Anda di halaman 1dari 47

Program Studi S3 PEP

Universitas Negeri Jakarta


UJIAN AKHIR SEMESTER SUSULAN
Mata Kuliah

: Psikometrika

Semester

: Jan Feb 2009

Tanggal: 17 Maret 2009


Waktu

: 120 menit

Catatan: Jawaban ditulis di kerta jawaban (bukan di soal ujian ini)


Jawaban mengacu pada bahan kuliah
A. Bagian ini mencakup 30% nilai
Jawablah pertanyaan di bawah ini
A1. Karakteristik butir model ojaif normal dapat didekati melalui model logistik. Jika konstanta
pendekatan D = 1,7, maka pendekatan itu dapat mencapai ukuran selisih sebesar
(A) ____________________________
A2. Pada karakteristik butir dua parameter, jika probit gagal sama dengan 0, maka kemampuan
responden adalah sebesar
(A) ___________________________
A3. Karakteristik butir model logistik memiliki distribusi probabilitas logistik. Pada model Rasch,
bentuk distribusi probabilitas adalah
(A) ___________________________
A4. Ada logit sukses model L1P dan ada logit sukses logit sukses model Rasch. Pada kasus yang
sama, yang lebih besar adalah logit sukses model
(A) ___________________________
A5. Hasil estimasi parameter kemampuan dan parameter butir secara serentak memerlukan kalibrasi
ke metrik. Hal ini terjadi karena hasil estimasi serentak itu bersifat
(A) __________________________

A6. Logit sukses suatu butir adalah 1,386. Di antara 60 responden, banyaknya responden yang
menjawab betul butir adalah
(A) __________________________
A7. Pada karakteristik butir model logistik, variansi maksimum adalah sebesar
(A) _________________________
A8. Teori responsi butir memerlukan tiga syarat. Salah satu di antaranya adalah invariansi kelompok.
Pengujian invariansi kelompok dapat dilakukan dengan inferensi statistika melalui distribusi
probabilitas pensampelan
(A) ________________________
A9. Ada logit sukses Ls dan ada logit gagal Lg. Mereka terkait dengan responden dan butir. Dalam hal
ini
(A) responden dengan ___________
(B) butir dengan ________________
A10. Level skala satuan logit adalah interval. Jarak di antara dua logit berurutan selalu tetap dan
sebesar
(A) _________________________
A11. Kemampuan seorang responden adalah 221 RIT. Dalam satuan WIT (dibulatkan) kemampuan
responden ini adalah sebesar
(A) _________________________
A12. Salah satu bentuk ujian dikenal sebagai ujian adaptif. Ujian adaptif digunakan untuk mengukur
parameter
(A) _________________________
A13. Apabila ada butir baru atau sekumpulan butir baru ingin ditambahkan ke dalam bank butir yang
sudah ada maka, dari segi metrik, mereka harus melalui

(A) _________________________

A14. Fungsi informasi butir ditentukan oleh hasil bagi dP()/d. Pada lengkungan karakteristik butir,
hasil bagi ini menunjukkan sudut dari garis
(A) _________________________
A15. Pada metoda PROX, estimasi parameter tidak dapat dilakukan apabila jawaban terhadap butir
oleh responden adalah
(A) _________________________
(B) _________________________

B. Bagian ini mencakup 30% nilai


Pilihlah salah satu jawaban yang paling memadai
B1. Pada karakteritik butir model tiga parameter (a, b, dan c), bentangan probabilitas jawaban betul
adalah
(A) 1 sampai + 1
(B) 0 sampai c
(C) c sampai + 1
B2. Hubungan di antara sekor tulen T dengan P() pada teori responsi butir adalah
(A) T = P()
(B) P() = T
(C) T = P()
B3. Pada teori responsi butir, patokan untuk menentukan taraf sukar butir adalah
(A) (1 + c)
(B) (1 c)
(C) (c 1)
B4. Ketika taraf sukar butir kurang dari kemampuan responden maka

(A) P()L1P < P()Rasch


(B) P()L1P = P()Rasch
(C) P()L1P > P()Rasch
B5. Jika taraf sukar butir lebih dari kemampuan responden maka
(A) Logit sukses < logit gagal
(B) Logit sukses = logit gagal
(C) Logit sukses > logit gagal

B6. Pada teori responsi butir, estimasi parameter melalui metoda PROX berlaku untuk
(A) Model L1P saja
(B) Model Rasch saja
(C) Model L1P dan model Rasch
B7. Tujuan utama dari ujian sekuensial adalah untuk memperkecil
(A) Positif keliru (false positive)
(B) Negatif keliru (false negative)
(C) Jumlah butir pada ujian
B8. Pada teori responsi butir dengan parameter a, b, dan c, fungsi informasi akan meningkat jika
(A) a meningkat dan c meningkat
(B) a meningkat dan c menurun
(C) a menurun dan c meningkat
B9. Kecocokan model karateristik butir dengan data dapat diperiksa melalui kecermatan terhadap
prediktor model dalam bentuk residu baku. Dalam hal ini, residu baku total itu membentuk distribusi
probabilitas
(A) Normal
(B) Khi-kuadrat
(C) t-Student

B10. Ketidakwajaran sekor responden dapat dihitung melalui metoda Jacob dengan indeks J. Jika
jawaban responden adalah semuanya salah, maka nilai J adalah
(A) J = 0
(B) J = 2
(C) J tidak dapat ditentukan
B11. Salah satu cara estimasi parameter pada teori responsi butir adalah metoda PROX. Di sini
PROX adalah
(A) Proxy
(B) Proximity
(C) Approximation

B12. Salah satu cara penentuan bias butir dapat dilakukan melalui pendekatan Camili. Pada
pendekatan Camili penentuan bias butir dilakukan melalui statistik uji pada distribusi probabilitas
(A) Normal
(B) t-Student
(C) Khi-kuadrat
B13. Pada perhitungan indeks kehati-hatian SHL, seorang responden menjawab betul semua butir.
Indeks kehati-hatian responden ini adalah
(A) 0
(B) 1
(C) Tidak dapat dihitung
B14. Pada saat taraf sukar butir sama dengan kemampuan, pada umumnya, hubungan di antara fungsi
informasi butir pada L3P dan L2P adalah
(A) IL3P< IL2P
(B) IL3P = IL2P
(C) IL3P> IL2P
B15. Karakteristik butir model logistik akan menjadi linier pada saat parameter

(A) a = 0
(B) b = 0
(C) c = 0

C1. Bagian ini mencakup 15% nilai

Seorang dengan kemampuan mengikuti ujian. Diketahui bahwa logit sukses adalah 1,0986 dan
variansi adalah 0,1875.
Hitunglah P()

C2. Bagian ini mencakup 10% nilai


Suatu butir dengan parameter a = 1,0

b = 0,5

c = 0,25 dikerjakan oleh responden dengan

kemampuan = 1,5.
Hitunglah logit gagal.

C3. Bagian ini mencakup 15% nilai


Dari bank butir diambil lima butir dengan parameter sebagai berikut
Butir

1,0

0,50

2,0

0,25

0,7

0,0

1,0

0,25

1,5

0,50

Dalam proses ujian untuk menentukan kemampuan, hasil sementara responden adalah = 0,20.

