Anda di halaman 1dari 8

KIDDER, PEABODY & CO.

Sistem Pengendalian Manajemen

KELOMPOK 3
CINDY NAULI / 7
PENGGIRI SANTI / 31
TJANDRA IRAWAN / 38
YUNISA / 45

PPA BCA 34
2016

I.

LATAR BELAKANG
Kidder, Peabody & Co. didirikan pada tahun 1865 di 40 State Street Boston oleh Henry

Kidder, Francis Peabody, dan saudara lelakinya, Oliver Peabody. Tiga pemilik awal
perusahaan sekuritas ini dulunya dipekerjakan oleh J.E Thayer & Brother, pada tahun 1824.
Ketiganya kemudian membentuk partnership ketika Nathaniel Thayer memutuskan untuk
berhenti dan menyerahkan kendali atas perusahaan pada ketiganya. Perusahaan ini tumbuh
pada akhir abad 19 dan menjadi salah satu banking house tersukses di Inggris pada awal abad
20. Kidder, Peabody & Co. menjadi salah satu pemain utama dalam pasar finansial di US.
Walaupun sempat dibangun kantor lain di 45 Wall Street New York, kantor di Boston tetap
menjadi kantor pusat sampai kehancuran pasar tahun 1929.
Perusahaan ini dhantam oleh krisis pada 1929, namun diselamatkan oleh investor yang
melihat adanya citra baik (goodwill) dari Kidder, Peabody & Co.,serta menyuntikkan
sejumlah uang yang dibutuhkan untuk menyelamatkan perusahaan tersebut. Setelah melewati
krisis tersebut dengan bantuan investor, Kidder, Peabody & Co. berhasil kembali memimpin
sebagai banking house terbesar tepat setelah terjadinya Perang Dunia II.
Pada tahun 1985, Kidder, Peabody & Co. dengan total modal 363 juta dolar, diurutkan
sebagai perusahaan terbesar nomor 15. Walaupun sebelumnya ia mendanai perusahaannya
sendiri dengan mengakumulasi profit, namun akhirnya perusahaan ini rela diakuisisi penuh
oleh GE (General Electrics) pada awal 1986. Selama tahun pertama dari kombinasi kedua
perusahaan besar tersebut, Kidder, Peabody & Co. masih dijalankan oleh orang-orang Kidder
sendiri. Namun pada Januari 1989, salah satu eksekutif GE, Michael Carpenter, dijadikan
CEO Kidder, Peabody & Co. Ia bertugas untuk mengkombinasikan kemampuan finansial
yang kuat dari GE dengan pengetahuan dan keahlian investasi dari Kidder agar Kidder bisa
menjadi institusi yang sangat kuat dan berpengaruh, selama sumber daya manusianya
ditingkatkan dengan baik.
Carpenter tidak memiliki banyak pengalaman dalam perpialangan maupun sekuritas
walau ia CEO Kidder, Peabody & Co. Oleh karena itu ia bergantung penuh pada dua
eksekutifnya yang melapor langsung padanya. Yang pertama adalah Edward Cerrullo, trader
yang ahli dan memiliki banyak pengetahuan, yang menjabat sebagai kepala dari Divisi Laba
Tetap sejak 1986. Ia menyupervisi tugas-tugas manajemen kepala yang lain dan aktivitas
perdagangan sekuritas yang aktif. Cerrullo dibantu oleh David Bernstein yang menjabat
sebagai manajer pengembangan bisnis, dan mendapat tanggung jawab dari manajer risiko

