Anda di halaman 1dari 25

BUDIDAYA LEBAH MADU

DI TRAWAS

Disusun Untuk Melengkapi Tugas Akhir


Pembelajaran Bahasa Indonesia
Semester Genap Kelas IX

Kelompok 4,
Disusun Oleh Kelas IX-F :
 Nanda Ayu Rizki Hirikadian (25)
 Rizkyana Surya Viranda (34)
 Nasikun (26)

PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO


DINAS PENDIDIKAN NASIONAL
SMP NEGERI 2 MOJOSARI
2010
BUDIDAYA LEBAH MADU
DI TRAWAS
HALAMAN PENGESAHAN

Karya tulis Ilmiah yang berjudul “Budidaya Lebah Madu” di Trawas.


Selesai..........................................2010.

Disetujui

Guru Pembimbing WALI KELAS

RINI SULISTYAWATI, S.Pd. SISWOTO, S.Pd. M.MPd.


NIP. 19600962 198403 2003 NIP. 196520821 198702 1

Mengetahui
Kepala SMPN 2 Mojosari

Drs. H. HARYONO
NIP. 19500817 1981031 007
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas petunjuk-Nya
kami dapat menyelesaikan karya tulis Ilmiah “BUDIDAYA LEBAH DI TRAWAS”.
Karya Ilmiah ini kami susun dengan sebaik-baiknya dan mengupayakan agar
karya ilmiah ini dapat menunjang dan menambah kualitas belajar maupun wawasan
siswa-siswi SMP NEGERI 2 MOJOSARI pada khususnya dan pembaca pada
umumnya.
Karya tulis ilmiah dapat kami selesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak.
Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada :
1. Orang tua yang telah menfasilitasi kami dalam membuat karya ilmiah ini.
2. Drs. H. Haryono, Kepala SMPN 2 Mojosari.
3. Rini Sulistyawati, S.Pd. Guru Bahasa Indonesia dan Pembimbing.
4. Siswoto, S.Pd. M.Mpd. Wali Kelas IX-F.
5. Kepada semua pihak yang telibat langsung dalam penyusunan karya ilmiah ini,
karena tanpa masukan dan bantuan semua pihak, kami tidak dapat menyelesaikan
karya ilmiah ini dengan baik.
Kami mohon maaf jika karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu
kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan dari pembaca demi
kesempurnaan karya tulis ilmiah ini.
Akhirnya kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua
Bapak atau Ibu guru atas bimbingannya.

Penyusun,
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan Kegiatan
1.3 Ruang Lingkup atau Batasan Masalah
1.4 Metode Penyusunan
BAB II HASIL KEGIATAN
2.1 Mengenal Lebah Madu
2.1.1 Jenis Lebah Madu
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kami memilih karya tulis ilmiah yang berjudul “BUDIDAYA LEBAH
MADU” di Trawas ini karena proses pembuatannya sangat mudah, biaya yang
dibutuhkan sangat terjangkau dan banyak manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari.
Budidaya lebah madu pun dapat dijadikan sebagai pekerjaan sampingan.

1.2 Tujuan Kegiatan


 Menambah ilmu pengetahuan serta wawasan.
 Meningkatkan kualitas pendidikan.
 Mengetahui secara lengkap bagaimana cara membudidayakan lebah madu.

1.3 Ruang Lingkup atau Batasan Masalah


Batasan masalah yang akan dibahas dalam karya ilmiah ini, antara lain :
1. Apa itu Lebah Madu ?
2. Bagaimana Pengolahan Lebah Madu ?
3. Bagaimana Cara Pembuatan Rumah Lebah Madu ?
4. Apa Sajakah Makanan Lebah ?
5. Apa Sajakah Hama dan Penyakit Lebah ?
6. Bagaimanakah Cara Pemungutan Madu ?

