Anda di halaman 1dari 16

PELAYANAN KB

IMPLAN
(ALAT KONTRASEPSI BAWAH KULIT)

Disusun Oleh :

1. Arie Prahastutiningtyas
2. Daniek Caturini
3. Hanik Ismiyatin
4. Indasah
5. Lita Yustinaningsih
6. Sari Agustina

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN


UNIVERSITAS MAYJEN SUNGKONO
MOJOKERTO
2008
KONTRASEPSI IMPLANT

Dikenal dua macam Implant, yaitu :


1. Non Biodegradalde Implant
a. Norplant ( 6 “kapsul”) berisi hormon levonorgestrel, daya kerja 5
tahun
b. Norplant-2 (2 batang), berisi hormon levonorgestrel, daya kerja 3
tahun
c. Satu batang, berisi hormon ST-1435 daya kerja 2 tahun. Rencana
siap pakai : tahun 2000
d. Satu batang, berisi hormon 3-keto desogestrel, daya kerja 2,5 – 4
tahun. Rencana siap pakai : awal dasawarsa 1990-an.
Saat ini di Indonesia sedang diuji coba implanan. Implant 1 batang dengan
panjang 4 cm, diameter luar 2 mm, terdiri dari suatu inti EVA Cethylene Vynil
Acetat) berisi 60 mg 3 – ketodesogestrel, yang dikelilingi suatu membran EVA,
berdaya kerja 2 – 3 tahun.

2. Biodegradalde Implant
Yang sedang diuji coba saat ini :
a. Capronor
Suatu “kapsul” polymer berisi hormon levonorgestrel, dengan daya kerja 18
bulan. Rencana siap pakai : pertengahan dasawarsa 1990-an.
b. Pellets
Berisi norethindrome dan sejumlah kecil kolesterol, daya kerja 1 tahun.
Rencana siap pakai : pertengahan dasawarsa 1990-an.

Jenis Implant :
1. Norplant
Terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga dengan panjang 3,4 cm dengan
diameter 2,4 mm, yang diisi dengan 36 mg levonorgestrel dan lama kerjanya 5
tahun.
2. Impanon
Terdiri dari satu batang butih lentur dengan panjang kira-kira 40 mm. dan
diameter 2 mm, yang diisi dengan 68 mg 3-keto desogestrel dan lama kerjanya 3
tahun
3. Iedena dan Indoplant
Terdiri dari 2 batang yang diisi dengan 75 mg levonorgestrel dengan lama kerja 3
tahun.
Cara Kerja :
• Lendir serviks menjadi kental
• Mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga terjadi implantasi
• Mengurangi transportasi sperma
• Menekan ovulasi

Mekanisme Kerja Implant


1. Mekanisme kerja yang tepat dari implant belum jelas benar
2. Seperti kontrasepsi lain yang hanya berisi progestin saja. Implant tampaknya
mencegah terjadinya kehamilan melalui beberapa cara :
a. Mencegah ovulasi
b. Perubahan lendir serviks menjadi kental dan sedikit, sehingga
menghambat pergerakan spematozoa
c. Menghambat perkembangan siklis dari endometrium

Keuntungan Kontrasepsi
1. Daya guna tinggi
2. Perlindungan jangka panjang (sampai 5 tahun)
3. Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan
4. Tidak melakukan pemeriksaan dalam
5. Bebas dari pengaruh estrogen
6. Tidak mengganggu kegiatan senggama
7. Tidak mengganggu ASI
8. Klien hanya perlu kembali ke klinik bila ada keluhan
9. Dapat dicabut setiap saat sesuai kebutuhan
10. Perdarahan lebih ringat
11. Tidak menaikkan tekanan darah

