Anda di halaman 1dari 8

BADAN PUSAT STATISTIK

BPS PROVINSI PAPUA BARAT

No. 12/04/91 Th. III, 1 April 2010

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI


PROVINSI PAPUA BARAT

Pada bulan Maret 2010, Provinsi Papua Barat mengalami inflasi gabungan sebesar 0,15 persen. Inflasi di
Provinsi Papua Barat ini mencakup inflasi di Kota Manokwari dan inflasi di Kota Sorong. Dari 66 kota, Kota
Manokwari menempati peringkat inflasi ke-delapanbelas (yakni sebesar 0,02 persen), sedangkan untuk Kota
Sorong menempati peringkat inflasi ke-delapan (yakni sebesar 0,31 persen) di Indonesia.
Inflasi gabungan di Provinsi Papua Barat terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh
kenaikan indeks pada kelompok-kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok makanan jadi, minuman,
rokok, dan tembakau sebesar 0,73 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,51
persen; serta kelompok kesehatan sebesar 0,30 persen. Sedangkan empat kelompok lainnya justru mengalami
penurunan indeks atau deflasi, yakni kelompok bahan makanan sebesar -0,20 persen; kelompok sandang
sebesar -0,10 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,10 persen; serta kelompok
pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar -0,01 persen.
Laju inflasi tahun kalender (Januari-Maret) 2010 di Provinsi Papua Barat sebesar 0,37 persen, sedangkan
laju inflasi tahun ke tahun (Maret 2010 terhadap Maret 2009) sebesar 3,31 persen.

BULAN MARET 2010, PROVINSI PAPUA BARAT MENGALAMI INFLASI GABUNGAN SEBESAR
0,15 PERSEN DENGAN INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) SEBESAR 133,30.

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Maret 2010, secara umum menunjukkan adanya
kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS, dengan menggunakan penghitungan dan tahun dasar baru (2007 =
100), di Provinsi Papua Barat (hasil SBH 2007) pada bulan Maret 2010 terjadi inflasi gabungan sebesar 0,15 persen,
atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 133,10 pada bulan Pebruari 2010 menjadi 133,30 pada bulan
Maret 2010. Sedangkan laju inflasi gabungan Provinsi Papua Barat tahun kalender (Januari-Maret) 2010 yakni
sebesar 0,37 persen; serta laju inflasi tahun ke tahun (Maret 2010 terhadap Maret 2009) sebesar 3,31 persen.

Inflasi gabungan di Provinsi Papua Barat terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh
kenaikan indeks pada kelompok-kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok makanan jadi, minuman,
rokok, dan tembakau sebesar 0,73 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,51
persen; serta kelompok kesehatan sebesar 0,30 persen. Sedangkan empat kelompok lainnya justru mengalami
penurunan indeks atau deflasi, yakni kelompok bahan makanan sebesar -0,20 persen; kelompok sandang sebesar -
0,10 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,10 persen; serta kelompok pendidikan,
rekreasi, dan olahraga sebesar -0,01 persen.

Berita Resmi Statistik No. 11/04/91 Th. III, 1 April 2010 1


Inflasi gabungan yang terjadi di Provinsi Papua Barat dipengaruhi oleh kenaikan indeks yang cukup signifikan
pada sub kelompok-sub kelompok seperti : sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 2,44 persen;
sub kelompok jasa perawatan jasmani sebesar 2,14 persen; sub kelompok bahan makanan lainnya sebesar 1,58
persen; sub kelompok ikan diawetkan sebesar 1,13 persen; sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air sebesar
0,97 persen; sub kelompok penyelenggaraan rumahtangga sebesar 0,83 persen; sub kelompok sayur-sayuran
sebesar 0,75 persen; sub kelompok jasa kesehatan sebesar 0,60 persen; sub kelompok makanan jadi sebesar 0,52
persen; serta sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,49 persen.

