Anda di halaman 1dari 48

KEPEMERINTAHAN YANG

BAIK

Oleh: Dr. Yuswanto, S.H., M.H.


Disampaikan pada Kuliah Program Doktor
Ilmu Hukum (PDIH) KPK Undip-Unila
PENDAHULUAN
 Tuntutan utk mewujudkan good governance sudah menjadi
salah 1 isu penting di Indonesia sejak terjadinya krisis
finansial yg terjadi pd th 1997-1998 yg meluas menjadii
krisis multi dimensi;
 Krisis tsb telah mendorong arus balik yg menuntut
reformasi dlm penyelenggaraan negara termasuk
pemerintahannya;
 Salah 1 penyebab terjadinya krisis multidimensi tsb
adalah karena buruknya atau salah kelola dalam
penyelenggaraan tata pemerintahan (poor governance) yg
diindtkasikan beberapa masalah, a.l. : (1) dimensi
kekuasaan oleh 1 pihak terhadap pihak2 lainnya, shg
pengawasan menjadi sulit dilakukan; (2) terjadinya
tindakan KKN; dan (3) rendahnya kinerja aparatur
termasuk dalam pelayanan kpd publik atau masyarakat di
berbagai bidang.
PENDAHULUAN
 Pihak-pihak yg dituntut utk melakukan
reformasi tdk hanya negara saja, tapi juga
dunia usaha (corporate) dan masyarakat luas
(civil society);
 Secara umum tuntutan reformasi berupa
penciptaan good corporate governance di
sektor swasta, good public governance dalam
penyelenggaraan pemerintahan negara, dan
pembentukan good civil society atau masyarakat
luas yg mampu mendukung terwujudnya good
gvernance
PENDAHULUAN
o Dalam governance terdapat 3 pilar yg terlibat:
o Pertama, public governance yg merujuk pada
lembaga pemerintahan, sehingga dapat
diartikan sebagai tata kepemerintahan yg baik
di lembaga-lembaga pemerintahan;
o Kedua, corporate governance yg merujuk pd
dunia usaha, sehingga dapat diartikan sebagai
tata kelola perusahaan yg baik;
o Ketiga, civil society atau masyarakat luas.
KONSEPSI GOOD GOVERNANCE
 Pemerintahan dibentuk dgn maksud utk membangun peradaban
dan utk menjaga suatu sistem ketertiban sehingga masyarakat
bisa menjalani kehidupan secar wajar;
 Dalam perkembangannya, pemerintahan mengalami
transformasi paradigma yg kesemuanya dimaksudkan utk
membangun peradaban suatu bangsa;
 Transformasi paradigma pemerintahan meliputi beberapa
aspek a.l.: perubahan paradigma manajemen pemerinthan dari
yg serba negara ke orientasi pasar (market or public
interest), perubahan paradigma dari pemerintahan yg kuat,
besar dan otoritarian ke orientasi small and less government,
egalitarian dan demokratis, dan perubahan paradigma sistem
pemerintahan dari yg sentralistis ke desentralistis
pengelolaan pemerintahan;
 Perkembangan paradigma pemerintahan memasuki paradgma
tata kepemerintahan yg baik, utk dpt memahaminya dgn
segala dimensinya.
GOVERNMENT
 Secara umum istilah government lebih
mudah dipahami sebagai “pemerintah”
yaitu lembaga beserta aparaturnya yang
mempunyai tanggung jawab untuk
mengurus negara dan menjalankan
kehendak rakyat;
GOVERNANCE
 Governance merupakan seluruh rangkaian
proses pembuatan keputasan/kebijakan dan
seluruh rangkaian proses untuk implementasi
atau tidak;
 UN Commission on Human Settlements (1996)
menjelaskan bahwa governance adalah kumpulan
dari berbagai cara yang diterapkan oleh individu
warga negara dan para lembaga baik pemerintah
maupun swasta dalam menangani kepentingan-
kepentingan umum mereka;
GOVERNANCE
 Mustopadidjaja (2003), Governance sebagai: (1)
kepemerintahan; (2) pengelolaan pemerintahan; (3)
penyelenggaraan pemerintahan; (4) penyelenggaraan negara;
dan (5) administrasi negara;
 Istilah “governance” lebih kompleks karena melibatkan 3
komponen stakeholders, yakni pemerintah, masyarakat, dan
swasta dalam posisi yang sejajar dan saling kontrol;
 Hubungan ketiganya harus dalam posisi yang seimbang dan
saling kontrol (checks and balences), utk menghindari
penguasaan atau “eksploitasi” oleh satu komponen terhadap
kmponen lainnya;
 Bila salah satu komponen lebih tinggi daripada yang lain, yang
terjadi adalah dimensi kekuasaan atas dua komponen lainnya.
