Anda di halaman 1dari 2

PERBANDINGAN PEMAKAIAN BUAH PARE, BAWANG PUTIH ,DAN INSULIN

PADA PASIEN DENGAN DIABETES

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang besar. Data dari studi
global menunjukan bahwa jumlah penderita Diabetes Melitus pada tahun 2011 telah mencapai
366 juta orang. Jika tidak ada tindakan yang dilakukam, jumlah ini diperkirakan akan meningkat
menjadi 552 juta pada tahun 2030 (IDF, 2011). Diabetes mellitus telah menjadi penyebab dari
4,6 juta kematian. Selain itu pengeluaran biaya kesehatan untuk Diabetes Mellitus telah
mencapai 465 miliar USD (IDF, 2011). International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan
bahwa sebanyak 183 juta orang tidak menyadari bahwa mereka mengidap DM. Sebesar 80%
orang dengan DM tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah, (IDF, 2011). Pada
tahun 2006, terdapat lebih dari 50 juta orang yang menderita DM di Asia Tenggara (IDF, 2009).
Jumlah penderita DM terbesar berusia antara 40-59 tahun (IDF, 2011). Berdasar studi populasi
penderita DM di berbagai negara yang dilakukan WHO pada tahun 2000, Indonesia menempati
urutan ke-4 terbesar dengan prevalensi 8,6 % dari total penduduk yaitu sekitar 8,4 juta. Begitu
juga penelitian yang dilakukan Departemen Kesehatan bersama perhimpunan profesi, didapatkan
bahwa prevalensi Diabetes sebesar 12,7 % dari seluruh penduduk. Sementara data Diabetes Atlas
2000 (IDF) tercantum perkiraan pasien DM di Indonesia adalah 5,6 juta dan pada tahun 2020
diperkirakan akan meningkat menjadi 8,2 juta. Hal ini semakin membuktikan bahwa penyakit
DM merupakan masalah kesehatan yang sangat serius ( DepKes RI, 2006).
Diabetes Mellitus biasa disebut dengan the silent killer karena penyakit ini dapat mengenai
semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan. Penyakit yang akan ditimbulkan
antara lain gangguan penglihatan mata, katarak, penyakit jantung, sakit ginjal, impotensi seksual,
luka sulit sembuh dan membusuk/gangren, infeksi paruparu, gangguan pembuluh darah, stroke
dan sebagainya. Tidak jarang, penderita DM yang sudah parah menjalani amputasi anggota tubuh
karena terjadi pembusukan (Depkes,2005).

Penggunaan obat alami, seperti pengobatan herbal untuk mengobati penyakit telah dikenal di
daerah Asia dan negara-negara berkembang termasuk Indonesia, yang penduduknya sangat
terkait dengan penggunaan obat-obatan tradisional disebabkan karena harganya lebih murah
karena bisa diolah sendiri dan lebih aman daripada obat sintetis. Kajian literatur memperlihatkan
bahwa beberapa tanaman yang dapat digunakan sebagai obat diabetes mellitus antara lain, daun,
kulit, batang, buah, dan akar tanaman mahkota dewa (Phaleria macrocarpa), mengkudu (Morinda
citrifolia), bawang putih (Allium sativum), serta buah pare (Momordica charantia) (Mulyanti,
2010). Tumbuhan mahkota dewa dapat digunakan sebagai anti diabetes karena mengandung
senyawa flavonoid yang diduga berkhasiat untuk menurunkan kadar glukosa darah (Suparto et
al, 2008). Buah Mengkudu juga berkhasiat sebagai antidiabetes dengan kandungan saponin,
triterpen, steroid, flavonoid, dan glikosida jantung yang terdapat di dalamnya (Rohini, 2011). Sallyl cysteine sulphoxide (SACS) pada Allium sativum juga diduga menimbulkan efek anti
diabetes (Donga et al, 2011). Pada penelitian ini akan diteliti efektivitas pemakaian buah pare,
baawang putih dan insulin terhadap pasien dengan diabetes mellitus.

Berdasarkan latar belakang di atas masalah yang telah diuraikan, maka rumusan masalah dari
penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Apakah ekstrak buah pare, bawang putih, dan insulin yang diberikan pada dosis tertentu,
dapat menurunkan kadar glukosa darah pasien diabetes mellitus ?
2. Apakah ada hubungan antara peningkatan dosis ekstrak buah pare, bawang putih, dan
insulin dengan peningkatan efek penurunan kadar glukosa darah pasien diabetes
mellitus ?
3. Apakah ada perbedaan penurunan kadar glukosa darah pasien diabetes mellitus antara
pemaakaian ekstrak buah pare, bawang putih,dan insulin ?
Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah
1. untuk mengetahui efek ekstrak buah pare, bawang putih, dan insulin yang diberikan pada
dosis tertentu terhadap penurunan kadar glukosa darah pasien diabetes mellitus
2. untuk mengetahui hubungan antara peningkatan dosis dengan peningkatan efek

penurunan kadar glukosa darah pasien diabetes mellitus