Anda di halaman 1dari 3
 
Erika . 0706291243 . Jurusan Ilmu Hubungan Internasional . Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik . Universitas Indonesia
Page | 1
Tugas Counter Review I Mata Kuliah Rezim Keuangan Internasional
 Nama : Erika  NPM : 0706291243 Sumber Bacaan :
A. Prasetyantoko. “Keynes: Spekulasi dan Ketidakpastian” dalam A. Prasetyantoko,
 Bencana Finansial: Stabilitas sebagai Barang Publik 
. (Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2008), hal. 67-81.
Uncertainty in the Economic System and How To Deal With It
Liberalisasi perdagangan yang semakin masif menyebabkan pergerakan modal yang tidak terkontrol. Pergerakan modal yang semakin liar ini juga lantas melahirkan dan menguatkan kembali  pandangan
keynesianism
 yang menyerukan perlunya intervensi negara dalam mengatur kegiatan  perekonomian. Pemikiran kelompok
keynesianism
 inilah yang berusaha disampaikan oleh A. Prasetyantoko
dalam tulisannya yang berjudul “Keynes: Spekulasi dan Ketidakpastian”
 yang dimuat dalam bukunya yang
 berjudul “Bencana Finansial”. Dalam tulisan tersebut, Prasetyantoko khususnya membahas mengenai
 pandangan John Maynard Keynes terhadap sektor yang ramai dibicarakan belakangan ini, sektor finansial. Pada bagian pertama mengenai sirkulasi kapital, Prasetyanyoko membahas mengenai pengertian uang menurut Keynes, serta bagaimana hubungan uang dengan kredit. Keynes dan kelompok Teori Konvensi mengatakan bahwa uang bukanlah komoditas, melainkan hasil dari konvensi sosial yang menjadikan penggunaannya tidak bisa dilepaskan dari kontrak yuridis yang legal. Bagi Keynes, uang  berperan penting dalam mempengaruhi motif dan keputusan yang pada gilirannya akan berdampak pada situasi ketidakpastian. Menurut Keynes dan mazhab
Cambridgian
, penciptaan uang ditentukan oleh kredit.
Pemikiran Keynes ini sering disebut sebagai “
the principle of effective demand 
”, yaitu bahwa uang
diciptakan untuk disalurkan pada sektor produktif sebagai kredit. Keynes mengatakan bahwa uang bersifat endogen, yaitu hasil dari permintaan aliran kredit yang diciptakan oleh dinamika sektor produksi. Peran para
entrepreneur 
, karenanya, sangat penting untuk menentukan kebutuhan akan permintaan kredit, yang pada akhirnya akan menentukan jumlah penawaran uang itu sendiri. Pada bagian kedua mengenai investasi, dikatakan bahwa investasi menurut
keynesian
 akan ditentukan oleh ekspektasi atas keuntungan. Ekspektasi itu sendiri akan ditentukan oleh dua faktor penting, yaitu ekspektasi
return on investment 
 dan oleh tingkat penjualan. Investasi dianggap sebagai komponen  paling penting dalam menentukan pergerakan dinamika ekonomi. Keynes memandang siklus bisnis sebagai sesuatu yang bersumber pada kekuatan endogen, di mana faktor-faktor yang menentukan siklus ekonomi adalah investasi, ekspektasi, dan distribusi. Perbedaan pokok pemikiran Keynes dengan pandangan ekonomi klasik terletak pada hipotesis tentang masa depan, di mana Keynes meyakini bahwa tidak ada satu pun cara untuk meramalkan masa depan sehingga keputusan ekonomi, khususnya yang berhubungan dengan investasi,  bisa dilakukan dengan baik. Menurut Keynes, individu selalu dihadapkan pada situasi ketidakpastian yang
 
