Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA DASAR

ACARA III
LIPIDA

Disusun oleh:
Kelompok XXXIV
Dwi Ahmad Priyadi
PT/05754
Hapsari Anggraini PT/05779

Asisten : Deasi Fitriani

LABORATORIUM BIOKIMIA NUTRISI


BAGIAN NUTRISI DAN MAKANAN TERNAK
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2010

ACARA III
LIPIDA

Tujuan Praktikum
Lipida

Lipida Sederhana Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui adanya lemak, untuk
mengetahui terjadinya hidrolisis lemak, untuk mengetahui perhitungan
angka asam, kelarutan, ketengikan, dan adanya noda lemak.
Trigliserida
Tinjauan Pustaka
Lipid adalah sekumpulan senyawa dalam tubuh yang memiliki ciri-
ciri yang serupa dengan malam, gemuk (grease), atau minyak. Karena
bersifat hidrofobik, golongan senyawa ini dapat dipakai tubuh sebagai
sarana yang bermanfaat untuk berbagai keperluan, seperti sebagai
simpanan bahan penghasil energi dan struktural (Gilvery, 1996).
Sedangkan menurut Kamal (1994) lipida adalah sekelompok substansi
organik yang terdapat pada jaringan tanaman dan jaringan hewan, tidak
larut didalam air tetapi larut dalam zat pelarut organik atau pelarut lemak
misalnya: benzena, ether, khloroform, dan sebagainya. Lipida berperan
sebagai pembawa elektron dan substrat pada reaksi enzimatik, sebagai
komponen membran biologik dan persediaan energi. Dalam analisis
proksimat dari pakan, lipida dimasukan ke dalam fraksi ekstrak
ether/lemak kasar.
Berdasarkan struktur kimia, lipida dibagi menjadi 2 kelompok yaitu,
lipida dengan struktur dasar gliserol, lipida dengan struktur dasar non
gliserol. Pembagian lipida selengkapnya sebagai berikut:

Lipida
0100090000037800000002001c000000000004000000030108000500000
00b0200000000050000000c025407b60d040000002e0118001c000000fb0
21000070000000000bc02000000000102022253797374656d0007b60d00
0003864b3bb05b110004ee8339c0d8b4040c020000040000002d0100000
4000000020101001c000000fb029cff000000000000900100000000074000
1254696d6573204e657720526f6d616e000000000000000000000000000
0000000040000002d010100050000000902000000020d000000320a5a00
00000100040000000000b20d530720002d00040000002d0100000300000
Glukolipida
Galaktolipida Lisetin Sefalin

00000

(Kamal, 1994)

