Anda di halaman 1dari 34

LAW FIRM

“SUMANDO DAMANIK & PARTNER”


Office : Jl. Demangan Baru No . 25 mrican, Jakarta Pusat

“PRO JUSTICIA”

PEMBELAAN

(PLEDOI)

PEMBELAAN atas SURAT TUNTUTAN


NOMOR REG PERKARA 1123/JAKPUS/10/2009
TERTANGGAL 7 Januari 2010

dengan TERDAKWA :
DWI KONCORO NINGRUM, S.T.

Diajukan oleh :
Penasihat Hukum Terdakwa
“SUMANDO DAMANIK & PARTNER”
Jln. Demangan Baru No. 25 Mrican, Jakarta Pusat
Tel. (0274) 909717 Fax. (0274) 7799513
E-mail : adv_mando@yahoo.co.id Website : www.sumandoadv.co.id

Majelis hakim yang mulia,


Jaksa Penuntut Umum yang terhormat,
Dan para hadirin sidang yang kami hormati.
Salam sejahtera
Adalah sudah menjadi keharusan bagi kita semua, untuk senantiasa memanjatkan rasa
syukur ke hadirat kepada TUHAN Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan karunia dan
petunjuk-Nya kepada kita semua, sehingga pada saat ini kita masih bisa hadir dan bertemu dalam
sidang yang mulia ini, dalam upaya untuk bersama-sama mencari dan menemukan kebenaran
dan keadilan yang senantiasa menjadi tuntutan dan dambaan nurani setiap insan.
Dalam kesempatan yang mulia ini perkenankanlah kami untuk mengutarakan rasa terima
kasih yang sedalam-dalamnya kepada majelis hakim yang dengan penuh kesabaran, ketelitian,
dan ketekunan dalam memeriksa perkara ini, juga kepada jaksa penuntut umum sebagai wakil
negara yang telah berupaya semaksimal mungkin dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya,
serta tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada panitera yang telah mengikuti dan mencatat
semua fakta yang terungkap di persidangan dengan baik, karena dari itu semua lah kebenaran
materiil akan terungkap.
Apa yang akan kami sampaikan dalam pembelaan ini, pada hakekatnya merupakan sebuah
upaya untuk menyingkap tabir yang menutupi realita, yang justru merupakan realitas yang
sesungguhnya.
Namun di samping itu, kita harus sadar bahwa fakta atau apa-apa yang terungkap di
persidangan tidak lain merupakan kebenaran menurut versi manusia, yaitu kebenaran yang
bersifat relatif, karenanya tidak seorangpun di antara kita yang hadir disini mengklaim sebgai
pemilik kebenaran. Oleh sebab itu, pencarian dan ikhtiar untuk mencapai kebenaran dan keadilan
adalah sesuatu yang mutlak untuk dilakukan. Dalam konteks itulah pembelaan ini diajukan
dalam sidang yang mulia ini.
Selanjutnya agar pembelaan kami lebih terarah dan sistematis, maka rangkaian pledooi ini
akan kami uraikan dengan sistematika sebagai berikut:
I. Pendahuluan
II. Fakta-fakta yang terungkap di persidangan
A. Keterangan saksi
B. Keterangan ahli
C. Barang bukti
D. Petunjuk
E. Keterangan terdakwa
III. Analisis yuridis terhadap Surat Dakwaan dan Requisitoir
IV. Kesimpulan
V. Penutup

I. PENDAHULUAN
Majelis hakim yang kami muliakan,
Jaksa Penuntut Umum yang terhormat,
dan sidang yang kami hormati.
Dalam kesempatan ini perkenankanlah kami penasehat hukum terdakwa mengajukan
pembelaan terhadap klien kami, dimana upaya tersebut kami lakukan untuk senantiasa
memberikan pembelaan yang proporsional dan hak-hak terdakwa yang diperoleh haruslah
ditempatkan sesuai dengan proporsinya, sehingga fungsi penasehat hukum di sini adalah sebagai
penyeimbang dari terdakwa, karena terdakwa harus tetap kita berikan porsinya sebagai subyek
yang perlu dilindungi dan dibela hak-haknya, dengan hukum positif yang berlaku di Indonesia.
Berdasarkan hal-hal diatas, maka surat dakwaan dan tuntutan dari saudara Jaksa Penuntut
Umum masih harus diuji dan dianalisis secara yuridis serta diperdebatkan dalam ranah hukum
positif, apakah surat dakwaan dan tuntutan dari saudara Jaksa Penuntut Umum terhadap
terdakwa Dwi Koncoro Ningrum benar-benar dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan
dalam proses persidangan. Karena dari sanalah keadilan akan ditegakkan.
Maka dari itu kami penasehat hukum terdakwa Sakti Mandraguna akan mengulas kembali
latar belakang dan kronologis peristiwa pidana yang didakwakan kepada terdakwa Sakti
Mandraguna berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan.

II. FAKTA-FAKTA YANG TERUNGKAP DI PERSIDANGAN


Majelis hakim yang kami muliakan,
Jaksa Penuntut Umum yang terhormat,
Dan sidang yang kami hormati.
Fakta-fakta yang terungkap di persidangan yang mulia ini berupa:
A. KETERANGAN SAKSI
I. KETERANGAN SAKSI A CHARGE :
1. Saksi Tania Novanti, Jakarta, 11 Januari 1976, Umur 33 Tahun,
Kebangsaan Indonesia, Jenis Kelamin Perempuan, Alamat Jalan Handayani
No.8, Jakarta Pusat, Agama Kristen Protestan, Pekerjaan PNS. Di bawah janji
pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

− Benar, saksi mengalami kehilangan uang sebesar


Rp.49.900.000,00.

− Bahwa benar saksi kehilangan uang tersebut pada hari Rabu


tanggal 19 Agustus 2009.

− Bahwa benar saksi pernah menerima e-mail yang dikirimkan atas


nama Bank Sejahtera.

− Bahwa benar saksi menerima e-mail tersebut pada hari Selasa


tanggal 18 Agustus 2009 pukul 17.00 WIB.

− Bahwa benar e-mail tersebut berisi himbauan untuk melakukan


revalidasi informasi account dan apabila tidak segera melakukan revalidasi
account kami akan dihapus.

− Bahwa benar saksi tidak curiga dan percaya bahwa e-mail tersebut
dikirimkan oleh Bank Sejahtera yang resmi, karena tulisan,nama, merek,
logo sama dengan tulisan, nama, merek, logo Bank Sejahtera resmi.

− Bahwa benar yang saksi lakukan setelah menerima e-mail tersebut,


saya mengklik
linkhttp://202.141.130.66:8080/banksejahtera/onlinebanking/id/personal/
weblogin/log.htm, untuk melakukan revalidasi informasi accontnya
dengan cara memasukan nama dan kode akses saksi.

− Bahwa benar setelah saksi melakukan revalidasi informasi accont


dan kemudian mengklik login, seketika itu juga halaman website
menampilkan pesan error.
− Bahwa benar yang saksi lakukan ialah saksi terus mencoba untuk
mengulangi proses revalidasi informasi account dengan mengklik login,
kemudian saksi menghubungi provider indosat m2 untuk menanyakan
apakah jaringan internet sedang error atau tidak. Namun pihak provider
indosat m2 mengatakan bahwa jaringan internet tidak error.

− Bahwa benar saksi mengetahuinya pada hari Rabu tanggal 19


Agustus 2009 pukul 11.00, ketika saksi berbelanja di Pusat Pembelanjaan
Karefour di Jalan Wahid Hasyim No. 112, Jakarta Pusat. Pada saat saksi
akan membayar belanjaan saksi seharga Rp.300.000,00 dengan
menggunakan kartu debit Bank Sejahtera, ternyata transaksi tersebut
ditolak dan penjaga kasir mengatakan bahwa saldonya tidak mencukupi
untuk melakukan pembayaran, sebab saldo yang ada di rekening saksi
sebesar Rp.100.000,00. Saksi sangan terkejut mendengar hal itu, karena
setahu saksi saldo yang ada direkening saksi berjumlah Rp.50.000.000,00.

