Anda di halaman 1dari 8

BADAN PUSAT STATISTIK

BPS PROVINSI PAPUA BARAT

No. 08/03/91 Th. III, 1 Maret 2010

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI


PROVINSI PAPUA BARAT

Pada bulan Pebruari 2010, Provinsi Papua Barat mengalami inflasi gabungan sebesar 0,08 persen. Inflasi
di Provinsi Papua Barat ini mencakup deflasi di Kota Manokwari dan inflasi di Kota Sorong. Dari 66 kota, Kota
Manokwari menempati peringkat inflasi ke-enampuluhtiga (yakni sebesar -0,62 persen), sedangkan untuk Kota
Sorong menempati peringkat inflasi ke-lima (yakni sebesar 0,91 persen) di Indonesia.
Inflasi gabungan di Provinsi Papua Barat terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh
kenaikan indeks pada kelompok-kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok makanan jadi, minuman,
rokok, dan tembakau sebesar 1,68 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,80 persen;
serta kelompok kesehatan sebesar 0,41 persen. Sedangkan empat kelompok lainnya justru mengalami
penurunan indeks atau deflasi, yakni kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -1,15 persen;
kelompok sandang sebesar -0,19 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar -0,08
persen; serta kelompok bahan makanan sebesar -0,07 persen.
Laju inflasi tahun kalender (Pebruari-Pebruari) 2010 di Provinsi Papua Barat sebesar 0,22 persen,
sedangkan laju inflasi tahun ke tahun (Pebruari 2010 terhadap Pebruari 2009) sebesar 3,37 persen.

BULAN PEBRUARI 2010, PROVINSI PAPUA BARAT MENGALAMI INFLASI GABUNGAN


SEBESAR 0,08 PERSEN DENGAN INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) SEBESAR 133,10.

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Pebruari 2010, secara umum menunjukkan adanya
kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS, dengan menggunakan penghitungan dan tahun dasar baru (2007 =
100), di Provinsi Papua Barat (hasil SBH 2007) pada bulan Pebruari 2010 terjadi inflasi gabungan sebesar 0,08
persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 132,99 pada bulan Januari 2010 menjadi 133,10
pada bulan Pebruari 2010. Sedangkan laju inflasi gabungan Provinsi Papua Barat tahun kalender (Januari-Pebruari)
2010 yakni sebesar 0,22 persen; serta laju inflasi tahun ke tahun (Pebruari 2010 terhadap Pebruari 2009) sebesar
3,37 persen.

Inflasi gabungan di Provinsi Papua Barat terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh
kenaikan indeks pada kelompok-kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok makanan jadi, minuman,
rokok, dan tembakau sebesar 1,68 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,80 persen; serta
kelompok kesehatan sebesar 0,41 persen. Sedangkan empat kelompok lainnya justru mengalami penurunan indeks
atau deflasi, yakni kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -1,15 persen; kelompok sandang
sebesar -0,19 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar -0,08 persen; serta kelompok
bahan makanan sebesar -0,07 persen.

Berita Resmi Statistik No. 08/03/91 Th. III, 1 Maret 2010 1


Inflasi gabungan yang terjadi di Provinsi Papua Barat dipengaruhi oleh kenaikan indeks yang cukup signifikan
pada sub kelompok-sub kelompok seperti : sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 2,41 persen; sub kelompok
minuman yang tidak beralkohol sebesar 2,41 persen; sub kelompok kacang-kacangan sebesar 2,02 persen; sub
kelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 1,97 persen; sub kelompok jasa perawatan jasmani sebesar
1,74 persen; sub kelompok komunikasi dan pengiriman sebesar 1,65 persen; sub kelompok padi-padian, umbi-
umbian, dan hasilnya sebesar 1,58 persen; sub kelompok pendidikan sebesar 1,55 persen; sub kelompok ikan
diawetkan sebesar 1,19 persen; serta sub kelompok makanan jadi sebesar 1,14 persen.

