Anda di halaman 1dari 82

MENGGAMBAR SKETSA BUSANA SECARA KERING

OLEH:

TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

PROYEK PENGEMBANGAN SISTEM DAN STANDAR PENGELOLAAN SMK DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN JAKARTA

2001

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

KATA PENGANTAR

Pendidikan menengah kejuruan sebagai penyedia tenaga kerja terampil tingkat menengah dituntut harus mampu membekali tamatan dengan kualifikasi keahlian terstandar serta memiliki sikap dan perilaku yang sesuai tuntutan dunia kerja. Sejalan dengan hal itu, dilakukan berbagai perubahan mendasar penyelenggaraan pendidikan kejuruan. Salah satu di antara perubahan tersebut adalah penerapan kebijakan tentang penerapan sistem Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan Berbasis Kompetensi (Competency Based Vocational Education and Training). Dalam rangka mengimplementasikan kebijakan tersebut, Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional (MPKN) bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengembangkan Standar Kompetensi Nasional (SKN). Buku ini disusun dengan mengacu pada Standar Kompetensi Nasional tersebut serta Kurikulum SMK Edisi 1999, khususnya untuk Bidang Keahlian Kepariwisataan. Dengan demikian buku ini diharapkan dapat menjadi sarana dalam proses pembelajaran dalam upaya mencapai ketuntasan penguasaan siswa atas kompetensi-kompetensi sebagaimana dituntut oleh dunia kerja. Buku ini dapat tersusun berkat bantuan dari berbagai pihak, terutama Saudari Inty Nahari, S.Pd., yang telah menyampaikan bahan dan mencurahkan pikiran dalam menyiapkan konsep, Saudara Dr. Ismet Basuki yang telah membantu proses penyuntingan, serta Saudara Gunawan Teguh P, S.Pd., Retno Ambaringtyas, S.Pd., Abdul Muin, Syaiful Arif, M. Yanuar Yusron yang telah membantu dalam proses pengetikan dan pemrosesan akhir naskah. Untuk itu, Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

tingginya. Mudah-mudahan buku ini dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan dunia pendidikan, khususnya pendidikan menengah kejuruan, dan kepada mereka yang telah berjasa semoga memperoleh imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Amin.

Jakarta, Desember 2001 Direktur Pendidikan Menegah Kejuruan,

Dr. Ir. Gatot Hari Priowirjanto NIP. 130675814

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

DESKRIPSI JUDUL

Ruang lingkup isi modul ini terdiri atas pembahasan secara teoritis dan praktis tentang: (1) menggambar bagian-bagian dan jenis busana, (2) menggambar busana pada proporsi tubuh (membuat sketsa busana), (3) teknik pewarnaan sketsa busana secara kering. Modul ini berkaitan dengan modul Menggambar Proporsi Tubuh serta Mengambar Pose Proporsi Tubuh. Hasil pendidikan dan latihan yang dicapai setelah Anda menguasai modul ini, yakni Anda diharapkan dapat memiliki keterampilan dalam sketsa busana secara kering.

PRASYARAT

Modul ini dapat Anda pelajari setelah Anda memiliki kompetensi di bidang Pengenalan Alat dan Bahan Desain, Mengekspresikan Unsur dan Prinsip Desain, Menggambar Proporsi Tubuh serta Menggambar Pose Proporsi Tubuh.

PERISTILAHAN

Accessories : Pelengkap busana, seperti tas, sepatu, topi, perhiasan dan sebagainya.

Bolero

:

Jas yang panjangnya sampai pinggang atau di atas pinggang

Dimensi

:

tanpa penutup. Bidang yang beruang.

Drape

:

Lepas menggantung.

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

Gradasi Warna: Gelap terangnya warna.

:

Peter Pan :

One Peace

Busana satu bagian (gaun). Kerah rebah yang bentuknya bulat. Garis luar busana.

Sillhoutes

Tank Top : Busana yang menggunakan garis leher bulat dan tanpa

:

Three Peace

:

lengan. Busana tiga bagian.

Two Peace

:

Busana dua bagian.

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1. Pelajarilah modul ini dengan membaca berulang-ulang sampai Anda benar-benar paham dan mengerti.

2. Kerjakan latihan-latihan yang ada, kemudian cocokkan hasil latihan Anda dengan kunci jawaban.

3. Ukurlah kemampuan Anda dengan mengerjakan lembar evaluasi. Bila hasilnya masih kurang memuaskan, maka Anda ulangi membaca/mempelajari modul ini, sampai Anda dapat mengerjakan seluruh soal dalam lembar evaluasi dengan baik.

4. Buatlah sketsa busana dengan menerapkan busana pada proporsi tubuh dan diselesaikan dengan teknik pewarnaan secara kering.

5. Bila terdapat kesulitan pada waktu praktek atau belum paham, hubungilah guru yang mengajar mata diklat Menggambar Sketsa Busana secara Kering.

6. Waktu yang digunakan dalam menyelesaikan modul ini adalah 24 jam dengan rincian:

Kegiatan Belajar I : Menggambar Bagian-Bagian dan Jenis Busana. (8 jam)

Kegiatan Belajar II :

Kegiatan belajar III: Teknik Pewarnaan Sketsa Busana Secara Kering. (12 jam).

Menggambar Busana Pada Proporsi Tubuh. (4 jam)

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

TUJUAN

A. Tujuan Akhir Setelah menyelesaikan pembelajaran modul “Menggambar Sketsa Busana Secara Kering” ini Anda diharapkan dapat memiliki keterampilan dalam

menggambar sketsa busana secara kering.

B. Tujuan Antara

1. Setelah menempuh Kegiatan Belajar I, Anda diharapkan mampu menggambar bagian-bagian dan jenis busana.

2. Setelah menempuh Kegiatan Belajar II, Anda diharapkan mampu

menggambar busana pada proporsi tubuh (membuat sketsa busana).

3. Setelah menempuh Kegiatan Belajar III, Anda diharapkan mampu mewarna sketsa busana secara kering.

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

PETA KOMPETENSI KEDUDUKAN MODUL TATA BUSANA

D1 D2 D3 D4 D5 D6 AHLI E5 SKETSA E3 E1 E2 E4 C1 C2
D1
D2
D3
D4
D5
D6
AHLI
E5
SKETSA
E3
E1
E2
E4
C1
C2
C3
C4
I1
I2
I3
I4
I5
I6
F1
G3
F2
F3
F4
F5
G1
G2
G4
G5
J1 J2 J3 J4 J5 AHLI POLA
J1
J2
J3
J4
J5
AHLI
POLA

BUSANA

SEMI

TAILORING

GAMBAR

BUSANA

K1 K2 K3 K4 K5
K1
K2
K3
K4
K5

AHLI

MENJAHIT

BUSANA

L M N
L
M
N

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

KETERANGAN PETA KEDUDUKAN MODUL

NO.

KODE

M O D U L

1.

A

Mata Diklat: Pelayanan Prima

 

A 1

Melaksanakan Komunikasi

A 2

Melaksanakan Pelayanan Prima Berdasarkan Konsep Sikap Attitude

A 3

Melaksanakan Pelayanan Prima Berdasarkan Konsep Attention

A 4

Melaksanakan Pelayanan Prima Berdasarkan Konsep Action

2.

B

Mata Diklat: Pembukuan

 

B

1

Membuat Persamaan Akuntansi

B

2

Membuat Laporan Keuangan

B

3

Membuat Perkiraan Buku Besar dan Neraca Saldo

B

4

Membuat Jurnal dan Posting

B

5

Membuat Jurnal Penyesuaian

B

6

Membuat Neraca Lajur dan Ayat Penutup

3.

C

Mata Diklat: Estetik dan Gambar Bentuk

 

C

1

Mengenal dan Menggunakan Alat dan Bahan Desain

C

2

Mengekspresikan Unsur dan Prinsip Desain

C

3

Menerapkan Bentuk Geometris

C

4

Menerapkan Bentuk Organis

4.

D

Mata Diklat: Pemilihan Bahan Tekstil

 

D

1

Memilih Bahan Tekstil untuk Busana Casual

D

2

Memilih Bahan Tekstil untuk Busana Kerja

D

3

Memilih Bahan Tekstil untuk Busana Pesta

D

4

Memilih Bahan Tekstil untuk Busana Dalam

D

5

Memilih Bahan Tekstil untuk Busana Tailoring

D

6

Memilih Bahan Tekstil untuk Busana Anak

D

7

Merawat Busana dari Bahan Kapas

D

8

Merawat Busana dari Bahan Sutera

D

9

Merawat Busana dari Bahan Wol

D

10

Merawat Busana dari Bahan Poliester

D

11

Merawat Busana dari Bahan Nilon

D

12

Merawat Busana dari Bahan Rayon

   

Mata Diklat: Kelompok Bahan Pengayaan D

 

D

I

Mengidentifikasi Serat Tekstil

D

II

Mengidentifikasi Benang Tekstil

D

III

Proses Pembuatan Tenunan

D

IV

Pengetahuan Rajutan dan Kaitan

D

V

Memilih Bahan Kempaan

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

NO

KODE

M O D U L

5.