− Bahwa benar saksi langsung mengecek tabungannya ke Bank


Sejahtera dan saldo yang tercetak di buku Tabungannya ternyata hanya
sejumlah Rp.100.000,00 setelah saksi meneliti dari data yang ada di buku
rekeningnya, ternyata Rp 49.900.000,00 itu ditransfer ke rekening orang
lain.

− Bahwa benar saat itu juga saksi meminta konfirmasi dari pihak
Bank, dengan menemui Costumer Service yang bernama Nadia, lalu
Nadia memeriksa data transaksi saksi, dan ternyata uang saksi tersebut
telah ditransfer ke nomor rekening Bank Sejahtera dengan nomor 137-
345-333-21-09 atas nama Saputra pada tanggal 19 Agustus 2009 tepatnya
pada pukul 09.05.

− Bahwa saksi tidak mengenal Saputra Raharjdjo

− Bahwa benar saksi tidak melakukan transaksi pada tanggal dan jam
tersebut.
Atas keterangan saksi, Terdakwa menyatakan bahwa tidak seluruhnya
keterangan yang diberikan saksi adalah benar berkaitan dengan pernyataan
saksi mengenai email yang dirimkan kepadanya sebab e-mail tersebut
tidak berasal dari terdakwa dan terdakwa juga tidak mengetahui tentang
kehilangan uang yang dialami oleh saksi.
2. Saputra Rahardjo, Ragunan, Jakarta Selatan, 37 tahun / 21 Agustus 1971,
Laki-laki, Indonesia, Jl. Srigunting No.35, Tebet, Jakarta Selatan, Kristen
Protestan, Wiraswasta, SMA. Di bawah janji pada pokoknya menerangkan
sebagai berikut :

− Bahwa benar saksi merima email yang mengatasnamakan Bank Sejahtera


pada tanggal 18 Agustus 2009 pukul 10.00 WIB

− Bahwa isi dari email tersebut adalah menghimbau para nasabah Bank
Sejahtera untuk melakukan revalidasi informasi account.

− Bahwa setelah menerima e-mail tersebut, saksi mengklik link


http://202.141.130.66:8080/banksejahtera/onlinebanking/id/personal/weblog
in/log.htm

− Bahwa setelah mengklik link tersebut muncul tampilan website yang


tulisan, nama, merek, dan logonya menyerupai tulisan, nama, merek, dan
logo Bank Sejahtera resmi

− Bahwa saksi kemudian melakukan revalidasi informasi account dengan


cara mengisi nama dan kode akses saksi

− Bahwa setelah melakukan revalidasi informasi account, saksi mengklik


icon Login, seketika itu juga tampilan website menampilkan pesan error

− Bahwa saksi tidak mengenal saudara saudara Tania Novanti

− Bahwa saksi tidak mengetahui adanya transfer uang sebesar Rp.


49.900.000,00 dari rekening Bank Sejahtera atas nama Tania Novanti ke
rekening saksi.
− Bahwa saksi tidak mengenal saudara Yovita Sri Mulyani

− Bahwa pada hari rabu, 19 agustus 2009 pukul 10.45 WIB, saksi sedang
menonton film Twilight di bioskop 21 yang terletak di Mega Mall Jakarta
Pusat bersama teman-temannya

− Bahwa saksi tidak pernah mentransfer uang sebesar Rp.49.900.000,00 ke


rekening Bank Sejahtera dengan nomor 137-345-333-21-15 atas nama
Yovita Sri Mulyani

Atas keterangan Saksi, Terdakwa menyatakan tidak setuju sepenuhnya.


3. Yovita Sri Mulyani, Mana-Bengkulu, 25 tahun / 28 Februari 1984,
Perempuan, Indonesia, Jl. Demangan lama No.25, Salemba, Jakarta Selatan,
Katolik, Wiraswasta, S 1-Ekonomi. Di bawah janji pada pokoknya menerangkan
sebagai berikut :

− Bahwa benar saksi merima email yang mengatasnamakan Bank Sejahtera


pada tanggal 18 Agustus 2009 pukul 13.00 WIB.

− Bahwa isi dari email tersebut adalah menghimbau para nasabah Bank
Sejahtera untuk melakukan revalidasi informasi account.

− Bahwa setelah menerima e-mail tersebut, saksi mengklik link


http://202.141.130.66:8080/banksejahtera/onlinebanking/id/personal/weblog
in/log.htm

− Bahwa setelah mengklik link tersebut muncul tampilan website yang


tulisan, nama, merek, dan logonya menyerupai tulisan, nama, merek, dan
logo Bank Sejahtera resmi

− Bahwa saksi kemudian melakukan revalidasi informasi account dengan


cara mengisi nama dan kode akses saksi

− Bahwa setelah melakukan revalidasi informasi account, saksi mengklik


icon Login, seketika itu juga tampilan website menampilkan pesan error
− Bahwa saksi tidak mengenal saudara saudara Saputra Rahardjo.

− Bahwa saksi tidak mengetahui adanya transfer uang sebesar Rp.


49.900.000,00 dari rekening Bank Sejahtera atas nama Saputra Rahardjo ke
rekening saksi.

− Bahwa saksi tidak mengenal saudara Leonard Tupamatu

− Bahwa pada hari rabu, 19 agustus 2009 pukul 10.55 WIB, saksi sedang
berada ditempat kerjanya yaitu Toko Meubel Sejahtera yang terletak di gatot
kaca no 11 Jakarta Pusat bersama teman-temannya

− Bahwa saksi tidak pernah mentransfer uang sebesar Rp.49.900.000,00 ke


rekening Bank Sejahtera dengan nomor 137-345-333-21-20 atas nama
Leonard Tupamatu

Atas keterangan Saksi, Terdakwa menyatakan tidak setuju sepenuhnya.

4. Leonard Tupamatu, Maumere, NTT, 29 tahun / 29 April 1980, Laki-laki,


Indonesia, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Katolik, Pegawai Negeri Sipil, SMA. Di
bawah janji pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

− Bahwa benar saksi merima email yang mengatasnamakan Bank Sejahtera


pada tanggal 18 Agustus 2009 pukul 13.00 WIB.

− Bahwa isi dari email tersebut adalah menghimbau para nasabah Bank
Sejahtera untuk melakukan revalidasi informasi account.

− Bahwa setelah menerima e-mail tersebut, saksi mengklik link


http://202.141.130.66:8080/banksejahtera/onlinebanking/id/personal/weblogi
n/log.htm
− Bahwa setelah mengklik link tersebut muncul tampilan website yang
tulisan, nama, merek, dan logonya menyerupai tulisan, nama, merek, dan logo
Bank Sejahtera resmi

− Bahwa saksi kemudian melakukan revalidasi informasi account dengan


cara mengisi nama dan kode akses saksi

− Bahwa setelah melakukan revalidasi informasi account, saksi mengklik


icon Login, seketika itu juga tampilan website menampilkan pesan error

− Bahwa saksi tidak mengenal saudara saudara Yovita Sri Mulyani

− Bahwa saksi tidak mengetahui adanya transfer uang sebesar Rp.


49.900.000,00 dari rekening Bank Sejahtera atas nama Yovita Sri Mulyani ke
rekening saksi.

− Bahwa saksi tidak mengetahui perihal uang sebesar Rp. 9.900.000,00 yang
ditinggalkan terdakwa direkeningnya

− Bahwa saksi tidak mengenal saudara Gilang Ramadhan

− Bahwa pada hari rabu, 19 agustus 2009 pukul 11.55 WIB, saksi sedang
menonton film Twilight di bioskop 21 yang terletak di Mega Mall Jakarta
Pusat bersama teman-temannya

− Bahwa saksi tidak pernah mentransfer uang sebesar Rp.40.000.000,00 ke


rekening Bank Sejahtera dengan nomor 137-345-333-21-26 atas nama Gilang
Ramadhan

Atas keterangan Saksi, Terdakwa menyatakan tidak setuju sepenuhnya.

5. Gilang Ramadhan, Yogyakarta, 47 tahun / 17 Maret 1962, Laki-laki,


Indonesia, Jl. Van den bosch No.13, Jakarta Pusat, Islam, wiraswasta, SMA. Di
bawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :
− Bahwa benar saksi merima email yang mengatasnamakan Bank Sejahtera
pada tanggal 18 Agustus 2009 pukul 14.00 WIB.

