Anda di halaman 1dari 8

BADAN PUSAT STATISTIK

BPS PROVINSI PAPUA BARAT

No. 04/02/91 Th. III, 1 Pebruari 2010

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI


PROVINSI PAPUA BARAT

Pada bulan Januari 2010, Provinsi Papua Barat mengalami inflasi gabungan sebesar 0,15 persen. Inflasi di
Provinsi Papua Barat ini mencakup inflasi di Kota Manokwari dan inflasi di Kota Sorong. Dari 66 kota, Kota
Manokwari menempati peringkat inflasi ke-enampuluhempat (yakni sebesar 0,17 persen), sedangkan untuk Kota
Sorong menempati peringkat inflasi ke-enampuluhenam atau terakhir (yakni sebesar 0,12 persen) di Indonesia.
Inflasi gabungan di Provinsi Papua Barat terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh
kenaikan indeks pada kelompok-kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok makanan jadi, minuman,
rokok, dan tembakau sebesar 1,13 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,51 persen; kelompok sandang
sebesar 0,51 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,14 persen; kelompok perumahan,
air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,04 persen; serta kelompok bahan makanan sebesar 0,01 persen.
Sedangkan satu kelompok lainnya justru mengalami penurunan indeks atau deflasi, yakni kelompok transpor,
komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,50 persen.
Laju inflasi tahun kalender (Januari-Januari) 2010 di Provinsi Papua Barat sebesar 0,15 persen.

BULAN JANUARI 2010, PROVINSI PAPUA BARAT MENGALAMI INFLASI GABUNGAN


SEBESAR 0,15 PERSEN DENGAN INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) SEBESAR 132,99.

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Januari 2010, secara umum menunjukkan adanya
kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS, dengan menggunakan penghitungan dan tahun dasar baru (2007 =
100), di Provinsi Papua Barat (hasil SBH 2007) pada bulan Januari 2010 terjadi inflasi gabungan sebesar 0,15
persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 132,80 pada bulan Desember 2009 menjadi 132,99
pada bulan Januari 2010. Sedangkan laju inflasi gabungan Provinsi Papua Barat tahun kalender (Januari-Januari)
2010 yakni sebesar 0,15 persen.

Inflasi gabungan di Provinsi Papua Barat terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh
kenaikan indeks pada kelompok-kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok makanan jadi, minuman,
rokok, dan tembakau sebesar 1,13 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,51 persen; kelompok sandang sebesar -
0,51 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,14 persen; kelompok perumahan, air, listrik,
gas, dan bahan bakar sebesar 0,04 persen; serta kelompok bahan makanan sebesar 0,01 persen. Sedangkan satu
kelompok lainnya justru mengalami penurunan indeks atau deflasi, yakni kelompok transpor, komunikasi, dan jasa
keuangan sebesar -0,50 persen.

Inflasi gabungan yang terjadi di Provinsi Papua Barat dipengaruhi oleh kenaikan indeks yang cukup signifikan
pada sub kelompok-sub kelompok seperti : sub kelompok padi-padian, umbi-umbian, dan hasilnya sebesar 3,38
persen; sub kelompok ikan segar sebesar 2,66 persen; sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar

Berita Resmi Statistik No. 04/02/91 Th. III, 1 Pebruari 2010 1


2,24 persen; sub kelompok barang pribadi dan sandang lain sebesar 1,88 persen; sub kelompok minuman yang
tidak beralkohol sebesar 1,83 persen; sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 1,28 persen; sub
kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar 1,23 persen; sub kelompok sarana dan penunjang transpor
sebesar 1,02 persen; sub kelompok buah-buahan sebesar 1,00 persen; serta sub kelompok perlengkapan
rumahtangga sebesar 0,84 persen.