E

Mata Diklat: Sketsa Mode I

 

E

1

Menggambar Proporsi Tubuh

E

2

Menggambar Pose Proporsi

E

3

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

E

4

Menggambar Desain Hiasan Busana

E

5

Menggambar Sajian dan Gambar Kerja Busana

6.

F

Mata Diklat: Pembuatan Pola Dasar

 

F

1

Memilih Pola Busana

F

2

Membuat Pola Dasar Rok Sistem Konstruksi

F

3

Membuat Pola Dasar Blus Sistem Konstruksi

F

4

Membuar Pola Dasar Celana Sistem Konstruksi

F

5

Membuat Pola Dasar Celana Sistem Draping

7.

G

Mejahit I

 

G

1

Menggunakan dan Memelihara Piranti Menjahit

G

2

Membuat Hiasan Busana

G

3

Menjahit Rok

G

4

Menjahit Blus

G

5

Menjahit Celana

8

H

Mata Diklat: Membuka Usaha Busana

 

H

1

Membuat Prencanaan Usaha Busana

H

2

Melaksanakan Usaha Sanggar

H

3

Melaksanakan Melaksanakan Usaha Konveksi

H

4

Mengetahui Dasar-Dasar Promosi

H

5

Melaksanakan Promosi Statis

H

6

Melaksanakan Promosi Dinamis

9.

I

Mata Diklat: Sketsa Mode II

 

I 1

Menggambar Sketsa Busana Casual Secara Basah

I 2

Menggambar Sketsa Busanan Kerja Wanita Secara Basah

I 3

Menggambar Sketsa Busana Pesta Secara Basah

I 4

Menggambar Sketsa Busana dalam Secara Basah

I 5

Menggambar Sketsa Busana Anak Secara Basah

I 6

Menggambar Sketsa Busana Pria Secara Basah

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

NO. KODE M O D U L 10. J Mata Diklat: Pemecahan Pola Dasar J
NO.
KODE
M O D U L
10.
J
Mata Diklat: Pemecahan Pola Dasar
J
Membuat Pecah Pola Dasar Busana Casual
1
J
Membuar Pecah Pola Dasar Busana Kerja Wanita
2
J
Membuat Pecah Pola Dasar Busana Pesta
3
J
Membuat Pecah Pola Dasar Busana Dalam
4
J
Membuat Pecah Pola Dasar Busana Anak
5
11.
K
Mata Diklat: Menjahit II
K
Menjahit Busana Casual
1
K
Menjahit Busana Kerja
2
K
Menjahit Busana Pesta
3
K
Menjahit Busana Dalam
4
K
Menjahit Busana Anak
5
12.
L
Mata Diklat: Pembuatan Gambar Kerja
L
Membuat Gambar Sajian dan Gambar Kerja
1
13.
M
Mata Diklat: Pembuatan Gambar Pola
M
Membuat Pola Busana Tailoring
1
14.
N
Mata Diklat: Pembutan Busana Tailoring
N
1
N
Membuat Perencanaan Busana Tailoring
Menjahit Busana Tailoring
2
15.
O
Praktek Lapangan
O
1
O
Praktek di Sekolah
Praktek di Industri
2

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

DAFTAR ISI

Halaman Judul

i

Kata Pengantar

ii

Deskripsi Judul

iv

Prasyarat

iv

Peristilahan

iv

Petunjuk Penggunaan Modul

vi

Tujuan

vii

Peta Kedudukan Modul

vii

Daftar Isi

xii

KEGIATAN BELAJAR I

A. Lembar Informasi

1

B. Lembar Kerja

25

1. Alat

25

2. Bahan

25

3. Kesehatan dan Keselamatan Kerja

25

4. Langkah Kerja

25

C. Lembar Latihan

35

KEGIATAN BELAJAR II

A. Lembar Informasi

39

B. Lembar Kerja

40

1. Alat

40

2. Bahan

40

3. Kesehatan dan Keselamatan Kerja

40

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

 

4.

Langkah Kerja

41

C.

Lembar Latihan

45

KEGIATAN BELAJAR III

A. Lembar Informasi

46

B. Lembar Kerja

48

 

1. Alat

48

2. Bahan

48

 

3. Kesehatan dan Keselamatan Kerja

48

4. Langkah Kerja

49

C. Lembar Latihan

61

LEMBAR EVALUASI

A.

Kognitif dan Kinerja

62

LEMBAR KUNCI JAWABAN

A. Lembar Kunci Jawaban Latihan

63

 

1. Lembar Kunci Jawaban Latihan I

63

2. Lembar Kunci Jawaban Latihan II

63

3. Lembar Kunci Jawaban Latihan II

65

B. Lembar Kunci Jawaban Evaluasi

66

DAFTAR PUSTAKA

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

KEGIATAN BELAJAR I

MENGGAMBAR BAGIAN-BAGIAN DAN JENIS BUSANA

A. LEMBAR INFORMASI

Sebelum

anda

mempelajari

desain

busana,

Anda

perlu

mengetahui

bagian dan jenis busana dan dapat menyusunnya menjadi suatu desain yang

baik.

1. Bagian-Bagian Busana

adalah bagian-bagian yang melengkapi dari

busana. Bagian-bagian busana terdiri dari: (1) Garis Leher (neckline), (2) Kerah

(collar), (3) Lengan (sleeve), (4) Manset (cuff), (5) Saku (pocket), (6) Belahan

Bagian-bagian

busana

(closing).

a. Garis Leher (Neckline)

Garis leher merupakan bentuk pakaian yang terletak di sekitar leher

atau biasanya disebut sebagai tanda garis leher. Bentuk dasar garis leher dapat

dikelompokkan menjadi: (1) Garis leher bulat (round neckline), (2) Garis leher

persegi (square neckline), (3) Garis leher V (V - neckline).

( square neckline ), (3) Garis leher V (V - neckline ). Gambar 1.1 Bentuk dasar

Gambar 1.1 Bentuk dasar garis leher bulat

(V - neckline ). Gambar 1.1 Bentuk dasar garis leher bulat Gambar 1.2 Bentuk dasar garis

Gambar 1.2 Bentuk dasar garis leher persegi

leher bulat Gambar 1.2 Bentuk dasar garis leher persegi Gambar 1.3 Bentuk dasar garis leher V

Gambar 1.3 Bentuk dasar garis leher V

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

Dari tiap-tiap kelompok ini, dapat dibuat berbagai macam variasi antara lain.

1) Variasi garis leher bulat.

HORSESHOE OVAL SHAPED TANKTOPSTYLE OBLONG SCOOPED
HORSESHOE
OVAL
SHAPED
TANKTOPSTYLE
OBLONG
SCOOPED

Gambar 1.4 Variasi garis leher bulat

2) Variasi garis leher persegi

TRAPEZE PENTAGON DIAMOND PETAL SWEETHEART ZIGZAG
TRAPEZE
PENTAGON
DIAMOND
PETAL
SWEETHEART
ZIGZAG

Gambar 1.5 Variasi garis leher persegi

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

3) Variasi garis leher V

OPENFRONT PLUNGING SLITFRONT SURPLICENECKLING BALLERINANECKLINE WRAPPED
OPENFRONT
PLUNGING
SLITFRONT
SURPLICENECKLING
BALLERINANECKLINE
WRAPPED

Gambar 1.6 Variasi garis leher V

b. Kerah (Collar)

Kerah adalah tambahan potongan kain yang digunakan untuk

menyelesaikan garis leher. Bentuk dasar kerah terdiri dari: (1) Kerah rebah

(flat collar). (2) Kerah rol (roll collar) (3) Kerah tegak (stand collar). (Lihat

Gambar 1.7 hingga 1.9).

Kerah tegak ( stand collar ). (Lihat Gambar 1.7 hingga 1.9). Gambar 1.7 Bentuk dasar kerah
Kerah tegak ( stand collar ). (Lihat Gambar 1.7 hingga 1.9). Gambar 1.7 Bentuk dasar kerah
Kerah tegak ( stand collar ). (Lihat Gambar 1.7 hingga 1.9). Gambar 1.7 Bentuk dasar kerah

Gambar 1.7 Bentuk dasar kerah tegak

Gambar 1.8 Bentuk dasar kerah rebah

Gambar 1.9 Bentuk dasar kerah rol

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

Dari

ketiga

bentuk

dasar kerah di atas bisa dibuat macam-macam

variasi, di antaranya adalah sebagai berikut.

1) Variasi kerah rebah. (Lihat Gambar 1.10).

SCOOP SAILORTYPE HORSESHOESHAPED BUSTERBROWN PURITAN ETON PETAL
SCOOP
SAILORTYPE
HORSESHOESHAPED
BUSTERBROWN
PURITAN
ETON
PETAL

Gambar 1.10 Variasi kerah rebah

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

2) Variasi kerah rol. (Lihat Gambar 1.11).

MITTER COLLAR DOUBLE WING HIGHROLL TUNNEL COLLAR OBLONG
MITTER COLLAR
DOUBLE
WING
HIGHROLL
TUNNEL COLLAR
OBLONG

Gambar 1.11 Variasi kerah rol

3) Variasi kerah tegak. (Lihat Gambar 1.12).

