Anda di halaman 1dari 9

PENGUJIAN MUTU BIODIESEL

A. ACARA
Praktikum pengujian mutu pada biodiesel dengan beberapa parameter
yaitu analisis bilangan asam, massa jenis, abu tersulfatkan, dan viskositas.

B. PRINSIP
1. Analisis Bilangan Asam : Pelarutan contoh lemak atau minyak dalam pelarut
organic tertentu (alcohol netral 96%) dilanjutkan dengan penitaran dengan
basa (NaOH atau KOH).
2. Massa Jenis : Perbandingan antara massa jenis pada suhu 40oC dengan massa
jenis aquadest pada suhu yang sama dinyatakan dalam gram/liter.
3. Abu Tersulfatkan : Mengarangkan sampel kemudian mengabikan sampel
tersebut pada suhu 775oC dengan penambahan beberapa tetes asam sulfat
pekat.
4. Viskositas : Viskositas kinematik diukur dengan alat viskosimeter yang telah
dikalibrasi sampai volume cairan tertentu mengalir di bawah pengaruh
gravitasi pada suhu yang ditentukan dimana contoh masih dapat mengalir
dalam pipa viskosimeter kering.

A. TUJUAN
Menentukan mutu dalam biodiesel dengan parameter bilangan asam,
massa jenis, abu tersulfatkan, bilangan iod, dan viskositas berdasrkan SNI 04-
7182-2006.

B. TINJAUAN PUSTAKA
Mutu suatu produk dan jasa dapat didefinisikan sebagai gabungan sifat-
sifat yang khas yang terdapat dalam suatu produk dan jasa dan dapat
membedakan setiap satuan produk dan jasa serta mempengaruhi secara nyata
penentuan derajat penerimaan konsumen terhadap produk dan jasa tersebut.
Mutu suatu produk dan jasa tidak tergantung pada salah satu sifat khas
yang ada pada produk dan jasa tersebut tetapi juga tergantung pada beberapa
sifat yang merupakan satu kesatuan yang dituntut kesempurnaannya dari
produk yang bersangkutan.
Biodiesel adalah metil ester yang diturunkan dari minyak atau lemak
alami, seperti minyak nabati, lemak hewan atau minyak goreng bekas yang
dapat digunakan langsung atau dicampur dengan minyak diesel. Metil ester
atau etil ester merupakan senyawa yang relative stabil, berupa cairan pada
suhu ruang, non korosif dan titik didihnya rendah.
Biodiesel memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan bahan
bakar lain, yaitu :
1. Efek pelumasan (menurunkan koefisien gesek pompa, melindungi cam profile
pompa)
2. Menurunkan biaya pemeliharaan.
3. Peningkatan kualitas emisi
4. Titik kilat tinggi dan aman.
5. Penangana dan penyimpanan lebih mudah.

Produksi biodiesel dapat diproduksi dengan beberapa cara yaitu :


1. Proses dengan katalis atau basa
2. Proses enzimatis menggunakan enzim lipase.
3. Proses tanpa katalis dengan suhu tinggi (350oC tekanan 30 MPa, 240 detik).

Syarat mutu biodiesel ester alkil menurut SNI 04-7182-2006.


Parameter Satuan Nilai
1. Massa jenis pada 40C kg/m3 850 – 890
2. Viskositas kinematik pada 40°C mm2/s (cSt) 2,3 – 6,0
3. Angka setana Min 51
4. Titik nyala (mangkok tertutup) C Min 100
5. Titik kabut C Min 18
6. Korosi lempeng tembaga (3 jam pada 50°C) Maks no 3
Residu karbon
7. • Dalam contoh asli, atau %-massa Maks 0,05
• Dalam 10% ampas distilasi Maks 0,30
8. Air dan sedimen %-vol Maks 0,05*
9. Temperatur distilasi 90% C Maks 360
10. Abu tersulfatkan %-massa Maks 0,02
11. Belerang ppm-m (mg/kg) Maks 100
12. Fosfor ppm-m (mg/kg) Maks 10
13. Angka asam mg-KOH/g Maks 0,8
14. Gliserol bebas %-massa Maks 0,02
15. Gliserol total %-massa Maks 0,24
16. Kadar ester alkil %-massa Min 96,5
17. Angka iodium %-massa Maks 0,02
18. Uji Halphen Negatif

