Anda di halaman 1dari 22

c BIOTEKNOLOGI DAN APLIKASINYA A.

Sejarah Perkembangan Bioteknologi Abad ke


XXI sering disebut abad bioteknologi dan biomolekuler, yang diharapkan dapat memecahkan
berbagai masalah berkaitan dengan kesejahteraan manusia. Bioteknologi adalah teknik
penggunaan makhluk hidup, atau bahan yang didapat dari makhluk hidup, untuk membuat suatu
produk dan jasa yang bermanfaat bagi manusia. Perkembangan ilmu selanjutnya membawa
manusia mengenal kromosom. Pada awal tahun 1880-an Wilhelm Roux memperkirakan bahwa
kromosom adalah pembawa bahan hereditas. Ahli lain, Mendel mempelajari perilaku kromosom
sebagai pembawa bahan hereditas ini. Menurut Mendel, orgaisme membawa dua unit hereditas
bagi setiap sifat keturunan. Selanjutnya teori Mendel sesuai juga dengan kenyataan, bahwa induk
menurunkan hanya separoh kromosom melalui sel kelamin. Pada tahun 1860-an Fredrich
Miescher berhasil mengisolasi bahan dari inti sel ini, setelah diidentifikasi diketahui
mengandung protein dan asam nukleat. Selanjutnya diketahui bahwa asam nukleat tersusun atas
unit pembangun yang dikenal dengan nukleotida. Satu nukleotida terdiri dari gula (ribose), gugus
fosfat dan empat macam basa nitrogen. Untuk kromosom, gulanya adalah deoksiribosa, sehingga
disebut DNA (deoxyibose nucleic acid): dan keempat macam basanya adalah adenin (A), timin
(T), sitosin (C) dan guanin (G). Untaian DNA ini selanjutnya dikenal dengan gen. Pada
pertengahan tahun 1970, ahli Bioteknologi menemukan teknologi baru yang dikenal dengan
antibodi klon tunggal. Prinsip antibodi klon tunggal berbeda dengan antibody klon ganda. Kisah
antibody klon tunggal dimulai pada tahun 1974, ketika George Kohler dan Cecar Milstein dari
Medical Research Council¶s Laboratory of Molecular Biology di Cambridge, Inggris, mengamati
sesuatu yang kemudian menjadi masalah menonjol yang belum terpecahkan dalam imunologi.
Antibody adalah bagian dari pertahanan tubuh terhadap benda asing yang ingin masuk ke dalam
tubuh, termasuk organisme penyebab penyakit. Produksi antibody dikendalikan oleh gen, Kohler
dan Milstein mempunyai ide untuk menyatukan sel penghasil antibodi normal dengan sel dari
tumor yang mengkanker, yang disebut mieloma. Teknologi ini menghasilkan sel hybrid yang
selanjutnya dapat dikulturkan dan menghasilkan klon. Semua hybrid klon yang sama
menghasilkan molekul antibodi yang sama pula, oleh karena itu disebut antibodi klon tunggal
(monoclonal antibody). Perkembangan bioteknologi telah membawa manusia untuk dapat
mengobati penyakit keturunan atau penyakit yang disebabkan adanya kelainan genetis, yaitu
dengan memasukkan gen yang baik ke dalam sumsum tulang belakang, dikenal dengan metode
transfer gen. Metode transfer gen yang sedang dikembangkan untuk mengobati penyakit genetic
manusia tersebut diatas adalah untuk memasukkan gen baru ke dalam sel somatic saja. Gen
tersebut tidak dapat diturunkan pada anak jika tidak berada pada sel benih yang menghasilkan
sperma dan sel telur. B. Rekayasa Genetika Rekayasa genetika merupakan salah satu teknik yang
dilakukan untuk mengkombinasikan gen yang sudah ada dalam suatu makhluk hidup sehingga
susunan gennya menjadi berubah. Gen yang telah direkayasa susunannya tersebut dapat
menyebabkan suatu makhluk hidup menghasilkan suatu senyawa/produk tertentu yang
diinginkan kita. Melalui rekayasa genetika manusia ³menciptakan´ tanaman, hewan dan
mikroorganisme baru. Para ilmuwan telah berhasil mengungkapkan kode genetis yang
menentukan sifat-sifat khusus semua makhluk hidup dan kini telah mampu mengkombinasikan
gen-gen yang kalau secara alami, tidak akan pernah berkombinasi. Perubahan genetis bukan
sesuatu yang baru, karena secara alami dapat terjadi melalui peristiwa yang disebut mutasi.
Teknik yang paling dikenal untuk mengubah makhluk hidup secara genetic adalah DNA
rekombinan (rDNA). DNA adalah singkatan dari Deoksiribonukleat Acid, suatu molekul yang
mengkoda intruksi biologis. Pada tahun 1978 beberapa ahli seperti Werner Arber, Hamilton
Smith, dan Daniel mendapatkan hadiah nobel untuk penemuannya tentang Endonuklease
restriksi, yaitu enzim yang dapat memotong DNA. Paul Berg untuk hybrid SU-40-I (Simin
Virus-40 bakteriofage I) dalam teknik DNA rekombinan. Dengan enzim tersebut, kini manusia
dapat memotong-motong dan mengeluarkan gen dari tempatnya pada kromosom, dan
memindahkannya ke sel individu lain atau jenis makhluk lain, dan dapat bekerja normal dalam
tubuh penerima atau yang mengalami rekayasa itu. Perlengkapan yang diperlukan untuk
rekayasa genetika adalah : (1) enzim pemotong gen yaitu Endonuklease retriksi, (2) enzim
penyambung gen yang dikehendaki yaitu Ligase, (3) vektor yang membawa gen yang akan
disisipi/dititipkan dapat berupa plasmid bakteri (gen diluar kromosom bakteri) atau virus, dan (4)
inang. Adapun tahap-tahap rekayasa genetika adalah sebagai berikut L1) mendapatkan gen yang
diinginkan (gen yang diinginkan dari suatu indifidu dipotong dengan enzim endonuklease
restriksi), (2) gen dengan enzim ligase, (3) vektor yang sudah membawa gen titipan dimasukkan
ke dalam inang, (4) vektor dalam sel inang ditumbuhkan, (5) isolasi produk dari inang, (6)
penyempurnaan produk. C. Aplikasi Bioteknologi Bioteknologi meliputi disiplin molecular,
mikrobiologi, genetika, biokimia, dan yang terpenting rekayasa untuk menghasilkan produk-
produk spesifik yang menghasilkan uang dan bermanfaat untuk masyarakat. Bioteknologi dapat
dikelompokkan ke dalam low level biotechnology. Makhluk hidup yang digunakan untuk
mengembangkan bioteknologi dapat hewan, tanaman, atau mikroorganisme. Berikut ini adalah
gambaran aplikasi bioteknologi di berbagai bidang. 1. Di bidang Industri Industri awalnya
banyak yang memanfaatkan tanaman atau jaringan hewan untuk produksi suatu bahan.
Mikroorganisme banyak digunakan untuk kepentingan industri dengan beberapa alasan,
diantaranya : 1) cepat berkembang baik, 2) memerlukan media yang relative murah untuk
pertumbuhannya, 3) tidak memerlukan area/tempat yang luas untuk produksinya. a. Produksi
Protein Sel Tunggal Protein sel tunggal adalah sel mikroba kering seperti daging, bakteri, ragi,
kapang, dan jamur tinggi yang ditumbuhkan dalam kultur skala besar. Protein ini dipakai untuk
konsumsi manusia atau hewan. Produk itu juga berisi bahan nutrisi lain, sperti karbohidrat,
lemak, vitamin dan mineral. Teknologi modern untuk membuat protein sel tunggal berasal dari
tahun 1879 di Inggris dengan diperkenalkannya adonan yang diinginkan untuk membuat ragi
ropti (saccoramyces cerevisiase). Sekitar tahun 1900, di America Serikat diperkenalkan oleh
pemusing untuk memisahkan sel ragi rotidari adonan pembiakan. Produksi protein sel tunggal
dapat melalui proses fotosintesis (untuk mikroorganisme yang berklorofil), dapat pula melalui
fermentasi (mikroorganisme yang tidak berklorofil) Pengubahan senyawa organik menjadi
protein sel tunggal oleh mikroba yang tidak berklorofil dapat dibuat skemanya dengan
persamaan reaksi berikut : Karbon organik + nitrogen + mineral bahan nutrisi + O2 Protein sel
tunggal + CO2 + H2O + Panas. b. Produksi Protein Asing Beberapa protein yang diekstrak dari
sel-sel tubuh manusia dapat dipergunakan sebagai antikanker dan antivirus, salah satu
diantaranya adalah interferon. Dengan ditemukannya cara untuk mengklongen, maka orang dapat