Tabel 1
Laju Inflasi Gabungan Provinsi Papua Barat Maret 2010, Tahun Kalender 2010,
dan Tahun Ke Tahun 2010 menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100)

IHK IHK IHK Inflasi bulan Laju Inflasi Laju Inflasi


Desember Pebruari Maret Maret Tahun Tahun
Kelompok Pengeluaran 2009 2010 2010 2010 *) Kalender Ke Tahun
2010 **) 2010 ***)
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

U m u m 132,80 133,10 133,30 0,15 0,37 3,31


1 Bahan Makanan 144,82 144,73 144,44 -0,20 -0,26 2,24
2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan 147,45 151,62 152,73 0,73 3,58 6,38
Tembakau
3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan 131,81 131,74 132,42 0,51 0,47 1,93
bakar
4 Sandang 117,35 117,72 117,60 -0,10 0,22 3,56
5 Kesehatan 125,78 126,94 127,32 0,30 1,23 4,72
6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 113,72 114,79 114,78 -0,01 0,93 2,38
7 Transpor dan Komunikasi dan Jasa 111,96 110,12 110,01 -0,10 -1,74 4,20
Keuangan

*) Persentase perubahan IHK bulan Maret 2010 terhadap IHK bulan sebelumnya.
**) Persentase perubahan IHK bulan Maret 2010 terhadap IHK bulan Desember 2009.
***) Persentase perubahan IHK bulan Maret 2010 terhadap IHK bulan Maret 2009.

URAIAN INFLASI GABUNGAN PROVINSI PAPUA BARAT MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada bulan Maret 2010 mengalami deflasi sebesar -0,20 persen atau terjadi
penurunan indeks dari 144,73 pada Pebruari 2010 menjadi 144,44 pada Maret 2010.

2 Berita Resmi Statistik No. 11/04/91 Th. III, 1 April 2010


Dari sebelas sub kelompok yang ada dalam kelompok bahan makanan, enam sub kelompok mengalami
deflasi, dan lima sub kelompok lainnya mengalami inflasi. Sub kelompok daging dan hasil-hasilnya mengalami
deflasi terbesar, yakni sebesar -1,16 persen, sedangkan sub kelompok kacang-kacangan adalah sub kelompok
yang mengalami deflasi terkecil, yakni sebesar -0,09 persen. Adapun inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok
bahan makanan lainnya, yakni sebesar 1,58 persen; dan yang terendah terjadi pada sub kelompok lemak dan
minyak, yakni sebesar 0,10 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada Maret 2010 mengalami inflasi sebesar
0,73 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 151,62 pada Pebruari 2010 menjadi 152,73 pada Maret 2010.

Dari tiga sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, seluruhnya mengalami inflasi. Sub kelompok
tembakau dan minuman beralkohol mengalami inflasi tertinggi, yakni sebesar 2,44 persen; sedangkan dua sub
kelompok lainnya, yakni sub kelompok makanan jadi serta sub kelompok minuman yang tidak beralkohol
mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,52 persen; dan 0,08 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada Maret 2010 mengalami inflasi sebesar 0,51
persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 131,74 pada Pebruari 2010 menjadi 132,42 pada Maret 2010.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi
terjadi pada sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air, yakni sebesar 0,97 persen; sedangkan yang
terendah terjadi pada sub kelompok biaya tempat tinggal, yakni sebesar 0,36 persen.

4. S a n d a n g

Kelompok sandang pada Maret 2010 mengalami deflasi sebesar -0,10 persen, atau terjadi penurunan
indeks dari 117,72 pada Pebruari 2010 menjadi 117,60 pada Maret 2010.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, satu sub kelompok mengalami deflasi, dan tiga
sub kelompok lainnya mengalami inflasi. Deflasi terjadi pada sub kelompok barang pribadi dan sandang lain,
yakni sebesar -1,48 persen. Sedangkan sub kelompok anak-anak adalah sub kelompok yang mengalami inflasi
tertinggi, yakni sebesar 0,45 persen; dan sub kelompok sandang wanita adalah sub kelompok yang mengalami
inflasi terendah, yakni sebesar 0,05 persen.