− Bahwa isi dari email tersebut adalah menghimbau para nasabah Bank
Sejahtera untuk melakukan revalidasi informasi account.

− Bahwa setelah menerima e-mail tersebut, saksi mengklik link


http://202.141.130.66:8080/banksejahtera/onlinebanking/id/personal/weblogi
n/log.htm

− Bahwa setelah mengklik link tersebut muncul tampilan website yang


tulisan, nama, merek, dan logonya menyerupai tulisan, nama, merek, dan logo
Bank Sejahtera resmi

− Bahwa saksi kemudian melakukan revalidasi informasi account dengan


cara mengisi nama dan kode akses saksi

− Bahwa setelah melakukan revalidasi informasi account, saksi mengklik


icon Login, seketika itu juga tampilan website menampilkan pesan error

− Bahwa saksi tidak mengenal saudara Leonard Tupamatu

− Bahwa saksi tidak mengetahui adanya transfer uang sebesar Rp.


49.900.000,00 dari rekening Bank Sejahtera atas nama Leonard Tupamatu ke
rekening saksi.

− Bahwa saksi tidak mengenal saudara Dwi Koncoro

− Bahwa pada hari rabu, 19 agustus 2009 pukul 10.45 WIB, saksi sedang
menonton film Twilight di bioskop 21 yang terletak di Mega Mall Jakarta
Pusat bersama teman-temannya

− Bahwa saksi tidak pernah mentransfer uang sebesar Rp.30.000.000 ke


rekening Bank Sejahtera dengan nomor 137-345-333-21-46 atas nama
Terdakwa dan uang sebesar Rp. 10.000.000 ke rekening Bank Bahagia dengan
nomor 137-345-333-21-71 atas nama Terdakwa
Atas keterangan Saksi, Terdakwa menyatakan tidak setuju sepenuhnya.

6. Nadia Valentine Sinaga, Mana, Bengkulu, 28 Februari 1984, Umur 25


Tahun, Kebangsaan Indonesia, Jenis Kelamin Perempuan, Alamat Jl. Demangan
lama No.25, Salemba, Jakarta Selatan, Agama Katolik, Pekerjaan Wiraswasta, S1
Ekonomi. Di bawah janji pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

− benar saksi mengenal Terdakwa sebagai bawahan saksi ketika saudara


Terdakwa bekerja di Bank Sejahtera

− bahwa Terdakwa bekerja sebagai Staf IT.

− Bahwa Terdakwa diterima bekerja di Bank Sejahtera sejak awal bulan juli
2006

− Bahwa saksi menilai saudara Terdakwa merupakan karyawan yang kurang


disiplin baik mengenai kehadirannya maupun dalam melaksanakan
pekerjaannya. Terdakwa juga suka menggangu para karyawati yang lain, suka
menentang kebijakan-kebijakan yang di buat dari Bank Sejahtera dan sering
meminjam uang dibagian administrasi Bank Sejahtera

− Bahwa selama saudara dwi bekerja di Bank Sejahtera, saksi tidak


mengetahui apakah saudara Terdakwa pernah melakukan tindak pidana tidak
karena selama bekerja saudara Terdakwa tidak pernah melakukan perbuatan
pidana di tempat dwi bekerja, dalam arti di lingkungan Bank Sejahtera

− bahwa saudara Dwi sangat ahli dalam bidang IT karena selama bekerja di
Bank Sejahtera saudara dwi yang selalu menangani masalah-masalah yang
berkaitan dengan sistem keamanan Data yang ada di Bank sejahtera dan
pengembangan tampilan website Bank Sejahtera.

− bahwa benar saksi tidak mengenal saudara Tania Novanti.


− Bahwa saksi sebagai atasan saudara Terdakwa tidak mengetahui bahwa
dwi mampu melakukan hacking apalagi dilakukannya melalui media
elektronik.

− Bahwa benar saksi mengetahui alasan pemberhentian terhadap saudara


Dwi Kuncoro dari pekerjaannya. Pemberhentian itu dilakukan oleh saksi
dikarenakan Terdakwa tidak disiplin baik dalam hal kehadirannya maupun
dalam melaksanakan pekerjaannya dank arena Terdakwa banyak mempunyai
pinjaman di administrasi Bank Sejahtera.

− bahwa benar saksi mengetahui alamat website Bank Sejahtera yaitu


www.banksejahtera.co.id

− Bahwa Bank Sejahtera telah mendaftar nama website melalui organisasi


pendaftaran domain. ID www.jagoanhosting.com setelah memenuhi berupa
SIUP atau Akta Perusahaan (cover dan hal 1, NPWP), Hak Merk, KTP
Direktur kami.

− Bahwa Bank Sejahtera sudah melakukan pendaftaran Mererk Bank


Sejahtera Ke DITJEN HKI dan sudah diterima serta di umumkan oleh
DITJEN HKI pada tahun 1990.

− Bahwa saudara Terdakwa tidak pernah meminta izin kepada pihak Bank
Sejahtera untuk menggunakan tulisan, nama, merek dan logo Bank Sejahtera
dalam membuat suatu website

− Bahwa Pada dasarnya setiap Staf Devisi IT dapat mengetahui setiap email
dari nasabah Bank Sejahtera tersebut, namun walaupun para Staf mengetahui
tetapi para staf tidak dapat mengetahui password dari email nasabah tersebut.
Dan data email tersebut disimpan dengan sangat rahasia oleh Bank Sejahtera.
Namun terkecuali terdakwa ia dapat mengetahui e-mail dari para nasabah
karena ia memang bertugas menjaga sistem transmisi data dari Bank Sejahtera
yang di dalamnya terdapat data-data nasabah termasuk email para nasabah.
II. KETERANGAN SAKSI A CHARGE :

1. Wijaksono David. S.Kom, Lombok, 13 September 1964, Umur 45


Tahun, Kebangsaan Indonesia, Jenis Kelamin Laki - Laki, Alamat Jl. Tarhiim
No 11 Jakarta Pusat, Agama Islam, Pekerjaan Wiraswasta, Pendidikan S1
Komunikasi. Di bawah sumpah di persidangan pada pokoknya menerangkan
sebagai berikut :

−Bahwa benar saksi mengenal terdakwa . Kami sudah lama berteman sejak
kuliah di universitas, selain itu saksi sudah lama satu kontrakan dengan
terdakwa.

−Bahwa selama saksi berteman dengan terdakwa, sepengetahuan saksi


terdakwa orangnya baik, sopan, ramah, suka bergaul, dan suka membantu
sesama teman

−Bahwa sepengetahuan saksi selama ini terdakwa bekerja di Bank Sejahtera


sebagai staf IT sebagai ahli di bidang tersebut, namun saat ini dia telah
diberhentikan dari pekerjaannya di Bank Sejahtera.

−Bahwa sikap terdakwa setelah diberhentikan dari bank Sejahtera adalah


sering murung, emosional tinggi, suka mengurung diri dikamar, singkat
kata terdakwa kelihatan seperti orang stres dan kegiatannya dikamar hanya
mengakses internet.

−Bahwa benar selama ini terdakwa sering membantu teman-temannya baik


teman-teman wanita atau teman- teman prianya dalam hal penggunaan dan
pembuatan program di komputer, salah satu contohnya ialah dalam
penggunaan internet atau pembuatan website.

−Bahwa saksi mengetahui terdakwa sudah pandai dalam menggunakan


komputer sejak masa kuliah, karena terdakwa sendiri kuliah mengambil
jurusan Teknik Informatika sehingga wajar saja terdakwa pandai dalam
bidang tersebut.
−Bahwa saksi mengetahui terdakwa sangat mampu dalam menggunakan
komputer dengan baik, terlihat ketika terdakwa sering mengajari teman-
teman dalam menggunakan komputer.

−Bahwa saksi tidak tahu betul tentang alasan terdakwa diberhentikan dari
pekerjaanya, karena terdakwa sendiri tidak cerita kepada saksi, terdakwa
hanya menceritakan bahwa Bank Sejahtera mengalami krisis sehingga
terjadi PHK besar-besaran.

−Bahwa terdakwa tidak pernah bercerita bahwa terdakwabisa melakukan


hacking melalui transaksi elektronik.