Erika . 0706291243 . Jurusan Ilmu Hubungan Internasional . Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik . Universitas Indonesia
Page | 2
tinggi, yang pada akhirnya akan mempengaruhi tingkat kemakmuran sebagai fungsi dari uang. Sistem ekonomi, karenanya, merupakan subjek dari fluktuasi yang disebabkan oleh instabilitas investasi. Menanggapi unsur ketidakpastian dalam memandang masa depan yang menjadi ciri utama  pemikiran
keynesianism
, penulis sendiri cenderung setuju dengan apa yang dikatakan Keynes. Adapun ketidakstabilan dari masa depan dalam perekonomian itu disebabkan karena dua hal, yaitu tidak tersedianya informasi sempurna bagi setiap pelaku pasar, dan karena investasi, sebagai salah satu faktor penyusun kegiatan perekonomian, selalu didasarkan pada perhitungan yang rasional sementara rasionalitas setiap individu itu berbeda-beda. Sehingga dapat dikatakan, ekonomi moneter merupakan hal yang
unstable
 karena agen-agen ekonomi harus mengambil keputusan di tengah kondisi ketidakpastian yang ada.
1
 Penulis sendiri cenderung menganggap logika pemikiran Keynes tersebut sebagai logika yang masuk akal. Akan tetapi yang kemudian menjadi pertanyaan bagi penulis adalah, dalam suatu kondisi yang anarkis seperti itu, bagaimana seorang pelaku ekonomi dapat lantas memaksimalkan keuntungannya? Apa yang ditawarkan
keynesianism
 sebagai jalan keluar bagi kondisi ketidakpastian tersebut? Hal inilah yang menurut penulis kurang dibahas dalam tulisan Prasetyantoko tersebut. Prasetyantoko hanya membahas mengenai bagaimana kondisi ketidakpastian dari masa depan kemudian akan mempengaruhi ekspektasi akan investasi, tanpa menjelaskan mengenai bagaimana solusi untuk mengurangi ketidakpastian tersebut menurut
keynesianism
. Jika mau dirunut lebih lanjut dari tulisan asli Keynes yang berjudul
The General Theory of  Employment, Interest, and Money
, Keynes sebenarnya telah memberikan solusi tersendiri untuk
meminimalisir ketidakpastian pasar tersebut. Keynes mengatakan “
 I conceive, therefore,
 
that a somewhat comprehensive
 socialisation of investment
will 
 
 prove the only means of securing an approximation to full 
 
employment 
2
. Yang dimaksud dengan “
 socialization of investment 
” adalah dibuatnya suatu mekanisme
institusi endogen, misalnya berupa kehadiran organisasi yang dipimpin negara, untuk memitigasi ketidakpastian dari keputusan individu.
3
 Di sini, institusi merupakan elemen penting yang dapat menentukan stabilitas ekonomi dan keadilan sosial. Di dalam dunia yang penuh ketidakpastian, kehadiran institusi negara bersifat esensial dalam menyediakan jaminan terselenggaranya perjanjian kontraktual dalam masa kini dan masa depan.
4
 Sehingga elemen ketidakpastian yang menjadi inti pemikiran
keynesianism
 dapat diminimalisir dengan bergabung dalam sebuah institusi global,
yang menyediakan “aturan main”
sendiri bagi para anggotanya. Pemikiran ini mirip dengan Teori Rezim Internasional yang disampaikan Krasner dan Keohane, di mana kehadiran rezim internasional dipandang esensial karena mampu menyediakan
 framework of negotiations
 sekaligus mampu mengkoordinasi ekspektasi setiap negara
1
 Fernando Ferarri Filho,
The Concept of Uncertainty in Post Keynesian Theory and in Institutional Economics
. http://www.econ.fea.usp.br/ seminarios/artigos2/uncertainty.pdf, diakses pada 16 Februari 2010, pukul 19.36.
2
 John M. Keynes,
The General Theory of Employment, Interest and Money
. (New York: Harcourt Brace, 1964), hal. 378.
3
 Filho,
op.cit.
4
 Paul Davidson,
 Post Keynesian Macroeconomic Theory
. (Aldershot: Edward Elgar, 1994), hal. 102.

Puaskan Keingintahuan Anda

Segala yang ingin Anda baca.
Kapan pun. Di mana pun. Perangkat apa pun.
Batalkan Kapan Saja
576648e32a3d8b82ca71961b7a986505