memproduksi banyak interferon murni dalam sel bakteri. Contoh protein lain adalah hormone,
pertumbuhan manusia. Sementara itu, memproduksi protein manusia dalam sel mikroba, dapat
menimbulkan pertanyaan yang merangsang, yakni dalam hal efek bahan yang diproduksi seperti
hormon pertumbuhan manusia, interferon, atau interleukin, apakah tidak mungkin akan dapat
mempengaruhi fisiologi mikroba yang menghasilkannya. c. Produksi Antibiotika Antibiotika
merupakan molekul paling kecil yang dihasilkan microba. Sejak Alexander Fleming menemukan
penicillin pada tahun 1928, maka penghambatan pertumbuhan mikroba telah menimbulkan
revolusi di bidang kedokteran. Banyak antibiotika saat ini telah diproduksi dari mikroba,
diantaranya : kanamisin, rifamisin, tetrasiklin dll. Perkembangan bioteknologi saat ini, manusia
dapat mengklonkan gen yang mengontrol pembentukan antibiotika ke dalam mikroorganisme
lain, misalnya e.coli. d. Produksi Hormon Pemakaian hasil rekombinan protein alami manusia
untuk obat sudah mulai memenuhi harapan bioteknologi di bidang kesehatan. Protein pertama
adalah insulin rekombinan manusia dan hormon pertumbuhan manusia. Kedua bahan farmasi ini
sebenarnya belum dapat memenuhi kebutuhan lain yang baru ditemukan, tetapi tlah dapat
menggantikan protein alami. Hormon pertumbuhan manusia hanya dapat diperoleh dari kelenjar
otak manusia yang telah meninggal. Pemakaian insulin rekombinan untuk manusia, menjamin
cukupnya suplai hormon ini, tanpa tergantung pada suplai pancreas ternak. Suplai hormon
pertumbuhan rekombinan untuk manusia yang tidak terbatas jumlahnya, yang dibuat oleh
Gnentech, memungkinkan dapatnya anak-anak yang kecil atau bertumbuh pendek, karena
ketakmampuan kelenjar hipofisa menghasilkan hormon pertumbuhan itu untuk memperoleh
pengobatan secara optimal. Manusia secara normal memiliki hormone pertumbuhan yang
dihasilkan oleh hipofisa. Proses pengeluaran hormone ini membutuhkan ³faktor pelepasan´
(relasing faktor), suatu senyawa yang diperlukan untuk merangsang kelenjar hipofisa
mengetahkannya. Sebenarnya, kebanyakan kasus kerdil karena gangguan fungsi hipofisa adalah
cacat biokimia karena tidak adanya GRF. e. Produksi Asam Amino dan Protein (enzim) Mikroba
memiliki ukuran renik serta perilaku dan kemampuannya yang beraneka macam, oleh karena itu
sejak lama digunakan untuk memproduksi bahan kimia, misalnya asam amino, protein enzim,
vitamin, asam lemak, pigmen maupun pilosakarida. Tabel«.« berikut ini menyatakan contoh
asam amino yang dihasilkan oleh mikroorganisme, dan contoh lain masih banyak yang tidak
disebutkan disini. Tabel : Produksi Asam Amino oleh Mikroorganisme Asam Amino
Mikroorganisme Alanin Brevibacterium Flavum Arginin Brevibacterium Flavum Sitrulin
Bacillus subtilis Asam Glutamate Brevibacterium Flavum Histidin Corynebacterium
Glutamicum Isoleusin Brevibacterium Flavum f. Produksi Surfaktan Surfaktan adalah suatu
bahan yang bekerja mengemulsikan makanan atau bahan lain yang tidak larut dalam air. Tabel
berikut ini menyatakan contoh surfaktan yang dihasilkan oleh Mikroorganisme. Tabel : Produksi
surfaktan oleh mikroorganisme Senyawa Mikroorganisme Polimiksin B Bacsillus polymyxa
Surfaktin Bacsillus Subtilis Trehalosa lipida Rhodococcus Erythropolis Ramnolipida
Pseudomonas aureus Emulsan Acinebacter calcoaceticus g. Produksi Pengharum dan Penyedap
Industri telah banyak memanfaatkan makhluk hidup yang renik untuk memproduksi senyawa
yang beraroma (bau harum) dan rasa sedap. Tabel berikut ini memberikan contoh produksi
haruman dan sedapan oleh mikroorganisme. Tabel : Produksi haruman dan sedapan oleh
mikroorganisme. Senyawa Haruman/sedapan Mikroorganisme Benzil alcohol Rasa Buah
Phellinus tremulus Sironelol Bau Mawar Trametes odorata Geranial Bau Mawar Ceratocystis
variospora 6-Pentil- alphapiron Rasa Kelapa Trichoderma Viridae Tetrametilpirazin Rasa Kemiri
Corybacterium glutamicum Metilfenilasetat Rasa Madu Tramates odorata 2. Bidang Kesehatan
Sampai saat ini perkembangan bioteknologi sangat mengejutkan dan hasilnya telah dapat
dirasakan masyarakat banyak. Salah satu terobosan adalah kemampuan mengklon gen, tidak
hanya Amerika Serikat saja yang memiliki kemampuan ini bahkan di Indonesia peneliti-peneliti
yang berkompeten di bidang ini banyak. Mengklon gen membuka bidang baru dalam kesehatan.
DNA rekombinan dan teknologi antibodi klon tunggal (monoclonat antibody), telah
mempercepat dicapainya prestasi di dalam memahami aspek biokimia dari fisiologi manusia.
Dulu, cara yang paling tepat untuk mendiagnosa gonorrhoea pada wanita ialah dengan lebih dulu
mengkultur bakteri penyebabnya, suatu prosedur yang memakan waktu 2 sampai 3 hari.
Diagnosa infeksi chlamydia khusus, bahkan lebih menyulitkan lagi, karena C, trachomatis hanya
dapat tumbuh dalam sel hidup, dan tes baru dapat dilakukan dengan memakan waktu 3 sampai 4
hari. Tes terbaru, dengan menggunakan antibody klon tunggal, telah sangat menyingkat waktu
untuk mendiagnosa kedua penyakit kelamin itu. Antibodi klon tunggal juga dapat digunakan
untuk mendeteksi kelainan genetic pada janin, ini digunakan untuk diagnosa prenatal. Salah satu
cara untuk mengendalikan penyakit genetis ialah dengan mencegah kelahiran anak yang terkena
penyakit itu. Anggota suatu populasi yang memiliki resiko besar untuk mendapat suatu penyakit
genetic dapat diajari segala hal mengenai sifat dan penyebaran kelainan tertentu, dan secara
teratur dites adanya individu pembawa di kalangan mereka dengan informasi ini, pasangan yang
memiliki resiko mendapat anak yang mengidap penyakit itu dapat diidentifikasi, lalu diberi
nasehat sehingga mereka dapat menetapkan pilihan dalam mengendalikan kelahiran anak yang
kena penyakit keturunan demikian. Mereka dapat memilih, apakah mencegah kehamilan sama
sekali,atau jika masih ingin mendapatkan anak, perlu dilakukan diagnosa prenatal (sebelum
lahir), dan harus digugurkan jika terbukti janinnya mendapat penyakit itu. Dalam 10 tahun
belakangan, sudah dapat dibuat cara tes yang aman dan tepat untuk diagnosa prenatal terhadap
sikle anemia dan thalassemia. 3. Di Bidang Lingkungan Beberapa puluh tahun yang lalu,
penggunaan bahan kimia organik sintetis sebagai insektisida mampu menyelamatkan jutaan
kehidupan. Jika tidak ada bahan itu, maka banyak kehidupan musnah, karena banyak penyakit
yang ditularkan oleh serangga. Sebagai contoh malaria. Bahan kimia juga telah berperan dalam
meningkatkan hasil pertanian sampai berlipat ganda. Penggunaan bahan kimia sintesis secara
terus menerus dapat menimbulkan jenis hama yang tahan terhadapnya. Sehingga bahan kimia
tersebut tidak mampu lagi membasminya jadi dapat memunculkan hama yang resisten atau kebal
terhadap inteksida. Sebagai contoh, nyamuk yang menularkan malaria kini kebal terhadap DDT
(dikhorodifenilkhoroethane), yang telah bertahun-tahun merupakan bahan pilihan untuk
mengontrol hama ini. Harapan besar yang sedang dilakukan para ilmuwan di bidang
bioteknologi adalah pengontrolan hama secara biologis atau menggunakan bahan alami. Salah
satu cara yang dapat dilakukan adalah melepaskan serangga jantan yang steril, dan penggunaan
feromon untuk mengganggu perilaku makan makan atau berbiak serangga. Hasil penelitian
memperlihatkan bahwa kekebalan terhadap serangga pathogen kemungkinannya lebih kecil dari
