Anda di halaman 1dari 3

Evaluasi dan Rekonstruksi Matakuliah

Matakuliah

: Reading 3

Progdi/Fakultas

: PBI/FKIP

Semester

: III/2015-2016

Dosen Pengampu

: Nur Aflahatun, M.Pd

I.

Tahap Evaluasi
Dari hasil evaluasi matakuliah pada awal semester ini diperoleh informasi bahwa:
1. Hasil belajar mahasiswa secara umum masih rendah
2. Minat baca mahasiswa masih sangat rendah.
3. Mahasiswa tidak mengerjakan tugas perkuliahan di rumah dan mereka tidak
mempersiapkan diri sebelum mengikuti perkuliahan. Hal ini menyebabkan banyak
mahasiswa merasa proses perkuliahan terlalu cepat.
4. Materi perkuliahan berjenjang sehingga mahasiswa yang tidak langsung belajar dan
menguasai materi perkuliahan mengalami keterlambatan yang sulit diatasi.
Untuk mengatasi masalah di atas dilakukan latihan terbimbing dan memaksimalkan
fungsi reading room. Sekitar 30 mahasiswa diminta secara sukarela membaca beberapa buku
dan menganalisis teks. Dari observasi ditemukan bahwa cara mahasiswa membaca dan
menganalisis teks tidak sistematis. Oleh sebab itu dalam latihan terbimbing tesebut
mahasiswa juga belajar tentang cara membaca yang benar dan menganalisis teks secara
gramatikal secara sistematis dan benar. Dan ternyata hasil ujian tengah semester jauh lebih
baik.
Pada akhir perkuliahan mahasiswa diminta untuk memberi masukan tentang proses
perkuliahan selama satu semester yang diikutinya; misalnya dalam hal cara dosen
menyajikan materi perkuliahan, sistematika penyampaian materi, dsb. Hal tersebut
dilakukan dengan mengisi kuesioner.
Analisis informasi tahap evaluasi ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:
1. Diktat, atau kumpulan materi perkuliahan yang disiapkan dosen, penting sekali artinya
bagi proses perkuliahan.
2. Apabila diktat tersedia, maka strategi perkuliahan dapat diubah, misalnya dengan latihan
terbimbing. Karena mahasiswa yang mengikuti matakuliah tesebut banyak (kurang lebih
70 orang setiap semester), latihan terbimbing tidak dapat dilakukan untuk semua

mahasiswa sekaligus. Tetapi pelaksanaan latihan terbimbing ini dapat dimodifikasi


dengan menggunakan mahasiswa yang pandai dalam bidang tersebut sebagai kepala atau
fasilitator kelompok-kelompok.
3. Kurang maksimalnya pemanfaatan reading room. Karena tidak adanya jadwal yang
mengikat bagi 70 mahasiswa agar menggunakan reading room. Selain itu ruangan yang
cukup sempit juga menjadi kendala mahasiswa untuk bisa menikmati fasilitas tesebut.
4. Tedapat variasi kemampuan yang cukup besar diantara mahasiswa. Untuk sebagian
mahasiswa daya serapnya hanya seperempat dari materi perkuliahan yang diajarkan.
5. Motivasi mahasiswa rendah, mungkin karena kesulitan dalam mengikuti perkuliahan
6. Mahasiswa perlu dikondisi untuk aktif dalam perkuliahan dan juga belajar di luar jam
kuliah
Keenam kesimpulan ini selanjutnya digunakan sebagai dasar pertimbangan tahap
rekonstruksi
II. Tahap Rekonstruksi
1. Tujuan Instruksional Umum
Evaluasi menunjukkan bahwa tujuan matakuliah tidak dicapai, yang dapat dicapai
hanya kompetensi pada tingkat yang rendah, yaitu mengingat. Kemampuan yang lebih
tinggi yaitu menerapkan teori tidak dapat dicapai. Mengingat kompetensi untuk
menerapkan teori penting bagi mahasiswa maka waktu untuk membahas tujuan ini
ditambah, dan tidak membahas beberapa pokok materi perkuliahan. Matakuliah ini lebih
menekankan penerapan dan analisis dengan memilih topic-topic sesuai dengan jenis
genre of the text. Berdasarkan hasil evaluasi tujuan instruksional matakuliah ditentukan
dan dirumuskan kembali menjadi:
Mahasiswa dapat mengenal jenis-jenis genre of the text
2. Tujuan Instruksional Khusus
Selanjutnya dengan menggunakan analisis tugas, tujuan instruksional matakuliah
atau TIU ini dijabarkan dalam tujuan yang spesifik, misalnya:
Mahasiswa dapat menggunakan genre untuk analisis teks
Mahasiswa dapat menganalisis teks secara gramatikal
Mahasiswa dapat memahami teks dengan genre dan mengembangkan vocabulary
3. Materi Perkuliahan
Berdasarkan tujuan khusus yang telah dirumuskan disusun materi perkuliahan. Materi
perkuliahan ini menggunakan buku teks dan buku ajar. Materi perkuliahan yang sudah

dirancang adalah: Genre of the Text, Using Context, Skimming, Topic vs. Main Idea,
Disability leads to success, Scanning, Using Headings, Supporting Main Idea, Reading
Instructional Material, Finding Details, Inference, Using Example.
4. Strategi Instruksional
1. Mulai awal semester dibuatkan jadawal pemanfaatan reading room minimal
seminggu sekali bagi 70 mahasiswa
2. Mulai awal semester diadakan latihan terbimbing bagi mahasiswa
3. Jam-jam kuliah sebagian digunakan untuk bimbingan dalam penerapan teori
4. Setiap mahasiswa dituntut agar berperan aktif selama proses pembelajaran
5. Diberikan tugas untuk dikerjakan di luar jam kuliah
6. Penggunaan metode pengajaran kuliah mimbar, praktikum dan belajar mandiri.
7. Penggunaan bebagai media sesuai dengan tujuan dan materi perkuliahan
5. Penilaian Hasil Belajar
Soal-soal tes dan ujian disesuaikan dengan kompetensi yang diharapkan dicapai
mahasiswa, yaitu:
Menguji kompetensi tingkat yang lebih tinggi, yaitu penerapan dan analisis
Cara mahasiswa mengerjakan juga dinilai, apakah sistematis atau tidak
Dengan penggunaan system modul, pemberian nilai dilakukan dengan cepat, karena
nilai yang diperoleh akan mempengaruhi tugas-tugas selanjutnya.