GOOD PUBLIC GOVERNANCE
 Good public governance mengandung makna tata
kepemerintahan yang baik, pengelolaan
pemerintahan yang baik, serta dapat pula
diugkapkan sebagai penyelenggaraan pemerintahan
yang baik, penyelenggaraan negara yang baik atau
pun administrasi negara yang baik;
 Good public governance merupakan suatu konsepsi
tentang penyelenggaraan pemerintahan yang bersih,
demokratis, efektif, juga merupakan suatu gagasan
dan nilai untuk mengatur pola hubungab antara
pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
PENERAPAN GOOD GOVERNANCE
 Salah satu upaya utk mewujudkan pelaksanaan good
governance adalah reformasi birokrasi;
 Birokrasi sebagai organisasi formal memiliki kedudukan dan
cara kerja yang terikat dgn peraturan, memiliki kompetensi
sesuai jabatan dan pekerjaan, memiliki semangat pelayanan
publik, pemisahan yang tegas antara milik organisasi dan
individu, serta sumber daya organisasi yang tidak bebas
dari pengawasan eksternal;
 Upaya mewujudkan good governance hanya dapat dilakukan
apabila terjadi keseimbangan peran ketiga pilar, yaitu
pemerintah, dunia usaha (swsta), masyarakat;
 Pemerintah memainkan peran menjalankan dan menciptakan
lingkungan politik dan hukum yang kondusif bagi unsur-
unsur governance; Dunia usaha swasta dalam penciptaan
lapangan kerja dan pendapatan; Masyarakat berperan
dalam penciptaan interaksi sosial, ekonomi, dan politik.
SASARAN AGENDA PENCIPTAAN
GOOD GOVERNANCE
1. Berkurangnya secara nyata praktik KKN di
birokrasi, yang dimulai dari jajaran pejabat paling
atas;
2. Terciptanya sistem kelembagaan dan
ketatalaksanaan pemerintahan yang efisien,
efektif, profesional, transparan, dan akuntabel;
3. Terhapusnya praturan dan praktik yang bersifat
diskriminatif terhadap WN;
4. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam
pengambilan kebijakan publik;
5. Terjaminnya konsistensi seluruh paraturan pusat
dan daerah.
RANGKUMAN
1. Government lebih mudah dipahami sebagai “pemerintah” yaitu
lebaga beserta aparaturnya yang mepunyai tanggung jawab
untuk mrngurus negara dan menjalankan kehendak rakyat;
2. Governance adalah kumpulan dari berbagai cara yang
diterapkan oleh individu WN dan para lembaga baik
pemerintah maupun swasta dalam menangani kepentingan-
kepentingan umum mereka;
3. Good public governance mengandung makna tata
kepemerintahan yang baik, pengelolaan pemerintahan yang
baik, serta dapat pula diungkapkan sebagai penyelenggaraan
pemerintahan yang baik, penyelenggaraan negara yang baik
ataupun administrasi negara yang baik;
4. Upaya untuk mewujudkan tata kepemerintahan yang baik
hanya dapat dilakukan apabila terjadi keseimbangan peran
ketiga pilar yaitu pemerintah, dunia usah swsata, dan
masyarakat.
PRINSIP I: WAWASAN KE DEPAN
(VISION)
A. Pengertian:
 Visi merupakan gambaran masa depan yang ideal yang
menjadi dasar/arah/pondasi dalam proses perencanaan;
karena itu visi merupakan kondisi ideal yang ingin dicapai
atau direalisasikan;
 Ada dua kata kunci di atas, yaitu “kondsi ideal” dan dapat
“direalisasikan”; Kondisi ideal, sekalipun hal tsb bersifat
jauh ke depan, namun dengan berbagai pertimbangan dan
perhitungan yang akurat, maka hal tsb dimungkinkan dapat
tercapai (realistis) oleh organisasi yang menetapkan visi
tsb;
 Sebagai contoh, Presiden Kennedy menetapkan visi:
Mengirim astronot (org AS) ke bulan dan kembali dengan
selamat”, setelah mempertimbangkan bahwa itu dapat
dicapai oleh NASA dan ternyata dapat dicapai dalam waktu
yg tdk terlalu lama; Sedangkan jika negara berkembang,
visi yg sama merupakan angan-angan kosong yg sangat
mustahil dicapai dalam waktu dekat, kecuali 50-100 th
kemudian.