untuk memastikan bahwa risiko pasar yang ada untuk berbagai posisi perdagangan sekuritas
sudah dibatasi dengan baik. David Bernstein sangat berpengalaman dalam analisa posisi
finansial selama bertahun-tahun di GE, dan ia dipekerjakan untuk membantu Cerrullo
mengelola divisi tersebut.
Perpanjangan tangan Carpenter yang kedua adalah kepala departemen keuangan dan
adminstrasi,yaitu CFO (Chief Financial Officer) Kidder sendiri, Richard ODonnell. Ia
melapor langsung pada Carpenter mengenai laporan dan prosedur pengendalian formal dan
fungsi internal audit dalam perusahaan. ODonnell banyak berkecimpung dalam area
pelunasan sekuritas dari pemerintah dan memproses transaksi sesuai dengan tanggal
penyelesaian/pembayaran.
Pada 17 April 1994, Kidder, Peabody & Co. diumumkan mengenakan laba sebelum pajak
sebesar 350 juta dolar pada laporan labanya. 350 juta dolar itu ditemukan dari kesalahan
perhitungan laba pada aktivitas perdagangan sekuritas. Pada saat yang sama, pemecatan
Joseph Jett juga dipublikasikan. 4 bulan setelah Jett dipekerjakan, terjadilah perkara besar ini,
yang dimulai pada November 1991. Jett secara menduga-duga mengakumulasi kerugian
aktivitas perdagangan sekuritas sebesar 85 juta dolar, dimana pada saat yang sama laporan
perusahaan menyatakan laba sebesar 264 juta dolar. Walaupun begitu, banyak pihak yang
merasa senang karena imbasnya adalah pada bonus mereka yang meroket di akhir tahun.
Namun dunia secara finansial tetap bertanya-tanya apa yang salah dan seberapa banyak
kesalahan harus yang ditimpakan pada Joseph Jett.
Sebelumnya, mari mengenal Jett. Joseph Jett telah lulus pelatihan dari MIT dan Harvard
Business School, ia diterima di Kidder pada Juli 1991. Pada saat itu, umurnya 33 tahun dan ia
pernah bekerja di Morgan Stanley selama dua tahun serta di First Boston selama 18 bulan. Ia
diberhentikan dari Morgan Stanley dan dipecat dari First Boston. Pekerjaan Jett berkaitan
dengan berdagang sekuritas pada pasar jangka panjang untuk STRIPS (dijelaskan lebih lanjut
di paragraf-paragraf berikutnya) sejenis instrumen finansial bertingkat bunga nol yang
berkaitan dengan surat utang dan obligasi U.S. Treasury. Secara bersama-sama, ketiganya
mengelola segmen-segmen bervariasi atas pasar dari instrumen keuangan pemerintah
bertingkat bunga nol.
Sistem perdagangan instrumen keuangan pemerintah

Surat hutang dan obligasi U.S. Treasury adalah instrumen finansial yang memiliki hak
untuk memberikan arus kas yang dibuat dengan pola berikut: pembayaran bunga secara
periodik dan pembayaran pokok pada akhir masa hidup instrumen keuangan tersebut.
Namun, struktur arus kas ini tidak mampu memenuhi kebutuhan traders untuk menukarkan
uang pembayaran secara terpisah (bukan penerimaan secara ekuivalen). Oleh karena itu,
Federal Reserve Bank New York (Fed) membentuk STRIPS (Separate Trading of Registered
Interest and Principal Securities). Melalui instrumen ini, traders mampu menukar sebuah
surat hutang atau obligasi dengan kumpulan instrumen yang mereprentasikan pembayaran
sekumpulan kas. Selain itu Fed juga menawarkan transaksi sebaliknya: partisipan dalam
pasar bisa menukarkan STRIPS yang dimilikinya dengan suatu obligasi utuh (disebut juga
rekonstitusi atau rekon). Fed tidak mengenakan biaya atas transaksi ini karena prinsipnya
sama dengan menukarkan sebuah dolar untuk beberapa penukaran.
Traders STRIPS di dalam Kidder menggunakan sistem komputer tunggal yang ahli, yaitu
Government Trader System untuk mencatat transaksi dalam pasar ini. Trader cukup memilih
jenis transaksi yang diinginkannya (misalnya strip atau rekon) dan jumlah yang ingin
dimasukkan dalam transaksi. Sistem tersebut akan memperbaharui jumlah persediaan mereka
setelah transaksi. Sistem ini juga memungkinkan para trader untuk memantau harga pasar,
mendeteksi apa ada kemungkinan arbitrase. Government Trader System ini memperlakukan
strip (mengubah obligasi menjadi STRIPS) sebagai suatu transaksi yang setara dengan
menjual obligasi atau membeli STRIPS itu sendiri. Transaksi strip ini tidak memiliki pihak
yang berseberangan layaknya penjual atau pembeli, karena Fed sebenarnya hanya menukar
suatu instrumen menjadi serangkaian instrumen lain yang nilainya sama (sama seperti sistem
akuntansi tidak mencatat transaksi tukar uang). Government Trader System mengakui
transaksi ini, dan mencatat transaksi ini dengan Kidder sendiri.
Untuk meningkatkan fleksibilitas, Government Trader System memampukan trader untuk
menyetujui suatu janji untuk bertransaksi di masa mendatang dengan harga yang disepakati
hari ini. Dengan adanya fasilitas ini, tercipta suatu fenomena. Seperti

