Anda di halaman 1dari 26

PEMELIHARAAN

INSTALASI AIR DINGIN

KULIAH 3 PEMELIHARAAN GEDUNG PERKANTORAN


REFERENSI :
1. SOUFYAN MOH. NOERBAMBANG &
TAKEO MORIMURA
2. SULARSO & HARUO TAHARA
Daftar pemeriksaan (check list) untuk
sistem penyediaan air dingin
Daftar pemeriksaan (check list) untuk
sistem penyediaan air dingin (lanjutan)
PEMERIKSAAN KONDISI OPERASIONAL POMPA
(PEMERIKSAAN HARIAN)
PEMERIKSAAN KONDISI OPERASIONAL POMPA
(PEMERIKSAAN BULANAN)
PEMERIKSAAN KONDISI OPERASIONAL POMPA
(PEMERIKSAAN TAHUNAN)
PEMERIKSAAN KONDISI OPERASIONAL POMPA
(PEMERIKSAAN ATAS BAGIAN-BAGIAN YANG AUS)
CONTOH KONSTRUKSI POMPA SENTRIFUGAL
KECIL
TEMPAT-TEMPAT YANG PERLU DIPERIKSA TIAP HARI
GEJALA DAN PENYEBABNYA DAN PEREDAM
PEMERIKSAAN, KALAU POMPA TIDAK MAMPU
MENGANGKAT AIR
GEJALA DAN PENYEBABNYA DAN PROSEDUR
PEMERIKSAAN, KALAU LAJU ALIRAN AIR DAN
TEKANANNYA TIDAK CUKUP
GEJALA DAN PENYEBABNYA DAN PROSEDUR
PEMERIKSAAN PADA POMPA HORIZONTAL, KALAU
ADA GETARAN DAN KEBISINGAN
PUKULAN AIR DAN PENCEGAHANNYA

• PENYEBAB PUKULAN AIR

Bila aliran air dalam pipa dihentikan secara mendadak oleh


keran atau katup, tekanan air pada sisi atas (upstream) akan
meningkat dengan tajam dan menimbulkan “gelombang
tekanan” yang akan merambat dengan kecepatan tertentu,
dan kemudian dapat dipantulkan kembali ke tempat semula.

Gejala ini menimbulkan kenaikan tekanan yang sangat tajam


sehingga menyerupai sautu pukulan, dan dinamakan gejala
pukulan-air (water hammer). Tekanan yang timbul dinamakan
tekanan pukulan-air (water hammer pressure)

Pukulan mengakibatkan berbagai kesulitan seperti kerusakan


pada peralatan plambing, getaran pada sistim pipa, patahnya
pipa, kebocoran dan suara berisik. Dapat mengurangi umur
kerja peralatan dan sistim pipa
Rumus Gelombang Tekanan yang
Timbul Pada Gejala Pukulan-Air

(K )(g )(γ )
a=
(K )(d )
1+
(E)(t )
• Dimana :
a : kecepatan rambat gelombang tekanan (m/det)
K : koefisien elastisitas volumetrik air (kg/m2)
untuk air bersih pada temperatur normal nilai K adalah
sebesar 207-juta (kg/m2)
g : akselerasi gravitasi = 980 (m/det2)
berat spesifik air (kg/m3)
untuk air bersih dapat diambil = 1000 (kg/m3)
E : koefisien elastisitas memanjang dari bahan pipa (kg/m2)
pipa baja karbon E = 21000-juta (kg/m2)
pipa besi tuang E = 10000 –juta (kg/m2)
pipa tembaga E = 15400-juta (kg/m2)
pipa PVC E = 250-juta (kg/m2)
d : diameter-dalam dari pipa (m)
t : tebal dinding pipa (m)
KEKUATAN TEKANAN PUKULAN-AIR

• Kekuatan tekanan pukulan-air bergantung pada jarak waktu


untuk menutup keran atau katup tersebut, T (detik).
• Kalau jarak yang harus ditempuh gelombang tekanan
sebelum dipantulkan adalah L (m), maka waktu yang
ditempuh gelombang tekanan tersebut untuk kembali lagi
adalah (2)(L)/(a) [detik].
• Secara umum dapat dikatakan bahwa tekanan pukulan air
akan besar kalu T lebih bear atau sama dengan (2)(L)/(a).
• Besarnya tekanan pukulan-air sebanding dengan
kecepatan aliran air sebelum katup menutup.
• Karena itu kecepatan ini harus dikurangi sebelum katup
menutup rapat.

