Anda di halaman 1dari 294

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional

Dilindungi Undang-undang

ALAT UKUR DAN


TEKNIK
PENGUKURAN
JILID 3
Untuk SMK
Penulis : Sri Waluyanti
Djoko Santoso
Slamet
Umi Rochayati

Perancang Kulit : TIM

Ukuran Buku : 18,2 x 25,7 cm

WAL WALUYANTI, Sri


a Alat Ukur dan Teknik Pengukuran Jilid 3 untuk SMK oleh
Sri Waluyanti, Djoko Santoso, Slamet, Umi Rochayati ---- Jakarta :
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat
Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah,
Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
xvii, 290 hlm
Daftar Pustaka : Lampiran. A
Daftar Tabel : Lampiran. B
Daftar Gambar : Lampiran. C
Glosarium : Lampiran. D
ISBN : 978-602-8320-11-5
ISBN : 978-602-8320-14-6

Diterbitkan oleh
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2008
KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan
karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar
dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah
melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari
penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi
siswa SMK.

Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar
Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang
memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran
melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008.

Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada


seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya
kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas
oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia.

Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada


Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download),
digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat.
Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya
harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan
ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat
untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh
Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat
memanfaatkan sumber belajar ini.

Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini.


Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar
dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami
menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh
karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta,
Direktur Pembinaan SMK
KATA PENGANTAR PENULIS

Pertama-tama penulis panjatkan puji syukur kahadlirat Allah s.w.t.


atas segala rahmat dan kuruniaNya hingga penyusunan buku kejuruan
SMK Alat Ukur dan Teknik Pengukuran ini dapat terselesaikan.
Buku ini disusun dari tingkat pemahaman dasar besaran listrik,
jenis-jenis alat ukur sederhana hingga aplikasi lanjut yang merupakan
gabungan antar disiplin ilmu. Untuk alat ukur yang wajib dan banyak
digunakan oleh orang yang berkecimpung maupun yang mempunyai
ketertarikan bidang elektronika di bahas secara detail, dari pengertian, cara
kerja alat, langkah keamanan penggunaan, cara menggunakan, perawatan
dan perbaikan sederhana. Sedangkan untuk aplikasi lanjut pembahasan
dititik beratkan bagaimana memaknai hasil pengukuran. Penyusunan ini
terselesaikan tidak lepas dari dukungan beberapa pihak, dalam
kesempatan ini tak lupa kami sampaikan rasa terimakasih kami kepada :

1. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Ditjen Manajemen


Pendidikan Dasar dan Menengah Deparmeten Pendidikan Nasional
yang telah memberi kepercayaan pada kami
2. Kesubdit Pembelajaran Direktorat Pembinaan SMK beserta staff yang
telah banyak memberikan bimbingan, pengarahan dan dukungan
hingga terselesaikannya penulisan buku.
3. Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta beserta staff
yang telah membantu kelancaran administrasi
4. Ketua Jurusan beserta staff Pendidikan Teknik Elektronika FT-UNY
atas fasilitas dan dukungannya hingga terselesaikannya tugas ini.
5. Teman-teman sesama penulis buku kejuruan SMK di lingkungan FT-
UNY atas kerjasama, motivasi, pengertian dan dukungan kelancaran
pelaksanaan.
6. Para teknisi dan staff pengajaran yang memberi kelonggaran
penggunaan laboratorium dan kelancaran informasi.
7. Dan orang yang selalu ada di hati dan di samping penulis dengan
segala pengertian, dukungan semangat dan motivasi hingga
terselesaikannya penyusunan buku ini.

Tak ada yang sempurna kecuali Dia yang memiliki segala puji. Oleh karena
itu masukan dan saran penulis harapkan untuk kesempurnaan penulisan
ini, atas saran dan masukannya diucapkan banyak terimakasih.

Tim penyusun,
DAFTAR ISI

BAB Halaman
KATA PENGANTAR PENULIS i
1. PENDALULUAN JILID 1 1
1.1. Parameter Alat Ukur 1
1.1.1. Sistem Satuan Dalam Pengkuran 3
1.1.2. Satuan Dasar dan Satuan Turunan 3
1.1.3. Sistem-sistem satuan 4
1.1.4. Sistem Satuan Lain 6
1.2. Kesalahan Ukur 6
1.2.1. Kesalahan kesalahan Umum 6
1.2.2. Kesalahan-kesalahan sistematis 8
1.2.3. Kesalahan-kesalahan Tidak Sengaja 9
1.3. Klasifikasi Kelas Meter 9
1.4. Kalibrasi 10
1.4.1. Kalibrasi Ampermeter Arus Searah 10
1.4.2. Kalibrasi Voltmeter Arus Searah 11
1.5. Macam-macam Alat Ukur Penunjuk Listrik 12
1.5.1. Alat Ukur Kumparan putar 13
1.5.2. Alat Ukur Besi Putar 19
1.5.2.1. Tipe Tarikan (Attraction) 20
1.5.2.2. Tipe Tolakan (Repolsion) 22
1.5.3. Alat Ukur Elektrodinamis 24
1.5.4. Alat Ukur Elektrostatis 27
1.6. Peraga Hasil Pengukuran 28
1.6.1. Light Emitting Dioda (LED) 28
1.6.2. LED Seven Segmen 30
1.6.3. LCD Polarisasi Cahaya 33
1.6.4. Tabung Sinar Katoda (Cathode Ray Tube/CRT) 35
1.6.4.1. Susunan Elektroda CRT dan Prinsip Kerja 35
1.6.4.2. Layar CRT 38
1.6.4.3. Gratikulasi 40
2. MULTIMETER
2.1. Multimeter Dasar 42
2.1.1. Ampermeter Ideal 42
2.1.2. Mengubah Batas Ukur 43
2.1.3. Ampermeter AC 47
2.1.4. Kesalahan Pengukuran 48
2.1.4.1. Kesalahan Paralaks 48
2.1.4.2. Kesalahan Kalibrasi 49

2.1.4.3. Kesalahan Pembebanan 50


2.2. Voltmeter 55
2.2.1. Mengubah Batas Ukur 55
2.2.2. Hambatan Masukkan Voltmeter 58
2.2.3. Kesalahan Pembebanan Voltmeter 59
2.3. Ohmmeter 63
2.3.1. Rangkaian Dasar Ohmmeter Seri 63
2.3.2. Ohmmeter Paralel 66
2.4. Multimeter Elektronik Analog 67
2.4.1. Kelebihan Multimeter Elektronik 67
2.4.2.. Konstruksi Multimeter Analog 69
2.4.3. Multimeter Elektronik Fungsi Tegangan DC 69
2.4.4. Multimeter Elektronik Fungsi Tegangan AC 70
2.4.5. Multimeter Elektronik Fungsi Ohm 71
2.4.6. Parameter Multimeter Elektronik Analog 72
2.4.6.1. Spesifikasi dan Parameter Multimeter Elektronik 72
2.4.6.1.1. Spesifikasi Umum 72
2.4.6.1.2. Range Pengukuran dan Akurasi 72
2.4.6.2. Langkah Keselamatan Alat 73
2.4.7. Prosedur Pengoperasian 74
2.4.7.1. Persiapan Pengukuran 74
2.4.7.2. Panel Depan dan Fungsi Multimeter 75
2.4.7.3. Pengukuran Tegangan 78
2.4.7.3.1. Pengukuran Tegangan DC 78
2.4.7.3.2. Pengukuran Tegangan AC 80
2.4.7.4. Kalibrasi Voltmeter 81
2.4.7.4.1. Kalibrasi Uji Kelayakan Meter 82
2.4.7.4.2. Harga Koreksi Relatif dan Kesalahan Relatif 84
2.4.7.5. Pengukuran Arus DC 85
2.4.7.5.1. Kalibrasi Arus 87
2.4.7.5.2. Harga Koreksi Relatip dan kesalahan relatip 89
2.4.8. Pengukuran Tahanan 90
2.4.9. Pengukuran Keluaran Penguat Audio Frekuensi (dB) 94
2.4.10. Pengukuran Arus Bocor (ICEO) transistor 95
2.4.11. Pengukuran Dioda ( termasuk LED) 96
2.4.12. Pengukuran Kapasitor 98
2.4.12. Pengetesan Komponen 99
2.4.13.1. Pengetesan Dioda 99
2.4.13.2. Pengetesan Transistor 102
2.4.13.3. Pengetesan SCR 104
2.4.14. Perawatan 106
2.4.14.1. Mengganti Sekering 106
2.4.14.2. Perawatan Penyimpanan Meter 107
2.4.15. Perbaikan 107
2.5. Multimeter Elektronik Digital 109
2.5.1. Bagian-bagian Multimeter Digital 109
2.5.2. Spesifikasi Digital Multimeter 112
2.5.3. Prinsip Dasar Pengukuran 115
2.5.3.1. Voltmeter 115
2.5.3.2. Ohmmeter 117
2.5.3.3. Pengukuran Frekuensi 117
2.5.3.4. Pengukuran Perioda dan Interval Waktu 118
2.5.3.5. Kapasitansimeter 120
2.5.4. Petunjuk Pengoperasian 122
2.554. Mengatasi Gangguan Kerusakan 123
3. LCR METER
3.1. Prinsip Dasar Pengukuran Komponen LCR 126
3.1.1. Prinsip pengukuran Resistansi 126
3.1.1.2. Jembatan Kelvin 128
3.1.1.3. Jembatan Ganda Kelvin 130
3.1.2. Prinsip Dasar Pengukuran L 132
1.2. LCR meter model 740 140
3.2.1 Spesifikasi LCR meter 140
3.2.2. Pengoperasian 143
3.3. Pembacaan Nilai Pengukuran 145
3.3.1. Pengukuran Resistansi 146
3.3.2. Pengukuran Kapasitansi 149
3.3.3. Pengukuran Induktansi 153
3.4. Pengukuran Resistansi DC Dengan Sumber Luar 156
3.5. Pengukuran resistansi DC 158

JILID 2
4. PENGUKURAN DAYA
4.1. Pengukuran Daya Rangkaian DC 160
4.2. Pengukuran Daya Rangkaian AC 162
4.2.1 Metoda tiga Voltmeter dan metode tiga Ampermeter 163
4.3. Wattmeter 164
4.3.1. Wattmeter satu fasa 164
4.3.2. Wattmeter tiga fasa 166
4.3.3. Pengukuran Daya Reaktif 168
4.3.4. Konstruksi dan Cara Kerja Wattmeter 168
4.3.4.1. Wattmeter tipe elektrodinamometer 168
4.3.4.2. Wattmeter tipe induksi 169
4.3.4.3. Wattmeter tipe thermokopel 170
4.3.4.4. Prinsip Kerja Wattmeter Elektrodinamometer 171
4.3.5. Spesifikasi Alat 175
4.3.6. Karakteristik 175
4.3.7. Prosedur Pengoperasian 175
4.3.7.1. Pengukuran daya DC atau AC satu fasa 175
4.3.7.2. Pengukuran daya satu fasa jika arus melebihi nilai 176
perkiraan
4.3.7.3. Pengukuran daya satu fasa jika tegangan melebihi nilai 176
perkiraan
4.3.7.4. Pengukuran daya satu fasa jika tegangan dan arus 177
melebihi nilai perkiraan
4.3.7.5. Pengukuran daya tiga fasa (metode dua watt meter) 177
4.3.7.6. Pengukuran daya tiga fase jika tegangan dan arus 178
melebihi nilai perkiraan
4.3.8. Pemilihan Range 179
1.3.9. Keselamatan Kerja 179
4.3.10. Error (Kesalahan) 179
4.4. Error Wattmeter 180
4.5. Watt Jam meter 183
4.5.1. Konstruksi dan Cara Kerja Wattjam meter 184
4.5.2. Pembacaan 186
4.6. Meter Solid States 187
4.7. Wattmeter AMR 187
4.8. Kasus Implementasi Lapangan 188
4.9. Faktor Daya 191
4.9.1. Konstruksi 191
4.9.2. Cara Kerja 192
4.9.3. Faktor Daya dan Daya 195
4.9.4. Prosedur Pengoperasian Cos Q meter 198
4.10. Metode Menentukan Urutan Fasa 200
4.10.1. Kawat Penghantar Tiga Fasa 200
4.10.2. Prinsip Dasar Alat Indikator Urutan Fasa 203
4.10.3. Cara Kerja Alat 203
4.10.4. Prosedur Pengoperasian Alat 206
5. PENGUJI TAHANAN ISOLASI DAN KUAT MEDAN
5.1.1. Pengujian Tahanan Isolasi 210
5.1.2. Pengukuran Tahanan Isolasi 212
5.2. Tahanan Pentanahan (Earth Ground Resistance) 216
5.2.1. Cara Menguji Sistem Pentanahan 217
5.2.2. Pentanahan dan Fungsinya 217
5.2.3. Nilai Tahanan yang Baik 218
5.2.4. Dasar-dasar Pentanahan 219
5.2.4.1. Komponen elektroda pentanahan 219
5.2.4.2. Hal-hal yang mempengaruhi tahanan tanah 220
5.2.5. Metode Pengetesan Pentanahan Tanah 222
5.2.5.1. Ukuran tahanan tanah 223
5.2.5.2. Cara menghitung tahanan tanah 223
5.2.5.3. Cara mengukur tahanan tanah 224
5.2.6. Metode Pengetesan Pentanahan Tanah 224
5.2.6. 1. Cara kerja uji Drop Tegangan 225
5.2.6. 2. Cara Menempatkan Tiang Pancang 225
5.2.6. 3. Ukuran selektif 226
5.2.7. Metode Pengetesan Pentanahan Tanah Ukuran Tanpa 227
Pancang
5.2.7.1. Ukuran impedansi tanah 229
5.2.7.2. Tahanan tanah dua kutub 229
5.2.7.3. Mengukur Tahanan Tanah di Kantor Pusat 230
5.2.8. Aplikasi Tahanan Pentanahan yang Lain 233
5.2.8. 1. Lokasi aplikasi 233
5.2.8. 2. Uji-uji yang direkomendasikan 234
5.3. Pengukuran Medan 235
5.3.1. Field meter Statik : 235
5.3.1.1. Data Teknik 239
5.3.1.1.1. Ukuran Fieldmeter Statik 239
5.3.1.1.2. Letak Pin : 240
5.3.1.2. Metode Pengukuran 240
5.3.1.2.1. Pengaturan Offset 240
5.3.1.2.2. Penghitungan Pengisian Muatan 240
5.3.1.3. Perawatan 241
5.3.1.4. Instruksi Peringatan 241
5.3.2. Field meter Statik Digital 241
5.3.2.1. Diskripsi Instrument 241
5.3.2.2. Fungsi Display 242
5.3.2.3. Prosedur Pengukuran 242
5.3.2.3.1. Set-up 242
5.3.2.3.2. Persiapan Pengukuran 243
5.3.2.4. Data Teknik 243
5.3.3. Smart Field Meter 243
6. PEMBANGKIT SINYAL
6.1. Fungsi Generator 247
6.1.1. Pendahuluan 247
6.1.2. Konstruksi dan Cara kerja 247
6.1.3. Spesifikasi 249
6.1.4. Prosedur Pengoperasian 250
6.1.4.1.Troubleshooting dengan teknik signal tracing 250
6.1.4.2. Troubleshooting menggunakan teknik sinyal pengganti 251
6.1.5. Penggunaan generator fungsi sebagai bias dan sumber 252
sinyal
6.1.5.1. Karakteristik beban lebih pada amplifier 253
6.1.5.2. Pengukuran Respon Frekuensi 253
6.1.5.3. Setting Peralatan Tes 254
6.1.5.4. Peraga Respons Frekuensi 254
6.1.5.5. Pengetesan Tone Control Sistem Audio 255
6.1.4.6. Pengetesan speaker dan rangkaian impedansi 256
6.1.4.7 Keselamatan Kerja 258
6.2. Pembangkit Frekuensi Radio 258
6.2.1. Konstruksi dan Cara Kerja 259
6.2.1.1. Direct Digital Synthesis 259
6.2.1.2. Creating Arbitrary Waveform 262
6.2.1.3. Pembangkit Gelombang 265
6.2.1.4. Generasi Bentuk Gelombang Pulsa 265
6.2.2. Ketidaksempurnaan Sinyal 266
6.2.2.1. Cacat Harmonis 266
6.2.2.2. Cacat Non-Harmonis 267
6.2.2.3. Pasa Noise 267
6.2.2.4. Kesalahan Kuantisasi 268
6.2.2.5. Pengendali Tegangan Keluaran 268
6.2.3. Pengendali Tegangan Keluaran 270
6.2.3.1. Rangkaian Tertutup Ground 270
6.2.3.2. Atribut Sinyal AC 271
6.2.4. Modulasi 273
6.2.4.1. Modulasi Amplitudo (AM) 274
6.2.4.2. Frequency Modulation (FM) 274
6.2.4.3. Frequency-Shift Keying (FSK) 275
6.2.4.5. Sapuan Frekuensi 276
6.2.4.6. Sinyal Sinkron dan Marker 277
6.2.4.6.1. Burst 277
6.2.4.6.2. Gated Burst 279
6.2.5. Spesifikasi Alat 279
6.2.6. Prosedur Pengoperasian Pengukuran Pulsa noise 280
6.3. Pembangkit Pulsa 282
6.4. Sweep Marker Generator 282
6.4.1. Prosedur Pengoperasian 282
6.4.1.1. Alignment penerima AM 282
6.4.1.2. Alignment penerima Komunikasi FM 284
7.1. Pengantar 287

7.1.1. Pemahaman Dasar Sinyal 287

7.1.2. Pengetahuan dan Pengukuran Bentuk Gelombang 289

7.1.2.1. Gelombang kotak dan segiempat 291

7.1.2.2. Gelombang gigigergaji dan segitiga 292

7.1.2.3. Bentuk Step dan Pulsa 292

7.1.2.4. Sinyal periodik dan Non periodik 292

7.1.2.5. Sinyal sinkron dan tak sinkron 292

7.1.2.6. Gelombang kompleks 293

7.1.3. Pengukuran Bentuk Gelombang 294

7.1.3.1. Frekuensi dan Perioda 294

7.1.3.2. Tegangan 294

7.1.3.3. Amplitudo 294

7.1.3.4. Pasa 295

7.1.3.5. Pergeseran Pasa 295

7.2. Operasi Dasar CRO 295

7.2.1. Prinsip Kerja Tabung Sinar Katoda 298

7.2.2. Sensitivitas Tabung 300

7.3. Jenis-Jenis Osiloskop 301

7.3.1. Osiloskop Analog 301

7.3.2. Jenis- jenis Osiloskop Analog 302

7.3.2.1. Free Running Osciloscope 302

7.3.2.2. Osiloskop sapuan terpicu 303

7.3.2.3. CRO Dua Kanal 305

7.3.2.4. CRO Penyimpanan Analog (Storage Osciloscope) 308

7.4. Osiloskop Digital 313

7.4.1.Prinsip Kerja CRO Digital 313


7.4.2. Metoda Pengambilan Sampel 314

7.4.3. Pengambilan Sampel Real-Time dengan Interpolasi 314

7.4.4. Ekuivalensi Waktu Pengambilan Sampel 316

7.4.5. Osiloskop Penyimpan Digital 316

7.5. Spesifikasi Osiloskop 318

7.5.1. Spesifikasi Umum 318

7.5.2. Mode Peraga Vertikal 318

7.5.3. Perhatian Keamanan 319

7.6. Pengukuran Dengan Osikoskop 319

7.6.1. Pengenalan Panel Depan dan Fungsi 319

7.6.2. Pengukuran Tegangan DC 321

7.6.3. Pengukuran Tegangan AC 323

7.6.4. Pengukuran Frekuensi 326

7.6.4.1. Peralatan yang Dibutuhkan 326

7.6.4.2. Pengukuran Frekuensi Langsung 327

7.6.4.3. Pengukuran Frekuensi Model Lissayous 328

7.6.5. Pengukuran Pasa 329

7.7.1. MSO Sumbu XYZ Aplikasi Pada Pengujian Otomotif 331

7.7.2. Mixed Signal Oscilloscope 331

7.7.3. Osiloskop Digital Pospor (Digital Phospor Osciloscope / DPO) 331

7.7.4. Arsitektur Pemrosesan Paralel 332

7.7.5. Mudah Penggunaan 335

7.7.6. Probe 336

7.8. Pengoperasian Osiloskop 338

7.8.1. Pengesetan 338

7.8.2. Menggroundkan osiloskop 338


7.8.3. Ground Diri Pengguna 339

7.8.4. Pengaturan Pengendali 339

7.8.5. Penggunaan Probe 339

7.8.6. Pengukuran Tegangan 342

7.8.7. Pengukuran Waktu dan Frekuensi 342

7.8.8. Pengukuran Lebar dan Waktu Naik Pulsa 343

7.8.9. Pengukuran Pergeseran Pasa 344

8. FREKUENSI METER

8.1. Frekuensi Meter Analog . 345

8.1.1. Alat ukur frekuensi jenis batang atau lidah bergetar 345

8.1.2. Alat pengukur frekuensi dari type alat ukur rasio 347

8.1.3. Alat ukur frekuensi besi putar 348

8.2. Frekuensi Meter Digital 349

8.2.1. Prinsip kerja 349

8.2.2. Rangkaian frekuensi meter digital yang disederhanakan 353

8.3. Metode Pengukuran 354

8.3.1. Pengukuran Frekuensi dengan counter 354

8.3.2 Pengukuran Frekuensi System Heterodyne 355

8.3.3. Pengukuran Perioda Dengan Counter Perioda Tunggal 357

8.3.4. Pengukuran Perbandingan atau Perbandingan Ganda 359

8.3.5. Pengukuran Interval Waktu dengan Counter 359

8.3.6. Pengukuran Interval Waktu 360

8.3.7. Totalizer 362

8.4. Kesalahan pengukuran 365

8.4.1. Kesalahan pada “gate” 365

8.4.2. Kesalahan Time Base 366


8.4.3. Kesalahan “Level trigger”. 368

JILID 3

9. PENGANALISA SPEKTRUM

9.1. Pengantar dan Sejarah Perkembangan Spektrum Analiser 370

9.1.1.Tantangan Pengukuran Sinyal RF Modern 372

9.1.2. Pertimbangkan Pengukuran 372

9.2. Jenis-jenis Penganalisa Spektrum 373

9.2.1. Penganalisa Spektrum tersapu 373

9.2.2. Penganalisa Vektor Sinyal dengan Analisis Modulasi Digital 374

9.2.3. Kunci Konsep Analisis Spektrum Waktu Riil 377

9.3. Dasar Analisa Spektrum Waktu Riil 381

9.3.1. Analisa Multi Ranah Korelasi Waktu 381

9.3.2. Prinsip Kerja Spektrum Analisa Waktu Riil 383

9.3.3. Penganalisa Spektrum Waktu Riil 384

9.3.4. Pengaruh Ranah Frekuensi dan Waktu Terhadap Kecepatan 388


Pencuplikan

9.3.5. Pemicuan Waktu Riil 389

9.3.5.1. Sistem Picu dengan Akuisis Digital 390

9.3.5.2. Mode Picu dan Corak 392

9.3.5.3. Sumber-sumber Picu RSA 392

9.3.5.4. Membangun Topeng Frekuensi 394

9.3.5.5. Pewaktuan dan Picu 395

9.3.5.6. Baseband DSP 396

9.3.5.7. Kalibrasi / Normalisasi 396

9.3.5.8. Penyaringan 396


9.3.5.9. Analisa Transformasi Fast Fourier 397

9.3.5.10. Modulasi Amplitudo, Frekuensi dan pasa 401

9.3.5.11. Pengukuran Ranah frekuensi 404

9.4. Aplikasi Dalam Penggunaan 415

9.4.1. Informasi Keselamatan 415

9.4.2. Mengukur Perbedaan antara Dua Sinyal Pada Layar 416

9.4.3. Resolving SInyal of Equal Amplitudo 418

9.4.4. Pemecahan Sinyal 419

9.4.5. Pengukuran Frekuensi 421

9.4.6. Pengukuran Sinyal Terhadap Noise 422

9.4.7. Demodulasi Sinyal AM 423

10. PEMBANGKIT POLA

10.1. Latar Belakang Sejarah 431

10.2. Sinyal Pengetesan 432

10.2.1. Komponen Sinkronisasi 432

10.2.2. Sinyal Luminansi (Video Monokrom) 433

10.2.3. Informasi Warna (Krominansi) 433

10.2.4. Ukuran IRE 434

10.2.5. Sinyal Tes TV 434

10.3. Pola Standar 435

10.3.1. Pola Pengetesan EIA 436

10.3.2. Penyusunan Bingkai 436

10.3.3. Pemusatan 436

10.3.3. Linieritas Pembelokan 437

10.3.4. Aspek Perbandingan 439

10.3.5. Cakupan Kontras 439


10.3.6. Penjalinan Gambar (Interlacing) 439

10.3.7. Resolusi 440

10.4. Pola Pengetesan Batang Untuk Pengecekan Lapisan 442

10.4.1. Pengetesan Ringing Dalam Gambar 442

10.4.2. Sinyal Monoscope 444

10.4.3. Chart Bola Untuk Pengetesan Linieritas Kamera 444

10.4.4. Sinyal Batang Warna Standar EIA 446

10.4.5. Batang SMPTE 447

10.4.6. Batang Bidang Putih Penuh 100% 449

10.4.7. Batang Warna Putih EIA 75% 450

10.4.8. Jendela 450

10.5. Pengembangan Pola 451

10.6. Pembangkit Pola 453

10.6.1. Blok diagram Pattern generator 455

10.6.2. Kontrol dan Spesifikasi Pola generator 458

10.7. Spesifikasi 459

10.8. Aplikasi 459

10.8.1. Prosedur Penggunaan Pembangkit Pola 459

10.8.2. Pengukuran Lebar Penalaan Tuner Televisi 461

10.8.3. Pengaturan Gambar dan Suara Menggunakan Pattern generator 462

10.8.4. Pembangkit pola dipasaran 464

10.8.5. Pola Pengetesan Sinyal Video 467

11.MESIN TESTER

11.1. Pengantar 468

11.1.1. MSO 470

11.1.2. Verivikasi Sifat operasi Sistem Whindshield Wiper Automatis 471


11.1.3. Pemicuan MSO Pada Bingkai Kesalahan 474

11.1.4. Pemicuan MSO Mengungkapkan Glitch Acak 476

11.1.5. Penambahan Pengetesan Throughput ECU Otomotip 477

11.1.6. Karakteristik Input dan Output 478

11.2. Elektronik Pengetesan Fungsi Otomotif Menggunakan 479

Sistem Komponen

11.2.1. Penghitungan 479

11.2.2. Komunikasi Serial 481

11.2.3. Instrumentasi Pengukuran Frekuensi Rendah 482

11.2.4. Pensaklaran Beban dan Pengukuran 483

11.2.5. Peletakkan Semua Bersama 485

11.3. Aplikasi 486

11.3.1. Pengetesan Rem Anti-lock dan Kontrol Daya Tarik 486

11.3.1.1. Sensor Reluktansi yang dapat divariasi 486

11.3.1.2. Deteksi Kelicinan Roda 486

11.3.1.3. Pengetesan Deteksi Kelicinan Roda 487

11.3.2. Pengetesan Ambang Kecepatan Roda 487

11.3.3. Pengetesan Selenoid Pengarah 488

11.3.4. Pengetsan Smart Drivers 490

11.3.5. Pengujian Remote Keyless Elektronik Otomotif 491

11.3.6. Perlindungan Immobilizer 492

11.3.7. Pengetesan Pengapian 494

11.3.8. Pengetesan Kepemilikan 495

11.3.9. Pengetesan Sistem Pemantauan Tekanan Ban (TPMS) 496

11.3.10. Kalibrasi Pengukuran Kerugian Jalur 499

11.3.11. Kerugian Jalur Pengukuran dan Kalibrasi Pesawat 500


11.3.12. Mesin Tester 501

11.3.13. Spesifikasi 502

11.3.14. Keunikan Pengetesan Fungsi Otomotif 502

11.4. Rupa rupa Penguji Mesin 504

11.5. Penganalisa Gas 505

12. SISTEM POSISI GLOBAL (GPS)

12.1. Pengantar Teknologi GPS 518

12.1.1. Segemen ruang 521

12.1.2. Gerakan Satelit 522

12.1.3. Konstruksi GPS Satelit 523

12.1.4. Sinyal Satelit 525

12.1.5. Segmen Kontrol 526

12.1.6. Segmen Pemakai 527

12.2. Cara Bekerja GPS 528

12.2.1. Koreksi Perbedaan Posisi 528

12.2.2. Navigasi Sederhana 529

12.2.3. Menghitung Jarak Satelit 531

12.2.4. Perhitungan Posisi 532

12.2.5. Sumber-sumber kesalahan 533

12.3. Differential GPS (DGPS) 539

12.3.1. Koreksi Perbedaan Posisi 539

12.3.2. Menentukan Nilai Koreksi 539

12.3.3. Penyiaran Nilai Koreksi 540

12.3.4. Koreksi Pengukuran Cakupan Semu 540

12.3.5. Penerima Acuan 541

12.4. Petunjuk Pengoperasian GPS Maestro 4050 542


12.4.1. Instalasi GPS 543

12.4.2. Pengoperasian Dasar 544

12.4.3. Menu Utama 545

12.4.4. Point Of Interest (POI) 546

12.4.5. Perencana Perjalanan (Trip Planner) 547

12.4.6. Prosedur Point Of Interest (POI) 551

12.4.7. Prosedur Perencana Perjalanan (Trip Planner) 552

13. PERALATAN ELEKTRONIKA KEDOKTERAN

13.1.1 MRI (Magnetic Resonance Imaging) 554

13.1.1.1.Scan MRI 556

13.1.1.2.Konstruksi Mesin MRI 557

13.1.1.3. Resonansi Magnetik 559

13.1.1.4. Keselamatan MRI 561

13.1.1.5. Magnet MRI 562

13.1.1.6.Magnit MRI Tambahan 563

13.1.2. Mesin MRI 564

13.1.2.1. MRI Images 565

13.1.2.2. Keuntungan MRI 566

13.1.2.3. Alasan Melakukan MRI 566

13.1.2.4. Kelemahan MRI 567

13.1.3. MRI Masa depan 568

13.1.3.1. Pengertian FMRI 568

13.13.2. Perbedaan Antara MRI dan FMRI 568

13.13.3. Tata cara pemeriksaan dan apa yang akan dialami pasien saat 569
pemeriksaan MRI :

13.2.1. Pengertian CT SCAN 569


3.2.1.1. Penemuan Sinar X 571

13.2.1. 2. Pengertian Sinar X 572

13.2.2. Mesin Sinar X 573

13.2.3. Prosedur Scanning 576

13.2.3.1. Cara kerja CT Scan dan Perkembangnnya 577

579

13.2.3.2. Pengoperasian Alat


580

13.2.3.3. Optimalisasi Peralatan Dengan Model jaringan


13.2.4.1. Perawatan 581

13.2.4.2. Kapan CT scan diperlukan 581

13.3.1. Diagnosis Medis Penggambaran Sonography 582

13.3.1.1. Pengertian Ultrasonik Medis 582

13.3.1. 2. Penggambaran Medis Ultrasonography 583

13.3.2. Aplikasi Diagnostik 584

13.3.2.1. Pengolahan Suara Menjadi Gambar 586

13.3.2.2. Produksi Gelombang Suara 586

13.3.2.3. Menerima Pantul 586

13.3.2.4. Pembentukan Gambar 587

13.3.2.5. Susunan transduser linier 588

13.3.3. Metoda Sonography 589

13.3.3.1. Sonography Doppler 589

13.3.3.2. Mesin Ultrasonik 591

13.3.4. Perbedaan Jenis Ultrasonik 594

13.3.5. Prosedur Pengujian Dengan Ultrasonik 596

13.3. Penggambaran Dari Kedokteran Nuklir 597


13.4.1. Prosedur Pengujian 597

13.4.2. Prosedur Pelaksanaan 601

13.4.3. Resiko 609

13.4.4. Keterbatas Tomograpi Emisi Positron 609

13.4.5. Teknik Cardiosvascular Imaging 610

13.4.6. Scanning Tulang 610

DAFTAR PUSTAKA A

DAFTAR TABEL B

DAFTAR GAMBAR C

GLOSARIUM D
BAB 9 PENGANALISA SPEKTRUM

Tujuan : Pokok Bahasan :


Setelah membaca paparan Dalam pembahasan ini terbagi tiga
penganalisa spektrum ini kelompok pembahasan :
diharapkan pembaca mampu : 1. Perkembangan Penganalisa
1. Menjelaskan sejarah Spektrum dari jenis Spektrum
perkembangan penganalisa Analyzer , Vector Spektrum
spektrum Analyzer dan Real-Time
2. Menjalaskan prinsip kerja Spektrum Analyzer.
pengnalisa spektrum waktu 2. Bagian –bagian dan fungsi
riil. kerja sistem penganalisa
3. Memahami pengoperasian spektrum waktu rill.
penganalisa spektrum waktu 3. Pengukuran penganalisa
riil. spektrum waktu rill untuk
pengukuran ranah frekuensi,
waktu dan modulasi.

9.1. Pengantar Dan Sejarah Perkembangan Spektrum Analiser


Penganalisa spektrum merupakan mendemonstrasikan gelombang
alat ukur ranah frekuensi yang radio, kemudian diikuti Nikola
didalamnya terdiri perpaduan Tesla, Guglielmo Marconi dan
antara CRO dan pembangkit pioneer yang lain menemukan
frekuensi. Bila mengukur lebar cara memanipulasi gelombang,
band penguat dengan CRO sehingga ini memungkinkan untuk
membutuhkan variasi frekuensi komunikasi jarak jauh.
masukan maka dengan spektrum
analiser hal itu tidak lagi Di pergantian abad, radio telah
diperlukan. Variasi frekuensi menjadi aplikasi praktis sinyal RF
pengamatan diperoleh dengan pertama. Tiga dekade berikutnya
menetapkan cakupan frekuensi beberapa proyek penelitian
sapuan yang diinginkan. meluncurkan metoda
Adapun sejarah ditemukan hingga memancarkan dan menerima
perkembangan spektrum analiser sinyal untuk mendeteksi dan
diuraikan di bawah ini. Sejak menempatkan obyek pada jarak
tahun 1860, yaitu pada saat jauh. Pada masa Perang Dunia II,
James Clerk Maxwell secara radio pendeteksian dan
matematis telah mampu penaksiran ( juga dikenal sebagai
memprediksi keberadaan RADAR) telah menjadi aplikasi
gelombang elektromagnetik yang lain sinyal RF. Perkembangan
mampu mengangkut energi aplikasi sinyal RF dalam aplikasi
melalui ruang kosong. Pada tahun sektor militer dan komunikasi,
1885 Heinrich Hertz ahli fisika teknologi inovasi sinyal RF
berkembang dengan pesat piranti yang membangkitkan
sepanjang sisa abad 20 dan frekuensi. Produk demikian seperti
dilanjutkan sampai sekarang. telpon mobil yang bekerja dengan
Untuk menahan interferensi, ijin, spektrum harus dirancang
menghindari pendeteksian, dan agar dalam mentransmisikan
meningkatkan kapasitas sistem energy RF dalam kanal frekuensi
RADAR modern dan jaringan tertentu. Hal ini penting terutama
komunikasi komersial telah untuk menghadapi alat kompleks
menjadi sangat kompeks, pada multi standar, piranti yang disaklar
umumnya keduanya antara model dan transmisi
menggunakan kombinasi canggih berbeda dan dipertahankan
dari teknik RF seperti penggunaan berhubungan serempak dengan
sinyal burst, frekuensi hopping, unsur jaringan yang berbeda.
code division multiple access dan Piranti lebih sederhana yang
modulasi adaptip. Jenis bekerja pada frekuensi bebas
perancangan peralatan RF dan harus juga dirancang untuk
keberhasilan keterpaduannya berfungsi dengan tepat di
dalam sistem kerja secara ekstrim hadapkan syarat bertentangan
merupakan pengembangan tugas dan aturan pemerintah yang
yang rumit. sering menetapkan bahwa alat
hanya diijinkan untuk
Pada saat yang sama , teknologi memancarkan pada tingkat daya
seluler dan jaringan data tanpa rendah.
kabel menambah luasnya
keberhasilan yang dikarenakan Dalam rangka mengatasi
biaya dasar komponen RF sangat tantangan pengembangan,
menurun. Ini telah memungkinkan sekarang ini penting para insinyur
mempabrikasi diluar penggunaan dan ilmuwan mampu mendeteksi
militer dan komunikasi secara karakteristik sinyal RF yang
sederhana ke dalam komuditas berubah sepanjang waktu dengan
produk piranti RF. Pemancar RF teliti, sesuatu yang tidak dengan
telah menjadi sangat dikenal dapat mudah dikerjakan dengan
ditemukan hampir disemua tempat peralatan pengukuran tradisional.
tak terkecuali konsumen Untuk penyelesaian masalah ini
elektronika di rumah, perangkat telah dibuat instrumen
medis di rumah sakit, sistem penganalisa spektrum waktu riil
pengendali industri di pabrik dan (Real Time Spektrum Analyzer
bahkan pada alat pelacak yang /RTSA), suatu instrumen yang
ditanam dibawah kulit ternak, dapat dipicu pada sinyal RF,
binatang kesayangan dan orang. tanpa ikatan pengambilan dalam
memori, menganalisis dalam
Ketika sinyal RF sudah banyak ranah frekuensi, waktu dan
diaplikasikan dalam dunia modern, modulasi. Dalam topik ini akan
maka juga banyak permasalahan. diuraikan bagaimana RTSA
Diantaranya interferensi antar bekerja dan memberikan
pengetahuan dasar dari berkaitan dengan pengambilan
bagaimana ini dapat digunakan dan penganalisaan sinyal RF
untuk menyelesaikan banyak modern.
masalah pengukuran terutama

9.1.1. Tantangan Pengukuran Sinyal RF Modern


Pengkarakterisasi perilaku sinyal vector sinyal (vector signal
RF sekarang ini memberi analyzers /VSA) mungkin
tantangan piranti yang diperlukan menyediakan snapshot dari sinyal
untuk mengetahui bagaimana ranah frekuensi dan modulasi,
parameter yang dimiliki frekuensi, namun seringkali informasi tidak
amplitudo dan modulasi dalam cukup untuk mengurai dinamika
waktu pendek dan lama. Dalam sinyal RF yang dihasilkan piranti.
kasus ini penggunaan perangkat RTSA ditambah dimensi rumit lain
tradisional seperti penganalisa untuk mengukur semua yang
spektrum tersapu (swept spektrum berkaitan dengan waktu.
analyzers/SA) dan penganalisa

Gambar 9-1: Langkah sapuan penganalisa spektrum pada serangkaian


unsur frekuensi seringkali terjadi kesalahan transien
diluar arus sapuan jalur yang digaris kuning.

9.1.2. Pertimbangkan tugas pengukuran pada umumnya meliputi


x Transien dan pengambilan x Pemantauan pemakaian
dinamiika sinyal dan analisis spektrum, mendeteksi
x Karakterisasi penyelesaian transmisi penjahat
waktu PLL, hanyutan x Pengujian pemenuhan,
frekuensi, permasalahan diagnosa EMI.
dalam mikrofon x Analisa modulasi analog dan
x Pendeteksian gangguan digital
interferensi, analisa noise x Karakterisasi skema modulasi
x Penangkapan spektrum variasi waktu
frekuensi dan sinyal loncatan
frekuensi
x Pelacakan kerusakan komplek membutuhkan alat yang dapat
peralatan nirkabel standar memicu pada pengetahuan atau
menggunakan ranah korelasi kejadian yang tidak dapat
x Melakukan diagnosa kualitas diprediksi, menangkap sinyal
modulasi secara bebas dan menyimpannya
Setiap pengukuran yang berkaitan dalam memori dan menganalisa
dengan sinyal RF yang berubah parameter perilaku frekuensi,
sepanjang waktu, sering tidak amplitudo dan modulasi dari waktu
dapat diprediksi. Secara efektif ke waktu.
karakterisasi sinyal ini, insinyur

9.2. Jenis-jenis Penganalisa Speltrum


9.2.1. Penganalisa Spektrum tersapu
Analisa Ranah Frekuensi waktu. Penyapuan penganalisis
Tradisional melebihi cakupan frekuensi yang
Pengaturan sapuan, penganalisa diambil pada saat kasus kedua.
spektrum superheterodin Pendekatan ini didasarkan pada
merupakan arsitektur tradisional asumsi bahwa penganalisa dapat
yang pertama kali memungkinkan melengkapi beberapa sapuan
seorang insinyur membuat tanpa perubahan yang signifikan
pengukuran ranah frekuensi dari sinyal yang sedang diukur.
beberapa dekade yang lalu. Akibatnya, relatip stabil tidak
Aslinya dibangun dengan membutuhkan perubahan sinyal
komponen analog murni, sapuan yang diukur.
SA telah dikaitkan dengan
aplikasi layanan. Generasi SA Jika terdapat perubahan sinyal
sapuan meliputi unsur-unsur yang sangat cepat, secara statistik
digital seperti ADCS, DSPS, dan ini memungkinkan perubahan
mikro prosesor. Sapuan SA akan lepas dari pengamatan.
sebanding pengukuran frekuensi Sebagaimana ditunjukkan dalam
dengan pengubah sinyal turun gambar 9-1. sapuan dilihat pada
dari sapuan melalui filter unsur frekuensi Fa sementara
bandwidth resolusi bandpass spektrum sesaat terjadi pada Fb
(RBW). Filter RBW diikuti dengan (diagram di sebelah kiri). Dengan
detektor yang menghitung waktu sapuan mencapai unsur Fb,
amplitudo setiap titik frekuensi peristiwa telah lenyap dan tidak
dalam cakupan yang dipilih. dapat dideteksi ( diagram bagian
Sementara metoda ini dapat kanan). SA tidak memberikan cara
memberikan cakupan dinamis memicu pada sinyal transien,
tinggi, kelemahannya yaitu hanya maupun dapat menyimpan
dapat menghitung data amplitudo rekaman keseluruhan perilaku
untuk satu frekuensi pada satu sinyal, dari waktu ke waktu.
Gambar 9-2: Arsitektur tipikal penganalisa spektrum sapuan

Gambar 9-2 melukiskan arsitektur murni dibatasi penganalisa


SA modern tersapu. Melengkapi spektrum analog.
resolusi luas bidang analog yang
luas ( RBW) menyaring sinyal 9.2.2. Penganalisa Vektor
dengan teknik digital untuk Sinyal Dengan Analisis
menggantikan saringan yang lebih Modulasi Digital
sempit. Penyaringan, Analisa spektrum tersapu
pencampuran, dan penguatan tradisional memungkinkan
terutama pada ADC merupakan pengukuran skalar yang dapat
pemroses analog untuk cakupan memberikan informasi hanya
lebar band BW1, BW2, BW3. Bila berkaitan besaran dari sinyal
pemfilteran lebih sempit dari BW3 masukan. Penganalisaan sinyal
diperlukan, diaplikasikan dengan yang membawa modulasi digital
pemroses sinyal digital (DPS) memerlukan pengukuran vektor
dalam langkah-langkah pengubah yang dapat memberikan kedua
analog ke digital. informasi besaran dan pasa.
Penganalisa vektor sinyal
Pekerjaan ADC dan DPS agak merupakan alat khusus yang
lebih menuntut, non linieritas dan dirancang untuk analisa modulasi
tantangan noise dalam area ADC digital. Sebuah blok diagram
meskipun beberapa jenis sederhana VSA ditunjukkan dalam
kesalahan yang dapat terjadi gambar 9-3.
Gambar 9-3 Blok diagram VSA sederhana

VSA dioptimalkan untuk pemfilteran dan deteksi dibentuk


pengukuran modulasi. Seperti secara numerik. Transformasi dari
penganalisa spektrum waktu riil ranah waktu ke ranah frekuensi
yang diuraikan dalam bagian dikerjakan dengan menggunakan
berikut, suatu VSA mendigitkan algoritma FFT. Cakupan linieritas
semua energi dalam passband dan dinamika dari ADC
instrumen, dalam rangka merupakan performansi kritis dari
menyadap besar dan informasi instrumen. Sama pentingnya, daya
pasa yang diperlukan untuk pemrosesan DSP harus cukup
mengukur modulasi digital. untuk mempercepat pengukuran.
Bagaimanapun, kebanyakan (tidak Mengukur parameter modulasi
semua) VSA dirancang untuk VSA yang demikian seperti
pengambilan snapshots dari sinyal besaran kesalahan vektor dan
masukan pada titik sembarang memberikan peraga lain seperti
waktu, yang membuatnya sulit diagram pemetaan. Suatu
atau tidak mungkin menyimpan STANDALONE VSA sering
dalam rekaman panjang dari digunakan untuk melengkapi
akuisisi berturut-turut untuk kemampuan sapuan SA.
mengumpulkan sejarah Beberapa imstrumen modern
pembentukan sinyal dari waktu ke memiliki arsitektur yang dapat
waktu. Sebagaimana sapuan SA, membentuk kemampuan sapuan
kemampuan picuan pada SA dan fungsi VSA, menyediakan
umumnya dibatasi untuk tingkat ranah yang tidak ada
picuan dan picuan dari luar. hubungannya modulasi dan
frekuensi dalam satu kotak.
Dalam VSA, pendigitan ADC lebar
band sinyal IF dan konversi turun,
Penganalisa Spektrum Waktu Riil
Penganalisa spektrum waktu riil pengambilan ke dalam memori
dirancang untuk memenuhi dan menganalisaya dalam multi
tantangan pengukuran yang
berkaitan dengan transien dan ranah. Ini memungkinkan untuk
dinamis sinyal RF sebagaimana dapat mendeteksi dan menandai
telah diuraikan di atas. Konsep perubahan sinyal RF dari waktu ke
dari dari penganalisa spektrum waktu secara terandalkan.
waktu riil adalah kemampuan
memicu pada sinyal RF,

Gambar 9-4: Arsitektur tipikal penganalisa spektrum waktu rill

Gambar 9-4 diatas menunjukan diagram dan proses akuisisi


blok diagram sederhana dari serupa dengan arsitektur VSA,
arsitektur RTSA. Pada bagian pengambilan dan analisa multi
ujung masukan RF dapat diatur ranah dikorelasikan dengan
pada cakupan frekuensi waktu. Sebagai tambahan,
instrumen, dan menurunkan peningkatan teknologi ADC
frekuensi sinyal masukan untuk memungkinkan konversi dengan
ditetapkan pada frekeunsi cakupan dinamis sinyal tinggi dan
menengah yang berkaian dengan noise rendah, memungkinkan
lebar band maksimum waktu riil RTSA sama atau melebihi
RTSA. Sinyal disaring, didigitkan performansi dasar RF dari
dengan rangkaian ADC dan kebanyakan penganalisa
dilewatkan ke DSP yang spektrum tersapu.
menangani picuan instrumen,
memori, dan analisa fungsi. Karena pengukuran memutar
Sementara unsur dari blok kurang atau sepadan dengan
lebar bidang waktu riil, arsitektur memori. Ini memberikan beberapa
RTSA memberikan kemampuan keuntungan melebihi proses
untuk pengambilan sinyal akuisisi dari penganalisa spektrum
masukan dengan tanpa celah tersapu, yang dibangun pada
waktu melalui pendigitan sinyal RF gambar ranah frekuensi,
dan menyimpan sampel dalam penyapuan frekuensi dilakukan
waktu yang berdekatan ke dalam secara berturut-turut.

9.2.2.1. Kunci Konsep Analisa Spektrum Waktu Riil


Sampel, bingkai dan blok
Pengukuran dibentuk oleh RTSA dengan ADC, sinyal ditampilkan
diimplementasikan dengan dalam data ranah waktu, dari
menggunakan teknik pemrosesan semua frekuensi dan parameter
sinyal digital (DSP). Untuk modulasi dapat dihitung dengan
mengetahui bagaimana suatu menggunakan DSP. Tiga istilah
sinyal RF dapat dianalisa dalam sampel, bingkai dan blok diuraikan
ranah waktu, dan modulasi, hirarki data disimpan bila RTSA
terutama ini diperlukan untuk mengambil sinyal dengan
menguji bagaimana instrumen menggunakan akuisis waktu riil.
memperoleh dan menyimpan Gambar 5 menunjukkan susunan
sinyal. Setelah sinyal didigitkan sampel, bingkai dan blok.

Gambar 9-5: Sampel, bingkai dan blok hirarki memori dari RSA

Tingkat terendah dari hirarki data antara pengaturan sampel


adalah sampel ang menampilkan tergantung pada cakupan yang
titik data ranah waktu diskrit. dipilih. Dalam RSA, setiap sampel
Kontruksi familiar dari aplikasi lain disimpan dalam memori sebagai
dari pengambilan sampel demikia pasangan I dan Q yang berisi
seperti waktu riil osiloskop dan PC informasi besaran dan phasa.
yang didasarkan pengubah digital.
Kecepatan pengambilan sampel Langkah berikutnya adalah
efektif menentukan waktu interval bingkai. Satu bingkai terdiri dari
sejumlah bilangan tentang contoh berkelanjutan. Dalam blok sinyal
berdekatan dan satuan kecepatan input ditampilkan dengan tanpa
transformasi Fourier (Fast Fourier celah waktu.
Transform /FFT) dapat
diaplikasikan untuk mengubah Dalam mode pengukuran waktu riil
ranah data ke dalam ranah dari RSA, setiap blok secara tanpa
frekuensi. Dalam proses ini setiap keterikatan diperoleh dan
bingkai menghasikan satu ranah disimpan dalam memori.
spektrum frekuensi Kemudian diproses dengan
Level tertinggi dalam hirarki menggunakan teknik DSP untuk
akuisisi adalah blok, yang dibuat menganalisa perilaku frekuensi,
dari banyak pengaturan bingkai waktu dan modulasi sinyal. Dalam
yang diambil dalam satu waktu. mode standar SA, RTSA dapat
Panjang blok (juga direferensikan menandingi sapuan SA dengan
sebagai panjang akuisisi) pijakan RF awal dan akhir
merupakan jumlah total waktu frekuensi yang melampaui lebar
yang ditampilkan oleh satu akuisis band maksimum waktu riil.

Bingkai Bingkai Bingkai Bingkai Bingkai Bingkai Bingkai Bingkai


1024 1024 1024 1024 1024 titik 1024 1024 1024
titik titik titik titik titik titik titik

Blok 1
Blok 1
Pemroses
Pemroses
Blok 1 Blok 2 Blok 3
Akuisisi Akuisisi Akuisisi

Waktu

Gambar 9-6 Penganalisa spektrum waktu riil blok akuisisi dan pemrosesan

Gambar 9-6 menunjukkan mode dalam waktu rill mode SA dapat


akuisisi, yang memungkinkan dianalisis mode demodulasi dan
pengambilan waktu riil tanpa mode waktu.
ikatan. Setiap akuisisi merupakan
tanpa ikatan waktu untuk semua Jumlah bingkai yang diperoleh
bingkai dalam blok, meskipun dalam blok dapat ditentukan
tidak ada diantara blok. Setelah dengan membagi panjang akuisisi
pemorsesan sinyal dari satu dengan panjang bingkai. Panjang
akuisisi blok lengkap, akuisisi akan akuisisi dimasukkan oleh penguna
dimulai blok berikutnya dimulai. dibulatkan sehingga suatu blok
Sebagai contoh satu sinyal diambil berisi jumlah bilangan bulat dari
bingkai. Cakupan panjang akuisisi tradisional tidak baik untuk
maksimum sekarang tergantung ditempatkan pada pemicuan waktu
pada kedua hal luas pengukuran riil, secara signifikan kebanyakan
yang dipilih dan kedalaman sapuan dalam picu SA digunakan
memori instrumen. untuk memulai penyapuan. Pada
RTSA picu digunakan sebagai titik
9.2.2.2. Pemicuan Waktu Riil acuan pada saat akuisisi sinyal. Ini
Pemanfaatan pemicuan telah lama memungkinkan beberapa
hilang dalam perumusan pemakaian pengembangan,
perangkat analisa spektrum. seperti kemampuan menyimpan
RTSA yang pertama kali kedua informasi sebelum dan
menawarkan penganalisa sesudah pemicuan. Kemampuan
spektrum frekuensi ranah waktu lain RTSA secara signifikan
riil yang menggunakan picu dan merupakan picu frekuensi topeng
mode picu intuitif lain dalam waktu riil, yang memungkinkan
penambahan tingkat IF sederhana penggunan untuk memicu suatu
dan picu luar. Terdapat banyak akusisi didasarkan pada kejadian
alasan bahwa arsitekur sapuan tertentu dalam ranah frekuensi.

Gambar 9-7: Penggunaan topeng frekuensi pada pemicuan ranah frekuensi


waktu riil

Sebagaimana diilustrasikan pada mungkin dengan penganalisa


gambar 9-7 sebuah topeng spektrum tradisional, seperti
digambarkan untuk menegaskan pengambilan kejadian transien
pengaturan kondisi dalam lebar pada tingkat rendah yang terjadi
band penganalisa waktu riil akan dalam keberadaan sinyal RF yang
membangkitkan picu. Frekuensi lebih kuat (ditunjukkan gambar 9-
topeng picu fleksibel merupakan 8) dan mendeteksi sinyal yang
piranti kuat untuk secara sebentar-bentar ada pada
terandalkan mendeteksi dan frekuensi tertentu dalam spektrum
menganalisa dinamis sinal RF. Ini frekuensi yang kacau (ditunjukkan
dapat juga digunakan untuk gambar 9-9).
membuat pengukuran yang tidak
Gambar 9-8: Topeng frekuensi pada level burst rendah

Gambar 9-9: Penggunaan topeng


frekuensi untuk memicu sinyal berada
pada sinyal besar sinyal tertentu dalam
lingkungan spektrum kacau

9.2.2.3. Pengambilan dan Spektogram tak terikat


Pada suatu kondisi picu waktu riil disimpan dalam memori,
telah dipertegas dan merupakan disediakan untuk diproses dan
instrumen yang dipersenjatai dianalisa mengunakan peraga
untuk emulai suatu akuisisi, RTSA yang berbeda sebagai daya
secara berkelanjutan menguji terhadap frekuensi, spektogram
sinyal masukan untuk dilihat pada dan pemandangan multi ranah.
pemicuan kejadian tertentu. Sampel data tetap disediakan
Sementara menunggu kejadian ini dalam masukan acak memori
terjadi, sinyal secara konstan sampai penulisan selesai dengan
didigitkan dan data ranah waktu didapat akuisisi berikutnya dan ini
diedarkan melalui yang masuk juga dapat disimpan ke dalam
pertama kali, pengambilan perangkat keras penyimpan
disangga dikeluarkan pertama kali RTSA.
yang pengosongan data terlama
sebagai data baru kemudian Spektogram merupakan
dikumpulkan. Ini memungkinkan pengukuran penting yang
penganalisa untuk menyimpan memberikan suatu peraga intuitif
data sebelum pemicuan dan dari bagaimana perilaku
sesudah pemicuan ke dalam perubahan frekuensi dan
memori bila mendeteksi adanya amplitudo dari waktu ke waktu.
picu. Sebagaimana telah Sumbu horizontal menampilkan
dijelaskan sebelumnya, proses ini cakupan yang sama dari frekuensi
memungkinkan akuisisi yang tak yang ditunjukkan penganalisa
terikat dari blok tertentu, yang spektrum tradisional pada peraga
mana sinyal ditampilkan dengan daya terhadap frekuensi. Dalam
sampel ranah waktu yang spektogram sumbu vertikal
berdekatan. Suatu data yang telah menampikan waktu dan amplitudo
ditampilkan dengan warna irisan. satu bingkai data ranah waktu.
Setiap irisan dari spektogram Gambar 10 menunjukkan ilustrasi
berkaitan dengan spektrum konseptual dari spektogram
frekuensi tunggal dihitung dari dinamis sinyal.

Gambar 9-10: Peraga Spektogram Gambar 9-11: Pandangan waktu dikorelasikan,


peraga daya terhadap frekuensi (kiri) dan
spektogram (kanan)

9.3. Dasar Analisa Spektrum Waktu Riil


Penembakan pemeragaan layar rendah yang muncul dan hilang
pendek daya terhadap frekuensi didekat akhir waktu dari blok.
ditunjukkan pada gambar 9-11 dan Karena data disimpan dalam
peraga spektogram untuk sinyal memori, dapat digunakan penanda
diilustrasikan dalam gambar 9-10. untuk melihat kembali melalui
Pada spektogram, bingkai tertua spektogram. Dalam gambar 9-11
ditunjukkan di puncak dari perag sebuah penanda telah
dan bingkai yang sekarang ditempatkan pada kejadian
ditunjukkan pada bagian dasar transien pada peraga
dari peraga. Pengukuran ini spektogram, yang menyebabkan
menunjukkan sinyal RF yang spektrum berkaitan titik tertentu
perubahan frekuensi dari waktu ke dalam waktu yang ditunjukkan
waktu, dan juga mengungkapkan dalam peraga daya terhadap
transien sinyal pada tingkat frekuensi.

9.3.1. Analisa Multi Ranah Korelasi Waktu


Suatu sinyal yang telah diperoleh Ini terutama bermanfaat untuk
dan disimpan dalam memori, ini piranti pencarian kerusakan dan
dapat dianalisa dengan aplikasi karakterisasi. Semua
menggunakan variasi yang luas pengukuran didasarkan pada
dari waktu yang dikorelasikan pengaturan dasar yang sama dari
dapat disediakan pemandangan ranah waktu sampel data yang
dalam RTSA, sebagaimana menggaris bawahi dua kuntungan
diilustrasikan dalam gambar 9-12. arsitektural signifikan : (1) analisa
sinyal menyeluruh dalam bagaimana kejadian tertentu
frekwensi, waktu, dan ranah dalam frekuensi, waktu dan
modulasi yang didasarkan pada modulasi berhubungan
akuisisi tunggal. (2) Ranah berdasarkan acuan waktu yang
korelasi untuk memahami sama.

Gambar 9-12: Ilustrasi dari beberapa waktu dikorelasikan disediakan untuk


pengukuran pada RTSA

Dalam mode analisa spektrum ini dapat memperagakan salah


waku riil, RTSA memberikan dua satu daya terhadap frekuensi atau
waktu yang dikorelasikan spektogram. Penunjukkan
pemandangan peraga dari overview menunjukkan semua dari
pengambilan sinyal, daya data yang telah diperoleh dalam
terhadap frekuensi dan peraga blok, dan ini memberikan layanan
spektogram. Dua pemandangan sebagai indek untuk jendela
dapat dilihat pada gambar 9-11. analisa yang lain.

Dalam mode pengukuran wktu riil Jendela di atas kanan dinamakan


lain untuk analisa ranah waktu dan sbview, dan menunjukkan sama
ranah modulasi, RTSA daya terhadap frekuensi yang
menunjukkan berbagai pandangan dapat disediakan dalam mode
dari pengabilan sinyal penganalisa spektrum waktu riil.
sebagaimana diilustrasikan dalam Seperti peraga gambar 9-11,
gambar 9-13 dan 9-14. Jendela spektrum ini satu bingkai dari data
atas kiri dinamakan overview dan dan ini mungkin untuk
menggulung melalui masukan ranah frekuensi dalam jendela
perekam waktu untuk melihat ungu.
spektrum pada beberapa titik
waktu. Ini dikerjakan dengan Jendela dalam dasar setengah
pengaturan offset spektrum, yang dari layar (digambarkan hijau)
ditemukan dalam menu RTSA. dinamakan analisis jendela, atau
Juga perlu dicatat bahwa terdapat mainview dan menghasilkan
warna ungu dalam jendela peraga dari waktu yang dipilih atau
overview yang menunjukkan posisi pengukuran analisis modulasi.
waktu yang berkaitan pada peraga

Gambar 9-13: Pandangan multi ranah menunjukkan


daya terhadap waktu, daya terhadap frekuensi
Gambar 9-14: Pandangan multi
dan demodulasi FM
ranah menunjukkan spektogram
daya terhadap frekuensi, daya
terhadap waktu

Contoh analisis modulasi frekuensi secara menyeluruh karakterisasi


ditunjukkan pada gambar 9-13 dan bagian-bagian berbeda dari suatu
gambar 9-14 menunjukkan contoh sinyal RF yang diperoleh dengan
analisis transien daya terhadap menggunakan variasi lebar dari
waktu. Seperti jendela subview perangkat analisa.
jendela analisa hijau dapat
diposisikan dimana saja dalam 9.3.2. Prinsip Kerja Spektrum
penunjukkan rekaman waktu Analisa Waktu Riil
dalam jendela overview, yang Analisa spektrum waktu riil
mempunyai hubungan palang modern dapat diperoleh sebuah
hijau untuk menunjukkan passband atau luas dimana saja
posisinya. Lebar jendela analisa dalam cakupan frekuensi masukan
dapat ditetapkan diatur pada dari penganalisa. Jika
panjang kurang dari atau ebih kemampuan pengubah RF
besar dari satu bingkai. Analisa menurun diikuti akan oleh bagian
multi ranah korelasi waktu band lebar frekuensi menengah
menghasilkan fleksibiltas luar (IF). Pada pendigitan ADC sinyal
biasa untuk memperbesar dan RF dan sistem penyelesaian
berupa langkah-langkah lanjut keyboard) telah dihilangkan untuk
secara digital. Implementasi memperjelas pembahasan.
algoritma FFT transformasi dari
ranah waktu ke diubah ke ranah 9.3.3. Penganalisa Spektrum
frekuensi dimana analisa Waktu Riil
menghasilkan peraga seperti RSA menggunakan kombinasi
spektogram, codogram. Beberapa sinyal analog dan digital dalam
kunci karakteristik pembeda pemrosesan perubahan sinyal RF
merupakan keberhasilan arsitektur terkalibrasi, pengukuran multi
waktu riil. ranah dikaikan waktu. Bagian ini
berhadapan dengan yang bagian
Sebuah sistem ADC mampu digital dari aliran pemrosesan
mendigitkan masukan lebar band sinyal RSA. Gambar 9-15
waktu riil dengan ketetapan cukup mengilustrasikan blok pemrosesan
untuk mendukung pengukuran sinyal digital mayor yang
yang diinginkan. Integritas sistem digunakan dalam RSA. Sinyal
analisa sinyal yang diperoleh analog IF berupa filter bandpass
berbagai pandangan analisa dari dan pendigitan. Sebuah konversi
sinyal pengujian, semua berkaitan digit turun dan penghilang proses
dengan waktu. Pengambilan pengubah sampel A/D ke dalam
memori dan daya DSP cukup aliran sephasa (I) dan sinyal
memungkinkan akuisisi waktu riil baseband quadrature (Q). Blok
secara terus menerus melampaui pemicuan mendeteksi kondisi
perioda waktu pengukuran yang sinyal untuk mengendalikan
dikehendaki. Daya DSP akuisisi dan pewaktuan. Sinyal
memungkinkan pemicuan waktu baseband I dan Q sebaik informasi
riil dalam ranah frekuensi. picu digunakan dengan baseband
Pada bagian ini berisi beberapa sistem DSP untuk membentuk
diagram arsitektur dari akuisisi analisa spektrum atas pertolongan
utama dan analisa blok dari FFT, analisis modulasi,
penganalisa spektrum waktu riil pengukuran daya, pengukuran
(RSA). Beberapa ancillary pewaktuan sebaik analisis
berfungsi (pemicuan terkait blok statistik.
minor, pengendali peraga dan
Pemicuan
DSP baseband FFT
BW/2 Fe BW/2
Kalibrasi Demodula
DOC si
ADC
X Penyaringan Interface
Statistik Pengguna
dan Peraga
Fe Pengujian
90o
bit Pengukuran
Daya

X
Desima tor

Penganalisa Standar

Gambar 9-15 : Blok diagram pemrosesan sinyal digital pada penganalisa


spektrum waktu riil

Pengubah Digit IF
Pada umumnya rangkaian cakupan dinamis. Namun dapat
pengubah digit mempunyai band diperoleh perhitungan berlebihan
terpusat disekitar frekuensi untuk menyaring dan mengamati
menengah (IF). Band atau luasan jika diproses secara langsung.
frekuensi ini frekuensi terlebar RSA menerapkan pengubah
yang dapat dibentuk dari analisa digital turun (DDC), gambar 9-16
waktu riil. Pengubahan digit pada dan suatu decimator untuk
frekuensi tingi lebih baik dari pada mengkonversi suatu pendigitan IF
DC atau baseband yang ke dalam sinyal baseband I dan Q
mempunyai beberapa pemroses pada kecepatan sampel yang
sinyal keuntungannya antara lain efektif sehingga cukup tinggi untuk
capaian semu, penolakan DC, luas yang dipilih.
DOC
ADC I
X Desimate N
IF Analog

Cos Osilator Data baseband


90o numerik Fc =Fe
Fe ranah waktu
Bw/2 Fe Bw/2 Sinus
Q
IF didigitisasi IF X Desimate N

LPF Lebar band


Koniversi turun digital / Variabel Desima tor
Desimator

Gambar 9-16: Diagram pengubah digital turun

9.3.3.1. Pengubah Digital Turun


Pengubah digital sinyal IF pengubah digit IF, membangkitkan
dengankecepatan sampel FS. aliran sampel I dan Q yang berisi
Pengubah digit IF kemudian semua inforasi yang ada dalam IF
dikirim ke DDC. Osilator numeris asli. Aliran I dan Q kemudian
dalam DDC membangkitkan dilewatkan melalui filter frekuensi
gelombang sinus dan cosines rendah dengan lebar band yang
pada frekuensi pusat dari band dapat divariasi. Frekuensi cut-off
yang menarik. Sinus dan cosines rendah divariasi sesuai dengan
numeris ini dikalkan dengan luasan yang dipilih.