STANDAWAY OFFICER DOGCOLLAR Gambar 1.12. CHINESESTYLE CLERICAL PHARMACIST STYLE
STANDAWAY
OFFICER
DOGCOLLAR
Gambar 1.12.
CHINESESTYLE
CLERICAL
PHARMACIST STYLE

Gambar 1.12 Variasi garis kerah tegak

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

c. Lengan (Sleeve)

Lengan adalah bagian busana yang menutupi tangan. Menurut

bentuknya, lengan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu.

- Lengan yang dipasangkan (set in sleeves).

- Lengan yang menjadi satu dengan badan (sleeves cut in one piece with the

bodice).

1) Lengan yang dipasangkan (set in sleeves)

Lengan yang dipasangkan adalah lengan yang secara konstruksi berdiri

sendiri sehingga terdapat jahitan atau sambungan pada kerung lengan. (Lihat

Gambar 1.13).

TIERED HANDKERCHIEF SLASHED MANDARIN TULIP WRAPPED ARCHANGEL TUCKED BOXY TYPE
TIERED
HANDKERCHIEF
SLASHED
MANDARIN
TULIP
WRAPPED
ARCHANGEL
TUCKED
BOXY TYPE

Gambar 1.13 Macam-macam lengan yang dipasangkan

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

2) Lengan yang menjadi satu dengan badan (sleeves cut in one piece with the

bodice)

Lengan yang menjadi satu dengan badan, adalah lengan yang tidak

terdapat potongan atau sambungan pada kerung lengan. (Lihat Gambar 1.14).

KIMONOSLEEVE (Jap) FRENCH DOLMAN CHINESE BATWING WINGED OCTOPUS
KIMONOSLEEVE (Jap)
FRENCH
DOLMAN
CHINESE
BATWING
WINGED
OCTOPUS

Gambar 1.14 Macam-macam lengan yang menjadi satu dengan badan

Berdasarkan

panjangnya

lengan

terdiri

dari

bagian-bagian

sebagai

berikut.

1) Cap Sleeve, yaitu lengan yang panjangnya hanya sampai puncak tangan.

2) Short Sleeve, yaitu lengan yang panjangnya sampai pertengahan pangkal

tangan.

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

3) Elbow, yaitu lengan yang panjangnya sampai siku.

4) Three Quarter Length, yaitu lengan yang panjangnya tiga perempat panjang

tangan.

5) Wrist, yaitu lengan yang panjangnya sampai mata tangan. (Lihat

Gambar 1.15).

1) Cap Sleeve 5) Wrist
1) Cap Sleeve
5) Wrist

2) Short Sleeve

3) Elbow

.4) Three Quarter Lentgh

Gambar 1.15 Macam-macam panjang lengan

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

d. Manset (Cuff)

Manset

merupakan

penyelesaian

akhir

dari

ujung

lengan

dengan

menggunakan bahan atau kain. (Lihat Gambar 1.16).

STRAIGHT CHANGEABLE BAND PIPING BUTTONED BARREL LONG FITTED
STRAIGHT
CHANGEABLE
BAND
PIPING
BUTTONED
BARREL
LONG
FITTED

Gambar 1.16 Macam-macam manset

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

e. Saku (Pocket)

Saku biasanya disebut sebagai kantong kecil rata yang dijahitkan pada busana dan digunakan untuk menyimpan. Di bawah ini bisa dilihat macam- macam bentuk saku. (Lihat Gambar 1.17).

POINTED PIPING PIPING THIN PIPING FROG CRESCENT PIPINGFLAP WATCHWELT STAND UP CHANGEPOCKET
POINTED PIPING
PIPING
THIN PIPING
FROG
CRESCENT
PIPINGFLAP
WATCHWELT
STAND UP
CHANGEPOCKET

Gambar 1.17 Macam-macam saku

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

f. Belahan (Closing)

Belahan adalah pengikat dua bagian busana menjadi satu. Untuk mengikat busana, diantaranya menggunakan: kancing hias (buttons), kancing tekan (snaps), kancing kait (hook), resleting (zipper), perekat (velcro), sengkelit (lacing), gesper (buckle). (Lihat Gambar 1.18).

SLASH FACED TRIMMED ZIPPER PLACKET
SLASH
FACED
TRIMMED
ZIPPER
PLACKET

Gambar 1.18 Macam-macam belahan

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

2. Jenis Busana

Berdasarkan jenisnya, busana bisa dikelompokkan menjadi:

- Blus (Blouse)

-

Jas (Jacket)

- Kemeja (Shirt)

-

Setelan (Suit)

- Rok (Skirt)

-

Mantel (Coat)

- Gaun (Dress)

-

Rompi (Vest)

- Celana (Pant)

-

Celana Terusan (Jump Suite)

a. Blus (Blouse)

dikenakan pada badan atas dengan

membentuk badan. Membentuk badan di sini bisa terjadi karena adanya

kupnat atau pola yang dimasukkan. Biasanya blus ini hanya dikenakan oleh

seorang wanita. (Lihat Gambar 1.19).

Blus

adalah

busana

yang

BLOUSINGBLOUSE BALKANBLOUSE BELTEDBLOUSE PEPLUMBLOUSE SASHBLOUSE
BLOUSINGBLOUSE
BALKANBLOUSE
BELTEDBLOUSE
PEPLUMBLOUSE
SASHBLOUSE

Gambar 1.19 Macam-Macam Blus

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

b. Kemeja (Shirt)

Kemeja merupakan busana yang dikenakan pada badan bagian atas

dengan bentuk longgar. Kemeja ini bisa digunakan untuk pria atau wanita.

(Lihat Gambar 1.20).

CASUAL SHIRT EPABLET SHIRT THREE-WAYCOLLAR SHIRT HABIT SHIRT PARTY SHIRT TUXEDOSHIRT
CASUAL SHIRT
EPABLET SHIRT
THREE-WAYCOLLAR
SHIRT
HABIT SHIRT
PARTY SHIRT
TUXEDOSHIRT

c. Rok (Skirt)

Gambar 1.20 Macam-macam kemeja

Rok adalah pakaian yang dikenakan pada tubuh bagian bawah, dimulai

dari bagian pinggang dengan menggunakan satu lubang. Berdasarkan

penggolongannya rok terbagi menjadi dua, yaitu: (1) Berdasarkan silhouttes,

(2) Berdasarkan panjangnya.

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

1) Berdasarkan silhouttes, rok terbagi atas.

a) Slim, yaitu rok yang bentuknya pas pada badan.

b) Straight, yaitu rok yang bentuknya lurus.

c) Tapered, yaitu rok yang bentuknya meruncing.

d) Semitight, yaitu rok yang bagian bawahnya sedikit dikeluarkan.

e) Trumpet, yaitu rok lurus dan mengembang pada bagian bawah.

f) Bell, yaitu rok yang menyempit pada bagian pinggang dan

mengembang pada bagian bawah.

g) Flare, yaitu rok yang menambah kepenuhan dari pinggang sampai

kelim bawah.

h) Dirndl, yaitu rok yang menggunakan kerutan pada garis pinggang.

i) Round, yaitu rok yang bentuknya membulat.

j) Empire, yaitu rok yang garis pinggangnya melebihi batas pinggang.

(Lihat Gambar 1.21).

SLIM STRAIGHT TAPERED SEMITIGHT TRUMPET BELL FLARE DIRNDL ROUND EMPIRE
SLIM
STRAIGHT
TAPERED
SEMITIGHT
TRUMPET
BELL
FLARE
DIRNDL
ROUND
EMPIRE

Gambar 1.21 Macam-macam silhoutte rok

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

2) Berdasarkan Panjangnya

a) Micro, yaitu rok yang hanya cukup menutupi panggul.

b) Mini, yaitu rok yang panjangnya sampai pertengahan paha.

c) Knee, yaitu rok yang panjangnya sampai lutut.

d) Midi, yaitu rok yang panjangnya sampai pertengahan betis.

e) Maxi, yaitu rok yang panjangnya sampai di atas mata kaki.

f) Ankle, yaitu rok yang panjangnya sampai mata kaki.

g) Floor, yaitu rok yang panjangnya sampai menyentuh lantai.

(Lihat gambar 1.22 dan gambar 1. 23)

a) Micro b) Mini c) Knee d) Midi e) Maxi f) Ankle g) Floor
a) Micro
b) Mini
c) Knee
d) Midi
e) Maxi
f) Ankle
g) Floor

Gambar 1.22 Macam-macam panjang rok

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

UNEVENHEMSKIRT (IRREGULARHEMSKIRT) HANDKERCHIEFHEMSKIRT SOFTPLEAYTED SKIRT SWEEPINGSKIRT HAREMSKIRT
UNEVENHEMSKIRT
(IRREGULARHEMSKIRT)
HANDKERCHIEFHEMSKIRT
SOFTPLEAYTED SKIRT
SWEEPINGSKIRT
HAREMSKIRT

d. Gaun (Dress)

Gaun

adalah

Gambar 1.23 Macam-macam model rok

pakaian

berbentuk

satu

potong

atau

bagian

blus

bersambung dengan bagian rok. (Lihat Gambar 1.24).

