Anda di halaman 1dari 11

Tugas SPT

SISTEM PEMBANGKIT TENAGA


PLTB Pembangkit Listrik Tenaga Bayu

Nama : Kanzul Fadhil


BP : 1210913033
Dosen : Ir. Adly Havendri, M.Sc

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik
Universitas Andalas
Padang
2015

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU

1. Defenisi
Pembangkit listrik tenaga angin adalah suatu pembangkit listrik yang
menggunakan angin sebagai sumber energi untuk menghasilkan energi listrik.
Pembangkit ini dapat mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik
dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin.
2. Prinsip Kerja
Energi angin memutar turbin angin. Turbin angin bekerja berkebalikan
dengan kipas angin (bukan menggunakan listrik untuk menghasilkan listrik,
namun menggunakan angin untuk menghasilkan listrik). Kemudian angin akan
memutar sudut turbin, lalu diteruskan untuk memutar rotor pada generator di
bagian belakang turbin angin. Generator mengubah energi gerak menjadi energi
listrik dengan teori medan elektromagnetik, yaitu poros pada generator dipasang
dengan material ferromagnetik permanen. Setelah itu di sekeliling poros terdapat
stator yang bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang membentuk
loop. Ketika poros generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks
pada stator yang akhirnya karena terjadi perubahan fluks ini akan dihasilkan
tegangan dan arus listrik tertentu. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini
disalurkan melalui kabel jaringan listrik untuk akhirnya digunakan oleh
masyarakat. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan oleh generator ini berupa
AC (alternating current) yang memiliki bentuk gelombang kurang lebih
sinusoidal. Energi Listrik ini biasanya akan disimpan kedalam baterai sebelum
dapat dimanfaatkan
Skema dari Pembangkit Tenaga Angin

Komponen yang terdapat pada Pembangkit Tenaga Angin


a. Anemometer

Mengukur kecepatan angin dan mengirimkan data kecepatan angin ke


pengontrol
b. Blades
Kebanyakan turbin baik dua atau tiga pisau. Angin bertiup di atas
menyebabkan pisau pisau untuk mengangkat dan berputar.
c. Brake
Digunakan untuk menjaga putaran pada poros setelah gearbox agar
bekerja pada titik aman saat terdapat angin yang besar.

d. Controller
Pengontrol mesin mulai dengan kecepatan angin sekitar 8-16 mil per jam
(mph) dan menutup mesin turbin sekitar 55 mph.
e. Gear box
Gears menghubungkan poros kecepatan tinggi di poros kecepatan rendah
dan meningkatkan kecepatan sekitar 30-60 rotasi per menit (rpm), sekitar
1000-1800 rpm, kecepatan rotasi yang diperlukan oleh sebagian besar
generator untuk menghasilkan listrik
f. Generator
Mengubah energi gerak menjadi energi kinetik menjadi energi listrik
g. High-speed shaft
Berfungsi untuk menggerakkan generator
h. Low-speed shaft
Mengubah poros rotor kecepatan rendah sekitar 30-60 rotasi per menit.
i. Nacelle
Nacelle berada di atas menara dan berisi gear box, poros kecepatan rendah
dan tinggi, generator, kontrol, dan rem.
j. Pitch
Blades yang berbalik, atau nada, dari angin untuk mengontrol kecepatan
rotor dan menjaga rotor berputar dalam angin yang terlalu tinggi atau
terlalu rendah untuk menghasilkan listrik.
k. Rotor
Pisau dan terhubung bersama-sama disebut rotor
l. Tower
Menara yang terbuat dari baja tabung, beton atau kisi baja. Karena
kecepatan angin meningkat dengan tinggi, menara tinggi memungkinkan

m.

n.

o.

p.
q.

turbin untuk menangkap lebih banyak energi dan menghasilkan listrik


lebih banyak.
Wind direction
Ini adalah turbin pertamayang disebut karena beroperasi melawan angin.
turbin lainnya dirancang untuk menjalankan melawan arah angin,
menghadap jauh dari angin.
Wind vane
Tindakan arah angin dan berkomunikasi dengan yaw drive untuk
menggerakkan turbin dengan koneksi yang benar dengan angin.
Yaw drive
Penggerak arah memutar turbin ke arah angin untuk desain turbin yang
menghadap angin
Yaw motor
Kekuatan dari drive yaw.
Penyimpan energi (Battery)
Oleh karena itu digunakan alat penyimpan energi yang berfungsi sebagai
back-up energi listrik. Ketika beban penggunaan daya listrik masyarakat
meningkat atau ketika kecepatan angin suatu daerah sedang menurun,
maka kebutuhan permintaan akan daya listrik tidak dapat terpenuhi.

