Anda di halaman 1dari 22

Bangunan Capital Investment

2.2 Aspek-aspek desain bangunan capital investment


Bangunan capital investment atau bangunan komersial adalah bangunan yang
mewadahi berbagai fungsi komersial seperti perdagangan, ruang kantor sewa,
hotel, dan lainlain. Sesuai jenisnya, bangunan komersial merupakan bangunan
yang direncanakan dan dirancang untuk mendatangkan keuntungan bagi pemilik
maupun penggunanya. Atas dasar pemikiran ini, perancangan bangunan
komersial harus mempertimbangkan sembilan aspek, yaitu:
a. Karakter/citra (brand image)
Bangunan komersial yang dirancang dengan karakter atau citra yang kuat akan
meningkatkan daya tarik kunjungan konsumen.
a. Nilai ekonomis bangunan
Salah satu syarat penting yang harus dipenuhi oleh bangunan komersial adalah
efisiensi. Kata efisiensi erat kaitannya dengan aspek ekonomi.
b. Lokasi strategis
Tujuan bangunan komersial direncanakan secara umum adalah agar banyak
dikunjungi konsumen. Oleh karenanya, pemilihan lokasi menjadi salah satu
pertimbangan penting untuk mencapai maksud tersebut.
c. Prinsip keamanan bangunan
Sebagai bangunan publik, bangunan komersial harus dirancang dengan berbagai
fasilitas keselamatan bangunan. Secara umum, fasilitas keamanan bangunan
dibedakan menjadi safety (keselamatan) dan security' (keamanan).
d. Prinsip kenyamanan bangunan
Untuk mendukung maksud ini, bangunan komersial sebaiknya dirancang dengan
kelengkapan kenyamanan bangunan seperti:
1. Kenyamanan thermal.
2. Kenyamanan pencahayaan.
3. Kenyamanan audio.
4. Kenyamanan sirkulasi dalarn bangunan.
f. Kebutuhan jangka panjang
Rancangan bangunan mudah disesuaikan dengan kebutuhan jangka panjang
untuk mengantisipasi dinamika perubahan tuntutan masyarakat.
g.

Kondisi, potensi dan karakter kawasan

Terjadi kesesuaian antara kegiatan pada bangunan komersial dengan kondisi,


potensi dan karakter kawasan yang akan dikembangkan.
h.

Kondisi sosial budaya masyarakat

Keberadaan bangunan diterima secara sosial, budaya dan psikologis oleh


masyarakat sekitar.
i.

Perkembangan teknologi

Rancangan bangunan dapat mengaplikasikan perkembangan teknologi


bangunan modern.

Bangunan multi fungsi/Mixed use building


Dalam konteks urban, bangunan tinggi multi fungsi, dikenal dengan istilah
"mixed-use building" adalah suatu bangunan yang mengakomodasi beberapa
fungsi sekaligus, umumnya fasilitas komersial yang meliputi mall, perkantoran.
perbankan, perhotelan, kondominium, apartemen, rekreasi, auditorium, sineplex,
studio radio/TV, ruang observasi dan restoran, parkir. Kesemua fungsi tadi
disusun secara vertical dalam wujud suatu bangunan tinggi untuk memenuhi
kebutuhan hidup manusia, menciptakan citra (image) dan identitas spesifik serta
integrasi maksimal semua elemen system dalam bangunan.
Tujuan utama dari mixed use building ini adalah menuju bangunan tinggi
sebagai sinergi antar multi fungsi, dimana semua fasilitas yang dirancang
sebagai sumber pendapatan harus saling mendukung dan melengkapi dengan
menghindari kompetisi antar fasilitas sehingga secara kolaboratif dapat
memberikan kontribusi pendapatan yang baik.

Penerapan bangunan tinggi ini diutamakan pada area lahan strategis yang
hanya menempati lahan yang relative kecil, umumnya di pusat kota.
Pengalamam empiris pada beberapa kota, implementasi konsep mixed-use dapat
merupakan strategi yang tepat untuk menggerakkan momentum revitalisasi
kota, terutama pada beberapa bagian kota yang cenderung tertinggal ( declining
area).