BACK-INTERESTDRESS BAREBACKDRESS STRAPLESSDRESS ROBENOEUD(F) HALTERTOPDRES
BACK-INTERESTDRESS
BAREBACKDRESS
STRAPLESSDRESS
ROBENOEUD(F)
HALTERTOPDRES

Gambar 1.24 Macam-macam gaun

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

e. Celana (Pant)

Celana merupakan busana yang digunakan pada tubuh bagian bawah

dimulai dari bagian pinggang dengan menggunakan dua lubang. Menurut

penggolongannya,

silhouttesnya.

celana bisa dikelompokkan berdasarkan panjang dan

1) Panjang Celana

Berdasarkan panjangnya, celana terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut:

a) Short, yaitu celana yang panjangnya cukup menutupi panggul.

b) Jamaica, yaitu celana yang panjangnya pertengahan paha.

c) Bermuda, yaitu celana yang panjangnya sampai di atas lutut.

d) Pedal, yaitu celana yang panjangnya sampai di bawah lutut.

e) Capri, yaitu celana yang panjangnya sampai di atas mata kaki.

f) Full length, yaitu celana yang panjangnya sampai mata kaki.

(Lihat Gambar 2.25). a) Short b) Jamaica c) Bermuda d) Pedal e) Capri f) Full
(Lihat Gambar 2.25).
a) Short
b) Jamaica
c) Bermuda
d) Pedal
e) Capri
f) Full Length

Gambar 1.25 Macam-macam panjang celana

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

2) Silhouttes

Berdasarkan

silhouttesnya,

celana

terdiri

dari

beberapa

tipe

sebagai

berikut:

a) Fitted, yaitu celana yang bentuknya ketat di kaki.

b) Slim, yaitu celana yang bentuknya pas di kaki.

c) Straight, yaitu celana yang bentuknya lurus dari bagian paha.

d) Tapered, yaitu celana yang bentuknya pas di pinggang sampai panggul

dan meruncing pada bagian bawah.

e) Peg top, yaitu celana yang longgar pada bagian panggul dan meruncing

pada bagian bawah.

f) Ankle puff, yaitu celana panjang yang bagian bawahnya dikerut.

g) Bell Bottom, yaitu celana yang bentuknya pas dan mengembang pada

bagian bawah.

h) Palazzo, yaitu celana yang bentuknya lurus dan mengembang pada

bagian bawah.

i) Baggy, yaitu celana yang bentuknya lurus mulai pinggang sampai ujung

celana. (Lihat Gambar 1.26).

FITTED SLIM STRAIGHT TAPERED PEGTOP ANKLE PUFF PALASSO BAGGY BELL BOTTOM
FITTED
SLIM
STRAIGHT
TAPERED
PEGTOP
ANKLE PUFF
PALASSO
BAGGY
BELL BOTTOM

Gambar 1.26 Macam-macam silhouttes celana

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

SIDEPANELPANTS GURKHASHORTS GURKHAPANTS SIDEPOCKETPANTS RIDINGPANTS (JODHPURS) PEGTOPPANTS
SIDEPANELPANTS
GURKHASHORTS
GURKHAPANTS
SIDEPOCKETPANTS
RIDINGPANTS
(JODHPURS)
PEGTOPPANTS

Gambar 1.27 Macam-macam model celana

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

f. Jas (Jacket)

Jacket yaitu busana yang dipakai di atas blus, kemeja atau gaun dengan panjang mulai pinggang sampai dengan panggul. (Lihat Gambar 1.28).

CHESTERFIELDJACKET ETONJACKET DINNERJACKET (TUXEDOJACKET) SHOOTINGJACKET (HUNTINGJACKET) NORFOLKJACKET
CHESTERFIELDJACKET
ETONJACKET
DINNERJACKET
(TUXEDOJACKET)
SHOOTINGJACKET
(HUNTINGJACKET)
NORFOLKJACKET

Gambar 1.28 Macam-macam jas

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

g. Setelan (Suit)

Suit

digunakan satu pasang dengan rok atau celana. (Lihat Gambar 1.29).

adalah

busana

yang

dipakai

di

atas

blus

atau

kemeja

dan

FLIGHTSUIT TUNICSUIT TAILORSUIT (CLASSICSUIT) Gambar 1.29 Macam-macam setelan
FLIGHTSUIT
TUNICSUIT
TAILORSUIT
(CLASSICSUIT)
Gambar 1.29
Macam-macam setelan

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

h. Mantel (Coat)

Coat adalah busana luar yang digunakan di atas blus, kemeja gaun atau

jas dengan panjang di bawah lutut. (Lihat Gambar 1.30).

MORNING COAT FROCK COAT REDINGOTE (F) CHESTERFIELD COAT
MORNING COAT
FROCK COAT
REDINGOTE (F)
CHESTERFIELD COAT

Gambar 1.30 Macam-macam mantel

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

i. Rompi (Vest)

Vest adalah semacam jas pendek tanpa lengan, yang panjangnya sampai

pinggang. Untuk kaum pria vest biasanya dikenakan di atas kemeja di bawah

jass. (Lihat Gambar 1.31).

DRESSYVEST (TUXEDOVEST) WRAPAROUNDVEST DRAWSTRINGVEST LAPELLEDVEST
DRESSYVEST
(TUXEDOVEST)
WRAPAROUNDVEST
DRAWSTRINGVEST
LAPELLEDVEST

Gambar 1.31 Macam-macam vest

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

j. Celana Terusan (Jumpsuite)

Jumpsuite merupakan busana satu bagian yang terdiri dari blus atau

kemeja yang bersambung dengan celana. (Lihat Gambar 1.32).

COMBINAISONPISTE(F) PARKASTYLE COMBINAISONFUSEAL WIDEBANDED
COMBINAISONPISTE(F)
PARKASTYLE
COMBINAISONFUSEAL
WIDEBANDED

Gambar 1.32 Macam-macam jump suite

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

B. LEMBAR KERJA

1. Alat Pada kegiatan menggambar bagian-bagian busana ini, peralatan yang

Anda gunakan antara lain.

a.

Pensil 2B, untuk membuat sketsa.

b.

Pensil 4B, untuk menebali sketsa.

c.

Penghapus, untuk menghapus bagian-bagian yang tidak diperlukan.

d.

Rautan, untuk meruncingkan pensil.

2.

Bahan Bahan yang anda gunakan untuk menggambar bagian-bagian busana

ini adalah kertas skets.

3. Kesehatan dan Keselamatan Kerja

a. Pastikan pensil dalam keadaan runcing dan penghapus dalam keadaan bersih.

b. Sebelum memulai menggambar cuci tangan Anda dengan bersih, agar

gambar tidak kotor.

c. Pada saat menggambar bersikaplah yang tegak, jangan membungkuk.

d. Mata jangan terlalu dekat dengan kertas skets.

e. Menggambarlah dengan pencahayaan yang cukup terang.

4. Langkah Kerja

a. Bagian-Bagian Busana

1) Garis Leher ( Neckline)

- Buat garis tipis di sekitar bundaran leher melalui ke dua bahu.

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

- Setelah bentuk sesuai dengan keinginan pertebal bagian gambar (garis

leher). (Lihat Gambar 1.33 hingga Gambar 1.35).

(garis leher). (Lihat Gambar 1.33 hingga Gambar 1.35). Gambar 1.33 Langkah menggambar garis leher bulat Gambar

Gambar 1.33 Langkah menggambar garis leher bulat

1.35). Gambar 1.33 Langkah menggambar garis leher bulat Gambar 1.34 Langkah menggambar garis leher persegi Gambar

Gambar 1.34 Langkah menggambar garis leher persegi

bulat Gambar 1.34 Langkah menggambar garis leher persegi Gambar 1.35 Langkah menggambar garis leher V SMK

Gambar 1.35 Langkah menggambar garis leher V

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

2) Kerah (Collar)

- Untuk menggambar kerah perhatikan dulu bentuk kerah yang akan

Anda gambarkan (kerah rebah, kerah tegak atau kerah roll).

- Buat garis halus di sekitar leher dan mengkurva ke sekeliling bagian

belakang leher.

- Gambar bentuk kerah sesuai keinginan.

- Selesaikan detail-detailnya. (Lihat Gambar 1.36 hingga 1.38).

detail-detailnya. (Lihat Gambar 1.36 hingga 1.38). Gambar 1.36 Langkah menggambar kerah rebah (flat collar)

Gambar 1.36 Langkah menggambar kerah rebah (flat collar)

Gambar 1.36 Langkah menggambar kerah rebah (flat collar) Gambar 1.37 Langkah menggambar kerah rol (rolled collar)

Gambar 1.37

Langkah menggambar kerah rol (rolled collar)

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering Gambar 1.38 Langkah menggambar kerah tegak (standing collar) 3) Lengan (

Gambar 1.38 Langkah menggambar kerah tegak (standing collar)

3) Lengan (Sleeve)

- Tentukan panjang lengan pada tangan.

- Gambarkan model lengan sesuai keinginan Anda.