1.4 Metode Penyusunan


a. Tanya jawab
Dengan metode ini kami bisa menanyakan masalah yang kurang jelas, agar
masalah ini bisa cepat terselesaikan, kegiatan ini bisa membantu kami dalam
pembuatan karya ilmiah ini.
b. Referensi
Dengan metode ini kami bisa tahu lebih jelas dan mengembangkan data yang
telah kami dapat, melalui sumber baku yang ada seperti :
1. Budidaya lebah madu / Ir. Budi Samadi. Aneka Ilmu.
BAB II
HASIL KEGIATAN

2.1. Mengenal Lebah Madu


2.1.1 Jenis Lebah Madu
Beberapa jenis lebah penghasil madu dapat dikelompokkan menjadi
4 species, yakni :
 Apis Dorsata (Tawon Gung)
Apis dorsata hidup berkoloni, diperkirakan terdapat 100.000
koloni yang tersebar di wilayah Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Nusa
Tenggara, dan Timor Timur. Sarang lebah terletak menggantung pada
dahan pohon yang tinggi di hutan primer maupun hutan sekunder.
Sarang lebah Apis dorsata berbentuk tunggal dan bisa mencapai ukuran
seluas 1 m2. Beberapa jenis pohon yang sering dihuni oleh lebah Apis
dorsata, di antaranya pohon kempas, rengas, pudak air, angsana, dan
randu hutan.

 Apis florea (Tawon


Lebah Apis florea berukuran kecil, biasanya hidup pada lubang-
lubang kayu atau di antara dinding bambu. Lebah ini dapat
menghasilkan madu, tetapi tidak pernah dipelihara manusia.

 Apis cerana (Tawon Madu)


Sejak lama masyarakat di Jawa dan Bali terbiasa
membudidayakan lebah lokal Apis cerana secara tradisional dengan
menggunakan gelodok, terutama di daerah pedesaan yang banyak pohon
kelapanya.
 Apis mellifera (Lebah Unggul, Lebah Impor)
Apis mellifera merupakan lebah jenis unggul yang berasal dari
Eropa yang kini sedang dikembangkan pembudidayaannya.
Keistimewaan lebah jenis ini diantaranya mampu beradaptasi dengan
agroklimat Indonesia. Budidaya lebah unggul ini biasanya dilakukan
pada bunga kopi, kelengkeng, kapuk randu, karet, dan sengon.

2.1.2 Masyarakat Lebah Madu


• Lebah Ratu
Sifat dan tugas lebah ratu, antara lain sebagai berikut :
1 Lebah ratu tidak agresif.
2 Makan dan minum dilayani oleh lebah pekerja.
3 Selama hidupnya hanya bertugas untuk bertelur.
4 Kemampuan bertelur sampai berjumlah 1500 butir per hari.
Setiap satu butir telur memerlukan waktu 30 detik dan tiap 30
butir beristirahat selama 6 detik.

• Lebah Pejantan
Sifat dan tugas lebah pejantan, antara lain sebagai berikut :
1. Lebah pejantan bersifat pemalas.
2. Sangat rakus terhadap makanan.
3. Makan dan minum dilayani oleh lebah pekerja.
4. Lebah pejantan hanya bertugas mengawini ratu.

• Lebah Pekerja
a. Sifat lebah pepekerja, antara lain sebagai berikut :
1. Lebah pekerja bersifat agresif.
2. Sangat disiplin, rajin, dan tidak mengenal lelah dalam
mencari makanan.
3. Hidupnya sekitar 50 hari (3 minggu di sarang, 4 minggu
di lapangan).
4. Kemampuan terbang mencari makan dapat mencapai
jarak 1 – 2 km.
5. Dalam satu koloni terdapat lebah pekerja sebanyak ±
30000 ekor.
b. Tugas lebah pejantan, antara lain sebagai berikut :
1. Mambuat sarang.
2. Sebagai juru rawat pada lebah ratu, lebah pejantan, dan
larva.
3. Mencari makan (nektar, tepung sari, dan propois).
4. Membuat makanan untuk ratu, lebah pejantan, dan
larva.
5. Pengatur suhu dan kelembaban dalam stup.
6. Menyimpan makanan dalam sarang.
7. Membersihka sarang.
8. Menjaga sarang dari serangan hama dan penyakit.
Lebah pekerja mempunyai sengat yang hanya digunakan sekali
menyengat, lalu sengat lepas dari tubhnya dan dua hari kemudian
lebah akan mati.