Pukulan-air cenderung terjadi dalam keadaan berikut ini:


1) tempat-tempat di mana katup ditutup/dibuka mendadak
2) Keadaan di mana katup ditutup/dibuka mendadak
3) Keadaan di mana kecepatan air dalam pipa selalu tinggi
4) Keadaan di mana banyak jalur ke atas dan ke bawah
dalam sistim pipa
5) Keadaan dimana banyak belokan dibandingkan jalur lurus
6) Keadaan dimana temperatur air tinggi
PENCEGAHAN GEJALA
PUKULAN-AIR

• Menghindarkan tekanan kerja


yang terlalu tinggi
• Menghindarkan kecepatan
aliran yang terlalu tinggi
• Memasang rongga udara atau
alat pencegah pukulan-air
• Menggunakan dua katup-bola-
pelampung pada tangki air
KAVITASI
(SUMBER : SULARSO, HARUO TAHARA)

• Kavitasi adalah gejala menguapnya zat cair yang


sedang mengalir, karena takanannya berkurang
sampai di bawah tekanan uap jenuhnya.
• Misalnya, air pada tekanan 1 atmosfir akan mendidih
dan menjadi uap jenuh pada temperatur 100oC. Tetapi
jika tekanan direndahkan maka air akan mendidih pada
temperatur yang lebih rendah. Jika tekanannya cukup
rendah maka pada temperatur kamarpun air dapat
mendidih.
• Apabila zat cair mendidih, maka akan timbul
gelembung-gelembung uap zat cair. Hal ini dapat
terjadi pada zat cair yang sedang mengalir di dalam
pompa maupun di dalam pipa. Tempat-tempat yang
bertekanan rendah dan/atau yang berkecepatan tinggi
di dalam aliran, sangat rawan terhadap terjadina
kavitasi. Pada pompa misalnya, bagian yang mudah
mengalami kavitasi adalah pada sisi isapnya. Kavitasi
akan timbul bila tekanan isap terlalu rendah.
KAVITASI
(SUMBER : SULARSO, HARUO TAHARA)

• Jika pompa mengalami kavitasi, maka akan timbul


suara berisik dan getaran. Selain itu performasi pompa
akan menurun secara tiba-tiba, sehingga pompa tidak
dapat bekerja dengan baik. Jika pompa dijalankan
dalam keadaan kavitasi secara terus-menerus dalam
jangka lama, maka permukaan dinding saluran di
sekitar aliran yang berkavitasi akan mengalami
kerusakan. Permukaan dinding akan termakan
sehingga menjadi berlubang-lubang atau bopeng.
Peristiwa ini disebut erosi kavitasi, sebagai akibat dari
tumbukan gelembung-gelembung uap yang pecah
pada dinding secara terus-menerus.

• Karena kavitasi sangat merugikan, yaitu


mengakibatkan turunnya performansi, timbulnya suara
dan getaran, serta rusaknya pompa, maka gejala ini
harus dicegah dengan segala cara.
PENCEGAHAN KAVITASI

• Kavitasi pada dasarnya dapat dicegah dengan membuat


Head Isap Positip Neto atau NPSH yang tersedia lebih besar
dari pada NPSH yang diperlukan. Dalam hal ini mengecilkan
NPSH yang diperlukan merupakan salah satu cara, yang
dapat diusahakan oleh fihak pabrik pompa. Di fihak lain,
menaikkan NPSH yang tersedia harus diusahakan oleh
pemakai pompa.
• Ketinggian letak pompa terhadap permukaan zat cair yang
diisap harus dibuat serendah mungkin agar head isap statis
menjadi rendah
• Pipa isap harus dibuat sependek mungkin. Jika terpaksa
dipakai pipa isap yang panjang, sebaiknya diambil pipa yang
berdiameter satu nomor lebih besar untuk mengurangi
kerugian gesek
• Sama sekali tidak dibenarkan untuk memperkecil laju aliran
dengan menghambat aliran sisi isap
• Jika pompa mempunyai head total yang berlebihan, maka
pompa akan bekerja dengan kapasitas aliran yang berlebihan
pula, sehingga kemungkinan akan terjadi kavitasi lebih besar.
Karena itu head total pompa harus ditentukan sedemikian
sehingga sesuai dengan yang diperlukan pada kondisi operasi
yang sesungguhnya.
• Bila head total pompa sangat berfluktuasi, maka pada
keadaan head terendah harus diadakan pengamanan penuh
terhadap terjadinya kavitasi. Namun dalam beberapa hal
terjadinya sedikit kavitasi yang tidak mempengruhi
performansi sering tidak dapt dihindari sebagai akibat dari
pertimbangan ekonomis. Dalam hal ini perlu dipilih bahan
impeler yang tahan erosi karena kavitasi.
Head Isap Positip Neto atau NPSH
• NPSH yang tersedia ialah : head yang dimiliki oleh zat cair
pada sisi isap pompa (ekivalen dengan tekanan mutlak pada
sisi isap pompa), dikurangi dengan tekanan uap jenuh zat cai
di tempat tersebut. Dalam hal pompa yang mengisap zat cair
dari tempat terbuka (dengan tekanan atmosfir pada
permukaan zat cair), maka besarnya NPSH yang tersedia
dapat ditulis sebagai berikut :

