Anda di halaman 1dari 166

Pramudi Utomo, dkk.

TEKNIK
TELEKOMUNIKASI
JILID 1

SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional
Dilindungi Undang-undang

TEKNIK
TELEKOMUNIKASI
JILID 1

Untuk SMK
Penulis : Pramudi Utomo
Suprapto
Rahmatul Irfan

Editor : Widiharso

Pendukung : Agung Wahyudiono


Nur Budiono

Perancang Kulit : TIM

Ukuran Buku : 17,6 x 25 cm

UTO UTOMO, Pramudi


t Teknik Telekomunikasi Jilid 1 untuk SMK /oleh Pramudi
Utomo, Suprapto, Rahmatul Irfan ---- Jakarta : Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal
Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen
Pendidikan Nasional, 2008.
ix, 164 hlm
Lampiran : Lampiran. A
ISBN : 978-979-060-155-0
ISBN : 978-979-060-156-7

Diterbitkan oleh
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2008
KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan
karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar
dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan
kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan
pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK.
Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran.

Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar
Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah
dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses
pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45
Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008.

Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada


seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya
kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas
oleh para pendidik dan peserta didik SMK.

Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada


Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download),
digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat.
Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya
harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan
ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi
masyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh
Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk
mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar.

Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada


para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat
memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini
masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik
sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008


Direktur Pembinaan SMK
KATA PENGANTAR

Tiada ungkapan kata yang paling tepat untuk dikemukakan pertama


kali selain memanjatkan rasa syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wata’la
bahwasanya penyusunan buku ”Teknik Telekomunikasi” ini dapat
diselesaikan. Kerja keras yang telah dilakukan dalam penulisan ini telah
membuahkan hasil baik. Buku ”Teknik Telekomunikasi” ini sangat berarti
bagi para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terutama mereka
yang mempelajari bidang elektronika komunikasi atau bidang lain yang
sejenis. Selain itu, dengan ditulisnya buku ini, akan menambah
perbendaharaan pustaka yang dapat dijadikan pegangan bagi para guru.
Kita menyadari bahwa ketersediaan buku yang memadai bagi para
siswa dan guru sekarang ini dirasakan masih kurang. Sejalan dengan
kemajuan jaman dan teknologi yang ada, maka sudah sepantasnya perlu
ada upaya untuk mencerdaskan para siswa dengan kampanye penulisan
buku. Buku yang ditulis ini diharapkan dapat menjembatani kebutuhan
siswa dan guru terhadap materi-materi pelajaran yang diajarkan di
sekolah. Dengan demikian keluhan sulitnya mencari buku bermutu yang
ditulis dalam bahasa Indonesia sudah tidak akan didengar lagi.
Sebagaimana yang ditulis dalam pengantar Buku Standar
Kompetensi Nasional Bidang Telekomunikasi bahwa demikian luasnya
bidang telekomunikasi, prioritas utama dalam penyusunan standar
kompetensi ditujukan untuk bidang-bidang pekerjaan yang berhubungan
dengan penyelenggaraan jaringan telekomunikasi. Namun buku pegangan
”Teknik Telekomunikasi” ini akan memuat pengetahuan mendasar tentang
telekomunikasi hingga jaringan komunikasi data. Selanjutnya bagi yang
berkepentingan dengan buku ini dapat mengimplementasikannya dalam
pemberdayaan proses belajar mengajar yang berlangsung di SMK.
Dalam kesempatan ini ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya
disampaikan kepada para anggota Tim Penulis, para konstributor materi
yang telah bersama kami menyusun dan menyempurnakan isi buku ini.
Kepada Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK), kami
sampaikan penghargaan dan terima kasih atas dukungan dan bantuannya
sehingga penulisan buku ini dapat dilaksanakan dengan baik dan berhasil
memenuhi kriteria.
Akhirnya kami persembahkan buku ini kepada para pelaksana di
jajaran SMK. Apapun hasil yang telah dicapai merupakan perwujudan
kerja keras yang hasilnya bersama-sama dapat kita lihat setelah
implementasi dan siswa mencapai keberhasilan studi. Semoga bermanfaat
bagi kita sekalian.

Tim Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iii

BUKU JILID I BAGIAN 1 - 6


BAGIAN 1 : PENDAHULUAN 2.5.4. Osiloscope 31
2.6. Perangkat Uji Lainnya 33
1.1. Definisi Komunikasi 1 2.6.1. Logic Analyser 33
1.2. Pentingnya Sistem 2.6.2. Optical Spectrum Analyzer 35
Telekomunikasi 2 2.6.3. GSM Test 35
1.3. Sejarah Telekomunikasi 3 2.6.4. CDMA Mobile Test 36
1.4. Standarisasi Sistem 2.7. Penguji kabel dan antena
Telekomunikasi 9 (Cable and Antenna Tester) 36
1.5. Organisasi yang Mengatur 2.8. Mini PABX 37
Standar Sistem 2.9. Voice Changer
Telekomunikasi 9 (Alat Pengubah Suara) 39
1.6. Masa Depan dan 2.10. LAN Tester (kabel tester) 40
Perkembangan Sistem 2.11. Tang Amper
Telekomunikasi 13 (Multi Function Clamp Meter) 41
1.7. Rangkuman 15 2.12. SWR Meter 41
1.8. Soal Latihan 16 2.13. E-Fieldmeter
(Pengukur Medan Listrik) 43
2.14. Switch Jaringan 44
BAGIAN 2 : INSTRUMEN 2.15. Modem 45
TELEKOMUNIKASI 2.16. Wi-Fi 46
2.17. Auto Telephone Recorder 47
2.1. Pendahuluan 17 2.18. Wireless Intercom 48
2.2. Perkakas-Perkakas Manual 18 2.19. Telephone Protector 49
2.2.1. Tools Kits 18 2.20. Rangkuman 50
2.2.2. Meter beroda 2.21. Soal Latihan 52
(Measuring Wheel) 20
2.3. Perkakas-perkakas elektrik 21
2.3.1. Solder Rangkaian 21 BAGIAN 3 : DASAR-DASAR SISTEM
2.3.2. Power Supply 23 KOMUNIKASI
2.4. Piranti-Piranti Ukur 24
2.4.1. Multimeter 25 3.1. Dasar Komunikasi 53
2.4.2. Kapasistansi Meter 26 3.1.1. Elemen Dasar 53
2.5. Piranti-piranti 3.1.2. Komunikasi Model Awal 55
pengukur frekuensi 28 3.1.2.1 Maraton 55
2.5.1. Frequency Counter 28 3.1.2.2. Telegraf Drum 56
2.5.2. Function Waveform Generator 29 3.1.2.3. Sinyal Api 56
2.5.3. Analog RF Signal Generator 31 3.1.2.4. Sinyal Asap 57

iii
3.1.2.5. Bentuk-bentuk lain 57 5.2.3 Pemilihan Dua Kawat
3.1.3. Komunikasi dengan atau Empat Kawat 90
Gelombang Radio 58 5.3. Channel 91
3.2. Komunikasi Analog 59 5.4. Line dan Trunk 91
3.3. Komunikasi Digital 62 5.5. Virtual Circuit 93
3.4. Jaringan Komunikasi 64 5.6. Media Transmisi 93
3.5. Rangkuman 67 5.7. Media Transmisi Guided 95
3.6. Soal Latihan 68 5.7.1. Kabel Tembaga 95
5.7.2. Twisted Pair 96
5.7.3. Kabel Coaxial 97
BAGIAN 4 : PROPAGASI 5.7.4. Serat Optik 98
GELOMBANG RADIO 5.8. Media Transmisi Unguided 102
5.8.1. Gelombang Elektromagnet 102
4.1. Prinsip Umum 69 5.8.2. Spektrum Frekuensi Radio 105
4.2. Propagasi Ruang Bebas 69 5.9. Mode Perambatan
4.3. Propagasi Antar Dua Gelombang Elektromagnetik 109
Titik di Bumi 70 5.10. Perambatan Gelombang
4.4. Gelombang Permukaan 73 Radio 110
4.5. Efek Ketinggian Antena 5.10.1. Ionosphere 110
dengan Kuat Sinyal 75 5.10.2. Gelombang Radio
4.6. Atmosfir Bumi 75 Mikro 112
4.6.1 Troposfir 78 5.11. Sistem Komunikasi Satelit 113
4.6.2 Stratosfir 78 5.12. Konstruksi dan pemasangan
4.6.3 Ionosfir 78 Kabel 116
4.6.4 Propagasi Atmosferik 79 5.12.1. Pengertian 116
4.6.4.1. Pantulan(Refleksi) 80 5.12.2. Membedakan kabel 117
4.6.4.2. Defraksi 81 5.12.3. Menentukan Daerah/Blok 118
4.7. Daerah dan Jarak 5.12.4. Pekerjaan Instalasi
Lompatan (Skip) 82 Kabel Udara 119
4.7.1 Jarak Skip 82 5.12.5. Persiapan Alat Perkakas 119
4.7.2 Daerah Skip 82 5.12.6. Pelaksanaan Penarikan 120
4.8. Pengaruh Atmosfir 5.13. Rangkuman 121
pada Propagasi 82 5.14. Soal Latihan 121
4.8.1 Fading 83
4.8.1.1 Multipath Fading 83
4.8.2 Rangkuman 85 BAGIAN 6 : SISTEM ANTENA
4.8.3 Soal Latihan 86
6.1. Pendahuluan 123
6.2. Reciprocity 125
BAGIAN 5 : MEDIA TRANSMISI 6.3. Directivity 127
6.3.1. Gain (penguatan antena) 127
5.1. Pendahuluan 87 6.3.2 Polarisasi 128
5.2. Circuit 88 6.4. Radiasi Energi Gelombang
5.2.1. Pengantar Dua Kawat 89 Elektromagnetik 130
5.2.2. Rangkaian Penghantar 6.5. Antena Dipole dan Monopole 133
Dua Kawat 89 6.6. Menghitung panjang

iv
gelombang 137 8.4. Deskripsi Noise 173
6.7. Beban Antena 138 8.4.1. Suhu Derau Efektif 173
6.8. Pengaruh Tanah 139 8.5. Teknik Pengukuran
6.9. Antena Very Low Frequency 139 Noise Figure 174
6.10. Antena Low Frequency 142 8.6. Performa Derau dalam
6.11. Antena High Frequency 143 Sistem Telekomunikasi 176
6.11.1 Antena Yagi 143 8.7 Rangkuman 177
6.11.2 Antena Very High 8.8 Soal Latihan 177
Frequency 145
6.11.3 Antena Yagi untuk
Band VHF 147 BAGIAN 9 : TEKNIK MODULASI
6.12 Rangkuman 148
6.13 Soal Latihan 148 9.1. Prinsip Umum 179
9.1. Modulasi Analog 184
9.2.1 Amplitude Modulation (AM) 185
BUKU JILID II BAGIAN 7 - 12 9.2.2 Frequency Modulation (FM) 188
BAGIAN 7 : PRINSIP 9.2.3 Pulse Amplitude Modulation
KOMUNIKASI LISTRIK (PAM) 189
9.3. Modulasi Digital 190
7.1 Pendahuluan 149 9.3.1 Amplitude Shift Keying (ASK) 193
7.2 Proses Komunikasi 151 9.3.2 Frequency Shift Keying (FSK) 195
7.3 Sinyal Bicara dan Musik 152 9.3.3 Phase Shift Keying (PSK) 197
7.4 Respon Telinga Manusia 152 9.3 Rangkuman 198
7.5 Distorsi 154 9.4 Soal Latihan 199
7.6 Sistem Multipleks 154
7.7 Persyaratan Lebar Bidang 155
7.8 Kecepatan Sinyal 156 BAGIAN 10 : SAMBUNGAN
7.9 Sinyal Musik 156 KOMUNIKASI TELEPON
7.10 Kapasitas Kanal 157
7.11 Konsep Komuniksi Elektronika 157 10.1. Sambungan Panggilan
7.12. Penerapan Komuniksi Telepon 201
Elektronika 160 10.2. Jaringan Lokal 202
7.12.1 Telepon 160 10.3. Sambungan Mekanik
7.12.2 Radio 161 dengan Saklar 203
7.12.3 Television 164 10.4. Sambungan Mekanik
7.12.4 Telepon Bergerak 165 dengan Saklar Crossbar 205
7.13. Rangkuman 167 10.5. Fungsi-Fungsi dalam
7.14 Soal Latihan 167 Panggilan Telepon 207
10.6. Transmisi Digital pada
Telepon 208
BAGIAN 8 : DERAU DALAM 10.7. Switching pada Jaringan
SISTEM KOMUNIKASI Telepon 212
10.8. Signaling pada Jaringan
8.1. Pertimbangan Umum 169 Telepon 216
8.2. Thermal Noise 171 10.9. Pengembangan Jaringan 220
8.3. Shot Noise 172 10.10. Pengembangan Menuju

v
Generasi Layanan Terpadu 222 12.2.2. Konsep Circuit Switching 257
10.10. Rangkuman 223 12.2.3. Karakteristik Circuit
10.11. Soal Latihan 223 Switching 258
12.3. Space-Division Switching 258
12.4. Multistage Switch 259
12.5. Time Division Switching 259
BAGIAN 11 : KOMUNIKASI 12.6. Fungsi Control Signalling 260
BERGERAK 12.7. Control Signal Sequence 261
12.8. Switch to Switch Signaling 261
11.1. Frekuensi Radio Panggil 226 12.9. Lokasi dari Signaling 262
11.2. Sistem Telepon Nirkabel 12.9.1. Kelemahan pada Channel
untuk Rumah 227 Signaling 263
11.3. Sistem Komunikasi Bergerak 12.9.2. Saluran Sinyal yang
Selular 228 bersifat umum 263
11.3.1. Konsep Sistem 12.10. Signaling System
Komunikasi Seluler 228 Number 7 (SS7) 265
11.3.2. Tahap Perkembangan 12.11. Paket Switching 266
Generasi Telepon Seluler 228 12.11.1. Prinsip dari Paket Switching 266
11.3.3. Sel-sel Menggunakan 12.11.2. Kelebihan Paket Switching
Kanal Frekuensi Berulang 230 dibanding "Circuit
11.3.4. Penduplekan dalam Switching" 268
Kawasan Waktu dan 12.11.3. Softswitch Architecture 269
Frekuensi 232 12.11.4. Teknik Switching 269
11.3.5. Perkembangan Sistem 12.11.5. X.25 Protocol 273
Komunikasi Bergerak 232 12.11.6. Ukuran Paket 273
10.3.6. Sistem GSM 235 12.11.7. Operasi Eksternal dan
11.4. Komunikasi Data Nirkabel 238 Internal 275
11.5. Teknologi Menuju 3G 240 12.12. Rangkuman 275
11.5.1 Munculnya Teknologi 1G 240 12.13. Soal Latihan 276
11.5.2 Menuju ke Generasi Kedua
Telekomunikasi Bergerak 242
11.5.3. Menuju Generasi dua- BUKU JILIDIII BAGIAN 13 - 18
Setengah 242
11.5.4. Teknologi 3G 243 BAGIAN 13 : SISTEM COMMON
11.5.5. Teknologi 3,5G 247 CHANNEL SIGNALING SEVEN
11.5.6. Teknologi 4G 247
11.6 Rangkuman 250 13.1. Pendahuluan 277
11.7 Latihan 251 13.2. SS7 279
13.3. Arsitektur Protokol SS7 283
13.4. Message Transfer Part (MTP) 284
BAGIAN 12 : SWITCHING DALAM 13.5. ISUP (ISDN User Parts) 287
SISTEM TELEPON 13.6. Rangkuman 289
13.7. Soal Latihan 289
12.1. Pendahuluan 253
12.2. Circuit Switching 254
12.2.1. Aplikasi Circuit Switching 255

vi
BAGIAN 14 : JARINGAN DIGITAL 15.4.1. Jaringan untuk Perusahaan
LAYANAN TERPADU atau Organisasi 317
15.4.2. Jaringan untuk Umum 318
14.1. Pendahuluan 291 15.4.3. Masalah Sosial Jaringan 319
14.2. ISDN 293 15.5. Jenis-jenis Jaringan
14.3. Arsitektur Broadband ISDN Komputer 319
(B-ISDN) 296 15.5.1. Local Area Network (LAN) 319
14.4. Struktur Transmisi 296 15.5.2. Metropolitan Area Network
14.5. Antarmuka Akses Yang (MAN) 321
Tersedia 298 15.5.3. Wide Area Network (WAN) 322
14.6. Model Referensi ISDN 300 15.5.4. Internet 323
14.7. Perangkat Keras (Hardware) 302 15.5.5. Jaringan Tanpa Kabel 325
14.8. Pesawat Telepon Digital 304 15.6. Klasifikasi Jaringan Komputer 328
14.9. Hal yang berkaitan dengan 15.7. Standarisasi Jaringan
ISDN 306 Komputer 329
14.9.1 Number Identification 15.8. Sistem Operasi Jaringan 330
Supplementary Service 306 15.8.1. Jaringan Client-Server 331
14.9.2 Call offering Supplementary 15.8.2. Jaringan Peer To Peer 332
Service 307 15.9. Komponen pada Jaringan
14.9.3 Call completion Komputer (Underlying) 333
Supplementary Service 307 15.10. Media yang Terpandu
13.9.4. Charging Supplementary (Guided) 333
Service 308 15.10.1. Hub 333
13.10. Penerapan ISDN dalam 15.10.2. Bridge & Switch 334
jaringan LAN 308 15.11. Media yang tidak Terpandu
13.10. Rangkuman 310 (Unguided) 337
13.11. Soal Latihan 311 15.12. Rangkuman 339
15.13. Soal Latihan 339

BAGIAN 15 : JARINGAN DATA


DAN INTERNET BAGIAN 16 : JARINGAN LAN
DAN WAN
15.1. Pendahuluan 313
15.2. Mengapa Jaringan Komputer 16.1. Local Area Network (LAN) 341
Dibutuhkan 315 16.2. Network Interace Card 341
15.3. Tujuan Jaringan Komputer 315 16.3. Ethernet 342
15.3.1. Resource Sharing 316 16.4. Frame Format (format
15.3.2. Reliabilitas Tinggi 316 bingkai) 344
15.3.3. Menghemat Biaya (cost 16.5. Implementasi Pada LAN 345
reduce) 316 16.6. Fast Ethernet 347
15.3.4. Keamanan Data 316 16.7. Token Ring 347
15.3.5. Integritas Data 317 16.8. Fiber Distributed Data
15.3.6. Komunikasi 317 Interface (FDDI) 349
15.3.7. Skalabilitas 317 16.9. Wide Area Network (WAN) 351
15.4. Kegunaan Jaringan 16.10. Connective Device 351
Komputer 317 16.11. Topologi Jaringan Komputer 352

vii
16.12. Topologi BUS 353 17.7. Soal Latihan 379
16.13. Topologi Star 354
16.14. Topologi Ring 355
16.15. Topologi Mesh 356 BAGIAN 18 : TRANSFER CONTROL
16.16. Topologi Pohon 357 PROTOKOL / INTERNET
16.17. Topologi Peer-to-peer PROTOKOL
Network 358
16.18. Protokol Pada Jaringan 358 18.1. Sejarah TCP/IP 381
16.19. Rangkuman 359 18.2. Istilah-Istilah dalam Protokol
16.20. Soal Latihan 359 TCP/IP 382
18.3. Gambaran Protokol TCP/IP 382
18.3.1 Jaringan Koneksi Terendah 383
BAGIAN 17 : PROTOKOL DAN 18.3.2 Pengalamatan 384
STANDAR JARINGAN 18.3.3 Subnets 384
18.3.4 Jalur-Jalur Tak Berarah 384
17.1. Protokol dan Susunan 18.3.5 Masalah Tak Diperiksa 385
Protokol 361 18.3.6 Mengenai Nomor IP 385
17.2. Standar Jaringan 365 18.3.7 Susunan Protokol TCP/IP 386
17.2.1. Organisasi Standar 365 18.4 Protokol TCP/IP 387
17.2.2. Standart Internet 365 18.5 Pengalamatan 389
17.2.3. Admisnistrasi Internet 365 18.6 User Datagram Protocol
17.3. Lapisan Protokol Pada (UDP) 390
Jaringan Komputer 366 18.7 Komunikasi process-to
17.4. Protokol OSI (Open System procces 390
Interconnection) 367 18.8 Nomor port 392
17.4.1. Karakteristik Lapisan OSI 369 18.9 Port-port yang dipakai untuk
17.4.2. Proses Peer-To-Peer 370 UDP 392
17.4.3. Antarmuka Antar Lapisan 18.10 Socket Address
Terdekat 371 (Alamat Soket) 392
17.4.4. Pengorganisasian Lapisan 371 18.11 User Diagram 393
17.5. Lapisan Menurut OSI 372 18.12 Manfaat protokol UDP 394
17.5.1. Physical Layer (Lapisan 18.13 Internet protokol (IP) 395
Fisik) 372 18.14 Datagram 395
17.5.2. Data Link Layer 18.15 Fragmentasi 399
(Lapisan Data Link) 373 18.16 IP Address 403
17.5.3. Network Layer 18.16.1 Notasi Digital 403
(Lapisan Network) 374 18.16.2 Kelas-Kelas pada Jaringan
17.5.4. Transport Layer Komputer (address IP) 404
(Lapisan Transpor) 375 18.16.3 Alamat Khusus 406
17.5.5. Session Layer 18.16.4 Alamat Jaringan 407
(Lapisan Session) 376 18.16.5 Studi Kasus 409
17.5.6. Presentation Layer 18.17 Subnetting dan
(Lapisan presentasi) 377 Supernetting 410
17.5.7. Application Layer 18.17.1 Subnetting 410
(Lapisan Aplikasi) 378 18.17.2 Masking 412
17.6. Rangkuman 378 18.17.3 Supernetting 413

viii
18.17.4 Supernet Mask 413
18.18 Rangkuman 414
18.19 Soal Latihan 415

LAMPIRAN …………………………… A

ix
BAGIAN 1
PENDAHULUAN

Tujuan

Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat:


1. Mengutarakan kembali definisi komunikasi dan ciri-cirinya.
2. Mengetahui pentingnya sistem komunikasi bagi kemajuan suatu
negara.
3. Mengetahui bagian-bagian penting dari penemuan sistem
telekomunikasi.
4. Mengetahui pentingnya standarisasi telekomunikasi

1.1. Definisi Komunikasi Saat ini proses telekomu-


nikasi tersebut hampir selalu
Komunikasi adalah proses melibatkan pemancaran gelom-
pertukaran informasi antar individu bang elektromagnetik melaui se-
melalui sistem simbol bersama. buah pesawat pemancar. Hal yang
Telekomunikasi berarti proses demikian tidak pernah kita jumpai
komunikasi yang dilakukan melalui pada masa lampau, di mana orang
jarak jauh (tele=jarak jauh). Dalam berkomunikasi mengggunakan
kaitannya dengan komunikasi sinyal asap, kentongan atau ben-
elektronika, telekomunikasi me- dera semafor. Jaman modern
ngandung pengertian ilmu, tek- seperti sekarang ini, telekomuni-
nologi dan cara-cara atau pro- kasi sudah sangat luas dengan
sedur pemindahan atau penye- penggunaan berbagai macam
baran informasi berupa sinyal piranti untuk membantu proses
listrik melalui suatu media komunikasi. Contohnya yang
transmisi dalam jarak jauh. Infor- sudah sangat akarab dengan kita
masi yang dapat dipertukarkan adalah televisi, radio, telepon.
banyak variasinya, contohnya Di samping itu dapat dijumpai
adalah data, suara, grafik, sinyal pula penggunaan jaringan yang
video dan atau audio. Media menghubungkan piranti-piranti
transmisipun juga banyak jenisnya, komunikasi, seperti jaringan
yang sering dipakai di antaranya komputer, jaringan telepon umum,
kabel koaksial, serat optik, jaringan radio, dan jaringan tele-
frekuensi radio, inframerah dan visi. Komunikasi dengan komputer
sebagainya. lebih banyak pula penggunaannya

Bagian 1: Pendahuluan 1
melalui internet, misalnya dengan 1990-an dapat diperkirakan men-
internet untuk berkirim surat (e- capai 500 milyard dolar Amerika.
mail=elektronic mail) dan pesan- Pertumbuhan ini akan naik terus
pesan serba cepat. Sistem itu hingga mencapai satu trilyun dolar
adalah sebagian contoh dari Amerika pada tahun 2000-an.
telekomunikasi. Kecenderungan ini adalah adanya
kenaikkan kebutuhan para peng-
guna dan industrialisasi. Negara-
1.2. Pentingnya Sistem negara berkembang seperti
Telekomunikasi Indonesia, menjadi sangat po-
tensial bagi pertumbuhan pasar
Perkembangan pasar tele- peralatan telekomunikasi itu.
komunikasi dewasa ini pada tahun

Gambar 1.1. Grafik hubungan antara kepadatan pengguna telepon


dengan PDB

Bagian 1: Pendahuluan 2
Sudah dapat kita duga telekomunikasi. Untuk mencapai
bahwa ada hubungan yang sangat tujuan layanan telepon pada setiap
dekat antara pendapatan nasional orang di dunia, termasuk di
bruto (PDB) suatu negara dengan Indonesia, menjelang tahun 2000
kepadatan penduduk yang telah diusulkan bahwa setiap
menggunakan telepon. Coba orang pada suatu masyarakat
perhatikan gambar 1 berikut ini. yang berjarak 5 kilometer, sam-
Gambar tersebut melukiskan bungan telepon harus sudah
hubungan antara negara-negara menjangkaunya.
yang mempunyai PDB tertentu Layak kita ketahui bahwa
dengan jumlah tiap 100 orang untuk menyediakan sambungan
pada kelompok masyarakat yang telekomunikasi pada daerah yang
sudah mempunyai sambungan kepadatan penduduknya rendah
telepon. Kita akan sepakat adalah sangat mahal. Di samping
mengatakan bahwa telepon seba- itu tingkat kembalinya modal yang
gai sarana komunikasi atau tele- telah dikeluarkan menjadi sangat
komunikasi merupakan pengikat sedikit. Penyediaan jaringan tele-
(katalis) dalam rangka upaya untuk komunikasi pada daerah pedesaan
pertumbuhan ekonomi. Namun memerlukaan penyediaan dana
demikian kita tidak boleh me- yang cukup besar, karena perlu
nyimpulkan bahwa semakin tinggi ada perencanaan yang baik.
pertumbuhan ekonomi suatu ne-
gara akan menyebabkan ting-
ginya kepadatan pengguna
telepon. 1.3. Sejarah Telekomunikasi
Jumlah sambungan telepon
tiap 100 penduduk telah banyak Munculnya telepon dan
digunakan dalam survai statistik industri yang terkaitan telah
untuk menunjukkan pertanda ber- menghasilkan perubahan-perubah-
kembangnya suatu negara. an teknologi yang mengubah
Banyak negara berkembang sejarah hidup manusia. Kejadian
sebagaian besar masyarakatnya itu berlangsung bertahap sepan-
70-90% hidup di daerah pelosok jang 125 tahun. Tahap perkem-
pedesaan. Gambaran ini sekaligus bangan yang terjadi merupakan
menunjukkan adanya kelompok usaha-usaha yang luar biasa
100 orang masyarakat yang belum dalam penemuan dan pengem-
ada satupun sambungan telepon. bangan. Berikut ini akan disampai-
Negara yang demikian kan tahapan-tahapan perkem-
tergolong sebagai negara yang bangan tersebut.
sangat rendah perkembangannya,
baik secara ekonomi maupun

Bagian 1: Pendahuluan 3
Dari saluran sepihak ke sambungan langsung.

Telepon telah membawa dampak besar pada abad 20


sejak adanya revolusi industri yang terjadi pada abad 19.
Adanya penemuan telepon telah mengubah cara hidup
manusia, pekerjaan dan permainan. Perubahan itu
didukung adanya penemuan televisi, komputer, pager,
mesin faksimil, surat elektronik (e-mail), internet,
perdagangan melalui dunia maya dan sebagainya. Pada
masa-masa mendatang sepuluh tahun lagi dari sekarang,
kita berharap adanya sambungan internet tanpa kabel
yang dapat dilakukan di sembarang tempat termasuk di
dalam mobil, tas kantor, nomor-nomor telepon yang
dipakai dalam kehidupan sehari-hari yang diaktifkan
(dialing) melalui suara sebagaimana kita menekan
tombol-tobol baik di rumah maupun di kantor atau tempat
kerja lainnya

Periode tahun 1870 hingga Penemu prinsip komunikasi


1910 jarak jauh pertama kali de-
ngan suara dilakukan oleh
1876: Alexander Graham Bell Alexander Graham Bell pada
menemukan pesawat 10 Maret 1876. Kalimat yang
telepon diucapkan kepada temannya
1881: Direktori halaman kuning itu adalah "Mr. Watson, come
telepon yang pertama here! I need you!". Setelah itu
1891: Dial (nomor-nomor) perkembangan sistem teleko-
telepon pertama; 512.000 munikasi mulai terbuka lebar.
sambungan telepon di
Amerika
1887: Telepon yang bekerja
dengan koin pertama kali
dipasang di Hartford Bank
oleh penemunya William
Gray.
1915: Panggilan pertama secara
resmi dari pantai ke
pantai dilakukan oleh
Alexander Graham Bell di
New York City kepada
Thomas Watson di San
Francisco. Gambar 1.2. Pesawat telepon
yang digunakan pertama kali
secara resmi jarak jauh

Bagian 1: Pendahuluan 4
Periode 1920

1928: Herbert Hoover menjadi


presiden pertama Amerika
Serikat yang menggunakan
telepon di meja kerjanya.
Hingga waktu itu, presiden
berbicara selalu berbicara dari
dan keluar kantornya.

Gambar 1.3. Periode percakapan presiden AS pertama kali di kantor

Coba perhatikan gambar di Pesawat televisi di bawah ini


bawah ini. Nampak sebuah adalah jenis pesawat televisi yang
pesawat telepon yang lengkap, paling awal digunakan.
terdiri dari beberapa bagian yang
sudah menyatu. Ada nomor-
nomor, gagang telepon, kabel dan
kotaknya. Pesawat itu adalah
model pesawat telepon paling
awal. Meskipun demikian ada juga
model-model lain yang banyak
variasinya. Bandingkan pula
dengan sebuah pesawat televisi.
Pada jamannya piranti itu telah
demikian bagus, tetapi bentuknya
masih sangat sederhana.

Gambar 1.5. Pesawat televisi


pertama kali pada tahun 1936

Gambar 1.4. Pesawat


telepon model awal
Bagian 1: Pendahuluan 5
Untuk menghubungkan antar peng-
guna telepon pada jaman dulu
digunakan utas-utas kabel yang
diberi pemberat. Sambungan yang
dikehendaki tinggal mencolokkan
saja.

Gambar 1.6. Papan sambung


telepon

Periode 1950-1960

1957: Uji coba pertama kali penggunaan pagers dimulai


di Allentown dan Bethlehem, Pennsylvania

1958: Telepon pangeran diperkenalkan. Teleponpertama


dengan nomor yang diberi cahaya, menjadi bagian
budaya populer Amerika

1960: Telepon tombol nada sentuh mulai dipasarkan di


Findlay, Ohio. Telepon ini mempunyai 10 tombol,
tidak seperti sekarang yang mempunyai 12 tombol.

1963: Sambungan langsung terjadi antara Gedung Putih


dan Kremlin berkaitan dengan krisis senjata di
Cuba.

1968: 911 dipilih sebagai nomor darurat seluruh negara.


Perusahaan telepon menyetujui urutan nomor itu
tidak disediakan sebagai nomor sambungan
keluar.

Bagian 1: Pendahuluan 6
Pada tahun 1963 juga telah
diperkenalkan teknik digital
carrier. Sebelumnya cara-cara
dalam multiplek kanal telepon
telah diterapkan dengan trans-
misi analog. Cara ini pada
prinsipnya adalah membawa
beberapa kanan yang berbeda
dengan pemisahan frekuensi.
Tahun 1964, Bell System
memperkenalkan bentuk video-
telepon yang dipasarkan terbatas
Gambar 1.7. Periode untuk melayani wilayah New
penggunaan telepon tahun York, washungton dan Chicago.
1950-an Sementara pada tahun 1965
satelit komunikasi komersial
pertama diluncurkan dengan
menyediakan 240 rangkaian
telepon dua arah.

Periode 1970-1980

1972: Pesan pertama surat


elektronik (email). Istilah
“internet” digunakan pertama kali
dua tahun kemudian, tetapi
Gambar 1.8. Periode konsep internet seba-gaimana
penggunaan pesan surat kita kenal saat ini tidak ada
elektronik dan telepon seluler. peningkatan

1984: Telepon seluler per-tama


kali dikenalkan

Gambar 1.9. Permulaan


sejarah penggunaan
internet

Bagian 1: Pendahuluan 7
Perkembangan tahun 1990an

1991: Pengenalan caller ID (internasional). Ada perbe-daan


pandangan saat itu.

1998: World Wide Web (www) telah lahir, menjadikan tanda internet
permulaan internet seperti yang kita kenal sekarang ini. Banyak orang
Amerika menyam-bungkan Internet melalui saluran teleponnya
masing-masing.

Periode tahun 2000 hingga sekarang ini.

2000: "Web Phone" dikombinasikan dengan telepon traditional


dengan menggunakan layar sentuh LCD dan keyboard yang
dapat dilipat agar pengguna bisa berselancar dengan Internet,
mengecek e-mail, melakukan panggilan telepon dan mengecek
pesan suara hanya dengan piranti tunggal.

2000: "Thin Phone" menggabungkan akses Internet tanpa


kabel dengan layanan telepon lokal tanpa kabel,
memungkinkan pengguna Internet tetap tersambung dengan
segala sesuatu dari halaman pages ke suara dan e-mail,
sekalipun berpindah-pindah.