Tabel 1
Laju Inflasi Gabungan Provinsi Papua Barat Pebruari 2010, Tahun Kalender 2010,
dan Tahun Ke Tahun 2010 menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100)

IHK IHK IHK Inflasi bulan Laju Inflasi Laju Inflasi


Desember Januari Pebruari Pebruari Tahun Tahun
Kelompok Pengeluaran 2009 2010 2010 2010 *) Kalender Ke Tahun
2010 **) 2010 ***)
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

U m u m 132,80 132,99 133,10 0,08 0,22 3,37


1 Bahan Makanan 144,82 144,83 144,73 -0,07 -0,06 2,05
2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan 147,45 149,12 151,62 1,68 2,83 6,30
Tembakau
3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan 131,81 131,86 131,74 -0,08 -0,05 1,57
bakar
4 Sandang 117,35 117,94 117,72 -0,19 0,32 7,58
5 Kesehatan 125,78 126,41 126,94 0,41 0,92 4,91
6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 113,72 113,87 114,79 0,80 0,94 2,45
7 Transpor dan Komunikasi dan Jasa 111,96 111,40 110,12 -1,15 -1,64 3,92
Keuangan

*) Persentase perubahan IHK bulan Pebruari 2010 terhadap IHK bulan sebelumnya.
**) Persentase perubahan IHK bulan Pebruari 2010 terhadap IHK bulan Desember 2009.
***) Persentase perubahan IHK bulan Pebruari 2010 terhadap IHK bulan Pebruari 2009.

URAIAN INFLASI GABUNGAN PROVINSI PAPUA BARAT MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada bulan Pebruari 2010 mengalami deflasi sebesar -0,07 persen atau
terjadi penurunan indeks dari 144,83 pada Januari 2010 menjadi 144,73 pada Pebruari 2010.

Dari sebelas sub kelompok yang ada dalam kelompok bahan makanan, enam sub kelompok
mengalami deflasi, dan lima sub kelompok lainnya mengalami inflasi. Sub kelompok telur, susu dan hasil-

2 Berita Resmi Statistik No. 08/03/91 Th. III, 1 Maret 2010


hasilnya mengalami deflasi terbesar, yakni sebesar -3,88 persen, sedangkan sub kelompok daging dan hasil-
hasilnya adalah sub kelompok yang mengalami deflasi terkecil, yakni sebesar -0,20 persen. Adapun inflasi
tertinggi terjadi pada sub kelompok bumbu-bumbuan, yakni sebesar 2,41 persen; dan yang terendah terjadi
pada sub kelompok ikan segar, yakni sebesar 1,08 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada Pebruari 2010 mengalami inflasi
sebesar 1,68 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 149,12 pada Januari 2010 menjadi 151,62 pada
Pebruari 2010.

Dari tiga sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, seluruhnya mengalami inflasi. Sub kelompok
minuman yang tidak beralkohol mengalami inflasi tertinggi, yakni sebesar 2,41 persen; sedangkan dua sub
kelompok lainnya, yakni sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol serta sub kelompok makanan jadi
mengalami inflasi masing-masing sebesar 1,97 persen; dan 1,14 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada Pebruari 2010 mengalami deflasi sebesar
-0,08 persen, atau terjadi penurunan indeks dari 131,86 pada Januari 2010 menjadi 131,74 pada Pebruari
2010.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami deflasi dan
satu sub kelompok lainnya mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok penyelenggaraan
rumahtangga, yakni sebesar -0,95 persen; sedangkan yang terendah terjadi pada sub kelompok biaya tempat
tinggal, yakni sebesar -0,01 persen. Adapun satu sub kelompok yang mengalami inflasi adalah sub kelompok
perlengkapan rumahtangga, yakni sebesar 0,26 persen.

4. S a n d a n g

Kelompok sandang pada Pebruari 2010 mengalami deflasi sebesar -0,19 persen, atau terjadi
penurunan indeks dari 117,94 pada Januari 2010 menjadi 117,72 pada Pebruari 2010.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, satu sub kelompok mengalami deflasi, dua
sub kelompok mengalami inflasi, dan satu sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Deflasi
terjadi pada sub kelompok barang pribadi dan sandang lain, yakni sebesar -1,41 persen. Sedangkan sub
kelompok sandang anak-anak adalah sub kelompok yang mengalami inflasi tertinggi, yakni sebesar 0,15
persen; dan sub kelompok sandang laki-laki adalah sub kelompok yang mengalami inflasi terendah, yakni
sebesar 0,08 persen. Adapun satu sub kelompok lainnya yang tidak mengalami perubahan indeks adalah sub
kelompok sandang wanita.

