Anda di halaman 1dari 17

KIMIA ORGANIK II

LIPID DAN PRODUK ALAM YANG


BERHUBUNGAN

DISUSUN OLEH

AMELIN HARTATY

03091003023

Dosen Pengasuh: Ir.Pamilia Coniwanti, MT

JURUSAN TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

TAHUN AKADEMIK 2009/2010


1
KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam saya sampaikan ke hadiran Allah SWT,


karena berkat kemurahanNya ringkasan ini dapat saya selesaikan sesuai
yang diharapkan.Dalam ringkasan ini saya membahas “LIPID DAN PRODUK
ALAM YANG BERHUBUNGAN”

rIngkasan ini dibuat dalam rangka tugas yang diberikan oleh dosen Kimia
Organik yaitu Ibu Ir.Pamilia Coniwanti, MT dan juga untuk mempermudah
mempelajari pemahaman materi tentang “lipid dan produk alam yang
berhubungan” ini.

Demikian ringkasan ini saya buat semoga bermanfaat, jika ada


kesalahan dimohonkan kritik dan sarannya.

Prabumulih, 25 Maret 2010

Penyusun

2
LIPID DAN PRODUK ALAM YANG
BERHUBUNGAN

Lipid mengacu pada golongan senyawa hidrokarbon alifatik nonpolar


dan hidrofobik. Karena nonpolar, lipid tidak larut dalam pelarut polar seperti
air, tetapi larut dalam pelarut nonpolar, seperti alkohol, eter atau kloroform.
Fungsi biologis terpenting lipid di antaranya untuk menyimpan energi,
sebagai komponen struktural membran sel, dan sebagai pensinyalan
molekul.

Lipid adalah senyawa organik yang diperoleh dari proses


dehidrogenasi endotermal rangkaian hidrokarbon. Lipid bersifat amfifilik,
artinya lipid mampu membentuk struktur seperti vesikel, liposom, atau
membran lain dalam lingkungan basah. Lipid biologis seluruhnya atau
sebagiannya berasal dari dua jenis subsatuan atau "blok bangunan"
biokimia: gugus ketoasil dan gugus isoprena.[4] Dengan menggunakan
pendekatan ini, lipid dapat dibagi ke dalam delapan kategori:[5]

1. asil lemak,
2. gliserolipid,
3. gliserofosfolipid,
4. sfingolipid,
5. sakarolipid, dan
6. poliketida (diturunkan dari kondensasi subsatuan ketoasil); serta
7. lipid sterol dan
8. lipid prenol (diturunkan dari kondensasi subsatuan isoprena).

Meskipun istilah lipid terkadang digunakan sebagai sinonim dari lemak.


Lipid juga meliputi molekul-molekul seperti asam lemak dan turunan-
turunannya (termasuk tri-, di-, dan monogliserida dan fosfolipid, juga
3
metabolit yang mengandung sterol, seperti kolesterol.[6] Meskipun manusia
dan mamalia memiliki metabolisme untuk memecah dan membentuk lipid,
beberapa lipid tidak dapat dihasilkan melalui cara ini dan harus diperoleh
melalui makanan.

Kategori lipid
Asam lemak

Asam lemak atau asil lemak ialah istilah umum yang digunakan untuk
menjabarkan bermacam-ragam molekul-molekul yang disintesis dari
polimerisasi asetil-KoA dengan gugus malonil-KoA atau metilmalonil-KoA di
dalam sebuah proses yang disebut sintesis asam lemak.[7][8] Asam lemak
terdiri dari rantai hidrokarbon yang berakhiran dengan gugus asam
karboksilat; penyusunan ini memberikan molekul ujung yang polar dan
hidrofilik, dan ujung yang nonpolar dan hidrofobik yang tidak larut di dalam
air. Struktur asam lemak merupakan salah satu kategori paling mendasar
dari biolipid biologis dan dipakai sebagai blok bangunan dari lipid dengan
struktur yang lebih kompleks. Rantai karbon, biasanya antara empat sampai
24 panjang karbon,[9] baik yang jenuh ataupun tak jenuh dan dapat
dilekatkan ke dalam gugus fungsional yang mengandung oksigen, halogen,
nitrogen, dand belerang. Ketika terdapat sebuah ikatan valensi ganda,
terdapat kemungkinan isomerisme geometri cis atau trans, yang secara
signifikan memengaruhi konfigurasi molekuler molekul tersebut. Ikatan
ganda-cis menyebabkan rantai asam lemak menekuk, dan hal ini menjadi
lebih mencolok apabila terdapat ikatan ganda yang lebih banyak dalam
suatu rantai. Pada gilirannya, ini memainkan peranan penting di dalam
struktur dan fungsi membran sel.[10]