- Buatlah drape (lepas menggantung) lengan sesuai dengan arah atau

bentuk lengan. (Lihat Gambar 1.39 dan Gambar 1.40).

atau bentuk lengan. (Lihat Gambar 1.39 dan Gambar 1.40). Gambar 1.39 Langkah menggambar lengan yang dipasangkan

Gambar 1.39 Langkah menggambar lengan yang dipasangkan (set in sleeve)

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering Gambar 1.40 Langkah menggambar lengan yang menjadi satu dengan badan (

Gambar 1.40

Langkah menggambar lengan yang menjadi satu dengan badan (sleeves cut in one piece with the bodice)

4) Manset (Cuff)

- Buatlah model manset pada ujung lengan.

- Tentukan lebar manset.

- Selesaikanlah detail-detailnya. (Lihat Gambar 1.41).

. - Selesaikanlah detail-detailnya. (Lihat Gambar 1.41). Gambar 1.41 Langkah menggambar manset SMK Bidang Tata

Gambar 1.41

Langkah menggambar manset

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

5) Saku (Pocket)

- Tentukan letak dan besar saku.

- Gambar model saku sesuai keinginan.

- Selesaikanlah detail-detailnya. (Lihat Gambar 1.42).

Gambar 1.42
Gambar 1.42

Langkah menggambar saku

6) Belahan (Closing)

- Tentukan letak belahan pada rancangan busana Anda.

- Gambarlah belahannya.

- Buat pengikat busana yang digunakan.

- Selesaikanlah detail-detailnya. (Lihat Gambar 1.43).

- Selesaikanlah detail-detailnya. (Lihat Gambar 1.43). Gambar 1.43 Langkah menggambar belahan SMK Bidang Tata

Gambar 1.43 Langkah menggambar belahan

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

b. Macam-Macam Busana

1) Blus (Blouse)

- Gambarlah model blus yang Anda inginkan dengan pensil secara halus.

- Buat drape (lepas menggantung) sesuai dengan bentuk blus.

- Lengkapi detail-detailnya. (Lihat Gambar 1.44)

Gambar 1.44
Gambar 1.44

Langkah menggambar blus

2) Kemeja (Shirt)

- Gambarlah model kemeja yang Anda inginkan dengan pensil secara

halus.

- Buat drape (lepas menggantung) sesuai dengan bentuk kemeja.

- Lengkapi detail-detailnya. (Lihat Gambar 1. 45)

kemeja. - Lengkapi detail-detailnya. (Lihat Gambar 1. 45) Gambar 1.45 Langkah menggambar kemeja SMK Bidang Tata

Gambar 1.45 Langkah menggambar kemeja

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

3) Rok (Skirt)

- Gambarlah model rok yang Anda inginkan dengan pensil secara halus.

- Buat drape (lepas menggantung) sesuai dengan bentuk rok.

- Lengkapi detail-detailnya. (Lihat Gambar 1.46).

rok. - Lengkapi detail-detailnya. (Lihat Gambar 1.46). Gambar 1.46 Langkah menggambar rok 4) Gaun ( Dress

Gambar 1.46 Langkah menggambar rok

4) Gaun (Dress)

- Gambarlah model gaun yang Anda inginkan dengan pensil secara

halus.

- Buat drape (lepas menggantung) sesuai dengan bentuk gaun.

- Lengkapi detail-detailnya. (Lihat Gambar 1.47).

gaun. - Lengkapi detail-detailnya. (Lihat Gambar 1.47). Gambar 1.47 Langkah menggambar gaun SMK Bidang Tata Busana,

Gambar 1.47 Langkah menggambar gaun

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

5) Celana (Pant)

- Gambarlah model celana yang Anda inginkan dengan pensil secara

halus.

- Buat drape (lepas menggantung) sesuai dengan bentuk celana.

- Lengkapi detail-detailnya. (Lihat Gambar 1.48).

6) Jas (Jacket)

detail-detailnya. (Lihat Gambar 1.48). 6) Jas ( Jacket ) Gambar 1.48 Langkah menggambar celana - Gambarlah

Gambar 1.48 Langkah menggambar celana

- Gambarlah model jas yang Anda inginkan dengan pensil secara halus.

- Buat drape (lepas menggantung) sesuai dengan bentuk jas.

- Lengkapi detail-detailnya. (Lihat Gambar 1.49).

jas. - Lengkapi detail-detailnya. (Lihat Gambar 1.49). Gambar 1.49 Langkah menggambar jacket SMK Bidang Tata

Gambar 1.49 Langkah menggambar jacket

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

7) Mantel (Coat)

- Gambarlah model mantel yang Anda inginkan dengan pensil secara

halus.

- Buat drape (lepas menggantung) sesuai dengan bentuk mantel.

- Lengkapi detail-detailnya. (Lihat Gambar 1.50).

mantel. - Lengkapi detail-detailnya. (Lihat Gambar 1.50). Gambar 1.50 Langkah menggambar coat 8) Rompi (Vest) -

Gambar 1.50 Langkah menggambar coat

8) Rompi (Vest)

- Gambarlah model rompi yang Anda inginkan dengan pensil secara

halus.

- Buat drape (lepas menggantung) sesuai dengan bentuk rompi.

- Lengkapi detail-detailnya. (Lihat Gambar 1.51).

rompi. - Lengkapi detail-detailnya. (Lihat Gambar 1.51). Gambar 1.51 Langkah menggambar rompi SMK Bidang Tata
rompi. - Lengkapi detail-detailnya. (Lihat Gambar 1.51). Gambar 1.51 Langkah menggambar rompi SMK Bidang Tata

Gambar 1.51 Langkah menggambar rompi

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

C. LEMBAR LATIHAN I

Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang benar!

1. Busana yang kita kenakan sehari-hari selalu dilengkapi dengan bagian-

bagian busana. Di bawah ini yang termasuk bagian-bagian busana adalah:

a. rok

b. celana

c. blus

d. lengan

e. gaun

2. Rancangan di bawah ini termasuk dalam kategori

e. gaun 2. Rancangan di bawah ini termasuk dalam kategori a. Blous b. Shirt c. Jass

a. Blous

b. Shirt

c. Jass

d. Coat

e. Suit

3. Gambar di bawah termasuk dalam kategori:

a.

Cuff

b.

Sleeve

c.

Collar

d.

Colour

e.

Colosal

Sleeve c. Collar d. Colour e. Colosal SMK Bidang Tata Busana, Program Keahlian Tata Busana 3

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

4. Tambahan potongan kain

yang

leher disebut dengan:

a. Kerah

b. Kelim

c. Manset

d. Lengan

e. Dasi

digunakan

untuk

menyelesaikan

garis

5. Rok di bawah ini menggunakan silhouttes:

a.

Straight

b.

Flare

c.

Dirndl

d.

Round

e.

Bell

b. Flare c. Dirndl d. Round e. Bell 6. Celana merupakan busana yang dikenakan pada tubuh

6. Celana merupakan busana yang dikenakan pada tubuh bagian bawah.

Yang tidak termasuk silhoutte celana, kecuali:

a.

Capri

b.

Pedal

c.

Jamaika

d.

Palazo

e.

Bermuda

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

7. Busana yang dipakai di atas blus atau kemeja dengan panjang mulai dari

pinggang sampai panggul disebut dengan:

a.

Jacket

b.

Suit

c.

Coat

d.

Jumpsuit

e.

Vest

8. Berdasarkan bentuk dasarnya garis leher dibedakan menjadi tiga macam. Yang termasuk bentuk dasar garis leher, yaitu:

a. T

b. V

c. H

d. I

e. S

9. Rok yang panjangnya sampai di atas mata kaki disebut:

a.

Maxi

b.

Ankle

c.

Floor

d.

Knee

e.

Midi

10.Model di bawah ini yang termasuk vest adalah:

a.

Midi 10.Model di bawah ini yang termasuk vest adalah: a. b. SMK Bidang Tata Busana, Program

b.

Midi 10.Model di bawah ini yang termasuk vest adalah: a. b. SMK Bidang Tata Busana, Program

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

c.

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering c. d. e. SMK Bidang Tata Busana, Program Keahlian Tata Busana

d.

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering c. d. e. SMK Bidang Tata Busana, Program Keahlian Tata Busana

e.

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering c. d. e. SMK Bidang Tata Busana, Program Keahlian Tata Busana

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

KEGIATAN BELAJAR II

ME NGGAMBAR BUSANA PADA PROPORSI TUBUH (MEMBUAT SKETSA BUSANA)

A. LEMBAR INFORMASI Untuk menggambar busana, Anda harus memperhatikan proporsi, pose, dan busana baju yang akan Anda rancang. Karena setiap garis yang Anda tuangkan dalam bentuk gambar atau rancangan, selain menarik harus

dapat dimengerti oleh orang lain. Lalu apa hubungan antara proporsi dengan menggambar busana? Yaitu agar hasilnya sesuai antara rancangan dan hasil jadi busana, dengan kata lain, tidak akan ada kesalahan dalam menentukan

panjang belahan, blus atau jas kalau rancangan Anda sudah sesuai dengan proporsi. Untuk menerapkan bagian-bagian busana juga harus memperhatikan

pose. Maksudnya kalau Anda merancang busana dalam pose tigaperempat, Anda dalam menerapkan bagian-bagian busana harus dalam pose tigaperempat. Sebab kalau berbeda drape pada busana juga akan berbeda.

Sedangkan untuk menerapkan busana harus memperhatikan busana baju. Maksudnya yaitu pada saat menggambar bagian-bagian busana dalam proporsi tubuh Anda harus menggambarkannya dengan jelas dan benar.