Tinjauan Fungsi
Ditinjau dari segi fungsi, maka bangunan multifungsi ini terdiri dari hotel, kantor
dan shopping mall.
Tinjauan Bangunan Multifungsi
Adapun pengertian dan perkembangan bangunan multifungsi adalah:
Pengertian Bangunan Multifungsi
Bangunan biasanya dikonotasikan dengan rumah, gedung ataupun segala
sarana,prasarana atau infrastruktur dalam kebudayaan atau kehidupan manusia
dalam membangunperadabannya.Bangunan multifungsi merupakan pendekatan
perancangan yang berusaha menyatukanberbagai aktivitas dan fungsi yang
berada di bagian area suatu kota yang disebabkan karenaluas area terbatas,
harga tanah mahal, letak strategis, nilai ekonomi tinggi, sehingga terjadisatu
struktur yang kompleks di mana semua kegunaan dan fasilitas saling berkaitan
dalamkerangka integrasi yang kuat (Meyer, 1983).Upaya tersebut dimaksudkan
untuk mengeliminasi ruang mati sehingga penggunaan lahanlebih efektif dan
efisien, pelayanan kebutuhan lebih mudah, dan lingkungan menjadi
lebihnyaman. Penyatuan berbagai fungsi dan aktivitas dalam suatu bangunan
inilah yang disebutbangunan multifungsi atau mixed use building.
Perkembangan Bangunan Multifungsi secara Umum
Seiring perkembangan waktu, aktivitas dan kebutuhan terhadap ruang juga
semakinmeningkat, terutama yang berada di pusat kota. Kebanyakan orang
cenderung melakukanaktvitas di pusat kota karena letaknya strategis dan
memiliki sarana dan prasarana yanglengkap. Akan tetapi, terdapat kendala di
dalamnya yaitu selain luas area terbatas, hargatanah di perkotaan juga
mahal.Tingginya minat masyarakat terhadap sebuah fasilitas yang dapat
mengakomodasi kebutuhanruang memacu pertumbuhan properti. Masyarakat
perkotaan, pada umumnya lebih memilihmelakukan aktivitas, seperti bekerja,
belanja, berekreasi dalam satu lingkungan yang relatif dekat. Fenomena inilah
yang terjadi di kota-kota. Pada akhir abad ke 20, banyak developerdan berbagai
ahli menyadari bahwa konsep pembangunan multfungsi menawarkan
banyak keuntungan dan bisa diterapkan pada kota.
Inilah yang menjadi tren bagi arsitektur kota saat ini, bangunan yang bersifat
multifungsi atauyang disebut mixed use building. Para developer berusaha
menawarkan sarana yang lengkapdalam satu area, seperti gabungan kantor,
pertokoan dan apartemen atau gabungan hotel,pertokoan dan kantor. Semuanya
pada dasarnya menawarkan kepraktisan dan kenyamanterhadap
penggunanya.Adapun ciri dari bangunan multifungsi adalah :

Mewadahi 3 fungsi urban atau lebih, misalnya terdiri dari retail,


perkantoran, hunian,hotel, dan rekreasi.

Terjadi integrasi dengan sinergi fungsional.

Terdapat ketergantungan kebutuhan antara masing-masing fungsi


bangunan yangmemperkuat sinergi dan integrasi antar fungsi tersebut.

Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Solo, dll. pada saat ini sudah
mengembangkan properti bersifat multifungsi ini, di mana pada proyek tersebut
terdapat beberapa fungsi,seperti hotel, apartemen, perkantoran di atas pusat
perbelanjaan, yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas rekreasi, sarana
transportasi publik, dll. Pendekatan perancangan yang harus dilakukan dalam
merancang bangunan multifungs iadalah kehendak setiap jenis konsumen. Untuk
menentukan fungsi yang sesuai, harus diperhatikan dari faktor kegiatannya
maupun kebutuhan infrastrukturnya, luas dan bentuk lahan, posisi/lokasi
terhadap jaringan jalan di sekitarnya serta aspek bisnis properti yangditerapkan
developer. Selain itu, penggabungan dari berbagai fungsi ini juga
memerlukanruang transisi yang dapat mengakomodasi berbagai aktivitas dari
fungsi yang berbeda.Pembangunan multifungsi dapat dilakukan dalam skala
kawasan, kompleks, blok bangunanmaupun di dalam bangunan itu sendiri, dapat
terdiri dari fungsi yang sama (hunian) ataupuncampuran dengan fungsi lain (non
hunian). Dapat berupa pola horisontal maupun vertikalsesuai jenis fungsi
yang dicampurkan.Solo Center Point di Solo, Raffles City di Singapura, Four
Seasons Tower di Amerika, PlazaSenayan dan Taman Anggrek, Bumi Serpong
Damai, Sudirman CBD, Grand Indonesia di Jakarta adalah contoh proyek
penerapan bangunan multifungsi.
Beberapa penggabungan fungsi pada pembangunan proyek bangunan
multifungsi dapat berupa :

Hotel, apartemen dan pusat perbelanjaan

Hotel, kantor, dan pertokoan ataupun pusat perbelanjaan

Hotel, apartemen, kantor dan pusat perbelanjaan

Apartemen, condotel, pertokoan dan pusat perbelanjaan

Hotel, apartemen, kantor, dan kondominium

Kantor, apartemen dan pertokoan

Keuntungan pengembangan proyek multifungsi di pusat kota :

Integrasi berbagai fungsi dalam bangunan.

