Anda di halaman 1dari 7

Lembar Kerja Ujian Praktek Fisika 2010

Judul Praktikum : Rangkaian R L C

I. Tujuan.
a. Menentukan besar nilai resistor ( R ), induktor (L) dan kapasitor (C).
b. Menentukan nilai impedansi rangkaian RLC.
c. Menentukan frekuensi resonansi.

II. Alat dan Bahan.


a. Resistor.
b. Induktor.
c. Kapasitor.

III. Teori Dasar.


Impedansi adalah hasil gabungan dari nilai resistor dan reaktansi (hambatan dan Y) dalam rangkaian AC
(alternating current). Nilai reaktansi berasal dari nilai hambatan yang ada pada kapasitor dan induktor.
Beban kapasitif menyatakan impedansi yang kapasitansinya lebih besar dari induktansinya. Demikian
sebaliknya, beban induktif menyatakan bahwa induktansi pada rangkaian itu lebih besar dibandingkan
dengan kapasitansinya. Berikut ini dijelaskan jenis-jenis rangkaian yang biasa dijumpai dalam rangkaian
elektronik, yaitu R, L, C, RLC seri dan RLC paralel.

Rangkaian R

Perhatikan rangkaian AC dengan sebuah hambatan (R), rangkaian ini dinamakan rangkaian resistif.
Misalkan:
Artinya: .................................................................(1)
Dengan menggunakan aturan Kirchhoff, arus pada rangkaian adalah:

atau:

..................................................................................................(2)

dengan arus dan tegangan sefasa satu sama lain.

Grafik dan

Guru Fisika : Imam Sanyoto, S.Si.


Lab. Fisika SMA Nasional Pati 1
Lembar Kerja Ujian Praktek Fisika 2010

Rangkaian L
Perhatikan rangkaian AC dengan komponen induktor (L), rangkaian ini dinamakan rangkaian
induktif.

Misalkan:
Artinya: ..............................................................................(3)
Dengan menggunakan aturan Kirchhoff, didapat perubahan arus terhadap waktu sebagai
berikut.

Bila diintegralkan akan diperoleh:

................................................................(4)

Besaran ωL dinamakan reaktansi induktif (XL) yang menyatakan resistansi efektif pada
rangkaian induktif:
...........................................................................................................................................(5)

Grafik dan

Rangkaian C
Perhatikan rangkaian AC dengan komponen kapasitor (C), rangkaian ini dinamakan rangkaian
kapasitif.

Misalkan:
Guru Fisika : Imam Sanyoto, S.Si.
Lab. Fisika SMA Nasional Pati 2
Lembar Kerja Ujian Praktek Fisika 2010

Artinya: .........................................................................(6)
Dengan menggunakan aturan Kirchhoff, didapat perubahan arus terhadap waktu sebagai
berikut.

.......................................................................(7)

Besaran dinamakan reaktansi kapasitif (XC) yang menyatakan resistansi efektif pada
rangkaian kapasitif:

..........................................................................................................................................(8)

Grafik dan )

Rangkaian RLC seri


Perhatikan rangkaian AC yang terdiri dari hambatan (R), induktor (L) dan kapasitor (C) yang tersusun
seri.

Impedansi pada rangkaian RLC seri dilambangkan Z, dengan rumus umum:

..................................................................................................................(9)

Misalkan tegangan sumber adalah:

sedangkan arus pada rangkaian adalah :

Simbol φ menyatakan beda fasa antara arus dan tegangan. Karena rangkaian seri, maka arus
pada setiap komponen sama dengan arus total, yaitu:

Guru Fisika : Imam Sanyoto, S.Si.


Lab. Fisika SMA Nasional Pati 3
Lembar Kerja Ujian Praktek Fisika 2010

Tegangan pada masing-masing komponen diberikan dalam tabel berikut.


Komponen
R

Dengan:

Sehingga:

Induktansi
Sebelum kita membahas tentang induktansi, ada baiknya kita mempelajari tentang konsep
fluks. Sebuah toroida dengan N lilitan dialiri arus I sehingga menimbulkan fluks total ϕ . Fluks total
linkage didefinisikan sebagai jumlah perkalian dari lilitan dan fluks ϕ yang bertautan dengan masing-
masing lilitan.
Sekarang kita definisikan induktansi atau induktansi diri sebagai hasil bagi fluks total dengan
arus I. Arus total I yang mengalir dalam kumparan N menimbulkan ϕ dan pertautan fluks Nϕ , disini kita
anggap fluks bertautan dengan masing-masing lilitan. Induktansi dilambangkan dengan L dengan satuan
Henry.
N
L . .................................................................................................................(10)
I
Dimana:
 = Jumlah fluks yang menembus setiap permukaan yang kelilingnya ialah setiap lintasan yang
berimpit dengan salah satu lintasan N.
Persamaan (1) dapat dipakai untuk menghitung induktansi parameter sebuah kabel sesumbu y
yang berjari-jari dalam a dan jejari luar b. Sehingga akan kita dapatkan persamaan sebagai berikut:

Dan kita peroleh induktansi untuk panjang d:

H/m

Guru Fisika : Imam Sanyoto, S.Si.