2000 hingga sekarang : "Information Appliances" (pemakaian


informasi) memuat Internet mobile (bergerak), tanpa kabel
"Web to Go," sambungan telepon diaktifkan suara, nomor-
nomor telepon untuk kehidupan sesuai keinginan, panggilan
telepon dan Internet pada pesawat TV kita, TV melalui telepon
tanpa kabel, dan masih banyak lagi.

Bagian 1: Pendahuluan 8
Akses jaringan tradisional telah
berlanjut melalui rangkaian fisik,
penggunaan modem dial-up dengan
saluran telepon hingga rangkain
yang dipesan (dedicated). Semen-
tara itu akses internet yang paling
awal pada pokoknya adalah berbasis
teks dan dapat bekerja dengan
rangkaian kecepatan rendah. Se-
karang ini layanan internet telah
diperkaya dengan multimedia yang
disertai grafik, warna-warni, suara,
dan video. Layanan multimedia ini
Gambar 1.10. Periode
memerlukan persyaratan akses
penggunaan internet dan
kecepatan tinggi lebih dari modem
telepon tanpa kabel
dial-up

1.4. Standarisasi Sistem serta pengamanan telekomunikasi


Telekomunikasi dan sebagainya. Lebih lanjut yang
mengatur pertelekomunikasian di
Standarisasi sistem teleko- Indonesia dilakukan oleh Kemen-
munikasi dilakukan oleh lembaga terian Komunikasi dan Informasi.
yang secara khusus menangani
masalah-masalah yang terkait
dengan telekomunikasi. Pada 1.5. Organisasi yang
dasarnya adanya standar tersebut Mengatur Standar
adalah untuk mengatur sistem Sistem Telekomunikasi
telekomunikasi baik yang me-
nyangkut penggunaan frekuensi,
alokasi (pengaturan tempat), kanal Standarisasi dalam bidang
dan sebagainya. Pengaturan itu telekomunikasi merupakan suatu
dimuat dalam bentuk perundang- hal yang sangat penting. Sekarang
undangan. Contohnya kalau di ini dikenal ada badan-badan atau
Indonesia adalah Undang-undang organisasi yang menangani ma-
Telekomunikasi nomor 36 tahun salah standarisasi, yaitu stan-
1999 yang telah disahkan oleh darisasi tingkat nasional, regional
pemerintah Indonesia pada dan internasional.
tanggal 8 September 1999.
Dalam undang-undang ter- Pada tingkat internasional
sebut yang diatur di antaranya paling tidak dikenal ada dua badan
adalah tentang penyelenggaraan internasional yang sangat ber-
telekomunikasi, perizinan, pe- pengaruh pada bidang tele-
rangkat telekomunikasi, spektrum komunikasi. Badan itu adalah :
frekuensi radio dan orbit satelit

Bagian 1: Pendahuluan 9
1. ITU (International Telecom- graphique et Telephonique
munication Union) bertempat di (CCITT) yang menangani
Geneva, Swiss, yang telah masalah-masalah lain dalam
menghasilkan lebih dari 2000 bidang telekomunikasi. Badan
standard. tetap ini didukung oleh dewan
2. International Standardization administratif yang terdiri dari 25
Organization (ISO), badan ini orang yang berasal dari negara-
mempunyai sejumlah standar negara yang berpartisipasi.
komunikasi data yang sangat Pertemuan dilaksanakan
penting. sekali dalam setahun untuk
berkoordi-nasi dalam pekerjaan
Persetujuan telekomunikasi yang berbeda dari badan lain.
internasional dan antar benua Selain itu setiap empat tahun
dilakukan oleh suatu lembaga sekali diadakan konferensi tingkat
yang disebut International Tele- dunia yang dilakukan badan-
communication Union (ITU). badan itu untuk membicarakan
Lembaga ini keberadaannya di masalah teknis, pelayanan dan
bawah naungan Perserikatan penarifan (pembiayaan) bidang
Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam telekomunikasi.
bahasa Inggris disebut United CCIR dan CCITT bekerja
Nations Organization (UNO). dengan koordinasi yang sangat
Kantor ITU secara tetap berada di erat untuk mengatasi berbagai
Geneva (Swiss). Badan-badan permasalahan agar dapat diru-
lain yang bernaung di bawah ITU muskan rekomendasi (pesetujuan)
yaitu Sekretariat Umum (General dalam bidang telekomunikasi
Secretariat) yang tugasnya me- tingkat dunia. Pada gambar ...
ngelola aspek aktivitas admi- ditunjukkan kantor ITU yang
nistrasi dan ekonomi. Di samping berkedudukan di Jenewa.
itu ada badan pendaftaran Sementara itu gambar
frekuensi internasional (IFRB = ...menunjukkan struktur organisasi
International Frequency Regis- telekomunikasi tingkat dunia
tration Board) yang tugasnya sebelum berubah menjadi ITU-T
adalah bertanggung jawab dan ITU-R
terhadap koodinasi penerapan
frekuensi radio dalam semua
kategori.
Badan khusus lainnya yang
melayani permasalahan dan
pertanyaan tentang komunikasi
radio ditangani oleh Comite
Consultatif International des
Radiocommunications (CCIR).
Selain itu ada badan Comite
Consultatif International Tele-

Bagian 1: Pendahuluan 10
Gambar 1.11. Kantor ITU di Jenewa

UNO

ITU

Sekretaris IFRB CCIR CCITT


Umum

Gambar 1.12. Organisasi tingkat dunia yang menangani masalah


telekomunikasi

Bagian 1: Pendahuluan 11
Dalam perkembangannya, ITU CEPT. Dalam kerjanya CEPT
yang bernaung di bawah telah menghasilkan jaringan digital
Sekretaris Jenderal Perserikatan PCM versi Eropa, sebelumnya
Bangsa-bangsa membahas dan disebut dengan CEPT 30+2 dan
menghasilkan Regulasi Radio dan skarang menjadi E-1.
regulasi tentang Telekomunukasi. Di samping lembaga-lem-
baga standarisasi yang telah
Sebelumnya dikenal pula disebutkan itu, ada juga banyak
suatu badan internasional yang organisasi yang mengurusi
disebut CCITT atau International standarisasi secara nasional.
Con-sultative Committee for Sebagai cntoh yang dapat
Telephone and Telegraph dan disebutkan di sini yaitu American
CCIR atau International Con- National Standards Institute
sultative Com-mittee for Radio. (ANSI) yang berke-dudukan di
Pembahasan tentang regulasi atau kota New York. Karya yang
aturan tentang radio dan dihasikan terkait dengan stan-
telekomunikasi telah banyak darisasi cukup luas. Ada juga
menghasilkan dokumen, laporan, lembaga Electronics Industries
pendapat dan rekomendasi atau Association (EIA) dan Tele-
saran-saran yang penting. communication Industry Asso-
Mengingat peran dari ITU yang ciation (TIA). Kedua lembaga ini
demikian itu, maka pada tanggal 1 berada di Washington, DC, yang
Januari 1993 lembaga itu meng- saling berkaitan satu sama lain.
adakan reorganisasi. Hasilnya Keduanya mempunyai tanggung-
adalah CCITT menjadi sektor jawab terhadap pe-nyiapan dan
standarisasi telekomunikasi dari penyebaran standar-standar tele-
ITU disingkat ITU-T, sedangkan komunikasi.
CCIR menjadi sektor radio- Lembaga tingkat dunia
komunikasi dari ITU yang disingkat seperti Institute of Electrical and
ITU-R. Tugas dari ITU-T dan ITU- Electronic Engineers (IEEE) telah
R adalah menyiapkan aturan- menghasilkan 802 seri spesifikasi
aturan tentang pertelekomu- standarisasi yang secara khusus
nikasian dan keradioan. ditekankan pada jaringan-jaringan
Selain badan internasional, perusahaan.
or-ganisasi regional yang cukup Lembaga Advanced Tele-
penting pula untuk wilayah Eropa vision Systems Committee (ATSC)
yaitu Europian Telecommunication merupakan lembaga yang me-
Standardization Institute (ETSI). nyetandarkan untuk kompresi
Tanggung jawab dari lembaga ini video pada CATV (Cable
adalah pada spesifikasi pokok Television) sebagaimana yang
radio seluler GSM atau Ground dikerjakan kelompok sarjana
System Mobile (di Perancis). teknik telekomunikasi. Kelompok
Sebelumnya, pada tahun 1990, lain yang penting adalah aliansi
ETSI adalah lembaga yang untuk solusi industri teleko-
disebut Conference European munikasi.
Post and Telegraph disngkat

Bagian 1: Pendahuluan 12
Beberapa lembaga lain semua aspek, maka bidang
yang menyiapkan standarisasi telekomunikasi pun akan
berke-naan dengan telekomu- mengikuti perubahan. Upaya-
nikasi dan jaringan digital adalah upaya baru diciptakan untuk
Bellcore (Bell Communications membantu manusia memper-
Research, sekarang disebut mudah menjalankan berbagai
Telcordia). Lembaga ini meru- kegiatannya. Di antaranya dalam
pakan yang paling baik sebagai hal pengolah data dan penyediaan
sumber standarisasi di America sarana prasarana telekomunikasi
Utara. Standar-standar yang untuk mengirimkan data pada
dikem-bangkan terutama untuk berbagai keadaan dan wilayah.
perusahaan-perusahaan yang Perkembangan sistem
bernaung di bawah kerja regional telekomunikasi di masa depan
Bell. Ada juga sejumlah forum ditandai dengan adanya jaringan
yang terdiri dari sekelompok dalam rumah tangga (home
perusahaan dan pengguna yang networking). Jaringan ini meng-
bersama-sama merumuskan ma- hubungkan semua jenis pe-
salah standarisasi, seperti nerapan piranti elektronika seperti
membicarakan masalah frame piranti hiburan, teleko-munikasi,
relay, ATM, dan sebagainya. sistems otomatisasi rumah dan
Seringkali standar yang dihasilkan telemetri (remote control dan
ini diadopsi oleh CCITT, ANSI dan sistem pemantauan/ monitoring).
ISO dan lainnya. Dengan penerapan jaringan ini kita
mengetahui bahwa akan terjadi
penggunaan teknologi yang cukup
1.6. Masa Depan dan Per- berbeda, karena itu perlu adanya
kembangan Sistem Tele- standar yang dapat saling me-
mungkinkan kerja antar peralatan
komunikasi
dari perusahaan yang berbeda.
Inilah yang dapat menjadi kunci
Dalam sutu laporan yang
sukses pemasaran konsep
disampaikan ITU tentang internet,
tersebut.
dikemukakan bagaimana teknologi
Badan telekomunikasi du-
dapat menjadikan gaya hidup baru
nia telah merekomendasikan
mulai dari penyiapan prasarana
bidang itu khususnya yang
dan sarana jaringan hingga nilai-
berkaitan dengan pelayanan mul-
nilai berkreasi. Dalam kehidupan
timedia berbasis protokol internet
kita sekarang ini telah banyak
melalui jaringan kabel. Program-
dilingkupi dengan teknologi digital
proram yang kini menjadi
sebagai media yang dapat
pembicaraan, di antaranya adalah
mengubah cara pandang hidup
sebagai berikut :
manusia. Inilah yang dikatakan
sebagai gaya hidup digital.
Pada masa mendatang
perkembangan yang pesat dalam
teknolgi digital yang meliputi

Bagian 1: Pendahuluan 13
• Status jaringan rumah tangga • Layanan kualitas dalam ja-
secara tingkat dunia ringan rumah tangga
• Teknologi dan arsitektur • Interferensi elektromagnetik
• Layanan jaringan rumah dan lingkungan rumah tangga
tangga dan model bisnisnya • Masa depan jaringan rumah
• Manajemen undang-undang tangga: usaha dan tantangan
digital dan keamanan

Gambar 1.13. Berbagai sistem piranti rumah tangga yang tersambung


dalam jaringan

Bagian 1: Pendahuluan 14
Pada gambar 1.16. di atas masing-masing misalnya untuk
dapat kita bayangkan betapa kantor, rumah , bahkan nomor
rumitnya menggabungkan ber- telephone itu bisa kita buat sendiri
bagai komponen dalam sistem (misal nomor favorit kita bahkan
peralatan rumah tangga dalam tanggal lahir). Saat ini nomor
satu jaringan. Kita bisa melihat telepon ditentukan oleh operator
sistem telepon, sistem telefaks, telekomunikasi dengan menggu-
sistem alarm, video, televisi, audio nakan kode area misal 021 untuk
dan lainya saling tersambungkan. Jakarta, 022 untuk Bandung, 0274
Pada masa mendatang inilah yang untuk Yigyakarta dan seterusnya.
menandai adanya keterpaduan Teknologi 4G juga akan
sistem, baik dalam bidang muncul meskipun sekarang ini
elektronika, sistem digital maupun masih dalam uji coba. Teknologi
sistem telekomunikasi. 4G ini cukup hebat sekalipun kita
Perkembangan masa de- dalam mobil dengan kecepatan
pan yang terkait dengan tele- 150 km/jam kita akan dapat
komunikasi itu merupakan keter- bandwidth (lebar pita) yang stabil.
paduan jaringan yang saat ini Selain itu nantinya media
masih bisa dipisahkan. Jaringan komunikasi tidak hanya telepon
yang dikembangkan akn dikenal tetap di rumah, tetapi kita bisa
sebagai Next Generation menggabungkan antara komputer,
Networking atau disingkat NGN. telepon bergerak (tanpa SIM
Teknologi komunikasi kita card), telepon berbasis IP (voice
pada masa mendatang akan” internet protokol) dan telepon
mudah dan murah”. Selain itu kita rumah biasa.
nanti bisa menentukan kode area

1.7. Rangkuman

1. Komunikasi adalah proses pertukaran informasi antar individu


melalui sistem simbol bersama. Telekomunikasi berarti proses
komunikasi yang dilakukan melalui jarak jauh (tele=jarak jauh).
Telekomunikasi mengandung pengertian ilmu, teknologi dan cara-
cara atau prosedur pemindahan atau penyebaran informasi
berupa sinyal listrik melalui suatu media transmisi dalam jarak
jauh. Informasi yang dapat dipertukarkan adalah data, suara,
grafik, sinyal video dan atau audio. Media transmisipun juga
banyak jenisnya, yang sering dipakai di antaranya kabel koaksial,
serat optik, frekuensi radio, inframerah dan sebaginya.

Bagian 1: Pendahuluan 15
2. Proses telekomunikasi hampir selalu melibatkan pemancaran
gelombang elektromagnetik melaui sebuah pesawat pemancar.
Penggunaan berbagai macam piranti untuk membantu proses
komunikasi banyak ragamnya. Contohnya yang sudah sangat
akarab dengan kita adalah televisi, radio, telepon.

3. Standarisasi sistem telekomunikasi dilakukan oleh lembaga yang


secara khusus menangani masalah-masalah yang terkait dengan
telekomunikasi. Pada dasarnya adanya standar tersebut adalah
untuk mengatur sistem telekomunikasi baik yang menyangkut
penggunaan frekuensi, alokasi (pengaturan tempat), kanal dan
sebagainya. Pengaturan itu dimuat dalam bentuk perundang-
undangan. Contohnya kalau di Indonesia adalah Undang-undang
Telekomunikasi nomor 36 tahun 1999 yang telah disahkan oleh
pemerintah Indonesia pada tanggal 8 September 1999.
4. Dalam undang-undang tersebut yang diatur di antaranya adalah
tentang penyelenggaraan telekomunikasi, perizinan, perangkat
teleko-munikasi, spektrum frekuensi radio dan orbit satelit serta
pengamanan telekomunikasi dan sebagainya. Lebih lanjut yang
mengatur pertelekomunikasian di Indonesia dilakukan oleh
Kementerian Komunikasi dan Informasi.

1.8. Soal latihan

Kerjakan soal-soal dibawah ini dengan baik dan benar

1. Jelaskan apa yang disebut dengan ’komunikasi’ !


2. Apakah penambahan kata ’tele’ pada komunikasi mempunyai
makna lain ? Berilah penjelasan !
3. Informasi apa saja yang dapat dipertukarkan pada proses
komuniaksi ? Sebutkan dengan memberi sedikit keterangan !
4. Sebutkan tiga lembaga yang secara khusus menangani standar
telekomunikasi !
5. Apakah badan standarisasi sistem telekomunikasi mempunyai
peranan ? Apa alasannya ?.
6. Mengapa sistem telekomunikasi membutuhkan standarisasi ?
7. Coba deskripsikan kemungkinan perkembangan telekomunikasi
pada masa mendatang !

Bagian 1: Pendahuluan 16
BAGIAN 2
PERANGKAT UJI PADA
TELEKOMUNIKASI

Tujuan

Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat:


5. Memahami berbagai macam perangkat penguji/instrumen yang
digunakan dalam sistem telekomunikasi.
6. Memahami fungsi berbagai perangkat penguji/instrumen yang
digunakan dalam sistem telekomunikasi.
7. Memahami spesifikasi instrumen telekomunikasi yang sesuai
dengan sistem yang akan diuji.

2.1. Pendahuluan

Dalam setiap perawatan karena instrumen digunakan untuk


atau perbaikan piranti elekronika merancang dan memperbaiki
khususnya pada bidang teleko- sistem sedangkan sistem juga
munikasi atau lebih-lebih dalam digunakan untuk membuat
perencanaan sistem atau instrumen.
pemeliharaan perangkat tele- Dalam merancang atau
komunikasi, maka keberadaan memperbaiki sistem telekomu-
parkakas penunjang haruslah yang nikasi elektronika diperlukan per-
baik dan tepat. Hal pertama yang kakas atau perangkat untuk mem-
perlu dilakukan adalah mengetahui buat desain, memperbaik atau
dan memahami berbagai piranti hanya untuk pengujian. Instru-
atau instrumen telekomunikasi men-instrumen yang digunakan
tersebut. Istilah piranti dan dalam sistem telekomunikasi
instrumen ada yang menyebut sangat banyak macam, bentuk dan
sebagai perkakas. fungsinya. Dari yang paling
Antara instrumen dan sistem sederhana sampai yang paling
yang diukur tersebut seperti komplek dengan harga yang tidak
masalah telur dengan ayam murah. Instrumen tersebut ten-
(chicken-and-egg), mana yang tunya sangat perlu untuk diketahui
dahulu dan mana yang terakhir, tentang bagaimana penggunaan

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 17


yang benar. Dengan demikian 2.2.1. Tool Kits
apabila penggunaan instrumen
sesuai dengan petunjuk pema- Alat bantu yang diperlukan
kainya maka instrumen tersebut dalam pembuatan dan atau
dapat mencapai efisiensi yang reparasi sistem telekomunikasi
maksimal. ada berbagai macam jenis.
Perkakas dan instrumen Peralatan ini kebanyakan adalah
yang digunakan berkaitan dengan peralatan tangan dan bentuknya
bidang telekomunikasi dikate- relatip kecil.
gorikan dalam tiga jenis. Ketiga Dalam membuat maupun
jenis itu adalah sebagai berikut: memperbaiki sebuah rangkaian
sistem telekomunikasi membu-
1. Perkakas manual tuhkan peralatan ukur juga per-
2. Perkakas elektrik alatan seperti solder yang baik,
3. Perkakas komputer cutter, catut, pinset, dan perkakas
konstruksi lainnya. Berbagai pe-
Perkakas manual adalah ralatan tersebut disesuaikan de-
peralatan-peralatan teknik yang ngan pekerjaan yang akan disele-
digunakan secara manual. Artinya saikanya. Semua disesuaikan
bahwa perlatan itu hanya dapat untuk pekerjaannya. Peralatan ini
dipakai dengan bantuan tenaga biasanya sudah dalam bentuk
manusia. Penggunaan perkakas toolset yang isinya lengkap
ini dalam bidang telekomunikasi dengan berbagai perlengkapan
sangat penting dan cukup seperti solder, tang, pinset, obeng
membantu. dan lain sebagainya. Dengan
Perkakas elektrik adalah toolset ini akan lebih mudah dalam
semua peralatan yang digunakan menyimpan dan biasanya sudah
dalam bidang telekomunikasi disesuaikan dengan kebu-tuhan
dengan bantuan tenaga listrik. serta harganya juga jauh lebih
Peralatan ini tidak dapat bekerja murah dibandingkan dengan
bila tidak dicatu dengan aliran pembelian satu demi satu
listrik. Selain tenaga listrik dapat peralatan. Gambar 2.1. di bawah
juga digunakan sumber catu merupakan peralatan bantu yang
tenaga yang lain yaitu batere atau digunakan dalam membuat
aki (accumulator). rangkaian sistem komunikasi
Perkakas komputer adalah elektronik atau untuk mereparasi
peralatan atau piranti yang bekerja kerusakan rangkaian elektronika
dengan prinsip-prinsip komputer. pada umumnya.
Prinsip komputer merupakan suatu Seperti yang terlihat pada
proses peng-olahan, manipulasi, gambar di bawah, tool kit tersebut
penyimpanan dan berbagai fungsi dalam istilah asingnya disebut
lain yang bekerja dengan piranti Network Maintainence Kit dengan
elektronika digital. merek dagang Eclipse Model 500-
2.2. Perkakas-Perkakas 006. Secara lengkap peralatan
Manual yang ada pada tool kit terdiri dari:

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 18


1. IC extractor
2. Folding hex wrench
3. 6" adjustable wrench
4. 6" forceps
5. Inspection mirror
6. Mini-flashlight
7. Desoldering pump
8. 5" diagonal cutter
9. 5" snipe nose pliers
10. Wire stripper (AWG 30-20)
11. Modular plug crimper
12. Rotary coax stripper
13. Coax crimper
14. Assorted screwdrivers
15. Soldering iron (operates at 120V AC)
16. Zipper bag.

Gambar 2.1. Tool kit atau alat bantu reparasi rangkaian

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 19


2.2.2. Meter beroda (Measuring b. Meter beroda pengukur jarak
Wheel) jauh
Meter beroda untuk jarak
Meter beroda merupakan jauh biasanya lebih banyak
alat ukur jarak yang menggu- digunakan di luar ruangan.
nakan roda. Bila roda berputar, Tampilan hasil ukur terdiri dua
maka secara otomatis jarak yang pilihan yaitu berupa angka analog
telah dilalui roda dapat diketahui atau angka digital 5 digit. Dengan
panjangnya. Meter jenis ini sangat tampulan digital, pembacaan hasil
berguna apabila kita ingin ukur jarak lebih mudah. Meter jenis
menggelar (menanam atau ini mampu mengukur jarak hingga
memasang) kabel telepon. lebih dari 3 kilometer. Hal ini
Keunggulan penggunaan meter dimungkinkan karena mem-punyai
beroda adalah kemudahannya roda yang lebih besar.
dalam mengukur jarak dengan
mengikuti lekukan permukaan
tanah. Ada dua jenis meter
beroda, yaitu :

a. Meter beroda pengukur jarak


pendek
Meter beroda untuk jarak
pendek ini ekonomis dan bisa
dijalankan secara mudah. Karena
bentuknya kecil terutama pada
roda, sehingga bisa disimpan pada
tempat penyipanan dengan
mudah. Meteran ini bisa digunakan
untuk mengukur jarak hingga 3 (www.evidentcrimescene.com/cata/meas/
kilometer. meas.html)

Gambar 2.3. Pengukur jarak jauh

Dengan menggunakan meter


beroda kita bisa melakukan
pengukuran secepat kita berjalan.
Salah satu contoh meter beroda
adalah dengan merek Marksman
Distance Measuring Wheel seri
55154C.
Spesifikasi yang ditawarkan ada-
lah sebagai berikut :
a. Keakuratan pengukuran hing-
Gambar 2.2.Pengukur jarak ga kurang lebih 1” untuk setiap
pendek

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 20


pengukuran 30 meter sesuai jukkan beberapa contoh perkakas
dengan kondisi lapangan tersebut.
b. Pengukuran jarak dapat
dilakukan mencapai hingga 2.3.1. Solder Rangkaian
3000 m
c. Perangkat roda ringan dan Dalam membuat sebuah
akurat rangkaian perlu adanya penyam-
d. Jumlah angka penghitung 5 bungan antara dua titik komponen
digit atau lebih. Penyambungan ini
e. Pengaturan dan pembacaan menggunakan timah solder seba-
mudah dilakukan gai bahan perekatnya. Penyol-
deran atau pematrian dapat
Untuk pekerjaan seperti, meng- dilakukan dengan mudah, Kete-
hitung kebutuhan kabel telepon rampilan-keterampilan ini bersifat
dan tanah yang harus digali untuk dasar dan sederhana untuk
penanaman kabel, meter beroda dipelajari. Solder adalah suatu
ini sangat ideal digunakan. campuran logam atau metal yang
mempunyai titik-lebur relatif
Cara penggunaan meter beroda rendah. Hal ini digunakan mere-
(measuring-wheel) : katkan komponen-komponen de-
a. Menyiapkan meter beroda ngan papan rangkain sehingga
b. Angka penunjuk diatur membentuk suatu gabungan rang-
pada posisi awal nol kaian yang sesuai dengan gambar
c. Gagang meter dipegang skematik. Timah solder tersedia
kemudian roda diletakkan dalam bentuk strand solder
di atas tanah. (kumparan berbentuk kawat) atau
d. Panjang gagang disesuai- solder paste (timah solder yang
kan dengan kenyamanan. dilekatkan ke luar dengan suatu
e. roda dijalankan sesuai penyemrot). Ada dua alat pe-
dengan lekukan tanah. nyolderan kategori dasar yaitu the
f. Hasil pengukuran dibaca standard soldering iron dan rework
dengan melihat pada station.
angka penunjuknya. Besi solder seperti ditun-
jukan gambar 2.4. di bawah ini
digunakan strand solder untuk
2.3. Perkakas-perkakas menyolder komponen pada papan
elektrik PCB. Sebuah spon basah dapat
digunakan untuk membersihkan tip
Perkakas elektrik sebagai (ujung) besi. Spon tersebut harus
alat bantu untuk bidang teleko- dijaga supaya basah terus
munikasi sangat beragam dan menerus, dan tip besi tersebut
jumlahnya juga cukup banyak. harus dibersihkan secara teratur.
Dengan perkakas ini, seorang Ada banyak perbedaan tipe
teknisi dengan mudah melakukan solder yang tersedia tergantung
pekerjaannya. Berikut ini ditun- dari pekerjaan yang dilakukan dan

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 21


temperatur yang dibutuhkan untuk Sekarang ini solder semakin
penyolderan. canggih, mulai dari yang berupa
Selalu memastikan bahwa logam panas, uap panas (blower)
pucuk solder mempunyai suatu bahkan ada yang menggunakan
lapisan solder yang bagus, Hal ini paduan blower dan ultrasonik yang
untuk mencegah oxidasi dan dikendalikan dengan komputer
mengawetkan pucuk tersebut. untuk mendapat temperatur yang
Ketika bekerja dengan pucuk tepat dan solderan yang rapi dan
solder, maka akan tenjadi akurat.
perubahan warna. Secara seder- Solder yang banyak digu-
hana beberapa strand solder akan nakan adalah solder dengan ujung
kelebihan panas dan hal tersebut besi atau tembaga.
perlu dibersihkan dengan spon Penggunaannya bergantung ke-
supaya kotoran yang melekat pada jenis pekerjaan, karena ada
menjadi hilang. Tujuannya adalah beberapa pilihan ujung solder.
untuk memastikan bahwa pucuk Lihat contohnya pada gambar 2.5.
solder akan bertahan lama.

Blower (peniup)
Penunjuk suhu

Ujung solder Gulungan timah

Gambar 2.4. Solder Uap (Blower)

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 22


Gambar 2.5. Iron Solder dengan beberapa pilihan
ujung dan penyedot timah

2.3.2. Power Supply Indikator Indikator


arus tegangan
Selain komponen-kompo-
nen tersebut di atas, dalam mela-
kukan pengujian maupun per-
awatan sistem telekomunikasi
diperlukan komponen yaitu power
supply. Power supply ini sangat
penting, karena jika tidak ada
komponen ini, tidak mungkin
pengujian bisa dilakukan. Power
supply dapat diambilkan dari
komponen yang terpisah, sepert
adaptor atau baterai, tetapi juga
dapat diambilkan dari komponen
lain seperti pada socket USB pada
komputer PC. Dalam pengujian
maupun perawatan sistem
telekomunikasi tentunya harus
memilih power supply yang
digunakan. Pemilihan ini biasa- Knop Terminal
nya berdasarkan terhadap kebu- pengatur Keluaran
tuhan arus. Gambar sebuah power
supply dapat dilihat seperti di
samping ini.
Gambar 2.6. Power Supply

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 23


Komponen Transfor- Komponen
filter/tapis mator penguat arus

Rangkaian Kabel-kabel keluaran


penyearah plus, minus dan ground

Gambar 2.7. Rangkaian dalam power supply

2.4. Piranti-Piranti Ukur nyai tampilan analog atau digital.


Beberapa piranti atau instrumen
Sistem telekomunikasi ba- untuk pengujian dalam sistem
nyak terkait dengan penggunaan telekomunikasi juga banyak
frekuensi tinggi. Frekuensi ini ragamnya. Instrumen-instrumen itu
biasanya diterapkan pada komu- adalah :
nikasi line of sight atau komuni-
kasi nirkabel. Hal ini akan - Oscilloscopes (osiloskop)
membawa kenyataan pada ins- - Power Supplies (catu daya)
trumen yang digunakan untuk me- - Spectrum Analyzers
rancang, menguji maupun untuk (penganalisis spektrum)
memperbaiki sistem telekomu- - Network Analyzers
nikasi yang harus sesuai dengan (penganalisis jaringan)
sistem tersebut. Instrumen atau - RF Measurement (pengukur
piranti ukur yang digunakan dalam frekuensi tinggi)
bidang telekomunikasi mempu-

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 24


- Signal Generators (pembangkit
sinyal/gelombang) Multimeter banyak diguna-
- Multimmeter kan untuk mengukur arus dan te-
- Data Acquisition (akuisisi data) gangan. Alat ukur ini sangat pen-
- LCR/Impedance (pengukur ting dalam menguji dalam pem-
impedansi atau LCR) buatan rangkaian. Selain diguna-
- Logic Analyzer (penganalisis kan untuk mengukur arus dan
rangkaian logika) tegangan juga dapat digunakan
- Power Sources (sumber daya) untuk mengetahui sambungan
- Pulse Generator (pembangkit penghantar apakah putus ataukah
pulsa) tidak.
- Electronic Load (beban Alat ini juga digunakan untuk
elektronik) mengetahui besarnya nilai tahanan
- Frequency Counter (pencacah sebuah resistor, menguji diode
frekuensi) maupun transistor. Karena
- AC Power Analyzer banyaknya fungsi dari alat ini
(penganalisis daya AC) maka sangat dibutuhkan dalam
- Audio Analyzer (penganalisis merancang rangkaian elektronika
rangkaian audio) khususnya rangkaian yang akan
- Hipot/Electrical Safety dikomunikasikan dengan kom-
(keselamatan terhadap puter baik dengan komunikasi
tegangan tinggi) secara serial maupun secara
- Precision Sources (sumber- paralel.
sumber daya akurat)
- TV and Video (pengukuran
televisi dan video)
- RF Accessories (perlengkapan
frekuensi tinggi)
- Connectivity/Software, Fiber
Optic, Semiconductor
(sambungan-sambungan atau
perangkat lunak untuk serat
optik dan semikonduktor)
- RF Signal Generators
(pembangkit sinyal frekuensi
tinggi)

Uraian di bawah ini akan


Gambar 2.8. Multimeter analog
menjelaskan berbagai macam
SP10D
instrumen yang digunakan dalam
sistem telekomunikasi baik
Selektor pada multimeter
pengujian maupun perbaikan.
analog dipakai untuk memilih
ragam besaran yang akan diukur,
yaitu tegangan atau arus searah
atau bolak-balik, dan tahanan.
2.4.1. Multimeter

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 25


Multi-meter ada juga yang dapat Dalam penggunaan multi-
dipakai untuk mengukur kuat bunyi meter perlu diperhatikan hal-hal
atau desibel. sebagai berikut :
Piranti ini harganya juga 1. Perhatikan besaran yang akan
tidak terlalu mahal dan dipasaran diukur.
banyak tipe dan ragamnya ter- 2. Pemindahan selektor penunjuk
gantung dari kualitas serta industri besaran dan batas ukur, harus
pembuatnya. Harga sebuah alat dilakukan saat perangkat tidak
ukur ditentukan oleh spesifikasi terhubung pada rangkaian.
alat tersebut seperti ketelitian ukur 3. Pembacaan hasil ukur pada
maupun kwalitasnya. multimeter analog, dapat dila-
Alat ukur ini dipasaran ada kukan bila simpangan jarum
yang menggunakan tampilan melebihi setengah skala penuh.
analog maupun digital. Alat ukur 4. Pada saat meter tidak dipakai,
analog adalah multimeter yang tempatkan selektor pada posisi
hasil pengukuranya ditampilkan batas ukur paling tinggi untuk
dengan jarum dan angka, tegangan bolak-balik
sedangkan multimeter digital tam-
pilannya dapat dilihat secara
langsung dalam bentuk angka 2.4.2. Kapasistansi Meter
yang dapat dibaca secara
langsung. Gambar 2.8. dan 2.9. Kapasistansi meter sangat
adalah salah satu contoh penting dalam sistem teleko-
multimeter digital dan analog yang munikasi. Instrumen ini digunakan
banyak dijumpai di pasaran. untuk mengukur besar kapasitansi
pada suatu bahan atau sebuah
kapasitor. Kapasistor dalam sis-
tem komunikasi biasanya ber-
fungsi sebagai komponen osilator
atau sebagai pembangkit fre-
kuensi. Untuk mencapai tarap
yang demikian, maka dibutuhkan
kapasitor yang benar-benar se-
suai nilai kapasistansinya. Hampir
semua rangkaian membutuhkan
komponen jenis ini sebagai pen-
dukung yang sangat penting.
Metoda pengujian suatu
kapasitor menggunakan kapasi-
tansi meter sangat mudah dan
sederhana. Penggunaan piranti tes
ini memberikan hasil yang sa-ngat
cermat dibandingkan bila
Gambar 2.9. Multimeter digital
pengujian kapisitansi dengan
menggunakan multimeter.