PRINSIP I: WAWASAN KE DEPAN
(VISION)
 Misi adalah penjabaran visi, artinya langkah-
langkah utama untuk mencapai visi tsb;
 Misi menetapkan komponen-komponen dasar
bagi strategi organisasi;
 Misi merupakan hal yang sangat penting untuk
mengarahkan operasionalisasi organisasi agar
dapat terus eksis dan mengikuti irama
perubahan zaman;
 Dengan adanya misi, pihak-pihak yang
berkepentingan dapat memahami peran masing-
masing.
PRINSIP I: WAWASAN KE DEPAN
(VISION)
 Kabupaten/kota secara umum, dan lembaga-
lembaga Pemda (dinas, badan, DPRD, dsbnya),
secara khusus, perlu memiliki Renstra sesuai
dengan bidang tugas masing-masing sebagai
pegangan dan arah kepemerintahan di masa
mendatang;
 Dengan demikian, Renstra kabupaten/kota,
Renstra Dinas, Renstra DPRD, Renstra Setda,
Renstra Badan/Kantor, dan RPJMD merupakan
wujud dari prinsip tata pemerintahan yang
berdasarkan visi dan misi.
PRINSIP I: WAWASAN KE DEPAN
(VISION)
 Langkah-langkah kritis yang perlu dilakukan sehubungan
dengan hal tsb adalah: (a) perumusan misi, dan (b) penetapan
program jangka panjang;
 Agar rumusan misi mencerminkan upaya utk mewujudkan visi,
maka perlu ada upaya utk menjabarkan rumusan visi secara
nyata dalam berbagai kondisi yg diperkirakan akan menandai
atau mengindikasikan terwujudnya visi tsb;
 Semakin rinci dan jelas gambaran visi, akan semakin terarah
pula rumusan-rumusa misi dalam mewujudkan visinya; Semua
kegiatan pemerintahan di berbagai bidang seharusnya di
dasarkan pada visi dan misi yg jelas, disertai strategi
pelaksanaan yg tepat sasaran; Tidsk adanya visi akan
menyebabkan pelaksanaan pemerintahan berjalan tanpa arah
yg jelas.
INDIKATOR MINIMAL
1. Memiliki perencanaan ke depan
yang bervisi dan strategi;
2. Adanya kejelasan setiap tujuan
kebijakan dan program;
3. Adanya dukungan dari pelaku
untuk mewujudkan visi.
PERANGKAT PENDUKUNG
INDIKATOR
1. Perangkat kebijakan yg memberikan
kekuatan hukum pada perencanaan yang
berisi visi dan strategi (dalam bentuk
Keputusan Menteri/Pimpinan, Keputusan
Pimpinan Daerah, Peraturan Menteri atau
Perda);
2. Adanya peraturan yang memuat dokumen
perencanaan yang terukur;
3. Proses penentuan visi dan strategi secara
partisipatif.
PERILAKU KUNCI
1. Pada Tingkat Individu
 Memiliki pemahaman terhadap visi dan misi, memahami visi
dan misi strategis organisasi/lembaga dan implementasinya,
apa yg seharusnya menjadi fokus dan kesempatan yg bisa
diraih.
 Dapat memberikan pemahaman kepada pihak lain mengenai
pentingnya visi dan misi, membantu orang lain untuk
memahami visi dan misi organusasi/lembaga.
 Menggerakkan individu/anggota lain untuk bertindak,
memotivasi orang lain untuk mengambil tindakan yang
mendukung visi dan misi organisasi/lembaga.
 Menjadi model/contoh, melakukan tindakan, mengambil
keputusan yang mencerminkan visi, misi dan nilai-nilai
organisasi/lembaga.
 Terbuka, bersedia menerima masukan orang lain demi
kebaikan dan perubahan untuk menjadi lebih baik; mengenali
perkembangan zaman; dapat melihat kesempatan strategis
dan menciptakan ide-ide yg dapat direalisasikan.