Berita Resmi Statistik No. 08/03/91 Th. III, 1 Maret 2010 3


5. K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan pada Pebruari 2010 mengalami inflasi sebesar 0,41 persen, atau terjadi kenaikan
indeks dari 126,41 pada Januari 2010 menjadi 126,94 pada Pebruari 2010.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami inflasi, dan satu
sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok jasa
perawatan jasmani, yakni sebesar 1,74 persen; sedangkan yang terendah terjadi pada sub kelompok jasa
kesehatan, yakni sebesar 0,28 persen. Adapun satu sub kelompok lainnya yang tidak mengalami perubahan
indeks adalah sub kelompok obat-obatan.

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Pebruari 2010 mengalami inflasi sebesar 0,80
persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 113,87 pada Januari 2010 menjadi 114,79 pada Pebruari 2010.

Dari lima sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami inflasi, satu sub
kelompok mengalami deflasi, dan satu sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Sub
kelompok pendidikan adalah sub kelompok yang mengalami inflasi tertinggi, yakni sebesar 1,55 persen;
sedangkan sub kelompok yang mengalami inflasi terendah adalah sub kelompok rekreasi, yakni sebesar 0,27
persen. Adapun deflasi terjadi pada sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan, yakni sebesar -0,86
persen; dan satu sub kelompok lainnya yang tidak mengalami perubahan indeks adalah sub kelompok
kursus-kursus/pelatihan.

7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Pebruari 2010 mengalami deflasi sebesar -
1,15 persen atau terjadi penurunan indeks dari 111,40 pada Januari 2010 menjadi 110,12 pada Pebruari
2010.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, satu sub kelompok mengalami deflasi, satu
sub kelompok mengalami inflasi, dan dua sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Deflasi
terjadi pada sub kelompok transpor, yakni sebesar -2,03 persen; sedangkan sub kelompok komunikasi dan
pengiriman adalah sub kelompok yang mengalami inflasi, yakni sebesar 1,65 persen. Adapun dua sub
kelompok lainnya yang tidak mengalami perubahan indeks adalah sub kelompok sarana dan penunjang
transpor serta sub kelompok jasa keuangan.

4 Berita Resmi Statistik No. 08/03/91 Th. III, 1 Maret 2010


Tabel 2
Indeks Harga Konsumen Gabungan Provinsi Papua Barat Bulan Pebruari 2010 (2007=100),
dan Perubahan Terhadap Bulan Sebelumnya (Januari 2010)

IHK IHK IHK Inflasi Laju Inflasi Laju Inflasi


Desember Januari Pebruari Pebruari Tahun Tahun Ke
Kelompok Pengeluaran
2009 2010 2010 2010 *) Kalender Tahun
2010 **) 2010 ***)
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