Hitunglah butir mana yang perlu diberikan sebagai butir berikutnya (Jawaban supaya disusun dalam
bentuk lajur-lajur)

1
Pi ( )
I i ( , X )

Pi ( )Qi ( )

dPi ( )
P ( ) ci
Dai Qi ( ) i
d
1 ci

Program Studi S3 PEP


Universitas Negeri Jakarta
UJIAN TENGAH SEMESTER
Mata Kuliah

: Psikometrika

Semester

: Mar Jun 2011

Tanggal: 5 Mei 2011


Waktu

: 90 menit

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------Catatan: Jawaban ditulis di kertas jawaban (jangan di lembar soal ini)


Jawaban mengacu pada bahan kuliah
A. Bagian ini mencakup 40% nilai
Jawablah pertanyaan di bawah ini
A1. Pada karakteristik butir dua parameter, ketika taraf sukar butir sama dengan kemampuan
responden maka
(A) Probit sukses = ___________________________
A2. Logit sukses model L1P dibagi dengan logit sukses model Rasch menghasilkan nilai

(A) ________________________________________
A3. Estimasi parameter kemampuan dan parameter butir secara serentak menghasilkan solusi yang
indeterminasi. Untuk itu ditentukan salah satu solusi sebagai metrik. Pada parameter kemampuan
metrik itu ditentukan melalui
(A) ________________________________________
(B) ________________________________________

A4. Suatu butir dijawab betul oleh 20 responden dan dijawab salah oleh 5 responden. Logit gagal dari
butir ini adalah
(A) _________________________________________
A5. Pada karakteristik butir model L3P, secara teoretik, variansi
(A) Minimum = ______________________________
(B) Maksimum = _____________________________
A6. Satuan logit berbentuk skala interval. Jarak di antara dua logit berurutan adalah sebesar
(A) _________________________________________
A7. Teori Responsi Butir memerlukan tiga syarat. Satu di antaranya adalah unidimensi. Dua lainnya
adalah
(A) __________________________________________
(B) __________________________________________
A8. Pada karakteristik butir, a = daya beda, b = taraf sukar, dan c = terkaan betul. Untuk model L1P,
berlaku
(A) a = _______________________________________
(B) c = _______________________________________
A9. Ada logit sukses dan ada logit gagal. Mereka terkait dengan responden dan butir. Kaitan itu
adalah

(A) Logit sukses dengan ________________________


(B) Logit gagal dengan _________________________
A10. Kemampuan suatu responden adalah 118,2 WIT. Dalam satuan RIT, kemampuan ini adalah
sebesar
(A) _________________________________________

B. Bagian ini mencakup 20% nilai


Pilih salah satu jawaban yang paling memadai
B1. Pada karakteristika butir tiga parameter (a, b, dan c), bentangan probabilitas jawaban betul adalah
(A) 1 sampai + 1
(B) 0 sampai c
(C) c sampai + 1
B2. Hubungan di antara sekor tulen T dengan P() pada teori responsi butir adalah

(A) T = P()
(B) P() = T
(C) T = P()
B3. Pada model L3P, patokan untuk menentukan taraf sukar butir adalah
(A) (1 + c)
(B) (1 c)
(C) (c 1)
B4. Estimasi parameter secara serentak adalah indeterminasi. Indeterminasi menghasilkan
(A) Tiada jawaban yang valid
(B) Hanya satu jawaban yang valid
(C) Banyak jawaban yang valid
B5. Salah satu cara estimasi parameter secara serentak adalah metoda PROX. Di sini PROX berarti
(A) Proxy
(B) Proximity
(C) Approximation

B6. Ketika taraf sukar butir kurang dari kemampuan responden, maka
(A) P()L1P< P()Rasch
(B) P()L1P = P()Rasch
(C) P()L1P> P()Rasch
B7. Ketika taraf sukar butir kurang dari kemampuan responden, maka
(A) logit sukses < logit gagal
(B) logit sukses = logit gagal
(C) logit sukses > logit gagal
B8. Karakteristik butir ojaif normal menggunakan distribusi probabilitas normal baku. Rerata dan
simpangan baku , pada distribusi normal baku adalah
(A) = 0 dan = 0
(B) = 0 dan = 1
(C) = 1 dan = 0
B9. Estimasi parameter pada teori responsi butir hendaknya menggunakan M responden dan N butir
dengan
(A) M > 500 dan N > 25
(B) M > 25 dan N > 500
(C) M > 25 dan N > 25
B10. Pada program komputer Rascal dan Ascal, parameter kemampuan dan taraf sukar butir
dikonversi ke skala
(A) RIT
(B) W
(C) WIT

C. Bagian ini mencakup 20% nilai


Jawablah pertanyaan berikut
Pada b = 2, terdapat selisih pada P() di antara model Rasch dan model L1P.

C1. Hitung selisih itu.


Pada karateristik butir model Rasch, diketahui bahwa b = L. Jika variansi adalah 0,20, maka
C2. Hitunglah L

D. Bagian ini mencakup 20% nilai


Jawablah pertanyaan berikut
Suatu butir dengan parameter a = 1,0, b = 0,5, dan dikerjakan oleh responden dengan kemampua =
1,5. Jika karakteristik butir adalah model L3P,
D1. Hitunglah logit sukses dari responden ini
D2. Hitung variansi dari model ini
.

Program Studi S3 PEP


Universitas Negeri Jakarta
UJIAN AKHIR SEMESTER
Mata Kuliah

: Psikometrika

Semester

: Mar Jun 2011

Tanggal: 14 Juli 2011


Waktu

: 120 menit

Catatan: Jawaban ditulis di kerta jawaban (bukan di soal ujian ini)


Jawaban mengacu pada bahan kuliah

C. Bagian ini mencakup 40% nilai


Jawablah pertanyaan di bawah ini
A1. Salah satu metoda untuk mengestimasi parameter pada teori responsi butir adalah melalui
pemaksimalan
(A) ____________________________________
A2. Sebelum dikonversi ke berbagai satuan ukur lainnya, dan b dinyatakan dalam satuan
(A) _____________________________________
A3. Salah satu satuan adalah RIT atau Rasch Unit. Perbedaan sebesar satu RIT ditimbulkan oleh
perbedaan di antara sebesar
(A) _____________________________________
A4. Semula parameter b ditentukan oleh kriteria P() = 0,5. Parameter c menyebabkan nilai kriteria
P() berubah sampai maksimum
(A) _____________________________________
A5. Melalui prosedur PROX, estimasi parameter belum dapat dilakukan selama jawaban responden
selalu betul. Jawaban selalu betul menyebabkan nilai terletak di
(A) ______________________________________
A6. Pada dasarnya fungsi informasi butir ditentukan sebagai koefisien arah pada
(A) ______________________________________