PERILAKU KUNCI
2. Pada Tingkat Organisasi/Sistem
 Mudah Dimengerti, menggunakan pernyataan
yang singkat, padat, jelas, sehingga mudah
dimengerti oleh masyarakat.
 Mudah Dikerjakan, disesuaikan dengan situasi,
kondisi dan kapabilitas yg dimiliki organisasi.
 Fokus, memiliki fokus yg jelas dan nilai yang
dicita-citakan, yaitu mewujudkan tata
kepemerintahan yg baik.
 Fleksibel, dapat dirubah menyesuaikan dengan
perkembangan zaman.
HAL-HAL YANG PERLU
DIPERHATIKAN
1. Individu
o Memiliki kesadaran untuk menerapkan
prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang
baik;
o Lebih mengutamakan kepentingan publik
daripada kepentingan pribadi;
o Menjalankan prinsip wawasan ke depan
dalam setiap tugas dan tanggung jawabnya;
o Mengikuti training dan pengembangan
ketrampilan seperti misalnya manajemen,
capacity building, dsb.
HAL-HAL YANG PERLU
DIPERHATIKAN
2.Lembaga/Organisasi
o Memiliki tujuan yang jelas;
o Memiliki perencanaan strategis;
o Melakukan diskusi rutin dengan pihak
terkait;
o Melakukan monitoring dan evaluasi
terhadap kegiatan yang telah dijalankan;
o Melakukan tindakan perbaikan.
AKTIVITAS PENGEMBANGAN
1. Legislatif dan eksekutif hendaknya memiliki
kejelasan tujuan dan keterpaduan dalam
menentukan arah program pembangunan
daerah ke depan, yang antara lain dalam
perencanaan pembangunan baik di pusat
maupun di daerah.
2. Pengaktifan prn stiap anggta lbg lgsltf dlm
proses pnysnn prundngan baik di pst maupun
di daerah, anggrn pmbngnan baik di pst
maupun di daerah, srta pngwsn trhdp
plksnaan rncn pmbngnan baik d pst maupun di
daerah.
RANGKUMAN
1. Visi merupakan gambaran masa depan yang
ideal yang menjadi dasar/arah/ pondasi
dalam proses perencanaan. Karena itu, visi
merupakan kondisi ideal yg ingn dicapai atau
direalisasikan.
2. Misi menetapkan kompnen-komponen dasar
bagi strategi organisasi. Misi merupakan hal
yang sangat penting untuk mengarahkan
operasionalisasi organisasi agar dapat terus
eksis dan mengikuti irama perubahan
zaman.
PRINSIP II : TRANSPARANSI DAN
KETERBUKAAN (OPENNESS &
TRANSPARANCY)
A. PENGERTIAN
 Keterbukaan (opennes) adalah tersedianya
data/informasi bagi masyarakat yang dapat
diakses sesuai peraturan perundang-
perundangan yang berlaku.
 Keterbukaan dapat juga merujuk pada
ketersediaan informasi dan kejelasan bagi
masyarakat umum untuk mengetahui proses
penyusunan, pelaksanaan, serta hasil yang telah
dicapai melalui sebuah kebijakan politik.
TRANSPARANSI DAN KETERBUKAAN
(OPENNESS & TRANSPARANCY)
 Transparansi (Transparancy) adalah terbukanya
proses perumusan kebijakan publik bagi masyarakat
(terbuka bagi partisipasi masyarakat).
 Semua urusan kepemerintahan berupa kebijakan-
kebijakan publik baik yang berkenaan dgn pelayanan
publik maupun pembangunan di daerah harus
diketahui publik.
 Contoh wujud nyata dari prinsip keterbukaan dan
transparansi adalah upaya pembentukan masyarakat
transparansi, forum komunikasi langsung dgn
eksekutif dan legislatif, wadah komunikasi dan
informasi lintas pelaku baik melalui media cetak
maupun elektronik, merupakan contoh wujud nyata
dari prinsip keterbukaan dan transparansi.
INDIKATOR MINIMAL
1. Tersedianya informasi yang memadai
pada setiap proses penyusunan dan
implementasi kebijakan publik;
2. Adanya akses pada informasi yang siap,
mudah dijangkau, bebas diperoleh, dan
tepat waktu.
