Anda di halaman 1dari 7

Matematika Dasar

DERET TAK HINGGA

Bentuk deret tak hingga dinyatakan dengan notasi sigma sebagai berikut :

Â

k = 1

a

k

=

a

1

+

a

2

+

+

a

k

+

a k disebut suku-suku deret.

Jumlah Deret

Misal S n menyatakan jumlah parsial n suku pertama deret

S

1

=

a

1

S a

2

=

1

+

a

2

Â

k= 1

a k

. Maka

S a

n

=

1

+

a

2

+

+

a

n

=

n

Â

k = 1

a

k

Barisan {S }

n

n=

1 disebut barisan jumlah parsial deret

Â

k= 1

a k

.

{S }

n

Misal

{S }

n

n=

1

merupakan

barisan

n=

1 konvergen ke S. Maka deret

Â

k= 1

jumlah

parsial

deret

Â

k= 1

a k

dan

barisan

a k

dikatakan deret konvergen ke S dan S

disebut jumlah dari deret

Â

k= 1

a k

barisan {S }

n

n=

1 divergen maka

jumlah.

, dinotasikan dengan :

S =

Â

k = 1

a k

. Sedangkan bila

deret

Â

k= 1

a k

dikatakan deret

divergen dan tidak ada

Danang Mursita Sekolah Tinggi Teknologi Telkom, Bandung

Matematika Dasar

Deret Geometri

Bentuk deret geometri yaitu :

Â

k = 1

a

r

k

-

1

=

a

+

a r

+

+

a r

k

-

1

+

dengan a

0

dan r merupakan rasio. Pandang jumlah parsial n suku deret geometri berikut :

S

n

=

r S

n

=

a

+

a r

+

+

a r

a r

+

S

n

=

a

(

)

1

-

r

n

1

-

r

n - 1

+

a r

n

-

1

+

a r

n

-

Bila r =1 maka S n tidak terdefinisi. Sedang untuk | r | > 1 maka

lim

n Æ•

S

n

=

atau

barisan

{S }

n

n=

1

divergen.

Oleh

karena

lim

n Æ•

itu,

r

n

= • , sehingga

deret

Â

k = 1

a

r k

- 1

divergen

Untuk

|

r

|

<

1

maka

lim

 

r

n

 

n Æ•

 

{S }

n

a

r

(

 

)

 

1

n=

konvergen

 

ke

1 -

a

 

0

a

(

a

0

)

atau

Â

a r k

-

1

=

a

(

a

1 -

r k = 1

 

1 -

r

Deret Harmonis

 
 

 

1

 

Bentuk deret harmonis yaitu :

Â

 

k

=

 

k =

1

= 0

sehingga

.

0 )

.

1 +

Jadi

1

2

+

+

deret

1

+

k

Pandang jumlah parsial n suku pertama deret :

lim

n Æ•

Â

k = 1

S

a

n

a

= 1-

r

atau barisan

r k

- 1

konvergen

ke

S n =

>

=

1 +

1

1

+

+

1

2

1

2

1

+

Ê

Á

Ë

1

3

+

1

ˆ

˜ +

¯

4

Ê

+ Á

Ë

1

1

ˆ

˜ +

+

+

¯

4

1

+

2

4

1

+

1

6

1

8

Ê

Á

Ë

1

5

+

Ê

Á

Ë

1

8

1

+

+

+

+

1

7

1

8

2 n

2

+

+

1

ˆ

˜+

¯

8

1

ˆ

˜ +

¯

8

+

1

n

+

1

n

Danang Mursita Sekolah Tinggi Teknologi Telkom, Bandung

Untuk n

Æ

maka ( 1+

itu, deret harmonis

Â

k= 1

1

k

Matematika Dasar

½ +

½ + … + 1/n )

divergen.

Æ •, sehingga

lim

n Æ•

S

n

= . Oleh karena

Tes Konvergensi

Misal

Â

k= 1

a k

merupakan deret positif

( a k 0 ). Maka

lim

k Æ•

a

k

= 0 bila deret

Â

k= 1

a k

konvergen . Hal ini menunjukkan bahwa bila

lim

k

Æ•

divergen.

