Anda di halaman 1dari 8

DISUSUN OLEH

CENRI
SEMESTER II
KELOMPOK I

PROGRAM STUDI PJKR FKIP UNPAR


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PALANGKARAYA 2010
BAB I

SEJARAH TENIS MEJA ( HISTORY OF PING PONG )

Pada mulanya permainan tenis meja dianggap sebagai permainan yang lucu
dan kurang menarik, karena mulanya seorang gadis dan seorang pemuda memukul
bola plastic kecil melintas diatas net ( yang selanjutnya disebut pingpong ).
Pertandingan tenis meja diselenggarakan di London tahun 1926, yang semata-
mata merupakan kompetisi 7 negara dan selanjutnya di ikuti oleh 34 negara.
Tenis Meja pertama kali bermain dengan perlengkapan yang diimprovisasi di
Inggris, pada akhir pertengahan abad ke – 19. dari pertandingan kono ( juga dikenal
sebagai jeu de peume, Tenis sebernarnya, Court Tenis atau Tenis Kerajaan ).
Penggunaan pertama Table Tenis muncul atas permainan dewan dan dadu pada
tahun 1887 oleh J. H. Singer of New York. Ini mungkin menerangkan peserta
misterius di George S. Parker game katalog tahun sama. Bukti yang paling awal ada
pertandingan Tenis pada meja set dibuat oleh Dapit Poster, di patenkan di Inggris
pada tahun 1890.
Nama ping pong berasal dari bunyi pantulan bola lepas dari raket Bulutangkis
drum, setiap diantaranya yang mempunyai yang agak berbeda. Lambat laun kedua
nama yang populer berlaku : ping pong dan Tenis Meja.
BAB II

PEMANASAN DAN PELEMASAN

Pentingkah pemanasan dalam permainan Tenis Meja…? Jawabnya tentu sangat


penting dan menentukan pada tingkat tertentu.

1. Pemanasan Otot
Dengan berlari kecil atau dengan berjalan cepat agar darah mengalir ke
dalam otot
2. Pelemasan
Sekarang otot anda sudah agak panas, maka lemaskanlah otot yang akan
paling sering digunakan. Lakukanlah pelemasan dengan perlahan – lahan dan
santai.
3. Pemanasan Dengan Gerakan Permainan
Lakukan gerakan rutin yang sama dengan setiap pukulan yang akan anda
gunakan. Sekarang anda telah siap untuk bermain.
4. Pendingan
Setalah selesai bermain otot anda dalam keadaan panas dan fleksibel.

Menjaga Fisik
1. Tambah porsi latihan fisik dari yang sudah dilakukan
2. Perbaiki dengan mengoptimalkan penggunaan tenaga

Masalah mental
1. Buang cara lama, perbaiki cara yang baru bermain tenis meja!
2. Dengan perbaikan footwork dan mekanisme.
BAB III

PERLENGKAPAN TENIS MEJA

1. BET ATAU RAKET


Bet merupakan alat utama untuk memukul bola pada tenis meja.
2. BOLA
Secara tradisional bola – bola dibuat dari bahan celluloid dan pada
perkembangan selanjutnya bola disempurnakan menjadi supertebal yang terbuat dari
serpihan plastik.
3. PAKAIAN
Pilihan kaos yang sesuai dengan postur tubuh anda,sehingga memberi
kenyamanan. Jangan memilih kaos yang menyebabkan suasana panas dan
dingin,pakailah kaos yang benar – benar sesuai dan menberi kenyamanan bagi tubuh.
4. TENIS MEJA
Meja yang baik adalah meja yang mempunyai ukukran sebagai berikut ;
Panjang : 2,74 meter
Lebar : 1,52 meter
Panjang net : 1,83 meter
Tinggi :76 cm
Warna meja yang ideal adalah hijau dengan garis – garis batas berwarna putih dan
lebar 2 cm.
5. NET
Net ini berfungsi sebagai pembagi mesin menjadi dua bagian yang sama
luasnya. Dikiri kanan meja dipasang dua tiang penyangga ukuran 15 sampai 25 cm,
tingginya dan berjarak 15 sampai 25 dari garis pinggir.
BAB IV
GRIP