A7. Pada dasarnya pencocokan model karakteristik butir terhadap data dilakukan melalui pencocokan
di antara sekor prediksi dengan sekor
(A) ______________________________________
A8. Syarat independensi lokal pada teori responsi butir berlaku pada parameter
(A) ______________________________________
(B) ______________________________________
A9. Parameter c pada L3P menyebabkan letak fungsi informasi maksimum bergeser ke arah ( - b)
menjadi lebih besar dari
(A) _______________________________________
A10. Apabila dua bank butir ingin digabung menjadi satu bank butir maka dilakukan kalibrasi. Yang
diatur pada kalibrasi ini adalah menyamakan
(A) _______________________________________
A11. Biasanya ujian adaptif dimulai dengan butir yang memiliki taraf sukar
(A) ________________________________________
A12. Pada ujian adaptif terdapat masalah berapa besar peningkatan atau penurunan taraf sukar butir
dari butir ke butir. Selain itu masalah lainnya yang cukup penting adalah
(A) ________________________________________
A13. Di dalam teori responsi butir dikenal istilah probit. Istilah ini terdapat pada model karateristik
butir
(A) _________________________________________
A14. Karakteristik butir model Rasch hanya mengenal parameter butir b. Nilai parameter lainnya
adalah
(A) a = ______________________________________
(B) c = ______________________________________

A15. Estimasi parameter melalui kebolehjadian maksimum dilakukan dengan menetapkan nilai
dlnL/d sama dengan
(A) ______________________________________
A16. Pada umumnya nilai P() pada model L1P dan model Rasch berbeda. Mereka bernilai sama
hanya pada saat nilai b sama dengan
(A) _________________________________________

A17. Pada teori responsi butir, pendekatan Newton-Raphson digunakan untuk


(A) _______________________________________
A18. Metoda PROX hanya dapat diterapkan pada karateristik butir model
(A) _______________________________________
A19. Jika taraf sukar butir bertambah sebesar e maka pada skala RIT terjadi pertambahan taraf sukar
butir sebesar
(A) _______________________________________
A20. Lexile adalah satuan yang digunakan untuk ukuran
(A) _______________________________________

D. Bagian ini mencakup 20% nilai


Pilihlah salah satu jawaban yang paling memadai
B1. Fungsi informasi adalah
(A) Informasi tentang parameter b

(B) Informasi tentang parameter


(C) Kecocokan di antara parameter b dan
B2. Satuan ukur parameter memiliki level skala
(A) Ordinal
(B) Interval
(C) Rasio
B3. Syarat invariansi kelompok pada teori responsi butir adalah
(A) Parameter kemampuan tidak berubah (invarian)
(B) Parameter butir tidak berubah (invarian)
(C) Semua parameter kemampuan memiliki karakteristik butir sama
B4. Konstanta D pada karakteristik butir model logistik bertujuan untuk mendekatkan model logistik
ke model ojaif normal pada daerah
(A) - b < 0
(B) - b = 0
(C) - b > 0
B5. Apabila probabilitas menjawab betul adalah p dan tidak betul adalah q maka kebolehjadian adalah
(A) Perkalian di antara p dan q
(B) Penjumlahan di antara p dan q
(C) Jumlah dari perkalian di antara p dan q
B6. Indeterminasi estimasi parameter pada teori responsi butir berarti bahwa
(A) Parameter tidak bisa diestimasi sendirian
(B) Hasil estimasi parameter diragukan
(C) Lebih dari satu hasil estimasi
B7. Pada teori responsi butir, bias butir atau DIF ditemukan melalui perbedaan di antara kelompok
fokus dan referensi dalam hal
(A) Karateristik butir
(B) Fungsi informasi
(C) Log odds unit

B8. Karakteristik butir satu parameter dapat berbentuk ojaif normal (N), Rasch (R), dan L1P (L). Ada
perbedaan di antara mereka. Pada wilayah b > 0, perbedaan P() adalah
(A) P()L> P()N> P()R
(B) P()N> P()R> P()L
(C) P()R> P()L> P()N
1
B9. Pada teori responsi butir, sekor responden yang menjawab sejumlah butir ditentukan melalui
(A)
(B) P()
(C) ( b)
B10. Tujuan utama dari ujian sekuensial adalah untuk memperkecil
(D) Positif keliru (false positive)
(E) Negatif keliru (false negative)
(F) Jumlah butir pada ujian

C. Bagian ini mencakup 10% nilai


Pada model L1P diketahui bahwa logit sukses pada dua butir adalah masing-masing 0,60 dan
0,30. Hitunglah
C1. Selisih probabilitas jawaban betul di antara dua butir itu.

D. Bagian ini mencakup 30% nilai


Pada model Rasch kita memperhatikan = 2,0, 0,0, 1,5, dan 3,0. Hitung P() untuk butir
dengan taraf sukar
D1. b = 1,5
D2. b =

0,4

D3. b =

2,1

Catatan: Jawaban dibuat dalam bentuk lajur dengan banyaknya lajur menuru

Program Studi S3 PEP


Universitas Negeri Jakarta
UJIAN TENGAH SEMESTER
Mata kuliah
: Psikometrika
Semester
: Maret-Juni 2012
Tanggal: 26 April 2012
Waktu
: 90 menit

A. Bagian ini mencakup 40% nilai


Jawablah secara singkat dan jelas
A1. Jika pada teori klasik digunakan proporsi jawaban betul maka pada teori responsi butir digunakan
(A) ________________________________________
A2. Syarat pada teori responsi butir adalah unidimensi dan
(A) invariansi kelompol________________________________________
(B) indepedensi lokal________________________________________
A3. Pada teori responsi butir, estimasi parameter dikatakan indeterminasi. Ini berarti bahwa hasil
estimasi adalah
(A) Pada responden di lokal yang sama, probabilitas menjawab betul P() untuk

butir berbeda adalah independen satu terhadap lainnya


A4. Dari segi kegunaannya, di antara tiga parameter pada butir, yang dapat diterima untuk memiliki
nilai negatif adalah parameter
(A) _______________________________________
A5. Pada karateristik butir model L1P, nilai parameter
(A) a = ____1________________________________
(B) c = ______0______________________________
A6. Pada karateristik butir model L2P, logit = 0 terjadi pada saat

(A) = ____________________________________
A7. Pada karakteristik butir L3P, taraf sukar butir ditentukan pada
(A) P() = ___________________________________
A8. Pada karateristik butir model Rasch, variansi maksimum adalah sebesar
(A) _________________________________________
A9. Pada karateristik butir model Rasch, logit sukses ditambah logit gagal sama dengan
(A) _________________________________________
A10. Suatu responden dengan kemampuan menghasilkan P() = 0,75. Logit sukses dari responden
ini adalah
(A) _________________________________________
A11. Pada karateristik butir model Rasch, apabila logit sukes suatu responden adalah 0,6 maka untuk
responden itu
(A) P() = ____________________________________
A12. Pada karateristik butir model L1P, apabila = b maka
(A) Variansi = ________________________________
A13. Pada model karakteristik butir model logistik, apabila taraf sukar butir b meningkat menjadi dua
kali lipat maka logit sukses menurun sebesar
(A) __________________________________________
A14. Pada teori responsi butir, penyetaraan nilai parameter ke nilai metrik dikenal sebagai
(A) __________________________________________
A15. Estimasi parameter melalui kebolehjadian maksimum dapat dilaksanakan melalui probabilitas
join serta probabilitas
(A) __________________________________________
(B) __________________________________________
A16. Kemampuan suatu responden diestimasi dengan menggunakan sejumlah butir yang sudah
diketahui karateristik parameternnya melalui kebolehjadian maksimum. Estimasi tidak dapat
dilakukan apabila
(A) __________________________________________
(B) __________________________________________
A17. Estimasi parameter dengan metode PROX dilakukan dengan menghitung suatu besaran yang
kemudian dikalikan dengan faktor koreksi. Besaran itu adalah
(A) __________________________________________

