Anda di halaman 1dari 27

Soal & Penyelesaian

METROLOGI INDUSTRI DAN KONTROL GEOMETRIS

Soal 1

Dari suatu kegiatan produksi berupa poros, didapat karakteristik produk sebagai berikut:
Diameter rata-rata : 12,43 mm ( X )
Jangkauan diameter : 0,6 mm (R)
Deviasi standar : 0,11 mm (σ )
Gambarkanlah :
a. Diagram control harga rata-rata yang cocok untuk sample sejumlah 6 buah
b. Diagram control jangkauan untuk sample sejumlah 6 buah.

Penyelesaian:
Peta kendali untuk harga rata-rata adalah:
Dari buku Montgomery, Tabel IV diperoleh A2 = 0.577, D4 = 2.114, D3 = 0
CL = X = 12.43 mm
UCL = X + (A2*R) = 12.43 + (0.577*0.6) = 12.4362 mm
LCL = X - (A2*R) = 12.43 – (0.577*0.6) = 12.0838

Peta kendali untuk harga jangkauan adalah:


CL = R = 0.6
UCL = D4*R = 2.114*0.6 = 1.2864
LCL = D3*R = 0*0.6 = 0

Grafik harga rata-rata dan jangkauan

UCL 12.4362 UCL 1.2864

CL 12.43 CL 0.6

UCL 12.0838
LCL 0

Soal 2.

Untuk mengendalikan operasi pada sebuah mesin bubut, ditetapkan ukuran produk 55 ± 0,25
mm, sample sejumlah 5 komponen dimana diukur dengan alat ukur yang memiliki resolusi
0,01 selama 10 kali interval waktu didapat hasil sebagai berikut:
Hasil Pengukuran
No. Sampel
X1 X2 X3 X4 X5
1 55,21 54,99 55,10 55,02 54,95
2 55,13 55,03 54,98 54,96 55,04
3 55,11 55,01 54,99 54,97 54,98
4 54,93 55,12 55,04 54,98 54,91
5 54,88 55,14 55,05 55,11 54,97
6 55,22 55,15 54,97 54,95 55,02
7 55,11 55,07 54,99 54,93 55,00
8 55,02 55,06 54,97 54,99 54,01
9 55,12 55,03 54,95 54,98 54,93
10 55,02 54,97 55,07 54,99 55,01

Jawab:

Perhitungan
Sampel
Rata-rata (X) Range (R)
1 55.08 0,34
2 55,06 0,18
3 55,01 0,01
4 54,99 0,18
5 54,88 0,11
Jumlah 275,02 0,82
Rata-rata 55,004 0,164

a. Relative Precision Index (RPI)

T 0,164
RPI = = = 2,982 x10 −3
X 55 , 004

b. Batas control harga rata-rata dan jangkauan bila digunakan harga RPI menengah.

RPImed = 6,2/αn → αn = 3,078 (table B.6)

X 55 ,004
Sedangkan harga σ = = = 17 ,882
αn 3,078

Batas Peringatan atas & bawah :

σ 17 ,882
X ±1,96 = 55 ,004 ±1,96 = 55 ,004 ±11,834
n 10

Batas Kontrol atas dan bawah :


σ 17 ,882
X ± 3,10 = 55,004 ± 3,10 = 55,004 ±17,53
n 10

c. Buatlah diagram control harga rata-rata dan diagram jangkauan untuk data di atas.
Kesimpulan yang didapat.

Peta Kendali harga rata-rata adalah:

CL = X = 55.004
UCL = X + (A2*R) = 55.004 + (0.577*0.164) = 55.0986
LCL = X - (A2*R) = 55.004 – (0.577*0.164) = 54.9094

Peta kendali harga jangkauan adalah:

CL = R = 0.164
UCL = D4*R = 2.114*0.164 = 0.3467
LCL = D3*R = 0*0.164 = 0

5 54.88 6

4 54.99
5 0.11

4 0.18
3 55.01
3 0.01
2 55.06
2 0.18

1 55.08
1 0.34

0 0
54.85 54.9 54.95 55 55.05 55.1 0 0.1 0.2 0.3 0.4

a. Diagram control harga rata-rata b. Diagram control harga jangkauan

Soal 3
Cobalah saudara jelaskan cara mengukur kerataan suatu permukaan meliputi jenis alat ukur
yang dikerjakan, dan proses pengukuran, cara pengambilan data.

Jawaban:

Pelat Rata Optik (Optical Flat)


Alat pelat rata optic digunakan untuk mengukur kekasaran permukaan. Alat ini terdiri
dari lensa datar yang mempunyai kwalitas tembus cahaya yang tinggi dengan permukaan yang
dipolis dengan teliti. Pelat rata optic dibuat dengan ukuran diameter 25 sampai 300 mm dari
ketebalan 1/6 diameternya.

Prinsip kerjanya:
Pelat diletakkan di atas permukaan yang akan di uji kerataan permukaannya, berkas
cahaya akan dipantulkan dari pelat optic dan dari permukaan yang diuji. Bila gelombang
cahaya sefasa, tampak pita terang, bila terdapat perbedaan fasa, tampak pita gelap. Bila tebal
lapisan udara ½ panjang gelombang atau lebih terjadi efek interferensi. Interferensi antara
berkas sinar yang dipantulkan oleh alas pelat optic dan permukaan benda kerja menyebabkan
terjadinya cincin Newton.

