Anda di halaman 1dari 2

Fuzzy Time Series dengan Dual-Factor untuk Peramalan Bursa Saham

(Fuzzy Dual-Factor Time Series for Stock Index Forecasting)

Pemodelan fuzzy time series telah banyak digunakan untuk menyelesaikan


berbagai permasalahan dalam peramalan, seperti jumlah pendaftar pada
universitas, peramalan keuangan, dan peramalan temperatur. Dalam prosesnya,
untuk bisa mengadaptasi model peramalan dengan faktor-faktor berpengaruh
yang kompleks seperti peramalan cuaca dan harga saham misalnya, maka lebih
dari satu faktor harus digunakan dalam peramalan untuk menghasilkan hasil
yang lebih akurat.

Dalam pasar saham, volume penjualan saham memiliki peranan yang penting
dalam teori analisa teknikal tentang saham. Telah terbukti bahwa hubungan
antara volume penjualan dan fluktuasi harga itu sangatlah kuat. Oleh karena itu,
maka diusulkan dalam tulisan ini adalah suatu metode baru dalam fuzzy time
series yang menggunakan harga saham dan volume penjualan dalam proses
peramalan harga saham itu sendiri. Pemodelan ini menjalankan dua pendekatan
peramalan yang terpisah dan kemudian digabungkan melalui persamaan
peramalan dual-factor untuk menghasilkan nilai akhir peramalan.

Sebagaimana diketahui bahwa proses peramalan dengan metode fuzzy time


series memiliki 6 tahap yaitu : (1) tentukan himpunan semesta dan bagi menjadi
beberap interval; (2) tentukan himpunan fuzzy untuk tiap-tiap data yang
diamati; (3) lakukan proses fuzzifikasi terhadap data yang diamati; (4) bentuk
fuzzy relationship dan fuzzy relationship group; (5) lakukan proses peramalan;
(6) lakukan defuzzifikasi terhadap hasil peramalan.

Hubungan sebab akibat berdasarkan hasil analisa terhadap GNP (Gross National
Product) dan hubungan ketersediaan uang dapat digambarkan dengan model
dual time series yang terdiri dari faktor-faktor yang saling berpengaruh satu
sama lain. Dalam bursa saham, regresi dari dual time series bisa didefinisikan
dengan rumus fungsi linier sebagai berikut, di mana It adalah harga masa depan
dan Vt adalah volume penjualan masa depan.
𝑛 𝑛

𝐼t = 𝑎𝑖 𝑉𝑡−𝑖 + = 𝑏𝑗 𝐼𝑡−𝑗 + 𝑢𝑡
𝑖 𝑗

𝑛 𝑛

𝑉t = 𝑙𝑖 𝑉𝑡−𝑖 + = 𝑘𝑗 𝐼𝑡−𝑗 + 𝑢𝑡
𝑖 𝑗

Dalam penyertaan volume pada proses peramalan fuzzy time series, yang
digunakan adalah indicator analisis teknikal atas volume perdagangan saham,
dirumuskan sebagai :
n n
i=1 𝑉up 𝑡 − i=1 𝑉down 𝑡
VR 𝑡 = n
i=1 𝑉 𝑡
Di mana Vup(t) adalah volume perdagangan bursa saham meningkat dan Vdown(t)
adalah volume perdagangan bursa saham ketika bursa saham menurun.

Dalam fuzzy dual-factor time series, dilakukan pendekatan peramalan dengan


dua faktor secara terpisah kemudian dilakukan suatu integrasi untuk
menghasilkan nilai akhir peramalan dengan menggunakan persamaan
peramalan linier dual-factor sebagai berikut :

𝐷𝐹(𝑡 + 1) = 𝑎 ∗ 𝑀(𝐿𝑉𝑅 𝑡 ∗ 𝐼 𝑡 + 𝑏 ∗ 𝑓𝑜𝑟𝑒𝑐𝑎𝑠𝑡 𝑡 + 1 − 𝐼 𝑡 + 𝐼(𝑡)

Di mana I(t) adalah harga saham pada saat t; forecast(t+1) adalah peramalan
harga saham pada saat t+1; b adalah parameter penyesuaian untuk inisialisasi
peramalan berdasarkan pada harga saham; LVR(t) adalah nilai linguistic untuk
indicator. M adalah fungsi pentransfer sinyal untuk mengkonversi nilai
linguistic menjadi penanda pengiring pasar; a adalah parameter penyesuaian
yang didasarkan pada indicator analisis teknikal.

Translated From : Fuzzy dual-factor time-series for index forecasting by Hsing-Hui Chu,
Tai-Liang Chen, Ching-Hsue Cheng, Chen-Chi Huang. Expert System with
Applications 36 (2009) 165-171