Tabel 1
Laju Inflasi Gabungan Provinsi Papua Barat Januari 2010, Tahun Kalender 2010,
dan Tahun Ke Tahun 2010 menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100)

IHK IHK IHK Inflasi bulan Laju Inflasi Laju Inflasi


Januari Desember Januari Januari Tahun Tahun
Kelompok Pengeluaran 2009 2009 2010 2010 *) Kalender Ke Tahun
2010 **) 2010 ***)
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

U m u m 128,70 132,80 132,99 0,15 0,15 3,33


1 Bahan Makanan 142,24 144,82 144,83 0,01 0,01 1,82
2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan 140,37 147,45 149,12 1,13 1,13 6,24
Tembakau
3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan 128,98 131,81 131,86 0,04 0,04 2,23
bakar
4 Sandang 107,35 117,35 117,94 0,51 0,51 9,86
5 Kesehatan 119,62 125,78 126,41 0,51 0,51 5,68
6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 111,84 113,72 113,87 0,14 0,14 1,82
7 Transpor dan Komunikasi dan Jasa 108,74 111,96 111,40 -0,50 -0,50 2,44
Keuangan

*) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2010 terhadap IHK bulan sebelumnya.
**) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2010 terhadap IHK bulan Desember 2009.
***) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2010 terhadap IHK bulan Januari 2009.

URAIAN INFLASI GABUNGAN PROVINSI PAPUA BARAT MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada bulan Januari 2010 mengalami inflasi sebesar 0,01 persen atau terjadi
kenaikan indeks dari 144,82 pada Desember 2009 menjadi 144,83 pada Januari 2010.

Dari sebelas sub kelompok yang ada dalam kelompok bahan makanan, empat sub kelompok
mengalami inflasi, dan tujuh sub kelompok lainnya mengalami deflasi. Sub kelompok padi-padian, umbi-
umbian, dan hasilnya mengalami inflasi terbesar yakni sebesar 3,38 persen, sedangkan sub kelompok bahan

2 Berita Resmi Statistik No. 04/02/91 Th. III, 1 Pebruari 2010


makanan lainnya adalah sub kelompok yang mengalami inflasi terkecil, yakni sebesar 0,23 persen. Adapun
deflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok bumbu-bumbuan, yakni sebesar -6,58 persen; dan inflasi yang
terendah terjadi pada sub kelompok kacang-kacangan, yakni sebesar -0,42 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada Januari 2010 mengalami inflasi sebesar
1,13 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 147,45 pada Desember 2009 menjadi 149,12 pada Januari 2010.

Dari tiga sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, seluruhnya mengalami inflasi. Sub kelompok
tembakau dan minuman beralkohol mengalami inflasi tertinggi, yakni sebesar 2,24 persen. Sedangkan dua
sub kelompok lainnya, yakni sub kelompok minuman yang tidak beralkohol dan sub kelompok makanan jadi
mengalami inflasi masing-masing sebesar 1,83 persen; dan 0,22 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada Januari 2010 mengalami inflasi sebesar
0,04 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 131,81 pada Desember 2009 menjadi 131,86 pada Januari
2010.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami inflasi dan satu
sub kelompok lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok perlengkapan
rumahtangga, yakni sebesar 0,84 persen; sedangkan yang terendah terjadi pada sub kelompok biaya tempat
tinggal, yakni sebesar 0,04 persen. Adapun satu sub kelompok yang mengalami deflasi adalah sub kelompok
penyelenggaraan rumahtangga, yakni sebesar -1,06 persen.

4. S a n d a n g

Kelompok sandang pada Januari 2010 mengalami inflasi sebesar 0,51 persen, atau terjadi kenaikan
indeks dari 117,35 pada Desember 2009 menjadi 117,94 pada Januari 2010.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, seluruhnya mengalami inflasi. Sub kelompok
barang pribadi dan sandang lain adalah sub kelompok yang mengalami inflasi tertinggi, yakni sebesar 1,88
persen; sedangkan sub kelompok sandang laki-laki adalah sub kelompok yang mengalami inflasi terendah,
yakni sebesar 0,06 persen.