−Bahwa saksi mengetahui terdakwa menguasai bahasa pemrograman


computer seperti HTML, PHP, ASP, XML, WML, PERL, CFM,
Javascript, CSS, pembuatan website, pengoperasian internet.

Atas keterangan Saksi, Terdakwa menyatakan tidak keberatan terhadap


keterangan saksi.

2. Saksi Yosefina Margareta, S.E., Balikpapan, 10 Oktober 1982, Umur 27


Tahun, Kebangsaan Indonesia, Jenis Kelamin Perempuan, Alamat Jl.
Kaliurang Km.3,5 No 19 Jakarta Timur, Agama Kristen Protestan, Pekerjaan
Wiraswasta. Di bawah janji di persidangan pada pokoknya menerangkan
sebagai berikut :

− Bahwa benar saksi mengenal terdakwa.

− Bahwa saksi mengenal terdakwa pada awal tahun 2006 dan sejak 2
tahun lalu saksi berpacaran dengan terdakwa.

− Bahwa saksi selama mengenal terdakwa, sebagai orang yang baik,


penyabar dan bertanggung jawab dengan pekerjaannya.

− Bahwa saksi mengetahui terdakwa dipecat dari pekerjaanya di


Bank Sejahtera karena saksi diberitahu oleh terdakwa sendiri.
− Bahwa benar terdakwa memberitahu saksi tentang alasan terdakwa
dipecat adalah karena di Bank Sejahtera tempat bekerja bekerja
mengalami kepailitan.

− Bahwa setelah dipecat dari Bank Sejahtera, terdakwa belum


mendapatkan--pekerjaan baru.

− Bahwa saksi setiap kali ke kontrakan terdakwa, saksi selalu


melihat terdakwa duduk di depan laptop, namun saksi tidak tahu apa yang
terdakwa lakukan dengan laptopnya, sebab yang saksi tahu terdakwa
hanya sebatas mengutak-atik laptopnya.

− Bahwa pada tanggal 19 Januari 2009 sejak pukul 09.00 WIB


sampai dengan pukul 16.00 WIB saksi bersama terdakwa berekreasi ke
ANCOL

Atas keterangan Saksi, Terdakwa menyatakan tidak keberatan terhadap


keterangan saksi.

B. KETERANGAN AHLI
Saksi Prof. Dr. AGUNG SULISTIO BARIED, S. TI, M.SI 51 Tahun,
Agama Islam, Kebangsaan Indonesia, Tempat Tinggal Jl. Merpati No. 50 D
Kelurahan sepingolpingol Jakarta Timur.
dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
Saksi tidak keberatan untuk diperiksa sebagai saksi dan dibawah sumpah saksi
menerangkan sebagai berikut :
− Bahwa Alamat email seseorang dapat dideteksi dengan beberapa cara.
Beberapa cara yang mungkin untuk mendeteksi e-mail seseorang adalah jika
pemilik email tersebut pernah melakukan transaksi e-bangking suatu bank atau
pernah melakukan transaksi jual beli di internet, dalam hal ini secara otomatis
pihak bank atau pihak yang bertransaksi jual beli di internet itu dapat mengetahui
emailnya. Kemungkinan lain bisa dideteksi pada profil seseorang dalam situs
pertemanan seperti facebook, friendster atau sejenisnya, dalam hal ini tampilan
email seseorang biasanya ditulis

− Bahwa Ada beberapa cara untuk membuat website namun jika wesite itu
akan dibuat sangat mirip dengan aslinya, maka salah satu cara pembuatan website
tersebut adalah sebagai berikut. Pertama-tama mengcopy halaman utama baik itu
tulisan dan logo dari alamat website asli, lalu dipastekan di program adobe
photoshop. Pada program adobe photoshop tersebut dibuat layer baru yang
digunakan untuk mengedit background dari logo dan tulisan website yang asli.
Selanjutnya dibuat layer baru lagi untuk mengedit tulisan dan logo website yang
asli. Setelah selesai di- edit seperlunya maka barulah mencari alamat server dan
hosting yang dapat digunakan, atau hosting yang sedang atau server yang sedang
kosong. Jadi dapat digunakan sebagai tempat website yang palsu. Setelah
pengeditan selesai, website tersebut dapat diakses di dunia internet sebagai
website ASPAL. Dalam website ASPAL ini semua icon masih diarahkan pada
alamat web yang aslinya, dengan maksud agar pengguna web ini tidak palsu.

− Bahwa email tersebut menyatakan bahwa Bank Sejahtera akhir-akhir ini


menemukan beberapa kali kegagalan dalam percobaan untuk LOGIN atau meng-
akses akun on-line Bank Sejahtera Tania dan beberapa kali kegagalan penggunaan
password dideteksi sebelum meng-akses. Selanjutnya Bank Sejahtera
mengharuskan pemilik email (Tania) untuk melaporkan kembali informasi akun
Tania kepada Bank Sejahtera. Jika tidak dilakukan maka akan dinon-aktifkan
akun Tania dalam waktu yang tidak terbatas, sejauh mana untuk digunakan
dengan tujuan penipuan. Dan untuk melanjutkan atau meng-confirm dan
melapporkan informasi akun Tania diminta untuk meng-klik link
http://202.141.130.66:8080/banksejahtera/onlinebanking/id/personal/weblogin/lo
g.htm. Dan pada kalimat terahkir diminta untuk tidak membalas ke alamat e-mail
ini karena pesan yang dikirim ke alamat e-mail ini tidak akan dibalas, jika
membutuhkan bantuan, silakan masuk ke account Bank Sejahtera anda dan
memilih link <<Help>> pada bagian atas halaman tersebut.
− Bahwa dengan memberikan informasi akun seseorang pada website palsu
maka data informasi akun tersebut dapat diketahui oleh pemilik web palsu karena
secara otomatis informasi tersebut masuk ke database dari pemilik tersebut.

− Bahwa Jika seseorang telah memperoleh data maupun kode akses dari
pemilik data di suatu Bank Sejahtera maka orang tersebut dapat mengakses dan
mengoperasikan data yang ada seperti pemiliknya sendiri

− Bahwa cara membedakan website asli dan yang palsu adalah dengan
melihat IP address web tersebut, jika memang sesuai dengan yang asli maka web
itu pasti asli, tetapi kalau pada website palsu, IP addresnya tidak sesuai dengan IP
addres website asli

− Bahwa suatu website mendapat perlindungan hak kekayaan intelektual


karena suatu website harus didaftarkan. Sistem Pendaftaran nama domain
dilakukan dengan menerapkan prinsip ‘first come first served’. Artinya,
keberadaan suatu nama domain dalam internet baru ada jika ada seseorang atau
suatu pihak yang mendaftark atau meminta nama domain (Registrant) terlebih
dahulu kepada sistem. Biasanya untuk mengetahui apakah sebuah nama domain
telah didaftarkan oleh pihak lain ataukah belum, pendaftar harus menghubungi
organisasi pendaftar nama domain terlebih dahulu. Untuk mendaftarkan sebuah
nama domain melalui Network Solution, seseorang cukup membuka situs
InterNIC dan mengisi sejumlah form, selanjutnya InterNIC akan memverifikasi
mengenai hak pendaftar untuk memilih suatu nama tertentu, tetapi pendaftar harus
menyetujui ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam “NSI’s domain name
dispute resolution policy,” sehingga bilamana ada pihak sebagai telah memakai
merek dagang yang sudah dikenal mengajukan klaim terhadap permohonan
registrasi nama domain, maka NSI akan menangguhkan pemakaian sebuah nama
domain yang diklaim tersebut.

C. KETERANGAN TERDAKWA
Atas pertanyaan di persidangan Terdakwa memberikan keterangan sebagai
berikut:
− Bahwa benar terdakwa adalah mantan pegawai Bank Sejahtera pada
bagian Divisi IT.

− Bahwa terdakwa sudah bekerja sejak Juli 2006

− Bahwa tugas terdakwa selama bekerja di Bank Sejahtera adalah


menangani masalah-masalah yang berkaitan dengan sistem keamanan Data yang
ada di Bank sejahtera dan pengembangan tampilan website Bank Sejahtera.

