Anda di halaman 1dari 22

Desain Kolom Segiempat

dengan Tulangan 2 Sisi

(10308073)

(10308071)

(10308077)
Dalam mendesain kolom segiempat dengan
tulangan pada 2 sisi harus memiliki peta desain
yaitu :

1. Pembebanan (Pu dan Mu)


Step 1

2. Mutu Beton (F’c)


3. Mutu Baja (Fy)
• Setelah itu menentukan nilai eksentrisitas
e=Mu/Pu
Step 2
Asumsikan nilai b, d, h, d’, p dan jenis tulangan
melintang
Step 3
• Menentukan Nilai Cb, ab dan, f’s
600
Cb  (d )
600  f y
Step 4

ab  cb  1

0,003  (cb  d ')


f 'sb  Es   s  Es 
cb
dengan nilai fs = fy
• Menentukan nilai Mnb, Pnb, dan eb
h ab h h
M nb  0,85  f 'c  b  ab  (  )  A 's  f 's (  d ')  As  fy  (d  )
2 2 2 2
Pnb  0,85  f ' c  ab  b  ( A 's  f 's )  ( As  f y )
Step 5

M nb
eb 
Pnb
• Membadingkan Harga e dengan eb

e  eb atau e  eb
Step 6

Jika nilai e tidak Jika nilai e lebih


lebih besar dari nilai besar dari nilai eb
eb maka kolom maka kolom dalam
dalam kondisi tekan kondisi tarik
menentukan atau menentukan atau
keruntuhan tekan keruntuhan tarik

OK Desain tulangan lateral OK


(sengkang)
e  eb

bhf 'c A's f y


Pn  
3he e
 1,18  0,5
d 2
d  d'

 Pn  Pu Ø = faktor reduksi
(SK SNI 11.3)

Jika nilai Ø Pn mendekati atau sebanding dengan nilai


Pu, maka desain kolom Ok..
e  eb
Jika f sb'  f y
As
Maka  
bd
fy
m
0, 85  f c'  b
h  2e h  2e 2 d'
Pn  0, 85 f c'bd  [ ( )  2m  (1  )]
2d 2d d
Dengan demikian eksentrisitas diperhitungkan
sebagai :
h
e '  [e  ( d  )]
2
maka :
e' e' d'
Pn  0,85 f 'c bd  (1  )  [ (1  ) 2  2m  (1  )]
d d d
e' e' 2 d'
Pn  0,85 f 'c bd  (1  )  [ (1  )  2m (1  )]
d d d
Setelah nilai Pn diketahui, bandingkan harga f’s yang dimiliki
terhadap fy
pn
a 
0, 85 f 'c b
a
c 
1
cd '
f 's  Es  0, 003 
c
Jika f 's  f y

Maka
 Pn  Pu Ø = faktor reduksi
(SK SNI 11.3)
Jika nilai Ø Pn mendekati atau sebanding dengan nilai
Pu, maka desain kolom Ok..
Jika f 's  f y

Maka

Gunakan Prosedur Coba-coba dan


Penyesuaian Untuk Mendapatkan Nilai Pn

 Pn  Pu
Jika nilai Ø Pn mendekati atau sebanding dengan nilai
Pu, maka desain kolom Ok..
e  eb
Jika f sb'  f y

Maka

Gunakan Prosedur Coba-coba dan


Penyesuaian Untuk Mendapatkan Nilai Pn

 Pn  Pu
Jika nilai Ø Pn mendekati atau sebanding dengan nilai
Pu, maka desain kolom Ok..
• Desain tulangan lateral

Untuk mendapatkan jarak spasi sengkang pilih


yang paling kecil dari nilai :

– 16 kali diameter tulangan pokok memanjang


– 48 kali diameter tulangan sengkang
– Dimensi terkecil kolom
• Contoh Soal:
Suatu kolom dengan pengikat seperti tampak
pada gambar di bawah ini menahan gaya
desak aksial batas Pu = 1600 kNm dan Momen
Contoh Soal

Mu= 185 kNm Perkiraan penulangan (ρg)


adalah 2 % dan selimut beton efektif d’ =
70mm. Beton normal, f’c = 35 MPa, fy = 400
MPa. Rencanakan tulangannya.
• Jawaban :

Pu =1600 kN
Mu =185 kNm
𝑀𝑢 185 (10)3
e= = = 116 mm
𝑃𝑢 1600

Menentukan penulangan :
ditaksir ukuran kolom 400mm x 400mm
dengan jumlah penulangan 2% .
As
ρ = ρ’= =0,01 dengan d’=70mm
bd
• As= As’=0,01 (400) (330) = 1320 mm2
Dicoba dengan 3D25 pada masing-masing sisi
kolom (As = 1472,6 mm2)
1472,6
ρ= =0,0112
400(330)
Pemeriksaan Pu terhadap beban seimbang Pub.
d = 400-70 = 330 mm
600(330)
Cb = = 198 mm
600+400
β1= 0,81 (f’c =35MPa)
Ab = β1 c=0,81(198)= 160,4 mm
198−70 fy
εs’= (0,003)= 0,0019 <
198 𝐸𝑠
fs’= Es εs’ = 200.000(0,0019)= 387,9Mpa
ϕPnb= 0,65 [0,85fc’abb +As’fs-As fy]
= 0,65 [0,85(35) (160,4)
(400)+1472,6(387,9)-1472,6 (400)(10)-3]
=1229 kN <Pu, maka e>eb
Dengan demikian kolom akan mengalami
hancur dengan diawali beton di daerah tekan
atau tekan menentukan
• Memeriksa kekuatan penampang,
𝐴𝑠 ′ 𝑓𝑦 𝑏ℎ 𝑓𝑐′
𝑃𝑛 = 𝑒 +
+ 0,5 3ℎ𝑒 + 1,18
(𝑑 − 𝑑′) 𝑑2
1472,6(400) 400 400 (35)
= +
116 3(400)(116)
+ 0,5 + 1,18
(330 − 70) (330) 2

= 622563 + 2278055
= 2900618 𝑁 = 2900,2𝑘𝑁
𝜙𝑃𝑛 = 0,65 2900,2 = 1885,4 𝑘𝑁
𝑷𝒖 = 𝟏𝟔𝟎𝟎𝒌𝑵 ∝ 𝝓𝑷𝒏 = 𝟏𝟖𝟖𝟓, 𝟒 𝒌𝑵
Dengan demikian penampang kolom telah memenuhi
persyaratan.
Desain tulangan lateral :
Dengan menggunakan batang tulangan D10, jarak spasi
sengkang ditentukan nilai terkecil dari ketentuan-
ketentuan berikut ini,
a. 16 kali diameter tulangan pokok memanjang (D25)
= 400 mm
b. 48 kali diameter tulangan sengkang (D10) = 480
mm
c. Dimensi terkecil kolom = 400mm
Maka digunakan batang tulangan sengkang D10 dengan
jarak 400 mm
Daftar Pustaka
Dipohusodo, Istimawan,1994, Struktur Beton Bertulang
Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03 Departemen Pekerjaan
Umum RI, Gramedia: Jakarta.

Gurki, J. Thambah Sembiring, 2003, Geton Bertulang,


Rekayasa Sain: Bandung.

RSNI3, SK SNI 03-xxxx-2002 “ Tata Cara Perhitungan


Struktur Beton untuk Bangunan Gedung”.

Wahyudi, L dan Syahril A.Rahim, 1999, Struktur Beton


Bertulang Standar Baru SNI-15-1991-03, Gramedia:
Jakarta.