9.3.3.2. Sinyal Bandpass I dan Q


Proses pengambilan band pada senter dari passband yang
frekuensi dan pengubahannya ke dipilih, membangkitkan sinyal
baseband menggunakan konversi baseband I dan Q. Sinyal
turun ditunjukkan gambar 9-17. baseband merupakan harga riil
Sinyal IF asli diisi dalam ruang dan simetris dengan aslinya.
antara tiga membelah dua dari Informasi yang sama diisi
pencuplikan frekuensi dan frekuensi positip dan negatip .
pencuplikan frekuensi. Semua modulasi diisi bandpass
Pencuplikan menghasilkan asli juga diisi dua sinyal. Frekuensi
gambar dari sinyal ini antara nol pencuplikan minimum diperlukan
dan ½ frekuensi pencuplikan. untuk setiap setengah dari aslinya.
Sinyal kemudian dikalikan dengan Ini memungkinkan untuk membagi
sinus koheren dan sinyal cosines dengan dua.
Gambar 9-17: Informasi passband dipertahankan dalam Idan Q terjadi pada
setengah kecepatan sampel

9.3.3.3. Penghapusan
Teorema niquist menyatakan pencuplikan efektif setengah asli,
bahwa sinyal bandpass yaitu 25,6 MS/s. Jumlah total dari
membutuhkan sampel hana pada sampel yang tidak berubah,
kecepatan setengah sampai dua ditinggalkan dengan dua satuan
kali frekuensi tertinggi dari yang sampel, masing-masing
diamati. Waktu dan frekuensi mempunyai kecepatan efektif
merupakan jumlah timbal balik. 25,6MS/s mengganti pengaturan
Pengamatan frekuensi rendah tunggal
diperlukan untuk mengamati 51.2 MS/S. Penghapusan lebih
rekaman waktu panjang. jauh membuat span lebih sempit,
Penghapusan digunakan untuk menghasilkan waktu rekaman
keeimbangan luas, pemrosesan lebih lama untuk sejumlah sampel
waktu, rekaman panjang dan ekuivalen. Kelemahan kecepatan
penggunaan memori. RSA efektif pencuplikan lebih rendah
sebagai contoh menggunakan adalah mengurangi waktu resolusi.
kecepatan pencuplikan 51,2 MS/s Keuntungan dari kecepatan efektif
pada pengubah A/D untuk pencuplikan lebih rendah adalah
mendigitkan lebar band 15 MHz. kecepatan komputasi lebih sedikit,
Rekaman I dan Q yang penggunaan memori untuk
menghasilkan setelah DDC, rekaman waktu berkurang
memfilter dan menghapus untuk sebagaimana ditunjukkan dalam
luasan 15 MHz pada kecepatan tabel 9-1.
Tabel 9-1 Span dipilih, dihapus dan kecepatan sampel efektif
(Tektronix RSA3300A Series and WCA200A Series)

9.3.4. Pengaruh Ranah Frekuensid dan Waktu Terhadap Kecepatan


Pencuplikan
Penggunaan penghapusan dan frekuensi. Contoh
mengurangi kecepatan efektif membandingkan span lebar dan
pencuplikan mempunyai beberapa sempit ditunjukkan dalam gambar
konsekuensi untuk parameter 9-18 dan 9-19.
penting pengukuran ranah waktu

1 kHz
15MHz
Span lebar
Span sempit

Gambar 9-18 Contoh lebar band Gambar 9-19 Contoh lebar band
pengambilan lebar pengambilan sempit

Peraga pengambilan band lebar relative rendah. Dibandingkan


suatu span frekwensi yang lebar terhadap pengabilan lebar band
dengan resoluasi ranah frekuensi yang lebih sempit, kecepatan
sampel lebih tinggi dan lebar band pengambilan lebar lebar band ,
resolusi lebih lebar. Dalam ranah kecepatan sampel lebih rendah,
waktu, panjang bingkai lebih sementara resolusi lebar band
pendek dan resoluasi waktu leih lebih sempit. Dalam ranah waktu,
halus. Panjang rekaman sama panjang bingkai lebih panjang,
dalam istilah jumlah sampel yang resolusi waktu lebih kasar dan
disimpan, namun sebagian dari dapat disediakan liputan panjang
waktu ditampilkan oleh sampel rekaman waktunya bertambah.
yang lebih pendek. Gambar 9-18. Gambar 9-19. mengilustrasikan
mengilustrasikan lebar pengambilan sempit lebar band
pengambilan lebar band dan table dan table 2-2 memberikan dunia
2-2 memberikan contoh dunia riil. riil. Skala dari jumlah sedemikian
Dalam hal kontras., pengambilan seperti resolusi frekuensi terdapat
sempit lebar band diperagakan beberapa tingkatan besaran yang
sebagai span kecil dari frekuensi berbeda dari pengambilan band
dengan resoluasi ranah frekuensi lebar.
lebih tinggi. Dibandingkan dengan

Tabel 9-2: Perbandingan pengaruh perubahan pengaturan span pada ranah


frekuensi dan waktu ( RSA3300A Series and WCA200A Series)

9.3.5. Pemicuan Waktu Riil


Penganalisa spektrum waktu riil dan picu topeng frekuensi sebaik
menambah kuat spektrum ranah picu ekstenal pada umumnya dan
waktu dan analisis modulasi. didasarkan pada tingkatan picu.
Pemicuan kritis untuk Pada umumnya sistem picu
pengambilan informasi ranah digunakan dalam osiloskop
waktu. RSA menawarkan fungsi kebanyakan. Dalam osiloskop
pemicuan unik, memberikan daya analog tradisional, sinyal yang
diamati diumpankan ke salah satu pada gratikul yang telah
masukan sementara picu dikalibrasi. Bentuk paling
diumpankan pada yang lain. Picu sederhana, picu analog
menyebabkan dimulaianya sapuan memungkinkan terjadi setelah picu
horizontal sementara amplitudo untuk diamati, seperti ditunjukkan
dari sinyal ditunjukkan sebagai pada gambar 9-20.
penganti vertikal yang dilapiskan

Sinyal picu

Sinyal input

Gambar 9-20 Pemicuan waktu rill

9.3.5.1.Sistem Picu dengan Akuisis Digital


Kemampuan untuk menampilkan sampel baru secara terus menerus
dan memproses sinyal secara diumpankan ke memori sementara
digital, digabungkan dengan sampel paling lama diturunkan.
kapasitas memori yang besar, Contoh ditunjukkan pada gambar
sehingga memungkinkan 9-21 suatu memori yang diatur
menangkap peristiwa yang terjadi untuk menyimpan N sampel.
sebelum picu, dengan kualitas Pada saat kedatangan picu
baik seperti sesudahnya. Sistem akuisisi dihentikan, isi memori
akuisisi data dari jenis yang dibekukan. Penambahan suatu
digunakan dalam RSA variabel menunda dalam alur
menggunakan pengubah analog sinyal picu memungkinkan
ke digital (ADC) untuk mengisi peristiwa yang terjadi sebelum
kedalaman memori selama sinyal picu sebaik yang datang setelah
sampel diterima. Secara konsep picu.
Gambar 9-21: Pemicuan sistem akuisisi digital

Dengan mempertimbangkan penundaa diatur untuk memecah


kasus yang tidak ada penundaan. panjang memori. Jika penundaan
Picu menyebabkan terjadinya diatur setengah dari kedalaman
pembekuan memori segera memori, setengah sampel
setelah sampel bersamaan disimpan mendahului picu dan
dengan picu disimpan. Memori setengah sampel disimpan
kemudian berisi sampel pada mengikuti picu. Konsep ini serupa
waktu picu seperti halnya sampel untuk menunda picu digynakan
N yang terjadi sebelum picu. dalam mode span nol dari suatu
Hanya kejadian sebelum picu sapuan SA konvensional. RSA
disimpan. Dengan dapat mengambil rekaman yang
mempertimbangkan kasus di atas lebih panjang , bagaimanapun
yang mana penundaan diatur sinyal data ini sesudah itu dapat
secara pasti sesuai dengan dianalisa ranah frekwensi, waktu
setelah picu. Hanya kejadian dan modulasi. Piranti ini sangat
setelah picu disimpan. kuat untuk aplikasi seperti
pemantauan sinyal dan piranti
Kedua kejadian sebelum dan pencarian gangguan atau
sesudah picu dapat diambil jika kerusakan.
9.3.5.2. Mode Picu dan Corak
Mode fre-run diperoleh sampel sekali setiap saat pengukuran.
dari sinyal IF yang diterima tanpa Posisi picu dapat diatur dari 0
pertimbangan kondisi picu. sampai 100%, memilih sebagian
Spektrum modulasi atau dari blok akuisisi sebelum picu.
pengukuran lain diperagakan Pemilihan 10% pengambilan data
sebagaimana adanya diperoleh sebelum picu 1/10 dari blok yang
dan diproses. Mode dipicu dipilih dan data sesudah picu 9/10.
memerlukan sumber picu Kemiringan memungkinkan
sebagaimana halnya pengaturan pemilihan dari ujung kenaikan,
variasi parameter yang ujung penurunan atau
menegaskan kondisi untuk kombinasinya untuk pemicuan.
pemicuan sebagaimana perilaku Naik atau turun memungkinkan
instrumen dalam merespon picu. pengambilan sinyal burts lengkap.
Pemilihan picu tungal atau terus Turun dan naik memungkinkan
menerus menetukan apakah pengambilan celah, dalam cara
akuisisi diulangi setiap saat terjadi lain sinyal yang berlanjut
pemicuan atau dilakukan hanya
.

9.3.5.3. Sumber-sumber Picu RSA


RSA memberikan beberapa karakteristik sinyal yang sedang
metoda picu internal dan diuji. RSA mempunyai
eksternal. Tabel 9-2 merupakan kemampuan memicu pada tingkat
rangkuman variasi sumber-sumber sinyal yang didigitkan, pada daya
picu waktu riil, pengaturannya dan sinya setelah penyaringan dan
resolusi waktu yang dikaitkan penghapusan atau kejadian dari
dengan yang lain. Picu eksternal spectral komponen tertentu
memungkinkan sebuah sinyal TTL dengan menngunakan topeng
eksternal untuk mengendalikan frekuensi picu. Setiap sumber picu
akuisisi. Ini pada umumnya dan mode menawarkan
mengendalikan sinyal seperti keuntungan spesifik dalam kaitan
mengkomando pensaklaran selektivitas frekuensi, cakupan
frekuensi dari sistem yang diuji. resolusi waktu dan dinamis.
Sinyal eksternal ini memberi Fungsi unsur yang mendukung
komando akuisisi dari suatu pengembangan ini ditunjukkan
kejadian dalam sistem yang diuji. pada gambar 9-22.
Picu internal tergantung pada
Trigger eksternal

level

ADC

Power Trigger,
timing dan
kontrol
Power
2 2
I =Q
Mask

Frekuensi
mask / FFT

Memori

Gambar 9-22: Proses pemicuan penganalisa spektrum waktu riil


.
Tingkat pemicuan sebanding level klip ADC, yaitu nilai biner
dengan sinyal yang didigitkan maksimum (semua dalam ondsi
pada keluaran dari ADC dengan logika 1). Ini erupakan kuantisasi
mengatur pemilih pemakaian. linier yang tidak dibingungkan
Lebar band penuh dari digit sinyal dengan peraga logaritmis, yang
yang digunakan, ketika diekspresikan dalam dB.
pengamatan span sempit yang Daya pemicuan dihitung dari
dikehendaki lebih lanjut sinyal setelah penyaringan dan
penyaringan dan penghapusan. penghapuan sinyal. Daya setiap
Tingkat pemicuan menggunakan pasangan disaring dari sampel I/Q
digitisasi kecepatan penuh dan (I2/Q2) dibandingkan dengan
dapat mendeteksi kejadian pengaturan daya yang dipilih
sesingkat satu sampel pada pemakai. Pengaturan dalam dB
kecepatan pengambilan sampel relatip terhadap skala penuh
penuh. Resolusi waktu dari analisa (dBfs) sebagaimana ditunjukkan
aliran turun, bagaimanapun pada layar logaritmis. Pengaturan
dibayasi pada kecepatan efektif dari tempat 0dBfs level picu pada
pengamblan sampel. Level picu puncak gratikul dan akan
diatur sebagai persentase dari membangkitkan sinyal picu bila
daya total diisi dalam span yang pada level yang lebih tinggi.
melebihi level picu. Pengaturan - Kemampuan ini untuk memicu
10dBfs akan memicu bila daya pada sinyal lemah dihadapan
total dalam span mencapai level sinyal kuat adalah kritis untuk
10dB di bawah puncak gratikul. mendeteksi sinyal sesaat.,
Perlu dicatat bahwa daya total menghasilkan inter modulasi,
dalam span membangkitkan spektrum transient dan masih
sebuah sinyal picu. Dua sinyal CW banyak lagi. FFT penuh diperlukan
masing-masing pada level -3dBm untuk membandingkan sinyal
missal mempunyai kumpuln daya terhadap topeng, pemenuhan
0dBm. kelengkapan bingkai. Resolusi
waktu untuk picu topeng frekuensi
Pemicuan topeng frekuensi secara kasar satu bingkai FFT,
sebanding dengan bentuk atau 1024 sampel pada kecepatan
spektrum untuk menegaskan efektif pengambilan sampel. Picu
topeng pengguna. Teknik ini peristiwa ditentukan penggunaan
sangat kuat memungkinkan ranah frekuensi yang
perubahan bentuk spektrum untuk didedikasikan perangkat keras
picu dan akuisisi. Picu topeng prosesor FFT sebagaimana
frekuensi dapat diandalkan untuk ditunjukkan dalam blok diagram
mendeteksi sinyal dibawah skala gambar 9-22.
penuh pada saat ada sinyal lain

9.3.5.4. Membangun Topeng Frekuensi


Seperti bentuk lain dari pengujian menunjukkan topeng frekuensi
topeng, picu topeng frekuensi yang memungkinkan lintasan
(juga dikenal sebagai picu ranah spektrum normal dari sinyal tapi
frekuensi) dimulai dengan definisi bukan penyimpangan sesaat.
dari topeng pada layar. Definisi ini Gambar 9-24 menunjukkan
dilakukan dengan mengatur titik peraga spektogram untuk akuisisi
frekuensi dan amplitudonya. yang telah dipicu pada saat sinyal
Topeng dapat digambarkan titik sesaat melebihi topeng. Gambar
per titik atau penggambaran 2-11 . menunjukkan spektrum
secara grafik dengan mouse atau untuk bingkai pertama dimana
piranti penunjuk lain. Picu dapat topeng telah melebihi. Perlu
diatur untuk terjadi bila sinyal dicatat bahwa sebelum picu dan
berada di luar topeng menerobos setelah picu data dikumpulkan dan
batas atau bila sinyal terjadi tiba- keduanya ditunjukkan dalam
tiba di dalam topeng. Gambar 9-23 spektogram.
Gambar 9-23: Definisi topeng frekuensi

Gambar 9-24: Spectrogram menunjukkan sinyal


transien diatur pada pembawa. Kursor diatur pada titik
picu sehingga data sebelum picu ditampilkan, diatas
garis kursor dan data setelah picu diperagakan
dibawah garis kursor. Garis sempit putih pada sisi kiri
daerah biru dinotasikan data setelah picu.

9.3.5.5. Pewaktuan dan Picu


Pewaktuan pengendali, bila bingkai FFT (1024 sampel pada
digunakan bersama dengan picu kecepatan pengambilan sampel
menawarkan suatu kombinasi efektif). RSA menunjukkan offset
kuat untuk menganalisa transien spektrum dan panjang spektrum
atau pewaktuan lain yangberkaitan menggunakan palang berwarna
dengan parameter. Panjang pada bagian dasar dari jendela
akuisisi menentukan panjang overview ranah waktu. Palang
waktu untuk menyimpan sampel warna dikunci pada peraga
ke dalam memori berkaitan bersangkutan.
dengan adanya sinyal picu.
Histori akuisisi menentukan Panjang analisis menentukan
seberapa banyak akuisisi panjang waktu untuk analisa
sebelumnya akan dipertahankan modulasi dan pengukuran lain
setelah masig-masing picu baru. yang dibuat didasarkan waktu.
RSA menunjukkan panjang Analisa offset menentukan
akuisisi dalam jendela overview penundaan atau picu sesaat
ranah waktu. Panjang spektrum sampai analisa dimulai. RSA
menentukan panjang waktu untuk menunjukkan analisa offset dan
peragakan spektrum yang panjang pemakaian berupa palang
dihitung. Offset spektrum warna pada bagian dasar dari
menentukan penundaan atau jendela overview ranah waktu.
membantu saat terjadi picu Palang warna dikunci pada peraga
sampai bingkai FFT mulai yang bersangutan.
diperagakan. Kedua panjang
spektrum dan offset spektrum Indikator picu keluaran
memiliki resolusi waktu dari satu memungkinkan pemakai untuk
memilih keluaran TTL yang berada pengukuran RSA dengan
dipanel depan digunakan untuk instrumen lain seperti osiloskop
picu sesaat. Ini dapat digunakan atau penganalisa logika.
untuk menyerempakkan

9.3.6.7. Baseband DSP


Hampir semua pengukuran DDC dan disimpan ke dalam
penganalisa spektrum waktu riil memori akuisisi. Berikut ini
dilakukan melalui pemroses sinyal merupakan diskripsi dari beberapa
digital (DSP) dari aliran data I dan fungsi utama blok yang
Q yang dibangkitkan oleh blok diimplementasikan dengan DSP.

9.3.6.8. Kalibrasi / Normalisasi


Kalibrasi dan normalisasi bertanggungjawab pada
mengganti untuk penguatan dan standarisasi pengukuran.
respon frekuensi dari rangkaian Normalisasi pengukuran yang
analog yang mendahului dilakukan secara internal untuk
pengubah analog ke digital (A/D). mengkoreksi variasi yang
Kalibrasi dilakukan di pabrik dan disebabkan oleh perubahan
disimpan dalam memori berupa temperature, umur dan satuan ke
table-tabel kalibrasi. Koreksi dari satuan lain yang berbeda. Seperti
table-tabel yang disimpan halnya kalibrasi, konstanta
diaplikasikan untuk mengukur normalisasi disimpan dalam
sebagai besaran yang memori dan diaplikasikan sebagai
diperhitungkan. Kalibrasi koreksi pada perhitungan
diberikan ecara teliti dapat dilacak pengukuran.
pada lembaga yang

9.3.6.8. Penyaringan
Banyak proses pengukuran dan kebanyakan sistem RF modern.
kalibrasi membutuhkan RSA memberikan analisa yang
penyaringan dalam penambahan berkaitan dengan waktu dari
penyaringan dalam IF dan DDC / spektrum, modulasi dan daya
penghapus. Penyaringan sehingga memungkinkan waktu
dikerjakan secara numeric pada berhubungan antara variasi
sampel I dan Q yang disimpan karakteristik RF untuk diukur dan
dalam memori. diteliti. Clock sinkronisasi dan
sinyal pensampelan kembali
Pewaktuan, Sinkronisasi dan dibutuhkan untuk demodulasi dan
Pensampelan kembali pemrosean pulsa.
Pewaktuan berkaitan dengan
sebagian besar sinyal kritis pada
9.3.6.9. Analisa Transformasi Fast Fourier
Fast Fourier Transform (FFT) dibanding lebar bin tidak bisa
merupakan jantung dari dipecahkan. Resolusi frekuensi
penganalisa spektrum waktu riil. FFT merupakan lebar masing-
Dalam RSA algoritama FFT pad masing frekuensi bin, sama
aumumnya menerapkan dengan frekuesni sampel dibagi
transformasi sinyal ranah waktu ke dengan ukuran FFT.
dalam spektrum ranah frekuensi.
Secara konsep, pemrosesan FFT Memberikan frekuensi sampel
dapat dipandang sebagai sama, ukuran FFT lebih besar
melewatkan sinyal melalui resolusi frekuensi lebih halus.
sekumpulan penyaring parallel Untuk RSA dengan kecepatan
dengan frekuensi resolusi dan pengambilan sampel 25,6 MHz
lebar band sama. Keluaran FFT dan ukuran FFT 1024, resolusi
pada umumnya harga kompleks. frekuensi adalah 25 kHz. Resolusi
Untuk analisa spektrum, amplitudo frekuensi dapat ditingkatkan
dari hasil kompleks biasanya dengan menambah ukuran FFT
sangat menarik. Proses FFT atau dengan mengurangi frekuensi
dimulai dengan penghapusan dan sampel. RSA, sebagaimana telah
komponen base band I dan Q disebutkan di atas menggunakan
disaring dengan baik, yang mana Digital Down Converter dan
ditampilkan dalam bentuk sinyal penghapusan untuk mengurangi
kompleks dengan I sebagai kecepatan pengambilan sampel
bagian riil dan Q sebagai bagian efektf sebagai span frekuensi
imaginer. Dalam pemrosesan FFT, yang sempit, secara efektif
sampel diatur dari sinyal kompleks menawarkan resolusi waktu untuk
I dan Q diperoses pada saat yang resolusi frekuensi. Sementara
sama. Pengaturan sampel ukuran FFT dipertahankan dan
dinamakan bingkai FFT. FFT penghitungan kompleksitas ke
berfungsi pada sampel sinyal tingkat yang dapat dikendalikan.
waktu dan menghasilkan sampel Pendekatan ini memungkinkan
fungsi frekuensi dengan panjang resolusi halus pada span sempit
yang sama. Jumlah sampel dalam tanpa waktu perhitungan
FFT, pada umumnya berupa daya berlebihan. Pada span lebar
dari 2, juga dinamakan ukuran dimana resolusi frekuensi cukup
FFT. Misal 1024 titik FFT dapat lebih kasar.
ditransformasi 1024 I dan 1024 Q
ke dalam sample 1024 titik ranah Batas praktis pada ukuran FFT
frekuensi kompleks dalam diskusi adalah seringnya peragaan
sebelumnya penyaring-penyaring resolusi. Karena suatu FFT
inidihubungkan secara parallel. resolusi lebih besar dari pada
Dua garis spektrum lebih dekat jumlah titik yang diperagakan.
Gambar 9-25: Satu bingkai spektogram yang menunjukkan kejadian
picu dimana sinyal transien terjadi disekitar topeng frekuensi

Gambar 9-26: Tiga bingkai sampel sinyal ranah waktu

Gambar 9-27: Diskontinuitas yang disebabkan oleh


ekstensi periodic dari sampel dan bingkai tunggal

9.3.6.9.1. Jendela
Ada suatu asumsi yang tidak bisa respon palsu tidak ada dalam
dipisahkan dalam matematika sinyal aslinya, yang dapat
dari Discrete Fourier Transform membuat tidak mungkin untuk
dan analisa FFT yang mana data mendeteksi sinyal kecil yang
diproses berupa perioda tunggal berada didekat yang besar. Ini
dari pengulangan sinyal. Gambar berpengaruh dinamakan
9-26 melukiskan serangkaian kebocoran spektrum.
sampel ranah waktu. Pada saat
memproses FFT diaplikasikan RSA menerapkan teknik jendela
pada bingka 2, misal perluasan pada bingkai FFT sebelum
sinyal periodik. Discontinuitas pemrosesan FFT dibentuk untuk
antar bingkai berurutan pada mengurangi pengaruh kebocoran
umumnya terjadi seperti spektrum. Fungsi jendela pada
ditunjukkan pada gambar 9-27 umumnya mempunyai bentuk bel.
Tiruan diskontinuitas menimbulkan Terdapat sejumlah fungsi
jendelam yang popular Blackman- dalam gambar 9-28.
Haris profil 4B(BH4B) ditunjukkan

Gambar 9-28: Profil jendela Blackman-Harris 4B (BH4B)

Fungsi jendela Blackman-Haris 4B yang dapat dicapai tanpa jendela.


ditunjukkan dalam gambar 9-25. .
memiliki harga nol untuk sampel Implikasi lain dari jendela adalah
pertama dan terakhir dan kurva data ranah waktu dimodifikasi
kontinyu diantaranya. Perkalian dengan menghasilkan jendela
bingkai FFT dengan fungsi jendela suatu keluaran spektrum FFT
mengurangi diskontinuitas pada yang sangat sensitive terhadap
akhir bingkai. Dalam kasus ini perilaku pusat bingkai, dan tidak
jendela Blackman-Haris, dapat dapat merasakan perilaku di
mengurangi diskontinuitas permulaan dan akhir bingkai.
bersama. Sinyal transien muncul dekat salah
satu ujung dari bingkai FFT yang
9.3.6.9.2. Efek jendela adalah dilonggarkan dan dapat luput
untuk menempatkan semuanya sama sekali. Masalah
beban lebih besar ini dapa diselesaikan dengan
pada sampel menggunakan bingkai tumpang
di pusat jendela dibanding tindih, teknik kompleks meliputi
men]jauh dari pusat, membawa trade-off antara penghitungan
harga nol pada akhir. Ini dapat waktu dan kerataan ranah waktu
dipirkan secara efektif mengurangi untuk mencapai performansi yang
waktu yang dihitung oleh FFT. diinginkan. Secara singkat
Waktu dan frekuensi adalah diuraikan di bawah ini.
jumlah timbale balik. Semakin
kecil waktu sampel resolusi 9.3.6.9.3. Pemrosesan Paska
frekuensi semakin lemah (lebar). FFT
Untuk jendela Blackman-Haris 4B, Karena fungsi jendela
resolusi frekuensi efektif melemahkan sinyal pada kedua
mendekati dua kalli sebaik nilai ujung dari bingkai, ini mengurangi
daya sinyal keseluruhan,
amplitudo spektrum diukur dari Beberapa penganalisa spektrum
FFT dengan jendela harus diskala waktu riil dapat dioperasikan
untuk memberikan pembacaan dalam mode waktu riil dengan
amplitudo dengan benar. Untuk bingkai tumpang tindih. Pada saat
sinal gelombang sinus murni factor ini terjadi, bingkai sebelumnya
skala merupakan penguatan DC diproses pada saat sama dengan
dari fungsi jendela. Setelah bingkai baru diperoleh. Gambar 2-
pemrosesan juga digunakan untuk 29. menunjukan bagaimana
menghitung amplitudo spektrum bingkai diperoleh dan diproses.
dengan menjumlahkan bagian riil Satu keuntungan dari bingkai
yang dikotak dan bagian kotak tumpang tindih kecepatan
imaginer pada setiap bin FFT. penyegaran peraga ditingkatkan,
Spektrum amplitudo pada efek yang paling nyata dalam
umumnya diperagakan dalam membatasi span yang diperoleh
skala logaritmis sehingga berbeda sempit waktu akuisisi panjang.
dengan frekuensi cakupan Tanpa bingkai overlap, layar
ampitudo lebar dan diperagakan peraga tidak dapat diperbaharui
secara serempak pada layar yang sampai diperoleh bingkai baru
sama. masuk. Dengan bingkai overlap,
bingkai baru diperagakan sebelum
9.3.6.9.4. Bingkai Overlap bingkai sebelumnya diselesaikan.

Bingkai 1 Bingkai 1

Bingkai 2 Bingkai 2

Bingkai 3 Bingkai 3

Bingkai 4 Bingkai 3

Waktu

Gambar 9-29: Sinyal akuisisi, pemrosesan dan peraga menggunakan bingkai


overlap

Keuntungan lain peraga ranah dapat dilihat pada peraga


frekuensi dalam peraga spektrogram dengan mengabaikan
spektogram. Karena jendela efek jendela.
menyaring mengurangi konstribusi
dari sampel pada setiap akhir 9.3.6.9.5. Analisa Modulasi
bingkai ke nol, spektrum terjadi Modulasi merupakan alat yang
pada sambungan antara dua melewatkan sinyal RF sebagai
bingkai, diatur dapat hilang jika pembawa informasi. Analisis
bingkai tidak overlap. modulasi menggunakan RSA tidak
Bagaimanapun, mempunyai hanya mentransmisikan isi data
bingkai yang overlap memastikan namun juga mengukur secara
bahwa semua spektrum akan akurat dengan sinyal yang
dimodulasikan. Lebih dari itu, berbagai titik keputusan terjadi
mengukur banyaknya kesalahan pada 90° dari pasa. Quadratute
dan pelemahan yang Amplitudo Modulation (AM)
menurunkan tingkat kualitas merupakan format modulasi
modulasi.Sistem komunikasi tingkat tinggi yang kedua
modern telah secara ddrastis amplitudo dan pasa divariasi
ditingkatkan jumlah format secara serempak untuk
modulasi yang digunakan. memberikan berbagai keadaan.
Kemampuan menganalisa RSA Bahkan format modulasi sangat
pada banyak format dan memiliki kompleks seperti Orthoganal
arsitektur yang memungkinkan Frequency Division Multiplexing
untuk menganalisa format baru. (OFDM) dapat menjadi
dekomposisi kedalam besaran
9.3.6.10. Modulasi Amplitudo, dan komponen pasa. Besaran dan
Frekuensi dan Pasa pasa dapat dipandang sebagai
Pembawa RF dapat panjang dan sudut vector dalam
mengantarkan informasi dalam sistem coordinator polar. Pada itik
banyak cara didasarkan pada yang sama dapat diekspresikan
variasi amplitudo, pasa dari dalam koordinatcartesian atau
pembawa. Frekuensi merupakan koordinat segi empat. Format I/Q
waktu yang diturunkan dari phasa. dari sampel waktu disimpan dalam
Frekuensi modulasi (FM) memori oleh RSA secara
meskipun waktu diturunkan dari matematis ekuivalen koordinat
pasa modulasi (PM). Pengunci Cartesian, I dengan
pergeseran pasa quadrature mempresentasikan I horizontal
(QPSK) merupakan format atau komponen X dan Q vertikal
modulasi digital yang symbol sebagai komponen Y.

Besar = I2 + Q2

Fasa = tan-1 (Q/I)

Gambar 9-30 Vektor besaran dan pasa

Gambar 9-30. mengilustrasikan untuk setiap sampel I/Q disimpan


besaran dan pasa dari vector dalam memoro dan
sepanjang komponen I dan Q. menggambarkan hasil dari waktu
Demodulasi Am terdiri dari ke waktu. Modulasi PM terdiri dari
penghitungan besaran sesaat penghitungan sudut pasa dari
sampel I dan Q dalam memori dan menggambarkannya dari waktu ke
waktu setelah penghitungan untuk discontinuitas dari fungsi arctangent
pada ±–/2. Suatu kali pasa PM dihitung untuk direkam
waktunya, FM dapat dihitung dengan mengambil waktu penurunan.

9.3.6.10.1. Modulasi Digital


Pemrosesan sinyal dalam sistem dan perebutan (scrambling). Data
komunikasi digital pada umumnya kemudian dipisah ke dalam alur I
ditunjukkan pada gambar 9-31. dan Q dan disaring, perubahan
Proses memancarkan dimulai bentuk gelombang dari bit ke
dengan mengirim data dan clock. analog yang kemudian dikonversi
Data dan clock dilewatkan melalui ke atas ke dalam kanal yang tepat
sebuah encoder yang menyusun dan dipancarkan ke udara. Pada
data kembali, dan menambahkan saat dipancarkan sinyal
bit sinkronisasi serta mengalami penurunan karena
mengembalikan jika terjadi pengaruh lingkungan yang tidak
kesalahan dalam membuat sandi bisa diacuhkan.

Sinyal pemancar

I
Data IQ
Enkoder
Clock

Q
Pemancar Filter Osilator
lokal

Data Perbaikan
Dekoder Demodulasi
frekuensi konversi
Clock
clock, IQ
data

Penerima
Osilator
Rx Filter lokal

Gambar 9-31 : Tipikal sistem telekomunikasi digital


Proses penerimaan kebalikan Banyak variasi modulasi digital
dengan proses transmisi dengan meliputi FSK yang umum dikenal,
beberapa langkah tambahan. BPSK, QPSK, GMSK, QAM,
Sinyal RF dikonversi turun ke OFDM dan yang lain. Modulasi
sinyal baseband I dan Q yang digital seringkali dikombinasi
dilewatkan melalui penyarinng Rx dengan penyaring, pengendali
seringkali dirancang untuk daya, koreksi kesalahan dan
memindahkan interferensi inter- protocol komunikasi meliputi
simbol. Kemudian sinyal standard komunikasi digital
diteruskan melalui algoritma tertentu yang tujuannya adalah
dikembalikan pada frekuensi, pasa untuk mentransmisikan bit bebas
dan data dengan tepat. Ini kesalahan dari informasi antar
diperlukan untuk mengkoreksi radio ujung berlawanan dari
penundaan multi alur dan sebuah hubungan. Sebagian
pergeseran Doppler dalam alur besar kompleksitas terjadi dalam
dan kenyataan bahwa osilator Rx format komunikasi digital
dan Tx tidak selalu disinkronkan. diperlukan untuk mengganti
Frekuensi, pasa dan clock kesalahan dan pelemahan yang
dibetulkan, sinyal didemodulasi masuk sistem sebagai sinyal yang
dan didekode kesalahan dikoreksi berjalan melalui udara.
dan bit dibetulkan.

I
Perbaikan
data, clock dan Com p
Konversi
IQ Q frekuensi

Osilator Mode
lokal
Filter Rx operasi
RSTA
Rekonstruksi
sinyal ideal
Analisis modulasi RSTA
I Q ideal
Q
Comparator
I
sebenarnya

Gambar 9-32: Blok diagram analisa modulasi RSA


Tahapan pemrosesan sinyal memadukan daya dalam spektrum
diperlukan untuk analisis modulasi sampai interval frekuensi tertentu.
digital diilustrasikan dalam gambar Penyaring kanal diperlukan untuk
9-32. Dasar pemrosesan sama banyak pengukuran yang standar,
seperti penerima kecuali bahwa kemungkinan diaplikasikan pada
pembetulan symbol digunakan kanal daya. Parameter kalibrasi
untuk mengkonstruksi secara dan normalisasi juga diaplikasikan
matematis sinyal I dan Q ideal. untuk mempertahankan katelitian
Sinyal ideal ini dibandingkan pada semua kondisi yang
dengan yang sebenarnya atau dispesifikasikan.
diturunkan sinyal I dan Q untuk
menghasilkan analisis pengukuran Komunikasi standar seringkali
modulasi yang diperlukan. menspesifikasi pengukuran
statistik untuk komponen dan
9.3.6.10.1. Pengukuran Daya dan piranti akhir pemakai. RSA
Statistik memiliki pengukuran rutin
RSA dapat melaksanakan menghitung statistik yang
pengukuran daya pada kdua demikian seperti Complementary
ranah frekuensi dan ranah waktu. Cumulative Distribution Function
Pengukuran ranah waktu dibuat (CCDF) dari sinyal yang seringkali
dengan memadukan daya dalam digunakan untuk
baseband I dan Q, sinyal disimpan mengkarakterisasi perilaku daya
dalam memori sampai interval puncak ke rerata dari sinyal yang
waktu tertentu. Pengukuran ranah dimodulasi kompleks.
frekuensi dibuat dengan

9.3.6.10.2. Pengukuran Dengan Real-Time Spektrum


Beberapa hal detail yang yang lain dalam pembahasan ini
bersangkutan kecepatan berisi informasi aplikasi khusus
pengambialn sampel dan jumlah RSA dan WCA seri penganalisa
titik FFT merupakan produk spektrum waktu riil.
mandiri. Sebagaimana pengukuan

9.3.6.11. Pengukuran Ranah Frekuensi


9.3.6.11.1. SA waktu Riil
Mode ini memberikan terhadap frekeunsi dan
pengambilan tak terikat dalam spektogram. Mode ini juga
waktu riil, pemicuan waktu riil dan memberikan beberapa
kemampuan menganalisa pengukuran otomatis seperti
pengambilan data ranah waktu pengukuran frekuensi pembawa
diperagakan menggunakan daya ditunjukkan pada gambar 9-33.
Gambar 9-33:Spektogram frekuensi sinyal hopping mode SA waktu riil

Gambar 9-34: Beberapa blok yang diperoleh


dengan menggunakan picu topeng frekuensi
untuk mengukur pengulangan frekuensi
transien pensaklaran

Spektogram mempunyai tiga sumbu :

1. Sumbu horizontal menampilkan


frekuensi
2. Sumbu vertikal menampilkan waktu
3. Warna menunjukkan besarnya
amplitudo

Bila dikombinasikan dengan x Bingkai terlama berada pada


kemampuan pemicuan waktu riil, puncak layar, bingkai terbaru
ditunjukkan dalam gambar 9-34. ada pada dasar layar
spektogram menjadi alat x Data dalam blok secara tak
pengukuran yang lebih bergana terikat diambil dan dalam
guna untuk sinyal RF dinamis. Ada waktu yangbersangkutan
beberapa hal yang harus diingat x Garis hitam horizontal pada
pada saat menggunakan peraga penampilan spektogram
spektogram : menunjukkan batas antar blok.
x Bingkai waktu span-mandiri Terdapat tiga celah dalam
(span lebar = waktu singkat) waktu yang terjadi antar
x Satu langkah vertikal melalui akuisisi.
spektogram sama dengan satu x Garis putih pada sisi kiri dari
frame waktu riil peraga spektogram
x Satu bingkai waktu riil sama menandakan data setelah
dengan 1024 sampel ranah dipicu
waktu
9.3.11.2. Standar SA
Mode standar SA ditunjukkan kebanyakan. Mode ini juga
dalam gambar 9-35, memberikan memberikan RBW yang dapat
pengukuran ranah frekuensi yang diatur, fungsi rerata dan
menandingi SA sapuan kemampuan mengatur FFT dan
tradisional. Span frekuensi yang pengaturan jendela. Picu waktu riil
melebihi lebar band waktu riil dari dan pengambilan tak terikat waktu
instrumen, ini dicapai dengan riil tidak dapat disediakan dalam
mengatur span RSA seperti pada mode SA standar.
penganalisa spektrum tradisional

Gambar 9-35: Mode SA standar menunjukkan pengukuran frekuensi diatas


1GHZ menggunakan span maxhold
Gambar 9-36 Perbandingan spektogram
frekuensi terhadap waktu

9.3.6.11.3. SA Dengan Spektrogram


Mode SA dengan spektogram waktu riil, meskipun SA dengan
memberikan fungsi sama seperti mode spektogram tidak memiliki
mode SA standar dengan picu waktu riil, tidak ada
tambahan peraga spektogram. pengembailan tanpa ikatan data
Mode ini memungkinkan pemakai tidak disimpan dalam memori
memilih span yang lebih besar dari instrumen. Ini membuatnya tidak
pada lebar band maksimum mungkin untuk memutar balik
akuisisi waktu riil dari RSA. Tidak membaca waktu melalui data yang
sebagaimana dalam mode SA diperagakan pada spektogram.

9.3.6.11.4. Pengukuran Ranah Waktu


Pengukuran frekuensi terhadap penting yangberbeda. Pertama
waktu memperagakan pandangan frekeunsi terhadap
frekuensipada sumbu vertikal dan waktu mempunyai resolusi ranah
waktu pada sumbuhorisontal. Ini waktu yang lebih baik dari pada
memberikan hasil serupa dengan spektogram. Kedua pengukuran
apa yang ditunjukan pada peraga ini menghitung nilai rerata
spektogram, dengan dua hal frekuensi tunggal untuk setiap titik
waktu, alat ini tidak dapat diperagakan dengan spektogram.
memperagakan berbagai sinyal Peraga frekuensi terhadap waktu
RF seperti yang dapat dilakukan merupakan suatu cara melihat
spektogram. yang diperbesar memperbesar
sebagian dari spektrogram. Ini
Spektogram merupakan kom[ilasi sangat bermanfaat untuk menguji
dari bingkai dan memiliki garis kejadian transien seperti frekuensi
demi garis resolusi waktu yang overshoot dan ringing. Bila
sama dengan panjang satu terdapat berbagai sinyal dalam
bingkai dan pandangan frekuensi lingkungan yang diukur, atau
terhadap waktu memiliki resolusi sinyal dengan tingkat noise atau
waktu satu interval sampel. ada sebentar, spektogram tetap
Dengan asumsi 1024 sampel menunjukkan yang dikehendaki.
dalam satu bingkai, resolusi dalam Ini memberikan visualisasi dari
mode ini adalah 1024 kali lebih semua frekuensi dan aktivitas
halus dari pada spektogram. Ini amplitudo pada span yang telah
membuat mudah untuk melihat dipilih. Gambar 9-37, 9-38, and 9-
pergeseran frekuensi yang kecil 39 menunjukkan tiga pandangan
dalam detil besar. Fungsi hampir analisa yang berbeda dari akuisisi
menyerupai counter yang sangat yang sama. Sebagaimana
cepat. Setiap 1024 titik sampel ditunjukkan dalam gambar 9-37.
menunjukkan harga frekuensi, picu topeng frekuensi digunakan
apakah span beberapa ratus hertz untuk mengambil sinyal transien
atau megahertz. Frekuensi sinyal yang berasal dari pemancar
konstan sebagaimana CW dan mempunyai permasalahan dengan
AM menghasilkan suatu tingkat stabilitas frekwensi selama
peraga datar. bekerja. Karena osilator tidak
diatur pada frekeunsi senter layar,
Pandangan frekuensi terhadap sinyal RF pecahkan topeng
waktu memberikan hasil terbaik frekuensi ditunjukkan pada sisi kiri
bila terdapat sinyal yang relatip karena picu. Gambar spektogram
kuat pada frekuensi yang unik. pada sisi kanan menunjukkan
Gambar 3-4 merupakan ilustrasi perilaku frekuensi dari alat yang
perbandingan yang sederhana diamati.
frekuensi terhadap waktu
Gambar 9-37: Spektogram pengesetan frekuensi
di atas 5 MHz of dan waktu 35 ms
Gambar 9-38: Frekuensi terhadap waktu
pengesetan di atas 5 MHz dan waktu 25
ms

Gambar 9-39: Pengesetan


frekuensi diatas 50Hz dari
frekuensi dan waktu 1ms
yang diperbesar

Pada dua gambar peraga kemampuan untuk memperbesar


beikutnya menunjukkan frekuensi suatu analisa panjang 1ms,
terhadap waktu dari sinyal yang menunjukkan perubahan frekuensi
sama, gambar 9-38. menunjukkan dari waktu ke waktu dengan
perilaku frekuensi yang sama resolusi ranah waktu yang lebih
seperti spektogram yang halus. Ini mengungkapkan sisa
menggunakan panjang analisa 25 osilasi pada sinyal yang terjadi
ms. Gambar 9-39 menunjukkan setelah frekuensi mantap benar.

9.3.6.11.5. Daya Terhadap Waktu


Peraga daya terhadap waktu logaritmis dBm. Peraga ini serupa
(gambar 9-40.) menunjukkan dengan osiloskop pandangan
bagaimana daya dari perubahan ranah waktu sumbu horizontal
sinyal pada sampel dengan basis memperlihatkan waktu. Sumbu
sampel. Amplitudo sinyal vertikal menunjukan daya pada
digambarkan dalam skala skala log, skala linier tegangan
diganti dan diperlihatkan daya total tidak ada perubahan rerata daya
yang dideteksi dalam span yang per siklus. Setiap titik sampel
dipilih. Daya sinyal konstan akan waktu, daya dihitung sebagai
diperagakan jejak rata karena berikut :

Gambar 9-40. Peraga daya terhadap waktu


Gambar 9-41. Pengukuran CCDF

Peraga daya terhadap waktu dapat disediakan dalam jendela overview untuk
semua pengukuran waktu riil. Ini dapat juga ditunjukkan jendela analisa
menggunakan mode daya terhadap waktu.

9.3.6.11.6. Komulatif Komplementer


9.3.6.11.6.1. Fungsi Distribusi
Pandangan peraga perbandingan puncak tegangan
Complementary Cumulative sinyal dibagi dengan rerata
Distribution Function (CCDF) tegangan, hasil diekspresikan
kemungkinan daya puncak diatas dalam dB.
rerata melampaui sinyal yang
diukur, amplitudo diperagakan
pada sumbu horizontal.
Kemungkinan diperagakan
sebagai persen dalam skala
vertikal. Sumbu vertikal logaritmis. Faktor crest sinyal menentukan
Analisa DDF mengukur factor seberapa linier suatu pemancar
crest variasi waktu, yang mana ini atau penerima harus pada
penting untuk sinyal tingkatan berapa sehingga mampu
digitalkebanyakan, khususnya mencegah distorsi sinyal pada
yang menggunakan CDMA atau tingkat yang tidak dapat diterima.
OFDM. Faktor crest merupakan
Kurva CCDF ditunjukkan dalam Pengukuran ini ditunjukkan sinal
gambar 9-41. sinyal diukur dalam keluaran I dan Q yang berasal dari
warna kuning dan jejak acuan pengubah digital menurun .
Gaussian biru. CCDF dan factor Sebagai hasilnya, peraga ini tidak
crest menarik khususnya para disinkronkan dengan modulasi
perancang yang harus yang mungkin ada pada sinyal
menyeimbangkan konsumsi daya yang sedang dianalisa, tidak
dan performansi distorsi dari suatu sebagaimana pada mode
piranti seperti penguat. pengukuran I/Q terhadap waktu
dalam demodulasi digital.
9.3.6.11.6.2. I/Q Terhadap Pengukuran ini dapat
Waktu dimanfaatkan sebagai alat pencari
Transien I/Q terhadap waktu gangguan untuk pemakai ahli,
ditunjukkan pada gambar 9-42. khususnya berkaitan dengan
merupakan pandangan lain ranah kesalahan ketidakstabilan
waktu yang diperagakan amplitudo frekuensi dan pasa.
I dan Q sebagai fungsi waktu.

Gambar 9-42. Gambar 9-43.: Analisa demodulasi


Pengukuranpengaturan transien AM sinyal pulsa
I/Q terhadap waktu untuk data dengan menggunakan pengunci
pergeseran amplitudo

Gambar 9-44.: Analisa demodulasi Gambar 9-45: Analisa


FM sinyal yang dimodulasi demodulasi PM pasa tak stabil
dengan sinus melebihi panjang burst.
9.3.11.6.3 . Pengukuran Ranah Modulasi
Analisis Modulasi Analog
Pengukuran mode analog RSA memebrikan cakupan lebar
demodulasi untuk mendemodulasi dari pengukuran meliputi
dan menganalisa emplitudo konstelasi, besar kesalahan vector
modulasi (gambar 9-43), frekuensi (EVM), besar kesalahan,
modulasi (Gambar 9-44.) dan kesalahan pasa, demodulasi I/O
modulasi pasa (gambar 9-45.). terhadap waktu, table symbol dan
Seperti pada pengukuran ranah diagram mata. Untuk membuat
waktu , alat ini didasarkan pada pengukuran ini, diperlukan
konsep analisis berbagai ranah, pengaturan variable yang tepat
spektrum dan analisis jendela seperti jenis modulasi, kecepatan
dapat diposisikan dimana saja symbol, pengukuran jennies
dalam blok yang ditunjukkan penyaring, dan acuan jenis
dalam jendela overview. penyaring. RSA memberikan
solusi yang kuat untuk
9.3.6.11.7. Analisis Modulasi karakterisasi dinamika sinyal
Digital dimodulasi dengan
Mode demodulasi digital dapat mengkombinasikan pengukuran
mendemodulasikan dan demodulasi digital dari VSA
menganalisa sinyal digital dengan pemicuan waktu riil dan
kebanyakan didasarkan pada analisa multi ranah yang
penguncian pergeseran pasa dikorelasikan dengan waktu,
(PSK), penguncian pergeseran seperti diilustrasikan pada gambar
frekuensi (FSK) dan modulasi 9-46, 9-47 dan 9-48.
amplitudo Quadrature (QAM).

Gambar 9-46: Analisa EVM dari waktu Gambar 9-47 Peraga konstelasi
ke waktu sinyal 16 QAM menunjukkan pasa
mengungkapkan distorsi amplitudo
Gambar 9-48: Peraga diagram mata menunjukkan
kesalahan besaran rendah dalam sinyal PDC

9.3.6.11.8. Analisis Modulasi Standar


RSA juga memberikan solusi untuk analisis modulasi dari beberapa
komunikasi standar seperti W-CDMA, HSDPA, GSM/EDGE, CDMA
2000, 1 X EV-DO. Gambar 3-49 dan 3-50 menunjukkan contoh analisis
modulasi standar.

Gambar 9-49: Analisa modulasi W-CDMA Gambar 9-50: Spektogram, konstelasi,


handset dibuka loop penendali daya. EVM dan kesalahan pasa terhadap
Peragaan konstelasi (rendah kanan) waktu dari frekuensi hopping sinyal
menunjukkan kesalahan berkaitan dengan
glitch besaryang terjad selama level
transisi yang dapat dilihat dalam hubungan
daya terhadap waktu (atas kiri)
. Gambar 9-51: Ilustrasi peraga Gambar 9-52: Pengukuran kodogram
codogram dari mode W-CDMA diringkas
kesalahan pasa terhadap
waktu dari frekuensi hopping sinyal

9.3.6.11.9. Peraga Kodogram


Peraga codogram gambar 9-51 dimampatkan mode hand-off
dari penganalisa spektrum waktu kecepatan data sementara
riil ditambah sumbu waktu untuk ditambah untuk membuat ruang
pengukuran daya ranah kode ringkas. Terdapat celah
untuk komunikasi standar sementara dalam transmisi, celah
didasarkan CDMA. Seperti ini mengijinkan penggunana
spektogram, kodogram secara peralatan dual-mode W-
intuitif menunjukkan perubahan CDMA/GSM untuk mengamati
dari waktu ke waktu. Gambar 9- ketersediaan GSM di stasiun
52. merupakan peraga kodogram basis, sementara tetap
dari RSA. Kodogram ini khusus dihubungkan ke W-CDMA node B.
mensimulasi W-CDMA

Macam-macam model Penganalisa Spektrum di Pasaran


Penganalisa spektrum gelombang mikro yang telah
ditingkatkan dengan cakupan frekuensi 9 kHz sampai 22
GHz.

Penganalisa spektrum dengan cakupan 9 kHz sampai 30


GHz . Mempunyai keunggulan performansi distorsi
rendah dan tingkat ketelitian frekuensi tinggi dan mudah
digunakan.

Keunggulan lebar band dari 2 kHz sampai 40 GHz.


Penganalisa spektrum protabel dengan leba band 9 kHz
sampai 26,5 GHz. Penganalisa spektrum
mengkombinasi pasa noise, sensitivitas, lebar band
resolusi 1 Hz, cakupan penalaan sintesa dan dinamika
lebar.
Penganalisa spektrum dengan cakupan frek uensi dari
100 Hz sampai GHz. Penganalisa spektrum sapuan
tertala dengan analog ke digital untuk peragaan dan
analisa data.

Penganalisa spektrum dengan lebar band 3 GHz. secara


normal digunakan dengan pembangkit sinyal noise
rendah untuk memperbaiki sistem.

Penganalisa spektrum dengan keunggulan performansi


dan kemampuan menekan harga, Perancangan ahli dan
teknisi membutuhkan peningkatn sebelumnya berupa
peralatan penganalisa spektrum yang ekonomis.

Penganalisa spektrum dirancang untuk mengantarkan


ketelitian analisis gelombang nirkable LAN dan sinyal
seluler tinggi, meliputi sistem medis monitoring pasien
nirkabel.
Penganalisa spektrum dirancang untuk mengantarkan
ketelitian analisis gelombang nirkable LAN dan sinyal
seluler tinggi, meliputi sistem medis monitoring pasien
nirkabel, cakupan dinamis dari 101 dB merupakan yang
terbaik dalam tingkatan ini.
Gambar 9-53. Macam-macam model penganalisa spektrum di pasaran

9.3.6.11.10. Data dan Spesifikasi


Beberapa model penganalisa spektrum waktu riil disediakan dengan
spesisikasi di bawah ini.

Tabel 9- 3 Spesifikasi
Data Spesikasi
Tabel 9- 4 Data spesifikasi

9.4. Aplikasi Dalam Penggunaan


9.4.1. Informasi Keselamatan
Berikut ini simbol-simbol dengan symbol-simbol beserta
keamanan yang digunakan pada maknanya sebelum
manual ini. Familiarkan diri anda mengoperasikan peralatan ini.

Tabel 9-5. Simbol-simbol keamanan

Peringatan Mengingatkan adanya resiko.


Perhatikan prosedur yang jika dilakukan secara tidak benar atau
diabaikan dapat mengakibatkan luka atau menewaskan. Jangan
berproses di luar peringatan sampai kondisi-kondisi yang
ditandai secara aman didapatkan dan dipahami.
Perhatian Perhatikan tanda resiko. Ini merupakan perhatian terhadap
prosdur jika tidak dilakukan dengan benar atau diabaikan dapat
mengakibatkan kerusakan atau merusakan instrument. Jangan
berproses di luar tanda perhatian
sampai kondisi yang ditandai secara aman ditemui dan
dipahami.
Catatan Catatan perlu informasi khusus untuk diperhatikan pemakai.
Menyediakan informasi operasional atau instruksi tambahan di
mana pemakai harus sadar.
Dokumentasi lambang instruksi. Produk ditandai dengan
lambang ini bila diperlukan pemakai untuk mengacu pada
instruksi dokumentasi.
Lambang ini digunakan untuk menandai posisi saklar saluran
daya.

Simbol ini digunakan untuk menandai posisi stanbby (siap pakai)


dari saklar daya.
Simbol menunjukan bahwa daya masukan yang diperlukan
adalah AC.

Kebutuhan alat meliputi :

Tabel 9-6. Kebutuhan alat pelengkap

Test Equipment Spesifikasi Jumlah


Sumber sinyal
Sinyal Generator 0,25 MHz sampai 4 Mhz 2
Ext RF input
Adapter 3
Type-N(m) ke BNC (f)
Terminasi 50 ? Type N(m)
Kabel
BNC 122 cm 3
Jembatan penyearah 1
Filter Bandpass Cut off 200 Mhz bandwidth 10 Mhz 2
Low pass filter Frekuensi cut off 300 MHz 2
Antena RF

9.4.2. Mengukur perbedaan antara dua sinyal pada layar


Dengan menggunakan x Menghubungkan RF output 10
penganalisa, mudah untuk MHz dari panel belakang ke
membandingkan perbedaan INPUT pada panel depan.
frekuensi dan amplitudo sinyal, x Mengaur frekuensi pada 30
yang demikian ini seperti spektrum MHz dengan menekan
sinyal radio atau televise. Frequency, pada frekuensi
Penganalisa fungsi dapat senter 30 MHz.
membandingkan dua sinyal pada x Mengatur span pada 50 MHz
saat keduanya pada saat yang dengan menekan SPAN, span
sama muncul pada layar atau 50 MHz.
pada saat hanya satu muncul pada x Mengatur resolusi lebar band
layar. ke penghubung penganalisa
x Melakukan preset dengan spektrum dengan menekan
menekan tombol preset bila BW/Avg, Res BW (SA).
ada. x Mengatur sumbu X pada dBm
dengan menekan AMPLITUDO,
juga pada sumbu Y dalam x Tekan Peak Search untuk
satuan dBm. menempatkan marker pada
x Mengatur tingkat acuan pada puncak tertinggi . ( Next PK
10dBm dengan menekan Right dan Next PK left
AMPLITUDO, Ref Level 10 disediakan untuk memindahkan
dBm. Sinyal acuan 10 MHz marker dari puncak ke puncak).
muncul pada peraga. Marker akan berada pada
sinyal acuan 10 MHz
ditunjukkan gambar 9-54.
x

Gambar 9-54. Penempatan marker pada sinyal 10 MHz


* Menekan Marker, Delta untuk gambar 9-55. Perbedaan
mengaktifkan marker kedua amplitudo dan frekuensi
pada posisi marker pertama diperagakan oleh marker
* Pindahkan marker kedua ke dalam blok fungsi aktif dalam
puncak sinyal yang lain sudut kanan atas layar.
dengan menggunakan tombol * Pembacaan resolusi marker
panel depan atau dengan dapat ditambah dengan
menekan Peak Search dan mengatur menghitung fungsi
kemudian salah satu Next Pk frekuensi.
Right atau Next Pk left. Next * Tekan marker, off untuk
peak right ditunjukkan dalam mengembalikan marker off.
Gambar 9-55. Penggunaan marker fungsi delta

9.4.3. Resolving Signals of Equal Amplitudo


Dua sinyal masukan amplitudo Pada umumnya, resolusi lebar
sama yang frekuensi hampir sama band didefinisikan sebagai
dapat muncul sebagai penjejakan penyaring lebar band 3 dB.
tunggal pada peraga penganalisa. Bagaimanapun, resolusi lebar
Penjejakan sinyal frekuensi band mungkin juga didefinisikan
tunggal, sapuan penjejakan sebagai 6 dB.
penganalisa diatur keluar dari
bentuk penyaring internal IF Pada umumnya, untuk
(Intermidiate frequency) yang memecahkan dua sinyal amplitudo
dipilih. Penyaring lebar band sama, resolusinya lebar band
diubah, lebar respon yang harus kurang atau sama dengan
diperagakan berubah. Jika lebar frekuensi pemisah dari dua sinyal.
penyaring yang digunakan dan Jika lebar band adalah sama
amplitudo dua sinyal masukan untuk memisahkan dan lebar band
frekuensinya sangat dekat, video kurang dari resolusi lebar
kemudian dua sinyal ini akan band, sebuah dip mendekati 3 dB
muncul sebagai satu sinyal Jika tampak diantara puncak dua sinyal
penyaring yang digunakan cukup yang sama dan ini jelas bahwa
sempit, dua sinyal masukan dapat lebih dari satu sinyal yang ada
dibeda-bedakan dan akan muncul gambar 9-58.
sebagai puncak yang terpisah.
Jadi resolusi sinyal ditentukan oleh Dalam mempertahankan
penyaring IF di dalam pengukuran penganalisa
penganalisa. Lebar band dari terkalibrasi, waktu sapuan secara
penguat IF menunjukkan seberapa otomatis diatur pada harga yang
dekat kesamaan sinyal amplitudo berbanding terbalik kuadrat
yang masih bisa dibedakan satu terhadap resolusi lebar band
sama lain. Resolusi fungsi lebar (1/BW 2 untuk resolusi lebar band
band dipilih dengan pengaturan 1KHz). Sehingga jika resolusi
penyaring IF untuk pengukuran. lebar band dikurangi dengan factor
10, waktu sapuan ditingkatkan lebih pendek fungsi detector
dengan factor 100 pada saat digunakan, sapuan detector
pengaturan waktu sapuan puncak lebih cepat dari pada
dihubungkan sapuan dengan lebar sapuan sampel dan detector
band. Waktu sapuan juga berupa rerata. Penganalisa
fungsi dari jenis deteksi yang memungkinkan untuk memilih dari
dipilih (deteksi puncak lebih cepat 10 Hz sampai resolusi lebar band
dari pada sampel atau deteksi 3 Mhz.
rerata) . Untuk waktu pengukuran

9.4.4. Pemecahan Sinyal


Memecahkan dua sinyal sama amplitudo dengan frekuensi pemisah
100 kHz.
1. Menghubungkan sumber dan 3. Mengatur penganalisa
masukan penganalisa seperti spektrum sebagai berikut :
gambar 9-56. * Menekan preset, preset
2. Mengatur sumber pada pabrikan jika ada
frekuensi 300 MHz. Mengatur * Mengatur sumbu Y dalam
frekuensi dari sumber lain satuan dBm dengan
300,1 MHz . Amplitudo kedua menekan AMPLITUDO,
sinyal pada keluaran jembaran lagi, Y-Axis Units, dBm.
diatur mendekati 20 dBm.

Gambar 9-56 Pengaturan pencapaian dua sinyal

4. Mengatur frekuensi senter 6. Mengatur resolusi ebar band


pada 300 Mhz dengan sampai 300 kHz dengan
menekan FRQUENCY, menekan BW/Avg, Res BW,
Center Freq, 300, Mhz. 300,kHz.
5. Mengatur span sampai 2 7. Puncak sinyal tunggal
MHz dengan menekan kelihatan seperti gambar 9-
SPAN, Span, 2, Mhz. 44.
Catatan :
Jika puncak sinyal tidak ada pada peraga, kerjakan sebagai berikut :
x Tambahkan span sampai 20 Mhz dengan menekan SPAN, Span,
20, Mhz.
x Tekan Peka Search, FRRQUENCY, Signal Track (On).
x Tekan SPAN, 2 MHz untuk membawa sinyal ketengah layar.
x Tekan FREQUENCY, Sinyal Track (Off).