(B)__________________________________________
A18. Rasio logit sukses model L1P terhadap logit sukses model Rasch adalah sebesar
(A) __________________________________________
A19. Variansi maksimum pada karakteristik butir model ojaif normal adalah sebesar
(A) Varmaks = _________________________________
A20. Variansi maksiumum pada karakteristik butir logistik adalah sebesar
(A) Varmaks = _________________________________

B. Bagian ini mencakup 10% nilai


Pilihlah satu jawaban yang paling memadai
B1. Jika probabilitas menjawab betul adalah P sedangkan odds menjawab betul adalah O maka
hubungan mereka pada umumnya adalah
(A) O < P
(B) O = P
(C) O > P
B2. Jika P() pada model karateristik butir ojaif normal dan Rasch berturut-turut diberi notasi P()N
dan P()R maka pada umumnya
(A) P()R< P()N
(B) P()R = P()N
(C) P()R> P()N
B3. Jika P() pada model karateristik butir ojaif normal dan L2P berturut-turut diberi notasi P()N dan
P()L2P maka pada saat = b,
(A) P()L2P< P()N
(B) P()L2P = P()N
(C) P()L2P> P()N
B4. Pada yang sama, parameter c menyebabkan P()
(A) Menurun
(B) Tidak berpengaruh
(C) Meningkat
B5. Jika P() pada model Rasch dan L1P dinyatakan sebagai P()R dan P()L1P maka pada yang
sama
(A) P()R< P()L1P
(B) P()R = P()L1P

(C) P()R> P()L1P

C. Bagian ini mencakup 10% nilai


Jawablah pertanyaan berikut
Pada karakteristik butir model L1P, variansi adalah 0,2.
C1. Hitunglah logit sukses yang positif (sampai 4 letak pecahan decimal)
D. Bagian ini mencakup 40% nilai
Hitunglah soal berikut
Kunci jawaban soal ujian pilihan ganda untuk butir B1, B2, dan B3 adalah berturut-turut
ABC. Tiga responden R1, R2, dan R3 memberi jawaban kepada butir itu
R1 BBA
R2 BAC
R3 AAC
Dengan metode PROX untuk karaktersistik butir L1P diestimasi kemampuan responden 1, 2, dan
3, serta taraf sukar butir b1, b2, dan b3 (sampai 3 letak pecahan desimal)
D1. Hitung rerata dan variansi logit sukses
D2. Hitung rerata dan variansi logit gagal
D3. Hitung faktor perluasan F() dan F(b)
D4. Estimasi kemampuan responden dan taraf sukar butir
2
s LG

1
N 1

LG
i 1

2
i

2
N LG

s Ls2
s2
1 LG
2,89
2,89
F (b)
F ( )
2
2
1
s .s
s 2 .s 2
2
1 Ls LG
1 Ls LG sLs

M 1
8,35
8,35
1

Ls
g 1

2
g

M Ls2

Program Studi S3 PEP


Universitas Negeri Jakarta
UJIAN AKHIR SEMESTER
Mata kuliah
: Psikometrika
Semester
: Maret-Juli 2012
Tanggal: 5 Juli 2012
Waktu
: 90 menit

A. Bagian ini mencakup 80% nilai


Jawablah secara singkat dan jelas
A1. Jika pada teori klasik digunakan proporsi jawaban betul maka pada teori responsi butir, bagian
betulnya dinyatakan dengan
(A) ________________________________________
A2. Syarat pada teori responsi butir adalah unidimensi dan
(A) ________________________________________
(B) ________________________________________
A3. Pada teori responsi butir, estimasi parameter dikatakan indeterminasi. Ini berarti bahwa hasil
estimasi adalah
(A) _______________________________________
A4. Dari segi kegunaannya, di antara tiga parameter pada karakteristik butir, yang dapat diterima
untuk memiliki nilai negatif adalah parameter
(A) _______________________________________
A5. Pada karateristik butir model L1P, nilai parameter
(A) a = ____________________________________
(B) c = ____________________________________
A6. Pada karateristik butir model L2P, logit = 0 terjadi pada saat
(A) = _______b_____________________________
A7. Pada karakteristik butir L3P, taraf sukar butir ditentukan pada saat

(A) P() = ___________________________________


A8. Pada karateristik butir model Rasch, variansi maksimum adalah sebesar
(A) _______________0,25__________________________
A9. Pada karateristik butir model Rasch, logit sukses ditambah logit gagal sama dengan
(A) _____0,berlawanan tanda____________________________________
A10. Suatu responden dengan kemampuan menghasilkan P() = 0,75. Logit sukses dari responden
ini adalah
(A) _____________________log3=____________________
A11. Pada karateristik butir model Rasch, apabila logit sukes suatu responden adalah 0,6 maka untuk
responden itu
(A) P() = _________0,64___________________________
A12. Pada karateristik butir model L1P, apabila = b maka
(A) Variansi = ______0,25__________________________
A13. Pada model karakteristik butir model logistik, apabila taraf sukar butir b meningkat menjadi dua
kali lipat maka logit sukses menurun sebesar
(A) _ 1p=db,2p=3p=Dab,rask=b_____________________________________________
A14. Pada teori responsi butir, penyetaraan nilai parameter ke nilai metrik dikenal sebagai
(A) ___kalibrasi_______________________________________
A15. Estimasi parameter melalui kebolehjadian maksimum dapat dilaksanakan melalui probabilitas
join serta probabilitas
(A) ___marjinal_______________________________________
(B) ______condnsional____________________________________
A16. Kemampuan suatu responden diestimasi dengan menggunakan sejumlah butir yang sudah
diketahui karateristik parameternnya melalui kebolehjadian maksimum. Estimasi tidak dapat
dilakukan apabila
(C) _semuamenjawabsalah_________________________________________
(D) ______seuanenjawab benar____________________________________
A17. Estimasi parameter dengan metode PROX dilakukan dengan menghitung suatu besaran yang
kemudian dikalikan dengan faktor koreksi. Besaran itu adalah
(B) ___simpangan logistiksukses
(C) Simpanganlogistik gagal________________
A18. Rasio logit sukses model L1P terhadap logit sukses model Rasch adalah sebesar

(B) __________________________________________
A19. Variansi maksimum pada karakteristik butir model ojaif normal adalah sebesar
(B) Varmaks = _________________________________
A20. Variansi maksiumum pada karakteristik butir logistik adalah sebesar
(B) Varmaks = ____0,25_____________________________
A21. Jarak di antara logit adalah konstan sebesar
(A) ___2,71_______________________________________
A22. Selisih satu logit menyebabkan selisih pada skala RIT sebesar
(A) ____10______________________________________
A23, Skala RIT terletak pada level skala (Stevens)
(A) __________________________________________
A24. Indeks taraf sukar bacaan dan kemampuan membaca yang melibatkan teori responsi butir
memiliki satuan
(A) _______levilee___________________________________
A25. Dua kelompok butir akan digabung. Sebelum penggabungan, taraf sukar butir dua kelompok itu
perlu dicocokkan. Pencocokan demikian dikenal sebagai
(A) ____kalibrasi______________________________________
A26. Pencocokan model karakteristik butir residu baku memiliki distribusi probabilitas
(A) ___________________chi square_______________________
A27. Pada pencocokan model karateristik butir metode PROX, kriteria batas kecocokan adalah
(A) t = _______2________________________________
A28. Fungsi informasi butir mengukur kecocokan di antara taraf sukar butir dengan parameter
(A) ___kemampuan_______________________________________
A29. Pada model L1P, fungsi informasi butir adalah sebesar [DP()Q()]2 sehingga nilai fungsi
informasi maksimum
(A) __________________________________________