Gambar 1. Pola interferensi lurus yang dihasilkan oleh pelat optic menandakan bahwa
permukaan benda rata sekali.

Bila permukaannya tak teratur, pola interferensi menyerupai peta kontur. Bila pita
lurus dan jarak satu sama lainnya sama, serta sejajar dengan garis singgung maka permukaan
benda uji sangat rata. Jika panjang gelombang cahaya diketahui, besar penyimpangan dapat
dihitung. Cahaya yang digunakan biasanya cahaya monokromatik seperti helium flluoresen
yang akan menghasilkan gambar pita yang tajam. Setiap pita menunjukkan perbedaan tinggi
sebesar 295 mm atau setengah panjang gelombang helium.
Gambar 2. Pengukuran lengkungan permukaan A. Permukaan cembung, bagian tepi 295 mm
lebiih rendah. B, Permukaan bagian tengah cekung, 1168 nm lebih rendah.

Gambar 2 di atas memperlihatkan dua benda uji yang diperiksa, sebuah mempunyai
permukaan cekung dan yang lainnya cembung. Gambar A memperllihatkan setiap pita
berubah kelengkungannya setiap dua interval, hal ini berarti bahwa benda uji lebih tinggi
sebanyak 2,2 x 295 nm = 650 nm karena kelengkungan pita mengarah ke bagian yang tipis.
Pada gambar B terjadinya sebaliknya. Lengkungan empat pita berarti permukaan 4 x 295 =
1168 nm lebih rendah dibagian tengah.

Kekasaran Permukaan

Gambar 3. Karakteristik permukaan dan lambang penandaan nilai maksimum

Ketidak rataan permukaan diperlihatkan pada gambar di atas.


Alat untuk mengukur ketidak rataan diperlihatkan pada gambar di bawah ini .
Gambar 4. Alat pengukur permukaan termasuk pencacah transduser, amplifier dan indicator
untuk mengukur kekasaran permukaan. Pembacaan skala dalam micron.

Alat tersebut dari jenis pencacah langsung yang mencatat kekasaran permukaan dalam micron
terhadap ketinggian tertentu yang ditentukan terlebih dahullu. Perangkat ini terdiri dari
pencacah yang mengubah gerak vertical menjadi tegangan listrik (volt), mesin penggerak
(pilotor) yang menggerakkan dibesarkan dan diolah sehingga hasilnya dapat dibaca.
Instrument mencatat perubahan kekasaran rata-rata terhadap garis referensi seperti
digambarkan berikut ini :

Gambar 5. Hubungan antara harga rata-rata aritmatik dan akar kuadar rata-rata yang
digunakan sewaktu menentukan kekasaran permukaan.
Perancangan dan produsen berkeinginna untuk membuat produk yang halus dan rata, namun
makin halus permukaan makin tinggi biayanya.
Gambar 6. Harga relative penyelesaian permukaan

Harga yang tinggi diakibatkan oleh mahalnya peralatan dan biaya tambahan untuk pengerjaan
dan inspeksi. Biaya pengemasan dan pelindungan permukaan yang halus selama perakitan dan
pengiriman juga kalah tingginya.

Soal 4.
Jelaskan fungsi nonius pada alat ukur! Cobalah saudara rancang ukuran nonius yang
digunakan pada sebuah kaliper yang diharapkan resolusinya 0,002 ! Dari hasil perhitungan
yang saudara dapat, berikan komentar terhadap alat tersebut. Terletak pada garis nonius
keberapa jika ukuran yang ditunjukkan adalah 12, 466 ?

Jawab :

Fungsi nonius pada alat ukur adalah: Tidak selalu garis indeks tepat segaris dengan garis
sekala, akan tetapi sering garis indeks ini terletak di antara dua garis skala sehingga timbul
kesulitan di dalam menentukan harganya. Oleh karena itu untuk menaikkan kecermatan
pembacaan maka garis indeks sering diganti dengan suatu susunan garis yang disebut dengan
skala nonius yang mana sesuai dengan cara pembuatannya dikenal dua macam skala nonius,
skala nonius satu dimensi dan skala nonius dua dimensi.

Beberapa micrometer mempunyai selinder putar dengan diameter yang relative besar, dengan
demikian pembagian skala putar dapat diperhalus. Kecermatan sampai 0,002 mm dapat
dicapai dengan membuat pembagian skala putar menjadi 250 buah. Untuk micrometer dengan
diameter selinder putar yang agak kecilpun dapat dinaikkan kecermatan pembacaannya, yaitu
dengan cara membuat skala-skala nonius (satu dimensi) yang digunakan pada waktu membaca
skala pputar. Skala nonius ini dibuat pada selinder tetap pada arah tegak lurus skala tetap
dengan garis melintangnya skala tetap deanggap sebagai garis nol nonius. Kecermatan
pembacaan dalam hal ini tergantung dari cara pembuatan skala nonius (skala putar dianggap
skala utama). Letak ukuran 12,466 adalah: pada skala utama menunjukkan angka 12
sedangkan pada skala putar menunjukkan angka 46 dengan skala nonius sejajar angka 6.
Soal No.4

Gambar 7. Mikrometer dengan kemampuan ukur dari 0 sampai 25 mm.