Para ahli biokimia bersepakat bahwa lemak dan senyawa organik


yang mempunyai sifat fisika seperti lemak, dimasukan dalam satu
kelompok yang disebut lipid. Adapun sifat fisika yang dimaksud ialah,
tidak larut dalam air, tetapi larut dalam satu atau lebih dari satu pelarut
organik misalnya: eter, aseton, kloroform, benzena, yang juga sering
disebut “ pelarut lemak ” , ada hubungangan dengan asam-asam lemak
dan esternya, mempunyai kemungkinan digunakan oleh makhluk hidup
(Poedjiadi, 1994).
Senyawa-senyawa yang termasuk lipid ini dapat dibagi dalam
beberapa golongan, ada beberapa cara penggolongan yang dikenal. Bloor
membagi lipid dalam tiga golonggan besar yakni, lipid sederhana, yaitu
ester asam lemak dengan berbagai alkohol, contohnya lemak atau
gliserida dan lilin (waxes), lipid gabungan yaitu ester asam lemak yang
mempunyai gugus tambahan, contohnya fosfolipid, serebrosida, derivat
lipid, yaitu senyawa yang dihasilkan oleh proses hidrolisis lipid, contohnya
asam lemak, gliserol, dan sterol. Disamping itu berdasarkan sifat kimia
yang penting, lipid dapat dibagi dalam dua golongan yang besar, yakni
lipid yang disabunkan, yakni dapat dihidrolisis dengan basa, contohnya
lemak, dan lipid yang tidak dapat disabunkan, contohnya steroid.
Berdasarkan kemiripan struktur kimianya, lipid dibagi dalam
beberapa golongan yaitu, asam lemak , lemak, llin, fosfolipid, sfingolipid,
terpena, sreroid, dan lipid kompleks (Poedjiadi, 1994).
Sebagian besar asam lemak mempunyai satu gugus karboksil dan
satu rantai karbon yang tidak bercabang, yang jenuh maupun yang tidak
jenuh. Asam lemak digolongkan menjadi tiga, asam lemak jenuh, asam
lemak tidak jenuh dan asam lemak rantai cabang. Yang termasuk asam
lemak jenuh adalah tetranoat/butirat, heksanoat/kaproat, oktanoat/kaprilat,
dekanoat/kaprat, dodekanoat/laurat, tetradekanoat/miristat,
heksadekanoat/palmitat, oktadekanoat/stearat, eikosanoat/arakhidat.
Sedangkan yang termasuk asam lemak tidak jenuh adalah
heksadekanoat/palmitoleat, oktadekanoat/oleat, oktadekadienoat/linoleat,
oktadekatrienoat/linolenat, eikosatetaenoat/arakhidonat. Sedangkan yang
tergolong asam lemak rantai cabang adalah isobutirat dan isovelerat
(Kamal, 1994).
Struktur asam lemak adalah asam organik yang terdapat sebagai
ester trigliserida atau lemak, baik yang berasal dari hewan atau tumbuhan
(Poedjiadi, 1994). Asam lemak jenuh yang mempunyai rantai karbon
pendek, yaitu asam butirat dan kaporat mempunyai titik lebur yang
rendah. Ini berarti bahwa kedua asam tersebut berupa zat cair pada suhu
kamar. Semakin panjang rantai karbon makin panjang titik leburnya
(Poedjiadi, 1994). Asam lemak adalah asam lemah. Apabila dapat larut
dalam air molekul asam lemak akan terionisasi sebagian dan melepaskan
ion H+. Dalam hal ini pH larutan tergantung pada konstanta keasaman
dan derajat ionisasi masing-masing asam lemak (Poedjiadi, 1994)
Yang dimaksud dengan lemak disini ialah suatu ester asam lemak
dengan gliserol. Gliserol ialah suatu trihidroksi alkohol yang terdiri atas
tiga atom karbon yang mempunyai gugus (-OH) (Poedjiadi,1994). Lemak
yang mempunyai titik lebur tinggi mengandung asam lemak jenuh,
sedangkan lemak cair atau yang biasa disebut minyak mengandung asam
lemak tidak jenuh. sebagai contoh tristearin (Poedjiadi,1994).
Yang dimaksud dengan lilin (wax) disini ialah ester asam lemak
dengan monohidroksi alkohol yang mempunyai rantai karbon panjang,
antara 14 sampai 34 atom karbon. Sebagai contoh alkohol panjang adalah
setialkohol dan mereisialkohol.
CH3 - (CH2)14 – CH2OH CH3 – (CH2)28 – CH2OH

setialkohol mereisialkohol
(Poedjiadi,1994).
Kemal (1994) menambahkan, lilin merupakan lipida sederhana
yang mengandung asam lemak yang berikatan dengan alkohol
monohidrat bukan gliserol dengan bobot molekul yang tinggi. Fungsi lilin
pada tumbuhan dan hewan biasanya sebagai lapisan pelindung.
Fosfolipid atau fosfatidat ialah suatu gliserida yang mengandung
fosfor dalam bentuk ester asam fosfogliserida. Senyawa-senyawa dalam
golongan fosfogliserida ini dapat dipandang sebagai derivat asam α
fosfatidat. Gugus yang diikat fosfatidat ini antara lain kolin, etenolamina,
Serin, dan inositol. Dengan demikian senyawa yang termasuk fosfolipd ini
ialah fosfatildikolin, fosfatidiletanolamina, fosfatildiserin dan
fosfatidilinositol (Poedjiadi,1994).
Pada umumnya fosfolipid terdapat dalam sel tumbuhan, hewan dan
manusia. Pada tumbuhan fosfolipid terdapat dalam kedelai, pada manusia
atau hewan terdapat dalam telur, otak, hati, ginjal, pankreas, paru-paru
dan jantung (Poedjiadi,1994).
Senyawa sfingomielin rangka dasarnya bukan gliserol tetapi
tersusun dari asam lemak, asam fosfat, kholin dan sfingosin. Sfingomelin
terutama terdapat pada jaringan saraf (Kamal, 1994). Senyawa yang
termasuk golongan ini dapat di pandang sebagai derivat sfingosin atau
mempunyai struktur yang mirip, misalnya dihidrosfingosin.
NH3
I
CH3(CH2)12 – CH= CH – CH – CH – CH2OH
I
OH
Sfingosin