pada jika menggunakan bahan kimia sintesis, contoh microba yang digunakan untuk keperluan
ini dalah Bacsillus thuringiensis, untuk mengontrol nyamuk. 4. Di Bidang Pertanian Salah satu
contoh aplikasi bioteknologi di bidang pertanian adalah mengembangkan tanaman transgenic
yang memiliki sifat (1) tolerans terhadap zat kimia tertentu (tahan herbisida), (2) tahan terhadap
hama dan penyakit tertentu, (3) mempunyai sifat-sifat khusus (misalnya : tomat yang matangnya
lama, padi yang memproduksi beta-caroten dan vitamin A, kedelai dengan lemak tak jenuh
rendah, strawberry yang rasanya manis, kentang dan pisang yang berkhasiat obat), (4) dapat
mengambil nitrogen sendiri dari udara (gen dari bakteri pemfiksasi nitrogen disisipkan ke
tanaman sehingga tanaman dapat memfiksasi nitrogen udara sendiri), dan (5) dapat
menyesuaikan diri terhadap lingkungan buruk (kekeringan, cuaca dingin, dan tanah bergaram
tinggi). Berikut ini adalah organisme hasil rekayasa genetik di Indonesia yang telah
dikonsultasikan dengan FDA : No. GMO & Produsen Gen, produk gen & asal gen Sifat baru
turunan I Produk Turunan II Produk 1. Jagung (Monsanto) Enzim EPSPS, Bakteri
Agrobacterium Tahan herbisida glifosat ± Maizena ± Modified corn starch ± Minyak jagung ±
Biskuit ± Tepung kue ± Minyak Jagung 2. Jagung (Aventis) Enzim PAT, bakteri Bacillus
amvloliquefaciens Tahan herbisida glufosinat ± S.d.a ± S.d.a 3. Padi (Aventis) Enzim PAT,
bakteri Streptomyces hygroscopicus Tahan herbisida glufosinat ± Tepung beras ± Bihun 4.
Kedelai (Monsanto) Enzim PAT, bakteri Viridochromagenes Tahan herbisida glufosinat ±
Isolate Soy Protein (ISP) ± Lesitin ± Tepung kedelai -Susu kedelai, susu rendah laktosa, susu
bubuk, biskuit 5. Kentang (Monsanto) Gen CryIIIA, PLRV replikase, Bakteri B. Thuringiensis
Tahan Kumbang (Colorado) ± Potato starch ± Modified starch ± Snack food Biskut, mie 6.
Tomat (Calgene) Enzim antisense PG, Tomat Penundaan pelunakan buah tomat ± Pasta tomat -
Pasta tomat 7. Gandum (Canada) Modified AHAS genes, Gandum kultifar GGrandi Tahan
herbisida imidazolinon ± Tepung gandum ± Roti, biscuit 5. Di Bidang Pertambangan
Mikroorganisme atau mikroba terus membentuk dan menguraikan mineral dalam kerak bumi
sejak zaman purba. Sejak tahun 1000 sebelum masehi, para penambang logam di lembah laut
tengah mengambil tembaga dengan memanfaatkan kemampuan atau aktivitas bakteri untuk
melepas tembaga tersebut dari jebakan bahan lain yang tidak larut. Peran sesungguhnya bakteri
dalam melepas logam dari jebakan mineral bebatuan baru diketahui pada tahun 1947, yaitu
ketika Arthur Colmer dan ME Hinkle dari Universitas Virginia dapat mengidentifikasi jenis
bakteri tersebut. Bakteri ini disebut Thiobacillus ferrooxidans dan melepas logam dari sulfida
jebakan. Sekarang banyak negara di seluruh dunia mengembangkan bioteknologi ini. Logam-
logam yang berhasil dilepas adalah : uranium, kobalt, emas, nikel, seng, timah hitam. 10%
tembaga yang ada di Amerika Serikat diperoleh dengan cara ini. D. Rekayasa Bioteknologi dan
Bioetika Rekayasa genetika dapat diartikan suatu proses percepatan evolusi yang dilakukan oleh
manusia. ³Evolusi tidak dapat diprediksi, namun bila kita sudah mulai mengganggu kehidupan,
kemungkinan kehidupan akan berbalik melawan kita.´ Ujar Steve Jones, ahli ilmu genetika dan
evolusi pada College University, di London. Berikut ini beberapa potensi dampak negatif yang
mungkin muncul akibat tanaman transgenik terhadap lingkungan hidup : Munculnya gulmasuper
(karena tanaman yang dicobakan adalah tanaman transgenik tahan herbisida). Pada gilirannya
gulma super ini dapat mengancam tanaman utamanya, gulmanya sulit dibasmi. Selain itu gen
tanaman transgenik dapat meloncat ke tanaman lain yang kekerabatannya dekat.Munculnya
hama super (untuk tanaman transgenik yang tahan pada serangga hama tertentu. Misalnya hama
tersebut dapat beradaptasi dengan racun B. thuringiensis yang gennya sudah disisipkan pada
tanaman transgenik) Penggunaan pestisida meningkat, karena munculnya gulma
super.Penyusutan keanekaragaman hayati, karena kecenderungan petani menanam tanaman
transgenik dalam jumlah besar (keseimbangan ekosistem menjadi terganggu akibatnya beberapa
tanaman, gulma dan serangga hama berkurang).Berdampak negatif pada petani organik yang
bebas tanaman transgenik karena tanamannya terkontaminasi oleh gen tanaman transgenik
melalui penyerbukan). Dari berbagai dampak negatif yang disajikan di atas, sejumlah organisasi
konsumen di dunia menerapkan prinsip kehati-hatian, terutama untuk mengkonsumsi bahan
pangan yang diperoleh dari hasil rekayasa genetika karena masih harus dipertimbangkan resiko
kesehatannya walaupun biasanya pemerintah menyatakan pangan tersebut aman untuk
dikonsumsi. Pangan transgenik berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan manusia
dalam 4 aspek sebagai berikut : Gen yang disisipkan dapat menyerang sel-sel manusia Pendapat
ini ada pro dan kontranya. Bagi yang mendukung karena ada bukti bahwa gen yang disisipkan
dapat berpindah ke bakteri lain yang ada di usus kita sehingga menyebabkan resistensi manusia
terhadap antibiotik tertentu. Sedangkan yang kontra menyatakan bahwa manusia punya
mekanisme untuk menghancurkan gen asing yang tidak dikenal. Penurunan kandungan gizi dan
peningkatan racun di dalam tanaman transgenik (petani seledri terserang bintil-bintil merah
karena racun yang dikeluarkan seledri walaupun galur seledri tersebut diperoleh secara
konvensional). Alergi (gen baru yang disisipkan bisa memproduksi senyawa baru yang memicu
alergi pada orang tertentu).Resistensi terhadap antibiotik. Selain resiko bagi lingkungan hidup
dan kesehatan, hasil rekayasa genetik juga menghadirkan masalah moral yang mendalam
berkaitan dengan pemindahan gen-gen diantara manusia, hewan, tanaman dan mikroorganisme.
Sebagian orang menolak rekayasa genetika karena dianggap ³mengganggu keseimbangan alam´,
atau ³berperan sebagai Tuhan´. Beberapa agama memandang rekayasa genetika dari sudut
berbeda-beda. Misalnya ada yang mempunyai kepercayaan bahwa Tuhan menciptakan semua
bentuk kehidupan dengan ³rancangan terbaik´ yang tidak boleh diubah oleh manusia kecuali
untuk memperbaiki ³penyimpangan´ agar kembali ke bentuk aslinya. Sementara umat yang lain
beranggapan bahwa manusia telah diberi kekuasaan untuk memanfaatkan alam, walaupun
manusia juga bertindak sebagai pemelihara dan pelindung, artinya keamanan dan kesejahteraan
makhluk hidup/hewan terjaga. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, rupanya lebih bijaksana
apabila produk rekayasa genetika diberi label khusus. Di Uni Eropa pada Desember 1986,
mengesahkan peraturan tentang pangan baru (Novel food regulation), yang mewajibkan
pelabelan pada produk transgenik (misal pangan transgenik) tersebut berbeda dari pangan
konvensional yang kemungkinan menimbulkan masalah etika. Negara-negara yang mendukung
pelabelan untuk produk transgenik adalah Belanda, Denmark, Perancis, India dan banyak negara
lainnya. Peraturan tersebut menyatakan kewajiban memberi label pada produk pangan hasil
rekayasa genetika yang DNA-nya dapat dideteksi atau pada saat uji terdapat 5% bahan
transgenik pada produk akhir. Sementara untuk galur yang tidak disetujui tidak boleh masuk ke
negara Jepang.

