Anda di halaman 1dari 6

Investasi Properti

Written by
Sunday, 03 May 2009 00:00

Investasi di property masih jadi pilihan utama kebanyakan orang, sebab orang beranggapan
bahwa itu adalah salah satu cara terbaik untuk mengembangkan uang. Secara umum investasi
property dianggap lebih aman daripada jenis investasi lainnya. Sebabnya Anda menguasai atau
mengelola sendiri investasinya, jadi Anda bisa mengendalikan hampir semuanya.

Namun hal itu bukanlah satunya keuntungan berinvesatsi di property, karena yang paling
menarik sebenarnya dari invesatsi di property ini memungkinkan Anda untuk menggunakan
uang orang lain untuk mulai berinvestasi.

Kebanyakan produk investasi lain banyak dipengaruhi oleh faktor luar. Misalnya harga-harga di
bursa saham bisa naik turun dengan cepat bahkan signifikan karena isu atau gossip seputar
politik, kebijakan pemerintah, keamanan negara, kondisi ekonomi, atau seperti obligasi yang
harganya turun saat angka inflasi dan suku bunga naik. Dibandingkan property yang walaupun
juga terpengaruh faktor luar, namun perubahannya tidak terlalu cepat, misalnya harga rumah
tentunya tidak bisa berubah begitu saja dalam sehari tetapi butuh tahunan.

Keuntungan Investasi di Property


Dengan berinvestasi ke property, Anda mempunyai kesempatan untuk mendapatkan hasil
return investasi yang besar. Jika Anda lihat Donald Trump pengusuha property dari Amerika
atau Ir. Ciputra dari Indonesia, mereka kaya raya dari bisnis property. Bank juga memiliki
property, jika kita perhatikan gedung kantor pusat bertingkat tinggi yang megah, belum lagi
puluhan jumlah kantor cabangnya

Banyak cara untuk berinvestasi ke property. Anda bisa memulainya dengan membeli rumah
tinggal, ruko, membangun rumah sewaan, bangunan komersial lainnya atau tanah kosong. Dari
semua pilihan ini, membeli dan menjual rumah sewaan lebih baik dipilih bagi mereka yang baru
akan mulai berinvestasi di property, kemudian sedikit-sedikit menabung dari hasil sewa untuk
diinvestasikan kembali..Jika Anda perhatikan banyak orang tertarik untuk membuat rumah
sewaan, sebab dengan menjadi induk semang memungkinkan Anda memiliki harta yang bisa
Anda kontrol sendiri, kemudian menjualnya nanti. Kabar baiknya Anda tidak memerlukan uang
banyak untuk memulai investasi Anda di property.

Penting sekali memahami mengapa property seringkali menjadi pilihan utama orang untuk
mengembangkan harta kekayaannya, alasannya bukannya karena property tidak berisiko.

1/6
Investasi Properti

Written by
Sunday, 03 May 2009 00:00

Seperti investasi lainnya di property juga mempunyai kendala misalnya para penyewa yang
telat membayar sewa rumah, pindah tanpa memberitahu, bangunan yang rusak, kesulitan
apapun bisa terjadi. Intinya jika Anda bersedia repot dengan urusan semacam ini, maka
investasi di property memang untuk Anda.

Menggunakan Uang Orang lain “ Other People’s Money “


Salah satu hal yang paling menarik dari investasi di property adalah bahwa sistemnya dibuat
sedemikian rupa sehingga memungkinkan Anda untuk menggunakan uang orang lain untuk
membiayai investasi Anda. Ini adalah salah satu konsep terpenting yang membuata rproperty
bisa menjadikan Anda bisa lebih kaya dibandingkan investasi lainnya.

Pada jenis investasi lain maka besarnya jumlah investasinya sangat ditentukan dari seberapa
banyak Anda bersedia dan mampu membayarnya dengan tunai. Jadi untuk membeli investasi
lain Anda barus membayarnya tunai dengan asumsi menggunakan uang Anda sendiri. Kita
ambil saja contohnya investasi di pasar modal. Untuk membeli saham maka Anda harus
membayar tunai seluruhnya dari kesuluruhan transaksinya, kecuali Anda melakukan margin
trading yang sebenarnya sangat berisiko. Begitu juga investasi di obligasi, reksadana, deposito
dan tabungan di bank, bahka emas dan barang koleksi yang bernilai seni, semuanya
mensyaratkan pembayaran tunai seluruhnya.

Investasi di property tidak demikian, Anda bisa saja membayar sebesar uang muka rumahnya
sebesar 10% sampai dengan 30% dari harga rumahnya dalam rangka untuk memiliki
barangnya kemudian sisanya bisa dibiayai dari pinjaman ke bank. Jangankan bank, bahkan
developernya sendiripun mau memberikan keringanan pembayaran cicilan untuk pembayaran
uang muka pembelian barangnya.