− Bahwa terdakwa mengetahui email para nasabah Bank Sejahtera karena


salah satu tugas dari devisi IT adalah menjaga sistem transmisi data dari Bank
Sejahtera yang di dalamnya terdapat data-data nasabah termasuk email para
nasabah.

− Bahwa pada bulan Januari 2009 terdakwa dipecat dari jabatanya di Bank
Sejahtera.

− Bahwa setelah terdakwa dipecat terdakwa masih menyimpan data-data


para nasabah termasuk email para nasabah.

− Bahwa setelah dipecat terdakwa belum mendapatkan pengganti pekerjaan


sehingga terdakwa lebih sering menghabiskan waktunya dengan mengakses
internet

− Bahwa terdakwa mahir dalam mengoperasikan internet dan membuat


website

− Bahwa terdakwa menguasai bahasa pemrograman computer seperti


HTML, PHP, ASP, XML, WML, PERL, CFM, Javascript, CSS, pembuatan
website, pengoperasian internet.

− Bahwa tedakwa mengakses internet dari rumahnya dengan menggunakan


modem
− Bahwa nama modem yang digunakan terdakwa adalah Huawei Vodafone

− Bahwa terdakwa menggunakan layanan kartu Indosat M2

− Bahwa nomor IP terdakwa adalah 202.141.130.66:8080

− Bahwa terdakwa tidak pernah membuat website Bank Sejahtera yang


palsu yang memiliki alamat website yaitu www.banksejahtera .com

− Bahwa terdakwa tidak pernah mengirim e-mail yang berisi himbauan


untuk melakukan revalidasi informasi account kepada para nasabah

− Bahwa kebiasaan terdakwa dalam mengakses internet dimulai dari jam


08.00 WIB

− Bahwa terdakwa tidak mengenal saksi Tania Novanti, saksi Saputra


rahardjo, Yovita Sri Mulyani, Leonard Tupamatu dan Gilang Ramadhan

− Bahwa benar terdakwa adalah Nasabah bank Sejahtera

− Bahwa terdakwa bukan nasabah bank Bahagia

− Bahwa pada tanggal 19 Januari 2009 sekitar pukul 09.00 WIB sampai
pukul 16.00 WIB terdakwa tidak sedang mengakses internet karena terdakwa
sedang bersama pacarnya Yosephina Margaretha berekreasi ke ANCOL

− Bahwa pada tanggal 19 Januari 2009 terdakwa tidak mengecek saldo


direkeningnya

− Bahwa terdakwa tidak pernah mengetahui mengenai uang sebesar


Rp.30.000.000,00 yang masuk ke rekeningnya pada tanggal 19 Januari 2009

− Bahwa terdakwa pada tanggal 22 Januari 2009 tidak melakukan penarikan


di ATM Bank Sejahtera.
D. BARANG BUKTI
-Surat Pengangkatan terdakwa sebagai Staf Bank Sejahtera Divisi Informatika

-Surat pemecatan terdakwa sebagai Staf Bank Sejahtera Divisi Informatika

- Laptop merek Acer Aspire 4736 yang digunakan terdakwa untuk melakukan
kejahatannya

- Flashdisk merek Kingston milik terdakwa yang menyimpan alamat e-mail para
nasabah Bank Sejahtera

- Laptop merek Acer Aspire 4520 yang dibeli terdakwa dari hasil kejahatannya.

- Modem Vodafone beserta kartu M2 milik terdakwa yang digunakan untuk


melakukan kejahatnnya

- Video rekaman pengambilan uang tunai di ATM Bank Sejahtera di lantai II


Galleria Mall Jalan Mrican Baru Nomor 28 Jakarta Pusat

- Print out bukti transfer antar rekening yang dikeluarkan oleh Bank Sejahtera

- Fotokopi buku rekening Bank Bahagia milik Dwi Koncoro Ningrum

- Fotokopi buku rekening Bank Sejahtera milik Dwi Koncoro Ningrum

- Fotokopi buku rekening Bank Sejahtera milik Tania

- Fotokopi buku rekening Bank Sejahtera milik Saputra Rahardjo

- Fotokopi buku rekening Bank Sejahtera Yovita Sri Mulyani

- Fotokopi buku rekening Bank Sejahtera Leonard Tupamatu

- Fotokopi buku rekening Bank Sejahtera Gilang Ramadhan

- Print out bukti penarikan tunai uang sebesar Rp. 10.000.000,00 dari rekening atas
nama Dwi Koncoro Ningrum yang dikeluarkan oleh Bank Sejahtera

- Print out halaman website Bank Sejahtera asli


- Print out halaman website Bank Sejahtera palsu yang dibuat oleh terdakwa

- Bukti pendaftaran hak kekayaan intelektual atas website bank sejahtera

E. PETUNJUK
Berdasarkan pasal 188 ayat (1) KUHAP yang menerangkan bahwa petunjuk
adalah perbuatan, kejadian atau keadaan, yang karena persesuaiannya, baik antara satu
dengan yang lain, maupun dengan tindak pidana itu sendiri, menandakan bahwa telah
terjadi suatu tindak pidana dan siapa pelakunya. Dan juga dalam pasal 188 ayat 2
KUHAP dijelaskan bahwa petunjuk terdiri dari keterangan saksi, surat dan keterangan
terdakwa. Maka, berdasarkan dari fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan
mengarah pada kesimpulan sebagai berikut:

III. ANALISIS YURIDIS TERHADAP SURAT DAKWAAN DAN


REQUISITOIR
Majelis hakim yang kami muliakan,
Jaksa Penuntut Umum yang terhormat,
dan sidang yang kami hormati.
Sebagai seorang yang saat ini berstatus sebagai terdakwa, maka Sakti
Mandraguna harus tetap kita berikan porsinya sebagai subyek, bukan obyek dari
perkara yang sedang berjalan. Oleh karena itu sangat tepat dan pas jika kondisi riil
yang ada dan yang terkait dengan fakta-fakta yang terungkap di persidangan harus
kita proporsikan dalam koridor yang signifikan pula, karena elemen penegakan
hukum dan keadilan tidak menafikan kondisi empiris dan realita yang
mempengaruhi lingkungan hukum yang ada.
Selanjutnya, apabila kita menyimak dan membaca lagi surat dakwaan
Jaksa Penuntut Umum tertanggal 1 Desember 2005, terdakwa telah didakwa
melakukan perbuatan sebagaimana diatur dalam dakwaan:
KESATU : Pasal 52 ayat (3) Jo Pasal 51 ayat (1) Jo Pasal 35 UU RI No. 11
Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.,dan
KEDUA : Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Bahwa terhadap dakwaan kesatu primair saudara jaksa penuntut umum,
yang dalam tuntutannya menyatakan bahwa perbuatan Dwi Koncoro Ningrum
telah terbukti memenuhi unsur-unsur pasal 51`ayat (1) Undang-Undang Nomor
11 Tahun 2008 sebagaimana yang didakwakan jaksa penuntut umum, akan kami
analisa secara yuridis, apakah benar perbuatan Dwi Konocoro Ningrum
memenuhi unsur-unsur pasal 51 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008.
unsur-unsur pasal 51 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008
adalah sebagai berikut :
1. Setiap orang;

2. Barang Siapa;

3. Dengan Sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum;

4. Melakukan Manipulasi;

5. Menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum;

6. Memakai nama palsu atau martabat palsu dengan tipu muslihat,


rangkaian kebohongan;

7. Menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu


kepadanya

1. Unsur Setiap Orang

Dalam tuntutannya saudara jaksa penuntut Umum menyatakan bahwa unsur


setiap orang dalam Undang-Undang Nomor 11Tahun 2008 tentang Informasi dan
Transaksi Elektronik adalah orang perseorangan, baik warga negara Indonesia,
warga negara asing, maupun badan hukum. Yang dalam perkara ini berdasarkan
keterangan saksi-saksi, keterangan ahli dan surat-surat benar terdakwalah sebagai
pemilik domain name
http://202.141.130.66:8080/banksejahtera/onlinebanking/id/personal/weblogin/log.
htm. Kami Tim Penasehat Hukum berpendapat walupun IP dari domain name
http://202.141.130.66:8080/banksejahtera/onlinebanking/id/personal/weblogin/log.
htm. adalah milik Terdakwa Menurut Tim penasehat Hukum, Terdakwa sama
sekali tidak pernah membuat website dengan domain tersebut, hal ini dibuktikan dari
keterangan Terdakwa dan hal tersebut membuktikan bahwa IP dari terdakwa telah
dipakai oleh orang yang tidak berrtanggung jawab. Dalam kasus ini Penasehat
Hukum Terdakwa beranggapan bahwa Terdakwa merupakan Korban dari Kejahatan
yang tidak dilakukannya
Dengan Demikian kami Tim Penasehat Hukum terdakwa berpendapat bahwa
Unsur Setiap orang dalam tuntutan saudara Jaksa Penuntut Umum tidak terbukti
secara sah dan meyakinkan menurut hukum.