Hapus
Batal

c
Anonymous
Maret 8, 2010 pukul 10:13 am | #2
Kutip

BIOTEKNOLOGI DAN APLIKASINYA

A. Sejarah Perkembangan Bioteknologi

Abad ke XXI sering disebut abad bioteknologi dan biomolekuler, yang diharapkan dapat
memecahkan berbagai masalah berkaitan dengan kesejahteraan manusia.

Bioteknologi adalah teknik penggunaan makhluk hidup, atau bahan yang didapat dari makhluk
hidup, untuk membuat suatu produk dan jasa yang bermanfaat bagi manusia.

Perkembangan ilmu selanjutnya membawa manusia mengenal kromosom. Pada awal tahun
1880-an Wilhelm Roux memperkirakan bahwa kromosom adalah pembawa bahan hereditas.
Ahli lain, Mendel mempelajari perilaku kromosom sebagai pembawa bahan hereditas ini.
Menurut Mendel, orgaisme membawa dua unit hereditas bagi setiap sifat keturunan. Selanjutnya
teori Mendel sesuai juga dengan kenyataan, bahwa induk menurunkan hanya separoh kromosom
melalui sel kelamin.

Pada tahun 1860-an Fredrich Miescher berhasil mengisolasi bahan dari inti sel ini, setelah
diidentifikasi diketahui mengandung protein dan asam nukleat.
Selanjutnya diketahui bahwa asam nukleat tersusun atas unit pembangun yang dikenal dengan
nukleotida. Satu nukleotida terdiri dari gula (ribose), gugus fosfat dan empat macam basa
nitrogen. Untuk kromosom, gulanya adalah deoksiribosa, sehingga disebut DNA (deoxyibose
nucleic acid): dan keempat macam basanya adalah adenin (A), timin (T), sitosin (C) dan guanin
(G). Untaian DNA ini selanjutnya dikenal dengan gen.

Pada pertengahan tahun 1970, ahli Bioteknologi menemukan teknologi baru yang dikenal dengan
antibodi klon tunggal. Prinsip antibodi klon tunggal berbeda dengan antibody klon ganda. Kisah
antibody klon tunggal dimulai pada tahun 1974, ketika George Kohler dan Cecar Milstein dari
Medical Research Council¶s Laboratory of Molecular Biology di Cambridge, Inggris, mengamati
sesuatu yang kemudian menjadi masalah menonjol yang belum terpecahkan dalam imunologi.
Antibody adalah bagian dari pertahanan tubuh terhadap benda asing yang ingin masuk ke dalam
tubuh, termasuk organisme penyebab penyakit.

Produksi antibody dikendalikan oleh gen, Kohler dan Milstein mempunyai ide untuk
menyatukan sel penghasil antibodi normal dengan sel dari tumor yang mengkanker, yang disebut
mieloma. Teknologi ini menghasilkan sel hybrid yang selanjutnya dapat dikulturkan dan
menghasilkan klon. Semua hybrid klon yang sama menghasilkan molekul antibodi yang sama
pula, oleh karena itu disebut antibodi klon tunggal (monoclonal antibody).

Perkembangan bioteknologi telah membawa manusia untuk dapat mengobati penyakit keturunan
atau penyakit yang disebabkan adanya kelainan genetis, yaitu dengan memasukkan gen yang
baik ke dalam sumsum tulang belakang, dikenal dengan metode transfer gen.

Metode transfer gen yang sedang dikembangkan untuk mengobati penyakit genetic manusia
tersebut diatas adalah untuk memasukkan gen baru ke dalam sel somatic saja. Gen tersebut tidak
dapat diturunkan pada anak jika tidak berada pada sel benih yang menghasilkan sperma dan sel
telur.

B. Rekayasa Genetika

Rekayasa genetika merupakan salah satu teknik yang dilakukan untuk mengkombinasikan gen
yang sudah ada dalam suatu makhluk hidup sehingga susunan gennya menjadi berubah. Gen
yang telah direkayasa susunannya tersebut dapat menyebabkan suatu makhluk hidup
menghasilkan suatu senyawa/produk tertentu yang diinginkan kita.

Melalui rekayasa genetika manusia ³menciptakan´ tanaman, hewan dan mikroorganisme baru.
Para ilmuwan telah berhasil mengungkapkan kode genetis yang menentukan sifat-sifat khusus
semua makhluk hidup dan kini telah mampu mengkombinasikan gen-gen yang kalau secara
alami, tidak akan pernah berkombinasi.

Perubahan genetis bukan sesuatu yang baru, karena secara alami dapat terjadi melalui peristiwa
yang disebut mutasi.
Teknik yang paling dikenal untuk mengubah makhluk hidup secara genetic adalah DNA
rekombinan (rDNA). DNA adalah singkatan dari Deoksiribonukleat Acid, suatu molekul yang
mengkoda intruksi biologis.

Pada tahun 1978 beberapa ahli seperti Werner Arber, Hamilton Smith, dan Daniel mendapatkan
hadiah nobel untuk penemuannya tentang Endonuklease restriksi, yaitu enzim yang dapat
memotong DNA. Paul Berg untuk hybrid SU-40-I (Simin Virus-40 bakteriofage I) dalam teknik
DNA rekombinan.
Dengan enzim tersebut, kini manusia dapat memotong-motong dan mengeluarkan gen dari
tempatnya pada kromosom, dan memindahkannya ke sel individu lain atau jenis makhluk lain,
dan dapat bekerja normal dalam tubuh penerima atau yang mengalami rekayasa itu.

Perlengkapan yang diperlukan untuk rekayasa genetika adalah : (1) enzim pemotong gen yaitu
Endonuklease retriksi, (2) enzim penyambung gen yang dikehendaki yaitu Ligase, (3) vektor
yang membawa gen yang akan disisipi/dititipkan dapat berupa plasmid bakteri (gen diluar
kromosom bakteri) atau virus, dan (4) inang. Adapun tahap-tahap rekayasa genetika adalah
sebagai berikut L1) mendapatkan gen yang diinginkan (gen yang diinginkan dari suatu indifidu
dipotong dengan enzim endonuklease restriksi), (2) gen dengan enzim ligase, (3) vektor yang
sudah membawa gen titipan dimasukkan ke dalam inang, (4) vektor dalam sel inang
ditumbuhkan, (5) isolasi produk dari inang, (6) penyempurnaan produk.

C. Aplikasi Bioteknologi

Bioteknologi meliputi disiplin molecular, mikrobiologi, genetika, biokimia, dan yang terpenting
rekayasa untuk menghasilkan produk-produk spesifik yang menghasilkan uang dan bermanfaat
untuk masyarakat. Bioteknologi dapat dikelompokkan ke dalam low level biotechnology.

Makhluk hidup yang digunakan untuk mengembangkan bioteknologi dapat hewan, tanaman, atau
mikroorganisme. Berikut ini adalah gambaran aplikasi bioteknologi di berbagai bidang.

1. Di bidang Industri

Industri awalnya banyak yang memanfaatkan tanaman atau jaringan hewan untuk produksi suatu
bahan.