Kesempatan untuk menggunakan uang orang lain terwujud dalam bentuk pembiayaan ini
disebut dengan istilah leverage, atau kemampuan dalam melipatgandakan sesuatu. Contohnya,
dihari pertama Anda berhasil mendapatkan kredit rumah dengan pembayaran uang muka
sebesar Rp 30 juta, maka dihari itu pula aset tunai Anda langsung bertambah menjadi Rp 100
juta. Dengan menggunakan pembiayaan maka investasi rumah bisa berlipat ganda dengan dua
cara. Pertama, semakin banyak uang yang diinvestasikan maka semakin besar uang orang lain
atau pembiayaan yang bisa Anda dapatkan, misalnya dengan uang Rp 30 juta, maka Anda
hanya bisa membeli saham sampai sebesar Rp 30 juta. Namun dengan jumlah uang yang
sama jika diinvestasikan ke dalam property, maka Anda bisa membeli rumah seharga Rp 100
juta. Dimana Anda membayar uang muka rumah sebasar Rp 30 juta, kemudian bank
membiayai sisanya sebesar Rp 70 juta, selanjutnya Anda menjadi pemilik sebuah bangunan

2/6
Investasi Properti

Written by
Sunday, 03 May 2009 00:00

seharga Rp 100 juta. Bukankah jumlah tersebut lebih dari 3 kalinya atau 300% berlipat ganda ?
Luar biasa.

Mengapa Real Estate Menguntungkan


Menggunakan uang orang lain atau menggunakan pembiayaan merupakan salah satu saja
dari kemudahan yang bisa dimanfaatkan dakam berinvestasi ke property. Namun selain itu
masih banyak keuntungan investasi di property yang membuatnya sangat menarik di
bandingkan investasi lainya.

1. Arus Kas, “Cash Flow“,


Arus kas adalah uang yang Anda terima secara rutin atas uang yang Anda
tanamkan dalam suatu investasi. misalnya bunga tabungan dan deposito adalah arus kas
karena memberikan pendapatan untuk Anda. Dalam property, uang sewa bisa menjadi
pemasukan atau arus kas untuk Anda. Semakin banyak bangunan yang bisa Anda sewakan
maka semakin besar pula arus kas Anda.

1. Nilai kepemilikan Anda terhadap rumah tersebut meningkat.


Nilai kepemilikan atau hak Anda terhadap investasi property yang dibiayai dari
konsep menggunakan uang orang lain tadi akan meningkat, jauh melebihi hutang atau
kewajiban Anda. Hak kepemilikan seseorang dalam suatu investasi ini dikenal dengan istilah
equity. Contohnya jika pembelian investasi property Anda sebesar Rp 100 juta, yang dibiayai
oleh bank Rp 70 juta, sisanya yang Rp 30 juta memakai uang Anda sendiri. Maka hak
kepemilikan Anda terhadap investasi senilai Rp 100 juta tadi adalah sebesar Rp 30 juta atau
30%nya. Hak kepemilikan akan bertambah nilainya karena adanya pembayaran cicilan
hutang yang mengurangi kewajiban. Selain itu hak kepemilikan Anda juga bertambah karena
nilai propertinya naik. Nilai property Anda akan naik disebabkan inflasi yang membuat harga
barang dan jasa mengalami kenaikan termasuk property. Akibat inflasi ini bukan cuma
nilai propertinya yang naik tetapi juga Anda mempunyai kesempatan untuk menaikkan arus
kas atau pendapatan rutin Anda dengan cara menaikkan uang sewa rumah sejalan dengan
inflasi tadi. Kenaikan nilai property ini bahkan bisa menaikkan kekuatan meminjam Anda.
Bank biasanya dengan senang hati memberikan pinjaman tambahan berdasarkan kenaikan
harga agunannya atau propertinya. Anda bisa mengunakan uang ini untuk melunasi saldo
hutang yang lama, dan sisa uang dari pinjaman tersebut bisa masuk kantong Anda.
Kemudian untuk cicilan pinjaman baru sesuaikanlah dengan pemasukan uang sewa.

3/6
Investasi Properti

Written by
Sunday, 03 May 2009 00:00

1. Kesempatan untuk membangun bangunan yang lebih besar lagi, setelah Anda
berhasil melunasi hutangnya, Anda akan mempunyai lebih banyak uang untuk dialokasikan,
misalnya untuk membuat property yang sudah ada menjadi lebih besar lagi. Banyak
investasi property dimulai dari sebuah bangunan kecil, tetapi karena ada pendapatan dari
sewa yang bisa mencover cicilan hutang bulanan, maka membuat propertinya menjadi
bangunan lebih besar menjadi sangat mungkin.

Sulitkah Mendapatkan Pinjaman Untuk Investasi Property?


Bagian paling sulit dari semua bisnis adalah mendapatkan uang untuk membiayai bisnis
tersebut. Orang bahkan masih sangat sulit untuk meminjam kredit usaha dari bank untuk
memulai usaha. Bank biasanya hanya mau memberikan pinjaman hanya kepada bisnis yang
sudah berjalan 2 tahun. Hal ini tidak berlaku saat Anda mau meminjam uang ke bank untuk
membeli rumah. Tidak peduli apakah Anda baru membeli rumah untuk pertama kalinya atau
untuk yang kesekian kalinya, kredit rumah bisa diberikan oleh bank untuk pembelian rumah
yang ke berapapun. Selain itu dari sisi bank kredit rumah juga dianggap sebagai jenis kredit
yang risikonya paling rendah.

