Anda di halaman 1dari 6

BADAN PUSAT STATISTIK

BPS PROVINSI PAPUA BARAT


No.10/03/91 Th. III, 01 Maret 2010

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

; Pada Bulan Januari 2010, NTP Nasional dan Provinsi Papua Barat pada masing-masing subsektor
tercatat sebesar 97.19 dan 89.68 untuk Subsektor Padi & Palawija (NTPP), 105.05 dan 110.17 untuk
Subsektor Hortikultura (NTPH), 104.77 dan 121.57 untuk Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat
(NTPR), 104.63 dan 112.83 untuk Subsektor Peternakan (NTPT) dan 105.05 dan 113.61 untuk
Subsektor Perikanan (NTN). NTPp Nasional tercatat untuk bulan Januari 2010 sebesar 101.19 atau
mengalami penurunan sebesar 0.01 persen kemudian NTPp Provinsi Papua Barat pada Januari 2010
sebesar 104.50 atau mengalami penurunan sebesar 0.46 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
; Pada Januari 2010, terjadi inflasi daerah pedesaan secara regional di Provinsi Papua Barat sebesar 0.75
persen terjadi karena tiga dari ketujuh kelompok konsumsi rumah tangga mengalami kenaikan dan empat
kelompok lainnya mengalami penurunan. Kelompok konsumsi rumah tangga yang mengalami kenaikan
yaitu subkelompok bahan makanan (0.87%), subkelompok makanan jadi (1.99%), dan subkelompok
sandang (0.05%), sedangkan subkelompok yang mengalami penurunan adalah sub kelompok
perumahan (0.59%), sub kelompok kesehatan (0.96%), sub kelompok pendidikan, rekreasi & olah raga
(0.06%), dan subkelompok transportasi dan komunikasi (0.04%).

1. Nilai Tukar Petani

Nilai Tukar Petani (NTP) yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks
harga yang dibayar petani (dalam persentase), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat
kemampuan/daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian
dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin
kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.
Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di 7 (tujuh) Kabupaten di Provinsi Papua Barat pada
bulan Januari 2010, menunjukan bahwa NTP Provinsi Papua Barat mengalami penurunan sebesar 0.46 persen
dibanding bulan Desember 2009 yaitu dari 104.98 Menjadi 104.50. Hal ini disebabkan karena indeks harga hasil
produksi pertanian yang dihasilkan petani mengalami kenaikan yang lebih kecil dari pada kenaikan indeks harga
barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga petani maupun untuk keperluan produksi pertanian.
Bila NTP Provinsi Papua Barat bulan Januari 2010 dibandingkan dengan bulan Desember 2009, maka terlihat
bahwa hanya satu dari kelima NTP subsektor mengalami kenaikan dan empat subsektor mengalami penurunan.
Subsektor yang mengalami kenaikan tersebut yaitu subsektor peternakan (0.45%), sedangkan keempat subsektor

Berita Resmi Statistik No. 10/03/91 Th. III, 01 Maret 2010 1


yang mengalami penurunan yaitu subsektor tanaman pangan (1.09%); hortikultura (1.15%), tanaman perkebunan
rakyat (0.23%) dan perikanan (0.12%).
Tabel 1.
Nilai Tukar Petani Provinsi Papua Barat
Per Subsektor Januari 2010 (2007=100)

Bulan Persentase
Subsektor Desember Januari Perubahan
(1) (2) (3) (4)
1. Tanaman Pangan
a. Indeks yang Diterima (It) 113.61 113.46 -0.14
b. Indeks yang Dibayar (Ib) 125.32 126.52 0.96
c. Nilai Tukar Petani (NTP-Pp) 90.66 89.68 -1.09
2. Hortikultura
a. Indeks yang Diterima (It) 134.06 133.11 -0.71
b. Indeks yang Dibayar (Ib) 120.29 120.82 0.44
c. Nilai Tukar Petani (NTP-H) 111.45 110.17 -1.15
3. Tanaman Perkebunan Rakyat
a. Indeks yang Diterima (It) 145.43 146.05 0.43
b. Indeks yang Dibayar (Ib) 119.36 120.14 0.65
c. Nilai Tukar Petani (NTP-Pr) 121.84 121.57 -0.23
4. Peternakan
a. Indeks yang Diterima (It) 130.71 131.66 0.72
b. Indeks yang Dibayar (Ib) 116.37 116.68 0.27
c. Nilai Tukar Petani (NTP-Pt) 112.33 112.83 0.45
5. Perikanan
a. Indeks yang Diterima (It) 137.88 138.92 0.75
b. Indeks yang Dibayar (Ib) 121.22 122.27 0.87
c. Nilai Tukar Petani (NTP-N) 113.75 113.61 -0.12
Gabungan/Provinsi Papua Barat
a. Indeks yang Diterima (It) 126.98 127.22 0.19
b. Indeks yang Dibayar (Ib) 120.96 121.74 0.65
c. Nilai Tukar Petani (NTP-P) 104.98 104.50 0.46

2. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)