2.1.3 Siklus Hidup Lebah Madu


Tiap-tiap kasta lebah mempunyai umur siklus yang berbeda, lebah
pejantan mengalami siklus hidup lebih lama dibandingkan lebah ratu dan
pekerja. Namun ketiga kastatersebut mengalami stadium yang sama, yaitu
telur – larva – pupa (kepompong).
Lebah ratu dihasilkan dari telur-telur ratu yang diletakkan dalam
suatu sel ratu yang berbentuk lonjong agak meruncing ke bawah, biasanya
terdapat di pinggir sebelah bawah sarang. Lebah pejantan dapat dilahirkan
dari telur ratu atau telur lebah pekerja yang tidak mempunyai ratu lagi.
Lebah pekerja dilahirkan dari lebah ratu, berkelamin betina tetapi
tidak pernah kawin dan bertelur. Siklus hidup lebah madu dapat dilihat
pada tabel 4 berikut :
Golongan Umur telur Umur Larva Umur
No. Jumlah
Lebah (hari) (hari) Kepompong
1. Ratu 3 3* 8 16
2. Pejantan 3 7 14 24
3. Pekerja 3 5** 13 21
Sumber : Perum Perhutani, 1992
Ket. : * = selama 5 hari diberi makan royal Jelly.
** = selama 2,5 hari diberi makan royal Jelly dan selama 2,5
hari diberi makan roti lebah.

2.1.4 Produksi Lebah Madu


Merupakan suatu kebahagiaan bagi setiap peternak lebah karena
banyak bahan-bahan yang dihasilkan oleh lebah sangat bermanfaat bagi
manusia serta memiliki nilai jual tinggi, di antaranya :
 Madu
Madu merupakan produksi utama yang dihasilkan lebah,
bentuknya berupa cairan kental manis yang berasal dari nektar. Seekor
lebah madu dengan beberapa kali penerbangandapat mengumpulkan
nektar ± 50mgr/hari. Pada madu terkandung zat-zat mineral (kapur,
fosfor, magnesium, dan besi) yang sangat bermanfaat bagi manusia.
Madu dapat membantu pembentukan butir-butir darah merah.
 Tepung Sari (pollen)
Tepung sari bunga dikumpulkan oleh lebah pekerja lalu
disimpan dekat sel-sel yang berisi larva. Bahan ini dugunakan sebagai
makanan larva, caranya tepung sari dicampur air sehingga membentuk
adonan yang sering disebut roti lebah. Disamping itu, pollen banyak
mengandung vitamin dan protein sehingga banyak dibutuhkan oleh
industri obat-obatan. Pengambilan pollen dapat dilakukan dengan
memasang alat pengumpulan dekat pintu stup.
 Zat Perekat (propolis)
Pengupulan proposil oleh lebah biasanya dilakukan pada
waktu siang hari dalam cuaca cerah, karena sudah diambil. Bahan
propolis diambil dari zat perekat yang terdapat pada tunas-tunas daun.
Propolis oleh lebah pekrja digunakan untuk membangun sarang atau
memperbaiki celah-celah sarang yang telah rusak.
 Royal Jelly
Royal Jelly dapat dideskripsikan sebagai cairan kental
berwarna putih susu, rasanya sam, dan kaya akan kandungan nutrien.
Royal jelly dihasilkan oleh lebah pekerja dan hanya diberikan kepada
ratu. Manfaat royal jelly di bidang kesehatan adalah untuk
menyembuhkan penyakit lemah syahwat, gangguan saluran
pencernaan, dan kencing manis.
Royal jelly memiliki prospek yang sangat baik karena
harganya bisa mencapai Rp 500.000,00/kg. Untuk memperoleh royal
jelly dalam jumlah banyak dari suatu koloni, maka perlu diusahakan
dengan teknik pengcakokkan.
 Malam (lilin)
Malam lebah dapat diperoleh dengan cara mengumpulkan
sarang yang telah rusak, lilin penutup madu, dan lilin penutup royal
jelly. Lilin lebah yang berkualitas baik akan menunjukan penampilan
warna yang terang. Kegunaan lilin adalah sebagai bahan industri
batik, bahan industri sepatu, semir sepatu, salep, dan dan bahan
pembuatan fondasi sarang.
2.2. Pengolahan Lebah Madu
2.2.1 Menentukan Lokasi penggembalaan Lebah
Beberapa syarat dalam penentuan lokasi budidaya lebah, meliputi
berikut ini :
1. Persediaan pakan lebah dalam jumlah memadai pada radius terbang
lebah ( ± 2 km).
2. Ketinggian optimal lokasi budidaya lebah antara 200 – 1000 m dari
dari permukaan laut. Suhu udara optimum berkisar 20 0C – 26 0C dan
kelembaban udara ± 80%.
3. Tersedia sukup sumber air bersih (waduk, sungai dan persawahan).
4. Jauh dari polusi udara dan keramaian(asap pabrik, insektisida, bau
tidak sedap).
5. Jarang terjadi angin kencang, karena bisa mengganggu aktifitas lebah
madu.
6. Diutamakan lokasi tersebut pernah untuk budidaya lebah madu.