Gambar 9-57. Sinyal amplitudo sama belum terpecahkan

8. Karena resolusi lebar band menunjukkan bahwa dua sinyal


harus kurang dari atau sama ada sebagaimana digambarkan
dengan frekuensi pemisah dari dalam gambar 9-57.
dua sinyal, resolusi lebar band Menggunakan tombol atau kunci
harus digunakan 100 Khz. untuk pengurangan lebih jauh
Perubahan resolusi lebar band resolusi lebar band dan
pada100 Khz dengan menekan pemisahan sinyal yang lebih
BW/Avg, Res BW, 100, Khz. baik.
Puncak dari sinyal menjadi rata

Gambar 9-58. Resolusi


sinyal amplitudo sama
sebelum lebar band video
dikurangi
9.Mengurangi lebar band video tombol panel depan atau kunci
sampai 10 kHz, dengan menekan tahapan untuk pengurangan lebar
Video, BW,10,kHz. Dua sinyal band lebih jauh dan pemisahan
sekarang dapat dilihat seperti sinyal leih baik.
gambar 9-58. Menggunakan

9.4.5. Pengukuran Frekuensi


Membuat pencacah freuensi marker dan word marker akan
menambah resolusi dan ketelitian muncul dalam fungsi area aktif.
pembeacaan frekuensi. Pada saat Hasil akan muncul dalam sudut
menggunakan fungsi ini, jika kanan atas dari peraga.
perbandingan resolusi lebar band 8. Pindahkan marker dengan
terhadap span terlalu kecil (kurang tombol panel depan, diturunkan
dari 0,002), akan muncul pean setengah dari respon sinyal.
Wiswn Res BW pada peraga. Untuk mendapatkan
1. Mengatur sesuai ketetapan perhitungan yang teliti, tidak
pabrik dengan menekan preset diperlukan untuk menempatkan
atau, factory preset jika ada. marker tepat dipuncak sinyal
2. Mengatur amplitudo sinyal respon. Hasil pengukuran
acuan 50 MHz dari panel diperagakan seperti pada
depan AMPTD REF OUT pada gambar 9-58.
penganalisa INPUT, kemudian 9. Menambah resolusi pencacah
tekan Input / output, Amptd Ref dengan menekan Resolution
Out (on). dan kemudian memasukan
3. Mengatur frekuensi senter resolusi yang diinginkan
pada 50 Mhz dengan menekan dengan menggunakan kunci
FREQUENCY, Center, Freq, atau angka keypad. Misal
50, MHz. tekan 10, Hz. Marker pencacah
4. Mengatur span pada 80 MHz akan tebaca disudut kanan
dengan menakan SPAN, atas layar. Resolusi dapat
Span, 80, MHz. diatur dari 1Hz sampai 100
5. Mengatur satuan sumbu Y kHz.
pada dBm dengan menekan 10. Marker pencacah tetap sampai
AMPLIUDE, More, Y-Axis dioffkan. Pada saat meng-
Units, dBm. offkan marker pencacah
6. Mengatur resolusi lebar band dengan menekan Freq Count,
pada penghubung penganalisa kemudian Marker Count (Off).
spektrum dengan menekan Marker, Off juga
BW/Avg, Resolution BW (SA). mengembalikan marker
7. Menekan Freq Count. pencacah off.
Frekuensi dan amplitudo
Gambar 9-59 Pencacah
menggunakan penanda

9.4.6. Pengukuran Sinyal Terhadap Noise


Prosedur pengukuran sinyal menghubungkan kabel anatar
terhadap noise dibawah ini dapat panel depan AMPTD REF
diadaptasikan pada pengukuran OUT ke INPUT penganalisa,
sistem sinyal kebanyakan jika kemudian tekan Input / output,
sinyal (pembawa) merupakan Amptd ref Out (On).
nada diskrit. Jika sinyal dalam 3. Mengatur frekuensi senter
sistem dimodulasi, ini memerlukan pada 50 Mhz dengan menekan
modifikasi prosedur untuk FREQUENCY, Center Freq,
membetulkan pengukuran level 50, MHz.
sinyal yang dimodulasi. Misalnya 4. Mengatur span pada 1 MHz
sinyal 50 Mhz dengan amplitudo dengan menekan SPAN ,
sinyal acuan digunakan sebagai Span, 1, MHz.
sumber dasar. Amplitudo dinyal 5. Mengatur satuan sumbu Y
acuan diasumsikan menjadi sinyal pada dBm dengan menekan
menarik dan noise internal dari AMPLITUDO, More, Y-Axis
penganalisa diukur sebagai sistem Units, dBm.
noise. Untuk melakukan ini atur 6. Mengatur resolusi lebar band
attenuator masukan sehingga pada penganalisa spektrum
kedua sinyal dan noise dalam dengan menekan BW/Avg,
kalibrasi yang baik pada daerah Res BW (SA).
peraga. 7. Mengatur tingkat acuan pada
Prosedur Pengukuran sinyal 10 dBm dengan menekan
terhadap Noise : AMPLITUDO, Ref Level, -
1. Melakukan pengaturan sesuai 10dBm.
pengaturan pabrik dengan 8. Mengatur atenuasi pada 40
menakan preset, factory preset dB dengan menekan
(jika ada). AMPLITUDO, Attenuation, 40,
2. Mengatur ampitudoacuan dB.
sinyal internal 50 MHz dari
penanalisa dengan
9. Menekan Peak Search untuk offset tertentu, dalam kasus ini
menempatkan marker pada 200 kHz.
puncak sinyal. 11. Menekan More, Function,
10. Menekan Marker, Delta, 200, Marker Noise untuk melihat
kHz untuk mengambil delta hasil sinyal terhadap noise
marker dalam noise pada gambar 9-60.

Figure 9-60.
Pengukuran
sinyal terhadap
noise

Membaca sinyal terhadap noise band berbeda, pengurangan


dalam dB/Hertz dengan nilai noise sebanding. Misal jika pembacaan
ditentukan untuk lebar band noise penganalisa ? 70 dB/Hz namun
1 Hz. JIka harga noise untuk lebar lebar band yang dimiliki 30 kHz.

S/N=– 70 dB/Hz + 10 ?
log?
30 kHz?
=–25.23 dB /?
30 kHz?

Jika marker delta setengah divisi berpotensi untuk kesalahan dalam


dari repon sinyal diskrit, amplitudo pengukuran noise.
sinyal acuan dalam kasus ini

9.4.7. Demodulasi Sinyal AM (Menggunakan Penganalisa


sebagaiPenerima )
9.4.7.1. Stelan Tetap
Mode span nol dapat digunakan frekuensi span nol. Sumbu
untuk pemulihan amplitudo horizontal pada layar dikalibrasi
modulasi pada sinyal pembawa. dalam waktu, lebih baik dari pada
Penganalisa bekerja sebagai kedua frekuensi dan waktu.
penerima stelan tetap dalam span Marker memperagakan nilai
nol untuk memberikan pengukuran amplitudo dan waktu. Fungsi
ranah waktu. Frekuensi senter penetapan peraga bentuk
mode sapuan diatur menjadi gelombang sebagai berikut :
x Picu menstabilkan penjejakan penganalisa spektrum. Sinyal
bentuk gelombang pada Generator yang digunakan
peraga dengan pemicuan dengan pengaturan berikut :
pada amplop modulasi. Jika * Frekuensi RF 300 MHz
modulasi sinyal stabil, Picu * Daya keluaran RF -10dBm
menstabilkan sinyal video * AM on
mensinkronkan dengan * Kecepatan AM 1 kHz
sapuan bentuk gelombang * Kedalaman AM 80%
yang dimodulasi 2. Melakukan pengaturan
x Mode linier digunakan dalam penganalisa spektrum berikut :
amplitudo modulasi (AM) * Tekan preset, factory preset
pengukuran untuk mencegah (jika ada)
distorsi yang disebabkan oleh * Atur frekuensi senter pada
penguat logaritmik pada saat 300 MHz dengan menekan
pemodulasi sinyal. FREQUENCY, Center Freq,
x Waktu sapuan diatur pada 300, MHz
waktu sapuan penuh dari 5ms * Mengatur span pada 500
sampai 2000s (20 —s sampai kHz dengan menekan
2000 s jika diinstal pilih AYX). SPAN, Span, 500, kHz
Waktu sapuan terbaca * Mengatur resolusi lebar
menunjuk sampai 10 divisi band pada 30 kHz dengan
gratikul penuh. Waktu sapuan menekan BW/Avg,
perdivisi ditentukan dengan Resolution BW, 30, kHz
pembacaan dibagi 10. * Mengatur satuan sumbu Y
x Lebar band resolusi dan video pada dBm dengan menekan
tetap pada harga sekarang bila AMPLITUDO, More, Y-Axis
span nol diaktifkan. Unit, dBm
Melihat Bentuk Gelombang * Mengubah sapuan
Modulasi dari Sinyal AM dalam penganalisa pada 20 msec
Ranah Waktu dengan menekan Sweep,
1. Menghubungkan sumber Sweep Time, 20, ms
sinyal RF ke masukan perhatikan gambar 9-48.
Gambar 9-61 Sinyal AM

3. Mengatur satuan sumbu Y pada 5. Mengubah jenis skala


V dengan menekan amplitudo ke linier dengan
AMPLITUDO, More, Y-Axis Unit, menekan AMPLITUDO, Scale
V. Type (Lin).
4. Posisi puncak sinyal mendekati 6. Memilih span nol denga
tingkat acuan dengan menekan menekan salah satu SPAN, 0 ,
AMPLITUDO dan memutar Hz atau menekan SPAN, Zero
tombol panel depan. Span ditunjukkan gambar 9-62.

Gambar 9-62.
Pengukuran modulasi
dalam span nol

7. Menguah waktu sapuan pada seperti ini kebanyakan dengan


5ms dengan menakan Sweep, menekan Trig, Video, dan
Sweep Time (Man), 5, ms. mengatur level picu dengan
8. Karena modulasi merupakan tombol panel depan sampai
sinyal mantap, maka dapt sinyal stabil ditunjukkan gambar
digunakan picu video untuk 9-63. Jika tingkat picu terlalu
memicu sapuan penganalisa tinggi atau rendah bila mode
pada bentuk gelombang dan picu ini diaktifkan, sapuan akan
kestabilan penjejakan, osiloskop berhenti. Sehingga akan
diperlukan pengaturan tingkat tombol panel depan sampai
picu naik atau diturunkan melalui sapuan dimulai kembali.

Gambar 9-63. Pengukuran


modulasi dalam span nol

9. Menggunakan marker dan delta x Tekan Marker, Delta dan


marker untuk mengukur tengahkan marker pada
parameter waktu dari bentuk puncak berikutnya dengan
gelombang menggunakan tombol panel
x Tekan Marker dan tengahkan depan atau menggunakan
marker pada puncak Peak Search dan Next Right
gelombang dengan (atau Next Pk Left) gambar 9-
menggunakan Peak Search 64.
atau tombol panel depan.

Gambar 9-65.
Gambar 9-64. Pengukuran
Pengukuran parameter
modulasi dalam span nol waktu

10. Penganalisa dapat * Mengatur picu free run


menunjukkan % AM dengan dengan menakan Trig, Free
cara sebagai berikut Run
* Mengatur waktu sapuan 5s menggunakan tombol
dengan menekan Sweep, panel depan.
Sweep Time, 5, s. * Melakukan reset penyaring
* Mengatur penyaring video video pada harga tinggi
pada 30 Hz dengan dengan menekan BW/Avg,
menekan BW/Avg, Video Video BW, 100, kHz.
BW, 30, Hz. * Mengatur waktu sapuan 5 ms
* Mengubah tingkat acuan dengan menekan Sweep,
pada posisi penjejakan Sweep, Time , 5, ms.
tengah layar dengan * Garis tengah horizontal dari
menekan AMPLITUDO, Ref gratikul sekarang berada 0%
Level dan mengatur tingkat AM, garis puncak dan dasar
acuan dengan 100% AM ditunjukkan gambar
9-66.

Gambar 9-66. Sinyal AM


demodulasi kontinyu

9.4.7.2. Demodulasi Sinyal FM


Sebagaimana dengan dengan amplitudo jika terjadi perubahan
modulasi amplitudo dapat frekuensi dari sinyal FM dibatasi
menggunakan span nol untuk pada bagian datar dari lebar band
demodulasi sinyal FM. resolusi.
Bagaimanapun tidak seperti kasus Pada sisi lain, jikadiinginkan
AM, tidak dapat pengaturan penganalisa dari
menyederhanakan frekuensi sinyal pembawa, dapat
pembawa dan melebarkanlebar disediakan slop pendeteksi sinyal
band resolusi . Alsannya adalah demodulasi dengan langkah-
detector amplop dalam respon langkah berikut ini :
penganalisa hanya variasi
amplitudo, tidak ada perubahan
1. Menentukan lebar band 2. Menentukan titik tengah
resolusi dengan benar perbandingan linier dari
penyaring (salah satu sisi).
3. Menempatkan frekuensi Sinyal demodulasi sekarang
penganalisa pada titik tengah diperagakan, perubahan
layar dari peraga. frekuensi telah diterjemahkan
4. Mengatur span nol. ke dalam perubahan amplitudo
(gambar 9-56).

Contoh Demodulasi Sinyal FM


Menentukan lebar band resolusi 6. Mengatur tingkat acuan pada -
dengan benar. Dengan deviasi 20 dBm dengan menekan
puncak 75 kHz, sinyal memiliki AMPLITUDO, Ref Level, -20
excursion puncak ke puncak 150 dBm.
kHz. Sehingga harus didapatkan 7. Mengatur lebar band resolusi
penyaring resolusi lebar band pada 100 kHZ dengan
beralasan linier melampaui menekan BW/Avg, Res BW,
cakupan frekuensi. 100 kHz. Linier dimulai pada
1. Melakukan preset pabrikan hampir 5 dB dibawah puncak.
dengan menekan preset, 8. Pilih marker dengan menekan
Factory preset (jika ada). Marker, kemudian
2. Mengatur on acuan sinyal memindahkan marker
internal 50 MHz dari mendekati ½ divisi di bawah
penganalisa dengan puncak kanan (frekuensi tinggi)
menghubungkan panel depan dengan menggunakan tombol
AMPTD REF OUT ke INPUT panel depan.
penganalisa, kemudian tekan 9. Menempatkan delta marker 150
Input / output Amptd Ref Out kHz dari marker pertama
(On). dengan menekan Delta, 150,
3. Mengatur frekuensi senter pada kHz. Antar marker akan terlihat
50 MHz dengan menekan linier.
FREQUENCY, Center Freq, 10. Menentukan offset dari titik
50, MHz. puncak sinyal yang diinginkan
4. Mengatur span 1 MHz dengan pada penyaring dengan
menekan SPAN, Span, 1, MHz. memindahkan delta marker ke
5. Mengatur satuan sumbu Y pada titik tengah. Tekan 75, kHz
dBm dengan menekan untuk memindahkan delta
AMPLITUDO, More, Y-Axis marker ke titik tengah. Gambar
Unit, dBm. 9-67.
Gambar 9-67
Menetapkan titik
offset

11. Tekan Delta untuk membuat puncak. Harga delta offset


marker aktif , marker acuan. yang diinginkan misal 151 kHz,
12. Tekan Peak Search untuk gambar 9-68.
memindahkan delta marker ke

Gambar 9-68.
Menentukan offset

9.4.7.3. Prosedur Demodulasi Sinyal FM


1. Menghubungkan antenna ke menekan FREQUENCY,
INPUT penganalisa Center Freq, 97.7 , MHz.
2. Membentuk preset pabrikan 4. Mengatur span pada 1 MHz
dengan menekan preset, dengan menekan SPAN,
factory preset (jika ada). Span, 1, MHz.
3. Mengatur penganalisa pada 5. Menekan AMPLITUDO, Ref
pada puncak, puncak salah Level dan menggunakan
satu sinyal pemancar FM local, tombol panel depan untuk
misal 97,7 MHz dengan membawa sinyal puncak pada
tingkat acuan.
6. Menekan Scale Type (Lin) 9. Mengatur span pada nol
untuk menempatkan dengan menekan SPAN, Zero
penganalisa dalam mode skala Span.
linier. 10. Meng offkan alignment
7. Mengatur di atas atau di otomatis dengan menekan
bawah sinyal FM dengan Sistem, Alignment, Auto Align,
offset yang dinotasikan di atas Off.
dalam langkah 12, dalam 11. Mendengarkan sinyal
contoh ini 151 kHz. Tekan demodulasi melalui speaker
FREQUENCY, CF Step, 151, dengan menekan Det/Demod,
kHz, kemudian tekan Center Demod, AM, Speaker (On),
Freq dan menggunakan kunci kemudian mengatur volume
langkah naik (?) atau langkah menggunakan tombol volume
turun (?). panel depan.
8. Mengatur lebar band resolusi 12. Mengaktifkan sapuan tunggal
pada 100 kHz, dengan dengan menekan Single.
menekan BW/Avg, Res BW, Ditunjujkkan gambar 9-69.
100, kHz.

Gambar 9-69 Demodulasi


sinyal broadcast
BAB 10 PEMBANGKIT POLA

Tujuan : Pokok Bahasan


Pembahasan topic ini bertujuan Dalam pembahasan pembangkit
agar setelah membaca mampu pola ini pada intinya terbagi dalam
1. Mendiskripsikan jenis-jenis 3 kelompok bahasan utama yaitu
pola pengetesan sinyal 1. Jenis-jenis pola pengetesan
video beserta fungsinya
2. Memaknai pola dalam 2. Prinsip kerja pembangkit pola
monitor TV penerima pengetesan sinyal video
3. Menjelaskan prinsip 3. Penggunaan pembangkit pola
pemanfaatan pembangkit pengeesan sinyal video untuk
pola untuk pengetesan pengetesan fungsi penerima
sinyal video. sinyal televisi.

10.1. Latar Belakang Sejarah


Pembangkit pola pengetesan kerja sinyal dan aplikasi dalam
sinyal video diperlukan untuk penguji sinyal video. Televisi
pengetesan peralatan video, warna pertama kali dikembangkan
karena dengan pola yang tetap di Amerika pada tanggal 17 bulan
memberi kestabilan yang lebih Desember 1953 oleh Federasi
baik dari pada menggunakan Communications Commision
sinyal siaran. Asosiasi industry (FCC) menyetujui standarisasi
elektronika (internasional transmisi dengan menyetujui
(Elektronic Industries Association penyiaran dimulai pada tanggal 23
/EIA) telah menetapkan pola bulan Januari 1954. Tantangan
pengetesan sinyal video yang masyarakat waktu itu adalah
mampu mendeteksi fungsi perancangan sistem mengenalkan
reproduksi sinyal video. Melalui penyiaran televisi warna dan
tampilan layar monitor penerima memungkinkan kompatibel
televisi dapat ditetapkan adanya dengan televisi hitam putih standar
salah satu bagian sistem yang yang telah digunakan. National
tidak berfungsi. Dengan demikian Television Sistem Committee
pola ini sangat membantu dalam (NTSC) mengenalkan standar
melakukan pencarian gangguan televisi warna yang masih
kerusakan ataupun perawatan digunakan sampai sekarang.
pengaturan fungsi secara optimal. Gambar yang dilihat pada televisi
Sebelum membahas secara detail warna sebenarnya dibentuk oleh
cara kerja rangkaian pembangkit tiga berkas elektron, warna merah,
pola terlebih dahulu dibahas hijau dan biru dan gambar
dasar-dasar video. Dalam dibangkitkan dengan membaca
bahasan selanjutnya meliputi cara sepintas berkas elektron yang
bergerak secara horisontal dan merupakan kombinasi dari dua
vertikal pada layar. Sebagaimana komponen sinyal yang diperlukan
berkas dibaca sepintas, arus untuk membentuk gambar hitam
diubah untuk membuat daerah putih lengkap. Dua komponen
terang dan gelap pada permukaan sinyal dibaca pengendali informasi
tabung gambar yang berbentuk yang dinamakan pulsa
sebagaimana yang tampak. sinkronisasi atau disingkat syn,
Pertama apakah sinyal warna dan intensitas informasi gambar
sinyal warna disusun dari sinyal hitam putih dinamakan sinyal
video composite hitam putih. luminansi.
Sinyal video monokrom sebenarna

10.2. Sinyal Pengetesan


10.2.1.Komponen Sinkronisasi
Pada televisi hitam putih hanya pembacaan 312 ½ dinamakan
memiliki satu senapan elektron bidang gambar kemudian proses
(elektron gun). Berkas elektron diulangi berjalinan ke garis
tunggal dibaca sepintas oleh berikutnya dimulai dari 312½
tabung gambar diperagakan hingga 625. Dua bidang gambar
secara berjalinan, berkas elektron ini membentuk satu frame gambar
bergerak dari kiri kekanan dan dari dari garis 1 sampai 625.
puncak ke dasar, untuk

flyback
trace
312,5
0
1 314

5 318

62
312,5

retrac Bidang ganjil Bidang genap

Gambar 10-1 Penjejakan bingkai gambar


Informasi sinkronisasi berupa perdetik dan vertikal 25 frame
sederetan pulsa yang perdetik (kecepatan baca
mengendalikan bagian vertikal sebanarnya 50Hz, ini
pembelok horisontal saat digunakan untuk dua kali
kembali ke sisi kiri layar untuk perjalanan turun layar
memulai sapuan garis baru, dan melengkapi satu frame. Proses
pembelok vertikal saatnya ini diulangi untuk untuk memuliai
kembali ke puncak layar untuk baca yang baru disebut kembali
memuliai frame baru. Ini baca (retrace) atau melayang
dikerjakan dengan kecapatan kembali (flyback).
baca sekitar 15625 garis

10.2.1. Sinyal Luminansi (Video Monokrom)


Level tegangan sinyal luminansi gelap dan sinyal positip ekstrim
menentukan kecerahan gambar berhubungan dengan kecerahan
pada layar. Tegangan Sinyal area gambar. Sekarang dilihat
negatip ekstrim berkaitan dengan perubahan sinyal hitam putih dan
daerah gelap dari gambar dan pembuatan video warna. NTSC
sinyal positip ekstrem berkaitan mengenalkan suatu cara genius
dengan daerah terang dari untuk menjaga kompatibilitas
gambar. Level tegangan sinyal dengan keberadaan sistem televisi
luminanasi menentukan hitam putih dan menambahkan
kecerahan gambar pada layar warna. Sinyal sub pembawa
sesaat. Sinyal ekstrim negative warna ditambahkan untuk sinyal
berhubungan dengan gambar area luminansi.

10.2.2. Informasi Warna (Krominansi)


Sebuah tabung gambar warna ini diabaikan) untuk menghasilkan
memiliki tiga buah senapan sinyal perbedaan warna, didesain
elektron merah, hijau dan biru. R-Y, B-Y dan G-Y, pada sistem
Secara virtual banyak warna NTSC memiliki frekuensi 3,58
dapat dibuat sebaik hitam dan MHz. Sedangkan pada sistem
putih, dengan pengaturan yang PAL seperti yang digunakan di
tepat intensitas dari masing- Indonesia frekuensi sinyal
masing warna primer. Sub pembawa warna adalah 4,43 MHz
pembawa warna digunakan untuk Meskipun jenis modulasi yang
mengkodekan informasi warna digunakan pada sub pembawa
merah, hijau dan biru pada merupakan kompleks alami
kamera dan dikodekan kembali namun dapat diturunkan hasil
pada penerima televisi ke dalam yang sederhana :
warna-warna primer. Sinyal 1. Pasa dari sinyal 4,43 MHz
merah, hijau dan biru digunakan menentukan warna apakah
untuk memodulasi sub pembawa yang akan diperagakan
warna (dalam televisi hitam putih (dinamakan hue atau tint).
2. Amplitudo sinyal 4,43 MHz yang memiliki pasa dan
menentukan seberapa banyak amplitude tetap. Sinyal Burst
warna yang akan diperagakan akan digunakan untuk
(dianamakan saturasi). menentukan warna tint atau
Pertanyaannya adalah pasa saturasi yang diperagakan.
dan amplitude sinyal 4,43 MHz Bentuk gelombang ditunjukkan
relatip terhadap apa ?. pada gambar 1(d) setiap bar
JAwaban singkatnya adalah memiliki perbedaan saturasi.
burst 4,43 MHz (disebut burst)

10.2.3. Ukuran IRE


Sebelum membahas sinyal tes dalam IRE lebih baik dari pada
secara detail diperlukan beberapa milli volt. Warna putih murni
definisi istilah terminology televisi. didefinisikan sebagai 100 IRE dan
Satuan ini digunakan untuk level sinyal blanking 0 IRE. Video
menguraikan karakteristik sistem NTSC memiliki 714 mV
amplitudo sinyal video. Ahli televisi berada diantara blanking dan
menemukan spesifikasi level sinyal puncak putih sehingga 1
sinyal yang lebih meyakinkan IRE sama dengan 7.14 mV.

10.2.4. Sinyal Tes TV


Sinyal pengetesan video sangat pada inyal outputnya. Terdapat
berguna untuk membantu beberapa cacat (distorsi) yang
mengevaluasi sistem pemrosesan disebabkan oleh sistem yang
sinyal video. Beberapa diamati dan diukur pada sinyal
penggunaan untuk mengatur keluaran atau tampak di monitor.
monitor televisi, Pola tes direkam Jika terdapat distorsi, peralatan
diproduksi pada head pita video diatur untuk mengeliminasi atau
sehingga dapat di playback diatur meminimkannya dengan
secara akurat untuk disesuaikan mengganti atau memperbaiki
dengan yang direkam atau komponen yang cacat. Hasil akhir
digunakan sebagai sinyal tetap jika sistem dapat melewatkan
pada jaringan transmisi sinyal sinyal secara tepat dapat
video. Ini diperlukan ketika tidak melewatkan sinyal gambar dengan
ada sinyal video yang jelas baik. Sinyal diperlukan untuk
dipancarkan. Cara terbaik dan pengujian demikian dapat dipenuhi
termudah untuk mengevaluasi dari generator tes sinyal.
peralatan video dengan uji Instrumen ini menghasilkan sinyal
kestabilan karakteristik sistem video yang akurat dengan baik
video yang telah diketahui. Semua karakteristik ditegaskan dan
sinyal video di uji didasarkan pada dikontrol. Masing-masing sinyal
prinsip input sederhana berupa ideal membuktikan satu atau lebih
penerapan tes sinyal yang telah perlengkapan spesifik dari sinyal
diketahui pada sistem video atau video yang diuji. Dalam setiap pola
peralatan input dan pengamatan pengetesan memiliki tugas yang
dikerjakan dengan baik. Terdapat penggunaan pola yang disediakan
beberapa aplikasi dan pada generator video

10.3. Pola Standar


Sejak dikembangkan siaran dalam pengecekan resolusi,
televisi, pola pengetesan khusus linieritas scanning, interlacing dan
dan pengetesan sinyal telah karakteristik lain dari reproduksi
ditingkatkan pada operasi standar gambar. Pola pengetesan sinyal
televisi untuk perfomansi terbaik. video standar EIA ditunjukkan
Standarisasi pola pengetesan pada gambar 10-2.
penting untuk memberikan acuan

Gambar 10-2 Pola standar EIA

Pengetesan yang sama digunakan jaringan stasiun pemancar televisi.


untuk mengecek kamera dan Pengetesan untuk hitam putih dan
monitor selama set-up. Kebutuhan warna, teruratama amplitudo dan
penting untuk penyesuaian pasa dari sinyal kroma 3,58 MHz.
perbedaan kamera yang Akhirnya beberapa pengetesan
digunakan pada beberapa sinyal siaran selama interval
program. Pengetesan lain berupa pemadaman vertikal diperlukan,
penggunaan tetap untuk dalam kasus ini disediakan pada
memeriksa performane penerima.
sambungan jarak jauh dalam
10.3.1. Pola Pengetesan EIA
Pola standar yang telah Pola cukup rumit karena terdapat
dikembangkan oleh Elektronic banyak bagian-bagian terpisah
Industries Association (EIA) dari pola, masing-masing
ditunjukkan pada gambar 10-2. mempunyai fungsi.

10.3.2. Penyusunan Bingkai


Pertama kamera harus ditujukan penyusunan bingkai. Terdapat
pada pola dan diatur sehingga dua mata panah melintasi puncak
pola mengisi area layar aktif. dan pada setiap sisi. Penyusunan
Enam tanda mata panah putih bingkai perlu diatur guna
yang mengelilingi ujung pola memantau penjejakan sinyal
bertujuan untuk kesempurnaan untuk melihat ujung raster.

Tanda panah
pengetesan
penyusunan bingkai

Gambar 10-3
Tanda panah pengetesan
bingkai

10.3.3. Pemusatan
Tanda garis berpotongan putih di dan horisontal. Pringan hitam
puncak dan dasar menunjukkan disisi menunjukkan sumbu
pemusatan pembelokan vertikal horisontal memotong senter.
Pengetesan
Sumbu
pemusatan
horisontal
horisontal
memotong
dan verikal
sumbu senter

Gambar 10-4 Pengujian pemusatan dan sumbu horisontal

10.3.4. Linieritas Pembelokan


Mendekati indikator sebelumnya, vertikal di cek secara terpisah.
untuk kedua kamera dan monitor, Pembacaan horisontal
diberikan dengan lingkaran putih didahulukan. Ketiga kotak yang
besar. Kesalahan linieritas dengan terdapat satu ditengah, satu disisi
mudah dapat dilihat jika lingkaran kanan dan satu disisi kiri. Setiap
muncul dalam bentuk elip atau kotak berisi garis vertikal yang
berbentuk bulat telur. Dalam sama jumlahnya untuk lebar yang
televisi lingkaran berbentuk sama. Bila linieritas horisontal
sederhana susah untuk sempurna, ketiga kotak
direproduksi karena memerlukan mempunyai lebar yang sama.
pembacaan linier. Bentuk dasar Dengan kata lain kotak dapat
kotak juga menguji linieritas menjadi tertekan atau melebar
pembacaan. sampai empat persegi panjang.
Untuk pengecekan yang lebih
teliti, linieritas horisontal dan
Pengetesan Pengetesan
linieritas linieritas
horisontal vertikal

Pengetesan
resolusi
gambar

Gambar pengetesan linieritas V,H dan resolusi gambar

Pengetesan
linieritas V
dan H

Gambar 10-5. Pengetesan linieritas vertikal horisontal

Pengecekan linieritas vertikal, pola adalah pengetesan linieritas


mempunyai enam segi empat vertikal, semua memiliki tinggi dari
panjang sempit. Dua baris puncak puncak sampai dasar pola sama.
sampai dasar. Perlu diperhatikan Terdapat 200 tanda ditunjukkan
bahwa dua segi empat tengah pada segiempat ini untuk resolusi,
tepat pada bagian tengah dari bukan linieritas. Juga terdapat
gambar. Ukuran segi empat empat pola penguji pada sudut
digunakan untuk mengecek sudut ini digunakan untuk
resolusi dan distorsi ruang. Pola mengecek performansi kamera.
10.3.5. Aspek Perbandingan
Segi empat dibentuk oleh empat tingkatan s kala abu-abu. Jika
batang dari chip skala abu-abu aspek perbandingan tepat 4 : 3,
yang ditempatkan didalam perbatasan skala abu-abu berupa
piringan putih di bagian tengah. segiempat sempurna.
Setiap batang memiliki 10

10.3.6. Cakupan Kontras


Jumlah 10 tingkatan skala abu- sinyal video yang sedang diproses
abu mempunyai faktor refleksi linier, ini akan memungkinkan
dengan cakupan dari maksimum terdapat 10 perbedaan warna
untuk puncak putih sampai kira- secara bertingkat dari putih, abu-
kira 1/3 nilai maksimumnya. Bila abu sampai hitam.

Gambar 10-6 Pengetsan aspek perbandingan dan kontras

10.3.7. Penjalinan Gambar (Interlacing)


Batang diagonal pada 45°dalam Bila penjalinan gambar kurang
piringan putih digunakan untuk baik , garis pengambilan menjadi
mengecek penjalinan pengambilan berpasangan. Bila garis terlalu
gambar dalam raster. Bila garis dekat satu sama lain, ruang
ganjil dan genap dari pengambilan berikutnya terlalu besar.
raster menempati ruang yang Mengakibatkan garis diagonal
sama, garis diagonal muncul muncul berbentuk anak tangga.
dengan halus dan tidak pecah.
Pengetesan
interlacing

Gambar 10-7 Pengetesan interlacing

10.3.8. Resolusi
Perbedaan ketebalan garis dan sebelah kanan dan yang ketiga
ruang digunakan untuk mengecek berada ditengah-tengah. Label
resolusi yang mana merupakan 200 menunjukkan ini banyak garis
kualitas detail gambar. Garis resolusi. Dengan spasi dan
vertikal digunakan untuk ketebalan, 200 garis akan
mengecek resolusi horisontal, menduduki ¾ lebar gambar. Bila
garis putih horisontal digunakan garis dapat dilihat secara individu
untuk resolusi vertikal. Perlu di layar, resolusi horisontal sama
diperhatikan bahwa detail dengan 200 garis. Pengaturan
horisontal diukur dalam jumlah jarak untuk lingkaran-lingkaran
garis resolusi yang menduduki ¾ konsentris di pusat pola
dari lebar gambar. Jarak sama menunjukkan resolsi 300 garis
dengan tinggi gambar. horisontal dan vertikal. Pada
Pertimbangkan ke tiga segiempat keempat sudut pola, lingkaran
garis vertikal yang ditandai 200, konsentris diberi jarak untuk
memotong tengah pola. Satu segi resolusi garis 150
empat dikiri, satu segi empat di

10.3.8.1. Resolusi Wedge Dalam Pola Pengetesan


Dalam gambar 10-2, terdapat dengan linieritas vertikal yang
empat pasang wedges dengan baik . Juga sisi wedges harus
garis-garis memusat untuk sama dengan linieritas horisontal
menambah jumlah resolusi. Pada yang baik. Bagaimanapun tujuan
bagian atas dan bawah wedges utama dari wedge adalah
memiliki panjang yang sama mengecek resolusi.

10.3.8.2. Resolusi horisontal


Harga ini ditandai pada atas dan memusat sampai 400 garis
bawah wedges. Dari bagian resolusi dimana wedge bertemu
terlebar wedge ditandai 200, garis segi empat di pusat. Pengaturan
jarak wedge secara terus menerus tidak dapat dilihat lebih lama
dari 400 sampai 800. Resolusi namun muncul bersama sama
dapat dicek secara visual dengan buram. Ini dapat terjadi pada
meniadakan titik pada wedge sekitar 250 garis resolusi untuk
dimana garis secara individual penerima warna pada umumnya.

200 400

400
800

Gambar 10-8. Pengetesan resolusi horisontal

Pendekatan konversi garis interferensi dari sinyal warna.


resolusi horisontal sampai MHz Faktor konversi 80 diturunkan
dari lebar band sinyal video dapat sebagai berikut. Dengan resolusi
dibuat dengan membagi garis N garis, N/2 merupakan jumlah
dengan 80. Jawaban MHz untuk siklus lengkap untuk variasi sinyal
frekuensi video, misal konversi melintasi hitam dala setiap garis
250 garis adalah (250 garis/80) = wedge dan spasi antar garis putih.
3,125 MHz. Penjejajakan tampak mengambil
waktu 53,3 —s untuk pengambilan
Harga frekuensi sinyal video horisontal, namun hanya ¾ waktu
tertinggi penerima warna digunakan karena resolusi yang
kebanyakan, karena tingkatan diberikan dalam hal ini nilai tinggi
penyaring penguat video luminansi gambar, yaitu ¾ lebar. Waktu ini
3,58 MHz untuk meminimkan adalah 53,3 —s X 0,75 =
mendekati 40 —s. Sehingga N/2 40—s / (N/2). Dengan mengambil
siklus sinyal video yang dihasilkan hubungan timbal balik frekuensi
dalam 40 —s, untuk satu siklus T = diperoleh :
f = {1/(40X10- 6 s)} X (N/2)
= (N/80) X 106 Hz = (N/80) MHz.

10.3.8.3. Resolusi Vertikal


Resolusi vertikal ditandai pada sisi merupakan jawaban ukuran bintik
wedge. Harga tipikal untuk berkas, pemfokusan dan
penerima adalah 330 garis. penyisipan garis pengambilan.
Resolusi vertikal yang baik

10.3.8.4. Resolusi Sudut


Serupa dengan wedge digunakan bersudut lebar. Harga resolusi
dalam empat sudut dari pola yang khas untuk tabung kamera
pengetesan biasanya mempunyai biasanya diberikan di tengah dan
resoluasi kurang dari tengah, sudut.
khususnya untuk tabung gambar

10.4. Pola Pengetesan Batang Untuk Pengecekan Lapisan


Dalam pola pengetesan EIA terpanjang yang ke dua dari atas,
gambar 10-2. dua batang hitam dapat menunjukkan pelapisan
besar pada bagian atas dari untuk 30 kHz. Batang ini sekitar 3
piringan putih dan dua batang di 1/3 kali lebih lebar dari pada
bagian bawah. Frekuensi distorsi batang terpendek untuk frekuensi
pasa dan smearing dapat dicek 0,3 kali lebih redah dibandingkan
dikaitkan dengan lebar batang. dengan batang terpendek. Harga
Misal distorsi pasa pada 100 kHz tengah adalah 0 kHz untuk batang
menunjukkan sebagai lapisan dari atas dan 60 kHz untuk atang
batang terpendek pada bagian kedua dari bawah.
bawah piringan putih. Batang

10.4.1. Pengetesan Ringing Dalam Gambar


Bentuk distorsi frekuensi relatip dengan variasi transien kasar
banyak diperoleh pada sinyal dalam sinyal video. Ringing dapat
video frekuensi tinggi yang dilihat dalam pola pengetesan
mengakibatkan timbulnya ringing sebagai penambahan kontras
atau overshoot. Pada umumnya, pada beberapa titik dalam wedge
keuntungan diperoleh dalam vertikal. Jumlah garis resolusi
cakupan frekuensi 2 sampai 4 dibagi 80 untuk mendapatkan
MHz. Penguat menghubung frekuensi terjadinya ringing. Misal
singkat osilator, namun dapat di ringing gambar ditunjukkan dalam
lepaskan beberapa siklus osilasi gambar 10-9.
Gambar 10-9 Pengetesan Ringing

Jumlah kasar transisi scaning besar, dengan beberapa kali garis


horisontal yang diberikan oleh pada bagian kanan untuk setiap
dashes hitam vertikal dalam siklus ringing. Karena setiap dash
piringan putih pola EIA gambar 10- secara individual menunjukkan
2. terdapat dua kelompok dashes frekuensi khusus. Kondisi bunyi
satu di kanan atas kuadran dan paling buruk muncul dimana
yang lain di bawah sebelah kiri. energy sesuai dengan frekuensi
Ketebalan setiap garis vertikal ringing dalam rangkaian penguat
mempresentasikan setiap dash video. Sekalagi mengubah jumlah
vertikal berupa garis tunggal untuk garis resolusi pengujian pola,
resolusi horisontal cakupan dari frekuensi video dibagi dengan 80.
100 sampai 300 dan 350 sampai Misal ringing terjadi pada 300
550. Garis lebih tipis berkaitan garis resolusi. Ini sesuai dengan
dengan resolusi lebih tinggi. frekuensi video 300/80 = 3,75
Dalam kuadran kanan bawah, 300 MHz. Harga ini adalah frekuensi
di bawah dari kelompok lima dash rangkaian penguat video yang
ini untuk dash bawah. Kemudian mengeluarkan ringing.
dash mengambil yang lebih tebal, Sebenarnya, sebagian kecil
meningkat pada 100 garis resolusi ringing yang dapat diijinkan untuk
untuk dash terlebar pada puncak meningkatkan kontras untuk detail
kelompok. frekuensi tinggi pada ujung vertikal
Pada kuadran kanan atas, 350 di dari scan obyek. Bila hasil garis
puncak kelompok lima dash untuk keluar seret, bagaimanapun, yang
puncak dash. Kemudian dash yang ditimbulkan bila berlebihan
mengambil garis yang lebih tipis, tak dapat disetujui. Pada
meningkat pada 550 garis resolusi umumnya ringing diakibatkan oleh
untuk dash paling tipis pada kebocoran resonansi yang
kelompok bagian bawah. mempengaruhi rangkaian penguat
Ringing dalam gambar video.
menunjukkan kontras yang lebih
10.4.2. Sinyal Monoscope
Monoscope merupakan tabung awal atau akhir hari siaran. Pola
kamera khusus dengan gambar monoscope dapat memberikan
tetap berupa pola pengetesan. pengecekan yang baik dari
Pola dicetak pada pelat sasaran. operasi penerima.
Pola pengetesan dipancarkan
selama siang hari setiap awal Sinyal monoscope tidak dihasikan
siaran televise. Pola monoscope oleh kamera dicetak dalam pola
serupa dengan pola pengetesan pengetesan. Mengganti, tabung
EIA. Meliputi lingkaran untuk kamera khusus serupa yang
pengecekan linieritas, resolusi digunakan vidicon. Pelat sasaran
wedge yang ditandai dalam garis diukir secara potografi dengan alur
atau frekuensi (atau keduanya) konduksi dan isolasi dalam bentuk
dan lingkaran konsentris abu-abu pola area hitam putih. Monoscope
di tengah. Sekarang mungkin membutuhkan ketelitian
masih kelihatan pola pengetesan sinkronisasi defleksi dan linieritas
monoscope pada beberapa kanal sehingga pola dapat digunakan
untuk waktu yang pendek setiap untuk mengatur penerima dan
mengawali jam pagi pada saat monitor.

10.4.3. Chart bola untuk pengecekan linieritas kamera


Suatu acuan independen pengecekan vertikal dan horisontal
diperlukan untuk mengecek berupa garis putih dengan latar
linieritas defleksi Untuk belakang hitam. Pola ini
mengilustrasikan perkiraan digunakan juga untuk mengecek
penunjukkan minotor pola konvergensi tabung gambar
pengetesan berbentuk bulat telur. warna.
Linieritas jelek dapat disebabkan Pola croshatch merupakan acuan
salah satu kamera atau monitor. independen untuk linieritas karena
Jika defleksi monitor diatur, namun jarak garis sama dihasilkan oleh
ketidak linieran lingkaran terjadi berbagai sinyal tepat dari
dalam kamera, masalah linieritas frekuensi scanning V dan H. Misal
akan menunjukkan segera setelah studio yang membangkit batang
digunakan sumber sinyal yang warna yang juga menghasilkan
lain. Bagaimanapun, monitor pola crosshatch. Terdapat 17
dapat dicek secara independen batang vertkal dan 14 batang
dengan menggunakan sinyal horisontal dari isolator yang
pengetesan linieritas elektronik. bekerja pada frekuensi 315 kHz
Khususnya, digunakan sinyal dan 900 Hertz secara berturut-
pembangkit crosshatch. turut.
Crosshatch merupakan suatu Osilator 315 kHz sebenarnya
pola yang sama untuk menghasilkan 20 batang vertikal
karena 315 kHz adalah 20 kali kecepatan scan horisontal 15,750
Bagaimanapun tiga batang terjadi batang terjadi selama waktu
selama waktu pemadaman pemadaman vertikal (V),
horisontal (H), meninggalkan 20-3 meninggalkan 14 batang
= 17 batang vertikal yang dapat horisontal yang dapat dilihat. Misal
dilihat. Demikian juga osilator 900 linieritas horisontal dan vertikal
Hz sebenarnya menghasilkan 15 pada pola crosshatch ditunjukkan
batang horisontal, karena 900/60 pada gambar 10-10a dan 10-10b.
= 15 KHz. Bagaimanapun satu

a b
Gambar 10-10 Chart bola pengecekan linieritas

Menggunakan jarak batang teliti atas, bawah, atau sisi untuk


untuk suatu pengecekan menempatkan batang crosshatch
independen dari linieritas defleksi , bersinggungan di atas pusat putih
cahart bola gambar 10-11. dari pola bola. Superimpose
digunakan dengan pola gambar diamati pada monitor. Jika
crosshatch. Kamera ditujukan dan linieritas kamera sempurna,
difokuskan pada chart dan kepala interseksi crossbatch memotong
panah pada ujung bingkai chart senter bola putih pada setiap titik
secara teliti ditempatkan pada pada layar untuk kesalahan 0.
area gambar aktif. Kemudian Linieritas lemah atau ukuran scan
pembangkit efek khusus (Special meningkat karena interseksi salah
Effects Generator/SEG) digunakan di senter bola. Bila interseksi
untuk melakukan superimpose memotong didalam radius bola
pola crosshatch dari studio putih, linieritas defleksi salah yaitu
pembangkit batang warna di atas kurang dari 1 % dari tinggi
camera gambar chart bola. gambar. Bila dalam radius luar
Pengaturan pemusatan pada bola hitam, kesalahan linieritas
pembangkit memungkinkan kurang dari 2 persen.
menggeser pola crosshatch ke
Gambar 10-11. Pola bola untuk pengetesan linieritas kamera
Harga ini menunjukkan ketelitian bola dengan sinyal crosshatch
linieritas scaning yang diperoleh membuat pengujian linieritas
untuk kamera siaran , untuk defleksi kamera secara total tidak
kesalahan yang lebih besar dari 2 tergantung monitor yang
persen tidak dapat ditoleransi. digunakan untuk pengamatan.
Metode ini menggunakan chart

10.4.4. Sinyal Batang Warna Standar EIA


Pada umumnya, generator yang Tiga perempat puncak dari tinggi
menghasikan batang warna gambar 10-12. meliputi tujuh
presisi, sinyal dapat diulang-ulang batang vertikal yang sama
untuk batang warna vertikal yang lebarnya. Pertama pada sisi kiri
dapat digunakan untuk putih dan bar berikutnya kuning,
pengetesan dan pengaturan cyanide, hijau, magenta, merah,
prosedur. Sinyal dikodekan pada dan biru memotong lebar gambar.
frekuensi sub pembawa 3,58 MHz. Dipilih urutan ini karena harga
Khususnya, telah dikembangkan luminansi sinyal Y dalam bentuk
EIA sinyal batang warna yang tangga dari tinggi ke rendah.
berhubungan dengan pola yang Warna kuning mempnyai
ditunjukkan pada gambar 10-2. Ini luminansi tertinggi dari 89%, sama
disesuaikan dengan standar EIA dengan 0,59G+0,3R. Pada harga
RS-189A. Terdapat beberapa ekstrim yang berlawanan biu
fasilitas pengujian pengembangan memiliki luminansi terendah 11%.
untuk membetulkan warna dan
luminansi.
Gambar 10-12. Sinyal batang warna standar

Lebih rendah dari seperempat untuk melakukan pengecekan


tinggi gambar berisi batang putih harga luminansi terhadap warna
pendek, dengan luminansi 100% putih. Sinyal warna –I dan +Q
kemudian batang kuning dan ditempatkan pada sebelah kiri dan
cyan. Hasilnya, menyenangkan kanan batang putih.

Gambar 10-13. Pola putih, I dan Q

10.4.5. Batang SMPTE


Batang SMPTE disisipkan diatur hanya untuk warna biru dan
dikomposisikan dengan standar batang hue atau pasa diatur
EIA batang amplitudo putih 75% sampai monitor terlihat tidak ada
untuk 2/3 puncak bidang, perbedaan intensitas antara
sebaliknya batang biru untuk 1/12 batang biru reverse dan
dari bidang berikutnya, dan IYQB pengaturan batang warna. Bagian
atau plug sinyal untuk bidang IYQB dari Pola dasar terdiri dari
tetap. Bidang sisipan disusun level hitam 7,5 IRE pedestal
memungkinkan pengaturan dengan 40 IRE ‘+Q’ dan 40 IRE “-
saturasi warna atau intensitas I” modulasi pasaBatang , 100 IRE
warna dan hue atau tint pada pulsa putih, 7,5 IRE level hitam
monitor warna yang hanya pedestal dengan 40 IRE +Q
memiliki senapan biru. Monitor modulasi pasa dan 7,5 IRE
pedestal dengan 3,5 IRE, 7,5 IRE batang SMPTE digunakan untuk
dan 11,5 IRE pedestal. –I dan +Q mengatur kecerahan monitor.
sinyal modulasi pasa yang Monitor diatur sehingga hitam
membantu menjamin pemrosesan berwarna lebih hitam dari pada
sub pembawa benar. PLUG daerah hitam dapat dibedakan dari
adalah (Picture Line-UP yang lain dan sedikit lebih cerah
Generating Equipment). Pola ini (contrast dapat diatur pada
ada pada dasar dan sisi kanan pengaturan normal).

abu-abu kuning
100 IRE

cianida
hijau
140 IRE magenta
100 IRE =714 mV merah biru
hitam (7,5

IRE)

20 IRE 7,5 IRE blangking


level 0
20 IRE
40 IRE

Gambar 10-14. Bentuk gelombang tangga


level sinkronisasi
© IYQB untuk batang SMPTE

Gambar 10-15. Level sinkronisasi

10.4.6. Batang Bidang Putih Penuh 100%


Batang bidang putih 100% sama kuning dan cianida dapat menjadi
seperti EIA batang warna kecuali 100% pada tingkatan sesuai
level putih menggunakan 100 IRE. dengan puncak amplitude batang
Sinyal tes ini mengatur penguatan putih.
kroma secara tepat batang bar

Gambar 10-16. Pengetesan bidang putih penuh


10.4.7. Batang Warna Putih EIA 75%
Batang warna merupakan bagian dan ujung sinyal video sebaik
dari standarisasi EIA-189-A. performansi dari penjepit video
Terdapat 7 batang (abu-abu, dalam sistem pemroses sinyal
kuning, cianida, hijau, magenta, video. Bidang warna merah, hijau,
merah dan biru) pada amplitude biru dan hitam, Pola ini dipenuhi
75%, saturasi 100%. Setiap warna layar merah, hijau dan biru.
batang warna menggunakan 1/7 Ini sangat membantu dalam dalam
dari area gambar. Pola jendela pengujian monitor TV umtuk dilihat
terdiri dari area persegi warna jika terdapat masalah dengan
putih ditengahnya dikelilingi oleh puritas. Akan tampak tidak ada
warna hitam. Pola ini baik untuk warna lebih baik dari pada saturasi
menguji respon frekuensi rendah penuh warna vivid pada layar.

Gambar 10-17. Pengetesan bidang warna putih 75%

10.4.8. Jendela
Pola ini digunakan untuk meyakinkan bahwa bentuk
pengecekan frekuensi rendah dari gelombang jendela datar, pada
sistem video. Sinyal yang terbaik peragaan osiloskop kecepatan
dapat dilihat pada osliloskop dari sapuan horisontal dan vertikal
keluaran sistem video. Untuk perlu diatur sedemikian rupa.
Gambar 11-18. Pola jendela pengecekan
frekuensi rendah

10.4.9. Pola Pengetesan Puritas Warna


Bidang penuh warna merah, hijau, dan pengaturan monitor. Jika
biru dan hitam dengan raster warna saturasi atau hue perlu
bidang penuh warna untuk pengaturan puritas.
memverifikasi kemurnian (puritas)

Gambar 10-19. Pengetesan puritas

10.5. Pengembangan Pola


10.5.1. Multiburst
Sinyal multi busrt sangat berguna passband . Setiap paket frekuensi
untuk pengukuran frekuensi biasanya dalam cakupan 0,5 MHz
respon sistem. Pada umunya sampai 4,2 MHz dengan
sinyal meliputi 6 paket frekuensi penambahan frekuensi mengarah
diskrit yang turun dalam TV sisi kanan dari setiap garis.

10.5.2. Cable Sweep


Kabel sapuan merupakan kontinyu dari 1 sampai 4,5 MHz .
pengukuran frekuensi respon lain. Terdapat frekuensi marker pada
Lebih baik dari pada paket diskrit garis yang menuju dasar layar. Ini
seperti sinyal multiburst yang sangat membantu untuk
memiliki frekuensi sapuan menentukan dimana rolloff terjadi.

10.5.3. Tujuh Kombinasi NTC


Network Transmision Committee keperluan pengetesan. Tes sinyal
(NTC) Amerika yaitu suatu bentuk ini sangat cerdas dinamakan
ikatan jaringan transmisi di kombinasi NTC-7. Kombinasi tes
Amerika mengembangkan tes terdiri bendera putih, multiburst
sinyal dengan mengkombinasikan dan sinyal pedestal yang
sinyal sehingga memungkinkan dimodulasi. Bendera putih memiliki
digunakan untuk beberapa puncak amplitude 100 IRE dan
lebar 4 —s. Multi burst memiliki 50 langkah memodulasi pedestal
IRE pedestas dengan amplitude yaitu campuran dari pedestal
puncak ke puncak 50 IRE. Titik luminansi 50 IRE dengan tiga
awal dari setiap paket frekuensi amplitude krominansi (20, 40 dan
adalah pasa nol. Lebar paket 0,5 80 IRE ). Waktu naik dari setiap
MHz adalah 5 —s, yang tetap paket modulasi 400 ns.
tingggal dalam paket 3—s. Tiga

10.5.4. Gelombang Tangga 5 Langkah


Sinyal tangga 5 langkah termodulasi memiliki pasa 0
digambarkan di bawah ini, terdiri terhadap sinyal burst. Sinyal tes
dari 5 tingkat luminansi. ini dapat digunakan untuk
Krominansi termodulasi puncak ke mengukur variasi luminansi non
puncak 40 IRE. Krominansi linier dalam sistem.

Gambar 10-20. Pengetesan linieritas sistem

10.5.5. Ramp Termodulasi


Sinyal pengetesan ramp pemilihan range operasi. Puncak
termodulasi merupakan campuran ke puncak sinyal chrominansi
dari ramp luminansi 0 IRE sampai termodulasi adalah 40 IRE. Sinyal
80 atau 100 IRE. Ramp 80 IRE chrominansi termodulasi memiliki
memberikan pengujian range phase 0 relatif terhadap sinyal
operasi normal sedangkan ramp burst.
100 IRE dapat digunakan untuk
Gambar 10-21. Pengetesan ramp termodulasi

Waktu naik (rise time ) dan waktu untuk pemilihan range operasi
turun (fall time) merupakan awal pengtesan. Puncak ke puncak
dan akhir dari selubung selama krominansi termodulasi adalah 40
400ns. Sinyal pengujian ini dapat IRE. Sinya krominansi dimodulasi
juga digunakan untuk mengukur mempunyai beda pasa 0 relatif
penguat beda dan baik pula terhadap burst. Pengaturan 0 IRE
untuk mengukur kesalahan dari digunakan rise time dan fall time
rangkaian pengubah analog ke digunakan pada saat mulai dan
digital dalam sistem video digital. sinyal penyelubung (envelope)
Sinyal test ramp dimodulasi berakhir yaitu selama 400 ns.
merupakan campuran ramp Sinyal test ini dapat juga
luminansi dari 0 IRE sampai 80 digunakan untuk mengukur
atau 100 IRE. Ramp 80 IRE penguatan differensial dan baik
digunakan unuk pengujian sistem untuk mengukur kealahan bit pada
dalam range operasi normal, ramp pengubah analog ke digital dalam
100 IRE mungkin dapat digunakan sistem video digital.

10.5.6. Cross Hatch Dengan Titik


Pola ini membangkitkan sebuah masing senapan elektron dalam
garis matrix horisontal dan vertikal tabung gambar harus memiliki
sangat membantu dalam berkas masing-masing secara
pengaturan konvergensi monitor. sempurna saling melapisi satu
Karena garis putih pada layar sama lain pada daerah
terbuat dari komponen warna pembentukan gambar.
merah, hiau dan biru, masing -
Gambar 10-22. Pengaturan konvergensi

10.5.7. Area aman pusat perpotongan


Sinyal ini serupa dengan Cross gambar di luar dari area aman
Hatch namun digunakan untuk atau diluar kemampuan melihat.
menegaskan bahwa gambar Monitor televisi akan menunjukkan
aman. Sinyal video diproduksi area aman ataukah perlu
tidak akan berisi banyak informasi pengaturan.

Gambar 10-23. Pengetesan area gambar aman

10.5.8. Pola Pergantian Perdetik


Tes Sinyal ini sebagian besar konstan pada level tertentu, jika
untuk menguji respon frekuensi rangkaian pengklem berfungsi
rendah dan sistem clamp. Sinyal secara tepat. Monitor televisi tidak
video akan bervariasi dari 0 IRE akan berubah tingkat
sampai 100 IRE pada kecepatan kecerahannya atau lebar rerata
per satu detik. Sinyal video tidak dari variasi level kuat sinyal
akan terdistorsi atau terpotong di gambar.
dan sinyal sinkronisasi tetap

10.5.9. Matrik Sinyal Penguji


Pola matrix merupakan suatu atas 5 pola yang berbeda. Lima
kombinasi dari Pola yang telah pola membuat matrix dengan
didiskusikan sebelumnya. Setiap batang warna merah, hijau, biru
Pola memiliki 48 garis untuk dan sinyal datar 50 IRE.
membuat satu gambar yang terdiri
10.6. Pembangkit Pola
Pattern generator atau pembangkit menandai frekuensi kanal, menguji
pola menghasilkan sinyal audio dan memperbaiki penerima TV.
dan video, langsung dan dengan Keluaran sinyal dirancang dalam
modulasi RF sesuai yang bentuk Pola yang sederhana yaitu
digunakan pada televisi. Pattern :
generator dapat difungsikan untuk

1. Pola papan catur


2. Batang horisontal
3. Batang vertikal
4. Pola papan catur pada
satu sudut
5. Cross hatched
6. Pola titik
7. Warna putih murni.

10.6.1. Blok diagram Pattern generator


Prinsip kerja Pattern Generator horisontal multivibrator
secara blok diagram dijelaskan menyerempakkan sinyal batang
dalam uraian di bawah ini. Pattern pada setiap garis. Jumlah batang
Generator berisi dua stabil dapat divariasi dengan mengubah
multivibrator dan rangkaian frekuensi generator melalui
pembentuk gelombang, satu pengaturan panel depan pattern
frekuensi di bawah 15625 Hz generator.
(system PAL) untuk menghasilkan
serangkaian batang horisontal dan Dengan cara yang sama pulsa
yang lain di atas 15625 Hz untuk gelombang kotak yang diturunkan
menghasilkan batang vertikal. salah satu dari 50 Hz atau dari
Sinyal dimodifikasi ke dalam pulsa master osilator digunakan untuk
durasi pendek diumpankan ke pengaturan trigger yang lain dari
bagian video pesawat penerima nultivibrator yang membangkitkan
panjangnya sama dengan rentetan sinyal video yang mempunyai
pulsa sinkronisasi untuk frekuensi kelipatan n dari frekuensi
menghasilkan garis halus pada vertikal. Pada saat sinyal
layar. Keluaran multivibrator diumpankan pada penguat video
berupa sinyal video gelombang menghasilkan batang hitam dan
kotak dengan frekuensi kelipatan putih horisontal. Kecepatan
m dari frekuensi horisontal untuk pensaklaran multivibrator dapat
menghasilkan balok vertikal dan dikontrol dengan mnggunakan
batang putih. Setiap setelah siklus potensiometer biasanya dipasang
ke m pulsa trigger blanking pada panel depan instrument.
Mengatur kecepatan pensaklaran yang disediakan dalam tingkat
sebenarnya mengatur jumlah tinggi dan rendah dari soket
batang horisontal hiyam dan putih. keluaran. Master control,
Pulsa sinkronisasi dan blanking pembangkit sinkronisasi dan
ditambahkan pada sinyal blanking menyediakan pulsa
modulasi. Master osilator blangking, pengambilan pulsa dari
digunakan untuk membangkitkan multivibrator berupa sinyal batang
sinyal blanking dan mengatur vertikal dan horisontal.
gerbang dan pembangkitan pulsa.
Sinyal sinkronisasi komposit Sebuah osilator audio
diberikan ke pattern generator membangkitkan sinyal frekuensi 1
sinyal video dan syn adder. Keluar KHz yang kemudian dimodulasi
dari pembangkit batang horisontal frekuensi dengan sinyal pembawa
dan vertikal diteruskan untuk 5,5 MHz. Tujuan dari modulasi
membentuk pola cross hatch, frekuensi sinyal audio untuk
papan catur. Pola sinyal video menguji bagian audio. Keluaran
diberikan ke adder dari adder disediakan secara dengan soket
sinyal diteruskan ke modulator terpisah ditandai sebagai sinyal
VHF. audio dan video. Kombinasi
saklar mH dan nV, multivibrator
Amplitudo modulasi mengambil membangkitkan pola yang
alih keluaran frekuensi pembawa berbeda.

Tabel 10-1 Saklar pola gambar


Switch mH Switch nV Keluaran patron

OFF OFF Raster putih murni


OFF ON Batang horisontal
ON OFF Batang Vertikal
ON ON Cross hatch

Pola batang horisontal digunakan vertikal digunakan untuk


untuk mengecek linieritas penguat mengecek linieritas penguat
vertikal. Sedangkan Pola batang horisontal.
Blanking and gatting pulse Controlled switch Pattern

Pembangkit
batang vertikal SW1 Batang vertikal
SW2
Checker board
Cross hatch and
SW3
checker board Cross hatch
Control frekuensi pattern generator
SW4 Batang horisontal
Blanking and gatting pulse

Pembangkit SW5
batang horisontal white
Pattern generator

syn composite

Control frekuensi

Blanking and Master osc Syn gen and Pattern video


getting pulse delay circuit signal and syn
gen adder
Tinggi keluaran RF
komposit termodulasi
1 KHz pulse FM Modulator
Pembawa kanal
Generato r Modulator VHF

Frequency carrier 5,5 MHz Sinyal keluaran a udio termodulasi

Gambar 10-24. Blok diagram pembangkit pola

Pola cross hatch digunakan untuk saat tidak ada hum. Pola gambar
kedua pemusatan linieritas warna disediakan untuk
gambar dan aspect ratio. Pola titik pengecekan kemurnian warna,
disediakan untuk melakukan reproduksi proper warna dan
pengecekan dan pengaturan semua performansi penerima.
konvergensi statis gambar di Sinyal tes yang disediakan oleh
tengah layar dengan kecerahan Pola generator adalah (1) sinyal
rendah. Pola putih tanpa informasi RF, (2) sinyal IF dan (3) sinyal
disediakan untuk pengecekan video.
kesatuan kecerahan layar pada
10.6.2. Kontrol dan Spesifikasi Pola Generator
Fungsi control yang difasilitasi Pattern generator adalah :
1. Frekuensi garis
2. Amplitudo keluaran sinyal video
3. Saklar Power ON/OFF
4. Soket FM
5. Soket RF
6. Kontrol untuk mengubah batang vertikal dan horisontal
7. Saklar pemilih Pola

Kontrol Panel Depan dan Fungsi Pattern generator

Tombol pemilihan
pola sesuai gambar
Saklar diatasnya
daya

Terminal
keluaran

Sinyal
vide
komposit

Pengaturan
frek kasar Pengaturan
frekuensi Kelaran sinyal
video komposit

Gambar 10-25. Tombol panel depan pembagkit pola


10.7. Spesifikasi :
1. Power supply : 230V/50Hz
2. Lebar sapuan : 5MHz - 40 MHz
3. Frekuensi sapuan : 5MHz - 400 MHz
1. Lebar jalur osiloskop : 20Hz - 1MHz
2. Frekuensi pembangkit time base CRO : 20Hz to 50 KHz
3. Tegangan keluaran RF : 0.25V - 0.5V (rms
4. Pembawa FM : 5,5 MHz
5. Sinyal internal : 1 KHz gelombang sinus
6. Pola pengetesan :
x Batang vertikal
x Batang horisontal
x Cross Hatch
x Chequer board
x Lingkaran putih
x Lingkaran latar belakang hitam
x Keluaran RG 100 mVp-p

10.8. Aplikasi :
1. Pengecekan garis dan kerangka 4. Pengaturan tingkat IF suara dan
waktu linieritas batang 5. Pengecekan bagian AGC
2. Pengecekan lebar dan tinggi 6. Pelacakan gangguan penguat
gambar video dan penggunaan
3. Pengecekan IF video keluaran video variable

10.8.1. Prosedur Penggunaan Pembangkit Pola


Pemanfaatan pembangkit pola keluaran RF termodulasi dan
dilakukan dengan langkah – digunakan lebih dari 1 TV maka
langkah berikut. hubungan Pattern Generator
1 Penggunaan Pattern generator melalui pancaran atau wire
2 Persiapkan peralatan yang less. hubungan dapat dilakukan
diperlukan : dengan melalui keluaran AV
a. Pattern generator bila tidak ada faslitas AV
(pembangkit pola) keluaran RF termodulasi dapat
b. Penerima TV dihubungkan melalui masukan
c. Kabel penghubung. antenna TV.
3 Menghubungkan Pattern 4 Saklar pemilih kanal diatur
generator pada penerima TV. untuk mendapatkan Kanal 2 –
Pattern Generator dilengkapi 4.
Saklar daya ditekan
ditekan

Bila VHF
yg dipilih
tekan

Frekuensi
di atur
pada
kanal 2-

Gambar 10-26. Pengawatan penggunan pola non video komposit

5 Melakukan pengamatan menggambarkan gelombang


gelombang tangga dan tangga audio / video .
membuat pengaturan pada 8 Pola divariasi untuk diamati
penerima TV. kesesuaian gambar pattern
6 Gambar hubungan rangkaian : generator dengan peraga hasil
7 Hasil yang diharapkan adalah layar televisi.
kemampuan mengamati dan
10.8.2. Pengukuran Lebar Penalaan Tuner Televisi

Tujuan : dengan sinyal suara sebaik


Pengamatan variasi control penguat IF penerima TV. Pattern
wobbuloscope, menggunakan generator sebagai sinyal masukan
alignment penerima TV pada penerima TV untuk
memfungsikan kerja TV dengan
Peralatan Yang diperlukan : sinyal stabil. Alignment penerima
Patern generator, Wobbuloscope, TV menggunakan wobbuloscope.
Balun, penerima TV dan kabel Dengan menggunakan
penghubung. wobulloscope dapat menguji
respon penguat IF video, penguat
Teori pendukung video, penguat IF suara dan
Wobbuloscope terdiri dari sweep semua frekuensi respon dengan
generator, CRO dan sebuah menggunakan blok diagram
marker generator, yang dapat berikut ini. Respon penguat dapat
mengatur frekuensi respon dilihat pada tampilan layar
penglihatan yang berkaitan osiloskop.

