Anda di halaman 1dari 24

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI.............................................................................................. 1

I. PENGERTIAN STRUKTUR DATA................................................... 3

II. REVIEW RECORD (REKAMAN).................................................... 4

III. REVIEW ARRAY (LARIK)............................................................. 4

IV. ADT (Abstrak Data Type)................................................................. 5

V. LINKED LIST (List Linear)............................................................... 6

V.1 Pengetesan List Kosong................................................. 6

V.2 Pembuatan Sebuah Elemen Pada List Linier.............. 7

V.3 Latar Belakang Masalah................................................ 7

V.4 INSERT-First (Address)................................................ 7

V.5 INSERT-First (Nilai)....................................................... 8

V.6 INSERT-After.................................................................. 8

V.7 INSERT-Last.................................................................... 9

V.8 Penghapusan Sebuah Elemen Pada List Linear........... 10

VI. STACK (Tumpukan)......................................................................... 14

VI.1 Traversal Pada Stack..................................................... 15

VI.2 Search Pada Stack.......................................................... 15

VI.3 Pembuatan Stack Kosong.............................................. 16

VI.4 Pembuatan Sebuah Elemen Pada STACK (Push)...... 16

[1]
VI.5 Penghapusan Sebuah Elemen Pada STACK (Pop)..... 17

VII. QUEUE (Antrian)............................................................................. 17

VII.1 Traversal Pada Queue.................................................. 18

VII.2 Search Pada Queue....................................................... 18

VII.3 Penghapusan Elemen Pada Queue.............................. 19

VIII. POHON (Tree)................................................................................. 20

DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 23

[2]
STRUKTUR DATA

I. PENGERTIAN STRUKTUR DATA

Struktur data adalah cara menyimpan atau mempersentasekan data di dalam


computer agar bias dipakai secara efisien.

Secara garis besar type data dapat dikategorikan menjadi :

1. Type data sederhana

a. Type data sederhana tunggal, misalnya integer, real, Boolean dan


karakter.

b. Type data sederhana majemuk, misalnya string.

2. Struktur data meliputi

a. Struktur data sederhana, misalnya array dan record.

b. Struktur data majemuk, yang terdiri dari :

• Linear : Stack, Queue, serta List dan Multilist.

• Non Linier : Pohon Biner dan Graph.

Pemakaianstruktur data yang tepat di dalam proses pemrograman akan


menghasilkan algoritma yang lebih jelas dan tepat, sehingga menjadi program
secara keseluruhan lebih efisien dan sederhana.

Struktur data yang standar yang biasanya digunakan dibidang informatika adalah :

• List linear (Linked List) dan variasinya

• Multilist

• Stack (Tumpukan)

• Queue (Antrian)

[3]
• Tree (Pohon)

• Graph (Graf)

II. REVIEW RECORD (REKAMAN)

Review Record (Rekaman) disusun oleh satu atau lebih field. Tiap field
menyimpan data dari tipe dasar tertentu atau dari tipe bentukan lain yang sudah
didefenisikan sebelumnya. Nama rekaman ditentukan oleh pemrogram.

Rekaman disebut juga tipe terstruktur.

Contoh :

1. Type Titik : record <x : real, y : real>

Jika P dideklarasikan sebagai Titik, maka mengacu field pada P adalah P.x
dan P.y.

2. Didefenisikan tipe terstruktur yang mewakili Jam yang dinyatakan sebagai


jam (hh), menit (mm) dan detik (ss), maka cara menulis type Jam adalah :

Type JAM : record

<hh : integer, {0…23}

mm : integer, {0…59}

ss : integer, {0…59}

>

Jika J adalah peubah (variable) bertipe Jam, maka cara mengacu tiap field
adalah J.hh, J.mm dan J.ss

III.REVIEW ARRAY (LARIK)

Pendahuluan

• Larik adalah struktur data statik yang menyimpan sekumpulan elemen


yang bertipe sama.