Untuk

mengetahui

lebih

jauh

tentang

konvergensi sebagai berikut :

konvergensi

a

k

0

suatu

maka deret

Â

k= 1

deret

dilakukan

a k

tes

1. Tes Integral

Misal

 a k

k= 1

merupakan deret positif. Maka :

(i) Deret konvergen bila

Ú a

k

dk

konvergen

1

(ii) Deret divergen bila

Ú

a

k

dk

divergen

1

Contoh :

 

k

Selidiki kekonvergenan deret

Â

k =1

e k

2

Jawab :

Ú

1

a

k

dk

=

lim

b Æ•

b

Ú

1

k

a

k

2

dk

-

1

=

2

lim

b

Æ•

e

- k

2

b

1

=

-

1

2

lim

b Æ•

Ê

Á

Á

Ë

1

1

-

e

b

2

e

ˆ

˜

˜ =

¯

1

2

e

Danang Mursita Sekolah Tinggi Teknologi Telkom, Bandung

Matematika Dasar

Karena integral tak wajar di atas konvergen ke

1

2e dan

Â

k =1

k

1

=

e

k

2

2e .

1

2e maka deret

Â

k =1

k

e

k

2

konvergen ke

2. Tes Deret-p

Bentuk deret-p atau deret hiperharmonis :

Menggunakan tes integral didapatkan :

Bila

p

Ú

1

>

1

k

p

dk

=

1

maka

1

1 -

p

lim

b Æ•

lim

b Æ•

1

Ê

Á

Ë

b

p - 1

1

b

p - 1

-

ˆ

1 ˜

¯

=

0 , sehingga

1

Â

k= 1 k p

Ú

1

1

k

p

dengan p > 0.

dk

=

1

p -

1

( konvergen ). Oleh

karena itu, deret

1

Â

k= 1 k p

untuk p

> 1 konvergen ke

1

p -1 . Untuk

0

<

p

<

1

maka

lim

b Æ•

1

b

p - 1

= •

sehingga

Ú

1

harmonis. Oleh karena itu, deret

1

k

p

dk

1

Â

k= 1 k p

divergen. Sedang untuk p = 1 didapatkan deret

untuk 0 < p £ 1 divergen.

3. Tes Perbandingan

• •

Misal

Â

k= 1

Maka:

 

(i) Bila deret

Â

b k

k= 1

(ii) Bila deret

Â

b k

k= 1

Contoh :

a k

dan

Â

k= 1

b k

merupakan

deret

positif

konvergen maka deret

divergen maka deret

 a k

k= 1

 a k

k= 1

konvergen

divergen

Tentukan konvergensi deret berikut

dan

berlaku

a

k

£

b

k

,"

k

.

Danang Mursita Sekolah Tinggi Teknologi Telkom, Bandung

Matematika Dasar

a.

b.

Â

k = 2

Â

k = 1

Jawab :

1

k -

k

1

k

3

+ 1

a. Pandang

:

1

1

 

<

dan

karena

deret

harmonis

k

k

-

1

Â

k

2

=

1

k

-

1

b. Pandang

:

Â

k

= 1

k

k

3

+ 1

juga divergen.

k

1

<

k

3

+ 1

k

2

juga konvergen.

dan

karena

deret-p

Â

k=

1

Â

k= 1

1

k

2

4. Tes Ratio

Misal

Â

k= 1

a k

deret positif dan

lim

k Æ•

(i) Bila r < 1 maka deret

(ii) Bila r > 1 maka deret

Â

k= 1

Â

k= 1

a k

a k

konvergen

divergen

a

k + 1

a

k

= r . Maka :

1

k

divergen

konvergen

maka

deret

maka

deret

(iii) Bila r = 1 maka tes gagal melakukan kesimpulan ( dilakukan dengan tes lain ).

