Anda di halaman 1dari 4

Amal shalih

Dalam Al-Qur’an, kata amal shaleh selalu dihubungkan dengan


iman. Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang
iman yang kemudian diikuti dengan kata amal shaleh, seakan-akan
keduanya merupakan pasangan yang tidak bisa dipisahkan.
Meskipun tidak semua kata iman dihubungkan dengan amal shaleh,
tetapi banyaknya kata iman dan amal shaleh yang dihubungkan
dengan iman menunjukkan bahwa iman dan amal shaleh
merupakan dua hal yang sangat dekat, seperti yang difirmankan
:oleh Allah dalam surat Al-Kahfi berikut
Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, "
tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang
(yang mengerjakan amalan (nya) dengan baik." (Al-Kahfi: 30
Ayat di atas menggambarkan bahwa suatu perbuatan baik (amal
shaleh) yang disertai dengan iman, maka amal perbuatan tersebut
tidak akan sia-sia, melainkan diterima di sisi Allah. Sebaliknya, hal
ini memberikan pengertian bahwa suatu amal perbuatan baik,
manakala tidak disertai dengan iman, berarti tidak akan membawa
kebaikan apa-apa bagi manusia. Dalam ayat lain Allah juga
:berfirman

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki "


maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka
sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang
baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka
dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
(kerjakan." (An-Nahl: 97
Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah "
mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka
(balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada
.(dirugikan." (Al-Ahqaf: 19
:Sedangkan dari hadis Nabi yang mulia
(‫ن )الطبراني‬ٍ ‫ل ِإْيَما‬
َ ‫ل ِب‬
ٌ ‫عَم‬
َ ‫ل‬
َ ‫ل َو‬
ٍ ‫عَم‬
َ ‫ل‬
َ ‫ن ِب‬
ُ ‫ل ِإْيَما‬
ُ ‫ل ُيْقَب‬
َ
Tidak diterima iman tanpa amal dan tidak diterima amal tanpa "
(iman.” (At-Thabrani
Masih banyak lagi ayat-ayat dan hadits-hadits yang menjelaskan
tentang masalah iman dan amal shaleh ini. Akan tetapi apa yang
dimaksud dengan kata “amal shaleh” ini? Apakah amal shaleh itu
hanya merupakan amal yang ada kaitannya dengan ibadah ataukah
termasuk di dalamnya amal perbuatan lainnya yang tidak termasuk
?dalam ibadah mahdhah
Menilik pada ayat-ayat dan hadits-hadits yang dipaparkan di atas,
tidak ada penjelasan yang spesifik bahwa yang disebut amal shaleh
adalah amalan-amalan ibadah mahdhah, tetapi ayat-ayat di atas
memiliki makna yang umum, yaitu barangsiapa yang beramal
shaleh dan disertai dengan iman, maka dia akan mendapatkan
balasan yang besar di sisi Allah. Ini menunjukkan bahwa kata amal
shaleh memiliki makna yang umum, yaitu segala amal perbuatan
yang dapat memberi manfaat bagi manusia, baik yang berkaitan
dengan amal perbuatan keduniawian maupun keakhiratan dapat
.disebut amal shaleh
Rasulullah saw. Sendiri ketika menjelaskan tentang seseorang
yang bekerja mencari makan dengan tangannya sendiri, jauh lebih
baik daripada orang yang meminta-minta, karena itu bekerja
apapun pekerjaannya, asalkan halal dan tidak bertentangan dengan
:syariat, juga disebut sebagai amal shaleh, seperti sabda beliau

ِ‫ل َيِده‬
ِ ‫عَم‬
َ ‫ن‬
ْ ‫ل ِم‬
ُ ‫ن َيْأُك‬
َ ‫ل َداُوْوَد َكا‬
ِ ‫يا‬
ّ ‫ن َنِب‬
ّ ‫ل َيِدِه َوِإ‬
ِ ‫عَم‬
َ ‫ن‬ ْ ‫ل ِم‬َ ‫ن ِيْأُك‬
ْ ‫ن َأ‬
ْ ‫خْيًرا ِم‬ َ ‫ط‬ ّ ‫طَعاًما َق‬َ ‫حٌد‬َ ‫ل َأ‬
َ ‫َما َأَك‬
Tidak ada seorangpun makan makanan yang lebih baik dari hasil "
jerih payahnya sendiri, dan sesungguhnya Nabi Dawud makan
(dari hasil jerih payahnya sendiri”. (HR. Bukhari
Hadits di atas menjelaskan bahwa orang yang bekerja
membanting tulang untuk keperluan diri dan keluarganya,
sehingga dia mendapatkan rizki yang halal, maka pekerjaannya
itu disebut sebagai amal shaleh yang mendatangkan pahala yang
,besar dari sisi Allah. Rasulullah juga bersabda
‫سى َمْغُفْوًرا َلُه‬ َ ‫ل َيَدْيِه َأْم‬ِ ‫عَم‬
َ ‫ن‬ ْ ‫ل ِم‬ً ‫سى َكا‬ َ ‫ن َأْم‬
ْ ‫َم‬
Barang siapa yang di waktu sore capek karena bekerja keras "
.(maka pada sore itu dia telah diampuni.” (Ahmad
Hadits di atas memberikan penjelasan bahwa keringat seseorang
yang mengucur karena kerja mencari nafkah untuk diri sendiri dan
keluarga, merupakan ibadah yang dapat menghapus dosa. Tetapi
yang menjadi pertanyaan adalah apakah semua pekerjaan yang
?dilakukan oleh seseorang dapat disebut sebagai amal shaleh