Sebab besarnya cicilan kredit rumah disesuaikan dengan penghasilan Anda, dengan demkian
bank berasumsi bahwa debiturnya sudah mempunyai penghasilan yang stabil yang bisa
digunakan untuk membayar cicilan bulanan. Kemudian dilihat dari segi jaminanya yaitu
bangunan itu sendiri, yang kita ketahui terus mengalami kenaikan harga, maka tidak heran
kalau jaminannya umumnya bisa mengcover hutangnya.

Langkah – Langkah Memulai Investasi Di Property


Walaupun ada kesempatan menggunakan pinjaman untuk membiayai investasi property Anda,
bukan berarti Anda menjadi lengah. Investasi di property tetap membutuhkan komitmen
penggunaan uang dan waktu. Jadi melakukan riset dan menetapkan rencana sebelum
berinvestasi di property sangatlah penting. Karena langkah paling awal dan paling penting
begitu Anda memutuskan untuk berinvestasi ke property adalah mempelajari segala
sesuatunya tentang property sebanyak yang Anda bisa.

4/6
Investasi Properti

Written by
Sunday, 03 May 2009 00:00

- Terus belajar, ada banyak sumber informasi yang bisa Anda dapat untuk belajar
tentang investasi property misalnya dari buku – buku, kursus, seminar, juga internet dan
lain-lain. Untuk mengenal bisnis property Anda juga bisa mengambil kerja paruh waktu
sebagai broker property. Keuntungannya, selain Anda bisa mempraktekkan apa yang Anda
pelajari dari berbagai sumber informasi tadi, Anda juga bisa mendapatkan komisi penjualan
dari property yang Anda jual. Belum lagi kesempatan untuk membangun jaringan atau
network yang tentunya akan sangat bermanfaat untuk membantu bisnis property Anda nanti.
Melakukan riset terlebih dahulu akan membuat Anda “awas” terhadap risiko atau
problem-problem yang mungkin timbul berkenaan dengan kepemilikan property misalnya
bisa terjadi masalah dengan para penyewa, biaya-biaya perawatan bangunan.
- Bekerja samalah dengan agen penjual rumah atau broker property, setelah Anda
membekali diri Anda dengan informasi yang memadai tentang bisnis property maka
selanjutnya carilah seorang agen penjual rumah atau broker property yang bersedia
membantu Anda memahami lebih jauh tentang bisnis property. Carilah agen penjual yang
sudah berpengalaman minimal 2 tahun, biasanya mereka sudah jauh lebih menguasai bisnis
property. Sebaiknya Anda mencari agen penjual rumah yang bekerja fulltime daripada
partime, sebab dikhatirkan mereka tidak bisa memenuhi
- Riset mengenai suku bunga, kenaikan harga property, harga sewa,jika Anda mau
menggunakan pembiayaan dari bank maka bandingkanlah suku bunga kredit bank yang
satu dengan yang lain dan carilah yang paling kompetitif. Kemudian juga mengenai
asumsi kenaikan harga propertinya sehingga Anda bisa menentukan kira-kira berapa harga
jualnya suatu saat nanti. Jangan lupa jika Anda ingin mendapatkan pemdapatan dari sewa
ruamh, maka sebelum menentukan harga sewa carilah informasi mengenai harga sewa
rumah yang pantas untuk daerah tersebut yang disesuaikan dengan kondisi bangunannya.

Your Action Plan


Setelah Anda berketetapan hati untuk berinvestasi di property, maka selanjutnya Anda tinggal
menetapkan tujuan dari investasi property Anda secara spesifik dan terukur. Misalnya Anda
ingin mendapatkan uang Rp 100 juta yang Anda tanamkan dalam investasi property e atau
pembelian property bisa menjadi Rp 1 M dalam 10 tahun. Setelah Anda menetapkan tujuan
barulah Anda bisa menentukan jenis property apa yang cocok untuk mencapai tujuan tersebut,
apakah perumahan, bangunan komersial.. Hitunglah berapa banyak jumlah uang yang
dibutuhkan untuk nvestasi tersebut, kondisi pasar propertinya, kemudian jumlah uang sewa
yang bisa Anda harapkan, juga berapa banyak bangunan yang bisa Anda beli. Dengan
melakukan riset seperti dianjurkan diatas, maka Anda bisa memperkirakan berapa banyak uang
yang mesti Anda sediakan dan berapa hasil investasi yang bisa diharapkan untuk terus
berkembang. Anda bahkan bisa perkirakan berapa lama property tersebut harus Anda tahan
sebelum menjualnya. Dengan membuat tujuan keuangannya akan memberikan Anda semacam
pedoman untuk memulai bisnis baru Anda, mengambil tindakan-tindakan yang perlu,
melakukan antisipasi risiko, kemudian melakukan investasinya.

5/6
Investasi Properti

Written by
Sunday, 03 May 2009 00:00

Selamat berinvestasi !

Salam
Mike Rini
Perencana Keuangan

Sumber : danarekssa.com

Diedit : RumahTebet.Com

6/6