2.2.2 Penempatan Kotak Lebah (stup)


Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam menempatkan
kotak lebah, adalah seperti beriklut :
1. Kotak lebah ditempatkan menghadap ke timur, agar terkena langsung
sinar matahari pagi.
2. Kotak lebah ditenpatkan pada lokasi terbuka, jauh dari keramaian.
3. Kotak lebah ditempatkan pada ketinggian 30 – 35 cm dari permukaan
tanah.
4. Pada lokasi berbukit, kotak lebah ditempatkan lebih rendah dari
sumber makanan.
5. Pada tiang penyangga kotak lebah, diberi air atau minyak pelumas
untuk mencegah gangguan serangga.
6. Kotak lebah disusun berderet dengan jarak 1 – 1,5 m, terlindung dari
panas matahari dan air hujan.
2.2.3 Pemeriksaan Koloni
Pemeriksaan koloni cukup dilakukan satu minggu sekali. Papan
lantai kotak sarang lebih cepat kotor, sehingga harus rajin dibersihkan
untuk menghindari penularan hama dan penyakit. Pemeriksaan stup
dilakukan pada pagi hari. Pemeriksa dilakukan dengan berdiri di samping
kotak lebah agar tidak menghalangi keluar masuknya lebah pekerja.
1. Menambah Kotak (stup)
Jika bingkai sarang dalam stup telah penuh dengan lebah, maka
harus segera ditambah dengan bingkai baru yang masih kosong dan
disisipkan dibagian tengah bingkai yang telah terpasang. Apabila tidak
memungkinkan dilakukan penambahan sisiran, maka harus ditambah
satu kotak kosong yang diletakkan di atas kotak super, sehingga kotak
tersebut menjadi bersusun tiga. Di antara satu stup yang baru dengan
stup di bawahnya diberi penyekat ratu.
2. Memecah Koloni Lebah
Dalam satu stup yang jumlah lebahnya terlalu padat harus degera
dilakukan pemecahan koloni agar tidak pindah/menyingkir ke tempat
yang lain. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memecah koloni
lebah adalah sebagai berikut :
(1) Koloni lebah cukup kuat.
(2) Pemecahan koloni lebah dilakukan saat musim bunga.
(3) Sebelum koloni lebah dibagi dua, pintunya harus tertutup,
lalu pintu dibuka ± 2 – 3 cm pada waktu melakukan pemecahan
koloni.
(4) Jumlah sisiran dibagi dua. Masukkan separoh sisran pada
kotak yang baru dan sebagian sisiran yang lain tetap berada pada
kotak lama. Sisiran pada kedua stup harus berisi anakan, madu dan
pollen. Pindahkan pula lebah pekerja secukupnya.
(5) Lebah ratu tetap berada pada stup yang lama, sedangkan pada
stup baru diberi ratu baru yang ditempatkan dalam korek api atau
kurungan ratu. Untuk mencegah penggabungan kembali, maka
koloni yang baru ditempatkan pada jarak yang agak jauh.

2.2.4 Penggabungan Koloni Lebah


Koloni lebah yang lemah banyak dijumpai pada saat musim
penghujan. Untuk mempertahankan keberadaan koloni agar tetap kuat,
maka perlu dilakukan penggabungan dengan koloni lain yang lebih kuat.
Kegiatan penggabungan koloni sebaiknya dilakukan pada sore hari.
Tahapan-tahapan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut.
• Tentukan koloni yang kuat (koloni I) dan koloni yang
lemah (koloni II), di antara dua koloni yang akan digabungkan menjadi
satu koloni.
• Buka tutup luar koloni I, ganti dengan kertas koran yang
diberi lubang kecil sebesar pensil.
• Matikan lebah ratu pada koloni II. Kemudian letakkan
kotak yang berisi koloni II di atas koloni I.
• Biarkan hingga satu hari sampai lebah pada kedua kotak
bercampur menjadi satu.
• Pada hari berikutnya, sisiran dari koloni II dapat
dimasukkan pada kotak koloni I.