Mikroorganisme banyak digunakan untuk kepentingan industri dengan beberapa alasan,


diantaranya : 1) cepat berkembang baik, 2) memerlukan media yang relative murah untuk
pertumbuhannya, 3) tidak memerlukan area/tempat yang luas untuk produksinya.

a. Produksi Protein Sel Tunggal

Protein sel tunggal adalah sel mikroba kering seperti daging, bakteri, ragi, kapang, dan jamur
tinggi yang ditumbuhkan dalam kultur skala besar. Protein ini dipakai untuk konsumsi manusia
atau hewan. Produk itu juga berisi bahan nutrisi lain, sperti karbohidrat, lemak, vitamin dan
mineral.
Teknologi modern untuk membuat protein sel tunggal berasal dari tahun 1879 di Inggris dengan
diperkenalkannya adonan yang diinginkan untuk membuat ragi ropti (saccoramyces cerevisiase).
Sekitar tahun 1900, di America Serikat diperkenalkan oleh pemusing untuk memisahkan sel ragi
rotidari adonan pembiakan.

Produksi protein sel tunggal dapat melalui proses fotosintesis (untuk mikroorganisme yang
berklorofil), dapat pula melalui fermentasi (mikroorganisme yang tidak berklorofil)

Pengubahan senyawa organik menjadi protein sel tunggal oleh mikroba yang tidak berklorofil
dapat dibuat skemanya dengan persamaan reaksi berikut :

Karbon organik + nitrogen + mineral bahan nutrisi + O2

Protein sel tunggal + CO2 + H2O + Panas.

b. Produksi Protein Asing

Beberapa protein yang diekstrak dari sel-sel tubuh manusia dapat dipergunakan sebagai
antikanker dan antivirus, salah satu diantaranya adalah interferon. Dengan ditemukannya cara
untuk mengklongen, maka orang dapat memproduksi banyak interferon murni dalam sel bakteri.
Contoh protein lain adalah hormone, pertumbuhan manusia. Sementara itu, memproduksi protein
manusia dalam sel mikroba, dapat menimbulkan pertanyaan yang merangsang, yakni dalam hal
efek bahan yang diproduksi seperti hormon pertumbuhan manusia, interferon, atau interleukin,
apakah tidak mungkin akan dapat mempengaruhi fisiologi mikroba yang menghasilkannya.

c. Produksi Antibiotika

Antibiotika merupakan molekul paling kecil yang dihasilkan microba. Sejak Alexander Fleming
menemukan penicillin pada tahun 1928, maka penghambatan pertumbuhan mikroba telah
menimbulkan revolusi di bidang kedokteran. Banyak antibiotika saat ini telah diproduksi dari
mikroba, diantaranya : kanamisin, rifamisin, tetrasiklin dll. Perkembangan bioteknologi saat ini,
manusia dapat mengklonkan gen yang mengontrol pembentukan antibiotika ke dalam
mikroorganisme lain, misalnya e.coli.

d. Produksi Hormon

Pemakaian hasil rekombinan protein alami manusia untuk obat sudah mulai memenuhi harapan
bioteknologi di bidang kesehatan. Protein pertama adalah insulin rekombinan manusia dan
hormon pertumbuhan manusia. Kedua bahan farmasi ini sebenarnya belum dapat memenuhi
kebutuhan lain yang baru ditemukan, tetapi tlah dapat menggantikan protein alami. Hormon
pertumbuhan manusia hanya dapat diperoleh dari kelenjar otak manusia yang telah meninggal.

Pemakaian insulin rekombinan untuk manusia, menjamin cukupnya suplai hormon ini, tanpa
tergantung pada suplai pancreas ternak. Suplai hormon pertumbuhan rekombinan untuk manusia
yang tidak terbatas jumlahnya, yang dibuat oleh Gnentech, memungkinkan dapatnya anak-anak
yang kecil atau bertumbuh pendek, karena ketakmampuan kelenjar hipofisa menghasilkan
hormon pertumbuhan itu untuk memperoleh pengobatan secara optimal.

Manusia secara normal memiliki hormone pertumbuhan yang dihasilkan oleh hipofisa. Proses
pengeluaran hormone ini membutuhkan ³faktor pelepasan´ (relasing faktor), suatu senyawa yang
diperlukan untuk merangsang kelenjar hipofisa mengetahkannya.

Sebenarnya, kebanyakan kasus kerdil karena gangguan fungsi hipofisa adalah cacat biokimia
karena tidak adanya GRF.

e. Produksi Asam Amino dan Protein (enzim)

Mikroba memiliki ukuran renik serta perilaku dan kemampuannya yang beraneka macam, oleh
karena itu sejak lama digunakan untuk memproduksi bahan kimia, misalnya asam amino, protein
enzim, vitamin, asam lemak, pigmen maupun pilosakarida. Tabel«.« berikut ini menyatakan
contoh asam amino yang dihasilkan oleh mikroorganisme, dan contoh lain masih banyak yang
tidak disebutkan disini.

Tabel : Produksi Asam Amino oleh Mikroorganisme

Asam Amino

Mikroorganisme

Alanin

Brevibacterium Flavum

Arginin

Brevibacterium Flavum

Sitrulin

Bacillus subtilis

Asam Glutamate

Brevibacterium Flavum

Histidin

Corynebacterium Glutamicum

Isoleusin
Brevibacterium Flavum

f. Produksi Surfaktan

Surfaktan adalah suatu bahan yang bekerja mengemulsikan makanan atau bahan lain yang tidak
larut dalam air. Tabel berikut ini menyatakan contoh surfaktan yang dihasilkan oleh
Mikroorganisme.

Tabel : Produksi surfaktan oleh mikroorganisme

Senyawa

Mikroorganisme

Polimiksin B

Bacsillus polymyxa

Surfaktin

Bacsillus Subtilis

Trehalosa lipida

Rhodococcus Erythropolis

Ramnolipida

Pseudomonas aureus

Emulsan

Acinebacter calcoaceticus

g. Produksi Pengharum dan Penyedap

Industri telah banyak memanfaatkan makhluk hidup yang renik untuk memproduksi senyawa
yang beraroma (bau harum) dan rasa sedap. Tabel berikut ini memberikan contoh produksi
haruman dan sedapan oleh mikroorganisme.

Tabel : Produksi haruman dan sedapan oleh mikroorganisme.

Senyawa

Haruman/sedapan
Mikroorganisme

Benzil alcohol

Rasa Buah

Phellinus tremulus

Sironelol

Bau Mawar

Trametes odorata

Geranial

Bau Mawar

Ceratocystis variospora

6-Pentil- alphapiron

Rasa Kelapa

Trichoderma Viridae

Tetrametilpirazin

Rasa Kemiri

Corybacterium glutamicum

Metilfenilasetat

Rasa Madu

Tramates odorata

2. Bidang Kesehatan

Sampai saat ini perkembangan bioteknologi sangat mengejutkan dan hasilnya telah dapat
dirasakan masyarakat banyak. Salah satu terobosan adalah kemampuan mengklon gen, tidak
hanya Amerika Serikat saja yang memiliki kemampuan ini bahkan di Indonesia peneliti-peneliti
yang berkompeten di bidang ini banyak. Mengklon gen membuka bidang baru dalam kesehatan.
DNA rekombinan dan teknologi antibodi klon tunggal (monoclonat antibody), telah
mempercepat dicapainya prestasi di dalam memahami aspek biokimia dari fisiologi manusia.
Dulu, cara yang paling tepat untuk mendiagnosa gonorrhoea pada wanita ialah dengan lebih dulu
mengkultur bakteri penyebabnya, suatu prosedur yang memakan waktu 2 sampai 3 hari.
Diagnosa infeksi chlamydia khusus, bahkan lebih menyulitkan lagi, karena C, trachomatis hanya
dapat tumbuh dalam sel hidup, dan tes baru dapat dilakukan dengan memakan waktu 3 sampai 4
hari. Tes terbaru, dengan menggunakan antibody klon tunggal, telah sangat menyingkat waktu
untuk mendiagnosa kedua penyakit kelamin itu.

Antibodi klon tunggal juga dapat digunakan untuk mendeteksi kelainan genetic pada janin, ini
digunakan untuk diagnosa prenatal.

Salah satu cara untuk mengendalikan penyakit genetis ialah dengan mencegah kelahiran anak
yang terkena penyakit itu. Anggota suatu populasi yang memiliki resiko besar untuk mendapat
suatu penyakit genetic dapat diajari segala hal mengenai sifat dan penyebaran kelainan tertentu,
dan secara teratur dites adanya individu pembawa di kalangan mereka dengan informasi ini,
pasangan yang memiliki resiko mendapat anak yang mengidap penyakit itu dapat diidentifikasi,
lalu diberi nasehat sehingga mereka dapat menetapkan pilihan dalam mengendalikan kelahiran
anak yang kena penyakit keturunan demikian. Mereka dapat memilih, apakah mencegah
kehamilan sama sekali,atau jika masih ingin mendapatkan anak, perlu dilakukan diagnosa
prenatal (sebelum lahir), dan harus digugurkan jika terbukti janinnya mendapat penyakit itu.
Dalam 10 tahun belakangan, sudah dapat dibuat cara tes yang aman dan tepat untuk diagnosa
prenatal terhadap sikle anemia dan thalassemia.