Mikrometer terdiri dari sekrup yang berskala samapi 50 dimana setiap skala
bernilai 0,01 mm. Disamping itu terdapat skala linier pada barrel yang mempunyai skala 1 mm
untuk bagian bawah dan 0,5 mm untuk bagian atas.
Cara membaca skala pada mikrometer :
Pertama-tama perhatikan bilangan bulat pada skala utama barrel, lalu
perhatikan apakah terbaca skala setengah milimeter pada bagian atas
skala utama (ada kalanya dibawah), dan akhirnya bacalah skala
perseratusan pada lingkaran.
Nilai ukuran dari gambar dibaca sbb :
- Skala utama = 10 x 1,00 mm = 10,00 mm
- Skala minor = 1 x 0,50 mm = 0,50 mm
- Skala pemutar = 16 x 0,01 mm = 0,16 mm
Nilai = 10,66 mm

Untuk memperhalus pembacaan mikrometer hingga 0,002 mm, barrel


dilengkapi dengan vernir. Skala vernir terlihat pada gambar diatas pada bagian
kanan bawah dimana vernir mempunyai skala dari 0 sampai 10. Setiap garis
vernir mewakili dua perseribuan milimeter (0,002 mm). Untuk membaca
mikrometer vernir perlu diperhatikan skala utama, skala minor dan skala
pemutar, kemudian perhatikan garis vernir mana yang berhimpit dengan garis skala pemutar.
Dari gambar bagian diatas pada bagian bawah untuk skala mikrometer vernir
bisa dihitung nilai ukuran sbb:
Skala utama = 10 x 1,00 mm = 10,00 mm
Skala minor = 1 x 0,50 mm = 0,50 mm
Skala pemutar = 16 x 0,001 mm = 0,16 mm
Skala vernir = 3 x 0,002 mm = 0,006 mm
Nilai = 10,666 mm
Soal 5

Sebuah mesin dengan karakteristik pada suatu proses permesinan m = 50 mm, σ = 0,012 mm.
Bila mesin tersebut digunakan untuk memproses produk dengan ukuran 50+0,035/-0,015 . Berapa
persentase penerimaan produk yang mungkin akan dihasilkan mesin tersebut.

Jawab :
R = 0.035 + 0.015 = 0.05 mm
σ = 0,012 mm

Peta kendali terhadap harga rata-rata adaalah:


CL = 50
UCL = 50 + (0.577*0.05) = 50.029
LCL = 50 – (0.577*0.05) = 49.971

Peta kendali terhadap harga jangkauan adalah:


CL = 0.05
UCL = D4*R = 2.114*0.05 = 0.106
LCL = D3*R = 0*0.02 = 0

0.035 0.015
R = 0.05

0.4 -0.3 -0.2 -0.1 01 02 0.3 0.4

Indeks Kapabilitas Proses (Cp)


UCL − LCL 50 .029 − 49 .971
Cp = = = 0.806
6σ 6 * 0.012
Maka prosentase penerimaan produk yang dihasilkan adalah: 80.6%

Soal 6
Di bawah ini ditunjukkan hasil pengukuran produk industry. Tentukanlah: hitung harga rata-
rata dan deviasi standardnya. Plot hasil pengukuran tersebut pada grafik histogram dan
distribusi kumulatif. Tentukan besar harga rata-rata dan deviasi standardnya. Bandingkan hasil
a dan b, berikan komentar atas hasil tersebut. Tentukan besar harga rata-rata batas m dengan
batas kepercayaan 95%.

Tabel hasil pengukuran produk industry

Selisih terhadap ukuran Frekuensi


Dimensi Frekuensi Frekuensi
80.0055 80.005 kumulatif
(mm) (buah) (%)
(µ m) (µ m) (%)
80.001 -4.5 1 -4 0.4 0.4
80.002 -3.5 7 -3 2.8 3.2
80.003 -2.5 17 -2 6.8 10.0
80.004 -1.5 39 -1 15.7 25.7
80.005 -0.5 53 0 21.4 47.1
80.006 0.5 49 1 19.8 66.9
80.007 1.5 37 2 14.9 81.8
80.008 2.5 26 3 10.5 92.3
80.009 3.5 17 4 6.8 99.1
80.010 4.5 2 5 0.8 99.8
Σ = 248 Σ = 99.9
Frekuensi kumulatif (cumulative frequency) yaitu merupakan frekuensi yang dijumlahkan
secara bertahap mulai dari kelas ukuran terkecil sampai dengan kelas yang dimaksud. Dengan
demikian frekuensi kumulatif pada kelas yangbterbesar akan bernilai 100%.

Harga rata-rata pengukuran ( ) = 80.0055 mm


Standard deviasi pengukuran adalah: σ = 9.17
a. Grafik frekuensi Histogram
60
5, 53
6, 49
50
4, 39
Frekuensi (buah)

40 7, 37

30 8, 26

20 3, 17 9, 17

10 2, 7
1, 1 10, 2
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Dime nsi (mm)

Gambar 1. Grafik histogram


b. Garafik Poligon frekuensi, dimana nilai pada kedua sumbu tersebut adalah:
- 42
40 -
30 - 35
20 -
10 - 1 50%
I I I I
-4 -2 0 2 4
Y = Frekuensi (buah)
X = Penyimpangan terhadap 80.005 mm (μm)

c. Grafik distribusi kumulatif, dimana nilai pada kedua sumbu tersebut adalah:

100 - 99.8 o

80 - 81.8 o

60 - 47.1o
- 50%
40 - 25.7

20 - 10
0.4
0 I I I I I I
-4 -2 0 2 4 X
Y = Frekuensi kumulatif %)
X = Penyimpangan terhadap 80.005 mm (μm)