• Setiap elemen diakses langsung melalui indeksnya.

[4]
• Indeks larik harus tipe data yang menyatakan keturutan, misalnya integer
atau karakter.

• Banyaknya elemen larik harus sudah diketahuai sebelum program


dieksekusi.

• Tipe elemen larik dapat berupa tipe sederhana, tipe terstruktur atau tipe
larik lain.

• Nama lain Array adalah Larik, table atau vector.

Cara Mendefenisikan Array

1. Sebagai Peubah

Contoh :

L : array [1…50] of integer

NamaMhs : array [‘a’…’j’] of string

2. Sebagai tipe baru

Contoh :

Type LarikInt : array [1…100] of integer

P : LarikInt

3. Mendefinisikan ukuran maksimum elemen larik sebagai konstanta

Contoh :

Const Nmaks = 100

Type LarikInt : array [1..Nmaks] of integer

P : LarikInt

Cara menterjemahkan ke bahasa C :

#define Nmaks 100

[5]
Typedef int Larikint [Nmaks + 1];

LarikInt P;

IV. ADT (Abstarct Data Type)

• ADT adalah defenisi type dan sekumpulan primitive (operasi dasar)


terhadap type tersebut.

• Type diterjemahkan menjadi type terdefinisi dalam bahasa pemrograman


yang bersangkutan, msalnya menjadi record dalam pascal/ada dan Struct
dalam bahasa C

ADT biasanya diimplementasi menjadi dua buah modul, yaitu :

1. Defenisi/spesifikasi type dan primitif

• Spesifikasi type sesuai dengan bahasa yang di pakai.

• Spesifikasi dari primitive sesuai dengan kaidah dalam konteks


procedural, yaitu :

a. Fungsi : nama, domain, range, dan pre kondisi.

b. Prosedur : keadaan awal, keadaan aktif dan prosedur yang


dilakaukan.

2. Body/realisasi dari primitif, berupa kode program dalam bahasa yang


bersangkutan. Realisasi fungsi dan prosedur harus sedapat mungkin
memanfaatkan Selektor dan Konstruktor.

V. LINKED LIST (List Linier)

List linier adalah sekumpulan elemen bertype sama, yang mempunyai keturutan
tertentu, yang setiap elemennya terdiri dari 2 bagian :

[6]
Type Elmtlist = record

< Info : Info Type

Next : address>

Dengan Info Type adalah sebuah type terdefenisi yang menyimpan


informasi sebuah elemen list ; Next adalah addres dari elemen berikutnya
(suksesor).

Dengan demikian, jika didefenisikan First adalah alamat elemen pertama


list, maka elemen berikutnya dapat di akses secara suksetif dari elemen pertama
tersebut.

List terdiri dari sekumpulan elemen. Seringkali diperlukan untuk


memproses setiap elemen list dengan cara yang sama. Karena itu salah satu
primitive operasi konsultasi dasar pada struktur list adalah traversal, yaitu
“mengunjungi” setiap elemen list untuk diproses. Karena urutan akses adalah dari
elemen pertama sampai dengan elemen terakhir, maka traversal list secara natural
dilakukan dari elemen pertama, suksesornya, dan seterusnya sampai dengan
elemen terakhir.

Secara fungsional, pada sebuah list linier biasanya dilakukan pembuatan,


penambahan atau penghapusan elemen yang dapat ditulis sebagai berikut :

Jika diberikan L, L1 dan L2 adalah list linier dengan elemen ElmtList, maka
operasi yang dapat dilakukan :

ListEmpty, CreateList, Insert Delete, Concat dan UpdateList

V.1 Pengetesan List Kosong

Pemeriksaan apakah sebuah list kosong sangat penting, karena Keadaan


Awal dan Keadaan Akhir beberapa prosedur harus didefenisikan berdasarkan
keadaan list. Operasi pada list kosong sering kali membutuhkan penanganan
khusus realisasi algoritmik dari defenisi fungsional ini adalah sebuah fungsi
sebagai berikut.