Misalkan Anda menggambar “kerah peter pan” yang harus Anda perhatikan adalah bentuk dan jatuhnya kerah apakah sudah benar, sehingga orang lain yang melihat rancangan Anda tidak timbul pengertian yang berbeda.

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

B. LEMBAR KERJA

1. Alat Pada kegiatan menerapkan bagian-bagian busana pada proporsi tubuh,

alat yang Anda gunakan adalah:

a. pensil 2B, untuk membuat sketsa,

b. pensil 4B, untuk menebali sketsa,

c. pensil HB, untuk menjiplak sketsa,

d. penghapus, untuk membuat bagian-bagian yang tidak diperlukan,

e. meja jiplak, untuk menjiplak sketsa.

2. Bahan Bahan yang Anda gunakan untuk kegiatan menerapkan bagian-bagian

busana pada proporsi tubuh, yaitu.

a. Kertas skets, digunakan untuk membuat sketsa (proporsi dan rancangan gambar),

b. Kertas gambar, digunakan untuk tempat memindahkan hasil sketsa dari kertas skets.

3. Kesehatan dan Keselamatan Kerja

a. Sebelum Anda memulai membuat sketsa busana, cuci tangan terlebih

dahulu, agar gambar tidak kotor.

b. Siapkan pensil dalam keadaan runcing dan penghapus dalam keadaan bersih.

c. Pada saat Anda menggambar sikap badan harus tegak, jangan membungkuk.

d. Menggambarlah dengan pencahanyaan yang cukup terang.

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

e.

Berusahalah

membuat sketsa busana.

berlatih

menggambar

setiap

hari

agar

Anda

terampil

4. Langkah Kerja

sketsa busana, gerak-gerakkan jari tangan

Anda kira-kira selama setengah menit agar tidak kaku. Kemudian ambillah kertas yang tidak terpakai dan coret-coretlah sesuka hati agar goresan Anda dalam membuat sketsa busana bisa halus. Setelah itu Anda siap membuat

sketsa busana.

Sebelum

Anda

membuat

a. Membuat Sketsa Busana One Peace 1) Tentukan pose yang Anda inginkan. 2) Buat proporsi tubuh dengan garis tipis pada kertas skets. Pastikan bahwa proporsi yang Anda buat sudah benar perbandingannya dan

seimbang kedudukannya. 3) Mulailah membuat rancangan busana pada proporsi tubuh, dimulai dari bagian atas busana turun ke bawah sesuai dengan pose.

4) Isi busana dengan drape pada bagian-bagian yang terlipat sesuai dengan bentuk busana dan pose. 5) Lengkapi detail-detailnya seperti; wajah, rambut, asesoris, motif dan setikan-setikannya.

6) Hapus bagian-bagian yang tidak diperlukan. 7) Pertebal rancangan dengan pensil 4B. 8) Pindah rancangan ke dalam kertas gambar dengan pensil HB.

(Lihat Gambar 2.1).

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering Gambar 2.1 Langkah menggambar sketsa busana one piece b. Membuat Sketsa

Gambar 2.1 Langkah menggambar sketsa busana one piece

b. Membuat Sketsa Busana Two Piece 1) Tentukan pose yang Anda inginkan. 2) Buat proporsi tubuh dengan garis tipis pada kertas skets. 3) Pastikan bahwa proporsi yang Anda buat sudah benar perbandingannya dan seimbang kedudukannya. 4) Mulailah membuat rancangan pada proporsi tubuh, dimulai dari busana bagian atas dan dilanjutkan busana bagian bawah. 5) Isi busana bagian atas dengan drape pada bagian-bagian yang terlipat sesuai dengan bentuk busana dan pose. Kemudian lanjutkan dengan busana bagian bawah.

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

6) Lengkapi hiasan dan motif yang digunakan pada busana bagian atas,

busana bagian bawah dan pelengkap busananya. 7) Isi bagian-bagian kepala sesuai dengan pose dan rancangan busana. 8) Hapus bagian-bagian yang tidak diperlukan. 9) Pertebal rancangan dengan pensil 4B.

10)Pindah rancangan ke dalam kertas gambar dengan pensil HB. (Lihat Gambar 2.2).

ke dalam kertas gambar dengan pensil HB. (Lihat Gambar 2.2). Gambar 2.2 Langkah menggambar sketsa busana

Gambar 2.2 Langkah menggambar sketsa busana two piece

c. Membuat Sketsa Busana Three Piece 1) Tentukan pose yang Anda inginkan 2) Buat proporsi tubuh dengan garis tipis pada kertas skets. 3) Pastikan bahwa proporsi yang Anda buat sudah benar

perbandingannya dan seimbang kedudukannya.

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

4) Rancanglah busana bagian dalam, seperti tank top, t-shirt atau kemeja

sesuai dengan keinginan.

5) Buat sketsa busana bagian bawah, seperti rok dan celana.

6) Lanjutkan dengan busana luar seperti jas, vest, bolero dan sebagainya.

7) Isi masing-masing busana dengan drape sesuai dengan pose dan bentuk

busana.

8) Lengkapi hiasan dan motif pada masing-masing bagian busana dan

pelengkapnya.

9) Isi bagian-bagian kepala sesuai dengan pose dan rancangan busana.

10)Hapus bagian-bagian yang tidak diperlukan.

11)Pertebal rancangan dengan pensil 4B.

12)Pindah rancangan busana ke dalam kertas gambar. (Lihat Gambar 2.3).

rancangan busana ke dalam kertas gambar. (Lihat Gambar 2.3). Gambar 2.3 Langkah menggambar sketsa busana three

Gambar 2.3 Langkah menggambar sketsa busana three piece

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

C. LEMBAR LATIHAN II

Buat tiga rancangan busana wanita yang meliputi.

1. One piece dengan pose tampak samping.

2. Two piece dengan pose tampak tiga perempat.

3. Three piece dengan pose tampak depan.

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

KEGIATAN BELAJAR III

TEKNIK PEWARNAAN SKETSA BUSANA SECARA KERING

A. LEMBAR INFORMASI Untuk pewarnaan sketsa busana, Anda bisa menyelesaikan dengan teknik secara kering, yang dimaksud pewarnaan kering adalah suatu teknik pewarnaan sketsa busana tanpa menggunakan air, Anda bisa menggunakan

pensil biasa, pensil warna, pastel, krayon, konte, spidol, marker, dan sebagainya tergantung keinginan. Dalam pewarnaan sketsa busana ini ada 5 (lima) faktor yang harus

Anda perhatikan, yaitu: (1) tekstur kain, (2) motif kain, (3) lekuk tubuh, (4) jatuhnya busana, (5) cahaya.

1. Tekstur Kain

dengan tekstur kain adalah sifat permukaan kain

seperti tebal, tipis, kasar, halus dan licin. Untuk pewarnaan sketsa busana,

Anda harus memperhatikan jenis tekstur apa yang Anda gunakan karena pewarnaan masing-masing bahan tekstur berbeda. Bahan halus berbeda pewarnaannya dengan bahan yang kasar. Demikian juga bahan yang tebal

akan bebeda pewarnaan dengan bahan yang tipis.

Yang

dimaksud

2. Motif Kain

Motif kain adalah hiasan yang terdapat pada kain seperti: garis, kotak, bunga, binatang dan sebagainya. Untuk membuat motif pada busana Anda harus memperhatikan bentuk dan besar motif.

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

Bentuk motif bergaris tidak selalu digambar lurus tetapi, Anda harus

memperhatikan lekukan tubuh dan lekukan busana. Pada bagian-bagian yang patah motif juga dibuat patah, sehingga motif kelihatan tidak kaku. Untuk membuat motif pada rancangan, Anda juga harus memperhatikan perbandingan antara besarnya motif di kain dengan motif

yang ada pada sketsa, sehingga besarnya motif yang ada pada rancangan sesuai dengan besar motif aslinya.

3. Lekuk Tubuh Kalau Anda

datar dan cekung. Pada bagian-bagian tubuh yang menonjol dalam pewarnaan sketsa busana Anda buat warna lebih terang. Untuk bagian yang cekung Anda buat warna lebih gelap. Sedangkan yang datar Anda buat warna yang sebenarnya. Sehingga rancangan Anda kelihatan berdimensi.

perhatikan, tubuh Anda terdapat lekukan yang menonjol,

4. Jatuhnya Busana

Menurut jatuhnya busana Anda bisa mengelompokkan menjadi dua, yaitu bahan yang melangsai dan yang kaku. Dalam pewarnaan sketsa busana, untuk bahan yang melangsai Anda harus banyak membuat gradasi warna.

Karena bahan yang melangsai banyak terdapat gelombang bila dipakai, sehingga apabila Anda membuat rancangan dengan menggunakan bahan yang belangsai banyak terdapat lekukan-lekukan dan gelombang. Berbeda

dengan Anda menggunakan bahan kaku yang sedikit terdapat gelombang.