2.2.5 Penanganan Masa Paceklik


Pemeriksaan stup juga dilakukan terhadap ketersediaan air,
ketersediaan makanan yang berupa nektar dan tepung sari, kesehatan lebah
dan suhu udara. Apabila pada sarang tidak terdapat persediaan madu yang
cukup, maka harus segera diberi makanan tambahan berupa sirup gula dan
dimasukkan ke dalam bingkai feder. Jika pada sarang tidak cukup tersedia
tepung sari, maka stup harus dipindahkan ke lokasi penggembalaan baru
yang cukup tersedia tepung sari. Penggembalaan lebah biasanya
menempatkan stup di areal tanaman jagung, karena tanaman tersebut
merupakan sumber tepung sari (pollen).
2.3. Rumah Lebah
2.3.1 Bentuk Rumah Lebah
Untuk menghindari kesulitan beternak lebah dengan gelodok, kini
diciptakan rumah lebah dari bahan kayu. Kandang lebah ini memberikan
banyak keuntungan, antara lain.
1. Memudahkan pemeriksaan koloni lebah tanpa merusak
sarangnya.
2. Madu dapat dipanen secara efektif tanpa merusak
sarang dan menggangu larvanya.
3. Peralatan sarang dapat digunakan berkali-kali sampai
lebah tidak mau tinggal dalam sarang tersebut.

2.3.2 Cara Membuat Kandang Lebah (stup)


Kandang lebah sebaiknya terbuat dari bahan kayu yang bersifat
tidak mudah panas, tidak mudah dingin, dan tahan air hujan. Ada beberapa
jenis kayu yang memiliki sifat tersebut di antaranya kayu sengon, kayu
kalimantan, dan kayu jati.
Beberapa langkah dalam pembuatan stup untuk lebah A[is mellifera
dapat dikerjakan dengan cara sebagai berikut.
1. Petama kali membuat kotak pengeraman (I) dengan menggunakan
papan setebal 2 cm. ukuran dibagian sisi dalam 46,5 cm x 36,5cm x 24
cm. Di bagian sisi depan berukuran 36,5x24cm, pada bagian bawahnya
dibuat lubang untuk lalu lintas lebah dengan ukuran 10 cm x 1 cm (2).
2. Di bagian bawah kotak pengeraman, dibuat papan alas (dasar) yang
berukuran 53,5 cm x 40,5 cm, sehingga bagian sisi depan menonjol 3
cm. Tonjolan ini merupakan tempat pendaratan lebah sebelum masuk
ke dalam satup.
3. Pada dua sisi bidang yang berhadapan berukuran lebar 36,5 cm,
berjarak 3 cm, dari atas dipasang bilah berukuran lebar 2 cm dan tebal
1,5 cm (3). Bilah ini digunakan untuk menggantungkan frame sarang
lebah (4), sehingga frame tersusun lebih rapi.
4. Membuat kotak sarang madu (II) yang bagian dalamnya berukuran
46,5 cm x 36,5 cm x26 cm. Kotak sarang madu ini sering disebut kotak
super yang dipasang di atas kotak pengeraman, dan dilengkapi bilah
penggantung dan bingkai (frame).
5. Di antara kotak pengeraman (I) dan kotak sarang madu (II) diletakkan
penyekat dari kawat kasa yang berlubang kecil-kecil ± 4,2 mm (5).
Penyekat ini berukuran 50,5 cm x 40,5 cm. Penyekat ini berfungsi
untuk menghalangi lebah ratu naik ke kotak sarang madu, tetapi lebah
pekerja masih bisa melewati lubang-lubang penyekat.
6. Buat frame sarang lebah dari bahan papan yang berbentuk segi empat.
Panjang bagian atas (termasuk tonjolan) berukuran 45 cm, panjang
bagian bawah (tempat sarang madu) 43 cm, dan tinggi 20 cm. Papan
frame berukuran lebar 2 cm, tebal 1 cm kecuali tebal papan bagian
penggantungannya 2 cm.
7. di bagian atas deretan gantungan frame pada kotak madu teratas,
dipasang penyekat dari kawat kasa yang berlubang kecil (6) agar lebah
pekerja tidak dapat menerobos ke atas (bagian tutup stup).
8. Di atas kotak super dibuat atap agar kotak eram dan kotan madu
terlindung dari sinar matahari dan air hujan (III). Pengaturan sirkulasi
udara dapat dilakukan dengan membuat jendela yang agak lebar dan
menutupnya dengan kawat kasa.
9. Pada kotak lebah bersusun, di sisi bagian luar dipasang bilah untuk
menyambung antara kotak eram dan kotak sarang madu agar tidak
mudah bergeser.
Kotak stup dianjurkan ditempatkan di atas tiang penyangga tinggi
35 cm dari tanah. Di sekitar tiang penyangga bisa ditebari kapur agar semut
tidak masuk ke dalam stup.
2.4. Makanan Lebah
2.4.1 Tanaman Pakan Lebah
Tanaman pakan lebah yang ideal harus memenuhi persyaratan
sebagai berikut.
1. Tanaman menghasilkan pollen dan nektar.
2. Tanaman dapat menyediakan pollen dan nektar sepanjang musim.
3. Ketersediaan pollen dan nektar cukup untuk kehidupan lebah.
Seorang peternak lebah harus mengetahui musim tanaman
berbunga, karena masing-masing jenis tanaman terbatas musim
berbunganya, walaupun ada beberapa jenis tanaman yang berbunga
sepanjang musim.
2.5.1 Jenis Tanaman Sebagai Sumber Makanan