Keuntungan Non Kontrasepsi


1. Mengurangi nyeri haid
2. Mengurangi jumlah darah haid
3. Mengurangi / memperbaiki anemia
4. Melindungi terjadinya kanker endometrium
5. Menurunkan angka kejadian kelainan jikan payudara
6. Melindungi diri dari beberapa penyakit radang panggul
7. Menurunkan angka kejadian endometriosis

Efektifitas Implant
1. Angka kegagalan norplant : < 1 per 100 wanita per tahun dalam 5 tahun
pertama. Ini lebih rendah dibandingkan kontrasepsi oral, IUD dan metode barier.
2. Efektivitas norplant berkurang sedikit setelah 5 tahun, dan pada tahun ke 6
kira-kira 2,6 – 3% akseptor menjadi hamil
3. Norplant 2 sama efektifnya seperti norplant, untuk waktu 3 tahun pertama.
Semula diharapkan norpant 2 juga akan efektif untuk 5 tahun, tetapi ternyata
setelah pemakaian 3 tahun terjadi kehamilan dalam jumlah besar yang tidak
diduga sebelumnya, yaitu sebesar 5 – 6%. Penyebabnya belum jelas, disangka
terjadi penurunan dalam pelepasan hormonnya.

Yang Boleh Menggunakan Implant


1. Usia reproduksi
2. Telah memiliki anak ataupun yang belum
3. Menghendaki kontrasepsi yang memiliki efektivitas tinggi dan menghendaki
pencegahan kehamilan jangka panjang
4. Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi
5. Pasca persalinan dan tidak menyusui
6. Pasca keguguran
7. Tidak menginginkan anak lagi, tapi menolak sterilisasi
8. Riwayat kehamilan oktopik
9. Tekanan darah < 180 / 110 mmHg, dengan masalah pembekuan darah atau
anemia bulan sabit (sicklecell)
10. Tidak boleh menggunakan kontrasepsi hormonal yang mengandung estrogen
11. Sering lupa menggunakan pil

Kontra – Indikasi Implant


1. Kehamilan / diduga hamil
2. Perdarahan traktus genetalia yang tidak diketahui penyebabnya
3. Trombofebitis aktif atau penyakit trombo emboli
4. Penyakit hati akut
5. Tumor hati jinak atau ganas
6. Karsinoma payudara / tersangka karsinoma payudara
7. Tumor / neplasma ginekologik
8. Penyakit jantung, hipertensi, diabetes mellitus

Efek Samping Implant


1. Efek samping paling utama dari norpant adalah perubahan pola haid, yang
terjadi pada kira-kira 6% akseptor dalam tahun pertama setelah insersi
2. Yang paling sering terjadi adalah :
a. Bertambahnya hari-hari perdarahan dalam 1 siklus
b. Perdarahan becak (spotting)
c. Berkurangnya panjang siklus haid
d. Amenore, meskipun lebih jarang terjadi dibandingkan perdarahan
lama atau perdarahan, bercak
3. Umumnya perubahan-perubahan haid tersebut tidak mempunyai efek yang
membahayakan diri akseptor. Meskipun terjadi perdarahan lebih sering daripada
biasanya, volume darah yang hilang tetap tidak berubah.
4. Pada sebagian akseptor, perdarahan ireguler akan berkurang dengan jalannya
waktu
5. Perdarahan yang hebat jarang terjadi.