Pa Pv
hsv = − − hs − hts
• Diamana:
γ γ
hsv = NPSH yang tersedia (m)
Pa = tekanan atmosfir ( kgf/m2)
Pv = tekanan uap jenuh (kgf/m2)
,γ = berat zat cair per satuan volume (kgf/m3)
hs = head isap statis (m)
hs adalah positif (bertanda +) jika pompa terletak di
atas permukaan zat cair yang diisap, dan negatif (
bertanda -) jika dibawah.
hts = kerugian head di dalam pipa isap
NPSH bila tekanan atmosfir bekerja pada
permukaan air yang diisap
SIFAT-SIFAT FISIK AIR
(AIR DIBAWAH 1 atm, dan air jenuh di atas 100oC)
CONTOH PERHITUNGAN
“NPSH yang tersedia”

• Air bersih dengan temperatur 20oC harus dipompa


pada tekanan atmosfir sebesar 1,0 kgf/cm2. Lubang
isap pompa terletak 4 m di atas permukaan air.
Berapakah besar NPSH yang tersedia jika kerugian
head pipa isap adalah 0,25 m ?

• Jawaban :
Pa = 1,0 kgf/cm2 = 10000 kgf
pada 20oC, dari tabel, γ=0,9983 kgf/l = 998,3 kgf/m3 dan
Pv = 0,02383 kgf/cm2 = 238,3 kgf/m3

dihitung dengan persamaan diatas :

Pa Pv
hsv = − − hs − hts
γ γ
10.000 238,3
= − − 4 − 0,25 = 5,528m
998,3 998,3
“NPSH yang diperlukan”
• Kecepatan spesifik hisap

Q1 / 2
ns = n 3 / 4 n=
putaran pompa H
Q = kapasitas aliran (m3/detik)
H = head total pompa (m)
,n,Q,H adalah harga-harga pada titik efisiensi maksimum pompa

NPSH yang diperlukan = HsvN = σHN

,, σ = “koefisien kavitasi Thoma”

• Kecepatan spesifik hisap S

1/ 2
QN
S =n 3/ 4
H svN
1/ 2
QN ns H N3 / 4 ns H N3 / 4 ns
S =n = = = 3/ 4
H svN
3/ 4
H svN (σH N ) 3/ 4
σ
GRAFIK HUBUNGAN ANTARA
KOEFISIEN KAVITASI DAN KECEPATAN
SPESIFIK
CONTOH PERHITUNGAN
“NPSH yang diperlukan”

• Sebuah pompa jenis isapan tunggal satu tingkat


mempunyai kapasitas pada titik efisiensi terbaik
QN=0,72 m3/min dan head HN =30 m serta putaran
n=2910 rpm. Tentukan NPSH yang diperlukan untuk
kapasitas 100% dan 130% kapasitas pada efisiensi
terbaik.

• Jawaban :

Kecepatan spesifik n pada efisiensi terbaik adalah :

Q1 / 2 0,721 / 2
n s = n 3 / 4 = 2910 × 3/ 4
= 192,63
H 30

dari gambar 2.20 untuk diplot kira-kira nilai σ=0,08,


dihitung dengan rumus NPSH yang diperlukan adalah:
HsvN =σHN=0,08 x 30 = 2,4 m

Dalam gambar 2.21 untuk Q/QN = 1,3 , Hsv/HsvN=1,8


jadi NPSH yang diperlukan pada titik 120% QN adalah:

Hsv = 1,8 x HsvN = 1,8 x 2,4 = 4,32 m