No. Nama Pohon Masa Berbunga Jenis Pakan Jenis Lebah


A. Tanaman Industri Awal/pertengahan Mei Pollen Apis cerana
1 Randu musim kemarau (bisa 3- Nektar Apis mellifera
4 kali dengan selang 2-
3 pekan).
No. Nama Pohon Masa Berbunga Jenis Pakan Jenis Lebah
32 Karet
Pisang September-Oktober
Tergantung musim Ekstrafloral Apis cerana
Pollen
tanam Nektar Apis mellifera
43 Panili biji
Jambu Tergantung–masa
September tanam
Oktober Pollen Apis cerana
nektar
Nektar Apis mellifera
45 Kelapa
Aren Sepanjang
September tahun
– Oktober Pollen Apis cerana
Nektar Apis mellifera
65 Kelapa sawit
Apel Sepanjang
Maret tahun
– April Pollen Apis cerana
6 Kopi Mei – Agustus Pollen
Nektar cerana
Apis mellifera
7 Lengkeng Juni – Aguastus Nektar
Pollen mellifera
Apis cerana
7 Tebu Tergantung musim Pollen
Nektar Apis cerana
mellifera
8 Anggur tanam
Juli – Agustus ekstrafloral
Pollen Apis cerana
8 Kapas Tergantung musim Nektar cerana
Apis mellifera
9 Jeruk manis tanam – November –
Agustus Pollen mellifera
Apis cerana
9 Widoro Sepanjang tahun
Desember Pollen
Nektar Apis mellifera
10 Tembakau
Jeruk besar Tergantung–musim
September November Pollen Apis cerana
tanam Nektar Apis mellifera
B.
11 Tanaman
Salak Buah- Oktober – Januari Pollen Apis cerana
buahan Nektar
1
12 Pepaya
Leci Sepanjang
Agustus tahun
– September Pollen
Nektar Apis cerana
Jawa Barat (Maret – Nektar Apis mellifera
2 Semangka Tergantung
September) musim Pollen Apis cerana
13 Mangga tanam
Juni – Agustus Nektar Apis mellifera
cerana
Apis mellifera
14 Rambutan Oktober – November Nektar Apis cerana
Apis mellifera
C. Tanaman sayuran
1 Kubis Tergantung musim Pollen Apis cerana
tanam Nektar Apis mellifera
No. Nama Pohon Masa Berbunga Jenis Pakan Jenis Lebah
2 Ketimun Tergantung musim Pollen Apis cerana
tanam Nektar Apis mellifera
3 Kacang tanah Tergantung musim Pollen Apis cerana
tanam Nektar
4 Turi Juli – Agustus Pollen Apis cerana
5 Kentang Tergantung musim Pollen Apis cerana
tanam
6 Kacang panjang Tergantung musim Pollen Apis cerana
tanam
D.
1 Akasia Juni – Juli Ekstrafloral Apis cerana
Apis mellifera
2 Sengon Juni – September Pollen Apis cerana
Apis mellifera
3 Kelandra Sepanjang tahun Nektar Apis cerana Apis
mellifera
4 Sonokeling September – November Nektar Apis cerana
Apis mellifera
5 Ketapang April – Mei Nektar Apis cerana
6 Sonobirit Agustus – Oktober Nektar Apis cerana
Apis mellifera
2.5. Hama dan Penyakit
2.5.1 Hama Lebah
• Semut
Semut rang-rang sangat berbahaya karena mengganggu koloni
dengan merusak persediaan makanan (pollen,madu) dan membunuh
anakan lebah.
Pencegahan:
Untuk mencegah agar semut tidak masuk ke rumah lebah, kaki
penopang rumah lebah diolesi dengan oli atau dimasukkan pada
mangkuk berisi air. Sarang yang telah dirusak segera dimusnahkan
dengan cara di bakar.