Cara Memegang Bet dan Mengontrol Bet. Ketika cara memegang bet anda
tidak sempurna akan membuat pukulan anda tidak sempurna pula.
Kesalahan umum Grip – penempatan jempol 1
Untuk shakehanders, penempatan jempol pada atas bagian tengah depan bet adalah
kesalahan umum yang dibuat oleh pemain tenis meja.
Masalah Dengan Grip ; Variasi Grip ini mempunyai masalah, antara lain :
• Penepatan jempol dan rotasi dari raket ditangan .
• Penggunaan pergelangan tangan untuk menambahkan spin sangat terbatas.
• Menggunakan pergelangan tangan untuk menanmbah daya yang sangat sulit.
• Twiddling Bet sangat sulit karena penempatan jempol.
• Mungkin bola secara tidak sengaja akan sering kena jempol.
Kesalahan umum Grip – Penempatan Jempol 2
Penempatan bagian sisi samping jempol pada bagian tengah forehand adalah
variasi yang kedua kesalahan umum dalam penempatan jempol.
• Gerakan pergelangan tangan yang masih sedikit terbatas.
• Mungkin bola terkadang kena jempol, karena jempol terlalu melebar.
Kesalahan umum pada Grip – Dua jari pada sisi backhand
Untuk shakahanders, penempatan dua jari di samping backhand bet juga merupakan
kesalahan umum pasangan.
• Pegangan yang kurang aman karena hanya memiliki dua jari pada handle.
• Twiddling bet yang lebih sulit karena kedua jari pada permukaan raket.
• Ada secara tidak sengaja memukul bola dengan jari saat backhand sroke.
BAB V
PERATURAN TENIS MEJA

1. MEJA
A. Permukaan atas meja yang secara umum berbentuk segi empat dengan
ukuran panjang 2,74 m dan lebar 15,25 m.
B. Permukaan atas meja dapat terbuat dari material apapun juga.
C. Permukaan meja ini harus berwarna gelap, kalau mungkin tua hijau.
D. Bagi pemain ganda, permukaan meja ini akan dibagi menjadi dua
bagian dangan garis putih selebar 3 mm.
2. NET
A. Permukaan meja akan dibagi menjadi dua sisi dengan ukuran yang sama.
B. Net ini akan ditegangkan oleh tali yang diikat pada kedua belah sisi.
C. Panjang net itu, beserta perpanjanganya disisi kanan dan kiri harus
Berukuran : panjang 1.83 m.
3. BOLA
A. Bola harus berbentuk bulat, dengan diameter minimum 37,2 mm.
B. Berat bola minimum harus 240 gram dan maksimum 2.54 gram.
C. Bola ini harus terbuat dari selulosa atau plastik lainnya yang sejenis.
4. BET ATAU RAKET
A. Ukuran raket bebas, demikian bentuk dan beratnya.
B. “Blade” ( bagian raket yang bundar, dengan kita memukul bola) harus
Terbuat dari kayu seluruhnya, rata tebalnya, datar dan kaku.
C. Bagian permukaan dari setiap sisi black tersebut, dipakai ataupun tidak
dipakai untuk memukul bola.
BAB VI
TES KETERAMPILAN DASAR TENIS MEJA

TUJUAN TES
Tes ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan dasar dalam permainan tenis meja.
MATERI TES
1. Memantul – mantulkan bola dengan net
2. Pukulan farehand
3. Pukulan backhand
4. Servis
5. Defensife/pertahanan
6. Smash
PETUNJUK PELAKSANAAN
1. Memantul – mantulkan bola dengan bet
a. Testi
b. Tertor
2. Pukulan Farehand
a. Testi
b. Tastor
3. Pukulan Backhand
a. Testi
b. Tastor
4. Servis
A. Testi
B. Tastor
5. Defensife/pertahanan
a. Testi
b. Testor 1
c. Testor 2
6. Smash
a. Testi
b. Testor 1
c. Testor 2