3. Di Bidang Lingkungan

Beberapa puluh tahun yang lalu, penggunaan bahan kimia organik sintetis sebagai insektisida
mampu menyelamatkan jutaan kehidupan. Jika tidak ada bahan itu, maka banyak kehidupan
musnah, karena banyak penyakit yang ditularkan oleh serangga. Sebagai contoh malaria. Bahan
kimia juga telah berperan dalam meningkatkan hasil pertanian sampai berlipat ganda.

Penggunaan bahan kimia sintesis secara terus menerus dapat menimbulkan jenis hama yang
tahan terhadapnya. Sehingga bahan kimia tersebut tidak mampu lagi membasminya jadi dapat
memunculkan hama yang resisten atau kebal terhadap inteksida. Sebagai contoh, nyamuk yang
menularkan malaria kini kebal terhadap DDT (dikhorodifenilkhoroethane), yang telah bertahun-
tahun merupakan bahan pilihan untuk mengontrol hama ini.

Harapan besar yang sedang dilakukan para ilmuwan di bidang bioteknologi adalah pengontrolan
hama secara biologis atau menggunakan bahan alami. Salah satu cara yang dapat dilakukan
adalah melepaskan serangga jantan yang steril, dan penggunaan feromon untuk mengganggu
perilaku makan makan atau berbiak serangga.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kekebalan terhadap serangga pathogen kemungkinannya


lebih kecil dari pada jika menggunakan bahan kimia sintesis, contoh microba yang digunakan
untuk keperluan ini dalah Bacsillus thuringiensis, untuk mengontrol nyamuk.

4. Di Bidang Pertanian
Salah satu contoh aplikasi bioteknologi di bidang pertanian adalah mengembangkan tanaman
transgenic yang memiliki sifat (1) tolerans terhadap zat kimia tertentu (tahan herbisida), (2) tahan
terhadap hama dan penyakit tertentu, (3) mempunyai sifat-sifat khusus (misalnya : tomat yang
matangnya lama, padi yang memproduksi beta-caroten dan vitamin A, kedelai dengan lemak tak
jenuh rendah, strawberry yang rasanya manis, kentang dan pisang yang berkhasiat obat), (4)
dapat mengambil nitrogen sendiri dari udara (gen dari bakteri pemfiksasi nitrogen disisipkan ke
tanaman sehingga tanaman dapat memfiksasi nitrogen udara sendiri), dan (5) dapat
menyesuaikan diri terhadap lingkungan buruk (kekeringan, cuaca dingin, dan tanah bergaram
tinggi).

Berikut ini adalah organisme hasil rekayasa genetik di Indonesia yang telah dikonsultasikan
dengan FDA :

No.

GMO & Produsen

Gen, produk gen & asal gen

Sifat baru turunan I

Produk Turunan II

Produk

1.

Jagung (Monsanto)

Enzim EPSPS, Bakteri Agrobacterium

Tahan herbisida glifosat

- Maizena

- Modified corn starch

- Minyak jagung

- Biskuit

- Tepung kue

- Minyak Jagung

2.
Jagung (Aventis)

Enzim PAT, bakteri Bacillus amvloliquefaciens

Tahan herbisida glufosinat

- S.d.a

- S.d.a

3.

Padi (Aventis)

Enzim PAT, bakteri Streptomyces hygroscopicus

Tahan herbisida glufosinat

- Tepung beras

- Bihun

4.

Kedelai (Monsanto)

Enzim PAT, bakteri Viridochromagenes

Tahan herbisida glufosinat

- Isolate Soy Protein (ISP)

- Lesitin

- Tepung kedelai

-Susu kedelai, susu rendah laktosa, susu bubuk, biskuit

5.

Kentang (Monsanto)

Gen CryIIIA, PLRV replikase, Bakteri B. Thuringiensis

Tahan Kumbang (Colorado)


- Potato starch

- Modified starch

- Snack food

Biskut, mie

6.

Tomat (Calgene)

Enzim antisense PG, Tomat

Penundaan pelunakan buah tomat

- Pasta tomat

-Pasta tomat

7.

Gandum (Canada)

Modified AHAS genes, Gandum kultifar GGrandi

Tahan herbisida imidazolinon

- Tepung gandum

- Roti, biscuit

5. Di Bidang Pertambangan

Mikroorganisme atau mikroba terus membentuk dan menguraikan mineral dalam kerak bumi
sejak zaman purba. Sejak tahun 1000 sebelum masehi, para penambang logam di lembah laut
tengah mengambil tembaga dengan memanfaatkan kemampuan atau aktivitas bakteri untuk
melepas tembaga tersebut dari jebakan bahan lain yang tidak larut.

Peran sesungguhnya bakteri dalam melepas logam dari jebakan mineral bebatuan baru diketahui
pada tahun 1947, yaitu ketika Arthur Colmer dan ME Hinkle dari Universitas Virginia dapat
mengidentifikasi jenis bakteri tersebut. Bakteri ini disebut Thiobacillus ferrooxidans dan melepas
logam dari sulfida jebakan.
Sekarang banyak negara di seluruh dunia mengembangkan bioteknologi ini. Logam-logam yang
berhasil dilepas adalah : uranium, kobalt, emas, nikel, seng, timah hitam. 10% tembaga yang ada
di Amerika Serikat diperoleh dengan cara ini.

D. Rekayasa Bioteknologi dan Bioetika

Rekayasa genetika dapat diartikan suatu proses percepatan evolusi yang dilakukan oleh manusia.
³Evolusi tidak dapat diprediksi, namun bila kita sudah mulai mengganggu kehidupan,
kemungkinan kehidupan akan berbalik melawan kita.´ Ujar Steve Jones, ahli ilmu genetika dan
evolusi pada College University, di London.

Berikut ini beberapa potensi dampak negatif yang mungkin muncul akibat tanaman transgenik
terhadap lingkungan hidup :

1. Munculnya gulmasuper (karena tanaman yang dicobakan adalah tanaman transgenik tahan
herbisida). Pada gilirannya gulma super ini dapat mengancam tanaman utamanya, gulmanya sulit
dibasmi. Selain itu gen tanaman transgenik dapat meloncat ke tanaman lain yang kekerabatannya
dekat.
2. Munculnya hama super (untuk tanaman transgenik yang tahan pada serangga hama tertentu.
Misalnya hama tersebut dapat beradaptasi dengan racun B. thuringiensis yang gennya sudah
disisipkan pada tanaman transgenik)
3. Penggunaan pestisida meningkat, karena munculnya gulma super.
4. Penyusutan keanekaragaman hayati, karena kecenderungan petani menanam tanaman
transgenik dalam jumlah besar (keseimbangan ekosistem menjadi terganggu akibatnya beberapa
tanaman, gulma dan serangga hama berkurang).
5. Berdampak negatif pada petani organik yang bebas tanaman transgenik karena tanamannya
terkontaminasi oleh gen tanaman transgenik melalui penyerbukan).

Dari berbagai dampak negatif yang disajikan di atas, sejumlah organisasi konsumen di dunia
menerapkan prinsip kehati-hatian, terutama untuk mengkonsumsi bahan pangan yang diperoleh
dari hasil rekayasa genetika karena masih harus dipertimbangkan resiko kesehatannya walaupun
biasanya pemerintah menyatakan pangan tersebut aman untuk dikonsumsi.

Pangan transgenik berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan manusia dalam 4
aspek sebagai berikut :

1. Gen yang disisipkan dapat menyerang sel-sel manusia

Pendapat ini ada pro dan kontranya. Bagi yang mendukung karena ada bukti bahwa gen yang
disisipkan dapat berpindah ke bakteri lain yang ada di usus kita sehingga menyebabkan resistensi
manusia terhadap antibiotik tertentu. Sedangkan yang kontra menyatakan bahwa manusia punya
mekanisme untuk menghancurkan gen asing yang tidak dikenal.