Asam lemak yang paling banyak muncul di alam memiliki konfigurasi


cis, meskipun bentuk trans wujud di beberapa lemak dan minyak yang
dihidrogenasi secara parsial.[11]
4
Contoh asam lemak yang penting secara biologis adalah eikosanoid,
utamanya diturunkan dari asam arakidonat dan asam eikosapentaenoat,
yang meliputi prostaglandin, leukotriena, dan tromboksana. Kelas utama lain
dalam kategori asam lemak adalah ester lemak dan amida lemak. Ester
lemak meliputi zat-zat antara biokimia yang penting seperti ester lilin,
turunan-turunan asam lemak tioester koenzim A, turunan-turunan asam
lemak tioester ACP, dan asam lemak karnitina. Amida lemak meliputi
senyawa N-asiletanolamina, seperti penghantar saraf kanabinoid
anandamida.[12]

Asam lemak adalah asam alkanoat dengan rumus bangun hidrokarbon


yang panjang. Rantai hidrokarbon tersebut dapat mencapat 10 hingga 30
atom. Rantai alkana yang non polar mempunyai peran yang sangat penting
demi mengimbangi kebasaan gugus hidroksil.

Pada senyawa asam dengan sedikit atom karbon, gugus asam akan
mendominasi sifat molekul dan memberikan sifat polar kimiawi. Walaupun
demikian pada asam lemak, rantai alkanalah yang mendominasi sifat
molekul.[13]

Asam lemak terbagi menjadi:

• Asam lemak jenuh


• Asam lemak tak jenuh
• Garam dari asam lemak
• Prostaglandin
Gliserolipid

Gliserolipid tersusun atas gliserol bersubstitusi mono-, di-, dan tri-,[14]


yang paling terkenal adalah ester asam lemak dari gliserol (triasilgliserol),
yang juga dikenal sebagai trigliserida. Di dalam persenyawaan ini, tiga gugus
hidroksil gliserol masing-masing teresterifikasi, biasanya oleh asam lemak

5
yang berbeda. Karena ia berfungsi sebagai cadangan makanan, lipid ini
terdapat dalam sebagian besar lemak cadangan di dalam jaringan hewan.
Hidrolisis ikatan ester dari triasilgliserol dan pelepasan gliserol dan asam
lemak dari jaringan adiposa disebut "mobilisasi lemak".[15]

Subkelas gliserolipid lainnya adalah glikosilgliserol, yang


dikarakterisasi dengan keberadaan satu atau lebih residu monosakarida
yang melekat pada gliserol via ikatan glikosidik. Contoh struktur di dalam
kategori ini adalah digalaktosildiasilgliserol yang dijumpai di dalam membran
tumbuhan[16] dan seminolipid dari sel sperma mamalia.[17]

Gliserida adalah ester dari asam lemak dan sejenis alkohol dengan tiga
gugus fungsional yang disebut gliserol (nama IUPAC, 1,2,3-propantriol).
Karena gliserol memiliki tiga gugus fungsional alkohol, asam lemak akan
bereaksi untuk membuat tiga gugus ester sekaligus.[18] Gliserida dengan tiga
gugus ester asam lemak disebut trigliserida. Jenis asam lemak yang terikat
pada ketiga gugus tersebut seringkali tidak berasal dari kelas asam lemak
yang sama.