Function IsEmptyList (L : List) → Boolean

{Text apakah sebuah list L kosong, mengirimkan true jika list kosong, false jika
tidak kosong}

[7]
Deskripsi : return (First (L) = Nil)

V.2 Pembuatan Sebuah Elemen Pada List Linier

Pembuatan sebuah list berarti membuat sebuah list KOSONG, yang


selanjutnya siap diproses (ditambah elemennya, dsb). Realisasi algoritmik dari
defenisi fungsional ini adalah sebuah prosedur sebagai berikut.

Procedure CreateList (Output L : List)

{K. Awal : Sembarang}

{K. Akhir : terbentuk list L yang kosong : First (L) diinisialisasikan dengan Nil)

Deskripsi : First (L) ← Nil

V.3 Penyisipan Sebuah Elemen Pada List Linier

Fungsi insert (penyisipan) harus dijabarkan lebih rinci, karena dapat


menjadi penyisipan sebagai elemen pertama, setelah sebuah address P atau
penyisipan menjadi elemen terakhir atau menjadi elemen terakhir atau bahkan
menjadi elemen tengah.

Penyisipan sebuah elemen dapat dilakukan terhadap sebuah elemen yang sudah
dialokasi (diketahui address-nya), atau sebuah elemen yang hanya diketahui nilai
Info-nya (berarti belum dialokasi).

V.4 INSERT-First (Address)

Menambahkan sebuah elemen yang diketahui alamatnya sebagai elemen


pertama list.

Prosedure InsertFirst (Input/Output L : List, Input P : address)

{K. Awal : List L mungkin kosong}

{K. Akhir : P adalah elemen pertama list L}

{Proses : Insert sebuah elemen beralamat P sebagai elemen pertama list linier L
yang mungkin kosong}

[8]
Deskripsi : Next (P) ← First (L)

First (L) ← P

V.5 INSERT-First (Nilai)

Menambahkan sebuah elemen yang diketahui nilainya sebagai elemen


pertama list.

Prosedure InFirst (Input/output L : List, Input E : infotype)

{K. Awal : List L mungkin kosong}

{K. Akhir : Sebuah elemen dialokasikan dan menjadi elemen pertama list L, jika
alokasi berhasil. Jika alokasi gagal list tetap seperti semula}

{Proses : Insert sebuah elemen sebagai elemen pertama list}

P : address

Deskripsi : Alokasi (P)

If P ≠ Nil then

Info (P) ← E

Next (P) ← First (L)

First (L) ← P

V.6 INSERT-AFTER

Menyisipkan sebuah elemen beralamat P sebagai suksesor dari sebuah


elemen list linier yang beralamat Prec

Prosedure InsertAfter (Input P, Prec : address)

{K. Awal : Prec adalah elemen list, prec ≠ Nil, P sudah dialokasikan, P ≠ Nil,
Next (P) = Nil

{K.Akhir : P menjadi suksesor Prec}

{Proses : Insert sebuah elemen beralamat P pada List linier L}

[9]
Deskripsi : Next (P) ← Next (Prec)

Next (Prec) ← P

V.7 INSERT-Last

Menyisipkan sebuah elemen beralamat P sebagai elemen terakhir sebuah


list linier. Ada dua kemungkinan list kosong atau tidak kosong

Prosedur InsertLast@(Input/Output L : List, Input P : address)

{K. Awal : List L mungkin kosong, P sudah dialokasi, P ≠ Nil, Next (P) = Nil}

{K. Akhir : P adalah elemen terakhir list L}

{Proses : Insert sebuah elemen beralamat P sebagai elemen terakhir dari list linier
L yang mungkin kosong}

Last : address {address untuk traversal}

Deskripsi : If First (L) = Nil then {insert sebagai elemen pertama}

InsertFirst (L,P)

Else

{Traversal list sampai address terakhir}

Last ← First (L)

