Anda di halaman 1dari 5

PROSES ADAPTASI PSIKOLOGIS PADA WANITA

SEPANJANG DAUR KEHIDUPANNYA

1. Proses Adaptasi Yang Terjadi Pada Bayi


a. Masa bayi adalah masa dasar atau tahun-tahun dasar yang sesungguhnya, karena
pada saat ini banyak pola prilaku, sikap dan pola ekspresi emosi terbentuk.
b. Masa bayi adalah masa dimana pertumbuhan & perubahan berjalan pesat baik
secara fisik maupun psikologis yaitu adanya perubahan dalam penampilan &
kemampuan.
c. Masa bayi adalah masa berkurangnya ketergantungan, merupakan efek dari
pesatnya perkembangan pengendalain tubuh yang memungkinkan bayi duduk,
berdiri, berjalan & menggerakan benda-benda.
d. Masa bayi adalah masa meningkatnya individualitas, meningkatnya kemandirian
memungkinkan bayi mengembangkan hal-hal yang sesuai dengan minat dan
kemampuannya.
e. Masa bayi adalah permulaan sosialisasi yaitu bayi cepat berubah menjadi
keinginan untuk menjadi bagian dari kelompok social, missal : protes kalau
dibiarkan sendiri selama beberapa waktu.
f. Masa bayi adalah permulaan berkembangnya penggolongan peran seks, misal :
 Bayi Laki-laki dengan warna biru
 Bayi Perempuan dengan warna pink
 Mainan bayi laki-laki berbeda dengan bayi perempuan.
g. Masa bayi adalah masa yang menarik, karena :
 Perbandingan tubuh yang belum wajar
 Memakai baju dan diselimuti
 Ketidakberdayaan dan ketergantungan
 Terlihat menarik
h. Masa bati adalah permulaan kreativitas, bulan-bulan pertama bayi belajar
mengembangkan minat dan sikap merupakan dasar bagi kreativitasnya kemudian
dan untuk penyesuaian diri dengan pola-pola yang diletakkan oleh orang lain,
ditentukan oleh perlakuan orang lain terutama orang tua.
i. Masa bayi adalah masa berbahaya, baik fisik maupun psikologisnya.
• Bahaya Fisik : Penyakit dan kecelakaan sering menyebabkan ketidak
mampuan atau bahkan kematian.
• Bahaya Psikologis : Karena pola perilaku, minat dan sikap terbentuk selama
masa bayi maka bahaya psikologis dapat terwujud kalau
diletakkan dasar-dasar yang buruk pada masa ini.

2. Proses Adaptasi Yang Terjadi Pada Balita


a. Anak senang mengulang-ulang dan karenanya dengan senang hati mau
mengulang satu aktivitas sampai mereka terampil melakukannya.
b. Anak-anak bersifat pemberani sehingga tidak terhambat oleh rasa takut karena
kalau dirinya mengalami sakit atau diejek teman-temannya sebagaimana ditakuti
anak yang lebih besar.
c. Anak mudah dan cepat belajar karena tubuh mereka masih sangat lentur dan
keterampilan yang dimiliki baru sedikit.
d. Anak lebih menyukai kontak sosial sejenis dari pada hubungan sosial dengan
kelompok jenis kelamin yang berlawanan.
e. Anak yang lebih besar menyukai interaksi dengan manusia daripada benda akan
lebih mengembangkan kecakapan sosial sehingga mereka lebih popular dari pada
anak yang interaksi sosialnya terbatas.
f. Anak mengungkapkan rasa marah dengan ledakan amarah, yang ditandai dengan
“menangis, berteriak, menggertak, menendang, melompat-lompat dan memukul.
g. Perkembangan Moral Merupakan “Moralitas Prakonverisional”, artinya :
 Anak-anak berorientasi patuh dan hukuman dalam arti ia menilai benar
salahnya perbuatan berdasrkan akibat-akibat fisik dari perbuatan itu.
 Anak-anak menyesuaikan diri dengan harapan social agar memperoleh pujian.

3. Proses Adaptasi Yang Terjadi Pada Usia Sekolah


a. Anak berminat dalam kegiatan-kegiatan dengan teman-teman dan ingin menjadi
bagian dari kelompok yang mengharapkan anak untuk menyesuaikan diri dengan
pola-pola perilaku, nilai-nilai dan minat anggota-anggotanya.
b. Penggolongan peran seks, mempengaruhi “penampilan, perilaku, cita-cita, minat,
sikap terhadap lawan jenis dan penilaian diri.
c. Kemerosotan dalam hubungan keluarga mempengaruhi penyesuaian pribadi dan
social yang mempunyai dampak kuat pada kepribadian melalui pengaruhnya pada
“Penilaian Diri”
d. Bahaya fisik dan psikologis mempengaruhi penyesuaian diri anak.
 Bahaya Fisik : Kegemukan, bentuk tubuh yang tidak sesuai
dengan seksnya.
 Bahaya Psikologis : Kepribadian yang kacau, konsep diri buruk,
penolakan diri.