5. Cahaya Setiap benda yang terkena cahaya pasti kelihatan terang, sedangkan

yang tidak terkena cahaya akan kelihatan gelap. Demikian juga dalam pewarnaan sketsa busana. Bagian-bagian yang terkena cahaya Anda buat

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

warna terang, sedangkan yang tidak terkena cahaya Anda buat warna lebih

gelap. Sistem pencahayaan yang digunakan dalam pewarnaan sketsa busana tergantung keinginan masing-masing.

B. LEMBAR KERJA

1. Alat Pada kegiatan ini, peralatan yang Anda perlukan antara lain.

a. Pensil 2B, untuk membuat rancangan.

b. Pensil warna, untuk mewarna rancangan.

c. Pena, untuk menebali bagian-bagian tertentu.

d. Pensil arsir, untuk meratakan arsiran.

e. Penghapus, untuk menghapus bagian-bagian yang tidak diperlukan.

2. Bahan

Bahan yang harus Anda

gambar.

siapkan dalam kegiatan ini adalah kertas

3. Kesehatan dan Keselamatan Kerja

a. Sebelum mewarna rancangan cuci tangan Anda terlebih dahulu, agar

gambar tidak kotor.

b. Siapkan pensil warna dan pensil arsir dalam keadaan runcing dan penghapus dalam keadaan bersih.

c. Pada saat Anda mewarna sikap badan harus tegak jangan membungkuk.

d. Mata jangan terlalu dekat dengan kertas gambar.

e. Menggambarlah di bawah pencahayaan yang cukup terang.

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

4. Langkah Kerja

Untuk mewarna sketsa busana terdapat 11 (sebelas) macam teknik pewarnaan, yaitu:

a. teknik peyelesaian bahan tebal,

b. teknik peyelesaian bahan berkilau,

c. teknik peyelesaian bahan tembus pandang,

d. teknik peyelesaian bahan berbulu,

e. teknik peyelesaian bahan bermotif,

f. teknik peyelesaian bahan bergaris,

g. teknik peyelesaian bahan berkotak,

h. teknik peyelesaian bahan brokat,

i. teknik peyelesaian bahan quilting,

j. teknik peyelesaian bahan rajutan,

k. teknik peyelesaian bahan berpayet.

Sebelum Anda mewarna pastikan bahwa rancangan yang Anda

pindah dalam kertas gambar sudah sesuai dengan yang ada pada kertas skets.

Setelah itu, Anda berikut.

bisa memulai mewarna dengan langkah-langkah sebagai

a. Teknik Pewarnaan Bahan Tebal

- Tebali garis-garis rancangan sesuai dengan warna yang Anda inginkan.

- Warnailah bagian kepala dan kulit terlebih dahulu. Bagian kulit yang cekung atau tidak terkena cahaya Anda buat warna lebih gelap, sedangkan yang menonjol atau yang terkena cahaya Anda buat warna terang. Apabila warna tidak rata Anda bisa meratakan dengan menggunakan pensil arsir.

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

- Lanjutkan mewarna busana dan pelengkapnya dengan warna yang

tebal, dimulai dari bagian gelap dan Anda tarik ke bagian terang

dengan pensil arsir. Untuk warna gelap Anda gunakan pada bagian-

bagian yang cekung, terlipat dan bagian yang tidak terkena cahaya,

sedangkan warna yang terang Anda gunakan untuk bagian yang

menonjol dan bagian yang terkena cahaya.

- Perjelas bagian-bagian tertentu dengan pena seperti setikan, kupnat,

belahan dan sebagainya. (Lihat Gambar 3.1).

setikan, kupnat, belahan dan sebagainya. (Lihat Gambar 3.1). Gambar 3.1 Langkah-langkah pewarnaan bahan tebal b. Langkah

Gambar 3.1 Langkah-langkah pewarnaan bahan tebal

b. Langkah Pewarnaan Bahan Berkilau

- Tebali garis-garis rancangan sesuai dengan warna yang Anda inginkan.

- Warnailah bagian kepala dan kulit terlebih dahulu. Warna gelap Anda

gunakan untuk bagian yang cekung atau yang tidak terkena cahaya.

Warna terang untuk bagian yang menonjol atau yang terkena cahaya.

- Lanjutkan mewarna busana dengan warna yang tipis.

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

- Pada bagian-bagian yang menonjol Anda biarkan tidak berwarna

(putih).

- Pada bagian-bagian yang cekung, lipatan dan yang tidak terkena cahaya

Anda buat warna sedikit gelap.

- Kemudian, warna pelengkap busana yang Anda gunakan dalam

rancangan.

- Perjelas bagian-bagian tertentu dengan pena. (Lihat Gambar 3.2).

bagian-bagian tertentu dengan pena. (Lihat Gambar 3.2). Gambar 3.2 Langkah pewarnaan bahan berkilau c. Langkah

Gambar 3.2 Langkah pewarnaan bahan berkilau

c. Langkah Pewarnaan Bahan Tembus Panda ng

- Tebali garis-garis rancangan sesuai dengan warna yang Anda inginkan.

- Warnailah bagian kepala dan kulit yang nampak dari luar.

- Lanjutkan mewarna busana yang melekat langsung di badan dengan

warna tebal. Warna gelap Anda gunakan untuk bagian yang cekung,

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

terlipat dan yang tidak terkena cahaya. Bagian yang menonjol dan yang

terkena cahaya Anda gunakan warna yang terang. Apabila warna tidak

rata Anda bisa meratakan dengan pensil arsir.

- Setelah itu warna bagian busana luar (tembus pandang) dengan warna

tipis. Buat gradasi warnanya.

- Ratakan dengan pensil arsir.

- Lanjutkan dengan mewarna pelengkap busananya.

- Perjelas bagian-bagian yang kurang jelas dengan pena.

(Lihat Gambar 3.3).

yang kurang jelas dengan pena. (Lihat Gambar 3.3). Gambar 3.3 Langkah pewarnaan bahan tembus pandang d.

Gambar 3.3 Langkah pewarnaan bahan tembus pandang

d. Langkah Pewarnaan Bahan Berbulu

- Tebali garis-garis rancangan sesuai dengan warna yang Anda inginkan.

- Beri tanda arah bulu pada bagian busana yang menggunakan bahan

berbulu dengan sapuan warna ringan.

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

- Warnailah bagian kepala dan kulit dengan menggunakan gradasi

warna.

- Kemudian lanjutkan dengan mewarna busana yang tidak menggunakan

bahan berbulu.

- Setelah itu warnailah bulu dengan warna sedang. Pada bagian yang

terkena cahaya tambahkan warna putih dan bulu dibuat jarang atau

menghilang. Sedangkan pada bagian-bagian yang tidak terkena cahaya

tambahkan warna hitam dan bulu dibuat lebih banyak.

- Lanjutkan dengan mewarnai asessoris yang digunakan dalam rancangan

Anda .

- Perjelas bagian-bagian yang kurang jelas dengan pena.

(Lihat Gambar 2.4).

yang kurang jelas dengan pena. (Lihat Gambar 2.4). Gambar 3.4 Langkah pewarnaan bahan berbulu SMK Bidang

Gambar 3.4 Langkah pewarnaan bahan berbulu

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

e. Langkah Pewarnaan Bahan Bermotif

- Tentukan motif yang Anda inginkan dalam rancangan dengan

memperhatikan lipatan-lipatan busana dan lekukan tubuh.

Motif yang terdapat pada lipatan dan lekukan tidak dibuat utuh tetapi

terpotong atau terlipat.

- Tebali garis-garis rancangan sesuai dengan warna yang Anda inginkan.

- Warnailah bagian kepala dan kulit dengan menerapkan gradasi warna.

- Lanjutkan dengan mewarnai motif terlebih dahulu.

- Kemudian pada bagian warna dasar busana, dengan memperhatikan

lipatan, lekukan dan cahaya.

- Agar warna dasar busana dan warna motif menyatu, pada bagian garis

luar motif Anda arsir lebih tebal sedikit dan Anda tarik ke bagian

warna dasar busana.

- Ratakan dengan pensil arsir.

- Selanjutnya Anda warna pelengkap busana yang digunakan.

- Pertegas bagian yang kurang jelas dengan pena. (Lihat Gambar 3.5).

bagian yang kurang jelas dengan pena. (Lihat Gambar 3.5). Gambar 3.5 Langkah pewarnaan bahan bermotif SMK

Gambar 3.5 Langkah pewarnaan bahan bermotif

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

f. Langkah Pewarnaan Bahan Bergaris

- Tentukan

bentuk

garis

dengan

memperhatikan

lipatan

busana

dan

lekukan tubuh.

Garis yang terdapat pada daerah lipatan dan lekukan tidak dibuat lurus

tetapi terpotong atau terlipat.

- Tebali garis-garis rancangan sesuai warna yang Anda inginkan

- Warnailah bagian kepala dan kulit dengan menerapkan gradasi warna.

- Lanjutkan dengan mewarnai garis terlebih dahulu.

- Kemudian warnailah dasar busana, dengan memperhatikan lipatan,

lekukan dan cahaya.

- Agar warna dasar busana dan warna garis menyatu, pada bagian luar

garis Anda arsir lebih tebal dengan warna salah satu garis. Kemudian

Anda tarik ke bagian warna dasar busana dengan pensil arsir.

- Selanjutnya warnailah pelengkap busana yang digunakan.