While (Next (Last) ≠ Nil) do

Last ← Next (Last)

Endwhile {Next (Last) = Nil, Last adalah elemen terakhir ;


insert P after last}

Insert After (P, Last) Endif

Prosedure InsertLast (Input/output L : List, Input E : Infotype)

{K. Awal : List L mungkin kosong, P sudah dialokasi, P ≠ Nil, Next(P)=Nil}

{K. Akhir : P adalah elemen terakhir list L

[10]
Proses : Insert sebuah elemen beralamat P sebagai elemen terakhir dari list linier
L yang mungkin kosong}

Last : Address {address untuk traversal}

Deskripsi : Alokasi (P)

If (P ≠ Nil) then

Info (P) ← E

InsertLast@(L,P)

V.8 Penghapusan Sebuah Elemen Pada List Linier

Penghapusan harus dijabarkan lebih rinci, karena penghapusan elemen


dapat merupakan pertama, setelah sebuah address P atau penghapusan elemen
terakhir. Perbedaan ini melahirkan 3 operasi dasar penghapusan elemen list yang
diturunkan dari defenisi fungsional ini menjadi realisasi algoritma.Operasi
penghapusan dapat mengakibatkan list kosong, jika list semula hanya terdiri dari
satu elemen.

DELETFirst : menghapus elemen pertama list linier

Elemen yang di hapus dicatat alamatnya

Procedure DeleteFirst@(Input/Output P:address)

{K. Awal : List L tidak kosong, minimal 1 elemen pertama pasti ada}

{K. Akhir : Menghapus elemen pertama L P adalah @ elemen pertama L sebelum


penghapusan, L ysng baru adalah Next (L)

Deskripsi : P ← First (L)

First (L) ← Next (First (L))

Procedure DeleteFirst (Input/Output L : List, Output E : Info type)

{K. Awal : List L tidak kosong, minimal 1 elemen pertama pasti ada}

{K. Akhir : Menghapus elemen pertama L, E adalah Nilai elemen pertama L


sebelum penghapusan, L yang baru adalah Next (L)

Deskripsi : P ← First (L)

[11]
E ← Info (P)

First (L) ← Next (First (L))

Dealokasi (P)

Delete After :

Penghapusan suksesor sebuah elemen :

Prosedure DeleteAfter (Input Prec : address, Output P : address)

{K. Awal : List tidak kosong, Prec adalah elemen list Next (Prec) yang baru
adalah suksesor dari suksesor Prec sebelum penghapusan}

Deskripsi : P ← Next (Prec)

Next (Prec) ← Next (Next(Prec))

Dengan primitive ini, maka penghapusan sebuah beralamat P dapat dilakukan


dengan : mencari procedure dari P, yaitu alamat Prec memakai DeleteAfter (Prec)

Prosedure Delete P (Input/Output L ; List, Output P:address)

{K. Awal : List L tidak kosong, P adalah elemen list L}

{K. Akhir : Menghapus P dari list, P mungkin elemen pertama, “tengah” atau
terakhir}

Prec : address {alamat predesesor}

Deskripsi :{Cari predesore P}

If (P = First (L) then {Delete list dengan satu elemen}

DeleteFirst (L,P)

Else

Prec ← First (L)

While (Next(Prec) ≠ P) do

Prec ← Next (Prec) = P, hapus P}

DeleteAfter (Prec, P)

[12]
Endif

DELETELast

Menghapus sebuah elemen terakhir list dapat dilakukan jika alamat dari elemen
sebelum elemen terakhir diketahui. Persoalan selanjutnya menjadi persoalan
DeleteAfter, kalau last bukan satu-satunya elemen list linier. Ada dua kasus, yaitu
list menjadi kosong atau tidak.