A30. Pada model L2P, fungsi informasi butir maksimum terletak pada

(A) = ___b___________________________________
A31. Fungsi informasi ujian diperoleh dengan cara
(A) ____menjumlahkan informasi maksimum______________________________________
A32. Pada teori responsi butir, pada umumnya, pada penyusunan perangkat soal ujian, butir soal
ujian diambil dari
(A) __________bank butir_________________________________
A33. Ada ujian adaptif yang memilih butir berikutnya berdasarkan fungsi informasi butir yang
(A) ___________dipilih________________________________
A34. Pada karakteristik butir L1P, secara teoretik, nilai taraf sukar butir membentang
(A) Dari ____-tak hingga___________________________________
(B) Sampai ___+tak hingga__________________________________
A35. Pada karakteristik butir L3P, nilai parameter c membentang
(A) Dari ____0____________________________________
(B) Sampai _0,5_____________________________________
A36. Pada saat nilai parameter c adalah maksimum, taraf sukar butir ditentukan pada nilai
(A) P() = ___0,5(1+c)___= 0.5(1+0.5)=0,75____________________________________
A37. Pada karakteristik butir model Rasch, tidak ada parameter c. Ini diharapkan terjadi pada saat
taraf sukar butir sama dengan
(A) Teta=b____________________________________
A38. Teori responsi butir sebaiknya diterapkan pada jumlah responden minimal sebanyak
(A) ____500________________________________________
A39. Peneliti lebih suka menggunakan karateristik butir model logistik daripada model ojaif normal
karena model ojaif normal
(A) __lebih sulit__________________________________________
A40. Satuan metrik taraf sukar butir ditentukan melalui
(A) ___rerata=0_________________________________________
(B) _____simpangan=1_______________________________________
B. Bagian ini mencakup 20% nilai
Pilihlah satu jawaban yang paling memadai
B1. Jika probabilitas menjawab betul adalah P sedangkan odds menjawab betul adalah O maka
hubungan mereka pada umumnya adalah

(A) O < P
(B) O = P
(C) O > Pv
B2. Jika P() pada model karateristik butir ojaif normal dan Rasch berturut-turut diberi notasi P()N
dan P()R maka pada umumnya
(A) P()R< P()N v
(B) P()R = P()N
(C) P()R> P()N
B3. Jika P() pada model karateristik butir ojaif normal dan L2P berturut-turut diberi notasi P()N dan
P()L2P maka pada saat = b,
(A) P()L2P< P()N
(B) P()L2P = P()N v
(C) P()L2P> P()N
B4. Pada yang sama, parameter c menyebabkan P()
(D) Menurun
(E) Tidak berpengaruh
(F) Meningkat v
B5. Jika P() pada model Rasch dan L1P dinyatakan sebagai P()R dan P()L1P maka pada yang
sama
(D) P()R< P()L1P v
(E) P()R = P()L1P
(F) P()R> P()L1P
B6. Hubungan di antara satuan logit dan satuan RIT adalah
(A) RIT = 100 + 20 logit
(B) RIT = 200 + 10 logit v
(C) RIT = 10 + 200 logit
B7. Kecocokan model adalah kecocokan di antara
(A) Karakteristik butir dengan karakteristik kemampuan
(B) Karakteristik butir dengan data lapangan v
(C) Karakteristik butir dengan hasil estimasi parameter
B8. Kalibrasi butir adalah peristiwa
(A) Perhitungan reliabilitas
(B) Pemeriksaan validitas
(C) Pencocokan skala ukur v
B9. Bias butir adalah butir

(A) yang menyimpang dari standar yang telah ditentukan


(B) yang sudah tidak dipakai lagi tetapi belum dibuang
(C) yang berbeda nilai di antara kelompok berkemampuan sama v
B 10. Ujian adaptif menyajikan butir ujian menurut
(A) Dugaan akan kemampuan responden v
(B) Standar kemampuan minimal
(C) Kriteria keberhasilan yang ingin dicapai
Program Studi S3PEP
Universitas Negeri Jakarta

No. _____________________________
Nama: ___________________________
UJIAN TENGAH SEMESTER

Mata Kuliah
Semester
Tanggal
Waktu

: Psikometrika
: Jan Jun 2013
: 18 April 2013
: 120 menit

Catatan: Jawab langsung di soal ujian ini


Jawaban mengacu ke bahan kuliah
A. Bagian ini mencakup 50% nilai
Jawab secara singkat dan jelas
A1. Karakteristik butir menghubungkan parameter kemampuan, parameter butir, dan
(A) ___________________________________________________________
A2. Pada karakteristik butir model 3P, taraf sukar butir ditentukan melalui
(A) P() = ______________________________________________________
A3. Salah satu syarat pada teori responsi butir adalah invariansi kelompok. Yang dimaksud dengan
kelompok adalah kelompok parameter
(A) ____________________________________________________________
A4. Syarat independensi lokal pada teori responsi butir adalah independensi di antara
(A) ____Responden__________________________________
(B) ______butir soal___________________________________________
A5. Selain independensi lokal dan invariansi kelompok, syarat teori responsi butir lainnya adalah
(A) ______unidemensi_______________________________________________
A6. Ada karakteristik butir model L1P dan model Rasch. Jika dibandingkan maka rasio di antara P(
= b)L1P / P( = b)Rasch adalah

(A) ____________________________________________________________
A7. Pada karakteristik butir L1P jika P() = 0,75 maka ( b) adalah
(A) ____________________________________________________________
A8. Pada suatu karakteristik butir jika logit sukses adalah 1,75 maka logit gagal adalah
(A) ____________________________________________________________
A9. Pada suatu karakteristik butir jika variansi adalah 0,16 maka P() tetinggi adalah
(A) ____________________________________________________________
A10. Pada karakteristik butir L2P diketahui bahwa ( b) = 2a. Jika logit sukses adalah 6,8 maka daya
beda butir a adalah
(A) ____________________________________________________________
A11. Pada karakteristik butir L2P, nilai kecuraman maksimum dapat berubah dan perubahan itu
ditentukan oleh parameter
(A) ____________________________________________________________
A12. Pada keadaan sama, perpotongan lengkungan model L1P dan Rasch terletak di
(A) ____________________________________________________________
A13. Satuan parameter kemampuan logit memiliki level skala
(A) _____________________________________________________________
A14. Parameter taraf sukar butir bX dikalibrasikan ke taraf sukar b*Y. Rumus kalibrasinya adalah
(A) _____________________________________________________________
A15. Ada satuan parameter taraf sukar butir berupa b WIT dan bRIT. Hubungan mereka dapat dinyatakan
sebagai bWIT = m bRIT + n dengan
(A) m =________________________________________________________
(B) n = ________________________________________________________
A16. Pada estimasi parameter dikenal adanya indeterminasi. Indeterminasi baru ada jika estimasi
dilakukan secara
(A) _____________________________________________________________
A17. Estimasi parameter metode PROX tidak dapat dilakukan pada jawaban
(A) _____yang sama_____________________________________________________