PERANGKAT PENDUKUNG
INDIKATOR
1. Peraturan yang menjamin hak untuk
mendapatkan informasi;
2. Pusat/balai informasi;
3. Website (e-government, e-procurement,
dsb);
4. Iklan layanan masyarakat;
5. Media cetak dan elektronik;
6. Papan pengumuman;
7. Pameran pembangunan/pameran keuangn
daerah
HAL-HAL YANG PERLU
DIPERHATIKAN
 Memperkuat unit humas di setiap instansi;
 Menyusun dan melaksanakan program dan kegiatan
sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat
menuntut transparansi pemerintah; me-review pengaturan
transparansi dalam peraturan perundang-undangan;
melengkapi peraturan yang memuat ketentuan
transparansi dengan ketentuan sanksi; mainstreaming
prinsip transparansi dalam penyelenggaraan negara,
melalui pembentukan unit-unit, penyusunan peraturan,
serta perumusan sistem; mendorong penerapan e-
government dalam mendukung transparansi;
 Menetapkan lembaga independen yang mrnyusun rating
dan memberikan reward.
PERILAKU KUNCI
1. Pada tigkat individu
o Menomorduakan kepentingan pribadi, selalu menempatkan
kepentingan publik di ats kepentingan pribadi.
o Tetap terbuka terhadap ide-ide dan kritikan lain,
mendengarkan individu/pihak lain dan secara objektif
mempertimbangkan ide-ide, pendapat orang lain dan memiliki
kesanggupan untuk menerima kritikan meskipun hal tsb
bertentangan dengan ide dan pendapatnya.
o Mendukung individu/pihak lain, memperlakukan individu/pihak
lain sesuai dengan martabat, kehormatan dan keadilan,
memberikan penghargaan yang sesuai pada individu/pihak
lain, membela individu yang berhak meskipun harus
menghadapi perlawanan ataupun tantangan.
PERILAKU KUNCI
2. Pada tgkt orgnssi
o Mdh diphmi, mmbrikn infrmsi yg sdrhna, mdh diphmi,
mnrk n dissuaikn dgn klmpk sasaran yg hndk dituju.
o Ktrjngkauan, mmpu mnjngkau brbgai klmpk masy,
khssnya klmpk masy yg mnjdi sasaran.
o Legalitas, slrh infrmsi yg disbrluaskn hrs brsmbr dri
insttusi yg trlbt n brwenang dlm mnydiakn infrmsi.
Hal ini dijdikn dsr lglts n keabshn infrmsi yg dimksd
atau dpt diktakn pula hrs dilndasi o/ atrn2 frml n dpt
pula diprtnggungjwbkn scr hkm.
o Akurat, infrmsi yg disjikn hrs akurat n ssuai dgn
kndisi riil di lpngn.
HAL-HAL YANG PERLU
DIPERHATIKAN
1. Individu
 Mnydri akn hak bgi stiap org untk mmproleh
infrmsi;
 Mningktkn kmampuan dlm pngelolaan n pngmbngn
mdia kmnksi n infrmsi srta sstem infrmsi.

2. Lembaga/Organisasi
 Mnysn pratrn prundngn tntg ktrbkaan infrmsi di
msng2 sktor;
 Mnydiakn mdia kmnksi n infrmsi; mmbngn sstem
infrmsi; mmprkuat unit pusdatin di stiap instnsi;
bkrjasma dgn pers;
AKTIVITAS PENGEMBANGAN
1. DPR/DPRD n pmrnth baik di pst maupun di
daerah mnydiakn akses infrmsi kpd pblk mngnai
brbgai plksnaan tgs n wewenangnya, mslnya
pnydiaan website, mlalui media lokal sprti radio
lokal n koran lokal, prpustkaan,dsb;
2. Masy dpt mmproleh infrmsi mngnai plksnaan
rncna pmbngnan trmsk didlmnya pmnfaatn
anggrn pmbngnan baik di pst maupun di
daerahnya, mlalui antra lain media lokal (koran
lokal/nasional, radio lokal/nasional, dsb);
website; balai infrmsi, dsb.
RANGKUMAN
1. Ketrbkaan (opennes) adl trsdianya
data/infrmsi bgi masy yg dpt diakses ssuai
pratrn prundng2an yg brlaku. Ktrbkaan dpt jg
mrujuk pd ktrsdiaan infrmsi n kjlsn bgi masy
umum untk mngthui prss pnysnn, plksnaan, srta
hsl yg tlh dicpai mlalui sbuah kbjkn pblk.