A. ALAT DAN BAHAN


• Alat • Bahan
Erlenmeyer Biodiesel
Neraca analitik Alcohol 95% netral
Spatula Indicator PP
Pipet tetes NaOH 0,1 N
Buret Asam oksalat
Hot plate Aquadest
Piknometer H2SO4 pekat
Penangas air
Kulkas
Thermometer
Oven
Tanur
Cawan porselen
Viskosimeter Oswald

A. PROSEDUR KERJA
1. Bilangan Asam
• Melakukan standardisasi NaOH 0,1 N. timbang dengan teliti 0,1 g asam
oksalat dimasukkan ke dalam erelenmeyer 250 mL. Ditambahkan 25 mL
aquadest dan indicator PP, titrasi dengan NaOH 0,1 N
• Menimbang 2-5 g contoh dimasukkan ke dalam Erlenmeyer 250 mL.
• Menambahkan 50 mL etenol netral 95%, gojok hingga minyak larut.
• Menambahkan 3-5 tetes indicator PP.
• Mentitrasi dengan larutan NaOH 0,1 N standar hingga warna merah muda
tetap bertahan selama 15 detik.
• Melakukan penetapan balnko.

1. Massa Jenis
• Cuci dan bersihkan piknometer dengan aquadest dilanjutkan dengan etanol
kemudian dikeringkan dalam oven.
• Timbang bobot piknometer kosong (m0).
• Isi piknometer dengan aquadest pada suhu 40oC sampai tanda tera. Hindari
terbentuknya gelembung.
• Masukkan piknometer ke dalam penangas air pada suhu 40oC selama 30
menit. Pastikan suhu penangas air 40oC. keringkan air di permukaan
piknometer.
• Timbang pinimeter berisi aquadest (m1).
• Kosongkan piknometer kemudian dicuci dengan alcohol dan dikeringkan.
• Isi piknometer dengan biodiesel suhu 40oC sampai tanda tera. Hindari
terbentuknya gelembung.
• Masukkan piknometer ke dalam penangas air suhu 40oC selama 30 menit,
kemudian diangkat dan dibersihkan permukaannya dengan kertas tissue.
• Timbang dengan neraca analitik (m2).
• Tentukan massa jenis

1. Abu Tersulfatkan
• Krus dipanaskan pada suhu 775oC selama 10 menit, kemudian didinginakn
sampai mendekati suhu kamar selanjutnya ditimbang dengan ketelitian 0,1
mg.
• Contoh yang ditimbang ditentukan bobotnya menggunakan rumus W = 10
x a, W : g contoh, a : perkiraan kadar abu sulfat (%).
• Contoh dibakar dengan api hingga contoh terbakar merata.
• Contoh didinginkan pada suhu ruang kemudian ditambahkan asam sulfat
beberapa tetes sampai kelihatan basah, dialnjutkan pembakaran kembali.
• Contoh dipanaskan pada tanur 775±25oC dan diteruskan hingga terjadi
oksidasi sempurna
• Contoh didinginkan dan ditambkan 3 tetes asam sulfat. Contoh dipanaskan
pada tanur 775±25oC selama 30 menit kemudian didinginkan sampai pada
suhu ruang kemudian ditimbang dengan ketelitian 0,1 mg.

1. Viskositas
• Panaskan aquadest pada suhu 40oC.
• Masukkan dalam tabung viskosimeter Oswald.
• Catat waktu yang diperlukan untuk mencapai tanda tera.
• Panaskan biodiesel pada suhu 40oC.
• Masukkan dalam tabung viskosimeter Oswald.
• Catat waktu yang diperlukan untuk mencapai tanda tera.
• Hitung viskositas biodiesel.
A. DATA PENGAMATAN
1. Bilangan Asam
• Standardisasi NaOH ,1 N
No g oksalat mL NaOH N NaOH N NaOH rata-rata
1 0,1001 18,65 0,08519
0,08493
2 0,1003 18,80 0,08468