• Tungau
Terdapat dua jenis Tungau yang menyerang lebah, yakni tungau
Varroa jacoboni dan tungau Tropilaelaps clarae.
Tungau ini menyerang lebah dari tingkat larva hingga dewasa
dengan cara menghisap cairan tubuh lebah. Akibatnya pertumbuhan lebah
terlambat, bahkan mati sebelum lahir.
Pencegahan:
Melakukan penyemprotan dengan obat jenis akarsida (dosis 1cc/1
liter air) sebanyak tiga kali, dengan interval semprot 4 hari.
Kegiatan penyemprotan dilakukan pagi hari atau sore hari.
• Ngengat Malam
Serangga kupu-kupu yang aktif pada malam hari, sering
meletakkan telurnya dibagian atas sarang dalam rumah lebah.
Setelah telur menetas menjadi ulat, maka akan memakan lilin
sarang lebah, sehingga sisiran sarang menjad rusak, ngengat malam dapat
menyerang sarang yang telah tua maupun sarang yang baru terbentuk.
Pada serangan yang parah dapat menyebabkan pindah/menyingkirnya
koloni lebah.
Pencegahan:
Sebagai pencegahan terhadap ngengat malam dapat dilakukan
dengan menjaga kebersihan rumah lebah, memperkecil pintu agar
kupu-kupu tidak bisa masuk, memperkuat koloni dan memasang
perangkap pada malam hari. Apabila di dalam sarang dijumpai
telur, ulat, dan ngengat harus segera diambil dan dimusnahkan.

2.5.2 Penyakit Lebah


1. Busuk Larva ( Bacillus Larvae )
Penyakit busuk larva dapat dipindahkan oleh lebah atau manusia
dan bersifat menular. Gejala serangan yang terlihat adalah banyak larva
yang mati di dalam selnya. Larva yang mati akan membusuk, berwarna
putih keabu-abuan, akibatnya berubah menjadi warna hitam.
Pencegahan:
Penanggulangan terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan
beberapa cara, antara lain.
a. Menguatkan koloni lebah sehingga mampu membunuh
bakteri yang menyerang larva.
b. Mengambil sisiran yang terserang, lalu dimusnahkan dengan
cara dibakar.
c. Memberikan stimulasi gula yang dicampur dengan
terramycin.
2. Keracunan
Pemakaian insektisida di sekitar lokasi budidaya lebah, dapat
mengakibatkan keracunan pada lebah. Biasanya lebah yang keracunan
dapat mengakibatkan kematian.

2.6. Pemungutan Madu


A. Waktu Panen
Apabila sel-sel sarang madu telah tertutup oleh lapisan lilin, keadaan
ini menunjukkan madu siap dipanen. Umumnya madu yang sudah masak
setelah 1 – 2 minggu musim bunga. Jangan memanen madu terlalu muda
karena mudah mengalami peragian, sehingga rasa madu agak asam. Demikian
pula memanen madu terlalu masak akan lebih sulit dikeluarkan dari sel-sel
sarang madu karena sudah mengkristal.
Pengambilan madu sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari
ketika cuaca cerah, yaitu saat lebah melakukan aktivitasnya mencari makan
(nektar dan pollen). Saat memungut madu, sebaiknya posisi pemungut tidak
berdiri di depan pintu rumah lebah karena bisa menggangu aktivitas lebah.