Memberikan kemudahan, mempercepat aksesibilitas dan efisiensi waktu

Meningkatkan kualitas fisik lingkungan.

Optimalisasi pemanfaatan lahan kota yang mahal

Mengurangi kendala yang ditimbulkan akibat single land use

Efisiensi penggunaan energi

Membentuk pertumbuhan komersial baru, vitalitas dan generator


pertumbuhan kawasandi sekitarnya sebagai respon terhadap kebutuhan
pengguna.

Dampak permasalahan yang timbul dari proyek multifungsi ini antara lain :

Densitas populasi yang tinggi dan terkonsentrasi di satu area.

Skala bangunan yang menyebabkan ketidakseimbangan dengan skala


bangunan laindalam kota.

Dampak masalah sosial berkaitan dengan kebiasaan, perilaku dan gaya


hidup masyarakatpenghuninya.

Menghilangkan sense of identity

Pembebanan infrastruktur kota.

Perkembangan Bangunan Multifungsi di Medan


Keberadaan bangunan multifungsi di kota Medan masih sedikit bila
dibandingkandengan bangunan multifungsi di kota lainnya seperti Jakarta,
Surabaya, dll. Kota Medansekarang ini hanya mempunyai bangunan multifungsi
seperti :

Cambridge City Square yang memiliki fungsi apartemen,hotel dan


shopping mall

Grand Aston yang memiliki fungsi sebagai apartemen dan hotel

B&G Tower yang memiliki fungsi sebagai hotel dan kantor

Deli Grand City yang nantinya akan didirikan dengan fungsi hotel, kantor,
apartemen,dan pusat perbelanjaan.

Tinjauan Hotel
Adapun pengertian, klasifikasi dan perkembangan hotel adalah:
Pengertian Hotel
Secara harfiah, kata hotel berasal dari bahasa Latin yaitu hospitium, yang artinya
ruang tamu. Kata ini kemudian mengalami proses perubahan pengertian dan
untuk membedakan guest house dengan mansion house yang berkembang saat
itu, maka rumah besar disebut hostel. Hostel disewakan pada masyarakat umum
untuk menginap dan beristirahat sementara waktu, dan dikoordinir oleh
seorang host. Seiring perkembangan dan adanya tuntutan terhadap kepuasan, di
mana orang tidak menyukai peraturan yang terlalu banyak pada hostel, maka

kata hostel kemudian mengalami perubahan, yakni penghilangan huruf s pada


kata hostel sehingga menjadi hotel.
Definisi hotel menurut SK Menparpostel Nomor KM 94/ HK 103/MPPT
1987 adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau
seluruh bangunan untuk menyediakan jasa pelayanan penginapan, makan dan
minum serta jasa lainnya bagi umum, yang dikelola secara komersial.
Hotel adalah sarana tempat tinggal umum untuk wisatawan dengan memberikan
pelayanan jasa kamar, penyedia makanan dan minuman serta akomodasi
dengan syarat pembayaran (Lawson,1976:27).
Hotel adalah suatu bangunan atau suatu lembaga yang menyediakan kamar
untuk menginap, makan dan minum serta pelayanan lainnya untuk umum
(kamus Webster).
Jadi, dapat disimpulkan pengertian hotel adalah suatu bangunan yang
menyediakan jasapenginapan, makanan dan minuman, serta jasa lainnya yang
diperuntukan bagi umum dan dikelola secara komersial
Klasifikasi Hotel
Kriteria klasifikasi hotel di Indonesia secara resmi terdapat pada peraturan
pemerintah, yaitu SK: Kep-22/U/VI/78 oleh Dirjen Pariwisata. Klasifikasi hotel
ditinjau berdasarkan beberapa faktor, yaitu :
1. Harga jual
Klasifikasi hotel berdasarkan sistem penjualan harga kamar, di mana harga
kamar yang dijual hanya harga kamar saja atau merupakan sistem paket, yaitu :

European plan hotel : hotel dengan biaya untuk harga kamar saja,
keistimewaan :

Praktis, banyak digunakan di hotel


Memudahkan system billing
Semua sistem pemasaran kamar kebanyakan menggunakan sistem ini

American plan hotel : hotel dengan perencanaan biaya termasuk harga


kamar dan harga makan, terbagi dua yaitu:

Full American plan (FAP) : harga kamar termasuk tiga kalimakan sehari
(sarapan, makansiang dan makan malam)
Modified American plan (MAP) : harga kamar termasuk dua kalimakan sehari,
yaitu:

Kamar + makan pagi + makan siang

Kamar + makan pagi + makan malam

Continental plan hotel : hotel dengan perencanaan harga kamar


sudah termasuk dengan continental breakfast

Bermuda plan hotel : hotel dengan perencanaan harga kamar yang


sudah termasuk dengan American breakfast

1. Ukuran hotel
Klasifikasi hotel berdasarkan ukuran ditentukan oleh jumlah kamar yang ada,
yaitu:

Small hotel : hotel kecil dengan jumlah kamar di bawah 150 kamar

Medium hotel : hotel sedang, yang terdiri dari 2 jenis, yaitu:

Average hotel : jumlah kamar antara 150 sampai 299 kamar


Above hotel : jumlah kamar antara 300 sampai 600 kamar

Large hotel : hotel besar dengan jumlah kamar minimal 600 kamar

1. Tipe tamu hotel


Klasifikasi hotel berdasarkan asal usul dan latar belakang tamu menginap yaitu :

Family hotel : hotel untuk tamu yang menginap bersama keluarga

Business hotel : hotel untuk tamu berupa para pengusaha

Tourist hotel : hotel untuk tamu yang menginap berupa wisatawan, baik
domestik maupun luar negeri

Transit hotel : hotel untuk tamu yang transit (singgah sementara)

Cure hotel : Hotel untuk tamu yang menginap dalam proses pengobatan
atau penyembuhan penyakit

1. Sistem bintang
Semakin banyak jumlah bintang suatu hotel, pelayanan yang dituntut semakin
banyak dan baik. Klasifikasi hotel berdasarkan sistem bintang, yaitu :

Hotel bintang satu (*)

Hotel bintang dua (**)

Hotel bintang tiga (***)

Hotel bintang empat (****)

Hotel bintang lima (*****)Khusus untuk hotel bintang lima, terdapat


tingkatan yaitu Palm, Bronze, dan Diamond

1. Lama tamu menginap

Klasifikasi hotel berdasarkan lamanya tamu menginap, yaitu :

Transit hotel : hotel dengan lama tinggal tamu rata-rata semalam

Semi residential hotel : hotel dengan lama tinggal tamu lebih dari satu
haritetapi tetap dalam jangka waktu pendek, berkisar duaminggu hingga
satu bulan

Residential hotel : hotel dengan lama tinggal tamu cukup lama, berkisar
paling sedikit satu bulan

1. Lokasi
Klasifikasi hotel berdasarkan lokasi, yaitu :

City hotel : hotel yang terletak di dalam kota, dimana senagian besar yang
menginap melakukan kegiatan bisnis

Urban Hotel : Hotel yang terletak di dekat kota

Sub Urban Hotel : Hotel yang terletak di pinggiran kota

Resort Hotel : Hotel yang terletak di kawasan daerah wisata, dimana


sebagian besar tamu yang menginap tidak melakukan usaha

Hotel Resort berdasarkan lokasinya dibagi menjadi :

Mountain Hotel : hotel yang berada di daerah pegunungan

Beach Hotel : hotel yang berada di pinggir pantai

Lake Hotel : hotel yang berada di tepi danau

Hill Hotel : hotel yang berada di puncak bukit

Forest Hotel : hotel yang berada di kawasan hutan lindung

Airport Hotel : Hotel yang terletak di daerah pelabuhan udara

1. Aktivitas Tamu Hotel


Klasifikasi hotel berdasarkan maksud kegiatan selama tamu menginap, yaitu :

Sport hotel : hotel yang berada pada kompleks kegiatan olahraga

Ski Hotel : Hotel yang menyediakan area bermain ski

Conference Hotel : Hotel yang menyediakan fasilitas lengkap untuk


konferensi

Convention Hotel : Hotel sebagai bagian dari kompleks kegiatan konvensi

Pilgrim Hotel : Hotel yang sebagian tempatnya merupakan lokasi untuk


tujuan ziarah / ibadah

Casino Hotel : Hotel yang sebagian tempatnya berfungsi untuk tempat


perjudian

1. Jumlah Kamar dan persyaratannya


Berdasarkan jumlah bintang yang disandang, jumlah persyaratan kamar dan
lainnya yaitu :

Hotel Bintang Satu (*) : jumlah kamar standard minimal 15 kamar,


KM/Toilet di dalam, Luas Kamar Standard minimum 20 m

Hotel Bintang Dua (**) : jumlah kamar standard minimal 20 kamar, Kamar
Suite, minimum 1 unit, KM/Toilet di dalam, Luas Kamar Standard minimum
22 m, Luas Kamar Suit minimal 44 m

Hotel Bintang Tiga (***) : jumlah kamar standard minimal 30 kamar,


Kamar Suite, minimum 2 unit, KM/Toilet di dalam, Luas Kamar Standard
minimum 24 m, Luas Kamar Suit minimal 48 m

Hotel Bintang Empat (****) : jumlah kamar standard minimal 50 kamar,


Kamar Suite, minimum 3 unit, KM/Toilet di dalam, Luas Kamar Standard
minimum 24 m, Luas Kamar Suit minimal 48 m