A18. Selain logit, probit juga dapat dijadikan satuan kemampuan. Perbandingan di antara mereka
probit/logit adalah sama dengan
(A) _____________________________________________________________
A19. Seorang responden memiliki kemampuan sebesar 0 logit. Pada L1P jika responden ini diberi
butir dengan taraf sukar 1 logit maka probabilitas menjawab betul adalah sebesar
(A) _____________________________________________________________

A20. Pada L1P probabilitas jawaban betul adalah 0,75. Selisih di antara kemampuan dengan taraf
sukar butir adalah sebesar
(A) _____________________________________________________________
A21. Variansi maksimum pada karateristik butir L3P adalah sebesar
(A) ____________________________________________________________
A22. Pada suatu ujian terdapat odds sukses dan odds gagal. Apabila odds sukses adalah 0,25 maka
odds gagal adalah
(A) ____________________________________________________________
A23. Pada karakteristik butir L3P, kecuraman terbesar terjadi pada P() bernilai
(A) ____________________________________________________________
A24. Pada karakteristik butir L2P, lengkungan butir dengan parameter a yang berbeda akan saling
berpotongan pada titik
(A) _____________________________________________________________
A25. Estimasi melalui metode PROX hanya dapat dilakukan pada karakteristik butir model
(A) __________________________________________________________

B. Bagian ini mencakup 20% nilai


Jika pernyataan di bawah ini betul maka lingkari B dan jika salah maka lingkari S.

B1

Pada karakteristik butir model Rasch, daya beda butir adalah nol

B2

Pada karateristik butir model tiga parameter, kebetulan menjawab betul

maksimum adalah 1

B3

Pada karakteristik butir model dua parameter, kontinum taraf sukar butir
adalah sama dengan kontinum kemampuan

B4

Independensi lokal pada teori responsi butir berlaku ketika satu responden
dalam menjawab banyak butir

B5

Invariansi kelompok pada teori responsi butir adalah semua kelompok butir
memiliki karateristik sama

B6

Pada dasarnya karakteristik butir pada teori responsi butir adalah regresi
terhadap semua taraf sukar butir

B7

Perbedaan di antara parameter kemampuan dengan parameter taraf sukar


butir dapat dinyatakan dengan satuan RIT

B8

Secara teoretik parameter kemampuan dalam skala RIT tidak mungkin


bernilai negatif

B9

Dalam keadaan > b maka P() pada model L1P lebih kecil dari P() pada
model Rasch

B10

Jarak 1 RIT lebih besar dari jarak 1 WIT

C. Bagian ini mencakup 30% nilai


Kerjakan soal berikut.
C1. Pada karakteristik butir model Rasch, hitunglah probabilitas jawaban betul untuk
(a) Butir dengan taraf sukar 1,50


2,0
0
1,5
3,0

(b) Butir dengan taraf sukar 0,40

2,0
0
1,5
3,0

(c) Butir dengan taraf sukar 2,10

2,0
0
1,5
3,0

Program Studi S3PEP


Universitas Negeri Jakarta

No. _____________________________
Nama: ___________________________
UJIAN AKHIRSEMESTER

Mata Kuliah
Semester
Tanggal
Waktu

: Psikometrika
: Jan Jun 2013
:
Juni 2013
: 120 menit

Catatan: Jawab langsung di soal ujian ini


Jawaban mengacu ke bahan kuliah
A. Bagian ini mencakup 50% nilai
Jawab secara singkat dan jelas
A1. Pada pencocokan model karakteristik butir, model karakteristik butir dicocokkan dengan
(B) _________________________t student__________________________________
A2.
(B) _____ ___________chi square___________________________________________
A3.
(B) ____________________________________________________________
A4.
(C) ____________________________________________________________
(D) ____________________________________________________________
A5.
(B) ____________________________________________________________
A6.
(A) ____________________________________________________________
A7.
(A) ____________________________________________________________

A8.
(B) ____________________________________________________________
A9.
(A) ____________________________________________________________
A10.
(A) ____________________________________________________________
A11.
(A) ____________________________________________________________
A12.
(A) ____________________________________________________________
A13.
(B) _____________________________________________________________
A14.
(B) _____________________________________________________________
A15.
(B) ____________________________________________________________
(B) ____________________________________________________________
A16.
(B) _____________________________________________________________
A17.
(A) _____________________________________________________________
A18.
(B) _____________________________________________________________
A19.
(B) _____________________________________________________________

A20.

(A) _____________________________________________________________
A21.
(A) ____________________________________________________________
A22.
(B) ____________________________________________________________
A23.
(B) ____________________________________________________________
A24.
(A) _____________________________________________________________
A25.
(A) __________________________________________________________

B. Bagian ini mencakup 20% nilai


Jika pernyataan di bawah ini betul maka lingkari B dan jika salah maka lingkari S.

B1

Pada karakteristik butir model Rasch, daya beda butir adalah nol

B2

Pada karateristik butir model tiga parameter, kebetulan menjawab betul


maksimum adalah 1

B3

Pada karakteristik butir model dua parameter, kontinum taraf sukar butir
adalah sama dengan kontinum kemampuan

B4

Independensi lokal pada teori responsi butir berlaku ketika satu responden
dalam menjawab banyak butir

B5

Invariansi kelompok pada teori responsi butir adalah semua kelompok butir

memiliki karateristik sama

B6

Pada dasarnya karakteristik butir pada teori responsi butir adalah regresi
terhadap semua taraf sukar butir

B7

Perbedaan di antara parameter kemampuan dengan parameter taraf sukar


butir dapat dinyatakan dengan satuan RIT

B8

Secara teoretik parameter kemampuan dalam skala RIT tidak mungkin


bernilai negatif

B9

Dalam keadaan > b maka P() pada model L1P lebih kecil dari P() pada
model Rasch

B10

Jarak 1 RIT lebih besar dari jarak 1 WIT

C. Bagian ini mencakup 30% nilai


Kerjakan soal berikut.
C1. Pada karakteristik butir model Rasch, hitunglah probabilitas jawaban betul untuk
(d) Butir dengan taraf sukar 1,50

2,0
0
1,5
3,0

(e) Butir dengan taraf sukar 0,40

2,0
0
1,5
3,0

(f) Butir dengan taraf sukar 2,10

2,0
0
1,5
3,0

Program Studi S3PEP


Universitas Negeri Jakarta

No. _____________________________
Nama: ___________________________
UJIAN AKHIRSEMESTER

Mata Kuliah
Semester
Tanggal
Waktu

: Psikometrika
: Jan Jun 2014
: 26 Juni 2014
: 90 menit

Catatan: Jawab langsung di soal ujian ini


Jawaban mengacu ke bahan kuliah
A. Bagian ini mencakup 50% nilai
Jawab secara singkat dan jelas
A1. Peneriksaan ktidakcocokan data dengan karakteristik butir model Rasch melalui metode PROX
ditentukan pada distribusi probabilitas
(C) T student
A2. Ketidakcocokan di antara data dengan karakteristik butir model logistik melalui metode
kecermatan pada prediksi model ditentukan pada distribusi probabilitas
(C) Chi kuadrat
A3. Nilai fungsi infotmasi maksimum pada butir bervariasi dari kecil sampai besar. Nilai ini banyak
berpengaruhi oleh parameter
(C) Taraf sukar butir

