Anda di halaman 1dari 5

DASAR KOMUNIKASI DALAM PENDAMPINGAN CLIENT/KELOMPOK

Peran sebagai seorang konsultan tidak pernah terlepas dari bagaimana kita mengkomunikasikan
sebuah ide kepada client atau kelompok yang kita memberikan advis/pendampingan.
Permasalahan yang sering dihadapi adalah tidak tersampaikannya pesan dari konsultan kepada
client atau kelompok yang didampinginya. Dengan permasalahan tersebut, teknik komunikasi
menjadi suatu hal yang cukup penting yang dipahami oleh seseorang yang berperan sebagai
konsultan. Tidak jarang pula seorang client berbeda persepsi karena ia tidak dapat menerima
pesan informasi yang disampaikan oleh Konsultan yang mendampinginya. Dalam artikel ini, akan
dibahas prinsip-prinsip komunikasi yang perlu dikuasai dan pahami oleh seorang konsultan
dalam mendampingi client atau kelompok dampingannya.

PEMAHAMAN KOMUNIKASI
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima melalui sebuah
saluran untuk menghasilkan dampak yang diinginkan dengan menggunakan symbol/lambing
yang umum. Simbol yang digunakan bisa berupa bahasa tulisan, gambar, musik dan sebagainya.

UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI
Dalam proses komunikasi ada 5 unsur dasar yaitu : sumber informasi (komunikator); pesan ;
saluran komunikasi (media); penerima informasi( komunikan ), dampak atau akibat dan umpan
balik.
• Sumber
Adalah orang yang mula – mula memberikan aksi komunikasi atau memberikan pesan
kepada penerima, pengirim pesan biasa juga disebut komunikator. Dalam membuat pesan
kepada penerima terjadi proses encoding (pengkodean) yaitu proses menerjemahkan
gagasan ke dalam symbol – symbol yang umum atau sudah dikenal ( kata, bahasa, gambar
dan sebagainya ) menjadi pesan yang mudah dipahami. Sumber informasi bisa
individu/perorangan atau lembaga yang memulai proses komunikasi.
• Pesan
Pesan adalah informasi yang ingin disampaikan oleh pengirim kepada penerima. Pesan
yang disampaikan bisa berupa pesan verbal yaitu semua jenis komunikasi lisan yang
menggunakan kata-kata, bisa juga berupa pesan non verbal seperti bahasa tubuh (ekspresi
wajah, sikap tubuh, nada suara, gerakan tangan, cara berpakaian dan sebagainya ), musik
tarian atau bahasa isyarat.
• Saluran
Unsur ini merupakan media atau sarana yang digunakan supaya pesan dapat disampaikan
oleh sumber kepada si penerima. Saluran seringkali disebut dengan metode komunikasi.
Saluran komunikasi bisa saja sederhana, misalnya mengunakan kata-kata/suara, tetapi juga
prosesnya bisa tidak sederhana. Misalnya kita bisa menggunakan radio untuk kampanye
tingkat kota, bisa menggunakan arisan warga untuk kampanye di tingkat RW dengan
menggunakan berbagai media seperti leaflet, kartu bergambar dan sebagainya.
• Penerima
Adalah orang –orang yang menerima pesan dari komunikator, biasa juga disebut
komunikan. Saat menerima pesan dari pengirim, terjadi proses penafsiran kembali pesan –
pesan yang diterimanya yang disebut encoding. Proses decoding sangat dipengaruhi oleh
persepsi dan latar belakang sosial budaya dari komunikan.
• Dampak/akibat
Dampak apa yang kita inginkan dari pesan yang disampaikan
 Apakah kita ingin meningkatkan kesadaran kelompok sasaran
 Apakah kita ingin mengubah sikap mereka
 Apakah ingin meningkatkan keterampilan mereka, atau
 Apakah ingin mengubah perilaku mereka ?
• Umpan Balik
Umpan balik mengacu pada segala informasi yang diperoleh kembali si pengirim pesan dari
si penerima. Kegunaan umpan balik :
 Dapat membantu sumber dalam menentukan keberhasilan usaha komunikasinya
 Sumber dapat memperkuat pesan atau mengubah strateginya berdasarkan umpan balik
yang diterima.
 Dapat digunakan untuk merencanakan program komunikasi yang lebih berhasil untuk
masa datang.
 Pada saat memberikan umpan balik komunikan juga akhirnya bertindak sebagai
komunikator yang memberikan pesan kepada komunikator pertama. Sehingga
komunikator dan komunikan sebetulnya keduanya merupakan sumber informasi dan
masing – masing memberi dan menerima pesan secara serentak dan pada saat yang
bersamaan terjadi proses saling mempengaruhi.