2. Transparansi (transparency) adl trbkanya prss
prmsn kbjkn pblk bgi masy (trbka bgi prtspsi
masy). Semua ursn kpmrnthn brupa kbjkn2
pblk baik yg brknan dgn playanan pblk maupun
pmbngnan di daerah hrs diktahui pblk.
PRINSIP III : PARTISIPASI
MASYARAKAT (PARTICIPATION)
A. Pengertian
o Prtspsi masy mrpkn ktrlbtn aktf masy
dlm prss pnysnn n pngmbln kptsn yg
brhbgn dgn pnylnggraan pmrnthn. Prtspsi
masy dpt diklmpkkn mnjdi 2 mcm yaitu
(1)Prtspsi masy mncul krn ktdkmmpuan
pmrnth atau (2)Prtspsi masy murni
swadaya masy krn mrk bth ssuatu.
INDIKATOR MINIMAL
1. Adanya pmhmn pnylnggara ngr tntg
proses/metode prtsipasf;
2. Adanya pngmbln kptsn yg didsrkn
konsensus brsma.
PERANGKAT PENDUKUNG
INDIKATOR
1. Pedoman plaksnaan prss prtsipsf;
2. Mekanisme/pratrn untk mngakmdsi
kpntgn yg beragam;
3. Forum knsultsi n temu pblk, trmsk forum
stakeholders;
4. Media massa nsional maupun mdia lokal
sbg srana pnylurn aspirasi masy.
PERILAKU KUNCI
1. Pada Tingkat Indvdu
o Peka trhdp prbdaan n prsmaan, mngnali
prbdaan antra indvdu n orgnssi; mncri cra untk
mngtsi prbdaan yg ada.
o Toleransi, dpt mnrma klbhn n kkrngn phk lain;
mmbimbing n mndkg rekan/mitra dlm mlkkn
krjasma.
o Mnomorduaknn tjuan2 prbdi, mmbrikn prioritas
yg lbh tggi kpd tjuan yg ingn dicpai o/ orgnssi
drpd tjuan prbdi; mndngrkn pndpt/mskn dri
phk lain.
PERILAKU KUNCI
2. Pada Tingkat Organisasi/Sistem
o Mngidntfksi kbthn bkrjasma, mnganalisa
orgnssi n unit krj untk mngidntfksi hbgn
knci/pntg yg prlu dicptakn atau diprbaiki untk
mncapai sasaran unit krja.
o Mngmbgkn pluang bkrjasma, slg brtukar
infrmsi dgn unit krja yg brpotnsi untk slng
bkrjasma guna mngklrfksi mnfaat krjasma n
prmslhn yg mgkn tmbl saat bkrjasma; brsma2
mnntukn ruang lingkup n hrpn dri krjsma yg akn
dijalin shgga kbthn msg2 phk dpt dipenuhi.
PERILAKU KUNCI
o Mrmskn rncna kgiatn, brsma2 mrmskn bntk
kgiatn untk mwjdkn sasaran brsma; mmbuat
kspktn tntg tnggung jwb n dkgn yg diprlukn msg2.
o Mnomorduakn sasaran unit krja, mmbrkn prioritas
yg lbih tggi pd sasaran orgnssi dibndgkn dgn
sasaran unit krja; mngantspsi pngrh kgiatn n
kptsn unit krja trhdp phk lain (partner);
mmpngrhi phk lain untk mmbri dkgn trhdp
krjasma.
o Mmonitor krjasma, mngimplmntsi cra2 yg efktf
untk mmonitor n mngevaluasi prss krjasma n
pncapaian sasaran brsma.
HAL-HAL YANG PERLU
DIPERHATIKAN
1. Indvdu
o Mngktkn kmampuan dlm plksnaan fgsi2 mnjmen
pmbngnan prtspsf;
o Mngktkn kmampuan dlm tknk2 kmnksi massa;
o Mngktkn kmampuan dlm mnjmen pmbngunan prtspsf.

2. Lembaga/Organisasi
o Mnysn pratrn n prgrm yg mmbri ruang prn srta masy;
o Mngmbgkn forum2 lnts plaku;
o Mngmbgkn wadah atau mdia untk mnyalurkn prtspsi
yg lbh efktf.