- Pertegas bagian yang kurang jelas dengan pena. (Lihat Gambar 3.6).

bagian yang kurang jelas dengan pena. (Lihat Gambar 3.6). Gambar 3.6 Langkah pewarnaan bahan bergaris SMK

Gambar 3.6 Langkah pewarnaan bahan bergaris

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

g. Langkah Pewarnaan Bahan Berkotak

- Tentukan bentuk kotak dengan memperhatikan lipatan busana dan

lekukan tubuh. Bentuk kotak yang terdapat pada daerah lipatan dan

lekukan tidak dibuat lurus, tetapi terpotong atau terlipat.

- Tebali garis rancangan sesuai warna yang Anda inginkan.

- Warnailah bagian kepala dan kulit dengan menerapkan gradasi warna.

- Lanjutkan dengan mewarna kotak terlebih dahulu.

- Kemudian warnailah dasar busana dengan memperhatikan lipatan,

lekukan dan cahaya.

- Agar warna dasar busana dan warna kotak menyatu, pada bagian garis

luar kotak Anda arsir lebih tebal dengan warna salah satu kotak.

Kemudian Anda tarik ke bagian warna dasar busana dengan pensil

arsir.

- Selanjutnya Anda warna pelengkap busana yang digunakan.

- Pertegas bagian yang kurang jelas dengan pena. (Lihat Gambar 3.7).

bagian yang kurang jelas dengan pena. (Lihat Gambar 3.7). Gambar 3.7 Langkah pewarnaan bahan berkotak SMK

Gambar 3.7 Langkah pewarnaan bahan berkotak

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

h. Langkah Pewarnaan Bahan Brokat

- Tentukan motif brokat pada rancangan Anda dengan memperhatikan

lipatan busana dan lekukan tubuh.

- Buat jala-jala di atas motif yang Anda rancang dengan pensil 2B.

- Tebali garis rancangan sesuai dengan warna yang Anda inginkan.

- Warnailah bagian kepala dan kulit dengan menerapkan gradasi warna.

- Kemudian Anda warna motif brokat dan lanjutkan mewarna jala-jala di

atas motif brokat.

- Setelah itu warnailah dasar busana dengan memperhatikan lipatan dan

lekukan tubuh.

- Ratakan warna dengan pensil arsir, agar antara warna dasar busana,

brokat dan jala-jala menyatu.

- Selanjutnya warna pelengkap busana yang digunakan.

- Pertegas bagian yang kurang jelas dengan pena. (Lihat Gambar 3.8).

bagian yang kurang jelas dengan pena. (Lihat Gambar 3.8). Gambar 3.8 Langkah pewarnaan bahan brokat SMK

Gambar 3.8 Langkah pewarnaan bahan brokat

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

i. Langkah Pewarnaan Bahan Quilting

- Garisi bentuk quilting (kotak-kotak) dengan pensil 2B dengan memperhatikan lipatan busana dan lekukan tubuh.

- Tentukan bagian warna gelap quilting dengan bentuk bulan sabit.

- Tebali garis rancangan sesuai dengan warna yang Anda inginkan.

- Warnailah bagian kepala dan kulit dengan menerapkan gradasi warna.

- Kemudian warnailah bagian quilting dimulai dari bagian sudut yang gelap dan ditarik ke bagian yang terang dengan pensil arsir.

- Lanjutkan mewarna bagian busana yang lain dengan memperhatikan lipatan busana dan lekukan tubuh.

- Selesaikan gari-garis tindasan jahitan dengan pena. (Lihat Gambar 3.9).

gari-garis tindasan jahitan dengan pena. (Lihat Gambar 3.9). Gambar 3.9 Langkah pewarnaan bahan quilting SMK Bidang

Gambar 3.9 Langkah pewarnaan bahan quilting

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

j. Langkah Pewarnaan Bahan Rajutan

- Buatlah sketsa bentuk dasar rajutan.

- Tebali garis rancangan sesuai dengan warna Anda inginkan.

- Warnailah bagian kepala dan kulit sesuai gradasi warna.

- Kemudian warnailah bagian-bagian yang tersembunyi dari rajutan

dengan warna gelap dan biarkan bagian yang menonjol dengan warna

terang.

- Pertebal bagian-bagian busana yang terlipat atau lekukan tubuh.

- Ratakan dengan pensil arsir.

- Pertegas bagian-bagian yang kurang jelas dengan pena.

(Lihat Gambar 3.10).

yang kurang jelas dengan pena. (Lihat Gambar 3.10). Gambar 3.10 Langkah pewarnaan bahan rajutan SMK Bidang

Gambar 3.10 Langkah pewarnaan bahan rajutan

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

k. Langkah Pewarnaan Bahan Berpayet

- Tentukan bagian-bagian rancangan Anda yang menggunakan payet.

- Tebali garis rancangan sesuai dengan warna yang Anda inginkan.

- Warnailah bagain kepala dan kulit dengan menerapkan gradasi warna.

- Lanjutkan dengan mewarna payet.

- Ratakan warna dengan pensil arsir.

- Tambahkan garis-garis lepas pada bagian-bagian yang berpayet agar kelihatan gemerlap.

- Perjelas bagian-bagian yang kurang jelas dengan pena. (Lihat Gambar 3.11).

yang kurang jelas dengan pena. (Lihat Gambar 3.11). Gambar 3.11 Langkah pewarnaan bahan berpayet SMK Bidang

Gambar 3.11 Langkah pewarnaan bahan berpayet

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

C. LEMBAR LATIHAN III

Warnailah rancangan busana Anda dalam kegiatan latihan 2 (dua) dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Busana one piece menggunakan bahan brokat

2. Busana two piece menggunakan bahan bekotak

3. Busana there piece menggunakan bahan tebal

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

LEMBAR EVALUASI

1. Jelaskan langkah-langkah pewarnaan sketsa busana untuk bahan:

a. berbulu,

b. quilting,

c. rajutan,

d. bergaris,

e. berpayet,

2. Buatlah rancangan busana sesuai gambar. Selesaikan dengan teknik kering.

a.

busana sesuai gambar. Selesaikan dengan teknik kering. a. b. SMK Bidang Tata Busana, Program Keahlian Tata
b.
b.

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

LEMBAR KUNCI JAWABAN

A. Lembar Kunci Jawaban Latihan

1. Lembar Kunci Jawaban Latihan I

1. d

6.

d

2. a

7.

a

3. c

8.

b

4. a

9.

a

5. e

10. a

2. Lembar Kunci Jawaban Latihan II

Petunjuk

Berilah tanda (÷) pada nilai yang sesuai dengan hasil latihan

Nilai 10

Nilai 8,5 = baik/tepat

Nilai 7

Nilai 5,5 = kurang baik/kurang tepat

Nilai 4

= sangat baik/sangat tepat

= cukup baik/cukup tepat

= tidak baik/tidak tepat

1. Format Penilaian Sketsa Busana

No

Kriteria Penilaian

 

10

8,5

7

5,5

4

1.

Pose tampak samping

         

2.

Proporsi tubuh

3.

Bentuk kepala dan badan

4.

Bentuk tangan dan kaki

5.

Busana satu bagian

6.

Bagian-bagian busana

7.

Jatuhnya busana (drape)

8.

Kreativitas

9.

Bentuk secara keseluruhan

10.

Kerapian dan kebersihan

 

Jumlah

         

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

2. Format Penilaian Sketsa Busana

No

Kriteria Penilaian

 

10

8,5

7

5,5

4

1.

Pose tampak tiga perempat

         

2.

Proporsi tubuh

3.

Bentuk kepala dan badan

4.

Bentuk tangan dan kaki

5.

Busana dua bagian

6.

Bagian-bagian busana

7.

Jatuhnya busana (drape)

8.

Kreativitas

9.

Bentuk secara keseluruhan

10.

Kerapian dan kebersihan

 

Jumlah

         

3. Format Penilaian Sketsa Busana

No

Kriteria Penilaian

 

10

8,5

7

5,5

4

1.

Pose tampak depan

         

2.

Proporsi tubuh

3.

Bentuk kepala dan badan

4.

Bentuk tangan dan kaki

5.

Busana tiga bagian

6.

Bagian-bagian busana

7.

Jatuhnya busana (drape)

8.

Kreativitas

9.

Bentuk secara keseluruhan

10.

Kerapian dan kebersihan

 

Jumlah

         

Menggambar Sketsa Busana Secara Kering

3. Lembar Kunci Jawaban Latihan III Petunjuk

Berilah tanda (÷) pada nilai yang sesuai dengan hasil latihan.

Nilai 20

= sangat baik/sangat tepat

Nilai 17

= baik/tepat

Nilai 14

= cukup baik/cukup tepat

Nilai 11

= kurang baik/kurang tepat

Nilai 8

= tidak baik/tidak tepat

1. Format Penilaian Teknik Pewarnaan Sketsa Busana

 

No

Kriteria Penilaian

 

20

17

14

11

8

1.

Kerataan war na

         

2.

Komposisi warna

3.

Gradasi warna

4.

Hasil secara keseluruhan

5.

Kerapian dan kebersihan

 

Jumlah

         

2. Format Penilaian Teknik Pewarnaan Sketsa Busana

 
 

No