1. Gliseropospolipid

(Glisero)fosfolipid (bahasa Inggris: phospholipid, phosphoglycerides,


glycerophospholipid) sangat mirip dengan trigliserida dengan beberapa
perkecualian. Fosfolipid terbentuk dari gliserol (nama IUPAC, 1,2,3-
propantriol) dengan dua gugus alkohol yang membentuk gugus ester dengan
asam lemak (bisa jadi dari kelas yang berbeda), dan satu gugus alkohol
membentuk gugus ester dengan asam fosforat.[19]

Gliserofosfolipid, juga dirujuk sebagai fosfolipid, terdapat cukup banyak


di alam dan merupakan komponen kunci sel lipd dwilapis, serta terlibat di
dalam metabolisme dan sinyal komunikasi antar sel. Jaringan saraf termasuk

6
otak, mengandung cukup banyak gliserofosfolipid. Perubahan komposisi zat
ini dapat mengakibatkan berbagai kelainan saraf.[20]

Contoh gliserofosfolipid yang ditemukan di dalam membran biologis


adalah fosfatidilkolina (juga dikenal sebagai PC, GPCho, atau lesitin),
fosfatidiletanolamina (PE atau GPEtn), dan fosfatidilserina (PS atau GPSer).
Selain berperan sebagai komponen primer membran sel dan tempat
perikatan bagi protein intra- dan antarseluler, beberapa gliserofosfolipid di
dalam sel-sel eukariotik, seperti fosfatidilinositol dan asam fosfatidat adalah
prekursor, ataupun sendirinya adalah kurir kedua yang diturunkan dari
membran.[21] Biasanya, satu atau kedua gugus hidroksil ini terasilasi dengan
asam lemak berantai panjang, meskit terdapat gliserofosfolipid yang terikat
dengan alkil dan 1Z-alkenil (plasmalogen). Terdapat juga varian dialkileter
pada arkaebakteria.

Gliserofosfolipid dapat dibagi menurut sifat kelompok-kepala polar


pada posisi sn-3 dari tulang belakang gliserol pada eukariota dan eubakteria,
atau posisi sn-1 dalam kasus archaea.

Karena pada gugus ester asam fosforat masih mempunyai satu ikatan
valensi yang bebas, biasanya juga membentuk gugus ester dengan alkohol
yang lain, misalnya alkohol amino seperti kolina, etanolamina dan serina.
Fosfolipid merupakan komponen yang utama pada membran sel lapisan
lemak. Fosfolipid yang umum dijumpai adalah:

• Lecitin yang mengandung alkohol amino jenis kolina


• Kepalin yang mengandung alkohol amino jenis serina atau
etanolamina.

Sifat fosfolipid bergantung dari karakter asam lemak dan alkohol


amino yang diikatnya.

Sfingolipid
7
Sfingolipid adalah keluarga kompleks dari senyawa-senyawa[24] yang
berbagi fitur struktural yang sama, yaitu kerangka dasar basa sfingoid yang
disintesis secara de novo dari asam amino serina dan asil lemak KoA
berantai panjang, yang kemudian diubah menjadi seramida, fosfosfingolipid,
glisosfingolipid, dan senyawa-senyawa lainnya.

Nama sfingolipid diambil dari mitologi Yunani, Spinx, setengah wanita


dan setengah singa yang membinasakan siapa saja yang tidak dapat
menjawab teka-tekinya. Sfingolipid ditemukan oleh Johann Thudichum pada
tahun 1874 sebagai teka-teki yang sangat rumit dari jaringan otak.

Sfingolipid adalah jenis lemak kedua yang ditemukan di dalam


membran sel, khususnya pada sel saraf dan jaringan otak. Lemak ini tidak
mengandung gliserol, tetapi dapat menahan dua gugus alkohol pada bagian
tengah kerangka amina.

Fosfosfingolipid utama pada mamalia adalah sfingomielin (seramida


fosfokolina), sementara pada serangga terutama mengandung seramida
fosfoetanolamina dan pada fungi memiliki fitoseramida fosfoinositol dan
gugus kepala yang mengandung manosa.

Basa sfingoid utama mamalia biasa dirujuk sebagai sfingosina.


Seramida (Basa N-asil-sfingoid) adalah subkelas utama turunan basa sfingoid
dengan asam lemak yang terikat pada amida. Asam lemaknya biasanya
jenuh ataupun mono-takjenuh dengan panjang rantai dari 16 atom karbon
sampai dengan 26 atom karbon.

8
Glikosfingolipid adalah sekelompok molekul beraneka ragam yang
tersusun dari satu residu gula atau lebih yang terhubung ke basa sfingoid
melalui ikatan glikosidik.

Sakarolipid

Struktur sakarolipid Kdo2-Lipid A. Residu glukosamina berwarna


biru, residu Kdo berwarna merah, rantai asil berwarna hitam, dan gugus
fosfat berwarna hijau.