Hotel Bintang Lima (*****) : jumlah kamar standard minimal 100 kamar,
Kamar Suite, minimum 4 unit, KM/Toilet di dalam, Luas Kamar Standard
minimum 26 m, Luas Kamar Suit minimal 52 m

Di Indonesia, klasifikasi hotel dilakukan dengan sistem bintang. Dimulai dari


bintang satu sampai bintang lima. Menurut surat Keputusan Menteri
Perhubungan Indonesia No. PM10/PW 301/ PHB-17 tentang usaha dan klasifikasi
hotel, ditetapkan bahwa penilaianklasifikasi hotel secara minimum didasarkan
pada beberapa pertimbangan yaitu :

Persyaratan umum, antara lain kondisi bangunan dan kelengkapan


fasilitas

Bentuk pelayanan yang diberikan

Jumlah kamar yang tersedia

Letak atau keadaan lokasi

Organisasi Fungsional Hotel


Secara prinsip hotel dapat dibagi menjadi 5 area aktivitas, yaitu :
1. Private Area
Area ini merupakan area untuk kegiatan pribadi pengunjung, seperti kamar pada
hotel
1. Public Area

Area ini merupakan area untuk pertemuan antara yang melayani yaitu karyawan
dengan yang dilayani yaitu tamu dan juga antara tamu dengan tamu yang lain
1. Semipublic Area
Area ini merupakan area untuk kegiatan para karyawan terutama administrasi,
zona rapat dimana hanya orang-orang tertentu yang dapat memasukinya.
1. Service Area
Area ini merupakan area khusus untuk para karyawan, di sini segala macam
pelayanan disiapkan untuk kebutuhan pengunjung.
1. Service areaArea ini merupakan area khusus untuk karyawan, di sini
segala macam pelayanandisiapkan untuk kebutuhan pengunjung.
Secara fungsional, hotel mempunyai 2 bagian utama, antara lain:
1. Front of the house (sektor depan hotel)
Terdiri dari private area dan public area. Yang termasuk dalam area front of the
houseyaitu :

Guest Room

Kamar tamu, ruang tempat tamu menginap

Public Space Area

Merupakan tempat dimana suatu hotel dapat memperlihatkan isi dan tema yang
ingin disampaikan kepada tamunya. Daerah ini menjadi pusat kegiatan utama
dari aktivitas yang terjadi pada hotel, dalam hal ini menjadi jelas bahwa wajah
sebuah hotel dapat terwakili olehnya.

Lobby

Tempat penerima pengunjung untuk mendapatkan informasi, menyelesaikan


masalah administrasi dan keuangan yang bertalian dengan penyewaan kamar.
Ruang-ruang yang termasuk dalam lobby:

Entrance hall

Ruang penerima utama yang menghubungkan ruang luar atau main


entrancedengan ruang-ruang dalam hotel. Bersifat terbuka dengan besaran
ruangyang cukup luas.

Front desk / Reception desk

Terdiri atas ruang-ruang personil front desk yang berfungsi untuk memproses
dan mengelola administrasi pengunjung.

Guest elevator

Sebagai sarana sirkulasi vertikal untuk para tamu dari lobby atau publik area
menuju guest room atau fungsi lainnya di atas.

Sirkulasi

Merupakan hal penting dalam publik area yang berfungsi sebagai saranauntuk
menghubungkan fungsi-fungsi di dalamnya untuk kegunaan pengunjung.

Seating Area

Menyediakan wadah bagi tamu untuk beristirahat atau sekedar berbincangbincang. Sarana ini sangat berguna untuk terjadinya kontak sosial di
antarapengunjung.

Retail Area

Berfungsi untuk menyediakan kebutuhan pengunjung sehari-hari

Bell man

Sebagai sarana pelayanan kepada tamu yang baru datang atau


hendak meninggalkan hotel dengan pelayanan berupa membawakan koperkoper pengunjung.

Support function

Sebagai sarana penunjang untuk tamu yang berada si publik area, antara lain
seperti toilet, telepon umum, mesin ATM, dan lain-lain.

Consession space

Pada dasarnya ruang-ruang ini termasuk retail area, tetapi untuk hotel
berbintang, ruang-ruang konsesi ini terpisah sendiri dan merupakan bagiandari
publik area, yang antara lain terdiri dari:
Travel agent room
Perawatan kecantikan / salon
Toko buku dan majalah
Money changer
Souvenir shop
Toko-toko khusus

Food and Beverages outlets

Yaitu area yang digunakan untuk menikmati makanan dan minuman berupa :

Restoran

Coffee shop

Lounge

Bar

Ruang Serbaguna

Yaitu ruangan yang disediakan untuk berbagai macam penemuan antara lain :

Pameran

Seminar

Pertemuan / pernikahan

Area rekreasi

Daerah yang dipergunakan oleh para pengunjung untuk berekreasi, berolahraga,


santai dan lain-lain, yang antara lain:

Swimming pool

Food court

Retail area

Kolam dan kanal buatan , Amphitheatre + Dancing Fountain

Taman

Sarana olahraga

Fitness

Spa dan Sauna

1. Back of the house (sektor belakang hotel)


Terdiri dari area servis. Yang termasuk back of the house yaitu:

Daerah dapur dan gudang (food and storages area)

Area ini merupakan gudang penyimpanan makanan dan minuman. Terdapat


gudang kering dan gudang basah, disesuaikan dengan kebutuhan makanan dan
minuman yang dimasukkan.