2. Penurunan kandungan gizi dan peningkatan racun di dalam tanaman transgenik (petani seledri
terserang bintil-bintil merah karena racun yang dikeluarkan seledri walaupun galur seledri
tersebut diperoleh secara konvensional).
3. Alergi (gen baru yang disisipkan bisa memproduksi senyawa baru yang memicu alergi pada
orang tertentu).
4. Resistensi terhadap antibiotik.

Selain resiko bagi lingkungan hidup dan kesehatan, hasil rekayasa genetik juga menghadirkan
masalah moral yang mendalam berkaitan dengan pemindahan gen-gen diantara manusia, hewan,
tanaman dan mikroorganisme. Sebagian orang menolak rekayasa genetika karena dianggap
³mengganggu keseimbangan alam´, atau ³berperan sebagai Tuhan´. Beberapa agama
memandang rekayasa genetika dari sudut berbeda-beda. Misalnya ada yang mempunyai
kepercayaan bahwa Tuhan menciptakan semua bentuk kehidupan dengan ³rancangan terbaik´
yang tidak boleh diubah oleh manusia kecuali untuk memperbaiki ³penyimpangan´ agar kembali
ke bentuk aslinya. Sementara umat yang lain beranggapan bahwa manusia telah diberi kekuasaan
untuk memanfaatkan alam, walaupun manusia juga bertindak sebagai pemelihara dan pelindung,
artinya keamanan dan kesejahteraan makhluk hidup/hewan terjaga.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, rupanya lebih bijaksana apabila produk rekayasa
genetika diberi label khusus. Di Uni Eropa pada Desember 1986, mengesahkan peraturan tentang
pangan baru (Novel food regulation), yang mewajibkan pelabelan pada produk transgenik (misal
pangan transgenik) tersebut berbeda dari pangan konvensional yang kemungkinan menimbulkan
masalah etika.

Negara-negara yang mendukung pelabelan untuk produk transgenik adalah Belanda, Denmark,
Perancis, India dan banyak negara lainnya. Peraturan tersebut menyatakan kewajiban memberi
label pada produk pangan hasil rekayasa genetika yang DNA-nya dapat dideteksi atau pada saat
uji terdapat 5% bahan transgenik pada produk akhir. Sementara untuk galur yang tidak disetujui
tidak boleh masuk ke negara Jepang.

SEJARAH

1. Periode Perkembangan bioteknologi


Pemanfaatan mikrob untuk kepentingan manusia telah ada sejak zaman sebelum masehi. Hingga
sekarang manusia telah mengalami tiga periode perkembangan bioteknologi, yaitu sebagai
Berikut :
a. Periode bioteknologi tradisional ( sebelum abad ke-15 M ) Dalam periode ini
telah ada teknologi pembuatan minuman bir dan anggur menggunakan ragi (6000 SM),
mengembangkan roti dengan ragi (4000 SM), dan pemanfaatan ganggang sebagai sumber
makanan yang dilakukan oleh bangsa aztek (1500 SM ).
b. Periode bioteknologi ilmiah ( abad ke-15 sampai ke-20 M), Periode ini
ditandai dengan adanya beberapa peristiwa berikut ini :
1) Tahun 1670 : usaha penambangan biji tembaga dengan bantuan mikrob di Rio Tinto, Spanyol.
2) Tahun 1686 : Penemuan mikrosop oleh Antony van Leeuwenhoek yang juga menjadi manusia
pertama yang dapat melihat mikrob.
3) Tahun 1870 : Louis pasteur menemukan adanya mikrob dalam makanan dan minuman.
4) Tahun 1890 : alkohol dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar motor.
5) Tahun 1897 : penemuan enzim dari ekstrak ragi yang dapat mengubah gula menjadi alkohol
oleh Eduard Buchner.
6) Tahun 1912 : pengelolahan limbah dengan menggunakan mikrob.
7) Tahun 1915 : produksi aseton, butanol, dan gliserol dengan menggunakan bakteri.
Tahun 1928 : penemuan zat antibiotik penisilin oleh Alexander Fleming
9) Tahun 1994 : Produksi besar-besaran penisilin
10) Tahun.1953 : penemuan struktur asam deoksiribo nukleat ( ADN ) oleh Crick dan Watson .

c. Periode bioteknologi modern ( abad ke-20 M sampai sekarang)


Periode ini diawali dengan penemuan teknik rekayasa genetik pada tahun 1970-an. Era rekayasa
genetik dimulai dengan penemuan enzim endonuklease restiksi oleh Dussoix dan Boyer. Dengan
adanya enzim tersebut memungkinkan kita dapat memotong ADN pada posisi tertentu,
mengisolasi gen dari kromosom suatu organisme, dan menyisipkan potongan ADN lain ( dikenal
dengan teknik ADN rekombinan).
Setelah penemuan enzim endonuklease restriksi, dilanjutkan dengan program bahan bakar
alkohol dari brazil, teknologi hibridoma yang menghasilkan antibodi monoklonal (1976),
diberikannya izin untuk memasarkan produk jamur yang dapat dikonsumsi manusia kepada Rank
Hovis Mc. Dougall (1980). Peran teknologi rekayasa genetik pada era ini semakin terasa dengan
diizinkannya penggunaan insulin hasil percobaan rekayasa genetik untuk pengobatan penyakit
diabetes di Amerika Serikat pada tahun 1982. insulin buatan tersebut diproduksi oleh perusahaan
Eli Lilly dan Company. Hingga saat ini, penelitian dan penemuan yang berhubungan dengan
rekayasa genetik terus dilakukan. Misalnya dihasilkan organisme transgenik penelitian genom
makhluk hidup.

B. Peranan dan Produk Bioteknologi

1. Peranan Bioteknologi
a. Teknik enzimatis
Enzim merupakan katalis dalam reaksi kimia sehingga reaksi tersebut dapat berlangsung lebih
cepat Dalam bioteknologi, Enzim digunakan dalam bahan makanan, industri kimia, dan farmasi (
sintesis asam amino dan antibiotik) . Pada produk makanan minuman, Enzim telah lam
digunakan untuk membuat keju, bir, pemanis, dan anggur. Di Amerika Serikat, sirup berkadar
gula tinggi dari jagung merupakan produk terbesar yang dibuat menggunakan teknologi
enzimatis. Enzim renin yang dihasilkan dari lambung anak sapi bermanfaat untuk menghasilkan
dalah susu yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan keju. Pada industri minuman, enzim
digunakan untuk membuat minuman sari buah, anggur dan bir agar tahan terhadap dingin. Selain
itu, bahan ini dapat dipakai untuk membuat permen dengan rasa manis sedang.

b. Teknik fermentasi
Fermentasi (peragian) adalah proses penguraian motabolik senyawa
organik oleh makrob pada kondisi anaerob yang menghasilkan energi dan gas. Teknik dapat
digunakan dalam pengelolahan bahan baku untuk menghasilkan produk berupa makanan,
minuman, dan obat-obatan. Proses teknik fermentasi dapat digambarkan dengan diagram sebagai
berikut.

Gb.2.2 Proses Teknik Fermantasi


1. Tahap Pengelolahan bahan baku
Bahan baku yang akam difermentasi lebih dahulu diolah menjadi subtrat dengancara
menghauluskan (pada bahan baku padat) atau dengna mengantur pH, penambangan air, dan
pengaturan komposisi senyawa makro / mikro.
2. Tahap sterlisasi
Bahan subtrat disetrilkan agar tidak terkontaminasi oleh mikrob lain yang dapat mengangu
proses.
3. Tahap fermentasi
Proses fermentasi biasanya dilakukan dalam bioeraktor, yaitu suatu tabung tertutup yang dapat
diataur mengadukan, pengudaraan (aeransi), suhu optimumnya. Di dalam bioreaktor telah
terdapat ragi atau yang dibutuhkan
4. Tahap pemisahan hasil
Pemisahan antara produk dan residu ( hasil sampingan ) dapat dilakukan dengna cara filtrasi
(penyaringan )
5. Tahap pengelolahan hasil
Produk yang sudah dihasilkan diolah lebih lanjut dengan menambahkan zat adiktif untuk
menambah aroma atau warna yang lebih menarik
6. Tahap produk akhir
Produk akhir merupakan produk yang telah siap di pasarkan.