NH2
I
CH3(CH2)14 – CH – CH – CH2OH dihidrisfingosin
I
O
(Poedjiadi,1994).
Terpen merupakan senyawa yang tersusun dari sejumlah unit-unit
isopren yang saling terkait membentuk rantai atau lingkaran. Isopren
tersusun dari lima atom karbon yang mempunyai dua ikatan tak jenuh
(Kamal, 1994)
CH3

I
H2C=C – CH =CH2

Isoprena
Senyawa-senyawa tersebut dikelompokkan dalam golongan
tarpena. Molekul senyawa yang termasuk tarpen ini kebanyakan terdiri
atas kelipatan dari lima atom karbon. Yang termasuk tarpena antara lain
ialah: sitral, pinen, geraniol, kamfer, karoten, vitamin A, vitamin E, vitamin
K, fitol, dan skualen (Poedjiadi, 1994)
Steroid mempunyai struktur dasar inti fenantren (tiga cincin
sikloheksan) yang bengan dengan dengan satu cincin siklopentan. Dari
inti fenantren dan cincin siklopentran tersebut akan terbentuk inti
perhidroksi-kloropentanol fenantren yang dapat dipandang sebagai yang
menurunkan steroid.
Beberapa sreroida yang penting adalah sterol, asam empedu dan
hormon adrenal. Fungsi dari masing-masing steroida ialah sebagai berikut
,ergosterol penting sebagai calon ergokalsifenol atau vitamin D2,
ergosterol bila terkena sinar ultra violet akan berubah menjadi
ergokalsifenol atau vitamin D2 (Kamal, 1994)
Yang termasuk dengan lipid kompleks ialah lipid yang terdapat
dalam alam bergabung dengan senyawa lain, misalnya dengan protein
atau dengan karbohidrat. Gabungan antara lipid dengan protein disebut
lipoprotein. Lipoprotein terdapat dalam plasma darah. Bagian lipid dalam
lipoprotein pada umumnya ialah trigliserida, fosfolipid, atau kolestarol
(Poedjiadi,1994).
Saponifikasi, jika diperlukan untuk mengionisasi lemak atau sterol
yang ada dalam suatu ekstrak lipid, materi tersebut dapat dikerjakan
dengan larutan kalium hidroksid alkolik. Ikatan ester disaponifikasi dengan
reaksi tersebut, campuran bersifat alkalik (Montgomery, 1993)

Tabel kadar lemak bahan makanan

No Bahan Makanan Lemak (gr) b.d.d (%)


1. Kacang kedelai kering 15,6 100
2. Kacang kedelai basah 18,1 100
3. Kacang tanah sangan 44,2 100
4. Tepung terigu 1,3 100
5. Tepung beras 0,5 100
6. Tepung kedelai 20,6 100
(Gayo, 1994)
Keterangan: b.d.d.= bagian dapat dimakan.

Materi dan Metode

Materi
Alat. Alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain: tabung
reaksi, pipet tetes, penangas, lempeng tetes, gelas ukur, timbangan,
pembakar spritus, dan kertas minyak.
Bahan. Bahan yang digunakan dalam praktikum ini antara lain:
khloroform, eter, air, 1% Na2CO3, Larutan empedu, minyak kelapa,
pereaksi Hubl, minyak zaitun (olijf), minyak jarak, sampel, pelarut lemak,
larutan phenolphatein, 0,1 N KOH, gliserol, NaHSO4 1 ml.

Metode
Uji kelarutan, lima tabung reaksi disiapkan kemudian masing-masing
tabung diisi 2ml khloroform, eter, air, larutan 1% Na2CO3, dan larutan
empedu. Setelah itu setiap tabung ditambah setetes minyak kelapa, lalu
digojok dan dibiarkan selama 5 menit, kemudian dicatat perbedaannya.

