Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan

: Asam Urat (Gout)

Sub pokok bahasan

: Asam Urat dan Penanganannya

Sasaran

: Ny. P dan keluarganya

Hari/tanggal

: Senin/ 20 Juni 2016

Waktu

: 30 menit (10.00-10.30)

Tempat

: Rumah Ny. P RT 3 RW 3 Bareng

Penyuluh

: Frita ferdina

I.

Tujuan Instruksional
a. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mendapatkan penyuluhan selama 1 x 30menit tentang tentang
perawatan asam urat (Gout) diharapkan klien dan keluarga dapat
memahami dan menerapkan secara benar di rumah.
b. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mendapatkan penyuluhan, keluarga mampu :
1. Menjelaskan pengertian asam urat (Gout)
2. Menyebutkan penyebab asam urat (Gout)
3. Menyebutkan tanda dan gejala asam urat (Gout)
4. Menyebutkan nilai normal asam urat (Gout)
5. Menyebutkan makanan yang harus dikurangi/dihindari bagi
penderita asam urat (Gout)
6. Bagaimana cara penanganan asam urat (Gout)

II.

Peserta
Ny. P warga RT 3 RW 3 kelurahan Bareng

III.

Tahap Kegiatan

Tahap

o.
1 Pembukaan

Waktu
2 menit

Kegiatan
Penyuluh
a. Memberikan salam dan
memperkenalkan diri
b. Menyampaikan tujuan
penyuluhan

Keluarga
a. Peserta
menjawab
salam
b. Peserta

c. Apersepsi dengan

menyimak,

menanyakan gejala dan


pengetahuan masyarakat

menjawab

mengenai asam urat


2

Pelaksanaan

10
Menit

dengan benar

(Gout).
Menjelaskan

isi

materi

tentang perawatan dan diet


asam urat (Gout)

10
menit

5 menit

Penutup

3 Menit

mendengarkan
c. Peserta

a. Peserta
mendengarkan
dengan seksama
Peserta
diberikan

Menjawab pertanyaan

kesempatan

untuk

bertanya

hal-hal

yang

belum

dipahami.
Mengeveluasi secara verbal Peserta menjawab
beberapa pertanyaan
pada masyarakat
yang
dilontarkan
a. Menyimpulkan
kegiatan
b. Mengakhiri
dengan

penyuluh
hasil a. Peserta
memperhatikan
kegiatan b. Peserta

mengucapkan

menjawab salam

salam
IV.

Metode
Ceramah
Diskusi dan Tanya jawab

V.

Media
Leaflet

VI.

Materi (penjelasan terlampir)


1. Pengertian asam urat (Gout)
2. Penyebab asam urat (Gout)
3. Tanda dan gejala asam urat (Gout)
4. Nilai normal asam urat (Gout)
5. Makanan yang harus dihindari atau dikurangi pada penderita asam
urat (Gout)
6. Cara penanganan asam urat (Gout)

VII.

Setting Tempat
Peserta duduk berhadapan dengan penyuluh

VIII. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. SAP sudah siap satu hari sebelum dilaksanakan kegiatan
b. Alat dan tempat siap
c. Penyuluh dan peserta siap
2. Evaluasi Proses
a. Alat dan tempat dapat digunakan sesuai rencana.
b. Peserta bersedia untuk mengikuti kegiatan yang telah
direncanakan.
3. Evaluasi Hasil
Setelah mengikuti kegiatan

penyuluhan,

peserta

diharapkan

mengalami peningkatan pengetahuan tentang pengertian, penyebab,


tanda dan gejala, nilai normal asam urat, makanan yang harus
dihindari atau dikurangi dan cara penanganan asam urat (Gout).

MATERI PENYULUHAN
1.

Pengertian
Penyakit asam urat (Gout) merupakan akibat dari konsumsi zat purin secara

berlebihan. Purin diolah tubuh menjadi asam urat, tapi jika kadar asam urat
berlebih, ginjal tidak mampu mengeluarkan sehingga kristal asam urat menumpuk
di persendian. Akibatnya sendi terasa nyeri, bengkak dan meradang
2.

