Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

JENIS-JENIS AKTUATOR ELEKTRONIK, PNEUMATIK DAN


HIDROLIK
Disusun sebagai tugas mata kuliah Mekatronika dan Robotika

Disusun Oleh

Rian Glori Suseno

521 512 2629

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNJ
2014

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan mengubah cara pandang
manusia dalam menyelesaikan segala urusannya. Pekerjaan-pekerjaan yang
sebelumnya tidak dapat dilakukan manusia, kini dapat dilakukan dengan bantuan
mesin atau alat. Bukan hanya itu, posisi manusia sebagai pekerja juga dapat
digantikan dengan robot atau mesin-mesin otomatis. Sehingga, pekerjaan yang
sebelumnya memakan waktu lama, kini dapat dilakukan cepat.
Pada dasarnya gerak robot atau mesin meniru gerakan dari manusia. Salah satu
gerakan yang sering ditiru adalah gerakan tangan manusia, yang memiliki pergerakan
pitch, yaw, dan roll. Gerakan seperti ini banyak diaplikasikan pada robot-robot di
industri manufatktur seperti industri trasnportasi, elektronik,dan lain-lain.
Proses yang cepat dan tingkat ketilitian yang tinggi membuat robot banyak
dipakai di industri. Hal ini kemudian memicu inovasi-inovasi dalam sistem penggerak
pada robot atau mesin. Kemajuan teknologi pada motor elektronik, dan komputer
membuat pergerakan yang sebelumnya mustahil dilakukan robot menjadi mungkin
untuk dilakukan.

1.2.

Perumusan Masalah
Rumusan masalah pada makalah adalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan aktuator?
2. Jenis-jenis aktuator?

1.3.

Tujuan
Tujuan penulis membuat makalah adalah:
1. Sebagai tugas untuk mata kuliah Mekatronika dan robotika
2. Menjelaskan pengertian aktuator
3. Menjelaskan fungsi aktuator

PEMBAHASAN

2.1.

Pengertian Aktuator
Sebuah
aktuator
adalah
fungsional

element

Fungsi utama dari aktuator

yang

adalah sebagai komponen penguat

proses

dan pengkonversi daya, kemudian

informasi dari sebuah sistem kontrol

menguatkan sinyal kontrol menjadi

elektronik dengan teknis atau non-

sinyal baru dengan daya yang besar

teknis,

dan

menghubungkan

bagian

semisal

biologi,

proses.

bisa

digunakan

untuk

Aktuator

dengan

daya

yang

dibutuhkan oleh plant.


Gambar 2. Blok diagram

mengendalikan aliran energi, massa,

closed loop control system.

atau volume. Satuan dari aktuator

Klasifikasi aktuator berdasarkan daya

disebut energi atau power. Kontrol


dari aktuator

sesuai

selalu menggunakan

daya elektrik minim, idealnya tanpa


mengkonsumsi daya sama sekali.

yang dhasilkan ada tiga yakni :

Gambar 1. Strukur fungsi aktuator

Aktuator elektrik
Aktuator pneumatik
Aktuator hidrolik

Sedangkan

klasifikasi

Struktur dari fungsi sebuah aktuator

berdasarkan

pergerakan

dapat

yakni linier dan berputar.

komponen

digambarkan
dasar

yakni

dengan
energy

controllerdan energy converter


(Gambar 1.). Dimana variabel output
dari energy controller merupakan
energi yang dihasilkan oleh sebuah
power supply yang dikontrol via
variabel

input

yang

biasanya

menggunakan transistor dan katup.

2.2.

aktuator
ada

dua

Macam-macam aktuator
elektrik
Yang dimaksud

dengan

aktuator

elektrik merupakan aktuator yang


mengubah

energi

listrik

menjadi

energi gerak dengan menggunakan


prinsip elektromagnet. Ada beberapa

macam aktuator elektrik yang linier

yang

dihasilkan

cukup

besar.

dan rotasi, diantaranya:


Aktuator Elektrik Linier
1. Selenoid
Selenoid merupakan aktuator linier,
biasanya digunakan untuk gerakan
short

stroke

(pukulan

pendek).

Selenoid terbuat dari lilitan tembaga,


plunger,dan cangkang besi.
Gambar 5. Konstruksi dari motor
and ball screw.
3. Motor and lead screw
Memiliki cara kerja yang sama
Gambar 3. Konstruksi selenoid

dengan

motor

and

ball

screw,

Untuk

menghemat

penggunaan

perbedaanya terletak pada pergeseran

energi,

biasanya

selenoid

lebih tinggi yang dihasilkan pada

untuk

screw. Aktuator jenis ini memiliki

membalikkan posisi plunger dalam

efisiensi yang kurang bagus, sekitar

keadaan awal.

dibawah 25%.

menggunakan

pegas

Gambar 4. Bentuk fisik selenoid

Gambar 6. Bentuk fisik dari motor


and screw.