2. Barang Siapa

Yang dimaksud dengan barang siapa sebagai subyek hukum dalam perkara
ini adalah Terdakwa, Umur 28 tahun, Pekerjaan Wiraswasta, Agama Islam,
Kebangsaan Indonesia, Pendidikan S1 Teknik Informatika, Alamat Jl. Tarhim No 11
Jakarta Pusat .Berdasarkan keterangan para saksi dan terdakwa didukung dengan
barang bukti yang ada, bahwa orang yang patut disangka telah melakukan tindak
pidana yang bertanggung jawab atas perbuatannya adalah orang yang bernama
Terdakwa.
Menurut kami Tim Penasehat Hukum menyatakan bahwa yang dimaksud
dengan unsur barang siapa ialah setiap orang sebagai subyek hukum penyandang hak
dan kewajiban dan mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum
karena tidak ada alasan pemaaf, alasan pembenar, maupun alasan penghapus
tuntutan
Menurut kami Tim Penasehat Hukum terdakwa Dwi Koncoro Ningrum S.T.
dalam tuntutannya saudara Penuntut umum dengan tujuan hanya sekedar untuk
memenuhi unsur barang siapa menurut Jaksa penuntut umum. Menurut kami Tim
Penasehat Hukum terdakwa Dwi Koncoro Ningrum S.T. Jaksa Penuntut Umum
hanya mendasarkan “keterangan saksi-saksi” tanpa meyebutkan saksi-saksi mana
saja yang menguatkan tuntutan dari Jaksa penuntut Umum, sebab menurut kami Tim
penasehat Hukum banyak saksi yang tidak mengenal saudara Terdakwa, sehingga
kami Tim Penasehat Hukum terheran-heran dengan tuntutan yang diajukan Jaksa
Penuntut Umum, tuntutan yang dikajukan oleh Jaksa penuntut Umum sangat
mengada-ngada.
Alat bukti berupa Domain palsu Bank Sejahtera yang diajukan oleh Jaksa
Penuntut Umum jelas-jelas ditolak oleh Tim Penasehat Hukum, hal ini diperkuat
oleh keterangan terdakwa yang menyatakan walaupun benar IP tersebut merupakan
IP terdakwa tetapi saudara Terdakwa sama sekali tidak pernah membuat webisite
palsu Bank Sejahtera.
Penasehat Hukum juga berpendapat Jaksa penuntut umum ternyata kurang
mencermati semua fakta fakta yang terungkap dalam persidangan antara Tania
Novanti, saksi Saputra rahardjo, Yovita Sri Mulyani, Leonard Tupamatu dan Gilang
Ramadhan sama sekali tidak mengenal saudara Terdakwa, juga dari keterangan
terdakwa dan keterangan saksi yang lainnya. Sehingga unsur yang saksi tidak
terpenuhi dalam tuntutan Jaksa Penuntut umum.
Menurut pasal 1 ayat (26) KUHAP yang dimaksud saksi adalah orang yang
memberikan keterangan guna kepentigan penyidikan, penuntutan dan peradilan
tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami
sendiri. Tetapi Saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum yaitu Tania Novanti,
saksi Saputra rahardjo, Yovita Sri Mulyani, Leonard Tupamatu dan Gilang
Ramadhan sama sekali tidak dapat memberikan keterangan akurat.
Dengan demikian kami tim Penasehat HukumTerdakwa Dwi Koncoro
Ningrum S.T berpendapat bahwa unsur barang bukti yang menunjuk pada terdakwa
Dwi Koncoro ningrum seperti pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum tidak terbukti
secara sah dan meyakinkan menurut hukum, Kami Tim Penasehat Hukum
Terdakwa berpendapat bahwa unsur Setiap Orang yang dimasksud dalam tuntutan
Jaksa Penuntut Umum telah salah menunjuk terdakwa Dwi Koncoro Ningrum.
Dengan demikian menurut Tim Penasehat Hukum terdapat Error in Persona dalam
surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

3. Dengan Sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum

Unsur sengaja menurut Prof Moeljatno, S.H., yang kami Tim Penasehat
Hukum kutip dari Prof. Moeljatno, S.H. yang berjudul Azas-azas Hukum Pidana,
Cetakan Bina Aksara, Jakarta, Cetakan keempat, 1987, halaman 173 menyatakan
bahwa :

1. Harus dibuktikan bahwa perbuatan itu sesuai dengan


motifnya untuk berbuat dan tujuannya yang hendak dicapai;

2. Antara motif dan tujuan harus ada hubungan kausal dalam


batin terdakwa.

Berdasarkan pendapat Prof. Moeljatno, S.H. tersebut, apabila dikaitkan


dengan perkara yang dialami oleh Dwi Koncoro Ningrum S.T. Terdakwa tidak
melakukan sebagimana yang ada di dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum,
pembuatan website palsu yang dijelaskan oleh saksi ahli tidak pernah dilakukan oleh
saudara Terdakwa. Walupun saudara terdakwa memiliki tugas untuk
mengembangkan website Bank Sejahtera di Divisi IT Bank Sejahtera selama
saudara Terdakwa bekerja tetapi setelah dipecat saudara Terdakwa tidak pernah
melakukan aktifitas pembuatan website palsu bank sejahtera karena kegiatan
terdakwa yang dilakukan selama Terdakwa dipecat hanya mengakses internet seperti
kebiasaanya selama ini sehingga tidak ada kaitan antara perbuatan dan motif untuk
berbuat dan tujuan yang hendak dicapai juga antara motif dan tujuan tidak
mempunyai hubungan kausal dalam batin terdakwa.Dengan demikian unsur dengan
sengaja dan tanpa hak dalam tuntutan Jaksa Penunut Umum tidak terbukti secara sah
dan meyakinkan menurut hukum.

4. Melakukan Manipulasi

Pengertian manipulasi menurut KBBI adalah sebuah proses rekayasa dengan


melakukan penambahan, pensembunyian, penghilangan atau pengkaburan terhadap
bagian atau keseluruhan sebuah realitas, kenyataan, fakta-fakta ataupun sejarah yang
dilakukan berdasarkan sistim perancangan sebuah tata sistem nilai, manipulasi
adalah bagian penting dari tindakan penanamkan gagasan, sikap, sistem berpikir,
perilaku dan kepercayaan tertentu.“ Kami dari Tim Penasehat Hukum menyatakan
bahwa Jaksa penutut umum tidak menceramti fakta-fakta di dalam persidangan.
Dalam keterangan saudara Terdakwa selama Terdakwa bekeja di Bank Sejahtera
terdakwa diberi tugas untuk mengembangan tampilan website Bank Sejahtera.
Saudara terdakwa juga tidak pernah mengirim e-mail yang berisi link website Bank
Sejahtera yang palsu, hal-hal ini didukung dengan keterangan Terdakwa yang tidak
pernah membaut dan megirrimkan e-mail yang berisi revalidasi account nasbah
Bank Sejahtera, walaupun Saudara Terdakwa mahir membuat website tetapi Saudara
terdakwa tidak pernah membuat website palsu Bank Sejahtera.

Sehingga dari fakta-fakta yang telah ada maka Terdakwa tidak pernah
melakukan penambahan, persembunyian, penghilangan atau pengkanburan atau
manipulasi website Bank Sejahtera. Dengan demikian kami Tim Penasehat Hukum
Terdakwa Dwi Koncoro Ningrat berpendapat bahwa unsur melakukan manipulasi
tidak terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum.

5. Menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum

Kami Tim Penasehat Hukum beranggapan bahwa pendapat bahwa Jaksa


Penuntut Umum hanya melakukan pandangan tanpa dasar-dasar yang jelas,
karena Jaksa Penuntut Umum hanya mengambil kesimpulan yang kebenarannya
belum teruji dan sangat tidak mendasar. Keterangan saksi yang diajukan Jaksa
Penuntut Umum tidak dapat membuktikan hal itu terjadi. Penasehat Umum
berpendapat bahwa saudara Jaksa Penuntut Umum hanya melakukan serangakian
rekaan kejadian yang menjerumuskan Terdakwa. Saudara Terdakwa tidak
mendapat Keuntungan secara melawan hukum karena Saudara Jaksa Penuntut
kurang mencermati fakta-fakta hukum yang telah ada, bahwa terdakwa tidak
pernah mebuat website palsu Bank Sejahtera, Saudara Terdakwa tidak pernah
mengirim e-mail yang berisi link palsu website Bank Sejahtera, bahwa IP milik
Terdakwa telah digunakan orang lain yang tidak bertanggung jawab.

Dengan demikian kami tim Penasihat Hukum Terdakwa Dwi Koncoro


Ningrum, S.T. berpendapat bahwa unsur Menguntungkan diri sendiri atau orang
lain secara melawan hukum yang menunjuk pada terdakwa Dwi Koncoro
Ningrum, S.T. seperti pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum tidak terbukti secara
sah dan meyakinkan menurut hukum.

6. Dengan Tujuan agar Informasi Elektronik tersebut dianggap seolah-olah


data yang otentik
Dalam surat tuntutanya Jaksa Penuntut Umum berpendapat bahwa
Saudara terdakwa membuat website palsu yang nama, merk dan logo
menyerupai nama, merk, logo Bank Sejahtera resmi mengakibatkan website
tersebut seolah-olah website otentik milik Bank Sejahtera. Tetapi Kami Tim Jaksa
Penuntut Umum berpendapat bahwa berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dari
persidangan selama Terdakwa bekerja di Bank Sejahtera, Saudara Terdakwa
hanya melakukan tugasnya mengembangkan website Bank Sejahtera dan pada
saat Saudara Terdakwa dipecat Saudara Terdakwa tidak pernah membuat website
palsu yang nama, merk dan logo menyerupai nama, merk, logo Bank Sejahtera.
Sehingga Terdakwa sama sekali tidak memenuhi unsur “Dengan Tujuan
agar Informasi Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik” tidak
terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum.

7. Unsur “Memakai nama palsu atau martabat palsu dengan tipu muslihat,
rangkaian kebohongan”
Dalam dakwaanya Saudara Jaksa Penuntut Umum menyatakan Terdakwa
yang menggunakan nama nasabah Bank Sejahtera yaitu Tania Novianti, Saputra
Rahardjo, Yovita Sri Mulyani, Leonard Tupamatu, dan Gilang Ramadhan untuk
melakukan kejahatannya, dengan memasukkan nama dan kode akses milik mereka
ke situs resmi Bank Sejahtera yang kemudian digunakan untuk melakukan
kejahatannya, hal ini sangat bertentangan dengan fakta fakta yang ada, Saudara
Terdakwa sama sekali tidak mengenal saksi-saksi yang disebutkan Jaksa Penuntut
Umum dalam tuntutannya dan sama sekali tidak pernah menggunakan kode akses
milik mereka karena saudara Terdakwa tidak mengetahui nomor akses para saksi.
Sehingga unsur menggunakan nama palsu tidak terbukti secara sah dan
meyakinkan menurut hukum.
Saudara Jaksa Penuntut Umum juga menyatakan Terdakwa seolah-olah
memposisikan dirinya sebagai Tania Novianti, oleh karena terdakwa telah
memperoleh nama dan kode akses milik Tania Novianti untuk masuk ke website
resmi Bank Sejahtera dan mengambil sejumlah uang. Terdakwa juga memposisikan
dirinya sebagai Saputra Rahardjo, Yovita Sri Mulyani, Leonard Tupamatu, dan
Gilang Ramadhan untuk melakukan transfer dari uang yang diambil tersebut ke
nomor rekening mereka, yang sebelumnya telah diperoleh terdakwa nama dan kode
akses mereka.
Tetapi Jaksa Penuntut Umum kurang memahami bahwa Terdakwa sama sekali
tidak megetehui identitas para saksi dan mengetahui kode akses para saksi, sehingga
sangatlah tidak tepat jika Jaksa Penuntut Umum menyimpulkan bahwa Terdakwa
memposisikan dirinya sebagai diri saksi-saksi tersebut. Sehingga unsur
menggunakan martabat palsu tidak terbukti secara sah dan meyakinkan
menurut hukum.
Kami Tim Penasehat Hukum sependapat dengan pendapat Jaksa Penuntut Umum
yang menyatakan Tipu muslihat diartikan sebagai suatu perbuatan yang sedemikian
rupa dan yang menimbulkan kesan atau kepercayaan tentang kebenaran perbuatan
itu, yang sesungguhnya tidak benar. Karenanya orang bisa menjadi percaya dan
tertarik atau tergerak hatinya. Tergerak hati orang lain itulah yang sebenarnya dituju
oleh si penipu, karena dengan tergerak hatinya/terpengaruh kehendaknya itu adalah
berupa sarana agar orang lain (korban) berbuat menyerahkan benda yang dimaksud.
Dari pengertian diatas ada baiknya kita perhatikan fakta fakta yang tidak dicermati
Jaksa Penuntut Umum. Bahwa Terdakwa tidak pernah membuat website palsu Bank
Sejahtera sehingga Penasehat Hukum berpendapat ada pihak lain yang menggunakan
IP dari terdakwa sehingga tidak tepat jika Jaksa Penuntut Umum menyatakan bahwa
Terakwa melakukan tipu muslihat. Sehingga Unsur menggunakan martabat palsu
tidak terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum.

8. Menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya


Kami Tim Pensehat Hukum tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum yang
menyatakan bahwa berdasarkan berdasarkan keterangan saksi dan dengan didukung
dengan alat bukti yang ada, perbuatan menggerakan yang dilakukan oleh terdakwa
terlihat pada saat Tania menerima e-mail dari terdakwa pada hari Rabu 19 Januari
2009 pukul 17.00 WIB. Seketika setelah Tania menerima e-mail tersebut, ia segera
melakukan revalidasi account sebagaimana yang diminta dalam e-mail tersebut
dengan percaya dan tanpa curiga bahwa e-mail tersebut dikirim oleh Bank Sejahtera
sebagi dalil untuk ememnuhi unsure menggerakkan. Karena hal tersebut lebih tepat
jika dikatakan kelalaian dan ketelitian dari saudari Tania yang tidak memeriksa
ulang apakah benar atau tidak e-mail tersebut berasal dari Bank Sejahtera, karena
akibat ketidak telitian dari saksi Tania sendirilah maka kerugian diderita sauadari
Tania, jadi sangatalah tidak tepat ditambah fakta hukum bahwa terdakwa tidak
mengenal saudari Tania dan tidak pernah mengirim email untuk meravalidasi
account Bank Sejahtera milik saudari Tania. Dari hal tersebut maka terbukti
kerugian yang diderita oleh saudari Tania merupakan akibat dari kelalaian saudara
Tania sendiri. Sehingga unsur menggerakkan tidak terbukti secara sah dan
meyakinkan menurut hukum.
Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum menyatakan pada umumnya orang
yang menyerahkan benda, orang yang memberi hutang dan orang yang
menghapuskan piutang sebagai korban penipuan adalah orang yang digerakkan itu
sendiri. Tetapi hal itu bukan merupakan keharusan, karena dalam rumusan pasal 378
tidak sedikitpun menunjukkan bahwa orang yang menyerahkan benda, memberi
hutang maupun menghapuskan piutang adalah harus orang yang digerakkan. Orang
yang menyerahkan benda, memberi hutang maupun menghapuskan piutang bisa juga
oleh selain yang digerakkan, asalkan orang lain (pihak ketiga) menyerahkan benda
itu atas perintah/kehendak orang yang digerakkan. Artinya penyerahan benda itu
dapat dilakukan dengan perantaraan orang lain selain orang yang digerakkan.
Kepada siapa barang diserahkan, atau untuk kepentingan siapa diberinya hutang atau
dihapusnya piutang, tidak perlu harus kepada atau bagi kepentingan orang yang
menggerakkan/petindak. Penyerahan benda dapat dilakukan kepada orang lain selain
yang menggerakkan, asalkan perantaraan ini adalah orang yang dikehendaki
petindak. Untuk ini ada arrest HR (24-7-1928) yang menyatakan bahwa "penyerahan
merupakan unsur yang konstitutif dari kejahatan ini dan tidak perlu bahwa
penyerahan dilakukan pada pelaku sendiri". Dari unsur maksud menguntungkan
yang ditujukan dalam dua hal, yaitu diri sendiri atau orang lain, maka dapat
dipastikan bahwa dalam penipuan bukan saja untuk kepentingan petindak semata-
mata melainkan dapat juga untuk kepentingan orang lain.
Kami Tim Penasehat Hukum sependapat akan hal tersebut, tetepi marilah
kita mencari kebenaran dalam kasus saat ini, bahwa Saudara Terdakwa tidak pernah
mengirmkan e-mail untuk menggerakkan saksi Tania agar meravalidasi account
Bank Sejahtera, yang pada intinya bukanlah Terdakwa yang mengirimkan e-mail
tersebut tetapi pihak lain yang dengan sengaja mengunakan IP Terdakwa untukm
melakukan kejahatannya sehingga sangat tidak tepat jika kita memposisikan
Terdakwa yang menggerakkan saudari Tania. Sehingga unsur memenuhi unsur
“Yang digerakkan adalah orang” tidak terbukti secara sah dan meyakinkan
menurut hukum.
Dalam Tuntutannya saudara Jaksa Penuntut umum menyatakan bahwa
Terdakwa menambahkan kekayaan terdakwa. Hal ini dikarenakan, dengan
diserahkanannya kode akses tersebut menyebabkan kekayaan terdakwa bertambah
sebesar Rp. 40.000.000,00. Tetapi sekali lagi kami Tim penasehat Hukum
menegaskan bahwa kami menolak tuntutan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut
Umum, karena Terdakwa juga merupakan korban yanng tidak mengetahui asal
muasal masuknya uang yang tidak diketahuinya sebesar Rp. 30.000.000,00- kedalam
rekening Terdakwa, hal ini dialami serupa dengan saksi saksi lainnya. Saksi saksi
tersebut tidak mengetahui asal muasal uang yang masuk kedalam rekening mereka,
sehingga posisi Terdakwa dalam kasus ini sama halnya dengan saudari Tania yaitu
sebagai korban. Sehingga unsur dengan tujuan menyerahkan barang tidak
terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum
Demikian pledoi ini kami sampaikan dan bacakan dalam persidangan yang
penuh khidmat ini, semoga TUHAN Yang Maha Esa memberi petunjuk dan
kekuatan iman kepada kita semua, sehingga kebenaran dan keadilan ini bisa kita
gapai. Kemudian atas perkenaan dan kebijaksanaan Majelis Hakim yang kami
muliakan, kami ucapkan terima kasih.

IV. KESIMPULAN
Majelis hakim yang kami muliakan,
Jaksa Penuntut Umum yang terhormat,
Dan sidang yang kami hormati.
Berdasarkan fakta-fakta hukum dan kenyataan sebagaimana diatas, maka
dengan demikian kami selaku penasehat hukum terdakwa Dwi Kuncoro Ningrum
berkesimpulan bahwa:
- Dakwaan saudara Jaksa Penuntut Umum yang mendakwa saudara Sakti
mandraguna dengan dakwaan melanggar pasal 52 ayat (3) Undang Undang
Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan
unsur Setiap orang, Barang Siapa dengan Sengaja dan tanpa hak atau melawan
hukum, Melakukan Manipulasi, Menguntungkan diri sendiri atau orang lain
secara melawan hukum, Dengan Tujuan agar Informasi Elektronik tersebut
dianggap seolah-olah data yang otentik nyata-nyata tidak terbukti secara sah
dan meyakinkan sebagaimana kami uraikan di atas. Maka dengan tidak
dipenuhinya unsur unsur Pasal 52 ayat (3) Undang Undang Nomor 11 Tahun
2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dakwaan yang didakwakan
saudara Jaksa Penuntut Umum tidak terbukti.
- Dakwaan saudara Jaksa Penuntut Umum yang mendakwa saudara Dwi
Koncoro Ningrum dengan dakwaan melanggar pasal 338 KUHP dengan unsur
merampas nyawa orang lain dapat dibuktikan, tetapi unsur barang siapa dan
unsur sengaja nyata-nyata tidak terbukti secara sah dan meyakinkan
sebagaimana kami uraikan di atas. Maka dengan tidak dipenuhinya unsur unsur
pasal 338 KUHP, dakwaan yang didakwakan saudara Jaksa Penuntut Umum
tidak terbukti.
- Dakwaan saudara Jaksa Penuntut Umum yang mendakwa saudara Sakti
mandraguna dengan dakwaan melanggar pasal 378 KUHP dengan unsur
Memakai nama palsu atau martabat palsu dengan tipu muslihat, rangkaian
kebohongan, Menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu
kepadanya sebagaimana kami uraikan di atas. Maka dengan tidak dipenuhinya
salah satu unsur pasal 378 KUHP, dakwaan yang didakwakan saudara Jaksa
Penuntut Umum tidak terbukti.

Majelis hakim yang kami muliakan,


Jaksa Penuntut Umum yang terhormat,
Dan sidang yang kami hormati.

Bahwa karena unsur-unsur pasal 52 ayat (3) Undang Undang Nomor 11


Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan unsur unsur dan
Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. maka kami selaku Penasehat
hukum terdakwa Dwi Koncoro Ningrum S.T. , kami mohon agar Majelis hakim
berkenan untuk memutuskan perkara ini sebagai berikut:
1. Menyatakan bahwa terdakwa Dwi Kuncoro Ningrum tidak dapat
dipertanggungjawabkan secara sah dan meyakinkan melakukan tindak
pidana sebagaimana yang diatur dalam pasalm 52 ayat (3) Undang Undang
Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan
unsur unsur dan Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, karena
tidak dipenuhinya unsur unsur dalam pasal tersebut.Oleh karena itu harus
dilepaskan dari segala tuntutan hukum;
2. Memerintahkan agar Dwi Kuncoro Ningrum S.T. untuk segera dikeluarkan
dari tahanan;
3. Membebankan seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini kepada negara;
4. Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, kami mohon putusan yang se
adil-adilnya.

V. PENUTUP
Majelis hakim yang kami muliakan,
Jaksa Penuntut Umum yang terhormat,
Dan sidang yang kami hormati.
Mantan Hakim Agung Bismar Siregar, SH pernah mengatakan bahwa rasa
keadilan itu jangan dicari pada undang-undang, melainkan carilah pada hati nurani,
karena pada akhirnya Mahkamah yang paling tinggi adalah hati nurani. Untuk
mengasah agar hati nurani ini bisa membaca apa yang tersirat, maka jalannya
adalah senantiasa mendekatkan diri kepada yang TUHAN yang menggerakkan hati
kita kepada hati yang terdalam. Sungguh dalam makna yang tersirat dari kata-kata
tersebut, sehingga sebelum memutuskan suatu perkara, marilah kita senantiasa
minta petunjuk dari TUHAN Yang Maha Esa.
Demikian pledoi ini kami sampaikan dan bacakan dalam persidangan yang
penuh khidmat ini, semoga TUHAN Yang Maha Esa memberi petunjuk dan
kekuatan iman kepada kita semua, sehingga kebenaran dan keadilan ini bisa kita
gapai.Kemudian atas perkenaan dan kebijaksanaan Majelis Hakim yang kami
muliakan, kami ucapkan terima kasih.

Jogjakrta 19 Januari 2009


Hormat Kami,
Penasehat Hukum Terdakwa

Sumando Damanik, S.H. M.Hum.

Markus Tampubolon, S.H. M.Hum