Indeks Harga yang Diterima Petani (It) dari lima subsektor menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas
pertanian yang dihasilkan petani. Pada Januari 2010, indeks harga yang diterima petani (It) di Provinsi Papua Barat
mengalami kenaikan sebesar 0.19 persen apabila dibandingkan dengan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada
bulan Desember 2009, yaitu dari 126.98 menjadi 127.19. Indeks yang diterima petani pada Januari 2010
menunjukkan bahwa tiga dari lima subsektor mengalami kenaikan dan dua mengalami penurunan. Subsektor yang
mengalami kenaikan yaitu subsektor tanaman perkebunan rakyat (0.43%), subsektor peternakan (0.72%), dan
subsektor perikanan (0.75%) sedangkan subsektor yang mengalami penurunan adalah subsektor hortikultura
(0.71%) dan subsektor tanaman pangan (0.14%).

2 Berita Resmi Statistik No. 10/03/91 Th. III,01 Maret 2010


3. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)
Pada indeks harga yang dibayar petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi
oleh masyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar pada masyarakat pedesaan, serta
fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

Pada Januari 2010 indeks harga yang dibayar (Ib) petani di Provinsi Papua Barat dilaporkan mengalami
kenaikan sebesar 0.65 persen bila dibandingkan Desember 2009, yaitu dari 120.96 menjadi 121.74. Kenaikan Ib
terjadi di kelima subsektor, yakni subsektor tanaman pangan sebesar 0.96 persen, subsektor hortikultura sebesar 0.44
persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0.65 persen, subsektor ternak sebesar 0.27 persen, dan
subsektor perikanan sebesar 0.87 persen.

4. NTP Subsektor
a. Subsektor Tanaman Pangan (NTPP)
Pada bulan Januari 2009 NTP-P di Provinsi Papua Barat terjadi penurunan sebesar 1.09 persen di bandingkan
bulan Desember 2009 yaitu dari 90.66 menjadi 89.68. Naiknya NTP-P ini disebabkan karena penurunan indeks
harga yang diterima petani sebesar 0.14 persen dan kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0.96
persen.
Penuruan It pada bulan Januari 2010 disebabkan karena penurunan indeks pada subkelompok palawija sebesar
0.18 persen. Di sisi lain kenaikan Ib disebabkan karena kenaikan indeks konsumsi rumah tangga sebesar 1.13
persen dibandingkan bulan Desember 2009 yaitu dari 129.85 menjadi 131.32.

b. Subsektor Hortikultura (NTPH)

Pada Januari 2010, NTP-H di Provinsi Papua Barat dilaporkan terjadi penurunan sebesar 1.15 persen yaitu dari
111.45 menjadi 110.17, hal ini karena dipicu dengan kenaikan indeks harga yang dibayar petani yang mengalami
kenaikan sebesar 0.44 persen dan penurunan indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan sebesar
0.71 persen, sehingga kondisi ini menyebabkan penurunan NTPH.
Penurunan It bulan Januari 2010 disebabkan karena penurunan indeks harga sub kelompok sayur-sayuran
sebesar 2.38 persen apabila di bandingkan dengan bulan sebelumnya. Disisi lain, kenaikan Ib bulan Januari 2010
yang relative tinggi ini dikarenakan kenaikan indeks harga sub kelompok konsumsi rumah tangga yang mencapai
0.51 persen dan kenaikan indeks harga subkelompok biaya produksi dan penambahan barang modal sebesar 0.04
persen.

Berita Resmi Statistik No. 10/03/91 Th. III, 01 Maret 2010 3


Tabel 2.
Nilai Tukar Petani Provinsi Papua Barat
Per Subsektor dan Perubahannya
Januari 2010 (2007=100)

Bulan Persentase
Kelompok dan Sub kelompok Desember Januari Perubahan
(1) (2) (3) (4)
1. Tanaman Pangan
a. Indeks Diterima Petani 113.61 113,46 -0,14
- Padi 96.77 96,77 0,00
- Palawija 120.06 119,84 -0,18
b. Indeks Dibayar Petani 125.32 126,52 0,96
- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 129.85 131,32 1,13
- Indeks BPPBM 104.74 104.74 0.00
2. Hortikultura
a. Indeks Diterima Petani 134.06 133,11 -0,71
- Sayur-sayuran 159.82 156,02 -2,38
- Buah-buahan 106.42 108,52 1,97
b. Indeks Dibayar Petani 120.29 120,82 0,44
- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 123.71 124,35 0,51
- Indeks BPPBM 103.42 103,46 0,04
3. Tanaman Perkebunan Rakyat
a. Indeks Diterima Petani 145.43 146,05 0,43
- Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) 145.43 146,05 0,43
b. Indeks Dibayar Petani 119.36 120,14 0,65
- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 124.85 125,49 0,52
- Indeks BPPBM 107.32 108,40 1,00
4. Peternakan
a. Indeks Diterima Petani 130.71 131,66 0,72
- Ternak Besar 103.78 104,90 1,08
- Ternak Kecil 149.48 150,47 0,66
- Unggas 155.32 154,79 -0,34
- Hasil Ternak 115.03 117,12 1,82
b. Indeks Dibayar Petani 116.37 116,68 0,27
- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 121.75 122,17 0,34
- Indeks BPPBM 106.59 106,73 0,13
5. Perikanan
a. Indeks Diterima Petani 137.88 138,92 0,75
- Penangkapan 137.88 138,92 0,75
- Budidaya 0.00 0.00 0.00
b. Indeks Dibayar Petani 121.22 122,27 0,87
- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 125.94 127,19 1,00
- Indeks BPPBM 111.65 112,31 0,59