AKTIVITAS PEMBANGUNAN
1. Plksnaan knsultsi pblk dlm pnysnan pratrn
baik di pst maupun di daerah (Perda);
2. Pnylnggraan rembug desa n rakorbang untk
mnjrng pndpt/asprsi n msukn masy tntg
suatu prgrm pmbngnan;
3. Plksnaan public hearing (dgr pndpt dgn masy);
4. Fsltsi pnddkn kwrganegraan kpd masy agr
masy mmhmi hak n kwjbnnya trmsk pntgnya
mmproleh infrmsi dri anggota dewan n
pmrnth baik di pst maupun di daerah
(pemda).
RANGKUMAN
1. Prtsipsi masy dpt diklmpkkan mnjdi 2
mcm bntk yaitu : (1) Prtsipsi masy mncul
krn ktdkmmpuan pmrnth atau (2)Prtsipsi
masy murni swadaya masy krn mrk btuh
sswtu.
PRINSIP IV : TANGGUNG GUGAT
(ACCOUNTABILITY)
A. Pengertian
 Akntblts pblk adl suatu ukrn atau stndr yg
mnunjukkn sbrp bsr tgkt ksesuaian pnylnggraan
pnysnan kbjkn pblk dgn pratrn hkm n
prundng2an yg brlaku untk orgnissi yg brsgktn.
 Akntblts sktr pblk trkait erat dgn kinerja sktr
pblk dgn fokus tdk hnya pd kptuhn trhdp
pratrn prundng2an ttpi jg lbh pd bgmn mncpai
outcomes dgn efisien n efktf.
INDIKATOR MINIMAL
1. Adanya ksesuaian antr plaksnaan dgn
stndr prosedur plaksnaan;
2. Adanya sanksi yg dittpkn ats
kslhn/klalaian dlm plaksnaan kgiatn;
3. Adanya output n outcome yg terukur.
PERANGKAT PENDUKUNG
INDIKATOR
1. Adanya Standard Operating Procedure (SOP)
dlm pnylnggraan ursn pmrnthn atau dlm
pnylnggraan kwenangn/plksnaan kbjkn;
2. Mkanisme prtnggungjwbn;
3. Lprn thunan;
4. Lprn prtnggungjwbn;
5. Sstm pmantauan knrja pnylnggra ngr;
6. Sstm pngwsn;
7. Mkanisme reward n punishment.
PERILAKU KUNCI
1. Pada Tingkat Individu
Dpt diprcya, mmlki itikat baik untk mlksnakn
praturan orgnssi/lbg mlalui ucpn, tndkn, kptsn,
mmpnyai ksdr yg tggi untk mmprtnggungjwbkn
kpd masy n mngutmakn kpntgn pblk.
Konsisten, mnghndri prktk2 yg mlnggar pratrn,
mnjlnkn kspktn brsma.
Komitmen, mnunjukkan ksdrn yg tggi untk
mntaati atrn yg brlaku, norma2, etika, brusha
brtndk jujur, brtnggungjwb n mnepati jnji yg
tlh dibuat.
PERTANYAAN
1. Trdpt 3 mslh yg mrpkn indktor pnybb trjdinya krisis multidmensi sbtkn
n jlskn mnrt pndpt saudara ?!
2. Sbtkn n jlskn 3 kmponen atau pilar dlm pnylenggraan kpmrnthn di ngr
kita ?!
3. Sebutkan aspek trnsformsi paradigma pmrnthn !
4. Jlskn yg dimksd dgn (Good Governance) !
5. Sbtkn 5 sasaran pncptaan tt kpmrnthn yg baik !
6. Jlskn apa yg dimksd dgn visi n misi orgnssi !
7. Sbtkn indikator minimal n prgkt pndkg indktr prnsp wawasan ke dpn dlm
pnerapan kpmrnthn yg baik !
8. Jlskn apa yg dimksd dgn kterbukaan n trnspransi dlm plaksnaan
kpmrnthn !
9. Sbtkn indikator minimal n prgkkt pndkg indktr prnsp ktrbkaan n
trnspransi dlm pnrpn kpmrnthn yg baik ?
10. Brikn cnth konkrit prtspsi masy dlm pngmbln kptsn plksnaan kpmrnthn !
11. Sbtkn indktr mnimal n prgkt pndkg indktr prnspprtspsi masy dlm pnrpn
kpmrnthn yg baik !