Daerah bongkar muat, sampah dari gudang umum (receiving, trash and
genera lstorage area)

Area ini merupakan tempat turun naiknya barang dari dan ke dalam mobil
pengangkut.

Daerah pegawai / staff hotel (employees area)

Area ini merupakan ruang karyawan yang berisi loker untuk karyawan, gudang,
dll.

Daerah pencucian dan pemeliharaan (laundry and housekeeping)

Untuk hotel berbintang, laundry berukuran cukup luas dan berfungsi sebagai
tempat mencuci, mengeringkan, setrika, dan mesin press yang digunakan untuk
melayani tamu dan juga karyawan. Pada area housekeeping, terdapat ruang
kepala dan asisten departemen, gudang, tempat menjahit kain, sarung bantal,
gorden, dll. Yang disiapkan untuk melayani tamu hotel.

Daerah mekanikal dan elektrikal (Mechanical and Engineering Area)

Ruang ini berisi peralatan untuk heating dan cooling yang berupa tangki dan
pompa untuk menjaga sistem operasi mekanikal secara keseluruhan.
Yang harus diperhatikan adalah bahwa ruang publik juga harus berhubungan
dengan ruang pelayanan dan mempunyai batas yang jelas, sehingga bagian
publik tidak terganggu dengan aktivitas servis. Untuk itulah, penzoningan
berdasarkan jenis area sangat penting
Karakter Pengunjung Hotel
Menurut tujuan kedatangannya, pengunjung hotel terbagi dua, yaitu untuk
tujuanbisnis dan wisata. Karakteristik pengunjung hotel dapat dibagi atas :
Tinjauan Hotel Bisnis
Adapun jenis hotel yang terdapat pada bangunan multifungsi ini adalah hotel
bisnis. Berikut adalah pengertian dan perkembangan mengenai hotel bisnis.
Pengertian Bisnis
Kata bisnis berasal dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang
berarti sibuk dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam
artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan
keuntungan. Dalam ilmu ekonomi,bisnis adalah suatu organisasi yang menjual
barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan
laba.
Beberapa pengertian bisnis menurut para ahli :

Brown dan Petrello (1976) :

Business is an institution which produces goods and services demanded by


people. Artinya bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa
yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Griffin dan Ebert (1996) : Business is an organization that provides goods


or services inorder toearn provit. Sejalan dengan definisi tersebut, bisnis
merupakan suat organisasiyang menyediakan barang dan jasa yang
bertujuan untuk menghasilkan laba.

Hughes dan Kapoor : Business is the organized effort of individuals to


produce and sell for a provit, the goods and services that satisfy societies
needs. The general termbusiness refer to all such efforts within a society
or within an industry. Maksudnya bisnis ialah suatu kegiatan usaha
individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan
jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan
masyarakat dan ada dalam industri.

Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok


orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Dapat
disimpulkan bahwa bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh
sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan
memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhikebutuhan
konsumen. Penggunaan kata bisnis yang lebih luas dapat merujuk pada sector
pasar tertentu, misalnya bisnis perhotelan.
Pengertian Hotel Bisnis
Hotel bisnis didefinisikan sebagai hotel yang banyak digunakan para
usahawan,dimana hotel ini memiliki fasilitas yang lengkap untuk para pebisnis.
Biasanya terletak di pusat kota, ataupun area bisnis dan berfungsi menyediakan
fasilitas, layanan dan kemudahan akomodasi yang disesuaikan dengan karakter
para pelaku bisnis.
Perkembangan Hotel Bisnis secara Umum
Dulunya, hotel hanya berfungsi sebagai tempat untuk menginap, tapi kini hotel
telah memiliki fungsi ganda, dari tempat menginap, hingga sarana bisnis. Tidak
sedikit hotel yang menyediakan sarana bisnis, terutama hotel hotel berbintang.
Hotel jenis ini dinamakan hotel bisnis. Pada hotel ini tersedia tempat yang dapat
digunakan sebagai ruang pertemuan, ruang rapat, maupun ruang seminar. Para
pebisnis bisa memanfaatkan hotel bisnis sebagai sarana untuk mempromosikan
produk perusahaan, rapat kerja maupun seminar.
Beberapa pertimbangan dalam memilih hotel sebagai tempat pertemuan/rapat,
yaitu :

Budget

Menentukan biaya yang akan diperlukan untuk menyewa ruang di hotel

Fasilitas

Mengetahui kelengkapan fasilitas yang disediakan oleh pihak hotel.