3. Dasar Perancangan
Pada perancangan suatu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTA) hal-hal yang
harus dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Menetapkan besaran daya yang mampu dihasilkan oleh PLTA.
2. Mengetahui komponen-komponen yang digunakan pada pembangkit
listrik tenaga angin.
3. Memilih spesifikasi dari setiap komponen-komponen yang digunakan
pada PLTA atau melakukan pemilihan dari komponen-komponen tesebut..
Dari yang disebutkan sebelumnya maka data-data yang diperlukan adalah
sebagai berikut :
a. Daya dari PLTA
b. Data teknis setiap komponen utama PLTD

Untuk membangun pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB)


dibutuhkan beberapa kelengkapan yang harus dipenuhi diantaranya
kelengkapan tersebut adalah :
1.) DAYA TOTAL

Daya total aliran angin adalah sebanding dengan tenaga kinetik aliran
udara:

Dimana:
Ptot
= daya total aliran udara watt
m
= massa udara per detik kg/s
Vi
= kecepatan angin masuk m/s
gc
= faktor konversi
= 1.0 kg/Ns2
Massa aliran udara per detik dapat dihitung dengan
persamaan:

Dimana:
= massa jenis udara kg/m
A = luas penampang turbin m
Sehingga didapatkan:
3

Dari rumus tersebut didapatkan Besar Daya total aliran udara :


gc = 1 kg/Ns2
(massa jenis udara) = 1,275 kg/m3
A = r2
= 42.3,14 = 50,2 m2
Vi = 18 km/jam (data diambil dari rata rata kecepatan angin max)
Vi3 = 125 m/s (kecepatan angin )
Ptot = ( ) 1,275. 50,2 . 125 = 4.000 watt
Jadi daya total aliran udara yang minimal yang dibutuhkan oleh turbin
adalah 4.000 watt

2.) DAYA MAKSIMUM


Daya maksimum angin (watt) yang dapat diserap oleh
sudu rotor dapat dinyatakan
dengan persamaan:

(massa jenis udara) = 1,2 kg/m3


A = r2
= 42.3,14 = 50,2 m2
Vi = 18 km/jam (data diambil dari rata-rata kecepatan angin max)
Vi3 = 125 m/s
Pmax = 0,296. 1,275 .50,2 .125 = 2.368,9 watt
Jadi daya maksimum yang diserap sudu rotor adalah sebesar 2.368,9
watt
3.) DAYA NYATA
Daya nyata adalah daya yang yang dapat dimanfaatkan
oleh turbin untuk dijadikan
sebuah energi baru. Daya ini dapat dinyatakan dalam
persamaan berikut:
Dimana:

(efisiensi turbin Hummer)= 0,86


P = 0,86 . 4.000 = 3.440 watt
Jadi daya nyata yang dimanfaatkan oleh turbin adalah sebesar 3.440
watt
4.) KAPASITAS BATEREI YANG DIPERLUKAN
Baeterei merupakan alat listrik kimiawi yang menyimpan energi dan
mengeluarkannya dalam bentuk listrik.

Dimana :

P
t
Vcharger

= 20kw (besar daya pembangkit yang ingin dibangkitkan)


= 8 jam
= 240 volt

Qtot = (20.000. 8)/ 240 = 666,7 Ah


Jadi kapasitas total baterei yang dibutuhkan adalah 666,7 Ah
5.) KEBUTUHAN BATEREI UNTUK PEMENUHAN KAPASITAS
Setelah kapasitas diketahui, maka untuk selanjutnya dilakukan analisa
pemililihan baterei yang ada dipasaran. Dan selanjutnya menentukan
jumlah baterei yang dibutuhkan.

Qtot = 666,7 Ah
Qbatt= 250 Ah
nQ = 666,7 / 250 = 3
jadi jumlah aki yang dibutuhkan adalah 3
6.) KEBUTUHAN BATEREI UNTUK PEMENUHAN TEGANGAN

Dimana:
nv = jumlah baterai
Vbatt = tegangan baterai volt
nv = 240/12 = 20 Buah
Jadi banyak aki yang dibutuhkan adalah 20 buah
7.) TOTAL KEBUTUHAN BATEREI/AKI

n = 20 x 3 = 60 buah unit aki


jadi jumlah aki yang terpasang adalah 60 buah/unit

8.) EFISIENSI TURBIN ANGIN

Semakin besar nilai efisiensi maka penggunaan turbin


angin akan semakin sedikit pada dimensi dan kecepatan
angin yang sama. Persamaan yang digunakan adalah
dengan mengaplikasikan persamaan(2-5), menjadi:

9.)JUMLAH TURBIN TERPASANG


Harga N merupakan pembulatan dari n. untuk
mendapatkan n, terlebih dahulu dihitung besarnya daya
yang dihasilkan turbin kemudian dibagi dengan daya
masing-masing turbin akibat kecepatan angin.
Persamaan yang digunakan adalah:
dimana:

4. Komponen
Rancangan struktur pembangkit listrik yang ingin dibangun :
Pemodelan system :

Wind
Turbin

Inverter Ac
to Dc

Beban

Inverter Dc
to Ac

PV Panel

Baterei

DC

AC

PERANCANGAN PEMBANGKIT
HYBRID TENAGA SURYA (PLTS)

TENAGA

ANGIN

(PLTB)

KONVERYER
AC to DC

5. Performansi PLTB
= (3.440 x 2 ) / (1,275 . 8 . 50. (2,5)3 ) = 0,86

= 0,86 x 100% = 86 %

jadi efisiensi turbin adalah 86 %


Performansi tersebut untuk daerah yang memiliki angin yang
memiliki kecepatan yang cukup tinggi dan konstan.
Untuk dapat menaikkan performansi sautu PLTB dapat
dilakukan dengan melakukan pendesigna ulang pada turbin
angin. Salah saunya dengan penambahan winglet pada turbin
angin pada saat perancangannya. Hal ini akan menambahkan
efisiensi yang dimiliki oleh PLTB.
Contoh PLTB di Indonesia adalah di wilayah Bantul

Gambar PLTB Bantul