Anda di halaman 1dari 4

Publish in www.wahyukurniawan.

com
Mechanical Engineering

KRISTAL MATERIAL
(TATANAN ATOMIC)

Bagian 3

3. STRUKTUR NONKUBIK
Sketsa pada Gambar 13.a dan 13.b memperlihatkan dua representasi dari sel
satuan heksagonal, yang artinya nonkubik. Sudut-sudut di dalam alasnya adalah 120°
(dan 60°). Representasi rhombik pada bagian (b) lebih mendasar, karena representasi
ini merupakan volume berulang yang terkecil; namun demikian, representasi
heksagonal, yang sesungguhnya terdiri dari tiga sel rhombik, lebih sering digunakan
karena representasi ini memperlihatkan karakteristik-karakteristik simetri heksagonal
(lipat-enam) yang menjadi alasan bagi nama sel-satuan ini.

a. Logam Tumpukan-Padat Heksagonal


Struktur heksagonal yang dibentuk oleh jenis logam, termasuk magnesium,
titanium, dan seng, diperlihatkan pada Gambar 14. Struktur heksagonal ini disebut
struktur logam tumpukan-padat heksagonal (hcp, hexagonal close packed).
Karakteristik struktur logam hcp ialah bahwa setiap atom di satu lapisan tertentu
terletak tepat di atas atau di bawah lokasi interstisial di antara tiga atom di lapisan
berikutnya. Akibatnya, agar CN = 12, maka setiap atom di lapisan tertentu
bersinggungan dengan enam atom di bidangnya sendiri, tiga atom di lapisan di
bawahnya, dan tiga atom di lapisan di atasnya. Dalam struktur logam hcp, rata-rata
terdapat enam atom per sel, lihat Gambar 14 (atau dua atom per sel satuan jika
menggunakan representasi rhombik terkait).

`
Gambar 13. Sel Heksagonal

Karena baik logam hcp maupun fcc mempunyai bilangan koordinasi 12,
mereka mempunyai faktor penumpukan yang sama yaitu 0,74.

Material Teknik | Create By Wahyu Kurniawan 1


Publish in www.wahyukurniawan.com
Mechanical Engineering

Gambar 14. Struktur Logam Tumpukan-Padat Heksagonal (hep)

b. Struktur Nonkubik Lainnya


Sebagian besar kristal yang akan kita babas di sini memiliki struktur kubik atau
heksagonal. Namun demikian, terdapat pula kristal-kristal nonkubik; pada
kenyataannya, jumlah kristal ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah
keseluruhan material- bcc, fcc, dan hcp. Beberapa jenis di antaranya akan dibahas
untuk memberikan gambaran.
lodin, I2, termasuk sistem ortorhombik (Gambar 15). Dari Tabel 1 (bagian 1),
diketahui bahwa sel satuan mempunyai sumbu tegak-lurus (90°); tetapi dimensi dari
ketiga sel satuan berbeda. Asimetri kristalin ini terjadi karena molekul I2 dengan
ikatan kovalen tidak simetris sferis.
Molekul I2 merupakan unit ulang dalam struktur kristal. Kisi ini adalah
ortorhombik sederhana karena a b c, dan posisi pemusatan-sisi tidak identik dengan
posisi sudut. (Molekul memiliki orientasi yang berbeda). Sumbu sel satuan
mempunyai sudut 90°.

Gambar 15. Kristal Molekuler (Iodin)

Polietilena juga membentuk kristal ortorhombik. Strukturnya lebih kompleks,


karena molekul-molekulnya lebih besar dan linear. Polietilena tidak mudah
berkristalisasi. Molekul-molekulnya yang besar saling bertautan, sehingga sulit
diatur menjadi struktur dengan tatanan rentang-panjang. Salah satu kemajuan
teknologi pemrosesan polimer adalah dalam pengembangan kemampuan untuk
mempermudah kristalisasi molekul yang besar. Hasilnya adalah perbaikan berbagai
sifat yang dianggap berguna oleh para insinyur.

Material Teknik | Create By Wahyu Kurniawan 2


Publish in www.wahyukurniawan.com
Mechanical Engineering

Grafit memiliki struktur heksagonal (Gambar 16), tetapi berbeda sekali dengan
kristal heksagonal lain. Grafit terdiri dari lapisan di mana terdapat atom karbon
dengan ikatan a yang kuat. Sama seperti benzene, elektron valensi sisa terdelokalisasi
dan mampu bergerak melalui struktur dua-dimensional. Sementara itu, antara lapisan
grafit yang berdekatan hanya terdapat gaya tarik-menarik sekunder. Lapisan ini dapat
dianggap sebagai makromolekul planar, yang menghasilkan sifat yang luar biasa.
Pertama-tama, grafit mempunyai konduktivitas listrik dan termal yang baik dalam
dua-dimensi, tetapi konduktivitas yang buruk dalam dimensi ketiga. Material bersifat
anisotropik; dan memiliki variasi struktur dan sifat dalam arah tertentu. Kedua,
ikatan σ yang kuat di dalam lapisan mempertahankan keadaan kristalin padatan ini
hingga di atas 2200°C. Pada waktu bersamaan, ikatan yang lemah di antara bidang
memungkinkan terjadinya pergeseran antar lapisan grafit. Jadi, grafit memiliki
karakteristik pelumasan.
Besi karbida, atau sementit, mempunyai rumus kimia Fe3C. Ini tidak berarti
bahwa sementit membentuk molekul diskrit, seperti iodin; akan tetapi hanya
menyatakan bahwa kisi kristal mengandung dua unsur, besi dan karbon dengan
perbandingan 3 : 1 yang tetap. Besi karbida memiliki struktur ortorhombik, dengan
12 atom besi dan 4 atom karbon dalam sel satuan. Atom karbon yang kecil terletak di
lokasi interstisial di antara atom besi yang lebih besar. Senyawa biner ini umumnya
terdapat sebagai fasa minor pada baja. Meskipun minor, pengaruhnya terhadap sifat
baja besar karena Fe3C jauh lebih keras dan lebih kaku dibandingkan fasa lain dalam
baja.

Gambar 16. Elektron Delokalisasi dalam Lapisan Grafit

Gambar 17. BaTiO3 Tetragonal

Material Teknik | Create By Wahyu Kurniawan 3


Publish in www.wahyukurniawan.com
Mechanical Engineering

Barium titanat, BaTiO3, merupakan fasa nonkubik terakhir yang dibahas.


Strukturnya tetragonal, dan sel satuannya mempunyai alas bujursangkar, a = a =
0,398 nm (Gambar 17), tetapi tinggi sel, c, berbeda. Dalam hal ini c = 0,403 nm,
tetapi pada sel tetragonal lain c mungkin lebih kecil dari a. Penelaahan struktur pada
Gambar 17 menunjukkan bahwa di sel satuan terdapat lima atom. Baik pusat di
permukaan sisi maupun pusat selnya tidak setara dengan sudut sel. Oleh karena itu
strukturnya adalah tetragonal sederhana (simple tetragonal, st).

Material Teknik | Create By Wahyu Kurniawan 4