Procedure DeleteLast (Input L : List, Output P : address)

{K. Awal : List L tidak kosong, minimal mengandung 1 elemen}

{K. Akhir : Menghapus elemen terakhir dari list, list mungkin menjadi kosong}

{Proses : P adalah alamat elemen terakhir list sebelum penghapusan}

Last, preclast : address {address untuk traversal}

Deskripsi : {Find last dan address sebelum last}

Last ← First (L)

Preclast ← Nil {predesesor dari L takterdefenisi}

While (Next (Last)) ≠ Nil do {Traversal list sampai @ terakhir}

Preclast ← Last ; Last ← Next (Last)

Endwhile {Next (Last) =Nil, Last adalh elemen terakhir ; preclast


= sebelum last}

P ← Last

If Preclast = Nil then {list dg 1 elemen, jadi kosong}

Else

Next (preclast) ← Nil Endif

Konkatenasi dua buah list linear

Concat adalah menggabungkan dua list. Dalam contoh berikut list kedua
disambung ke list pertama. Jadi Last (L1) menjadi predesesor First (L2). Realisasi
algoritma adalah sebuah prosedur sebagai berikut :

[13]
Procedure CONCAT (Input L1, L2 : List, Output : L3 : List)

{K. Awal : L1 ≠ L2, L1 ≠ L3, dan L3 ≠ L2; L1, L2 mungkin kosong}

{K. Akhir : L3 adalah hasil konkatenasi (menyambung) dua buah list linear, L2
ditaruh di belakang L1}

Last1 : address {alamat elemen terakhir list pertama}

Deskripsi : Createlist (L3) {inisialisasi list hasil}

If First (L1) = Nil then

First (L3) ← First (L2)

Else {Traersal list 1 sampai address terakhir, hubungkan last


dengan First 2}

First (L3) ← First (L1)

While (Next (Last 1) ≠ Nil) do

Last 1 ← First (L1)

While (Next (Last 1) ≠ Nil) do

Last 1 ← Next (Last 1)

Endwhile {Next (Last 1) ← First (L2)

Next (Last 1) ← First (L2)

Endif

Deklarasi : type InfoType = … {Sebuah type terdefenisi}

Type Address pointer to ElmtL

Type ElmtL = record

<Info : InfoType, Next : Address>

Type List = record <First : Address>

{Deklarasi Nama Peubah}

L : List

[14]
P : Address

VI. STACK (Tumpukan)

Stack (Tumpukan) adalah list linear yang :

1. Dikenali elemen puncaknya (TOP)

2. Aturan penyisipan dan penghapusan elemen tertentu :

• Penyisipan selalu dilakaukan di atas TOP

• Penghapusan selalu dilakukan pada TOP

Karena aturan penyisipan dan penghapusan semacam itu, TOP adalah


satu-satunya alamat tempat terjadi operasi. Elemen yang ditambahkan paling akhir
akan menjadi elemen yang akan di hapus. Dikatakan bahwa elemen Stack akan
tersusun secara LIFO (Last In First Out).

Maka secara lojik, sebuah STACK dapat digambarkan sebagai list linear
yang setiap elemennya adalah

Type Elmts = record

<Info : InfoType, Next : address>

Dengan InfoType terdefenisi yang menentukan informasi yang disimpan


pada setiap elemen stack, dan address adalah alamat dari elemen. Selain itu alamat
terbaru (TOP) dicatat sedangkan alamat elemen yang paling bawah, yaitu yang
paling lama biasanya disebut BOTTOM.

Top adalah elemen pertama list, supaya penambahan dan penghapusan dengan
mudah dan efisien dapat dilakaukan. Sehingga jika S adalah sebuah Stack, dan P
adalah address maka :

 Top (S) adalah alamat elemen TOP, dimana operasi


penyisipan/penghapusan dilakukan.