Berita Resmi Statistik No. 11/04/91 Th. III, 1 April 2010 3


5. K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan pada Maret 2010 mengalami inflasi sebesar 0,30 persen, atau terjadi kenaikan
indeks dari 126,94 pada Pebruari 2010 menjadi 127,32 pada Maret 2010.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami inflasi, dan satu
sub kelompok lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok jasa perawatan jasmani,
yakni sebesar 2,14 persen; sedangkan yang terendah terjadi pada sub kelompok perawatan jasmani dan
kosmetika, yakni sebesar 0,49 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Maret 2010 mengalami deflasi sebesar -0,01 persen,
atau terjadi penurunan indeks dari 114,79 pada Pebruari 2010 menjadi 114,78 pada Maret 2010.

Dari lima sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, satu sub kelompok mengalami inflasi, satu sub
kelompok mengalami deflasi, dan tiga sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Sub kelompok
perlengkapan/peralatan pendidikan adalah sub kelompok yang mengalami inflasi, yakni sebesar 0,30 persen;
sedangkan sub kelompok rekreasi adalah sub kelompok yang mengalami deflasi, yakni sebesar -0,19 persen.
Adapun tiga sub kelompok lainnya yang tidak mengalami perubahan indeks adalah sub kelompok pendidikan,
sub kelompok kursus-kursus/pelatihan dan sub kelompok olahraga.

7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Maret 2010 mengalami deflasi sebesar -0,10
persen atau terjadi penurunan indeks dari 110,12 pada Pebruari 2010 menjadi 110,01 pada Maret 2010.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, satu sub kelompok mengalami deflasi, satu sub
kelompok mengalami inflasi, dan dua sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Deflasi terjadi
pada sub kelompok transpor, yakni sebesar -0,15 persen; sedangkan sub kelompok sarana dan penunjang
transpor adalah sub kelompok yang mengalami inflasi, yakni sebesar 0,11 persen. Adapun dua sub kelompok
lainnya yang tidak mengalami perubahan indeks adalah sub kelompok komunikasi dan pengiriman serta sub
kelompok jasa keuangan.

4 Berita Resmi Statistik No. 11/04/91 Th. III, 1 April 2010


Tabel 2
Indeks Harga Konsumen Gabungan Provinsi Papua Barat Bulan Maret 2010 (2007=100),
dan Perubahan Terhadap Bulan Sebelumnya (Pebruari 2010)

IHK IHK IHK Inflasi Laju Inflasi Laju Inflasi


Desember Pebruari Maret Maret Tahun Tahun Ke
Kelompok Pengeluaran
2009 2010 2010 2010 *) Kalender Tahun
2010 **) 2010 ***)
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

UMUM 132,80 133,10 133,30 0,15 0,37 3,31


I. BAHAN MAKANAN 144,82 144,73 144,44 -0,20 -0,26 2,24
Padi-padian, Umbi-Umbian dan Hasilnya
110,23 115,75 114,74 -0,87 4,09 1,38
Daging dan Hasil-hasilnya 139,16 135,61 134,04 -1,16 -3,68 3,97
Ikan Segar 131,91 136,88 137,26 0,28 4,06 6,09
Ikan Diawetkan 153,07 153,29 155,03 1,13 1,28 24,66
Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 167,06 159,36 157,89 -0,92 -5,48 -11,40
Sayur-sayuran 171,65 166,52 167,76 0,75 -2,26 3,21
Kacang-kacangan 172,70 175,45 175,29 -0,09 1,50 0,53
Buah-buahan 173,02 170,68 170,26 -0,25 -1,60 9,90
Bumbu-bumbuan 209,27 200,23 198,35 -0,94 -5,22 4,58
Lemak dan Minyak 136,39 134,10 134,24 0,10 -1,58 -0,27
Bahan Makanan Lainnya 137,21 136,84 139,01 1,58 1,31 9,74
II. MAKANAN JADI, MINUMAN ROKOK &
TEMBAKAU
147,45 151,62 152,73 0,73 3,58 6,38
Makanan Jadi 163,57 165,81 166,67 0,52 1,89 4,14
Minuman yang Tidak Beralkohol 139,67 145,65 145,76 0,08 4,36 8,30
Tembakau dan Minuman Beralkohol 129,72 135,23 138,53 2,44 6,79 8,96
III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS &
BAHAN BAKAR
131,81 131,74 132,42 0,51 0,47 1,93
Biaya Tempat Tinggal 141,84 141,88 142,39 0,36 0,39 1,88
Bahan Bakar, Penerangan dan Air 111,42 111,32 112,40 0,97 0,87 1,90
Perlengkapan Rumahtangga 112,06 113,30 113,85 0,48 1,59 3,15
Penyelenggaraan Rumahtangga 124,43 121,94 122,96 0,83 -1,18 0,48
IV. SANDANG
117,35 117,72 117,60 -0,10 0,22 3,56
Sandang Laki-laki 112,71 112,88 113,00 0,11 0,26 6,43
Sandang Wanita 113,76 114,36 114,41 0,05 0,57 4,60
Sandang Anak-anak 107,00 107,47 107,96 0,45 0,90 2,30
Barang Pribadi dan Sandang Lain 149,12 149,77 147,56 -1,48 -1,05 -0,99
V. KESEHATAN 125,78 126,94 127,32 0,30 1,23 4,72
Jasa Kesehatan 123,57 123,92 124,66 0,60 0,88 2,38
Obat-obatan 129,29 129,29 128,26 -0,80 -0,80 13,65
Jasa Perawatan Jasmani 138,34 140,75 143,77 2,14 3,92 14,40
Perawatan Jasmani dan Kosmetika 121,45 123,65 124,25 0,49 2,31 0,45