A4. Jika fungsi informasi sekor ujian menjadi lebih rendah dari fungsi informasi ujian maka
penyebabnya adalah pada penggabungan sekor butir terdapat
(E) bobot
A5. Jika peserta ujian berjumlah 25 orang maka pada variansi maksimum, kekeliruan baku pada
karakteristik butir model logistik adalah sebesar
(C) 0,235 akar dari 1/I x = 1/25 x 0,7225
A6. Fungsi informasi maksimum pada karateristik butir model L1P adalah konstan sebesar
(A) d2=0,7225
A7. Pada karakeristik butir model L2P, dengan daya beda positif, fungsi informasi maksimum tidak
terdapat pada daya beda sebesar
(A)
A8. Penggabungan dua atau lebih bank butir melalui kalibrasi dikenal sebagai
(C) lingking
A9. Satuan kemampuan dan satuan taraf sukar butir berbentuk logit memiliki level skala Stevens
(A) interval
A10. Dalam bentuk bilangan, jarak satu logit adalah sebesar
(A) 2,718
A11. Dalam bentuk bilangan, jarak dari kemampuan terendah sampai tertinggi, pada umumnya, dalam
satuan logit adalah kurang lebih selebar
(A) 8/bit = 8/ 2,718 = 2,9433 atau 8 logit ( -4 sd 4 )
A12. Ada kalanya ujian dinyatakan dalam tinggi dan lebar. Lebar ujian adalah jarak proporsi terbesar
pada parameter
(A) taraf sukar
A13. Pada ujian adaptif model kontrol keliru, kriteria untuk mengakhiri ujian pada umumnya
menggunakan nilai kecil pada
(C) 0,05 atau 0,01
A14. Pada metode prosedur kontrol keliru pada ujian adaptif, penentuan butir berikut di dalam
pelaksanaan ujian dilakukan pada butir yang mempunyai nilai tertinggi pada

(C) Fungsi informasi


A15. Pencocokan model melalui metode kecermatan pada prediksi model dapat juga digunakan
untuk menguji syarat teori rensponsi butir. Syarat yang diuji itu adalah
(C) Uni dimensi
A16. Kecocokan di antara taraf sukar butir dengan kemampuan responden menghasilkan logit sebesar
(C) 0 (ln 1)
A17. Untuk mencapai logit sukses sama dengan 2, probabilitas menjawab betul perlu sebesar
(A) P() =
A18. Pada ujian sekuensial, dikenal hasil ujian negatif palsu yang berarti bahwa terjadi kekeliruan
pada mereka yang dinyatakan
(C) Tidak lulus
A19. Hasil bagi logit sukses pada model L1P dengan logit sukses pada model Rasch adalah sebesar
(C) 1,7

A20. Pada karakteristik butir model L2P, kecuraman sama dengan nol pada parameter
(A)
A21. Bias butir di antara kelompok fokus dan kelompok referensi melalui metode Raju ditentukan di
antara karakteristik butir dua kelompok itu melalui besaran

Ai

4 , 00

0,005 | P

4, 00

i1

Pi 2 |

(A)
A22. Pada pengukuran ketidakwajaran sekor responden melalui kebolehjadian, sekor makin tidak
wajar, jika nilainya makin jauh dari nilai
(C) seharusnya
A23. Salah satu kriteria yang digunakan pada ujian adaptif adalah kekeliruan baku. Kekeliruan baku
terjadi pada distribusi kekeliruan, berupa parameter
(C) kemampuan
A24. Pada sejumlah data, selain ditentukan oleh nilai simpangan baku, kekeliruan baku ditentukan
juga oleh
(A) fungsi informasi ujian

A25. Psikometrika adalah teori dari pengukuran mental. Pengukuran mental dikemukakan oleh
Cattell untuk membedakannya dari
(A) pengukuran fisik

B. Bagian ini mencakup 10% nilai


Jika pernyataan di bawah ini betul maka lingkari B dan jika salah maka lingkari S.

B1

Pada karakteristik butir model Rasch, daya beda butir adalah nol

B2

Pada karateristik butir model tiga parameter, kebetulan menjawab betul


maksimum adalah 1

B3

Pada karakteristik butir model dua parameter, kontinum taraf sukar butir
adalah sama dengan kontinum kemampuan

B4

Independensi lokal pada teori responsi butir berlaku ketika satu responden
menjawab banyak butir

B5

Invariansi kelompok pada teori responsi butir adalah semua kelompok butir
memiliki karateristik sama

B6

Pada dasarnya karakteristik butir pada teori responsi butir adalah regresi
terhadap semua taraf sukar butir

B7

Perbedaan di antara parameter kemampuan dengan parameter taraf sukar


butir dapat dinyatakan dengan satuan RIT

B8

Secara teoretik parameter kemampuan dalam skala RIT tidak mungkin


bernilai negatif

B9

Dalam keadaan > b maka P() pada model L1P lebih kecil dari P() pada
model Rasch

B10

Jarak 1 RIT lebih besar dari jarak 1 WIT

C. Bagian ini mencakup 10% nilai


Kerjakan soal berikut.
Pada ujian sekuensial terdapat persamaan
An = 0,1 n 1

Rn = 0,1 n + 1

C1. Jika kesalahan pertama terjadi pada butir ke-9, maka ketidaklulusan paling cepat
terjadi pada kesalahan ke berapa?
C1. Kelulusan paling cepat terjadi jika kesalahan pertama terjadi pada butir ke berapa?

D. Bagian ini mencakup 30% nilai


Kerjakan soal berikut.
Suatu butir pada model logistik memiliki parameter a = 0,6 dan b = 0,2. Hitunglah fungsi
informasi butir ini untuk = 0, 1, 2, 3, dan 4
D1. Karakeristik butir

P() =

Fungsi informasi butir I() = D2a2P()Q() =

0
10234

D2. Hitung fungsi informasi maksimum

Program Studi S3 PEP


Universitas Negeri Jakarta
UJIAN AKHIR SEMESTER
Mata kuliah
: Psikometrika
Semester
: Maret-Juli 2014
Tanggal: 3 Juli 2014
Waktu
: 90 menit

A. Bagian ini mencakup 80% nilai


Jawablah secara singkat dan jelas
A1. Jika pada teori klasik digunakan proporsi jawaban betul maka pada teori responsi butir, bagian
betulnya dinyatakan dengan
(A) probabilitas jawab betul
A2. Syarat pada teori responsi butir adalah unidimensi dan
(A) invariansi kelompok
(B) independensi lokal
A3. Pada teori responsi butir, estimasi parameter dikatakan indeterminasi. Ini berarti bahwa hasil
estimasi adalah
(A) memiliki banyak jawaban
A4. Dari segi kegunaannya, di antara tiga parameter pada karakteristik butir, yang dapat diterima
untuk memiliki nilai negatif adalah parameter
(A) taraf sukar butir
A5. Pada karateristik butir model L1P, nilai parameter
(A) a = 1
(B) c = 0
A6. Pada karateristik butir model L2P, logit = 0 terjadi pada saat
(A) = b
A7. Pada karakteristik butir L3P, taraf sukar butir ditentukan pada saat

e Dai ( bi )
Pi ( ) ci (1 ci )
1 e Dai ( bi )
atau
Pi ( )

ci e Dai ( bi )
1 e Dai ( bi )