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 26


dalam keadaan bocor dan harus
dilakukan penggantian.
Metoda pengukuran yang
lebih akurat lagi adalah meng-
gunakan ESR meter. ESR sing-
katan Equivalent Series Resis-
tance. Alat ini merupakan hasil
teknologi baru yang dipakai untuk
menguji kapasitor. Alat ini hanya
mengecek kondisi elektrolit pada
kapasitor. Keuntungan yang diper-
oleh adalah kemampuannya me-
nguji kapasitor meskipun masih
dalam rangkaian (in circuit).
Kecermatan pengukuran yang
dihasilkan dapat mencapai 99%.
Contoh dari alat ini adalah
Sencore LC103 Capacitor and
Inductor Analyzer. Di samping alat
ini dapat menganalisis kapasitor,
juga dapat dipakai untuk menguji
suatu induktor. Perhatikan gambar
2.11. di bawah ini.
Gambar 2.10. Pengukur
kapasitansi digital

Kapasitor yang akan diuji,


kaki-kakinya tinggal disambung-
kan dengan colok meter. Cotoh
apabila kapasitor mempunyai nilai
100 microfarad yang diukur, maka
penunjukkan meter akan terbaca
90 microfarad hingga 110 micro-
farad. Ingat bahwa kapisitor juga
mempunyai nilai toleransi seba-
gaimana resistor (tahanan). Sebe-
lum menguji kapasitor perlu dila-
kukan lebih dahulu mengo- Gambar 2.11. Capacitor dan
songkan muatannya denga cara Inductor Analyzer
menghubung singkatkan kaki-
kakinya. Instrumen ini pengguna-
Dalam contoh yang di- annya lebih rumit. Karena itu untuk
utarakan ini, bila kapasitor terukur dapat menggunakannya harus
60 mikrofarad, maka dapat dipahami buku manual dan petnjuk
dipastikan kapasitor tersebut yang disertakan.
2.5. Piranti-piranti

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 27


pengukur frekuensi Pencacah frekuensi ka-
dang-kadang mempunyai fungsi
2.5.1. Frequency Counter yang digabungkan. Fungsi ter-
sebut adalah rangkaian pembang-
Frequency counter atau kit sinyal (signal generator), se-
yang lebih dikenal sebagai pen- hingga dalam satu alat atau piranti
cacah frekuensi mempunyai fungsi dapat melakukan dua fungsi
untuk mencacah frekuensi yang sekaligus, yaitu sebagai pem-
dihasilkan oleh suatu osilator atau bangkit sinyal dan sebagai pen-
oleh pembangkit frekuensi (signal cacah frekuensi. Dengan mudah
generator). Dengan kata lain alat pengalihan fungsi ini dilakukan
ini dipakai untuk me-ngetahui atau hanya dengan cara memindahkan
mengukur nilai frekuensi yang saklar pemilih dari satu fungsi ke
dihasilkan. fungsi yang lainnya.

Gambar 2.12. Pencacah frekuensi


Gambar 2.13. Pencacah frekuensi
dengan tampilan 8 digit
dengan tampilan 8 digit
merek Leader
jenis berbeda

Sebagai pembangkit sinyal atau


Dalam sistem telekomuni-
frekuensi, biasanya ditun-jukkan
kasi piranti ukur ini sangat di-
dengan rentang (range) frekuensi yang
perlukan terutama pada saat
bisa dihasilkan. Contohnya rentang
penepatan suatu frekuensi pada
frekuensi :
nilai tertentu. Instrumen ini bia-
0.03 Hz hingga 3 Mhz dengan 7 step
sanya digunakan pada laborato-
yaitu: 1 Hz, 10Hz, 100Hz, 1KHz,
rium telekomunikasi dalam bentuk
10Khz, 100KHz, 1Mhz.
piranti digital, walaupun juga ada
yang bekerja secara analog. Bentuk gelombang yang dibang-
Fungsi piranti ini digunakan untuk kitkan: gelombang sinus, gelom-
menghitung frekuensi kerja sistem bang segitiga, gelombang kotak,
telekomunikasi dalam bentuk gelombang gigi gergaji positive-
angka-angka digital dan bukan going, gelombang gigi gergaji
berupa gambar atau bentuk grafik. negative-going, gelombang pul-sa

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 28


positive-going, gelombang pulsa 1. Pastikan bahwa frekuensi yang
negative-going, gelom-bang pulsa akan dicacah (counter) sudah
TTL. terhubung dengan input alat
Untuk pencacah frekuensi ukur.
kebanyakan ditunjukkan dengan 2. Perhatikan tombol rentang
rentang pengukuran yang dapat frekuensi yang dicacah agar
dijangkau. Contohnya rentang pembacaan mudah dilakukan.
pengukuran : 3. Apabila pencacahan menun-
jukkan overflow (melebihi) dari
1Hz - 20 MHz, 5 digit dengan yang seharusnya, maka
Impedansi input : >>1 MΩ/20pF pindahkan atau tekan tombol
Kepekaan : 100mV rms batas yang lebih tinggi.
Ketepatan : 0.1Hz/1Hz/100Hz
Kekeliruan ukur : <0.003% ± 2.5.2. Function Waveform
1 digit Generator
Tegangan input maksimun :
150V (AC+DC) (dengan Waveform generator meru-
pelemahan) pakan sebuah instrumen dalam
sistem telekomunikasi yang sa-
ngat penting untuk mem-
bangkitkan gelombang sebagai
sinyal pengujian maupun pe-
rawatan sistem telekomunikasi.
Piranti ini biasanya mengeluarkan
bentuk gelombang yang berbeda-
beda seperti gelombang kotak,
gergaji maupun sinus tergantung
yang diinginkan. Semakin besar
range frekuensi yang dihasilkan
oleh piranti maka akan semakin
mahal pula harganya. Biasanya
Gambar 2.14. Pencacah frekuensi mampu mengeluarkan besar
dan pembangkit sinyal frekuensi 15 MHz dengan bentuk
dalam satu alat. gelombang kotak, sinus maupun
gigi gergaji, noise, ramp (segitiga)
dan sebagainnya.
Harga piranti itu cukup Selain menghasilkan ge-
mahal apalagi jika rentang lombang-gelombang sebagaima-
frekuensi yang terukur dapat na yang disebutkan itu, instrumen
mencapai tataran giga hertz. ini dapat pula menghasilkan sinyal
Biasanya frekuensi kerjanya dalam bentuk yang sudah
antara 10 Hz sampai 3 GHz. temodulasi dengan frekuensi
Hal-hal yang perlu diperhatikan audio.
dalam penggunaan :

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 29


Tegangan sinyal keluaran
yang dapat dihasilkanpun dapat
lebih kecil lagi yaitu 0,01 milivolt
puncak ke puncak hingga 10 volt
puncak ke puncak dengan
impedansi keluaran 50 Ohm.
Tambahan lain yang dapat
disertakan di anta-ranya adalah
pengunci fasa (phase lock), phase
offset, sweep linear atau loagritmik
Gambar 2.15. Function Waveform dan lain-lain.
Generator seri HP 33120A Pemilihan generator fungsi
untuk keperluan piranti teleko-
Bentuk sinyal termodulasi munikasi :
yang biasa dihasilkan adalah 1. Perhatikan kebutuhan rentang
modulasi amplitudo, modulasi frekuensi yang diperlukan.
frekuensi, frequency shift keying Apakah untuk frekuensi rendah
dan modulasi burst. Untuk me- atau tinggi.
nunjukkan besaran sinyal yang 2. Perhatikan kebutuhan gelom-
dapat dibangkitkan, dari kete- bang yang ingin dihasilkan.
rangan panel dapat dibaca ke- Apakah sinus, kotak atau
tentuan tersebut. Misalnya untuk segitiga.
keluaran 50 milivolt hingga 10 volt 3. Perhatikan pula level (aras)
puncak ke puncak (Volt peak to tegangan yang dikehendaki.
peak) dengan impedansi keluaran
50 Ohm dan resolusi 3 digit. Penggunaannya:
1. Sebagai sumber pembangkit
gelombang.
2. Sebagai sumber gelombang
dapat dipakai untuk pengujian
sistem, seperti untuk meng-
hitung penguatan, respon
(tanggap) penguat, untuk
pemicuan dan sebagainya.

Tugas :

Coba gambarkan bagaimana


memasangkan pembangkit
Gambar 2.16. Function Generator gelombang ini dalam sistem
seri HP 3314A pengujian penguat frekuensi tinggi.

Pembangkit gelombang
yang lebih baik dapat meng-
hasilkan rentang frekuensi dari
0,001 Hz hingga 19,99 Mhz.

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 30


2.5.3. Analog RF Signal 2.5.4. Osiloscope
Generator
Osiloscop merupakan alat
Analog RF signal generator ukur yang dapat digunakan untuk
merupakan sebuah piranti yang melihat bentuk gelombang listrik
dapat membangkitkan sinyal RF yang ada pada rangkaian yang
analog. Piranti ini sering digunakan telah dirancang. Dari bentuk
dalam berbagai pe-ngujian gelombang itu dapat dijadikan
khususnya pada labora-torium sebagai dasar bagi pengukuran
sistem telekomunikasi. Sinyal RF tegangan gelombang. Di samping
yang hasilkan oleh piranti ini itu osciloscope dapat digunakan
seperti halnya sinyal yang untuk mengukur perioda suatu
dipancarkan oleh pemancar gelombang.
dengan frekuensi tinggi yang Dengan diketahui nilai
biasanya mempunyai rentang ke- perioda, maka dengan rumus
luaran antara 250 KHz sampai 3 T=1/f selanjutnya bisa diketahui
atau 6 GHz. Dengan frekuensi besarnya frekuensi yang terukur
sebesar ini merupakan spektrum Baik pengukuran tegangan
frekuensi radio, sehingga jika ingin gelombang atau perioda gelom-
menguji sebuah sistem akan dapat bang, yang selalu menjadi acuan
lebih mudah dalam mem- adalah besarnya kotak pada layar
bangkitkan frekuensi tinggi. osciloscope atau biasa disebut
Piranti ini juga dapat mem- sebagai divisi. Oleh karena itu,
bangkitkan sinyal modulasi RF satuan pengukuran yang dibaca
analog dengan frekuensi 6 GHz adalah volt/divisi atau time/divisi.
baik modulasi AM maupun FM Untuk mengetahui gambar
serta modulasi fasa serta modulasi piranti osciloskop, perhatikan
pulsa yang dapat diatur sesuai gambar 2.18.
kebutuhan.

Layar tampilan knop pengatur frekuensi

keluaran

Gambar 2.17. Analog RF signal generator

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 31


Risetime, Falltime, +Width, -
Width, Overshoot, Preshoot,
+Duty, -Duty, etc.
• 10 Waveforms parameter.
• Vertical scale: 2mV/div ~ 5V/div
• Sweep time: 1ns/div ~ 50s/div
• Rise time: 1.8ns.
• Power supply: 100 ~ 240V, 45 ~
65Hz,<30W.
• Standard configuration: USB
interface on the rear panel
• Front panel of USB host
Gambar 2.18. Oscilloscope digital (support USB storage device) is
Optional
• Dimensions: 120mm (D) ×
Osiloscope digital mempu-nyai 285mm (W) × 158mm (H)
keunggulan dibandingkan dengan
osiloscope analog adalah terletak pada Alat ukur ini digunakan
mudahnyanya hasil pengukuran dibaca untuk mengetahui kesalahan dari
pada layar LCD. Osciloskop ini juga rancangan dengan melihat bentuk
dilengkapi daengan kanal ganda (dual) gelombang keluaran pada titik ukur
dengan lebar bidang (bandwidth) yang tertentu. Osiloscop di pasaran
dapat mencapai 200 MHZ. Hasil mempunyai range mulai dari yang
pengukuran dapat disimpan untuk murah dengan model lama sampai
masing-masing kanal. Salah satu jenis yang harganya mahal dan
osci-loscope digital adalah merek canggih. Dalam merancang
GAO PS1202CA Portable Digital sebuah rangkaian elektronika,
Oscilloscope. piranti ini dibutuhkan untuk
(www.gaotek.com/.../news/CATV- mendapatkan keakuratan, tetapi
Instrument-DS1191/). untuk peralatan yang dibuat hanya
untuk hobby tidak perlu
Beberapa spesifikasi yang ditawarkan menggunakan alat ukur ini karena
meliputi : terlalu mahal harganya. Alat ukur
ini biasanya digunakan oleh
• Advanced triggering function laboratorium sebagai pendukung
from edge, video, pulse and penelitian.
delay.
• +, -, ×, ÷ mathematic Functions. Penggunaan :
• FFT spectrum analysis: Osciloskop digital berbeda de-
hanging, hamming, blackman, ngan osciloskop konvensional.
rectangular. Kelebihannya adalah kemampuan
• Automatic parameter untuk merekan gambar hasil
measurements: Vpp, Vamp, pengukuran
Vrms, Vmax, Vmin, Vtop,
Vbase, Vavg, Freq, Period,

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 32


Layar knop pengatur tegangan dan frekuensi

Gambar 2.19. Oscilloscope

Jika hanya untuk menguji 2.6. Perangkat Uji Lainnya


rangkaian yang digunakan untuk
berkomunikasi secara paralel 2.6.1. Logic Analyser
maupun serial dengan komputer
PC maka dapat digunakan Logic Analyser digunakan
osiloscope yang mempunyai untuk memonitor maupun untuk
bandwith untuk melihat sinyal data mendiagnose sinyal digital lebih
komputer. Osiloscope ini bisa dari satu titik dan terus-menerus.
menggunakan kemampuan ukur Piranti ukur ini biasanya digu-
maksimal 20 MHz dianggap sudah nakan untuk pengembangan rang-
bisa memenuhi kebutuhan. Jika kaian elektronika yang komplek
sistem yang diujinya berupa piranti dan membutuhkan ketelitian tinggi,
sistem telekomunikasi, maka khususnya data bus data pada
osiloscope ini harus mempunyai komputer.
frekuensi yang di atas piranti yang Sebagaimana namanya,
diukurnya. logic analyzer diapakai untuk
Piranti ini khususnya yang menganalisis rangkaian digital.
mempunyai range pengukuran Fungsi yang dapat dilakukan
frekuensi yang tinggi, sangat adalah seperti oscilograf yang real-
mahal harganya, sehingga sangat time (waktu yang sama) dengan
perlu diperhatian dalam peng- kemampuan frekuensi 100 MHz.
gunaan maupun perawatannya, Piranti semacam logic analyzer
dan dalam penggunaanyapun dapat bekerja tidak hanya dalam
harus lebih hati-hati penyimpanan standar, tetapi juga
pada kondisi real-time.

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 33


Piranti logic analyzer ini • Size: 99mm × 89mm × 14mm
cocok untuk mengamati sinyal (L×W×H)
periodik seperti pada osciloscope • Weight: 300g
dan plug and play. Biasanya • Signal Port Pin: 2.54mm high-
dilengkapi pula dengan perangkat quality connector
lunak yang dapat tersambung • Protection: All pins can stand
electrostatic surge up to 8KV and
dengan windows, serta USB 2,0
voltage power surge up to ±30V
agar dapat berkomunikasi dengan
• Signal Input: 2 banks, individual
komputer. and adjustable 1.2V-5.0V level
each
• Sampling Frequency: 1Hz-800MHz
internal clock/synchronic
sampling/condition sampling
• Signal Channels: 24
• Sampling Depth: 32K
• Delay Function: 0-32K sampling
cycle
• Main Counter: 32bit (1T)
• Trigger Condition: 8 Group,24 bit
Gambar 2.20. Logic analyzer • Software for Win XP, Win 2000,
tampilan kompak and Win 98
• Support USB 2.0 communications
Spesifikasi yang ditawarkan oleh with computer
L-100-T Logic Analyzer
(www.gaotek.com/.../news/CATV-
Instrument-DS1191/) adalah:

Gambar 2.21. Logic Analyzer yang lebih canggih

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 34


2.6.2. Optical Spectrum 2.6.3. GSM Test
Analyzer
GSM test merupakan piranti
Optical spectrum analyser yang digunakan untuk menguji
merupakan sebuah instrumen sinyal radio GSM. Piranti ini sangat
yang digunakan untuk mengukur berguna untk menguji adanya
defraksi sebuah sinyal yang kesalahan pada gelom-bang
dihasilkan dari berbagai kom- modulasi GSM pada sebuah
ponen optik, penguatan, lampu piranti komunikasi GSM seperti
LED, DFB laser, dan Fabry-Perot Handphone, maupun piranti
laser. Optical spectrun analyser lainnya. Instrumen ini dapat juga
menyediakan pengukuran daya digunakan untuk meng-analisis
optic berbanding dengan panjang yang sekaligus untuk mengetahui
gelombang serta fungsi lanjut dari daya yang dipancarkannya.
hasil pengukuran dan karakteristik
optik itu sendiri.

Gambar 2.22. Optical Spectrum Analyzer seri HP 71450B

Gambar 2.23. GSM test

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 35


2.6.4. CDMA Mobile Test yang berkaitan dengan kabel
terutama pada saat dialiri sinyal
CDMA mobile test juga listrik. Piranti jenis ini ideal untuk
seperti halnya pada GSM test pengukuran nisbah gelombang
merupakan piranti yang berfungsi tegak (standing wave ratio=SWR),
untuk mengukur sinyal CDMA kerugian kabel, dan melokasi titik-
yang dihasilkan oleh sebuah titik pada kabel di mana terjadi
piranti komunikasi mobile. Piranti kerusakan. Di samping itu piranti
ini hasrus mempunyai akurasi ini sekaligus dapat dipakai untuk
yang tinggi dengan kemampuan pengukuran antena.
pengujian sistem yang tinggi. Untuk dapat menjangkau
Selain itu harus kompatibel pengukuran yang memadai, maka
dengan sistem yang ada seperti piranti dirancang agar bisa
phone CDMA analog dan IS95. mempunyai rentang 25 MHz
Selain itu juga piranti ini harus bisa sampai dengan 4 GHz. Dengan
menguji telephone mobile AMPS, frekuensi setinggi ini dapat meliput
NAMPS dan TAC yang merupakan rentang frekuensi GSM, CDMA,
telepon analog bluetoth dan sebagainya.
Dalam kenyataannya,
2.7. Penguji kabel dan antena piranti yang dirancang ini sangat
(Cable and Antenna cocok untuk pelayanan wireless,
Tester) perancang dan pengelola jaringan
sehingga bisa digunakan untuk
Piranti untuk menguji kabel memelihara dan mencari
dan antena biasanya dalam bentuk kerusakan sistem komunikasi
yang dapat dijinjing. Sebagimana wireless.
namanya, alat ini mampu untuk
mengukur berbagai karakteristik

Gambar 2.24. CDMA Mobile test

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 36


Gambar 2.25. Sistem pemasangan kabel dan antena

Gambar 2.26. Penguji kabel dan antena


sistem jinjing Agilent N9330A

2.8. Mini PABX call restriction, blokir, membatasi


waktu bicara, dan lain-lain.
Mini PABX adalah alat untuk Perangkat komunikasi tele-
membuat percabangan beberapa pon ini terletak atau berada di sisi
extension dalam 1 atau lebih line pelanggan, misalnya di gedung-
telepon, dimana setiap extension gedung perkantoran yang me-
dapat saling berkomu-nikasi dan merlukan percabangan sam-
juga setiap extension dapat di-set bungan telepon. Secara umum
sesuai dengan kebutuhan, seperti perangkat PABX terhubung ke

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 37


penyedia layanan telekomunikasi (GSM/CDMA), jaringan telepon
publik. satelit, jaringan Cordless (DECT),
Alat ini juga sudah dilengkapi dan jaringan berbasis paket
dengan DISA (Direct Inward (IP/ATM).
System Acses) Dan OGM /
Operator Otomatis ("Terimakasih
Anda Telah menghubungi PT X
silahkan tekan extension tujuan
atau tekan 0 u/ bantuan operator",
dsb).
Pemasangan alat ini sangat
mudah. Cocok untuk digunakan di
rumah tempat tinggal, tempat kost,
toko atau perkantoran kecil.
Alat ini terdiri dari beberapa tipe,
dengan kapasitas 8 dan 16
extension.
IP PBX atau Internet
Protocol Private Branch Exchange
adalah PABX yang menggunakan
teknologi IP. IP PBX adalah
perangkat switching komunikasi
telepon dan data berbasis
teknologi Internet Protocol (IP)
yang mengendalikan ekstension Gambar 2.27. Contoh Mini PABX
telepon analog (TDM) maupun
ekstension IP Phone. Fungsi- IP PBX membawa kemam-
fungsi yang dapat dilakukan antara puan multi layanan di jaringan IP
lain penyambungan, pengendalian, ke dunia komunikasi telepon,
dan pemutusan hubungan telepon; sehingga akan memungkinkan
translasi protokol komunikasi; semakin banyak layanan
translasi media komunikasi atau komunikasi yang dapat berjalan di
transcoding; serta pengendalian atas jaringan IP. Multi layanan
perangkat-perangkat IP Teleponi tersebut adalah Voicemail & Voice
seperti VoIP Gateway, Access Conference, Interactive Voice
Gateway, dan Trunk Gateway. Response (IVR), Automatic Call
Solusi berbasi IP PBX Distribution (ACD), Computer
merupakan konsep jaringan Telephony Integration (CTI),
komunikasi generasi masa depan Unified Messaging System (UMS),
atau dikenal dengan istilah NGN Fax Server & Fax on Demand, Call
(Next Generation Network) yang Recording System, Billing System,
dapat mengintegrasikan jaringan serta Web-based Management
telepon konvensional (PSTN/ System.
POTS), jaringan telepon bergerak

2.9. Voice Changer (Alat Pengubah Suara)

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 38


Cabut kabel gagang telepon,
Voice Changer adalah alat dan kemudian sambungkan
untuk merubah suara kita di kabelnya pada alat ini. Nyalakan
telepon atau handphone, terdapat voice changer, kemu-dian pilih
2 pilihan suara, yaitu suara laki-laki mode suara yang diinginkan
dan perempuan, sehingga kita (geser switch ke posisi male /
dapat dengan mudah untuk female ).
merubah identitas kita dalam
pembicaraan lewat telepon Alat ini akan berfungsi sebagai
ataupun handphone. hands-free seperti pada telepon di
Alat ini bisa digunakan rumah kita.
sebagai hands-free biasa apabila
fasilitas voice changer-nya di- 2. Untuk penggunaan pada hand-
matikan (off). phone.
Pasangkan alat ini seperti
menggunakan hands-free biasa
Cara Penggunaan : saja. Kemudian nyalakan voice
changer-nya, lalu pilih mode
1. Untuk penggunaan pada suara yang diiinginkan (geser
telepon rumah switch ke posisi male / female).

Gambar 2.28. Voice Changer

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 39


Gambar 2.29. Bagian-bagian Voice Changer

2.10. LAN Tester (kabel bagaimana urutan tersebut, yang


tester) penting korespondensinya satu
satu (khusus tipe straight) :
LAN TESTER digunakan
alat untuk memeriksa benar
tidaknya sambungan kabel. Untuk
tipe straight jika benar maka lampu
LED (Light Emitting Diode) 1
sampai 8 berkedip. Pada gambar
di samping ditunjukkan satu jenis
penguji kabel LAN.
Dalam gambar dari bawah
dari ujung kabel UTP yang sudah
dipasangi konektor dan berhasil
dengan baik (urutan pewarnaan
pinnya ikut standar) menunjukkan
sauatu keadaan bahwa urutan pin
tersebut adalah standar. Apabila
ada penunjukkan yang tidak
standar, coba perhatikan urutan Gambar 2.30. Kabel LAN tester
warna pinnya. Untuk urutan yang
sangat tidak standar, tapi tetap
saja bisa atau dapat dilihat

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 40


2.11. Tang Amper (Multi Pengukuran SWR
Function Clamp Meter)
Kadang-kadang SWR meter
Tang Amper ini mempunyai tidak menunjukkan harga standing
beberapa fungsi yaitu : wave ratio yang sebenarnya,
Untuk mengukur arus listrik tanpa terutama bila SWR jauh dari 1 : 1.
memutus rangkaian (kabel) juga Ini akibat rugi-rugi pada saluran
bisa difungsikan untuk mengukur transmisi. Hal ini dapat dilihat pada
tegangan listrik dan tahanan listrik. gambar 2.32.
SWR meter diletakkan dekat
pemancar. Misalkan tegangan
maksimum yang keluar dari TX
adalah 10 volt. Karena rugi-rugi
saluran, tegangan yang sampai di
antena adalah 9 volt. Tegangan
pantul dari antena 3 volt.
Tegangan ini disalurkan ke TX
yang juga mengalami redaman.
Sampai di TX tinggal 2,7 volt.
SWR yang terbaca :

Gambar 2.31. Tang Amper (Multi


Function Clamp Meter)

2.12. SW (Standing Wave


Ratio) Meter

Standing wave ratio


disingkat SWR kadang-kadang
disingkat dengan nama VSWR Namun bila SWR diletakkan di
(Voltage Standing Wave Ratio). dekat antena, SWR yang terbaca
Bila impedansi saluran transmisi adalah :
tidak sesuai dengan transceiver
maka akan timbul daya refleksi
(reflected power) pada saluran
yang berinterferensi dengan daya
maju (forward power). Interferensi
ini menghasilkan gelombang
berdiri (standing wave) yang Ternyata kedua pengu-
besarnya tergantung pada kuran berbeda. Hasil yang benar
besarnya daya refleksi.

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 41


adalah 1:2,0. Jadi bila SWR meter 1:1,1) karena penambahannya
diletakkan dekat TX SWR yang sedikit. Tetapi bila penunjukan
sesungguhnya lebih besar menjadi 1:1,0 atau lebih segeralah
daripada yang terukur. Kesalahan pindahkan SWR meter ke dekat
akan bertambah besar bila saluran antena agar penunjukannya tidak
transmisinya panjang. terlalu banyak meleset. Apalagi
Dalam praktek cara pertama bila kabel koaxialnya panjang
boleh dipakai bila SWR sekali (20 meter atau lebih) atur
menunjukkan nilai rendah (SWR kembali matching antena anda.

Gambar 2.32. SWR Meter

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 42


Gambar 2.33. Prinsip Pengukuran SWR

2.13. E-Fieldmeter pengukuran 1 cm, 2,5 cm, 5 cm,


(Pengukur Medan Listrik) 10 cm dan 20 cm.
Di dalamnya terdapat mi-
E-Fieldmeter TYPE 704 ini kroprosesor yang secara otomatis
digunakan untuk mengukur mengkonversi kuat medan yang
muatan elektrostatis pada suatu terukur melalui jarak yang dipilih
obyek, dimana hasil pengukuran menjadi muatan dengan potensial
tegangan potensialnya dinyatakan yang setara dalam ukuran volt.
dalam ukuran volt. Jarak antara Bila tegangan lebih dari 1000V,
obyek yang diukur dengan sensor maka pembacaan display pada
head (ujung sensor) dapat diatur, posisi kV.
sehingga memungkinkan hu- Penggunaan :
bungan konversi dari tegangan 1. Meter digunakan untuk me-
potensial yang diukur dengan ngetahui medan listrik atau
muatannya. Lokalisasi dan elektromagnetik yang dipan-
pengukuran muatan elektrostatis carkan oleh pemancar.
serta medan dari kedua polaritas 2. Dengan diketahui kuat medan
memungkinkan cara ini. Operator dapat diperkirakan jarak pan-
dapat memilih di antara jarak yang carnya, seperti sinyal televisi.
telah ditetapkan yaitu mulai dari

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 43


Gambar 2.34. Bentuk E-Fieldmeter

2.14. Switch Jaringan lainnya di dalam sebuah jaringan


berbasis teknologi Ethernet.
Switch jaringan (atau switch Dengan menggunakan uplink port,
untuk singkatnya) adalah sebuah HUB-HUB pun dapat disusun
alat jaringan yang melakukan secara bertumpuk untuk
bridging transparan (penghubung membentuk jaringan yang lebih
segementasi banyak jaringan besar dengan menggunakan kabel
dengan forwarding berdasarkan Unshielded Twisted Pair yang
alamat MAC). murah. Jika memang hub yang
Port uplink adalah sebuah digunakan tidak memiliki port
port dalam sebuah HUB atau uplink, maka kita dapat
(switch jaringan) yang dapat menggunakan kabel UTP yang
digunakan untuk menghubungkan disusun secara crossover.
HUB/switch tersebut dengan HUB

Gambar 2.35. Switch jaringan

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 44


2.15. Modem VSAT, Microwave Radio, dan lain
sebagainya, namun umumnya
Modem berasal dari istilah modem lebih dikenal
singkatan Modulator Demodulator. sebagai Perangkat keras yang
Modulator merupakan bagian yang sering digunakan untuk
mengubah sinyal informasi komunikasi pada komputer.
kedalam sinyal pembawa (Carrier) Data dari komputer yang
dan siap untuk dikirimkan, berbentuk sinyal digital diberikan
sedangkan Demodulator adalah kepada modem untuk diubah
bagian yang memisahkan sinyal menjadi sinyal analog. Sinyal
informasi (yang berisi data atau analog tersebut dapat dikirimkan
pesan) dari sinyal pembawa melalui beberapa media
(carrier) yang diterima sehingga telekomunikasi seperti telepon dan
informasi tersebut dapat diterima radio.
dengan baik. Modem merupakan Setibanya di modem tujuan,
penggabungan kedua-duanya, sinyal analog tersebut diubah
artinya modem adalah alat menjadi sinyal digital kembali dan
komunikasi dua arah. dikirimkan kepada komputer.
Setiap perangkat komu- Terdapat dua jenis modem secara
nikasi jarak jauh dua-arah fisiknya, yaitu modem eksternal
umumnya menggunakan bagian dan modem internal.
yang disebut "modem", seperti

Gambar 2.36. Modem eksternal 28.8kbps serial-port


(modem dari Motorola)

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 45


Gambar 2.37. Modem Internal 56kbps (PCI slot modem)

2.16. Wi-Fi dengan kartu nirkabel (wireless


card) atau personal digital
Wifi merupakan kependek- assistant (PDA) untuk terhubung
an dari Wireless Fidelity, memiliki dengan internet dengan
pengertian yaitu sekumpulan menggunakan titik akses (atau
standar yang digunakan untuk dikenal dengan hotspot) terdekat).
Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Secara teknis operasional,
Local Area Networks atau WLAN) Wi-Fi merupakan salah satu varian
yang didasari pada spesifikasi teknologi komunikasi dan informasi
IEEE 802.11. Standar terbaru dari yang bekerja pada jaringan dan
spesifikasi 802.11a atau b, seperti perangkat WLANs (wireless local
802.16 g, saat ini sedang dalam area network). Dengan kata lain,
penyusunan, spesifikasi terbaru Wi-Fi adalah sertifikasi merek
tersebut menawarkan banyak dagang yang diberikan pabrikan
peningkatan mulai dari luas kepada perangkat telekomunikasi
cakupan yang lebih jauh hingga (internet) yang bekerja di jaringan
kecepatan transfernya. WLANs dan sudah memenuhi
Awalnya Wi-Fi ditujukan kualitas kapasitas interoperasi
untuk pengunaan perangkat yang dipersyaratkan.
nirkabel dan Jaringan Area Lokal Teknologi internet berbasis
(LAN), namun saat ini lebih banyak Wi-Fi dibuat dan dikembangkan
digunakan untuk mengakses sekelompok insinyur Amerika
internet. Hal ini memungkinan Serikat yang bekerja pada Institute
seseorang dengan komputer of Electrical and Elec-tronis

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 46


Engineers (IEEE) berda-sarkan yang bekerja di sekitar pita
standar teknis perangkat bernomor frekuensi 5 GHz.
802.11b, 802.11a dan 802.16.
Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak
hanya mampu bekerja di jaringan
WLAN, tetapi juga di jaringan 2.17. Auto Telephone Recorder
Wireless Metropolitan Area
Network (WMAN). Auto Telephone Recorder
adalah alat untuk merekam
pembicaraan pada telepon ke
dalam kaset (kaset standard C-
60). Alat ini memiliki pengaturan
untuk mengkompresi suara hasil
rekaman sehingga kapasitas kaset
seolah-olah menjadi 2 kali lipat
dari kapasitas sebenarnya.
Recorder ini dapat digunakan
untuk telepon rumah ataupun
Gambar 2.38. Wi-Fi dan antena telepon yang melalui sistem PABX
pada kantor-kantor.
Alat ini juga dilengkapi dengan
built-in microphone, sehingga
dapat juga digunakan :

1. Untuk menyadap telepon


dengan tanpa diketahui oleh
pemakai telepon yang akan
disadap.
2. Dipasangkan antara line telepon
dan pesawat telepon yang
Gambar 2.39. Wi-Fi bentuk lain direkam. Pemasangan seperti
ini biasa digunakan untuk kantor
Karena perangkat dengan yang meng-gunakan PABX.
standar teknis 802.11b Cocok digunakan untuk
diperuntukkan bagi perangkat merekam pembicaraan penting
WLAN yang digunakan di yang memerlukan bukti, seperti
frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim dalam transaksi saham, atau
disebut frekuensi ISM (Industrial, keperluan lainnya.
Scientific dan Medical). Sedang
untuk perangkat yang berstandar Gambar 2.40. merupakan contoh
teknis 802.11a dan 802.16 alat perekam pembicaraan
diperuntukkan bagi perangkat telepon.
WMAN atau juga disebut Wi-Max,

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 47


Gambar 2.40. Auto Telephone Recorder

2.18. Wireless Intercom untuk monitoring secara kontiniu


(tanpa harus ditekan terus)
Wireless Intercom adalah
alat komunikasi tanpa kabel dan Cara Pemakaian :
tentunya tanpa pulsa (biasanya
untuk komunikasi antar ruangan di 1. Pasangkan wireless intercom ini
lingkungan rumah atau kantor atau pada stopkontak, kemudian
toko kita). Alat ini meng-gunakan sesuaikan pilihan channel
jaringan listrik sebagai dengan pasangan yang akan
penghubungnya. Sehingga alat ini dituju (wireless intercom yang
sangat praktis sekali, jadi terserah berada di ruangan lain). Dengan
mau dipasangkan pada stop demikian sudah siap untuk
kontak dimana saja asalkan masih berkomunikasi.
berada dalam satu meteran yang 2. Tombol CALL, untuk
sama (1 fase). Alat ini bisa memanggil.
digunakan sampai 4 unit channel 3. Tombol TALK, harus ditekan
terpisah. Alat ini Menggunakan untuk berbicara. atau aktifkan
jaringan listrik 1 fasa sebagai tombol LOCK agar tidak perlu
media transmisi. Tombol LOCK, menekan tombol TALK secara
terus-menerus pada saat
berbicara.