Sakarolipid (bahasa Inggris: saccharolipid, glucolipid) adalah asam


lemak yang terikat langsung dengan molekul glukosa[41] dan membentuk
struktur yang sesuai dengan membran dwilapis. Pada sakarolipid,
monosakarida mengganti ikatan gliserol dengan asam lemak, seperti yang
terjadi pada gliserolipid dan gliserofosfolipid.

Sakarolipid yang paling dikenal adalah prekursor glukosamina


terasilasi dari komponen lipid A lipopolisakarida pada bakteri gram-negatif.
Molekul Lipid-A yang umum adalah disakarida dari glukosamina, yang
diturunkan sebanyak tujuh rantai asil-lemak. Lipopolisakarida minimal yang
diperlukan untuk pertumbuhan E. coli adalah Kdo2-Lipid A, yakni disakarida
berheksa-asil dari glukosamina yang diglikosilasikan dengan dua residu
asam 3-deoksi-D-mano-oktulosonat (Kdo).[40]
9
Proses hidrolisis sakarolipid akan menghasilkan amino gula.[42]

Poliketida

Poliketida adalah metabolit sekunder yang terbentuk melalui proses


polimerisasi dari asetil dan propionil oleh enzim klasik maupun enzim iteratif
dan multimodular yang berbagi fitur mekanistik yang sama dengan asam
lemak sintasi. Enzim yang sering digunakan adalah poliketida sintase,
melalui proses kondensasi Claisen.

Poliketida merupakan metabolit sekunder yang dihasilkan secara alami


oleh bakteri, fungi, tumbuhan, hewan, sumber daya laut dan organisme yang
memiliki keanekaragaman struktural yang tinggi.

Banyak poliketida berupa molekul siklik yang kerangkanya seringkali


dimodifikasi lebih jauh melalui glikosilasi, metilasi, hidroksilasi, oksidasi,
dan/atau proses lainnya untuk menimba manfaat dari sifat antibiotik yang
dimiliki. Beberapa jenis poliketida bahkan bersifat anti kanker, dapat
menurunkan kolesterol serta menunjukkan efek imuno-supresif.

Sejumlah senyawa antimikroba, antiparasit, dan antikanker merupakan


poliketida atau turunannya, seperti eritromisin, antibiotik tetrasiklin,
avermektin, dan antitumor epotilon.

Lipid sterol

Lipid sterol, seperti kolesterol dan turunannya, adalah komponen lipid


membran yang penting, bersamaan dengan gliserofosfolipid dan
sfingomielin. Steroid, semuanya diturunkan dari struktur inti empat-cincin
lebur yang sama, memiliki peran biologis yang bervariasi seperti hormon dan
molekul pensinyalan. Steroid 18-karbon (C18) meliputi keluarga estrogen,
sementara steroid C19 terdiri dari androgen seperti testosteron dan
androsteron. Subkelas C21 meliputi progestagen, juga glukokortikoid dan
10
mineralokortikoid. Sekosteroid, terdiri dari bermacam ragam bentuk vitamin
D, dikarakterisasi oleh perpecahan cincin B dari struktur inti.[32] Contoh lain
dari lemak sterol adalah asam empedu dan konjugat-konjugatnya,[33] yang
pada mamalia merupakan turunan kolesterol yang dioksidasi dan disintesis
di dalam hati. Pada tumbuhan, senyawa yang setara adalah fitosterol,
seperti beta-Sitosterol, stigmasterol, dan brasikasterol; senyawa terakhir ini
juga digunakan sebagai bagi pertumbuhan alga.[34] Sterol dominan di dalam
membran sel fungi adalah ergosterol.[35]

Lipid prenol

Lipid prenol disintesis dari prekursor berkarbon 5 isopentenil pirofosfat


dan dimetilalil pirofosfat yang sebagian besar dihasilkan melalui lintasan
asam mevalonat (MVA).[36] Isoprenoid sederhana (alkohol linear, difosfat, dan
lain-lain) terbentuk dari adisi unit C5 yang terus menerus, dan diklasifikasi
menurut banyaknya satuan terpena ini. Struktur yang mengandung lebih
dari 40 karbon dikenal sebagai politerpena. Karotenoid adalah isoprenoid
sederhana yang penting yang berfungsi sebagai antioksidan dan sebagai
prekursor vitamin A.[37] Contoh kelas molekul yang penting secara biologis
lainnya adalah kuinon dan hidrokuinon yang mengandung ekor isoprenoid
yang melekat pada inti kuinonoid yang tidak berasal dari isoprenoid.[38]
Vitamin E dan vitamin K, juga ubikuinon, adalah contoh kelas ini. Prokariota
mensintesis poliprenol (disebut baktoprenol) yang satuan isoprenoid
terminalnya yang melekat pada oksigen tetap tak jenuh, sedangkan pada
poliprenol hewan (dolikol) isoprenoid terminalnya telah direduksi.