Penyebab asam urat (Gout)


Ada 2 yang menjadi penyebab asam urat, yaitu faktor:

3.

4.

Genetik (keturunan)
Faktor makanan
Usia
Kegemukan/obesitas

Tanda dan Gejala asam urat (Gout)


Kesemutan dan ngilu
Nyeri pada daerah yang terkena terutama pada malam hari dan pagi hari

waktu baru bangun tidur.


Sendi yang terkena asam urat kelihatan bengkak, kemerahan, dan

panas.
Bila nyerinya berlebihan si penderita bisa tidak bisa berjalan.

Kadar Asam Urat Normal


Kadar asam urat normal pada pria dan perempuan berbeda. Kadar asam urat
normal pada pria berkisar 3,5 7 mg/dl dan pada perempuan 2,6 6 mg/dl

5.

Pantangan dan Diet


Pantangan Pada Penderita Asam Urat (Gout)

Jeroan: ginjal, limpa, babat, usus, hati, paru dan otak

Seafood: udang, cumi-cumi, sotong, kerang, remis, tiram, kepiting, ikan


teri, ikan sarden

Ekstrak daging seperti abon dan dendeng

Makanan yang sudah dikalengkan (contoh: kornet sapi, sarden)

Daging kambing, daging sapi, daging kuda

Bebek, angsa dan kalkun

Kacang-kacangan: kacang kedelai (termasuk hasil olahan seperti tempe,


tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo,
emping

Sayuran: kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur kuping, daun


singkong, daun pepaya, kangkung

Keju, telur, krim, es krim, kaldu atau kuah daging yang kental

Buah-buahan tertentu seperti durian, nanas dan air kelapa

Makanan yang digoreng atau bersantan atau dimasak dengan


menggunakan margarin/mentega

Makanan kaya protein dan lemak

Diet Pada Asam Urat (Gout):

Konsumsi makanan yang mengandung potasium tinggi seperti kentang,


yogurt, dan pisang.

Konsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C, seperti jeruk, pepaya


dan stroberi.

Contoh buah dan sayuran untuk mengobati penyakit asam urat: buah naga,
belimbing wuluh, jahe, labu kuning, sawi hijau, sawi putih, serai dan
tomat.

Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan


ubi.

Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula,


permen, arum manis, gulali dan sirup.

Jangan minum aspirin.

Jangan bekerja terlalu keras/kelelahan.

Pada orang yang kegemukan (obesitas), biasanya kadar asam urat cepat
naik tapi pengeluaran sedikit, maka sebaiknya turunkan berat badan
dengan olahraga yang cukup.

Sesuaikan asupan energi dengan kebutuhan tubuh, berdasarkan tinggi dan


berat badan.

6.

Cara Penanganan pada Penderita Asam Urat (Gout)


a. Kompres Hangat pada daerah yang terasa nyeri

b. Melakukan pengobatan dan pengontrolan hingga kadar asam urat


kembali normal.
c. Kontrol makanan yang dikonsumsi.
d. Banyak minum air putih.
e. Olahraga yang teratur
DAFTAR PUSTAKA
Dangoes Marilyn E. 1993. RencanaAsuhanKeperawatan. Edisi 3. EGC, Jakarta.
Lynda Juall. 2000.DiagnosaKeperawatan, EGC, Jakarta.
Mansjoer, Arif 1999, KapitaSelektaKedokteran, Edisi 3, Media Aesculapis,
Jakarta.
RahmadJuwono. 1996.IlmuPenyakitDalam.Edisi 3, FKUI, Jakarta.
SjaifoellahNoer. 1998. StandarPerawatanPasien, Monica Ester, Jakarta.
InstalasiGiziPerjan RS Dr. CiptoMangunkusumodanAsosiasiDietisien Indonesia.
Penuntun Diet; EdisiBaru, Jakarta, 2004, PT GramediaPustakaUtama
Mansjoer A, Triyanti K, Savitri R, Wardhani W. I, Setiowulan W, Kapita
SelektaKedokteran Edisi ke-3 jilid 1, Media Aesculapius
FakultasKedokteran UI, Jakrta, 1999.