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 48


Gambar 2.41. Wireless Intercom

2.19. Telephone Protector

Telephone Protector meru-


pakan perangkat anti petir untuk
memproteksi line telepon
(telephone protector) digital, untuk
proteksi jaringan DSL, LAN, dan
telepon. Saluran yang diproteksi
adalah saluran 1-8 RJ45.
Untuk lebih aman,
Telephone Protector harus di-
gabungkan dengan proteksi ja-
ringan listrik AC. Sistem listrik
harus menggunakan kabel berisi
tiga utas dan memiliki arde yang
baik. Untuk lebih aman, instalasi
listrik pada perangkat internet Gambar 2.42. Telephone protector
dapat memakai surge protector.
Surge Protector adalah dan sangat cepat saat terjadi petir.
perangkat yang dapat melindungi Modem, router, hub atau switch
perangkat elektronik dari per- akan lebih aman dari efek petir
ubahan tegangan yang tinggi dengan menggunakan perangkat
ini. Piranti bentuk lain untuk
melindungi pesawat telepon dapat
dipilih sesuai dengan keinginan

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 49


dan kebutuhan peng-guna. Salah telepon dapat dilihat pada gambar
satu contoh pe-lindung pesawat 2.43. di bawah ini.

Gambar 2.43. Bentuk-bentuk telephone protector

2.20. Rangkuman

Dari uraian tersebut di atas maka dapat ambil inti pembahasan


pada bagian ini adalah sebagai berikut :

1. Multimeter digunakan untuk mengukur arus dan tegangan, alat ukur


ini sangat penting dalam menguji dalam pembuatan rangkaian.
Selain digunakan untuk mengukur arus dan tegangan juga dapat
digunakan untuk mengetahui sambungan penghantar apakah putus
ataukah tidak. Alat ini juga digunakan untuk mengetahi besarnya
tahanan sebuah resistor, menguji diode maupun transisitor.
2. Kapasistansi meter sangat penting dalam sistem telekomunikasi.
Instrumen ini digunakan untuk mengukur besar kapasistansi pada
suatu bahan atau sebuah Kapasitor.
3. Frekuensi counter dalam sistem telekomunikasi sangat dibutuhkan
dalam berbagai pengukuran besar frekuensi. Instrumen ini biasanya
digunakan pada laboratorium telekomunikasi dalam bentuk piranti
digital, walaupun juga ada yang bekerja secara analog.

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 50


4. Waveform generator merupakan sebuah instrumen dalam sistem
telekomunikasi yang sangat penting untuk membangkitkan
gelombang sebagai sinyal pengujian maupun perawatan sistem
telekomunikasi.
5. Analog RF signal generator merupakan sebuah piranti yang dapat
membangkitkan sinyal RF analog. Piranti ini sering digunakan dalam
berbagai pengujian khususnya pada laboratorium sistem
telekomunikasi.
6. Osiloscope merupakan alat ukur yang dapat digunakan untuk melihat
bentuk gelombang listrik yang ada pada rangkaian yang telah
dirancang. Alat ukur ini digunakan untuk mengetahui kesalahan dari
rancangan dengan melihat bentuk gelombang keluaran pada titik
ukur tertentu.
7. Logic Analyser digunakan untuk memonitor maupun untuk
mendiagnose sinyal digital lebih dari satu titik dan terus-menerus.
8. Optical spectrum analyser merupakan sebuah instrumen yang
digunakan untuk mengukur defraksi sebuah sinyal yang dihasilkan
dari berbagai komponen-komponen optik, penguatan, lampu LED,
DFB laser, dan Fabry-Perot laser.
9. GSM test merupakan pirati yang digunakan untuk menguji sinyal
radio GSM.
10. CDMA mobile test juga seperti halnya pada GSM test merupakan
piranti yang berfungsi untuk mengukur sinyal CDMA yang dihasilkan
oleh sebuah piranti komunikasi mobile.
11. Untuk mengukur (mengetes) suatu kabel lebih tepat digunakan Cable
and Antenna Tester dibandingkan menggunakan multimeter
(misalnya ohmmeter). Hal ini dikarenakan suatu kabel memiliki efek
induktansi yang sangat berpengaruh pada sinyal-sinyal berfrekuensi
tinggi.
12. Untuk melakukan reparasi dibutuhkan Tool kit atau alat bantu
reparasi yang terdiri dari bermacam-macam obeng, tang dan lain-lain
sesuai dengan peralatan elektonik yang akan diperbaiki.
13. Solder uap sangat diperlukan untuk menyolder komponen-komponen
yang berukuran kecil. Selain itu, unjuk kerja solder uap (blower) juga
lebih cepat dibandingkan dengan solder biasa (solder besi).
14. Power supply merupakan suatu bagian yang sangat penting pada
sebuah sistem elektonika, karena semua komponen-komponen
memerlukan sumber listrik untuk bisa bekerja. Secara umum, sistem
elektronika hanya membutuhkan tegangan dan daya yang relatif
kecil.
15. Mini PABX berfungsi untuk membuat percabangan beberapa
extension dalam satu atau lebih line telepon. Bahkan perkembangan
terbaru, PABX telah menggunakan jaringan internet (Internet
protokol) sehingga bisa memberikan multi layanan.

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 51


16. Voice changer mampu merubah suara orang ketika menelpon,
dimana suara wanita akan terdengar seperti suara pria. Selain itu
alat ini juga bisa berfungsi sebagai hands-free.
17. LAN tester merupakan alat pengetes kabel tetapi lebih spesifik untuk
mengetes kabel LAN (kabel UTP) karena bentuk konektornya telah
disesuaikan.
18. Tang amper berfungsi untuk mengukur besarnya arus pada suatu
penghantar tanpa harus memutus kabel (rangkaian). Biasanya untuk
arus-arus yang besar.
19. Untuk mengukur kesesuaian impedansi (match impedance) antara
penguat RF dan antena, diperlukan SWR meter. Hal ini sangat
penting karena antena memiliki pengaruh besar pada sistem
telekomunikasi.
20. Peralatan komunikasi jarak jauh dua-arah umumnya menggunakan
suatu modem untuk mengirim data melalui sebuah proses modulasi.
21. Sistem komunikasi wireles merupakan solusi ketika jaringan dengan
menggunakan kabel menjadi kurang fleksibel. Untuk mewujudkan hal
ini, diperlukan komponen komunikasi yaitu Wi-Fi.
22. Auto Telephone Recorder sangat berguna untuk merekam hasil
pembicaraan yang dapat digunakan pada telepon rumah ataupun
telepon yang melalui sistem PABX.
23. Wireless Intercom memiliki tingkat fleksibilitas yang cukup tinggi
tetapi masih perlu dipertimbangkan masalah keamanan pada saat
berkomunikasi karena bisa untuk disadap. Hal ini dikarenakan
intercom menggunakan sistem analog.

2.21. Soal Latihan

Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar !

1. Sebutkan dan jelaskan berbagai macam instrumen yang digunakan


dalam sistem telekomunikasi.
2. Sebutkan fungsi berbagai macam instrumen sistem telekomunikasi
yang telah diuraikan di atas.
3. Dari instrumen-instrumen di atas, identifikasilah instrumen manakah
yang termasuk peralatan sistem digital dan peralatan yang bekerja
menggunakan sistem analog.

Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi 52


BAGIAN 3
DASAR-DASAR SISTEM
KOMUNIKASI

Tujuan

Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat :


1. Menyebutkan elemen dasar sistem komunikasi dengan
diagramnya
2. Membedakan antara bentuk komunikasi analog dan komunikasi
digital
3. Menjelaskan pentingnya keberadaan jaringan yang dapat
menjembatani sistem komunikasi

3.1. Dasar Komunikasi Selanjutnya untuk dipancarkan


atau ditransmisikan.
3.1.1. Elemen Dasar b. Media transmisi, merupakan
sarana atau sebagai jalan
Suatu sistem telekomunikasi untuk memancarkan isyarat
dapat berlangsung apabila meme- listrik dari pemancar.
nuhi prinsip yang melibatkan tiga c. Penerima, perangkat ini ber-
perangkat dasar. Perangkat dasar fungsi menerima kembali
itu adalah pemancar, penerima isyarat listrik yang dipancarkan
dan media untuk memancarkan melalui suatu media dan
sinyal. Penjelasan untuk ketiga mengubahnya kembali menjadi
perangkat yang membentuk bentuk informasi seperti
keberlangsungan sistem telekomu- semula yang dapat digunakan
nikasi dapat dijelaskan sebagai sesuai dengan keperluannya.
berikut.
Informasi sebagai masukkan
a. Pemancar, perangkat ini pada pemancar merupakan segala
berfungsi menerima informasi sesuatu yang dapat mempunyai
dari masukan atau yang makna. Misalnya suatu maksud
berupa pesan kemudian meng- atau keinginan yang ada dalam
ubah masukan tersebut benak seseorang dapat dikatakan
menjadi sinyal (isyarat) listrik. sebagai suatu informasi. Informasi

Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi 53


ini bila diterjemahkan menjadi sinyal analog) dan decoding (untuk
suara (voice), maka suara itulah sinyal digital). Pemancaran sinyal
yang menjadi masukkan pada listrik yang telah diubah tadi
pemancar. Bila informasi-informasi dilewatkan melalui suatu media
diwujudkan dalam gambar, maka transmisi.
gambar itu yang menjadi masuk- Seringkali terjadi dalam pe-
kan bagi pemancar. mancaran sinyal termodulasi atau
Dalam sistem telekomu- sinyal yang telah terkodekan sinyal
nikasi, informasi diubah menjadi mengalami perubahan bentuk. Hal
pesan. Keluaran atau output dari ini dimungkinkan karena selama
pemancar harus berupa isyarat proses yang berlangsung sinyal
atau sinyal listrik. Karena itu pada mengalami gangguan. Gangguan
bagian pemancar ada prinsip bisa terjadi pada perangkat
pengubahan sinyal. Pengubahan sistemnya atau pada media trans-
yang sering digunakan bergantung misi yang dilaluinya. Gangguan
kepada masukkan sinyalnya. yang berasal dari perangkat
Apabila sinyal berbentuk analog, sistem biasanya disebut sebagai
maka prinsip modulasi harus ada gangguan internal, sedangkan
pada pemancar. Apabila sinyal yang berasal dari luar sistem atau
berbentuk digital, maka prinsip berasal dari medianya disebut
encoding atau pengkodean harus sebagai gangguan eksternal.
ada pada pemancar. Dengan Gangguan-gangguan pada sinyal
demikian alat yang ada pada tersebut dikategorikan menjadi tiga
pemancar salah satunya adalah yaitu derau atau noise, interferensi
modulator (untuk sinyal analog) dan distorsi.
dan encoding (untuk sinyal digital). Gambar 3.1. menunjukkan
Prinsip yang berkebalikkan blok diagram sistem telekomu-
atau komplemen dengan peman- nikasi pada umumnya. Dalam
car tentu harus ada pada bagian gambar tidak dinampakkan secara
penerima. Oleh karena itu bagian rinci prinsip modulasi dan
penerima selalu ada rangkaian encoding.
yang disebut demodulator (untuk

Gambar 3.1. Blok diagram sistem telekomunikasi

Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi 54


Gangguan dalam sistem telekomunikasi dikategorikan menjadi tiga
macam, yaitu:
• Derau (noise) : berupa tambahan sinyal yang muncul secara
acak menumpang pada sinyal aslinya.
• Interferensi : gangguan pada sinyal asli sebagai akibat
adanya freknsi lain yang besarnya hampir berdekatan.
• Distorsi : adanya kecacatan sinyal karena sistem tidak bekerja
sebagaimana mestinya.

3.1.2. Komunikasi Model Awal dengan pesan kemenangan


kembali ke Athena. Setelah utusan
Jauh sebelum bentuk ko- berlari sejauh kurang lebih 40
munikasi atau telekomunikasi yang kilometer dan mencapai jalan di
dapat kita saksikan seperti Athena, utusan itu sekarat dengan
sekarang ini, sebenarnya pada mengucapkan :”Bergembiralah !
masa silam sudah dikenal cara- Kita dalam kemenangan”, kemu-
cara menyampaikan ”pesan”. dian meninggal. Ini adalah berita
Sesuai dengan jamannya pesan yang telah dikirimkan dengan
disampaikan untuk memberi tahu cepat melalui utusan. Sementara
atau memberikan pemahanan dari itu dilakukan penyederhanaan
satu orang kepada orang yang yaitu dengan menempatkan orang
lain. Media untuk menyampaikan pada jarak yang berjauhan.
pesanpun juga beragam. Berikut Dengan menggerakkan tangan
ini sedikit dikutipkan tahap-tahap dan lengan sebagai tanda-tanda,
perkembangan telekomunikasi. maka komuikasi untuk menyam-
paikan pesan dapat dipahami
3.1.2.1 Maraton antar orang tersebut.

Boleh jadi salah suatu peris-


tiwa yang sangat terkenal dari
”telekomunikasi” yaitu yang dise-
but lari maraton. Pada September
490 BC suatu balatentara terlibat
dalam peperangan yang sangat
mengerikan terjadi dekat teluk laut
Aegean dekat dengan kota
Marathon. Tentara Yunani yang
kecil bertempur dengan tentara
Persia yang sangat kuat dalam
jumlah besar. Namun demikian Gambar 3.2. Penyampaian
tentara Yunani mendapat keme- pesan dengan lambaian
nangan. Komandan pasukan tangan
kemudian mengirimkan utusan

Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi 55


3.1.2.2. Telegraf Drum dapat didengar dan menjangkau
jarak yang cukup jauh.
Pada daerah hutan, tentu
akan sangat terbatas pandangan
kita, maka diciptakan telegraf drum
(seperti kaleng besar tetapi dari
kayu) sebagai bentuk alat
”telekomunikasi”. Hal seperti ini
banyak ditemui di banyak peda-
laman Afrika. Dan daerah tropis
lainnya, termasuk Indonesia. Di
banyak perkampungan daerah
Indonesia, selalu digunakan ken-
tongan sebagai alat telekomu- Gambar 3.4. Penyampaian
nikasi. Pesan dikirim melalui pesan dengan drum
kentongan dengan nada-nada dan
jumlah pukulan yang sudah 3.1.2.3. Sinyal Api
tertentu.
Penggunaan sinyal api seba-
gai bentuk telekomunikasi, telah
dilakukan pada masa kerajaan
Yunani dan Romawi dulu. Alat
komunikasi ini begitu sistematis-
nya dikelola sebagai bentuk pe-
nyampaian pesan telegraf. Sinyal
api ditempatkan pada satu
perbukitan terhadap perbukitan
yang lain atau dari satu menera ke
menara yang lain. Komunikasi
dengan sinyal api ini merupakan
bentuk transmisi langsung sejauh
pandang (line of light transmission)
pertama di dunia.

Gambar 3.3. Kentongan sebagai


alat komunikasi

Di negara China, masya-


rakatnya menggunakan “tamtam”
sebagai alat teleko-munikasi,
dengan bentuk besar tergantung
bebas terbuat dari logam dan bulat
melingkar. Suara yang dikeluarkan Gambar 3.5. Sinyal api sebagai
bentuk komunikasi

Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi 56


Dengan sistem ini kejatuhan 3.1.2.5. Bentuk-bentuk lain
benteng Troja dapat dilaporkan
segera kepada raja. Tanda-tanda Bentuk-bentuk komunikasi
itu dapat dibaca dari sinyal api lain dengan alat-alat yang dicipta-
yang dikirimkan. kan secara sederhana yang
Stasiun pemancar dan pene- dipakai pada waktu itu adalah
rima dibangun pada dinding- penggunaan cahaya obor.
dinding yang ada di atas bukit Pengiriman pesan dengan cara ini
pada jarak yang jauh. Untuk merupakan pesan tulisan yang
mengetahui pesan yang dikrimkan, diterjemahkan. Karena itu sistem
maka penerima paesan mener- ini disebut telegraf mekanik-optik.
jemahkan dari jumlah api yang Bentuk dari komunikas ini berupa
dinyalakan. Penyampaian pesan kolom-kolom dengan cahaya
ini tidak lebih dari setengah jam. lampu yang dapat digerakkan.
Dengan susunan aneka lampu
3.1.2.4. Sinyal Asap yang diatur sedemikian, maka itu
akan munjukkan suatu tanda
Pengunaan asap sebagai gambar atau sinyal tertentu. Inilah
bentuk pertukaran informasi dalam yang dijadikan sebagai simbol
telekomunikasi sudah lama digu- pesan. Secara estafet melalui
nakan oleh masyarakat Indian dan beberapa menara, tentu jarak
Romawi pada jaman itu. Isyarat ratusan kilometer dapat dicapai
asap dapat dibaca sebagai pesan dengan komunikasi ini dalam
yang disampaikan. Dengan asap waktu yang relatif cepat.
ini jangkauan bisa mencapai
kurang lebih beberapa kilometer.
Asap dihembuskan pada suatu
menara yang dapat dilihat dengan
jarak pandang yang masih
memungkinkan satu sama lain.

Gambar 3.7. Simbol dengan lampu


Gambar 3.6. Komunikasi sebagai pesan untuk komunikasi
dengan isyarat asap

Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi 57


Dari uraian yang telah diistilahkan dengan komunikasi
dijelaskan di depan menunjukka broadcast.
bahwa sebenarnya dalam
komunikasi selalu ada tiga prinsip
dasar. Pertama, adanya pesan
yang akan disampaikan melalui
peralatan pemancar. Kedua,
adanya media untuk menyam-
paikan pesan tersebut dan ketiga
adalah tersedianya peralatan
penerima untuk menerjemahkan
pesan yang dikirim sebagai mana
bentuk aslinya. Tentu saja pesan
yang akan dikirim dan yang akan
diterima mempunyai simbol-simbol
yang sama. Gambar 3.8. Pemancaran sinyal
Dengan memperhatikan dari menara antena
bentuk-bentuk komunikasi model
awal itu, sekarang coba tentukan Pemancaran sinyal radio
mana yang dikatakan sebagai merupakan satu bentuk komuni-
pesan, pemancar dan penerima ! kasi broadcast. Dalam hal ini yang
dapat kita lihat menara pemancar
bisa dikatakan sebagai pemancar
3.1.3. Komunikasi dengan dan antenanya, sedangkan radio
Gelombang Radio dapat dikatakan sebagai pesawat
penerima. Sementara itu sebagai
Komunikasi dengan gelom- media transmisnya adalah udara
bang radio sekarang ini menjadi bebas (free space). Sering kali
bagian yang tidak dapat dipisah- dalam sistem telekomunkasi
kan dengan kehidupan modern. merupakan dua arah, maka piranti
Hampir semua peralatan komu- pemancar dan penerima disebut
nikasi memanfaatkan gelombang sebagai pancarima (transceiver).
radio sebagai medai transmisinya. Di samping itu, telekomuni-
Perbedaan jenis komunikasi kasi melalui saluran telepon
dengan gelomabang radio ini umumnya disebut sebagai komuni-
ditentukan oleh spektrum frekuensi kasi titik ke titik (point to point
yang digunakan. Oleh karena itu communication) karena komunika-
dalam komunikas ini ada yang si terjadi antara satu pemancar
disebut sebagai sistem komunikasi dan satu penerima. Untuk
frekuensi tinggi, komunikasi fre- pemancar radio yang biasa kita
kuensi sangat tinggi, komunikasi lihat, orang sering mengatakan
frekuensi gelombang mikro dan sebagai broadcast, sebab satu
sebagainya. Ada bentuk komuni- pemancaran sinyal dengan
kasi untuk navigasi dan ada kekuatan tingi dapat diterima oleh
bentuk komunikasi untuk komer- beberapa pesawat penerima.
sial atau dijual. Biasanya ini

Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi 58


Gambar 3. 9. Sistem komunikasi gelombang radio

3.2. Komunikasi Analog televisi pun harus dipancarkan


sesuai dengan jalur frekuensi yang
Teknik komunikasi pada digunakan untuk suatu jenis
awalnya dikembangkan meng- frekuensi.
gunakan teknik pemancaran sinyal Kebanyakan transimisi sinyal
analog. Dalam pemancaran pada awal pengembangan dikenal
masing-masing jenis informasi sebagai transmisi analog. Untuk
digunakan teknologi dan cara-cara menggambarkan keadaan ini da-
yang berbeda. Contohnya adalah pat diambil contoh dalam me-
pemancaran atau transmisi suara mahaminya yaitu adanya jaringan
berbeda saluran dengan peman- telepon yang hanya dapat
caran data atau gambar. digunakan untuk menyalurkan
Perhatikan gambar 3.10 yang layanan suara. Hal ini berarti
menunjukkan perbedaan masing- bahwa jaringan yang dibangun
masing jalur untuk pemancaran. tersebut digunakan untuk me-
Penyaluran suara melalui jaringan nyambungkan pembicaraan tele-
telepon atau dalam bahasa pon antara dua titik dari satu
Inggrisnya disebut PSTN (Public tempat ke tempat yang lain.
Service Telephone Network) Sekalipun arsitektur jaringan
khusus hanya diperuntukkan bagi dibuat sangat bagus untuk tranmisi
suara itu sendiri. Demikian juga suara, itupun tidak akan pernah
untuk menyalurkan data, hanya dapat digunakan untuk transmisi
dapat dilewatkan pada jaringan layanan data atau faksimil bahkan
yang sudah tersedia. Sinyal-sinyal video.

Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi 59


Gambar 3.10. Cara pemancaran yang berbeda untuk berbagai jenis
informasi

Banyak hambatan yang akan Pemancaran sinyal analog


ditemukan berkaitan dengan dan penguatannya mempunyai
jaringan analog. keterbatasan karena derau (noise)
Pada intinya saluran untuk biasanya ikut dikuatkan bersama-
sambungan telepon dan komu- sama dengan penguatan sinyal itu
nikasi data mempersyaratkan sendiri. Hal ini menandakan
perbedaan jalur atau rangkaian. bahwa betapa banyaknya penguat
Sistem telepon mempunyai sa- yang dibutuhkan dan cara-cara
luran yang saling terikat pada mendapatkan sinyal yang terbebas
sentral telepon, lebih-lebih bila dari derau, juga kendala terhadap
untuk hubungan ke luar. Pada kesulitan dalam pengujian sinyal
komunikasi data yang meng- dan pelayanannya.
gunakan komputer diperlukan
sistem perangkat analog kece-
patan tinggi atau rangkaian digital,
sedangkan sistem sambungan
video selalu digunakan rangkaian
broadband atau sistem dengan
kecepatan tinggi. Masing-masing
sistem tersebut juga menghadapi
masalah yang berbeda, yakni
terkait dengan instalasi, daya
dukung dan pemeliharaannya.
Dalam banyak hal pengelola
Gambar 3.11. Sinyal digital dan
sambungan telepon menghadapi
analog
masalah kualitas suara, lebih-lebih
bila jarak sambungan terlampau
Sinyal analog dipancarkan
jauh.
atau diterima kembali menjadi

Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi 60


bentuk semula selalu mengguna-
kan perangkat analog. Sinyal
analog adalah suatu sinyal yang
berubah-ubah secara kon-tinyu
atau terus menerus terhadap
waktu.
Dengan demikian pada ko-
munikasi analog mempunyai input
gelombang analog. Selanjut-nya
input tersebut diubah dengan cara
ditumpangkan dan dibawa oleh Gambar 3.12. Sinyal analog
sinyal lain yang disebut sinyal original dan sinyal analog yang
pembawa, frekuensinya disebut dimodulasi
frekuensi pembawa (carrier).
Modulasi amplitudo (AM)
menyebabkan perubahan amplitu- Modulasi frekuensi (FM) adalah
do frekuensi pembawa oleh ampli- terjadinya perubahan frekuensi
tudo sinyal analog. pembawa oleh karena perubahan
amplitudo sinyal analog

Gambar 3.13. Saluran layanan telepon dan data saling terpisah

Contoh komunikasi analog pada gambar 3.13. di atas tampak


bahwa saluran layanan telepon yang merupakan komunikasi analog
terpisah dengan saluran data. Data disalurkan dalam bentuk digital.

Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi 61


3.3. Komunikasi Digital bentuk digital yang selanjutnya
dipancarkan sekalipun dalam jarak
Komunikasi yang ber- yang cukup jauh dan jaringan luas.
kembang sekarang ini dicirikan Secara umum pemancaran yang
dengan adanya penggabungan telah mengalami proses peru-
beberapa fungsi secara bersama- bahan ini disebut sistem transmisi
sama. Bentuk baru pemancaran digital.
sinyal adalah menggunakan Keuntungan yang diperoleh
sistem digital. Dengan sistem dapat dirasakan pada penggunaan
semacam ini sangat dimungkinkan telepon sebab sistem digital akan
sinyal analog standar dapat mengurangi transmisi dan murah-
diproses dan diubah ke dalam nya biaya pemeliharaan.

Gambar 3.14. Beberapa jenis informasi saling digabungkan

Suatu kenyataan yang dihadapi dengan penggunaan sinyal


analog untuk pemancaran digital yakni diperlukannya peralatan tam-
bahan. Peralatan ini dikenal dengan modem, singkatan dari modulator-
demodulator.

Gambar 3.15. Peralatan telekomunikasi tergabung melalui modem

Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi 62


Dengan peralatan ini tidak efisien untuk pemancaran
pemancan sinyal analog diubah ke infor-masi. Hal ini dapat dilihat
dalam bentuk pemancaran digital. bahwa modem mempunyai kece-
Dalam pandangan penyelenggara patan tertinggi dibatasi pada 19,2
telekomu-nikasi dan pelanggan, kilobit per detik, sementara sinyal
adanya pengubahan sinyal analog kenyataannya dapat dibawa de-
menjadi digital dan sebaliknya dari ngan kecepatan 64 kilobit per
digital ke analog menjadi sangat detik.

Gambar 3.16. Satu jenis sambungan untuk berbagai layanan

Pada tahun 1980-an, mungkinkan satu sambungan


perusahaan telekomunikasi tele- dapat dipakai baik untuk layanan
pon memulai memperluas pela- suara maupun data. Ini berbeda
yanan digital terhadap pelanggan dengan pemancaran sistem
dengan pengubahan pada sistem analog yang telah dibicarakan
analog menjadi digital pada sebelumnya. Pada sisi pelanggan,
pelanggan. Dengan pengubahan sinyal itu berasal dari data
ini, maka perusahaan telekomu- komputer atau suara dari telepon
nikasi tersebut dapat menyediakan dapat diteruskan pada jaringan
hanya satu jenis sambungan (link) melalui pengendali atau disebut
dan pelanggan dapat memanfaat- PBX (Private Branch Exchange)
kannya untuk berbagai jenis atau semacam pengendali komu-
layanan. Ini berarti pelanggan nikasi digital.
hanya mempunyai satu sam- Keluaran dari pengendali
bungan dan perusahaan hanya dihubungkan ke salah satu atau
melakukan satu jenis peme- lebih rangkaian digital kecepatan
liharaan. Perhatikan gambar 3.16. tinggi menuju peyelenggara layan-
penggunaan layanan digital me- an. Model sinyal masukan ini yang

Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi 63


berbentuk suara, data, vidoe atau yang selanjutnya diteruskan pada
gambar akan diterjemahkan ke jaringan digital secara luas.
dalam format digital secara umum

Gambar 3.17. Pemancaran digital melayani berbagai layanan komunikasi

3.4. Jaringan Komunikasi penyaklaran (switching) hubungan


tersentralisasi di suatu kantor. Ini
Jaringan dapat dibayang-kan biasa disebut sebagai sentral
untuk menggambarkan bagai- telepon (central office) atau sentral
mana hubungan atau koneksi lokal (local office). Penyaklaran
antar beberapa saluran, misalnya dapat dengan mudah dilakukan
telepon pada sentral lokal, dapat
terjadi. Jika hanya terdapat tiga
atau empat saluran telepon, maka
dengan mudah dapat diketahui
hubungan satu dengan lainnya
atau hubungan secara kese-
luruhan. Sebaliknya hal itu akan
menjadi sulit dilakukan bila
terdapat ribuan saluran yang harus
disambungkan. Metoda yang
dipakai untuk mengatasi hal itu
adalah dengan cara menyatukan
Gambar 3.18. Plug dan soket
mekanisme dengan membentuk
kabel listrik

Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi 64


Selain jaringan yang di-
gambarkan di atas sebagai jaring-
an telepon, sebenarnya ada ba-
nyak lagi jaringan yang dapat
disusun dalam hirarki sambungan.
Jaringan-jaringan tersebut adalah :

1. Jaringan dengan luasan lokal


(LAN = local area network),
merupakan jaringan dengan
jarak terbatas menghubungkan
Gambar 3.19. Plug dan soket terminal-terminal yang sudah
dengan banyak terminal ditentukan. Contoh jaringan ini
adalah sambungan workstation
dengan cara kerja yang sederhana pada kantor, bangunan atau
menggunakan plug dan soket atau kampus.
kalau secara listrik digunakan
piranti elektromekanik atau secara
elektronik dangan penggunaan
relai.
Perhatikan gambar 3.18 dan
3.19. Keterangan :
Nomor 1 adalah soket dan nomor
2 adalah plug. Piranti ini dipakai
untuk menghubungkan banyak
terminal yang saling terpisah
salurannya.

Gambar 3.20. Jaringan yang menggambarkan hubungan antar telepon

Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi 65


Gambar 3.21. Contoh lain jaringan yang menggambarkan hubungan
telepon
2. Jaringan dengan luasan lebar ini lebih merupakan sebagai
(WAN = wide area network), jaringan paket, tidak jaringan
merupakan sambungan me- rangkaian tersaklar.
tropolitan atau antar jaringan 6. Jaringan sinyal kanal bersama
lokal, biasanya mengguakan (common channel signaling),
fasiltas pembawa bersama jaringan ini lebih dekat pada
(common carrier). PSTN (public service tele-
3. Jaringan cerdas, merupakan phone network = jaringan
suatu konsep yang memusat- telepon umum). Ada suatu
kan sejumlah sentral lokal contoh yang dapat disebutkan
cerdas. Contohnya adalah yaitu CATV (cable television).
sentral lokal yang dapat Sistem ini menggunakan tek-
mengetahui adanya hubungan nologi pohon percabangan.
jarak jauh pada sentral lokal Dalam kasus ini, head-end
tertentu. semacam kantor sentral
4. Jaringan dengan optik serem- menerima program dari satelit
pak (SONET = synchronous yang selanjutnya mengirimkan
optical network), merupakan semua sinyal keluar sesuai
lingkaran sambungan optik dengan tujuan. Jadi di sini
yang mengijinkan adanya tentu ada pembagian sebelum
hubungan dua arah. diteruskan melalui suatu me-
5. Internet, jaringan ini sedikit dia transmisi sekaligus meng-
berbeda dengan jaringan yang adakan penguatan.
dibicarakan di atas. Jaringan

Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi 66


Gambar 3.22. Jaringan yang nampak ruwet
namun tersusun secara sistematis

3.5. Rangkuman

Sistem telekomunikasi biasanya dibangun dari elemen-elemen


dasar yang terdiri dari :

1. Pemancar, perangkat ini berfungsi memberikan informasi dan


mengubahnya menjadi sinyal (isyarat) listrik untuk dipancarkan
atau ditransmisikan.
2. Media transmisi, merupakan saran untuk memancarkan isyarat
listrik dari pemancar
3. Penerima, perangkat ini berfungsi menerima kembali isyarat listrik
yang dipancarkan melalui suatu media dan mengubah sinyal
kembali menjadi informasi yang dapat digunakan.
4. Teknik komunikasi pada awalnya dikembangkan menggunakan
teknik pemancaran sinyal analog. Kemudian terus dikembangkan
hingga menghasilkan teknologi komunikasi digital.
5. Dalam pemancaran sinyal ada suatu gangguan yang dapat
dikategorikan dalam tiga jenis, yaitu derau, interferensi dan
distorsi.
6. Komunikasi analog mempunyai masukan yang akan dipancarkan
yaitu berupa sinyal analog.
7. Komunikasi digital mempunyai masukan yang akan dipancarkan
yaitu berupa sinyal digital.

Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi 67


3.6. Soal Latihan

Kerjakan soal-soal dibawah ini dengan baik dan benar

1. Jelaskan bagaimana sistem komunikasi dibangun ? Gambarkan


blok diagramnya !
2. Jelaskan apa perbedaan antara komunikasi analog dengan
komunikasi digital !
3. Apakah peranan media transmisi dalam sistem telekomunikasi ?
4. Deskripsikan gangguan yang ada saat berlangsungnya komunikasi
sinyal !
5. Dengan cara komunikasi seperti apa agar antara sinyal suara
telepon dapat disalurkan bersama dengan data dari komputer ?

Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi 68


BAGIAN 4

PROPAGASI
GELOMBANG RADIO

Tujuan

Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat :


4. Menyebutkan prinsip umum dari propagasi gelombang
5. Membedakan antara propagasi ruang bebas, propagasi antar dua
titik di bumi, propagasi ionosfir, dan propagasi troposferik

4.1. Prinsip Umum disampaikan oleh lembaga


meteorologi dan geofisika.
Propagasi gelombang radio
Makna inti dari propagasi
atau gelombang elektromagnetik
suatu gelombang radio adalah
pada umumnya dipengaruhi oleh
menyebarkan (transmisi)
banyak faktor dalam bentuk yang
gelombang elektromagnitik di
sangat kompleks. Di antara sekian
udara bebas. Oleh karena itu
banyak pengaruh adalah adanya
kualitas hasil penerimaan sinyal
kondisi yang sangat bergantung
sedikit maupun banyak juga
pada keadaan cuaca dan
dipengaruhi oleh kejadian-kejadian
fenomena luar angkasa yang tidak
di luar angkasa. Cuaca yang
menentu. Dengan melihat kondisi
sangat baik tentu akan sangat
yang demikan, maka sangat sulit
membantu dalam menaikkan
diper-kirakan sebaran radiasi
kualitas sinyal yang dapat
medan elektromagenitik secara
ditangkap oleh antena penerima.
pasti dari suatu jarak terhadap
kedudukan suatu pemancar.
Namun, hal itu masih
4.2. Propagasi Ruang Bebas
memungkinkan untuk mem-
propagasikan gelombang tetapi
Seperti kita ketahui bahwa
kita harus memperhatikan setiap
permukaan bumi dapat mengubah
pengamatan cuaca yang
propagasi suatu gelombang,

Bagian 4 : Propagasi gelombang radio 69


dengan demikian kondisi yang dibedakan menjadi empat macam.
ideal dari ruang bebas di mana Penjelasan untuk jenis gelombang
gelombang elektromagnetik itu adalah sebagai berikut :
dipancarkan dapat kita asumsikan.
Dengan kita anggap bahwa daya 1. Gelombang terarah antara dua
sebesar P watt diradiasikan atau titik. Propagasi gelombang
dipan-carkan dari suatu antena yang demikian biasa disebut
pemancar di udara bebas ke dengan propagasi segaris
segala penjuru dalam bentuk yang pandang (line of sight).
seragam. Pada jarak yang sangat 2. Gelombang terpantul, yakni
jauh, medan gelombang yang merupakan gelombang yang
teradiasikan dapat dianggap datang setelah adanya
menjadi gelombang datar yang pantulan pada suatu titik
mempunyai kuat medan listrik (E). antara di permukaan bumi.
Besarnya kuat medan itu 3. Gelombang permukaan, yakni
dirumuskan sebagai berikut : merupakan gelombang yang
merampat pada permukaan

E=
(30 P )
1/ 2
volt / meter
bumi mengikuti kelengkungan
yang ada.
d 4. Gelombang ionosferik atau
gelombang langit merupakan
d adalah jarak terhadap suatu gelombang yang mengarah ke
pemancar. Bagimana rumus itu atas langit meninggalkan pe-
berubah bila kita anggap P mem- mancar kemudian bengkok
punyai nilai sebesar 1 kilo Watt ? karena ada lapisan konduksi
dari lapisan pada atmosfir yang
lebih tinggi, setelah itu kembali
4.3. Propagasi Antar Dua Titik ke permukaan bumi.
di Bumi

Bila kita deskripsikan, jenis-


jenis gelombang yang ada dapat

Gambar 4.1. Berbagai jenis gelombang dan pantulannya

Bagian 4 : Propagasi gelombang radio 70


Gambar 4.2. Antena pemancar memancarkan berbagai jenis gelombang

Gelombang terarah, gelombang bergantung pada frekuensi. Tabel


terpantul dan gelombang per- 4.1. di bawah ini menunjukkan
mukaan bersama-sama muncul, hubungan tersebut.
maka gabungan gelombang ini Gelombang tanah dan gelom-
disebut sebagai gelombang tanah bang langit (Perhatikan gambar 4.1.
(ground wave). Sementara itu yang bagian kiri) digunakan untuk peman-
disebut gelombang ruang (space caran frekeunsi-frekuensi rendah
wave) merupakan gabungan antara dan telegrafi daya besar. Sementara
gelombang terarah dan gelombang pada frekuensi menengah dan
yang dipantulkan oleh permukaan frekuensi tinggi dipakai untuk
bumi. broadcasting suara. Gelombang
Lapisan ionosfir berada pada dengan daya besar dapat
ketinggian antara 50 hingga 400 dipantulkan beberapa kali untuk
kilometer di atas permukaan bumi. dapay melintasi benua. Perhatikan
Sementara itu, troposfir hanya pada gambar 4.1. sebelah kanan.
ketinggian 10 kilo-meter di atas Sinyal gelombang tanah dan
permukaan bumi. Propagasi pada langit dapat diterima tetapi tidak
lapisan ini disebut sebagai pro- begitu baik, bergantung pada kuat
pagasi troposferik. Di antara lapisan sinyal pancaran dan distorsi yang
troposfir dan ionosfir ada suatu ditimbulkan. Di lain pihak, gelom-
lapisan lagi yaitu stratosfir. Pada bang langit sangat dipengaruhi oleh
lapisan ini gelombang langit dan fading sebagai hasil dari adanya
gelombang permukaan menjalar. perubahan karakteristik ionosfir
Mekanisme propagasi biasanya yang terus menerus.

Bagian 4 : Propagasi gelombang radio 71


Hubungan antara besar frekuensi dan jenis gelombang propagasinya
ditunjukkan pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1. Hubungan antara propagasi dan frekuensi

Frekuensi Propagasi umumnya


<500 KHz Gelombang permukaan
Gelombang permukaan untuk jarak pendek dan
500 KHz s.d. 1,5
gelombang ionosferik untuk jarak yang lebih
MHz
panjang
1,5 MHz s.d.
Gelombang ionosferik
30 MHz
> 30 MHz Gelombang ruang dalam arah segaris pandang

Gambar 4.3. Ketinggian lapisan-lapisan atmosfir di atas bumi

Bagian 4 : Propagasi gelombang radio 72


4.4. Gelombang Permukaan gian antena. Coba perhatikan
Gambar 4.4.
Sudah dijelaskan bahwa
gelombang tanah pada prinsipnya Gelombang permukaan mencapai
dibentuk dari dua komponen bagian penerima dengan cara
gelombang yang terpisah. Kom- menjalar sepanjang permukaan
ponen gelombang itu adalah ge- tanah. Gelombang permukaan da-
lombang permukaan (surface wave) pat mengikuti kontur (liku-liku)
dan gelombang ruang (space permukaan tanah di atas bumi
wave). Untuk menentukan apakah karena mengalami proses difraksi
komponen gelombang tersebut (penyebaran). Pada saat gelom-
diklasifikasikan sebagai gelombang bang permukaan menemukan
permukaan atau gelombang ruang obyek penghalang yang ukurannya
cukuplah sederhana. Pengertian lebih besar besar dari panjang
dari gelombang permukaan adalah gelombang, maka gelombang terse-
gelombang yang menjalar sepan- but cenderung akan melengkung
jang permukaan bumi, sedangkan atau berbelok ke arah obyek. Untuk
gelombang ruang adalah gelom- obyek yang lebih kecil, penjalaran
bang yang menjalar di atas permu- gelombang tidak menjadi masalah
kaan bumi. Antara kata ”sepanjang” karena akan mengalami difraksi.
dan di atas ada sedikit perbedaan.
Menjalar di atas artinya penjalaran
gelombang beberapa puluh meter di
atas permukaan bumi pada keting-

Gambar 4.4. Gelombang permukaan dan gelombang ruang

Bagian 4 : Propagasi gelombang radio 73


Gelombang permukaan yang singgungan dengan permukaan
menjalar di atas tanah akan me- bumi.
nyebabkan berkurangnya energi Gelombang permukaan
atau daya pancar sebagai akibat biasanya dialami oleh gelombang
adanya pelemahan. Akibat ini tentu dengan frekuensi di bawah 500
sinyal penerimaa menjadi lebih KHz. Gelombang ini akan
lemah atau kecil. Untuk menghindari mengalami perubahan propagasi
hal ini, maka penghalang harus sebab dipengaruhi oleh
dihilangkani atau dengan membuat ketidaksempurnaan konduktivitas
gelombang terpolarisasi vertikal un- atau daya hantar di permukaan
tuk mengurangi gelombang ber- bumi.

Gambar 4.5. Gelombang permukaan menjalar di atas tanah

Pelemahan yang dialami oleh sedangkan konduktivitas (σ) ber-


gelombang ini sebagai fungsi dari variasi dari 5 hingga 0,001 mho/m.
konduktivitas dan permitivitas bumi. Kalau kita cermati adanya
Penetrasi gelombang pada lapisan gelombang menjalar di atas per-
tanah, bergantung pada frekuensi mukaan laut dan tanah kering, maka
dan nilai konstanta bumi relatif. Nilai akan ditemui suatu fenomena yang
konstanta relatif permitivitas (µr) berbeda. Dalam hal ini popagasi
berkisar antara 80 hingga 4, gelombang permukaan akan men-
jadi paling baik bila berada di atas

Bagian 4 : Propagasi gelombang radio 74


permukaan laut, sementara menjadi Dengan bertambahnya ke-
paling buruk bila berada di atas tinggian antena, jalur yang berbeda,
tanah kering pada frekuensi-fre- maka fasa yang berkaitan dengan
kuensi yang masih dalam ren- itu akan berbeda antara dua
tangnya. gelombang dan bertambah sehing-
Dengan demikian dapat ga tidak dapat menjadi saling meni-
dipahami bahwa perbedaan antara adakan. Keadaan ini diistilahkan
propagasi di permukaan laut dan di dengan pernyataan yang dikenal
atas tanah kering untuk frekuensi- sebagai faktor high-gain (fh) yang
frekuensi rendah menjadi tidak merupakan fungsi frekuensi dan
begitu berarti. Perbedaan yang konstanta tanah.
cukup tajam akan muncul apabila
terjadi peningkatan frekuensi untuk 4.6. Atmosfir Bumi
daya pemancar tertentu terjadi
penurunan tajam pada frekuensi Gelombang radio yang men-
tinggi. jalar dalam ruang bebas mempunyai
sedikit pengaruh ter-hadap gelom-
bang itu sendiri. Demikian pula bila
4.5. Efek ketinggian antena gelombang radio yang menjalar di
dengan kuat sinyal bumi, maka banyak pengaruh yang
diakibatkan terhadap gelombang itu.
Antena pemancar dan pene- Pengalaman menunjukkan bahwa
rima yang dengan ketinggian masalah-masalah yang dialami oleh
rendah, maka gelombang langsung gelombang radio disebabkan oleh
dan gelombang pantulan hampir kondisi atmosfir tertentu yang
mempunyai besaran amplitudo yang sangat kompleks. Kondisi yang
sama, tetapi bisa berbeda fasa dan menyebabkan ini adalah sebagai
berkecenderungan saling menia- hasil dari berkurangnya tingkat
dakan satu sama lainnya. keseragaman udara atmosfir.

Gambar 4.6. Bumi diliputi oleh lapisan ionosfir

Bagian 4 : Propagasi gelombang radio 75


Banyak faktor yang dapat ada semacam pantulan pada
mempengaruhi kondisi atmosfir, lapisan konduksi listrik pada
baik secara positif maupun negatif. ketinggian 100 kilometer. Pada
Di antara pengararuh itu adalah tahun 1927 Sir Edward Appleton
variasi ketinggian secara geografis, memberi nama lapisan penghantar
perbedaan lokasi di bumi, dan tersebut dengan nama lapisan E.
perubahan waktu seperti siang hari, Huruf E singkatan dari Elektrik.
malam, pergantian musim dan Kemudian setelah itu penemuan
tahun. Untuk memahami propagasi lapisan berikutnya secara mudah
gelombang ini kita perlu paling tidak dinamai lapisan D dan lapisan F.
mengetahui dasar-dasar atmosfir Kondisi siang hari dengan
bumi. adanya matahari menyebabkan
Atmosfir bumi dibagi menjadi adanya perubahan kepadatan
tiga bagian secara terpisah yaitu muatan pada lapisan-lapisan.
yang disebut lapisan-lapisan Muatan pada semua lapisan
atmosfir. Tiga lapisan itu adalah mengalami penambahan ketebalan.
tropfosfir, stratosfir, dan ionosfir. Pada malam hari kepadatan muatan
Lapisan tersebut adalah yang paling menurun lebih-lebih pada lapisan D.
berguna dalam bidang Pada malam hari itu lapisan D
telekomunikasi. Secara lebih luas, menjadi hilang. Lapisan ionosfir
para ahli menggambarkan atmosfir mempunyai kualitas yang baik untuk
dengan tambahan lapisan lain memancarkan atau memantulkan
selain yang telah disebutkan itu, sinyal radio dari permukaan bumi.
yaitu mesosfir, termosfir dan Oleh karena itulah hampir semua
eksosfir. pemancar radio memanfaatkan
Serapan radiasi dilakukan laoisan ini.
oleh lapisan ionosfir. Letak ionosfir
yang dekat dengan termosfir, maka
lapisan ini termuati partikel gas
secara listrik atau disebut
terionisasi. Ketinggian ionosfir dari
60-300 kilometer dari permukaan
bumi. Lapisan ini dibagi menjadi tiga
kawasan atau lapisan-lapisan lagi
yaitu lapisan F, lapisan E dan
lapisan D. Pada siang hari lapisan F
terpisah menjadi dua lapisan lagi
dan lapisan itu akan kembali
menyatu pada malam hari
Lapisan E adalah lapisan
yang pertama kali ditemukan. Pada
tahun 1901, Guglielmo Marconi
memancarkan sinyal antara Eropa Gambar 4.7. Antena memancarkan
dan Amerika Utara dan kemudian sinyal pada lapisan ionosfir
menemukan suatu keadaan bahwa

Bagian 4 : Propagasi gelombang radio 76


Gambar 4.8. Propagasi gelombang pada kondisi siang hari

Gambar 4.9. Propagasi gelombang pada kondisi malam hari

Bagian 4 : Propagasi gelombang radio 77


4.6.1. Tropfosfir 4.6.3. Ionosfir

Hampir semua fenomena Lapisan ini adalah lapisan


cuaca terjadi pada lapisan ini. terpenting yang ada di angkasa di
Temperatur (suhu) pada daerah ini atas permukaan bumi. Lapisan ini
secara cepat menurun sejalan de- sangat baik untuk medium komuni-
ngan bertambahnya ketinggian. kasi jarak jauh dan komunikasi titik
Terjadinya awan dan turbulensi ke titik (point to point). Keadaan
angin disebabkan oleh berubahnya ionosfir dan kondisinya berkaitan
suhu, tekanan dan kepadatan langsung dengan radiasi yang
udara. Kondisi ini sangat mempe- dipancarkan oleh matahari, perge-
ngaruhi dalam propagasi gelom- rakan bumi terhadap matahari atau
bang radio, karena akan menyebab- perubahan aktivitas matahari akan
kan terjadinya perubahan-perubah- menyebabkan berubahnya ionosfir.
an pada komponen gelombang Perubahan itu secara umum ada
dua jenis, yaitu (1) kejadian siklus
4.6.2. Stratosfir yang dapat diprediksikan secara
akurat dan rasional, (2) kejadian
Stratosfir terletak di antara yang tidak teratur sebagai hasil
lapisan troposfir dan ionosfir. Suhu tidak normalnya matahari dan
pada lapisan ini hapir pasti tetap karena itu tidak dapat diprediksikan.
dan sangat sedikit uang air yang Kedua perubahan syang teratur dan
ada. Karena kondisi lapisan ini yang tidak teratur ini membawa akibat
cukup stabil, tenang, maka daerah dalam propagasi gelombang radio.
ini tidak banyak memberi akibat Oleh karena itulah hal ini perlu
yang jelek pada propagasi ge- diperhatikan.
lombang radio.

Gambar 4. 10. Jenis-jenis propagasi gelombang mengenai lapisan ionosfir

Bagian 4 : Propagasi gelombang radio 78


Sebagaimana diketahui bah- secara efektif dan efisien. Berikut ini
wa sinyal radio yang ditransmisikan, akan dijelaskan mengenai gejala-
beberapa sinyal akan keluar dan gejala itu.
lepas dari permukaan bumi menuju Saat gelombang memasuki la-
lapisan ionosfir (ditunjukkan tanda pisan yang lebih padat dari muatan
panah warna hijau pada gambar ion, bagian atas mempunyai
4.10.). Gelombang tanah (tanda kecepatan yang lebih daripada di
panah ungu) merupakan sinyal bawahnya. Kecepatan yang di-
langsung yang dapat didengar serap ini menyebabkan terjadinya
dalam keadaan normal. Gelombang pembengkokan gelombang dan
ini secara cepat akan melemah dan kembali ke bumi.
akan didengar kembali sebagai Ada tiga faktor penting
“fading”. Gelombang yang lain terhadap refraksi gelombang radio
(tanda panah merah dan biru) ini, yaitu :
merupakan gelombang langit.
Gelombang-gelombang ini dapat 1. Kepadatan ionisasi lapisan
memantul pada lapisan ionosfir dan 2. Frekuensi gelombang radio
pemantulan itu dapat beberapa ribu 3. Sudut datang gelombang radio
kilometer bergantung kepada menuju lapisan.
kondisi atmosfir.
Perhatikan pula gambar 4.12.,
4.6.4. Propagasi atmosferik sinyal yang dipancarkan dari
pemancar melalui lapisan-lapisan
Dalam atmosfir, gelombang mengalami pembengkokkan yang
radio dapat dibiaskan, dipantulkan tidak sama. Pada daerah yang
dan disebarkan. Perubahan sifat sangat kurang ionisasinya gelom-
gelombang radio tersebut tentu saja bang radio mengalami pembeng-
akan membawa pengaruh dalam hal kokan keluar. Sementara daerah
propagasi. Akibat perubahan ini, yang lebih padat gelombang radio
maka perlu diperhatikan gejala- akan dibelokkan ke bumi hingga
gejalanya, sehingga dalam penen- sinyal dapat ditangkap lagi oleh
tuan atau pemilihan frekuensi untuk antena penerima.
media transmisi dapat dilakukan

Gambar 4.11. Refraksi gelombang radio

Bagian 4 : Propagasi gelombang radio 79


Gambar 4.12. Pembelokan gelombang radio oleh lapisan ionosfir

Pada gambar 4.13. dapat dilihat dasarnya ada dua jenis pantulan
suatu fenomena frekuensi yang yang terjadi di atmosfir yaitu
berbeda mengalami pembengkokan pantulan bumi dan pantulan ionosfir.
yang tidak sama. Semakin tinggi Pada gambar 4.14. di bawah ini
frekuensi arah beloknya semakin dapat ditunjukkan adanya dua
jauh. gelombang yang mengalami
pantulan oleh permukaan bumi.
4.6.4.1. Pantulan (Refleksi) Perhatikan bahwa dua
gelombang tersebut mengalami
perubahan fasa antara gelombang
Pantulan terjadi bila
yang satu dengan gelombang
gelombang radio tersimpul pada
lainnya.
bidang/permukaan datar. Pada

Gambar 4.13. Pengaruh frekuensi terhadap arah pembelokan


gelombang radio

Bagian 4 : Propagasi gelombang radio 80


Gambar 4.14. Gelombang pantulan oleh permukaan bumi

4.6.4.2. Defraksi dengan mudah dipropagsikan


disekitar penghalang itu.
Defraksi adalah kemampuan
Namun demikian, bila
gelombang radio untuk berputar
panjang gelombang turun akan
pada sudut yang tajam dan
terjadilah pelemahan, hingga
membelok disekitar penghalangnya.
frekuensi-frekuensi sangat tinggi
Perhatikan gambar 4.15. berikut ini,
membentuk daerah bayangan
defraksi menghasilkan perubahan
(Shadow zone). Daerah bayangan
arah dari energi gelombang radio di
pada dasarnya adalah daerah
sekitar tepi penghalang. Gelombang
kosong dari sisi berlawanan
radio dengan panjang gelombang
datangnya gelombang dalam arah
panjang dibandingkan dengan
segaris pandang dari pemancar
diameter suatu penghalang, maka
terhadap penerima.

Gambar 4.15. Defraksi gelombang radio pada sekitar penghalang

Bagian 4 : Propagasi gelombang radio 81


4.7. Daerah dan jarak lompatan lombang langit pertama kali kembali
(Skip) ke bumi. Batas luar daerah skip
bervariasi bergantung pada fre-
Ingat kembali tentang kuensi kerja, kapan terjadinya (hari),
adanya jenis-jenis gelombang radio, musim, aktivitas matahari dan arah
yakni gelombang langit dan pancaran.
gelombang tanah. Untuk itu di sini Pada frekuensi rendah dan
akan dijelaskan tentang jarak skip sangat rendah, daerah skip tidak
dan daerah skip. kelihatan, tetapi yntuk frekuensi
tinggi dapat diketahui daerah skip
4.7.1 Jarak Skip tersebut. Apabila frekuensi kerja
semakin tinggi, maka daerah skip
Perhatikan gambar 4.16 di menjadi semakin lebar terhadap titik
bawah ini tentang hubungan jarak di mana batas luar daerah skip
skip, daerah skip dan gelombang dapat mencapai beberapa ribu
tanah. Jarak skip adalah jarak dari kilometer jauhnya.
pemancar hingga ke titik di mana
gelombang langit pertama kali 4.8. Pengaruh atmosfir pada
kembali ke bumi. Jarak skip propagasi
bergantung kepada frekuensi ge-
lombang radio dan sudut da- Sebagaimana telah disebut-
tangnya, serta tingkat ionisasi pada kan di depan bahwa perubahan
lapisan itu yang terjadi pada ionosfir akan
membawa perubahan yang sangat
4.7.2. Daerah skip mengherankan ketika seseorang
melakukan komunikasi. Untuk ka-
Daerah skip adalah daerah sus-kasus tertentu, jarak komunikasi
tenang antara 2 titik di mana akan terkurangi atau bahkan hilang.
gelombang tanah terlalu lemah Fenomena ini timbul karena suatu
untuk dapat diterima oleh antena kejadian yang disebut fading.
penerima dan titik dimana ge-

Gambar 4.16. Hubungan daerah skip dan jarak skip

Bagian 4 : Propagasi gelombang radio 82


4.8.1. Fading rendah ionosfir di mana kepadatan
ionisasi lebih besar.
Masalah yang sangat meng-
gangu dan membuat orang frustasi 4.8.1.1. Multipath Fading
dalam mengatur penerimaan sinyal
radio adalah berubah-ubahnya kuat
Fading jalur jamak
sinyal. Keadaan ini sering disebut
merupakan istilah sederhana untuk
sebagai efek fading. Beberapa kon-
menggambarkan jalur-laur berganda
disi dapat menghasikan fading. Bila
suatu gelombang radio bisa
gelom-bang radio dibengkokkan
melewati antara pemancar dan
oleh lapisan ionosfir atau dipantul-
penerima. Jalur propagasi seperti ini
kan dari permukaan bumi, maka
meliputi gelombang tanah, refraksi
perubahan acak dalam polarisasi
ionosferik, radiasi kembali oleh
gelombang akan terjadi. Secara
lapisan ionosferik, pantulan dari
vertikal atau horisontal pengaturan
permukaan bumi atau lebih dari satu
antena penerima dirancang agar
lapisan ionosfir dan seterusnya.
dapat menangkap gelombang ter-
polarisasi baik secara vertikal atau
horisontal bergatian.
Perubahan polarisasi me-
nyebabkan perubahan level tang-
kapan sinyal sebab ketidakstabilan
antena untuk menerima perubahan
polarisasi sinyal penerimaan itu.
Fading juga dihasilkan oleh adanya
serapan energi frekuensi radio (RF)
dalam atmosfir. Banyak absorbsi
ionosferik terjadi pada daerah
Gambar 4.17. Transmisi multijalur

Gambar 4.18. Sinyal pancaran diterima dari beberapa jalur

Bagian 4 : Propagasi gelombang radio 83


Tabel 4.1. Karakteristik lapisan-lapisan pada ionosfir

Lapisan D :
Memantulkan gelombang frekuensi
sangat rendah untuk komunikasi jarak
jauh; menyebar atau refraksi frekuensi
rendah dan frekuensi menengah untuk
komunikasi jarak pendek, mempunyai
pengaruh kecil ter-hadap frekuensi
sangat tinggi, hi-lang di malam hari.
Lapisan E :
Bergantung pada sudut datang ma-
tahari, menyebar gelombang frekuensi
tinggi pada siang hari untuk frekuensi
di atas 20 MHz dengan 1200 mil,
berkurang sangat besar pada malam
hari.
Lapisan F :
Struktur dan kepadatannya bergantung
pada waktu siang hari dan sudut
datang matahari, terdiri satu lapisan di
malam hari dan terpisah menjadi dua
pada siang hari.
Lapisan F1 :
Kepadatan bergantung pada sudut
datang matahari, pengaruh utama
adalah menyerap gelombang freku-
ensi tinggi yang melintasinya hingga
sampai lapisan F2.
Lapisan F2 :
Diperuntukkan bagi komunikasi fre-
kuensi tinggi jarak jauh, sangat ber-
ubah-ubah, perubahan ketinggian dan
kepadatan ditentukan waktu siang hari,
musim, dan keberadaan sinar
matahari.

Bagian 4 : Propagasi gelombang radio 84


4.9. Rangkuman

Propagasi gelombang radio atau gelombang elektromagnetik pada


umumnya dipengaruhi oleh banyak faktor dalam bentuk yang sangat
kompleks. Di antara sekian banyak pengaruh adalah adanya kondisi yang
sangat bergantung pada keadaan cuaca dan fenomena luar angkasa
yang tidak menentu. Dengan melihat kondisi yang demikan, maka
sangat sulit diperkirakan sebaran radiasi medan elektromagenitik secara
pasti dari suatu jarak terhadap kedudukan suatu pemancar. Namun, hal
itu masih me-mungkinkan untuk mempropagasikan gelombang tetapi
harus diperhatikan setiap pengamatan cuaca yang disampaikan oleh
lembaga meteorologi dan geofisika.

Jenis-jenis gelombang yang ditransmisikan dapat dibedakan


menjadi empat macam.

1. Gelombang terarah antara dua titik. Propagasi gelombang yang


demikian biasa disebut dengan propagasi segaris pandang (line of
sight).
2. Gelombang terpantul, yakni merupakan gelombang yang datang
setelah adanya pantulan pada suatu titik antara di permukaan
bumi.
3. Gelombang permukaan, yakni merupakan gelombang yang
merampat pada permukaan bumi mengikuti kelengkungan yang
ada.
4. Gelombang ionosferik atau gelombang langit merupakan
gelombang yang mengarah ke atas langit meninggalkan pe-
mancar kemudian bengkok karena ada lapisan konduksi dari
lapisan pada atmosfir yang lebih tinggi, setelah itu kembali ke
permukaan bumi.

Gelombang permukaan adalah gelombang yang menjalar


sepanjang permukaan bumi, sedangkan gelombang ruang adalah
gelombang yang menjalar di atas permukaan bumi. Antara kata
”sepanjang” dan “di atas“ ada sedikit perbedaan. Menjalar di atas artinya
penjalaran gelombang beberapa puluh meter di atas permukaan bumi
pada ketinggian antena.
Lapisan ionosfir mempunyai kualitas yang baik untuk
memancarkan atau memantulkan sinyal radio dari permukaan bumi.
Sinyal radio yang ditransmisikan, beberapa sinyal akan keluar dan lepas
dari permukaan bumi menuju lapisan ionosfir. Gelombang tanah
merupakan sinyal langsung yang dapat didengar dalam keadaan normal.
Gelombang ini secara cepat akan melemah dan akan didengar kembali
sebagai “fading”.

Bagian 4 : Propagasi gelombang radio 85


Gelombang yang lain merupakan gelombang langit. Gelombang-
gelombang ini dapat memantul pada lapisan ionosfir dan pemantulan itu
dapat beberapa ribu kilometer bergantung kepada kondisi atmosfir.

4.10. Soal latihan


Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar

1. Apa yang disebut dengan propagasi ? Berilah penjelasan singkat


!
2. Sebutkan jenis-jenis gelombang yang ditransmisikan dalam ruang
ionosfir ! Gambarkan pola pemantulan atau persebarannya !.
3. Apa yang disebut gelombang permukaan dan gelombang ruang ?
4. Mengapa propagasi gelombang pada siang hari berbeda dengan
malam hari ?. Jelaskan secara singkat !.
5. Jelaskan efek dari ketinggian antena dengan kuat sinyal !
6. Apa yang anda ketahui denga istilah fading ? Berilah penjelasan !
7. Lapisan pada ionosfir yang manakah, bila siang hari terpisah dan
malam hari menyatu kembali ? Mengapa bisa terjadi demikian ?

Bagian 4 : Propagasi gelombang radio 86


BAGIAN 5
MEDIA TRANSMISI
Tujuan

Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat:


1. Mengetahui fungsi dan peran media transmisi dalam sistem
telekomunikasi.
2. Memahami media transmisi yang digunakan dalam sistem tele-
komunikasi.
3. Memahami media transmisi guided beserta sifat-sifatya.
4. Memahami media transmisi unguided beserta sifat-sifatya.

5.1. Pendahuluan

dilengkapi dengan penterjemah


Ada dua hal yang harus bahasa atau kode yang
dipenuhi supaya mendapatkan disampaikan oleh pemancar.
akses komunikasi. Hal yang Penterjemah tersebut dapat
pertama adalah adanya kesamaan berupa perangkat lunak maupun
dalam pemahaman antara perangkat keras. Dengan adanya
pemancar dan penerima. Bagian penterjemah tersebut maka antara
pemancar dan penerima harus pemancar dan penerima dapat
mempunyai bahasa yang sama, melakukan komunikasi. Dengan
hal ini tidak memperdulikan uraian tersebut diatas maka dapat
apakah hal tersebut dalam betuk dikatakan bahwa arti pemahaman
text, voice, gambar maupun kode- yang sama antara pemancar dan
kode tertentu. Apabila antara penerima adalah bukan pada kode
pemancar dan penerima tidak atau data yang berbeda, tetapi
menggunakan bahasa yang sama lebih diutamakan pada adanya
maka keduannya tidak akan dapat kesesuaian maksudnya
menyampaikan pesan yang akan (understandability).
kirimkannya. Dengan adanya Hal yang kedua adalah
masalah tersebut maka antara kemampuan untuk mengetahui
kedua titik tersebut tidak akan adanya kesalahan serta cara
terjadi komunikasi. Dalam memecahkan kesalahan tersebut
beberapa kasus yang terdapat pada saat terjadi pengiriman data.
pada sistem komunikasi, Kesalahan seperti ini biasanya
beberapa penerima sudah disebabkan oleh derau yang timbul

Bagian 5: Media transmisi 87


saat terjadi pengiriman pada media transmisi yang sesuai
sebuah media transmisi. Jika dengan data yang dikirim. Ada
komunikasi antara kedua sistem lima bagian penting pada media
tersebut mengalami kesalahan, transmisi yang perlu diketahui
dan penerima tidak yaitu: circuit, channel, line, trunk,
memperbaikinya maka yang akan dan virtual circuit, dimana kelima
timbul adalah kesalahan atau hal tersebut dapat dijelaskan
kerusakan informasi. dibawah. Berikut ini akan
Dengan adanya kerusakan menguraikan bagian-bagian jalur
informasi maka yang terjadi adalah transmisi secara detil.
adanya data sampah yang tidak
berguna atau bahkan dapat
merusak suatu sistem yang lain. 5.2. Circuit
Penerima yang baik akan dapat
mendeteksi adanya kesalahan Circuit merupakan suatu jalur
yang terjadi dan kemudian yang secara fisik menghubungkan
memperbaikinya menjadi data antara dua titik sistem komunikasi
yang benar. Cara memperbaiki atau lebih. Dalam menghubungkan
kesalahan atau kerusakan data titik-titik komunikasi tersebut dapat
adalah dengan cara memperbaiki dilakukan secara elektrik melalui
data tersebut dengan filter atau media kawat tembaga maupun
meminta data kembali dari secara optik dengan
pengirim sebagai mengganti data menggunakan cahaya. Titik
yang telah rusak. Kesalahan tersebut berupa port yang
dalam pengiriman biasanya menghubungkan sebuah
banyak terjadi pada sistem komputer, switch, multiplexer,
komunikasi analog. Pada ataupun perangkat lainnya. Pada
komunikasi yang menggunakan sebuah circuit tersebut akan terjadi
data digital biasanya kesalahan pertukaran data maupun informasi
atau kerusakan yang timbul sangat antara titik sesuai dengan fungsi
kecil. dan tujuan masing-masing.
Kesalahan atau kerusakan Misalnya pada sebuah rangkaian
informasi yang telah diuraikan telephone sederhana, dimana
diatas merupakan kerusakan rangkaian tersebut akan
dalam sistem komunikasi yang menghubungkan antara telephone
dapat dihilangkan ataupun dibuat satu dengan yang lain. Rangkaian
sekecil-kecilnya. Dengan ketidak telephone ini digunakan untuk
adanya kerusakan informasi, maka mempertukarkan voice atau suara
komunikasi akan dapat terjadi maupun data informasi lain. Pada
dengan baik. Untuk dapat sistem komunikasi ada dua jenis
melakukan komunikasi dengan circuit yang biasa digunakan yaitu:
kesalahan atau kerusakan yang komunikasi dengan penghantar
kecil atau bahkan nol, maka dua kawat dan empat kawat
sistem komunikasi sangat perlu
direncanakan dengan sebaik-
baiknya terutama pada pemilihan

Bagian 5: Media transmisi 88


5.2.1. Pengantar Dua Kawat Penghantar pada
rangkaian empat kawat
Pengantar dua kawat mempunyai dua pasang kawat
merupakan merupakan yang terisolasi. Dua set dari jalur
komunikasi dua kawat yang transmisi merupakan jalur yang
terisolasi sehingga tidak akan searah, sedangkan satu jalur pada
terjadi hubung singkat antara masing-masing arah dan satu jalur
keduanya. Satu kawat digunakan untuk melengkapi rangkaian listrik.
untuk transmisi infor-masi, dan Rangkaian empat kawat
kawat yang lain sebagai ground digunakan pada komunikasi yang
sesuai rangkaian kelistrikan. jarak antara titik-titik terakhir
Pengantar dua kawat secara memerlukan isyarat yang
umum digunakan pada komunikasi diperkuat pada waktu tertentu.
analog lokal, dimana hubungan Sebagai contoh, empat rangkaian
pelanggan pada suatu titik kawat disambung pada berbagai
langganan itu dapat diakses ke saklar untuk membangun jaringan
dalam jaringan. Gambar 5.1 PSTN. Rangkaian empat kawat
dibawah menunjukan sebuah juga digunakan dijalur sewa, di
contoh dari suatu pengantar dua mana pelanggan bisa meng-
kawat. hubungkan lokasi yang dimilikinya
dengan jarak yang cukup jauh.
5.2.2. Rangkaian penghantar Selain itu semua rangkaian
empat kawat komunikasi digital menggunakan
rangkaian empat kawat.

