Anda di halaman 1dari 6

BADAN PUSAT STATISTIK

BPS PROVINSI PAPUA BARAT


No.14/04/91 Th. III, 01 April 2010

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

; Pada Bulan Februari 2010, NTP Nasional dan Provinsi Papua Barat pada masing-masing subsektor
tercatat sebesar 97.12 dan 88.97 untuk Subsektor Padi & Palawija (NTPP), 104.99 dan 110.29 untuk
Subsektor Hortikultura (NTPH), 104.48 dan 121.52 untuk Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat
(NTPR), 104.33 dan 112.49 untuk Subsektor Peternakan (NTPT) dan 105.30 dan 113.07 untuk
Subsektor Perikanan (NTN). NTPp Nasional tercatat untuk bulan Februari 2010 sebesar 101.09 atau
mengalami penurunan sebesar 0.10 persen kemudian NTPp Provinsi Papua Barat pada Februari 2010
sebesar 104.06 atau mengalami penurunan sebesar 0.42 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
; Pada Februari 2010, terjadi inflasi daerah pedesaan secara regional di Provinsi Papua Barat sebesar
0.40 persen terjadi karena lima dari ketujuh kelompok konsumsi rumah tangga mengalami kenaikan dan
dua kelompok lainnya mengalami penurunan. Kelompok konsumsi rumah tangga yang mengalami
kenaikan yaitu subkelompok makanan jadi (1.55%), subkelompok perumahan (1.01%), subkelompok
sandang (0.17%), subkelompok kesehatan (0.70%), dan subkelompok transportasi dan komunikasi
(0.29%), sedangkan subkelompok yang mengalami penurunan adalah sub kelompok bahan makanan
(0.17%) dan sub kelompok pendidikan, rekreasi & olah raga (0.26%).

1. Nilai Tukar Petani

Nilai Tukar Petani (NTP) yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks
harga yang dibayar petani (dalam persentase), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat
kemampuan/daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian
dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin
kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.
Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di 7 (tujuh) Kabupaten di Provinsi Papua Barat pada
bulan Februari 2010, menunjukan bahwa NTP Provinsi Papua Barat mengalami penurunan sebesar 0.42 persen
dibanding bulan Januari 2010 yaitu dari 104.50 Menjadi 104.06. Hal ini disebabkan karena indeks harga hasil
produksi pertanian yang dihasilkan petani mengalami penurunan sedangkan indeks harga barang dan jasa yang
dikonsumsi oleh rumah tangga petani maupun untuk keperluan produksi pertanian mengalami kenaikan.
Bila NTP Provinsi Papua Barat bulan Februari 2010 dibandingkan dengan bulan Januari 2010, maka terlihat
bahwa hanya satu dari kelima NTP subsektor mengalami kenaikan dan empat subsektor mengalami penurunan.
Subsektor yang mengalami kenaikan tersebut yaitu subsektor hortikultura (0.11%), sedangkan keempat subsektor

Berita Resmi Statistik No. 14/04/91 Th. III, 01 April 2010 1


yang mengalami penurunan yaitu subsektor tanaman pangan (0.79%), tanaman perkebunan rakyat (0.04%),
peternakan (0.30%), dan perikanan (0.48%).
Tabel 1.
Nilai Tukar Petani Provinsi Papua Barat
Per Subsektor Februari 2010 (2007=100)

Bulan Persentase
Subsektor Januari Februari Perubahan
(1) (2) (3) (4)
1. Tanaman Pangan
a. Indeks yang Diterima (It) 113.46 113,34 -0,11
b. Indeks yang Dibayar (Ib) 126.52 127,39 0,69
c. Nilai Tukar Petani (NTP-Pp) 89.68 88,97 -0,79
2. Hortikultura
a. Indeks yang Diterima (It) 133.11 133,46 0,26
b. Indeks yang Dibayar (Ib) 120.82 121,01 0,15
c. Nilai Tukar Petani (NTP-H) 110.17 110,29 0,11
3. Tanaman Perkebunan Rakyat
a. Indeks yang Diterima (It) 146.05 146.05 0.00
b. Indeks yang Dibayar (Ib) 120.14 120,18 0,04
c. Nilai Tukar Petani (NTP-Pr) 121.57 121,52 -0,04
4. Peternakan
a. Indeks yang Diterima (It) 131.66 131,24 -0,32
b. Indeks yang Dibayar (Ib) 116.68 116,66 -0,02
c. Nilai Tukar Petani (NTP-Pt) 112.83 112,49 -0,30
5. Perikanan
a. Indeks yang Diterima (It) 138.92 138,81 -0,08
b. Indeks yang Dibayar (Ib) 122.27 122,77 0,40
c. Nilai Tukar Petani (NTP-N) 113.61 113,07 -0,48
Gabungan/Provinsi Papua Barat
a. Indeks yang Diterima (It) 127.22 127,09 -0,10
b. Indeks yang Dibayar (Ib) 121.74 122,14 0,33
c. Nilai Tukar Petani (NTP-P) 104.50 104,06 -0,42

2. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)


Indeks Harga yang Diterima Petani (It) dari lima subsektor menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas
pertanian yang dihasilkan petani. Pada Februari 2010, indeks harga yang diterima petani (It) di Provinsi Papua Barat
mengalami penurunan sebesar 0.10 persen apabila dibandingkan dengan Indeks Harga yang Diterima Petani (It)
pada bulan Januari 2010, yaitu dari 127.22 menjadi 127.09. Indeks yang diterima petani pada Februari 2010
menunjukkan bahwa tiga dari lima subsektor mengalami penurunan, satu subsektor mengalami penurunan dan
lainnya tetap. Subsektor yang mengalami penurunan yaitu subsektor tanaman pangan (0.11%), subsektor
peternakan (0.32%), dan subsektor perikanan (0.08%) sedangkan subsektor yang mengalami kenaikan adalah
subsektor hortikultura (0.26%), kemudian untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat yang tidak mengalami
perubahan.

2 Berita Resmi Statistik No. 14/04/91 Th. III,01 April 2010


3. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)
Pada indeks harga yang dibayar petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi
oleh masyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar pada masyarakat pedesaan, serta
fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

Pada Februari 2010 indeks harga yang dibayar (Ib) petani di Provinsi Papua Barat dilaporkan mengalami
kenaikan sebesar 0.33 persen bila dibandingkan Januari 2010, yaitu dari 121.74 menjadi 122.14. Kenaikan Ib terjadi
di empat subsektor, yakni subsektor tanaman pangan sebesar 0.69 persen, subsektor hortikultura sebesar 0.15 persen,
subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0.04 persen, dan subsektor perikanan sebesar 0.40 persen, sedangkan
satu subsektor mengalami penurunan yaitu peternakan sebesar 0.02%.

4. NTP Subsektor
a. Subsektor Tanaman Pangan (NTP-Pp)
Pada bulan Februari 2010 NTP-Pp di Provinsi Papua Barat terjadi penurunan sebesar 0.79 persen di
bandingkan bulan Januari 2010 yaitu dari 89.68 menjadi 88.97. Turunnya NTP-Pp ini disebabkan karena penurunan
indeks harga yang diterima petani sebesar 0.11 persen dan kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0.69
persen.
Penuruan It pada bulan Februari 2010 disebabkan karena penurunan indeks pada subkelompok palawija
sebesar 0.14 persen. Di sisi lain kenaikan Ib disebabkan karena kenaikan indeks konsumsi rumah tangga sebesar
0.83 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

b. Subsektor Hortikultura (NTP-H)

Pada Februari 2010, NTP-H di Provinsi Papua Barat dilaporkan terjadi kenaikan sebesar 0.11 persen yaitu dari
110.17 menjadi 110.29, hal ini karena dipicu dengan kenaikan indeks harga yang diterima petani yang mengalami
kenaikan sebesar 0.26 persen yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan indeks harga yang dibayar
petani mengalami kenaikan sebesar 0.15 persen, sehingga kondisi ini menyebabkan kenaikan NTPH.
Kenaikan It bulan Februari 2010 disebabkan karena kenaikan indeks harga sub kelompok sayur-sayuran
sebesar 0.42 persen dan sub kelompok buah-buahan sebesar 0.02 persen apabila di bandingkan dengan bulan
sebelumnya. Disisi lain, kenaikan Ib bulan Februari 2010 ini dikarenakan kenaikan indeks harga sub kelompok
konsumsi rumah tangga yang mencapai 0.18 persen.

Berita Resmi Statistik No. 14/04/91 Th. III, 01 April 2010 3


Tabel 2.
Nilai Tukar Petani Provinsi Papua Barat
Per Subsektor dan Perubahannya
Februari 2010 (2007=100)

Bulan Persentase
Kelompok dan Sub kelompok Januari Februari Perubahan
(1) (2) (3) (4)
1. Tanaman Pangan
a. Indeks Diterima Petani 113,46 113,34 -0,11
- Padi 96,77 96,77 0,00
- Palawija 119,84 119,68 -0,14
b. Indeks Dibayar Petani 126,52 127,39 0,69
- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 131,32 132,41 0,83
- Indeks BPPBM 104.74 104,61 -0,13
2. Hortikultura
a. Indeks Diterima Petani 133,11 133,46 0,26
- Sayur-sayuran 156,02 156,68 0,42
- Buah-buahan 108,52 108,54 0,02
b. Indeks Dibayar Petani 120,82 121,01 0,15
- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 124,35 124,57 0,18
- Indeks BPPBM 103,46 103,46 0,00
3. Tanaman Perkebunan Rakyat
a. Indeks Diterima Petani 146,05 146,05 0,00
- Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) 146,05 146,05 0,00
b. Indeks Dibayar Petani 120,14 120,18 0,04
- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 125,49 125,54 0,04
- Indeks BPPBM 108,40 108,43 0,03
4. Peternakan
a. Indeks Diterima Petani 131,66 131,24 -0,32
- Ternak Besar 104,90 104,73 -0,16
- Ternak Kecil 150,47 149,68 -0,53
- Unggas 154,79 154,79 0,00
- Hasil Ternak 117,12 117,12 0,00
b. Indeks Dibayar Petani 116,68 116,66 -0,02
- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 122,17 122,16 0,00
- Indeks BPPBM 106,73 106,68 -0,05
5. Perikanan
a. Indeks Diterima Petani 138,92 138,81 -0,08
- Penangkapan 138,92 138,81 -0,08
- Budidaya 0.00 0.00 0.00
b. Indeks Dibayar Petani 122,27 122,77 0,40
- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 127,19 127,88 0,54
- Indeks BPPBM 112,31 112,41 0,09