N NaOH = g oks x 20,126 x mL NaOH = 0,1001 x 20,126 x 18,65 =


0,08519 N
= 0,1003 x 20,126 x 18,80 = 0,08468 N
Rata-rata = (0,08519 + 0,08468)/2 = 0,08493 N

• Sampel
No g sampel N NaOH mL NaOH Bil. Asam Rata-rata
1 2,3538 0,08493 1,9 2,5257
2,4086
2 2,3792 0,08493 1,7 2,2914

Bilangan asam = mg NaOH/g minyak = (V x T x 40)/m


1. (1,9-0,15)x0,08493x40/2,3538 = 2,5257
2. (1,7-0,15)x0,08493x40/2,3792 = 2,2914
Rata-rata = (2,5257+2,2914)/2 = 2,4086 mg NaOH/g minyak.

1. Massa Jenis
No m0 m1 m2 Massa Jenis
1 41,574 90,645 84,843 875,588
6 3 2

Massa jenis = Fxm2-m0m1-m0 = 993x84,8432-41,574690,6453-


41,5746 = 875,588 kg/m3
F : massa jenis aquadest pada ruang hampaxmassa jenis aquadest pada suhu
40oC = 993 kg/m3

2. Abu Tersulfatkan
No Bobot contoh (W) Bobot abu sulfat (w) abu sulfat (%) Rata-rata (%)
1 0,5155 0,0009 0,174
0,1265
2 0,5013 0,0004 0,079

Abu tersulfatkan = (w/W)x100%


1. (0,0009/0,5155)x100% = 0,174%
2. (0,0004/0,5013)x100% = 0,079%
Rata-rata = (0,174+0,079)/2 = 0,1265%
1. Viskositas
No η d1 t1 d2 t2 Viskositas
1 0,658 875,58 12,48 0,977 130 0,00765
8 8

Viskositas = η (d1x t1)/ (d2x t2) = 0,658 (0,9778x130)/(875,588x12,48)


= 0,00765 mm2/s

A. PEMBAHASAN
Sampel yang dipergunakan dalam praktikum pengujian mutu adalah biodiesel
(biji nyamplung), berdasarkan SNI 04-7182-2006, biodiesel adalah metil ester
yang diturunkan dari minyak atau lemak alami, seperti minyak nabati, lemak
hewan atau minyak goreng bekas yang dapat digunakan langsung atau dicampur
dengan minyak diesel.

1. Bilangan Asam
Bilangan asam adalah banyaknya mg KOH atau NaOH yang diperlukan untuk
menetralkan asam-asam bebas dalam 1 g sampel biodiesel atau bahan baku
biodiesel. tingginya kadar bilangan asam dalam sampel biodiesel
mengindikasikan bahwa biodiesel tersebut masih mengandung asam lemak bebas,
dan dapat bersifat korosif dan dapat menimbulkan jelaga atau kerak di injector
mesin diesel.

Pengujian bilangan asam ini dilakukan dengan melarutkan sampel lemak/minyak


kedalam pelarut organic, saat praktikum pelarut organic yang dipergunakan
adalah alcohol 96% netral, dilanjutkan dengan proses titrasi dengan basa NaOH
atau KOH.

Berdasarkan hasil praktikum dan perhitungan bilangan asam maka dapat diketahui
bahwa kadar bilangan asam dalam sampel adalah 2,4086 mg NaOH/g minyak.
Jika hasil ini dibandingkan dengan peryaratan dari SNI 04-7182-2006 yaitu kadar
bilangan asam lemak yang baik adalah tidak lebih dari 0,8 mg KOH/g.
Dari perbandingan dengan persyaratan SNI tersebut maka dapat diketahui bahwa
sampel biodiesel yang diuji tidak sesuai dengan SNI 04-7182-2006, hal ini
dikarenakan sampel biodiesel mengandung kadar bilangan asam yang melebihi
kadar maksimal dari SNI.

2. Massa Jenis
Massa jenis merupakan perbandingan berat per satuan volume. Pengujian massa
jenis ini dilakukan dengan membandingan antara massa jenis sampel biodiesel
pada suhu 40oC dengan aquadest pada suhu yang sama, pengujian ini dilakukan
berdasarkan ASTM D 1298 dengan menggunakan piknometer.