A B

Gambar 5.1. Rangkaian Dua Kawat

T T
A B
R R

Gambar 5.2. Rangkaian empat kawat

Bagian 5: Media transmisi 89


Pada sistem komunikasi isyarat-isyarat tertentu saat sinyal
rangkaian empat kawat terdapat dalam perjalanan. Piranti ini
dua jenis yaitu: rangkaian empat disebut penguat ulang atau
kawat yang secara fisik terpisah repeater. Penguat akan
sehingga terlihat kawat sebanyak menaikkan tegangan isyarat yang
empat buah dan rangkaian empat mengalami pelemahan sesuai
kawat yang secara fisik hanya daya yang asli.
terlihat dua kawat. Dalam Adanya penguat tersebut
rangkaian komunikasi empat maka sinyal isyarat akan dapat
kawat terpisah karena dalam melanjutkan perjalanan ke jaringan
kawat tersebut terdapat yang dituju. PSTN merupakan
pemisahan jalur frekuensi. Jalur komunikasi tradisional yang
frekuensi tersebut adalah separuh umumnya menggunakan kawat
bidang frekuensi membawa untuk tembaga. Pada kawat tembaga,
memancarkan informasi, dan data isyarat akan mengalami
selanjutnya yang separuhnya pelemahan yang dikarenakan oleh
akan membawa untuk menerima tahanan jenis pada logam
informasi. tembaga. Adanya tahanan jenis
tersebut maka dalam sistem
5.2.3. Pemilihan dua kawat komunikasi yang menggunakan
atau empat kawat kawat tembaga ada suatu batasan
jarak tertentu antara penguat satu
Karena jarak komunikasi dengan penguat berikutnya.
biasanya sangat jauh, maka dalam Batasan jarak antara penguat-
jaringan komunikasi dirancang penguat tersebut pada umumnya
untuk membawa data isyarat yang sekitar 6.000 kaki. Adanya
jauh pula, sehingga jaringan ini batasan tersebut maka dalam
memerlukan piranti yang dapat membangun jaringan komunikasi
memperbaharui signal yang telah dengan media kawat tembaga
mengalami pelemahan. perlu mempertimbangkan jarak
Pelemahan ini biasanya pada tersebut.

Data terminal Toll exchange International gateway Toll exchange Data terminal

Local exchange
Local exchange

KOTA A KOTA B

= Penguat ulang/repeater

Gambar 5.3. Penggunaan rangkaian dua kawat dan empat kawat

Bagian 5: Media transmisi 90


5.3. Channel sekelompok pemakai. Trunk
berupa fasilitas transmisi yang
Channel atau saluran bersama-sama dalam menswitch
merupakan suatu yang meng- sistem. Switching system adalah
gambarkan sebuah jalur per- suatu alat yang menyambungkan
cakapan yang logis, dimana dua jalur transmisi. Ada dua
bidang frekuensi , ruang waktu, kategori umum tentang switching
atau panjang gelombang system yang digunakan dalam
dialokasikan pada percakapan sistem telekomunikasi:
tunggal. Dalam sebuah sistem • CPE switches (Customer
telekomunikasi, saluran Premises Equipment)
merupakan suatu jalan yang merupakan bentuk switch yang
digunakan pada saat terjadi umum digunakan dalam
komunikasi. Dalam telekomunikasi peralatan dan bangunan
memungkinkan adanya saluran pelanggan. Biasanya CPE ini
ganda, dimana saluran ganda ini menggunakan private branch
akan meningkatkan dukungan exchange (PBX), dimana
terhadap suatu rangkaian itu piranti ini sering disebut suatu
sendiri. Dalam telekomunikasi private automatic branch
orang cenderung mengacu pada exchange (PABX). PBX
saluran (channel) dibandingkan digunakan untuk menentukan
dengan menyebut banyaknya koneksi antara dua titik. Piranti
rang-kaian. Hal ini dapat tersebut digunakan untuk
disebabkan karena dalam satu membuat koneksi-koneksi
rangkaian baik yang antara telepon-telepon yang
menggunakan 2 kawat maupun bersifat internal dalam suatu
empat kawat bisa terdapat lebih organisasi. Selain itu
dari satu channel. digunakan juga untuk
membuat koneksi antara
5.4. Line dan Trunk jarinagn internal dan dunia luar
(PSTN).
Line dan trunk pada • Network switches secara
dasarnya merupakan hal yang hirarki terdiri dari saklar-saklar
sama, tetapi keduanya digunakan jaringan yang dapat
pada situasi yang berbeda. Line meningkatkan penyambungan
merupakan sambungan yang pada waktu tertentu, dan
diatur untuk mendukung suatu saklar tersebut disesuaikan
pemanggilan normal, mengisi, dengan apa yang akan
memuat yang dihasilkan dilakukan oleh saklar tersebut,
seseorang. Trunk merupakan dimana semua tergantung
rangkaian yang diatur untuk pada kedua titik
mendukung beban-beban persambungan saklar tersebut.
pemanggil yang dihasilkan oleh

Bagian 5: Media transmisi 91


Gambar 5.4. Lines, trunk, dan switch

Pada lingkungan pelanggan pensaklaran lokal dapat


PSTN, titik pertama dapat diakses memanggil titik lain yang berada
secara lokal yang juga dikenal pada jarak 16 km. Dimana
sebagai Class 5 atau hal ini penggilan tersebut dengan suatu
merupakan sebagai kantor atau nada yang mengkodekan nomer
kantor pusat. Pada komunikasi telepon dari suatu pensaklaran
tradisional (electromechanical) lokal yang berbeda. Koneksi
pensaklaran lokal yang mampu antara dua pensaklaran yang
ditangani adalah satu atau lebih berbeda tersebut tercapai melalui
pensaklaran, dengan tiap-tiap kedua bagian saklar yang disebut
pensaklaran mampu menangani hirarki tandem switch atau disebut
sampai dengan 10,000 bentuk juga dengan sambungan
langganan, yang dinomori mulai simpangan. Tandem switch
dari 0000 sampai 9999. Saklar digunakan untuk melakuan
elektronik, tersedia sejak tahun sambungan pertukaran lokal pada
1980, mampu menangani sampai daerah metropolitan. Pada saat
dengan 50,000 langganan. Satu- akan membuat sambungan
satunya jenis panggilan pada telepon interlokal, pusat
pensaklaran lokal yang dapat pensaklaran lain akan melakukan
menangani dirinya sendiri, tanpa permintaan ke dalam pusat yang
menyentuh saklar yang lain dalam juga disebut kantor Class 4, transit
jaringan pada penomoran switch, atau trunk exchange. Pusat
pensaklaran lokal yang sama panggilan akan bertanggung jawab
tersebut. untuk membuat dan melengkapi
PSTN melakukan switching komunikasi interlokal tersebut.
lokal sehingga dapat berhubungan Hirarki yang tertinggi adalah
membentuk suatu hirarki. Suatu gerbang internasional, dimana

Bagian 5: Media transmisi 92


pensaklaran dirancang untuk digunakan untuk menguraikan
membuat sambungan panggilan koneksi antara dua host dalam
antara negara-negara yang sebuah jaringan paket switching,
berbeda. Trunk disediakan untuk dimana host keduanya dapat
melakukan sambungan antara berkomunikasi seolah-olah mereka
saklar-saklar di dalam PSTN, sebuah koneksi yang mempunyai
antara pelanggan yang memiliki tujuan, meskipun paket tersebut
PBX, atau antara PBX dan PSTN. bisa mengambil rute yang sangat
berbeda untuk sampai di tujuan
5.5. Virtual Circuit mereka.

Sekarang ini peningkatan 5.6. Media Transmisi


pelanggan komunikasi yang
sangat besar maka diperlukan Media transmisi adalah suatu
paket switcing, dimana banyak jalan yang secara fisik
jaringan yang menggunakan virtual bersambungnya komputer, alat-
circuit. Hal ini berbeda dengan alat komunikasi, ataupun orang-
rangkaian yang secara fisikdapat orang disebuah jalan raya dan
dilihat dengan awal dan diakhiri jalan-lintas super informasi.
oleh sebuat titik sambungan, Masing-masing media transmisi
virtual circuit adalah satu memerlukan perangkat keras
rangkaian koneksi logika antara jaringan yang khusus dan harus
piranti pengirim dan penerima. kompatibel dengan media
virtual circuit merupakan sebuah tersebut. Pada media transmisi,
koneksi antara dua piranti yang getaran sinyal pembawa itu harus
secara langsung, tetapi disampaikan dari pemancar
sesungguhnya terdiri atas kepada penerima.
bermacam-macam rute yang Proses penyampaian ini
berbeda. Rute-rute tersebut akan harus dilakukan melalui jalan raya
berubah setiap waktu, dan rute atau media transmisinya. Hal ini
selanjutnya tidak belum tentu rute bisa juga dianalogikan pada
yang baik. Koneksi ini sebuah mobil truk yang tak akan
digambarkan masukan-masukan dapat berjalan tanpa adanya jalan
tabel dalam piranti paket raya atau sebuah kapal yang tak
pensaklaran. Suatu koneksi di- akan dapat berjalan tanpa ada
bentuk setelah dua piranti tersebut lautnya. Dalam hal penyampaian
melakukan persetujuan pada para- getaran maka jalan rayanya
meter penting pada pemeliharaan disebut media transmisi dan
koneksi komunikasi serta bagai- getaran pembawa termodulasi
mana cara menyediakan kinerja merambat (propagate) dalam
yang tepat untuk aplikasi yang media transmisi.
mendukung mereka. Di dalam media ini
Virtual circuit merupakan rambatan pembawanya disebut
istilah yang sebagian besar sebagai gelombang pembawa.

Bagian 5: Media transmisi 93


Gambar 5.5. Virtual curcuit

Media transmisi untuk unguided, karakteristik transmisi


menyampaikan sinyal gelombang lebih ditentukan oleh kwalitas
elektromagnetik dibedakan sinyal yang dihasilkan oleh antena
menjadi dua yaitu Guided dan transmisi dibandingkan oleh
Unguided. Pada media guided, medianya sendiri. Faktor-faktor
gelombang elektromagnetik dalam sistem telekomunikasi yang
dipandu dari transmitter menuju berkaitan dengan media transmisi
receiver dan media transmisinya dan sinyal dan sangat menentukan
secara fisik dapat dilihat secara data rate dan jarak antara lain:
langsung. Media guided misalnya: ƒ Bandwith, selama faktor lain
kabel tembaga twisted pair, kabel mempunyai nilai konstan,
coaxial, serat optik dan lain-lain. maka semakin besar bandwith
Contoh media diatas merupakan sebuah sinyal komunikasi,
media transmisi yang dapat akan semakin besar rate data
dipegang maupun dilihat secara yang diperolehnya.
langsung. Lain halnya dengan ƒ Gangguan transmisi,
media unguided yang tidak Gangguan seperti attenuasi
memerlukan kabel sebagai akan membatasi jarak. Pada
penghantarnya. Media unguided media transmisi guided,
berupa gelombang radio yang biasanya kabel twisted pair
tidak bisa dilihat oleh mata. lebih sering mengalami
Karakteristik suatu gangguan apabila
transmisi data ditentukan oleh dua dibandingkan dengan kabel
hal yaitu karakteristik media coaxial dan kabel coaxial akan
tranmisi dan karakteristik sinyal lebih sering mengalami
komunikasi. Untuk media transmisi

Bagian 5: Media transmisi 94


ganguan dibandingkan dengan dan yang banyak sekali yang
fiber optik. mengunakannya khususnya pada
ƒ Interferensi, sinyal Interferensi kabel berpasangan untuk meng-
merupakan terjadinya sinyal hantar informasi dari pelanggan ke
yang tumpang tidih dalam sentral. Pada umumnya frekuensi
sebuah band komunikasi yang melewatinya adalah berupa
sehingga hal tersebut dapat frekuensi pembicaraan. Karena
menghapuskan sinyal-sinyal sinyal yang dibawanya adalah
informasi. Interferensi biasanya berupa arus bolak-balik dan arus
terjadi pada media unguided, searah sehingga karakteristik yang
walaupun terjadi juga pada paling dominan sehingga perlu
media guided seperti pada diperhatikan adalah redaman
kabel yang berdekatan kabel dan perubahan phasa
sehingga medan magnetik terhadap frekuensi . Dalam bagian
akan saling mempengaruhi. ini hanya dibahas penggunaan
ƒ Jumlah receiver, media guided kabel tem-baga untuk
biasanya digunakan untuk menyalurkan gelom-bang
membangun suatu hubungan pembawa dengan frekuensi tinggi.
antara titik, dimana pada kasus Seringkali terjadi adanya keter-
tertentu titik tersebut akan batasan sambungan kabel lokal
memunculkan atenuasi dan dari sentral ke suatu tempat sudah
distorsi. habis, sedangkan pelanggan
masih banyak yang meminta.
Untuk melayani kebutuhan
5.7. Media Transmisi Guided pelanggan maka penyedia jasa
layanan telephone menggunakan
Media transmisi guided sistem konsentrator kabel. dua
yang sering digunakan untuk pasang kabel tembaga di sediakan
transmisi data adalah twisted pair, untuk menyalurkan beberapa
kabel coaxial dan serat optik. kanal suara.
Dibawah ini akan dijelaskan lebih Pada kedua ujung kawat tersebut
detail mengenai media transmisi ada sebuah multiplexer yang
tersebut. berfungsi menggabungkan bebe-
rapa sinyal suara tersebut, yang
5.7.1. Kabel Tembaga kemudian dikirimkan lewat kabel
sesudah di perkuat oleh amplifier.
Kabel tembaga merupakan
sebuah kabel yang berpasangan

Kabel Tembaga

Mux Mod /TX RX/Dem Demux

Gambar 5.6. Kabel tembaga sebagai penghubung

Bagian 5: Media transmisi 95


Frekuensi pembawa pada pola lilitan yang beraturan.
kabel tembaga biasanya l200 KHz Sepasang kawat yang dililitkan
yang dimodulasi oleh output dapat digunakan sebagai jalur
multiplexer. Hal tersebut sangat komunikasi tunggal. Biasanya
jelas bahwa dengan frekuensi beberapa pasang kawat (empat
tinggi tersebut maka gelombang pasang) dibundel menjadi satu
pembawa akan mengalami kabel dengan cara dibungkus
redaman kabel yang cukup besar. dengan bungkusan yang keras
Untuk jarak yang cukup jauh terbuat dari karet.
diperlukan penguat ulang atau
repeater yang dipasang ditengah
perjalanan. Biasanya kapasitas
sistem ini maksimal hanya 12
bandwith sinyal suara analog.
Kabel tembaga juga sering
digunakan untuk menghubungkan
dua buah sentral menggunakan
konsentrator. Biasanya kabel yang
digunakan berdiameter lebih besar
dari kabel untuk jaringan lokal.
Untuk hubungan antara sentral,
maka dapat juga digunakan
penggabungan secara digital Gambar 5.7. Twisted-pair
(PCM dengan datarate 2 Mbps)
dengan kapasitas 30 kanal suara Pada jarak yang sangat jauh,
digital ( 64 KBPS ). lilitan yang ada pada kawat
Dengan kecepatan aliran bit tembaga tersebut meningkatkan
sebesar 2 Mbps maka dibutuhkan interferensi silang diantara kawat
repeater tiap 3 sampai dengan 4 yang saling berdekatan. Besar
km. Catu daya untuk repeater frekuensi spektrum pada
disalurkan melalui kabel yang sambungan telephone yang
sama dari terminal yang menggunakan kabel twisted pair
didekatnya. Dengan menggunakan maksimum besarnya sekitar
konsentrator ini, maka kebutuhan 1MHz. Standar terbaru untuk
kabel menjadi sangat berkurang, broadband DSL yang juga
disamping itu pemeliharaan juga menggunakan kabel twisted pair
menjadi lebih sederhana. yang bisa sampai sebesar 2,2
MHz.
5.7.2. Twisted Pair Kehilangan pada saat
translasi data menjadi bps diukur
Twisted pair merupakan berdasarkan data yang dikirimkan,
media transmisi yang paling atau kapasitas saluran pada kabel
banyak digunakan dan murah twisted pair dapat menyediakan
harganya. Sebuah kabel twisted kecepatan 2 Mbps sampai 3 Mbps
pair terdiri dari dua kawat yang pada spektrum frekuensi 1 MHz.
disekat dan tersusun dalam suatu

Bagian 5: Media transmisi 96


Tetapi hal ini berbanding terbalik
antara jarak dan data rate tersebut
direalisasikan. Pada jarak yang
sangat jauh, akan membawa
pengaruh yang besar terhadap
kesalahan dan kerusakan sinyal
informasi. Pada kecepatan data
tinggi ada dua teknik yang biasa
digunakan: jarak loop dapat
diperpendek dan menggunakan
modulasi sinyal yang baik.
Gambar 5.8. Kabel Coaxial
5.7.3. Kabel Coaxial

Kabel coaxial adalah sebuah Rangkaian penguat ulang


kabel yang terdiri dari satu kawat (repeater) sangat diperlukan untuk
dengan inti terletak ditengah yang kabel laut karena redaman yang
dibungkus secara berlapis oleh cukup besar dan jarak yang
plastik, kawat screen, plastik, panjang. Kesulitan pada kabel laut
aluminium foil dan terakhir adalah adalah penempatan repeater dan
lapisan plastik lagi (polyuthylene). jarak antara repeater (10 km) hal
Kabel antena TV adalah kabel ini dikarenakan :
coaxial. Digunakan kabel ini • Membutuhkan catuan yang
karena redamannya jauh lebih besar (dalam orde KV).
kecil dari pada kabel tembaga Kesulitan lain adalah
biasa. Kabel ini dipergunakan pemeliharaan jika terjadi
untuk gelombang yang membawa gangguan, misal tertabrak
sejumlah kanal multiplexing besar. kapal, binatang atau tekanan
Kabel bawah laut juga air laut.
menggunakan kabel coaxial untuk • Harus dibuat kuat sekali.
menyalurkan sampai 4000 kanal, • Untuk efisiensi maka dalam
dengan tiap kanalnya sebesar 3 satu kabel 1dipasang lebih dari
KHz dengan lebar pita frekuensi satu coax, bisa saja sampai 10.
adalah sebesar 30 MHz. Untuk Atau dapat lebih lebih banyak
perentangan didasar laut, maka lagi. Contoh: kabel transatlantik
kabel tersebut akan mengalami tahun 1976, kapasitas 400 @ 3
perenggangan yang cukup besar. KHz bw, maks frek 28 MHz, 1
Karena itu perlu diberikan kabel dengan diameter 2.4 cm,
tambahan daya regang dengan repeater terbuat dari transistor
menggunakan satu atau dua berjarak 6 km.
lapisan kawat baja yang kuat Panjang kabel = 6400 km.
sebagai pelindung.

Bagian 5: Media transmisi 97


5.7.4. Serat Optik

Kabel optik adalah kabel Dua jenis bahan gelas yang umum
yang intinya terbuat dari kaca dan dipakai adalah gelas silika dan
mampu melalukan cahaya. Tebal boros silika. Sekarang bahan
kabel kaca antara 8.3 sampai 10 plastik sudah pula dipakai untuk
µm untuk jenis monomode dan 50 inti serat optik.
sampai 100 µm untuk jenis multi Beberapa serat Kabel optik
mode. Sedangkan dalam satu gulungan besar (isi
pembungkusnya 125 µm. Bahan minimal 6 serat). Serat optik
serat optik adalah bahan gelas mempunyai sifat sangat rapuh
dengan kemurnian sangat tinggi. (mudah patah) oleh sebab itu
Sedikit saja ada unsur harus diberi pelindung kabel untuk
asing, yang kecil sekalipun, akan memperkuatnya. Pada tiap-tiap
menimbulkan hamburan yang gulungan kabel dapat membawa
mengakibatkan redaman. fiber optik sampai 1 km panjang-
nya.
Kabel serat optik pada
prinsipnya berupa kabel yang
digunakan untuk memandu atau
melewatkan gelombang cahaya
dalam bentuk bentuk yang jelas
atau yang disebut mode. Mode
menggambarkan suatu disteribusi
dari energi cahaya yang melewati
sepanjang serat tersebut.
Ketepatan dari bentuk cahaya
tersebut tergantung pada panjang
gelombang cahaya yang
ditransmisikan dan pada indeks
Gambar 5.9. Sejumlah Serat Optik bias yang dibentuk pada saat
kondisi cahaya dikirimkan melalui
serat tersebut.

Susunan serat optik

Gambar 5.10. Serat Optik

Bagian 5: Media transmisi 98


Gambar 5.11. Serat optik multimode dan singlemode

Pada gambar di atas dapat mempunyai diameter inti yang


dilihat bahwa ada perbedaan lebih besar sehingga cahaya yang
antara serat optik multimode dikirimkan akan membentuk sudut
dengan singlemode. Pada cahaya yang berbeda dan
singlemode mempunyai diameter membentur dinding serat atau
inti yang sangat kecil sehingga disebut dengan multimode. Untuk
hanya mampu membawa satu lebih jelasnya mengenai pe-
mode dimana pengiriman cahaya rambatan cahaya pada serat optik
berupa garus lurus yang melalui dapat dilihat pada gambar di
inti. Pada serat optik multimode bawah.

Bagian 5: Media transmisi 99


Gambar 5.12. Perambatan cahaya pada mode serat optik yang berbeda
Cahaya ditimbulkan pada
ujung pengirim dan diterima pada
ujung terima. Sinyal ditumpangkan
pada cahaya dengan sistem
modulasi intensitas. Jika tegangan
sinyal tinggi maka cahaya akan Untuk berkas yang merambat
lebih terang. dengan sudut pantul 75o maka
Cahaya tersebar selama kecepatan rambatnya berkurang
perjalanannya, semakin tebal serat lagi menjadi 2.108 cos 75° m/s .
kaca semakin tersebar cahaya Panjang gelombang cahaya
dalam perjalanannya (dispersi). yang digunakan berada pada
Disamping itu kecepatan rambat daerah infra red dengan panjang
cahaya juga semakin lambat jika gelombang 0.8 nm, 1.3 nm atau
kaca semakin tebal. Jika index 1550 nm. Fiber optik dapat
bias kaca adalah rata-rata 1,5 m/s membawah informasi suara
maka kecepatan rambat lurusnya sampai 40.000 VBW atau sinyal-
adalah sinyal digital video dalam jumlah
yang cukup besar.

Gambar 5.13. Redaman kabel optik pada berbagai panjang gelombang.

Bagian 5: Media transmisi 100


Gambar 5.14. Koneksi menggunakan serat optik

Output pemancar adalah 0 adanya beberapa permasalahan


dBm dan minimal power seperti dapat dilihat pada tabel di
dipenerima -37 dBm. Sebelum bawah.
masuk pada detektor cahaya Keuntungan peggunaan
diperkuat dulu dengan amplifier serat optik yang lain adalah dalam
optik sebesar 30dB. maka yang penggunaan serat optik akan
boleh hilang ditengah jalan adalah terbebas dari sinyal interferensi
30 + 37 dB sehingga menjadi gelombang radio. Karena gelom-
67dB. Kehilangan power terjadi bang radio tidak bergerak pada
beberapa hal yang dikarenakan frekuensi optik.

Tabel 5.1. Pelemahan yang diakibatkan oleh serat optik

Penyebab Pelemahan serat optik Besar pelemahan


Konektor dikedua sisi (1 dB/sisi) 2 dB
Margin untuk penyambungan jika putus 6 dB
Redaman per sambungan /splicing 0,1 dB
Redaman fiber optik 0,2 dB/km
Redaman per km menjadi 0,3 dB
Maka jarak antara terminal menjadi (67–2-6)/0,3=196 km

Bagian 5: Media transmisi 101


5.8. Media Transmisi Unguided Hubungan besar frekuensi
yang dihasilkan oleh pemancar
Pada bagian berikut akan serta kecepatan rambat dapat
membicarakan masalah bandwidth digunakan untuk menghitung
yang digunakan pada media panjang gelombang. Panjang
transmisi unguided, dimana band- gelombang ini dapat digunakan
width tersebut biasanya dibicara- untuk menentukan antena.
kan dalam bentuk spekrum Panjang antena untuk menangkap
elektromagnetik. gelombang elektromagnetik biasa-
nya adalah ½ lamda, ¼ lamda, 1
5.8.1. Gelombang lamda atau ¾ lamda. Untuk
Elektromagnet mengetahui panjang gelombang
digunakan rumus sebagai berikut :
Gelombang elektromagnetik
sekarang ini telah menjadi bagian
penting dalam teknologi modern
terutama pada komunikasi
nirkabel. Gelombang
eletromagnetik yang merambat Dimana :
pada ruang bebas disebut dengan λ = panjang gelombang (meter)
gelombang radio/sinyal radio. V = Kecepatan rambatan (detik)
Gelombang elektromagnetik di f = frekuensi (Hertz).
ruang bebas banyak mengalami
lingkungan yang tidak ideal. Gelombang elektromagnet
Gelombang radio merupakan dihasilkan oleh sebuah osilator.
gelombang yang digunakan untuk Gelombang elektromagnet
mengoperasikan pancaran radio. dipancarkan ketika medan listrik
Bentuk-bentuk gelombang pada osilator disambungkan pada
elekromagnet antara lain: antena pemancar. Karena gerakan
Gelombang televisi, Cahaya, Sinar medan listrik (E) menyatu dengan
x, gelombang panas, dan lain medan magnet (H), sehingga
sebagainya. Sinyal gelombang gelombang elektromagnetik di-
elektromagnet mempunyai daya pancarkan ke udara bebas dalam
tertentu dengan kecepatan tetap. bentuk sinyal bolak-balik berupa
Gerak gelombang elektromagnetik medan listrik dan medan magnet.
dinamakan dengan velocity Ketika dipancarkan, medan
dimana kecepatan rambatan magnet ini berupa garis melintang
adalah sekitar 300.000 km/detik. (transverse), dan orthogonal.
Rambatan gelombang radio Medan magnet transverse
bersifat tetap. Karena rambatan dikirim ke ruang bebas dengan
gelombang elektromagnetik arah yang sama, sedangkan
sifatnya tetap, maka panjang orthogonal merupakan medan
gelombang dapat dihitung. listrik dan magnet membentuk
Panjang gelombang ini sering sudut tertentu.
disebut dengan lamda (λ).

Bagian 5: Media transmisi 102


Ketika medan elektro- penting digunakan untuk
magnetik mengenai sebuah merancang antena. Jika
antena penerima, maka medan seseorang dapat melihat arah
elektro-magnetik akan diterima muncul gelombang sinyal
dalam bentuk yang sama seperti elektromagnet, mungkin akan
yang dihasilkan oleh osilator dapat menentukan arah antena
kecuali jika sinyal yang supaya tepat dengan pemancar.
dipancarkan mengalami Untuk lebih jelasnya dapat dilihat
kerusakan. gambar sinyal polarisasi pada
Gelombang elektromagnet bidang antena.
dipancarkan dalam bentuk
orthogonal, sehingga hal ini sangat

Gambar 5.15. Diagram polarisasi linier

Bagian 5: Media transmisi 103


Gambar 5.16. Sinyal polarisasi pada bidang antena

Sinyal Polarisasi adalah arah gelombang elektro-magnetik akan


dari vector medan listrik. Sinyal bergerak dari sumbernya ke
Polarisasi berupa sinyal vertical semua arah baik secara vertikal
karena vector medan listrik kadang maupun horisontal.
naik kadang turun. Pengiriman Untuk lebih jelasnya
gelombang elektromagnetik oleh mengenai gambaran gelombang
antena pemancar digambarkan elektromagnetik yang bergerak
sebagai berikut. dari sumbernya dalam bentuk
Ketika ada benda yang jatuh polarisasi vertikal maupun
pada permukaan air, maka akan horisontal dapat dilihat pada
terjadi gelombang yang ada gambar 5.18.
disekitarnya. Begitu juga dengan

Gambar 5.17. Pengiriman gelombang elektromagnetik oleh antena

Bagian 5: Media transmisi 104


Gambar 5.18. Polarisasi Gelombang Vertikal

Gambar 5.19. Polarisasi Gelombang Horisontal

Benda-benda seperti kayu, 5.8.2. Spektrum Frekuensi


bangunan, pohon, besi dan lain Radio
sebagainya yang dilalui
gelombang elektromagnetik dapat Ketika terjadi gerakan
merubah jalannya gelombang elektron-elektron, maka akan
tersebut. Benda-benda tersebut membangkitkan gelombang
hanya bisa merubah gerak tanpa elektromagnetis yang dapat
bisa menghentikan. menyebar melalui ruang kosong
yang ada disekitarnya. James
Maxwell pertama kali meramalkan
keberadaan masalah ini pada

Bagian 5: Media transmisi 105


tahun 1865, dan kemudian Gelombang elektromagnetik
Heinrich Hertz pertama kali radio mempunyai batas frekuensi
menghasilkan dan mengamatinya sendiri-sendiri, dan batas seluruh
pada tahun 1887. gelombang elektromagnet disebut
Sekarang ini semua komuni- dengan spektrum elektromagnet.
kasi modern bergantung pada Spektrum elektromagnetik meliputi
manipulasi dan pengendalian daerah gelombang dengan
sinyal isyarat spekrum elektro- frekuensi rendah sampai frekuensi
magnetik. tingi.
Spekrum gelombang elektro- Pada umumnya spektrum
magnetik mencakup gelombang frekuensi radio yang merupakan
radio frekuensi rendah mulai dari gelombang elektromagnetik yang
30 KHz, yang mempunyai panjang mempunyai range antara 1 MHz
gelombang hampir dua kali garis sampai 300 MHz. Pada industri
tengah bumi Sampai frekuensi sendiri mendefinisikan spektrum
tinggi yang lebih dari 10 GHz, gelombnag radio antara 1 MHz
dengan panjang gelombang lebih sampai 1 GHz.
kecil dibanding inti dari sebuah Range antara 1-30 GHz
atom. disebut dengan microwave dan
Spekrum elektromagnetik 30–300 GHz disebut dengan
tersebut digambarkan sebagai millimeter wave. Spektrum
suatu kemajuan logaritmis, dimana gelombang radio dibagi menjadi
skala meningkat sampai 10 beberapa bagian seperti terlihat
kalinya. pada tabel 5.3 di bawah.