 Info (P) adalah informasi yang disimpan pada alamat P

 Next (P) adalah alamat suksesor P

 ElmtS (P) adalah sebuah elemen stack yang beralamat P

[15]
 Stack kosong adalah Stack dengan Top (S) = Nil (tidak terdefinisi)

Deklarasi : type InfoType = … {Sebuah type terdefenisi}

type Address pointer to ElmtS

type Elmts = record

<Info : InfoType, Next : Address>

Type Stack = record <TOP : Address>

{Deklarasi Nama Peubah}

S : Stack

P : Address

VI.1 Traversal Pada Stack

Pada stack, jarang sekali dilakukan traversal, karena keunikan Stack justru
pada operasi yang hanya menyangkut elemen TOP. Namaun dibutuhkan traversal
misalnya untuk mencetak isi Stack.

VI.2 Search pada Stack

Pada stack, elemen yang diproses hanyalah elemen pada TOP. Maka
hampir tidak pernah dilakukan search.

Operasi dan Fungsi dasar pada STACK

a. Test STACK kosong

Mengetahui bahwa stack kosong atau tidak sangat penting, sebab semua
operasi akan dilakukan berdasarkan kosong atau tidaknya suatu Stack.
Realisasi algoritma dari defenisi fungsional ini adalah sebuah fungsi yang
melakukan test terhadap Stack sebagai berikut :

Function StackEmpty (S : STACK) ← Boolean

{TEST stack kosong : Mengirim true, jika tumpukan kosong, false jika
tumpukan tidak kosong}

[16]
Deskripsi : return (Top (S) = Nil)

VI.3 Pembuatan STACK kosong

Membuat Stack kosong diperlukan untuk memeulai memakai satck.


Realisai algoritma dari defenisi fungsional ini adalah sebuah prosedur yang
melakukan inisialisasi stack sebagai berikut :

Procedure CreateEmptyS (Output S : STACK)

{K. Awal : sembarang}

{K. Akhir : sebuah stack S yang kosong siap dipakai terdefenisi}

{Proses : Membuat Stack kosong}

Deskripsi : Top (S) ← Nil

VI.4 Penambahan Sebuah Elemen Pada STACK (Push)

Penambahan selalu dilakaukan pada TOP, dank arena alamat TOP


diketahui maka prosesnya sederhana. Berikut ini akan diberikan skema procedure
penyisipan tersebut. Realisasi algoritma dari defenisi fungsional ini adalah salah
satu dari dua buah prosedur yang melakukan penambahan elemen stack sebagai
berikut. Prosedure pertama menamahkan suatu ElmtS yang diketahui alamatnya
dan ang kedua menambahkan suatu nilai ElmtS yang diberikan.

Procedure Push @ (Input/Output S : STACK Input P : address)

{Menambahkan sebuah elemen baru pada TOP sebuah stack, dengan elemen yang
dikeyahui alamatnya}

{K. Awal : Stack mungkin kosong, P terdefenisi (berarti terdefenisi informasinya,


Next (P) = Nil}

{K. Akhir : Top (S) adalah P}

Deskripsi : {insert sebagai elemen pertama}

Next (P) ← TOP (S)

TOP (S) ← P

[17]
VI.5 Penghapusan Sebuah Elemen Pada STACK (Pop)

Penghapusan elemen Stack selalu dilakukan pada TOP, hanya saja harus
diperhitungkan bahwa mungkin Stack akan menjadi kosong akibat terjadinya
penghapusan. Jika Stack menjadi kosong, maka harga TOP harus diganti.
Realisasi algoritma dari defenisi funsional ini adalah salah satu dari dua buah
procedure yang melakukan pengambilan elemen stack sebagai berikut. Procedure
pertama mengambil suatu ElmtS dengan menyimpan alamatnya dan yang kedua
mengambil nilai, dan membebaskan alamat (dealokasi) yang tadinya dipakai.