*) Persentase perubahan IHK bulan Maret 2010 terhadap IHK bulan sebelumnya.
**) Persentase perubahan IHK bulan Maret 2010 terhadap IHK bulan Desember 2009.
***) Persentase perubahan IHK bulan Maret 2010 terhadap IHK bulan Maret 2009.

Berita Resmi Statistik No. 11/04/91 Th. III, 1 April 2010 5


Tabel 2 (Lanjutan)
Indeks Harga Konsumen Gabungan Provinsi Papua Barat Bulan Maret 2010 (2007=100),
dan Perubahan Terhadap Bulan Sebelumnya (Pebruari 2010)

IHK IHK IHK Inflasi Laju Inflasi Laju Inflasi


Desember Pebruari Maret Maret Tahun Tahun Ke
Kelompok Pengeluaran
2009 2010 2010 2010 *) Kalender Tahun
2010 **) 2010 ***)
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

VI. PENDIDIKAN, REKREASI DAN


OLAHRAGA
113,72 114,79 114,78 -0,01 0,93 2,38
Jasa Pendidikan 119,24 121,09 121,09 0,00 1,55 4,19
Kursus-kursus/Pelatihan 120,86 120,86 120,86 0,00 0,00 9,92
Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 110,51 110,90 111,23 0,30 0,65 -2,52
Rekreasi 106,67 106,74 106,54 -0,19 -0,12 0,94
Olahraga 117,31 117,90 117,90 0,00 0,50 2,09
VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI & JASA
KEUANGAN
111,96 110,12 110,01 -0,10 -1,74 4,20
Transpor 117,00 113,82 113,66 -0,15 -2,86 6,81
Komunikasi dan Pengiriman 92,33 93,69 93,69 0,00 1,48 -3,89
Sarana dan Penunjang Transpor 141,51 142,95 143,11 0,11 1,13 2,29
Jasa Keuangan 112,84 112,84 112,84 0,00 0,00 0,81

*) Persentase perubahan IHK bulan Maret 2010 terhadap IHK bulan sebelumnya.
**) Persentase perubahan IHK bulan Maret 2010 terhadap IHK bulan Desember 2008.
***) Persentase perubahan IHK bulan Maret 2010 terhadap IHK bulan Desember 2008.