Berita Resmi Statistik No. 04/02/91 Th. III, 1 Pebruari 2010 3


5. K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan pada Januari 2010 mengalami inflasi sebesar 0,51 persen, atau terjadi kenaikan
indeks dari 125,78 pada Desember 2009 menjadi 126,41 pada Januari 2010.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, satu sub kelompok mengalami inflasi, dan tiga
sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Inflasi terjadi pada sub kelompok perawatan
jasmani dan kosmetika, yakni sebesar 1,28 persen. Sedangkan tiga sub kelompok lainnya yang tidak
mengalami perubahan indeks adalah sub kelompok jasa kesehatan, sub kelompok obat-obatan, dan sub
kelompok jasa perawatan jasmani.

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Januari 2010 mengalami inflasi sebesar 0,14 persen,
atau terjadi kenaikan indeks dari 113,72 pada Desember 2009 menjadi 113,87 pada Januari 2010.

Dari lima sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, satu sub kelompok mengalami inflasi, satu sub
kelompok mengalami deflasi, dan tiga sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Sub
kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan adalah sub kelompok yang mengalami inflasi, yakni sebesar
1,23 persen; sedangkan deflasi terjadi pada sub kelompok rekreasi, yakni sebesar -0,20 persen. Adapun tiga
sub kelompok lainnya yang tidak mengalami perubahan indeks adalah sub kelompok pendidikan, sub
kelompok kursus-kursus/pelatihan, dan sub kelompok olahraga.

7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Januari 2010 mengalami deflasi sebesar -
0,50 persen atau terjadi penurunan indeks dari 111,96 pada Desember 2009 menjadi 111,40 pada Januari
2010.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, satu sub kelompok mengalami inflasi, dua sub
kelompok mengalami deflasi, dan satu sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Inflasi
terjadi pada sub kelompok sarana dan penunjang transport, yakni sebesar 1,02 persen; sedangkan sub
kelompok transpor, serta sub kelompok komunikasi dan pengiriman adalah dua sub kelompok yang
mengalami deflasi, yakni masing-masing sebesar -0,70 persen; dan -0,17 persen. Adapun satu sub kelompok
lainnya yang tidak mengalami perubahan indeks adalah sub kelompok jasa keuangan.

4 Berita Resmi Statistik No. 04/02/91 Th. III, 1 Pebruari 2010


Tabel 2
Indeks Harga Konsumen Gabungan Provinsi Papua Barat Bulan Januari 2010 (2007=100),
dan Perubahan Terhadap Bulan Sebelumnya (Desember 2009)

IHK IHK IHK Inflasi Laju Inflasi Laju Inflasi


Januari Desember Januari Januari Tahun Tahun Ke
Kelompok Pengeluaran
2009 2009 2010 2010 *) Kalender Tahun
2010 **) 2010 ***)
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