Kapasitas

Memperkirakan jumlah peserta dan menyesuaikan terhadap kapasitas ruang


hotel.

Lokasi

Mempertimbangkan kemudahan akses dan pencapaian.


Karakteristik Hotel Bisnis
Hotel bisnis memiliki berbagai karakteristik, di antaranya:

Memiliki fasilitas yang mendukung kegiatan bisnis seperti ballroom dan


banquet hall.

Berada di pusat kota dan berdekatan dengan pusat bisnis dan


perbelanjaan.

Keberadaannya dapat menaikkan prestis dan citra kota.

Karakteristik Tamu Hotel Bisnis


Usaha di bidang perhotelan mempunyai sasaran pelayanan jasa akomodasi bagi
para pebisnis baik dari dalam maupun luar kota, yang terdiri dari:

Pedagang

Pengusaha

Peserta konvensi/ konferensi

Pejabat pemerintah, dll.

Karakteristik tamu hotel bisnis yaitu:

Bepergian seorang diri atau berkelompok

Menginap dalam jangka waktu relatif singkat

Ingin cepat menyelesaikan tugasnya, sehingga pertimbangan terhadap


jarak pencapaian ke objek tujuan harus sedekat mungkin

Pertimbangan ekonomi dan fasilitas

Dalam hal ini, rekreasi tidak diprioritaskan

Secara umum, kaum pebisnis mempunyai karakter yang sangat efisien. Kualitas
interaksi bisnis merupakan perhatian utama. Mereka berusaha menjalin interaksi
sesingkat mungkin dan mencapai relasi seerat mungkin. Interaksi bisnis dapat
dilakukan di dalam dan luar hotel. Interaksi yang dilakukan di luar hotel
menuntut tamu beraktivitas di luar dan memanfaatkan fasilitas hotel dalam
waktu yang singkat, misalnya beristirahat. Interaksi yang dilakukandalam
lingkungan hotel menuntut disediakannya ruang yang nyaman, mempunyai
privatisasi tinggi dan dapat mendukung proses relasi bisnis yang diinginkan.
Kegiatan bisnis juga dapat dilakukan sambil makan, minum kopi, olahraga dan
kegiatan santai lainnya. Untuk itu, hotel bisnis memerlukan fasilitas olahraga,
bersantai, makan,minum, dan tentunya fasilitas standar ruang pertemuan juga
diperlukan.

Kriteria Fasilitas Hotel Bintang 3


Hotel kelas ini mempunyai kondisi sebagai berikut :

Umum

Unsur dekorasi Indonesia tercermin pada lobby, restoran, kamar tidur,


dan function room

Bedroom

Terdapat minimum 20 kamar standar dengan luas 22 m/ kamar


Terdapat minimim 2 kamar suite dengan luas 44 m/ kamar
Tinggi minimum 2.6 m tiap lantai

Dining room

Bila tidak berdampingan dengan lobby, maka harus dilengkapi dengan kamar
mandi/WC sendiri.

Bar

Apabila berupa ruang tertutup maka harus dilengkapi AC dengan suhu 24C.
Lebar ruang kerja bartender setidaknya 1m.

Ruang fungsional

Minimum terdapat 1 buah pintu masuk yang terpisah dari lobby dengan
kapasitasminimum 2,5 kali jumlah kamar.
Dilengkapi dengan toilet apabila tidak satu lantai dengan lobby.
Terdapat pre function room.

Lobby

Mempunyai luasan minimum 30 m.


Dilengkapi dengan lounge.
Toilet umum minimum 1 buah dengan perlengkapan
Lebar koridor minimum 1,6 m.

Drug store

Minimum terdapat drugstore, bank, money changer, biro perjalanan, air line
agent, souvenir shop, perkantoran, butik dan salon.
Tersedia poliklinik.
Tersedia paramedis.

Sarana rekreasi dan olah raga

Minimum 1 buah dengan pilihan tenis, bowling, golf, fitness, sauna,


billiard, jogging, diskotik atau taman bermain anak.
Terdapat kolam renang dewasa yang terpisah dengan kolam renang anak.

Utilitas penunjang

Terdapat transportasi vertikal mekanis.