B. Perlengkapan Petugas
Untuk memperlancar pekerjaan dan keselamatan dirinya, pemungut
madu harus dilengkapi dengan beberapa peralatan antara lain.
1. Pengasap (smoker), berguna untuk menjinakkan lebah dan
memutuskan komunikasi antar anggota koloni lebah. Dengan demikian bila
ada lebah yang menyengat, tidak diikuti anggota koloni lebah yang lain.
2. Topeng muka (masker), berguna untuk melindungi bagian kepala
dari sengatan lebah. Bagian muka masker bisa menggunakan kain kelambu
atau kawat kasa.
3. Pengungkit (hive tool), berguna untuk membantu mengangkat
sisiran yang melekat pada kotak.
4. Sarung tangan (glove), berguna untuk melindungi tangan dari
sengatan lebah.
5. Sikat lebah (bee brush), berguna untuk menyingkirkan lebah dari
sisiran.
6. Sepatu, berguna untuk melindungi kaki dari sengatan lebah yang
berada di tanah.

C. Cara Pemungutan Lebah


Teknik pengambilan madu dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Buka tutup stup lalu lakukan pengasapan dengan smoker pada frame
yang akan diperiksa. Hembusan asap ini dimaksudkan untuk
menyingkirkan lebahdari frame. Bila masih ada lebah yang membandel,
singkirkan dengan usapan sikat halus. Posisi frame yang diperiksa berada
di atas stup agar lebah yang terjatuh masuk ke dalam stup lagi.
2. Periksa frame satu persatu dan sisiran yang ada lebah ratunya segera
dimasukkan ke dalam stup lagi.
3. Frame yang berisi madu masak segea diangkat dari stup, singkirkan
lebah yang masih menempel pada sisiran sarang madu.
4. Pada frame tanpa fondasi malam dari kotak pengeraman, panen
dilakukan dengan cara memotong sarang dengan pisau sebatas sisiran
yang berisi madu. Sisa sisiran sarang yang berisi anakan dari hasil
pemotongan tersebut dimasukkan lagi ke dalam stup agar dibangun lagi
oleh lebah.
5. Pada frame yang dilengkapi fondasi malam, panen cukup dilakukan
dengan mengupas lapisan lilin yang menutupi saran madu dengan pisau
yang telah dicelupkan di air panas.
6. Adapun cara panen madu dari kotak super pada frame super yang tidak
dilengkapi fondasi malam akan lebih mudah pengumpulannya, yaitu
semua sisiran sarang madu dipotong dari framenya. Sedang pada frame
super dengan fondasi malam cukup dilakukan dengan mengupas lapisan
lilin yang menutupi sisiran sarang madu
7. Hasil pemotongan sisiran sarang madu segera ditampung dalam panci,
sedang proses pemungutan madu dari frame dengan fondasi malam
dilakukan dengan ekstraktor.
Dalam melakukan panen, sisakan beberapa sisiran yang masih ada
madunya untuk persediaan makan anak lebah. Kegiatan pemungutan madu
harus dilakukan dengan teliti, sehingga diharapkan memperoleh kualitas madu
yang baik.
BAB II
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Dengan adanya pembuatan karya tulis ilmiah ini, kami dapat memperoleh
pengetahuann dan wawasan untuk membekali siswa menyongsong era
globalisasi dimasa mendatang.
Siswa dapat mengetahui cara-cara budidaya dan juga dapat meningkatkan
mutu pendidiakan. Misalnya :
• Siswa dapat mengenal sekilas tentang jenis-jenis lebah madu.
• Siswa juga dapat mengetahui tentang pengolahan lebah madu.
• Siswa dapat mengetahui manfaat-manfaat dari produksi lebah madu.
Demikian karya tulis ilmiah ini kami buat untuk memberi berbagai
pengalaman dan pengetahuan yang kami peroleh untuk semua kalangan.
Kami mohon maaf atas segala kekurangan dan karya tulis ilmiah yang
kami buat dengan sebaik-baiknya ini.

3.2. Kritik dan Saran