Angka Yod, 9 ml kloroform dan 9 tetes pereaksi Hubl dicampur.


Kemudian isinya dituang ke dalam 3 tabung reaksi. Setelah itu masing-
masing tabung ditambah setetes minyak kelapa, minyak jagung dan
tabung ketiga ditetesi dengan minyak hewan. Kemudian digojok dan
diamati perubahan warnanya, bila warna merah belum hilang
ditambahkan setetes demi tetes. kemudian dicatat berapa tetes minyak
yang digunakan untuk menghilangkan warnanya. Angka yodium adalah
angka yang menunjukkan jumlah gram yodium yang dapat oleh 100 gr
lemak, bertujuan untuk mengukur tingkat ketidakjenuhan lemak (Kamal,
1994)

Angka asam, Sampel yang sudah dicairkan (margarin dan minyak


kelapa) dicampur kedalam 12,5 ml pelarut lemak, kemudian ditambah
0,25 ml larutan phenolphatein dan dihomogenkan (divortek). Setelah itu
dititrasi dengan 0,1 N KOH sampai berwarna pink. Jumlah mililiter alkali
standard yang diperlukan dicatat, dan angka asam dari lemak dihitung.
Angka asam adalah angka yang menunjukkan jumlah mg KOH yang
dibutuhkan untuk menetralkan asam lemak bebas berasal dari 1 gr lemak
(Kamal, 1994)

Uji akrolein. Dua tabung reaksi masing-masing diisi dengan beberapa


tetes minyak zaitun dan tabung kedua dengan gliserol. Tiap tabung di
tambahkan 1 ml NaHSO4. kemudian dipanaskan dan amati bau yang
timbul.

Uji noda lemak. Tabung reaksi diisi dengan sedikit bahan yang akan
diteliti kandungan minyak/lemaknya. Kemudian ditambah beberapa tetes
eter (2 ml), dan digojok. Lapisan eter diambil dan ditempatkan di atas
lempeng tetes. Biarkan eternya menguap dan sisanya diusap dengan
kertas minyak. Setelah itu diamati ada/tidaknya noda.

Hasil dan Pembahasan

Uji kelarutan dan emulsi.


Uji kelarutan dan emulsi membutuhkan 5 buah tabung reaksi dan
sampel lipida yang digunakan adalah minyak kelapa. Tabung pertama diisi
dengan 2 ml kloroformndan 3 tetes minyak kelapa, kemudian digojog.
Reaksi yang timbul ialah minyak kelapa larut dalam khloroform. Tabung
kedua didisi dengan 2 ml eter dan 3 tetes minyak kelapa, kemudian
digojok. Reaksi yang timbul sama dengan tabung pertama, dikarenakan
khloroform dan eter merupakan pelarut lemak yang bersifat non polar.
Kemudian pada tabung ketiga didisi dengan 2 ml air dan 3 tetes minyak
kelapa, kemudian digojog. Reaksi yang timbul ialah minyak tidak larut. Hal
ini dikarenakan air merupakan pelarut polar yang tidak dapat melarutkan
lemak. Tabung keempat diisi dengan 2 ml Na2CO3 dan 3 tetes minyak
kelapa, maka akan terbentuk sabun karena lipid jika bercampur dengan
basa akan terjadi reaksi penyabunan, bahwa lemak atau minyak dapat
dihidrolisis oleh alkali menjadi gliserol dan asam lemak atau yang disebut
sabun (Kamal, 1994). Tabung kelima diisi dengan 2 ml larutan empedu
encer dan 3 tetes minyak kelapa kemudian digojog. Reaksi yang timbul
ialah terjadi pengemulsian lemak oleh larutan empedu. Hal tersebut dapat
terjadi dikarenakan fungsi larutan empedu adalah untuk mengemulsi
lemak, tepatnya garam sodium dalam larutan empedu mengemulsi lemak
pada minyak kelapa.

Uji angka iod.


Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui sifat ketidakjenuhan
lemak. Angka yodium adalah angka yang menunjukkan jumlah gram
yodium yang dapat oleh 100 gr lemak, bertujuan untuk mengukur tingkat
ketidakjenuhan lemak (Kamal, 1994)
Siapkan campuran 9 ml khloroform dan 9 tetes pereaksi Hubl,
akan dihasilkan warna pink keunguan. Kemudian, campuran diatas dibagi
menjadi tiga bagian dan dimasukkan dalam 3 tabung yang berbeda.
Tabung 1 larutan ditambah minyak kelapa dan warna merah muda akan
hilang sampai minyak diteteskan sebanyak 13 tetes. Tabung 2 setelah
ditambah minyak jagung sebanyak 12 tetes barulah warna merah muda
hilang. Tabung 3 setelah ditambah minyak hewan sebanyak 20 tetes
barulah warna merah muda hilang. Pereaksi Hubl mengandung iod,
sehingga warna larutan berwarna merah muda. Menghilangkan warna
tersebut diperlukan penambahan lemak yang tidak jenuh, yang memiliki
ikatan rangkap. Minyak hewan mempunyai ikatan rangkap sedikit,
sehingga sulit untuk mengadisi iod. Oleh sebab itu, diperlukan lebih
banyak tetesan minyak untuk menghilangkan warna merah muda.
Sedangkan pada minyak kelapa dan minyak jagung diperlukan lebih
sedikit tetesan karena kedua minyak tersebut bersifat lebih tidak jenuh
dari pada minyak hewan, sehingga keduanya memiliki banyak ikatan
rangkap. Oleh karena itu, lemak tersebut akan mudah mengaddisi iod dan
hanya dengan sedikit tetesan warna merah muda akan hilang.
Reaksi-reaksi tersebut terjadi karena dalam pereaksi Hubl
mengandung Iod yang nanti akan berikatan dengan ikatan rangkap pada
asam lemak tidak jenuh. Iod mampu bereaksi dengan ikatan rangkap
dalam asam lemak, yang mana tiap molekul Iod mengadakan reaksi
addisi pada suatu ikatan rangkap (Poedjiadi, 1994). Jadi, dari percobaan
ini dapat diketahui bahwa semakin banyak tetesan menunjukkan minyak
tersebut semakin jenuh.

Uji akrolein (ketengikan)


Uji akrolein bertujuan untuk menguji banyak sedikitnya akrolein
pada sampel lemak yang menyebabkan bau menyengat. Tabung 1
setelah ditambahkan 0,5 ml minyak kelapa dan ditambahkan 1 ml KHSO4
kemudian dipanaskan dengan spiritus selama 2,5 menit maka larutan
akan tercium bau tengik.
Tabung 2 setelah ditambahkan 0,5 ml gliserol ditambah 1 ml
KHSO4 lalu dipanaskan dan diamati baunya. Setelah larutan dipanaskan
selama 1 menit timbul bau tengik. Gliserol lebih cepat tengik daripada
minyak kelapa karena minyak kelapa bila dihidrolisis akan diubah dulu
menjadi gliserol dan asam lemak bebas, lalu gliserol menjadi akrolein
yang menyebabkan timbulnya bau, sedangkan pada gliserol jika
terdehidrasi akan langsung diubah menjadi akrolein sehingga bau tengik
lebih cepat timbu. Dan peraksi KHSO4 merupakan pereaksi yang bersifat
hidroskopis yang mempercepat terjadinya aldehid.
0100090000037800000002001c0000000000040000000301080005
0000000b0200000000050000000c025407b60d040000002e0118001c000
000fb021000070000000000bc02000000000102022253797374656d0007b
60d000003864b3bb05b110004ee8339c0d8b4040c020000040000002d01
Bau yang timbul merupakan hasil dari oksidasi lemak atau asam
lemak tidak jenuh akan menghasilkan bau dan rasa yang tidak enak
(Kamal, 1994)

Uji angka asam.