Tabel 5.2. Spektrum Gelombang elektromagnetik

Radio waves : 300GHz and lower (frequency)


Sub-millimeter waves : 100 micrometers to 1 millimeter (wavelength)
Infrared : 780 nanometers to 100 micrometers (wavelength)
Visible light : 380 nanometers to 780 nanometers (wavelength)
Ultraviolet : 10 nanometers to 380 nanometers (wavelength)
X-ray : 120eV to 120keV (energy)
Gamma rays : 120 keV and up (energy)

Bagian 5: Media transmisi 106


Tabel 5.3. Spektrum frekuensi radio dan aplikasi-aplikasi

Frequency band Frequency range Application areas


Very Low Radio navigasi, radio maritin atau
3kHz to 30kHz
Frequency (VLF) komunikasi pada kapal.
Low Frequency
30kHz to 300kHz Radio navigasi atau radio mobil
(LF)
Medium Radio pemancar AM, radio
300kHz to 3MHz
Frequency (MF) aeronautical
High Frequency
3MHz to 30MHz radio maritin dan radio aeronautical
(HF)
Komunikasi bergerak, siaran FM,
Very High
30MHz to 300MHz siaran TV, aeronautical mobile,
Frequency (VHF)
radio panggil.
Siaran TV, radio mobile satellite,
Ultra-High
300MHz to 1GHz komunikasi bergerak dan radio
Frequency (UHF)
astronomy
Radio navigasi aeronautical, earth
L band 1GHz to 2GHz
exploration satellite
Penelitian ruang angkasa,
S band 2GHz to 4GHz
komunikasi satelit tetap.
komunikasi satelit tetap,
C band 4GHz to 8GHz meteorological satellite
communication
komunikasi satelit tetap, penelitian
X band 8GHz to 12GHz
ruang angkasa
Komunikasi satelit tetap dan
Ku band 12GHz to 18GHz
bergerak, satelite broadcast
Komunikasi satelit tetap dan
K band 18GHz to 27GHz
bergerak.
Komunikasi Intersatellite, mobile
Ka band 27GHz to 40GHz
komunikasi satellite.
Penelitian ruang angkasa,
Millimeter 40GHz to 300GHz
komunikasi Inter-satellite.

frekuensi yang khusus untuk


Pembagian band frekuensi beberapa aplikasi tertentu dapat
tersebut di atas ditentukan oleh dilihat pada tabel 5.4 di bawah ini :
persetujuan internasinal melalui
International Telecommunication
Union (ITU). Setiap aturan
telekomunikasi-telekomunikasi
pada suatu negara mempunyai
kebijakan-kebijakan dalam
pemakaian frekuensi. Bidang

Bagian 5: Media transmisi 107


Tabel 5.4. Bidang frekuensi yang khusus untuk beberapa aplikasi

AM radio 535 to 1605 MHz


Citizen band radio 27MHz
Cordless telephone devices 43.69 to 50 MHz
54 to 72 MHz, 76 to 88 MHz, 174 to
VHF TV
216 MHz
Aviation 118 to 137 MHz
144 to 148 MHz
Ham radio
420 to 450 MHz
470 to 608 MHz
UHF TV
614 to 806 MHz
Cellular phones 824 to 849 MHz, 869 to 894 MHz
901–902 MHz, 930–931 MHz, 940–
Personal communication services
941 MHz
Search for extra-terrestrial
1420 to 1660 MHz
intelligence
1525 to 1559 MHz, 1626.5 to 1660.5
Inmarsat satellite phones
MHz

Gambar 5.20. Alat telekomunikasi dan spekrum elektromagnetik

Bagian 5: Media transmisi 108


5.9. Mode perambatan Sehingga:
Gelombang elektro
magnetik
d 2 = ( 2r + h) h
Mode perambatan atau
propagasi sinyal gelombang Sehingga
elektromagnetik ada dua yaitu:
LOS dan non LOS. Pada ruang
bebas atau hampa gelombang d ≅ 2rh
elektromagnetik dipancarkan
keluar dari sumbernya ke segala Dimana :
arah. LOS (line of sight) Radius r bumi kira-kira : 3960
merupakan cara pemancaran mil, h tinggi antena dalam feet
gelombang secara garis lurus (5280 feet = 1 mil), d jarak antar
(segaris pandang). Penentuan pancar terima radio secara
LOS sangat dipengaruhi oleh horisontal
lengkungan bumi. Jika antara Sinyal gelombang radio
penerima dan tinggi antena dipengaruhi asmofir bumi. Karena
pemancar tidak segaris lurus maka atmosfir sifatnya mengikuti
penerima tidak bisa menerima lengkungan bumi walaupun juga
sinyal radio. Model sederhana ditentukan oleh kepadatan dan
untuk menentukan jarak LOS yang ketinggian, maka untuk me-
bisa dilalui antara dua titik pancar nyesuaikan hal tersebut digunakan
terima. 4/3 radius bumi.
Penentuannya jaraknya
adalah : Persamaan di atas dapat dijelas-
kan dengan gambar di bawah ini :
d 2 + r = (r + h) 2

Permukaan
tanah ideal

Gambar 5.21. Perambatan LOS yang melalui lengkung bumi

Bagian 5: Media transmisi 109


Sehingga r = 5280 mil. dan violet semakin kecil, hingga pada
permukaan bumi tidak ada lagi
atmosphere yang terionkan.
Pada lapisan ionosphere
4 h ini terdapat banyak elektron bebas
d = 2 3960 yang bergerak secara acak dan
3 5280 mungkin saja akan bersatu
kembali dengan ion positifnya
untuk menjadi atom netral.
Sehingga : Khususnya untuk daerah didekat
dengan permukaan bumi sehingga
akan membentuk atmosphere
d ≅ 2h padat, maka kejadian bersatu
kembali elektron dan ion sangat
besar.
Gelombang elektromagnetik Tidak demikian halnya
non LOS secara mekanis dengan lapisan ionosphere. Pada
merambat tergantung dari besar tempat yang sangat tinggi,
operasi frekuensi nya. Pada VHF atmosphere akan semakin
dan UHF perambatan indirect renggang sehingga jumlah ion
sering dilakukan. Selain itu atau elektron bebas juga akan
misalnya : phone selular, pager, semakin sedikit sehingga
peralatan komunikasi militer. konsentrasi ion juga kecil.
Kekurangan dari LOS adalah pada
saat perambatan sering terjadi
diffraction, refraction dan atau
reflection. Keuntungan LOS
adalah terbebas dari sky waves,
troposphire waves dan ground
waves. Sedangkan Kelemahan
LOS merupakan keuntungan non
LOS.

5.10. Perambatan Gelombang


Radio

5.10.1. Ionosphere Gambar 5.22. Model ionosphere

Radiasi atau pancaran Dalam ionosphere terdapat


gelombang ultravilolet yang lapisan–lapisan yang konsentrasi
berasal dari matahari akan ionnya berbeda dan otomatis pada
mengionkan molekul-molekul pada ketinggian yang berbeda pula.
atmosphere. Semakin mendekati
bumi intensitas gelombang ultra-

Bagian 5: Media transmisi 110


Lapisan jarak dari muka bumi
konsentrasi elektron

F2 250 – 500 km
F1 200-200 Km
E 90-150 Km
D 50-90 Km

Kepadatan elektro/m3n

Gambar 5.23. Hubungan antara kepadatan elektron dan ketinggian

Ionosphere hanya akan ada Gelombang radio akan


pada saat ada intensitas matahari. mengalami redaman pada setiap
Biasanya terjadi pada siang hari pantulan sehingga kuat medan
dan sangat menurun pada malam yang diterima berbanding terbalik
hari. Sifat ionosphere adalah dengan jarak yang dilaluinya.
memantulkan gelombang yang Semakin tinggi frekuensi radio
datang dengan sudut tertentu dan yang digunakan maka effek
pada frekuensi MF. lapisan ionosphere juga semakin
berkurang. Pada bandwith atau
pita frekuensi HF, VHF atau SHF
maka gelombang radio akan
langsung menembus lapisan
ionosphere.
Selain sinyal gelombang
dipantulkan oleh ionosphere,
permukaan bumi juga berperan
memantulkan sinyal gelombang
elektromagnetik. Dengan adanya
pemantulan gelombang yang
dilakukan oleh lapisan ionosphere
dan permukaan bumi maka sinyal
dapat disampaikan akan sampai
pada jarak yang sangat jauh.
Gambar 5.24. Lapisan Ionosphere

Bagian 5: Media transmisi 111


Gambar 5.25. Pantulan oleh permukaan bumi

Perambatan gelombang pula secara lambat tergantung


dengan pantulan oleh lapisan pada gerak benda pemantulnya
ionosphere ini sangat tidak stabil, dalam hal ini lapisan ionosphere.
seringkali sinyal dapat diterima
kuat, seringkali diterima dengan
sangat lemah sekali. Ketidak
teraturan ini dikenal dengan nama 4.10.2. Gelombang radio Mikro
fading (fade out = hilang sama
sekali). Perhitungan yang dipakai Gelombang radio mikro
adalah probability sistem transmisi adalah berupa gelombang radio
pada suatu media tertentu akan yang menggunakan frekuensi
hilang sama sekali. Misalnya, jika VHF s/d SHF. Karena tingginya
dikatakan fading sebesar 40 dB, frekuensi yang digunakan maka
hal ini berarti kemungkinan terjadi gelombang ini merambat lurus
fading terbesar 40 dB. dan karenanya dikenal dengan nama
probability terjadi hal terjelek pancaran LOS (Line of sight).
adalah P= 10 – F/10. Fading ini
dapat terjadi secara cepat dapat

Bagian 5: Media transmisi 112


Gambar 5.26. Dua antena terhubung melalui udara bebas

Gelombang radio mikro 5.11. Sistem Komunikasi


digunakan untuk membawa sinyal Satelit
dari satu stasiun radio ke stasiun
radio lainya dengan jarak sekitar Pengertian satelit sebenar-
60–100 km. Kadang untuk nya adalah benda angkasa yang
kebutuhan di dalam kota dapat mengelilingi sebuah planet,
juga digunakan untuk jarak dekat. misalnya planit bumi mempunyai
Pada gelombang mikro ini banyak satelit alam yaitu Bulan. Dalam
terjadi gangguan seperti adanya sistem telekomunikasi maka
masalah redaman karena hujan, manusia menempatkan sebuah
redaman karena halangan benda angkasa buatan yang diisi
(obstacle) ataupun redaman dengan perangkat radio. Benda ini
karena lapisan udara yang digunakan sebagai repeater di
memantul sangat mempengaruhi angkasa.
kinerjanya.
Sistem ini dapat membawa
informasi digital dari 8 Mbps s/d
144 Mbps atau s/d 1920 VBW @
64 Kbps. Untuk kecepatan yang
lebih rendah dari kecepatan di
atas maka sistem gelombang
mikro ini tidak effisien.
Keterbatasan gelombang
mikro adalah fading yang besar
dan jarak yang dicapai tidak terlalu
jauh karena harus berupa sinyal
LOS.
Gambar 5.27. Satelit komunikasi

Bagian 5: Media transmisi 113


Dari hukum kepler ketiga didapat :

T 2 = 4 π 2 a3 / µ

Dimana µ = 400.000 km3/s2

Jika dipaksakan bentuk orbit harus


lingkaran maka

T2 = 4 π 2 (R+h)3 /µ

Gambar 5.28. Satelit buatan dimana R = jari2=6370 km. bumi


sedangkan h = jarak satelit emuka
Satelit buatan, yang bumi. Dengan mengambil T = 24
diluncurkan manusia, akan jam maka diperoleh harga h =
bergerak mengelilingi bumi 36.000 km, dan R+h=42.400 km
dengan perioda putar T sesuai
dengan hukum Kepler. Orbit satelit Untuk harga R + h yang lain dan
adalah garis lengkung berderajat orbit berbentuk lingkaran maka
dua dengan salah satu fokusnya dapat diperoleh harga T sebagai
adalah pusat bumi. Kecepatan berikut:
tempuh luas juring konstan.
Pangkat dua perioda putar
sebanding dengan pangkat tiga
setengah sumbu panjang.

Tabel 5.5. Hubungan ketinggian satelit dan perioda putar

Ketinggian (km ) Perioda putar/jam Keterangan


400 1.6 LEO (Low Earth Orbit)
700 1.7 LEO (Low Earth Orbit)
1200 1.9 LEO (Low Earth Orbit)
1600 2 LEO (Low Earth Orbit)
4000 3 LEO (Low Earth Orbit)
10000 6 MEO (Medium Earth Orbit)
20000 12 MEO(Medium Earth Orbit)
35780 24 GSO (geostasionary orbit)

Bagian 5: Media transmisi 114


Satelit (geostasionary orbit) dan delay kecil. Kesulitan
GSO dengan ketinggian 35780 km utamanya LEO atau MEO adalah
telah lama digunakan sebagai perioda putarnya yang tidak
repeater komunikasi di angkasa. sinkron dengan perioda rotasi
Satelit ini bergerak dibidang bumi. Kekurangan perioda putar
khatulistiwa dengan perioda putar ini diatasi dengan menempatkan
24 jam, sinkron dengan rotasi satelir LEO/MEO dalam suatu
bumi. bentuk konstelasi yang terus
Dengan demikian maka bergerak dan meliput secara
satelit ini akan terlihat tetap dari bergantian. Di samping itu ada
satu titik dibumi. Tiap satelit GSO komunikasi antara satelit untuk
sebenarnya dapat meliput 1/3 dapat terus melayani pemakainya.
bagian bumi. Pada prakteknya
daerah liputan ini dipengaruhi oleh
jenis antena yang dipakai di satelit.
Kita mengenal liputan global ( 1/3
bumi) atau liputan spot (hanya
sebagian kecil saja dari bumi yang
diliputnya). besarnya liputan ini
juga mempengaruhi power yang
dipancarkan dan diterima oleh
bumi. Jika liputannya global maka
power yang diterima terbagi rata
atas luas liputan.
Masalah utama dari GSO ini
adalah jaraknya yang jauh hingga
dibutuhkan power pancar yang
besar dan penerima yang Gambar 5.30. Satelit LEO, MEO
mempunyai kepekaan yang tinggi, dan HEO
Di samping itu jarak yang besar
juga menimbulkan masalah delay Harga satelit GSO cukup
perjalanan gelombang. mahal karena kapasitasnya besar
dan kualitasnya harus sangat
tinggi untuk menghadapi
lingkungan di angkasa luar. Tetapi
untuk menempatkan satelit
tersebut maka kendaraan
peluncurnya akan lebih mahal lagi
dari pada harga satelitnya.
Gambar 4.29. Satelit GSO Sebaliknya satelit LEO
kapasitasnya tidak terlalu besar
Untuk mengatasi masalah tetapi harus bekerja bersama
tersebut, sekarang ini telah dalam konstelasi banyak satelit.
dioperasikan satelit Low Earth Umumnya, satelit LEO digunakan
Orbit (LEO) ataupun Medium Earth untuk komunikasi satelit bergerak.
Orbit (MEO) yang berjarak kecil

Bagian 5: Media transmisi 115


Jumlah harga satelit yang nya. Gelombang pem-bawa ini
disediakan dan harga kendaraan akan diterima oleh satelit
peluncurnya mungkin dapat lebih kemudian diperkuat dan selanjut-
mahal dibandingkan dengan GSO. nya dipancarkan kembali ke bumi.
Tetapi jika diperhitungkan dengan Pancaran satelit ini adalah
investasi stasiun bumi, maka pancaran broadcast yang dapat
stasiun bumi LEO dapat diterima oleh semua stasiun bumi
dioperasikan dengan perangkat penerima di daerah liputannya.
yang kecil saja dan antena juga Berdasarkan sifat pancar dan
tidak terlalu besar (sedikit lebih terima satelit ini, maka satelit
besar dari Hand phone ). dapat menghubungkan titik
Satelit dalam perjalanan dimana atau kemanapun dalam
hidupnya harus selalu daerah lingkupannya. Hubungan
dikendalikan dari bumi supaya yang mungkin adalah hubungan
kerja dan kedudukannya tidak point to point, point to multipoint,
menyimpang dari ketentuan. Untuk multipoint to multipoint.
pengendalian diperlukan bahan Penentuan lokasi stasiun
bakar terutama pada saat satelit bumi juga sangat bebas dan dapat
memasuki orbitnya. Selanjutnya dipasang hanya dalam orde hari
satelit mengorbit pada lintasanya saja jika perangkatnya sudah ada.
sesuai dengan koodinat yang telah Tidak seperti pembangunan
ditetapkan. Untuk kepentingan ini sistem terestrial yang membutuh-
tenaga yang berperan penting kan waktu lama. Di samping itu
adalah sel surya. Sel surya inilah permasalahan fading tidak menjadi
yang ada pada satelit jumlahnya masalah yang besar untuk komu-
tidak tak terbatas. Jika ada nikasi satelit.
kerusakan sel surya atau habis
masa pakainya (life time), maka
habislah umur satelit ini. Dari 5.12. Konstruksi dan
uraian di atas, maka umur satelit Pemasangan Kabel
ditentukan oleh ketahaan sel surya
yang terpasang. 5.12.1. Pengertian
Pada Satelit PALAPA
menggunakan frekuensi 6 GHz Pada bagian ini akan
untuk pancaran dari bumi ke satelit dijelaskan konstruksi dan cara
(Up link) dan 4 GHz untuk pemasangan kabel yang dipakai
pancaran dari satelit ke bumi dalam sistem telepon. Namun
(Down link). Pita frekuensi yang sebelumnya akan diberi
dibawanya adalah 500 MHz penjelasan tentang seluk beluk
terbagi dalam 12 kanal satelit tentang kabel itu sendiri.
(transponder). Kabel merupakan kum-pulan
Tiap pemancar stasiun bumi dari beberapa pasang (pair)
dapat memancarkan gelombang konduktor berisolasi. Kabel yang
pembawanya pada salah satu digunakan dalam sistem telepon
kanal (transponder) dengan lebar biasanya dengan kapasitas 5x2,
pita frekuensi sesuai kebutuhan- 10x2, 20x2, 100x2, 1200x2,

Bagian 5: Media transmisi 116


1800x2 dan setrusnya. Kabel- b. Kabel tanah
kabel yang demkian biasanya Kabel ini ditanam langsung
disebut kabel multipair. bawah tanah. Pemasang-
annya tanah digali untuk
Berikut ini Contoh untuk tempat kabel ditanam.
memahami kabel multipair.
Bila dikatakan suatu kabel
dengan 1200x2, artinya kabel
tersebut terdiri dari kawat-kawat
berisolasi sebanyak 1200 pasang
atau 1200x2 kawat.
Bila satu kawat kabel disebut
urat, jadi 1200x2 berarti
mempunyai 2400 urat kabel.
Urat kabel adalah kawat kabel
yang berisolasi polietilen (PE) atau
kertas.

5.12.2. Membedakan Kabel

Kabel yang dipakai untuk Gambar 5.32. Kabel tanah tanam


saluran telepon dibedakan menjadi langsung
dua, yaitu :
a. Kabel udara.
Kabel ini dinamakan demi-kian Selain kabel ditanam
karena memang dalam langsung dalam tanah, ada cara
pemasangannya berada di lain untuk menempatkan kabel
atas tanah (udara) atau tersebut, yaitu dengan dimasukkan
dipasang pada tiang. pada duct.
Duct adalah kumpulan dari
beberapa polongan-polongnan
pipa (biasanya paralon) yang dicor
dengan dengan semen. Arah
memanjang merupakan jalur dan
setiap jarak tertentu diberi ruangan
manhole. Ruangan ini adalah
sebagai tempat kerja.

Gambar 5.31. Urat-urat kabel


udara

Bagian 5: Media transmisi 117


Sebagai ruang kerja,
manhole harus cukup longgar
untuk ukuran manusia normal.
Gambar di bawah ini merupakan
penampang manhole.

Gambar 5.33. Jalur duct dengan


manhole

Berikut ini adalah gambar


penampang manhole yang dipakai
sebagai tempat untuk Gambar 5.35. Penampang
memasukkan kabel, mem-perbaiki, manhole
memasang dan seba-gainya.
Orang yang bekerja masuk dalam
manole tersebut. Apabila 5.12.3. Menentukan Daerah/Blok
pekerjaan terkait dengan kabel
telah selesai, maka manole ditutup Dalam menentukan da-
dengan beton yang cor pula. erah penarikan kabel telepon, baik
yang lewat udara maupun akan di
tanam di bawah tanah, perlu
diperhatikan hal-hal sebagai
berikut :
a. Daerah catuan langsung, ini
merupakan area yang ber-
dekatan sekali disekitar sentral
telepon. Apabila ter-jangkau,
maka dapat dicatu langsung.
b. Daerah dekat rumah kabel
c. Daerah dekat dengan titik
pembagi
d. Daerah sentral lokal, antara
sentral sat dengan yang lain
e. Wilayah sekitar perkotaan
Gambar 5.34. Penampang duct yang potensial sebagai peng-
dengan 6 polongan guna jasa teleko-munikasi.

Bagian 5: Media transmisi 118


pembagi yang ada di gedung-
5.12.4. Pekerjaan Instalasi Kabel gedung atau tiang telepon.
Udara 5.12.5. Persiapan Alat Perkakas

Pekerjaan instalasi kabel Sebelum pelaksanaan


udara adalah pekerjaan mema- pemasangan atau penarikan kabel
sang kabel telepon sebagai kabel udara, yang perlu dipersiapkan
sekender pada tiang-tiang telepon dengan baik adalah perlengkapan-
untuk daerah perkotaan. Pada perlengkapan berikut ini.
daerah yang tidak padat dan
berdekatan dengan sentral a. Rol kabel udara, rol ini
telepon, kabel ini merupakan kabel dipasang pada tiap jarak di
dengan catuan langsung yang mana rencana penarikan akan
ditarik dari sentral ke titik pembagi. dilakukan.
Kabel udara diinstalasi b. Tali penarik/tambang dengan
sebagai jaringan pada daerah diameter 0,5” dengan panjang
yang banyak rumah dan gedung 60-70 meter, diusahakan pada
dengan letak yang cukup jauh. Hal tali tidak boleh ada sambungan
ini dilakukan karena penanaman karena dimungkinkan akan
kabel tanah secara permanen menghambat pada putaran
belum dapat dilakukan. dan aluran rol.
Tahapan-tahapan peker- c. Katrol penarik, alat ini diper-
jaan instalasi kabel udara dapat lukan untuk menambah
dijelaskan sebagai berikut : kekuatan daya tarik pada saat
dilakukan pekerjaan penarikan
a. Tahapan penanaman tiang dan kabel udara. Perlu diperhatikan
pemasangan temberang (se- pula adalah bagaimana kabel
macam kawat penarik). itu akan ditarik dari atas
b. Tahapan pemasangan alat-alat ataukah dari bawah.
bantu, seperti klem-klem dan d. Dongkrak untuk meng-angkat
komponen lainnya. gelondong kabel. Hal ini dila-
c. Tahapan menggelar kabel kukan agar kabel dapat
udara dan membentangkan, terangkat kurang lebih 20 cm
serta mengatur kelenturannya. di atas permukaan tanah.
Dalam hal ini perlu dijaga e. Alat anti pulir, alat ini berfungsi
kondisi kabel agar secara fisik untuk menyerap puliran yang
dan sifat-sifat elektriknya tidak tidak beraturan. Seperti dike-
terganggu. tahui bahwa kabel yang ditarik
d. Tahapan penyambungan, ini akan terpulir, maka ini akan
dilakukan apabila ada kabel mempengaruhi bentuk fisik
yang perlu disambung. yang akibatnya bisa
e. Tahapan terakhir adalah ter- berdampak pada perubahan
minasi ujung urat-urat kabel. sifat elektrik. Untuk itu puntiran
Terminasi dilakukan pada klem kabel harus diatasi.
terminal seperti pada titik

Bagian 5: Media transmisi 119


5.12.6. Pelaksanaan e. Penarikan pada tikungan
Penarikan harus diperhatikan putaran
rol pelicinnya, bila meleset
Pekerjaan ini adalah penarikan dihentikan dan
peker-jaan yang membutuhkan segera membetulkan letak
kehati-hatian dan kecermatan. kabel.
Untuk itu yang harus
diperhatikan yaitu : Ada kalanya kabel yang
a. Pada saat penarikan di- kurang panjang disambung.
lakukan, pengawas lapangan Untuk itu perlu dilakukan
bertanggung jawab penuh. penyambungan. Alat atau
Setiap perintah yang perkakas untuk pelak-sanaan
diberikan harus diperhatikan penyambungan yang diperlukan
dan tepat pelaksanaannya. adalah :
b. Setiap putaran rol pelicin
harus diperhatikan, agar a. Meteran
penarikan kabel menjadi b. Pisau pemotong /
ringan. pembelah kulit kabel
c. Penarikan pada tikungan c. Pengupas isolasi urat kabel
tajam dilakukan dengan d. Knip tang
mengambil jalur arah tarik di e. Kombinasi tang
mana panjang kabel pada f. Crimping tool
tiang-tiang lebih terlihat. g. Gergaji besi
d. Kelenturan kabel perlu dijaga h. Alat las sederhana
sekitar 2% dari jarak i. Kunci pas (wrench)
gawang.
j.

Bagian 5: Media transmisi 120


5.13. Rangkuman

Dari uraian tersebut diatas maka dapat ambil inti pembahasan pada
bagian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk dapat melakukan komunikasi dengan baik atau kesalahan dan
kerusakan yang kecil atau bahkan nol, maka sistem komunikasi
sangat perlu direncanakan dengan sebaik-baiknya terutama pada
pemilihan media transmisi yang sesuai dengan data yang dikirim.
2. Media transmisi adalah suatu jalan yang secara fisik tersambungnya
komputer, alat-alat komunikasi, ataupun orang-orang di sebuah jalan
raya dan jalan-lintas super informasi.
3. Ada lima bagian penting pada media transmisi yang perlu diketahui
yaitu : circuit, channel, line, trunk, dan virtual circuit.
4. Media transmisi untuk menyampaikan sinyal gelombang
elektromagnetik dibedakan menjadi dua yaitu Guided dan Unguided.
5. Media guided adalah media dimana gelombang elektromagnetik
dipandu dari transmitter menuju receiver dan media transmisinya
secara fisik dapat dilihat secara langsung. Media guided misalnya :
kabel tembaga twisted pair, kabel coaxial, serat optik dan lain-lain.
6. Media unguided merupakan media telekomunikasi yang tidak
memerlukan kabel sebagai penghantarnya. Media unguided berupa
gelombang radio yang tidak bisa dilihat oleh mata.

5.14. Soal Latihan

Kerjakan soal-soal dibawah ini dengan baik dan benar.


1. Apa yang dimaksud dengan media transmisi.
2. Media transmisi ada dua, sebutkan masing-masing media transmisi
beserta karakteristiknya.
3. Hal-hal apakah yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media
transmisi.
4. Pada media transmisi serat optik sekarang sangat banyak digunakan
sebutkan kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh media
tersebut.
5. Pada media transmisi tanpa kabel sekarang telah berkembang pesat,
apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi.

Bagian 5: Media transmisi 121


Bagian 5: Media transmisi 122
BAGIAN 6
ANTENA
TELEKOMUNIKASI
Tujuan

Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat:


5. Mengetahui peranan antena pada sistem telekomunikasi.
6. Memahami macam dan bentuk antena yang digunakan dalam
sistem telekomunikasi.
7. Mengetahui bagian-bagian antena yang digunakan dalam sistem
telekomunikasi.

6.1. Pendahuluan

Dalam sejarah komunikasi, atau meneruskan gelombang


perkembangan teknik informasi elektromagnetik menuju ruang
tanpa menggunakan kabel di- bebas atau menangkap gelom-
tetapkan dengan nama “Antena”. bang elektromegnetik dari ruang
Antena berasal dari bahasa latin bebas. Energi listrik dari
”Antena” yang berarti tiang kapal pemancar dikonversi menjadi
layar”. Dalam pengertian seder- gelombang elektromagnetik dan
hana kata latin ini berarti juga oleh sebuah antena yang ke-
”penyentuh atau peraba” sehingga mudian gelombang tersebut
kalau dihubungkan dengan teknik dipancarkan menuju udara bebas.
komunikasi berarti bahwa antena Pada penerima akhir gelombang
mempunyai tugas menyelusuri elektromagnetik dikonversi men-
jejak gelombang elektromagnetik, jadi energi listrik dengan
hal ini jika antena berfungsi menggunakan antena.
sebagai penerima. Sedangkan Sinyal gelombang radiasi
jika sebagai pemancar maka elektromagnetik yang berasal dari
tugas antena tersebut adalah antena terdiri dari dua komponen
menghasilkan sinyal gelombang yaitu medan listrik dan medan
elektromagnetik. magnetik. Energi total tersebut
Antena dapat juga di- dipancarkan dalam bentuk
definisikan sebagai sebuah atau gelombang yang hampir konstan
sekelompok konduktor yang di- ke udara bebas dan ada beberapa
gunakan untuk memancarkan yang terserap oleh tanah. Namun

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 123


demikian gelombang tersebut dalam antena adalah bahwa
dipancarkan ke segala arah, hal antena pemancar dibagi menjadi
ini disebabkan oleh jumlah energi dua klasifikasi dasar yaitu: Antena
yang dipancarkan berkurang Hertz (half-wave) dan Antena
kekuatannya sebagai akibat dari Marconi (quarter-wave). Antena
jarak yang semakin jauh dari hertz biasanya dipasang se-
sumbernya. panjang dengan ground dan
Rancangan sebuah antena diposisikan untuk memancarkan
sangat penting dalam sebuah gelombang vertikal ataupun
stasiun pemancar. Hal ini horisontal.
dikarenakan antena harus me- Antena marconi (quarter-
lakukan kerja memancarkan wave) dioperasikan dengan se-
gelombang secara efisien se- buah akhir yang ditanahkan dan
hingga catu daya sebagai sumber disambung secara tegak lurus
tenaga pemancar tidak menjadi menuju tanah atau permukaan
sampah tetapi benar-benar yang berfungsi sebagai ground.
menjadi energi gelombang radio. Antena hertz biasanya digunakan
Pemancar yang efisien harus untuk operasi frekuensi sebesar
menggunakan antena yang mem- 2MHz atau diatasnya, sedangkan
punyai ukuran pasti yang antena marconi digunakan untuk
ditentukan oleh besar frekuensi operasi frekuensi di bawah 2
pancarnya. MHz. Antena yang digunakan
Secara phisik ukuran dalam berkomunikasi harus me-
sebuah antena harus proporsional miliki sifat-sifat antena yang ideal
dengan panjang gelombang. supaya mendapatkan hasil
Semakin tinggi frekuensi yang komunikasi yang baik, walaupun
digunakan maka akan semakin hal ini tidak pernah terjadi. Sifat-
kecil ukuran antena yang sifat antena yang ideal antara lain:
digunakan. Hal yang penting

Gambar 6.1. Komunikasi menggunakan antena

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 124


1. Menerima secara efisien mempunyai simbol seperti di
sinyal-sinyal yang diinginkan gambar 6.2.
tanpa memindah band. Berdasarkan fungsinya
2. Secara normal mempunyai antena dibedakan dalam 2
sifat omnidirectional, baik macam yaitu : antena pemancar
untuk gelombang panjang dan antena penerima. Sifat
maupun pendek. Antena antena ada dua yaitu omni-
directional dibutuhkan untuk directional dan directional.
gelombang VHF/UHF mau- Semua antena secara
pun gelombang mikro. umum baik bentuk dan ukurannya
3. Mempunyai perubahan resis- mempunyai empat karakteristik
tensi dan reaktansi yang kecil dasar yaitu reciprocity, directivity,
terhadap perubahan frekuensi gain, dan polarization.
sinyal.
4. Efek pemudaran (fading) se-
minimal mungkin, baik untuk 6.2. Reciprocity
gelombang panjang, medium
maupun gelombang pendek. Reciprocity merupakan
5. Efek interferensi dari instalasi sebuah kemampuan untuk
listrik dalam rumah sekecil menggunakan antena yang sama
mungkin. pada kedua antena, baik antena
6. Harus tahan karat atau pemancar maupun penerimaan.
kerusakan terhadap cuaca Karakteristik listrik pada sebuah
dan juga mudah antena yang terpasang akan
pemasangannya sama secara umum apakah
7. Antena harus murah dan baik menggunakan antena sebagai
dipandang. pemancar maupun sebagai pe-
Antena, baik antena nerima.
penerima maupun pemancar

Gambar 6.2. Simbol Antena

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 125


Supaya memperoleh efisiensi radiasi terjadi pada sudut kanan.
yang baik perlu menggunakan Ketika antena yang sama
antena yang memancarkan atau digunakan untuk menerima maka
menerima sinyal pada gelombang akan terjadi penerimaan yang
frekuensi dengan antena yang sangat baik. Antena yang
bekerja pada frekuensi yang mempunyai sifat reciprocity dapat
sama. digambarkan seperti pada gambar
Ketika antena digunakan 6.3. dan 6.4.
untuk mengirimkan maksimum

Antena Pemancar

Gambar 6.3. Antena reciprocity antena pemancar

Antena Penerima

Gambar 6.4. Antena reciprocity pada penerima

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 126


6.3. Directivity Selain sifat tersebut di atas,
sifat lain dari antena adalah
Directivity dari sebuah bahwa kekuatan pancaran ke
antena atau deretan antena diukur berbagai arah cenderung tidak
pada kemampuan yang dimiliki sama. Pancaran gelombang radio
antena untuk memusatkan energi oleh antena vertikal mempunyai
dalam satu atau lebih ke arah kekuatan yang sama ke segala
khusus. Antena dapat juga arah mata angin, sifat pancaran
ditentukan pengarahanya ter- semacam inilah yang dinamakan
gantung dari pola radiasinya. omnidirectional. Pada antena
Dalam sebuah array propagasi dipole, pancaran ke arah tegak
akan diberikan jumlah energi, lurus bentangannya besar sedang
gelombang radiasi akan dibawa pancaran ke samping sinyalnya
ketempat dalam suatu arah. kecil, pancaran semacam ini
Elemen dalam array dapat diatur disebut bidirectional.
sehingga akan mengakibatkan Beberapa antena harus
perubahan pola atau distribusi mempunyai pengarahan yang
energi lebih yang memungkinkan sangat baik. Hal tersebut ber-
ke semua arah. Suatu hal yang tujuan untuk mendapatkan energi
tidak sesuai juga memungkinkan. pancaran yang lebih tinggi dalam
Elemen dapat diatur sehingga suatu arah tertentu dibandingkan
radiasi energi dapat dipusatkan lainnya.
dalam satu arah. Perbandingan jumlah dari
energi yang dipancarkan dalam
arah dan energi tesebut yang
6.3.1. Gain (Penguatan Antena) seharusnya dipropagasikan jika
antena tersebut tanpa diarahkan
Pancaran gelombang radio atau disebut penguatan. Pe-
oleh antena semakin jauh akan nguatan antena konstan jika
semakin lemah, melemahnya antena tersebut digunakan se-
pancaran itu berbanding terbalik bagai antena pemancar atau
dengan kuadrat jaraknya, jadi antena penerima.
pada jarak dua kali lipat Dalam teknik radio, ke-
kekuatannya menjadi 1/22 atau kuatan pancaran ke segala arah
seperempatnya. Angka tersebut digambarkan sebagai pola pan-
masih belum memperhitungkan caran (radiation pattern) seperti
melemahnya pancaran karena terlihat pada gambar di bawah ini.
hambatan lingkungan dalam
perjalanannya.

