Anda di halaman 1dari 6

ASUHAN

KEPERAWATAN
Pada Klien Dengan
Hemoroid

Trinoval Yanto Nugroho


[Pemilihan Tanggal]
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA KLIEN DENGAN HEMOROID
Disusun Oleh : Trinoval Yanto Nugroho
Mahasiswa Stikes Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap

A. PENGERTIAN
 Hemoroid adalah bagian vena yang berdilatasi dalam kanal anal (brunner & suddarth,
1996)
 Hemoroid merupakan vena varikosa pada anus (price, 1995)
 Hemoroid adalah pelebaran vena di dalam pleksus hemoroidalis yg tidak merupakan
keadaan patologik. (apabila sebabkan keluhan atau penyulit, diperlukan tindakan)
 Pleksus hemoroid intern mengalirkan darah ke vena hemoroidalis superioràvena porta
 Pleksus hemoroid eksterna mengalirkan darah ke peredaran sistemik melalui daerah
perineum dan lipat paha ke vena iliaka

HEMOROID

INTERNA EKSTERNA

PLEKSUS VENA PELEBARAN &


HEMOROIDALIS PENONJOLAN PLEKSUS
SUPERIOR DIATAS HEMOROID INFERIOR
GARIS MUKOKUTAN TERDAPAT DISEBELAH
DAN DITUTUPI OLEH DISTAL GARIS
MUKOSA (TIMBUL DI MUKOKUTAN (TIMBUL
SEBELAH DALAM DISEBELAH LUAR
SFINGTER ANI) SFINGTER ANI)

AKUT KRONIK
DERAJAT
I, II, III, IV

B. HEMOROID INTERNA
 Derajat i :perdarahan merah segar tanpa nyeri saat defekasi, tidak terdapat prolaps, pada
pemeriksaan anoskopi terlihat hemoroid yg membesar menonjol ke dalam lumen
 Derajat ii : menonjol melalui kanalis analis pada saat mengejan ringan, tetapi dapat masuk
kembali secara spontan
 Derajat iii : hemoroid menonjol saat mengejan dan harus didorong kembali sesudah
defekasi
 Derajat iv : hemoroid menonjol keluar dan tidak dapat didorong masuk

DERAJAT BERDARAH MENONJOL REPOSISI

I (+) (-) (-)


II (+) (+) Spontan
III (+) (+) Manual
IV (+) Tetap Tidak dapat
C. HEMOROID EKSTERNA
 Akut : pembengkakan bulat kebiruan pada pinggir anus (hematoma)ànyeri dan gatal
 Kronik : satu atau lebih lipatan kulit anus yang terdiri dari jaringan penyambung dan
sedikit pembuluh darah

D. MANIFESTASI KLINIS
 Gatal
 Nyeri
 Perdarahan warna merah terang saat defekasi

E. ETIOLOGI
 Konstipasi, diare
 Sering mengejan
 Kongesti pelvis pada kehamilan
 Pembesaran prostat
 Fibroma uteri
 Tumor rektum
 Penyakit hati kronik disertai hipertensi portal

F. PEMERIKSAAN
 Pd hemoroid yg mengalami prolapsàlapisan epitel penutup bagian yg menonjol keluar
mengeluarkan mukus yg dapat dilihat apabila penderita diminta mengedan.
 Px colok duburàhemoroid interna tdk dapat diraba (karena tekanan vena didalamya tidak
cukup tinggi, tidak nyeri)
 Anoskopàuntuk melihat hemoroid interna yang tidak menonjol keluar

G. KOMPLIKASI
1). Perdarahan
2). Trombosis
3). Strangulasiàhemoroid yang mengalami prolapsus, suplai darah dihalangi oleh sfingter
ani
PENATALAKSANAAN

A. GEJALA HEMOROID & KETIDAKNYAMANAN


 Good personal hygiene
 Hindari mengejan berlebihan selama defekasi
 Diet tinggi serat
 Laksatif
 Rendam duduk, suppositoria mengandung anastesi
 Tirah baring

B. TINDAKAN NON OPERATIF


 Fotokoagulasi inframerah
 Diatermi bipolar
 Terapi laser

C. NONKONSERVATIF
1). Skleroterapi
 Penyuntikan larutan kimia (ex fenol 5% dlm minyak nabati)àdisuntikkan di
submukosa dlm jaringan areolar yg longga di bawah hemoroid internaàtujuan utk
menimbulkan peradangan sterilàfibrotik&parut
 Penyuntikan pd daerah sebelah atas garis mukokutan dengan jarum panjang mll
anuskopi
2). Ligasi dengan gelang karet
Dgn bantuan anuskop, mukosa diatas hemoroid yg menonjol dijepit & ditarik atau dihisap
ke dalam tabung ligator khusus. Gelang karet didorong dr ligator dan ditempatkan scr
rapat di sekeliling mukosa pleksus hemoroidalisètjd nekrosis akibat iskemia (mukosa &
karet akan lepas sendiri)
3). Bedah beku
4). Hemoroidektomi
Terapi bedah pilihan utk penderita dg keluhan menahun pd hemoroid derajat III atau IV.