Garam lemak

Sabun adalah campuran dari natrium hidroksida berbagai asam lemak


yang terdapat di alam bebas.

11
Sabun terbuat melalui proses saponifikasi asam lemak. Biasanya
digunakan natrium karbonat atau natrium hidroksida untuk proses tersebut.

Secara umum, reaksi hidrolisis yang terjadi dapat dirumuskan:

asam lemak + NaOH ---> air + garam asam lemak

Jenis sabun yang dihasilkan bergantung pada jenis asam lemak dan
panjang rantai karbonnya. Natrium stearat dengan 18 karbon adalah sabun
yang sangat keras dan tidak larut. Seng stearat digunakan pada bedak
talkum karena bersifat hidrofobik. Asam laurat dengan 12 karbon yang telah
menjadi natrium laurat sangat mudah terlarut, sedangkan asam lemak
dengan kurang dari 10 atom karbon tidak digunakan menjadi sabun karena
dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan berbau kurang sedap.

Parafin

Parafin (bahasa Inggris: wax) adalah lemak yang terbentuk dari


esterisasi alkohol yang mempunyai rumus bangun yang panjang, dengan
asam lemak.[50] Alkohol dapat mengandung 12 hingga 23 atom karbon.
Parafin dapat ditemukan di alam sebagai pelindung daun dan sel batang
untuk mencegah agar tanaman tidak kehilangan air terlalu banyak. Karnuba
ditemukan pada dedaunan pohon palem Brasil dan digunakan sebagai
pelumas untuk lantai maupun mobil. Lanolin adalah parafin pada bulu
domba. Beeswax adalah cairan parafin yang disekresi lebah untuk
membangun sel tempat untuk madu dan telur lebah.

Parafin yang digunakan pada pembuatan lilin bukan melalui esterisasi,


melainkan merupakan campuran dari alkana dengan berat molekul yang
besar. Pelumas untuk telinga dibuat dari campuran fosfolipid dan ester dari
kolesterol.

12
Prostaglandin

Prostaglandin pertama kali diketemukan dari cairan semen manusia


pada sekitar tahun 1930 oleh Ulf von Euler dari Swedia. Oleh karena diduga
berasal dari kelenjar prostat, sang penemu memberinya nama
prostaglandin.

Prostaglandin, seperti hormon, berfungsi layaknya senyawa sinyal


tetapi hanya bekerja di dalam sel tempat mereka tersintesis. Rumus bangun
prostaglandin adalah asam alkanoat tak jenuh yang terdiri dari 20 atom
karbon yang membentuk 5 cincin. Prostaglandin tersintesis dari asam lemak
dan asam arakidonat

Terpena

Terpena merupakan suatu golongan hidrokarbon yang banyak


dihasilkan oleh tumbuhan dan terutama terkandung pada getah dan vakuola
selnya. Pada tumbuhan, senyawa-senyawa golongan terpena dan
modifikasinya, terpenoid, merupakan metabolit sekunder. Terpena dan
terpenoid dihasilkan pula oleh sejumlah hewan, terutama serangga dan
beberapa hewan laut. Di samping sebagai metabolit sekunder, terpena
merupakan kerangka penyusun sejumlah senyawa penting bagi makhluk
hidup. Sebagai contoh, senyawa-senyawa steroid adalah turunan skualena,
suatu triterpena; juga karoten dan retinol. Nama "terpena" (terpene) diambil
dari produk getah tusam, terpentin (turpentine).