Dari Poligon frekuensi kumulatif ( c ) dapat dinyatakan sebagai berikut :


 Ukuran produk yang mempunyai dimensi yang lebih kecil atau sama dengan 8.004 dan
mempunyai frekuensi kumulatif (25.7%) pernyataan ini dituliskan dengan notasi:

F (X < = 8.004) = 25.7%

Selanjutnya dapat pula dikatakan bahwa,

F (X< = 8.008) = 92.3%

Ukuran-ukuran dalam selang antara 8.004 mm dan 8.008 mm. hal ini dinyatakan dengan
notasi:

F (8.004 < = X < = 8.008) = F (X < = 8.008) – F (X < = 8.004)


= 92.3 % - 25.7 %

= 66.6 %
Y
Y = frekuensi kumulatif
92.3% X = selisih thd ukuran 8.005 mm

66.6%

25.7%

X
-4 -2 0 2 4

Sumbu Y polygon frekuensi kumulatif menggambarkan presntase hasil pengukuran yang sama
atau kurang dari suatu harga tertentu terpilih pada sumbu X. Jadi dengan menggunakan teknik
interpolasi linear, dari polygon tersebut dapat dicari harga X apabila frekuensi kumulatifnya
(prosentasenya) ditentukan, missal:

Y
66.9%

50%

47.1%

80.006
X
80.005 80.0052

Fraktil 50% :

50 − 47 .1
X50 = 80.005 + x 0.001
66 .9 − 47 .1
= 80.005 + 0.0002
= 80.0052 mm

Jadi harga rata-ratanya adalah : 80.0052


Dengan deviasi standar adalah σ = 80.0052 – 80.0050
= 0.0002 mm

Maka hasilnya adalah:


a. Harga rata-rata X a = 80.0055 mm
Deviasi standar σa = 0.0003 mm

b. Harga rata-rata X b = 80.0052 mm


Deviasi standar σb = 0.0002 mm

Dari hasil tersebut harga 80.0052 ini dianggap dapat mewakili harga rata-rata dengan lebih
baik (representative) bila dibandingkan dengan harga 80.0055 yang dihitung sebelumnya,
sebab mengikut sertakan semua titik pengamatan.

Harga rata-rata batas m dengan batas kepercayaan 95% adalah:


Dari table B.6 (spesifikasi Metrologi dan Kontrol Kualitas, Taufiq Rochim, 1):
Untuk jumlah sample (n) = 10 dan
Tingkat kepercayaan 95% didapat :
αn = m (w) = 3.078
βn = σ (w) = 0.797 → σ = 0.797/w
W = w/σ = 4.47 → w = 4.47 σ
Maka:
W = 4.47 (0.797/w) → w2 = 3.5626 → w = 1.781
m = 3.078/1,781
= 1.728
Dan
σ = 0.797/1.781 = 0.45

Soal 7

Jelaskan maksud dari istilah berikut yang berlaku pada teknik pengukuran, lengkapi
penjelasan saudara dengan gambar yang mendukung: Resolusi, Presisi, Akurasi, Sensitivitas,
Histerisis. Jelaskan tentang elemen-elemen utama dari sebuah alat ukur, lengkapi penjelasan
saudara dengan contoh pada sebuah alat ukur (misalnya thermometer). Ditawarkan 3 buah alat
ukur temperature dari 3 pabrik yang berbeda. Setelah diukur kinerja ketiga alat ukur tersebut
adalah sebagaimana ditunjukkan pada table berikut. Bila syarat penerimaan adalah 70oC 1.
Tentukan mana alat terbaik dan jelaskan alasannya.

Jawab :

Ketelitian (Accuracy) adalah:


Penyesuaian antara hasil pengukuran dengan harga sebenarnya (dimensi objek ukur). Harga
sebenarnya tidak pernah diketahui, yang dapat ditentukan hanyalah harga pendekatan atau
yang disebut dengan harga yang dianggap benar adalah disebut dengan kesalahan sistematik.

Beberapa jenis accuracy terhadap;


 Variabel yang diukur, akurasi dalam pengukuran suhu ialah 2oC, berarti ada ketidak
akuratan (uncertainty) sebesar 2oC pada setiap nilai suhu yang diukur.
 Prosentase dari pembacaan Full Scale instrument, akurasi sebesar 0.5% FS pada
meter dengan 5 V Full Scale, berarti ketidak akuratan pada sebesar 0.025 volt.
 Prosentase span, jika sebuah alat mengukur 3% dari span untuk pengukuran tekanan
dengan range 20 – 50 psi, maka akurasinya menjadi sebesar ( 0.03)(50 – 20) = 0.9
psi.

Ketepatan (Precision, Repeability) adalah:


Kemampuan proses pengukuran untuk menunjukkan hasil yang sama dari pengukuran yang
dilakukan berulang-ulang dan identik. Factor-faktor yang membuat suatu proses pengukuran
tidak teliti dan tidak tepat dapat berasal dari berbagai sumber yaitu: alat ukur, benda ukur,
posisi pengukuran, lingkungan dan orang.

Persamaan repeability =

Kepekaan (Sensitivitas)
Setiap alat ukur mempunyai suatu kepekaan tertentu, yaitu kemampuan alat ukur untuk
merasakan suatu perbedaan yang relative kecil dari harga yang diukur. Kepekaan suatu alat
ukur ditentukan oleh mekanisme pengubahnya dan harganya dapat diketahui dengan cara
membuat grafik antara harga yang diukur dengan pembacaan skala.