4 Berita Resmi Statistik No. 14/04/91 Th. III,01 April 2010


c. Subsektor Perkebunan Rakyat (NTP-Pr)
Pada bulan Februari 2010 NTP-Pr terjadi penurunan sebesar 0.04 persen yaitu dari 121.57 menjadi 121.52
persen, hal ini karena kenaikan pada indeks harga yang dibayar petani sebesar 0.04 persen sedangkan indeks
harga yang diterima petani tidak mengalami perubahan.
Kenaikan Ib pada bulan Februari 2010 disebabkan oleh indeks subkelompok biaya produksi dan penambahan
barang modal (BPPBM) sebesar 0.03 persen dan kenaikan indeks sub kelompok konsumsi rumah tangga yang
mengalami kenaikan mencapai sebesar 0.04 persen.

d. Subsektor Peternakan (NTP-Pt)


Pada bulan Februari 2010, NTP-Pt terjadi penurunan sebesar 0.30 persen yaitu dari 112.83 menjadi 112.49, hal
ini terjadi karena penurunan indeks harga yang diterima petani sebesar 0.32 persen yang relatif lebih tinggi
dibandingkan penurunan pada indeks harga yang dibayar petani yang hanya sebesar 0.02 persen.
Penurunan It pada Februari 2010 ini disebabkan karena terjadi penurunan pada subkelompok ternak besar
(0.16%); ternak kecil (0.53%). Disisi lain penurunan Ib pada bulan Februari 2010 disebabkan karena penurunan
indeks subkelompok biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) sebesar 0.05%.

e. Subsektor Perikanan (NTP-N)

Pada bulan Februari 2010, NTP-N terjadi penurunan sebesar 0.48 persen dibandingkan bulang Januari 2010
yaitu dari 113.61 menjadi 113.07, penurunan NTP-N ini dikarenakan kenaikan indeks yang dibayar petani sebesar
0.40 persen dan penurunan indeks harga yang diterima petani yang hanya sebesar 0.08 persen.
Kenaikan Ib pada Februari 2010 disebabkan karena kenaikan indeks sub kelompok konsumsi rumah tangga
yang mencapai 0.54 persen dan sub kelompok biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) sebesar
0.09 persen.

5. Indek Harga Konsumen Pedesaan

Perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mencerminkan angka Inflasi/Deflasi di wilayah pedesaan.
Pada Februari 2010 di wilayah pedesaan Provinsi Papua Barat terjadi inflasi sebesar 0.40 persen, sedangkan secara
nasional mengalami inflasi sebesar 0.60 persen. Dari 7 kelompok pengeluaran yang di laporkan pada bulan Februari
2010, ternyata kelompok pengeluaran yang menjadi angka pemicu deflasi diatas 2 persen di daerah pedesaan di
Provinsi Papua Barat dan Nasional tidak ada.

Berita Resmi Statistik No. 14/04/91 Th. III, 01 April 2010 5


Tabel 3.
Inflasi Pedesaan Provinsi Papua Barat dan Nasional
Menurut Kelompok Pengeluaran, Februari 2010 (2007=100)

Inf las i In fl asi


P ed esa an P e de saan
P r o vin si Na si on al
Ke lo m p o k P en ge lu ar an
F eb ru ar i Fe br u ari
20 10 201 0

[ 1] [2 ] [3]

K o ns um si R u m ah T an g g a 0, 40 0,6 0
1 B a han M ak anan -0, 17 0,8 6
2 M ak anan J adi 1, 55 0,6 0
3 P e rum ahan 1, 01 0,3 8
4 S a ndan g 0, 17 0,0 7
5 K e seh ata n 0, 70 0,1 7
6 P e ndidik an, Re krea si dan O la h ra ga -0, 26 0,1 6
7 T rans por da n K om unik as i 0, 29 0,0 9

Diterbitkan oleh :
Bidang Statistik Distribusi
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat
Jl. Trikora-Sowi IV No.99, Manokwari 98312.
Contact Person:
Sutiyo, SE (085244606363)
FX. Wahyono, A.Md (0856 4013 0990)

6 Berita Resmi Statistik No. 14/04/91 Th. III,01 April 2010