotorik

Kepatuhan Penggunaan
APD
Tidak Patuh
Patuh
11
4

Total
15

73.3%

26.7%

100.0%

15

35

50

30.0%

70.0%

100.0%

26

39

65

40.0%

60.0%

100.0%

84

Chi-Square Tests
Value
9.028b
7.313
9.008

Pearson Chi-Square
Continuity Correctiona
Likelihood Ratio
Fisher's Exact Test
Linear-by-Linear
Association
N of Valid Cases

8.889

df
1
1
1
1

Asymp. Sig.
(2-sided)
.003
.007
.003

Exact Sig.
(2-sided)

Exact Sig.
(1-sided)

.006

.004

.003

65

a. Computed only for a 2x2 table


b. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 6.
00.

Risk Estimate

Value
Odds Ratio for Kawasan
Psikomotorik (Kurang
Baik / Baik)
For cohort Kepatuhan
Penggunaan APD =
Tidak Patuh
For cohort Kepatuhan
Penggunaan APD =
Patuh
N of Valid Cases

95% Confidence
Interval
Lower
Upper

6.417

1.759

23.413

2.444

1.450

4.120

.381

.161

.899

65

Tingkat Pengetahuan * Kepatuhan Penggunaan APD

85

Crosstab

Tingkat Pengetahuan

Rendah

Count
% within Tingkat
Pengetahuan
Count
% within Tingkat
Pengetahuan
Count
% within Tingkat
Pengetahuan

Tinggi

Total

Kepatuhan Penggunaan
APD
Tidak Patuh
Patuh
18
13

Total
31

58.1%

41.9%

100.0%

26

34

23.5%

76.5%

100.0%

26

39

65

40.0%

60.0%

100.0%

Chi-Square Tests

Pearson Chi-Square
Continuity Correctiona
Likelihood Ratio
Fisher's Exact Test
Linear-by-Linear
Association
N of Valid Cases

Value
8.058b
6.683
8.226
7.934

df
1
1
1
1

Asymp. Sig.
(2-sided)
.005
.010
.004

Exact Sig.
(2-sided)

Exact Sig.
(1-sided)

.006

.005

.005

65

a. Computed only for a 2x2 table


b. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 12.
40.

Risk Estimate

Value
Odds Ratio for Tingkat
Pengetahuan (Rendah
/ Tinggi)
For cohort Kepatuhan
Penggunaan APD =
Tidak Patuh
For cohort Kepatuhan
Penggunaan APD =
Patuh
N of Valid Cases

95% Confidence
Interval
Lower
Upper

4.500

1.549

13.070

2.468

1.255

4.851

.548

.348

.864

65

86

Uji Normalitas Data


Descriptives
Kawasan Kognitif

Mean
95%

Statistic
7.06
Confidence
Interval
for
Mean

Lower Bound
6.84
Upper Bound

Kawasan Afektif

5% Trimmed Mean
Median
Variance
Std. Deviation
Minimum
Maximum
Range
Interquartile Range
Skewness
Kurtosis
Mean
95%
Confidence
Interval
for
Mean

Kawasan Psikomotorik

Tingkat Pengetahuan

Penggunaan

Confidence
Interval
for
Mean

2.87
2.80
3.00
.180
.425
2
3
1
0
-1.308
-.298
13.49

.297
.586
.154

Lower Bound
13.19
13.80
13.50
14.00
1.535
1.239
11
17
6
1
-.058
.297

.297
.586

54.12

.630

Lower Bound
52.87
Upper Bound

5% Trimmed Mean

.297
.586
.053

2.66

5% Trimmed Mean
Median
Variance
Std. Deviation
Minimum
Maximum
Range
Interquartile Range
Skewness
Kurtosis
Mean
95%

3.84
3.66
4.00
.509
.713
2
5
3
1
.070
-.300
2.77

Lower Bound

Upper Bound

Kepatuhan
APD

.297
.586
.088

3.48

Upper Bound
5% Trimmed Mean
Median
Variance
Std. Deviation
Minimum
Maximum
Range
Interquartile Range
Skewness
Kurtosis
Mean
95%
Confidence
Interval
for
Mean

7.28
7.07
7.00
.809
.899
4
9
5
2
-.390
.821
3.66

Lower Bound

Upper Bound
5% Trimmed Mean
Median
Variance
Std. Deviation
Minimum
Maximum
Range
Interquartile Range
Skewness
Kurtosis
Mean
95%
Confidence
Interval
for
Mean

Std. Error
.112

55.38
54.34

87

Median
Variance
Std. Deviation
Minimum
Maximum
Range
Interquartile Range
Skewness
Kurtosis

55.00
25.766
5.076
42
63
21
6
-.682
.182

.297
.586

Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnov(a)
Statistic
.211
.267
.476
.182
.198

Kawasan Kognitif
Kawasan Afektif
Kawasan Psikomotorik
Tingkat Pengetahuan
Kepatuhan Penggunaan APD

df
65
65
65
65
65

Sig.
.000
.000
.000
.000
.000

Shapiro-Wilk
Statistic
.873
.832
.521
.931
.931

df
65
65
65
65
65

Sig.
.000
.000
.000
.001
.001

a Lilliefors Significance Correction

Uji Normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov :


1. Data menyebar normal, jika nilai Sig. 0.05
2. Data tidak menyebar normal, jika nilai Sig. < 0.05
Ketentuan Mean/Median :
1. Cut offs menggunakan Mean, jika data menyebar normal
2. Cut offs menggunakan Median, jika data tidak menyebar normal

Tabel Hasil Uji Normalitas


Variabel
Kawasan Kognitif
Kawasan Afektif
Kawasan Psikomotorik
Tingkat Pengetahuan
Kepatuhan Penggunaan APD

Sig.
0.000
0.000
0.000
0.000
0.000

Keterangan Cut Offs Nilai


Tidak Normal Median
7.0
Tidak Normal Median
4.0
Tidak Normal Median
3.0
Tidak Normal Median 14.0
Tidak Normal Median 55.0