Misalnya, jika sensitivitas sensor temperature sebesar 5mV/oC berarti setiap perubahan input
1oC akan muncul output sebesar 5 mV.

Histerisis
Penyimpangan yang timbul sewaktu dilakukan pengukuran secara kontinyu dari dua arah yang
berlawanan. Kita dapat memperkecil pengaruh histerisis (jika seandainya) ada apabila
pengukuran dilakukan sedemikian rupa sehingga hanya sebagian kecil dari skala alat ukur
tersebut digunakan.

Salah satu indicator repeability.

Resolusi
Tingkat kemampuan alat itu untuk membedakan ukuran terkecil. Missal mistar 30 cm-an
memiliki resolusi orde mm. sedangkan sebuah micrometer dapat memiliki resolusi yang
tinggi, yaitu orde 1/1000 mm (µ m).

Soal 8.
Jelaskan tentang elemen-elemen utama dari sebuah alat ukur (Termometer) ?
Tabel Alat Ukur
Pengukuran ke 1 2 3 4 5 6 Rata-rata
Alat 1 68 71 67 73 72 69 70
Alat 2 72 73 72 74 72 73 72.67
Alat 3 69 70 71 71 71 69 70.17

Dengan hanya memandang harga rata-ratanya saja. Kumpulan 1 & 3 cendrung untuk dianggap
sama, tetapi apabila data pengukurannya diperiksa dengan memandang variasi harga-harga
hasil pengukuran, kumpulan 3 cendrung untuk dianggap tidak berbeda. Dengan kata lain,
perbedaan harga rata-rata kumpulan 1 tidak berarti apabila aspek variasi data pengukuran
dipersoalkan, sebaliknya kumpulan 2 harus dianggap sebagai kumpulan yang berbeda dengan
dua toleransi pengukuran yang disyaratkan yaitu 70 1. Sehingga alat ukur yang terbaik
adalah kumpulan 3.

Soal 8

Sebuah produk dihasilkan dari dua mesin, dimana hasil proses dari masing-masing mesin
ditunjukkan pada table di bawah ini. Cobalah saudara periksa apakah hasil produksi kedua
mesin tersebut sama. Apabila sama apakah produk dapat disatukan tentukan karakteristik
produk gabungan.

Tabel hasil sampel produk, ukuran dalam mm

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
A 82.02 82.02 82.03 82.04 82.01 82.00 82.01 82.02 82.01 82.04 82.03 82.03 82.02
B 81.95 81.90 82.05 82.00 82.01 81.90 81.95 81.90 82.00 82.01 - - 81.97

Bila dilihat dari harga rata-rata, maka kedua mesin tersebut memproduksi dengan ukuran
hampir sama, sehingga produk pada kedua mesin tersebut dapat disatukan dengan harga
jangkauan mesin A = 0.04 dan mesin B = 0.15.

Untuk mesin A
Untuk harga rata-rata X adalah:
X = 82.02 mm
R = 82.04 – 82.00 = 0.04 mm
CL = X = 82.02 mm
UCL = 82.02 + (0.577*0.04) = 82.043
LCL = 82.02 – (0.577*0.04) = 81.997

Untuk harga jangkauan R adalah:


R = 82.04 – 82.00 = 0.04 mm
UCL = 2.114*0.04 = 0.085
LCL = 0*0,04 = 0

Untuk mesin B
Untuk harga rata-rata X adalah:
X = 81.97 mm
R = 82.01 – 81.90 = 0.11 mm
CL = X = 81.97 mm
UCL = 81.97 + (0.577*0.11) = 82.03
LCL = 81.97 – (0.577*0.11) = 81.91

Untuk harga jangkauan R adalah:


R = 82.01 – 81.90 = 0.11 mm
CL = R = 0.11 mm
UCL = 2.114*0.11 = 0.233 mm
LCL = 0*0,15 = 0

Produk Msn. A (x - X) (x - X)^2 Msn. B (x - X) (x - X)^2


1 82.02 -0.00167 2.78E-06 81.95 -0.012 0.000144
2 82.02 -0.00167 2.79E-06 81.9 -0.062 0.003844
3 82.03 0.00833 6.94E-05 82 0.038 0.001444
4 82.04 0.01833 0.000336 82 0.038 0.001444
5 82.01 -0.01167 0.000136 82.01 0.0005 2.5E-07
6 82 -0.02167 0.00047 81.9 -0.062 0.003844
7 82.01 -0.01167 0.000136 81.95 -0.012 0.000144
8 82.02 -0.00167 2.79E-06 81.9 -0.062 0.003844
9 82.01 -0.01167 0.000136 82 0.038 0.001444
10 82.04 0.01833 0.000336 82.01 -0.062 0.003844
11 82.03 0.00833 6.94E-05
12 82.03 0.00833 6.94E-05
82.02167 0.001767 81.962 0.019996

0.001767
Standar Deviasi untuk mesin A adalah: σ2 = = 0.00161 mm
11
σ = 0.04 mm
Indeks kapabilitas proses (Cp) adalah:

UCL − LCL
Cp =

82 .043 − 81 .997
Cp = = 0.1917 = 19.17%
6 * 0.04

0.019996
Standar deviasi untuk mesin B adalah : σ2 = = 0.00178 mm
9
σ = 0.04 mm
indeks kapabilitas proses (Cp) adalah:

UCL − LCL
Cp =

82 .03 − 81 .91
Cp = = 0.5 = 50%
6 * 0.04

Jika kedua produk digabungkan maka didapat karakteristik produk sebagai berikut:

Rata-
Produk Msn. A Msn. B rata (x-X*) (x-X*)^2
1 82.02 81.95 81.985 -0.096 0.009216
2 82.02 81.9 81.96 -0.121 0.014641
3 82.03 82 82.015 -0.066 0.004356
4 82.04 82 82.02 -0.061 0.003721
5 82.01 82.01 82.01 -0.071 0.005041
6 82 81.9 81.95 -0.131 0.017161
7 82.01 81.95 81.98 -0.101 0.010201
8 82.02 81.9 81.96 -0.121 0.014641
9 82.01 82 82.005 -0.076 0.005776
10 82.04 82.01 82.025 -0.056 0.003136
11 82.03 82.03 -0.051 0.002601
12 82.03 82.03 -0.051 0.002601
X^ (A&B) 82.081 0.093092

0.093092
Standar deviasi untuk produk gabungan adalah : σ2 = = 0.00846 mm
11
σ = 0.092 mm
Harga jangkauan untuk produk gabungan adalah:

R = 82.03 – 81.95 = 0.08 mm

Peta kendali untuk harga rata-rata produk gabungan (X^) = 82.081 mm


CL = X^ = 82.081 mm
UCL = 82.081 + (0.577*0.08) = 82.1272 mm
LCL = 82.081 – (0.577*0.08) = 82.0348 mm

Peta kendali untuk harga jangkauan produk gabungan (R) adalah:


CL = R = 0.08 mm
UCL = 2.114*0.08 = 0.1691 mm
LCL = 0*0.08 = 0

indeks kapabilitas produk gabungan adalah:

UCL − LCL
Cp =

82 .1272 − 82 .0348
Cp = = 0.1925 = 19.25%
6 * 0.08
Soal 9

Bila mesin (soal no 1) tersebut digunakan untuk memproduksi benda kerja dengan ukuran 82
0.02, tentukanlah nilai kemungkinan penerimaan produk untuk tiap mesin, juga nilai
penerimaan gabungannya.

Jawab :

Untuk mesin A.
Jika benda kerja dengan ukuran 82 0.02, maka ada produk yang out toleransi, seperti
diperlihatkan pada table di bawah ini, sehingga nilai kemungkinan penerimaannya adalah
sebagai berikut:

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
A 82.02 82.02 out out 82.01 82.00 82.01 82.02 82.01 out Out out 82.01

Peta control harga rata-rata adalah:


X = 82.01 mm
R = 0.04 mm
CL = X = 82.01 mm
UCL = 82.01 + (0.577*0.04) = 82.03
LCL = 82.01 – (0.577*0.04) = 81.97

Peta control harga jangkauan adalah:


CL = R = 0.04 mm
UCL = 2.114*0.04 = 0.0846 mm
LCL = 0*0.08 = 0

Standar deviasi standar σ = 0.0246 mm


Maka indeks harga produk pada mesin A adalah
82 .03 − 81 .97
Cp = = 0.4065 atau 40.65%
6 * 0.0246

Untuk mesin B
Jika benda kerja dengan ukuran 82 0.02, maka ada produk yang out toleransi, seperti
diperlihatkan pada table di bawah ini, sehingga nilai kemungkinan penerimaannya adalah
sebagai berikut:

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
B out out out 82.00 82.01 out out out 82.00 82.01 82.005

Diperoleh harga rata-rata X = 82.005 mm


Harga jangkauan R = 0.04 mm
Standar deviasi σ = 0.058 mm
Sehingga diperoleh:
Peta control harga rata-rata adalah:
CL = X = 82.005 mm
UCL = 82.005 + (0.577*0.04) = 82.0281 mm
LCL = 82.005 – (0.577*0.04) = 81.9819 mm

Peta control harga jangkauan adalah:


CL = R = 0.04 mm
UCL = 2.144*0.04 = 0.0846 mm
LCL = 0*0.04 = 0

Maka indeks harga produk pada mesin B adalah

82 .0281 − 81 .9819
Cp = = 0.1328 atau 13.28%
6 * 0.058

Untuk nilai penerimaan Gabungan adalah sebagai berikut:


Jika benda kerja dengan ukuran 82 0.02, maka ada produk yang out toleransi, seperti
diperlihatkan pada table di bawah ini, sehingga nilai kemungkinan penerimaannya adalah
sebagai berikut:

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
A 81.985 out 82.015 82.02 82.01 out 81.98 out 82.005 82.025 out out 82.006

Diperoleh harga rata-rata X = 82.006 mm


Harga jangkauan R = 0.04 mm
Standar deviasi σ = 0.015 mm
Sehingga diperoleh:

Peta control harga rata-rata adalah:


CL = X = 82.006 mm
UCL = 82.006 + (0.577*0.04) = 82.029 mm
LCL = 82.006 – (0.577*0.04) = 81.983 mm
Peta control harga jangkauan adalah:
CL = R = 0.04 mm
UCL = 2.144*0.04 = 0.0846 mm
LCL = 0*0.04 = 0

Maka indeks harga produk gabungan adalah

82 .029 − 81 .983
Cp = = 0.511 atau 51.1%
6 * 0.015

Soal 10
Bila dikehendaki proses mampu menghasilkan produk dengan nilai penerimaan 95%,
tentukanlah karakteristik mesin yang sesuai untuk memproduksi produk pada soal no 9 dengan
jumlah produk 1000 buah dan jumlah sample pada setiap kali pengambilan 50 buah.