Ketersediaan air bersih minimum 500 liter/ orang/ hari.
Dilengkapi dengan instalasi air panas/ dingin.
Dilengkapi dengan telepon lokal dan interlokal.
Tersedia PABX.
Dilengkapi sentral video/TV, radio,paging, carcall.
Jenis dan Fasilitas Standar Kamar Tamu
Pada hotel, ruang tidur merupakan ruang privat yang perlu diperhatikan
untuk memenuhi tuntutan kenyamanan dan privatisasi tamu. Aspek efisiensi
juga harus diperhatikan sehingga tamu merasa betah menginap di hotel
tersebut. Adapun bentuk kamar tidur pada hotel adalah seperti pada Gambar
2.1.
Klasifikasi kelas kamar pada sebuah hotel adalah:

Standard room

Jenis kamar yang tersedia untuk dua orang penghuni dengan kondisi, berisi satu
tempattidur double (double bed) atau dua tempat tidur dan fasilitas yang
tersedia di dalamkamar tersebut berlaku umum di semua hotel.

Deluxe room

Jenis kamar dengan fasilitas yang lebih baik dari kamar standar, misalnya
dengan ukuran kamar lebih besar dan tambahan fasilitas, seperti televisi, lemari
es, dll.

President suite room

Jenis kamar paling mahal dalam suatu hotel, tersedia untuk 2-3 atau lebih
penghuni dengan kondisi berisi dua atau tiga kamar lebih dengan ukuran kamar
lebih besar, luas, mewah dan lebih lengkap dengan fasilitas tambahan seperti
ruang tamu, makan, dandapur kecil (kitchenette) serta mini bar. Tempat tidurnya
terdapat double bed, twin beda atau bahkan single bed.
Adapun fasilitas standar yang terdapat pada masing-masing jenis kamar tersebut
adalah sebagai berikut :

Kamar mandi private ( bathroom ) dan perlengkapannya.

Tempat tidur ( jumlah dan ukurannya sesuai dengan jenis).

Lemari pakaian ( cupboard ).

Rak untuk menyimpan koper ( luggage rack ).

Telepon, lampu, AC.

Radio dan Televisi.

Meja rias / tulis ( dressing table ) dan kursi.

Meja lampu.

Asbak , korek api , handuk , alat tulis ( stationeries ), dll.

KONSTRUKSI UMUM
Otomotif
Dealer auto
Perbaikan otomotif
Cuci Mobil
Layanan & Gas Stasiun
Bangunan masyarakat
Auditorium
Klub

Pusat komunitas
Pusat Konvensi
Perpustakaan
Museum
Pendidikan
Pondok Pesantren
Kafetaria
Ruang Kelas
Sekolah Tinggi & Universitas
Community Colleges
Pusat Day Care
Asrama
Sekolah Dasar
Persaudaraan dan Sorority Rumah
Gimnasium
Sekolah Tinggi
SMP
Sekolah pra
Auditorium Sekolah
Laboratorium Sekolah
Sekolah khusus
Pusat Pelatihan Kejuruan
Listrik & Teknik
Pusat Data
Pekerjaan listrik
Mesin & Perlengkapan
Saluran listrik
Stasiun kekuasaan
Gardu
Hiburan
Akuarium
Broadcast Studios
Kasino
Halls konser
Entertainment Complex
Bioskop
Playhouses
Televisi Produksi Studios
Kebun Binatang
Pemerintah
Gedung pengadilan
Stasiun api
Pemerintah Kantor
Gedung Pemerintahan Miscellaneous
Bangunan Taman
Stasiun Polisi
Kantor Pos
Penjara
Hotel & Motels
Hotel
Motel
Industri
Hatcheries
Industri Laboratorium

Laboratorium
Fasilitas manufaktur
Kilang minyak
Medis
Dibantu Fasilitas Hidup
Klinik
Rumah Sakit
Makam
Kantor Medis
Rumah jompo
Pusat Bedah Rawat Jalan
Pusat rehabilitasi
Militer
Asrama
Perumahan militer
Kantor militer
Militer Miscellaneous
Sekolah
Kantor & Gudang
Kantor
Kantor & Gudang
Sewa Gudang
Gudang
Keagamaan
Kapel
Gereja
Auditorium agama
Ruang kelas agama
Perumahan
Apartemen
Condominiums
Tunggal Rumah Keluarga
Satu Keluarga Tract Homes
Townhomes
Restoran
Bar & Taverns
Restoran Cepat Saji
Sit Down Restoran
Eceran
Toko Auto Parts
Cabang Bank
Kedai Kopi
Toko Kenyamanan
Krematorium
Pembersih kering
Pusat kebugaran
Toko bunga dan Pembibitan
Rumah Pemakaman
Toko individu
Laundry
Gunakan campuran
Optik
Toko Pet
Apotik

Pusat Belanja
Supermarket
Olahraga
Arenas
Athletic Pengadilan
Arena Bowling
Pusat Rekreasi
Skating Rinks
Kolam renang
Pengangkutan
Air Traffic Control Towers
Hanggar Pesawat
Terminal Bandara
Stasiun Bus
Parkir Garasi
Stasiun kereta api
Terminal transportasi
Dokter hewan
Kandang
Klinik Hewan
Rumah Sakit Hewan