Tabel 3
Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK), Inflasi Bulan Maret 2010,
dan Peringkat Inflasi Nasional di 66 Kota IHK

Bulan Maret 2010


No Kota
IHK Inflasi Peringkat
1 BANDA ACEH 118,10 -0,16 28
2 LHOKSEUMAWE 119,72 -0,08 21
3 SIBOLGA 118,81 -0,96 66
4 PEMATANG SIANTAR 117,40 -0,24 35
5 MEDAN 118,05 -0,66 61
6 PADANG SIDEMPUAN 118,16 -0,77 64
7 PADANG 119,62 -0,73 63
8 PEKAN BARU 115,95 -0,34 44
9 DUMAI 119,49 -0,13 27
10 JAMBI 119,34 -0,05 20

6 Berita Resmi Statistik No. 11/04/91 Th. III, 1 April 2010


Tabel 3 (Lanjutan)
Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK), Inflasi Bulan Maret 2010,
dan Peringkat Inflasi Nasional di 66 Kota IHK

Bulan Maret 2010


No Kota
IHK Inflasi Peringkat
11 PALEMBANG 118,75 -0,31 42
12 BENGKULU 121,62 -0,57 58
13 BANDAR LAMPUNG 123,43 -0,87 65
14 PANGKAL PINANG 123,32 -0,09 23
15 BATAM 114,36 0,25 11
16 TANJUNG PINANG 119,34 -0,28 39
17 DKI JAKARTA 116,80 0,07 16
18 BOGOR 119,81 0,26 10
19 SUKABUMI 119,03 -0,34 45
20 BANDUNG 116,05 0,03 17
21 CIREBON 122,44 -0,54 57
22 BEKASI 116,33 -0,48 55
23 DEPOK 116,26 -0,24 36
24 TASIKMALAYA 121,47 -0,30 40
25 PURWOKERTO 118,05 -0,34 46
26 SURAKARTA 112,05 -0,24 37
27 SEMARANG 117,43 -0,20 34
28 TEGAL 119,68 -0,26 38
29 YOGYAKARTA 117,81 0,13 15
30 JEMBER 118,51 -0,35 47
31 SUMENEP 114,79 -0,19 33
32 KEDIRI 116,98 -0,71 62
33 MALANG 118,18 -0,17 30
34 PROBOLINGGO 120,77 -0,45 52
35 MADIUN 122,09 -0,18 31
36 SURABAYA 115,82 -0,12 26
37 SERANG 122,67 -0,62 59
38 TANGERANG 119,39 -0,47 53
39 CILEGON 119,67 -0,32 43
40 DENPASAR 117,98 -0,08 22
41 MATARAM 122,29 -0,10 25
42 BIMA 125,66 -0,30 41
43 MAUMERE 128,67 -0,09 24
44 KUPANG 124,54 -0,16 29
45 PONTIANAK 123,56 0,66 4
46 SINGKAWANG 122,08 1,70 1
47 SAMPIT 117,60 0,24 12
48 PALANGKA RAYA 119,36 0,23 13
49 BANJARMASIN 121,19 0,76 2
50 BALIKPAPAN 121,57 0,62 5
51 SAMARINDA 124,12 0,70 3
52 TARAKAN 135,19 -0,36 48

Berita Resmi Statistik No. 11/04/91 Th. III, 1 April 2010 7


Tabel 3 (Lanjutan)
Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK), Inflasi Bulan Maret 2010,
dan Peringkat Inflasi Nasional di 66 Kota IHK

Bulan Maret 2010


No Kota
IHK Inflasi Peringkat
53 MANADO 118,72 -0,18 32
54 PALU 120,19 -0,65 60
55 WATAMPONE 131,27 -0,50 56
56 MAKASSAR 118,59 -0,39 49
57 PARE-PARE 121,74 -0,42 51
58 PALOPO 128,06 0,23 14
59 KENDARI 122,60 0,01 19
60 GORONTALO 120,20 -0,47 54
61 MAMUJU 122,39 -0,39 50
62 AMBON 121,22 0,27 9
63 TERNATE 122,53 0,33 7
64 MANOKWARI 131,35 0,02 18
65 SORONG 135,65 0,31 8
66 JAYAPURA 119,07 0,56 6

Diterbitkan oleh :
Bidang Statistik Distribusi
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat
Jalan Trikora – Sowi IV, Manokwari 98315.
Telp. (0986) 2702414, Fax. (0986) 213038
Contact Person :
Sutiyo, SE (085244606363)
Heri Tribowo, S.ST (085244542424)

8 Berita Resmi Statistik No. 11/04/91 Th. III, 1 April 2010