4. Peroses Adaptasi yang Terjadi Pada Remaja


a. - Remaja yang matang lebih awal
 Konsep diri menyenangkan
 Sehingga penyesuaian diri baik
- Remaja yang matang terlambat
 Konsep Diri kurang menyenangkan
 Sehingga penyesuaian diri buruk
b. - Kepatutan seks dalam penampilan diri, minat dan perilaku → konsep diri baik
- Ketidak patutan seks → Rendah Diri → Konsep Diri Buruk
c. Bila hubungannya erat dengan satu orang anggota maka remaja ini maka remaja
ini akan mengidentifikasikan diri dan mengembangkan pola kepribadian yang
sama dengan anggota keluarga tersebut.
d. Perubahan social yang penting dalam masa remaja → meningkatnya pengaruh
kelompok sebaya, pengelompokkan social baru dan nilai-nilai baru dalam
pemilihan teman.
e. Ketidak matangan perilaku social, seksual dan moral akan menimbulkan
“Penolakan Diri” yang dapat merusak “Penyesuaian Pribadi dan Sosial”
5. Proses Adaptasi Yang Terjadi Pada Dewasa
a. Masa Dewasa Dini (18 – 40 Th)
1. Merupakan pencaharian kemantapan dan reproduktif, masa yang penuh
masalah dan ketegangan emosional, periode komitmen dan masa yang penuh
dengan masalah dan ketegangan emosional, periode komoitmen dan masa
ketergantungan.
2. Minat pribadi pada masa dewasa dini, perhatian pada penampilan pakaian dan
tata rias, status, uang dan agama.
3. Hambatan dalam menguasai tugas perkembangan
Cacat fisik, pendidikan yang tidak diselesaikan, perlindungan orang tua yang
berlebihan.
4. Bahaya fisik yang paling penting adalah bentuk fisik dan penampilan yang
kurang menarik sehingga mempersulit penyesuaian pribadi dan social.
5. Penyesuaian diri dalam pekerjaan dapat dilihat dari prestasi, perubahan
pekerjaan secara sukarela dan kepuasan yang di[eroleh.
6. Sulitnya penyesuaian perkawinan disebabkan oleh : persiapan pernikahan
yang terbatas, perkawinan terlalu dini, konsep perkawinan yang tidak realistis,
perkawinan campuran, perkenalan yang terlalu singkat / kurang saling
mengenal dan perubahan peran yang nyata.
b. Masa Dewasa Madya (40 – 60 Th)
1. Penyesuaian Diri dalam penampilan, fungsi fisiologis dan seksual biasanya
sulit.
2. Laki-laki berusia madya lebih memperhatikan buasan dan penampilan
daripada perempuan
3. Keinginan melakukan “Kegiatan Sosial” sanagt dipengaruhi oleh status social,
jenis kelamin dan status perkawinan
4. Penyesuaian sosial dipengaruhi oleh :
Kurang mempunyai keterampilan sosial, lebih suka berhubungan dengan
keluarga daripada dengan orang luar, mempunyai masalah keuangan, tekanan
keluarga dan kewajiban-kewajiban lain.
6. Proses Adaptasi Yang Terjadi Pada Usia Lanjut
1. Perubahan fisik dan psikologis mengarah pada penyesuaian diri yang buruk dan
hidupnya tidak bahagia.
2. Mencari teman baru untuk menggantikan suami/istri yang telah meninggal.
• Bagi laki-laki lebih pada perasaan kesepian dan ketergantungan.
• Bagi perempuan lebih pada pendapatan yang berkurang.
3. Pensiun mengakibatkan perubahan peran, minat, nilai dan pola hidup.

7. Proses Adaptasi Yang Terjadi Pada Masa Menopause


1. Penampilan Kewanitaan
Yaitu : Bulu diwajah bertambah kasar, suara lebih mendalam, lekuk tubuh
menjadi rata, payudara tidak kencang.
2. Terjadi Ketidaknyamanan Fisik, seperti : rasa tegang dan linu yang tiba-tiba
disekujur tubuh (Kepala, Leher)
Disamping itu juga merasa pening, kelelahan, jengkel, cepat marah, berdebar
debar dan resah.
3. Perubahan Kepribadian, seperti :
Mengalami diri tertekan, cepat marah, bersifat mengkritik diri dan mempunyai
rasa penyesuaian yang luas.