CRO

Sweep mark
X Y
generator

Pembelok Y
Pembelok X

75 : 300 Tuner

Balun

Gambar 10-27. Pengawatan pengujian lebar penalaan tuner

Dua frekuensi dibangkitkan oleh berturut-turut. Keluaran sinyal dari


sweep generator. Pada umumnya wobbuloscope dihubungkan
satu frekuensi dibawah 100 Hz dengan masukan kanal X
yang dinamakan frekuensi osiloskop secara langsung dan
wobbulator dan yang lain yang lain sinyal dihubungkan ke
berkaitan dengan menghasilkan balun (75:300) untuk penyesuai
frekuensi senter IF penerima TV impedansi ke bagian tuner dari
33,4 MHz, 38,9 MHz secara penerima dan keluaran tuner
diberikan pada pelat Y ososkop. memudahkan fungsi perbagian
Kurva respon akan diperagakan penrima TV sebaiknya
pada layar CRO. Untuk

Hubungan dibuat perblok dan pengaturan meliputi :


1. Pengaturan halus frekuensi 6. Pengaturan lebar sapuan
sapuan (sweep) attenuator
2. Pengaturan cakupan kasar 7. Memutar dial untuk mencari
frekuensi sapuan frekuensi mark
3. Saklar On/Off 8. Pengaturan pergeseran Y, X,
4. Menandai pengaturan focus, ilumuniasi, Time/div,
frekuensi cakupan kasar Amplitudo/div CRO
frekuensi 9. Soket keluaran RF
5. Menandai pengaturan halus 10. Keluaran terminal marker.
frekuensi

Hasil :
Hasil pengamatan yang (iv) VIF - 38.9 MHz
diharapkan : SIF - 33.4 MHz
(i) Frekuensi marker IF AM radio Kompetensi yang diharapkan dari
455KHz pembelajaran ini adalah :
(ii) Frekuensi IF FM video - 10.7 1. Mampu menjawab pengertian
MHz wobbuloscope
(iii) Jarak frekuensi pembawa 2. Mampu mengaplikasikan
antara IF suara sampai IF wobbuloscope
video 5,5 MHz 3. Mampu melakukan
(iv) Frekuensi IF video 38,9 MHz pengaturan control panel dari
(v) Frekuensi IF suara 33,4 MHz. wobbuloscope
(iii) Inter carrier frequency between 4. Mampu menspesifikasikan
SIF to VIF is 5.5 MHz wobbuloscope

10.8.3. Pengaturan Gambar dan Suara Menggunakan Pattern


generator

Peralatan yang diperlukan :


Pattern generator, Penerima TV

Teori
Pattern generator memberikan dirancang untuk menghasilkan
sinyal video langsung dengan Pola geometric sederhana seperti
modulasi FR pada kanal standar batang vertikal, batang horisontal ,
televisi sehingga dapat digunakan cross-hatch, kisi-kisi, papan catur
untuk menguji dan alignment dan Pola degradasi. Pola ini
penerima TV. Sinyal video convenient untuk alignment
geometri raster dan linieritas, juga Modulasi kanal RF dengan
untuk pengaturan penguat. menggunakan FM untuk
suara difasilitasi dengan sinyal 1. Lingkaran berlatar belakang
pembawa, membuat sangat hitam digunakan untuk
berguna sebagai sumber sinyal pengecekan pembentukan
TV dengan tujuan perbaikan. frame gambar, sementara latar
Jika tidak ada raster dan suara belakang warna hitam lebih
dari penerima, rangkaian power cocok untuk pengecekan
supply yang diumpankan pada refleksi.
pemanas dengan nilai B+, yaitu 2. Garis Centre cross / Border
tegangan Vcc perlu dicek. Perlu memberikan fasilitas
dilakukan pengecekan sekering pengetesan pemusatan layar
dalam supply. Kerusakan TV, linieritas defelski dan
komponen lain adanya pembetulan pin cushion.
kemungkinan hubung singkat di 3. Pola putih 100% dengan burst
rangkaian utama. Variasi uji warna digunakan untuk
pattern untuk mendapatkan pengecekan puritas dan
alignment penerima TV pengoptimalan berkas.
sebagai berikut : .

Prosedur Pemakaian
1. Menghubungkan penerima TV dihubungkan dengan pattern
generator.
2. Pola gambar dipilih sesuai dengan fungsi pola, misal pola lingkaran
untuk menguji linieritas defleksi.
3. Gambar monitor diamati kesempaurnaan gambarnya untuk
dianalisa kesempurnaan fungsi bagian penerima TV.
4. Ganti masukan dengan sinyal video komposit untukdilihat fungsi
penerima V berdasarkan kerja masing-masing blok.
5. Hubungan penerima TV dan patern generator pada gambar berikut.
Gambar 10-28. Pattern generator dengan TV pengetesan fungsi

6. Bentuk gelombang perblok 10.8.4.Pembangkit pola


diamati sebagai acuan gambar dipasaran
rabgkaian TV beserta bentuk- Banyak model ditawarkan dalam
bentuk gelombang ditunjukan pasaran diantaranya gambar
halaman berikut. berikut ini.
Gambar 10-29. Model-model pembagkit pola di pasaran
jalur transmisi 4,5 MHz 4,5 MHz Audio
IFA suara Detector suara Amplifier

Trap 4,5 Hz

RF Mixer IFA video Video


Tabung gambar
Amplifier detektor

Anoda
AGC
Lokasl
osilator

VHF tuner
Osc vertikal Penguat
Syn Vertikal
UHF tuner separator
A
Penguat
Dioda UHF Osc Horisontal Horisotal
AFC defleksi Horisontal
MIxer
DC Power Dioda
B Damper
Penyearah
HV
Power
Supplay

Gambar 10-30. Blok Diagram Penerima Televisi BW


Jala-jala AC 220V
10.8.5.Pola Pengetesan Sinyal Video
Di bawah ini jenis-jenis pola pengetesan video untuk penerima
televisi, VCD dan DCD player.

Gambar 10-31. Macam-macam pola pengetesan sinyal video


BAB 11 MESIN TESTER
Tujuan :
Setelah membaca pembahsan mesin tester mampu :
1. Mendiskripsikan peralatan yang digunakan
2. Mampu menjelaskan kegunaan mesin tester dan memahami alasan
mengapa alat ini efisien digunakan mendiagnosa kerusakan mobil.
3. Memahami jenis-jenis dan kegunaan mesin tester, penganalisa gas.
11.1. Pengantar
Pada dasarnya jantung mesin yang spesifik untuk pengukuran
tester ini adalah MSO yaitu jenis pada titik tertentu.
osiloskop merupakan gabungan
Dalam system terapan analisis
dari osiloskop perekam digital
dan spektrum analiser. kerusakan mesin ini memadukan
Keistimewaan MSO yaitu dapat sistem kontrol dan system
digunakan untuk mengukur komunikasi dengan navigasi GPS
tegangan multi kanal dan multi protocol CAN, LIN dan MOST.
frekuensi. Hasil pengukuran Serial buses yang sekarang ini
ditunjukkan sebagai spectrum sangat popular ditunjukkan dalam
frekuensi dari beberapa frekuensi
gambar 11-1 di bawah ini.

Gambar 11-1. Bagan serial buses mesin tester


Komunikasi longhaul peka
terhadap masalah integritas sinyal
yang disebabkan oleh lingkungan
berisik yang didapatkan dalam
otomobil, meliputi interferensi sinyal
karena sistem pengapian, dan
sistem acak yang seringkali dapat
membuat kesalahan selama siklus
komunikasi kritis.
Gambar 11-2. Mesin Tester
Dengan sistem elektronik debugging tipikal untuk
otomotip yang ditempatkan pada menyelesaikan masalah integritas
sistem pencampuran sinyal maka sinyal dalam sistim otomotip yang
dapat digunakan beberapa didasarkan CAN. Sementara itu
sensor dan motor analog yang pada sinkronisasi dan
mengontrol dengan kontrol digital. penerimaan perbedaan sinyal
Sekarang siloskop tradisional CAN dari data sensor analog
merupakan perangkat. Namun yang ditransmisikan secara digital
osiloskop tradisional dan digital ke ECU, MSO akan selalu
mempunyai banyak keterbatasan, digunakan pengulangan
meliputi kebocoran pemicuan pengambilan dan mengukur
yang kompleks dan keterbatasan amplitudo keluaran dari sensor
akuisisi kanal masukan. Oleh analog pada bagian masukan
karena itu, suatu kelas baru jarak jauh. Pada saat yang sama
peralatan pengukuran yang MSO juga digunakan untuk
dikenal Mixed signal oscilloscope mengindera sinyal kontrol SPI
(MSO) lebih banyak memberikan dalam ECU. Namun sebelum
keuntungan untuk debugging dan menggali perancangan CAN
memverifikasi sifat operasi dari otomotip secara khusus dan
perancangan otomotip sekarang bagaimana menggunakan MSO
ini. Untuk mengilustrasikan untuk debug dan menyelesaikan
keuntungan serta keunikan MOS, masalah integritas sinyal, terlebih
pada aplikasi ditunjukkan dahulu dipelajari prinsip kerja
metodologi perancangan MSO

.
11.1.1. Mixer Signal Osciloscope (MSO)
MSO merupakan instrumentasi MOS pada umunya mempunyai
hybrid yang mengkombinasikan kebocoran yang besar pada kanal
semua kemapuan pengukuran dari akuisisi digital full-fledged logic
osiloskop penyimpan digital (DSO) analyzer, dan juga dengan
dengan beberapa kemampuan protokol analisis mempunyai
pengukuran dari penganalisan kebocoran tingkat abstraksi tinggi.
logika (Logic analyzer), dengan Namun MSO masih relatip
analisis protokol serial ke dalam sederhana sehingga
satu instrument yang sinergi. memungkinkan digunakan dengan
Dengan MSO mampu melihat mudah dan mencegah
beberapa kelurusan waktu (time kekomplekan dalam
alignment) analog, yang mengoperasikan penganalisaan
dikodekan ke dalam digital secara logika dan penganalisa protokol.
seri dan paralel. Bentuk Penggunaan MSO sama seperti
gelombang pada peraga yang penggunaan osiloskop pada
sama ditunjukkan pada gambar umumnya. Karena integritas MSO
11-3. Meskipun sekarang ini sangat tinggi, menjadikanya
banyak osiloskop tradisional sangat mudah digunakan dari
memiliki kemampuan pada dua kotak dengan bebas
penpemicuan yang terbatas, dicampur sinyal pengukuran,
beberapa MSO meliputi pemicuan solusi terdiri dari lingkup manapun
seri yang canggih dan analisis yang dihubungkan ke penganalisa
decode protokol yang optimis logika atau lingkup yang
untuk sistem pencarian kesalahan dihubungkan ke bus serial
elektronik otomotip. penganalisis protokol.

Gambar 11-3. MSO


MSO yang baik adalah yang menyerupai osiloskop tidak seperti
familiar digunakan, memberikan penanalisa logika atau
penyegaran bentuk gelombang pengenalisa protokol . Gambar 11-
dengan cepat, termasuk di 3. menunjukan salah satu jenis
dalamnya serangkaian pemicuan, MSO yang digunakan di industry.
analisis dan operasi sangat

11.1.2. Verifikasi Sifat Operasi Dari Sistem Windshield-Wiper


Otomatis
Sebelum integasi perancangan otomobil diluncurkan, MSO terlebih
dahulu digunakan dalam laboratorim, diverifikasi sifat rangkaian dan
operasi protocol dari sistem windshield- wiper otomatis.
Gambar 11-4.. menunjukkan beberapa hubungan waktu sinyal
analog dan digital dari sistim prototip pengindra dan diperagakan
bentuk gelombang pada kanal 1 (puncak penjejakan) berbeda dengan
sinyal bus CAN yang dikomunikasikan ke variasi sub sistem jarak jauh
termasuk sistem windshield-wiper. Bentuk gelombang kanal 2
(penjejakan di tengah) menunjukkan tingkat sinyal keluaran analog dari
sensor hujan jarak jauh yang secara optik mendeteksi hujan / salju yang
mengenai windshield. Juga ditinjukkan adanya variasi waktu yang
dihubungkan dengan sinyal kontrol SPI (penjejakan ditunjukkan dekat
dasar peraga osiloskop) dalam ECU meliputi CLOCK, DATA, CS dan
sinyal INTERUPT semua penginderaan dipantau dengan menggunakan
MSO dengan pewaktuan logika 16 kanal.

Gambar 11-4. Pengambilan gambar ganda SPI dan CAN dengan menggunakan
MSO
Bus penjejajakan multiwarna Sayangnya bila subsistem
ditunjukkan pada bagian bawah otomotip diintegrasikan ke dalam
peraga osiloskop, informasi otomobil, sistem wiper otomatis
korelasi waktu CAN yang telah di menjadi tidak reliable dan ini
decode dibaca kanal akuisisi CAN ditentukan oleh nilai data yang
yang dipilih pemakai dalam hal ini diterima oleh ECU, yang tidak
kanal 1. Dalam perancangan selalu sesuai kondisi pisik nyata
khusus ini, amplitudo keluaran dari sensor. Bila masalah
sesaat dari sensor analog jarak rangkaian dapat diprediksi dan
jauh diubah kedalam nilai digital dilakukan pengulangan, ini
dengan pengubah analog ke menjadi lebih baik dan mudah
digital (ADC), kemudian secara memisahkan tugas untuk
berturut-turut dikirimkan ke ECU menemukan sebab utama dari
sebagai data byte tungal dalam masalah rangkaian. Namun
satu bingkai khusus (07F HEX). perancangan khusus otomotip ini
telah diintegrasikan ke dalam
Pengulangan transmisi otomobil, peran transmisi data dari
penginderaan dari keluaran sensor sensor acak membuatnya sulit
dan menguji sifat operasi prototip untuk memisahkan sebab dari
MSO diperlukan untuk mengatur masalah.
pemicu pada bingkai data 07FHEX
sebagaimana ditunjukkan pada Sinyal yang sama dengan aslinya
gambar 3. Keluaran sensor diukur dalam laboratorium, namun
berbentuk sinyal analog selalu pada saat itu sinyal diindera
ditranmisikan dalam bingkai ini. dengan sistem wiper otomatis
Dengan pengaturan kondisi dintegrasikan ke dalam otomobil
osiloskop, ahli perancang otomotip ini ditunjukan pada gambar 11- 4.
telah mampu memudahkan Sekarang bisa dilihat pengaruh
pengukuran amplitudo analog dari nois dan interferensi pada sinyal
keluaran sensor (3,14 V) perbedaan CAN, yang disebabkan
sementara itu juga memantau dan oleh kebisingan yang keras pada
memverifikasi nilai data, (BHEX) kendaraan. Ahli perancang
yang sebenarnya telah otomotip memantau peraga
ditranmisiskan dalam paket CAN. osiloskop, sementara itu pemicuan
Sementara pengetesan sistem secara berulang-ulang pada data
prototipe wiper otomatis dalam bingkai ID 07FHEX. Ahli sekali-kali
laboratorium diamati tidak mengamati cahaya merah dalam
bermasalah, dan perbedaan sinyal tanda decode CAN (bawah
CAN muncul hampir tanpa nois. penjenjakan) dalam gambar 11-5.
Gambar 1-5. Kesalahan acak yang teramati dalam dekode CAN pada bingkai
data ID : 07F HEX

MSO mendecode CAN, dalam kode serial mempunyai


perkembangannya kondisi jelek kemampuan penyegaran sangat
dikodekan dengan warna CRC lambat. Ini terutama dikarenakan
merah, dan kondisi salah dalam pemecahan kode menggunakan
bingkai lain ditunjukan sebagai perangkat lunak paska
penjejakan bus warna merah. pemrosesan. Penyegaran bentuk
Osiloskop ini mempunyai gelombang dan pemecahan kode
kecepatan update bentuk sering mengambil waktu beberapa
gelombang yang cepat (di atas detik. Ini berarti bahwa jika terjadi
100 000 bentuk gelombang kesalahan jarang, kebanyakan
perdetik dalam waktu sebenarnya) kondisi salah akan terjadi secara
dan perangkat keras secara serial acak selama osloskop mati bukan
dipercepat mendekode untuk selama osiloskop melakukan
mengambil data transmisi dengan akuisisi . Ini membuat hamper tak
hasil yang jarang jelek. Hardware mungkin menangkap errant
dipercepat secara serial transmisi secara acak dengan
mendekode peraga, mendekode menggunakan osilokop tradisional,
string secepat 60 kali perdetik mustahil mampu melakukan
lebih cepat dari kemampuan mata penpemicuan CAN dan
manusia membaca, namun cukup mendekode. Namun perangkat
rendah untuk melihat kode warna keras dipercepat dengan CAN
kondisi salah, ini jarang terjadi, jika decoding MSO secara statistik
ini terjadi. Kebanyakan osiloskop ditingkatkan probabilitasnya
dengan memori dan memecahkan menangkap keacakan dan kondisi
kesalahan karena kedua bentuk lingkup panel depan. Kunci
bentuk gelombang dan decode STOP bila diamati tanda decode
CAN mempunyai kecepatan merah.Sayangnya bentuk
penyegaran data melampaui gelmbang osiloskop dan
kecepatan pengulangan bingkai kecepatan penyegaran data
data 07FHEX. Untuk decode sangat cepat, maka ketika
menyegarkan tampilan osiloskp STOP ditekan beberapa urutan
dengan satu kejadian data akuisisi telah dilakukan dan
transmisi jelek, atasi terlebih peraga selalu berhenti pada data
dahulu dengan mencoba tekan tranmisi yang baik.

11.1.3. Pemicuan MSO Pada Bingkai Kesalahan Mengungkapkan


Masalah Integritas Sinyal
Langkah berikutnya pada saat mengutamakan kecurigaan pada
mengatur pemicuan osiloskop masalah data transmisi acak
hanya untuk menyerempakkan terutama urutan acak nois
bingkai kesalahan sebagaimana diteruskan ke perbedaan sinyal
ditinjukkan pada gambar 11-6. CAN (puncak penjejakan). Maka
Dengan mengatur kondisi pemicu dapat dilihat bahwa nosie
( pemicu pada bingkai kesalahan), menumpang pada sinyal CAN
osiloskop hanya menangkap dan muncul dengan distribusi
memperagakan transmisi CAN Gaussian. Sebagai bukti dengan
jelek dan mengabaikan transmisi diberikan tingkat intensitas peraga,
yang baik. Sekarang teknisi dapat osiloskop mampu pembesar
menekan salah satu kunci STOP beberapa kali dari pada sistem
pada waktu manganalisa kualitas peraga serupa pada osiloskop
sinyal jelek yang terakhir analog tradisional. Namun setelah
ditransmisikan bingkai CAN, atau pengukuran tingkat keacakan nois
menggunakan osiloskop pendek dengan standar deviasi MSO,
tunggal dengan mode untuk teknisi menentukan bahwa tingkat
membekukan peragaan pada data sinyal nois dalam toleransi khusus
transmisi jelek berikutnya. Dari dan tidak mempengaruhi
hasil peragaan ini teknisi kesalahan.
Gambar 11-6. Pemicuan pada CAN bingkai error mengisolasi perbedaan akuisisi
CAN pada bingkai transmisi pengulangan bentuk gelombang giltch

Setelah jauh menginspeksi dari hasil memori bagian dalam


perbedaan sinyal CAN pada kanal akuisisi (di atas 8 M titk) menyebar
1, teknisi akan menemukan bahwa pada layar peraga dengan time
glitch sempit telah terjadi selama base pada 200 —s/div (gambar 11-
transmisi bingkai data terutama 7), glitch dengan mudah dapat
muncul pada ujung ke 5 dari sinyal dilihat dengan osiloskop resolusi
perbedaan CAN. Bila dilihat kecepatan sampel yang tinggi
rekaman bingkai CAN dalam (sampai di atas 4 GSa/s).
kondisi normal yang dimampatkan

Setelah menemukan glitch dan mengamati penyegaran


mengukur amplitudo dengan pengulangan bentuk gelombang
kursor MSO, teknisi menekan pada osiloskop , teknisi dapat
tombol RUN pada panel depan melihat bahwa glitch tidak hanya
osiloskop untuk memulai kembali jarang terjadi, namun juga dalam
pengulangan akuisisi sementara lokasi acak dalam bingkai data
pemicuan hanya pada bingkai dan tidak ada hubungan pasa
yang salah. Sementara secara khusus pada perbedaan
Gambar 11-7. Perbesaran bentuk gelombang glitch pada CAN

sinyal CAN. Ini dimunculkan dilacak turun, kemudian sebab


bahwa glitch disebabkan oleh utama bisa ditemukan dengan
sambungan sinyal dari sumber lebih mudah ditentukan dan
yang tidak berkaitan dengan pasa. ditetapkan.
Jika sumber dari glitch dapat

11.1.4. Pemicuan MSO Mengungkapkan Glitch Acak Sebagai


Sumber Masalah
Untuk menyerempakkan peragaan istilah hubungan pasa relatip
osiloskop pada glitch yang tidak terhadap sumber pemicu glitch.
berkaitan dengan pasa lebih baik
dari pada bingkai kesalahan, ahli Untuk melacak turun sumber
perancang otomotip pada glitch, teknisi kemudian
tingkatan berikutnya mengatur menghubungkan probe yang lain
osiloskop secara unik dengan pada kanal yang tidak digunakan
memicu pada glitch. Cara ini (kanal 4) dari kanal 4 sampai 16.
dipenuhi dengan menggunakan MSO memulai mengindera sinyal
kemampuan osiloskop pemicu yang dicurigai dalam otomobil
lebar pulsa , yang dapat memicu untuk melihat sinyal yang mana
pada salah satu pulsa positip atau mungkin tidak diserempakkan /
negatip di dasarkan pada berkaitan dengan pasa pada
keacakan kejadian glitch, selalu glitch. Setelah beberapa menit,
menangkap dan menunjukkan teknisi menemukan sumber glitch
glitch didekat lokasi kegagalan seperti ditunjukkan pada gambar
pemicu di tengah layar osiloskop. 11-8. Bentuk gelombang kanal 4
Sekarang bingkai data CAN (bagian dasar warna merah muda)
dimunculkan tidak dikaitkan dalam menunjukkan pulsa digital yang
dikontrol sebuah relay yang tegangan selama waktu transmisi
memicu sentakan tegangan dari bingkai gambar ID : 07FHEX ,
tinggi dalam sarana pengatur kesalahan akan adakalanya terjadi
tegangan. Jika siklus pengatur dalam sistem windshield-wiper.

Gambar 11-8. .Lebar pulsa Pemicu pengulangan sumber acak dan glitch

Pada saat teknisi melacak turun perlindungan yang lebih baik, yang
sumber masalah, ini jelas mudah mana juga secara signifikan
untuk mengisolasi node dikembangkan sistem CAN yang
windshield-wiper CAN dari sinyal kebal terhadap nois.
tegangan tinggi dalam

11.1.5. Penambahan Pengetesan Troughput ECU Otomotip


Pengaturan sistem kelistrikan toleransi kondisi tegangan bias
otomobil kurang dan baik, kadang ekstrim. Permasalahannya setiap
kurang dan kadang melampuai. detik waktu pengetesan dihitung
Cakupan tegangan dapat dari 11 dalam persaingan pasar elektronik
sampai 15 V di bawah kondisi otomotip. Pengetesan pengganda
normal dan dari 8 sampai 24 V tegangan bias bagian dari
pada saat transien permulaan dan pengetesanECU.Kebanyakan
konisi kerja. Sebagai akibatnya sistem tegangan DC menyediakan
batas pengetesantegangan waktu yang diperlukan signifikan
diperlukan menjadi bagian dari untuk mengubah dan mengatasi
satuan kontrol mesin (ECU) untuk pengaturan keluaran baru,
diveifikasi sifat operasi dan menambah beberapa detik pada
waktu pengetesan secara meningkatkan pengetesan meliputi
keseluruhan. : modul supplay cakupan otomatis
Industry bidang elektronik yang dapat diaktifkan dengan
otomotip telah membuat modul program untuk pengeluaran dan
sistem power dan modul power transisi cepat mampu melayani
suplay yang mengurangi waktu dengan kemampuan daya 100 W
pengetesanECU dan arus 10A.

Kelebihan Modul
x Waktu pengolahan komando lebih cepat sehingga mengurangi
waktu pengetesan.
• Waktu untuk mengeluarkan hasil pengetesan kurang dari 4 ms.
• Modul dapat diidentikan parallel dan dioperasikannya sebagai
keluaran virtual tunggal untuk arus keluaran dan daya yang lebih
besar pengetesandaya ECU yang lebih besar.

11.1.6. Karakteristik Input dan Output


ECU menggunakan sinyal sarana pemantau yang banyak sekali. Dalam
menata dan mengontrol mesin dan untuk mengoptimalkan operasi
peralatan. Gambar 1 menunjukkan rangkuman sinyal input dan output
dari ECU pada umumnya.

Gambar 11-9. Masukan dan keluaran ECU


11.2. Elektronik Pengetesan Fungsi Otomotip Menggunakan Sistem
Komponen
Sekarang ini tedapat beberapa baiknya menggunakan produk
jenis modul elektronik dalam industry dengan sistem komponen
otomotip dan satu yang baru untuk menciptakan pemanfaatan
tumbuh dengan cepat, Dalam sistem yang dapat diatur untuk
banyak kasus , modul frekuensi fungsi pengetesan otomotip pada
rendah tanpa kemampuan frekuensi rendah. Banyak produk
frekuensi tinggi semua dapat diuji modul elektronik didapati di mobil,
menggunakan sistem tunggal. terdapat beberapa kesamaan :
Aplikasi ini diuraikan bagaimana

1. Mengontrol pelayanan daya mesin, kontrol transmisi


2. Body-lighs, suara, kunci pintu, jendela, penyeka
kaca depan mobil
3. Anti lock break (ABK/ pengunci anti retak)
4. Airbag.

Modul-modul di bawah ini memiliki untuk menguji sistem uji tunggal.


karakteristik yang Sub sistem yang diperlukan
memungkinkannya digunakan adalah :

1. Penghitung dan I/O (LAN / USB / LIN / GPIB)


2. Komunikasi serial (CAN, LIN, ISO9141)
3. Instrumentasi stimulus frekuensi rendah (DMM, Dgitizer)
4. Beban dan Stimulus, Pensaklaran Pengukuran
5. Piranti yang diuji (Devices Test Under Test /DUT),
sumber daya DC
6. Sambungan masal.

11.2.1. Penghitungan
Pembicaraan pada umunya, pertimbangan terutama alasan
sistem pengetesan fungsi yang keamanan, peralatan dapat
diperlukan computer sebagai dikontrol dengan menggunakan
pusat pengontrolan. Kebanyakan Programmable Logic Kontroller
pilihan saat ini PC unggulan (PLC), yang menggunakan
seperti Windows 2000 atau Xp tangga logika ntuk mencapai
meskipun tentunya jenis lainpun kendali, tapi ini bisa sulit
dapat digunakan, meliputi kontrol dikerjakan karena secara normal
real-time. Dalam beberapa kasus pengetesaninstrument
bila produk PC tidak dijadikan membutuhkan komando ASCII
dikirm melalaui bus seperti LAN, PC yang ditempeli cardcage yang
USB atau GPIB. Suatu alternatif demikian ini seperti VX1 atau PX1.
pada PLC adalah instrument yang Standalone PC pada umumnya
sebenarna mempunyai bangunan biaya lebih rendah dari pada
computer di dalamnya yang ekuivalen PC embedded dan juga
demikian ini seperti oscilloscope mempunyai banyak ruangan untuk
Infinium. Instruimen yang demikian peripheral di dalamnya sehingga
dapat digunakan sebagai sistem banyak pilihan. Terdapat juga rak
kontrol. Oleh karena itu yang menonjol, ini kontras dengan
kebanakan rak pengetesan PC desktop yang biasanya banyak
menggunakan salah satu pertentangan dengan rak.
standalone rack-mounted PC atau

Gambar 11-10. Rak PC mountable


Sebagaimana halnya untuk industry untuk menstandarisasi
instumen baru industry telah hubungan instrument ke PC
mengeluarkan dengan teknik melalui hub, saklar atau penerus
perantara antarmuka LAN dan sinyal. Gambar 2 menunjukkan
USB. LAN memberikan lebih bagaimana LAN dapat menjadi
efektif dan tidak mahal untuk tulang punggung sistem ,
menstranfer data ke instrument. menghubungkan ke banyak
Bagian perpustakaan I/O instrument virtual.
memberikan kemudahan bagi
Gambar 11-11. Komunikasi Serial

12.2.2. Komunikasi Serial


Modul elektronik modern memiliki dan J1850, terdapat banyak
sistem bus serial saling kelebihannya. Antar muka serial
berhubungan. Protokol dalam ini digunakan untuk beberapa
pemakaian bersama tujuan yaitu :
menggunakan CAN, LIN, ISO9141

(1) Sarana operasi, informasi pusat pengontrolan langsung dan


memfungsikan dan dapat memberikan waktu transfer yang cepat
dari informasi sensor (kecepatan roda, temperature) ke kontroler.
Protokol serial juga digunakan untuk mendiagnosa medan demikian
ini seperti pelayanan teluk pada papan diagnosis (OBDII).
(2) Selama pengetesan pabrikasi, dapat digunakan untuk mengaktifkan
bangunan pengetesan mandiri (sering dinamakan BIST) atau DUT-
tes dibantu) rutin yang mengisolasi satu bagian dari modul pada
waktu yang modul tidak harus dijalankan dalam operasi mode
urutan pelayanan pengujian. Dalam kenyataannya menjadi
penghemat. Perusahaan yang tidak menyediakan BIST rutin
umumnya mempunyai waktu pengetesan yang dapat dilakukan
dalam waktu beberapa menit, dibandingkan dengan kira-kira 10
sampai 20 detik untuk modul yang mempunyai BIST.
(3) Pada akhir pengujian, kode operasional dapat didownload ke dalam
modul.
Gambar 11-12. Modul variasi protocol serial

11.2.3. Instrumentasi Pengukuran Frekuensi Rendah


Digital multimeter (DMM) relay dapat menahan tegangan
sebekumnya merupakan 300 V tanpa masalah, tegangan
instrument yang diperlukan oleh spike 80V dari penyuntikan bahan
sistem pengetesan, Tidak hanya bakar dengan mudah dapat
baik untuk pengambilan tegangan diukur. Oleh karena itu,
DC dan AC dengan cepat, diperlukan kumparan flyback
pengukuran arus dan resistansi untuk pengapian sebelum
untuk pengetesan DUT tetapi juga dilemahkan ini dapat dikur. Satu
memberikan layanan sebagai alat cara yang baik untuk mengerjakan
diagnostic untuk melakukan menambah sebuah attenuator
verifikasi jalur saklar dalam sistem, (rangkaian pelemah sinyal) ke
Dalam banyak kasus relatip tidak sistem dengan menggunakan
mahal . Oleh karena itu , card. Dapat digunakan pembagi
bijaksana untuk tidak resistif sederhana, atau
mengeluarkan aturan 8,5 digit penyelesaian yang lebih eksotis
yang lebih mahal jika pengubah dapat dicapai dengan
digital diperlukan. menempatkan attenuator cakupan
Pengetesan modul mesin kontrol ganda pada card atenuasi di
tipikal memerlukan pengukuran bawah 14 V. Dalam cara ini dapat
induksi flyback dari dari kumparan diperoleh akurasi penuh pada
pengapian (-450V) dan injector tegangan saturasi sementara itu
bahan bakar (-80V). Terdapat masih mampu mengukur tegangan
spike energy tegangan rendah, , tinggi flyback sedikit banyak
tapi tegangan tinggi diperlukan mengurangi ketelitian.
untuk perawatan khusus. Karena
Gambar 11-13. Rangkaian card breadboard

11.2.4. Pensaklaran Beban dan Pengukuran


Hal lain yang dijumpai pada fungsi saklar / beban (SLU). SLU
pengetesanelektronik otomotip merupakan lampiran VME dengan
adalah kebutuhan menempatkan backplane khusus, dan antar
beban ke output untuk muka ke PC melalui sebuah port
mensimulasikan beban dalam parallel. Card relay khusus yang
otomobil sebenarnya. Ini dapat mampu menahan arus beban
digunakan bola lampu, solenoid, tinggi (2-30A). Dalam banyak
resistor, motor dan kadang modul kasus, diperlukan beban yang
elektronik lain. Ini berate bahwa dapat ditempatkan secara
secara pisik membutuhkan ruang langsung pada card beban. Kotak
untuk membuat pengetesansistem ini juga melayani sebagai tempat
guna penempatan beban untuk pensaklaran instrument.
sedemikian ini. Ini dapat Sebagai alternatif, beban dapat
dikerjakan dengan sejumlah cara. ditempatkan pada tempat yang
Sangkar Card yang cukup besar muat beban, dengan kabel utuk
untuk penempatan relay dan menjalankan sistem pensaklaran.
beban dapat dipikirkan industry Arus yang lebih akan ditarik oleh
mengeluarkan sistem uji TS-5400 motor ataupun bola lampu harus
seri II yand dinamakan satuan tetap ditangani secara eksternal.
Gambar 11-14. Saklar beban tipikal

Banyak pengetesansistem yang sering digunakan matrik arsitektur


diperlukan untuk menempatkan pensaklaran. Matrik mXn akan
tegangan statis maupun dinamis memungkinkan benyak titik DUT
dan arus mengalir ke pin DUT dapat dihubungkan ke sumber
yang bervariasi, kemudian daya akan menjadi sangat besar
mengukur respon pin lain, dan mahal. Oleh karena itu, jika
biasanya dengan DMM dan BIST rutin dapat digunakan untuk
osilsokop atau digitizer. Dalam memilih hanya bagian penting
tingkat maksimum penggunaan modul, dapat digunakan sebuah
beda tegangan dari instrument matrik mx8xn, memungkinkan 8
yang demikian, sementara biaya ujung tunggal atau 4 pengukuran
pengetesan instrument serendah yang berbeda dijadikan satu.
mungkin tetap dipertahankan,

Pengukuran dan stimuli relay biasanya memerlukan relay


biasanya tidak dibutuhkan untuk armature, yang dengan alami
arus tinggi, dan dapat lambat (10-20 ms membuka dan
diimplementasikan dengan reed menutp lagi). Industri
relay atau FET, memberikan mengeluarkan produk 34980
kecepatan pensaklaran tinggi memberikan jenis pohon relay
membantu untuk meningkatkan konfigurasi yangbervariasi
throughput, pertimbangannya dengan tujuan untuk memberikan
adalah untuk pengetesan fleksibilitas maksimum.
produksi masal. Beban relay
Gambar 11-15. Pengawatan "m" instruments x 4 2-wire busses x "n"
DUT pins "m" instruments x 4 2-wire busses x "n" DUT

11.2.5. Peletakkan Semua Bersama


Contoh arsitektur sistem yang digunakan untuk memberikan
dapat digunakan untuk modul daya pada DUT. Sebuah PC
elektronik otomotip kebanyakan digunakan untuk mengontrol
ditunjukkan gambar 9. Matrik semua piranti dengan
saklar memungkinkan beberapa menggunakan LAN. Antar muka
pengukuran piranti dihubungkan komunikasi digunakan untuk
ke DUT melalui kabel bus yang memberikan CAN atau seri
berbeda. Lengan saklar digunakan komunikasi lain ke DUT. Semua
untuk beban dan mengisolasi card pengawatan yang menuju DUT
DAC digunakan untk DC dan akan dilewatkan melalui peralatan
stimuli AC. Power supplay tetap antar muka.
Gambar 11-16. Perancangan system fungsi tes elektronik otomotip

11.3. Aplikasi
11.3.1. Pengetesan Rem Antilock dan Daya Tarik Kontrol Dengan
Elektronik Otomotip Fungsi Pengetesan Sistem
11.3.1.1. Sensor Reluktansi yang dapat divariasi
Sebuah sensor reluktasi variabel industry sekarang ini. Yang sering
(VRS/variable reluctance sensor) digunakan adalah membangkitkan
diberikan pada masing-masing dengan sensor berbanding
sinyal kecepatan roda untuk langsung dengan kecepatan.
empat penerima ditempatkan di Tingkat tegangan pada setiap
ECM. Adakalanya, dibelakang VRS cakupan dari 50 mVpp (pada
roda berbagi dengan sensor, 20 Hz) sampai 200Vpp (pada
namun ini tampak nya kurang di 5000 Hz).

11.3.1.2. Deteksi Kelicinan Roda


Dibangkitkansinyal dengan frekuensi sinyal, jika semua roda
frekensi yang sebanding dengan disimulasikan. Sinyal ini
kecepatan, frekuensi relative memerlukan sapuan, sepanjang
masing-masing sensor menandai perbedaan profil ramp, yang
kelicinan pada satu atau lebih secara tradisional pembangkit
roda. Oleh karena platform frekuensi tidak mampu
pengetesan memberikan di atas mengerjakan.
empat independen, mengisolasi
11.3.1.3. Pengetesan Deteksi Kelicinan Roda
Tiga masukan sensor roda dari dan turun (gambar 11-17).
tiga roda yang diputar dan Pengetesan divariasi untuk
mempertahankan amplitudo tetap, meyakinkan adanya perbedaan
frekuensi mewakili kecepatan frekuensi antar roda, atau pada
konstan (1 Vpp pada 1 kHz). frekuensi yangmeyakinkan untuk
Keempat sensor masukan roda diberikan ke roda, isolasi benar
diberikan sapuan bentuk atau pembersih solenoid diaktifkan
gelombang ramp keduanya naik

Gambar 11-17. Bentuk gelombang sapuan untuk keempat sensor roda

11.3.2. Pengetesan Ambang Kecepatan Roda


Respon yang dikehendaki dari kemampuan untuk menerapkan
penerima VRS yang ditempatkan variasi tegangan maskan diskrit
pada ECM diilustrasikan gambar dan nilai frekuensi. Pengetesan
2. Membuktikan perilaku yang meliputi frekuensi masukan dari 18
diinginkan membutuhkan Hz, 400 Hz dan 1800 Hz pada
pengetesan pada beberapa tingkat tegangan di atas dan di
frekuensi untuk menandai bawah ambang pada setiap
kecepatan ambang roda. frekuensi.
Pengetesan ini memerlukan
Gambar 11-18. Respon ABS/TC ECM terhadap masukan VRS

11.3.3. Pengetesan Selenoid Pengarah


11.3.3.1.Selenoid Pengarah
Dalam kontrol roda dari menyelip untuk mengendalikan keadaan
selama kejadian ABS, tekanan klep pengendali solenoid.
pengereman diatur dengan Pengukuran tipikal meliputi
kontrol solenoid pengarah saturasi dan tegangan flyback,
gambar 3 respon. Respon kebocoran arus pengedali dan
ABS/TC, kemampuan akhir ketelitian pengambilan masukan
terletak pada kemapuan ECM ADC mikro kontroller ECM.

Gambar 11-19. Pengarah solenoid sisi bawah

11.3.3.2. Tegangan Saturasi


Tegangan saturasi (gambar 11-20) tegangan saturasi bervariasi
penting untuk menandai dalam cakupan nilai 0,5 sampai 1
kesehatan solenoid pengendali Volt.
elektronik. Pada umumnya
Gambar 11-20. Profil tegangan deaktivasi selenoid

Tegangan saturasi seperti gambar menggunakan digitizer (ADC) dan


4 diukur pada keluaran solenoid mungkin diikuti dengan
(node A gambar 3) jadi setelah serangkaian interogasi dari ECM
memutar on pengendali solenoid. untuk menentukan tegangan yang
Tegangan ini mudah diukur diukur.
dengan DMM atau dengan

11.3.3.3. Arus Bocor Pengarah


Informasi arus bocor pada bocor berlebihan menunjukkan
pengarah Information kemungkinan kerusakan
memverifikasi kesehatan elektrostatik (ESD).
pengarah FET (gambar 3). Arus

11.3.3.4. Pengukuran Arus bocor


Untuk mengukur arus bocor mengalir ke solenoid pengarah
pengarah, putuskan hubungan ke sementara keadaan node gambar
beban dan ukur arus yang 11-20 pada keadaan off.

11.3.3.5. Ketelitian Pengambilan Kembali


Pada saat permulaan solenoid dan beban solenoid. Akhirnya
pengarah, masukan ADC —C untuk ABS/TC ECM bertindak
harus teliti dalam pengambilan secara tepat dan melakukan
tingkat tegangan dan sebaliknya, diagnosis keluaran solenoid
pada saat pengarah off harus sendiri, pengambilan kembali —C
dengan teliti mengambil keuntuk ADC harus teliti. Misal selama
menentukan kondisi dari pengarah operasi pengetesan pulsa terus
menerus dibangkitkan setiap demikian ini pada saat pengarah
beberapa mili detik dengan durasi tidak diaktifkan (gambar 11-21).
pendek sampai 300 mikro detik

Gambar 11-21. Penerapan pulsa pengetesan untuk menetukan system


integritas

11.3.3.5. Pengetesan Beban Selenoid


Pemutusan beban solenoid dan Tegangan yang terukur pada —C
penerapan tegangan supplay DC ADC merefleksikan tegangan yang
untuk mengaktifkan pengarah. diaplikasikan memberikan
Menetukan tegangan yang diambil pertimbangan untuk perancangan
kembali —C ADC dengan rangkaian dari pengambilan data
serentetan interogasi ECM. kembali.

11.3.4. Smart Drivers


Sekarang ini sistem ABS/TC dihubung singkat, (2) Pengarah
sering diterapkan sebagai cerdas beraksi secara tepat
pengarah cerdas yang kondisi dengan melakukan shutting down
solenoid dan kembali off dengan untuk mencegah kerusakan.
sendirinya jika situasi warrant, Kenyatannya verifikasi ini
sebagai hubung singkat pada membutuhkan pengetahuan
beban solenoid. Memverifikasi puncak dan durasi profil arus
pengarah cerdas merespon solenoid seperti gambar 8.
secara tepat untuk mendeteksi Akhirnya interogasi melalui
hubung singkat mungkin serangkaian hubungan akan
memerlukan konversi analog ke menetukan ECM yang telah
digital. Dua fakta yang diverifikasi : menginformasikan adanya kondisi
(1) register mikro computer kondisi arus lebih.
arus berlbih pada saat beban
Gambar 11-22. Profil arus selenoid

11.3.5. Pengujian Remote Keyless Elektronik Otomotif Sistem


Pengetesan Fungsi

Keamanan dan keselamatan hal yang tak terpisahkan dalam dunia


teknologi permobilan. Apakah kamu sedang menguji tanpa menyetem
remote masukan (RKE/Remote Keyless Entry) atau permobilan
yang memberikan perlindungan dari sarana pencurian. Industri telah
meproduksi elektronik otomotip yang berfungsi menguji sistem yang
dipersiapkan dengan pengetesan solusi.

Sebagaimana diperlukan untuk menambah kemewahan teknologi,


otomotip RKE sistem merupakan peralatan dengan setiap pintu atau
keluar trunk menambah cangih fungsinya meliputi starting engine,
pengesetan stasiun radio, posisi tempat duduk dan pengaturan cermin.
Kebanyak peralatan sistem RKE dengan ditempelkan pada bodi modul
kontrol (BCM/Body Kontrol Module) pengarah elektro mekanis untuk
mwngunci pintu, penyeka kaca depan mobil, pencahayaan dalam dan
fungsi lain yang demikian. Pengembangan didedikasikan modul kontrol
eletronik (ECM/Electronic Kontrol Module) untuk fungsi RKE yang juga
merupakan suatu pilihan. Gambar 11-23 mengilustrasikan komponen
pada umumnya yang digunakan BCM dengan fungsi RKE. Sebagai
tambahan,keberadaan kerja RKE menyambung dengan kebutuhan
penambahan keamanan dalam mobil dan kemunculan permobilan.

Apakah sampel yang disertakan dalam pengetesan fungsi pabrikasi


mengarah pada penambahan reliabilitas, keamanan dan pengunaan
sistem integritas pengetesan sistem RKE dan immobilizer.Elektronik
RKE disamping fungsinya berada dalam penterjemah kode input dari
kunci penipu komando untuk dialokasikan pengarah, elektro mekanis
melalui variasi bagian mobil. Pada umunya, aktivitas (gambar 11-24.)
melipti pembuatan kode dengan sebuah tangan pemegang kunci menipu
sinyal mendeteksi dan memposes dengan diikuti oleh pengesahan
verifikasi kaode ngesahan. Akhirnya modul elektronika membangkitkan
serangkaian komando atau keluaran pengarah bervariasi mengedalikan
(kunci pintu, moting pemposisi kursi dan lainnya).

Gambar 11-23. Modul bodi kontrol

Gambar 11-24.
Pemancar
11.3.5.1. Pemancar
Kunci jarak jauh (pemancar) sering diperlukan perlakuan
gambar 11-24. meliputi sebagai “kotak hitam”. Dalam
pengidentifikasian sinyal yang kasus, begini pelanggan pada
dibangkitkan oleh rangkaian umumnya menyediakan kode
terpadu (IC) dan dengan sumber untuk pemancar dalam bentuk
daya baterai. Sinyal identifikasi kunci pengerjaan atau piranti
pada umumnya perputaran kode modulasi. Karena pemancar RKE
32 sampai 64 bit, diperlukan secara virtual tidak aktif selama
dalam bentuk modulasi dan 99%, modul power rendah
pengurutan pemrosesan sinyal. penting. Ini mode mode pemancar
Untuk keperluan keamaan dan RKE tidak aktif, arus 100 nA
sensitivitas algoritma biasanya diterima dengan
pembangkitan kode gambaran arus 10 sampai 12 mA
memandangnya bagian untuk pemancar RF aktif.
pengetesan milik pelanggan,

11.3.5.2. Pengetesan Pemancar


Meskipun tidak selalu pengetesan mode yang lain mungkin meliputi
yang dilakukan keluaran dara RF membangkitkan keluaran modulasi
dari pemancar mungkin menarik. AM atau FM. Pada saat
Pengetesan mungkin termasuk pengetesan, diketahui kerja
pengecekan kekuatan sinyal pemancar mungkin digunakan
keluaran amplitudo pemancar dan untuk mengkalibrasi tester,
frekuensi senter pada saat sementara urutan pengetesan
memasuki mode particular. lengkap didasarkan pada analisis
Sebagai contoh, berikut berikut kuat sinyal relatip. Sehubungan
keypad memerintahkan pemancar dengan pengetesan ini, alat
masuk mode gelombang kontinyu spectrum analyzer mungkin
yang membangkitkan suatu menjadi pilihan.
keluaran RF yang dimodulasi. Tes
mobil sebaik perusahaan asuransi
11.3.6, Perlindungan meningkatkan standar masa
Immobilizers depan mobil. Sebagai akibatnya,
11.3.6.1. Terhadap Pencurian industry bergerak mengarah
Sebagaimana telah disebutkan di penggunaan yang lebih luas dan
atas, keberadaan RKE dapat sistem sekuriti dasar. Sistem RKE
digabungkan untuk memenuhi memberikan kenyamanan sistem
kebutuhan sekuriti dalam mobil kontrol jarak jauh dan sarana
dan keadaan darurat dari sekuriti, memberikan perlindungan
kemunculan immonilizer guna terhadap pencurian. Bila sebuah
melindungi dari pencurian. kunci yang tidak sesuai digunakan
Sebagaimana harga dan dalam pengapian, immobilizer
kerumitan mobil membutuhkan akan meng off kan rangkaian
sekuriti lebih besar untuk starter sehingga mesin tidak akan
melindungi dari pencuri. Pabrikasi menyala.
Immobilizer dikomposisikan dari transponder dan muatan modul
kumparan magnit disekitar dari sistem ECM sehingga sistem
pengapian, muatan akan dapat menentukan ya dan tidak
mendeteksi modul (transceiver) untuk menghidupkan mesin.
dalam ECM, sebaik peralatan Dalam banyak kasus secara
kunci semu dengan transponder. fungsinal immobilizer menjadi
Sebagai aksi aliran (gambar 3) bagian dari BCM sementara
fungsi immobilizer I berada dalam dedikasi immobilizer pada ECM
sinyal komunikasi antara tidak bersama-sama.

Identifikasi Frekeunsi Radio Transponder (RFID)


Kunci semu berisi rangkaian ms. Respon transponder,
terpadu transponder. Bila kunci umumnya dicirikan sebagai
semu ditempatkan dalam modulasi AM atau FM dalam
pengapian, IC menginduksi arus mode non-return to zero (NRZ)
dalam medan magnit kumparan dengan durasi < 20 ms.
melingkar, oleh karena itu Sebagaimana dalam kasus remote
keberadaan kumparan, akan tanpa kunci memasuki knci semu,
mengumpankan ke dalam bagian ini menguji kepemilikan
rangkaian yang dapat diatur. pelanggan dan diberikan juga
Muatuan sat siklus (burst RF) suatu pekerjaan semu atau ‘black
diinisialisasi oleh transceiver, box’. Tidak seperti RKE, oleh
transponder membisiki untuk karena itu kode yang digunakan
memancarkan pesan asli yang bukan kode yang diputar. Labih
telah dimodulasi. Pesan dating baik jika ditetapkan karena
menerobos siklus muatan komunikasi ini tidak peka diterima
pemancar dari 120 ms sampai 250 untuk merebut teknik para pencuri.

11.3.6.2. Pengetesan perlindungan terhadap pencurian


Orientasi yang tidak sesuai dari Orientasi dalam kasus ini akan
IC transponder dalam kunci semu diverifikasi dengan
rotasi 180 derajat misalnya, akan membangkitkan siklus muatan dan
menghasilkan keluaran amplitudo pemantauan ‘word’ respon
tingkat rendah dari pemancar. amplitudo IC transponder.
Gambar 11-25. Aliran fungsi aksi immobilizer

11.3.7. Pengetesan Pengapian Pengapian


11.3.7.1. Pengapian
Sebuah magnit kumparan pengesahan kode dari
terbungkus dipasang mengelilingi transponder yang dideteksi. Satu
pengapian dipicu oleh IC yang dideteksi, dikodekan dan
transponder (gambar 4). Modul serangkaian komandi dilewatkan
mengemisikan muatan dengan ke ECM mesin untuk dipilih salah
siklus ? 12 Vpp. Pada akhir siklus, satu diterima atau ditolak.
modul menunggu sampai
11.3.7.2. Pengetesan komponen Pengapian
Beberapa tingkat dari proses ini menjadi bagian pengetesan atau
akan diuji untuk sistem integritas. dengan menggunakan pihak
Pertama diuji stimuli-respon yangbeweang.Amplitudo modul
sederhana akan menentukan jika berikutnyanakan dicek spesifikasi
kode immobilizer fungsinya tepat. rancangan. Akhirnya, diverifikasi
Kode yang benar merupakan melalui serangkaian interogasi
stimuli masukan, yang mana salah untuk membuktikan kepada mesin
satu diberikan pada pelanggan ECM untuk menolak atau
biasanya berupa bukti kepemilikan menerima.
Gambar 11-26. Immobilizer

11.3.8. Pengetesan Kepemilikan


11.3.8.1. Penginderaan Kepemilikan
Masukan penginderaan gambar 11-27. ECM
kepemilikan bersama keduanya menggunakan masukan pada
menggunakan sistem kehadiran penumpang dan status
disentralisasi dan desentralisasi pengendara dan sabuk pengaman
memiliki keserupaan dengan penumpang untuk menentukan
saklar On/Off. Mengacu pada respon keamanan yang tepat.

11.3.8.2. Pemantauan Masukan Kepemilikan


Sesuai dengan gambar 11-27. masukan yang tidak masuk akal
respon ECM untuk memberikan (tanpa ada penunmpang namun
kombinasi dari saklar penutup kursi sabuk pengaman on).
dengan suatu tindakan yang tepat. Banyak pabrikasi mengijinkan
Ini meliputi penyebaran airbag, untuk menonaktifkan airbag
pengaktifan sabuk pengaman penumpang atas permintaannya
sebelum ada tegangan, saklar sendiri. Umpan balik aliran tertutup
peringatan on, atau tindakan yang dalam gambar 11-27.
belum terdefinisi dalam kejadian menunjukkan bahwa penumpang
dan pengendara menggunakan scenario menaksir runtuh dengan
kursi sabuk pengaman menambah persetujuan rangkaian ECM.
ambang penyebaran airbag bila

11.3.8.3. Pengetesan Komponen Kepemilikan


Elemen saklar operasi si tes tidak respon yang belum terdefinisi.
diaktifkan. Lebih baik dengan Respon diverifikasi dikerjakan
memberikan kombinasi saklar dengan interogasi ECM melalui
penutup, ECM memberikan serangkaian hubungan.

Gambar 11-27. Pohon keputusan yang digunakan respon ECM

11.3.9. Sistem Pemantauan Tekanan Ban (TPMS)


Elektronika otomobil untuk merupakan keselamatan masa
keselamatan dirancang secara depan yang dipernaharui para
berkelanjutan dan ditingkatkan pengendara pada tingkat tekanan
untuk menambahkan kabin modil yang nyaman.
keselamatan penumpang. Sistem Penelitian menunjukkan bahwa
monitoring tekanan ban sangat umum mempunyai ban
yang sedang berjalan dengan pada 10 000 pound harus
tekanan udara rendah, oleh dilengkapi dengan TPMS. Tujuan
karena itu pemantauan tekanan utama dari TPMS adalah member
ban merupakan factor peringatan pada pengendara
keselamatan dalam keseluruhan adanya kehilangan tekanan pada
industri permobilan. Pemerintah ban-bannya untuk keselamatan
Amerika telah mengeluarkan yang lebih besar dan
peraturan bahwa semua mempertahankan performasi
penumpang mobil dan truk kecil otomobil.
dengan berat sedikit lebih dari

11.3.9.1. Cara kerja TPMS


Modul TPMS konvensional terdiri yang dimunculkan pada bodi
dari sensor tekanan dan mobil. Frekuensi operasi
temperature yang diletakkan pada menggunakan jalur ISM dari 315,
setiap roda dengan data 434, 868 dan 915 MHz dengan
pemancar dan penerima pusat modulasi tipikal ASK atau FSK.

Gambar 11-28. Aliran aksi fungsional TPMS

Secara elektronik, modul TPS kecepatan 9600 bps dan


berfungsi menterjemahkan kode manschester mendekode dengan
masukan dari setiap roda, ke menggunakan modulasi FSK atau
dalam modul penerima untuk ASK. Pengkodean manschester
diperagakan tingkat tekanannya. merupakan uraian sinyal digital
Secara fungsional digambarkan dalam nilai transisi antara tinggi
pada gambar 1. Pada umumnya dan rendah untuk setiap setengah
data diformat dikirimkan pada perioda.
11.3.9.2. Pemancar TPMS
Pemancar meliputi ban yang komponen harus dalam arus
diidentifikasi rangkaian terpadu minimum dan menggunakan
yang diberi tegangan melalui energy yang sangat rendah. Pada
baterai litium ditunjukkan dalam umunya operasi diaktifkan dengan
gambar 1. Ban ID pada umumnya arus mendekati 1 sampai 5 mA
panjangnya 32 bit. Modul dan 100 nA selama dalam mode
pemancar TPMS didasarkan pada standby.
konsumsi daya rendah dan

11.3.9.3. Pengetesan Modul Pemancar


Pengetesan modul pemancar oleh DUT untuk membangunkan
meliputi pengecekan tingkat mikrokontroller supaya
sinyal daya, frekuensi deviasi membangkitkan transmisi RF
(FSK), dan pengukuran sinyal kontinyu. Untuk melakukan
burst (ASK), demodulasi dari pengetesan ini, sebuah spectrum
sinyal ASK/FSK. Sebuah sinyal analiser menjadi pilihan.
pembangun 125 kHz diperlukan

Gambar 11-29. Deviasi frekuensi ESA4402B


Gambar 11-30. Data bit pada ESA4402B

11.3.9.4. Pembangkit Radio Frekuensi


Modul pembangkit radio frekuensi penerima, memerlukan
sinyal pembawa, menciptakan pembangkit sinyal untuk
keluaran penerima TPMS. TPMS mensimulasikan. Spesifikasi
jalur radio frekensi umumnya 315 pembangkit sinyal mungkin
MHz untuk pemanfaatan di ditentukan oleh kebutuhan
Amerika / Jepang dan 433.868 pelanggan dan variasi pilihan.
MHz di Eropa. Pengetsan modul

11.3.9.5. Durasi Pengetesan Penerima


Setelah bingkai data diterima, ban khusus akan dinyalakan jika
ID akan dibandingkan ke empan terdeteksi tekanan ban rendah.
ban yang lain yang disimpan pada Akhirnya bingkai data dikirim
memori. Jika ID sesuai dengan melalui antarmuka serial untuk
yang ditemukan, data tekanan akuisisi data luar dan disimpan.
akan diproses dan indicator ban

11.3.10. Kalibrasi Pengukuran Kerugian Jalur


Parametrik tester, merupakan kalibrasi kerugian jalur. Solusi didasarkan
pada hasil spectrum analiser, sinyal generator, meter daya yang
terangkai dalam konfigurasi rangkaian gambar 11-31. Kalibrasi Pesawat
X :
x Sinyal generator berfungsi • Sensor daya digunakan untk
sebagai sumber sinyal mengukur tingkat daya pada
gelombang kontinyu pada titik A untk mengatur harga
frekeunsi kalibasi misal 315 misal 0dB. Tingkat daya pada
MHz. ALC merupakan titik X dan A akan menjadi
pengaturan tingkat internal. sama
• The signal generator
x Sinyal generator diatur sampai akan menjadi berbeda dari
mencapai tingkat daya yang daya yang diukur dengan
dikehendaki. spectrum analiser dan
x Kerugian jalur (dB) antara titik X pengaturan tingkat daya.
dan masukan spectrum analiser dengan

11.3.11. Kerugian jalur Pengukuran dan Kalibrasi Pesawat Y

Sinyal generator sebagai sumber Peringatan :


sinyal gelombang kontinyu pada Yakinkan pengaturan sumber
frekuensi kalbrasi 315 MHz dan daya tidak melampaui rating
tingkat daya khusus (misalnya 0 maksimum dari sensor daya.
dBm). ALC diatur pada tingkat x Kerugian jalur (dB) akan
internal. berbeda dalam tingkat daya
Catatan : penghubung power yang diukur pada titik Y dengan
spliter dan loopback dalam hal sensor daya dan pengaturan
ini tidak diperlukan daya untuk snyal generator.
x Sensor daya digunakan untuk
mengukur tingkat daya secara
langsung pada titik Y.

Gambar 11-31. Pengaturan kalibrasi pada umumnya

11.3.12. Mesin Tester


Gambar 11 – 32 Mesin tester

Keunggulan mesin tester ini adalah


x Ripel dan nois rendah
x Pemrograman naik dan turun cepat
x Ketelitian arus tinggi
x Menggunakan standar Industri SCPI
x Perintah dengan menggunakan program
x Pemrograman analog
x Pemantauan analog
x Preteksi penuh terhadap arus lebih, tegangan lebih, tempaeratur
lebih.
x Penginderaan jarak jauh
x Kalibrasi elektronik

Dalam beberapa tahun yang lalu, rendah sehingga menghasilkan


isi elektronik otomobil telah penghematan dalam pengawatan
menambah kecepatan, dan komponen lain. Tegangan 42
menghasilkan arus baterai lebih V merupakan kombinasi tegangan
tinggi. Mengkombinasikan usaha baterai standar. Oleh karena itu
peningkatan efisiensi, sekarang selama operasi perubahan beban,
ini mobil mengunakan baterai 12V, mengakibatkan perubahan
tidak lagi cukup untuk mobil masa tegangan sampai mencapai di
depan. Kecenderungannya atas 60 V atau serendah 25 V.
tegangan lebih tinggi, dengan arus

11.3.13. Spesifikasi
Spesifikasi pengetesan mesin dari suatu industry ditunjukan seperti
berikut,
Tabel 11-1 Spesifikasi
Parameter
Keluaran maksimum
Tegangan 0 -60 V
Arus 0 – 110 A
Ketelitian Pemrograman (@25± 55ºC)
Tegangan 0,04% + 15-60mV
Arus 0,1% + 230 mA –
65mA
Ripel dan Nois
(20 Hz – 20 MHz dengan keluaran tanpa di
ground atau dengan salah satu terminal
keluaran yang di ground
Tegangan konstan (rms) 2,5 mV
Tegangan konstan (Vpp) 15 mV – 25 mV
Arus konstan (rms) 200 mA – 30 mA
Ketelitian baca kembali (dari panel atau
melalui GPIB terhadap keluaran sebenarnya
@ 25 +5ºC
Tegangan 0,05% + 22,5 mV – 90 mV
± Arus 0,1 % + 300 mA – 80 mA
Regulasi Beban (perubahan keluaran
tegangan atau arus untuk perubahan beban
maksimum)
Tegangan 0,002 % + 650—V – 2,2 mV
Arus 0,005 % + 40 mA – 9 mA
Regulasi garis beban (perubahan keluaran
tegangan atau arus untuk perubahan garis
beban maksimum
Tegangan 0,002% + 650 —V – 650 —V
Arus 0,005 % + 40 mA – 9 mA
Transien Respon Waktu
(untuk mengkover keluaran tegangan dalam 150 mV diikuti langkah
perubahan dari 100% sampai 50 % atau 50% sampai 100% terhadap
kecepatan keluaran arus : <900—s

11.3.14. Keunikan Pengetesan Fungsi Otomotip


Pengetesan ECM otomotip pengetesan otomobil ECM
memerlukan suatu pengetahuan (penggunaan modul kontrol mesin
karakteristik kunci dari sebagai satu kesatuan
perancangan dan pabrikasi. pengetesan). Berikutnya akan
Diskripsi kebutuhan umum untuk ditemukan pengetahuan
menyeluruh ilustrasi sistem dari pengetesan fungsi untuk elektronik
alat pabrikasi sebagai solusi otomotip.