2. Motor and ball screw


Merupakan

aktuator

Aktuator Elektrik Rotasi


linier

1. Motor DC

menggunakan electric motor, seperti

Motor DC merupakan motor yang

servomotor dan screw jack dengan

menggunakan

bola

membuat gaya magnetic, sehingga

yang

bersikulasi

ulang

(reciculating). Salah satu keunggulan


dari aktuator jenis ini adalah gaya

arus

DC

menggerakan poros (shaft).

untuk

Ada dua bagian terpenting pada

paling

jelas

ada

motor DC yakni rotor bagian yang

lilitannya (stator).

pada

bagian

bergerak dan stator bagian yang tak


bergerak.

Gambar 7. Konstruksi sederhana


motor DC

Gambar 9. Representasi dari sebuah

Cara kerja dari sebuah DC Motor

motor AC sederhana.

arus

Arus AC mengalir melalui satu atau

kemudian

lebih lilitan pada stator, menghasilkan

diterima oleh comutator sehingga

medan magnet berfluktuasi yang akan

menghasilkan medan magnet pada

tarik menarik dengan rotor, sehingga

coil. Perbedaan polaritas antara gaya

rotor dapat bergerak.

adalah
melalui

dengan
brushes,

mengalirkan
yang

magnet dengan coil, menyebabkan


rotor bergerak.

Gambar 10. Bentuk fisik dari motor


Gambar 8. Bentuk fisik motor DC.

AC.

2. Motor AC

3. Motor Stepper

Motor AC merupakan motor yang

Stepper motor bekerja berdasarkan

bergerak menggunakan sumber arus

pulsa-pulsa listrik. Setiap kali mengirim

AC. Memiliki bagian yang sama

pulsa ke pengontrol elektronik, maka

dengan motor DC, yakni stator dan

motor akan bergerak selangkah, yaitu

rotor, akan tetapi memiliki cara kerja

satu putaran sudut kecil.

yang berbeda. Perbedaanya yang

Ada dua jenis stepper motor yang banyak


dipakai, yakni Bipolah stepper motor dan
unipolar stepper motor.
Bipolar stepper motor bekerja dengan
menggunakan satu lilitan penuh pada
setiap bagian stator untuk melakukan
gerak satu langkah.
Gambar 14. Konstruksi Unipolar stepper
motor.
Salah satu keunggulan dari unipolar
stepper motor adalah penggunaan daya
yang

rendah

disebabkan

hanya

menggunakan setengah coil.


Gambar 12. Konstruksi bipolar stepper
motor.
Ciri-ciri dari bipolar stepper motor,
adalah terdapat empat kabel sebagai
media transfer arus.
Gambar 15. Bentuk fisik unipolar
stepper motor.
4. Servo Motor
Servo motor merupakan kombinasi dari
motor, gear box, dan rangkaian kontrol
Gambar 13. Bentuk fisik bipolar stepper
motor.
Sedangkan

unipolar

stepper

elektronik yang dibungkus bersama pada


satu tempat.

motor,

bekerja dengan menggunakan setengah


dari lilitan pada setiap statornya.
Sehingga kabel yang disediakan pada
unipolar stepper motor biasanya lebih
dari empat. Dimana terdapat sebuah
common, yang dapat diberikan ke ground
atau VCC.

Gambar 16. Bentuk fisik servo motor.


Motor dapat bergerak dengan tegangan
AC atau DC,

namun

biasanya

menggunakan

motor

orang-orang
servo

dengan

eksternal dikenakan ke sejumlah fluida


(bisa gas ataupun cairan), maka tekanan

sumber DC.

tersebut akan dipindahkan seluruhnya ke

Servo motor pada dasarnya dikendalikan

semua bagian dari fluida tersebut.

via pulse width modulation (PWM).


Sebagai contoh untuk jenis servo kecil
pada RC. Pulsa yang mengendalikan di
atur pada frekuensi konstan yakni 20ms,
dengan durasi keadaan positif pada setiap
pulsanya akan mengatur posisi dari
motor, dan lembah diantara pulsa tidak
dihiraukan. Jangkauan dari lebar pulsa
untuk motor yang kecil adalah 1 ms
sampai

jangkauan

ms,
-90

dengan
sampai

spesifikasi
+90

Gambar 18. Ilustrasi sederhana tentang


aktuator hidrolik.
Sehingga di dapat persamaan

derajat

berdasarkan titik tengahnya.