(A)

A8. Pada karateristik butir model Rasch, variansi maksimum adalah sebesar
(A) 0,25
A9. Pada karateristik butir model Rasch, logit sukses ditambah logit gagal sama dengan
(A) 1
A10. Suatu responden dengan kemampuan menghasilkan P() = 0,75. Logit sukses dari responden
ini adalah
(A) ln 3= 1,0986
A11. Pada karateristik butir model Rasch, apabila logit sukes suatu responden adalah 0,6 maka untuk
responden itu
(A) P() = e0,6/(1-e0,6)=0,6456
A12. Pada karateristik butir model L1P, apabila = b maka
(A) Variansi = 0,25
A13. Pada model karakteristik butir model logistik, apabila taraf sukar butir b meningkat menjadi dua
kali lipat maka logit sukses menurun sebesar
(A) __________________________________________
A14. Pada teori responsi butir, penyetaraan nilai parameter ke nilai metrik dikenal sebagai
(A) kalibrasi
A15. Estimasi parameter melalui kebolehjadian maksimum dapat dilaksanakan melalui probabilitas
join serta probabilitas
(A) marginal
(B) conditional

A16. Kemampuan suatu responden diestimasi dengan menggunakan sejumlah butir yang sudah
diketahui karateristik parameternnya melalui kebolehjadian maksimum. Estimasi tidak dapat
dilakukan apabila
(E) Semua menjawab salah
(F) Semua menjawab benar
A17. Estimasi parameter dengan metode PROX dilakukan dengan menghitung suatu besaran yang
kemudian dikalikan dengan faktor koreksi. Besaran itu adalah
(D) Simpangan logistic sukses
(C) Simpangan logistic gagal
A18. Rasio logit sukses model L1P terhadap logit sukses model Rasch adalah sebesar
(C) 1,7

A19. Variansi maksimum pada karakteristik butir model ojaif normal adalah sebesar
(C) Varmaks = 0,25
A20. Variansi maksiumum pada karakteristik butir logistik adalah sebesar
(C) Varmaks = 0,25
A21. Jarak di antara logit adalah konstan sebesar
(B) 2,718
A22. Selisih satu logit menyebabkan selisih pada skala RIT sebesar
(B) 10
A23, Skala RIT terletak pada level skala (Stevens)
(B) interval
A24. Indeks taraf sukar bacaan dan kemampuan membaca yang melibatkan teori responsi butir
memiliki satuan
(B) lexille
A25. Dua kelompok butir akan digabung. Sebelum penggabungan, taraf sukar butir dua kelompok itu
perlu dicocokkan. Pencocokan demikian dikenal sebagai
(B) kalibrasi
A26. Pencocokan model karakteristik butir residu baku memiliki distribusi probabilitas
(B) chi kuadrat
A27. Pada pencocokan model karateristik butir metode PROX, kriteria batas kecocokan adalah

(B) t = 2
A28. Fungsi informasi butir mengukur kecocokan di antara taraf sukar butir dengan parameter
(B) kemampuan
A29. Pada model L1P, fungsi informasi butir adalah sebesar [DP()Q()]2 sehingga nilai fungsi
informasi maksimum
(B)

0,7225 [DP()Q()]2=1,72 0,52

A30. Pada model L2P, fungsi informasi butir maksimum terletak pada
(B) = b
A31. Fungsi informasi ujian diperoleh dengan cara
(B) Menjumlahkan fungsi informasi butir maksimum
A32. Pada teori responsi butir, pada umumnya, pada penyusunan perangkat soal ujian, butir soal
ujian diambil dari
(B) Bank butir
A33. Ada ujian adaptif yang memilih butir berikutnya berdasarkan fungsi informasi butir yang
(B) dipilih
A34. Pada karakteristik butir L1P, secara teoretik, nilai taraf sukar butir membentang
(C) Dari - tak terhingga
(D) Sampai + tak terhingga
A35. Pada karakteristik butir L3P, nilai parameter c membentang
(C) Dari 0
(D) Sampai 0,5
A36. Pada saat nilai parameter c adalah maksimum, taraf sukar butir ditentukan pada nilai

Pi ( ) 0,5 (0,5)

e Dai ( bi )
1 e Dai ( bi )

atau
Pi ( )

0,5 e Dai ( bi )
1 e Dai ( bi )
(B)

=0,5(1+C)
=0,75
A37. Pada karakteristik butir model Rasch, tidak ada parameter c. Ini diharapkan terjadi pada saat
taraf sukar butir sama dengan
(B) ____________________________________________
A38. Teori responsi butir sebaiknya diterapkan pada jumlah responden minimal sebanyak
(B) 500
A39. Peneliti lebih suka menggunakan karateristik butir model logistik daripada model ojaif normal
karena model ojaif normal
(B) Lebih sulit
A40. Satuan metrik taraf sukar butir ditentukan melalui
(D) Rerata =0
(E) Simpangan = 1
B. Bagian ini mencakup 20% nilai
Pilihlah satu jawaban yang paling memadai
B1. Jika probabilitas menjawab betul adalah P sedangkan odds menjawab betul adalah O maka
hubungan mereka pada umumnya adalah
(A) O < P
(B) O = P
(C) O > P
B2. Jika P() pada model karateristik butir ojaif normal dan Rasch berturut-turut diberi notasi P()N
dan P()R maka pada umumnya
(A) P()R< P()N
(B) P()R = P()N
(C) P()R> P()N
B3. Jika P() pada model karateristik butir ojaif normal dan L2P berturut-turut diberi notasi P()N dan
P()L2P maka pada saat = b,
(A) P()L2P< P()N
(B) P()L2P = P()N
(C) P()L2P> P()N
B4. Pada yang sama, parameter c menyebabkan P()
(G) Menurun
(H) Tidak berpengaruh

(I) Meningkat
B5. Jika P() pada model Rasch dan L1P dinyatakan sebagai P()R dan P()L1P maka pada yang
sama
(G) P()R< P()L1P
(H) P()R = P()L1P
(I) P()R> P()L1P
B6. Hubungan di antara satuan logit dan satuan RIT adalah
(D) RIT = 100 + 20 logit
(E) RIT = 200 + 10 logit
(F) RIT = 10 + 200 logit
B7. Kecocokan model adalah kecocokan di antara
(D) Karakteristik butir dengan karakteristik kemampuan
(E) Karakteristik butir dengan data lapangan
(F) Karakteristik butir dengan hasil estimasi parameter

B8. Kalibrasi butir adalah peristiwa


(D) Perhitungan reliabilitas
(E) Pemeriksaan validitas
(F) Pencocokan skala ukur
B9. Bias butir adalah butir
(D) yang menyimpang dari standar yang telah ditentukan
(E) yang sudah tidak dipakai lagi tetapi belum dibuang
(F) yang berbeda nilai di antara kelompok berkemampuan sama
B 10. Ujian adaptif menyajikan butir ujian menurut
(D) Dugaan akan kemampuan responden
(E) Standar kemampuan minimal
(F) Kriteria keberhasilan yang ingin dicapai