Tabel 11-2. Karakteristik pengetesan alat

Karakteristik Pengetesan ECM Pabrikasi Seri TS-5400


Alat Pabrikasi Solusi
Manajemen Mesin ECM

Kecepatan penyaklaran x Saklar / satuan beban dapat


untuk sinyal multiple dan deprogram
kemampuan beban x Kemampuan menyelesaikan
pengetesan beberapa kartu beban
dengan cepat
x Siap solusi 42 V
x Kemampuan memasang dan
melepas beban
x Kemampuan jembatan beban
Bentuk gelombang dan x Simulasi reluktansi dan pengaruh
sinyal pembangkit riil sensor dapat divariasi
x Simulasi kunci sinyal
Respon penahanan arus / x Penahanan arus / tegangan flyback
tegangan tinggi x Tegangan sampai di atas 500V, arus
di atas 30A
x Kemampuan mengukur perioda,
frekuensi dan durasi.
Komunikasi serial x Kemampuan ISO-9141
x Kemampuan J1850
x Kemampuan J1939/CAN
Membutuhkan kecepatan x Software optimis
pengambilan tinggi <20ns
untuk 100 titik perhitungan
ECM
x Matrix relay pengukuran cepat (0,5
ms)

11.4. Rupa-rupa Penguji Mesin


11.4.1. Spesifikasi Scanner
Salah satu produk mesin tester yang ada di lapangan mempunyai spesifikasi
sebagai berikut.

SPESIFIKASI Perkembangan ke depan


1. Sistem 1. Peraga
128 MB SD-RAM 128 MB CF Card O/I
LCD 7” warna, taouchscreen VGA out
2. Storage : HDD 40 GB
800X400 piksel
3. Display : 7” LCD, Touchscreen , VGA
out Layar terprogram penuh warna, informasi
4. Scan : DLC port perawatan, tip.
5. Scope : 4 kanal scope, multimeter 2. Hard Disc 40 GB
pembentuk gelombang sekunder Rekaman informasi perawatan dan pencarian
pengapian kerusakan
6. Komunikasi : HOST USB 1.1 USB 2.0 Dapat menyimpan dalam waktu lama
Clien LAN, RS232 3. Windows CE.NET
7. Multimedia : speaker-stereo Berwujud beberapa program praktis
8. Keypad : tombol 4 arah, tombol 6 fungsi Menu familiar dengan pemakai
9. Batere : smart tahan 1 jam 4. LAN
10. Power supply : DC, jack 12V Pencarian informasi perawatan pada internet.
5. Variasi fungsi interface dengan USB
USB kamera, printer dan mouse dsb.

Gambar 11-33. Piranti Scan


Gambar 11-34. Macam-macam peralatan diagnosa mesin

Gambar 11-35. Pemasangan alat uji

1.5. Pengantar Penganalisa Gas


11.5.1.1. Manfaat Penganalisa Gas
Penganalisa gas dalam mengukur Lambda, RPM dan
pembahasan ini merupakan alat accu.
ukur gas buang mesi bensin yang 2. Pengukuran langsung RPM
dapat digunakan untuk : 3. Pengukuran kondisi ruang kerja
1. Melakukan pengukuran 5 : suhu, tekanan atmosfir,
macam gas CO, CO2, HC, O2 kelembaban udara dan tes
dan NOx. Selain itu dapat untuk lambda.

11.5.1.2. Keselamatan Alat


Untuk keamanan alat penganalisa 2. Penyambungan harus baik
gas perlu diperhatikan hal-hal untuk meyakinkan bahwa
berikut. frekuensi, tegangan sesuai
1. Penganalisa gas harus yang diperlukan.
ditempatkan ditempat yang 3. Penganalisa gas jangan
kering panas dapat mengotori dipanaskan secara tiba-tiba.
emisi , panas karena lubang, 4. Penganalisa gas dihindarkan
tungku harus dicegah. dari basah baik air maupun
cairan lain.
5. Dalam keadaan tangan basah 6. Penggantian sekering harus
hindari memegang sama.
penganalisa gas

Perhatian
Bila penganalisa gas digunakan dalam kabin, gunakan ventilasi
udara untuk mencegah kejenuhan gas berbahaya.

11.5.2. Pengoperasian
Pesan kesalahan ditunjukkan pada LCD secara serentak terhadap
bunyi peringatan emisi .

11.5.2.1. Tes kondisi


Salah satu hubungan yang dibuat - Idling
sebelum pengetesan . - Dwell angle
1. Temperatur ruang cakupan - Sudut pengapian
antara +5°C dan +40°C. - Permainan katub
2. Pengeluaran pipa kendaraan 4. Temperatur minyal mesin, diukur
pekat. Kondisi ini pipa melalui probe perangkat
kendaraan dapat dicek penganalisa lebih besar dari
sementara mesin pengosongan, 80°C.
bocoran gas dari sambungan 5. Piranti pendingin tidak
pipa dideteksi. dihubungkan.
3. Berikut parameter mobil yang
benar, seperti indikasi pabrikan:

Perhatian
Selama pengetesan gas diluar yakinkan bahwa gas sampel
difasilitasi untuk tidak secara langsung di ekspos dengan sinar
matahari. JIka temperature bertambah dapat menyebabkan

11.5.2.2. Persiapan Sebelum Pengetesan


1. Untuk mendeteksi nilai gas langsung halaman aplikasi
terlebih dahulu semua di onkan program.
dengan tombol pengapian (24) 4. Tekan menu untuk
atau (25). mengaktifkan maupun menon
2. LCD menunjukkan halaman aktifkan FUNCTION BAR yang
presentasi diperagakan sebagai icon.
3. Tekan ENTER untuk
memperagakan secara
Gambar 11-36. Tombol 24-56 penganalisa gas

11.5.2.3. Kegunaan Tombol

86 Garasi Data : untuk menyisipkan 89 Pengaturan Video untuk mengatur


data workshop. sinyal sesuai jenis peraga yang
diperlukan monitor atau TV warna
(system PAL /NTSC).
87 Tanggal dan waktu fungsinya 90 Following untuk memperagakan
memberikan layanan pada staf berikut FUNCTION BAR

88 Pengaturan Video untuk 91 Pilihan bahasa untuk mengatur


mengatur sinyal sesuai jenis bahasa yang diinginkan.
peraga yang diperlukan monitor
atau TV warna (system PAL
/NTSC).
.

Gambar 11-37. Halaman manajer aplikasi Gambar 11-38. Halaman pilihan


bahasa
92 Pembatasan tegangan utama 94 Musim panas minimum dan jam
fungsinya pelayanan khusus mengatur penyinaran atau
hanya pada staff waktu musim panas dan
93 Pembatasan tegangan betere hubungan dengan menit. Pilih
berfungsi pelayanan khusus icon yang menunjukkan jam
hanya staff tangan dan tekan ENTER untuk
95 Following untuk memperagakan memindahkan dari musim
berikut FUNCTION BAR panas ke waktu penyinaran dan
sebaliknya. Saklar musim
File Manager untuk panas ditunjukkan oleh
96. memperagakan nama semua peragaan matahari dengan
file yang telah diinstall, dengan iconnya sendiri.
ukurannya, tanggal, versi dan
tipe.

Gambar 11-39. Halaman fole manajer

97 Tempratur ruang dan 100. Pilihan printer untuk memilih


kalibrasi kelembaban printer eksternal (80 kolom)
berfungsi untuk pelayanan yang digunakan.
khusus hanya staff.
98 Sistem informasi untuk
memperagakan sumber
system peralatan
99 Print untuk mencetak tes
dengan printer alat ukur.

Tekan tombol MENU sampai atau tekan ESC untuk mengnon


memperagakan FUNCTION BAR aktifkan secara angsung beberapa
merupakan keadaan non aktif tingkatan FUNCTION BAR.
11.5.2.4. Inisial Pilihan
1. Pilih fungsi penganalisa gas dari halaman APLICATION MANAGER
untuk memasuki program
2. Berikut fungsi-fungsi yang diperagakan LCD

11.5.2.5. Pengukuran pengetesan ini meliputi :


1. OFFICIAL TEST standarisasi O¦ ML CLASS 0
menyelesaikan pengukuran standar.
khusus sebagaimana 3. ? PROBE TEST mengecek
diperlukan berkaitan dengan efisiensi probe lambda dan
standarisasi negri. membetulkan fungsi injeksi dari
2. STANDARD TEST mengecek unitkontrol.
gas berbahaya sesuai dengan

11.5.2.6. Kurva memperagakan secaa grafis variasi gas


Histogram memperagakan secara diperlukan. Tekan tombol MENU
grafis perbandingan gas untuk memperagakan dari
Exit : keluar program beberapa halaman analisis gas FUNCTION
saat dengan menginterupsi tes jika BAR berikut.

Gambar 11-40. Halaman inisialisasi

101 Kontrol untuk memperagakan 102. Aplication kembali ke halaman


halaman dimana test dari program aplikasi
diselesaikan.
103 HELP memanggil bantuan on line.
Pilih icon KONTROL untuk memperagakan halaman berikut.

Gambar 11-41. Pilihan icon

104 Pump (on/off) : pompa 105 Leak tes : mulai tes


enable atau disable kebocoran
106 HC residu : memulai tes 107 Auto zero secara otomatis
residu HC memulai dengan nilai gas nol

108 Message log : untuk 109 Bench karakterisasi


memperagakan semua fungsinya hanya untuk
pesan kesalahan hari itu. melayani staff.
Setiap akhir hari kerja.

110 Instalasi NOx mV O2 memperagakan


memperagakan halaman 111 status sensor oxygen
dimana memungkinkan
sensor NOx diinstalasi
112 Angka serial memperagakan 113 Last calibration
nomor penganalisa gas. memperagakan tanggal
kalibrasi terakhir dan
tanggal dan waktu tes
kebocoran dan residu HC
terakhir dilakukan.

114 Kalibrasi berfungsi hanya


untuk pelayanan khusus
staff
x Tekan ESC untuk keluar
halaman KONTROL
x Tekan MENU atau ESC
untuk disable peraga
FUNCTION BAR.
11.5.2.7. Waktu Pemanasan
Setelah pemilihan salah satu dari menunjukkan bahwa penganalisa
tes yang disediakan pesan pasa pemanasan yang dapat
WARMING UP diperagakan membutuhkan waktu 60 detik.

11.5.2.8. Pengaturan Pengenolan Otomatis


Penganalisa memulai secara kalibrasi nilai O2 (sesuai dengan
otomatis pengaturan nol parameter yang ada dalam
menunjukkan pesan AUTOZERO memori). Dalam beberapa kasus
pada akhir pasa ini penganalisa terjadi kesalahan kalibrasi bila ini
gas siap digunakan. terjadi akan diperagakan pesan
Setiap AUTOZERO instrument SENSOR EXHAUSTED.
secara otomatis menyelesaikan

11.5.3. Pengetesan
11.5.3.1. Tes standar
x Pilih fungsi MEASUREMENT dari x Pengenalan probe gas sampel
halaman GAS ANALYSIS ke dalam pipa pembuangan
x Pilih fungsi STANDARD TEST sedalam mungkin dan sekurang-
dari halaman TEST SELECTION kurangnya kedalaman 300 mm.
Penyelesaian nilai pengukuran x JIka pipa pembuangan tidak
diperlukan untuk : memungkinkan untuk
x Membentuk dua akselerasi mengantarkan probe secara
pengosongan cepat dan lengkap, ini diperlukan untuk
membawa mesin kembali ke jalan menambah perluasan khusus
lambat. yang meyakinkan dengan
sambungan yang kuat.
Peraga LCD memperagakan setiap nilai gas, factor lambda, rpm dan
temperature mesin.
x Tekan MENU untuk memperagakan FUNCTION BAR dalam halaman
pengukuran tes standar.

Gambar 11-42. Tampilan hasil tes standar


115 Print untuk memlih dua jenis 118 Aplications kemali ke halaman
print program aplikasi
119 HELP memanggil banuan on
116 Settings untuk memilih bahan line.
bakar dan rpm untuk autozero
117 Pilihan Zoom memungkinkan
fungsi membesarkan pada
layar LCD

11.5.3.2. Mencetak Hasil Pengetesan


x Pilih fungsi PRINT (115) dari sebelum FUNCTION BAR dan pada LCD
memperagakan halaman berikut.

Gambar 11-43. Halaman tes standar

120 Kolom print ada 24 x Masukan nomor pelat, model,


memungkinkan mencetak merek, nomor kasis, km yang
hasil penganalisa gas telah ditempuh dan nama
121 Kolom print 80 operator, penggeseran field
memungkinkan mencetak dengan tombol ENTER.
dari kolom printer luar yang x Pilih ENTER jika icon dari print
dihubungkan port parallel keluar atau F5 untuk mulai
dari penganalisa gas. mencetak.
Setelah pemilihan jenis dapat x Pilih F3 untuk menghapus data
digunakan mencetak, LCD kendaraan sebelumnya.
menunjukkan halaman masuknya
identifikasi data kendaraan yang
diuji.

Catatan :
Dalam tes CURVA, HISTOGRAM, LAMBDA PROBE diperagakan fungsi F4. Tekan
tombol untuk mencetak grafik dari performansi tes.

11.5.3.3. Pengaturan Pilihan Bahan Bakar


x Pilih SETTINGS fungsi 116 dari sebelum FUNCTION BAR dan
peragaan LCD pada halaman berikut.
Gambar 11-44. Pilihan bahan bakar

122 Setting untuk mengatur kendaraan sesuai jenis bahan


sejumlah kendaraan yang diuji bakar yang digunakan
dari silinder, jenis kabel yang (pengaturan pabrik bahan
digunakan untuk mengukur bakar bensin) tekan ENTER.
rpm (klem induksi atau kabel 124 Autozero secara otomatis
batere) dan frekuensi dimulai pada nilai gas nol.
pengujian (2 atau 4 kali). x Pilih fungsi (122) peraga
Kalibrasi rpm dapat menunjukkan seperti halaman
diselesaikan juga. berikut.
123 Pilihan bahan bakar
memungkinkan menguji

Gambar 11-45. Peraga jumlah kendaraan yang diuji

Tampilan peraga datas merupajan x Waktu memilih mesin dari mesin


pengaturan asli dari pabrik.Untuk yang diuji (2 atau 4 kali) dan
menyelesaikan pengaturan yang tekan ENTER.
berbeda dari pabrik ikuti instruksi x Pilih icon (126) dan tekan
berikut beberapa kali tombol ENTER
x Pilih perubahan jenis kabel yang sampai memperagakan jumlah
digunakan untuk menyelesaikan silinder dari kendaraan yang
pengetesan dan tekan ENTER diuji.
untuk memungkinkannya.
11.5.4. Kemungkinan Penyebab CO-CO2-HC dan O2 Mempunyai Nilai
yang salah

Salah pengaturan karburasi


x Kebocoran pengapian
Kotor atau filter udara
Kontak reduktor cacat
CO terhalangi
Kabel busi cacat
Pengayaan tahap
Salah pengebangan
pemanasan cacat
HC Busi cacat
Pengayaan akselerasi cacat
Busi cacat x Pembakaran tak
Regulator tekanan rusak sempurna
Lean mixture
CO2 Sistem penghisap kendaraan
Rangkaian penghisap
cacat
cacat
O2 Sistem penghisap kendaraan
cacat x Cacat mekanis
Banyak campuran Kompresi tidak
Probe lambda catat mencukupi
Pemasangan klep
tidak kencang.

11.5.5. Peragaan Hasil


11.5.5.1. Kurva
Gas kendaraan bervariasi diperlukan peragaan secara grafis untuk itu
gunakan fungsi CURVA.
x Pilih fungsi CURVES dari gas halaman GAS ANALYSIS.
Diperagakan grafik kecenderungan gas yang diukur.

Gambar 11-46. Kurva kandungan gas

Disisi kanan kurva, menunjukkan yang berkaitan dengan nilai gas.


11.5.5.2. Histogram
Bilamana diperlukan perbandingan x Pilih fungsi HISTOGRAM dari
secara grafis gas kendaraan yang halaman GAS ANALYSIS.
diuji ditampilkan dalam fungsi
HISTOGRAM.

Gambar 11-47. Histogram gas kendaraan

11.5.6. Corak Sampel Gas


Kandungan nilai sampel gas cakupan nilai diantara konsentrasi
dalam botol gas harus dalam berikut .

Tabel 11-3. Cakupan nilai antara kandungan gas aman

Carbon (CO) 0,500 := 15,000


monoxide % %
Carbon Dioxide (CO2) 1,000 := 20,000
% %
Unburnt (HC) 100 := 30 000
Hidrocarbonc ppm ppm
Nitrogen Oxide (NOx) 100 := 5 000
ppm ppm

Nilai nilai di atas referensikan dari nilai HC HEXANE secara otomatis


botel berisi gas HEXANE. Dalam dihitung dengan PEF (Propane
kasus yang menggunakan botol Equivalent Factor).
berisi PROPANE , relevan dengan
Contoh :
Gas botol dengan nilai HC (Propane) = 2718 ppm
Penganalisa PEF = 0,539

HC (Propane) X PEF = HC (Propane)


2718 X 0,539 = 1465 nilai HC untuk pengaturan data botol
yang diberikan dalam bentuk penganalisa.
11.5.7. Perawatan
1. Mengganti catridge / filter standar setiap kali tampak menghitam
Catridge / filter (30) tidak dapat atau bila muncul pesan VACUUM
dibersihkan namun harus diganti HIGH.

Gambar 11-48. Gambar posisi


sensor oksigen

2. Membersihkan condensate Bila sensor oksigen (47) tidak


pemisah filter efisien lagi ganti dengan sensor
Condensate pemisah filter (28) original yang sesuai dengan
harus dibersihkan rata-rata setiap pabrikasi, ikuti instruksi berikut.
dua kali mengganti catridge / filter x Putuskan hubungan konektor
standar (30) atau jika terhalang. (46)
Dalam membersihkannya dicuci x Kendorkan sensor searah
dengan buih hingga bersih dan jarum jam.
keringkan dengan udara. x Gantikan dengan sensor baru
3. Mengganti Filter karbon aktif hubungkan seperti sebelum
Filter ini harus diganti setiap dua hubungan sensor diputuskan.
tahun. Pekerjaan ini mudah 5. Membersihkan precleaner
diselesaikan dengan keluarkan transparan
dari hubungan pipa. Dalam kasus Precleaner transparan eksternal
ini selama fungsi AUTOZERO (67) harus dibersihkan atau
tidak menghisap secara diganti jika dibersihkan tidak
sempurna, gunakan obeng kecil cukup waktu. Membersihkan
pindahkan kotoran yang melekat precleaner dicuci dengan buih
pada pintu masuk filter. hingga bersih kemudian
4. Mengganti sensor O2 dikerigkan dengan tekanan
udara.
Gambar 11-49. Precleaner transparan
eksternal

6. Membersihkan pipa pengambil residu carbon yang menempel


Membersihkan pipa pengambil didalamnya. Sebelum pipa
harus dikerjakan secara periodik , pengambil ditiup putuskan
dibersihkan dari kemungkinan terlebih dahulu sambungan.

Perhatian
Jangan meniupkan udara dengan kompresor ke dalam penganalisa gas.
BAB 12 SISTEM POSISI GLOBAL GPS

Tujuan : Pokok Bahasan


Dalam pembahasan ini meliputi :
Pembahasan ini bertujuan : 1. Pengertian dan sejarah adanya
1. Mengenalkan pengertian sistem posisi global
Global Position Sistem (GPS) 2. Jenis-jenis sistem posisi global
2. Memahami proses pengukuran dan prinsip kerjanya.
dengan GPS 3. Pemanfaatan GPS sebagai
3. Memahami aplikasi GPS pemandu jalan.

12.1. Pengantar dan Sejarah Perkembangan GPS


GPS merupakan kependekan dari untuk pengukuran dalam
NAVTAR GPS, yaitu NAVigation menentukan letak kerusakan
Sistem Time Ranging Global kabel transmisi frekuensi tinggi
Positioning Sistem. Awalnya berdasarkan refleksi gelombang.
merupakan proyek Departemen Pada TDR refleksi gelombang,
Pertahanan Amerika yang terjadi karena penghantar yang
ditujukan untuk memandu terhubung singkat atau terbuka.
pasukan perang digurun. Jarak kerusakan dihitung sama
Kemudian berkembang untuk dengan perkalian perjalanan
navigasi kapal laut, kapal udara gelombang ketempat kerusakan
bahkan kendaraan darat. GPS kabel dengan kecepatan rambat
berguna untuk menentukan gelombang. Sedang jenis
koordinat posisi obyek kerusakan penghantar hubung
berdasarkan olah data beberapa singkat atau terputus dilihat dari
satelit diukur terhadap titik obyek bentuk gelombang yang
relatip yang sudah diketahui direfleksikan. Sedangkan pada
sehingga dapat ditentukan GPS sinyal kembali dikarenakan
besarnya latitude, longitude dan adanya pemancaran kembali oleh
ketinggian dari permukaan laut. pemancar yang ada di satelit.
Dalam perkembangannya GPS Jarak dihitung sama dengan
sekarang ini merupakan perkalian waktu perjalanan
gambaran sempurna gabungan gelombang dan kecepatan
antara teknik pengukuran, teknik rambat gelombang.
telekomunikasi dan teknik Seiring dengan perkembangan
informatika. teknologi telekomunikasi dan
Pengukuran jarak didasarkan teknik informatika, informasi telah
pada teknik pengukuran refleksi dikembangkan tidak sekedar
gelombang ranah waktu atau dipancarkan kembali namun juga
Time Domain Reflectometry diolah dalam pencitraan yang
(TDR). TDR banyak digunakan baik, sehingga posisi obyek dapat
ditampilkan pada layar GPS mudah diikuti, informasi lengkap
lengkap dengan peta yang mudah sesuai kebutuhan perjalanan.
dibaca. Teknologi informatika Oleh karena itu menjadikan GPS
memberi pengaruh pada layanan sebagai pasangan yang populair
informasi yang mampu selalu dengan mesin tester sebagai
memperbaharui data, sehingga asesoris mobil mewah. GPS
dapat menampilkan obyek dalam difungsikan sebagai pemandu
peta yang berjalan sesuai perjalanan disamping sebagai alat
kecepatan perjalanan obyek. komunikasi.
Interface dibuat menarik, navigasi

Gambar 12-1 Macam-macam tampilan


GPS dibahas prinsip pengukuran dengan GPS, prinsip
Dalam bab ini akan
kerja dan cara penggunaan GPS.

Sejarah Perkembangan Teknologi GPS


Matahari dan bintang tidak dapat akurat dan pasti. Beberapa
dilihat bila berawan . Selain itu proyek dan eksperimen dilakukan
dengan pengukuran posisi selama 25 tahun termasuk di
meskipun teliti, posisi tidak dapat dalamnya Transit, Timaton, Loran.
ditentukan secara akurat. Setelah Semua proyek ini diarahkan untuk
perang dunia II, ini muncul di penemuan secara akurat dan
Departemen Pertahanan Amerika fungsi. Semua diawali pada tahu
yang menemukan solusi dari 1970 proyek baru telah
permasalahan posisi ini dengan mengusulkan GPS. Konsepnya
menjanjikan untuk memenuhi semua persyaratan dari
pemerintah Amerika, katakanlah untuk untuk pengukuran yang
bahwa akan mampu menentukan akurat pada semua aplikasi , jenis
suatu posisi secara akurat pada GPS dibedakan dari teknik
titik permukaan bumi, kapanpun penerima yang digunakan dan
dalam kondisi bagaimanapun. bekerjanya. GPS asli dirancang
untuk keperluan militer digunakan
GPS merupakan sistem berbasis kapan saja dipermukaan bumi.
satelit yang menggunakan Segera setelah yang asli diajukan
kumpulan dari 24 satelit untuk dibuat, menjadi jelas , sipil juga
memberikan pada pemakai posisi dapat menggunakan GPS dan
yang akurat. Ini penting untuk tidak hanya digunakan untuk
menetapkan titik secara akurat, menentukan posisi personal. Dua
pada tentara yang berada di pemakai utama yang
tengah gurun pasir, tingkat menggunakan GPS dalam
akurasi sekitar 15 m. Kapal yang aplikasi sipil yaitu untuk navigasi
berada di pertahanan pantai, kapal dan keperluan penelitian.
akurat berarti berada sekitar 5m, Sekarang aplikasi sudah
sedangkan untuk pengukur tanah berkembang sampai navigasi
akurat berarti sekitar kurang dari mobil bahkan pada konstruksi
1 cm. GPS dapat digunakan mesin otomasi.

Gambar 12-2. Peralatan system posisi global

Dengan menggunakan GPS dapat dari 20m sampai mendekati 1mm)


digunakan untuk menetapkan (Zogg Jean-Marie : 2001:9).
posisi titik pada permukaan bumi, Waktu secara akurat (Waktu,
dua hasl dapat ditentukan koordinat) dalam dari 60 ns
dimanapun pada permukaan bumi sampai 5 ns. Kecepatan dan arah
yaitu : Lokasi secara pasti ( garis perjalanan dapat diturunkan dari
bujur,_ garis lintang_ dan_ koordinat sebaik waktu. Koordinat
keketinggianan_ koordinat)_ dan waktu ditentukan oleh 28
secara akurat_ untuk_cakupan satelit yang mengorbit di bumi.
Gambar 12-3: Fungsi dasar GPS

Teknologi GPS
Konfigurasi GPS meliputi tiga segmen :
x segmen ruang orbit satelit di bumi (semua fungsi dijalankan satelit).
x segmen kontrol posisi pemancar di equator bumi untuk mengontrol
satelit. ( semua stasiun bumi yang berkaitan dengan pemantauan
sistem, stasiunmaster kontrol, stasiun monitor, dan stasiun kontrol
ground) .
x segmen pemakai yaitu siapapun yang menerima dan
menggunakan sinyal GPS (pemakai sipil maupun militer).

12.1.1. Segmen Ruang


Segmen ruang dirancang terdiri dari 24 satelit yang mengorbit di bumi
sekitar 20180 Km selama 12 jam. Pada waktu menulis terdapat 26
operator satelit yang mengorbit di bumi. Kumpulan satelit tersebut
dalam konfigurasi ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Gambar 12-4. Segmen ruang


12.1.1.1. Gerakan Satelit
Segmen ruang dirancang Pengalaman menunjukan bahwa
minimum 4 satelit yang dapat biasanya terdapat sekurang-
melihat ke atas dengan sudut 15 kurangnya 5 satelit dapat melihat
derajat dibanyak titik permukaan 15 derajat ke atas dalam waktu
bumi dalam satu waktu. Minimum yang lama bahkan seringkali
empat satelit harus dapat melihat terdapat 6 sampai 7 satelit.
untuk banyak aplikasi.

Satelit mengorbit pada ketinggian 20


180 Km di atas permukaan bumi dan
pada posisi 55 derajat equator. Satelit
mengelilingi bumi dengan kecepatan
7000 mil/jam selama 12 jam dua
putaran. Satelit akan kembali
mengawali posisi dalam waktu
hampir 24 jam (tepatnya 23 jam 56
menit) perjalan rotasi ditunjukkan
gambar di bawah ini.

Gambar 12-5. Posisi satelit

Gambar 12-6. Menunjukan cakupan efektif

Untuk dapat melihat objeck dapat dilihat pada gambar di awah


setidaknya dilhat 4 atau 5 lebih ini.
satelit, gambar penempatan satelit
Gambar 12-7 Posisi 28 satelit pada jam 12 UTC pada tanggal 14 April
2001

Satelit GPS menggunakan sumber matahari terhalang gerhana, bila


daya dengan energy solar. tidak ada daya solar Pendorong
Sebagai energi cadangan roket kecil pada masing-masing
digunakan baterai dipasang pada satelit mempertahankannya
papan untuk menjalankan bila terbang pada alur yang benar.

12.1.1.2. Konstruksi GPS Satelit


Kontruksi satelit ditunjukkan pada gambar 12-8. Sedangkan rangkaian
GPS dasar ditunjukkan pada gambar 12-9 yang terdiri dari antene, filter
frekuensi tinggi, mixer, osilator, filter IF, AGC, Kristal sebagai acuan
frekuensi, timing, IF digital dan sinyal prosesor. Masing-masing
mempunyai fungsi yang berbeda diuraikan di bawah ini.

Gambar 12-8. Konstruksi


satelit
Antene

LN1

Sinyal prosessor
IF Filter
HF Filter

HF Stage
Digital
Signal
IF
Mixer AGC Process
LNA Digital
or
Kontrol
AGC
Osilator
Time
Frekuensi
Timing base
acuan

(Jean-Marie, 2002. www.u-blox.com )

Gambar 12-9. Rangkaian Dasar GPS

Filter HF : Lebar sinyal GPS Sinyal prosesor : Membedakan


sekitar 2 MHz. Filter HF lebih dari 16 sinyal satelit yang
mengurangi dampak interferensi . berhubungan dengan pengkodean
HF Stage dan Sinyal prosesor pada waktu yang bersamaan.
sebenarnya menampilkan HF Stage dan sinyal prosesor
rangkaian khusus GPS. secara serentak disaklar pada
HF Stage : Menguatkan sinyal sinyal sinkronisasi. Sinyal
GPS untuk selanjutnya dicampur prosesor ini memiliki basis waktu
dengan frekuensi dari osilator. (time base) sendiri untuk
Sinyal IF difilter untuk menjaga memastikan semua data yang
kestabilan amplitude dan hasil dipancarkan dan direferensikan
digitalisasi melalui pengatur sebagai sumber data. Sinyal
penguatan amplitude (Amplitude prosesor dapat dioffset oleh
Gain Control / AGC). kontroler melalui jalur control
Filter IF : Frekuensi menengah untuk difungsikan dalam mode
difilter keluarannya dengan operasi yang bervariasi.
menggunakan lebar band 2 MHz.
Kontroler : atau parameter (angka dari satelt
Menggunakan sumber data, yang melihat) diperagakan.
mengontrol perhitungan posisi,
waktu, kecepatan. Ini mengontrol Peraga
sinyal prosesor dan relay, harga Posisi hasil perhitungan
dihitung dan diperagakan. (longitude, dan ketinggian) harus
Informasi penting seperti posisi dapat disediakan untuk pengguna.
saat itu dikodekan dan disimpan Ini dapat diperagakan dengan
dalam RAM. Algoritma program menggunakan seven segmen atau
dan perhitungan disimpan dalam ditunjukkan pada layar
ROM. diproyeksikan pada peta. Posisi
yang telah ditentukan dapat
Keyboard disimpan.
Dengan menggunakan keyboard Sumber arus
pengguna dapat memilih Power supply memberikan
menggunakan system koordinat tegangan yang dibutuhkan.

12.1.1.3. Sinyal Satelit


Berikut ini informasi navigasi pesan ditranmisikan oleh satelit pada
kecepatan 50 bit perdetik.

x Waktu satelit dan sinyal sinkronisasi


x Data orbit tepat
x Informasi koeksi waktu untuk menentukan waktu satelit
dengan pasti
x data orbit pendekatan untuk semua satelit
x Sinyal koreksi untuk menghitung waktu pemindahan sinyal
x Data ionosphere
x Informasi keadaan satelit

Waktu yang diperlukan untuk posisi pasti dari transmisi saat itu.
mengirim semua informasi adalah Setiap pemancar satelit ditandai
12.5 menit dengan menggunakan secara unik. Tanda terdiri dari
navigasi pesan, penerima mampu Pseudo Random Noise, Code,
menentukan waktu transmisi dari PRN dari 1023_zero dan 1 yang
masing-masing sinyal satelit dan muncul secara acak.

1
0
1 ms

Gambar 12-10 Pseudo Random Noise


12.1.2. Segmen Kontrol
Segmen kontrol (sistem kontrol tersebar disekitar belahan bumi di
operasi ) terdiri dari stasiun master dekat katulistiwa dan 3 stasiun
kontrol, bertempat di Colorado kontrol ground yang mengirimkan
dengan lima stasiun pemantau informasi ke satelit . Tugas utama
menggunakan clock atomic yang dari segemen kontrol adalah :

x Mengamati gerakan satelit dan menghitung data orbit


(empiris).
• Memantau jam satelit dan meprediksi performansinya
• Menyerempakkan waktu pada papan satelit
• Menyiarkan data orbit akurat yang diterima dari satelit
komunkasi
• Menyiarkan data orbit pendekatan dari semua satelit.
• Menyiarkan lebih jauh lagi informasi yang meliputi
keadaaan satelit , kesalahan clock.

Segemen kontrol juga mengatur “upload” setiap satelit dan


distorsi tiruan dari sinyal (SA) sesudah itu dipancarkan dari sini.
dalam susunan bertingkat, sistem Ini memungkinkan GPS menerima
penentu posisi pemakaian sipil. untuk diketahui dimana setiap
Tigkat ketelitian sistem dengan satelit dapat diperoleh. Sinyal
sengaja diturunkan untuk alasan satelit dibaca pada Ascension,
politik dan taktik Departemen Diedo Garcia dan Kwajalein. Hasil
Pertahanan. Segemen kontrol pengukuran kemudian dikirimkan
melacak satelit GPS, ke Master kontrol di Colorado
memperbaharui posisi, Spring dimana sinyal ini diolah
mengkalibrasi dan untuk menentukan adanya
menyerempakkan clock yang kesalahan di setiap satelit.
digunakan. Lebih jauh lagi fungsi Informasi hasil olahan dikirim
penting segmen kontrol adalah kembali untuk 4 stasiun monitor
menentukan orbit setiap satelit untuk melengkapi dengan ground
dan memprediksi jalur untuk diikuti antenna dan diupload untuk
selama 24 jam. Informasi ini di satelit.
Gambar 12-11. Posisi lokasi segmen kontrol

12.1.3. Segmen Pemakai


Segmen pemakai terdiri dari tanah untuk pejalan kaki, lokasi
para penerima GPS, menerima kendaraan, pengukuran tanah
sinyal GPS dan menentukan untuk pemetaan, navigasi kapal,
posisi dan waktu. Aplikasi tipikal navigasi wilayah, kontrol mesin
segmen pemakai adalah navigasi dan sebagainya.

Gambar 12-12 Bidang implemenasi GPS

Sinyal ditranmisikan oleh satelit pemindahan tergantung pada


untuk mencapai penerima jarak antara satelit dan pemakai.
membutuhkan waktu sekitar 67 Empat perbedaan sinyal
ms. Sinyal berjalan dengan dibangkitkan dalam penerima,
kecepatan cahaya waktu keempat sinyal dari keempat
satelit diukur perbedaan waktunya perpindahan sinyal.
?t untuk menentukan waktu

sinyal satelit

sinyal penerima
Tanda waktu penerima

Gambar 12-13 Sinyal system posisi global

Dalam menentukan posisi yang diketahui dari empat satelit.


pemakai radio komunikasi Hubungan ini diekspresikan dalam
diperlukan empat satelit. Jarak ke persamaan matematika bahwa
satelit ditentukan oleh waktu empat variabel yang tidak
perpindahan sinyal. Penerima diketahui ? , ?, h dan t ditentukan
menghitung garis lintang ? , garis dari jarak dan posisi yang telah
bujur ? kekeketinggiananan h dan diketahui dari keempat satelit. .
waktu t dari cakupan serta posisi

12.2. Cara Kerja GPS


Terdapat beberapa perbedaan akuratan yang dikehendaki
metoda untuk menentukan posisi pemakai dan jenis penerima GPS .
dengan menggunakan GPS. Secara teknik dapat
Metoda yang digunakan dikelompokkan ke dalam 3 kelas
tergantung pada tingkat ke dasar.

Gambar 12-14 Pendeteksian kapal


12.2.1. Koreksi perbedaan Posisi
Sebagaimana telah dipantai, data Digunakan untuk navigasi kapal di
GIS iketahui DGPS, mempunyai dekat pantai, akusisi data GIS,
keakuratan dalam menentukan membentuk presisi dan
posisi antara 0.5 sampai 5m. sebagainya.
Gambar 12-15 Pendeteksian posisi oran ditengah lautan

Navigasi autonomous dari pemakai sipil dan sekitar 20


menggunakan penerima single m untuk pemakaian militer. Untuk
stand-alone , digunakan oleh pemakai pengukuran tanah,
pejalan kaki, kapal yang jauh kontrol mesin diperoleh perbedaa
ditengah dan militer. Akurasi posisi dengan ketelitian 0.5–20 m.
posisi lebih baik dari pada 100m

Gambar 12-16 Pemanfaatan GPS untuk pengukuran tanah

12.2.2. Navigasi Sederhana


Ini merupakan teknik sangat Alasan perbedaan tingkat akurasi
sederhana dengan penerima GPS antara untuk keperluan sipil dan
untuk sesaat memberikan posisi, militer diulas dalam pembahasan
kekeketinggiananan atau waktu selanjutnya. Penerima yang
yang akurat pada pemakai. digunakan untuk operasi jenis ini
Akurasi yang diperoleh lebih baik pada umumnya kecil, dapat
dari pada 100m (biasanya sekitar dibawa (portable) dengan harga
30-50m) untuk pemakaian sipil murah.
dan 5-15 untuk pemakaian militer.
Gambar 12-18 Penentuan posisi dengan 3
Gambar 12-17. GPS satelit
portable sederhana

Semua posisi GPS didasarkan menentukan posisimu sendiri


pada pengukuran satelit ke relatip terhadap tiga titik tersebut.
penerima GPS di bumi. Jarak ini Dari jarak ke satelit diketahui
ke setiap satelit dapat ditentukan bahwa posisi penerima harus
dengan penerima GPS. Ide pada beberpa titik permukaan dari
dasarnya adalah prinsip yang ruang imaginer yang merupakan
digunakan pengukur tanah dalam asli bagi satelit. Dengan membuat
bekerja setiap harinya . JIka anda perpotongan ke tiga titik ruang
tahu tiga buah tiitik relatip imaginer posisi penerima dapat
terhadap posisi anda , anda dapat ditentukan.

Masalahnya hanya menggunakan (X,Y, Z) dan waktu perjalanan


pseudorange dan lamanya waktu sinyal . Pengamatan 4 satelit
yang samppai pada penerima menghasilkan empat persamaan
jarak dapat ditentukan . Jadi yang dapat diselesaikan, sehingga
terdapat empat yang tidak memungkinkan untuk ditentukan
diketahui untuk menentukan posisi besarnya.
12.2.3. Menghitung Jarak Satelit
Pada tingkat penghitungan jarak
masing-masing satelit,
menggunakan salah satu rumus
Issac Newton yaitu tentang gerak.
Dengan persamaan tersebut
memungkinkan untuk menghitung
jarak sebuah kererta api yang
sedang berjalan jika tahu
kecepatan perjalanan kereta api
dan waktu yang digunakan pada
kecepatan tersebut.
Gambar 12-19 Penentuan
posisi dengan 4
satelit
GPS memerlukan penerima untuk Waktu adalah waktu yang
menghitung jarak dari penerima ke digunakan sinyal radio berjalan
satelit.Kecepatan yang digunakan dari satelit ke penerima GPS. Ini
sama dengan kecepatan sedikit lebih sulit untuk dihitung,
gelombang radio. Gelombang karena harus diketahui kapal
radio berjalan pada kecepatan sinyal meninggalkan satelit dan
cahaya 290 000 Km perdetik. kapan sinyal sampai dipenerima.

Jarak = Kecepatan X Waktu

Penghitungan Waktu
Sinyal satelit Isyarat mempunyai dua kode, kode C/A dan kode P Kode C/A
didasarkan pada waktu pemberian clock atomic yang sangat akurat. Penerima
juga mempunyai sinyal clock yang digunakan untuk membangkitkan kode C/A
yang sesuai. GPS penerima mampu . menyesuaikan atau mengkaitkan kode
sinyal satelit yang datang untuk membangkitkan kode penerima.

sinyal
penerima
Gambar 12-20 Hubungan pulsa satelit dengan
penerima
sinyal satelit

Kode C/A merupakan kode digital yang muncul secara acak. Dalam
kenyataannya ini tidak acak, berulang seribu kali perdetik. Dengan cara ini
waktu dihitung, diambil perjalanan sinyal dari satelit penerima GPS.
12.2.4. Perhitungan Posisi
Pada prinsipnya mengukur waktu memiliki sinyal penerima dari
perpindahan sinyal (evaluasi emapt satelit yang berbeda. (sal1
cakupan semu). Dalam penerima sampai saluran 4) memungkinkan
GPS penerima menentukan posisi untuk menghitung ?t1 sampai ?t1

Gambar 12-21 Penentuan posisi dengan 4 satelit

Perhitungan dipengaruhi Cartesian pemindahan sinyal ?t 1, , ?t 2,


koordinat tiga dimensi sistem ?t3 dan s?t 4 antara empat satelit
dengan geometris asli. Cakupan dan pemakai. Lokasi Xsat, Ysat
dari pemakai empat satelit dan Zsat dari empat satelit yang
R1,R2,R3 dan R4 dapat diketahui pemakai dengan
ditentukan dengan bantuan waktu demikian koordinat dapat dihitung.

Gambar 12-22 Gambar perhitungan ?t

?t pengukuran = ? ?t =?t + ?t o
PSR=?t pengukuran ‘X c =(?t + ?t 0)· c _ _ _ __ _ __ _ _ (2a)
PSR =R + ?t0 · c _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __ _ __ _ _ (3a)
R : cakupan satelit dengan pemakai yang sebenarnya
C : kecepatan cahaya
? t : waktu perpindahan sinyal dari satelit pada pemakai
?t0 : perbedaan antara clock satelit dan clock pemakai.
PSR: cakupan semu. pseudo-range_

Jarak R dari satelit ke pemakai dapat dihitung dalam sistem Cartesian


sebagai berikut :
R = (XSat - XUser)+(YSat - YUser) +(ZSat - ZUser)

Berikut ini valid untuk empat satelit (I = 1 sampai 4)

12.2.5. Sumber-sumber kesalahan


Dari awal telah diasumsikan posisi GPS, yaitu pada waktu
bahwa posisi diturunkan dari GPS menurunkan persamaan teoritis
sangat akurat dan bebas dari dari beberapa meter sampai
kesalahan, tetapi ada beberapa puluhan meter. Sumber kesalahan
sumber kesalahan penghitungan ini adalah :

1. Penundaan lapisan ionosphere dan atmosphere


2. Kesalahan satelit dan penerima
3. Multipath
4. Pelemahan dan ketelitian
5. Ketersediaan selektivitas (S)
6. Anti spoofing (A-S)

12.2.5.1. Penundaan Inosphere dan Atmosphere


Sebagaimana sinyal yang pada kecepatan sinyal (dalam
dilewatkan melalui lapisan ruang hampa kecepatan cahaya
ionosper, akan mengalami tetap). Ionospher tidak
diperlambat, pengaruhnya seperti menyebabkan konstanta
cahaya yang dibelokkan suatu penundaan pada sinyal. Terdapat
kaca penghalang. Penundaan beberapa factor yang
atmosper ini menyebabkan mempengaruhi penundaan yang
kesalahan dalam penghitungan disebabkan oleh lapisan ionosper.
Gambar 12-23 Rambatan gelombang dari lapisan ionosper

12.2.5.2. Ketinggianan Satelit


Sinyal dari elevasi satelit yang (aktivitas matahari). Puncak
rendah akan lebih banyak aktivitas matahari hamper setiap
dipengaruhi dari pada sinyal yang 11 tahun. Pada saat penulisan
berasal dari elevasi satelit yang puncak yang berikutnya
lebih tinggi. Hal kedua menambah (penyinaran maksimum) terjadin
jarak yang harus dilalui sinyal ke sekitar tahun 2000. Sebagai
atmosphere. Kepadatan lapisan tambahan nyala api matahari
ionospher dipengaruhi oleh terjadi secara acak dan juga
matahari. Pada malam hari, mempunyai pengaruh pada
pengaruh lapisan ionosper ini kesalahan lapisan ionosper
snagat kecil dan sinyal turun Kesalahan lapisan ionosper dapat
perlahan. Jumlah kepadatan dikurangi dengan menggunakan
ionospher meningkat bervariasi satu dari dua metoda :
sesuai dengan siklus penyinaran

x Metode pertama melibatkan diambil harga rerata dan


pengambilan rerata pengaruh sebelumnya pengambilan rerata
pengurangan kecepatan cahaya ini tidak dilakukan semua sesuai
yang disebabkan oleh lapisan waktunya. Oleh karena itu metode
ionosper. Faktor koreksi ini bukan solusi yang optimum untuk
kemudian diaplikasikan dalam mengurangi kesalahan.
perhitungan. Oleh karena itu,
Gambar 12-24 GPS dengan fekuensi ganda

x Metode kedua melibatkan mendapatkan nilai penundaan. Ini


pemakaian frekuensi ganda pada hanya dimungkinkan pada
penerima GPS. Pengukuran penerima GPS dengan frekuensi
penerima yang demikian frekuensi ganda. Kebanyakan penerima
L1 dan L2 dari sinyal GPS. dibangun untuk navigasi frekuensi
Diketahui bahwa bila sinyal radio tunggal.
berjalan melalui lapisan ionosper Uap air jugamempengaruhi sinyal
kecepatan turun perlahan GPS. Uap air dalam lapisan
berbanding terbalik terhadap atmosper dapat juga
frekuensi. Oleh karena itu waktu mempengaruhi hasil posisi,
dating kedua sinyal penurunan diperkecil oleh
diperbandingkan untuk pemakaian model atmosperik.

12.2.5.3. Kesalahan clock Satelit dan Penerima


Sungguhpun clock dalam satelit memonitor clock satelit
akurat (sekitar 3 ns), kadang menggunakan segmen kontrol dan
mengalami sedikit hanyutan dan hanyutan yang ditemukan
menyebabkan sedikit kesalahan, dibetulkan.
mempengaruhi ketelitian posisi.
Departmen Pertahanan Amerika

12.2.5.4. Kesalahan Multipath


Multipath terjadi bila posisi menyebabkan kesalahan
antenna penerima pada posisi pengukuran. Multipath dapat
terbuka pada permukaan refleksi dikurangi dengan menggunakan.
yang sangat besar seperti danau Antenna GPS khusus yang
atau bangunan. Sinyal satelit tidak menyertakan ground plane
berjalan langsung ke antenna (lingkaran piringan metalik)
namun membentur dahulu obyek dengan diameter sekitar 50 cm,
yang ada didekatnya dan mencegah terjadinya penurunan
direfleksikan ke dalam antenna sinyal yang mencapai antena.
Gambar 12-25 Antena cincin Gambar 12-26 Terjadinya

Untuk mencapai ketelitian sinyal langsung. Multipath hanya


tertinggi, solusi yang lebih disukai berpengaruh pada ketelitian
adalah menggunakan antena pengukuran. Ambil alih Navigasi
cincin. Cincin antenna memiliki 4 penerima sederhana jangan
atau 5 cincin yang mengelilingi diterapkan teknik yang demikian.
antenna sebagai perangkap

12.2.5.5. Pengurangan Ketelitian


Pengurangan ketelitian (Dilutio Of memperbesar pengaruh
Precision/DOP) adalah mengukur kesalahan satelit. Secara prinsip
kekuatan geometri satelit dan dapat diilustrasikan dengan baik
dikaitkan dengan jarak dan posisi melaui diagram :
satelit di angkasa. DOP dapat

Ruang satelit baik ketidak- Ruang satelit dengan kurang


pastian posisi rendah baik ketidak-pastian posisi
tinggi

Gambar 12-27 Pengukuran DOP

Cakupan satelit dpengaruhi oleh dalam ruang yang baik posisi


cakupan kesalahan yang telah dapat ditentukan sebagaimana
diuraikan sebelumnya. Bila satelit area yang dinaungi ditunjukan
dalam gambar 12-27a. dan dimensinya. Ketelitian pengukuran
kemungkinan kesalahan garis tepi tergantung perbandingan nilai
kecil. Bila satelit terbuka area yang DOP. Ini berarti jika nilai DOP lipat
dinaungi ukurannya bertambah, dua kali kesalahan penentuan
menambah ketidakpastian posisi. posisi bertambah dengan
Perbedaan jenis DOP dapat kelipatan dua.
dihitung tergantung pada

VDOP . Vertikal Dilution of Precision.


Memberikan penurunan ketelitian dalam arah vertikal.
HDOP . Horizontal Dilution of Precision.
Memberikan penurunan ketelitian dalah arah horizontal.
PDOP . Positional Dilution of Precision.
Memberikan penurunan ketelitian posisi tiga dimensi .

Gambar12-28 Satelit geometri PDOP

PDOP dapat diinterpretasikan dalam perensanaan pengukuran


sebagai harga timbal balik suatu proyek selama awal tahun GPS
tetrahedron yang dibentuk oleh seperti penyebaran yang terbatas,
posisi satelit dan pemakai frekuensi yang dihasilkan, bila
sebagaimana ditunjukkan pada peta bintang satelit secara
gambar 12-28. Situasi geometri geometris kurang baik.
terbaik terjadi bila volume Penyebaran satelit sekarang ini
maksimum dan PDOP pada harga sangat bagus nilai PDOP dan
minimum. PDOP berperan penting GDOP jaang kurang dari tiga.

GDOP (Geometric Dilution of diketahui adalah GDOP karena


Precision), ketelitian dalam tiga merupakan kombinasi dari semua
dimensi posisi dan waktu factor. Beberapa penerima
mengalami penurunan. GDOP melakukan kalkulasi PDOP atau
yang sangat berguna untuk HDOP yang menyertakan
komponen waktu. Cara terbaik pengukuran pesawat yang
dari langkah meminimkan didasarkan pada harga PDOP
pengaruh GDOP adalah atau tingkat ketelitian evaluasi
mengobservasi beberapa satelit yang dapat dicapai sebagai hasil
yang mungkin. Oleh karena itu harga PDOP yangberbeda dapat
perlu diingat bahwa sinyal yang muncul setelah lewat beberapa
berasal dari elevasi satelit yang menit. Dalam kasus aplikasi
rendah pada umumnya tingkat kinetic dan proses kecepatan
dipengaruhi sumber-sumber rekaman situasi geometris
kesalahan keketinggianan. kurang baik karena secara alami
Sebagaimana pemandu pada pendek umurnya, Oleh karena itu
umumnya bila mengukur tanah berkaitan dengan nilai-nilai PDOP
menggunakan GPS terbaik untuk meliputi evaluasi criteria pada saat
pengamatan satelit 15 derajat dihasilkan nilai PDOP kritis dapat
diatas horizon. Posisi sangat ditunjukkan dengan semua
akurat pada umumnya akan perencanaan dan evaluasi
diperhitungkan bila GDOP rendah program yang disediakan oleh
(biasanya kurang dari 8). Oleh peralatan pabrikasi yang telah ada
karena itu tidak diperlukan (gambar 12-29).

Gambar 12-29 Pengaruh Gugusan bintang pada nilai PDOP

Tabel 12-1 Faktor-faktor dan besar kesalahan


Besar Besar
No Penyebab kesalahan kesalahan No Penyebab kesalahan kesalahan
1. Pengaruh lapisan ionosper 4 m 6. Multipath 1,4 m
2. Clock satelit 2,1 m RMS tak terfilter 5,3 m
3. Pengukuran penerima 0,5 m 8. Nilai RMS terfilter 5,1 m
4. Data empiris 2,1 m 9. *Kesalahan vertikal 12,8 m
5. Pengaruh lapisan 0,7 m 10. **Kesalahan 20,4 m
troposper horisontal

xKesalahan vertikal (2 sigma 95,53% VDOP = 2,5


** Kesalahan horisontal (2 sigma 95,53% VDOP = 2)
12.3. Differensial GPS (DGPS)
12.3.1 Koreksi Pe rbedaan Posisi (Differentially Corrected Positions
DGPS)
Beberapa kesalahan memungkinkan digunakan warga
mempengaruhi cakupan sipil untuk menambah ketelitan
pengukuran satelit sepenuhnya posisi dari 100 m sampai 2-3
dapat dihilangkan atau paling meter atau kurang, sehingga lebih
sedikit dikecilkan dengan berguna untuk aplikasi warga sipil
menggunakan teknik pengukuran kebanyakan.
yang berbeda. DGPS

Gambar 12-30.
Koreksi perbedaan posisi

Pengaruh lapisan ionosper secara yang dapat mengkompensasi


langsung dipertanggungjawabkan kesalahan. Kompensasi dilakukan
untuk data yang tidak akurat dalam tiga tahap yaitu :
dalam DGPS digunakan teknik

1. Menentukan koreksi nilai pada stasiun referensi


2. Penyiaran nilai koreksi dari stasiun referensi ke GPS
pemakai.
3. Koreksi cakupan pengukuran semu dengan GPS
pemakai.
Menentukan Nilai Koreksi
Stasiun referensi yang referensi diketahui teliti
koordinatnya diketahui dari hasil dimungkinkan menghitung jarak
pengukuran teliti, sebagai basis sebenarnya (nilai sasaran) pada
untuk mengukur waktu setiap satelit GPS. Perbedaan
perpindahan sinyal ke GPS yang antara harga sebenarnya dan
dapat dilihat satelit Gambar 12-32 cakupan semu dapat dipastikan
dan menentukan range semu dari dengan pengurangan sederhana
variabel ini (harga sebenarnya). dan akan memberikan nilai koreksi
Karena posisi dari stasiun (perbedaan harga sebenarnya dan
sasaran). Nilai koreksi berbeda GPS pemakai dalam radius
untuk setiap satelit GPS dan akan beberapa ratus sampai kilometer.
dipertahankan baik untuk setiap

Gambar 12-31. Hubungan stasiun acuan dalam pengukuran

12.3.2. Penyiaran Nilai Koreksi


Sebagai nilai koreksi dapat tanpa penundaan melalui media
digunakan dalam area yang luas yang tepat (pemancar, telepon
untuk koreksi cakupan semu yang dan sebagainya) ke pemakai
diukur, kemudian dipancarkan GPS yang lain.

Gambar 12-32 Pengukuran nilai koreksi cakupan luas

12.3.3. Koreksi pengukuran cakupan semu


Setelah menerika nilai koreksi menggunakan cakupan semu
GPS pemakai dapat menentukan yang telah diukur. Posisi pemakai
jarak yang sebenarnya dengan sebenarnya sekarang dapat
dihitung dari jarak sebenarnya. dieliminasi dengan perkecualian
Semua penyebab kesalahan dapat noise dari penerima dan multipath.

Gambar 12-33 Pengkuran nilai koreksi cakupan semu

12.3.4. Penerima Acuan


Antena penerima acuan adalah untuk transmisi data . Sebagai
bagian yang menjulang pada titk tambahan pada sistem Beacon,
sebelum diukur yang dikenal juga ada menyediakan
sebagai koordinat. Penerima pemenuhan luasan tanah yang
diatur pada titik yang dikenal besar dioperasikan dengan
sebagai referensi penerima atau komersal, perusahaan milik
stasiun basis. Penerima disaklar pribadi. Juga terdapat pengajuan
on dan muli melakukan untuk pemerintah pemilik sistem
pelacakan satelit. Posisi pemakai yang demikian ini sperti FAA
dapat dihitung dengan teknik (Federasi Aviation Authority)
yang telah diuraikan sebelumnya. satelit didasarkan Wide Area
Karena jika titik ini diketahui, Augmentation Sistem (WAAS)
referensi penerima dapat diramal yaitu sistem tambahan area di
sangat akurat, apakah mampu Amerika, European Space
mencakup variasi satelit. Agency.s (ESA) sistem dan sistem
Referensi penerima dapat yang diajukan pemerintah Jepang.
mengalami perbedaan cakupan Terdapat persamaan standar
nilai antara yang dihitung dan format yang digunakan untuk
diukur. Perbedaan ini dikenal penyiaran data GPS, yang
sebagai koreksi, referensi dinamakan format RTCM. Ini
penerima biasanya diletakkan mewakili komisi pengawas radio
pada mata rantai data radio yang untuk pelayanan miritim,
digunakan untuk memancarkan merupakan organisasi sponsor
nilai koreksi. Piranti lain telepon suatu industry non profit . Format
mobile dapat juga digunakan
ini digunakan bersama-sama di
seluruh dunia.
12.4. Petunjuk Pengoperasi GPS Maestro 4050
GPS Maestro 4050 merupakan untuk perhitungan dan
salah satu produk yang menentukan detail lokasi
menyediakan sinyal dari satelit perrjalanan yang akurat.

Pandangan depan

A SD / MMC card slot


B Saklar daya On / Off
C Konektor untuk USB
D Tombol reset
E Jack headphone
F Masukan daya dari adaptor
atau power adaptor AC (+
5VDC/2A)

Pandangan samping

Pandangan belakang

Gambar 12-34. GPS Maestro 4050 Berbagai Sudut Pandang


12.4.1. Instalasi GPS
12.4.1.1. Pemilihan Lokasi Penempatan GPS
GPS ditempatkan pada tempat windshield atau direkatkan pada
dimana ini dapat secara mudah dashboard . Gunakan perekat
dilihat dan tidak menghalangi yang licin permukaannya , GPS
pandangan ke jalan anda. GPS bisa ditempatkan pada dashboard.
dapat ditonjolkan dengan Yakinkan bahwa pengawatan
menggunakan antenna ( GPS tidak mengganggu
dilokasikan dibagian atas pemakaian airbag. Jangan lupa
penerima), mempunyai bebas agar menempel kuat bersihkan
pandang ke langit melalui dengan alcohol pada windshield
windshield. atau dashboard yang dipilih
Pilih apakah akan ditonjolkan sebagai tempat meletakkan GPS
dengan menggunakan tonjolan sebelum direkatkan.

Magellan
http://www.cnettv.com/9742-1_53-22920.html

Gambar 12-35 Pemasangan GPS

12.4.1.2. Gunakan piringan 12.4.1.3. Tempatkan puncak


perekat yang dapat diatur
Pindahkan pita pelindung yang Sejajarkan pada bagian atas
ada di belakang piringan yang dapat diatur dengan
perekat. Gunakan piringan lubang pada belakang ayunan.
dengan merekatkan pada arah Pada waktu mengatur ayunan,
sisi dashboard. Tekan piringan tekan ayunan dan penerima
sampai sekitar 5 menit supaya turun sampai terkunci pada
menempel kuat pada tempatnya. tempatnya.
Biarkan selama 24 jam sebelum
dilanjutkan.
12.4.1.4. Penempatan pada
windshield atau piringan perekat
Yakinkan bahwa pengungkit yang ada
didasar tonjolan yang dapat diatur
menghadap ke atas. Tempatkan dasar
tonjolan melekat kuat pada windshield
atau pirirngan perekat. Tekan
pengungkit pada bagian dasar tonjolan
dengan cara diturunkan sampai
terkunci ditempatnya. Bagian yang
menonjol diatur supaya GPS Gambar 12-36. Pemasangan
mendapatkan pandangan optimum. Piringan Perekat

12.4.1.5. Menghubungkan Sumber Daya


Ujung plug adaptor 12 VDC masukkan
dalam lubang adapter GPS seperti
ditunjukkan dalam gambar berikut.

12.4.2. Pengoperasian Dasar


12.4.2.1. Mengaktifkan GPS
1. Tekan dan pertahanakan tombol On / Off selama 1-2 detik
2. Baca peringatan dan ketukan ok.
Gambar 12-37 Pemasangan
12.4.2.2. Mematikan GPS batere
Tekan dan pertahankan tombol On/Off selama 1-2 detik

12.4.2.3. Pemilihan Waktu Mematikan Dengan Auto-Power


GPS GPS Maestro 4050 dapat diatur mati secara otomatis dengan
menggunakan waktu durasi yang dapat dipilih. Dengan langkah-langkah
di bawah ini.
1. Ambil Main Menu
2. Ketuk arah panah berikutnya pada Main Menu halaman 2
3. Ketuk pilihan pengguna
4. Ketuk pengesetan system
5. Ketuk power
6. Pilih Auto-poer waktu off, 10 menit, 20 menit atau 30 menit.
7. Ketuk save
8. Ketuk panah kembali ke Main Menu

12.4.2.4. Pengontrolan Volume


Terdapat dua cara untuk speaker dan yang lain melalui
mengakses control volume, pilihan pengguna.
satu dengan mengetuk icon
Mengubah volume dari layar bar . Tombol mute untuk
pemetaan mengubah tingkat volume
1. Ketuk icon speaker yang diinginkan.
2. Ketuk pada tombol mute 3. Ketuk save
untuk volume bisu atau
ketuk didalam volume atur

Gambar 12-38.
Pengaturan volume

12.4.2.5. Mengatur tingkat kecerahan


Akses control brightness dengan langkah –langkah berikut ini.
1. Akses pada Main menu
2. Ketuk tanda anak panah untuk mengakses main menu halaman 2
3. Ketuk pilihan pengguna
4. Ketuk Sistem Seting
5. Ketuk brightness
6. Ketuk bagian dalam brightness atur bar untuk memperoleh tingkat
kecerahan gambar yang diinginkan
7. Ketuk save.

Gambar 12-39.
Pengaturan tingkat
kecerahan gambar

12.4.3. Menu Utama


Layar menu utama merupakan senter dari semua fungsi yang disediakan
untuk GPS Maestro 4050. Menu utama terdiri dari dua halaman besar,
dengan icon yang mudah diakses.

12.4.3.1. Akses Menu utama


1. Dari layar peta ketuk tombol menu
2. Dari layar lain, ketuk tombol kembali
Menu Utama Halaman 1

Masukan Alamat
Posisi pengguna

Peta
PIO

Peta Alama t PIO

Alamat rumah
AAA Bluetooth

Gambar 12-40. Menu halaman 1

Dalam menu utama terdapat beberapa pilihan yang dapat dipilih


pengguna sesuai dengan kebutuhan.

12.4.3.2. Penunjukkan Peta


Memperagakan peta dengan alamat ini dimasukkan pada saat
menunjukkan posisi pengguna pertama kali memasuki kota, zip
saat menggunakan GPS (jika kode atau dengan memilih kota
perhitungan posisi dari sinyal dari daftar kota yang telah
GPS) ditunjukkan dengan digunakan sebagai tujuan. Juga
segitiga biru. memberikan akses pada buku
alamat atau membuat rute
12.4.3.3. Akses Alamat persimpangan.
Memperagakan menu alamat
yang dapat diakses. Alamat -

12.4.4. Point Of Interest (POI)


Memperagakan menu pencarian Point Of Interest. Pencarian POI
dengan memasukkan nama atau dengan memilih dari daftar katagori
yang disediakan. POI yang telah dibuat dan diinstal dengan
menggunakan perangkat lunak manager POI ( dalam bentuk CD) dapat
diakses dari menu ini.
12.4.4.1.Home
Jika telah dibuat alamat rumah, 12.4.4.2. Bantuan Pinggir Jalan
tekan tombol Home untuk secara AA
cepat mengakses rute perjalanan
Layar peraga bantuan pinggir
pulang. Jika alamat rumah tidak
jalan AAA.
dibuat, promp peraga juga
mengerjakan ini
12.4.4.3. Bluetooth
Menu Utama Halaman 2 Peraga layar utama bluetooth

Trip P Exit Point User

Gambar 12-41. Menu halaman 2

12.4.5. Perencana Perjalanan (Trip Planner)


Membuka menu Trip Planner dimana perjalanan akan dilakukan, ubah
nama atau mengaktifkan perjalanan.