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 127


Gambar 6.5. Pola Radiasi Antena

Pola 1 adalah pola pancaran maka polarisasinya searah


antena dipole (antena 1), apabila dengan panjang bentangannya.
ada antena lain (antena 2) yang Bila antena tersebut dipasang
mempunyai pola radiasi seperti horizontal, maka polarisasinya
pada pola 2, maka titik A akan horizontal pula. Agar dapat
menerima sinyal lebih kuat menerima gelombang elektro-
daripada pancaran antena 1, magnetik secara baik, maka
dapat dikatakan bahwa antena 2 antena harus mempunyai pola-
mempunyai penguatan (Gain). risasi yang sama dengan
Gain dinyatakan dengan dB, polarisasi gelombang radio yang
sebagai pembanding untuk datang.
menentukan besarnya gain Arah polarisasi ini akan
adalah dipole. tetap sepanjang lintasan gel-
ombang elektromagnetik, kecuali
6.3.2. Polarisasi bila gelombang tersebut sudah
dipantulkan oleh ionosphere,
Gelombang elektromagnetik maka polarisasinya bisa berubah.
yang melaju di udara atau di Oleh karena itu antena untuk
angkasa luar terdiri atas kom- keperluan komunikasi jarak jauh
ponen gaya listrik dan komponen pada HF atau MF dapat dibuat
gaya magnet yang tegak lurus vertikal atau horizontal. Pada
satu sama lain seperti yang telah band MF dan HF, biasanya kita
diuraikan pada bab sebelumnya. gunakan polarisasi horizontal
Gelombang radio yang memancar sedangkan untuk VHF biasa
dapat dikatakan terpolarisasi digunakan polarisasi vertikal.
sesuai arah komponen gaya
listriknya. Untuk antena dipole

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 128


Pancaran gelombang VHF tidak kanan. Kebanyakan gelombang
menggunakan pantulan ionos- elektromagnetik dalam ruang
phere, hal ini supaya polarisasi- bebas dapat dikatakan ber-
nya sampai ke antena pesawat polarisasi linier. Arah dari polari-
lawan bicara masih tetap vertikal. sasi searah dengan vektor listrik.
Energi yang berasal dari Bahwa polarisasi tersebut adalah
antena yang dipancarkan dalam jika garis medan listrik yang
bentuk sphere, dimana bagian disebut dengan garis E adalah
kecil dari sphere disebut dengan membentuk garis horisontal, dan
wave front. Posisi garis tegak gelombang tersebut dikatakan
lurus yang pengarahan dari sebagai polarisasi horisontal. Dan
medan radiasi dapat dilihat pada jika E berupa garis vertikal maka
gambar 5.6. Pada umumnya gelombang dapat dikatakan
semua titik pada gelombang sebagai polarisasi vertikal.
depan sama dengan jarak antara Pemasangan antena secara
antena. Selanjutnya dari antena horisontal maka akan meng-
tersebut, gelombang akan mem- hasilkan gelombang polarisasi
bentuk kurva yang kecil atau horisontal dan pemasangan
mendekati. Dengan memper- antena secara vertikal akan
timbangkan jarak, right angle ke menghasilkan gelombang polari-
arah dimana gelombang tersebut sasi vertikal. Secara umum
dipancarkan, maka polarisasi polarisasi sebuah gelombang
dapat digambarkan sebagaimana tidak berubah pada jarak yang
gambar 6.6. pendek. Sehingga pengiriman dan
Radiasi gelombang elektro- penerimaan antena dapat diatur
magnetik dibangkitkan oleh sesukanya, khususnya jika antena
medan magnetik dan gaya listrik tersebut dipisahkan dalam jarak
yang selalu berada di sudut yang pendek.

Gambar 6.6. polarisasi Horisontal dan vertikal

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 129


Melalui jarak yang jauh, 6.4. Radiasi Energi Gelombang
polarisasi dapat berubah, dimana Elektromagnetik
perubahan ini biasanya sangat
kecil dan terjadi pada frekuensi Berbagai macam faktor
yang rendah, atau mengalami yang mempengaruhi antena
penurunan yang sangat dratis dalam memancarkan energi
pada frekuensi tinggi. gelombang elektromagnetik. Jika
Pada transmisi RADAR sebuah gelombang bolak-balik
sinyal diterima yang secara dipasang pada ujung A dari kawat
kenyataan adalah gelombang antena AB, selanjutnya pada
yang dipantulkan dari obyek, ujung B akan bebas, keberadaan
Sinyal polarisasi berbeda rangkaian dan gelombang
tergantung dengan tipe obyek, selanjutnya tidak bisa bergerak.
tanpa pengaturan posisi dari Pada titik tersebut terjadi
antena penerima supaya lebih apa yang dinamakan impedansi
baik untuk pengiriman sinyal. tinggi. Gelombang akan menye-
Dengan memisahkan antena yang babkan reaksi gelombang balik
digunakan untuk memancarkan dari titik impendansi tinggi dan
dan penerimaan, sebuah antena bergerak menuju ke point starting,
penerima umumnya dipolarisasi- dimana jika terjadi pantulan
kan dalam arah yang sama kembali. Secara teoritis energi
sebagai antena pemancar. suatu gelombang harus
Ketika antena pemancar mengalami disipasi oleh tahanan
terjadi hubung singkat dengan dari kawat selama pergerakan
tanah, maka akan terjadi back-and-forth atau yang sering
polarisasi vertikal, karena disebut osilasi.
gelombang polarisasi vertikal Tiap jangkauan gelombang
menghasilkan sinyal lebih besar dari titik permulaan yang
dan kuat sepanjang permukaan dikuatkan oleh impulse dari
tanah. energi, cukup untuk meng-
Pada tempat lain ketika hilangkan energi selama pe-
antena memancarkan dengan ngiriman sepanjang kawat. Hasil
jarak yang tinggi dari permukaan osilasi ini berlanjut sepanjang
tanah, akan terjadi polarisasi kawat dan tegangan tinggi pada
horisontal dan memungkinkan ujung A dari sebuah kawat.
kuat sinyal menuju permukaan Osilasi ini memindahkan energi
tanah. sepanjang antena pada kece-
patan yang sama dengan
frekuensi dari tegangan gelom-
bang RF dan memperpanjang
sifat dari impuls pada titik A.

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 130


Gambar 6.7. Antena dan sumber RF

Kecepatan data gelombang diketahui sabagai panjang


frekuensi yang bergerak gelombang. Di mana hal tersebut
sepanjang kawat adalah dengan dapat dicari dengan pembagian
kecepatan konstan kira-kira kecepatan pergerakan dengan
300.000.000 meter per detik. frekuensi.
Panjang antena harus disesuaikan Perhatikan distribusi arus
dengan gelombang yang akan dan tegangan pada antena yang
bergerak dari satu ujung ke ujung ditunjukan pada gambar 5.8.
lainnya dan kembali lagi selama Gerakan maksimum dari elektron-
satu perioda dari tegangan RF. elektron pada pusat antena adalah
Jarak perjalanan gelombang mempunyai impendansi rendah.
selama periode dalam satu cycle

a. Arus

b. tegangan

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 131


c. Arus dan Tegangan

Gambar 6.8. Gelombang tegak antara tegangan dan arus pada antena

Kondisi di atas disebut tidak beresonansi dan gelombang


dengan gelombang tegak cenderung untuk dibatalkan dan
(standing wave) sebuah arus. energi akan hilang dalam bentuk
Pada titik dimana arus dan panas. Perkiraan logis dengan
tegangan tinggi diketahui sebagai hilangnya energi pada radiasi
arus dan tegangan loop. Titik antena sama dengan 360 derajat.
terendah arus dan tegangan Kasus seperti ini tidak terjadi pada
diketahui sebagai arus dan setiap antena.
tegangan simpul. Gambar a Energi yang dipancarkan
diketahui sebagai tegangan loop oleh antena membentuk medan
dan dua arus simpul. Gambar b yang mempunyai bentuk radiasi
menunjukkan dua tegangan loop atau radiation pattern. Radiation
dan tegangan node. Sedangkan pattern digunakan untuk
gambar c sebagai akibat te- memberikan gambaran dan
gangan dan arus loop serta menentukan ukuran radiasi energi
simpul. dalam beberapa sudut dengan
Pada gambar di atas, jarak yang konstan dari antena
gelombang tegak digambarkan dan kemudian mengatur nilai
sebagai kondisi resonansi antena. energi pada grafik. Bentuk pattern
Pada saat beresonansi, sebuah tergantung dari tipe yang dibuat
gelombang bergerak kebelakang dan tergantung pada jenis antena
dan seterusnya dalam sebuah yang sedang digunakan. Bebe-
antena, dikuatkan pada tiap-tiap rapa energi radiasi antena sama
gelombang, kemudian ditransmisi- ke segala arah. Radiasi ini
kan menuju ruang bebas pada diketahui sebagai Isotropic
radiasi maksimum. Ketika antena Radiation.

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 132


Gambar 6.9. Grafik Radiasi Isotropic

Kebanyakan radiator dan memancarkannya sebagai gelom-


energi lebih kuat dalam satu arah bang radio. Antena tersebut
atau satu arah dibanding lainnya. berfungsi pula sebaliknya ialah
Pancaran ini ditunjukan sebagai menampung gelombang radio dan
Anisotropic. Fashlight merupakan meneruskan gelombang listrik ke
contoh dari gelombang radiator receiver. Kuat tidaknya pancaran
anisotropic. Bentuk gelombang yang sampai di pesawat lawan
dari flash light hanya porsinya dari bicara atau sebaliknya, baik
ruang hampa yang ada buruknya penerimaan tergantung
disekitarnya. dari beberapa faktor. Faktor
pertama adalah kondisi propagasi,
6.5. Antena Dipole Dan faktor kedua adalah posisi stasiun
Monopole (posisi antena) beserta ling-
kungannya, faktor ketiga adalah
Salah satu bagian penting kesempurnaan antena. Untuk
dari suatu pemancar radio adalah pancaran ada faktor keempat
antena, ia adalah sebatang logam yaitu kelebaran band-width
yang berfungsi menerima getaran pancaran kita dan faktor kelima
listrik dari transmitter dan adalah masalah power.

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 133


Seringkali agar pancaran disebut monopole (mono artinya
kita cukup besar diterima stasiun satu). Apabila outer dari coax
lawan bicara, kita berusaha tidak di-ground dan disambung
menaikkan power dengan tanpa dengan seutas logam sepanjang
memperhatikan faktor-faktor lain ¼ λ lagi, menjadi antena dengan
tersebut di atas. Memang usaha dua pole dan disebut dipole ½ λ
meperbesar power secara teknis (di artinya dua). Antena dipole
merupakan usaha yang paling bisa terdiri hanya satu kawat saja
mudah, akan tetapi hal ini adalah disebut single wire dipole, bisa
usaha yang kurang efektif dan juga dengan dua kawat yang
cenderung merupakan suatu ujung-ujungnya dihubungkan
pemborosan. dinamakan two wire folded dipole,
Mengenai propagasi dan bisa juga terdiri atas 3 kawat yang
posisi pemancar ada faktor ujung-ujungnya disambung
bandwidth pancaran dapat dinamakan three wire folded
dikatakan bahwa makin sempit dipole.
bandwidth makin kuatlah Berbagai macam cara untuk
pancaran kita, ini ada batasnya memasang antena tergantung dari
mengingat faktor readibility. tersedianya space yang dapat
Sebatang logam yang panjangnya diguakan untuk memasangnya.
¼ Lambda (λ) akan beresonansi Antena single wire dipole dapat
dengan baik bila ada gelombang dipasang horizontal (sayap kiri
radio yang menyentuh dan kanan sejajar dengan tanah),
permukaannya. dapat pula dipasang dengan
Jadi bila pada ujung coax konfigurasi inverted V (seperti
bagian inner disambung dengan huruf V terbalik), dengan
logam sepanjang ¼ λ dan outer- konfigurasi V (seperti huruf V),
nya di ground, ia akan menjadi konfigurasi lazy V (ialah berentuk
antena. Antena semacam ini huruf V yang tidur) atau dapat
hanya mempunyai satu pole dan juga konfigurasi sloper (miring).

Gambar 6.10. Antena Dipole dan Monopole

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 134


Gambar 6.11. Konfigurasi Antena Dipole

Antena dipole dapat CW. Tentukan frekeuensi kerja


dipasang tanpa menggunakan yang dikehendaki, misalnya 3.850
balun akan tetapi bila feeder line MHz. Coba transmit sambil
menggunakan kabel coaxial mengamati SWR meter, putarlah
sebaiknya dipasang balun 1:1, tombol pengatur frekuensi
karena kabel coaxial itu un- sedemikian sehingga didapatkan
balance, sedangkan antenanya Standing Wave Ratio (SWR) yang
balance, agar diperoleh pola paling rendah.
radiasi yang baik. Bila frekuensi tersebut lebih
Kadang antena belum tentu rendah dari 3.850 MHz berarti
sesuai impendansinya. Oleh sayap-sayap dipole terlalu
karenanya harus disesuaikan panjang, jadi harus diperpendek.
impendasinya. Cara mematching- Bila frekuensi terlalu tinggi berarti
kan antena yang baik ialah sayap-sayap dipolenya terlalu
dengan menggunakan alat khusus pendek.
yaitu Dip Meter dan impendance Untuk memperpanjang
meter atau dapat juga haruslah disambung, ini kurang
menggunakan SWR analyser. menyenangkan. Jadi pemotongan
Apabila alat tersebut tidak awal antena harus dilebihi dari
tersedia, matching dilakukan panjang theoritis, dan pada waktu
dengan menggunakan transceiver dipasang dilipat balik sehingga
dan SWR meter. panjangnya sama dengan
Pertama-tama pasanglah panjang theoritis. Bila frekuensi
antena dengan konfigurasi yang match terlalu rendah, perpendek
dikehendaki. Pasanglah SWR antena 10 Cm setiap sayapnya.
meter diantara transceiver dengan Bila masih terlalu rendah
transmission line (coaxial cable). maka diperpendek lagi. Begitu
Selanjutnya atur transceiver pada seterusnya sehingga diperoleh
power yang paling rendah, sekitar SWR yang rendah yaitu kurang
5-10 Watt dengan mode AM atau dari 1:1,5. Cara memendekkan

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 135


tidak dengan dipotong tetapi pada pesawat telepon, televisi
dilipat balik dan menumpuk rapat, dan perangkat audio lainnya.
lipatan yang mencuat akan Makin rendah letak antena,
membentuk capasitance head dan sayap-sayapnya cenderung makin
mempengaruhi SWR. pendek. Untuk itu dalam
Antena dipole dapat pekerjaan matching, antena
dioperasikan secara harmonic, diletakkan pada ketinggian yang
ialah dipekerjakan pada frekuensi sebenarnya. Begitu pula diameter
kelipatan ganjil dari frekuensi kawat akan berpengaruh terhadap
kerja aslinya. Misalnya antena panjangnya, makin besar
untuk 7 MHz dapat pula diameter makin pendek antena-
digunakan untuk bekerja pada 21 nya, hal ini disebabkan karena
MHz (kelipatan 3). Tentu saja kapasitansi antena terhadap bumi.
SWR-nya akan lebih tinggi Matching antena pada saat tanah
daripada bila digunakan pada basah, misalnya sehabis turun
frekuensi aslinya. hujan, sayap dipole menjadi lebih
Penempatan antena di- pendek.
sarankan agak jauh dari kawat Selain itu dalam pemasang-
telepon dan kawat listrik untuk an antena juga perlu memperhati-
menghindari timbulnya telephone kan lingkungan yang mungkin
interference dan televisi mengganggu antena itu sendiri.
interference. Bentangan antena Misalnya adanya atap dari bahan
yang sejajar dengan kawat seng atau atap rumah yang
telepon atau kawat listrik dengan dilapisi dengan aluminium foil
jarak kurang dari lima meter akan cenderung akan menyulitkan
dapat menimbulkan gangguan matching antena.

Gambar 6.12. Melipat Ujung Antena

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 136


6.6. Menghitung Panjang 0.95 kali gelombang radio di
Gelombang udara. Jadi untuk menghitung
Lambda antena, rumus tersebut
Cepat rambat gelombang menjadi :
sama dengan cahaya ialah
300.000.000 meter/detik, sedang-
kan gelombang tersebut bergetar
sejumlah f cycle/detik (f =
frekuensi). Misalnya frekuensinya
6 MHz, maka setiap detik ia
bergetar 6.000.000 kali. Kita tahu
bahwa satu Lambda (λ) adalah
jarak yang ditempuh oleh
gelombang selama satu kali getar.
dimana λ dinyatakan dalam meter
dan f dalam MHz.
Antena dipole untuk
frekuensi 7.050 MHz, dengan
rumus di atas akan didapatkan
panjang setiap sayapnya 9.99
meter atau dibulatkan 10 meter,
panjang 10 meter ini dinamakan
panjang theoritis.
Panjang theoritis tersebut
Gambar 6.13. Gelombang
belum dapat langsung digunakan
Frekuensi 1 Lambda
karena faktor pengaruh
lingkungan belum diperhitungkan,
Sehingga panjang satu Lambda
kita tahu bahwa pengaruh
adalah :
lingkungan di setiap lokasi itu
berbeda. Perhitungan theoritis ini
mutlak diperlukan agar kita bisa
memulai percobaan, tanpa
perhitungan theoritis kita tidak
akan bisa mengetahui dari mana
kita akan memulai percobaan.
Kalau f dalam MHz dan λ dalam Selain itu harus diketahui
meter, maka rumusnya menjadi pula bahwa lingkungan sangat
berpengaruh terhadap panjang
theoritis, terutama apabila antena
itu dipasang rendah. Untuk itu,
maka dalam praktek panjang
theoritis tersebut harus diberikan
Dari persamaan di atas adalah koreksi yang dinamakan koreksi
panjang gelombang di udara. lingkungan.
Cepat rambat gelombang listrik
pada logam itu lebih kecil, yaitu

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 137


Penyesuaian dengan antena seri. Pengubahan ukuran
lingkungan itu dilakukan dengan sebuah antena, dapat juga
metoda trial and error. Metoda memasukan induktor atau
trial and error adalah suatu kapasitor yang dipasang secara
metoda ilmiah yang digunakan seri dengan antena. Hal ini
apabila ada dua variabel yang ditunjukan pada gambar 6.14.
saling tergantung atau bila ada dimana perubahan sepanjang
beberapa variabel yang tidak kelistrikan yang merupakan
dapat diukur besarnya. metode yang dikenal dengan
Lumped-Impedance Tuning or
Loading. Jika antena sangat
6.7. Beban Antena pendek dan bekerja pada
panjang gelombang yang sedang
Beban antena akan digunakan, maka hal tersebut
menggunakan sebuah sistem akan memberikan resonansi pada
antena untuk dipancarkan pada frekuensi tinggi.
beberapa frekuensi yang berbeda. Sehingga antena tersebut
Setelah itu, antena harus selalu akan menyediakan kapasitive
dalam beresonansi. reaktansi yang dapat dikompen-
Secara phisik diluar akan sasi dengan memperkenalkan
terjadi perubahan yang secara lumoed induktive reaktansi yang
listrik semakin baik. Untuk ditunjukan pada gambar 6.14.
mengubah masukan sebagai

Gambar 6.14. Pemancar Anisotropic.

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 138


6.8. Pengaruh Tanah dan disembunyikan dalam 1-3
feed di bawah permukaan tanah.
Ground memberikan Konduktor ini masing-masing
pengaruh losses untuk beberapa memiliki ½ panjang gelombang,
frekuensi. Seperti losses dapat dengan menghilangkan ground
segera direduksi jika antena losess setelah sampai tertinggal
disambungkan dengan baik tiap-tiap losessnya dalam
dengan ground, yang telah penyebaran antena.
disediakan di alam sekitarnya. Ini
merupakan tujuan dari ground
screen dan Counterpoise seperti 6.9. Antena Very Low
yang ditunjukan pada gambar Frequency
6.15. Ground screen seperti
sebuah konduktor yang diatur Kesulitan utama dalam VLF
pada bentuk radial dari sebuah dan LF adalah desain antena
konduktor seri. Panjang konduktor yang secara phisik mempunyai
masing-masing biasanya ½ dari ukuran yang sangat besar dimana
gelombang panjangnya. ukuran dari sebuah antena dan
Ground screen pada panjang gelombang frekuensi
gambar 6.15. merupakan yang harus kurang dari frekuensi
komposisi dengan konduktor seri yang akan ditransmisikan.
yang diatur dalam radial patern

Gambar 6.15. Antena Ground screen

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 139


Gambar 6.16. Antena Ground screen dan counterpoise.

Ukuran antena ini menjadi kerugian gelombang tanah.


besar untuk melakukan Kapasitif loading menaikkan
kompensasi panjang gelombang karakteristik bandwith, sedangkan
dan penanganan daya yang antena ground plane meningkat-
digunakan (0.25 MW sampai 2 kan efisiensi radiasinya.
MW), pemancaran antena untuk Bentuk konfigurasi antena
VLF juga harus menggunakan dapat ditunjukan pada gambar di
tower 600 sampai dengan 1500 bawah. Variasi dasar ini
feet tingginya, sangat mahal untuk digunakan secara umum oleh
kapasitif loading dan sistem Navy VLF sites.
cooper ground untuk mereduksi

a. Antena Triaktic Pandangan sisi atas

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 140


b. Antena Triaktic Pandangan sisi samping

Gambar 6.17. Antena Triaktic

Gambar 6.18. Goliath Antena

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 141


6.10. Antena Low Frequency unipole, yaitu sebuah tower
vertikal radiator yang ditanahkan
Antena yang digunakan pada sebuah titik dan digabung-
pada LF juga mempunyai ukuran kan menjadi satu atau lebih
yang besar seperti halnya pada gabungan kawat pada titik atas
frekuensi VLF. Dua buah contoh tower. Ketiga beban yang berasal
rancangan antena dapat dilihat dari atas sambugan tower
pada gambar 5.17 dan 5.18. dibentangan ke segala arah
Antena Pan Polar seperti sebesar 120 derajat sehingga
halnya payung yang dibebankan membentuk tiga terminasi tower.
pada satu penyangga tunggal. Tiap-tiap beban kawat mempunyai
Antena polar mempunyai tiga panjang kira-kira sama dengan
beban loop space dengan sudut tinggi tower ditambah 100 kaki.
120 derajat yang bagian atasnya Pada beban atas kawat harus
disambung. Dua buah terminal diisolasi dari tanah dengan tower
loop yang diterminalkan pada tersebut.
ground, sedangkan lainnya
menggunakan feed.
NORD antena menitik
beratkan pada prinsip folded-

Gambar 6.19. Antena Pan Polar

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 142


6.11. Antena High Frequency digunakan kawat dengan
konsekuensi tidak dapat diputar
Sistem antena radio High arah. Panjang elemen Yagi
Frequency (HF) digunakan untuk dipengaruhi oleh diameter elemen
mendukung beberapa banyak dan adanya sambungan-
perbedaan dari rangkaian yang sambungan, baik diameter
berbeda termasuk ship-to-shore, elemen maupun banyaknya
point-to-point, dan ground-to-air. sambungan akan memberikan
Aplikasi yang berbeda-beda pengaruh terhadap kapasitansi
membutuhkan sejumlah antena antar elemen, seperti diketahui
yang beraneka ragam jenisnya bahwa dua logam yang terletak
yang akan dijelaskan pada bagian sejajar tersebut akan merupakan
ini. suatu kapasitor.
Rumus perkiraan untuk
menghitung panjang elemen dan
6.11.1. Antena Yagi spacing antena Yagi dua elemen
adalah sebagai berikut :
Antena pengarah dalam
tulisan ini adalah antena Yagi. Driven elemen 145/f (MHz) meter.
Antena ini ditemukan oleh Dr. H. Director 137/f (MHz) meter.
Yagi dari Tokyo Univesity pada Spacing 36.6/f (MHz) meter
tahun 1926. Antena Yagi yang
paling sederhana adalah antena 2 Elemen antena Yagi untuk band
elemen yang terdiri atas satu 20, 17, 15, 12 dan 10 meter lebih
radiator atau driven elemen dan praktis dibuat dari bahan tubing
satu elemen parasitik sebagai aluminium, sehingga dapat
director dengan spacing sekitar diputar-putar dengan mengguna-
0.1 λ. Power gain dapat mencapai kan rotator yang digerakkan
sekitar 5 dB dengn front to back dengan listrik atau rotator yang
ratio sebesar 7 sampai 15 dB. digerakkan dengan tangan.
Gain akan menjadi sedikit lebih Tubing yang diperlukan untuk
rendah apabila parasitik elemen membuat antena ini adalah tubing
tersebut dipasang sebagai aluminium yang tebal yang
reflektor. Untuk band-band 10 disusun secara teleskopik, yaitu
atau 30 meter, bahan elemen ditengah diameter besar, makin
dapat dari tubing aluminium. ke ujung diameter makin
Akan tetapi untuk band 160 mengecil, agar antena tersebut
meter atau 80 meter, tubing tidak menjadi terlalu melengkung
aluminium menjadi tidak praktis ke bawah pada ujung-ujungnya.
karena terlalu panjang sehingga
kurang kuat, lebih praktis

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 143


Untuk antena 10 meter, dapat dibuat dengan 3 elemen,
elemen dapat dibuat dari tubing yaitu driven elemen, satu reflektor
diameter ½ inch dan ¾ inch, untuk dan satu director. Power gain
20 meter dengan diameter ¼, ½ antena tergantung pada spacing
h, ¾ dan 1 inch. antar elemen, dengan spacing
Mengenai diameter tubing 0.15 λ antena ini diharapkan akan
dapat dicoba-coba sendiri memeberikan gain sebesar sekitar
sehingga didapatkan performance 8 dB dengan front to back ratio
yang cukup baik. Antena untuk antara 10 sampai dengan 25 dB.
band-band 20 sampai 10 meter

Gambar 6.20. Antena Yagi Dua Elemen Kawat (80 Mater)

Gambar 6.21. Antena Yagi 3 Element

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 144


Panjang elemen dan spacing Director 2 135 / f (MHz) meter.
antar elemen dapat diper- Spacing 36.6 / f (MHz) meter
hitungkan dengan rumus sebagai
berikut ini : Perlu diperhatikan sekali lagi
bahwa diameter tubing, panjang
Reflektor 153/f (MHz) meter. masing-masing bagian elemen,
Driven 144 / f (MHz) meter. serta ketinggian antena akan
Director 137 / f (MHz) meter. sangat berpengaruh terhadap
Spacing 36.6 / f (MHz) meter kepanjangan elemen Yagi. Rumus
tersebut di atas akan memberikan
Elemen antena Yagi di atas panjang theoritis yang masih perlu
masih dapat ditambah lagi koreksi lingkungan. Dalam praktek
menjadi 4 elemen dengan di lapangan, praktisi radio
menambahkan satu director akan diharapkan mengadakan banyak
tetapi panjang elemennya perlu percobaan, sehingga akan
diubah. Seperti telah diutarakan di didapatkan hasil yang paling baik
atas, power gain antena disesuaikan dengan bahan yang
tergantung pada spacing antar dipergunakan serta kondisi
elemen atau dapat dikatakan lingkungan ditempat masing-
panjang boomnya. masing. Suatu antena yang sudah
Dengan panjang boom 0.45 diset baik di suatu lokasi, bila
λ antena 4 elemen, antena Yagi dipasang di lain lokasi bisa
diharapkan akan memberikan menjadi kurang baik.
gain sebesar sekitar 9.5 dB
sampai 10 dB dengan front to 6.11.2. Antena Very High
back ratio antara 15 sampai 25 Frequency
dB. Apabila kita perhatikan antara
penambahan jumlah elemen dan Di tempat-tempat terpencil
tambahan power gainnya, maka atau dalam keadaan darurat
terlihat bahwa antena dengan 3 sering diperlukan daya impro-
elemen dapat dipandang visasi untuk membuat antena dari
merupakan jumlah elemen yang bahan-bahan yang terdapat
paling optimal. Tambahan jumlah disekeliling kita. Antena
elemen berikutnya makin tidak sederhana ini dapat dibuat dari
memberikan angka yang berarti. bahan sembarang logam yang
Untuk antena Yagi empat elemen, bisa didapatkan misalnya
perhitungan panjang elemen serta sepotong kawat jemuran atau
spacingnya dapat menggunakan sepotong pipa kecil bekas rak
tabel sebagai berikut : piring atau sebatang ruji sepeda.
Untuk antena VHF 2 meteran,
Reflektor 153 / f (MHz) meter. konfigurasi antena yang
Driven 144 / f (MHz) meter. digunakan adalah vertikal, untuk
Director 1 137 / f (MHz) meter. memperoleh polarisasi vertikal.

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 145


1

Gambar 6.22. Antena Yagi

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 146


Gambar 6.23. Antena VHF Sederhana

Batang logam yang didapat banyak makin memberikan


tersebut dipotong sepanjang ¼ tambahan gain yang makin kecil,
Lambda dan disambung dengan akan tetapi karena ujud fisik
inner dari coaxial cable. Antena antena tersebut kecil dan ringan,
semacam ini sudah dapat maka penambahan elemen yang
digunakan dengan cukup bagus. banyak tidak mempunyai dampak
Untuk lebih sempurna dapat buruk bagi ketahanan boom dan
ditambahkan ground plane yang ketahanan terhadap tiupan angin
dihubungkan dengan outer dari serta jumlah bahan yang dipakai.
coaxial cable 3 atau 4 biji Seperti halnya dengan
dipasang horizontal. Panjang antena Yagi untuk HF, maka
masing-masing ground plane ¼ driven element dapat berupa
lambda, antena semacam ini dipole, akan tetapi kebanyakan
disebut antena ground plane. menggunakan gamma matching
Kecuali antena ground plane, device. Untuk VHF, konfigurasi
antena VHF sederhana yang lain elemen-elemennya dibuat tegak
adalah antena dipole yang untuk mendapatkan polarisasi
dipasang vertikal. Pada antena ini vertikal. Yang perlu diperhatikan
arah dipole atau coax jangan disini adalah feeder line harus
sampai sejajar dengan dipole. diatur sedemikian sehingga tegak
lurus dengan arah bentangan
elemen. Feeder line dapat ditarik
6.11.3. Antena Yagi untuk band kearah belakang mengikuti boom
VHF atau dapat juga ditarik tegak lurus
dengan boom dan tegak lurus
Antena Yagi untuk Band pula dengan bentangan elemen.
VHF biasanya elemen dibuat lebih Gambar 8 adalah suatu contoh
banyak untuk mendapatkan gain antena Yagi untuk VHF 2 meter
yang memuaskan penggunanya. dengan 7 elemen, terdiri atas
Walaupun disadari bahwa driven element, reflektor dan 5
penambahan director makin buah director.

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 147


6.12. Rangkuman

Dari uraian tersebut diatas maka dapat ambil inti pembahasan


pada bagian ini yakni sebagai berikut :
1. Antena teknik informasi dapat diartikan bahwa antena mempunyai
tugas menyelusuri jejak gelombang elektromagnetik, hal ini jika
antena berfungsi sebagai penerima, sedangkan jika sebagai
pemancar maka tugas antena tersebut adalah menghasilkan sinyal
gelombang elektromagnetik.
2. Secara phisik ukuran sebuah antena harus proporsional dengan
panjang gelombang. Semakin tinggi frekuensi yang digunakan
maka akan semakin kecil ukuran antena yang digunakan.
3. Antena pemancar dibagi menjadi dua klasifikasi dasar yaitu: Antena
Hertz (half-wave) dan Antena Marconi (quarter-wave).

6.13. Soal Latihan

Kerjakan soal-soal dibawah ini dengan baik dan benar.


1. Apa yang dimaksud dengan antena telekomunikasi.
2. Sebutkan fungsi antena dalam sistem telekomunikasi.
3. Sebutkan sifat-sifat antena telekomunikasi yang ideal.
4. Jika diketahui kecepatan rambat gelombang sebesar 300.000
km/detik, sedangkan frekuensi pemancar sebesar 1,5 MHz, berapa
panjang gelombang pada pemancar tersebut.
5. Tentukan jarak maksimum antara dua antena supaya dapat
berhubungan secara LOS, jika tinggi antena adalah pemancar 100
feet dan penerima 50 feet.

Bagian 6 : Antena telekomunikasi 148


LAMPIRAN. A
Lampiran 1:

Kode-kode Morse untuk Huruf dan Angka

Kode-kode ini dipakai untuk komunikasi telegraf dan komunikasi


elektrik lainnya yang menggunakan dua perubahan

A ● ▬ J ● ▬ ▬ ▬ S ● ● ●

B ▬ ● ● ● K ▬ ● ▬ T ▬

C ▬ ● ▬ ● L ● ▬ ● ● U ● ● ▬

D ▬ ● ● M ▬ ▬ V ● ● ● ▬

E ● N ▬ ● W ● ▬ ▬

F ●● ▬ ● O ▬ ▬ ▬ X ▬ ● ● ▬

G ▬ ▬ ● P ● ▬ ▬ ● Y ▬● ▬ ▬

H ● ● ● ● Q ▬ ▬● ▬ Z ▬ ▬ ● ●

I ● ● R ● ▬ ●

1 ● ▬ ▬ ▬ ▬ 6 ▬ ● ● ● ●
2 ● ● ▬ ▬ ▬ 7 ▬ ▬ ● ● ●
3 ● ● ● ▬ ▬ 8 ▬ ▬ ▬ ● ●
4 ● ● ● ● ▬ 9 ▬ ▬ ▬ ▬ ●
5 ● ● ● ● ● 0 ▬ ▬ ▬ ▬ ▬

Sumber :
101science.com/amateurradio.htm
www.ibiblio.org/obp/electricCircuits/AC/AC_7.html
Lampiran 2:

Tabel Pembagian kanal dan alokasi frekuensi gambar dan suara


pada televisi
Lampiran 3 :

Tabel Spektrum frekuensi yang sering


digunakan dalam sistem komunikasi
Lampiran 4:
Pita frekuensi untuk radio amatir di Amerika Serikat
Lampiran 5:

Alokasi Frekuensi untuk Radio Navigasi Satelit