Anda di halaman 1dari 4

Kirim Teman | Print Artikel

Boraks & Formalin: Lalat Saja Nggak Doyan ...

Jakarta, Kamis

“Pakai formalin nggak, Mang, tahunya?”


tanya seorang ibu. “Kalau mau tahu yang
bebas formalin gampang kok, Bu, pilih saja
yang dilaletin,” sahut ibu yang satu lagi.

Seperti biasa, celoteh sejumlah ibu saat


merubungi tukang sayur keliling selalu menghiasi
suasana pagi di suatu kompleks perumahan. Berita Terkait:
Namun, sejak diberitakan tentang pengawet
• Pedagang Bakso & Mi Ayam,
mayat (formalin), boraks (antiseptik), juga
Tergilas Isu Tikus dan Formalin
pewarna tekstil (Rhodamin B) yang dipakai untuk
mengawetkan makanan, banyak orang menjadi • Kini Konsumen Pilih yang
lebih berhati-hati. "Buruk" dan Cepat Basi
• Pilih Ikan Segar & Tahu
Selain lebih cerewet tanya ini itu kepada
Mudah Hancur
penjualnya, tiap orang juga mencari kiat mudah
untuk mencirikan makanan yang aman. Seperti
ibu tadi. Menurutnya, makanan berformalin akan
dijauhi lalat. Lalu, makanan seperti bakso yang mengandung boraks, tak bakal disentuh
kucing. “Binatang saja nggak doyan, masa iya manusia mesti memakannya,” ujarnya.

Sampel dan pengujian laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)
akan adanya pengawet berbahaya itu awal Desember lalu memang hanya mencakup
wilayah Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Mataram,
dan Makassar. Namun, ada baiknya seluruh rakyat Indonesia saat ini mewaspadai
kenyataan itu.

Sebetulnya penggunaan pengawet yang dapat memicu penyakit itu telah digunakan sejak
belasan tahun lalu. Mungkin saja bahan makanan lain yang tidak masuk pengujian
BPOM juga telah terkontaminasi zat-zat kimia itu.

Produk makanan atau sampel yang diuji meliputi tahu, mi basah, dan ikan yang secara
keseluruhan berjumlah 761 sampel.

Formalin Merusak Saraf Pusat

Formalin adalah bahan kimia yang kegunaannya untuk urusan luar tubuh. Contohnya
untuk pembunuh hama, pengawet mayat, bahan disinfektan dalam industri plastik, busa,
dan resin untuk kertas.

Di dalam formalin terkandung sekitar 37 persen formaldehid dalam air. Biasanya


ditambahkan metanol hingga 15 persen sebagai pengawet.
Akibat masuknya formalin pada tubuh bisa akut maupun kronis. Kondisi akut tampak
dengan gejala alergi, mata berair, mual, muntah, seperti iritasi, kemerahan, rasa terbakar,
sakit perut, dan pusing.

Kondisi kronis tampak setelah dalam jangka lama dan berulang bahan ini masuk ke
dalam tubuh. Gejalanya iritasi parah, mata berair, juga gangguan pencernaan, hati, ginjal,
pankreas, sistem saraf pusat, menstruasi, dan memicu kanker.

Pertolongan pertama pada keracunan akut

Tergantung konsentrasi cairan dan gejala yang dialami korban.

* Sebelum ke rumah sakit: Gunakan arang aktif (norit). Jangan memberi rangsang agar
muntah karena menimbulkan risiko trauma korosif pada saluran coma atas.

* Di rumah sakit: Dilakukan bilas lambung (gastric lavage), pemberian arang aktif (meski
pemberian ini akan mengganggu penglihatan bila dilakukan teropong usus untuk
mendiagnosis trauma esofagus dan saluran cerna).

Hemodialisis (cuci darah) untuk mengeliminasi habis formalin dari tubuh. Tindakan ini
dilakukan bila terjadi keadaan asidosis metabolik (keracunan berat yang mengganggu
metabolisme).