Procedure PopStack @ (Input/Output S : STACK Output P : address)

{K. Awal : Stack tidak kosong}

{K. Akhir : Alamat elemen Top (S) disimpan pada P, sehingga informasinya
dapat diakses melalui P}

{Proses : Menghapus elemen stack, stack tidak boleh kosong dan mungkin
menjadi kosong}

Deskripsi : P ← TOP (S)

TOP (S) ← Next (TOP (S))

VII. QUEUE (Antrian)

Queue (Antrian) adalah list linier yang :

1. Dikenali elemen pertama (Head) dan elemen terakhir (Tail)

2. Aturan penyisipan dan penghapusan elemennya didefenisikan sebagai


berikut :

- Penyisipan selalu dilakukan setelah elemen terakhir

- Penghapusan selalu dilakukan pada elemen pertama.

3. Suatu elemen dengan elemen lain dapat diakses melalui informasi next

Struktur data ini banyak dipakai dalam informatika misalnya untukmerepresentasi


:

[18]
1. Antrian job dalam system operasi

2. Antrian dalam dunia nyata

Maka secara lojik, sebuah Queue dapat digambarkan sebagai list linear yang
setiap elemennya adalah :

Type ElmtQ = record

<Info : InfoType, Next : address>

Dengan InfoType terdefenisi yang menentukan informasi yang disimpan pada


setiap elemen queue, dan address adalah alamat dari elemen.

Selain itu alamat elemen Pertama (Head) dan elemen terakhir (Tail) dicatat. Maka
jika Q adalah Queue dan P adalah address, penulisan untuk queue adalah :

Head (Q), Tail(Q), Next(P), Info(P)

VII.1 Traversal Pada Queue

Pada queue, jarang sekali dilakukan traversal, karena keunikan Queue


justru pada operasi yang hanya menyangkut elemen pertama dan terakhir. Namun
dibutuhkan traversal misalnya untuk mencetak isi antrian.

VII.2 Search Pada Qeueu

Pada queue, elemen yang diproses hanyalah elemen pada pertama dan
terakhir. Maka hamper tidak pernah dilakukan search.

Operasi dan Fungsi Dasar pada Queue

a. Test Queue kosong

Mengetahui bahwa Queue kosong atau tidak sangat penting, sebab semua
operasi akan dilakukan berdasarkan kosong atau tidaknya suatu Queue.
Realisasi algoritma dari defenisi fungsional ini adalah sebuah fungsi yang
melakukan test terhadap Queue sebagai berikut :

Function IsQEmpty (Q : Queue) → Boolean

[19]
{TEST Queue kosong : Mengirim true, jika antrian kosong, false jika
antrian tidak kosong}

Deskripsi : return ((Head(Q) = Nil) and (Tail (Q) = Nil))

Penambahan Sebuah Elemen Pada Queue

Penambahan selalau dilakukan pada ekor, dank arena alamat ekor


diketahui maka prosesnya sederhana, yaitu hanya InsertLast.

Berikut ini akan diberikan skema prosedur penyisipan tersebut :

Realisasi algoritma dari defenisi fungsional ini adalah salah satu dari dua
buah prosedur yang melakukan penambahan elemen queue queue sebagai
berikut :

Prosedur pertama menambahkan suatu Elemen Queue yang diketahui


alamatnya dan yang kedua menambahkan suatu nilai elemen queue yang
diberikan.

VII.3 Penghapusan Elemen pada Queue

Penghapusan elemen pada queue selalu dilakukan pada elemen pertama,


hanya saja perlu diperhitungkan bahwa mungkin queue menjadi kosong, maka
harga tail harus diganti. JIka akibat penghapusan queue tidak kosong, maka
elemen terakhir tidak berubah.

Berikut adalah skema penghapusan tersebut.

Prosedur pertama melakukan pengapusan ElmtQ yang berada di Head dan


yang dicatat adalah alamatnya, yaitu P. Prosedur yang kedua menghapus elemen
Head dari Queue dan menyimpannya pada suatu elemtQ serta membebakan
alamat yang tadinya dipakai oleh elemen Head tersebut.