UMUM 128,70 132,80 132,99 0,15 0,15 3,33


I. BAHAN MAKANAN 142,24 144,82 144,83 0,01 0,01 1,82
Padi-padian, Umbi-Umbian dan Hasilnya
113,01 110,23 113,95 3,38 3,38 0,83
Daging dan Hasil-hasilnya 125,66 139,16 135,88 -2,36 -2,36 8,13
Ikan Segar 116,31 131,91 135,42 2,66 2,66 16,43
Ikan Diawetkan 119,91 153,07 151,49 -1,03 -1,03 26,34
Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 188,85 167,06 165,79 -0,76 -0,76 -12,21
Sayur-sayuran 173,77 171,65 170,68 -0,57 -0,57 -1,78
Kacang-kacangan 156,91 172,70 171,98 -0,42 -0,42 9,61
Buah-buahan 157,70 173,02 174,76 1,00 1,00 10,81
Bumbu-bumbuan 213,13 209,27 195,51 -6,58 -6,58 -8,27
Lemak dan Minyak 140,82 136,39 135,36 -0,76 -0,76 -3,88
Bahan Makanan Lainnya 114,58 137,21 137,52 0,23 0,23 20,02
II. MAKANAN JADI, MINUMAN ROKOK &
TEMBAKAU
140,37 147,45 149,12 1,13 1,13 6,24
Makanan Jadi 156,34 163,57 163,94 0,22 0,22 4,86
Minuman yang Tidak Beralkohol 129,21 139,67 142,23 1,83 1,83 10,07
Tembakau dan Minuman Beralkohol 127,47 129,72 132,62 2,24 2,24 4,04
III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS &
BAHAN BAKAR
128,98 131,81 131,86 0,04 0,04 2,23
Biaya Tempat Tinggal 139,17 141,84 141,89 0,04 0,04 1,96
Bahan Bakar, Penerangan dan Air 107,94 111,42 111,47 0,05 0,05 3,28
Perlengkapan Rumahtangga 110,50 112,06 113,01 0,84 0,84 2,26
Penyelenggaraan Rumahtangga 120,77 124,43 123,11 -1,06 -1,06 1,94
IV. SANDANG
107,35 117,35 117,94 0,51 0,51 9,86
Sandang Laki-laki 103,34 112,71 112,78 0,06 0,06 9,14
Sandang Wanita 106,20 113,76 114,36 0,52 0,52 7,68
Sandang Anak-anak 105,85 107,00 107,31 0,29 0,29 1,38
Barang Pribadi dan Sandang Lain 123,35 149,12 151,92 1,88 1,88 23,16
V. KESEHATAN 119,62 125,78 126,41 0,51 0,51 5,68
Jasa Kesehatan 120,52 123,57 123,57 0,00 0,00 2,53
Obat-obatan 109,97 129,29 129,29 0,00 0,00 17,57
Jasa Perawatan Jasmani 121,53 138,34 138,34 0,00 0,00 13,84
Perawatan Jasmani dan Kosmetika 122,42 121,45 123,01 1,28 1,28 0,48

*) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2010 terhadap IHK bulan sebelumnya.
**) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2010 terhadap IHK bulan Desember 2009.
***) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2010 terhadap IHK bulan Januari 2009.

Berita Resmi Statistik No. 04/02/91 Th. III, 1 Pebruari 2010 5


Tabel 2 (Lanjutan)
Indeks Harga Konsumen Gabungan Provinsi Papua Barat Bulan Januari 2010 (2007=100),
dan Perubahan Terhadap Bulan Sebelumnya (Desember 2009)

IHK IHK IHK Inflasi Laju Inflasi Laju Inflasi


Januari Desember Januari Januari Tahun Tahun Ke
Kelompok Pengeluaran
2009 2009 2010 2010 *) Kalender Tahun
2010 **) 2010 ***)
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

VI. PENDIDIKAN, REKREASI DAN


OLAHRAGA
111,84 113,72 113,87 0,14 0,14 1,82
Jasa Pendidikan 115,81 119,24 119,24 0,00 0,00 2,96
Kursus-kursus/Pelatihan 109,95 120,86 120,86 0,00 0,00 9,92
Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 114,43 110,51 111,87 1,23 1,23 -2,24
Rekreasi 105,12 106,67 106,46 -0,20 -0,20 1,28
Olahraga 115,84 117,31 117,31 0,00 0,00 1,27
VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI & JASA
KEUANGAN
108,74 111,96 111,40 -0,50 -0,50 2,44
Transpor 110,68 117,00 116,18 -0,70 -0,70 4,97
Komunikasi dan Pengiriman 98,55 92,33 92,17 -0,17 -0,17 -6,47
Sarana dan Penunjang Transpor 139,65 141,51 142,95 1,02 1,02 2,37
Jasa Keuangan 111,94 112,84 112,84 0,00 0,00 0,81

*) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2010 terhadap IHK bulan sebelumnya.
**) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2010 terhadap IHK bulan Desember 2008.
***) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2010 terhadap IHK bulan Desember 2008.