Aktuator linier Hidrolik
1. Hidrolik cylinder
Merupakan jenis aktuator hidrolik yang
sering digunakan untuk gerakan linier
untuk beban-beban yang berat yang tidak
mampu

dilakukan

oleh

aktuator

pneumatic, semisal rams.


Gambar 17. Posisi dari gerak servo
motor yang dikendalikan dengan lebar
pulsa.
Berdasarkan rotasi, terdapat dua jenis
servo, yakni servo yang dapat bergerak
sebesar 180 derajat dan 360 derajat.
2.3. Macam-macam aktuator Hidrolik
Pada tahun 1653, ilmuwan Blaise
Pascal menyatakan teori: apabila tekanan

Gambar 19. Bentuk fisik dari hidrolik


cylinder.

Pada jenis cylinder yang praktis, cara

Selain itu, keunggulan

aktuator

ini

kerjanya adalah dengan memberikan fluida

adalah tingkat presisi yang tinggi, sampai

pada silinder, dan terdapat piston B sebagai

dengan 0.01mm.

input dan piston A sebagai output.


2.4. Macam-macam aktuator pneumatik
Jika hidrolik menggunakan fluida dalam
bentuk cairan, pneumatik menggunakan
udara yang ternyata memilki kaidah yang
sama dalam hubungnnya dengan gaya dan
Gambar 20. Cylinder Praktis

luas area. Perbedaanya adalah bahwa udara

Untuk menghemat penggunaan energi,

yang

terdapat jenis cylinder yang menggunakan

volumenya akan berubah. Maka, untuk

pegas.

membangkitkan

ditekan

atau

dimampatkan,

tekananan

yang

dibutuhkan dalam pengoperasian piston,


pompa

harus

melakukan

pekerjaan

tambahan yaitu memampatkan udara.

Gambar 21. Cylinder berpegas.

Aktuator linier Pneumatik

Untuk melakukan gerakan linier secara

1. Pnumatic rams : rod type

dua arah, terdapat cylinder dengan katup

Merupakan jenis aktuator linier dengan

transfer hidrolik. Sehingga cylinder dapat

single acting push or pull. Jenis aktuator

melakukan double acting dan jugan

ini dapat bekerja menahan.

mengendalikan gerak cylinder menjadi


lebih telilti.

Gambar 23. Pneumatic Rams: rod type.


2. Pneumatic rams: rodless type
Gambar 22. Cylinder dengan katup

Alat ini diperkenalkan sekitar beberapa


tahun yang lalu. Perbedaan tipe rod dengan
rodless,

terletak

pada

piston

yang

digerakkan. Pada tipe rodless, piston yang


digerakkan

ada

dua,

sehingga

dapat

melakukan double action.


Gambar 25. Bentuk fisik rodless type
3. Pneumatic diapraghms
Diapragm aktuator digunakan dimana udara
Gambar 24. Rodless air cylinder.

yang menekan pada tingkat medium,

Konstruksi dari aktuator jenis ini adalah slot


pada sisi dari cylinder yang dibungkus
dengan sebuah elastomeric seal backed dan
juga sebuah potongan stainless steel yang
fleksibel yang dipindahkan oleh lintasan dari
piston dan carrier (pengangkut).

Gambar x. Diapragm pneumatic actuator


atau dengan kata lain untuk keamanan pada
lingkungan sekitar dimana bahaya mungkin
bisa terjadi.

KESIMPULAN
3.1. Kesimpulan
Aktuator merupakan komponen penggerak pada sebuah sistem kontrol, berfungsi
sebagai komponen penguat dan pengkonversi daya, kemudian menguatkan sinyal
kontrol menjadi sinyal baru dengan daya yang besar dan sesuai dengan daya yang
dibutuhkan oleh plant.
Terdapat 3 jenis aktuator berdasarkan energi penggeraknya, yakni jenis aktuator
hidrolik, elektrik, dan pneumatik. Dan berdasarkan geraknya, terdapat jenis aktuator
linier dan rotasi.
Aktuator elektrik, merupakan aktuator yang mengubah energi listrik menjadi
energi gerak dengan menggunakan prinsip elektromagnet. Sedangkan akuator
hidrolik, merupakan jenis aktutor yang menggunakan prinsip fluida yang
incompressible. Lalu aktuator pneumatik, sama halnya dengan aktuator hidrolik, tapi
menggunakan angin sebagai penggeraknya.

Daftar Pustaka
D.A Bradley, D. Dawson, N.C. Burd, A.J. Loader, Mechtatronics: Electronics in
products and processes, ______ , Springer.
Platt, Charles, Encyclopedia of electronic components Volume 1, 2013,
Media, Inc : Sebastopol.

OReilly

Anda mungkin juga menyukai