UMUM 132,80 132,99 133,10 0,08 0,22 3,37


I. BAHAN MAKANAN 144,82 144,83 144,73 -0,07 -0,06 2,05
Padi-padian, Umbi-Umbian dan
Hasilnya
110,23 113,95 115,75 1,58 5,01 2,63
Daging dan Hasil-hasilnya 139,16 135,88 135,61 -0,20 -2,55 6,94
Ikan Segar 131,91 135,42 136,88 1,08 3,76 7,79
Ikan Diawetkan 153,07 151,49 153,29 1,19 0,15 21,32
Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 167,06 165,79 159,36 -3,88 -4,61 -12,13
Sayur-sayuran 171,65 170,68 166,52 -2,44 -2,99 2,71
Kacang-kacangan 172,70 171,98 175,45 2,02 1,59 9,71
Buah-buahan 173,02 174,76 170,68 -2,33 -1,35 10,78
Bumbu-bumbuan 209,27 195,51 200,23 2,41 -4,32 -3,94
Lemak dan Minyak 136,39 135,36 134,10 -0,92 -1,68 -0,94
Bahan Makanan Lainnya 137,21 137,52 136,84 -0,49 -0,27 10,24
II. MAKANAN JADI, MINUMAN ROKOK
& TEMBAKAU
147,45 149,12 151,62 1,68 2,83 6,30
Makanan Jadi 163,57 163,94 165,81 1,14 1,37 3,93
Minuman yang Tidak Beralkohol 139,67 142,23 145,65 2,41 4,28 9,82
Tembakau dan Minuman Beralkohol 129,72 132,62 135,23 1,97 4,25 6,52
III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS &
BAHAN BAKAR
131,81 131,86 131,74 -0,08 -0,05 1,57
Biaya Tempat Tinggal 141,84 141,89 141,88 -0,01 0,02 1,59
Bahan Bakar, Penerangan dan Air 111,42 111,47 111,32 -0,14 -0,09 1,70
Perlengkapan Rumahtangga 112,06 113,01 113,30 0,26 1,10 2,33
Penyelenggaraan Rumahtangga 124,43 123,11 121,94 -0,95 -2,00 -0,23
IV. SANDANG
117,35 117,94 117,72 -0,19 0,32 7,58
Sandang Laki-laki 112,71 112,78 112,88 0,08 0,15 7,81
Sandang Wanita 113,76 114,36 114,36 0,00 0,52 5,41
Sandang Anak-anak 107,00 107,31 107,47 0,15 0,44 2,00
Barang Pribadi dan Sandang Lain 149,12 151,92 149,77 -1,41 0,44 13,68
V. KESEHATAN 125,78 126,41 126,94 0,41 0,92 4,91
Jasa Kesehatan 123,57 123,57 123,92 0,28 0,28 1,77
Obat-obatan 129,29 129,29 129,29 0,00 0,00 15,45
Jasa Perawatan Jasmani 138,34 138,34 140,75 1,74 1,74 14,73
Perawatan Jasmani dan Kosmetika 121,45 123,01 123,65 0,52 1,81 0,35

*) Persentase perubahan IHK bulan Pebruari 2010 terhadap IHK bulan sebelumnya.
**) Persentase perubahan IHK bulan Pebruari 2010 terhadap IHK bulan Desember 2009.
***) Persentase perubahan IHK bulan Pebruari 2010 terhadap IHK bulan Pebruari 2009.

Berita Resmi Statistik No. 08/03/91 Th. III, 1 Maret 2010 5


Tabel 2 (Lanjutan)
Indeks Harga Konsumen Gabungan Provinsi Papua Barat Bulan Pebruari 2010 (2007=100),
dan Perubahan Terhadap Bulan Sebelumnya (Januari 2010)

IHK IHK IHK Inflasi Laju Inflasi Laju Inflasi


Desember Januari Pebruari Pebruari Tahun Tahun Ke
Kelompok Pengeluaran
2009 2010 2010 2010 *) Kalender Tahun
2010 **) 2010 ***)
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

VI. PENDIDIKAN, REKREASI DAN


OLAHRAGA
113,72 113,87 114,79 0,80 0,94 2,45
Jasa Pendidikan 119,24 119,24 121,09 1,55 1,55 4,19
Kursus-kursus/Pelatihan 120,86 120,86 120,86 0,00 0,00 9,92
Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 110,51 111,87 110,90 -0,86 0,35 -3,04
Rekreasi 106,67 106,46 106,74 0,27 0,07 1,59
Olahraga 117,31 117,31 117,90 0,50 0,50 1,10
VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI & JASA
KEUANGAN
111,96 111,40 110,12 -1,15 -1,64 3,92
Transpor 117,00 116,18 113,82 -2,03 -2,72 6,36
Komunikasi dan Pengiriman 92,33 92,17 93,69 1,65 1,48 -3,87
Sarana dan Penunjang Transpor 141,51 142,95 142,95 0,00 1,02 2,29
Jasa Keuangan 112,84 112,84 112,84 0,00 0,00 0,81

*) Persentase perubahan IHK bulan Pebruari 2010 terhadap IHK bulan sebelumnya.
**) Persentase perubahan IHK bulan Pebruari 2010 terhadap IHK bulan Desember 2008.
***) Persentase perubahan IHK bulan Pebruari 2010 terhadap IHK bulan Desember 2008.