Efek pada Sistem Reproduksi


1. Tidak dilaporkan adanya efek samping yang serius terhadap sistem reproduksi
pada pemakaian norplant.
2. Memang pada 10% akseptor ditemukan adanya kista ovarium yang sementara
ada yang sampai mencapai ukuran 10 cm. Umumnya tidak diperlukan tindakan
pembedahan, pengeluaran implant atau pengobatan lainnya, karena kista tersebut
akan mengalami regresi spontan dalam waktu 6 minggu.
3. Yang menjadi kekwatiran adalah kemungkinan bertambahnya resiko dari
kehamilan ektopik. Dari penelitian ditemukan kehamilan ektopik 1,5 per 1000
wanita per tahun. Dan ini hampir sama seperti akseptor IUD (baik yang non
medical et maupun yang mengandung Cu). Dan angka tersebut masih tetap lebih
rendah dibandingkan wanita yang sama sekali tidak ber KB
4. Efek kontrasepsi norplant menghilang dengan cepat setelah implannya
dikeluarkan. Mantan akseptor norplant dapat menjadi hamil, sama cepatnya
wanita yang sama sekali tidak memakai kontrasepsi apapun. Dari 95 wanita yang
menginginkan kehamilan, 50% sudah hamil setelah 3 bulan menghentikan
implannya dan 86% setelah 1 tahun
5. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa jumlah kecil dari
levonorgestrel yang dilepaskan oleh norplant tidak mempunyai efek buruk pada
bayi yang sedang dikandung maupun pada bayi yang masih menyusu.
6. Pemakaian norplant selama laktasi tidak mempengaruhi kadar hormon
bayinya. Kadar imunoglobilin serum dan kadar FSH, LH dan testosterone di
dalam urine adalah sama pada bayi yang disusui akseptor norplant dan yang
disusui akseptor metode barier ataupun ibu-ibu yang sama sekali tidak
menggunakan kontrasepsi apapaun

Efek Samping Lain


1. Norplant hanya sedikit sekali menyebabkan efek samping lain di samping
perubahan haid. Sakit kepala merupakan keluhan lain yang sering dikeluhkan.
2. Norplant hanya sedikit sekali menyebabkan perubahan-perubahan sistemik.
Hanya didapatkan perubahan-perubahan minor yang semuanya masih dalam
batas-batas normal. Seperti fungsi hepar, metabolisme karbohidrat, pembekuan
darah, tekanan darah, immunoglobulin, serum cortisol, urea nitrogen, uric acid,
Na, K, Ca, phosphat anorganik dan berat barat.

Keterbatasan
Pada kebanyakan klien dapat menyebabkan perubahan pila haid berupa
perdarahan bercak (spotting), hipermenorea atau meningkatnya jumlah darah haid,
serta amenorea.
Timbulnya keluhan-keluhan seperti :
1. Nyeri kepala
2. Peningkatan / penurunan berat bada
3. Nyeri payudara
4. Perasaan mual
5. Pening / Pusing Kepala
6. Perubahan perasaan (mood) atau kegelisahan (nervousness)
7. Membutuhkan tindak pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan
8. Tidak memberikan efek protektif terhadap infeksi menular seksual termasuk
AIDS
9. Klien tidak dapat menghentikan sendiri pemakaian kontrasepsi ini sesuai
dengan keinginan. Akan tetapi harus pergi ke klinik untuk pencabutan
10. Efektifitasnya menurun bila menggunakan obat-obat tuberkulosis (refamfisin)
atau obat opilepsi (fenitoin dan barbituraf)
11. Terjadinya kehamilan ektopik sedikit lebih tinggi (1,3 per 100.000 perempuan
per tahun)

Perhatian khusus

Keadaan Anjuran

• Penyakit hati akut (virus hepatitis) • Sebaiknya jangan menggunakan


implant
• Stroke / riwayat stroke, penyakit • Sebaiknya jangan menggunakan
jantung implant
• Menggunakan obat untuk epilepsi • Sebaiknya jangan menggunakan
/ biberkolosis implant
• Tumor jinak / gasa pada hati • Sebaiknya jangan menggunakan
implant
DAFTAR PUSTAKA

1. Hartanto, Hanafi, 2005. KB dan Kontrasepsi Cetakan 5. Jakarta : Pustaka


Sinar Harpn
2. Saifuddin, Abdul Bari. 2006. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi.
Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
3. Wiknjosastro. Hanifa, dkk. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
ASUHAN KEBIDANAN