Menjawab pertanyaan ini, tentu kita harus melihat ayat-ayat lain


yang berkaitan dengan amal shaleh. Seperti yang dijelaskan
sebelumnya bahwa kata iman dan amal shaleh, selalu disebutkan
secara berdampingan. Ini mengandung arti bahwa seseorang baru
bisa dikatakan beramal shaleh bila dia beriman kepada Allah yang
“Ahad” (Esa). Jika dia tidak beriman maka akan sia-sialah amal
.seseorang

Allah SWT berfirman: “Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan


kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”
Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan
dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat
.(sebaik-baiknya” (QS. Al Kahfi, 18 : 103-104

Ayat di atas dengan jelas menjelaskan bahwa amal perbuatan


manusia yang baik-baik akan menjadi sia-sia dan tidak berguna di
akhirat, jika tidak disertai dengan iman. Amal perbuatan baik yang
tidak disertai dengan iman digambarkan oleh Allah seperti debu-
.debu yang beterbangan yang tidak ada manfaatnya
Allah SWT berfirman: “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka
kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang
berterbangan” (QS. Al Furqaan, 25 : 23). Juga dalam firman-Nya:
“Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka
adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari
yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat
sedikit pun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang
.(demikian itu adalah kesesatan yang jauh” (QS. Ibrahim, 14 : 18

Di samping iman, syarat lain sebuah amal shaleh akan


mendatangkan pahala jika disertai dengan niat yang baik, bukan
karena riya’. Niat yang bagus adalah niat untuk mendapat ridho
.Allah SWT. Atau untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT

Di antara orang-orang Arab Badwi ada orang yang beriman kepada ”


Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang
dinafkahkannya di jalan Allah untuk mendekatkannya kepada Allah
dan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya
nafkah itu untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kelak Allah akan
memasukan mereka kedalam rahmat (surga)Nya; Sesungguhnya
[Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [At Taubah:99
Orang yang berbuat kebaikan hanya untuk mendapat ridho Allah
:akan mendapat pahala berlipat ganda
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang”
menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir
benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus
biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia
kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha
[Mengetahui.” [Al Baqarah:261
Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya”
karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka,
seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram
oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali
lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun
memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat” [Al
[Baqarah:265

:Di tempat lain Allah berfirman


Aku adalah yang paling tidak butuh kepada syarikat, maka“
barangsiapa yang beramal suatu amalan untuku lantas ia
mensyerikatkan amalannya tersebut (juga) kepada selainku maka
Aku berlepas diri darinya dan ia untuk yang dia syarikatkan” (HR.
Ibnu Majah 2/1405 no. 4202, adapun lafal Imam Muslim (4/2289 no
.(”2985) adalah, “aku tinggalkan dia dan kesyirikannya
Ayat-ayat dan hadits di atas menjelaskan bahwa amal shaleh yang
diterima di sisi Allah adalah yang diniatkan karena Allah bukan
untuk yang lain, seperti karena riya’ dan sebagainya. karena itu, jika
seseorang melakukan amal perbuatan baik secara lahiriyah, tetapi
niatnya bukan karena Allah, melainkan karena seseorang atau yang
lain, maka amal perbuatannya menjadi sia-sia seperti buih yang
terbawa air atau debu yang diterbangkan oleh angin. Untuk itu,
guna meningkatkan kualitas amal shaleh kita, maka ada beberapa
hal yang harus kita perhatikan: pertama, amal shaleh kita harus
senantiasa dilandasi karena keimanan kepada Allah dan kita harus
berniat bahwa amal perbuatan kita tersebut dilakukan dalam rangka
.untuk beribadah kepada Allah. Wallahu a’lam bishawab