Jawab:

Misalkan suatu proses produksi yang berjalan normal akan menghasilkan sejumlah produk
“jelek” sebesar 2.5% (θ = 0.025, jadi < 0.1). setelah dihasilkan sekitar 1000 buah produk maka
darinya diambil 50 buah produk secara rambang (N = 1000, n = 50, n/N = 0.05 < 0.2),
sehingga nilai kemungkinan untuk menemukan produk “jelek” pada sample tersebut dapat
dihitung berdasarkan distribusi Poisson.

h x −h
Pn ( x ) = e
x!

Dimana:
Nilai harapannya adalah, h = θn = 0.025 x 50 = 1.25
Θn = persentase produk “jelek” dalam produksi, <= 0.1
N = ukuran sample, dimana n/N = 0.2

Table cara penentuan jumlah produk “jelek” maksimum yang terdapat dalam sample, nilai
harapan h = 1.25
Jumlah Produk Nilai kemungkinan
Harga elemen Deret Poisson
“Jelek” (x) Kumulatif P(x)
e −h
0 0.2865 1.2865

e −h .h
1 0.3581 0.6446
1!
−h
e .h 2
2 0.2238 0.8684
2!
−h
e .h 3
3 0.0933 0.9617
3!
−h
e .h 4
4 0.0291 0.9908
4!
−h
e .h 5
5 0.0073 0.9981
5!
−h
e .h 6
6 0.0015 0.9996
6!
−h
e .h 7
7 0.00027 0.99987
7!
−h
e .h 8
8 0.00002 0.99989
8!
−h
e .h 9
9 0.000002 0.999892
9!
−h
e .h10
10 0.0000007 0.9998922
10 !

Dengan mengetahui θ (direncanakan berdasarkan ukuran produk) dan h (ditentukan bersama-


sama dengan ukuran sample) maka batas-batas pada diagram control produk “jelek” dapat
dibuat dengan cara menghitung deret Poisson seperti di atas, dimana umumnya digunakan
tingkat keyakinan 99% yang sesuai dengan batas peringatan dan tingkat keyakinan 99.9%
yang sesuai dengan batas control.

Soal 11

Sebuah alat ukur dari jenis LVDT (Linear Variable Differential Transformer), dikaliberasi
menggunakan blok gauge dan outputnya diukur dengan voltmeter. Hasil pengukuran
ditunjukkan pada table. Tentukanlah sensitivitas dari LVDT tersebut. Berapakah harga ukur
yang di data oleh LVDT bila output dari voltmeter adalah 345 milivolt?

Jawab:

Table Hasil Kalibrasi LVDT


No. Tebal blok gauge (mm) Output LVDT (milivolt
XiYi
Pengukuran Xi (Xi)2 Yi (Yi)2
1 0 0 0 0 0
2 1.00 1 31 961 31
3 2.50 6.25 73 5329 182.5
4 4.00 16 115 13225 460
5 6.20 38.44 190 36100 1178
6 8.90 79.21 268 71824 2385.2
7 10.00 100 301 90601 3010
8 12.35 152.52 369 136161 4557.15
9 14.00 196 422 178084 5908
10 15.00 225 455 207025 6825
Jumlah 73.95 814.42 2224 739310 24536.85
(Sx) (SSx) (Sy) (SSy) SPxy

Sx 73 .95
X = = = 7.395 mm
k 10
Sy 2224
Y = = = 222 .4 mm = a
k 10

Sum of Product Deviation (SPDxy)

Sx * Sy 73 .95 * 2224
SPDxy = SPxy − = 24536 .85 - = 8089 .52
k 10

Sum of Squares Deviation x (SSDx)

(73 .95 ) 2
SSDx = SSx – (Sx)2/k = 814.42 - = 267 .56
10

Sloope
SPDxy 8089 .52
b= = = 30 .2344
SSDx 267 .56

Sum of Squares of Deviation y (SSDy)

( 2224 ) 2
SSDy = SSy – (Sy)2/k = 739310 - = 244692 .4
10

( SPD xy ) 2 (8089 .5) 2


SSDyIx = SSDy - = 244692 - = 111 .31
SSD x 267 .56

Sum Squares/Varian total


SSD xIy 111 .31
S2 = = = 13 .91
k −2 10 − 2

Varian a
2 S 2 13 .91
Sa = = = 1.391 ⇔ S a = 1.18
k 10

Varian b
2 S2 13 .91
Sb = = = 0.052 ⇔ S b = 0.23
SSD x 267 .56

Koefisien korelasi
SPD xy 8089 .52
rxy = = = 1 ⇔ sangat baik
SSD x * SSD y 267 * 244692 .4

Jadi, sensitivitas LVDT adalah: b = 30.2344 mv/mm = 0.03 mv/μm

Batas atas dan bawah bagi kemiringan garis regresi (bilateral limits, 95% confidence limits)
dapat ditentukan dengan memakai fraktil distribusi t (f = k – 2 = 8 untuk kemungkinan
kumulatif 97.5%) yaitu:

Dari table B 2 diperoleh: t.975 = 2.306


P{t < 2.306} = 97.5%, f = 8
Sehingga:

bmax = b + t.975 * Sb = 30.2344 + (2.306 * 0.23) = 30.765 mv/mm = 0.0301mv/μm

bmin = b – t.975 * Sb = 30.2344 – (2.306 * 0.23) = 30.7648 mv/mm = 0.0301 mv/μm

atau dapat dituliskan kepekaan LVDT adalah

b = 30.765 ± 0.5304 mv/mm


atau
b = 0.0301 ± 0.0005304 mv/μm

Garis terbaik yang dihitung di sebelumnya kelihatannya tidak melalui titik nol. Apabila garis
tersebut harus melalui nol, maka variable a harus berharga :

a-bx =0
a = b x = α (harga teoritik)
= 30.2344 * 7.395
= 223.58 = α
Sementara menurut hasil analisis regreasi di atas

a= y = 222.4 (harga empiric)

oleh sebab itu, dapat digunakan tes t untuk menguji apakah perbedaan kedua harga “a”
tersebut merupakan kesalahan rambang atau kesalahan sistematik (garis regresi bisa dianggap
melalui titik nol atau tidak), yaitu:

a −α 222 .4 − 223 .58


t= = =1
Sa 1.18

Karena t.975 = 2.306, maka t < t.975. jadi perbedaan tersebut merupakan kesalahan rambang.
Dengan demikian garis regresi dapat dianggap melalui titik nol. Bila diinginkan dapat dihitung
harga kemiringan garis regresi yang melalui titik nol dengan rumus sebagai berikut:

SPxy 24536 .85


b= = = 30 .13 mv / mm ≈ 0.03013 mv/μm
SS x 814 .42

S2 13 .91
Sb =2 = = 0.017 ⇔ S b = 0.1304
SS x 814 .42

Sb * t.975 = 0.1304 * 2.306 = 0.3007 mv/mm ≈ 0.0003007 mv/μm


Dan kepekaan LVDT ini adalah:

b = 0.03013 ± 0,0003007 mv/μm

Berapa harga ukur yang didata oleh LVDT bila output dari voltmeter adalah 345 mv ?

Penyelesaian:

S x 73 .95
X = = = 7.395
k 10

Sy 345
Y = = = 34.5 = a
k 10
SSx = 7.395^2 = 54.686
SSy = 34.5^2 = 1190.25
SPxy = 7.395 * 34.5 = 235.28

Sum of Product Deviation (SPDxy)


Sx * Sy 73 .95 * 345
SPDxy = SPxy - = 235 .28 − = −2315 .995
k 10

Sum of Squares of Deviation x


2
Sx 73.95^ 2
SSDx = SSx - = 54.686 − = 47.291
k 10

Sloope
SPD xy − 2315 .995
b= = = −48 .9733
SSD x 47 .291

Sum of Squares of Deviation y


2
Sy 34.5^ 2
SSDy = SSy - = 1190.25 − = 1071 .225
k 10

SPD xy − 2315 .995


SSDxIy = SSDy - = 1071 .225 − = 1120 .1983
SSD x 47 .291

Sum of Squares / Varian total

SSD yIx 1120 .1983


S2 = = = 140 .0248
k −2 8

Varian a
2 S 2 140 .0248
Sa = = = 14 .0025 ⇔ S a = 3.742
k 10

Varian b
2 S2 140 .0248
Sb = = = 2.9609 ⇔ S b = 1.721
SSD x 10

Koefisien korelasi

SPD xy − 2315 .995


rxy = = = −0.314
SSD x * SSD y 47 .291 * 1071 .225

Y = b.x = -48.9733.x

Jadi sensitivitas LVDT adalah: b = -48.9733 mv/mm ≈ -0.04897 mv/μm


Batas atas dan bawah bagi kemiringan garis regresi (bilateral limits, 95% confidence limits)
dapat ditentukan dengan memakai fraktil distribusi t (f = k – 2 = 8 untuk kemungkinan
kumulatif 97.5%) yaitu:

Dari table B 2 diperoleh: t.975 = 2.306


P{t < 2.306} = 97.5%, f = 8
Sehingga:
bmax = b + t.975*Sb = -48.9733 + 2.306 * 1.72 = -45.0047 mv/mm
bmin = b – t.975*Sb = -48.9733 – 2.306 * 1.72 = -52.9419 mv/mm

Atau dapat dituliskan kepekaan LVDT adalah :

b = -48.9733 ± 3.9686 mv/mm

Garis terbaik yang dihitung di atas kelihatannya tidak melalui titik nol. Apabila garis tersebut
harus melalui nol, maka variable harus berharga:

a = b. x = α
a = -48.9733 * 7.395
= -362.1576 = α (harga teoritik)

Sementara itu, menurut hasil analisis regresi di atas:

a= y = 34.5 (harga empiric)

a −α 34 .5 +362 .1576
t= = =106 .00
Sa 3.742

SPxy 235 .28


b=
SS x
=
54 .686
= 4.3024 mv/mm ≈ 0.0043 mv/μm

Sum Squares varian total

2 S2 140 .0248
Sb = = = 2.5605 ⇔ S b = 1.6
SS x 54 .686

Sb * t.975 = 1.6 * 2.306 = 3.6896

Y = b . x = 4.3024 . x

Dan kepekaan LVDT ini adalah:

b = -48.9733 ± 3.6896 mv/mm ⇔ -0.0489 ± 0.0037 mv/μm