Massa jenis ini juga tergantung pada viskositas, jika biodiesel memiliki massa
jenis melebihi ketentuan, maka akan terjadi reaksi tidak sempurna pada konversi
minyak nabati, dan biodiesel dengan mutu seperti ini seharusnya tidak boleh
dipergunakan karena hal ini akan menyebabkan peningkatan keausan mesin,
emisi, dan menyebabkan kerusakan pada mesin.

Berdasarkan hasil pengujian dan perhitungan maka dapat diketahui massa jenis
sampel biodiesel adalah 875,588 kg/m3. Berdasarkan mutu yang dipersyaratkan
oleh SNI, massa jenis dari sampel biodiesel yang baik adalah antara 850-890
kg/m3. Jika hasil pengujian dibandingkan dengan persyaratan dari SNI maka
sampel biodiesel dengan parameter uji massa jenis tersebut sesuai dengan SNI, hal
ini dikarenakan nilai massa jenis yang terukur pada sampel berada pada rentangan
standar yang ditentukan.

3. Abu Tersulfatkan
Abu tersulfatkan adalah mineral-mineral dan logam yang tidak dapat larut dalam
sulfat. Adanya abu sulfat ini menandakan bahwa dalam biodiesel tersebut terdapat
zat-zat pengotor yang dapat mengurangi mutu biodiesel. Adanya abu tersulfatkan
ini dapat disebabkan oleh proses pembuatan biodiesel yang kurang baik, sehingga
dalam produk biodiesel ini terdapat logam-logam atau mineral yang menurunkan
mutu produk biodiesel tersebut.

Berdasarkan pengujian dan perhitungan maka dapat diketahui bahwa kadar abu
tersulfatkan dalam sampel biodiesel adalah 0,1265%. Parameter kadar abu
tersulfatkan pada SNI 04-7182-2006 adalah tidak boleh lebih dari 0,02%. Dari
perbandingan hasil pengujian dan persyaratan SNI, maka contoh biodiesel yang
dianalisa tidak sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh SNI, hal ini
disebabkan karena kadar abu tersulfatkan yang terkandungnya lebih besar dari
0,02%. Tingginya kadar abu tersulfatkan ini menandakan banyaknya zat-zat
pengotor yang terdapat dalam biodiesel tersebut.

4. Viskositas

Viskositas adalah tahanan yang dimiliki fluida yang dialirkan dalam pipa kapiler
terhadap gaya gravitasi. Biasanya dinyatakan dalam waktu yang diperlukan untuk
mengalir pada jarak tertentu. Dalam pengujian yang dilakukan viskositas
dilakukan berdasarkan ASTM D 445 dengan menggunakan viskosimeter Oswald.

Berdasarkan hasil pengujian dan perhitungan maka dapat diketahui bahwa


viskositas sampel biodiesel adalah 0,00765 mm2/s. Persyaratan parameter
viskositas menurut SNI 04-7182-2006 adalah antara 2,3-6,0 mm2/s. Dari hasil
perbandingan hasil pengujian dengan persyaratan SNI dapat diketahui bahwa
sampel biodiesel tidak sesuai dengan standar, hal ini dikarenakan viskositas yang
dimiliki sampel berada di bawah standar mutu yang ditetapkan. Viskositas yang
rendah pada biodiesel ini akan berpengaruh pada produksi spray yang terlalu
halus dan tidak dapat masuk lebih jauh ke dalam silinder pembakaran sehingga
akan terbentuk daerah fuel rich zone yang dapat mengakibatkan pembentukan
jelaga.

A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum dan perhitungan maka dapat diketahui bahwa sampel
bioiesel dari minyak nyamplung mutunya tidak sesuai dengan SNI 04-7182-2006.
Karena berdasarkan hasil pengujian dengan parameter bilangan asam, abu
tersulfatkan, dan viskositas tidak sesuai dengan persyaratan mutu yang ditetapkan
oleh SNI. Sedangkan untuk parameter massa jenis sesuai dengan persyaratan SNI
04-7182-2006.

B. DAFTAR PUSTAKA
• Prihandana, Rama .dkk. 200. Menghasilkan Biodiesel Murah. Jakarta :
Agromedia Pustaka
• Modul PJJ. 2008. Pengujian Mutu. Cianjur : PPPPTK