Tabel 3
Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK), Inflasi Bulan Pebruari 2010,
dan Peringkat Inflasi Nasional di 66 Kota IHK

Bulan Pebruari 2010


No Kota
IHK Inflasi Peringkat
1 BANDA ACEH 118,29 0,07 47
2 LHOKSEUMAWE 119,81 -0,23 56
3 SIBOLGA 119,96 0,43 21
4 PEMATANG SIANTAR 117,68 0,38 22
5 MEDAN 118,84 0,29 28
6 PADANG SIDEMPUAN 119,08 -0,43 60
7 PADANG 120,50 0,17 39
8 PEKAN BARU 116,34 0,20 36
9 DUMAI 119,65 -0,32 57
10 JAMBI 119,40 -0,36 58

6 Berita Resmi Statistik No. 08/03/91 Th. III, 1 Maret 2010


Tabel 3 (Lanjutan)
Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK), Inflasi Bulan Pebruari 2010,
dan Peringkat Inflasi Nasional di 66 Kota IHK

Bulan Pebruari 2010


No Kota
IHK Inflasi Peringkat
11 PALEMBANG 119,12 0,28 30
12 BENGKULU 122,32 0,11 45
13 BANDAR LAMPUNG 124,51 0,54 16
14 PANGKAL PINANG 123,43 0,15 40
15 BATAM 114,07 0,19 37
16 TANJUNG PINANG 119,68 0,64 10
17 DKI JAKARTA 116,72 0,14 41
18 BOGOR 119,50 0,14 42
19 SUKABUMI 119,44 0,13 43
20 BANDUNG 116,01 0,26 32
21 CIREBON 123,11 0,07 48
22 BEKASI 116,89 0,65 9
23 DEPOK 116,54 0,36 24
24 TASIKMALAYA 121,83 0,61 11
25 PURWOKERTO 118,45 0,45 20
26 SURAKARTA 112,32 0,29 29
27 SEMARANG 117,67 0,47 18
28 TEGAL 119,99 0,18 38
29 YOGYAKARTA 117,66 0,31 27
30 JEMBER 118,93 0,04 52
31 SUMENEP 115,01 0,07 49
32 KEDIRI 117,82 0,57 13
33 MALANG 118,38 0,37 23
34 PROBOLINGGO 121,32 0,46 19
35 MADIUN 122,31 0,07 50
36 SURABAYA 115,96 0,25 33
37 SERANG 123,43 0,06 51
38 TANGERANG 119,95 0,77 7
39 CILEGON 120,06 0,28 31
40 DENPASAR 118,08 0,55 14
41 MATARAM 122,41 0,33 25
42 BIMA 126,04 1,20 3
43 MAUMERE 128,79 -1,30 66
44 KUPANG 124,74 0,32 26
45 PONTIANAK 122,75 0,60 12
46 SINGKAWANG 120,04 0,23 35
47 SAMPIT 117,32 0,96 4
48 PALANGKA RAYA 119,09 0,24 34
49 BANJARMASIN 120,27 0,13 44
50 BALIKPAPAN 120,82 0,83 6
51 SAMARINDA 123,26 0,76 8
52 TARAKAN 135,68 1,82 1

Berita Resmi Statistik No. 08/03/91 Th. III, 1 Maret 2010 7


Tabel 3 (Lanjutan)
Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK), Inflasi Bulan Pebruari 2010,
dan Peringkat Inflasi Nasional di 66 Kota IHK

Bulan Pebruari 2010


No Kota
IHK Inflasi Peringkat
53 MANADO 118,93 0,49 17
54 PALU 120,98 -0,10 54
55 WATAMPONE 131,93 0,53 16
56 MAKASSAR 119,06 0,10 46
57 PARE-PARE 122,25 -0,37 59
58 PALOPO 127,76 -0,12 55
59 KENDARI 122,59 -0,78 65
60 GORONTALO 120,77 1,68 2
61 MAMUJU 122,87 -0,49 61
62 AMBON 120,89 -0,65 64
63 TERNATE 122,13 -0,07 53
64 MANOKWARI 131,33 -0,62 63
65 SORONG 135,23 0,91 5
66 JAYAPURA 118,41 -0,52 62

Diterbitkan oleh :
Bidang Statistik Distribusi
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat
Jalan Trikora – Sowi IV, Manokwari 98315.
Telp. (0986) 2702414, Fax. (0986) 213038
Contact Person :
Sutiyo, SE (085244606363)
Heri Tribowo, S.ST (085244542424)

8 Berita Resmi Statistik No. 08/03/91 Th. III, 1 Maret 2010