VIII. POHON (Tree)

Defenisi Rekurens Dari Pohon

[20]
Sebuah pohon adalah himpunan terbatas tidak kosong, dengan elemen yang
dibedakan sebagai berikut :

1. Sebuah elemen yang dibedakan dari yang lain yang disebut sebagai AKAR
(root) dari pohon

2. Elemen yang lain (jika masih ada) dibagi-bagi menjadi beberapa sub
himpunan yang disjoint dan masing-masing sub himpunan tersebut adalah
pohon yang disebut sebagai sub pohon dari pohon tersebut.

Beberapa Istilah :

1. Hutan

Hutan adalah sequence (list) dari pohon

2. Simpul (Node)

Simpul adalah elemen dari pohon yang memungkinkan akses pada sub
pohon dimana simpul tersebut berfungsi sebagai Akar

3. Cabang

Cabang adalah hubungan antara Akar dengan sub pohon

4. Ayah

Akar dari sebuah pohon adalah Ayah dari sub pohon

5. Anak

Anak dari sebuah pohon adalah Sub pohon

6. Saudara

Saudara adalah simpul-simpul yang mempunyai Ayah yang sama

7. Daun

Daun adalah simpul terminal dari pohon. Semua simpul selain Daun
adalah simpul bukan terminal

8. Jalan

Jalan adalah suatu urutan tertentu dari Cabang

9. Derajat

[21]
Derajat sebuah pohon adalah banyaknya anak dari pohon tersebut.

Jika sebuah simpul berderajat N disebut pohon N-aire

1. Disebut pohon 1-aire/unear

2. Disebut pohon 2-aire/biner

10. Tingkat (Level)

Level pohon adalah panjangnya jalan dari akar sampai dengan simpul
yang bersan

gkutan. Panjang dari jalan adalah banyaknya simpul yang dikandung pada
jalan tersebut. Akar mempunyai tingkat sama dengan 1.

Dua buah simpul disebut sebagai Sepupu jika mempunyai tingkat yang
sama dalam sebuah pohon.

11. Kedalaman (Tinggi)

Kedalaman (Tinggi) dari pohon adalah nilai maksimum dari tingkat


simpul yang ada pada pohon tersebut. Kedalaman adalah panjang
maksimum jalan dari Akar menuju sebuah daun

12. Lebar

Lebar sebuah pohon adalah maksimum banyaknya simpul yang ada pada
suatu Tingkat (Level)

Srtruktur Pohon Biner

Sebuah pohon biner (Binary Tree) adalah himpunan terbatas yang :

 Mungkin kosong atau

 Terdiri dari sebuah simpul yang disebut sebagai Akar dan dua buah
himpunan lain yang disjoint yang merupakan pohon biner yang disebut
sebagai Sub Pohon Kiri (Left) dan Sub Pohon Kanan (Right) dari pohon
biner tersebut.

Pohon Biner merupakan tipe yang sangat penting dari struktur data dan
banyak dijumpai dalam berbagai terapan. Karakteristik yang dimiliki oleh pohon
biner adalah bahwa setiap simpul paling banyak hanya memiliki dua buah anak,
dan mungkin tidak punya anak.

[22]
Istilah-istilah yang digunakan sama dengan istilah pada pohon secara umum.

Notasi Prefiks, Infiks dan Postfiks

1. Notasi Prefiks

Notasi Prefiks ditulis dengan cara mengikuti alur sebagai berikut :

2. Notasi Infiks

Notasi ini ditulis dengan cara mengikuti alur sebagai berikut :

3. Notasi Posfiks

Notasi ini ditulis dengan cara mengikuti alur sebagai berikut :

DAFTAR PUSTAKA

1. Inggriani Liem. 2003. Diktat Kuliah Struktur Data. Bandung : ITB

[23]
2. Bambang Wahyudi. 2004. Struktur Data dan Algoritma. Yogyakarta :
Andi Offset

3. Dwi Sanjaya. 2001. Bertualang dengan Struktur Data di Planet Pascal.


Yogyakarta : JJ Learning

4. P. Insap Santoso. 1997. Struktur Data dengan Turbo Pascal. Yogyakarta :


Andi Offset

[24]