4 Berita Resmi Statistik No. 10/03/91 Th. III,01 Maret 2010


c. Subsektor Perkebunan Rakyat (NTPR)
Pada bulan Januari 2010 NTPPR terjadi penurunan sebesar 0.23 persen yaitu dari 121.84 persen menjadi
121.57 persen, hal ini karena kenaikan pada indeks harga yang dibayar petani sebesar 0.65 persen relatif lebih
tinggi dibandingkan dengan kenaikan indeks harga yang diterima petani yang mencapai 0.43 persen.
Kenaikan pada It pada Januari 2010 karena kenaikan pada subkelompok tanaman perkebunan rakyat sebesar
0.43 persen dipicu oleh naiknya indeks harga coklat dan kelapa sawit pada bulan pencacahan. Disisi lain kenaikan Ib
pada bulan Januari 2010 lebih disebabkan oleh indeks subkelompok biaya produksi dan penambahan barang modal
(BPPBM) sebesar 1.00 persen dan kenaikan indeks sub kelompok konsumsi rumah tangga yang mengalami
kenaikan mencapai sebesar 0.52persen.

d. Subsektor Peternakan (NTPT)


Pada bulan Januari 2010, NTPPT terjadi kenaikan sebesar 0.45 persen yaitu dari 112.33 menjadi 112.83, hal ini
terjadi karena kenaikan indeks harga yang diterima petani yang mengalami kenaikan sebesar 0.72 persen yang
relatif lebih tinggi dibandingkan d kenaikan pada indeks harga yang dibayar petani yang hanya sebesar 0.27 persen.
Kenaikan It pada Januari 2010 ini disebabkan karena terjadi kenaikan pada semua Subkelompok yaitu
subkelompok ternak besar (1.08%); ternak kecil (0.66%); hasil ternak (1.82%). Disisi lain Kenaikan Ib pada bulan
Januari 2010 disebabkan karena kenaikan indeks konsumsi rumah tangga yang mengalami kenaikan sebesar 0.34
persen.

e. Subsektor Perikanan (NTN)

Pada bulan Januari 2010, NTN terjadi penurunan sebesar 0.12 persen dibandingkan bulang Desember 2009
yaitu dari 113.75 menjadi 113.61, penurunan NTN ini dikarenakan kenaikan indeks yang dibayar petani relatif
tinggi kenaikannya yaitu sebesar 0.87 persen dan indeks harga yang diterima petani yang hanya sebesar 0.75
persen.
Kenaikan Ib pada Januari 2010 disebabkan karena kenaikan indeks sub kelompok konsumsi rumah tangga yang
mencapai 1.00 persen dan sub kelompok biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) sebesar 0.59
persen.

5. Indek Harga Konsumen Pedesaan

Perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mencerminkan angka Inflasi/Deflasi di wilayah pedesaan.
Pada Januari 2010 di wilayah pedesaan Provinsi Papua Barat terjadi inflasi sebesar 0.75 persen, sedangkan secara
nasional mengalami inflasi sebesar 1.12 persen. Dari 7 kelompok pengeluaran yang di laporkan pada bulan Januari
20109, ternyata kelompok pengeluaran yang menjadi angka pemicu deflasi diatas 2 persen di daerah pedesaan di
Provinsi Papua Barat dan Nasional tidak ada.

Berita Resmi Statistik No. 10/03/91 Th. III, 01 Maret 2010 5


Tabel 3.
Inflasi Pedesaan Provinsi Papua Barat dan Nasional
Menurut Kelompok Pengeluaran, Januari 2010 (2007=100)

Inf las i In fl asi


P ed esa an P e de saan
P r o vin si Na si on al
Ke lo m p o k P en ge lu ar an
Jan u ar i Jan u ari
20 10 201 0

[ 1] [2 ] [3]

K o ns um si R u m ah T an g g a 0, 75 1,1 2
1 B a han M ak anan 0, 87 1,3 9
2 M ak anan J adi 1, 99 1,6 0
3 P e rum ahan -0, 59 0,6 8
4 S a ndan g 0, 05 0,3 7
5 K e seh ata n -0, 96 0,6 3
6 P e ndidik an, Re krea si dan O la h ra ga -0, 06 0,0 7
7 T rans por da n K om unik as i -0, 04 0,0 8

Diterbitkan oleh :
Bidang Statistik Distribusi
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat
Jl. Trikora-Sowi IV No.99, Manokwari 98312.
Contact Person:
Sutiyo, SE (085244606363)
FX. Wahyono, A.Md (0856 4013 0990)

6 Berita Resmi Statistik No. 10/03/91 Th. III,01 Maret 2010