Uji angka asam bertujuan untuk mengetahui angka asam suatu
sampel. Bahan yang digunakan adalah margarin yang dicairkan ditambah
pelarut lemak dan indikator phenolptalein. Kemudian dititrasi dengan
menggunakan KOH hingga berwarna merah muda. Angka asam adalah
angka yang menunjukkan jumlah mg KOH yang dibutuhkan untuk
menetralkan asam lemak bebas berasal dari 1 gr lemak (Kamal, 1994)
Perhitungan angka asam adalah ml titrasi dikali 5,6 dibagi dengan gram
sampel. KOH yang dibutuhkan untuk menitrasi pada sampel minyak
margarin adalah sebanyak 67 ml. Sehingga angka asamnya adalah (67 x
5,6)/ 2,542 = 147,6 mg KOH/gr sampel. Sedangkan hasil yang diperoleh
kelompok yang menggunakan minyak kelapa sebagai sampel adalah (9,5
x 5,6)/2,596 = 20.493 mgKOH/gr. Jadi, semakin banyak ml KOH yang
digunakan mengindikasikan semakin banyak asam lemak bebas yang
harus dinetralkan.

Uji noda lemak.


Uji ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya lemak pada
sampel. percobaan ini membutuhkan dua buah tabung reaksi. Tabung 1
diisi dengan campuran antara tepung gandum dan eter, penggunaan eter
berfungsi untuk melarutkan lipid yang ada pada tepung gandum dan
tepung kedelai, setelah digojok dihasilkan larutan bening dan ada
endapan, kemudian dituang didalam droplet, setelah eter menguap, lalu
diusap dengan kertas minyak dan pada kertas minyak tersebut terdapat
noda lemak. Tabung 2 diisi dengan campuran tepung kedelai dan eter,
setelah digojok terbentuk warna putih keruh dan ada endapan, kemudian
dituang didalam droplet, setelah eter menguap diusap dengan kertas
minyak dan pada kertas minyak terdapat noda lemak yang lebih banyak
daripada noda lemak pada tabung 1. Hal ini disebabkan kandungan lemak
pada tepung kedelai lebih tinggi daripada tepung gandum dan kadar
lemak tepung kedelai lebih banyak daripada tepung gandum. Ternyata
kadar lemak tepung gandum sebanyak 1,3 % dan pada tepung kedelai
sebanyak 20,6 % (Gayo, 1994). Hal ini menunjukkan bahwa tepung
kedelai mengandung asam lemak lebih banyak daripada tepung gandum
(Poedjiadi, 1994).

Kesimpulan

Kesimpulan dari praktikum ini adalah lemak dapat larut dalam pelarut
non polar, dan lemak tidak dapat larut dalam larutan polar, terjadi reaksi
penyabunan bila lemak bereaksi dengan basa, dan terbentuk emulsi jika
bereaksi dengan larutan empedu. Minyak kelapa, minyak jagung, dan
minyak hewan, diantara ketiga sampel tersebut minyak hewan paling
jenuh, sedangkan minyak kelapa dan minyak hewan lebih tidak jenuh. Bau
tengik yang ditimbulkan gliserol lebih menyengat daripada yang
ditimbulkan aleh minyak kelapa. Sampel yang berupa margarin
mengandung angka asam sebesar 147,6 mg KOH/g sampel, sedangkan
minyak kelapa 20,493 mg KOH/g sampel. Kandungan lemak pada tepung
kedelai lebih tinggi daripada kandungan lemak pada tepung gandum.
Daftar Pustaka

McGilvery, R.W. dan Goldstein, G.W. 1996. Biokimia : Suatu Pendekatan


Fungsional. Airlangga University Press. Surabaya.

Gayo, Iwan. 1994. Buku Pintar Seri Senior. Upaya Warga Negara. Jakarta

Poedjadi, Anna. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Universitas Indonesia Press.


Jakarta.

Kamal, Muhammad. 1994. Nutrisi Ternak I. Laboratorium Makanan Ternak


Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan
Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Montgomery, Rex, et al. 1993. Biokimia : Suatu Pendekatan Berorientasi


Kasus. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Lampiran

Perhitungan
Rumus perhitungan angka asam pada uji angka asam :
Angka asam (mg/g) = a x 5,6 / b
Dimana a = ml KOH yang diperlukan untuk titrasi
b = gr sampel

Sampel minyak kelapa


Angka asam = 9,5 ml x 5,6 / 2,596 gr
= 20,493 mg KOH/gr sampel

Sampel margarin
Angka asam = 67 ml x 5,6 / 2,542 gr
= 147,6 mg KOH/gr sampel