Anda di halaman 1dari 3

METODE LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG

Arus kas operasi dapat disaikan dalam 2 (dua) metode, yaitu metode langsung dan tidak
langsung. Metode langsung melaporkan arus kas yang berhubungan dengan klasifikasi laporan
laba rugi. Lebih banyak informasi baru yang dilaporkan jika menggunakan metode langsung, dan
FASB mendukung penyajian laporan arus kas dengan metode ini. Namun, FASB mengakui
bahwa metode langsung lebih mahal karena tidak semua perusahaan mengatur pembukuannya
dengan sedemikian rupa untuk menghasilkan data yang diperlukan. Jika metode langsung
digunakan, harus dibuat bagian terpisah yang akan merekonsiliasikan arus kas operasi bersih
dengan laba bersih.
Metode tidak langsung merupakan kebalikan dari metode langsung. Metode tidak
langsung atau yang dikenal dengan nama metode rekonsiliasi dimulai dengan laba akrual dan
disesuaikan dengan item-item non-kas yang ada di dalamnya. Metode tidak langsung harus
digunakan sendiri atau sebagai pendukung dari metode langsung. Beberapa member dari FASB
percaya bahwa menggunakan metode tidak langsung akan menghalangi pemahaman pengguna
dan mengurangi kualitas dari laporan keuangan.
Baik metode langsung maupun tidak langsung memberikan hasil yang sama dalam total
arus kas operasi. Hanya saja informasi yang disampaikan dalam angka-angka tersebut berbeda,
yaitu: 1) angka arus kas dari penjualan, harga pokok penjualan dan sejenisnya, dan 2)
rekonsiliasi untuk menyesuaikan laba akrual dengan arus kasnya. McEnroe menemukan bahwa
56% responden memilih menggunakan metode langsung sedangkan sisanya memilih
menggunakan metode tidak langsung.
Masalah Non-Artikulasi
Ketika metode tidak langsung digunakan untuk menentukan arus kas operasi, nonartikulasi terjadi ketika arus kas timbul dari perubahan modal kerja dari konsolidasi perusahaan
yang tidak sama dengan penyesuaian modal kerja yang terdaftar pada bagian operasi laporan
arus kas. Non-artikulasi dapat menghilangkan pemahaman analis atas angka-angka dalam bagian
operasi laporan arus kas dan membuat laporan arus kas tidak konsisten dengan neraca.
Salah satu alasan terjadinya masalah non-artikulasi ketika akuisisi dari anak perusahan
terjadi dalam periode berjalan. Penyebab lainnya yaitu ketika transaksi yang mengakibatkan
modal kerja tidak merubah arus kas. Salah satu contoh transaksi ini yaitu alokasi depresiasi pada
persediaan manufaktur.

MASALAH KLASIFIKASI DALAM SFAS NO. 95


Isu lain yang timbul terkait SFAS No. 95 yaitu pengklasifikasian laporan arus kas.
Berkaitan dengan operasi, pembiayaan, investasi yang terdiri atas 3 (tiga) bagian, Nurnberg
menyatakan bahwa pembagian ini termasuk dalam literatur keuangan dan seharusnya
menyediakan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan investasi dan kredit. Munter
menyatakan bahwa tiga pembagian ini mengikuti klasifikasi neraca dan pengakuan laba rugi.
Menurut Nurnberg, bunga dan dividen serta pembayaran bunga merupakan arus masuk dan arus
keluar kas operasi, namun menurut literatur keuangan klasifikasi tersebut merupakan aktivitas
investasi dan aktivitas pembayaran dalam kasus terakhir.
FASB mengikuti pendekatan laba rugi tradisional (proprietary) dibandingkan dengan
model keuangan. Format laporan laba rugi yang diikuti oleh FASB dalam SFAS No. 95 dengan
pendapatan bunga dan biaya serta pendapatan dividen sebagai item operasi.
Fleksibilitas Penyajian
Fleksibilitas dalam penyajian timbul dalam SFAS No. 104 menggantikan SFAS No. 95.
Aktivitas lindung nilai dalam SFAS No. 95 merupakan aktivitas investasi. Dalam SFAS No. 104
mengizinkan aktivitas lindung nilai jika dapat diidentifikasi dengan bagian khusus dari neraca
seperti persediaan untuk diklasifikasikan dalam item-item neraca sebagai elemen operasi atau
sebagai aktivitas investasi. Nurnberg dan Largay percaya bahwa peningkatan fleksibiltas dalam
akuntansi untuk transaksi lindung nilai dalam SFAS No. 104 akan mendorong kurangnya untuk
dapat diperbandingkan secara umum namun dapat dibuktikan sebagai peningkatan fineness
dalam beberapa situasi. SFAS No. 95 menyajikan secara ketat klasifikasi transaksi lindung nilai
karena sebagai transaksi tipe investasi.
ANALISIS KEGUNAAN DARI LAPORAN ARUS KAS
Mengesampingkan permasalahan klasifikasi dan non artikulasi, laporan arus kas
merupakan hal yang sangat berguna bagi perusahaan. Hal ini disajikan oleh penelitian dari
Ingram dan Lee dimana periset ini menggunakan laporan laba rugi dan arus kas secara
bersamaan. Perusahaan yang berkembang pesat akan memiliki laba yang lebih tinggi dan arus
kas yang lebih rendah. Hal ini karena perusahaan yang berkembang akan meningkatkan
persediaan dan piutang pada saat perusahaan berkembang. Setiap tingkat persediaan dan piutang

akan diimbangi dengan peningkatan hutang namun efek dari pertumbuhan dalam modal kerja
adalah perubahan pendapatan tiap tahun yang akan melebihi perubahan dalam arus kas operasi
aktual dan hal ini menjadi hal yang relatif. Lebih lanjut, ketika perusahaan berkembang, akan ada
arus keluar investasi bersih sebagai aset tetap yang diakuisisi dan arus kas masuk dari
pembiayaan hutang baru dan ekuitas dan dividen, akan dikurangi.
RISET MENGENAI ARUS KAS DAN ARUS DANA
Lawson dan Lee berpendapat bahwa laporan arus kas diperlukan untuk melaporkan
kinerja perusahaan. Arus kas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kinerja perusahaan
dan merupakan penentu utama dari nilai perusahaan. Arus kas perusahaan merupakan penentu
utama dari nilai perusahaan, bukan laba rugi akrual. Namun, penelitian pasar modal
mengungkapkan bahwa laporan laba rugi lebih informatif daripada laporan arus kas dalam
menentukan harga saham perusahaan.
Interpretasi penelitian ini mengungkapkan baik arus kas maupun laporan laba rugi
akrual akan lebih berguna jika digunakan bersama-sama daripada digunakan secara terpisah, dan
keduanya digunakan untuk mengevaluasi kinerja dan prospek perusahaan. Survei yang dilakukan
pada investor dan analis secara konsisten menunjukkan bahwa arus kas (pendanaan) digunakan
untuk menganalisis investasi namun keuntungan konvensional berdasarkan pada data akrual
mendominasi likuiditas dari arus kas atau arus pendanaan. Financial Accounting Foundation
menyatakan bahwan arus pendanaan akan meningkat kegunaannya jika data akrual menurun
tingkat kegunaannya. Keseluruhan pendapat tersebut mengungkapkan bahwa arus kas
memainkan peran penting dana memberikan penilaian kinerja dan prospek perusahaan.