hampir semua

instrumen finansial, zero coupon instruments dinilai di pasar pada present value arus kas
instrumen tersebut. Bagaimanapun interest-bearing bonds and notes dinilai pada harga yang
tidak

menyertakan

bunga

yang

diakui

sejak

pembayaran

terakhir,

dan

tidak

merepresentasikan present value sepenuhnya dari arus kas di masa depan. Ketika suatu
obligasi diperdagangkan, penjual menerima harga pasar dari pasar ditambah seluruh bunga

obligasi yang diakui sejak pembayaran bunga terakhir. harga tersebut tidak dimasukkan
dalam nilai obligasi.
Perbedaan antara metode penilaian pasar ini memiliki dampak yang sangat besar terhadap
Governement Trading System. Karena strips dan rekons dinilai sebagai transaksi natural
dengan tanpa efek terhadap laporan laba rugi, sistem tersebut memasukkan nilai yang sama
untuk obligasi dan STRIPS pada settlement date. Nilainya adalah sebesar harga pasar obligasi
ditambah bunga yang diakui tersebut pada settlement date. Tapi pada tanggal transaksi,
sistem tersebut menilai STRIPS (yang merupakan zero coupon instruments ) pada nilai arus
kas diskonto, sedangkan obligasinya dinilai pada harga pasar. Jadi pada tanggal transaksi,
sistem mengakui adanya laba (untuk transaksi rekon) dan rugi (untuk transaksi strip) sebesar
perbedaan antara nilai STRIPS pada tanggal transaksi dan settlement date. Laba dan rugi ini
umumnya menghilang pada settlement date.
Masalah dimulai ketika Jett mulai melakukan transaksi rekon yang berlebihan dan
mulai menciptakan laba bagi perusahaan yang tercatat di laporan keuangan tapi tidak
memiliki bentuk nyata dalam kas. Dalam figur 3, terlihat bahwa kegiatan perdagangan Jett
dengan pihak luar semakin menurun tiap periode, dan makin meningkat (bahkan drastis)
dengan Federal Reserve. Kegiatan rekon-nya pun meningkat dari 12% hingga 48% selama 3
tahun, dan transaksi itu selalu lebih besar daripada transaksi strip, demi menciptakan laba.
Jett berinvetasi jutaan dolar pada transaksi seperti ini, dan pada Maret 1994, transaksinya
dengan Federal Reserve mencapai 95%. Perusahaan mencapai laba gemilang, dengan
pertumbuhan laba dari tidak ada pada 1991 menjadi 81 juta dolar pada 1994. Semua laba ini
adalah hasil kerja Jet melalui transaksinya lewat sistem dengan Federal Reserve. Supervisor
Jett, Mullin, bahkan gagal untuk menyadari efek settlement date dan counterparties yang
seharusnya membantunya memahami implikasi perilaku Jett. Laba yang diciptakannya luar
biasa besar di atas laporan keuangan namun tidak memiliki bentuk nyata seperti uang kas.
Jett mengerjakan semua prosedur, menggunakan semua sistem, dan memenuhi
persyaratan laporan akuntansi dengan benar seperti yang disyaratkan perusahaan. Ia
mengikuti semua prosedur dan menaati peraturan, bahkan diaudit dan diawasi sepenuhnya
oleh supervisor-nya di Kidder. Walaupun begitu, dengan campur tangan pihak departemen
Controller, Fiumefreddo, juga manajemen baru pada transaksi kepemerintahan, pelan-pelan
semua yang dilakukan Jett terkuak. Setelah melalui proses yang panjang, ketika mengetahui
bahwa transaksi forward yang dilakukan Jett kebanyakan tidak memiliki counterparties,