Contoh :

Selidiki kekonvergenan deret

Jawab :

Misal a k =

1 ! . Maka

k

lim

k Æ•

Â

k =

1

1

k

!

a

k + 1

a

k

=

lim

k Æ•

1

k + 1

= 0 . Jadi deret

Â

k =

1

1

k

!

konvergen

Danang Mursita Sekolah Tinggi Teknologi Telkom, Bandung

5. Tes Akar

Matematika Dasar

 a k k Misal deret positif dan lim a = a k k ƕ
 a k
k
Misal
deret positif dan
lim
a
= a
k
k Æ•
k= 1
(i) Bila a < 1 maka deret
 a k
konvergen
k= 1
(ii) Bila a > 1 atau a = • maka deret
Â
divergen
a k

k= 1

. Maka :

(iii) Bila a = 1 maka tes gagal melakukan kesimpulan ( dilakukan dengan tes lain ).

Contoh :

Tentukan kekonvergenan deret

Jawab :

Â

k = 1

Ê

Á

Ë

3

k

+

2 ˆ

˜

1

2

k

-

¯

k

Ê 3

k +

2 ˆ

k

3

k

+

2

3

 

.

2

k

-

1

2

lim

k

k Æ•

k

Misal

Â

k = 1

3

k

a

k = Á

Ë

+

2 ˆ

˜

k

2

k -

1

¯

2

k -

1

˜ Maka

¯ .

lim

k Æ•

k a k
k
a
k

= lim

k Æ•

= Jadi

deret

Ê

Á konvergen.

Ë

6. Tes Limit Perbandingan

Misal

Â

k= 1

a k

dan

Â

k= 1

a . Maka kedua

b

b k

merupakan deret positif dan

= l

deret konvergen atau divergen secara bersama-sama bila l < dan l 0.

Contoh :

Tentukan konvergensi deret

Jawab :

Pandang

deret-p

,

Â

k= 2

 1

k =

2

k

2

-

1

1

k

2

konvergen.

lim

k Æ•

a

k

b

k

=

lim

k Æ•

k

2

-

1

k

2

= 1. Jadi deret

Â

k =

2

Misal

1

k

2

-

1

a

k

=

1

k

2

dan

konvergen.

b

k

=

1

k

2

-

1

.

Maka

Danang Mursita Sekolah Tinggi Teknologi Telkom, Bandung

Soal Latihan

Matematika Dasar

( Nomor 1 sd 23 ) Tentukan konvergensi deret berikut

1.

Â

k

= 1

1

3

k

+

5

1 2. Â 2 5 k - k k = 1 • k 2 -
1
2.
Â
2
5
k
-
k
k = 1
k
2
-
1
3.
Â
k
3
+
2 k
k
= 1
2
5 sin
k
4.
Â
k !
k= 1
2
5.
Â
4
+ k
k =
1 k
3
6.
Â
1
k -
k
= 1
4

7.

8.

9.

10.

11.

12.

• 9 Â k + 1 k = 1
9
Â
k
+
1
k
=
1

Â

k

= 1

k

+ 1

k

2

-

k

• 1 Â k + 8 k = 1
1
Â
k
+
8
k
=
1

Â

k = 1

Â

k = 1

Â

k = 1

k
k

2 + sin

2

k

 

4

k

2

-

2

k

+

6

8

k

7

+

k

-

8

5

3

k

+

1

13.

14.

15.

• ( k k + 3 ) Â ( k + 1 )( k +
• (
k
k + 3
)
Â
(
k
+
1
)(
k
+
2
)(
k
+
5
)
k = 1
1
Â
3
2
k=1
8
k
-
3
k

Â

k

= 1

1

(

2

k +

3

)

17

1 16. Â 3 + 2 k + 1 k = 1 k • 1
1
16.
Â
3 +
2
k +
1
k
=
1 k
1
17.
Â
9
k -
2
k = 1
k
18.
Â
3
k
+1
k
= 1
1
19.
Â
2 5
/
(
3 + k
)
k = 1
ln k
20.
Â
k
k= 1
4
21.
Â
2
+
3
k k
k = 1

22.

23.

• 1 Â k ( k + 1 ) k = 1 • 5 k
1
Â
k
(
k + 1
)
k
=
1
5
k + k
Â
k ! + 3
k
= 1

Danang Mursita Sekolah Tinggi Teknologi Telkom, Bandung