Lab. Fisika SMA Nasional Pati 4
Lembar Kerja Ujian Praktek Fisika 2010

Induktansi Diri
Merupakan induktansi dimana GGL induksi diri yang terjadi di dalam suatu penghantar bila kuat arusnya
berubah-ubah dengan satuan kuat arus tiap detik.
Arus induktansi diri yang timbul pada sebuah trafo atau kumparan yang dapat menimbulkan GGL
induksi yang besarnya berbanding lurus dengan cepat perubahan kuat arusnya.
Hubungan dengan GGL induksi diri dengan laju perubahan kuat arus dirumuskan Joseph Henry sebagai
berikut:

............................................................................................................................(11)

dimana:
ε = GGL induktansi diri (volt)
ΔI/Δt = Perubahan kuat arus (ampere/detik)

Gaya Gerak Listrik ialah energi per muatan yang dibutuhkan untuk mengalirkan arus dalam loop kawat.
Dari rumus diatas dapat didefinisikan sebagai berikut: suatu kumparan mempunyai induktansi diri
sebesar 1 H bila perubahan arus listrik sebesar 1 A dalam 1 detik pada kumparan tersebut menimbulkan
GGL induksi sendiri sebesar 1 volt.

Induksi Diri Sebuah Kumparan


Perubahan arus dalam kumparan ditentukan oleh perubahan fluks magnetik 0 dalam kumparan.
Besarnya induksi diri dari suatu kumparan ialah:

................................................................................................................................(12)

dimana:
L = Induksi diri kumparan (H)
I = Arus (A)
N = Jumlah lilitan
 = Fluks magnetik kumparan

Induktansi diri Solenoida dan Toroida


Besarnya induktansi solenoida dan toroida dapat kita ketahui dengan menggunakan persamaan berikut:

u o AN 2
L
l .............................................................................................................(13)
dimana:
L = Induktansi diri (H)
μ0 = Permeabilitas Vakum (Wb/Am)
A = Luas penampang (m2)
L = Panjang solenoida (m)
N = Jumlah lilitan

Guru Fisika : Imam Sanyoto, S.Si.


Lab. Fisika SMA Nasional Pati 5
Lembar Kerja Ujian Praktek Fisika 2010

IV. Cara Kerja.


1. Tentukan nilai resistor dengan membaca kode-kode warna pada badan resisor. Hitunglah secara
lengkap beserta nilai toleransinya, contoh R = (10000 ± 500 ) ohm.
2. Tentukan nilai Induktansi diri dengan mengukur panjang solenoida, luas penampang solenoida dan
jumlah lilitan pada solenoida.
3. Tentukan nilai kapasitansi kapasitor dengan cara membaca nilai yang ada di badan kapasitor.

V. Tugas.
1. Hitunglah besar nilai dari resistor, kapasitor dan induktor.
2. Jika resistor, kapasitor dan induktor disusun secara seri dan dihubungkan dengan tegangan AC yang
mempunyai nilai frekuensi listrik AC 50 Hz, maka tentukan nilai impedansi (Z) rangkaian RLC
tersebut !

Guru Fisika : Imam Sanyoto, S.Si.


Lab. Fisika SMA Nasional Pati 6
Lembar Kerja Ujian Praktek Fisika 2010

LAPORAN SEMENTARA PRAKTIKUM FISIKA

Judul Percobaan : …………………………………………….


Hari / Tanggal : ……………………………………………
Jam : ……………………………………………
Nama Praktikan : ……………………………………………
No. / Kelas : …………………………………………..

DATA PENGAMATAN

Resistor
Gelang warna 1 = .................................
Gelang warna 2 = .................................
Gelang warna 3 = .................................
Gelang warna 4 = ................................

Kapasitor
Kode nilai yang tertulis di badan kapasitor = ..................

Cara membaca kode nilai :


Kapasitor milar:
2J 102 JN maka kita ambil nilai tengahnya yaitu 102 yang artinya 1 ditambah nol yang jumlahnya 2 sehingga
nilainya adalah 100 nF, nF artinya adalah nano Farad.

Kapasitor keramik
102, artinya 1 ditambah nol dua sehingga nilainya adalah 100 pF, pF artinya piko Farad.
68, artinya adalah nilainya 68 pF.

Induktor
Panjang lilitan = .....................m
Diameter lilitan = ...................m
Jumlah lilitan = ........................
Frekuensi listrik AC = 50 Hz

Pati, …………………………………..
Mengetahui, Praktikan,
Guru Mapel Fisika

IMAM SANYOTO, S.Si. ………………………………………….

Guru Fisika : Imam Sanyoto, S.Si.


Lab. Fisika SMA Nasional Pati 7