12.4.5.1. Keluar POI


Sediakan daftar restoran, tempat 12.4.5.2. Pilihan Pengguna
pengisian bahan bakar, bengkel Akses menu pilihan pengguna.
perbaikan mobil atau hotel yang Menu ini dapat digunakan untuk
ada didekat gerbang keluar jalan mengakses fungsi yang digunakan
tol. Dapat dipilih salah satu POI untuk pelanggan GPS Maestro
yang telah ditunjukkan dan buat pada kebutuhan personal.
rute perjalanan.
12.4.5.3. Home
Jika alamat rumah telah diisikan, tekan tombol home untuk segera
mengakses rute perjalanan pulang. Jika alamat rumah belum dituliskan
promp diperaga juga mengerjakannya.

12.4.5.4. Bantuan Pinggir Jalan 12.4.5.6. Keypad


AAA Memahami keypad merupakan
Layar peraga bantuan pinggir jalan bagian penting dalam penggunaan
AAA. GPS Maestro. Keypad merupakan
alat untuk memasukkan data
12.4.5.5. Bluetooth kedalam GPS Maestro seperti
Layar peraga menu utama kunci fitur Quick Spell.
bluetooth. Memasukkan data dengan cepat
dan mudah.

Gambar 12-42. keypad


Kunci-kunci Spesial

keypad untuk huruf Keypad huruf

Keypad simbol Spacebar


Backspace
Diterima Cancel
12.4.5.7. Layar Pemetaan posisi ditunjukkan pada peta
Pada kebanyakan penggunaan sepanjang waktu dan kecepatan
layar digunakan menjadi layar perjalanan. Sebagaimana
pemetaan. Apakah pada rute atau perjalanan posisi akan selalu
kota sekitar perjalanan dapat diperbaharui, ditunjukkan dalam
diperagakan dalam normal atau gambar yang jelas dari posisi dan
perjalanan. Dalam mode normal, yang melingkupi perjalanan.

.
Gambar 12-43. Layar Peta Mode Normal

Keterangan
A Nama jalan pada saat GPS aktif digunakan
B Indikator arah. Ketuk layar pandangan lokasi sekarang dimana pengguna
dapat menyimpan posisi ke dalam buku alamat.
C Memperbesar
D Icon POI
Catatan : Jika terdapat beberapa POI untuk pengisian bahan bakar, daftar
POI yang akan diperagakan. Ketuk nama dalam daftar akses fungsi
pembuatan rute perjalanan.
E Icon posisi sekarang
F Waktu dan hari perjalanan
G Tombol menu utama. Ketuk peraga menu utama
I Kontrol volume. Tekan layar peraga volume dimana kenyariangan dapat
diatur atau tanpa suara.
J Memperkecil
K Satus satelit. Keempat bar hijau optimal. Tekan status layar peraga GPS.
Dalam mode perjalanan informasi tambahan diperagakan untuk memberikan
detail informasi tentang rute yang dipillih.
Gambar 12-44. Layar Peta Mode Perjalanan

A Nama jalan pada saat GPS diaktifkan dalam perjalanan


B Indikator arah. Ketuk layar pandangan lokasi sekarang dimana pengguna
dapat menyimpan posisi ke dalam buku alamat.
C Perbesaran
D Icon POI
Catatan : Jika terdapat beberapa POI untuk pengisian bahan bakar, daftar
POI yang akan diperagakan. Ketuk nama dalam daftar akses fungsi
pembuatan rute perjalanan.
E Icon posisi sekarang
F Icon Manuever berikutnya. Ketuk pada icon layar peraga Maneuver list
G Jarak ke manuever berikutny. Ulangi ketuk suara komanda terakhir
H Tombol menu utama. Ketuk layar menu utama. Catatan : layar menu utama
berbeda bila rute diaktifkan.
I Ketuk pelat antara jarak sisa mencapai tujuan dan hasilnya mendekati
seberapa jauh yang masih harus ditempuh untuk encapai tujuan.
J Nama jalan berikutnya
K Menunjukkan grafik perjalanan
L Kontrol volume. Tekan layar peraga volume dimana kenyariangan dapat
diatur atau tanpa suara.
M Perkecil
N Satus satelit. Keempat bar hijau optimal. Tekan status layar peraga GP

12.4.5.8. Rute Perjalanan layar diperagakan nama jalan


Layar Peta yang dilalui. Bagian bawah
Pada saat rute telah dibuat memberikan informasi tentang
dihitung dan diperagakan pada manuever berikutnya jika
layar peta dalam warna hijau diperlukan.
dengan panah biru menunjukkan
arah perjalanan. Bagian puncak
Gambar 12-45. Layar
Peta Menunjukkan
Perjalanan

Pada gambar di atas menunjukkan bahwa manuever berikutnya akan


bergabung 0,1 mil pada CA -57 S. jarak total ke tujuan 3,4 mil.

12.4.6. Prosedur Point Of Interest (POI)


GPS Maestro mempunyai POI tidak semua katagori dikatagorikan
yang dapat digunakan sebagai lebih lanjut ke dalam sub katagori.
tujuan perjalanan. Pemilihan Restoran memiliki 54 sub katagori
restoran atau menemukan ATM yang memberikan cara untuk
terdekat. POI dikatagorikan mencari restoran makanan China,
kedalam katagori yang unik dari atau makanan cepat saji dan
tempat pengisian bahan bakar makanan Swiss.
sampai kilang anggur. Namun

12.4.6.1. Membuat Rute POI dengan Katagori

1. Dari menu utama, ketuk icon POI


2. Pilih katagori
dengan menggunakan scroll bar lihat
3. katagori dan ketuk pada nama
katagori yang diinginkan.

Gambar 12-45. Daftar katagori


4. Jika sub katagori diperagakan,
gunakan scroll bar untuk melihat sub
katagori dan ketuk pada nama sub
katagori yang diinginnkan. Pilih semua
sub katagori jika kamu tak yakin sub
katagori pilihan terbaik sesuai dengan
kebutuhanmu.
Gambar 12-46. Daftar subkatagori
belanja
5. Cari criteria terdekat dari posisi saat
itu. Kota terdekat (membutuhkan
masukan nama kota) atau alamat
terdekat (membutuhkan masukan
alamat).
6. Bagian teratas peraga menunjukkan
detail informasi penting dalam daftar
POI. Arah anak panah dan jarak
menunjukkan arah dan jarak dalam Gambar 12-47.
garis langsung dari posisi saat itu ke Perbelanjaan terdekat
POI. Dengan menggunakan tombol
dengan posisi saat itu
sebelum dan sesudah untuk dijalankan
naik dan turun daftar POI. Ketuk pada
POI untuk kelanjutannya.
7. Pilih rute dan ketuk pada tombol
perhitungan rute warna oranye untuk
memulai.

12.4.7. Prosedur Perencana Perjalanan (Trip Planner)


Trip planner digunakan untuk membuat rute dengan tujuan ganda.
Dalam dokumen ini rute dengan tujuan ganda direferensikan sebagai
perjalanan. Prosedur perencanaan perjalanan dengan langkah-langkah
di bawah ini.

1.Buka menu utama halaman 2, ketuk trip planner


1. Pilih New dari menu trip planner
2. Gunakan keypad untuk memasuki nama perjalanan ini.
3. Ketuk ok
4. Mulailah dengan
menambahkan daftar tujuan
dalam perjalanan. Ketuk
Add
5. Pilih metode yang
digunakan untuk dapatkan
icon tujuan kemudian Gambar 12-48. Masukan nama
masukan alamat. Buku perjalanan
alamat, POI atau
persimpangan.
Ikuti instruksi untuk metoda
yang dipilih untuk memilih
tujuan.

6. Bila tujuan telah ditetapkan


Gambar 12-49. Tampilan Add
tambahkan alamat untuk
diperagakan pada layar trip
. Ketuk save.
7. Daftar tujuan perjalanan
untuk diperagakan
8. Ketuk pada nama tujuan
untuk diiskan di menu.
9. Ulangi langkah 5 melalui 9
sampai perjalanan lengkap Gambar 12-50 Tampilan save
dengan semua tujuan yang
diinginkan.

Gambar 12-51. Pengaturan Tujuan


Gambar 12-52. Ketuk Sears
12. Ketuk save buka menu
BAB 13 PERALATAN ELEKTRONIKA KEDOKTERAN

Tujuan : Pokok Bahasan


1. Mengenalkan macam- Dalam peralatan kedokteran
macam alat kedokteran berkaitan dengan teknik elektronika
yang berkaitan dengan dapat diklasifikasi ke dalam 4 pokok
teknik elektronika
bahasan yaitu :
2. Mengenalkan prinsip kerja
peralatan kedokteran. 1. MRI peralatan kedoteran
3. Mengenalkan menggunakan prinsip
perbandingan peralatan pemanfaatan medan magnit
kedokteran. 2. CT Scan peralatan kedokteran
menggunakan prinsip
13.1.1. MRI (Magnetik
pemanfaatan sinar X
Resonance Imaging) 3. Ultrasonography peralatan
MRI ialah gambaran potongan kedokteran menggunakan prinsip
badan yang diambil dengan pemanfaatan gelombang suara
menggunakan daya magnet ultrasonik.
yang kuat mengelilingi anggota 4. NMR atau Scanner PET peralatan
tubuh. Berbeda dengan CT
kedoteran menggunakan prinsip
pemanfaatan sifat pembelahan
scan, MRI tidak memberikan
inti.
rasa sakit karena radiasi yang
Pembahasan meliputi prinsip dasar
disebabkan penggunaan sinar-
kerja alat, hasil yang dicapai,
X dalam proses
pemanfaatan dan tingkat bahaya
pemakaian bagi manusia.

Magnetik Resonance maging (MRI) merupakan suatu kaidah untuk


menghasilkan gambar organ dalam organisme hidup dan juga untuk
menemukan jumlah kandungan air dalam struktur geologi. Biasa
digunakan untuk menggambarkan secara patologi atau perubahan
fisiologi otot hidup
Pertama sekali, putaran inti atom molekul otot disejajarkan dengan
menggunakan medan magnet yang berkekuatan tinggi. Kemudian
dikenai frekuensi radio pada tingkat menegah, dimaksudkan agar
. garis medan magnet inti hidrogen bertukar arah. Selepas itu,
frekuensi radio akan dimatikan menyebabkan inti berganti pada
konfigurasi awal. Ketika ini terjadi tenaga frekuensi radio dibebaskan
yang dapat ditemukan oleh gegelung yang mengelilingi orang yang
sakit.
Sinyal ini dicatat dan data yang
dihasilkan diproses dengan
komputer untuk menghasilkan
gambar otot. Dengan ini, ciri-ciri
anatomi yang jelas dapat
dihasilkan. Pada penggunaan
untuk pengobatan, MRI digunakan
guna membedakan otot patologi
seperti tumor otak dibandingkan
otot normal. Teknik ini bergantung
kepada ciri hidrogen yang
dirangsang menggunakan magnet
dalam air.
Gambar13-1 Hasil scan otak MRI

MRI hanya menggunakan


Contoh bahan ditunjukkan pada
tenaga radio frekuensi, dengan medan magnet kuat dan
kehadiran medan magnit, radiasi tidak mengion dalam
membuat inti dalam keadaan jalur frekuensi radio.
bertenaga tinggi. Ketika molekul Bagaimanapun, perlu
kembali turun ke keadaan diketahui bahwa orang sakit
normal, tenaga akan dilepaskan dengan benda asing logam
ke sekitarnya, melalui proses
yang dikenal sebagai relaksasi. seperti implant terbenam (
Penggunaan istilah nuklir dihindari pacemaker) tidak boleh discan
untuk menghindarkan dengan mesin MRI,
kebingungan yang tak beralasan disebabkan penggunaan
disebabkan kebingungan yang medan magnit yang kuat.
timbul dengan kaitan antara Satu lagi kelebihan scan MRI
perkataan "nuklir" dengan
kualitas gambar yang
teknologi yang digunakan dalam
senjata nuklir dan resiko bahan diperoleh resolusi lebih baik
radioaktif. dibandingkan CT scan.
Salah satu kelebihan MRI , Terlebih lagi untuk scan otak
menurut pengetahuan dan tulang belakang walaupun
pengobatan masa kini, tidak kadangkala CT scan lebih
berbahaya pada orang yang sakit. berguna untuk cacat tulang.
Dibandingkan dengan CT scan Pada tanggal 3 bulan July di
"computed axial tomography" tahun 1977, untuk pertama
yang menggunakan aksial kalinya MRI diujikan pada
tomografi berkomputer dengan manusia.
dosis radiasi mengion.
Gambaran atau tentang imaging
13.1.1.1. Scan MRI
standard masa kini, yang sungguh
buruk. Dr. Raymond Damadian, Perancangan MRI, kebanyakan
seorang dokter dan ilmuwan, bersama berupa tabung raksasa. Tabung
dengan para rekan kerja Dr. Larry dalam sistem berukuran sekitar
Minkoff Dan Dr. Michael Goldsmith, tinggi 7 kaki, lebar 7 kaki dan
tanpa lelah selama tujuh tahun panjang 10 kaki (2mX2mX3m),
memperjuangkan untuk menjangkau
meskipun model baru telah
titik ini. Mereka memberikan nama asli
mesin ini Indomitabel untuk banyak bermunculan.
menangkap tentang perjuangan Terdapat tabung horizontal yang
mereka, banyak orang katakan dijalankan dengan magnit di
adalah hal yang mustahil untuk depan maupun di belakangnya.
dikerjakan. Akhirnya pada tahun 1982, Tabung ini diketahui mengandung
untuk pertama kali MRI alat scaner magnit. Pasien, berbaring
dikenalkan di Amerika, sampai
punggung ditempatkan pada
sekarang ribuan MRI telah digunakan.
MRI merupakan teknologi yang sangat meja khusus. Pertama kali masuk
rumit yang tidak dapat dengan mudah kepala pasien, seberapa banyak
dipahami setiap orang. Dalam magnit yang digunakan
pembahasan ini, akan dipelajari tentang ditentukan oleh jenis ujian yang
bagaimana menghebohkannya mesin akan dilakukan. Ukuran dan
ini. Pada saat MRI bekerja, apa yang bentuk MRI scanner, untuk model
terjadi pada tubuh anda sementara lebih baru dibagian sisi lebih
anda berada dalam mesin?, apa yang terbuka tetapi disain pada
dapat kita lihat dengan MRI dan dasarnya sama. Setelah
mengapa anda harus tetap bertahan dipastikan bagian tubuh yang
diam selama pengujian? semua akan di scan berada pada senter
atau isocenter dari medan
pertanyaan dan mungkin masih
magnet, scan baru dapat
banyak pertanyaan lain akan
dimulai.
terjawab disini.

Gambar 13-2 Mesin MRI


13.1.1.2. Konstruksi Mesin MRI
Konstruksi mesin MRI dari tahun ke pendek mengurangi claustrophobic
tahun telah banyak mengalami (trauma terhadap ruang sempit dan
peningkatan. Ada dua faktor yang gelap) pasien. Desain ini mudah
mempengaruhi pengembangan pembatasan perasaan, namun masih
perancangan MRI : (1) keingian untuk membatasi kemampuan pasien untuk
meningkatkan kualitas menyusun tugas. Scanner berdiri
penggambaran dan (2) Keinginan seperti yang ditunjukkan pada
membuat scanner sedikit lebih gambar 13-5 lebih menyenangkan
membatasi pasien. Di bawah ini bagi pasien, memungkinkan
sebagian inovasi perancangan penggambaran dalam perilaku
memperkenalkan scanner MRI yang normal dan tegas dalam
mengurangi claustrophobic dan menyeimbangkan kondisi. Scaner
memungkinkan pasien lebih bebas diturunkan disekitar pasien, yang
selagi discan. Gambar 13-3 duduk pada tempat duduk yang bisa
menunjukkan scanner MRI pada di atur. Akhirnya gambar 13-6
umumnya dimana pasien hampir menunjukkan scanner MRI yang
dimasukkan dalam tabung scanner. memungkinkan untuk cakupan yang
Gambar 13-4 menunjukkan para lebih besar pasien lebih tenang,
perancang memendekkan perasaan lebih terbatas.
terowongan. Disain terowongan

Gambar 13-3: MRI panjang terbuka Figure 13-4 Scaner MRI sebanding antara
tipikal panjang dan pendeknya

Figure 3-5: Scaner MRI berdiri . Figure 13-6: Scaner MRI terbuka
Meskipun perancangan bervariasi, angka perspektif tersebut , medan
elemen dasar dari scanner MRI tetap magnit bumi sekitar 5 gauss sampai
cantik banyak kesamaan. Scanner 0,000005 tesla. Ditambahkan magnit,
terdiri dari magnit besar (biru) yang juga kumparan gradient (merah).
menciptakan medan magnit utama. Kumparan gradient ini merupakan
Kuat magnit dalam sistem MRI diukur kumparan elektro magnetik yang
dalam satuan kepadatan fluksi teknisi gunakan untuk memasuki
magnit yang dinamakan tesla. Satu medan magnit utama pada titik yang
tesla adalah gaya magnetik yang sangat akurat dan untuk waktu
mencukupi untuk menginduksi 1 volt pengontrolan yang sangat teliti.
listrik dalam rangkaian kumparan Kumparan gradient dapat diubah
tunggal selama waktu satu detik seperti pada pengaturan mesin jenis
untuk setiap meter persegi, 1 tesla materi tubuh yang digambar.
ekuivalen dengan 10 000 gauss, Akhirnya scanner MRI juga
pengukuran gaya magnit lain menyertakan kumparan frekuensi
didefinisikan sebagai satu garis dari radio yang dapat mengirim
gaya persentimeter kuadrat waktu difokuskan pulsa frekuensi radio ke
perdetik.Kuat arus magnit dalam kamar scanner. Teknisi dapat
bervariasi dari 0,5 tesla sampai 2 mengubah kumpran frekuensi radio
tesla. Oleh karena itu peneliti untuk mengatur materi dan bagian
mengembangkan scanner MRI 3 tubuh.
tesla dalam waktu 90 detik menjadi
lebih biasa. Untuk mendapatkan

Used with permission. J. Hornak, The Basics of MRI, (c) 2004.


Gambar 13-7 Blok diagram rangkaian MRI
Gambar 13-8 Ruang pengendali pengoperasian MRI

Sehubungan dengan energi pulsa setiap titik tubuh pasien dari titik ke
gelombang radio, scanner MRI dapat titik untuk membangun pemetaan
memilih titik yang sangat kecil pada jenis jaringan 2 atau 3 dimensi.
tubuh pasien dan menanyakannya, Titik-titik ini kemudian dipadukan,
terutama macam jaringannya. Titik semua informasi secara besama-
mungkin berupa kubus yang sama membuat model gambar 2
berukuran ½ mili meter pada setiap atau 3 dimensi.
sisinya. Sistem MRI berjalan melalui
membantu para ahli radiologi (yang
MRI memberikan suatu pandangan membac a MRI) dalam menentukan
tak ada bandingnya di dalam tubuh. sesuatu yang nampak normal
Tingkat detail yang dapat dilihat namun sesungguhnya tidak. Akan
adalah luar biasa dibandingkan diketahui kapan dikerjakan jaringan
dengan kemampuan A normal yang nampak seperti B
menggambarkan dengan alat lain. jika tidak kemungkinan merupakan
MRI merupakan metoda pilihan suatu kelainan. MRI juga dapat
untuk mendiagnosa tentang jenis menggambarkan aliran darah dalam
luka-luka kebanyakan dan kondisi, hampir semua bagian badan. Ini
karena kemampuannya yang tak memungkinkan membuat suatu
masuk akal untuk menguji pengamatan sistem arteri dalam
khususnya masalah kedokteran tubuh, tanpa jaringan di sekitarnya.
yang banyak dipertanyakan. Dalam banyak kasus, sistem MRI
Dengan menguji parameter, sistem dapat mengerjakan tanpa suntikan
MRI dapat menampilkan jaringan kontras, seperti yang diperlukan
tubuh secara berbeda. Ini sangat dalam radiologi vascular.

13.1.1.3. Resonansi Magnetik


Untuk mengetahui bagaimana cara kerja MRI dimulai dengan memfokuskan
pada magnetik dalam MRI. Komponen terbesar dan terpenting dalam sistem
MRI adalah magnet. Magnet dalam sistem MRI rata-rata menggunakan
satuan pengukuran sebagaimana yang telah diketahui yaitu tesla. Satuan lain
dari pengukuran yang biasa
digunakan dengan magnit adalah
gauss (1 tesla = 10 000 gauss).
Magnet yang sekarang
digunakan dalam MRI dalam
cakupan 0,5 tesla sampai 2 tesla,
atau 5000 sampai 20000 gauss.
Medan magnet lebih besar dari
2 tesla tidak akan disetujui untuk
penggunaan dalam imaging
kedokteran, meskipun magnit
lebih kuat di atas 60 tesla banyak
digunakan dalam penelitian, Gambar 13-9 Scan MRI tangan
patah
Dibandingkan dengan kuat
medan magnit bumi 0,5 tesla, Photo courtesy NASA
Scan MRI dengan jelas menunjukkan
dapat dilihat bagaimana tidak fragmen pergelangan tangan manusia yang
masuk akalnya kuat medan rusak /patah.

tersebut.
Angka-Angka seperti itu membantu ekponensiil adanya magnet
pemahaman intelektual dari kuat isekitarnya. Bayangkan kedudukan
magnet, namun contoh setiap hari 15 kaki ( 4.6 m) jauhnya dari
juga sangat membantu. MRI magnit dengan kunci pipa besar
keberadaannya dapat ditangan akan merasa adanya
membahayakan jika tindakan sedikit tarikan. Dengan langkah
pencegahan tegas tidak diamati. semakin dekat tarikan akan dirasa
Obyek logam dapat menjadi semakin kuat. Bila kamu berdiri di
proyektil berbahaya, jika berada dalam 3 kaki ( 1 meter) dari magnet,
dalam ruang scan. Sebagai contoh kunci mungkin akan ditarik dari
logam tersebut antara lain jepitan genggaman. Semakin banyak
kertas, pena, kunci, gunting, obyek, menjadi lebih berbahaya,
hemostats, stetoskop dan object karena gaya tarik magnet sangat
kecil lain dapat dikeluarkan dari kuat. Kain pel, ember, penghisap
saku dan badan tanpa harus debu, tangki oksigen, usungan
diperingatkan, pada saat mana pasien, monitor jantung dan tak
keadaan magnit terbuka (pasien terbilang obyek lain telah ditarik ke
telah ditempatkan) pada kecepatan dalam medan magnet mesin MRI.
yang sangat tinggi, menjadi Obyek terbesar yang pernah ditarik
ancaman untuk semua orang di ke dalam magnit adalah dongkrak
dalam ruang. Kartu kredit, kartu kasur jerami isi (gambar 13-10 di
bank dan kartu semacamitu yang bawah). Sedangkan obyek yang
lain dengan sandi magnet akan lebih kecil bisa bebas dari manit
dihapus oleh sistem MRI. dengan dipegang tangan.
Gaya magnet yang berada pada
suatu obyek akan bertambah secara
Gambar 13-10 Tampak
dalam gambar dongkrak
kasur jerami terisi dihisap
ke dalam sistem MRI

13.1.1.4. Keselamatan MRI


Terutama bagi pasien atau setiap arteri yang akan diperbaiki
anggota staff pendukung dalam tercabik. Beberapa dental implant
ruang scan, secara menyeluruh magnetik, orthopedic implant,
dideteksi penggunaan logam. Pada kemungkinan terbuat dari bahan
pembahasan ini hanya tentang feromagnit namun tidak bermasalah
obyek eksternal. Bagaimanapun karena ditempelkan pada tulang
seringkali pasien memiliki implant dengan kuat.
di dalam tubuh yang membuatnya Bahkan metal staples dalam bagian
sangat berbahaa jika berada dalam tubuh baik kuat, kemungkinan ini
medan magnit yang kuat. Fragmen berada dalam tubuh pasien untuk
metalik dalam mata sangat beberapa minggu (biasanya 6
berbahaya karena gerakan pada minggu), jaringan parut yang
fragmen dapat menyebabkan mata dibentuk cukup kuat menahannya.
dalam bahaya atau kebutaan. Setiap ditemui pasien dengan
Seorang dengan pacemaker (alat implant metalik di dalam tubuh,
pemicu jantung) tidak dapat discan ditanyakan untuk meyakinkan
atau berada di dekat scanner bahwa mereka aman discan.
karena magnit dapat menyebabkan Beberapa pasien dikembalikan
pacemaker malfungsi. Aneurysm karena itu terlalu membahayakan.
clips dalam otak dapat berbahaya Bila ini terjadi, biasanya dipilih
sebab magnit dapat metode imaging yang dapat
memindahkannya, menyebabkan membantunya secara aman.
Gambar 13-11 Poto perbandingan gambar otak kiri laki-laki atelitik muda (25t th), tengah (86
th) dan umur (76 th) mempunyai penyakit Alzheimer's semua digambar dalam tingkat
yang sama (Photo courtesy NASA_)

Tidak ada resiko secara biologi reproduksi selular berkembang


pada manusia yang dikenai medan sangat cepat. Dalam pengambilan
magnit kuat, yang digunakan untuk keputuan ya atau tidaknya untuk
imaging kedokteran saat ini. meneliti seorang pasien hamil,
Banyak fasilitas image yang tidak dibuat kasus per kasus didasarkan
disediakan untuk wanita hamil. Ini pada konsultasi antara radiologi MRI
adalah fakta bahwa belum dan dokter kandungan. Keuntungan
banyak dilakukan riset biologi dari tindakan scan harus
tentang pengaruh perkembangan dibandingkan dengan risiko, oleh
janin.Pada trisemester pertama karena itu sedikit dilakukan terhadap
dalam kehamlan sangat kritis janin dan ibu.
karena pada saat itu, divisi dan

13.1.1.5. Magnet MRI


Ada tiga tipe dasar magniet yang resistansi alami dari kawat. Untuk
digunakan dalam sistem MRI : mengoperasikan jenis magnit di atas
Magnet resistip terdiri dari lilitan sekitar 0,3 tesla mahalnya biaya
kawat terbungkus yang mengelilingi akan menjadi penghalang. Medan
silinder yang dilewati arus. Arus magnet akan selalu ada dan selalu
menyebabkan timbulnya medan dalam keadaan kekuatan penuh
magnit. Jika arus dihentikan medan sehingga tidak membutuhkan biaya
magnit akan hilang. Konstruksi pemelihaan medan. Kelemahan
magnet ini biaya lebih murah utama adalah bahwa magnit ini
daripada magnet dengan super sangat berat sulit untuk
konduktor, untuk mengkonstruksi. Magnet permanen
mengoperasikan diperlukan daya menjadi lebih kecil, masih terbatas
listrik yang besar (50 KW) karena pada kuat medan yang rendah.
13.1.1.3. Magnet super konduktor
Magnet super konduktor sejauh ini
paling banyak digunakan. Magnet
super konduktor sedikit banyak
merupakan magnet resistif berupa
kumparan kawat yang dialiri arus
listrik sehingga menimbulkan medan
magnit. Perbedaan penting bahwa
kawat secara kontinyu dimandikan
dalam helium cair pada suhu 452,4 º
di bawah nol. Bila berada didalam
mesin MRI, akan dikelilingi oleh
suatu unsur yang dingin. Namun
jangan khawatir, ini diisolasi dengan
Gambar 13-12 menunjukkan suatu ruang hampa suatu cara yang
pertumbuhan tumor dalam serupa untuk digunakan dalam
otak wanita dilihat dari irisan tabung hampa. Ini hampir tidak bisa
lateral. (Photo courtesy digambarkan, dingin menyebabkan
NASA) resistansi kawat menjadi nol,
mengurangi kebutuhan listrik
sehingga sistem bekerja lebih
ekonomis. Sistem super konduktif
masih sangat mahal, namun dapat
dengan mudah membangkitkan
medan 0,5 tesla sampai 2 tesla,
dengan imaging berkualitas tinggi.

13.1.1.6. Magnet MRI Tambahan


Magnit membuat sistem MRI berat, pound (181 kg). Sistem menjadikan
namun mereka mendapat pasien lebih ramah pada pasien.
pencerahan dengan setiap hadirnya Keseragaman atau homogenitas,
generasi baru. Misal penggantian kuat medan dan stabilitas magnit
MRI yang sudah 8 tahun digunakan tidak masuk akal merupakan hal
17000 lb (7 711 kg) dengan MRI yang kritis untuk mendapatkan
baru yang mempunyai berat hanya image kualitas tinggi. Magnet seperti
ekitar 9700 lb (4,400 kg). Magnet yang diuraikan di atas medan ini
baru juga lebih pendek 4 kaki memungkinkan.
(panjang sekitar 6 kaki atau 1,8 m) Jenis magnet yang lain ditemukan
dari pada yang dimiliki sebelumnya. dalam setipa sistem MRI yang
Ini sangat penting untuk pasien dinamakan gradient magnet.
claustrophobic. Sistem yang ada Terdapat tiga gradient magnet
tidak mampu menangani orang yang didalam mesin MRI. Magnet ini
beratnya lebih dari 295 pound (134 mempunyai kuat medan yang
kg). Sistem yang baru akan mampu sangat rendah bila dibandingkan
mengakomodasi pasien diatas 400 dengan medan magnet tetap, kuat
medan dalam cakupan dari 180
gauss sampai 270 gauss atau 18 terdiri dari sistem komputer yang
sampai 27 militesla. Fungsi dari sangat kuat, beberapa peralatan
gradient magnet akan menjadi jelas yang memungkinkan untuk
untuk pembahsan berikutnya. memancarkan pulsa gelombang
Magnet utama membenamkan radio ke dalam tubuh pasien
pasien dalam medan magnit yang sementara pasien berada dalam
stabil dan sangat keras, gradient scanner dan banyak lagi komponen
magnet membuat medan dapat sekunder.
divariasi. Pelengkap sistem MRI

13.1.2. Mesin MRI


Mesin MRI menerapkan pulsa
frekuensi tinggi yang khusus untuk
hydrogen. Sistem mengarahkan pulsa
mengarah pada area tubuh yang akan
diuji. Pulsa menyebabkan proton yang
berada di area pengujian menyerap
energi yang diperlukan untuk
membuatnya berputar dalam arah
yang berbeda. Ini merupakan
resonansi bagian dari MRI.
Pulsa frekuensi tinggi memperdaya
(hanya satu atau dua proton ekstra
yang tidak sesuai permilyar) untuk
berputar pada frekuensi tertentu
dalam arah tertentu pula. Frekuensi
Gambar 13-13 Organ dalam digambar resonansi spesifik dinamakan
dengan MRI (Photo courtesy NASA)
frekuensi Larmour , dihitung
berdasarkan jaringan yang akan
diambil gambarnya dan kuat medan
magnit utama.

Pulsa frekuensi tinggi biasanya kepala, leher dan seterusnya.


diberikan melalui kumparan. Mesin Kumparan ini biasanya
MRI mengandung dengan banyak menyesuaikan diri pada bagian
kumparan yang berbeda dirancang badan yang akan diambil
untuk bagian tubuh yang berbeda gambarnya atau sedikitnya berada
lutut, bahu, pergelangan tangan, di dekatnya sepanjang
pengujian

.
Gambar 13-15 Scan MRI menunjukkan
Photo courtesy NASA
tubuh bagian atas dilihat dari samping
gambar 13-14 Perbandingan CAT sehingga tulang tulang belakang kelihatan
scan, dan
dan MRI
MRI cenderung lebih detail jelas (Photo courtesy NASA)
dan kontras

Maknanya adalah dapat magnet disusun sedemikian rupa di


mengambil secara pasti area yang dalam magnet utama, bila di onkan
ingin diambil gambarnya. Dalam dan dioffkan secara sangat cepat
MRI diberi istilah mengiris. Bisa dengan caranya yang spesifik,
dibayangkan suatu roti tawar diiris mengubah medan magnet utama
setipis irisan beberapa millimeter, pada suatu tingkat yang sangat
dalam MRI sangat teliti. lokal. Bila pulsa frekuensi tinggi di
Kita dapat mengiris beberapa offkan, proton hydrogen mulai
bagian dari tubuh dalam banyak lambat kembali ke natural alignment
arah, untuk mendapatkan dalam medan magnet dan
keuntungan besar mengalahkan melepaskan muatan energi yang
cara penggambaran yang lain Ini disimpan. Pada saat ini dikerjakan,
juga berarti bahwa anda tidak akan menghentikan sinyal yang
harus berpindah mesin untuk diambil kumparan dan mengirim ke
mengambil gambar dari arah yang sistem komputer. Apa yang diterima
berbeda, mesin dapat sistem secara matematika data
memanipulasi semua dengan diubah menggunakan transformasi
gradien magnet. Fourier, ke dalam gambar yang
Pada saat yang hampir bersamaan, dapat disimpan dalam bentuk film.
ketiga magnet gradient Ketiga Inilah bagian imaging dari MRI.

13.1.2.1. MRI Image diuji. Jaringan normal dan tidak


Kebanyakan imaging normal akan direspon secara
menggunakan cara menyuntikkan berbeda pada sedikit alterasi
contrast atau celupan untuk sehingga memberikan sinyal yang
prosedur tertentu. Kontrast MRI berbeda. Sinyal divariasi ditransfer
bekerja dengan mengubah medan ke dalam bentuk gambar,
magnet lokal dalam jaringan yang memungkinkan dari jaringan tak
normal divisualisasi dalam banyak penyakit lebih baik dari pada yang
jenis yang berbeda dan memproses dapat diperoleh tanpa kontras.

13.1.2.2. Keuntungan MRI


Mengapa dokter menyarankan menggunakan pemeriksaan MRI. Karena
hanya cara itu yang lebih baik untuk melihat bagian dalam tubuh dari pada
memotong dan membuka tubuh.

MRI ideal digunakan untuk :


x Mendiagnosa berbagai sklerosa ( multiple sclerosis /
MS)
x Mendiagnosa tumor kelenjar putuiri dan otak
x Mendiagnosa infeksi dalam otak, tulang belakang atau
sambungan
x Memvisualisasi ikatan sendi yang koyak di pergelangan
tangan,lutut dan mata kaki.
x Memvisualisasi bahu yang luka-luka
x Mendiagnosa tendonitis
x Mengevaluasi tumor tulang, bisul dan cakram hernia
atau bengkak dalam tulang belakang
x Mendiagnosa stroke pada tingkat awal.

13.1.2.3. Alasan melakukan scan MRI


Faktanya bahwa sistem MRI tidak (irisan menurut sisi panjang) dan
menggunakan ionisasi radiasi coronally (dibayangkan seperti
adalah suatu kenyamanan bagi lapisan suatu kue lapis) atau
banyak pasien, sebagaimana pergeseran pasien beberapa derajat
kenyataan bahwa bahan kontras (tanpa pasien harus berpindah). Jika
MRI mempunyai efek samping yang pernah disisinari dengan sinar X,
sangat rendah. Keuntungan MRI anda akan tahu setiap mengambil
yang utama adalah kemampuannya gambar yang berbeda, anda harus
memberikan gambaran dalam berpindah. Ketiga magnet gradient
wahana manapun. CT dibatasi pada yang telah dibahas sebelumnya
satu wahana, wahana yang di memungkinkan sistem MRI memilih
sekitar sumbu analogi dengan irisan dengan pasti dibagian tubuh mana
roti tawar. Sistem MRI dapat perlu diambil gambarnya dan
membuat sumbu gambar sebaik bagaimana orientasi pengirisan.
gambar dalam wahana sagitall
Gambar 13-16 Irisan Axial, coronal dan
sagitall

13.1.2.4. Kelemahan
Meskipun sistem scan MRI ideal posisi, MRI juga memiliki
untuk mendiagnosa dan kelemahan. Misalnya :
mengevaluasi sejumlah kondisi an
* Tedapat banyak orang yang tidak sampai 90 menit atau lebih.
aman discan dengan MRI Bahkan dengan sedikit gerakan
(misalnya karena menggunakan dari bagian tubuh yang di scan
alat pacu jantung) dan juga orang dapat menyebabkan kerusakan
yang terlalu besar untuk discan. gambar dan harus diulangi.
* Terdapat banyak orang yang * Perangkat keras ortopedi (sekrup,
claustrophobic dan orang yang pelat dan sambungan tiruan)
karena pengalaman sebelumnya, dalam area scan dapat
jika berada dalam mesin MRI menyebabkan kerusakan artifak
merasa kebingungan. (distorsi) pada gambar. Perangkat
* Mesin membuat kegaduhan selama keras menyebabkan alterasi
scan, suara noise secara signifikan dalam medan magnet
berkesinambungan. Pasien diberi utama. Ingat keseragaman medan
headphone untuk meredam suara merupakan medan kritis untuk
noise. Noise timbul karena penggambaran yang baik.
adanya arus listrik dalam kawat * Sistem MRI, sangat mahal untuk
magnet gradient yang berlawanan membeli, dan oleh karena itu
dengan medan magnit utama. pengujian dengan MRI juga
Medan magnet utama lebih kuat sangat mahal. Lebih banyak
menimbulkan gradient noise yang keuntungannya bila dibandingkan
lebih keras. dengan kelemahannya sehingga
* Scan MRI menghendaki pasien kebanyakan pasien lebih
untuk bertahan diam selama cenderung pertimbangan
pengujian. MRI dapat menguji keuntungan dari pada
dengan cakupan selama 20 menit kelemahannya.
13.1.3. MRI Masa depan
Perkembangan MRI nampaknya dikembangkan. Pemetaan fungsi
hanya dibatasi oleh imaginasi. otak (membaca sekilas otak
Teknologi ini masih relative baru seseorang selagi melakukan tugas
tersebar luas kurang dari 20 tahun phisik tertentu seperti penekanan
bila dibandingkan dengan suatu bola, atau melihat jenies
penggunaan sinar X yang sudah gambar tertentu) membantu peneliti
100 tahun digunakan. untuk mengetahui bagaimana otak
Dikembangkan scanner kecil untuk bekerja dengan lebih baik.
imaging bagian tubuh tertentu. Diramalkan secara spekulatif untuk
Sebagai contoh, scanner kecil masa yang akan datang MRI yang
ditempatkan di lengan, lutut atau terbaik, tetapi tidak ada keraguan
kaki sekarang ini digunakan bahwa ini akan menyenangkan dan
dibeberapa area. Kemampuan menguntungkan dalam merawat
memvisualisasi sistem arteri dan pasien.
pembuluh darah sedang

13.1.3.1. Functional Magnetron Resonance Imaging (FMRI)


Pengembangan MRI
13.1.3.1.1. Pengertian FMRI
Functional Magnetik Resonance Imaging atau FMRI merupakan teknik
penggambaran aktivasi otak dengan jenis yang berbeda dari sensai pisik
(penglihatan, suara, sentuhan, taste, senyum) atau aktivitas demikian
seperti penyelesaian masalah gerakan (dibatasi oleh mesin). Scan FMRI
merupakan penambahan peralatan umum untuk pemetaan otak dalam ilmu
kognitif

13.1.3.1.2. Perbedaan Antara MRI dan FMRI


Scan FMRI menggunakan prinsip gambar scan yang dibuat MRI pada
dasar yang sama dari atom fisika umumnya seperti gambar tiga
seperti mesin scan MRI, namun dimensi susunan anatomi. Gambar
scan MRI gambar susunan yang dibuat oleh scan FMRI
anatomi sedang pada gambar gambar dari aktivitas susunan
FMRI fungsi metabolisme. Jadi anatomi metabolisme.
Gambar 13-17 MRI
gambar kepala irisan Gambar 13-18 Urutan temporal Gambar 13-19
tunggal scan FMRI (irisan tunggal) aktivasi otak 3D
http://www.fmrib.ox.ac.uk/fmri_intro/brief. http://www.aboutnuclear.org/view.
http://www.aboutnuclear.org/vie cgi?fC=The Atom
w.cgi?fC=The_Atom

13.1.3.1.3. Tata cara pemeriksaan dan apa yang akan dialami pasien
saat pemeriksaan MRI :
- Pasien berbaring telentang - Pasien boleh didampingi oleh 1
- Pasien berbaring telentang . orang pengantar .
- Meja MRI akan diatur oleh - Selama pemeriksaan pasien akan
operator MRI . selalu dibawah pengawasan
- Pasien akan mendengarkan suara petugas MRI
seperti suara ketukan selama - Bila ada kondisi yang kurang
berjalanya pemeriksaan nyaman , pasien dapat memberi
tanda kepada petugas .
- Pada umumnya pemeriksaan pemeriksaan MRI. MRI tidak bisa
MRI membutuhkan waktu dilakukan pada :
sekitar 15 – 30 menit . - Pasien yang menggunakan pace
- Setelah pemeriksaan selesai , maker .
pasien dapat melakukan - Pasien yang menggunakan klip
aktifitas seperti biasa. pembuluh darah dan bersifat
Pemeriksaan MRI aman dilakukan ferromagnetis
karena tidak menggunakan sinar ( bahan yang tertarik oleh
X atau bahan radioaktif , meskipun magnit ) .
demikian ; wanita dengan - Pasien dengan benda asing
kehamilan muda ( Trimester I ) logam ( gram ) pada mata atau
tidak direkomendasikan untuk tempat lain .

13.2.1. Pengertian CT SCAN


Pada umunya scanner computed satuan kotak besar yang terbuka
tomography lebih dikenal dengan ditengahnya untuk dilalui pasien
sebutan CT scan terdiri dari gantry, pada saat bergerak selama scan
sistem sinar X, meja pasien dan dilaksanakan. Gantry berisi sistem
komputer kerja. Gantry adalah sinar X meliputi di dalamnya tabung
sinar X, detektor, rangkaian gantry. Meja pasien dirancang untuk
kolimator berkas sinar X dan gerakan horizontal dan vertical
pembangkit sinar X. Model CT scan untuk mengakomodasi variasi posisi
lama generator sinar X terpisah dari pasien selama scan dilaksanakan.
Jenis computed tomography (CT), melintang tentang jaringan lembut,
yang banyak lebih dikenal adalah tulang, dan pembuluh darah. CT
Computed Axial Tomography (CAT) scan mencapai gambar bagian
merupakan prosedur pemberian tubuh yang tidak dapat dilihat
sinar x canggih tanpa rasa sakit. dengan sinar X standar. Oleh
Berbagai gambar dapat diambil karena itu scan ini sering
selama CT scan atau CAT scan dan menghasilkan diagnose awal dan
sebuah komputer menyusun perlakuan dari banyak penyakit
informasi menjadi irisan gambar lebih berhasil.
CT scan dipandang pengujian diagnosa lebih menguntungkan
aman. Sementara penggambaran dibanding resiko radiasi penyinaran
CT meliputi sinar X, pada umumnya sinar X.

Dalam CT scan , menggunakan


kontras agen atau mungkin obat
penenang. Sebuah konstras agen
berupa unsur penting untuk
organ atau jaringan selama
pengujian dan seringkali
direferensikan sebagai celupan.
Terhadap keakuratan diagnose,
pada umumnya lebih
menguntungkan dibandingkan
resiko berkaitan dengan potensi
efek samping.
Gambar 13-20 Posisi CT scan (Photo
courtesy Department of Defense)

Gambar 13-21
Scan irisan otak
CT scan telah dikembangkan sejak pertengahan tahun 1970. Sistem asli
didesikasikan untuk penggambaran kepala dan sangat
lambat perlu berjam-jam untuk memperoleh gambaran untuk setiap irisan
individu. Scanner model baru mengumpulkan sebanyak empat data irisan
kurang dari 350 mikrodetik. Peningkatan kecepatan CT scan yang tinggi ini
telah menambah kenyamanan pasien dan menghasilkan gambar resolusi
tinggi. Waktu scan lebih cepat, waktu penyinaran sinar X berkurang
memberikan kualitas gambar lebih baik pada tingkat sinar X yang rendah.

13.2.1.1. Penemuan Sinar X


Sebagaimana dengan banyak layar dalam laboratorium mulai
penemuan yang sangat besar bagi berpijar. Hal ini ditanggapi bukan
umat manusia, teknologi sinar X dengan mengejutkan bahan
merupakan temuan sepenuhnya berpijar secara normal mengalir
secara kebetulan. Di Jerman tahun dalam reaksi radiasi
1895, ahli Fisika Wilhelm Roentgen elektromagnetik, namun tabung
membuat temuan percobaan Roentgen dikelilingi karton hitam
dengan berkas elektron dalam yang berat. Menurut pendapat
pengosongan tabung gas. Roentgen telah mampu
Roentgen mencatat bahwa ketika menghalangi radiasi.
berkas elektron telah dipasang

Kemudian Roentgen menempatkan


obyek yang bervariasi diantara
tabung dan layar, layar masih
bercahaya. Akhirnya ia meletakkan
tangannya didepan tabung, dia
melihat bayangan tulangnya
diproyeksikan pada layar yang
bercahaya. Segera sesudah
menemukan sinar X, menemukan
keuntungan aplikasi.

Gambar 13-22 Scan dada

Penemuan Roentgen luar biasa langsung melalui jaringan manusia


mempercepat salah satu dari untuk menguji patah tulang, rongga
kemajuan peralatan penting dan obyek yang tertelan. Prosedur
kedokteran dalam sejarah sinar X dimodifikasi dapat
manusia. Teknologi sinar X digunakan untuk menguji jaringan
membawa dokter dapat melihat yang lebih lunak yang
demikian ini seperti paru-paru,
pembuluh darah atau isi perut.
Gambar 13-23 Gambar tabung dasar CT scan

13.2.1.2. Pengertian Sinar X


Sinar X pada dasarnya sama panjang gelombang yang lebih
seperti cahaya nampak. Keduanya panjang dari energi gelombang
mempunyai bentuk gelombang radio yang lebih rendah.
serupa membawa energi Photon cahaya tampak dan photon
gelombang elektromagnetik dengan sinar X keduanya dihasilkan oleh
partikel yang disebut photon. perpindahan elektron dalam atom.
Perbedaan antara sinar tampak dan Elektron-elektron menduduki level
sinar X adalah tingkat energi dari energi yang berbeda-beda, atau
photon individualnya. Ini juga mengorbit, mengelilingi inti atom.
diekspresikan sebagai panjang Bila elektron turun pada orbit yang
gelombang cahaya. lebih rendah, maka perlu
Mata kita sensitip terhadap panjang melepaskan energi, energi ekstra
gelombang tertentu dari cahaya yang dilepaskan dalam bentuk
tampak, namun tidak demikian photon. Tingkat energi photon
untuk penjang gelombang yang tergantung seberapa jauh elektron
lebih pendek dari energi sinar X turun dari tingkat orbit.
gelombang yang lebih tinggi atau

Gambar 13-24. Emisi cahaya atom


Gambar 13-25 Hasil CT scan otak
13.2.2. Mesin Sinar X
Jantung dari mesin sinar X adalah dari permukaan filament. Kutub
sepasang elektroda katoda dan positip yang bermuatan positif,
anoda yang berada di dalam tabung berupa piringan datar terbuat dari
gelas hampa. Katoda dengan tungsten, menarik elektron-elektron
filament dipanasi, seperti yang yang melintasi tabung dengan,
dijumpai pada lampu flouresen. suatu cakram datar terbuat dari
Mesin melewatkan arus melalui tungsten, menarik elektron ke
filament yang memanasinya. Panas seberang tabung dengan kuat .
ini membebaskan elektron keluar

Gambar 13-26 Mesin sinar x


Ketika elektron melampaui batas menyebabkan elektron dalam suatu
kecepatan menabrak atom atom berpindah pada tingkat energi
tungsten, benturan ini yang lebih rendah. Sebuah elektron
yang berada pada tingkat orbit lebih juga membangkitkan photon tanpa
tinggi segera turun menuju tingkat tumbukan atom. Seperti komet
energi yang lebih rendah, sehingga mengelilingi matahari elektron
terjadi pelepasan energi ekstra perlahan turun dan mengubah arah
dalam bentuk photon. Photon secepat atom. Ini " pengereman"
memiliki level energi yang tinggi tindakan menyebabkan elektron
kemungkinan merupakan sinar X memancarkan tenaga dalam bentuk
photon.The Elektron bebas dapat photon sinar X.

Gambar 13-27 Pancaran poton

Sebuah elektron bebas tertarik Sebuah kamera pada sisi lain dari
kepada inti atom tungsten. Ketika tubuh pasien merekam pola sinar
elektron dipercepat, inti berubah X yang dilewatkan melalui tubuh
elektron kehilangan energi, energi pasien. Kamera sinar X
yang dilepaskan sebagai photon menggunakan teknologi film yang
sinar X. Dampak benturan tinggi sama seperti kamera biasa,
memproduksi sinar X dan namun cahaya sinar X diatur pada
membangkitkan panas. Motor saat reaksi kimia dapat mengganti
memutar anoda melindunginya cahaya tampak.
dari meleleh (berkas elektron tidak Pada umumnya dokter
selalu difokuskan pada area yang mempertahankan gambar film
sama ). Juga terdapat minyak negative. Yaitu pada area yang
pendingin yang mengelilingi diekspose berlebihan muncul
sistem menutupi juga menyerap cahaya gelap dan pada area yang
panas yang timbul. diekspose kurang cahaya muncul
Keseluruhan mekanisme dikepung lebih terang. Untuk materi yang
dengan perisai tebal. Untuk keras seperti tulang muncul
menjaga sinar X dari pelepasan ke cahaya putih dan untuk materi
semua arah. Jendela kecil dalam yang lebih lunak muncul warna
perisai mengeluarkan photon hitam atau abu-abu. Dokter dapat
dalam berkas yang sempit. Berkas memperoleh materi yang
dilewatkan melalui serangkaian mempunyai perbedaan fokus
filter sebelum memasuki tubuh dengan mengatur intensitas
pasien. berkas sinar X.
13.2.3. Ide Dasar Computerized Axial Tomography (CAT)
Ini merupakan perkembangan memberi suatu gambar yang tidak
teknologi kedokteran di bidang lengkap dari suatu bentuk obyek.
pemanfaatan sinar X. Mesin scan Bayangkan jika anda sedang berdiri
Computerized Axial Tomography di depan dinding, dengan tangan
(CAT) menghasilkan sinar X, dalam kanan memegang nanas didepan
bentuk energi elektromagnetik yang dada sedangkan tangan kiri
kuat. Pada dasarnya photon sinar X memegang pisang. Maka bila teman
sama seperti photon cahaya tampak hanya melihat pada dinding, maka
dengan energi yang lebih besar. bukan anda yang nampak. Jika
Tingkat energi tinggi disana diberi lampu di depan anda,
memungkinkan berkas sinar X teman anda akan melihat garis
dilewatkan langsung melalui materi besar anda memegang pisang,
lunak dalam tubuh manusia. namun bukan nanas, bayangan dari
Penggambaran sinar X torso. Teman akan melihat kiri
konvensional pada dasarnya berupa memegang pisang, karena
bayangan, disinari pada satu sisi bayangan tubuh anda menghalangi
tubuh dan sebuah potongan film nanas. Jika lampu ditaruh disisi
pada sisi lain bayangan hitam kananmu, maka teman anda melihat
tulang. Bayangan-bayangan garis besar nanas bukan pisang.

Gambar 13-28 Hasil CAT jantung dan torax

Hal yang sama tejadi dalam gambar di kedua posisi dan membentuk
sinar X konvensional. Jika suatu gambar yang lengkap. Ini
tulang lebih besar secara langsung merupakan gagasan dasar dari
diletakan diantara mesin sinar X dan perangkat komputer tomography.
tulang yang lebih kecil, maka akan Dalam mesin scan CAT, berkas
dihasilkan film dengan tulang yang sinar X bergerak mengelilingi
lebih besar mungkin akan menutupi pasien, scaning dilakukan dari
tulang yang lebih kecil. Dalam hal ratusan sudut yang berbeda.
melihat tulang yang lebih kecil anda Komputer mengambil semua
harus memutar tubuh atau mesin informasi dan memasang bersama-
sinar X. Untuk mengetahui bahwa sama dalam gambar tubuh 3
anda memegang nanas dan pisang, dimensi
teman anda harus melihat bayangan
Gambar 13-29 Ide dasar penyinaran sinar x

13.2.4. Prosedur Scanning


Mesin CAT tampak menyerupai sinar X. Sebuah motor memutar
kue donat raksasa yang sisi-sisinya cincin sehingga tabung sinar X dan
dinaikan. Pasien dibaringkan di detektor sinar X berputar bolak-balik
bawah platform, secara perlahan mengellingi tubuh. Setiap putaran
dipindahkan melalui lubang dalam penuh scan sempit, mengiris tubuh
mesin. Tabung sinar X dimunculkan secara horizontal. Sistem control
pada cincin yang dapat dipindah- memindahkan platform ke dalam
pindahkan mengelilingi ujung lubang lebih jauh sehingga tabung
lubang. Cincin juga didukung dan detektor dapat menscan irisan
susunan detektor sinar X secara berikutnya.
langsung disisi berlawanan tabung

Gambar 13-30 Prinsip dasar penyinaran sinar x pada CAT dan hasil

Dengan cara ini mesin membuat jaringan dengan daya optimum.


irisan sinar X memotong tubuh Setelah pasien dilewatkan melalui
dalam gerakan spiral. Komputer mesin, komputer akan
memvariasi intensitas sinar X dalam mengkombinasi semua informasi
tingkatan untuk scan setap jenis dari setiap scan untuk membentuk
detail gambar tubuh. Ini tidak selalu diperlukan melakukan scan ke
seluruh tubuh. Dokter lebih sering mendiagnosa dan memberi
melakukan scan hanya sebagian perlakuan penyakit yang sangat
kecil. Karena pengujian irisan tubuh bervariasi, meliputi trauma, kanker
irisan demi irisan, scan CAT jauh dan osteoporosis. Ini merupakan
lebih terencana dari pada sinar X perangkat yang tak ternilai dalam
konvensional. Sekarang ini dokter kedokteran modern.
menggunakan scan CAT untuk
dalam gambar menggunakan
13.2.4.1. Cara Kerja CT Scan dan algoritma yang telah deprogram
Perkembangannya sebelumnya. Setiap putaran tabung
Selama CT scan bekerja, sinar X dan detektor direkonstruksi
generator sinar X memberi daya ke ke dalam gambar yang
tabung sinar X, sinar X dihasilkan direferensikan sebagai irisan. Irisan
oleh tabung sinar X dan diemisikan dipresentasikan berupa potongan
seperti diputar mengelilingi pasien. melintang dari detail anatomi, dan
Sinar X dilewatkan melalui tubuh memungkinkan susunan anatomi di
pasien ke detektor, yang mana ini dalam tubuh dapat divisualisasikan
sangat tergantung pada jenis dan hal yang tidk mungkin dengan
model CT scanner, mungkin terdiri radiography pada umumnya.
dari ionisasi gas xenon atau kristal Collimator ditempatkan didekat
(seperti cesium-iodide atau tabung sinar X dan pada setiap
cadmium-tungstate). Selama satu detektor memperkecil sebaran
putaran detektor menghasilkan radiasi dan berkas sinar X tepat
sinyal listrik, yang dibangkitkan untuk menggambarkan scan.
setelah penyinaran sinar X. Sinyal Tinggi collimator ditentukan
listrik ini ditransfer ke komputer, ketebalan irisan yang diinginkan.
diproses dan direkonstruksi ke
gelang seret yang memungkinkan
Sekarang terdapat beberapa jenis rotasi satu putaran kontinyu. Dalam
CT scanner untuk penggunaan scaning spiral meja pasien
maupun konfigurasi melakukan digerakkan melalui gantry
scanning kedepannya berbeda. CT sementara tabung sinar X dan
scanner konvensional yang telah detektor berputar gerakan spiral
dikenalkan tahun 1970, mempunyai mengelilingi pasien. Kecepatan
kabel yang diletakkan pada susunan scanning lebih cepat, irisan lebih
detektor, dan oleh karena itu pada tipis dan diperlukan breathhold
akhir putaran tabung sinar X, pasien lebih pendek dari pada CT
perakitan harus dikemblaikan untuk konvensional. CT scan spiral
menghindari kebingungan kabel, CT dikenalkan pada tahun 1989, sejak
konvensional kecepatan scanning dikenalkan memberi keuntungan
paling rendah. CT scan spiral, juga penggambaran CT meningkatkan
dinamakan scanner helical atau kecepatan dan kualitas scanning
volumetric mempunyai konfigurasi dibandingkan CT scanner
konvensional.
Gambar 13-31 CT scan multi irisan

Scanner multi irisan telah dimana putaran tabung sinar X


dikenalkan sejak tahun 1998 secara mekanis. Berkas elektron CT
dipandang sebagai revolusi lanjut scanner tidak memiliki bagian yang
dalam penggambaran CT, detektor bergerak, yang demikian ini
mempunyai arah gerakan multi row memungkinkan melakukan scan
yang memungkinkan akuisisi multi dengan cepat. Berkas elektron
irisan gambar selama satu putaran yang dibangkitkan dari elektron gun
tabung sinar X. Tergantung pada difokuskan pada putaran sinar X
model pabrikasi, scanner multi irisan berkas dikendalikan sepanjang ring
mungkin delapan kali lebih cepat sasaran tungsten. Waktu scan
dari pada scanner spiral irisan mendekati sepuluh kali lebih cepat
tunggal dan irisan dapat setipis dari pada scaner multi irisan karena
setengah irisan yang tipis yang hanya berkas elektron yang
dapat dicapai dengan scanner bergerak selama scanning. Berkas
spiral. Teknologi multi irisan masih elektron CT scan telah dikenalkan
dalam tahap pengembangan sejak pada pertengahan tahun 1980 dan
tahun 2001. Berkas elektron CT dirancang untuk penggambaran
scanner, juga dinamakan CT jantung dan penggambaran dari
scanner ultra cepat, menggunakan susunan penggerak lain (seperti
teknologi scanning yang berbeda paru-paru) mempunyai kecepatan
dari pada CT scanner yang lain, scaning tinggi.
Peralatan CT imaging sering hardcopy (film sinar X, gambar
disuplay dengan piranti laser) dan kemampuan jaringan,
pengarsipan gambar (CD, pita tergantung pada fasilitas kebutuhan.
kaset) , untuk piranti gambar Karena CT
menggunakan cara digital, CT MRI, untuk memfasilitasi
scanner seringkali di buatkan memudahkan perbandingan gambar
jaringan dengan perangkat digital pada penglihatan monitor.
lain, yang demikian ini seperi sistem
Gambar 13-32 Tabung dasar mesin CT scan
Sebagaimana putaran scanner, umumnya (abdomen dan tulang
detektor mengambil sejumlah panggul, dada , kepala) dan
snapshot yang dinamakan profil. beberapa komputer
Pada umumnya dalam setiap satu memungkinkan dipesan scan
putaran diperoleh sekitar 1000 protocol untuk dimasukkan.
profil. Setiap profil dianalisa Selama scaning, teknolog
komputer dan satu set profil penuh menginstruksi pasien melalui
dari setiap rotasi membentuk irisan sistem intercome mengenai
gambar dua dimensi. breathhold dan posisi. Pengaturan
13.2.4.2. Pengoperasian Alat komputer secara otomatis
memindahkan meja pasien sesuai
Setelah teknolog menyiapkan dan
dengan parameter scanning yang
memposisikan pasien pada meja
dipilih. Scan sendiri mungkin
scanning dengan tepat, teknolog
hanya membutuhkan waktu 5
berpindah ke ruang control dan
sampai 15 menit, namun total
memulai scan dengan
pengujian mungkin membutuhkan
menggunakan control komputer.
waktu sampai di atas 30 menit,
Biasanya scanning protocol
karena pasien harus disiapkan dan
komputer telah diprogram
diposisikan.
sebelumnya untuk jenis scan pada

Gambar 13-33 Ruang kontrol dan pelaksanaan scanning


Bila pengujian telah lengkap, dicetak sebagai hardcopy dan
teknolog memproses data diberikan ke ruang pembacaan
gambar menggunakan atau mungkin disimpan dalam
komputer workstation. disket atau ditransfer melalui
Tergantung fasilitas, gambar sistem manajemen gambar
mungkin dikirim ke prosesor film digital untuk dipresentasikan
sinar X atau laser imager untuk memalui penglihatan monitor.