Terpena dan terpenoid menyusun banyak minyak atsiri yang dihasilkan


oleh tumbuhan. Kandungan minyak atsiri mempengaruhi penggunaan
produk rempah-rempah, baik sebagai bumbu, sebagai wewangian, serta
sebagai bahan pengobatan, kesehatan, dan penyerta upacara-upacara ritual.
Nama-nama umum senyawa golongan ini seringkali diambil dari nama
13
minyak atsiri yang mengandungnya. Lebih jauh lagi, nama minyak itu sendiri
diambil dari nama (nama latin) tumbuhan yang menjadi sumbernya ketika
pertama kali diidentifikasi. Sebagai misal adalah citral, diambil dari minyak
yang diambil dari jeruk (Citrus). Contoh lain adalah eugenol, diambil dari
minyak yang dihasilkan oleh cengkeh (Eugenia aromatica).

Terpenoid disebut juga isoprenoid. Hal ini dapat dimengerti karena


kerangka penyusun terpena dan terpenoid adalah isoprena (C5H8).

Tipe terpena dan terpenoid

Terpena memiliki rumus dasar (C5H8)n, dengan n merupakan penentu


kelompok tipe terpena. Modifikasi terpena (disebut terpenoid, berarti "serupa
dengan terpena") adalah senyawa dengan struktur serupa tetapi tidak dapat
dinyatakan dengan rumus dasar. Kedua golongan ini menyusun banyak
minyak atsiri.

• Hemiterpena, n=1, hanya isoprena.


• Hemiterpenoid, contohnya prenol, asam isovalerat.
• Monoterpena, n=2, contohnya mircen, limonen, dan ocimen.
• Monoterpenoid, contohnya geraniol.
• Seskuiterpena, n=3, contohnya farnesen.
• Seskuiterpenoid, contohnya farnesol, kurkumen, bisabolol.
• Diterpena, n=4, contohnya cembren.
• Diterpenoid, contohnya kafestol.
• Triterpena, n=6, contohnya skualena.
• Triterpenoid, contohnya lanosterol, bahan dasar bagi senyawa-
senyawa steroid.
• Tetraterpena, n=8, contohnya adalah likopen, karoten
• Politerpena, n besar, contohnya adalah karet dan getah perca.

Galeri rumus bangun

14
Prenol Asam isovalerat
Isoprena
β-Mircena

Farnese
Ocimena
na
Limonen
Geraniol
a

Farnesol
Cembre
α-(-)-Bisabolol
β- n
Kurkumena

Skualena
Kafestol
A. Steroid

15
Penomoran pada steroid

Steroid adalah senyawa turunan lemak dari terpenoid yang tidak


terhidrolisis. Steroid merupakan kelompok senyawa yang penting dengan
struktur dasar sterana tak jenuh (bahasa Inggris: saturated tetracyclic
hydrocarbon : 1,2-cyclopentanoperhydrophenanthrene) dengan 17 atom
karbon dan 4 cincin. Senyawa yang termasuk turunan steroid, misalnya
kolesterol, ergosterol, progesteron, dan estrogen. Pada umunya steroid
berfungsi sebagai hormon. Steroid mempunyai struktur dasar yang terdiri
dari 17 atom karbon yang membentuk tiga cincin sikloheksana dan satu
cincin siklopentana. Perbedaan jenis steroid yang satu dengan steroid yang
lain terletak pada gugus fungsional yang diikat oleh ke-empat cincin ini dan
tahap oksidasi tiap-tiap cincin.

Lemak sterol adalah bentuk khusus dari steroid dengan rumus bangun
diturunkan dari kolestana dilengkapi gugus hidroksil pada atom C-3, banyak
ditemukan pada tanaman, hewan dan fungsi. Semua steroid dibuat di dalam
sel dengan bahan baku berupa lemak sterol, baik berupa lanosterol pada
hewan atau fungsi, maupun berupa sikloartenol pada tumbuhan. Kedua jenis
lemak sterol di atas terbuat dari siklisasi squalena dari triterpena. Kolesterol
adalah jenis lain lemak sterol yang umum dijumpai.

DAFTAR PUSTAKA

1. Ralp J. Fessenden and Joan S. Fessenden, “ KIMIA ORGANIK,” Edisi


ketiga, University Of Montana, 1986, Wadsworth, Inc, Belmont,
Califfornia 94002, Massachuset, USA.
16
2. Wikipedia Bahasa Indonesia-Lipid
3. Wikipedia Bahasa Indonesia-Terpena
4. Wikipedia Bahasa Indonesia-Steroid
5. Wikipedia Bahasa Indonesia-Prostaglandin

17