MEMBANGUN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF


Banyak di antara kita menganggap bahwa komunikasi itu mudah, tetapi apakah betul demikian ?.
Hanya bila kita memasuki suatu pengalaman di mana proses komunikasi yang kita lakukan rusak
atau macet, kita baru menyadari bahwa komunikasi itu ternyata tidak mudah. Misalnya pada saat
kita mengajak tetangga kita untuk ikut dalam kegiatan rembug warga, seringkali yang kita terima
hanyalah tatapan mata dingin, sikap acuh tak acuh atau bahkan umpatan. Gambaran tersebut
memperlihatkan kegagalan kita sebagai sumber dan penerima pesan dalam berkomunikasi.
Untuk mengurangi kegagalan komunikasi diperlukan keterampilan komunikasi yang efektif.
Meskipun berbicara dan mendengarkan pembicaraan orang lain cukup mudah, tetapi ada
perbedaan yang besar antara pembicaraan yang normal dan komunikasi yang terampil.
Komunikasi yang efektif membutuhkan kepekaan dan keterampilan yang hanya dapat kita
lakukan setelah mempelajari proses komunikasi dan kesadaran akan perilaku orang lain dan
perilaku kita pada saat sedang berkomunikasi. Pada dasarnya bila kita menginginkan komunikasi
yang efektif kita harus memahami apa yang menjadi penyebab perilaku orang lain. Semakin
besar tanggapan positif terhadap pesan yang kita sampaikan artinya semakin efektif komunikasi
yang kita lakukan.
CARA BERKOMUNIKASI YANG EFEKTIF
a) Pesan–pesan akan mudah diterima apabila pesan–pesan tersebut memiliki sifat – sifat atau
prasyarat sebagai berikut :
• Sesuai dengan kebutuhan yang dirasakan oleh client atau kelompok dampingan
• Informasi yang tepat dengan keadaan mereka
• Dapat diterima dan cocok dengan kebudayaan dan kepercayaan kelompok sasaran
• Informasi yang benar secara teknis/ilmiah
• Sederhana dan mudah dimengerti
• Murah atau hanya perlu waktu dan usaha yang minim untuk melakukannya.
Yang paling penting, pesan harus berdasarkan pada kebutuhan nyata client/kelompok
dampingan dan menekankan hal – hal penting bagi mereka., bukan hal penting bagi lembaga
penyelenggara program yang menyampaikan pesan. Setiap hari, masyarakat dibanjiri
banyak pesan yang beranbekaragam. Agar pesan-pesan kita dapat menarik perhatian atau
menggugah minat kelompok sasaran kita harus mengemasnya dengan baik. Informasi yang
berguna dan sesuai terkadang tidak diperhatikan oleh masyarakat, karena disampaikan
dengan cara yang kurang tepat (misalnya terlalu menantang situasi yang berlaku),
membosankan, atau terlalu banyak muatan teknis.
b) Memilih saluran yang tepat, dalam memilih saluran yang akan dipergunakan untuk program
komunikasi, tidaklah sesederhana memilih saluran yang satu atau yang lain. Kita dapat
mempergunakan satu atau kombinasi dari keduanya, tergantung pada tujuan komunikasi
dengan memperhitungkan pula keunggulan dan kelemahan setiap media.
c) Dalam setiap komunikasi, paling baik bila perhatian diawali dari unsur penerima (biasanya
disebut Khalayak atau Kelompok Sasaran). “ Kenali khalayak anda “, merupakan prinsip
dasar dalam komunikasi. Pertanyaan pertama yang harus kita ajukan adalah, “siapakah
khalayak kita ?”. Jika kita tidak dapat mengidentifikasi secara khusus dengan siapa kita akan
berkomunikasi selain dengan “seseorang” atau “masyarakat umum”, kita sebaiknya tidak
melanjutkan proses komunikasi sebelum kita memperjelas hal tersebut.
Mengenali siapa yang ingin kita jangkau dapat membantu kita dalam mengembangkan
pesan yang sesuai, memilih media yang sesuai dan menentukan saluran yang paling
mungkin untuk menjangkau mereka. Sebaiknya, kita menemukan beberapa karakteristik
khalayak yang relevan seperti data kependudukan, termasuk karakteristik mereka yang
berhubungan dengan media serta tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku yang
berhubungan dengan topic yang ingin kita komunikasikan.

TAHAPAN KOMUNIKASI
Bagi kita yang bekerja dalam bidang konsultansi pada umumnya dan bidang Pemberdayaan
Masyarakat pada khususnya, kita berkomunikasi dengan tujuan yang khusus – yaitu untuk
mengupayakan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui perubahan manusia, serta faktor
sosial dan politik yang mempengaruhi sikap mereka. Untuk mencapai tujuan – tujuan tersebut,
komunikasi yang berhasil harus melewati beberapa tahapan. Karenanya, penting untuk
mempelajari apa yang terjadi dalam setiap tahap untuk mencegah kegagalan dalam proses
komunikasi.
MENJANGKAU KHALAYAK
Komunikasi tidak akan efektif kalau khalayak tidak dapat menjangkau atau mendengarnya. Hal
ini nampak sangat jelas dan masuk akal, namun banyak program gagal pada tahap pertama
tersebut. Contoh – contoh pesan yang tidak menjangkau khalayak adalah :
• Siaran radio yang mengudara pada waktu yang tidak tepat setiap harinya
• Brosur penyuluhan yang hanya dibiarkan berdebu di sudut kantor atau diberikan pada orang
yang tidak tepat.
• “ Mengajari orang yang sudah memahami “, misalnya poster Penanggulangan HIV/AIDS di
Kantor Komisi Penanggulangan HIV/AIDS yang dibaca oleh para pelaku penanggulangan
HIV/AIDS, namun justruk khalayak yang ingin kita jangkau tidak pernah mengunjungi kantor
Komisi Penanggulangan HIV/AIDS.