Gambar 13-34 Jaringan sistem manajemen gambar

13.2.4.3. Optimalisasi Peralatan Dengan Model Jaringan


Sebelum pasien dipindahkan dari dikehendaki, mengubah waktu dari
meja, teknolog radiologi dapat suntikan bahan kontras dan
mereview gambar yang memperpendek waktu breathhold
dikehendaki untuk meyakinkan pasien dapat membantu
kualitasnya cukup memenuhi mengurangi kejadian gerakan
untuk keperluan diagnose. artifak.
Gerakan artifak, yang berupa Teknolog radiologi akan memilih
lapisan, embun atau ketidak protocol scanning yang akan
tepatan lain dalam gambar, memberikan kualitas gambar
mungkin terjadi jka pasien maksimum dan dosis radiasi
melakukan gerakan pada saat minimum. Dosis radiasi pada
scan dilaksanakan atau bila umumnya untuk CT scan
susunan gambar bergerak mendekati sama dengan radiasi
(jantung, paru-paru). Pengurangan latar belakang alami , rata-rata
ketebalan irisan gambar yang orang kebanyakang dalam waktu
satu tahun. Dosisi radiasi pasien pasien pediatric dan pabrikasi
dari CT scan sedikit lebih tinggi perangkat CT mengembangkan
dari pada prosedur sinar X pada cakupan parameter yang
umumnya. Scanner multi irisan disarankan untuk pasien pediatric
yang lebih baru secara signifikan didasarkan pada berat. ASRT
mengantarkan dosis radiasi yang mendorong teknolog untuk sadar
lebih tinggi dari pada scanner akan dosis radiasi untuk kasus
spiral irisan tunggal, dosis lebih pediatric jika diperlukan
tinggi ini berkaitan dengan pasien menggunakan tameng radiasi,
pediatric khusus. Asosiasi Ahli pengaturan posisi pasien
radiologi di Amerika (ASRT) telah menggunakan filter dosis tertentu
mengeluarkan pernyataan protocol dan menambah pitch ratio
scanning untuk scanning pediatric (kecepatan meja/rotasi gantry)
dan merekomendasikan bahwa pada spirall scan.
protocol scanning khusus untuk

13.2.4.1. Perawatan
Peralatan CT imagng biasanya dengan memfasilitasi perbaikan
yang dibeli dengan pelayanan dari permasalahan sistem.
kontrak dari produsen atau pihak Komunikasi melalui modem dan
ketiga melayani penyedia meliputi telepon dengan pelayanan
tabung sinar x dan penggantian personal memungkinkan
bagian lain dan pelayanan melakukan diagnostic software,
perbaikan darurat.Fasilitas misalnya melayani penggantian
departemen teknologi biomedical onderdil, download software untuk
dan ahli ilmu fisika medis boleh menyelesaikan masalah, atau
juga melakukan cek pemeliharaan pemberitahuan segera masalah
pencegahan tahunan, sebaiknya operasional untuk diperbaiki.
kalibrasi bulanan,kualitas gambar
pengujian, memonitor dosis 13.2.4.2. Kapan CT scan
radiasi. Diperlukan
Suatu program pengendalian mutu CT scan mempunyai kemampuan
menyeluruh yang meliputi evaluasi unik untukmenggambarkan
resolusi gambar, akurasi dosis kombinasi dari jaringan lunak,
radiasi pasien, pemrosesan tulang dan jaringan darah.
gambar, sistem peRFormansi Disediakan teknik penggambaran,
keseluruhan dan corak kualitas ini merupakan satu peralatan
gambar yang harus diikuti. terbaik untuk belajar abdomen dan
Teknolog radiasi mungkin paru-paru. Juga mampu
memerlukan staf tenaga teknik mendiagnosa kanker, dan
membantu perawatan dan merupakan metoda untuk
pelayanan perbaikan. mendiagnose paru-paru,hati, dan
Kebanyakan produsen CT kanker pankreas.
menawarkan corak diagnostik Aplikasi lain meliputi :
jarak jauh pada peralatan mereka
x Mendiagnosa dan evaluasi gambar resolusi tinggi dari
perawatan penyakit jantung. susunan jaringan lunak dan
x Mendiagnosa stroke akut. tulang lembut.
x Mendiagnosa dan evaluasi x CT memberikan informasi detail
Perawatan untuk penyakit untuk hampir semua bagian
vaskuler tubuh meliputi :
x Mengukur kepadatan mineral x otak, vessel, mata, telinga
tulang untuk mendetaksi bagian dalam dan sinus.
penyakit tulang osteoporosis. x dada, hati, jantung, aorta, paru-
x Mendiagnosa dan paru
mengevaluasi perawatan luka x leher, bahu dan tulang belakang
traumatis. x tulang panggul dan tulang
x CT scan juga dapat digunakan pinggul, sistem reproduksi laki-
untuk mendiagnosa masalah laki dan perempuan, kandung
sinus dan bagian dalam telinga kencing dan gastrointestinal.
karena dapat menghasilkan

Gambar 13-35 Hasil CT scan otak

13.3.1. Diagnosa Medis Penggambaran Sonography


13.3.1.1. Pengertian Ultrasonik Medis
Ultrasonik atau ultrasonography x Perjalanan gelombang suara ke
adalah teknik penggambaran medis dalam tubuh dan membentur
yang menggunakan gelombang suatu batas antar jaringan (
suara dan pantulnya. Teknik yang misal antar cairan dan jaringan
digunakan serupa dengan lembut, tulang dan jaringan
pantullation yang digunakan pada lembut).
ikan paus dan dolfin, seperti halnya x Sebagian gelombang suara
SONAR yang digunakan oleh kapal direfleksikan kembali ke probe,
selam. Dalam ultrasonik digunakan sementara beberapa berjalan
sebagai berikut : lebih jauh sampai mencapai
x Mesin ultrasonik mengirim pulsa batas lain dan direfleksikan.
suara frekuensi tinggi sampai 5 x Gelomban pantul diambil probe
MHz ke dalam tubuh dengan dan diteruskan ke mesin.
menggunakan probe. x Mesin menghitung jarak dari
probe ke jaringan atau organ
dengan menggunakan seperti ditunjukan gambar di
kecepatan suara dalam jaringan bawah ini.
(5,005 ft/s atau 1540 m/s) dan x Dalam ultrasonik pada umumnya
waktu dari setiap pantulan jutaan pulsa dan pantulan dikirim
(biasanya dalam seper-jutaan dan diterima setiap detik. Probe
detik). dapat dipindahkan sepanjang
x Mesin memperagakan jarak dan permukaan tubuh dan mencapai
intensitas pantulan pada layar, variasi sudut pandang.
membentuk gambar dua dimensi

Gambar 13-36 Ultrasonik pertumbuhan janin (umur 12 minggu) dalam kandungan ibu.
Pandngan samping bayi ditunjukkan (kanan ke kiri) kepala, leher, badan dan kaki (
Photo courtesy Karim and Nancy Nice)

13.3.1.2. Penggambaran Medis Ultrasonography


Medical Ultrasonography Dalam fisika istilah ultrasound
(sonographhy) merupakan suatu diaplikasikan pada semua energi
penggambaran diagnostik yang akustik yang mempunyai frekuensi
didasarkan pada frekuensi suara di atas kemampuan pendengaran
ultrasonik, teknik yang digunakan manusia (20 000Hz atau 20 KHz).
untuk memvisualisasi otot dan Diagnostik scanner sonogtraphy
organ tubuh internal, untuk dilihat pada umumnya bekerja pada
ukuran, struktur, luka atau frekuensi 2 sampai 18 MHz,
kemungkinan adanya penyakit. ratusan kali lebih besar dari pada
Sonography kandungan biasanya batasan di atas. Pilihan frekuensi
digunakan untuk pemeriksaan dengan pertimbangan antara
kehamilan dan secara luas dikenali resolusi gambar dan kedalaman
oleh masyarakat. Terdapat imaging, frekuensi rendah
banyak aplikasi diagnostic dan menghasilkan resolusi kuang
pengobatan praktis dalam memenuhi namun gambaran lebih
kedokteran. dalam ke dalam tubuh.
Gambar 13-37 Bayi dalam Gambar 13-38 Perkembangan
kandungan dilihat dengan bayi 29 minggu ultras onik 3D
sonogram

13.3.2. Aplikasi Diagnostik


Sonography (ultrasonography) resolusi lebih rendah namun
secara luas telah digunakan dalam penetrasi lebih besar.
kedokteran. Memungkinkan untuk Ultrasonik telah digunakan dalam
membuat diagnosa atau prsdur pengaturan klinis bervariasi,
terapi dengan panduan meliputi ilmu kebidanan dan ilmu
sonography (sebagai contoh biopsi kandungan, cardiology dan
atau pengeringan cairan). pendeteksian kanker. Keuntungan
Sonographer di bidang ultrasonik yang utama adalah
kedokteran secara profesional bahwa struktur tertentu dapat
adalah orang yang membuat scan diamati tanpa menggunakan
untuk tujuan diagnose. radiasi. Ultrasonik dapat juga
Sonographer pada umumnya dilaksanakan lebih cepat dari
menggunakan transduser yang pada sinar-X atau teknik
ditempatkan secara langsung dan radiografis lain. Beberapa
memindahkan meliputi daerah pemanfataan ultrasonik untuk
yang diperiksa. Gel air digunakan pemeriksaan dan pengujian :
sebagai penghubung ultrasonik 1. lmu kebidanan Dan Ilmu
antara transduser dan pasien. kandungan
Sonography efekti untuk imaging 2. mengukur ukuran janin untuk
jaringan lunak dari tubuh. Struktur menentukan tanggal kelahiran
dangkal seperti otot, urat daging, 3. menentukan posisi janin untuk
test, dada dan otak neonatal melihat jika normal posisi
digambarkan pada frekuensi yang kepala di bawah
lebih tinnggi ( 7-18 MHZ), yang 4. mengecek posisi plasenta untuk
mana memberikan sumbu dan melihat jika perkembangan
pencabangan resolusi yang lebih tidak sesuai, pembukaan cervix.
dan baik. Susunan yang lebih 5. melihat banyaknya Janis dalam
dalam seperti liver dan ginjal kandungan
digambarkan pada frekuensi lebih 6. mengecek jenis kelamin bayi
rendah dari 1 sampai 6 MHz
dengan sumbu dan pencabangan
7. mengecek laju pertumbuhan penggunaan ultrasonik, resiko
janin dengan pengukuran dari prosedur ini sudah
dari waktu ke waktu diturunkan secara dramatis.
8. pendeteksian kehamilan 10. melihat tumor indung telur dan
ectopic, hidup yang dada
mengancam situasi di mana 11. Dalam bidang cardiology
bayi ditanamkan tuba fallopii ibu a. melihat bagian dalam
sebagai ganti kandungan. jantung untuk
9. monitoring bayi selama mengidentifikasi struktur
prosedur khusus ultrasound abnormal atau fungsi
telah sangat menolong dalam b. mengukur aliran darah
penglihatan dan pencegahan sepanjang jantung dan
bayi selama amniocentesis ( pembuluh darah utama
sampling cairan yang amniotic 12. Bidang Urology
dengan suatu jarum untuk a. mengukur aliran darah
pengujian hal azas keturunan). sepanjang ginjal
Tahun yang lalu, dokter b. melihat batu ginjal
menggunakan prosedur ini c. mendeteksi kanker prostat
secara membabi buta, dini.
bagaimanapun dengan

Gambar 13-39 Pengujian ultasonik Gambar 13-40 Sonograph


selama kehamilan (Photo menunjukkan gambar kepala
courtesy Philips Research) janin dalam kandungan

Pada umumnya tujuan mungkin hanya bisa diberikan


menggunakan mesin sonography dengan transduser khusus.
pertimbangannya adalah Dinamika alami dari banyak
kemampuannya dalam penelitian pada umumnya
penggambaran. Aplikasi khusus memerlukan corak khusus dalam
mesin sonography yang efektif, (untuk pria). Penggambaran
demikian ini seperti transduser sonogram panggul dapat
endovaginal, endorectal atau menghasilkan informasi diagnostic
transesophageal. Pemeriksanaan penting berkaitan dengan
kandungan dengan ultrasonik keakuratan hubungan dari
biasanya digunakan selama ketidaknormalan susunan organ
kehamilan untuk mengecek panggul dengan yang lain dan
perkembangan janin. presentasi ini bermanfaat untuk
Dalam sonogram panggul, organ memberikan perlakuan pasien
pada daerah panggul berkaitan dengan gejala turunnya
digambarkan. Ini meliputi kandungan mengenai panggul,
kandungan dan indung telur atau pembesaran sehingga
kandung kecing. Orang kadang mengghalagi pembuangan air
menggunakan sonogram untuk besar.
panggul dengan tujuan Dalam sonography abdominal,
memeriksa kesehatan prostat organ padat dari abdomen seperti
dan kandung kecing mereka. pankreas, aorta, inferior vena
Ada dua metoda untuk melakukan cava, hati, kantong empedu,
pemeriksaan panggul dengan saluran pipa empedu, ginjal, dan
sonography secara internal dan limpa dapat digambarkan.
eksternal. Pemeriksaan panggul Gelombang suara dihalangi oleh
sonogram internal merupakan gas dalam bowel, oleh karena
salah satu bentuk transvaginally kemampuan diagnostik pada area
(untuk wanita) atau transrectally ini terbatas.

13.3.2.1. Pengolahan Suara Menjadi Gambar


Membuat gambar dari suara suara, penerimaan pantul dan
dikerjakan dalam tiga langkah menginterpretasikan pantul.
yaitu menghasilkan gelombang

13.3.2.2. Produksi Gelombang Suara


Gelombang suara pada umunya menghasilkan bentuk gelomban
dihasilkan oleh transduser suara dari muka transduser.
piezielektrik yang diletakkan pada Perjalanan gelombang ke dalam
probe. Kekuatan, pulsa listrik tubuh dan masuk secara fokus
pendek dari mesin ultrasonik pada kedalaman yang diinginkan.
membuat tranduser menghasilkan Teknologi lebih tua menggunakan
frekuensi yang diinginkan. transducers cahaya dengan lensa
Frekuensi yang dihasilkan antara 2 pisik. Transduser dengan
dan 15 MHz. Suara difokuskan ke teknologi yang lebih baru
salah satu bentuk transduser, menggunakan teknik susunan
sebuah lensa didepan tranduser pasa sehingga memungkinkan
atau pengaturan kompleks pulsa mesin sonography mengubah
dikontrol dari mesin scanner arah dan kedalaman fokus. Hampir
ultrasonik. Pengfokusan ini semua transduser piezoelektrik
dibuat dari keramik. Bahan pada direfleksikan kesemua arah yang
permukaan transduser tedapat pebedaan kepadatan
memungkinkan suara tubuh misalnya sel darah
ditransmisikan secara efisien ke dalamplasma darah, susunan kecil
dalam tubuh. Gelombang suara dalam organ dsb. Beberapa
secara parsial akan direfleksikan direfleksikan kembali ke
dari lapisan diantara jaringan yang transduser.
berbeda. Detailnya suara

13.3.2.3.Menerima Pantul
Gelombang suara yang
dikembalikan ke transduser
mengakibatkan proses yang
sama sinyal bahwa sinyal
gelombang suara dikirim,
kecuali dalam sebaliknya.
Gelombang suara yang
dikembalikan menggetarkan
transduser, transduser
kembali bergetar
menghasilkan pulsa listrik
berjalan ke scanner ultrasonik
untuk diproses dan
ditransformasi ke dalam
gambar digital.

Gambar 13-41 Medical sonographic scanner

13.3.2.4. Pembentukan Gambar


Scanner sonography harus ini dapat mengalokasikan pixel
menentukan tiga hal dari setiap dalam gambar untuk bercahaya
pantul yang diterima yaitu : sebagai intensitas.
x Arah datangnya pantul Transformasi sinyal yang diterima
x Seberapa kuat ke dalam gambar digital mungkin
x Seberapa lama pantul diterima dapat dijelaskan dengan
dari suara yang telah menggunakan analogi lembaran
ditransmisikan. Scanner kertas kosong. Dibayangkan
sonography menentukan tiga hal, transduser panjang, di atas
lembaran datar. Pulsa dikirim pantul menentukan pengaturan
kolom lembar kertas turun ke A, B, kecerahan sel (putih untuk pantul
C dan sterusnya. Setiap kolom yang kuat, hitam untuk pantul
pengembalian pantul terdengar. lemah dan bayangan bervariasi
Pada saat mendengar pantul dari abu-abu untuk warna
dicatat seberapa lama pantul diantaranya). Bila semua pantul
kembali. Semakin panjang direkam pada lembaran, diperoleh
menunggu, row semakin dalam gambar greyscale.
(1,2,3 dan seterusnya). Kekuatan

Gambar 13-42 Sensor suara

13.3.2.5. Susunan transduser linier


Ultrasonography menggunakan menjadikan mungkin untuk melihat
probe yang berisi satu atau lebih lebih dalam.
transduser akustik untuk mengirim Frekuensi yang digunakan untuk
pulsa-pulsa suara ke dalam suatu penggambaran medis umumny
materi. Kapan saja gelombang dalam cakupan dari 1 sampai 18
suara mengenai materi dengan MHz. Frekuensi lebih tinggi
tingkat kepadatan yang berbeda mempunyai panjang gelombang
(impedansi akustik), sebagian dari lebih pendek, dan digunakan untuk
gelombang suara direfleksikan membuat sonogram dengan detail
kembali ke probe dan dideteksi yang lebih kecil. Oleh karena itu
sebagai pantul. Pada saat untuk attenuasi gelombang suara
mendapatkan kembali pantul frekuensi ditambah lebih tinggi,
perjalanan kembali ke probe diukur sehingga mempunyai penetrasi
dan digunakan untuk menghitung yang lebih baik, untuk jaringan
kedalaman antar muka jaringan yang lebih dalam digunakan
yang menyebabkan pantul. Untuk frekuensi yang lebih rendah (3
perbedaan besar antar impedansi sampai 5 MHz).
akustik, menghasilkan pantul lebih Penampakan kedalaman tubuh
besar. Jika pulsa mengenai gas dengan sonography sangat sulit.
atau zat padat, perbedaan Beberapa energi akustik hilang
kepadatan besar, energi akustik setiap kali pantul dibentuk, namun
yang direfleksikan juga besar dan kebanyakan energi yang hilang
karena penyerapan akustik.
Kecepatan suara berbeda dalam diterima diproses dan digunakan
materi yang berbeda, tergantung untuk membangun gambar.
pada impedansi akustik dari Gambar 3D dapat dibangkitkan
materi. Oleh karena itu, instrumen dengan memperoleh serentetan
sonography berasumsi bahwa pengaturan gambar 2D. Biasanya
kecepatan akustik tetap pada 1540 transduser diguanakan pada probe
m/detik. Dampak dari asumsi ini tertentu yang secara mekanis
sesungguhnya jaringan tubuh menscan gambar 2D
tidak seragam, berkas menjadi konvensional. Oleh karena itu,
sedikit tidak fokus dan resolusi karena scanning mekanis lambat,
gambar menurun. ini sulit membuat gambar 3D dari
Untuk membuat gambar dua pemindahan jaringan. Sekarang,
dimensi, berkas ultrasonik disapu. telah dikembagkan transduser
Sebuah transduser disapu secara susunan phasa 2D dapat menyapu
mekanis dengan pemutaran atau berkas dalam 3D. Gambar ini
penyapuan. Gambar satu dimensi dapat lebih cepat dan dapat
transduser susunan phasa digunakan untuk membuat gambar
mungkin menggunakan sapuan 3D dari jantung yang berdenyut.
berkas secara elektronik. Data

13.3.3.Metoda Sonograpi
1. Sonography Doppler
Ultrasonik Doppler didasarkan (sonography dari sistem vascular
pada efek Doppler Doppler. Bila dan jantung) dan secara esensial
obyek merefleksikan gelombang banyak area yang demikian seperti
ultrasonik adalah berpindah penentuan aliran darah balik
mengubah frekuensi pantulan, dalam portal hipertensi hati
membuat frekuensi lebih tinggi jika vasculature.
ini merupakan perpindahan Informasi Doppler diperagakan
menuju probe dan frekuensi lebih secara grafik dengan
rendah bila perpindahan menjauhi menggunakan spektrum Doppler
probe. Sberapa banyak frekuensi atau sebagai gambar dengan
diubah tergantung pada seberapa menggunakan warna Dopller
cepat obyek berpindah. Doppler (directional Doppler) atao power
ultrasonik mengukur perubahan Dopller (non directional Doppler).
dalam frekuensi pantulan untuk Dopler ini mengalami pergeseran
dihitung seberapa cepat obyek turun dalam cakupan suara yang
berpindah. Ultrasonik Doppler dapat didengar dan sering pula
telah banyak digunakan untuk dipresenasikan dapat didengar
mengukur kecepatan aliran darah, dengan menggunakan
kecepatannya dapat ditentukan speakerstereo, hasil ini sangat
dan dividualisasikan. Ini membedakan, meskipun pulsa
merupakan pemakaian khusus suara buatan.
dalam pengamatan cardiovascular
Gambar 13-43 Spektrum 13-44 Spektrum warna arteri
doppler arteri yang sama

Gambar 13-45 Ultrasonik doppler


untuk mengukur aliran darah
melalui jantung. Arah aliran darah
ditunjukkan pada layar dengan
warna yangberbeda (photo
courstesy Philip research)

Pada hakekatnya, mesin untuk mencapai pergeseran


sonographic paling modern tidak frekuensi ( karena frekwensi
menggunakan Efek Doppler untuk adalah tingkat perubahan phasa).
mengukur percepatan, Untuk mencapai pergeseran phasa
sebagaimana telah dipercayakan antara sinyal yang dipancarkan
pada lebar pulsa Doppler. Mesin dan diterima, pada umumnya
lebar pulsa memancarkan pulsa digunakan satu dari dua algoritma
ltrasonik, dan kemudian disaklar Kasai atau cross-correlation.
dalam mode menerima. Demikian Mesin lama yang menggunakan
ini pulsa direfleksikan yang Doppler gelombang kontinyu
diterima bukan subyek pergeseran (CW), memperlihatkan Efek
phasa, seperti resonansi tidak Doppler sebagai diuraikan di
kontinyu. Oleh karena itu dengan atas.Untuk melakukan ini,
membuat beberapa pengukuran, transduser pengirim dan penerima
pergeseran phasa dalam urutan harus dipisahkan. Sebagian besar
pengukuran dapat digunakan penggambaran kembali mesin
gelombang kontinyu, tidak dapat (walaupun bukan dalam
memberikan informasi jarak masyarakat pengolah sinya),
(merupakan keuntungan besar dari terminology ultrasonik Doppler
sistem PW waktu antara telah diterima berlaku pada
pengiriman dan penerimaan pulsa keduanya sistem Doppler PW dan
dapat diubah ke dalam informasi CW disamping mekanisme yang
jarak dengan mengetahui berbeda untuk mengukur
kecepatan suara). Dalam kecepatan.
masyarakat sonographi

13.3.3.1. Mesin Ultrasonik


Dasar mesin ulltrasonik terdiri bagian-bagian berikut ini :A basic
x Transduser probe ke probe mengirim dan menerima gelmbang suara.
x Komputer Central Processing Unit (CPU) yang melakukan semua
perhitungan dan berisi sumber daya untuk komputer dan probe
transduser.
x Pulsa control transduser berfungsi mengubah amplitudo, frekuensi
dan durasi dari pulsa yang diemisikan dari probe transduser.
x Memperagakan kandungan, kelenjar prostat, perut, kandungan,
dan gambar dari data ultrasonik yang telah diproses oleh CPU.
x Keyboard untuk memasukan data dan mengambil hasil pengukuran
untuk diperagakan.
x Piranti penyimpan (disket, CD) diperlukan untuk menyimpan gambar
yang dibutuhkan.
x Printer untuk mencetak gambar dari pergaan data.

13.3.3.1.1. Probe Transduser


Probe transduser merupakan alat cepat berubah bentuk Kecepatan
utama dari mesin ultrasonik. Probe berubah bentuk atau vibasi
transduser membuat gelombang menghasilkan gelombang suara.
suara dan menerima pantulan. Sebalinya bila suara atau tekanan
Bisa dikatakan probe merupakan gelombang dikenakan pada kristal
mulut dan telinga mesin ultrasonik. akan menghasilkan arus. Oleh
Probe transduser membangkitkan karena itu, beberapa Kristal dapat
dan menerima gelombang suara digunakan mengirim dan
dengan menggunakan prinsip menerima gelmbang suara. Probe
yang dinamakan efek piezolistrik juga mempunyai penyerap suara
(tekanan listrik), yang telah untuk mengeliminasi pantulan balik
diketemukan oleh Pierre dan dari probe itu sendiri, dan sebuah
Jacques Currie pada tahun 1880. lensa akustik untuk membantu
Dalam probe terdapat satu atau memfokuskan emisi gelombang
lebih kristal piezolistrik. Bila arus suara.
diberikan ke Kristal, Kristal dengan
Probe transduser mempunyai waktu pengambilan pulsa setiap
banyak bentuk dan ukuran. Bentuk elemen, pengendalian berkas
probe menentukan pandangan penting khususnya pada cardiac
bidang dan frekuensi emisi ultrasonik. Probe dapat
gelombang suara, kedalaman dipindahkan sepanjan permukaan
penetrasi gelombang suara dan tubuh, banyak probe dirancang
resolusi gambar. Probe transduser untuk disisipkan melalui variasi
mungkin berisi satu atau lebih lubang tubuh (vagina, dubur)
elemen Kristal, dalam probe sehingga dapat lebih membuka
multiple elemen setiap Kristal organ yang diuji (kandungan,
memiliki rangkaian sendiri. Probe kelenjar prostat, perut) mengambil
multiple elemen memiliki lebih membuka organ
keuntungan bahwa berkas dapat memungkinkan untuk melihat lebih
dikendalikan dengan mengubah detail.

Gambar 13-46 Bagian-bagian mesin ultrasonik


13.3.3.1.2. Central Processing Unit (CPU)
CPU merupakan otak mesin dari probe yang pantulan. CPU
ultrasonik. Pada dasarnya CPU melakukan semua perhitungan
sebuah komputer yang berisi meliputi pemrosesan data. Satu
memori mikroprossor , penguat bahan data diproses, CPU
dan power supplay untuk membentuk gambar dalam
mikroprosesor dan probe monitor. CPU dapat juga
transduser. CPU mengirim arus menyimpan data yang telah
listrik ke probe tansduser untuk diproses atau menyimpan pada
mengemisikan gelombang suara disk.
dan juga menerima pulsa listrik

13.3.3.1.3. Transduser Pengontrol Pulsa


Transduser pengontrol pulsa operator diterjemahkan ke dalam
memungkinkan operator yang perubahan arus listrik yang
disebut ultrasonographer mengatur diaplikasikan pada kristal
dan mengubah frekuensi dan piezolistrik yang merupakan probe
durasi pulsa ultrasonik, sebagus transduser.
scan mode mesin. Komando dari

Peraga Keyboard/Cursor
Peraga berupa monitor Mesnin ultrasonic memiliki
computer yang menunjukkan keyboard dn kursor. Piranti
pemrosesan data dari CPU. ini memungkinkan operator
Peraga dapat dengan warna menambah catatan dan
hitam putih atau warna pengukuran melakukan
tergantung model mesin pengambilan data
ultrasonic. pengukuran

Disk Storage
Data dipross dan atau gambar Printer
dapat disimpan dalam disk. Mesin Utrasonik kebanyakan
Disk bisa berupa hardisk, flopy mempunyai printer thermal
disk, compact disk (CD) dan yang dapat digunakan
digital video disk (DVD). Pada pengambilan gambar hardcopy
umumnya pasien scan dari gambar yang diperagakan.
ultrasonik menyimpan pada
flopy disk dan dengan arsip
catatan medis pasien.
13.3.4. Perbedaan Jenis Ultrasonik
Ultrasonik yang telah diuraikan yang lain sekarang ini
sejauh ini menampilkan gambar menggunakan penggambaran
2D atau irisan dari obyek 3D ultrasonik 3D dan ultrasonik
(janin, organ). Dua jenis ultrasonik Doppler.

13.3.4.1. Penggambaran Ultrasonik 3D


Dua tahun yang lalu, telah pada permukaan tubuh atau
ditingkatkan kemampuan mesin memutar probe yang disisipkan.
ultrasonik menggambar 3D. Scan dua dimensi kemudian
Dalam mesin ini beberapa dikombinasi dengan software
gambar 2D diperoleh dengan komputer khusu untuk
menggerakkan probe melintang membentuk gambar 3D.

Gambar 13-47 Perkembangan janin dalam kandungan (Photo courtesy Philips


Research)

13.3.4.2. Gambar ultrasonik 3D


Gambar 3D memungkinkan melihat lebih baik pada organ yang diuji dan
terbaik digunakan untuk :

1. Deteksi awal dari kanker dan tumor bening


2. Menguji kelenjar prostat dan untuk awal pendeteksian
tumor.
3. Mencari massa dalam colon dan dubur
4. Mendeteksi luka dada untuk kemungkinan biopsi
5. Visualisasi janin untuk menilai perkembangan abnormal
wajah dan otot.
6. Visualisasi aliran darah dalam berbagai organ badan
janin.
13.3.4.3. Microbubble
Penggunaan microbubble dalam echocardiography, dan
membandingkan media mungkin untuk aplikasi masa
sonography medis untuk depan dalam imaging molekular
meningkatkan ultrasound sinyal dan penghantaran penyerahan
backscatter dikenal sebagai obat.
ultrasound contrast-enhanced. Keunggulan Ultrasonography
Sekarang teknik ini digunakan

Keunggulan Ultrasonography :
1. Kemampuan penggambaran otot dan jaringan lembut baik sekali
dan bermanfaat untuk menggambarkan alat penghubung antar
zat padat dan cairan pengisi ruang.
2. Kemampuan memandang gambaran hidup, dimana operator
dapat secara dinamis memilih bagian paling bermanfat untuk
mendiagnosa cepat.
3. Kemampuan menunjukkan susunan organ
4. Tidak memiliki efek samping dan ketidaknyamanan pasien.
5. Peralatan ini secara luas komparatif fleksibel.
6. Kecil dengan mudah dibawa untuk menyediakan keperluan scan,
pengujian dapat dilakukan disamping tempat tidur.
7. Relatif murah dibandingkan modeinvestigasi lain seperti CAT,
DEXA atau MRI.

13.3.4.4. Kelemahan Ultrasonography


Disamping memiliki kelebihan ultrasonography juga memiliki kelemahan.

Kelemahan Ultrasonography
1. Alat Sonographic memiliki masalah menembus tulang. Sebagai contoh,
sonography otak orang dewasa sangat terbatas.
2. PeRFormansi sonography kurang baik bila terdapat gas diantara
transducer dan organ badan yang diamati, keduanya mempunyai
perbedaan akustik impedansi yang ekstrim. Sebagai contoh, gas
gastrointestinal sering terbaca pankreas ultrasonik sulit melacak, dan
tidak memungkinkan melakukan penggambaran paru-paru.
3. Tanpa adanya tulang atau udara, kedalaman penetrasi ultrasonik
terbatas, kesulitan membuat gambaran kedalaman susunan tubuh,
khususnya pasien gemuk.
4. Metoda yang digunakan operator dependent. Diperlukan ketrampilan dan
pengalaman untuk memperoleh gambaran berkualitas dan membuat
diagnosa akurat.
5. Tidak ada panduan gambaran seperti dengan CT dan MR. Sekali
13.3.4.5. Resiko dan Efek Samping
Ultrasonography pada umumnya diagnose akan diperlukan hanya
dipandang cara aman untuk bila terdapat indikasi medis yang
penggambaran. Bagaimanapun valid, dan kemungkinan terendah
efek merugikan adakalanya perlu pengaturan penyinaran ultrasonik
diamati. Penelitian diagnose akan digunakan guna memperoleh
ultrasonik dari pertumbuhan janin informasi diagnostic yang
secara umum dipandang aman diperlukan serendah kelayakan.
selama kehamilan. Prosedur

1. Bahaya Ultrasonik
Terdapat banyak hal yang ultrasonik sehingga menambah
berkaitan dengan keselamatan temperatur local.
ultrasonik. Karena ultrasonik 2. pembentukan gelembung (
merupakan energi, pertanyaan rongga) ketika gas di keluarkan
bagaimanakah energi ini bekerja dari solusi keduanya mengalami
dalam jaringan tubuhku atau panas lokal disebabkan oleh
bayiku?. Banyak laporan dari bayi ultrasonik.
dilahirkan dengan berat badan Bagaimanapun,tidak ada pengaruh
rendah dari ibu yang sering sakit dari ultrasonik diperkuat
melakukan pengujian selama dengan dokumentasi hasil
kehamilan. Ada dua kemungkinan penelitian pada manusia ataupun
besar dengan ultrasonik yaitu : hewan. Dinyatakan bahwa
1. peningkatan panas jaringan ultrasonik tetap akan digunakan
atau air menyerap energi hanya bila diperlukan ( lebih baik
hati-hati).

13.3.5. Prosedur Pengujian Dengan Ultrasonik


Untuk pengujian dengan ultrasonik. Dengan prosedur
ultrasonik, dilakukan dalam suatu sebagai berikut :
ruangan dengan teknisi dan mesin

1. Menanggalkan baju ( dari semua baju atau hanya pada area yang diuji).
Ultrasonographer menutupi dengan kain di atas area yang akan disinari
tidak untuk yang akan diuji.

2. Ultrasonographer menerapkan suatu mineral minyak jelly ke kulit


mengeliminasi udara antara probe dan kulit untuk membantu
melewatkan gelombang suara ke dalam tubuh. Ultrasonographer
menutup probe dengan tutup plastic.
3. Melewatkan probe di atas kulit untuk memperoleh gambar yang
dikehendaki. Tergantung jenis pengujian, mungkin probe disisipkan
di bagian tubuh.
4. Mungkin diminta untuk mengubah posisi guna mendapatkan
penglihatan yang lebih baik.
5. Setelah gambar diperoleh dan pengukuran telah dilakukan data
disimpan dalam disk. Pasien dapat memperoleh hardcopy gambar.

13.4. Penggambaran Kodekteran Nuklir


dan kerugian yang membuatnya
Dimasa lalu, perawatan maupun
digunakan untuk kondisi dan
pengamatan telah menggunakan
bagian tubuh yang berbeda.
cara umum untuk melihat bagian
Teknik imaging kedokteran nuklir
dalam tubuh, namun sekarang
memberikan cara lain bagi dokter
dokter dapat menggunakan teknik
untuk melihat bagian dalam tubuh.
non-invasive. Beberapa teknik ini
Teknik ini mengkombinasikan
meliputi penyinaran sinar X,
pemanfaatan komputer, detektor
scanner MRI, scan CAT, ultrasonik
dan unsur radio aktif. Teknik ini
dan sebagainya. Masing-masing
meliputi :
teknik ini mempunyai keuntungan

1. Positron emission tomography (PET)


2. Single photon emission computed tomography (SPET)
3. Cardiovascular
4. Scanning tulang

yang demikian seperti thyroid


Penggambaran Kedokteran nuklir
dan kekurangan fungsi
digunakan untuk mendeteksi tumor
berkenaan dengan paru-paru.
* aneurysms (titik lemah dalam
Beberapa penggunaan
dinding pembuluh darah)
pengujian khusus tergantung
* irregular atau aliran darah pada
pada symptom pasien dan
variasi jaringan tidak cukup
penyakit yang didiagnosa
* kekacauan sel darah dan
pemfungsian organ tidak cukup

13.4.1.1. Pengertian Positron Emission Tomography


Posisi emisi tomograpi, yang melibatkan akuisisi dari gambar
selanjutnya dikenal dengan psikologi yang didasarkan pada
sebutan penggambaran PET deteksi radasi dari emisi positron.
adalah pengujian diagnose yang Positron adalah partikel tipis yang
idemisikan dari unsur radioaktif isi perut atau, bagian tubuh lain
mengatur pada pasien. Gambaran badan. Ketika suntikan itu
tubuh dikembangkan dengan beredar, radio isotop cenderung
teknik yang digunakan untuk berdistribusi melalui suatu titik
mengevaluasi berbagai penyakit. pada tubuh
Kedokteran nuklir menggunakan Sepanjang badan pada titik titik
instrumen tomographic untuk yang dilayani oleh aliran darah
menggambarkan sebagian tubuh mungkin terjadi konsentrasi
dan memfungsikannya dengan secara istimewa di organ badan
menyisipkan radio isotop ke dalam tertentu (missal radioaktif iodine
sistem vaskuler dan kemudian dalam kelenjar gondok). Isotop
mencari konsentrasi dari pengusut mengeluarkan radiasi ( paling
dalam berbagai organ. Scanning umum, sinar gamma) dapat
PET dan SPECT keduanya diinterupsi oleh sinar kamera.
diuraikan menghasilkan gambar Variasi intensitas radiasi dalam
tomography dan atau irisan ruang sumber titik dalam tubuh
individual. Metode lain dari mengaktipkan film Gamma atau
pengujian bagian dalam dan luar susunan detektor lain yang
tubuh dari tubuh sebenarnya merespon dengan pemetaan
berdasarkan pada radiasi panas intensitas radiasi dalam ruang X-Y
(thermography) atau gelombang untuk menciptakan gambar. Radio
akustik (sonography). Instrumen isotop dalam penggunaan normal
endoscopy dengan sumber cahaya mempunyai umur yang relative
dan kamera pada imaging dan singkat, jadi pengukuran secara
disisipkan ke dalam tubuh untuk cepat dan meminimkan bahaya
mengambil gambar optik dari radiasi.
kerongkongan, perut, menurunkan

13.4.1.2. Prosedur Umum Penggunaan PET


Scan PET seringkali digunakan akibat serangan jantung yang
untuk mendeteksi kanker dan dinamakan myocardial infarction.
menguji pengaruh terapi kanker Dikombinasi dengan penelitian
dengan karakterisasi perubahan myocardial peRFusion, scan PET
biokimia dalam kanker. Scan ini memungkinkan membedakan
dapat dilakukan pada seluruh ketidak fungsian otot jantung dari
badan. Scan PET jantung dapat otot jantung yang akan
digunakan untuk menentukan menguntungkan prosedur, yang
aliran darah pada otot jantung dan demikian ini seperti angioplasty
membantu mengevaluasi adanya atau pembuluh coroner yang
penyakit jantung cononer. Scan akan mengembalikan aliran darah
PET jantung dapat juga digunakan cukup dan meningkatkan fungsi
untuk menunjukkan fungsi area jantung. Scan PET otak
jantung yang mengalami digunakan untuk mengevaluasi
penurunan fungsi hidup pasien yang mengalami
dibandingkan scarred sebagai kekacauan memori dari penyebab
yang tak dapat ditentukan, diduga dan oleh karena itu perlu
atau tumor otak yang tidak dapat disarankan untuk perawatan.
merespon terhadap terapi medis

13.4.1.3. Prosedur Pengujian


Sebelum pengujian dimulai, mesin akan mengakumulasi unsur lebih
menghasilkan unsur radiasi yang banyak dan muncul lebih cerah
dinamakan cyclotron dan dari pada jaringan normal pada
dipasang, atau diberi label, gambar PET.
campuran badan alami, yang Salah satu teknik yang lebih awal
paling umum glukosa namun tak menggunakan radio isotop adalah
jarang air atau ammonia. Unsur ini scintigraphy. Komponen radio
akan mengatur tubuh pasien aktif, umumnya menggunakan
melokalisasi radioaktif dalam area unsur iodine, technicium dan
tubuh yang tepat dan deteksi oleh thallium disisipkan ke dalam tubuh.
scanner PET. Setelah menyebar isotop rusak
PET menampilkan gambar mengijinkan sinar gamma yang
dengan tingkat warna dan diambil oleh detektor kamera
kecerahan yang berbeda dari gama yang ditempatkan dalam
jaringan atau organ tubuh. Misal area badan akan diuji. Bangunan
sebab jaringan sehat scintillation bintik cahaya pada
menggunakan glukosa untuk detektor membentuk gambar,
energi, ini dihimpunkan sebagian tunggal diluar lokasi dan intensitas
dari glukosa yang berlabel, akan cahaya diemisikan sepanjang
ditunjukkan pada gambar PET. waktu. Terdapat kamera sinar
Oleh karena itu jaringan kanker gamma yang portabel
yang menggunakan glukosa lebih menghasilkan scintigram
banyak dari pada jaringan sehat
.

Gambar 13-48 Peralatan positron emisi tomography


(PET)

Dengan memilih radio isotop dan tepat, secara selektif konsentrasi


mengambilnya dalam tubuh yang di dalam tulang, skeletal anomali
Kebanyakan ini digunakan dalam
siap digambar seperti ditunjukkan
penglihatan untuk anomali kelenjar
dalam pasangan dari pandangan
gondok. Dalam pemandangan dari
tubuh berikut :
CAT ini, scintigram menunjukkan
dengan tepat kondisi-kondisi
abnormal (merah / kuning) dalam
CAT kelenjar gondok ini yang
diinjeksi dengan radio aktif iodine
telah dikonsentrasikan secara
selektif.

Gambar 13-49 Gambar skeletal anomali

Gambar 13-50 Warna hijau kelenjar ludah,


warna merah gondok adenomas

Dua instrument imaging daya dan sel metabolisme. Yang


tinggi dalam kedokteran nuklir pertama instrument SPECT lebih
yang menggunakan pendekatan dahulu digunanakan secara umum
tomography adalah scanner baru berikutnya teknologi PET.
SPECT (Single Photon Emission Kedua instrument menggunakan
Computed Tomography) dan PET kamera sinar gamma untuk
(Position Emission Tomography). mendeteksi sinar gamma yang
Instrumen ini secara khusus diemisikan photon dari radio isotop
diempatkan untuk memantau yang digunakan dalam
proses dinamis seperti aliran darah penggambaran tubuh.

Sinyal sinar photon gamma diambil oleh photo multiplier,


dilewatkan ke dalam instrument dikuatkan dan dikirim melalui
melalui collimator dan kemudian rangkaian decoding menetapkan
membentur detektor yang terbuat posisi X Y untuk setiap titik. Sinyal
dari kristal thallium yang diaktifkan kemudian direkonstruksi sebagai
sodium iodide. Titik cahaya gambar.
diciptakan oleh sinar gama yang
Gambar 13-51 Mesin PET

Gambar 13-52 Gambar scanner PET lengkap

Radio isotop yang memiliki diaplikasikan mengscan otak


perbedaan setengah umur untuk menentukan
disuntikan, tergantung pada jenis, ketidaknormalan namun dapat
namun semua dilipatkan dalam juga bekerja pada organ yang lain
cakupan jam. Secara normal seperti jantung, hati dengan
digunakan TC99 (Technicium), kemampuan special untuk
radio isotop lain meliputi I123 dan menggambarkan anomaly tulang.
Xe 133 semua mengemisikan Pada gambar kelompok berikut
gamma. Setiap decay menunjukkan hasil dari scan
menghasilkan sinar proton gamma SPECT dari otak normal, irisan
tunggal. SPECT pada umumnya kepala pertama berkualitas tinggi.

13.4.2. Prosedur Pelaksanaan


Perawat atau teknisi akan gas). Ini membutuhkan waktu 30
mengantarkan pasien ke dalam sampai 90 menit untuk unsur yang
ruang injeksi khusus, dimana berjalan melalui tubuh dan
unsur pengatur radioaktif mengakumulasi dalam raingan
disuntikkan ke dalam pembuuh yang diamati. Selama waktu ini
darah (meskipun banyak kasus, akan ditanyakan waktu instirahat
akan diberi melalui pembuluh pasien cukupkah dan mencegah
darah atau menghisap sebagai gerakan
yang signifikan atau pembicaraan. pembatasan pada rutinitas harian
Ini membutuhkan waktu 30 sampai setelah pengujian, meskipun
45 menit. Banyak pasien, pasien telah minum banyak
khususnya yang yang berpenyakit cairan untuk membilas unsur
jantung mengalami tekanan radioaktif dari tubuh. Untuk
pengujian dengan scan PET menunjukkan corak dapat ditandai
sementara harus istirahat lagi dengan warna yang berbeda.
setelah mendapatkan suntikan Terminologi digunakan untuk arah
parmasi memasuki aliran darah ke pandang yang berbeda transaxial,
jantung. Biasanya tidak terdapat sagital dan coronal.

Gambar 13-53 hasil Scan kepala dengan SPECT

13.4.2.1. Proses Pembentukan Gambar


PET menghasilkan gambar tubuh Atom radioaktif dibentuk dengan
dengan mendeteksi emisi radiasi pemborbardiran kimia normal
dari unsur radioaktif. Unsur ini dengan neutron yang diciptakan
telah diijeksikan ke dalam tubuh isotop radioaktif umur pendek.
dan biasanya berlabel dengan PET mendeteksi sinar gamma
atom radioaktif yang demikian ini yang menyemburkan disisi mana
sperti Carbon-11, Flourin-18, positron memancarkan dari unsur
Oxygen-15 atau Nitrogen-13 yang radioaktif menabrak dengan suatu
memiliki waktu kerusakan pendek. elektron dalam jaringan.

Dalam scan PET pasien diinjeksi mengubah sinar gamma, yang


dengan unsur radioaktif dan diemisikan dari tubuh pasien, ke
ditempatkan pada meja datar yang suatu energi cahaya dan tabung
dapat digerakkan dalam naik photo muliplier mengubah dan
melalui suatu rumah yang menguatkan photon menjadi sinyal
berbentuk donat. Rumah ini listrik. Sinyal listrik ini kemudian
terdapat susunan detektor berisi diproses dengan komputer untuk
lingkaran sinar gama, yang satu membangkitkan gambar. Meja
rangkaian dengan kristal kemudian dipindahkan dan proses
scintillation, masing-masing diulangi, akibatnya serangkaian
dihubungkan ke suatu photo irisan tipis gambar tubuh
multiplier tabung. Kristal menyeluruh daerah yang diuji
(otak, paru-paru, liver). Irisan dipresentasikan sebagai tubuh
gambar tipis ini disusun dan pasien.

Gambar 13-54 Refleksi sinar pada proses penggambaran


PET memberikan gambar aliran variasi aktivitas tubuh.
darah atau fungsi biokimia lain, Bagaimanapun, meski terdapat
tergantung dari jenis molekul radio beberapa pusat PET harus
aktif berlabel yang digunakan. dilokasikan didekat partikel piranti
Misal PET dapat menunjukkan pemercepat yang menghasilkan
matabolisme glukosa dalam otak, radioisotope umur pendek yang
atau dengan cepat mengubah digunakan dalam teknik ini.

Gambar 13- 55 Gambar otak normal yang digambarkan dalam 3 posisi yang
berbeda
Terdapat urutan pengirisan dikembangkan dari scan SPECT,
gambar individual (transaxial) menunjukkan perubahan penyakit
melalui leval otak yang berbeda. alkoholik sebelum dan sesudah
Diagram special di bawah ini, perlakuan.

Gambar 13-56 Pengurangan alkohol

Gambar 13-57 Penambahan alcohol

Karena SPECT dan CT ke duanya diilustrasikan dalam SPECT-CT


merupakan metode tomography sehingga dipresentasikan dalam
(seperti PET dan MRI), komputer bentuk 3D untuk menunjukkan
dikendalikan dalam pemrosesan sangkar tulang rusuk manusia,
gambar, dapat dikombinasi hasil tulang belakang, jantung, dan
dari dua metoda, seperti gagal ginjal.

Gambar 13-58 Hasil SPECT dan CT dari torso bagian atas tubuh manusia
ditunjukkan kedua tulang dan organ dalam
Gambar 13-59 Cylodran bagian instrumen PET
yang digunakan untuk menghasilkan radioisoto umur pendek Menunjukkan cyclotron
bagian instrumen PET

Apa yang menarik tentang cyclotron ke individual yang


kehadiran alat pemecah atom sedang didiagnosa. Scan PET
kecil yang membom campuran secara khusus ditargetkan untuk
berisi elemen yang akan pengujian jaringan lunak dan
digunakan untuk melacak, penggunaan dalam ilmu penyakit
dengan cara memproduksi “fresh” saraf, cardiology, dan
radionuklida. Ini memiliki pendeteksian tumor dalam
setengah umur dengan cakupan berbagai bagian-bagian dari
dari detik sampai menit sehingga tubuh. Dimulai dari tiga gambar
harus disisipkan ke pasien (yang yang ditunjukkan versi scan PET
ada dalam arena detektor di dari penggambaran badan utuh
kamar yang berada di sisi (bandingkan dengan scintigram di
belakang scanner PET) hampir atas), dalam kasus ini kemajuan
dalam waktu nyata sebagai pemindahan jaringan menular
pelacakan gerakan campuran dari dipantau dengan chemotherapi.

Gambar 13-60 PET ini mengungkapkan kemajuan dari kanker dada kiri pasien
Gambar 13-61 serangkaian irisan PET menunjukkan distribusi kondisi anomalous otak
(irisan samping) dikaitkan dengan epilepsy.

Gambar 13-62 Scan PET dapat menunjukkan pola dalam otak yang membantu dokter
dalam mendiagnose dan mem perlakukan penyakit parkinson.

Gambar 13-63 Scan otak penderita


parkinson

Berikut sekelompok ilustrasi MRI tidak dapat menunjukkan titik-


penggambaran, kadang-kadang titik yang tidak normal secara jelas
yang demikian ini seperti luka Huntington yang dipertunjukkan
yang berkaitan dengan penyakit secara efektif dengan scan PET.

Gambar 13-64 Perbandingan hasil MRI

Ini pasangan gambaran PET aktivitas fungsional telah


terakhir menyoroti hasil dari suatu meninggalkan cetakannya. Setelah
pelajaran penelitian menarik oleh relawan dilatih empat bulan lebih
Dr. Marcus Raidle Washington untuk memodifikasi peningkatan
Universitas ( St. Louis). Ia kemampuan keterampilan dan
menggunakan scan PET dari otak pengtahuan baru, gambar dasar
seorang relawan yang menandai PET menunjukkan adanya
bagian atas dan area di mana pergeseran area baru dimana
beberapa keterampilan / kemampuan ini telah terekam
pengetahuan bersifat elementer dalam otak.

Sekarang kita tinggalkan antara (2,8 dan 5,5, —m), piranti


tomography dan teknik penggambaran lain dalam
kedokteran nuklir untuk cakupan panjang gelombang 8
membahas beberapa metoda sampai 12 —m. Ini juga dikenal
imaging yang menggunakan sebagai penggambangan medis
pendekatan berbeda. Suatu inframerah. Thermogram tubuh
thermography menggunakan menunjukkan variasi temperatur,
pengindera thermal jarak jauh yang dapat didiagnosa untuk
(sensor yang digunakan berupa mengetahu berbagai penyakit dan
kamera thermal dalam kondisi patologi yang terdapat
penggambaran medis pada lokasi radang panas.
dioperasikan sampai panjang Kebanyakan thermogram dibuat
gelombang infra merah menengah dari tubuh bagian luar, yang mana
temperatur adalah yang ada pada mammogram sinar x jika
area kulit, variasi bagian dalam ditemukan ketidaknormalan secara
seperti dari ketegangan otot atau signifikan.
peradangan lokal menghasilkan
temperatur lebih tinggi Thermogram dapat juga
mengakibatkan aliran panas pada melukiskan pemanasan abnormal
permukaan badan mengarah yang menandakan adanya
dengan konduksi langsung melaui peradangan, yang ditunjukkan di
vascular. Thermography medis sin. Mengenal kondisi
umumnya terbatas pada resolusi neuropathy penyakit gula dapat
penggambaran rendah namun dideteksi menggunakan
nampaknya teknologi thermography. Dalam gambaran di
penghalusan yang digunakan bawah, kaki kanan pasien
terus meningkat, sekarang kelihatan jelas lebih dingin,
melayani sebagai alat pertama menyarankan sirkulasi yang
yang murah untuk menentukan berkaitan dengan kerusakan
jika terdapat keganjilan yang syaraf dikurangi. Dalam
mengharuskan adanya imaging pasangan thermogram ini
lebih jauh dengan metoda yang menunjukkan keefektifan
lebih sensitip. Thermography perlakuan dari fibromyalgia.
sangat sering digunakan dalam Dibawah ini menunjukkan
maography sebagai metoda thermogram kefektifan perawatan
deteksi awal untuk diikuti dengan untuk fibromyalgia.

Gambar 13-65 Hasil scan termal

Terakhir NASA JPL telah diagnose untuk mendeteksi


dikembangkan suatu scanner penyakit tertentu. Misal dari
termal yang portabel dioperasikan gambar otak 3D di atas gambar
dalam cakupan 8 sampai 12 —m 13-86 terdapat dua tumor
dalam penelitian angkasa medis (ditunjukkan dengan warna
oleh astronot namun juga dapat merah).
digunakan sebagai perangkat
13.4.3. Resiko
x Pasien yang mempunyai penyakit aktivitas diatur yang paling kecil
nadi utama, memungkinkan diperlukan untuk menyediakan
mengalami sakit dada, atau gambaran cukup. Cardiac nuklir
angina, bila mengalami tekanan medis memiliki prosedur
dalam kaitan dengan latihan atau dikerjakan lebih dari pada tiga
suatu obat diaplikasikan pada decade dan . tidak ada efek
jantung. Bagaimanapun, test kurang baik dalam jangka
akan dilaksanakan di bawah panjang, telah diteliti dan
pengawasan spesialis yang dilaporkan hasil penelitian.
terlatih untuk memantau jantung
ƒ Reaksi alergi terhadap radio
pasien dengan menggunakan
pharmatik tetapi ini sangat
informasi disajikan oleh
jarang terjadi.
electrocardiogram, berdasarkan
irama jantung, tekanan darah. x Seperti dengan semua prosedur
Jika perlu, pengobatan dapat mengenai ilmu radiasi, adalah
diberikan untuk sakit dada. penting bahwa pasien
Pasien dimonitor cukup lama menginformasikan pada dokter
untuk memastikan bahwa pasien nya dan teknisi jika hamil,
ada di baseline yaitu kondisi penyinaran radiasi selama
sama dengan ketika datang untuk kehamilan dijaga minimum.
melakukan pengujian. Tergantung pada masalah medis
ƒ Penggunaan unsur radioaktif pasien, cardiac nuklir medis
akan mengakibatkan ekspose prosedur mungkin ditunda
pada sejumlah kecil radiasi sampai setelah kehamilan
jantung dan badan. pasien.
Bagaimanapun, jumlah radio

13.4.4. Keterbatasan Tomography Emisi Positron


PET dapat memberikan hasil salah bertemu dan menerima unsur
jika keseimbangan kimia pasien radioaktif sesuai waktu yang
tidaklah normal. Khususnya , hasil dijadwalkan. PET harus
pengujian dari pasien diabetes dikerjakan dengan ahli radiologi
yang sudah makan dalam yang mempunyai keahlian khusus
beberapa jam sebelum pengujian dalam nuklir medis dan
dapat mempengaruhi oleh gula mempunyai pengalaman dengan
darah atau tingkat hormon insulin PET. Pusat medis paling besar
darah. sekarang melayani jasa PET
Juga karena unsur readioaktif untuk pasien mereka. Perawatan
rusak secara cepat dan efektif kesehatan dan perusahaan
untuk perioda waktu pendek, harus asuransi banyak mengaplikasikan
dihasilkan dalam laboratorium di PET, dan peningkatan pemenuhan
dekat scanner PET. Ini penting berkelanjutan.
dilakukan tepat waktu agar
Akhirnya, nilai dari scan PET digunakan PET dan merupakan
ditingkatkan bila bagian dari emisi tunggal mengganti sinar
sebagian besar diagnostic dapat gamma ganda. Scan SPECT
dilakukan. Seringkali dapat memerikan informasi
memerlukan perbandingan scan tentang aliran darah dan distribusi
PET dengan peralatan imaging unsur radioaktif dalam tubuh.
yang lain seperti CT atau MRI. Gambar memili sensitivitas kurang
Pada umumnya SPECT, dan gambar sedikit lebih rinci dari
Cardiovascular Imaging and Bone pada PET, namun teknik SPECT
Scanning SPECT merupakan lebih murah dibanding PET. SPET
teknik serupa dengan PET. Namun juga lebih dapat diakses dibanding
radioaktif yang digunakan dalam PET memusat sebab tidaklah
SPECT (Xenon=133). Technetium- harus ditempatkan didekat suatu
99, Iodine-123) memiliki waktu partikel pemercepat.
rusak lebih lama dari pada yang

13.4.5. Teknik Cardiovascular imaging


Teknik cardiovascular imaging istirahat pengamatan diulangi
menggunakan unsur radioaktif tanpa dicoba. Gambar sebelum
untuk tabel aliran darah pembuluh dan sesudah percobaan
jantung dan darah. Misal teknik dibandingkan untuk
imaging radiovascular mengungkapkan perubahan aliran
menekankan pengujian thalium, darah ke jantung yang sedang
yang mna pasien disuntikkan bekerja. Teknik ini berguna dalam
dengan campuran thalium, mendeteksi penghalangan nadi
dicoba-coba pada suatu treadmill, utama atau arterioles dalam
dan digambar dengan kamera jantung dan jaringan lain.
sinar gama. Setelah perioda

13.4.6. Scanning tulang


Scanning tulang mendeteksi dikumpulkan dalam area aktivitas
radiasi dari unsur radioaktif metabolik tinggi sehingga gambar
(technetium-pp ethyldiphosphate) yang dihasilkan menunjukkan titik
yang bila diinjeksikan ke dalam terang dari aktivitas tinggi dan titik
tubuh, dikumpulkan dalam jaringan gelap dari aktivitas rendah.
tulang, jaringan tulang adalah Scanning tulang bermanfaat untuk
ahli dalam mengumpulkan mendeteksi kanker, umumnya
campuran fosfor. Unsur memiliki aktivitas metabolik tinggi.
LAMPIRAN. A

DAFTAR PUSTAKA
Agilent.2007. Agilent Automotive Electronics 10 Aplication Note on
Design Debug and Function. Agilent Test. USA. © Agilent
Technologies,Inc. www.agilent.com

Basic oscilloscope operationCreative Commons Attribution License,


version 1.0. To view a copy of this license, visit
http://creativecommons.org/licenses

Bernard Grob. 1984. Basic Television And Video Sistem. Singpore. Mc


Graw Hill International Edition Singapore

Carson Kennedy.1999. Introduction to GPS (Global Position System).


Leica Geosystem AG. Switzerland. www.leica-geosystems.com

Cooper, William D, 1999. Instrumentasi Elektronik dan Teknik


Pengukuran. (Terjemahan Sahat Pakpahan). Jakarta : Penerbit
Erlangga.(Buku asli diterbitkan tahun 1978)

Creative Commons 559 Nathan Abbott Way, Stanford, California 94305,


USA

David Matzke dkk. USE OF THE OSCILLOSCOPE. Science Learning


Center. Data University Of Michigan-Dearbon.

Deboo and Burrous.1977. Integreted Circuit And Semiconductor Devices


: theory and application. Tokyo Japan : Kogakusha.Ltd

Fluke. Principles testing methods and applications.


http://www.newarkinone.thinkhost.com/brands/p
romos/ Earth_Ground_Resistance.pdf

Garmin.(2000). GPS Guide for beginner. Garmin Corporation. USA.


www.garmin.com

Gekco. 2002. A Video Tutorial. Copyright Gekco.


http://www.gekco.com/vidprmr.htm tanggal 1 Oktober

Hai Hung Chiang. (1984). Electrical And Electronic Instrumentation. A


wiley Interscience New York. Publication Jhn Wiley And Son.
Healthline Network,Inc. 2007. Equipment Information. 2007 Healthline
Networks, Inc. All rights reserved.
http://www.healthline.com\CTscan\ Ctimaging equipment Information

http://www.diagnostic medical IS\Medical ultrasonography -


Wikipedia,the free encyclopedia.mht

Jean-Marie Zogg.2002. GPS Basics Introduction to the system Aplication


overview. Thalwil Switzerland. www.u-blox.com

Kamran Khan. (2007). XYZ of Oscilloscopes. Posted by bailarina on 29


May 2007. www.sribd.com

Knopp Intercorporated. http://www.knoppinc.com/phase_seq.htm

Leader Electronics. Instruction Manual LCR Bridge Model LCR-740.


Leader electronics.Corp.

Le Magicien. 2000. 3 PHASE - 3 Wires Sequence Indikator. Tersedia


dalam
http://www.geocities.com/lemagicien_2000/elecpage/3phase/3pha
se.html diakses tanggal 19 Juni 2008

Magellan. Magellan Maestro TM 4050 User Manual. San Dimas CA


91773. Magellan Navigation Inc.

Manual stargass :
http://images.mycdmm.de/file/353bb62d149fcebb6f5537f0c8f152
203b41f7c9

Muslimim ,M. 1984. Alat-alat Ukur Listrik dan Pengukuran Listrik.


Bandung : CV.Armico.

Phase Squence Indoicator . tesco dua kawat . http://www.tesco-


advent.com/tesco-phase-sequence.html

R.S. Panti Rapih. MRI ( Magnetik Resonance Imaging ) Instalasi


Radiologi.R.S. Panti Rapih .

http://health.howstuffworks.com/mri1.htm

Soedjana, S., Nishino, O. 1976. Pengukuran dan Alat-alat Ukur Listrik.


Jakarta : PT. Pradnya Paramita.
Sanwa Electric. Instructional Manual YX-360 TRD Multitester. Sanwa
Electric

Sri M. Shanmukha Chary. 2005. Intermediate Vocational Course, 2nd


Year TV servicing Lab-II Manual. Andra Pradesh. Director of
Intermediate Education Govt.