Tabel 3
Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK), Inflasi Bulan Januari 2010,
dan Peringkat Inflasi Nasional di 66 Kota IHK

Bulan Januari 2010


No Kota
IHK Inflasi Peringkat
1 BANDA ACEH 118,21 0,54 54
2 LHOKSEUMAWE 120,09 0,22 63
3 SIBOLGA 119,45 1,75 7
4 PEMATANG SIANTAR 117,24 0,90 30
5 MEDAN 118,50 1,44 13
6 PADANG SIDEMPUAN 119,59 1,60 9
7 PADANG 120,29 1,59 10
8 PEKAN BARU 116,11 0,93 28
9 DUMAI 120,04 0,72 38
10 JAMBI 119,83 1,95 5

6 Berita Resmi Statistik No. 04/02/91 Th. III, 1 Pebruari 2010


Tabel 3 (Lanjutan)
Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK), Inflasi Bulan Januari 2010,
dan Peringkat Inflasi Nasional di 66 Kota IHK

Bulan Januari 2010


No Kota
IHK Inflasi Peringkat
11 PALEMBANG 118,79 0,61 48
12 BENGKULU 122,18 1,82 6
13 BANDAR LAMPUNG 123,84 0,49 56
14 PANGKAL PINANG 123,24 1,31 16
15 BATAM 113,85 1,26 20
16 TANJUNG PINANG 118,92 0,45 57
17 DKI JAKARTA 116,56 0,72 39
18 BOGOR 119,33 0,70 41
19 SUKABUMI 119,29 0,83 34
20 BANDUNG 115,71 0,55 53
21 CIREBON 123,03 0,84 33
22 BEKASI 116,14 1,10 22
23 DEPOK 116,12 0,63 44
24 TASIKMALAYA 121,09 1,02 24
25 PURWOKERTO 117,92 1,00 25
26 SURAKARTA 111,99 0,63 45
27 SEMARANG 117,12 0,75 37
28 TEGAL 119,77 0,70 42
29 YOGYAKARTA 117,30 0,57 51
30 JEMBER 118,88 0,30 62
31 SUMENEP 114,93 0,64 43
32 KEDIRI 117,15 0,77 36
33 MALANG 117,94 0,79 35
34 PROBOLINGGO 120,76 0,71 40
35 MADIUN 122,22 0,94 27
36 SURABAYA 115,67 0,50 55
37 SERANG 123,35 0,87 31
38 TANGERANG 119,03 0,44 58
39 CILEGON 119,72 0,91 29
40 DENPASAR 117,43 0,95 26
41 MATARAM 122,01 2,09 4
42 BIMA 124,54 0,62 47
43 MAUMERE 130,49 3,56 1
44 KUPANG 124,34 3,08 3
45 PONTIANAK 122,02 1,23 21
46 SINGKAWANG 119,76 1,59 11
47 SAMPIT 116,20 0,41 59
48 PALANGKA RAYA 118,81 0,86 32
49 BANJARMASIN 120,11 0,59 50
50 BALIKPAPAN 119,82 1,07 23
51 SAMARINDA 122,33 0,60 49
52 TARAKAN 133,25 1,42 14

Berita Resmi Statistik No. 04/02/91 Th. III, 1 Pebruari 2010 7


Tabel 3 (Lanjutan)
Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK), Inflasi Bulan Januari 2010,
dan Peringkat Inflasi Nasional di 66 Kota IHK

Bulan Januari 2010


No Kota
IHK Inflasi Peringkat
53 MANADO 118,35 0,41 60
54 PALU 121,10 0,12 65
55 WATAMPONE 131,23 1,39 15
56 MAKASSAR 118,94 1,30 17
57 PARE-PARE 122,70 1,27 19
58 PALOPO 127,91 0,63 46
59 KENDARI 123,55 0,57 52
60 GORONTALO 118,77 0,38 61
61 MAMUJU 123,48 1,74 8
62 AMBON 121,68 3,23 2
63 TERNATE 122,22 1,53 12
64 MANOKWARI 132,15 0,17 64
65 SORONG 134,01 0,12 66
66 JAYAPURA 119,03 1,28 18

Diterbitkan oleh :
Bidang Statistik Distribusi
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat
Jalan Trikora – Sowi IV, Manokwari 98315.
Telp. (0986) 2702414, Fax. (0986) 213038
Contact Person :
Sutiyo, SE (085244606363)
Heri Tribowo, S.ST (085244542424)

8 Berita Resmi Statistik No. 04/02/91 Th. III, 1 Pebruari 2010