MENARIK PERHATIAN KHALAYAK


Setiap komunikasi harus menarik perhatian dahulu sehingga masyarakat/client akan berusaha
untuk mendengarkan atau membacanya. Banyak contoh kegagalan dalam hal ini :
• Masyarakat hanya melewati poster tanpa membacanya karena sebagian besar terdiri dari
tulisan (tidak ada gambar)
• Di dalam kelas, ibu-ibu tidak memperhatikan karena materi yang diberikan oleh fasilitator
membosankan
• Kader memindahkan atau mengganti saluran radio ke saluran lain karena materi yang
dibahas hanya berbicara tentang hal – hal teknis saja
• Karena penyampaian materi (isu yang controversial) kurang tepat, beberapa peserta tidak
mau mendengar lagi, “Daripada kita pusing dengan konflik yang akan terjadi, lebih baik kit
tidak ikut-ikutan”.

PEMAHAMAN PESAN
Masyarakat mencoba mengartikan apa yang mereka lihat. Dalam hal ini penafsiran setiap orang
dalam komunikasi tergantung pada banyak hal. Kesalahfahaman dapat terjadi bila :
 Materi merupakan hal yang asing atau sangat baru bagi khalayak
 Bahasa terlalu rumit dan istilsh – istilah yang digunakan tidak biasa didengar
 Gambar memuat diagram yang rumit dengan detail yang membingungkan
 Informasi yang disajikan terlalu banyak/berat sehingga sulit untuk diserap
 Kalimat/gambar yang digunakan mempunyai arti luas sehingga dapat
memberikan/memungkinkan penafsiran lain.

PENERIMAAN ATAU PENGELOLAAN PESAN


Setelah proses “pengolahan” pesan, si penerima mungkin menerima atau menolak informasi
berdasarkan tingkat keuntungan yang disajikan atau ketidaktepatan informasi tersebut dengan
situasi mereka. Biasanya lebih mudah mempromosikan sesuatu karena hasilnya mudah atau
cepat untuk dilihat dampaknya, misalnya penggunaan urea agar padi atau jagung tumbuh lebih
cepat. Namun penerimaan pesan akan lebih sulit bila kita berusaha mengubah suatu
kepercayaan atau kebiasaan yang telah lama mereka anut di dalam kehidupan mereka. Jika
suatu kepercayaan telah dianut oleh seluruh masyarakat atau merupakan bagian dari
kepercayaan yang lebih mendasar seperti agama, kita dapat memperkirakan betapa sulitnya
mengubahnya, apalagi kalau kita hanya mempergunakan metode komunikasi atau pendekatan
yang tidak tepat.

PERUBAHAN SIKAP / PELAKU


Jika khalayak menerima informasi, penerimaan mereka dapat menjadi perubahan sikap ( yang
nantinya dapat menuju pada perubahan perilaku) sesuai dengan tujuan komunikasi kita. Namun,
meskipun telah terjadi perubahan kepercayaan atau sikap, tidak selalu otomatis perilaku mereka
berubah. Komunikator perlu mengetahui faktor penghalang yang mungkin ada dalam perubahan
perilaku, dan mencoba mengatasinya dengan baik. Tekanan yang berasal dari orang lain dalam
sebuah keluarga, masyarakat atau lingkungan dapat mencegah seseorang untuk mengubah
perilakunya.
Ada banyak contoh penerimaan pesan yang tidak dapat mengubah sikap atau perilaku kelompok
sasaran, misalnya :
• Seorang pedagang setuju bahwa trotoar tidak bisa dipergunakan sebagai tempat berjualan,
karena trotoar tersebut bukan tempatnya berjualan.
• Seorang bapak sadar bahwa pekerjaan di rumah (seperti mengasuh anak, memasak, dll)
memakan banyak waktu dan tenaga, namun dia tidak mau membantu isterinya karena jenis
– jenis pekerjaan tersebut dianggap “pekerjaan perempuan” di daerahnya.

MEMPERTAHANKAN ATAU TIDAK MEMPERTAHANKAN SIKAP/PERILAKU BARU


Jika perubahan sikap atau perilaku berpengaruh positif, seseorang mungkin akan
mempertahankan sikap atau perilaku baru tersebut. Namun jika pengalamannya negative,
mungkin perubahan sikap/perilaku tersebut tidak akan dipertahankan.