PADA Ny. “R” P20002 POST PARTUM HARI KE 3 FISIOLOGIS


DI BPS. Ny. Hj. SITI MALICHA, A.Md. Keb
JL. SALAK 75 MAGERSARI INDAH
MOJOKERTO

Disusun Oleh :

TRIYAYI DEWI AANGGRAENI


NIM. 2006.06.205

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN


UNIVERSITAS MAYJEN SUNGKONO
MOJOKERTO
2008
ASUHAN KEBIDANAN

PADA Ny. “L” G1 P00000 USIA KEHAMILAN 16 MINGGU


DENGAN KEHAMILAN FISIOLOGIS
DI BPS. Ny. Hj. SITI MALICHA, A.Md. Keb
JL. SALAK 75 MAGERSARI INDAH - MOJOKERTO

Disusun Oleh :

TRIYAYI DEWI ANGGRAENI


NIM. 2006.06.205

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN


UNIVERSITAS MAYJEN SUNGKONO
MOJOKERTO
2008
ASUHAN KEBIDANAN

PADA Ny. “D” USIA 29 TAHUN AKSEPTOR KB


SUNTIK 3 BULAN
DI BPS. Ny. Hj. SITI MALICHA, A.Md. Keb
JL. SALAK 75 MAGERSARI INDAH - MOJOKERTO

Disusun Oleh :

TRIYAYI DEWI ANGGRAENI


NIM. 2006.06.205

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN


UNIVERSITAS MAYJEN SUNGKONO
MOJOKERTO
2008
ASUHAN KEBIDANAN

PADA Ny. “E” GII P10000 A / T / H / KEP / KPD


DI BPS. Ny. Hj. SITI MALICHA, A.Md. Keb
JL. SALAK 75 MAGERSARI INDAH
MOJOKERTO

Disusun Oleh :

TRIYAYI DEWI ANGGRAENI


NIM. 2006.06.205

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN


UNIVERSITAS MAYJEN SUNGKONO
MOJOKERTO
2008
ASUHAN KEBIDANAN

PADA AN. “A” USIA 4 TAHUN DENGAN COMON COLD


DI BPS. Ny. Hj. SITI MALICHA, A.Md. Keb
JL. SALAK 75 MAGERSARI INDAH
MOJOKERTO

Disusun Oleh :

TRIYAYI DEWI ANGGRAENI


NIM. 2006.06.205

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN


UNIVERSITAS MAYJEN SUNGKONO
MOJOKERTO
2008
ASUHAN KEBIDANAN

PADA BAYI “L” USIA 3 BULAN DENGAN IMUNISASI DPT


DI BPS. Ny. Hj. SITI MALICHA, A.Md. Keb
JL. SALAK 75 MAGERSARI INDAH
MOJOKERTO

Disusun Oleh :

TRIYAYI DEWI ANGGRAENI


NIM. 2006.06.205

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN


UNIVERSITAS MAYJEN SUNGKONO
MOJOKERTO
2008
ASUHAN KEBIDANAN

PADA Ny. “R” G1 P00000 UK 36 MINGGU DENGAN


PERSALINAN NORMAL
DI BPS. Ny. Hj. SITI MALICHA, A.Md. Keb
JL. SALAK 75 MAGERSARI INDAH - MOJOKERTO

Disusun Oleh :

TRIYAYI DEWI ANGGRAENI


NIM. 2006.06.205

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN


UNIVERSITAS MAYJEN SUNGKONO
MOJOKERTO
2008
ASUHAN KEBIDANAN

PADA Ny. “H” DENGAN BERAT BADAN LAHIR NORMAL


UMUR 1 HARI
DI BPS. Ny. Hj. SITI MALICHA, A.Md. Keb
JL. SALAK 75 MAGERSARI INDAH - MOJOKERTO

Disusun Oleh :

TRIYAYI DEWI ANGGRAENI


NIM. 2006.06.205

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN


UNIVERSITAS MAYJEN SUNGKONO
MOJOKERTO
2008