Anda di halaman 1dari 1

IDENTIFIKASI MIKROBA DENGAN MELIHAT SIFAT ANTIGENIKNYA

Antigenik adalah sebuah zat yang merangsang respon imun, terutama dalam
menghasilkan antibodi. Bila mikroorganisme masuk kedalam tubuh, akan terbentuk antibodi
yang mengikat antigen. Antigen merupakan bahan kimia tertentu dari sel mikroba. Antibodi
ini bersifat sangat spesifik terhadap antigen yang menginduksinya. Oleh karena
mikroorganisme memiliki antigen yang berbeda, maka antibodi dapat digunakan untuk
mencirikan (rapid indentification) terhadap mikroorganisme. Reaksi ini sangat sepesifik
sehingga dapat disebut sebagai lock and key system.
Kespesifikan reaksi antara antigen dan antibodi telah ditunjukkan melalui penelitian-
penelitian yang dilakukan oleh Landsteiner. Ia menggabungkan radikal-radikal organik
kepada protein dan menghasilkan antibodi terhadap antigen-antigen tersebut. Keputusan yang
diperoleh menunjukkan antibodi dapat membedakan antara kelompok berbeda pada protein
ataupun kumpulan kimia yang sama tetapi berbeda kedudukan.
Ikatan kimia antara antigen dan antibodi terdiri dari ikatan non kovalen, (seperti ikatan
hidrogen, van der Waals, elektrostatik, hidrofobik), sehingga reaksi ini dapat kembali ke
semula (reversible). Kekuatan ikatan ini bergantung kepada jarak antara paratop dan bagian-
bagian tertentu pada epitop.
Salah satu cara identifikasi bakteri dengan melihat ciri sifat antigeniknya, contohnya:
identifikasi bakteri Leptospira dengan metode yang digunakan untuk mengidentifikasi galur
adalah reaksi antigen-antibodi seperti pada microscopic agglutination test (MAT). Struktur
antigen Leptospira adalah sangat komplek. Sebagai dasar unit sistematiknya adalah serovar,
yang ditentukan berdasarkan galur referensi yang sudah ada.
Serogrup terdiri dari serovar yang mengadakan aglutinasi silang dengan titer sedang
sampai tinggi. Serogrup tidak dapat ditentukan dengan tepat dan tidak mempunyai status
taxonomi yang jelas, tetapi secara praktis dapat digunakan untuk menentukan grup galur
berdasarkan persamaan sifat-sifat antigeniknya.
Cara mengidentifikasi menggunakan antibodi monoklonal (monoclonal antibodies,
MCAs) mempunyai persamaan dengan penentuan tipe secara konvensional, yaitu berdasarkan
pada pengenalan gambaran antigen yang khas dari serovar dengan menggunakan panel
antibodi monoklonal. Berbeda dengan tes absorpsiaglutinasi-silang, dengan tes antibodi
monoklonal, maka jumlah tipe Leptospira yang banyak dapat ditentukan dengan cepat. Di
dalam microscopic aggutination test (MAT), antibodi monoklonal bereaksi dengan satu
antigenik yang khas (epitop).

Kelompok 5 shift 2: Fika Andina (230210090072), Mecha Gamma


(230210090071), Bayu Seno Pratomo (230210090073)