Ciri makanan berformalin:

Mi basah:
• Bau sedikit menyengat.
• Awet, tahan dua hari dalam suhu kamar (25 Celsius). Pada suhu 10 derajat C atau dalam
lemari es bisa tahan lebih 15 hari.
• Mi tampak mengkilat (seperti berminyak), liat (tidak mudah putus), dan tidak lengket.

Tahu:
• Bentuknya sangat bagus.
• Kenyal
• Tidak mudah hancur dan awet (sampai tiga hari pada suhu kamar 25 derajat Celcius).
Pada suhu lemari es 10 derajat Celcius tahan lebih dari 15 hari.
• Bau agak menyengat.
• Aroma kedelai sudah tak nyata lagi.

Ikan:
• Warna putih bersih.
• Kenyal.
• Insangnya berwarna merah tua dan bukan merah segar.
• Awet (pada suhu kamar) sampai beberapa hari dan tidak mudah busuk.
• Tidak terasa bau amis ikan, melainkan ada bau menyengat
Bakso:
• Kenyal.
• Awet, setidaknya pada suhu kamar bisa tahan sampai lima hari.

Ikan asin:
• Ikan berwarna bersih cerah.
• Tidak berbau khas ikan.
• Awet sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar (25 derajat C).
• Liat (tidak mudah hancur).

Ayam potong:
• Berwarna putih bersih.
• Tidak mudah busuk atau awet dalam beberapa hari.

Boraks Bisa Mematikan

Menurut Dra. Euis Megawati, Apt., boraks adalah bahan solder, bahan pembersih,
pengawet kayu, antiseptik kayu, dan pengontrol kecoak. Sinonimnya natrium biborat,
natrium piroborat, natrium tetraborat. Sifatnya berwarna putih dan sedikit larut dalam air.

Sering mengonsumsi makanan berboraks akan menyebabkan gangguan otak, hati, lemak,
dan ginjal. Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkan demam, anuria (tidak
terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, apatis,
sianosis, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, pingsan, bahkan kematian.

Ciri makanan berboraks

Sama seperti formalin, cukup sulit menentukan apakah suatu makanan mengandung
boraks. Hanya lewat uji laboratotium, semua bisa jelas. Namun, penampakan luar tetap
memang bisa dicermati karena ada perbedaan yang bisa dijadikan pegangan untuk
menentukan suatu makanan aman dari boraks atau tidak.

Bakso

• Lebih kenyal dibanding bakso tanpa boraks.


• Bila digigit akan kembali ke bentuk semula.
• Tahan lama atau awet beberapa hari
• Warnanya tampak lebih putih. Bakso yang aman berwarna abu-abu segar merata
di semua bagian, baik di pinggir maupun tengah.
• Bau terasa tidak alami. Ada bau lain yang muncul.
• Bila dilemparkan ke lantai akan memantul seperti bola bekel.

Gula Merah

• Sangat keras dan susah dibelah.


• Terlihat butiran-butiran mengkilap di bagian dalam.
Pewarna Kain di Jajanan Anak

Selain formalin dan boraks, beberapa jenis bahan makanan yang diuji BPOM juga
mengandung bahan berbahaya seperti pewarna tekstil, kertas, dan cat (Rhodamin B),
methanyl yellow, amaranth.

Pemakaian ini sangat berbahaya karena bisa memicu kanker serta merusak ginjal dan
hati. Payahnya lagi, bahan-bahan ini ditambahkan pada jajanan untuk anak-anak seperti
es sirop atau cendol, minuman ringan seperti limun, kue, gorengan, kerupuk, dan saus
sambal.

Ciri makanan yang mengandung Rhodamin B:

• Warna kelihatan cerah (berwarna-warni), sehingga tampak menarik.


• Ada sedikit rasa pahit (terutama pada sirop atau limun).
• Muncul rasa gatal di tenggorokan setelah mengonsumsinya.
• Baunya tidak alami sesuai makanannya. @