Bioremediasi adalah proses pengguanan mikrob untuk menyingkirkan atau melenyapkan polutan
dari lingkungan. Bioremendiasi dibedakan menjadi bioremendiasi intristik, yaitu biodegradsi
yang terjadi pada kondisi alami dan bioremendiasi yang direkayasa.
Keberhasilan bioremediasi sangat di tentukan oleh beberapa faktor, yaitu kontak antara mikrob
dan subtrat, keadaan fisik lingkungan yang tepat, nutrien oksigen, dan keberadaan senyawa
toksik bioremediasi meliputi dua tipe, yaitu fitoremediasi dan biofiltrasi, fitoremidiasi adalah
pemanfaatan atau fungsi untuk menyisihkan polutan komplek dari buangan limbah industri.
Bahan-bahan sisa dari minyak bumi dan minyak kelapa tersebut masih mengandung berbagai
macam asam lemaka berantai panjang dan pendek yang dapat dimanfaatkan sebagai subtrat
penghasil asam laurat. Asam lemak tersebut dapat dikomersialisasikan sebagai kompenen utama
sabun dan deterjen. Produksi asam laurat dari limbah- limbah tersebut dapat ditingkatkan dengan
menggunakan mikrob yang telah dimodifikasi. Salah satu mikrob tertsebut adalah Candida sp.

2. Produk Bioteknologi
Pada zaman kita telah dapat menjumpai berbagi produk bioteknologi, misalnya, bayi tabung,
makanan dan minuman hasil fermentasi, obat antibiotik, dan organisme transgenitik.
Bayi tabung ( test tube baby ) adalah bayi yang berasal dari pembuahan sel telur ibu sperma yang
diambil dari suami atau donor dalam piring kaca laboratorium. Zigot hasil pembuahan akan
tumbuh memjadi berpuluh puluh sel. Zigot tersebut lalu dimaksukan kedalam rahim ibu semula
dan mengalami pertumbuhan sampi kelahiran. Teknik tersebut diperlukan bagi istri yang
ovumnya tidak bisa turun kedalam oviduk atau dilakukan kepada pasangan yang suaminya
mempunyai sperma sangat sedikit ( oligozoosermia ekstrem).

a. Bakteri transgenik
Teknologi ADN rekombinan digunakan untuk menghasilka bakteri yang di biakan dalam
bioreaktor. Beberapa produk yang di hasilkan bkteri anatara lain insuli, hormon pertumbuhan
manusia, dan vaksin hepatitis B.
Bakteri transgenitik dapat diunakan untuk meningkatkan kekebalan tanaman. Misalnya, bakteri
yang biasa hidup di akar tanaman jagung di beri gen yang mengandung racun serangga dari
bakteri lain sehingga dapat melindungi dari serangga serangga.
Beberapa bakteri dapat digunakan untuk meningkatkan mendegradasi substansi tertentu dan
kemapuan tersebut dapat ditingkatkan dengan rekayasa genetik, misalnya, bakteri pemakan
minyak dapat digunakan untuk membersihkan pantai dari tumpahan minyak industri bakteri
biofilter yang akan menyaring polutan kimia sebelum di lepas ke udara. Bakteri transgenik juga
dapat memindahkan sulfur dari batu bara sebelum di bakar dan membantu membersihkan area
perbuangan limbah toksik. Bakteri transgenik pendegradasi tersebut dapat pula diberi gen ´
sehingga akan mati setelah selesai bertugas.

c. Dampak Bioteknologi
1. Dampak Negatif Bioteknologi
Bioteknologi, seprti juga lain, mengandung resiko akan dampak negatif. Timbulnya dampak
yang merugikan terhadap keanekaragaman hayati disebabkan oleh potensi terjadinya aliran gen
ketanaman sekarabat atau kerabat dekat. Di bidang kesehatan manusia terdapat kemungkinan
produk gen asaing, seperti, gen cry dari bacillus thuringiensis maupun bacillus sphaeericus, dapat
menimbulkan reaksi alergi pada tubuh mausia, perlu di cermati pula bahwa insersi ( penyisipan )
gen asibg ke genom inag dapat menimbulkan interaksi anatar gen asing dan inang produk bahan
pertanian dan kimia yang menggunakan bioteknologi.
Dampak lain yang dapat ditimbulkan oleh bioteknologi adalah persaingan internasional dalam
perdagangan dan pemasaran produk bioteknologi. Persaingan tersebut dapat menimbulkan
ketidakadilan bagi negara berkembang karena belum memiliki teknologi yang maju,
Kesenjangan teknologi yang sangat jauh tersebut disebabkan karena bioteknologi modern sangat
mahal sehingga sulit dikembangkan oleh negara berkembang. Ketidakadilan, misalnya, sangat
terasa dalam produk pertanian transgenik yang sangat merugikan bagi agraris berkembang. Hak
paten yang dimiliki produsen organisme transgenik juga semakin menambah dominasi negara
maju.

2. Dampak Positif Bioteknologi

Keanekaragaman hayati merupakan modal utama sumber gen untuk keperluan rekayasa genetik
dalam perkembangan dan perkembangan industri bioteknologi. Baik donor maupun penerima
(resipien) gen dapat terdiri atas virus, bakteri, jamur, lumut, tumbuhan, hewan, juga manusia.
Pemilihan donor / resipien gen bergantung pada jenis produk yang dikehendaki dan nilai
ekonomis suatu produk yang dapat dikembangkan menjadi komoditis bisnis. Oleh karena itu,
kegiatan bioteknologi dengan menggunakan rekayasa genetik menjadi tidak terbatas dan
membutuhkan suatu kajian sains baru yang mendasar dan sistematik yang berhubungan dengan
kepentingan dan kebutuhan manusi ; Kegiatan tersebut disebut sebagai bioprespecting.
Perdebatan tentang positif untuk mengatasi dampak negatif yang dapat ditimbulkan bioteknologi,
antara lain pada tahun 1992 telah disepakati konvensi keanekaragaman Hayati, ( Convetion on
Biological Diversity )yang mengikat secara hukum bagi negara-negara yang ikut
mendatanginnya . Sebagai tindak lanjut penadatanganan kovensi tersebut, Indonesia telah
meratifikasi Undang-Undang No. 5 Tahun 1994. perlu anda ketahui, Negara Amerika Serikat
tidak ikut menadatangani konvensi tersebut. Di sepakati Pula Cartegena Protocol on Biosafety (
Protokol Cartegena tentang pengamanan hayati ). Protokol tersebut menyinggung tentang
prosedur transpor produk bioteknologi antara negara untuk mencegah bahaya yang timbul akibat
dampak negatif terhadap keanekaragaman hayati. Ekosistem, dan kesehatan manusia. Pengertian
klon bioteknologi modern adalah pengadaan sel jasad renik, sel (jaringan), molekul bibit
tanaman melalui setek yang banyak dilakukan pada tanaman perenial, antara lain kopi, teh, karet,
dan mangga. Perbanyakan bibit dengan teknik kultur jaringan, kultur organ, dan embiogenesis
somatik dapat pula diterapkan pada jaringan hewan dan manusia. Tidak seperti pada tumbuhan,
kultur pada hewan dan manusia tidak dapat dikembangkan menjadi individu baru.

Secara ringkas, berikut ini beberapa implikasi bioteknologi bagi perkembangan sains dan
teknologi serta perubahan lingkungan masyarakat.

a. Bioteknologi dikembangkan melalui pendekatan multidisipliner dalam wacana molekuler.


Ilmu-ilmu dasar merupakan tonggak utama pengembangan bioteknologi maupun industri
bioteknologi
b. Bioteknologi dengan pemanfaatan teknologi rekayasa genetik memberikan dimensi baru untuk
menghasilkan produk yang tidak terbatas.
c. Bioteknologi pengelolahan limbah menghasilkan produk biogas, kompos, dan lumpur aktif.
d. Bioteknologi di bidang kedokteran dapat menghasilkan obat-obatan, antar lain vaksin ,
antibiotik, antibodi monoklat, dan intrferon
e. Bioteknologi dapat meningkatkan variasi dan hasil pertanian melalui kultur jaringan, fiksasi
nitrogen pengendalian hama tanaman, dan pemberian hormon tumbuhan.
f. Bioteknologi dapat menghasilkan bahan bakar dengan pengelolahan biommasa menjadi etanol
(cair) dan metana (gas)
g. Bioteknologi di bidang industri dapat menghasilkan makanan dan minuman, antara lain
pembuatan roti, nata decoco, brem, mentega, yoghurt, tempe, kecap, bir dan anggur