Federal Reserve minta semua angka-angka yang ada di laporan terkait transaksi ini dihapus
agar tidak membuat salah paham pihak yang membacanya.
Jett dipecat karena melakukan pemalsuan laba hampir jutaan dolar dengan membuat
transaksi forward selama bertahun-tahun dengan jumlah yang fantastis. Namun ia melakukan
itu semua dengan tanpa melanggar satupun prosedur atau persyaratan perusahaan, dan
diawasi penuh oleh audit internal dan supervisor-nya. Ia bahkan melakukan semua transaksi
luar biasa tersebut dengan menggunakan Government Trader System yang sudah lama ada
bahkan sebelum ia bergabung ke Kidder, Peabody, & Co. Selain pemecatan Jett, Mullin, yaitu
sang supervisor ikut pula dipecat pada tahun yang sama. Cerullo dan Carpenter pun diisukan
akan mengundurkan diri. Kidder, Peabody, & Co yang sebelumnya adalah perusahaan besar
dan cukup memimpin dalam bidang sekuritas, kini justru hancur perlahan-lahan karena
kesalahan laba yang tercatat selama bertahun-tahun. Proses itu berjalan mulus dan sadar tidak
sadar terjadi di depan mata perusahaan sendiri.

II.

PERMASALAHAN

Masalah apa yang terjadi di Kidder, Peabody & Co.? Apa yang harus dilakukan oleh Kidder?
III.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN


Setelah membahas latar belakang di atas kami menemukan beberapa masalah yang ada di

dalam Perusahaan Kidder, Peabody & Co. Pertama, CEO Michael Carpenter tidak memiliki
pengalaman di bidang perpialangan, Ia hanya memiliki sedikit saja pemahaman tentang
perdagangan efek. Ia hanya menerima hasil kinerja perusahaan berdasarkan laporan yang
diterima oleh para manajernya. Ia tidak bisa dengan baik mengenali atau mempertanyakan
darimana datangnya laba yang abnormal dari kegiatan trading sebagaimana alasan yang
telah dikemukakan diatas. Kedua, CEO memiliki ketegangan hubungan dengan kepala GECS
yang menyebabkan beberapa sinergi, pengawasan potensial, dan beberapa hal penting lainnya
belum direalisasi. Bonus yang lebih rendah membuat karyawan tidak puas. Sebagian besar
trader juga merasa tertekan ketika bekerja, karena mereka harus mencapai performa yang
diinginkan perusahaan namun tidak mendapatkan kompensasi yang sesuai.
Ketiga, tidak ada internal control atau pengawasan yang jelas tentang siapa yang harus
bertanggung jawab terhadap strategi perdagangan. terutama pada trading system yaitu
Government Trading System. Sistem ini memang sudah lama berada di perusahaan, namun