Stanford. Basic oscilloscope operationCreative Commons Attribution


License,version 1.0. To view a copy of this license, visit
http://creativecommons.org/licenses Creative Commons 559
Nathan Abbott Way, Stanford, California 94305, USA Instrument
Co.Ltd.
Textronix. 2005. Fundamentals Of Real-Time Spectrum Analysis. USA.
Textronics. Inc. www.tektronix.com

Wikipedia.2007. Global Positioning System.


http://wikipedia.org/wiki/GPS

http://computer.howstuffworks.com/monitor1.htm

"http://en.wikipedia.org/wiki/CRO/Cathode_ray_tube"

www.tektronix.com/signal_generators 9

(www.interq or japan/se-inoue/e -oscilo0.htm)

http://www.doctronics.co.uk/scope.htm

http://www.tek.com/Measurement/App_Notes/37W_18400/eng/37W_184
00_0.pdf

http://productsearch.machinedesign.com/featuredproducts/Industrial_Co
mputers_Embedded_Computer_Components/Data_Acquisition/Spe
ktrum_Analyzers_Signal_Analyzers

http://www.aboutnuclear.org/view.cgi?fC=The_Atomhttp://www.radiologyi
nfo.org/en/info.cfm?PG=PET&bhcp=1

http://rst.gsfc.nasa.gov/Intro/Part2_26d.htm

http://www.medicalim
http://www.nmr-services.com /Process%20NMR
http://www.duncaninstr.com/images

http://www.humminbird.com/images/ PDF/737.pdf
http://www.eaglesonar.com/Downloads/Manuals/Files/IntelliMap640c_01
43-881_121305.pdf tanggal 20 Desember 07

http://www2.tek.com/cmswpt/tidownload.lotr?ct=TI&cs=wpp&ci=3696&lc=
EN&wt=480&wtwi=3696&wtla=EN&wtty=TI&wtsty=White+Paper&wt
pt=DOWNLOAD&wtbu=Instrumens+Business&wtpl=Real+Time+Sp
ektrum+Analyzers&wtlit=37W-19285-
0&wtsize=27+KB&wtver=1.0&wtcat=tektronix&wtnbrp=0&wtmd=RS
A2203A%2CRSA2208A%2CRSA3303A%2CRSA3308A%2CRSA3
408A&wtti=EMI+Measurements+Using+Tektronix+Real-
Time+Spektrum+Analyzers

http://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?PG=PET&bhcp=1

http://rst.gsfc.nasa.gov/Intro/Part2_26d.htm

http://www.medicalim
http://www.nmr-services.com /Process%20NMR

http://www.tek.com/Measurement/App_Notes/37W_18400/eng/37W_184
00_0.pdf
http://productsearch.machinedesign.com/featuredproducts/Industrial_Co
mputers_Embedded_Computer_Components/Data_Acquisition/Spe
ktrum_Analyzers_Signal_Analyzers

http://www2.tek.com/cmswpt/tidownload.lotr?ct=TI&cs=wpp&ci=3696&lc=
EN&wt=480&wtwi=3696&wtla=EN&wtty=TI&wtsty=White+Paper&wt
pt=DOWNLOAD&wtbu=Instrumens+Business&wtpl=Real+Time+Sp
ektrum+Analyzers&wtlit=37W-19285-
0&wtsize=27+KB&wtver=1.0&wtcat=tektronix&wtnbrp=0&wtmd=RS
A2203A%2CRSA2208A%2CRSA3303A%2CRSA3308A%2CRSA3
408A&wtti=EMI+Measurements+Using+Tektronix+Real-
Time+Spektrum+Analyzers

http://images.mycdmm.de/file/353bb62d149fcebb6f5537f0c8f152203b41f
7c9 Manual stargass

(www.wikimediafoundation.org/ Oktober 2007)

http://www.aboutniclear.org/view
http://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?PG=PET&bhcp=1

http://rst.gsfc.nasa.gov/Intro/Part2_26d.htm

http://www.medicalim

http://www.nmr-services.com /Process%20NMR

http://www.healthline.com\CTscan\ Ctimaging equipment Information

http://health.howstuffworks.com/mri1.htm

http://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?PG=PET&bhcp=1

http://rst.gsfc.nasa.gov/Intro/Part2_26b.html CT ijo

http://rst.gsfc.nasa.gov/Intro/Part2_26c.html sumber CAT

http://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?PG=PET&bhcp=1

http://rst.gsfc.nasa.gov/Intro/Part2_26d.html

http://en.wikilipedia.org/wiki/Functional_magnetik_resonance_imaging

http://en.wikipedia.org/wiki/Medical_imaging

http://www.aboutnuclear.org/view.cgi?fC=The_Atomhttp://www.radiologyi
nfo.org/en/info.cfm?PG=PET&bhcp=1http://rst.gsfc.nasa.gov/Intro/P
art2_26d.htm

http://www.medicalim
http://www.nmr-services.com /Process%20NMR
http://www.healthline.com\CTscan\ Ctimaging equipment Information
http://health.howstuffworks.com/mri1.htm

http://www.DiagnostikMedicalIS/Medicalultrasonography-Wikipedia,the
freeencyclopedia.mht.

http://www.humminbird.com/images/PDF/737.pdf
LAMPIRAN B
DAFTAR TABEL

No. Tabel Nama Tabel Halaman


Tabel 1-1 Besaran-besaran satuan dasar SI 3
Tabel 1-2 Beberapa contoh satuan yang diturunkan 4
Tabel 1-3 Perkalian desimal 5
Tabel 1-4 Satuan bukan SI yang dapat dipakai bersama 5
dengan satuan
Tabel 1-5 Konversi Satuan Inggris ke SI 6
Tabel 1-6 Letak alat ukur waktu digunakan 9
Tabel 1-7 Beberapa Contoh Alat Ukur Penunjuk Listrik 13
Tabel 1-8 Tabel kebenaran decoder BCD 33
Tabel 1-9 Karakteristik beberapa fosfor yang lazim 39
digunakan
Tabel 2-1 Kalibrasi Arus 50
Tabel 2-2 Harga Rx dan D 64
Tabel 2-3 Spesifikasi Umum Meter Elektronik Analog 72
Tabel 2-4 Probe Multimeter Pengukuran Tegangan Tinggi 72
Tabel 2-5 Range Pengukuran dan Akurasi 73
Tabel 2-6 Kalibrasi Voltmeter 84
Tabel 2-7 Kesalahan dan Koreksi Relatip 85
Tabel 2-8 Kalibrasi Arus 89
Tabel 2-9 Kesalahan dan Koreksi Relatip 90
Tabel 2-10 Spesifikasi Multimeter Digital 114
Tabel 3-1 Pembacaan nilai pengukuran 145
Tabel 3-2 Pengaturan saklar NORMAL pada +1,00 146
Tabel 3-3 Range multiplier 158
Tabel 4-1 Rating, Internal Impedance, and rated power loss 175
Tabel 4-2 Konstanta Pengali (Tegangan perkiraan 179
120/240V, arus perkiraan 1/5A
Tabel 4-3 Range Tegangan dan Arus 194
Tabel 5-1 Tahanan pentanahan 221
Tabel 5-2 Panduan Penetapan Penyelidikan 226
Tabel 5-3 Spesifikasi Field Meter Statik 239
Tabel 5-4 Data Teknik 243
Tabel 5-5 Spesifikasi Smart Field Meter 246
Tabel 6-1 Spesifikasi generator fungsi 250
Tabel 6-2 Crest faktor dan bentuk gelombang 272
Tabel 6-3 Konversi dBm 273

Tabel 9-1 Span dipilih, dihapus dan kecepatan sampel 388


efektif
Tabel 9-2 Perbandingan pengaruh perubahan pengaturan 389
span pada ranah frekuensi dan waktu
Tabel 9-3 Beberapa model penganalisa spectrum waktu riil 414
Tabel 9-4 Data Spesikasi 415
Tabel 9-5 Simbol-simbol keamanan 415
Tabel 9-6 Kebutuhan Alat Pelengkap 416
Tabel 10-1 Saklar pola gambar 456
Tabel 11-1 Spesifikasi 502
Tabel 11-2 Karakteristik Pengetesan Alat 503
Tabel 11-3 Cakupan Nilai Antara Kandungan Gas Aman 515
Tabel 12-1 Faktor-faktor kesalahan 538
LAMPIRAN C
DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Nama gambar Halaman


Gambar 1-1 Alat ukur standar galvanometer 2
Gambar 1-2 Alat ukur sekunder 3
Gambar 1-3 Posisi pembacaan meter 7
Gambar 1-4a Pembacaan yang salah 7
Gambar 1-4b Pembacaan yang benar 7
Gambar 1-5 Pengenolan meter tidak tepat 7
Gambar 1-6 Posisi pegas 8
Gambar 1-7 Kalibrasi sederhana ampermeter 10
Gambar 1-8 Kalibrasi sederhana voltmeter 11
Gambar 1-9 Hukum tangan kiri Fleming 14
Gambar 1-10 Prinsip kerja alat ukur 15
Gambar 1-11 Momen penyimpang 16
Gambar 1-12 Penentuan dari penunjukkan alat ukur kumparan 17
putar
Gambar 1-13 Skala alat ukur kumparan putar 17
Gambar 1-14 Peredaman alat ukur kumparan putar 18
Gambar 1-15 Gerakan jarum penunjuk dari suatu alat ukur 19
Gambar 1-16 Prinsip kerja instrumen tipe tarikan 20
Gambar 1-17 Beberapa bagian instrumen tipe tarikan 21
Gambar 1-18 Besarnya momen gerak 21
Gambar 1-19 Beberapa bagian penampang jenis repulsion 23
Gambar 1-20 Dua buah lembaran besi yang berbentuk seperti 23
lidah
Gambar 1-21 Prinsip alat ukur elektrodinamis 25
Gambar 1-22 Rangkaian ampermeter elektrodinamis 26
Gambar 1-23 Rangkaian voltmeter elektrodinanmis 26
Gambar 1-24 Skema voltmeter elektrostatis 27
Gambar 1-25 Rekombinasi elektron 29
Gambar 1-26 Polaritas dan simbol LED 29
Gambar 1-27 LED 30
Gambar 1-28 Rangkaian LED 30
Gambar 1-29 Skematik seven segmen 31
Gambar 1-30 Peraga seven segmen 31
Gambar 1-31 Rangkaian dekoder dan seven segmen 32
Gambar 1-32 Macam-macam peragaan seven segmen 32
Gambar 1-33 Konstruksi LCD 33
Gambar 1-34 Contoh peraga LCD pada multimeter 34
Gambar 1-35 Perkembangan LCD pada implementasi monitor 35
TV
Gambar 1-36 Skema CRT 36
Gambar 1-37 Cutaway rendering of a color CRT 36
Gambar 1-38 Senapan elektron 37
Gambar 1-39 Tanda skala gratikul 40
Gambar 2-1 Basic meter unit 42
Gambar 2-2a Ampermeter shunt 43
Gambar 2-2b Ampermeter dengan basic meter unit 43
Gambar 2-3 Contoh soal ampermeter shunt 44
Gambar 2-4 Ampermeter dengan ring yang berbeda 45
Gambar 2-5 Ayrton shunt 46
Gambar 2-6 Rangkaian penyearah pada Ampermeter AC 47
Gambar 2-7 Contoh dasar ampermeter AC 48
Gambar 2-8 Hasil posisi pembacaan meter 49
Gambar 2-9 Kalibrasi arus 49
Gambar 2-10a Rangkaian tanpa meter 50
Gambar 2-10b Rangkaian dengan meter 51
Gambar 2-11 Rangkaian ekivalen thevenin 51
Gambar 2-12 Contoh soal thevenin 52
Gambar 2-13 Contoh soal 52
Gambar 2-14 Contoh soal 54
Gambar 2-15 Voltmeter DC sederhana 54
Gambar 2-16 Voltmeter dengan basic meter unit dan multiplier 55
Gambar 2-17 Contoh soal voltmeter 56
Gambar 2-18 Contoh Implementasi 57
Gambar 2-19a Tegangan tanpa meter 60
Gambar 2-19b Tegangan dengan meter 60
Gambar 2-20a Rangkaian tanpa meter 60
Gambar 2-20b Rangkaian dengan meter 60
Gambar 2-21 Rangkaian penyelesaian aplikasi 1 61
Gambar 2-22 Rangkaian penyelesaian aplikasi 2 62
Gambar 2-23 Dasar ohmmeter seri 63
Gambar 2-24 Pembuatan tanda/skala ohmmeter 65
Gambar 2-25 Skala logaritmis pada ohmmeter seri 65
Gambar 2-26 Aplikasi ohmmeter seri 66
Gambar 2-27 Dasar ohmmeter parallel 67
Gambar 2-28 Skala ohmmeter parallel 67
Gambar 2-29 Jenis-jenis multimeter elektronik di pasaran 68
Gambar 2-30 Mulmeter elektronik 69
Gambar 2-31 Rangkaian voltmeter DC elektronik 69
Gambar 2-32 penyearah 70
Gambar 2-33 Rangkaian ohmmeter elektronik 71
Gambar 2-34 Gambar saklar jarum nol 74
Gambar 2-35 Gambar pemilih fungsi 74
Gambar 2-36 Panel depan 75
Gambar 2-37 Fungsi jarum penunjuk 75
Gambar 2-38 Fungsi skala 75
Gambar 2-39 Fungsi zero adjust secrew 76
Gambar 2-40 Fungsi ohm adjust knob 76
Gambar 2-41 Fungsi selector switch 77
Gambar 2-42 Fungsi lubang kutub (VAO terminal) 77
Gambar 2-43 Fungsi lubang kutub + (common terminal) 78
Gambar 2-44 Knob pemilih range 78
Gambar 2-45 Rangkaian pengukur tegangan DC 79
Gambar 2-46 Penunjukan pengukuran tegangan DC 79
Gambar 2-47 Pengawatan pengukuran tegangan DC salah 80
Gambar 2-48 Knob pemilih range 80
Gambar 2-49 Rangkaian pengukuran tegangan AC jala-jala 81
PLN
Gambar 2-50 Penunjukan pengukuran tegangan AC 81
Gambar 2-51 Rangkaian Kalibrasi Tegangan 83
Gambar 2-52 Rangkaian Pengukuran Arus DC 85
Gambar 2-53 Knob Pemilih Range 86
Gambar 2-54 Skala Penunjukkan Arus DC 86
Gambar 2-55 Knob Pemilih Range 87
Gambar 2-56 Rangkaian Pengukuran Arus DC yang Salah 87
Gambar 2-57 Rangkaian Kalibrasi Arus 88
Gambar 2-58 Cara Pemasangan Ohmmeter 91
Gambar 2-59 Posisi Pemindahan Range Ohmmeter 91
Gambar 2-60 Kalibrasi Ohmmeter 92
Gambar 2-61 Penempatan Resistor pada Pengukuran OHM 92
Gambar 2-62 Penunjukkan Hasil Pengukuran Ohm 93
Gambar 2-63 Rangkaian Pengukuran Resistansi 93
Gambar 2-64 Membuka Sekrup Pengunci 94
Gambar 2-65 Bagian Belakang Meter 94
Gambar 2-66 Posisi Skala dB Meter 95
Gambar 2-67 Pengenolan Sebelum Mengukur Hambatan 95
Gambar 2-68 Pengukuran Arus Bocor Transistor NPN 96
Gambar 2-69 Posisi Saklar Pembacaan ICEO 96
Gambar 2-70 Rangkaian Pengetesan LED dengan Ohmmeter 97
Gambar 2-71 Pengukuran Arus IF Dioda Bias Maju 97
Gambar 2-72 Pengukuran Arus IR Dioda Bias Mundur 98
Gambar 2-73 Posisi Skala Pembacaan LV 98
Gambar 2-74 Gerakan Jarum Pengukuran Kapasitor 99
Gambar 2-75 Posisi Skala Kapasitor 99
Gambar 2-76 Pengenolan jarum Ohmmeter 100
Gambar 2-77 Pengetesan Dioda Bias Maju 101
Gambar 2-78 Pengetesan Dioda Bias Balik 101
Gambar 2-79 Knob Selektor Posisi Ohmmeter 102
Gambar 2-80 Gambar Kalibrasi Ohmmeter 102
Gambar 2-81 Pengetesan Transistor NPN Emitor Negatip 103
Meter Nunjuk Nol
Gambar 2-82 Pengetesan Transistor NPN Kolektor Negatip 103
Meter Nunjuk Nol
Gambar 2-83 Pengetesan Base Emitor Reverse 104
Gambar 2-84 Pengetesan Basis Kolektor Reverse 104
Gambar 2-85 SCR Anoda Gate dikopel Katoda Tegangan 105
Negatip
Gambar 2-86 Gate Dilepaskan Posisi Jarum Tetap Nol 105
Gambar 2-87 Elektroda SCR FIR 3D 106
Gambar 2-88 Pelepasan Skrup Pengunci Sekring 106
Gambar 2-89a Posisi Sekering dalam PCB 107
Gambar 2-89b Sekering 107
Gambar 2-90 Pengetesan sekering 107
Gambar 2-91 Pengukuran Baterai 108
Gambar 2-92 Pengecekan Colok Meter 108
Gambar 2-93 Pengubah analog ke digital 110
Gambar 2-94 Bentuk gelombang pencacah pengubah analog 111
ke digital
Gambar 2-95 Meter Digital 111
Gambar 2-96a Sistem Pengukuran Tegangan 115
Gambar 2-96b Bentuk Gelombang Tegangan 116
Gambar 2-97 Pengukuran Resistansi dengan Voltmeter Digital 117
Gambar 2-98 Sistem dan Bentuk Gelombang Pengukuran 118
Frekuensi
Gambar 2-99 Sistem dan Bentuk Gelombang Pengukuran 119
Perioda
Gambar 2-100 Sistem Pengukuran Interval Waktu 120
Gambar 2-101 Sistem dan Bentuk Gelombang pengukuran 121
kapasitansi
Gambar 2-102 Macam-macam Meter Digital 122
Gambar 2-103 Multimeter Digital dengan Selektor dan Otomatis 124
Gambar 2-104 Macam-macam Multimeter Digital di Pasaran 125
Gambar 3-1 Jembatan Wheatstone 126
Gambar 3-2 Jembatan Kelvin 128
Gambar 3-3 Jembatan Ganda Kelvin 130
Gambar 3-4 Jembatan Pembanding Induktansi 132
Gambar 3-5 Jembatan Maxwell 133
Gambar 3-6 Jembatan Hay 135
Gambar 3-7 Jembatan Pembanding Kapasitansi 137
Gambar 3-8 Jembatan Schering 138
Gambar 3-9 Panel-panel LCR Meter 141
Gambar 3-10 Sisi Atas Case 142
Gambar 3-11 Panel Belakang LCR Meter 143
Gambar 3-12 Posisi Saklar Off 144
Gambar 3-13 Posisi Nol Meter 144
Gambar 3-14 Panel Depan LCR Meter 145
Gambar 3-15 Cara Mengukur Resistansi 146
Gambar 3-16 Posisi Selector 146
Gambar 3-17 Posisi DC R 147
Gambar 3-18 Posisi Normal 147
Gambar 3-19 Posisi On 147
Gambar 3-20 Range Multiplier 147
Gambar 3-21 Pengaturan Indikator Meter Nol 148
Gambar 3-22 Pembacaan Indikator RCL 148
Gambar 3-23 Selector pada Posisi C 149
Gambar 3-24 Saklar Source pada AC/RL 149
Gambar 3-25 Dial D Q pada 0 149
Gambar 3-26 Saklar D Q pada posisi x 1 150
Gambar 3-27 Saklar Normal +1,00 pada posisi Normal 150
Gambar 3-28 Saklar Power pada posisi On 150
Gambar 3-29 Kontrol Sensitivity 150
Gambar 3-30 Posisi Kapasitor yang diukur 151
Gambar 3-31 Mengatur Saklar Range Multiplier 151
Gambar 3-32 Mengatur Dial D Q 151
Gambar 3-33 Mengatur Knob RCL dan Dial D Q 152
Gambar 3-34 Mengatur Saklar D Q pada Posisi x 10 152
Gambar 3-35 Pembacaan Hasil Pengukuran 152
Gambar 3-36 Saklar Pemilih pada Posisi L 153
Gambar 3-37 Saklar Sumber Tegangan AC 153
Gambar 3-38 Saklar DQ x 1 – x 10 dipilih Posisi x1 154
Gambar 3-39 Saklar Normal pada Posisi Normal 154
Gambar 3-40 Saklar Range Pengali pada Posisi 1 mH 154
Gambar 3-41 Posisi Induktor yang Diukur 155
Gambar 3-42 Penunjukan Jarum 155
Gambar 3-43 Hubungan ke Sumber Tegangan Luar 157
Gambar 3-44 Pengukuran R dengan Sumber dari Luar 158
Gambar 3-45 Pengukuran C, L dengan Sumber dari Luar 158
Gambar 4-1 Pengukuran Daya dengan Memakai Voltmeter 160
dan Ampermeter
Gambar 4-2 Pengukuran Daya Metoda Tiga Voltmeter dan 163
Tiga Ampermeter
Gambar 4-3 Wattmeter Satu Fasa 165
Gambar 4-4 Metode ARON 167
Gambar 4-5 Diagram Fasor Tegangan Tiga Fasa Vac, Vcb, 168
Vba dan Arus Tiga Fasa Iac, Icb, dan Iba
Gambar 4-6 Konstruksi Wattmeter Elektrodinamometer 169
Gambar 4-7 Diagram Vektor Wattmeter Jenis 170
Elektrodinamometer
Gambar 4-8 Diagram Vektor Wattmeter Jenis Induksi 170
Gambar 4-9 Prinsip Wattmeter Jenis Thermokopel 171
Gambar 4-10 Rangkaian Wattmeter Jenis Elektrodinamometer 172
Gambar 4-11 Variasi Penyambungan Wattmeter 173
Gambar 4-12 Konstruksi Wattmeter Tipe Portable Single 174
Phase
Gambar 4-13 Hubungan Internal Wattmeter Tipe Portable 174
Single Phase
Gambar 4-14 Hubungan Kumparan Arus Seri terhadap Beban 176
Gambar 4-15 Pengukuran Daya Satu Fasa jika Arus Melebihi 176
Nilai Perkiraan
Gambar 4-16 Pengukuran Daya Satu Fasa jika Tegangan 177
Melebihi Nilai Perkiraan
Gambar 4-17 Pengukuran Daya Satu Fasa jika Arus dan 177
Tegangan Melebihi Nilai Perkiraan
Gambar 4-18 Pengukuran Daya Tiga Fasa (Metode Dua 178
Wattmeter)
Gambar 4-19 Pengukuran Daya Tiga Fasa jika Arus dan 178
Tegangan Melebihi Nilai Perkiraan
Gambar 4-20 Rangkaian Wattmeter AC Satu Fasa 180
Gambar 4-21 Rangkaian Kumparan tegangan 181
Gambar 4-22 Konstruksi Wattjam Meter 184
Gambar 4-23 Mekanik Meter Induksi Elektromekanik 185
Gambar 4-24 Meter Induksi Elektromekanik, 100A 230/400 V 186
Cakram Baling-baling Aluminium Horizontal
Merupakan Pusat Meter
Gambar 4-25 Meter Listrik Solid State 187
Gambar 4-26 Rangkaian Alat Ukur Faktor Daya Satu Fasa 191
Gambar 4-27 Konstruksi Alat Ukur Faktor Daya 192
Gambar 4-28 Rangkaian Alat Ukur Faktor Daya Tiga Fasa 193
Gambar 4-29 Alat Ukur Faktor Daya Tipe Daun Terpolarisasi 193
Gambar 4-30 Konstruksi Faktor Daya (Cos Q meter) 194
Gambar 4-31 Segitiga Daya 196
Gambar 4-32 Daya Bersifat Induktif 196
Gambar 4-33 Daya Bersifat Kapasitif 196
Gambar 4-34 Pengukuran Faktor Daya Satu Fasa 199
Gambar 4-35 Pengukuran Faktor Daya Tiga Fasa 200
Gambar 4-36 Metode Menentukan Urutan Fasa dengan R dan 200
C
Gambar 4-37 Fasor Diagram saat Urutan Fasa Benar 201
Gambar 4-38 Fasor Diagram saat Urutan Fasa Salah 201
Gambar 4-39 Metode Menentukan Urutan Fasa dengan 202
Lampu
Gambar 4-40 Konstruksi Indikator Tes Urutan Fasa 202
Gambar 4-41 Prinsip Indikator Tes Urutan Fasa 203
Gambar 4-42 Contoh Indikator Tes Urutan Fasa yang Lain 205
Gambar 4-43 Pengoperasian Indikator Urutan Fasa dengan R 206
dan C pada Urutan Benar
Gambar 4-44 Pengoperasian Indikator Urutan Fasa dengan R 207
dan C pada Urutan Salah
Gambar 4-45 Pengoperasian Indikator Urutan Fasa dengan 208
Lampu pada Urutan Benar
Gambar 4-46 Pengoperasian Indikator Urutan Fasa dengan 209
Lampu pada Urutan Salah
Gambar 5-1 Penguji Tahanan Isolasi 211
Gambar 5-2 Penguji tahanan Isolasi Menggunakan Baterai 212
Gambar 5-3 Pengecekan Kondisi Baterai 213
Gambar 5-4 Baterai dalam Kondisi Baik 213
Gambar 5-5 Meter Siap Digunakan 214
Gambar 5-6 Pengukuran Tahanan isolasi 214
Gambar 5-7 Pengukuran Tahanan Isolasi antara Fasa 214
dengan Nol N
Gambar 5-8 Pengukuran tahanan isolasi antara Fasa dengan 215
Tanah G
Gambar 5-9 Pengukuran tahanan isolasi antara nol N dengan
Tanah G
Gambar 5-10 Pengukuran Tahanan Isolasi antara Instalasi 215
dengan Tanah G
Gambar 5-11 Elektroda yang Mempunyai Pengaruh Lapisan 216
Gambar 5-12 Tanah yang korosif 217
Gambar 5-13 Sambaran petir 218
Gambar 5-14 Nilai Tahanan Pentanahan yang Ideal 218
Gambar 5-15 Hubungan antara Penghantar Tanah dan 219
Elektroda Tanah
Gambar 5-16 Elektroda yang mempunyai pengaruh lapisan 221
Gambar 5-17 Elektroda Pentanahan 222
Gambar 5-18 Hubungan Beberapa Elektroda Pentanahan 222
Gambar 5-19 Jaringan Bertautan 222
Gambar 5-20 Pelat Tanah 222
Gambar 5-21 Cara Mengukur Tahanan Tanah 224
Gambar 5-22 Uji drop tegangan 225
Gambar 5-23 Uji Selektif 227
Gambar 5-24 Pengetesan alur arus metoda tanpa pancang 228
Gambar 5-25 Susunan Metoda tanpa Pancang 229
Gambar 5-26 Mengukur Tahanan Tanah dengan Dua Kutub 230
Gambar 5-27 MGB Mentanahkan Tanah 230
Gambar 5-28 Pengetesan kantor pusat tanpa pancang 231
Gambar 5-29 Pelaksanaan Pengujian Jatuh Tegangan pada 232
Sistem Pentanahan Secara Keseluruhan
Gambar 5-30 Pengukuran Tahanan Tanah Masing-masing 232
pada Sistem Pentanahan Menggunakan
Pengujian Terpilih
Gambar 5-31 Susunan Khas Sistem Pentanahan pada Suatu 233
Instalasi Menara Seluler
Gambar 5-32 Susunan Khas Sistem Pentanahan pada Gardu 235
Induk
Gambar 5-33 Penggunaan Pengetesan tanpa Pancang pada 235
Instalasi Switching Jarak Jauh
Gambar 5-34 Penggunaan Pengetesen Tahanan Tanah 235
Terpilih pada Sistem Penangkal Petir
Gambar 5-35 Mekanik field meter 235
Gambar 5-36 Rangkaian Elektronik Field Meter Statik 236
Gambar 5-37 Hasil pengukuran tegangan 237
Gambar 5-38 Field Meter Statik 237
Gambar 5-39a Rotating Shutters pada Permukaan Belakang 238
Field Meter
Gambar 5-39b Field Meter Digunakan Diluar Ruangan 238
Gambar 5-40 Ukuran field meter statik 239
Gambar 5-41 Letrak Pin Field Meter Statik 240
Gambar 5-42 Aluminium-Clamp dengan Ulir 240
Gambar 5-43 Instrumen Field Meter Digital 241
Gambar 5-44 Display Field Meter Digital 242
Gambar 5-45 Smart field meter 244
Gambar 5-46 Aplikasi smart field met er 245
Gambar 5-47 Frekuensi respon 245
Gambar 6-1 Contoh Generator Fungsi 247
Gambar 6-2 Blok Diagram Generator Fungsi 249
Gambar 6-3 Gambar Troubel Shooting Menggunakan Teknik 251
Signal Tracing
Gambar 6-4 Penggunaan Generator Fungsi Sebagai 252
Kombinasi Bias dan Sumber Sinyal
Gambar 6-5 Karakteristik Amplifier pada Overload 253
Gambar 6-6 Setting Peralatan dan Pengukuran Respon 255
Frekuensi
Gambar 6-7 Peragaan Respon Frekuensi Audio Amplifier 255
Gambar 6-8 Pengaruh Variasi Tone Kontrol 256
Gambar 6-9a Pengetesan Sistem Speaker 257
Gambar 6-9b Karakteristik Pengetesan Sistem Speaker dan 257
Rangkaian Impedansi
Gambar 6-10 Pengoperasian Generator RF 259
Gambar 6-11 Rangkaian Direct Digital Synthesis 260
Gambar 6-12 Presentasi Gelombang Sinus dalam Memori 261
Gelombang
Gambar 6-13 Phase Accumulator Circuitry 262
Gambar 6-14 Bentuk gelombang arbitrary dengan 264
diskontinyuitas
Gambar 6-15 Spektrum bentuk gelombang di atas pada 100 264
kHz
Gambar 6-16 Rangkaian pembangkit bentuk gelombang kotak 265
Gambar 6 -17 Rangkaian pembangkit bentuk gelombang pulsa 266
Gambar 6-18 Parameter bentuk gelombang pulsa 266
Gambar 6-19 Rangkaian kendali amplitudo output 269
Gambar 6-20 Impedansi keluaran generator fungsi 269
Gambar 6-21 Pengaruh rangkaian tertutup ground 271
Gambar 6-22 Nilai tegangan yang penting pada gelombang 272
sinus
Gambar 6-23 Modulasi amplitudo 274
Gambar 6-24 Modulasi frekuensi 275
Gambar 6-25 Frequensi shift keying 275
Gambar 6-26 Fekuensi sapuan 276
Gambar 6-27 Sweep with marker at DUT resonance 277
Gambar 6-28 Bentuk gelombang keluaran syn dan tiga siklus 278
bentuk gelombang burst
Gambar 6-29 Konfigurasi dua instrumen 278
Gambar 6-30 Pengukuran lebar band dari filter bandpass dan 280
penguat IF
Gambar 6-31 Bentuk gelombang keluaran generator fungsi 281
Gambar 6-32 Pelacakan Penganalisa spektrum 281
Gambar 6-33 Alignment penerima AM 283
Gambar 6-34 Alignment dari penerima IF komunikasi FM dan 284
diskriminator
Gambar 7-1 Pengambilan Data dengan CRO 288
Gambar 7-2 Peraga Bentuk Gelombang Komponen X, Y, Z 289
Gambar 7-3 Bentuk Gelombang pada Umumnya 290
Gambar 7-4 Sumber-sumber Bentuk Gelombang pada 290
Umumnya
Gambar 7-5 Gelombang Sinus 291
Gambar 7-6 Bentuk Gelombang Kotak dan Segiempat 291
Gambar 7-7 Bentuk Gelombang Gigi Gergaji dan Segitiga 291
Gambar 7-8 Step, Pulsa dan Rentetan Pulsa 292
Gambar 7-9 Bentuk Gelombang Komplek Video Komposit 293
Gambar 7-10 Frekuensi dan Perioda Gelombang Sinus 293
Gambar 7-11 Amplitudo dan Derajat Gelombang Sinus 294
Gambar 7-12 Pergeseran Pasa 295
Gambar 7-13 Operasi Dasar CRO 296
Gambar 7-14 Hubungan Basis Waktu Masukan dan Tampilan 298
Gambar 7-15 Struktur Tabung Gambar 298
Gambar 7-16 Sistem Pembelokan Berkas Elektron 299
Gambar 7-17 Blok Diagram CRO Analog 301
Gambar 7-18 Blok Diagram CRO Free Running 303
Gambar 7-19 Blok Diagram Osiloskop Terpicu 305
Gambar 7-20 Peraga Osiloskop Free Running 055
Gambar 7-21 Peraga Osiloskop Terpicu 305
Gambar 7-22 Blok Diagram CRO Jejak Rangkap 306
Gambar 7-23 Diagram Blok Osiloskop Berkas Rangkap yang 308
Disederhanakan
Gambar 7-24 Tabung Penyimpan dengan Sasaran Ganda dan 310
Senapan Elektron
Gambar 7-25 CRT Menyimpan dengan Sasaran Ganda dan 310
Dua Senapan Elektron
Gambar 7-26 Blok Diagram Osiloskop Digital 314
Gambar 7-27 Pengambilan Sampel Real Time 315
Gambar 7-28 Interpolasi Sinus dan Linier 315
Gambar 7-29 Akusisi Pembentukan Gelombang 316
Gambar 7-30 CRO Function Generator 316
Gambar 7-31 Fungsi Tombol Panel Depan CRO 320
Gambar 7-32 Pengawatan Kalibrasi 322
Gambar 7-33 Bentuk Gelombang Kalibrasi 322
Gambar 7-34 Berkas Elektron Senter Tengah 323
Gambar 7-35 Loncatan Pengukuran Tegangan DC 323
Gambar 7-36 Pengawatan Pengukuran dengan Function 324
Generator
Gambar 7-37 Pengaturan Function Generator Panel Depan 324
Gambar 7-38 Pengaturan Frekuensi Sinyal 324
Gambar 7-39 Bentuk Gelombang V/div Kurang Besar 325
Gambar 7-40 Bentuk Gelombang Intensitas terlalu Besar 325
Gambar 7-41 Bentuk Gelombang Sinus 326
Gambar 7-42 Bentuk Gelombang Mode XY 326
Gambar 7-43 Pengukuran Frekuensi Langsung 327
Gambar 7-44 Pengawatan Pengukuran Frekuensi Langsung 328
Gambar 7-45 Pengukuran Frekuensi Model Lissayous 329
Gambar 7-46 Pengukuran Beda Pasa Langsung 329
o
Gambar 7-47 Perbandingan Frekuensi 1 : 3 Beda Pasa 90 330
Gambar 7-48 Beda Pasa dan Beda Frekuensi Model 330
Lissayous
Gambar 7-49 Mixed Storage Osciloscope (MSO) 331
Gambar 7-50 Arsitektur Pemrosesan Parallel dari Osiloskop 332
Digital Pospor
Gambar 7-51 Peragaan Sinyal DP O 333
Gambar 7-52 Paket Pilihan Software 334
Gambar 7-53 Aplikasi Modul 334
Gambar 7-54 Modul Video 334
Gambar 7-55 Pengembangan Analisis 334
Gambar 7-56 Tombol Pengendali Tradisional 335
Gambar 7-57 Peraga Sensitif Tekanan 335
Gambar 7-58 Menggunakan Pengendali Grafik 335
Gambar 7-59 Osiloskop Portable 335
Gambar 7-60 Probe Pasip Tipikal beserta Asesorisnya 337
Gambar 7-61 Probe Performansi Tinggi 337
Gambar 7-62 Probe Sinyal Terintegrasi 338
Gambar 7-63 Probe Reliabel Khusus Pin IC 338
Gambar 7-64 Hasil dengan Probe Dikompensasi dengan 340
benar
Gambar 7-65 Hasil dengan Probe Tidak Dikompensasi 340
Gambar 7-66 Hasil dengan Probe Dikompensasi dengan 340
kompensasi berlebihan
Gambar 7-67 Tegangan Puncak ke Puncak 341
Gambar 7-68 Pengukuran Tegangan Senter Horizontal 341
Gambar 7-69 Pengukuran Tegangan Senter Vertikal 341
Gambar 7-70 Pengukuran rise time dan lebar pulsa 343
Gambar 8-1 Kerja frekuensi meter jenis batang getar 345
Gambar 8-2 Prinsip frekuensi meter jenis batang getar 346
Gambar 8-3 Bentuk frekuensi meter batang getar 346
Gambar 8-4 Prinsip frekuensi meter jenis meter pembagi 347
Gambar 8-5 Prinsip alat ukur frekuensi besi putar 348
Gambar 8-6 Bentuk frekuensi meter analog 348
Gambar 8-7 Rangkaian dasar meter frekuensi digital 349
Gambar 8-8 Blok Diagram Pembentukan Time Base 350
Gambar 8-9 Pernyataan simbolik dari rangkaian flip-flop 351
Gambar 8-10 Rangkaian flip-flop (multivibrator bistable) 351
Gambar 8-11 Rangkaian AND 351
Gambar 8-12 Tabel kebenaran dari suatu rangkaian AND 352
Gambar 8-13 Rangkaian untuk mengukur frekuensi 352
Gambar 8-14 Rangkaian digital frekuensi meter 353
Gambar 8-15 Blok diagram dari counter elektronik yang 355
bekerja sebagai pengukur frekuensi
Gambar 8-16 Konversi Frekuensi Hiterodin 356
Gambar 8-17 Gambar putaran drum menghasilkan 10 pulsa 357
perputaran untuk digunakan dengan counter
Gambar 8-18 Diagram blok counter pada mode kerja perioda 358
tungal dan perioda ganda rata-rata
Gambar 8-19 Blok diagram counter yang bekerja sebagai 359
perbandingan dan perbandingan ganda
Gambar 8-20 Blok diagram counter sebagai pengukur interval 360
waktu
Gambar 8-21 Trigger level control 361
Gambar 8-22 Slope triggering 361
Gambar 8-23 Pengukuran waktu delay suatu relay 362
Gambar 8-24 Gating error 365
Gambar 8-25 Kalibrasi sumber frekuensi lokal 367
Gambar 8-26 Perubahan frekuensi vs waktu untuk ”oven 368
controlled crystal”
Gambar 9-1 Langkah sapuan penganalisa spektrum pada 372
serangkaian unsur frekuensi seringkali terjadi
kesalahan transien diluar arus sapuan jalur yang
digaris kuning
Gambar 9-2 Arsitektur tipikal penganalisa spektrum sapuan 374
Gambar 9-3 Blok diagram VSA sederhana 375
Gambar 9-4 Arsitektur tipikal penganalisa spektrum waktu riil 376
Gambar 9-5 Sampel, bingkai dan blok hirarki memori dari 377
RSA
Gambar 9-6 Penganalisa spektrum waktu riil blok akuisisi dan 378
pemrosesan
Gambar 9-7 Penggunaan topeng frekuensi pada pemicuan 379
ranah frekuensi waktu riil
Gambar 9-8 Topeng frekuensi pada level burst rendah 380
Gambar 9-9 Penggunaan topeng frekuensi untuk memicu 380
sinyal berada pada sinyal besar sinyal tertentu
dalam lingkungan spectrum kacau
Gambar 9-10 Peraga spektogram 381
Gambar 9-11 Pandangan waktu dikorelasikan, peraga daya 381
terhadap frekuensi (kiri) dan spektogram (kanan)
Gambar 9-12 Ilustrasi dari beberapa waktu dikorelasikan 382
disediakan untuk pengukuran pada RTSA
Gambar 9-13 Pandangan multi ranah menunjukan daya 383
terhadap waktu, daya terhadap frekuensi dan
demodulasi FM
Gambar 9-14 Pandangan multi ranah menunjukan spektogram 383
daya terhadap frekuensi, daya terhadap waktu
Gambar 9-15 Blok diagram pemrosesan sinyal digital pada 385
penganalisa spektrum waktu riil
Gambar 9-16 Diagram pengubah digital turun 386
Gambar 9-17 Informasi passband dipertahankan dalam I dan 387
Q terjadi pada setengah kecepatan sampel
Gambar 9-18 Contoh lebar band pengambilan lebar 388
Gambar 9-19 Contoh lebar band pengambilan sempit 388
Gambar 9-20 Pemicuan waktu riil 390
Gambar 9-21 Pemicuan sistem akuisisi digital 391
Gambar 9-22 Proses pemicuan penganalisa spektrum waktu 393
riil
Gambar 9-23 Definisi topeng frekuensi 395
Gambar 9-24 Spectrogram menunjukkan sinyal transien diatur 395
pada pembawa. Kursor diatur pada titik picu
sehingga data sebelum picu ditampilkan, diatas
garis kursor dan data setelah picu diperagakan
dibawah garis kursor. Garis sempit putih pada
sisi kiri daerah biru dinotasikan data setelah
picu.
Gambar 9-25 Satu bingkai spektogram yang menunjukkan 398
kejadian picu dimana sinyal transien terjadi
disekitar topeng frekuensi
Gambar 9-26 Tiga bingkai sampel Sinyal Ranah Waktu 398
Gambar 9-27 Diskontinuitas yang disebabkan oleh ekstensi 398
periodic dari sampel dan bingkai tunggal
Gambar 9-28 Profil jendela Blackman-Harris 4B (BH4B) 399
Gambar 9-29 Sinyal akuisisi, pemrosesan dan peraga 400
menggunakan bingkai overlap
Gambar 9-30 Vektor besaran dan Pasa 401
Gambar 9-31 Typical Sistem Telekomunikasi digital 402
Gambar 9-32 Blok diagram analisa modulasi RSA 403
Gambar 9-33 Spektogram frekuensi sinyal hopping mode SA 405
waktu riil
Gambar 9-34 Beberapa blok yang diperoleh dengan 405
menggunakan picu frekuensi untuk
mengukur topeng pengulangan frekuensi
transien pensaklaran
Gambar 9-35 Mode SA standar menunjukkan pengukuran 406
frekuensi diatas 1GHZ menggunakan span
maxhold
Gambar 9-36 Perbandingan spektogram frekuensi terhadap 406
waktu
Gambar 9-37 Spektogram pengesetan frekuensi di atas 5 MHz 408
of dan waktu 35 ms
Gambar 9-38 Frekuensi terhadap waktu pengesetan di atas 5 408
MHz of dan waktu 25 ms
Gambar 9-39 Pengesetan frekuensi di atas 50 Hz dari 408
frekuensi dan waktu 1 ms yang diperbesar
Gambar 9-40 Peraga daya terhadap waktu 409
Gambar 9-41 Pengukuran CCDF 409
Gambar 9-42 Pengukuranpengaturan transien I/Q terhadap 410
waktu untuk data
Gambar 9-43 Analisa demodulasi AM sinyal pulsa 410
dengan menggunakan pengunci pergeseran
amplitudo
Gambar 9-44 Analisa demodulasi FM sinyal yang 410
dimodulasi dengan sinus
Gambar 9-45 Analisa demodulasi PM pasa tak stabil melebihi 410
panjang burst.
Gambar 9-46 Analisa EVM dari waktu ke waktu sinyal 16 QAM 411
mengungkapkan distorsi amplitudo
Gambar 9-47 Peraga konstelasi menunjukkan pasa 411
Gambar 9-48 Peraga diagram mata menunjukkan kesalahan 412
besaran rendah dalam sinyal PDC
Gambar 9-49 Analisa modulasi W-CDMA handset dibuka loop 412
penendali daya. Peragaan konstelasi (rendah
kanan) menunjukkan kesalahan berkaitan
dengan glitch besaryang terjad selama level
transisi yang dapat dilihat dalam hubungan daya
terhadap waktu (atas kiri)
Gambar 9-50 Spektogram, konstelasi, EVM dan kesalahan 412
pasa terhadap waktu dari frekuensi hopping
sinyal
Gambar 9-51 Ilustrasi peraga codogram 413
Gambar 9-52 Pengukuran kodogram dari mode W-CDMA 413
diringkas kesalahan pasa terhadap waktu dari
frekuensi hopping sinyal
Gambar 9-53 Macam-macam model penganalisa spectrum di 414
pasaran
Gambar 9-54 Penempatan Marker pada sinyal 10 MHz 417
Gambar 9-55 Penggunaan Marker Fungsi Delta 418
Gambar 9-56 Pengaturan Pencapaian Dua Sinyal 419
Gambar 9-57 Sinyal Amplitudo Sama Belum Terpecahkan 420
Gambar 9-58 Resolusi Sinyal Amplitudo Sama Sebelum Lebar 420
band Video Dikurangi
Gambar 9-59 Pencacah Menggunakan Penanda 422
Gambar 9-60 Pengukuran Sinyal Terhadap Noise 423
Gambar 9-61 Sinyal AM 425
Gambar 9-62 Pengukuran Modulasi Dalam Span Nol 425
Gambar 9-63 Pengukuran Modulasi Dalam Span Nol 426
Gambar 9-64 Pengukuran Modulasi Dalam Span Nol 426
Gambar 9-65 Pengukuran Parameter Waktu 426
Gambar 9-66 Sinyal AM Demodulasi Kontinyu 427
Gambar 9-67 Menetapkan titik Offset 429
Gambar 9-68 Menentukan Offset 429
Gambar 9-69 Demodulasi Sinyal Broadcast 430
Gambar 10-1 Penjejakan bingkai gambar 432
Gambar 10-2 Pola standar EIA 435
Gambar 10-3 Tanda panah pengetesan bingkai 436
Gambar 10-4 Pengujian pemusatan dan sumbu horisontal 437
Gambar 10-5 Pengetesan linieritas vertikal horisontal 438
Gambar 10-6 Pengetesan aspek perbandingan dan kontras 439
Gambar 10-7 Pengetesan interfacing 440
Gambar 10-8 Pengetesan resolusi horisontal 441
Gambar 10-9 Pengetesan ringing 443
Gambar 10-10 Chart bola pengecekan linieritas 445
Gambar 10-11 Pola bola untuk pengetesan linieritas kamera 446
Gambar 10-12 Sinyal batang warna standar 447
Gambar 10-13 Pola putih, I dan Q 447
Gambar 10-14 Bentuk gelombang tangga 448
Gambar 10-15 Level sinkronisasi 449
Gambar 10-16 Pengetesan bidang putih penuh 449
Gambar 10-17 Pengetesan bidang warna putih 75% 450
Gambar 10-18 Pola jendela pengecekan frekuensi rendah 451
Gambar 10-19 Pengetesan puritas 451
Gambar 10-20 Pengetesan linieritas sistem 452
Gambar 10-21 Pengetesan ramp termodulasi 453
Gambar 10-22 Pengaturan konvergensi 454
Gambar 10-23 Pengetesan area gambar aman 454
Gambar 10-24 Blok diagram pembangkit pola 457
Gambar 10-25 Tombol panel depan pembagkit pola 458
Gambar 10-26 Pengawatan penggunan pola non video 460
komposit
Gambar 10-27 Pengawatan pengujian lebar penalaan tuner 461
Gambar 10-28 Pattern generator dengan TV pengetesan fungsi 464
Gambar 10-29 Model-model pembagkit pola di pasaran 465
Gambar 10-30 Blok Diagram Penerima Televisi BW 466
Gambar 10-31 Pola pengetesan sinyal video 467
Gambar 11-1 Bagan Serial Buses Mesin Tester 468
Gambar 11-2 Mesin tester 469
Gambar 11-3 Mixer Signal Osciloscope (MSO) 470
Gambar 11-4 Pengambilan Gambar Ganda SPI dan CAN 471
dengan Menggunakan MSO
Gambar 11-5 Kesalahan acak yang teramati dalam dekode 473
CAN pada bingkai data 1D:07F HEX
Gambar 11-6 Pemicuan pada CAN bingkai error mengisolasi 475
perbedaan akuisisi CAN pada bingkai transmisi
pengulangan bentuk gelombang glitch
Gambar 11-7 Perbesaran bentuk gelombang glitch pada CAN 476
Gambar 11-8 Lebar pulsa pemicu pengulangan sumber acak 477
dan glitch
Gambar 11-9 Masukan dan keluaran ECU 478
Gambar 11-10 Rak PC Mountable 480
Gambar 11-11 Serial communications 481
Gambar 11-12 Modul variasi protocol serial 482
Gambar 11-13 Rangkaian Card breadboard 483
Gambar 11-14 Saklar beban tipikal 484
Gambar 11-15 Pengawatan "m" instruments x 4 2-wire busses x 485
"n" DUT pins "m" instruments x 4 2-wire busses
x "n" DUT pins
Gambar 11-16 Perancangan system fungsi tes elektronik 486
otomotif
Gambar 11-17 Bentuk gelombang sapuan untuk keempat 487
sensor roda
Gambar 11-18 Respon ABS/TC ECM terhadap masukan VRS 488
Gambar 11-19 Pengarah solenoid sisi bawah 488
Gambar 11-20 Profil tegangan deaktivasi solenoid 489
Gambar 11-21 Penerapan pulsa pengetesan untuk menetukan 490
system integritas
Gambar 11-22 Profil arus solenoid 491
Gambar 11-23 Modul bodi kontrol 492
Gambar 11-24 Pemancar 492
Gambar 11-25 Aliran fungsi aksi immobilizer 494
Gambar 11-26 Immobilizer 495
Gambar 11-27 Pohon keputusan yang digunakan respon ECM 496
Gambar 11-28 Aliran aksi fungsionalitas TPMS 497
Gambar 11-29 Deviasi frekuensi ESA4402B 498
Gambar 11-30 Data bit pada ESA4402B 499
Gambar 11-31 Pengaturan kalibrasi pada umumnya 500
Gambar 11-32 Mesin Tester 501
Gambar 11-33 Piranti Scan 504
Gambar 11-34 Macam-macam peralatan diagnosa mesin 505
Gambar 11-35 Pemasangan alat uji 505
Gambar 11-36 Tombol 24-56 penganalisa gas 507
Gambar 11-37 Halaman manajer aplikasi 507
Gambar 11-38 Halaman pilihan bahasa 507
Gambar 11-39 Halaman fole manajer 508
Gambar 11-40 Halaman inisialisasi 509
Gambar 11-41 Pilihan icon 510
Gambar 11-42 Tampilan hasil tes standar 511
Gambar 11-43 Halaman tes standar 512
Gambar 11-44 Pilihan bahan bakar 513
Gambar 11-45 Peraga jumlah kendaraan yang diuji 513
Gambar 11-46 Kurva kandungan gas 514
Gambar 11-47 Hitogram gas kendaraan 515
Gambar 11-48 Gambar posisi sensor oksigen 516
Gambar 11-49 Precleaner transparan eksternal 517
Gambar 12-1 Macam-macam Tampilan GPS 519
Gambar 12-2 Peralatan system posisi global 520
Gambar 12-3 Fungsi dasar GPS 521
Gambar 12-4 Segmen ruang 521
Gambar 12-5 Posisi satelit 522
Gambar 12-6 Menunjukan cakupan efektif 522
Gambar 12-7 Posisi 28 satelit pada jam 12 UTC pada 523
tanggal 14 April 2001
Gambar 12-8 Konstruksi satelit 523
Gambar 12-9 Blok diagram system posisi global 524
Gambar 12-10 Pseudo Random Noise 526
Gambar 12-11 Posisi Lokasi Segmen Kontrol 527
Gambar 12-12 Bidang implemenasi GPS 527
Gambar 12-13 Sinyal system posisi global 528
Gambar 12-14 Pendeteksian kapal 528
Gambar 12-15 Pendeteksian posisi oran ditengah lautan 529
Gambar 12-16 Pemanfaatan GPS untuk pengukuran tanah 529
Gambar 12-17 GPS portable sederhana 530
Gambar 12-18 Penentuan posisi dengan 3 satelit 530
Gambar 12-19 Penentuan posisi dengan 4 satelit 531
Gambar 12-20 Hubungan pulsa satelit dengan penerima 531
Gambar 12-21 Penentuan posisi dengan 4 satelit 532
Gambar 12-22 Gambar perhitungan ?t 532
Gambar 12-23 Rambatan gelombang dari lapisan ionosper 534
Gambar 12-24 GPS dengan fekuensi ganda 535
Gambar 12-25 Antena cincin 536
Gambar 12-26 Terjadinya multipath 536
Gambar 12-27 Pengukuran DOP 536
Gambar 12-28 Satelit geometri PDOP 537
Gambar 12-29 Pengaruh Gugusan bintang pada nilai PDOP 538
Gambar 12-30 Koreksi perbedaan posisi 539
Gambar 12-31 Hubungan stasiun acuan dalam pengukuran 540
Gambar 12-32 Pengukuran nilai koreksi cakupan luas 540
Gambar 12-33 Pengkuran nilai koreksi cakupan semu 541
Gambar 12-34 GPS Maestro 4050 Berbagai Sudut Pandang 542
Gambar 12-35 Pemasangan GPS 543
Gambar 12-36 Pemasangan Piringan Perekat 544
Gambar 12-37 Pemasangan Baterai 544
Gambar 12-38 Pengaturan Volume 545
Gambar 12-39 Pengaturan Tingkat Kecerahan Gambar 545
Gambar 12-40 Menu Halaman 1 546
Gambar 12-41 Menu Halaman 2 547
Gambar 12-42 Keypad 548
Gambar 12-43 Layar Peta Mode Normal 549
Gambar 12-44 Layar Peta Mode Perjalanan 550
Gambar 12-45 Layar Peta Menunjukan Perjalanan 551
Gambar 12-46a Daftar Katagori 551
Gambar 12-46b Daftar Sub Katagori Belanja 551
Gambar 12-47 Perbelanjaan Terdekat dengan Posisi Saat itu 552
Gambar 12-48 Masukan Nama Perjalanan 552
Gambar 12-49 Tampilan Add 552
Gambar 12-50 Tampilan Save 553
Gambar 12-52 Pengaturan Tujuan 553
Gambar 12-53 Ketuk Sears Buka Menu 553
Gambar 13-1 Hasil scan otak MRI 555
Gambar 13-2 Mesin MRI 556
Gambar 13-3 MRI panjang terbuka tipikal 557
Gambar 13-4 Scaner MRI sebanding antara panjang dan 557
pendeknya
Gambar 13-5 Scaner MRI berdiri 557
Gambar 13-6 Scaner MRI terbuka 557
Gambar 13-7 Blok diagram rangkaian MRI 558
Gambar 13-8 Ruang pengendali pengoperasian MRI 559
Gambar 13-9 Scan MRI tangan patah 560
Gambar 13-10 Tampak dalam gambar dongkrak kasur jerami 561
terisi dihisap ke dalam sistem MRI
Gambar 13-11 Poto perbandingan gambar otak kiri laki-laki 562
t
atelitik muda (25 th), tengah (86 th) dan umur
(76 th) mempunyai penyakit Alzheimer's
semua digambar dalam tingkat yang sama
Gambar 13-12 menunjukkan pertumbuhan tumor dalam otak 563
wanita dilihat dari irisan lateral.
Gambar 13-13 Organ dalam digambar dengan MRI 564
Gambar 13-14 Perbandingan CAT scan, dan MRI cenderung 565
lebih detail dan kontras
Gambar 13-15 Scan MRI menunjukkan tubuh bagian atas 565
dilihat dari samping sehingga tulang tulang
belakang kelihatan jelas
Gambar 13-16 Irisan Axial, coronal dan sagitall 567
Gambar 13-17 MRI gambar kepala irisan tunggal 569
Gambar 13-18 Urutan temporal scan FMRI (irisan tunggal) 569
Gambar 13-19 aktivasi otak 3D 569
Gambar 13-20 Posisi CT scan 570
Gambar 13-21 Scan irisan otak 570
Gambar 13-22 Scan dada 571
Gambar 13-23 Gambar tabung dasar CT scan 572
Gambar 13-24 Emisi cahaya atom 572
Gambar 13-25 Hasil CT scan otak 573
Gambar 13-26 Mesin sinar x 573
Gambar 13-27 Pancaran poton 574
Gambar 13-28 Hasil CAT jantung dan torax 575
Gambar 13-29 Ide dasar penyinaran sinar x 576
Gambar 13-30 Prinsip dasar penyinaran sinar x pada CAT dan 576
hasil
Gambar 13-31 CT scan multi irisan 578
Gambar 13-32 Tabung dasar mesin CT scan 579
Gambar 13-33 Ruang kontrol dan pelaksanaan scanning 579
Gambar 13-34 Jaringan sistem manajemen gambar 580
Gambar 13-35 Hasil CT scan otak 582
Gambar 13-36 ultrasonik pertumbuhan janin (umur 12 minggu) 583
dalam kandungan ibu. Pandngan samping bayi
ditunjukkan (kanan ke kiri) kepala, leher, badan
dan kaki
Gambar 13-37 bayi dalam kandungan dilihat dengan sonogram 584
Gambar 13-38 perkembangan bayi 29 minggu ultrasonik 3D 594
Gambar 13-39 Pengujian Ultasonik Selama kehamilan 585
Gambar 13-40 Sonograph menunjukkan gambar kepala janin 585
dalam kandungan
Gambar 13-41 Medical sonographic scanner 587
Gambar 13-42 Sensor suara 588
Gambar 13-43 Spektrum Doppler Arteri 590
Gambar 13-44 Spektrum warna Arteri yang sama 590
Gambar 13-45 Ultrasonik Doppler untuk mengukur aliran darah 590
melalui jantung. Arah aliran darah ditunjukkan
pada layar dengan warna yangberbeda
Gambar 13-46 Bagian-bagian mesin ultrasonik 592
Gambar 13-47 Perkembangan janin dalam kandungan 594
Gambar 13-48 Peralatan Positron Emisi Tomography (PET) 599
Gambar 13-49 Gambar skeletal anomali 600
Gambar 13-50 Warna hijau kelenjar ludah, warna merah gonfok 600
adenomas
Gambar 13-51 Mesin PET 601
Gambar 13-52 Gambar Scanner PET lengkap 601
Gambar 13-53 Hasil Scan kepala dengan SPECT 602
Gambar 13-54 Refleksi sinar pada proses penggambaran 603
Gambar 13-55 Gambar otak normal yang digambarkan dalam 3 603
posisi yang berbeda
Gambar 13-56 Pengurangan alkohol 604
Gambar 13-57 Penambahan alkohol 604
Gambar 13-58 Hasil SPECT dan CT dari torso bagian atas 604
tubuh manusia ditunjukkan kedua tulang dan
organ dalam
Gambar 13-59 Cylodran bagian instrumen PET yang digunakan 605
untuk menghasilkan radioisoto umur pendek
Menunjukkan cyclotron bagian instrumen PET
Gambar 13-60 PET mengungkapkan kemajuan kanker dada 605
kiri pasien
Gambar 13-61 Rangkaian Irisan PET menunjukkan distribusi 606
kondisi anomalous otak
Gambar 13-62 Scan PET dapat menunjukan pola dalam otak 606
yang membantu dokter analisis parkinson
Gambar 13-63 Scan otak penderita Parkinson 606
Gambar 13-64 Perbandingan hasil MRI 607
Gambar 13-65 Hasil scan termal 608
LEMBAR PENGESAHAN
LAMPIRAN D

GLOSSARY

airbag deployment Airbag adalah suatu pengekangan pasif (tidak


memerlukan campur tangan manusia) di rancang
dalam bentuk tas memompa ketika terjadi benturan.
Terbuat dari bahan fleksibel yang dapat memompa bila
terjadi tabrakan mobil.

akuisisi Akuisisi data merupakan pencuplikan waktu riil untuk


membangkitkan data yang dapat dimanipulasi oleh
komputer.

amniocentesis Amniocentesis adalah prosedur yang digunakan


dalam mendiagnosa cacat janin pada awal
trimester kedua kehamilan.

anti-aliasing Dalam pemrosesan sinyal digital anti-aliasing


merupakan teknik meminimkan aliasing pada saat
merepresentasikan sinyal resolusi tinggi pada resolusi
yang lebih rendah.

anti-lock brake Anti-lock brakes dirancang untuk mencegah


peluncuran dan membantu pengendara
mempertahankan kendali kemudi selama situasi
pemberhentian darurat

attenuator Attenuator merupakan piranti elektronik yang


mengurangi amplitudo atau daya sinyal tanpa
membuat bentuk gelombang cacat. Attenuator
biasanya biasanya berupa piranti pasip terdiri dari
resistor.

Bandpass Filter Penyarring frekuensi yang hanya melewatkan


frekuensi menengah.
chip Serpihan kristal tunggal yang berisi rangkaian
terpadu.

claustrophobic Tidak nyaman di ruang sempit, gelap tertutup.

Common Mode Besaran yang dapat menunjukkan kualitas


Rejection Ratio penguat beda merupakan perbandingan antara
besarnya penguatan common dan penguatan
penguat beda.

cyclotron Unsur radiasi yang dihasikan oleh mesin scan


sebelum pengujian dimulai.

Debug Mengidentifikasi dan melokalisir letak kesalahan .


densifying Perbandingan harga atas beribu-ribu nama merek
produk untuk semua kebutuhan.

distorsi Cacat gelombang

ECU test Piranti throughput misalnya perubahan RS 232


throughput dengan CAN dan sebaliknya dapat membuat atau
memecahkan performansi sitem pengetesan.

efek piezolistrik Bila sumbu mekanik dari Kristal diberi tekanan maka
akan timbul beda tegangan pada sumbu listrik. Bila
pada sumbu listrik diberi tegangan maka akan terjadi
perubahan keadaan disepanjang sumbu mekanik.
Bila pada sumbu listrik diberi tegangan AC maka akan
terjadi getaran di sumbu mekanik dengan frekuensi
naturalnya. Semakin tipis Kristal frekuensi getar
semakin tinggi.

elektron gun Susunan elektroda yang menghasilkan berkas


elektron yang dapat dikendalikan difokuskan dan
dibelokkan sebagaimana dalam gambar tabung
televisi.

electrocardiogram Electrocardiogram, juga dinakaman EKG atau ECG,


merupakan pengetesan sederhana yang mendeteksi
dan merekam aktivitas kelistrikan jantung.

encrypte code Kode yang digunakan dalam program Java , anda


dapat menggunakan sistem manajemen menjaga
profil pemakai dengan menggunakan passwaord.

fisiologi Istilah dalam fisiologi yang berasal dari kata physics


yang berarti alami dan logos yang berarti kata.
Fisiologi merupakan bidang ilmu yang mempelajari
berbagai fungsi organisme hidup.
gastrointestinal Berkaitan dengan perut dan isi perut.

Glitch Dalam elektronika, glitch adalah suatu sinyal listrik


jangka waktu pendek yang pada umumnya hasil
suatu kesalahan atau kesalahan disain

High Pass Filter Penyaring frekuensi yang hanya melewatkan


frekuensi tinggi

Immoblizer Tidak ada definisi standar, merupakan keadaan yang


tidak sesuai dengan perancangan.

Interlace Dua bidang gambar yang tampak dalam satu layar


televise, namun setiap bidang gambar di scan secara
terpisah.

Interpolasi Interpolasi adalah menghubungkan titik. Interpolasi


linier sederhana menghubungkan titik sampel dengan
garis lurus.

Indomitabel Tidak mampu untuk diperdaya, ditundukkan; lunak,


atau ditaklukkan; tak tertundukkan .

interferensi Percampuan dua gelombang atau lebih dapat saling


memperkuat atau melemahkan tergantung dari
kedudukan pasa satu dengan yang lain.

intravascular Dalam pembuluh darah

Intermittent Selang waktu mulai dan berhenti berselang-seling


dengan sebentar-sebentar sinonim dengan periodik

Intuitif Tentang, berkenaan dengan, atau timbul dari intuisi

kompatibel Dapat digunakan secara bersama-sama dengan


tanpa merubah dan menambah peralatan lain dalam
sistem. Misal penerima TV warna dan hitam putih
untuk menerima siaran dari pemancar yang sama

Low Pass Filter Penyaring frekuensi yang hanya melewatkan


frekeunsi rendah.

luminansi Istilah yang digunakan untuk menandai kecerahan


atau hitam putihnya gambar televisi.

neonatal Berkaitan dengan bayi baru.

noise Sinyal yang tidak dikehendaki keberadaannya dalam


sistem.

noise figure Dalam telekomunikasi noise figure (NF) merupakan


suatu ukuran degradasi dari perbandingan sinyal
terhadap noise, yang disebabkan oleh komponen
dalam sinyal RF.

osteoporosis Pengapuran / pengkeroposan tulang

Partikel Suatu bagian yang sangat kecil

Patologi forensic Ilmu penyakit forensik adalah suatu cabang


kedokteran yang terkait dengan menentukan
penyebab kematian, pada umumnya untuk kasus
hukum pidana dan kasus hukum perdata dalam
beberapa yurisdiksi.
pacemaker Pacemaker berupa alat kecil yang membantu detak
jantung dengan simulasi listrik membantu
mengendalikan irama jantung.

Penomena Suatu kejadian, keadaan, atau fakta yang dapat


diterima oleh pikiran sehat.

peripheral Periperal merupakan piranti komputer seperti drive


CD-ROM atau printer yang bukan merupakan bagian
utama computer seperti memori, mikroprosesor.
Periperal eksternal seperti mouse, keyboard, monitor,
printer.

peripheral Peripheral neuropathy merupakan masalah


neuropathy dengan kegelisahan yang membawa informasi ke dan
dari otak dan tulang belakang. Sakit ini
mengakibatkan, hilangnya sensasi, dan ketidak-
mampuan untuk mengendalikan otot.

portable Dapat dijinjing tidak ditempatkan secara permanen.

protocol Dalam teknologi informasi, protokol adalah


satuan aturan yang khusus dalam koneksi
telekomunikasi .

pseudo-range Cakupan pengukuran semu digunakan bersama-


sama dengan estimasi posisi SV yang didasarkan
pada data empiris yang dikirim oleh masing-masing
SV. Data orbital (empiris) memungkinkan penerima
untuk menghitung posisi SV dalam tiga dimensi pada
saat pengiriman sinyal secara berunyun.

radio isotop Suatu versi elemen kimia yang memiliki inti tak sabil
dan mengemisikan radiasi selama decay untuk
membentuk kestabilan. Radio isotop penting
digunakan dalam diagnosa medis untuk pengobatan
dan penyelidikan.

radiactive decay Radioactive decay merupakan suatu proses


ketidakstabilan inti atom karena kehilangan energi
berupa emisi radiasi dalam bentuk partikel atau
gelombang elektromagnetik.

real time waktu yang sebenarnya pada saat terjadinya proses.

Resolution Kejelasan atau ketajaman gambar,

retrace Kembalinya berkas elektron dari sistem scanning


televisi sisi kanan layar ke sisi kiri layar monitor.
rise time Waktu yang diperlukan pulsa untuk naik dari 10%
amplitudo maksimum sampai 90%.

ringing Dengan hanya satu sinyal yang diberikan pada


terminal osiloskop dan yang lain tidak dihubungkan
dapat dilihat adanya beberapa sinyal yang tidak
berguna. Sinyal ringing tidak menambah amplitude
tegangan, yang bertambah adalah frekuensinya
karena factor ketiga.

scrambling CSS, Content Scrambling System, merupakan


system enkripsi lemah yang digunakan pada
kebanyakan DVD komersial.

shadow mask Lapisan logam berlubang di dalam monitor warna


untuk meyakinkan bahwa berkas elektron hanya
menumbuk titik pospor dengan warna yang benar dan
tidak mengiluminasi lebih dari satu titik.

S/N Ratio Perbandingn sinyal terhadap noise meruakan


perbandingan dari sinyal yang dikehendaki terhadap
sinyal yang tak diinginkan.

sweep vernier Sapuan dari atas ke bawah untuk mengukur posisi


terhadap skala.

tomography Berkaitan dengan scan medis.

Transduser Transduser merupakan suatu piranti yang dapat


mengubah besaran non listrik menjadi besaran listrik
dan sebaliknya.

transceiver Pemancar dan penerima sinyal yang ditempatkan


dalam satu kemasan.

transien Transien dapat didefinisikan sebagai lonjakan


kenaikkan arus yang mempunyai durasi 50 sampai
100 milidetik dan kembali normal pada tegangan
sumber 28 Volt membutuhkan waktu 50 mili detik atau
lebih.

troubleshooting Proses pencarian letak gangguan atau kerusakan.

Vasodilatation Pelebaran pembuluh darah.

Virtual Virtual sekarang ini secara filosofi distilahkan


sebagai sesuatu yang tidak nyata, namun
memungkinkan untuk diperagakan sepenuh kualitas
nyata.