penggunaannya yang tidak benar akhirnya terjadi. Cerullo sibuk mengawasi berbagai urusan,
Bernstein terutama difokuskan pada apakah strategi perdagangan yang dilindung bernilai
baik. O'Donnel membuat laporan dan prosedur dan bertanggung jawab untuk audit internal.
Namun, tidak jelas siapa yang dalam organisasi bertanggung jawab langsung atas
pemahaman di tingkat teknis, strategi perdagangan tim strip dan apa itu memiliki dampak
pada laporan keuangan perusahaan. Masalah ini justru terkuak beberapa tahun setelahnya,
ketika beberapa pihak luar campur tangan, yaitu controller dari departemen lain,
Fiumefreddo, juga manajemen baru pada transaksi kepemerintahan. Walaupun banyak pihak
dalam yang bertanya-tanya menegenai pertumbuhan laba perusahaan yang sangat fantastis,
namun pada akhirnya tindakan Jett tetap tak terungkap. Hal itu disebabkan pengawasan dan
pemahaman yang tidak jelas dan tidak tepat. Keempat, organisasi terlalu banyak
mengandalkan pada sistem perdagangan pemerintahnya. Sistem ini memiliki masalah dengan
penilaiannya dari strip dan rekon. Sistem mencatat nilai penjualan sebagaimana harga pasar
yang berlaku saat itu, padahal kita tahu bahwa seperti transaksi strip bukan menggunakan
nilai pasar melainkan nilai present value dari instrumen keuangan yang ada, begitupun
transaksi recon. Contoh ketika jett melakukan banyak sekali transaksi recon, sehingga
menaikan laba perusahaan, padahal laba ini adalah fiktif. Selain itu, tidak ada pihak dalam
organisasi yang memiliki informasi cukup baik tentang sistem untuk memastikan itu bekerja
dengan benar. Ketergantungan ekstrim pada teknologi ini mengarah pada masalah. Kelima
pihak audit internal perusahaan pun kami yakini belum berjalan secara baik dikarenakan
belum bisa mengendus kesalahan yang dibuat oleh jett. Dan salah dalam mengkaji dan
menilai internal control perusahaan.
Analisis resiko operasi juga perlu dilakukan oleh Kidder, Analisis ini tidak hanya
membicarakan strategi yang diterapkan Kidder tetapi juga pembuat strategi tersebut. Apabila
pemimpin yang bertugas menentukan strategi perdagangan tidak berpengalaman di bidang
tersebut maka strategi yang dipilih mungkin saja belum tepat sehingga orang yang dijadikan
pemimpin seharusnya memiliki pengalaman yang memadai. Tidak adanya tujuan organisasi
yang jelas juga semakin membuat manajer dan karyawan di Kidder Peaboy mudah untuk
memalsukan laba.
Analisis selanjutnya yang dapat dilakukan adalah analisis resiko penurunan nilai asset.
Analisis ini perlu dilakukan Kidder terkait perdagangan yang sangat rentan terhadap
penurunan market value sehingga para pekerja tidak dapat memanipulasi laba. Analisis ini
juga dapat dibantu menggunakan jasa audit untuk mengetahui adanya laba palsu pada suatu

perusahaan. Namun pada kasus Kidder diceritakan bahwa tim audit gagal menemukan adanya
laba palsu tersebut. Adanya laba palsu ini dapat diketahui apabila struktur organisasi telah
tersusun oleh pekerja yang kompeten dibidangnya sehingga dapat saling mengawasi,
menciptakan hubungan kerja yang mendukung, melakukan supervisi terhadap transaksi
perdaganggan obligasi, dan memilih tim audit yang juga kompeten sehingga fraud yang
dilakukan oleh bawahan dapat diketahui dan ditindaklanjuti.

IV.

KESIMPULAN DAN SARAN


Resiko akan banyak timbul jika pemimpin perusahaan tidak mengenal dengan jelas suatu

bisnis, oleh karena itu pemimpin suatu perusahaan seharusnya adalah mereka yang memang
ahli dalam bidangnya. Ketika orang yang tepat berada dalam posisi yang tepat maka resiko
akan berkurang. Selain itu dibutuhkan juga hubungan yang baik antara manajer yang ada
sehingga bisa berjalan bersama dalam hal pengawasan untuk memastikan bahwa strategi
perusahaan dijalani dengan baik untuk mencapai tujuan perusahaan.
Dalam kasus Kidder ini kami menyarankan bahwa GE harus berpikir ulang menempatkan
CEO di Kidder, seharusnya GE menempatkan CEO yang memang mengetahui bisnis
perpialangan, dan juga karena GE telah menunjuk Carpenter sebagai CEO makan ia harus
memperbaiki hubungannya dengan kepala GESC untuk bersinergi dan menjalankan strategi
yang belum terealisasi juga mengadakan pengawasan bersama untuk setiap lini yang ada di
dalam perusahaan Kidder. Audit internal juga seharusnya dievaluasi kembali supaya
ditempati oleh orang yang berkompeten di bidangnya sehingga bisa membantu manajer
dalam memastikan pengimplementasian strategi perusahaan, selain itu kami menyarankan
kepada bagian Human Resource Management untuk merekrut pekerja/karyawan yang
backgroundnya baik dan jelas. Sehingga tidak merugikan perusahaan dikemudian hari.